Analisis Faktor Tingkat Pendidikan, Lingkungan Keluarga dan Pengalaman Kerja Terhadap Berwirausaha (Studi Kasus: Yayasan Persatuan Persaudaraan Putra Solo (YPPPSU) di Medan)

SKRIPSI
ANALISIS FAKTOR TINGKAT PENDIDIKAN, LINGKUNGAN
KELUARGA DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP
BERWIRAUSAHA
Studi Kasus : Yayasan Persatuan Persaudaraan Putra Solo Sumatera Utara
Di Medan

OLEH:

SURANTO
070521195

PROGRAM STRATA 1 MANAJEMEN
DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Judul penelitian ini adalah “Analisis Faktor Tingkat Pendidikan,
Lingkungan Keluarga dan Pengalaman Kerja Terhadap Berwirausaha (Studi
Kasus: Yayasan Persatuan Persaudaraan Putra Solo (YPPPSU) di Medan)”.
Yayasan YPPPSU merupakan yayasan yang didirikan oleh para perantauan yang
berasal dari kota Solo yang berlokasi di Jl. Madiosantoso no. 115A P. Brayan
Darat I Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor tingkat
pendidikan, lingkungan keluarga dan pengalaman kerja terhadap berwirausaha
YPPPSU.
Jenis penelitian ini adalah survey explanatory, data yang digunakan adalah
data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui
kuesioner yang disebarkan kepada anggota YPPPSU Medan. Populasi penelitian
ini berjumlah 239 orang, penarikan sampel dilakukan dengan metode non
probability sampling dengan menggunakan rumus Slovin. Berdasarkan rums
slovin diperoleh sampel sebanyak 71 orang. Pengujian hipotesis dengan
menggunakan analisis regresi berganda, pengolahan data dengan menggunakan
software SPSS versi 15.0.
Hasil uji f menunjukan bahwa semua variabel bebas (X) tingkat
pendidikan, lingkungan keluarga dan pengalaman kerja secara serempak
mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat (Y)
berwirausaha pada anggota YPPPSU Medan. Hasil uji t menunjukan dari ketiga
variabel bebas, variabel tingkat pendidikan adalah variabel yang dominan dari
variabel bebas lainnya yang mempengaruhi berwirausaha YPPPSU Medan.

Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Lingkungan Keluarga, Pengalaman
Kerja, Berwirausaha.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The title of this research is the "Factor Analysis of Educational
Attainment, Family Environment and Entrepreneurship Against Work Experience
(Case Study: Foundation of the United Brotherhood of Son Solo (YPPPSU) in
Medan)". YPPPSU Foundation is a foundation established by overseas who came
from the city of Solo, which is located on Jl. Madiosantoso no. P. 115A I Medan
Brayan Army. The purpose of this study was to analyze the factors of education
level, family environment and work experience towards entrepreneurship
YPPPSU.
This type of survey research is explanatory, the data used are primary
data and secondary data. Primary data collection is done through a questionnaire
distributed to members YPPPSU Medan. This study population numbered 239
people, sampling is done by non-probability sampling method using the Slovin
formula. Based on a sample obtained slovin rums as many as 71 people. Testing
hypotheses using multiple regression analysis, data processing using SPSS
software version 15.0.
F The test results showed that all independent variables (X) the level of
education, family environment and work experience simultaneously have positive
and significant effect on the dependent variable (Y) entrepreneurship in Medan
YPPPSU members. T test results showed the three independent variables, the
variable level of education is the dominant variable of the other independent
variables that affect entrepreneurship YPPPSU Medan.

Keyword: Educational Attainment, Family Environment, Work Experience
and Entrepreneurship

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan rahmat, karunia dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu
menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Shalawat dan salam kepada Nabi
Muhammad SAW suri tauladan yang terbaik di muka bumi. Penulisan skripsi ini
merupakan salah satu syarat menyelesaikan pendidikan di Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi. Penulis
mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtua Ibunda Mariam dan Ayahanda
Paridin serta kakak dan adikku yang merupakan sumber inspirasi dan senantiasa
memberikan kasih sayang, bimbingan, motivasi, nasihat serta do’a yang tiada
hentinya kepada penulis.
Penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun dari semua
pihak untuk menjadikan skripsi ini lebih baik lagi. Penulis mengharapkan skripsi
ini dapat bermanfaat bagi berbagai pihak. Penulis telah mendapatkan bimbingan,
nasihat dan motivasi dari berbagai pihak selama perkuliahan hingga penulisan
skripsi ini. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Dr. Endang Sulistya Rini, S.E, M.Si, selaku Ketua Program Studi
Manajemen.

Universitas Sumatera Utara

3. Ibu Dra, Marhaini, MS, selaku dosen pembimbing yang telah banyak
meluangkan waktu untuk membimbing serta memberi arahan dan motivasi
dalam penyelesaian skripsi ini.
4. Ibu Dra, Lucyanna, MS, selaku Dosen Penguji I yang telah meluangkan
waktunya dalam memberikan saran dan kritik demi kesempurnaan skripsi
ini.
5. Ibu Dra, Yulinda, MS, selaku Dosen Penguji II yang telah meluangkan
waktunya dalam memberikan saran dan kritik demi kesempurnaan skripsi
ini.
6. Bapak Drs, Suprapto Ichsan, Bapak Jumadi S.Pdi selaku dewan pendiri
dan penasehat YPPPSU yang telah memberikan ijin untuk melakukan riset
skripsi, wawancara juga kepada ketua YPPPSU Medan Bapak Gimin dan
sekretaris YPPPSU Bapak Edy Prawoto, SE yang telah banyak meberikan
informasi dan bantuan sehingga dapat memperoleh data yang dibutuhkan
dalam penulisan skripsi ini.
7. Para anggota YPPPSU Medan terutama Liqo pengajian ”tombo ati” yang
telah banyak memberi dukungan sehingga dapat terselesaikan skripsi ini.
8. Sahabat – sahabatku Mala, Rizal,Mahyudin, Zailani, dan seluruh penghuni
Kamboja 54 yang telah memberikan bantuan tenaga, dukungan moril dan
semangat dalam membantu penyelesaian skripsi ini.
9. Keluarga tercinta Mama, Bapak, Adik Lilis, Kakak Iin, Bibi Rebi dan Om
Sukar, Riris dan Andre terima kasih ya semangat diberikan.
10. Semua pihak, rekan dan sahabat yang namanya tidak dapat penulis
sebutkan satu persatu, terima kasih atas dukungannya selama ini.

Universitas Sumatera Utara

Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita
semua serta memberikan balasan kepada pihak-pihak yang telah bersedia
membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Amin

Medan,

Agustus 2011

Penulis

Suranto

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Hal
ABSTRAK
DAFTAR ISI ............................................................................................
DAFTAR GAMBAR ................................................................................
DAFTAR TABEL ....................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................
BAB I

i
iii
iv
v

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................
1.2 Perumusan Masalah ...............................................................
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ..............................................
1.4 Manfaat Penelitian .................................................................

1
6
7
7

BAB II URAIAN TEORITIS
2.1 Uraian Teoritis .......................................................................
2.1.1 Tingkat Pendidikan .......................................................
2.1.2 Lingkungan Keluarga ....................................................
2.1.3 Pengalaman Kerja .........................................................
2.1.4 Berwirausaha ................................................................
2.2 Penelitian Terdahulu ..............................................................
2.3 Kerangka Konseptual.............................................................
2.4 Hipotesis ...............................................................................

8
8
12
14
18
21
21
23

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian ......................................................................
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ................................................
3.3 Batasan Operasional ..............................................................
3.4 Devenisi Operasional Variabel...............................................
3.5 Skala Pengukuran Variabel ....................................................
3.6 Populasi dan Sampel ..............................................................
3.7 Jenis dan Sumber Data...........................................................
3.8 Metode Pengumpulan Data ....................................................
3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas .................................................
3.10 Metode Analisis Data...........................................................

25
25
25
26
27
28
29
30
30
31

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Yayasan ....................................................
4.1.1 Dasar/azas .....................................................................
4.1.2 Maksud dan Tujuan.......................................................
4.1.3 Tujuan Berdirinya YPPPS-SU.......................................
4.1.4 Keanggotaan .................................................................
4.1.5 Struktur Yayasan...........................................................
4.2 Hasil Penelitian......................................................................
4.2.1 Uji Validitas dan Reliabilitas .........................................
4.2.2 Pengolahan Analisis Data..............................................
4.2.3 Asumsi Klasik ...............................................................

36
37
37
37
38
38
43
43
47
56

Universitas Sumatera Utara

4.2.4 Analisis Regresi Berganda ...........................................
4.2.5 Pengujian Hipotesis ......................................................

59
62

BAB V KESIMPILAN
5.1 Kesimpulan ...........................................................................
5.2 Saran .....................................................................................

67
68

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................
LAMPIRAN .............................................................................................

69
71

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran ...............................................................
Gambar 4.1 Struktur Kepengurusan YPPPS-SU Medan .............................

23
39

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
Tabel 1.1
Tabel 1.2
Tabel 3.1
Tabel 3.2
Tabel 4.1
Tabel 4.2
Tabel 4.3
Tabel 4.4
Tabel 4.5
Tabel 4.6
Tabel 4.7
Tabel 4.8
Tabel 4.9
Tabel 4.10
Tabel 4.11
Tabel 4.12
Tabel 4.13

Anggota YPPPSU berdasarkan tingkat pendidikan ..................
Anggota YPPPSU berdasarkan jenis usaha ..............................
Definisi Operasional Variabel ..................................................
Operasional Pembobotan Skala Likert .....................................
Validitas Instrumen .................................................................
Validitas Instrumen .................................................................
Reability Statistics ...................................................................
Karateristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin .................
Karateristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan ........
Karateristik Responden Berdasarkan Jenis Usaha ....................
Jawaban Responden Tentang Tingkat Pendidikan (X1) ............
Jawaban Responden Tentang Lingkungan Keluarga (X2) .........
Jawaban Responden Tentang Pengalaman Kerja (X3)..............
Jawaban Responden Tentang Berwirausaha (Y).......................
Uji Kolmogorv Sminorv ..........................................................
Uji Glejser ..............................................................................
Uji Multikolinieritas ...............................................................

5
5
27
28
45
46
47
48
48
49
49
51
53
54
57
58
59

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Judul penelitian ini adalah “Analisis Faktor Tingkat Pendidikan,
Lingkungan Keluarga dan Pengalaman Kerja Terhadap Berwirausaha (Studi
Kasus: Yayasan Persatuan Persaudaraan Putra Solo (YPPPSU) di Medan)”.
Yayasan YPPPSU merupakan yayasan yang didirikan oleh para perantauan yang
berasal dari kota Solo yang berlokasi di Jl. Madiosantoso no. 115A P. Brayan
Darat I Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor tingkat
pendidikan, lingkungan keluarga dan pengalaman kerja terhadap berwirausaha
YPPPSU.
Jenis penelitian ini adalah survey explanatory, data yang digunakan adalah
data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui
kuesioner yang disebarkan kepada anggota YPPPSU Medan. Populasi penelitian
ini berjumlah 239 orang, penarikan sampel dilakukan dengan metode non
probability sampling dengan menggunakan rumus Slovin. Berdasarkan rums
slovin diperoleh sampel sebanyak 71 orang. Pengujian hipotesis dengan
menggunakan analisis regresi berganda, pengolahan data dengan menggunakan
software SPSS versi 15.0.
Hasil uji f menunjukan bahwa semua variabel bebas (X) tingkat
pendidikan, lingkungan keluarga dan pengalaman kerja secara serempak
mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat (Y)
berwirausaha pada anggota YPPPSU Medan. Hasil uji t menunjukan dari ketiga
variabel bebas, variabel tingkat pendidikan adalah variabel yang dominan dari
variabel bebas lainnya yang mempengaruhi berwirausaha YPPPSU Medan.

Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Lingkungan Keluarga, Pengalaman
Kerja, Berwirausaha.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The title of this research is the "Factor Analysis of Educational
Attainment, Family Environment and Entrepreneurship Against Work Experience
(Case Study: Foundation of the United Brotherhood of Son Solo (YPPPSU) in
Medan)". YPPPSU Foundation is a foundation established by overseas who came
from the city of Solo, which is located on Jl. Madiosantoso no. P. 115A I Medan
Brayan Army. The purpose of this study was to analyze the factors of education
level, family environment and work experience towards entrepreneurship
YPPPSU.
This type of survey research is explanatory, the data used are primary
data and secondary data. Primary data collection is done through a questionnaire
distributed to members YPPPSU Medan. This study population numbered 239
people, sampling is done by non-probability sampling method using the Slovin
formula. Based on a sample obtained slovin rums as many as 71 people. Testing
hypotheses using multiple regression analysis, data processing using SPSS
software version 15.0.
F The test results showed that all independent variables (X) the level of
education, family environment and work experience simultaneously have positive
and significant effect on the dependent variable (Y) entrepreneurship in Medan
YPPPSU members. T test results showed the three independent variables, the
variable level of education is the dominant variable of the other independent
variables that affect entrepreneurship YPPPSU Medan.

Keyword: Educational Attainment, Family Environment, Work Experience
and Entrepreneurship

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan zaman yang semakin pesat pada masa sekarang ini, membuat
masyarakat harus mampu mengelola dan memanfaatkan peluang yang ada.
Berwirausaha bukan hanya semata – mata berperan sebagai motor penggerak
perekonomian masyarakat, namun juga sebagai pendorong perubahan sosial bagi
peningkatan kualitas hidup manusia. Banyak wirausahawan yang menghasilkan
produk–produk yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih mudah dan
nyaman sehingga manusia menjadi lebih produktif, lebih mudah berkomunikasi,
serta lebih cepat mengetahui hal – hal yang sedang terjadi di sekelilingnya.
Indonesia kurang wirausahawan. Menurut Menteri Koperasi dan UKM Dr.
Syarief Hasan, Jika dibandingkan dengan beberapa negara maju di dunia, jumlah
entrepreneur atau wirausahawan di Indonesia masih rendah. Terbukti, dari 231,83
juta penduduk Indonesia, baru 4,6 juta saja yang berwirausaha. Jumlah itu masih
cukup rendah atau jika dipersentasikan baru 2% dari total jumlah penduduk
(www.kompas.com). Drucker mendefinisikan seorang wirausahawan sebagai
seseorang yang “selalu mencari perubahan, merespons perubahan tersebut, serta
memanfaatkannya secara maksimal sebagai sebuah peluang” (A. B. Susanto:
2009:1).
Salah satu masalah dalam berwirausaha adalah sistem pendidikan kita yang
kurang mendorong semangat kewirausahawan di kalangan generasi muda,
meskipun saat ini semakin banyak perguruan tinggi yang memperkenalkan

Universitas Sumatera Utara

prinsip–prinsip serta konsep–konsep kewirausahawan. Tetapi selama ini
pendidikan lebih difokuskan pada keterampilan teknis semata, namun kurang
berfokus pada pembentukan kepribadian yang dapat menunjang hidup dan
berkembangnya jiwa kewirausahaan seseorang seperti kepercayaan diri, kejelian
melihat dan memanfaatkan peluang, membangun kharisma, empati, serta
semangat untuk bersaing menjadi lebih baik.
Sebagai mana hasil penelitian Charles Screibe menyatakan bahwa
keberhasilan kegiatan seorang usahawan ditentukan oleh: pendidikan formal
(15%) dan nilai–nilai sikap mental dan kepribadian seseorang (85%).
Sumahamijaya menyatakan, keberhasilan ditentukan oleh kesediaan jerih payah
(25%), pendidikan sekolah formil (15%) serta pengembangan pribadi (60%)
(Asri Laksmi Riani, 2005: 25). Menurut Klien dan Maher mengatakan makin
tinggi tingkat pendidikan akan mempengaruhi tingkat kebutuhan individu
tersebut. Individu yang pendidikannya rendah dalam hal ini menuntut pemenuhan
kebutuhan pokok atau dasar dalam memperjuangkan kehidupannya. Sedangkan
individu yang mempunyai pendidikan yang tinggi akan menuntut perbaikan taraf
kehidupan ( Asri Laksmi Riani, 2005: 42).
Biro Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, yaitu mereka yang mempunyai
pendidikan tinggi justru kurang berminat wirausaha, tercatat hanya 10% berminat
wirausaha. Adapun mereka yang pendidikannya rendah justru 49% berminat
wirausaha (Masrun dalam Sumarseno, 2004). Sementara itu, data dari Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi (Qomarun, 2000) menyebutkan pada tahun 1996 saja
lebih dari 15% lulusan perguruan tinggi menganggur atau sejumlah 6 juta
pengangguran intelektual. Beberapa penyebab munculnya fenomena ini adalah

Universitas Sumatera Utara

keinginan untuk menjadi pegawai negeri, sifat malas (tidak mau bekerja), belum
siap pakai, sikap mental yang kurang baik, tidak percaya diri, dan lain-lain. Sifatsifat tersebut bersumber pada kehidupan yang penuh keragu-raguan dan tanpa
orientasi tegas, yaitu sifat mentalitas yang suka menerabas, sifat tidak percaya
pada diri sendiri, sifat tidak berdisiplin dan mentalitas yang mengabaikan
tanggung jawab yang kokoh (Qomarun, 2000).
Untuk ini dibutuhkan kemampuan berwirausaha. Selain harus memiliki
keyakinan, rasa percaya diri, sifat prestatif dan mandiri yang kuat seorang
wirausaha harus memiliki minat pada usaha yang ingin ditekuninya. Individu
yang mempunyai minat pada suatu kegiatan akan melakukannya dengan giat
daripada kegiatan yang tidak diminatinya (Sutjipto, 2002).
Melalui tingkat pendidikan yang memadai seseorang lebih mudah
melaksanakan tugasnya, sehingga dapat menjamin tersedianya tenaga kerja yang
mempunyai keahlian, karena orang yang berpendidikan dapat menggunakan
pikirannya secara kritis. Dengan pendidikan yang lebih tinggi maka seorang
wirausaha memiliki pikiran selangkah lebih maju dan mampu berpikir ke depan
tentang rencana dan prospek yang baik untuk dilaksanakan. Dengan tingkat
pendidikan yang memadai seseorang lebih mudah melaksanakan tugasnya,
sehingga dapat menjamin tersedianya wirausahawan yang mempunyai keahlian,
karena orang yang berpendidikan dapat menggunakan pikirannya secara kritis.
Adapun faktor lain yang juga dapat mempengaruhi terhadap berwirausaha
adalah lingkungan keluarga. Hal ini karena lingkungan keluarga terutama orang
tua berperan sebagai pengarah bagi masa depan anaknya, sehingga secara tidak
langsung orang tua juga dapat mempengaruhi minat terhadap pekerjaan bagi anak

Universitas Sumatera Utara

di masa yang akan datang, termasuk dalam hal berwirausaha. Kondisi orang tua
sebagai keadaan yang ada dalam lingkungan keluarga dapat menjadi figur bagi
pemilihan karier anak juga sekaligus dapat dijadikan sebagai pembimbing untuk
menumbuh kembangkan minatnya terhadap suatu pekerjaan.
Medan merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia, hal ini dapat
dijadikan daya tarik dan peluang untuk seseorang yang ingin mencari peruntungan
di kota ini. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya suku atau etnis yang menetap dan
mencari mata pencaharian atau bekerja di kota ini. Dengan begitu banyaknya suku
perantauan yang berada di Medan, Maka untuk mempermudah dalam
mengelompokannya maka suku perantauan ini membentuk wadah guna
mempererat

hubungan

di

antara

mereka

juga

sebagai

wadah

dalam

bersilatuhrahmi di antara mereka juga dengan lingkungan sekitar. Salah satu di
antara begitu banyaknya adalah suku Jawa, suku dengan jumlah penduduk
terbanyak di Indonesia.
YPPPS–SU (Yayasan Persatuan Persaudaraan Putera Solo Sumatera Utara)
adalah salah satu perkumpulan yang berada di kota Medan yang berdiri pada
tanggal 15 Februari 1990 oleh beberapa orang perantauan dari kota Sragen.
Tujuan dari yayasan ini adalah menjalin persaudaraan dan mempererat hubungan
antar sesama masyarakat perantauan yang berasal dari kota Sragen, kota Solo dan
sekitarnya yang ada di Kota Medan. Dengan seiringnya berjalannya waktu,
sekarang ini sudah banyak anggota YPPS – SU yang cukup sukses dan berhasil di
kota Medan. Kebanyakan atau dapat dikatakan hampir seluruhnya dalam mencari
pekerjaan di kota Medan dengan berwirausaha.

Universitas Sumatera Utara

Anggota YPPPSU memiliki berbagai macam tingkat pendidikan, seperti
sarjana, Sekolah Menengah Umum (SMU), Sekolah Menengah Pertama (SMP),
atau di bawah SMP.
Tabel 1.1
Anggota YPPPSU Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Periode 2006 - 2010
No. Tingkat Pendidikan
Jumlah
1.
Sarjana
48 Orang
2.
SMU
119 Orang
3.
≤ SMP
72 Orang
Jumlah
239 Orang
Sumber: Sekretariatan YPPPSU (2006 – 2010), data diolah

Pada tabel 1.1 menjelaskan anggota YPPPSU yang berdasarkan tingkat
pendidikan pada periode 2006 – 2010 yang terdiri dari sarjana sebesar 20% atau
48 orang, SMU sebesar 50% atau 119 orang, atau SMP dan dibawah SMP sebesar
30% atau 72 orang. Berdasarkan dari tabel di atas terlihat bahwa anggota
YPPPSU dengan tingkat pendidikan SMU memiliki jumlah persentase yang
tertinggi, yaitu sebesar 50% atau sebanyak 119 orang.
YPPPSU juga memiliki berbagai jenis usaha yang biasa ditekuni oleh para
anggotanya, antara lain batik, bakso/mie ayam, usaha lainnya (jamu, buku, roti,
makanan ringan, dan rumah makan).
Tabel 1.2
Anggota YPPSU Berdasarkan Jenis Usaha
Periode 2006 - 2010
No.
Jenis Usaha
Jumlah
1. Batik
191 Orang
2. Bakso/mie ayam
24 Orang
3. Usaha lainnya (jamu, buku, roti,
makanan ringan dan rumah
24 Orang
makan)
Jumlah

239 Orang

Sumber: Sekretariatan YPPPSU (2006 - 2010), data diolah

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1.2 menerangkan tentang jenis usaha yang ditekuni oleh anggota
YPPPSU periode 2006 – 2010 yang terdiri dari batik sebesar 80% atau 191
(seratus sembilan puluh satu) orang, bakso /mie ayam sebesar 10% atau 24 (dua
puluh empat) orang , dan usaha lainnya sebesar 10% atau 24 (dua puluh empat)
orang. Dari tabel 1.2 tersebut dapat dilihat bahwa jenis usaha yang paling banyak
ditekuni oleh anggota YPPPSU adalah usaha batik.
Tingkat pendidikan dan pengalaman kerja, baik baru ataupun lama
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang dalam berwirausaha,
baik dalam mengembangkan atau meningkatkan usaha juga dapat menyesuaikan
diri dengan perubahan dan perkembangan yang berlangsung sekarang ini.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul “Analisis Faktor Tingkat Pendidikan, Lingkungan
Keluarga, dan Pengalaman Kerja Terhadap Bewirausaha (Studi Kasus:
Yayasan Persatuan Persaudaraan Putra Solo Sumatera Utara)”.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis dapat
merumuskan masalah sebagai berikut: “Apakah tingkat pendidikan, lingkungan
keluarga, dan pengalaman kerja berpengaruh terhadap berwirausaha pada anggota
Yayasan Persatuan Persaudaraan Putra Solo Sumatera Utara di Medan”.

Universitas Sumatera Utara

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor tingkat
pendidikan,

lingkungan

keluarga,

dan

pengalaman

kerja

terhadap

berwirausaha pada Yayasan Persatuan Persaudaraan Putra Solo di Kota
Medan.

1.4 Manfaat Penelitian
a. Bagi Perusahaan
Penelitian ini dapat memberikan informasi kepada Yayasan Persatuan
Persaudaraan Putra Solo mengenai faktor tingkat pendidikan, lingkungan
keluarga, dan pengalaman kerja terahadap berwirausaha pada anggotanya.
b. Bagi Penulis
Menambah khasanah pengetahuan dan memperluas pengetahuan penulis dan
sarana aplikasi terhadap ilmu yang didapat di bangku perkuliahan dalam
bidang manajemen usaha kecil, khususnya yang berkaitan dengan tingkat
pendidikan, dan pengalaman kerja terhadap berwirausahaan.
c. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi, yang dapat
memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan serta perbandingan dalam
melakukan penelitian terhadap objek dan masalah yang sama di masa yang
akan datang.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
URAIAN TEORITIS

2.1 Uraian Teoritis
2.1.1 Tingkat Pendidikan
a. Pengertian pendidikan
Menurut Undang – Undang No. 29 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional pasal 1 ayat (1) menjelaskan pengertian pendidiakan adalah usaha sadar
dan terenana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta ketrampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
Negara.
Undang – undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional
Bab IV pasal 14 menjeaskan bahwa jenjang pendidikan formal terdiri atas
pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
Adapun 3 (tiga) tingkat pendidikan itu adalah sebagai berikut:
1. Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidiakan yang melandasi jenjang
pendidikan menengah. Pendidikan Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau
bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan Madrasah
Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.
2. Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan
menengah terdiri atas pendidikan menengah pendidikan umum dan pendidikan

Universitas Sumatera Utara

menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas
(SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan ( MAK), atau
bentuk lain yang sederajat.
3. Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidiakan
menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister,
spesialis, dan doctor yang di seleggarakan oleh perguruan tinggi. Pendidikan
tinggi diselenggarakan dengan system terbuka. Akademi menyelenggarakan
pendidikan vokasi dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan,
teknologi dan atau seni tertentu.
Politeknik menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah bidang
pengetahuan khusus. Sekolah tinggi menyelenggarakan pendidikan akademik dan
atau vokasi dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu dan jika memenuhi syarat
dapat

menyelanggarakan

pendidikan

profesi.

Institut

menyelenggarakan

pendidikan akademik dan atau pendidikan vokasi alam kelompok sekelompok
disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni dan jika memenuhi syarat
dapat menyelenggarakan pendidikan profesi. Universitas menyelenggarakan
pendidikan akademik dan atau pendidikan vokasi dalam sejumlah ilmu
pengetahuan, teknologi, dan atau senidan jika memenuhi syarat dapat
menyelenggarakan pendidikan profesi.
b. Indikator Tingkat Pendidikan
Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu proses yang berlangsung
seumur hidup dan dilaksanakan didalam lingkungan keluarga, sekolah dan
masyarakat. Oleh karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara

Universitas Sumatera Utara

keluarga, masyarakat dan pemerintah. Sistem Pendidikan Nasional dalam Undang
– undang RI No. 20 Tahun 2003, mengemukakan bahwa pendidikan terbagi atas:
1. Pendidikan persekolahan / formal (pasal 14) jenjang pendidikan dasar,
pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
2. Pendidikan luar sekolah:
a) pasal 26 ayat 2
Pendidikan non formal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik
dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional
serta pengembangan sikap dan kepribadian professional.
b) pasal 27 ayat 1
Kegiatan pendidikan informal yang di lakukan oleh keluarga dan lingkungan
berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
Sedangkan pendidikan formal menurut Ahmadi dan Ubbiyati (2000:15)
adalah pendidikan yang berlangsung teratur, bertingkat dan mengikuti syarat –
syarat tertentu secara ketat. Pendidikan ini berlangsung disekolah.
Pendidikan non formal atau pendidikan luar sekolah menurut Gunawan
(2001:63) adalah semua usaha sadar yang dilakukan untuk membantu
pekembangan kepribadian serta kemampuan anak dan orang dewasa di luar sistem
persekolahan melalui pengaruh yang sengaja dilakukan melalui beberapa sistem
dan metode penyampaian seperti kursus, bahan bacaan, radio, televisi, penyuluhan
dan media komunikasi sebelumnya.
c. Fungsi dan Tujuan Pendidikan
Fungsi dan tujuan pendidikan nasiona sesuai dengan Undang – Undang RI.
No.20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS adalah bahwa pendidikan nasional

Universitas Sumatera Utara

berfungsi mengembangan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
Wuradji, seperti dikutip oleh Wahyu Ningnitis (2002:19) menyatakan bahwa
fungsi pendidikan itu meliputi:
1. Memindahkan nilai – nilai budaya
2. Nilai – nilai pengajaran
3. Peningkatan mobilitas sosial
4. Fungsi sertifikasi
5. Job training
6. Memantapkan dan mengembangkan hubungan – hubungan sosial.
Tingkat pendidikan berupa pendidikan formal dan non formal mempunyai
tujuan untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang terarah,
terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif dalam
membentuk manusia seutuhnya agar manusia menjadi sadar akan dirinya dan
dapat memanfaatkan lingkungannya untuk meningkatkan taraf hidup. Untuk dapat
berfungsi demikian, manusia memerlukan pengetahuan, keterampilan, penguasaan
teknologi dan dapat mandiri melalui pendidikan.

Universitas Sumatera Utara

2.1.2 Lingkungan Keluarga
Keluarga merupakan kelompok sosial pertama-tama dalam kehidupan
manusia tempat ia belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial di dalam
hubungan interaksi dengan kelompoknya. Dalam keluarganya, yang interaksi
sosial keluarganya berdasarkan simpati, seorang anak pertama-tama belajar
memperhatikan keinginan-keinginan orang lain, belajar bekerja sama, bantu
membantu, dengan kata lain, anak pertama-tama belajar memegang peranann
sebagai makhluk sosial yang mempunyai norma-norma dan kecakapan-kecakapan
tertentu dalam pergaulannya dengan orang lain (Alex Sobur, 2003:248-249).
1. Faktor-faktor dalam lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga, merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat
mempengaruhi minat seseorang untuk berwirausaha. Adapun faktor-faktor yang
terkandung dalam keluarga menurut Slamet (2003:60-64) lingkungan keluarga
terdiri dari :
a. Cara orang tua mendidik
Cara orang tua mendidik anaknya besar pengaruhnya terhadap cara belajar
dan berfikir anak. Ada orang tua yang mendidik secara diktator militer, ada yang
demokratis dan ada juga keluarga yang acuh tak acuh dengan pendapat setiap
keluarga.
b. Relasi antar anggota keluarga
Relasi antar anggota keluarga yang terpenting adalah relasi orang tua dengan
anak-anaknya. Demi kelancaran berwirausaha, perlu adanya relasi yang baik
didalam keluarga. Hubungan yang baik adalah hubungan yang penuh pengertian
dan kasih sayang, disertai dengan bimbingan untuk mensukseskan wirausaha.

Universitas Sumatera Utara

c. Suasana rumah
Suasana rumah dimaksudkan sebagi situasi atau kejadian-kejadian yang
sering terjadi di dalam keluarga dimana seseorang berada dan belajar. Suasana
rumah merupakan faktor yang penting yang tidak termasuk faktor yang disengaja.
Suasana rumah yang gaduh/ramai dan semrawut tidak akan memberi ketenangan
pada anak yang belajar. Suasana rumah yang tegang, ribut dan sering terjadi
cekcok pertengkaran antar anggota keluarga atau dengan keluarga lain
menyebabkan ank menjadi bosan di rumah, suka keluar rumah dan akibatnya
belajar kacau sehingga untuk memikirkan masa depannya pun tidaklah
terkonsentrasi dengan baik.
d. Keadaan ekonomi keluarga
Pada keluarga yang kondisi ekonominya relatif kurang, menyebabkan orang
tua tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok anak. Tak jarang faktor kesulitan
ekonomi justru menjadi motivator atau pendorong anak untuk lebih berhasil.
Adapun pada keluarga yang ekonominya berlebihan, orang tua cenderung mampu
memenuhi segala kebutuhan anak termasuk masalah pendidikan anak termasuk
bisa melanjutkan sampai ke jenjang yang tinggi. Kadangkala kondisi serba
berkecukupan tersebut membuat orang tua kurang perhatian pada anak karena
sudah merasa memenuhi semua kebutuhan anaknya, akibatnya anak menjadi
malas untuk belajar dan prestasi yang diperoleh tidak akan baik.
e. Pengertian Orang Tua
Anak belajar perlu dorongan dan pengertian dari orang tua. Kadang-kadang
anak mengalami lemah semangat, maka orang tua wajib memberi pengertian dan
mendorongnya, membantu sedapat mungkin kesulitan yang dialami anak baik di

Universitas Sumatera Utara

sekolah maupun di masyarakat. Hal ini penting untuk tetap menumbuhkan rasa
percaya dirinya.
f. Latar Belakang Kebudayaan
Tingkat pendidikan atau kebiasaan di dalam keluarga mempengaruhi sikap
anak dalam kehidupannya. Kepada anak perlu ditanamkan kebiasaan- kebiasan
dan diberi contoh figur yang baik, agar menndorong anak untuk menjadi semangat
dalam meniti masa depan dan kariernya ke depan. Hal ini juga dijelaskan oleh
Soemanto dalam Supartono (2004:50) mengatakan bahwa cara orang tua dalam
meraih suatu keberhasilan dalam pekerjaanya merupakan modal yag baik untuk
melatih minat, kecakapan dan kemampuan nilai-nilai tertentu yang berhubungan
dengan pekerjaan yang diingini anak.

2.1.3 Pengalaman kerja
1. Pegertian Pengalaman Kerja
Pengalaman kerja adalah senioritas atau “length of service” atau masa kerja
merupakan lamanya seorang pegawai menyumbangkan tenaganya di perusahaan.
Winardi mendefenisikan senioritas adalah masa kerja seorang pekerja bilamana
diterapkan pada hubungan kerja maka senioritas adalah masa kerja seorang
pekerja pada perusahaan tertentu (Winardi:2004).
Pendapat lain tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pengalaman
kerja adalah waktu yang digunakan oleh seseorang untuk memperoleh
pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan frekuensi dan jenis tugasnya.

Universitas Sumatera Utara

2. Faktor – faktor yang mempengaruhi penglaman kerja.
Mengingat pentingnya pengalaman kerja dalam suatu perusahaan, maka
dipikirkan juga tentang faktor – faktor yang mempengaruhi pengalaman kerja.
Menurut Djauzak Ahmad (2004:57) faktor – faktor yang dapat mempengaruhi
pengalaman kerja seseorang adalah waktu, frekuensi, jenis, tugas, penerapan, dan
hasil. Dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Waktu
Semakin

lama

seseorang

melaksanakan tugas akan memperoleh

pengalaman kerja yang lebih banyak.
b. Frekuensi
Semakin sering melaksanakan tugas sejenis umumnya orang tersebut akan
memperoleh pengalaman kerja yang lebih baik.
c. Jenis tugas
Semakin banyak jenis tugas yang dilaksanakanoleh seseorang maka
umunya orang tersebut akan memperoleh pengalaman kerja yang lebih
banyak.
d. Penerapan
Semakin banyak penerapan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap seseorang
dalam melaksanakan tugas tentunya akan dapat meningkatkan pengalaman
kerja orang tersebut.
e. Hasil
Seseorang yang memiliki pengalaman kerja lebih banyak akan dapat
memperoleh hasil pelaksanaan tugas yang lebih baik.

Universitas Sumatera Utara

3. Cara Memperoleh Pengalaman Kerja
Dalam suatu proses berwirausaha, rupanya pengalaman kerja cukup penting
artinya dalam proses kegiatan berwirausaha, Karena suatu usaha akan cenderung
memilih pelamar

yang

berpengalaman dipandang

lebih mampu dalam

melaksanakan tugas yang nanti akan diberikan.
Syukur (2001:83) menyatakan bahwa cara yang dapat dilaksanakan untuk
memperoleh pengalaman kerja adalah melalui pendidikan, pelaksanaan tugas,
media informasi, penataran, pergaulan, dan pengamatan.
Penjelasan dari cara memperoleh pengalaman kerja adalah sebagai berikut:
a. Pendidikan
Berdaasarkan pendidikan yang dilaksanakan oleh seseorang, maka orang
tersebut dapat memperoleh pengalaman kerja yang lebih banyak dari
sebelumnya.
b. Pelaksanaan Tugas
Melalui pelaksanaan tugas sesui dengan kemampuannya, maka seseorang
semakin banyak memperoleh pengalaman kerja.
c. Media Informasi
Pemanfaatan berbagai media inormasi, akan mendukung seseorang untuk
memperoleh pengalaman kerja yang lebih baik.
d. Penataran
Melalui kegiatan penataran dan sejenisnya, maka seseorang akan
memperoleh

pengalaman

kerja

untuk

diterapkan

sesuai

dengan

kemampuannya.

Universitas Sumatera Utara

e. Pergaulan
Melalui pergaulan dalam kehidupan sehari – hari, maka seseorang akan
memperoleh

pengalaman

kerja

untuk

diterapkan

sesuai

dengan

kemapuannya.
f. Pengamatan
Selama seseorang mengadakan pengamatan terhadap suatu kegiatan
tertentu, maka orang tersebut akan dapat memperoleh pengalaman kerja
yang lebih baik sesuai dengan taraf kemapuannya.
4. Manfaat Pengalaman Kerja
Manfaat

pengalaman

kerja adalah untuk

kepercayaan,

kewibawaan,

pelaksanaan pekerjaan dan memperoleh penghasilan. Berdasarkan manfaat masa
kerja tersebut maka seseorang yang telah memiliki masa kerja lebih lama apabila
dibandingkan dengan orang lain maka memberikan manfaat seperti:
a. Mendapat kepercayaan yang semakin baik dari orang lain dalam
melaksanakan tugasnya
b. Kewibawaan akan semakin meningkat sehingga dapat mempengaruhi
orang lain untuk bekerja sesuai dengan keinginannya.
c. Pelaksanaan pekerjaan akan berjalan lancar karena orang tersebut telah
memiliki sejumlah pengetahuan, ketrampilan, dan sikap.
d. Dengan adanya pengalaman kerja yang semakin baik, maka orang akan
memperoleh penghasilan yang lebih baik.
Karyawan yang sudah berpengalaman dalam bekerja akan membentuk
keahlian di bidangnya sehingga dalam menyelesaikan suatu poduk akan cepat
tercapai. Keberhasilan berwirausaha dipengaruhi oleh pengalaman kerja, semakin

Universitas Sumatera Utara

lama pengalaman kerja akan semakin mudah dalam menyelesaikan suatu produk
dan semakin kurang pengalaman kerja akan mempengaruhi kemampuan produksi
dalam menyelesaikan produk.

2.1.4 Berwirausaha
Istilah wirausaha muncul kemudian setelah dan sebagai padanan wiraswasta
yang sejak awal sebagian orang masih kurang sreg dengan kata swasta. Persepsi
tentang wirausaha sama dengan wiraswasta sebagai padanan entrepreneur.
Perbedaannya adalah pada penekanan pada kemandirian (swasta) pada wiraswasta
dan pada usaha (bisnis) pada wirausaha. Istilah wirausaha kini makin banyak
digunakan orang terutama karena memang penekanan pada segi bisnisnya.
Walaupun demikian mengingat tantangan yang dihadapi oleh generasi muda pada
saat ini banyak pada bidang lapangan kerja, maka pendidikan wiraswasta
mengarah untuk survival dan kemandirian seharusnya lebih ditonjolkan. Sedikit
perbedaan persepsi wirausaha dan wiraswasta harus dipahami, terutama oleh para
pengajar agar arah dan tujuan pendidikan yang diberikan tidak salah. Jika yang
diharapkan dari pendidikan yang diberikan adalah sosok atau individu yang lebih
bermental baja atau dengan kata lain lebih memiliki kecerdasan emosional (EQ)
dan kecerdasarn advirsity (AQ) yang berperan untuk hidup (menghadapi
tantangan hidup dan kehidupan) maka pendidikan wiraswasta yang lebih tepat.
Sebaliknya jika arah dan tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan sosok
individu yang lebih lihai dalam bisnis atau uang, atau agar lebih memiliki
kecerdasan finansial (FQ) maka yang lebih tepat adalah pendidikan wirausaha.
Karena kedua aspek itu sama pentingnya, maka pendidikan yang diberikan

Universitas Sumatera Utara

sekarang lebih cenderung kedua aspek itu dengan menggunakan kata wirausaha.
Persepsi wirausaha kini mencakup baik aspek finansial maupun personal, sosial,
dan profesional (Soesarsono, 2002 : 48)
Menurut Thomas W. Zimmerer dan Norman M. Scarborough wirausahawan
adalah sesorang yang menciptakan bisnis baru dengan mengambil resiko dan
ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan

cara

mengidentifikasi berbagai peluang penting dan menggabungkan sumber daya
yang diperlukan untuk mengoptimalisasikan sumber daya-sumber daya itu
(2008:6).
Faktor-faktor motivasi berwirausaha yang berhasil (Kasmir, 27 – 28) adalah:
1. Memiliki visi dan tujuan yang jelas.
Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana

langkah dan arah yang dituju

sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut
2. Inisiatif dan selalu proaktif.
Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha

tidak hanya menunggu

sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai
pelopor dalam berbagai kegiatan.
3. Berorientasi pada prestasi.
Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada
prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan
pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang
dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya.

Universitas Sumatera Utara

4. Berani mengambil risiko.
Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan
di manapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
5. Kerja keras.
Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ
dia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu
kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Ide-ide baru selalu
mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan
tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.
6. Bertanggungjawab.
Bertanggung jawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya, baik
sekarang maupun yang akan datang. Tanggungjawab seorang pengusaha tidak
hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.
7. Komitmen.
Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan
harus ditepati. Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan
kewajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan.
8. Menjaga relasi.
Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik
yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun yang tidak
dijalankan. Hubungan baik yang perlu dlijalankan, antara lain kepada: para
pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas.

Universitas Sumatera Utara

2.2. Penelitian Terdahulu
Fitriani Tobing (2010) melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh
Konsep Diri, Prestasi Belajar Mata Kuliah Kewirausahaan, dan Lingkungan
Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha.” Metode Penelitian yang digunakan
adalah metode analisis deskriptif dan metode regresi linier berganda. Data yang
digunakan adalah data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan populasi
yang berjumlah 219 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan
rumus Slovin sehingga jumlah sampel sebesar 69 orang. Pengujian hipotesis
dilakukan dengan menggunakan uji F dan uji t, dengan tingkat signifikansi (α)
5%. Penganalisaan data menggunakan software pengolahan data statistik yaitu
SPSS 17.00 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep diri dan
lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat
berwirausaha, yang ditunjukkan oleh nilai sig. konsep diri sebesar 0, 00 (lebih
kecil dari 0,05), dan nilai sig. lingkungan keluarga sebesar 0,005 (lebih kecil dari
0,05. Sedangkan, prestasi belajar tidak mempunyai pengaruh terhadap minat
berwirausaha, karena memiliki nilai sig. lebih besar dari 0,05, yaitu sebesar 0,304.

2.3. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual merupakan penjelasan tentang hubungan

antar

variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan (Sugiyono,
2008:89).
Pendidikan adalah segala usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana
melalui lembaga – lembaga, baik formal maupun non – formal untuk
mengembangkan kualitas sumber daya agar memiliki pengendalian diri,

Universitas Sumatera Utara

kepribadian, kecerdasan, dan ketrampilan yang diperlukan dirinya dan dapaat
dimanfaatkan lingkungan untuk meningkatkan taraf hidupnya atau dengan kata
lain menjadi sumber daya yang efektif dan efesien. Sistem Pendidikan Nasional
dalam Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003, mengemukakan bahwa pendidikan
terbagi atas:
1. Pendidikan persekolahan / formal (pasal 14) jenjang pendidikan dasar,
pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
2. Pendidikan luar sekolah.
Dengan semakin tinggi tingkat pendidikan seorang wirausaha, maka dia di
harapkan akan memiliki pengetahuan atau wawasan yang luas dan didukung
dengan pengalaman kerja yang dimilikinya, maka seorang wirausaha sudah
memiliki nilai plus dalam melaksanakan tanggung jawab.
Selain itu, orang tua akan memberikan corak budaya, suasana rumah,
pandangan hidup dan pola sosialisasi yang akan menentukan sikap, perilaku serta
proses pendidikan terhadap anak – anaknya. Orang tua yang bekerja sebagai
wirausaha akan mendukung dan mendorong kemandirian, prestasi dan
bertanggung jawab. Dukungan orang tua ini sangat penting dalam pengambilan
keputusan pemilihan karir bagi anak. Penelitian Jacobowitz dan Vidler (Hisrich &
Peters, 1998) menemukan bahwa 725 wirausahawan yang diteliti mempunyai
ayah atau orang tua relatif dekat yang juga wirausahawan.
Menurut Syukur (2001:74) menyatakan bahwa pengalaman kerja adalah
lamanya seseorang melaksanakan frekuensi dan jenis tugas sesuai dengan
kemapuannya. Jadi semakin lama seseorang menjalankan pekerjaan tersebut,
kemungkinan untuk membuat kesalahan semakin kecil.

Universitas Sumatera Utara

Menurut Thomas W. Zimmerer dan Norman M. Scarborough wirausahawan
adalah sesorang yang menciptakan bisnis baru dengan mengambil resiko dan
ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan

cara

mengidentifikasi berbagai peluang penting dan menggabungkan sumber daya
yang diperlukan untuk mengoptimalisasikan sumber daya-sumber daya itu
(2008:6).

Tingkat Pendidikan (X1)

Lingkungan keluarga (X2)

Berwirausaha (Y)

Pengalaman Kerja (X3)
Sumber: Sistem Pendidikan Nasional ( 2003 ), Syukur (2001), Thomas W. Zimmerer dan Norman M. Scarborough
(2008) di olah peneliti
Gambar 2.1 Kerangka konseptual

Keterangan:
Variabel dalam konsep ini adalah:
1. Variabel Independen adalah variabel yang mempengaruhi yaitu tingkat
pendidikan (X1) , lingkungan keluarga (X2) dan pengalamn kerja (X3)
2. Variabel Dependen adalah variabel yang dipengaruhi yaitu bewirausaha
(Y)
2.4. Hipotesis
Menurut Sugiyono (2008:93) hipotesis merupakan jawaban sementara
terhadap perumusan masalah penelitian. Berdasarkan perumusan masalah dan
kerangka konseptual yang telah diberikan, maka peneliti merumuskan hipotesis
sebagai berikut : Faktor tingkat pendidikan, lingkungan keluarga dan pengalaman

Universitas Sumatera Utara

kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap berwirausaha pada
Yayasan Persatuan Persaudaraan Putra Solo Sumatera Utara di Kota Medan.

Universitas Sumatera Utara

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
ekstlamasi. Penelitian eksplanasi adalah adalah jenis penelitian yang bermaksud
untuk menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan
antara satu variabel dengan variabel yang lain,penelitian ini adalah penelitian
Deskriptif.
Penelitian deskriptif adalah penelitian dilakukan untuk mengetahui nilai
variabel mandiri baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau
penghubung dengan variabel lain.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini di lakukan pada Gedung sekretariat Yayasan Persaudaraan
Putra Solo Sumatera Utara Jalan Madiosantoso no. 115A P. Brayan Darat 1
Medan, sedangkan waktu penelitian dimulai dari bulan Maret 2011 sampai Mei
2011.
3.3 Batasan Operasional
Pembahasan skripsi berfokus pada pokok permasalahan yang terdiri dari 3
(tiga) variabel bebas dan 1 (satu) variabel terikat. Variabel bebas (independent)
adalah variabel tingkat pendidikan, lingkungan keluarga dan pengalaman kerja.
Sedangkan variabel terikat (dependent), yaitu berwirausaha pada anggota Yayasan
Persatuan Persaudaraan Putra Solo Sumatera Utara Medan.

Universitas Sumatera Utara

3.4 Defenisi Operasional Variabel
1. Variabel bebas yaitu variabel yang nilainya tidak tergantung pada variabel
lain, terdiri dari:
a. Faktor Tingkat Pendidikan
Segala usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana melalui lembaga–
lembaga formal maupun non – formal untuk mengembangkan kualitas sumber
daya agar memiliki pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan dan keterampilan
yang diperlukan untuk dapat dimanfa

Dokumen yang terkait

Dokumen baru