Teknik Pengumpulan Data Deskripsi Lokasi Penelitian

Anoraga, 2007: 66. Pengembangan usaha erat kaitannya denngan proses, seperti pendefinisian masalah kekuatan-kelemahan dan peluang-ancaman 3. Penjualan merupakan ilmu dan seni yang mempengaruhi pribadi yang dilakukan oleh penjual untuk mengajak orang lain agar bersedia membeli barang atau jasa yang ditawarkannya Swastha Basu: 2001.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan dua macam data yaitu: 1. Pengumpulan data primer. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli dan tidak melalui media perantara Indriantoro, 2002: 147. Data primer berupa wawancara mendalam indepth interview secara langsung kepada pihak pemilik brand merk Blackstar. Pemilik dipilih karena dianggap mengetahui informasi mendalam mengenai kondisi internal dan eksternal brand blackstar itu secara mendalam dan metode observasi yang dapat dilakukan dengan cara melakukan pengamatan langsung pada objek yang diteliti sesuai dengan fokus penelitiannya. 2. Pengumpulan data sekunder. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara diperoleh dan dicatat oleh pihak lain. Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang tersusun dalam arsip data dokumenter yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan Universitas Sumatera Utara Indriantoro, 2002: 147. Perolehan data sekunder juga didapatkan dari media internet dan artikel surat kabar, jurnal dan majalah.

3.6 Teknik Analisis Data

Setelah mengumpulkan semua informasi yang berpengaruh terhadap kelangsungan Perusahaan, tahap selanjutnya adalah memanfaatkan semua informasi tersebut dalam model-model perumusan strategi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis SWOT. Analisis SWOT adalah diidentifikasi berbagai factor eksternal dan internal secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Menurut Rangkuti, 2009: 31 proses penyusunan perencanaan strategi dalam analisis SWOT melalui tahapan sebagai berikut:

1. Tahap Pengumpulan Data

Tahap ini pada dasarnya tidak hanya sekedar kegiatan pengumpulan data, tetapi juga merupakan suatu kegiatan pengklasifikasian data. Pada tahap ini data dapat dibedakan menjadi dua, yaitu internal dan eksternal. Data internal didapat dari aspek sumber daya manusia, aspek pemasaran, produksioperasional dan aspek keuangan. Sementara data eksternal perusahaan adalah lingkungan industri yaitu mencakup persaingan dan kebijakan pemerintahan, pemasok, pasar, dan kelompok berkepentingan. Tahap ini dilakukan melalui matriks Internal Factors Analysis Summary IFAS dan matriks External Factors Analysis Summary EFAS. a. Matriks Internal Factors Analysis Summary IFAS Setelah terkumpulnya data, tahap selanjutnya adalah pembobotan dan peringkat sehingga ditemukan nilai dari masing-masing faktor internal yaitu Universitas Sumatera Utara kekuatan dan kelemahan dengan menggunakan matriks Internal Factors Analysis Summary IFAS. Tahapannya adalah: 1. Tentukan dan susunlah faktor–faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan perusahaan dalam kolom 1 2. Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 1,0 paling penting sampai 0,0 tidak penting, berdasarkan pengaruh faktor- faktor tersebut terhadap posisi strategis perusahaan semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00 3. Hitung rating dalam kolom 3 untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 outstanding sampai dengan 1 poor, berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Variabel yang bersifat positif semua variabel yang masuk katagori kekuatan diberi nilai mulai dari 1 sampai dengan 4 sangat baik. Sedangkan variabel yang bersifat negatif, kebalikannya. Jika kelemahan perusahaan besar sekali nilainya adalah 1, sedangkan jika kelemahan perusahaan rendah nilainya adalah 4. 4. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3 untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 outstanding sampai dengan 1,0 poor Universitas Sumatera Utara 5. Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar atau catatan mengapa faktor-faktor tertentu dipilih, dan bagaimana skor pembobotannya dihitung. 6. Jumlahkan skor pembobotan pada kolom 4, untuk memperoleh total skor pembobotan bagi perusahaan yang ebrsangkutan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana strategis perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis internalnya. Tabel 3.1 Matriks Internal Factors Analysis Summary IFAS Faktor-Faktor Strategi Internal 1 Bobot 2 Rating 3 Bobot x Rating 4 Kekuatan 1……………….. 2……………….. 3……………….. Kelemahan 1……………….. 2……………….. 3……………….. Total Sumber : Rangkuti 2009 Universitas Sumatera Utara b. Matriks External Factors Analysis Summary EFAS Setelah terkumpulnya data, tahap selanjutnya adalah melakukan pembobotan dan peringkat sehingga ditemukan nilai dari masing-masing faktor eksternal, yakni peluang dan ancaman dengan menggunakan matriks Exterrnal Factors Analysis Summary EFAS. Tahapannya adalah sebagai berikut: 1. Tentukan dan susunlah faktor – faktor yang menjadi peluang serta ancaman perusahaan dalam kolom 1 2. Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 1,0 paling penting sampai 0,0 tidak penting, berdasarkan pengaruh faktor- faktor tersebut terhadap posisi strategis perusahaan semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00 3. Hitung rating dalam kolom 3 untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 outstanding sampai dengan 1 poor, berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Pemberian nilai rating untuk faktor peluang bersifat positif peluang yang semakin besar diberi rating 4, tetapi jika peluangnya kecil, diberi rating 1. Pemberian nilai rating ancaman adalah kebalikannya, yaitu jika nilai ancamannya sangat besar, ratingnya adalah 1 tetapi jika ancamannya sedikit ratingnya 4. 4. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3 untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor Universitas Sumatera Utara pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 outstanding sampai dengan 1,0 poor 5. Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar atau catatan mengapa faktor-faktor tertentu dipilih, dan bagaimana skor pembobotannya dihitung. 6. Jumlahkan skor pembobotan pada kolom 4, untuk memperoleh total skor pembobotan bagi perusahaan yang ebrsangkutan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana strategis perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis eksternalnya. Tabel 3.2 Matriks Eksternal Factors Analysis Summary EFAS Faktor – faktor Strategi Eksternal 1 Bobot 2 Rating 3 Bobot x Rating 4 Peluang 1……………….. 2……………….. 3……………….. Ancaman 1……………….. 2……………….. 3……………….. Total Sumber : Rangkuti 2009 Universitas Sumatera Utara

2. Tahapan Analisis

Setelah mengumpulkan semua informasi yang berpengarih terhadap kelangsungan perusahaan, tahap selanjutnya adalah menggabungkan IFAS+EFAS yang bertujuan untuk melihat hasil sub total IFAS dan sub total EFAS. Bila dijumlahkan dan dibandingkan akan memberikan suatu alternative bahwa analisis atau diagnose ini benar-benar terkait dengan permasalahan yang terjadi. Penggabungan IFAS dan EFAS dapat dilihat pada tabel 3.3. Tabel 3.3 Analisis SWOT IFAS+EFAS Variabel Strength Kekuatan Bobot Weakness Kelemahan Bobot Sub Total A Sub Total B Variabel Opportunity Peluang Bobot Threat Ancaman Bobot Sub Total C Sub Total D Total S+O Total W + T Universitas Sumatera Utara Atau A + C Atau B + D Sumber : Rangkuti 2009 Hasil yang akan diperoleh adalah: 1. Bila S A + O C W B + T D maka faktor strategis kekuatan dan peluang mendukung tercapainya jalan ke luar dari pokok permasalahan yang ada untuk mendapatkan rekomendasi yang diharapkan 2. Bila S A + O C W B + T D maka pokok masalah adalah kenyataan yang sebenarnya terjadi, yang memiliki kelemahan besar di samping tantangan atau ancaman yang dihadapi sangat besar. Tindak lanjut yang dilakukan adalah mencari alternatif lain untuk memperkuat varibel pengamatan atau strategi lainnya. Secara lebih rinci, sub total dari masing-masing akan dimasukkan ke dalam Diagram SWOT untuk mengetahui posisi dan strategi apa yang akan diterapkan pada Restoran Sop Saudara. Adapun Diagram SWOT seperti terlihat pada gambar 3.1 Universitas Sumatera Utara Gambar 3.1 Diagram SWOT 3. Mendukung Strategi Trun Around 1. Mendukung Strategi Agresif 4. Mendukung Strategi Defensif 2. Mendukung Strategi Diversifikasi Sumber : Rangkuti 2009 Kuadran 1: Ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung keijakan pertumbuhan yang agresif Growth oriented strategy. Strategi ini didesain untuk mencapai pertumbuhan bauk dari penjualan, asset, profit atau kombinasi dari ketiganya. Hal ini dapat dicapai dengan cara menurunkan harga, mengembangkan produk baru, menambah Peluang Kelemahan Kekuatan Ancaman Universitas Sumatera Utara kualitas produk atau jasa atau meningkatkan akses ke pasar yang lebih luas. Kuadran 2: Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan ini masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi produkpasar Kuadran 3: Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi dilain pihak, ia menghadapi beberapa kelemahan internal. Fokus strategi perusahaan ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehinga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik. Kuadran 4: Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, perusahaan tersebut menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal.

3. Tahap Pengambilan Keputusan

Pada tahap pengambilan keputusan akan digunakan Matriks SWOT untuk memperoleh alternatif strategi yang tepat bagi perusahaan sesuai dengan posisi perusahaan yang telah digambarkan pada diagram SWOT. Universitas Sumatera Utara Tabel 3.4 Matriks SWOT Sumber : Rangkuti 2009 IFAS EFAS STRENGTH S a. Tentukan faktor-faktor kekuatan internal WEAKNESSES W b. Tentukan faktor- faktor kelemahan internal OPPORTUNITIES O c. Tentukan Faktor peluang eksternal STRATEGI SO Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang STRATEGI WO Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang THREATS T d. Tentukan Faktor ancaman eksternal STRATEGI ST Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman STRATEGI WT Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman Universitas Sumatera Utara a. Strategi SO Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. b. Strategi ST Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman. c. Strategi WO Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. d. Strategi WT Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. Universitas Sumatera Utara 44 BAB IV HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Saat ini di Medan mulai banyak bermunculan distro dan clothingan dengan beraneka macam merek dan produk-produk yang di jual ke pasaran.bermula dari Bandung sebagai inovator awal usaha distro kemudian berkembang ke berbagai kota di Indonesia termasuk di Medan.salah satu usaha yang bergerak di bidang clothingan ini yaitu Blackstar yang ikut serta dalam meramaikan persaingan usaha clothingan di kota Medan. Merek Blackstar ini sendiri di jual di berbagai distro di Medan seperti pada distro Undevil dan Store. Blackstar berdiri pada bulan Juli 2009 oleh Dian Firmansyah, dinamakan Blackstar karena pemilik merupakan salah satu penggemarnya penyanyi terkenal dunia Avril Lavigne dan ia mengambil nama blackstar dari salah satu albumnya tersebut. Pada awalnya pemilik hanya membuat kaos sebanyak dua lusin dengan satu design dan memasarkannya melalui online shop, kemudian seiring dengan bertambahnya permintaan pemilik mulai megembangkan usahanya dengan membuat desain - desain baju yang baru dan mulai mencetaknya dengan produksi yang lebih banyak lagi. Bukan hanya itu pemilik juga bekerjasama dengan distro distro di Medan seperti store dan undevil dengan sistem konsinyasi bagi hasil atas peresenan penjualan dan mulai meletakkan produknya dalam distro tersebut. Universitas Sumatera Utara Tujuan pemilik mendirikan distro ini adalah untuk mecari laba atau keuntungan pribadi dan menjadikan brand usahanya ini dikenal di Medan sebagai satu-satunya usaha fashion yang mengedepankan kualitas, mutu, dan kepuasan pelanggan. Gambar 4.1 Contoh Produk Blackstar Sumber: www.blackstarcloth.com Universitas Sumatera Utara Ini merupakan contoh size dan material produk dari Blacstar: Gambar 4.2 Daftar Ukuran Baju Blackstar Sumber: www.blackstarcloth.com Usaha blackstar ini memiliki visi dan misi seperti berikut : Visi: 1. Menjadi trend center bagi kaum anak muda Medan dan menginspirasi anak anak muda di Medan agar lebih kreatif lagi dalam bekarya. Misi: 1. Mengendorse band band lokal medan maupun band luar Medan. 2. Membuat produk dengan desain yang kreatif dan inovativ guna memuaskan konsumen 3. Menjalin kerjasama dengan distro distro Medan yang saling menguntungkan dalam memasarkan produk. Universitas Sumatera Utara

4.1.2 Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah bagian yang terpenting dalam penentuan tujuan organisasi. Struktur Organisasi merupakan kerjasama antara dua atau lebih dalam mencapai tujuan yang sama. Dalam struktur organisasi akan menentukan apa fungsi masing masing setiap anggota dari organisasi tersebut. Dalam usaha clothingan ini memiliki struktur organisasi yang kecil. Gambar 4.3 Struktur Organisasi Usaha Blackstar Sumber: Hasil Penelitian Berikut adalah deskripsi kerja pada struktur organisasi clothingan Blackstar 1. Pemilik Usaha Sebagai pimpinan dan pengelola usaha bertanggung jawab sepenuhnya atas usaha dari clothingan Blackstar tersebut, membuat konsep produk, memproduksi, memasarkan, menjual secara langsung serta mengelola pemasukan dan pengeluaran keuangan. Pemilik Usaha Dian Firmansyah Reseller I Gannas store Reseller II Store Medan Reseller III Andevil Medan Universitas Sumatera Utara 2. Reseller I, II, III Sebagai perpanjangan tangan untuk penjualan produk dan menjadi tempat untuk menjual produk Blackstar yang produknya dapat dilihat secara fisik.

4.2 Penyajian Data