8. Membuat potongan harga Hal yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan program pemotongan
harga. Potongan harga dapat diberlakukan sesuai dengan kesediaan pemilik usaha. Namun, potongan harga dapt diberlakukan jika ada pesanan yang banyak, atau
dengan potongan harga dengan memberikan baju gratis dengan pembelian beberapa baju dan lain-lain.
9. Menjalin kerjasama yang baik dengan pemasok Jika menjalin kerjasama yang baik dengan pemasok yang menawarkan
harga yang dibawah rata-rata, akan memberikan nilai tambah bagi pemilik usaha. Akan memberikan untung yang sedikit lebih banyak dari biasanya jika memliki
kerjasama yang baik, bahkan jika ingin mereka yang akan menawarkan diri sebagai pemasok tetap bagi pelaku usaha.
4.5 Pembahasan
Beberapa tahapan pengembangan usaha yang dapat dilakukan menurut Pandji Anoraga, 2007: 145 adalah sebagai berikut, menganalisis peluang,
merumuskan alternatif usaha, seleksi alternatif, pelaksanaan alternatif, dan evaluasi.
4.5.1 Peluang usaha clothingan
Dalam Ismail Solihin, 2012: 128 peluang opporturnities merupakan tren positif yang berada di lingkungan eksternal perusahaan, dan apabila peluang
tersebut dieksploitasi oleh perusahaan, maka peluang usaha tersebut berpotensi untuk menghasilkan laba bagi perusahaan secara berkelanjutan. Dalam penelitian
Universitas Sumatera Utara
hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di temukan peluang peluang yang mendukung usaha ini untuk berkembang. Beberapa peluang yang di temukan
dalam penelitian adalah trend yang selalu berubah ubah seiring dengan perkembangan zaman, anak muda sangat mudah terpengaruh oleh perkembangan
zaman ini, sehingga menimbulkan minat beli yang tinggi untuk membeli produk ini. Selain itu dengan harga yang lebih murah dibanding dengan produk produk
clothingan lain yang sejenis, usaha ini mempunyai peluang untuk memperbesar pangsa pasar nya ke daerah yang lebih luas lagi. Dan kelemahan kelemahan yang
ada pada usaha ini dapat di perkecil dan di perbaiki pada beberapa aspek. Beberapa kelemahan pada usaha clothingan ini adalah, banyaknya pesaing yang
sejenis, yaitu clothingan clothingan dengan merk terkenal lain seperti Peter Say Denim, Thirty Second, Tauko Medan dan Atticus yang telah memasarkan
produknya terlebih dahulu dengan skla yang sangat besar. Kelemahan juga terdapat pada aspek sumber daya manusia, clotingan Blackstar tidak memiliki
karyawan yang tetap sehingga pemilik sedikit kerepotan dalam mengurus bisnis ini, pemilik harus memesan produk bahan baku itu sendiri kemudian membuat
catatan keuangan sendiri dan memasarkan serta melakukan promosi untuk produknnya sendiri. Untuk mengembangkan usaha ini menjadi lebih besar,
maka pemilik seharusnya bisa mengurangi kelemahan dan memanfaatkan peluang usaha yang ada. Beberapa peluang ini dikategorikan sebagai kelebihan dari
membuka usaha clothingan ini dan dapat dimanfaatkan oleh pemilik usaha ini seperti:
Universitas Sumatera Utara
1. Modal yang tidak terlalu besar. Karena usaha ini tergolong usaha kecil menengah, pemilik hanya
memerlukan modal yang kecil dan kegiatan operasional yang sederhana. Namun memberikan dampak yang besar bagi pemilik usaha. Dampak tersebut ialah
pendapatan yang diperoleh. Walaupun pendapatan tidak terlalu besar akan tetapi usaha ini akan dapat berkembang dengan pesat apabila pemilik usaha dapat
memanfaatkan peluang yang ada dan menerapkan strategi yang baik. 2. Pengelolaan bisnis yang sederhana.
Dalam praktiknya, usaha clothingan ini tidak memerlukan alat yang begitu banyak dan juga kegiatan operasional yang dilakukan pada usaha ini sangatlah
sederhana . Hanya mendesain kaos kemudian mencetaknya dan kemudian memasarkannya melalui sistem konsinyasi dengan distro disto yang ada,
kemudian mencatat sisa stok barang yang ada dengan stok barang yang sudah terjual dan mencatat pengeluaran.
3. Trend penggunaan kaos distro yang cukup tinggi Masih tingginya minat anak muda untuk membeli kaos distro sangat
menguntungkan bagi pemilik usaha clothingan ini. Dengan begitu produk yang akan dipasarkan oleh usaha ini akan cepat laku terjual. Pelanggan akan
memperhatikan kualitas dan bahan dari produk yang akan di belinya, oleh sebab itu produk yang dihasilkan oleh pemilik usaha clothingan ini haruslah memiliki
kualitas bahan yang bagus serta desain yang kreatif dalam pembuatan kaosnya.
Universitas Sumatera Utara
4. mudah untuk membuka bisnis lain Usaha clothingan ini termasuk ke dalam usaha fashion dan trend. Oleh
karenanya, pemilik usaha dapat melakukan dengan membuat produk fashion lain seperti produk jam tangan, celana jeans,baju kemeja, dan produk lain yang masih
berhubungan dengan fashion. 5. Sistem kerjasama kongsinyasi dengan distro lain
Sistem kerjasama ini berbentuk penitipan produk clothingan pada suatu distro dengan sistem pembagian hasil 15 dari hasil keuntungan penjualan
clothingan. Sistem ini sama sama memberi keuntungan bagi pemilik usaha clothingan maupun pemilik usaha distro. Pemilik usaha clohingan tidak perlu lagi
menyewa tempat yang begitu mahal dan tidak perlu menggaji karyawan distro, sedangkan pemilik distro diuntungkan dengan pembagian hasil jualan clothingan
tersebut dan tidak perlu mencari cari produk lain untuk mengisi outlet distronya. 6. Program pemerintah
Dengan adanya program pemerintah yang memberikan KUR Kredit Usaha Rakyat kepada pelaku usaha kecil dan menengah merupakan salah satu
peluang bagi pelaku usaha untuk mendapat pinjaman modal guna mengembangkan usaha clothingan Blackstar ini.
4.5.2 Strategi Alternatif
Dilihat dari matriks IFAS dan EFAS yang telah dilakukan, maka diperoleh nilai subtotal peluang dari peluang, ancaman serta kekuatan dan
kelemahan dari usaha clothingan Blackstar ini. Peluang memiliki sub total sebesar
Universitas Sumatera Utara
2,14, ancaman memiliki sub total sebesar 0,32 serta kekuatan memiliki nilai sub
total 2,94 dan kelemahan memiliki sub total sebesar 0,32. Kekuatan dan peluang memiliki nilai yang lebih unggul daripada nilai
kelemahan dan ancaman. Maka dapat ditentukanlah strategi apa yang tepat untuk digunakan. Yang terlihat pada gambar 4.2 menunjukan bahwa strategi yang
dilakukan adalah strategi agresif dimana kekuatan dan peluang jika digabungkan akan memberikan berbagai cara untuk menumbuhkan atau mengembangkan usaha
untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan dalam Freddy Rangkuti, 2009:20.
Dalam Husein Umar, 2001: 43 menurut F.R David 1985, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh usaha clothingan Blackstar ini dengan
memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada. Strategi yang digunakan adalah strategi intensif dan strategi diversivikasi. Strategi intensif terbagi atas tiga
kelompok yaitu: strategi pengembangan pasar, strategi pengembangan produk, dan strategi penetrasi pasar. Strategi diversifikasi di bagi atas 3 kelompok juga
yaitu: strategi diversifikasi konsentrik, strategi diversifikasi konglomerat, dan strategi diversifikasi horizontal. Dari hasil penelitian, usaha clothingan Blackstar
ini dapat menggunakan strategi pengembangan pasar, strategi penetrasi pasar, dan strategi diversifikasi konsentrik.
1. Strategi pengembangan pasar yaitu strategi yang termasuk kedalam strategi intensif dimana strategi ini bertujuan untuk dapat meningkatkan pangsa pasar
Universitas Sumatera Utara
dengan cara memperkenalkan produk produk ini ke daerah-daerah yang secara geografis merupakan daerah baru.
2. Strategi penetrasi pasar merupakan strategi yang ditujukan kepada pelaku usaha agar melakukan pemasaran secara besar besaran.
3. Strategi diversifikasi konsentrik merupakan strategi yang termasuk kedalam strategi diversifikasi dimana pelaku usaha dapat menambah jumlah produk atau
jasa yang mana tidak jauh dari bisnis inti.
4.5.3 Seleksi Strategi Alternatif
Setelah melakukan perumusan strategi, ditemukan beberapa strategi alternatif yang telah disebutkan sebelumnya. Strategi alternatif tersebut adalah
strategi pengembangan pasar, strategi penetrasi pasar, dan strategi diversifikasi konsentrik. Maka dapat dirincikan beberapa cara dan dampak dari penggunaan
strategi alternatif tersebut. 1. Strategi pengembangan pasar
Strategi pengembangan pasar ialah strategi untuk memperkenalkan produk-produk atau jasa yang ada sekarang ke daerah-daerah yang secara
geografis merupakan daerah baru. Hal ini dapat dilakukan jika memilik jaringan distribusi, terjadi kelebihan kapasitas produksi, pendapatan laba yang sesuai
harapan, serta adanya pangsa pasar yang baru atau pasar yang belum jenuh. Usaha Blackstar dapat memasarkan produknya ke luar daerah Medan ke daerah lain
seperti ke daerah Aceh, Jawa dan bisa juga memasarkannya keluar negri seperti daerah Malaysia. Dengan melalui media sosial pemilik dapat berkomunikasi
Universitas Sumatera Utara
dengan pemilik distro di luar medan dan menitipkan produk clothingan Blackstar ini dengan sistem kongsinyasi di luar distro kota Medan.
Adapun beberapa keuntungan menggunakan strategi alternatif pengembangan pasar sebagai berikut:
a. Dengan pangsa pasar yang lebih luas maka pemilik usaha akan dapat meningkatkan penjualannya serta dapat meningkatkan labanya sesuai dengan
harapan, produk Blackstar akan dikenal sampai ke daerah lain. b. Pangsa pasar yang baru dan pasar yang belum jenuh sehingga dapat menjadi
trend fashion baru di daerah baru yang akan dituju. Beberapa resiko ketika melakukan strategi alternatif pengembangan pasar
adalah: a. Pemilik tidak dapat mengontrol sepenuhnya produk yang akan di letakan di
pasar yang baru dituju tersebut. b. Pemilik usaha memerlukan biaya untuk promosi yang lebih besar lagi untuk
memperkenalkan produknya dan menumbuhkan minat beli konsumen di daerah pasar yang baru.
2. Strategi penetrasi pasar Strategi penetrasi pasar adalah strategi untuk meningkatkan market share
suatu produk atau jasa melalui usaha-usaha pemasaran yang lebih besar. Namun usaha clothingan Blackstar ini merupakan Usaha Kecil Menengah UKM. Maka
dari itu program pemasaran dapat dilakukan secara bertahap. Melakukan pemasaran dengan menggunakan brosur-brosur dengan jumlah yang kecil,
Universitas Sumatera Utara
membuat web untuk usaha ini atau dapat mengendorse artis talent sehingga memperkenalkan produk Blackstar dengan produk yang di pakai artis tersebut.
Melakukan promosi dengan membagikan voucher diskon pada saat ada event- event tertentu.
Adapun beberapa keuntungan menggunakan strategi alternatif penetrasi pasar:
a. Pasar akan lebih luas. Luas dalam arti akan banyak masyarakat yang mengetahui merk clothingan Blackstar ini. Lebih banyak masyarakat yang tahu
maka akan meningkatkan penjualan karena akan berdatangan konsumen baru yang tertarik akan kalimat promosi yang digunakan atau kualitas yang ditawarkan
oleh produk Blackstar ini.konsumen akan menilai sendiri apakah produk yang ditawarkan sesuai dengan harapan mereka sebagai konsumen.
b. Konsumen akan loyal dan menjadi pelanggan dari produk Blackstar ini. Konsumen yang menjadi pelanggan merupakan suatu keberhasilan dari strategi
penetrasi pasar ini. Adapun beberapa resiko yang akan diterima oleh pelaku usaha ini ketika
menggunakan strategi alternatif penetrasi pasar adalah: a. Akan membutuhkan biaya tambahan dalam melakukan promosi. Penambahan
biaya yang tidak sedikit ketika pelaku usaha melakukan pencetakan brosur dan pembuatan web usaha.
Universitas Sumatera Utara
b. brosur yang sia sia. Terkadang saat melakukan pembagian brosur tentang usaha, masyrakat akan membuang begitu saja tanpa terlebih dahulu
memperhatikan isi brosur tersebut. Tujuan penetrasi pasar adalah meningkatkan pangsa pasar dengan
melakukan pemasaran yang besar. Maka jika pelaku usaha melakukan strategi penetrasi pasar akan memberikan dampak positif. Keuntungan dari strategi ini
adalah membuat konsumen menjadi pelanggan yang loyal. Tentu saja hal ini akan meningkatkan laba.
3. Strategi Diversifikasi Konsentrik Strategi ini adalah strategi pengembangan usaha dengan menambah
produk atau jasa baru, namun tetap berkaitan dengan usaha utamanya. Dengan membuat produk baru seperti kemeja, jam tangan, dan barang barang lain yang
berhubungan dengan fashion dan mencetaknya dengan merk Blackstar. Adapun beberapa keuntungan menggunakan strategi alternatif diversifikasi
konsentrik adalah: a. Memperluas pangsa pasar, Pasar akan lebih luas ketika akan adanya
penambahan produk yang ditawarkan. Konsumen atau pelanggan yang datang tidak lagi hanya ingin membeli produk T-shirt, akan tetapi juga pelanggan akan
tertarik juga untuk membeli produk lain seperti kemeja atau jam tangan yang ditawarkan oleh produk Blackstar.
b. adanya keberagaman dari produk yang ditawarkan. Sehinnga akan memberikan keuntungan bagi pelaku usaha. Ketika produk utama tidak laku dipasarkan maka
Universitas Sumatera Utara
ada produk tambahan yang akan menutupi produk utama. Maksudnya adalah ketika produk t-shirt yang ditawarkan tidak laku terjual maka masih ada produk
lain seperti produk jam tangan atau kemeja yang akan menutupi target penjualan clothingan merk Blackstar tersebut.
Adapun beberapa resiko menggunakan strategi alternatif diversifikasi konsentrik adalah :
a. fokus pemilik usaha yang terbagi menjadi dua antara mencetak produk t-shirt atau mencetak produk baru. Dan ada kemungkinan pemilik usaha akan lebih
menekuni untuk mencetak produk baru sehingga produk lama akan ditinggalkan. b. Biaya tambahan yang akan dikenakan kepada pemilik usaha ketika ingin
mencetak produk baru. Penambahan produk akan membutuhkan peralatan baru juga sesuai dengan produk yang ditambahkan. Penjualan produk yang tidak
berhasil akan menimulkan kerugian bagi pelaku usaha. Tujuan strategi alternatif diversifikasi konsentrik adalah memberikan
keberagaman dari produk yang ditawarkan, namun tidak jauh dari produk usaha utama yang ditawarkan sebelumnya. Ini dilakukan agar pasar tidak jenuh. Akan
memeberikan dampak positif jika pelaku usaha melakukan strategi diversifikasi konsentrik dengan memilih diantara satu penambahan produk dengan pasti untuk
ditekuni dan tidak meninggalkan produk utamanya yaitu clothingan Blackstar. Dengan beberapa strategi alternatif tersebut diperbuat untuk meningkatkan
perkembangan pada usaha clotingan merk Blackstar dengan tujuan untuk
Universitas Sumatera Utara
meningkatkan laba penjualan dari produk yang ditawarkan sehingga usaha ini mampu berkembang lebih dari yang diinginkan oleh pemlik usaha ini.
4.5.4 Pelaksanaan pengembangan usaha
Setelah memilih dan menentukan strategi apa yang akan digunakan, maka hal selanjutnya yang digunakan adalah melakukan pengembangan usaha dengan
strategi yang sudah dipilih. Alangkah baiknya strategi dilakukan secara bertahap agar mengetahui hasil yang diperoleh dalam pengimplementasian strategi
pengembangan. Untuk pengembangan usaha, pelaku usaha membutuhkan dana lebih atau modal. Kebutuhan modal dapat diambil dari tabungan pemilik usaha
atau dengan meminjam modal kepada bank atau koperasi atau yang di sebut dengan KUR Kredit Usaha Rakyat.
Jika pelaku usaha ingin melakukan pengembangan usaha dengan menggunakan strategi secara bersamaan, maka berikut adalah rincian dari strategi
tersebut. Pertama, pelaku usaha harus mengadakan rekrutmen anggota dan
karyawan tambahan yang ahli dalam memproduksi kaos dan produk lainnya dalam bidang fashion dan merekrut satu orang untuk melakukan pembukuan
usaha agar pembukuan tentang catatan keuangan usaha terlihat rapi dan jelas. Menambah kualitas baju dengan memakai bahan kaos yang halus dan
nyaman untuk di pakai oleh konsumen dan tidak lupa juga untuk memperhatikan kerapian dari penjahitan kaos ketika sedang diproduksi.
Universitas Sumatera Utara
Persiapan yang dilakukan dalam strategi alternatif pengembangan pasar ialah dengan mencari link atau jaringan distribusi baru di luar kota, dengan cara
pemilik dapat melihat toko-toko yang ada di luar kota dari inernet dan menghubunginya secara personal atau pemilik juga dapat mendatangi langsung
dan mengobservasi toko-toko yang ada di luar kota dan melakukan kontrak kerjasama dengan sistem kongsinyasi pembagian hasil dan memasarkan
produknya di toko tersebut. Jika pemilik usaha ingin mengembangkan usaha dengan menggunakan
strategi alternatif diversifikasi konsentrik dengan menambahkan produk kemeja dan jam tangan, berikut adalah persiapan yang harus dilakukan: mencari bahan
baku pembuatan kemeja dan jam tangan dengan kualitas yang baik, menambah modal usaha untuk pembuatan produk tersebut dan mengadakan promosi khusus
untuk kedua produk itu agar pemasarannya berjalan dengan baik.
4.5.5 Evaluasi
Setelah melakukan beberapa strategi secara bertahap maupun secara bersamaan, maka hal yang harus dilakukan berikutnya adalah evaluasi. Evaluasi
dalam hal ini adalah mengkoreksi setiap langkah strategi yang digunakan yang dapat mengarah kepada langkah strategi yang lebih baik. Evaluasi dapat dilakukan
oleh pemilik usaha dengan mencatat setiap kegiatan yang harus dilakukan dalam pengembangan usahanya. Jika pemilik ingin menambahkan modal pada usahanya,
ia harus memiliki laporan keuangan yang jelas sehingga pemilik mengetahui segala pengeluaran dan pemasukan dari usaha ini. Memiliki karyawan yang tetap
Universitas Sumatera Utara
yang memilik keahlian khusus dalam dunia fashion sehingga dapat membantu pemilik dalam menjalankan usahanya dan pemilik tidak akan kerepotan ketika
banyaknya pesanan untuk produk yang ditawarkan. Pemilik bisa meminta bantuan kredit kepada koperasi untuk melakukan pengembangan usahanya agar lebih maju
lagi.
Universitas Sumatera Utara
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan