Tren Facebook Di Kalangan Mahasiswa (Studi Deskriptif Tren Facebook di Kalangan Mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)

TREN FACEBOOK DI KALANGAN MAHASISWA
(Studi Deskriptif Tren Facebook di Kalangan Mahasiswa
di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)

SKRIPSI
Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sosial
Dalam Bidang Antropologi

Disusun Oleh :
INGGRID INDRAWATI
060905015

DEPARTEMEN ANTROPOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Halaman Persetujuan
Skripsi ini disetujui untuk dipertahankan
Oleh :

Nama

: Inggrid Indrawati

Nim

: 060905015

Departemen

: Antropologi

Judul

: TREN FACEBOOK DI KALANGAN MAHASISWA
(Studi Deskriptif Tren Facebook di Kalangan Mahasiswa
di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera
Utara).

Pembimbing Skripsi

a.n. Ketua Departemen
Sekretaris Departemen

(Drs.Nurman Achmad, M.Soc)
NIP. 196711181995121002

(Drs. Irfan Simatupang, M.Si)
NIP. 196411041991031002

Dekan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

(Prof.Dr. Badaruddin, M.Si)
NIP. 196805251992031002

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

Halaman Pengesahan
Skripsi ini disetujui untuk dipertahankan
Oleh :

Nama

: Inggrid Indrawati

Nim

: 060905015

Judul

: TREN FACEBOOK DI KALANGAN MAHASISWA
(Studi Deskriptif Tren Facebook di Kalangan Mahasiswa di
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)

Pada Ujian Komprehensif yang dilakukan pada:

Hari

: Senin

Tanggal

: 27 Desember 2010

Pukul

: 08.30 WIB

Tempat

: Ruang Sidang FISIP-USU

Tim Penguji terdiri dari:
1. Ketua

: Drs. Irfan Simatupang, M.Si

(

)

2. Anggota I : Drs. Ermansyah M. Hum

(

)

3. Anggota II : Drs. Nurman Achmad, S.Sos, M.Soc

(

)

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah Bapa dan Jesus Kristus
yang ada di dalam Kerajaan Sorga. Atas berkat kasih dan anugerah-Nya maka
penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi yang berjudul
”TREN FACEBOOK DI KALANGAN MAHASISWA". Penelitian ini
dilakukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh derajat Sarjana S-1 Bidang
Antropologi Sosial di Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Sumatera Utara.
Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan terima kasih yang tulus
kepada berbagai pihak:
1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Zulkifli Lubis, M.A, sebagai Ketua Departemen Antropologi
Sosial FISIP USU yang telah banyak membantu mulai awal perkuliahan
hingga penulisan skripsi.
3. Bapak Drs. Nurman Achmad, S.Sos, M.Soc, sebagai Pembimbing Utama,
yang telah bersedia meluangkan waktu dan tenaga untuk membimbing penulis
dan telah memberikan bekal ilmu yang sangat berharga bagi penulis.
4. Bapak Drs. Irfan Simatupang, M.Si, sebagai Ketua Penguji yang telah
memberikan masukan guna perbaikan hasil penelitian ini.
5.

Bapak Drs. Ermansyah, M.Hum. sebagai Penguji kedua yang telah
memberikan masukan guna perbaikan hasil peneliatian ini.

Universitas Sumatera Utara

6. Seluruh Dosen di FISIP USU khususnya di Departemen Antropologi dan
seluruh guru baik SDN CANDRABAGA V BEKASI, SLTP NEGERI 14
BEKASI serta SMA St. BELLARMINUS II BEKASI. Sungguh pengabdian
yang luar biasa.
7. Seluruh Staff di FISIP USU khususnya di Departemen Antropologi,
Especially for Kak Nur dan Kak Sofi yang sudah membantu penulis dalam
mengurus kelancaran administrasi selama masa perkuliahan.
8. Untuk My Family, terima kasih kepada Mama (T. Parhusip) dan Bapak (P.
Sihombing), yang telah memberikan kasih sayang serta masukan baik, spirit
maupun materi. Perjuanganku masih akan terus berlanjut, Bless Ur Child!
Saya akan memberikan yang terbaik untuk kalian. Thanks For My Beloved
Brother (Sabar Aswin dan Bungaran Sihombing), yang telah memberikan
semangat dan doa, dan sekarang Saya telah menjadi Sarjana Sosial. Thanks
for my Sister (Mustika Irene), makasih buat semangatnya ya dek! Thanks for
my Sister too Minarti Pandiangan (adikku), makasih buat kasih sayang,
semangat dan nasihatnya selama ini, selesaikan kuliahnya dengan cepat ya.
9. Seluruh mahasiswa di FISIP USU, khususnya yang menjadi informan peneliti,
terima kasih atas ilmu serta informasi yang telah diberikan sehingga peneliti
dapat menyelesaikan skripsi ini.
10. Rekan-rekan kerabatku mahasiswa Antropologi FISIP USU, khususnya
angkatan 2006; I want to say thanks, to My best friend . The First, Erika M.
Nadeak, ” I wish You can finishing Ur Study as soon as”. And then, to Sari
Ariesta Ginting, You are my Best Friend too! Thanks for Ur advice and

Universitas Sumatera Utara

Motivation, I wish You can get the best Job! Begitu banyak kenangan yang
kita lalui bersama selama jadi mahasiswa di FISIP, tertawa, sedih yang pernah
kita lewati bareng-bareng tidak akan aku lupakan. Kepada kerabatku lainnya;
Yani, Santa, Fika, Ruli, Danur, Ayu, Helena, Desy, Hema, Gaby, Lisna S.Sos,
Mimi S.Sos, Rere, Mardiana, Kevin, Charles, Noprianto, Aros, Firman,
Rikky, Oemar, Wilfrid, Deni, Nanta, Umar, Badai, Hendra, Benny S.Sos, dan
Alvian ’Kibo’, Eni, Melda. Terima kasih karena telah menjadi teman
seperjuanganku baik senang maupun sedih dan banyak mengajari banyak hal
selama kuliah di USU ini.
11. Rekan-rekan kerabatku mahasiswa Antropologi FISIP USU dari berbagai
angkatan; thanks for Kak Risa dan Kak Vera (2005) untuk motivasinya, dan
abang-abangku; Bang Kia S.Sos, Ales, Arnov, Bang Erwin Nababan S.Sos,
Heri Manurung, Heri Sianturi, Erold S.Sos, Bambang, Dani S.Sos, Andri, dan
tidak lupa juga kakak-kakakku Arimbi S.Sos, Tika, Tuti, Yenni, dan Naomi
terima kasih buat dukungan dan motivasinya dan tidak ketinggalan juga untuk
adik-adik juniorku yang sudah banyak memberikan motivasi kepadaku:
Puteri, Duma, Harni, Vina, Febri dan lain-lain yang tak bisa disebutkan
namanya satu persatu oleh penulis.
12. Teman-teman seperjuangan dari SMA St. Bell’s sampai bangku perkuliahan
Especially for Lihar, Echie, Yunita, Rani, Nidya, Riska yang selalu
memberikan semangat untuk menyelesaikan skripsiku. Perjuangan kita tidak
sampai disini, kita akan meraih sukses. ”Tunggu aku di Bekasi kawankawan”.

Universitas Sumatera Utara

13. Teman-temanku terkasih di IMPERATIF (Ikatan Mahasiswa Pemimpin dan
Kreatif) terkhususnya buat kakak kelompokku yang selalu sabar dan masih
saja terus memberikan perhatian kepadaku walaupun jauh di sana, Especially
for Kak Yanti, thank’s my sista. Buat Bang Lando, Kak Manda, Kak Angel,
Kak Dian, Sulastri, dan Asni terima kasih untuk semangat yang kalian berikan
selama pelayanan dan motivasi untuk cepat menyelesaikan skripsiku.
14. Teman-teman seperjuangan di kos di 712 B. Especially for Emalia Silaban,
Frengky (Purenk/Kiky), Yuki, Sherin, dan kepada teman – teman 712 B yang
tidak dapat disebutkan satu persatu namanya. Terima kasih untuk motivasi
dan dukungan kalian. Mari kita sama-sama berjuang untuk menjadi sukses.
15. Untuk My Best Friend, Tiodora Hia Sinta, Amd. Ucapan Terima kasih, hanya
itu yang bisa aku katakan. Pengorbanan, kasih sayang, masukan/kritik, jasa
tidak akan pernah aku lupakan dari awal kita berteman hingga sampai lulus
menjadi Sarjana. Saya hanya bisa berdoa dan berharap yang terbaik kelak
akan diberikan kepadamu.
16. Untuk Mahasiswa Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial especially to Alecx
Malau S.Sos, yang

telah memberikan semangat serta masukkan untuk

menyelesaikan skripsi ini tepat waktu. Thank you so much! You Great.
17. Untuk Bang Inshan yang telah memberikan kasih sayang, semangat serta
dukungan dalam penyusunan skripsi ini.
18. Untuk Seluruh Keluarga Besar Mama terkhusus kepada keluarga Tulang Toni,
keluarga Tulang Kampung Juhar, keluarga Tulang Vero, keluarga Tulang
Kakak Setia, keluarga Nanguda Minarti dan keluarga Inangtua Rina. Serta

Universitas Sumatera Utara

Keluarga Besar Bapak terkhusus kepada keluarga Namboru Kakak Rida,
keluarga Namboru Lena, keluarga Uda Putra, keluarga Uda Gaby, keluarga
Uda Elina. Trimakasih untuk segala sesuatu yang kalian berikan baik
semangat, masukan, materi. Pengorbanan yang tidak akan terlupakan.
Sekarang Saya sudah menjadi Sarjana Sosial. Semoga Tuhan memberikan
yang terbaik kepada Saya serta Kalian.
19. Semua Pihak yang belum penulis sebutkan pada kesempatan ini, yang telah
membantu penulisan selama proses skripsi.
Penulis menyadari akan keterbatasan baik itu kekurangan serta kelemahan
skripsi atau hasil penelitian ini. Untuk itu, koreksi dan masukan dari berbagai
pihak guna penyempurnaan hasil penelitian ini sangat penulis harapkan. Semoga
tulisan ini berguna bagi pihak-pihak yang memerlukannya.
Terima kasih atas segala perhatian dan semoga bermanfaat.

Medan, Desember 2010
Hormat Saya,

Inggrid Indrawati
NIM: 060905015

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN ...........................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN ...............................................................................ii
KATA PENGANTAR ..................................................................................... iii
DAFTAR ISI ..................................................................................................viii
DAFTAR TABEL ...........................................................................................xii
ABSTRAK......................................................................................................xiii

BAB I.

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah........................................................... 1
1.2. Ruang Lingkup Permasalahan dan Lokasi Penelitian................ 6
1.2.1. Ruang Lingkup Permasalahan ........................................ 6
1.2.2. Lokasi Penelitian ............................................................ 6
1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian ................................................. 7
1.3.1. Tujuan Penelitian ........................................................... 7
1.3.2. Manfaat Penelitian ......................................................... 7
1.4. Tinjauan Pustaka...................................................................... 7
1.5. Metode Penelitian .................................................................. 21
1.5.1. Tipe Penelitian ............................................................. 21
1.5.2. Teknik Pengumpulan Data ........................................... 21
1.5.3. Teknik Analisis Data .................................................... 23

BAB II. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
2.1. Sejarah Singkat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ............ 24
2.2. Peran Serta Aktivitas Mahasiswa Di Kampus FISIP USU ...... 34
2.3. Komposisi Mahasiswa Berdasarkan Organisasi Yang Diikuti. 37
2.4. Jaringan Wi – Fi .................................................................... 37

Universitas Sumatera Utara

2.5. Tata Ruang Kampus ............................................................... 39
BAB III. FACEBOOK
3.1. Sejarah Facebook ................................................................... 43
3.2. Facebook di Indonesia ............................................................ 44
3.3. Mengenal Facebook ............................................................... 50
3.3.1. Menu Beranda............................................................ 50
3.3.1.1. Pesan ................................................................... 50
3.3.1.2. Teman ................................................................. 52
3.3.1.3. Aplikasi ............................................................... 54
3.3.1.4. Grup .................................................................... 54
3.3.1.5. Acara ................................................................... 55
3.3.1.6. Catatan ................................................................ 56
3.3.1.7. Tautan ................................................................. 56
3.3.1.8. Teman Yang Online ............................................. 57
3.3.2. Menu Profile ............................................................. 57
3.3.2.1. Info...................................................................... 58
3.3.2.2. Koleksi Foto ........................................................ 59
3.3.2.3. Dinding ............................................................... 61
3.3.2.4. Video................................................................... 61
3.3.2.5. Mencolek Teman ................................................. 61
3.3.3. Menu Akun ................................................................ 62
3.3.4. Menu Lain di Facebook............................................... 62
3.3.4.1. Pencarian ............................................................. 62
3.3.4.2. Obrolan Facebook ............................................... 62
3.3.4.3. Pemberitahuan ..................................................... 64
3.3.4.4. Permainan ........................................................... 64
3.3.5. Kelebihan serta Kekurangan Facebook dibanding
Friendster ................................................................... 66
3.3.5.1. Kelebihan Facebook dibanding Friendster ........... 66
3.3.5.2. Kekurangan Facebook dibanding Friendster ........ 68

Universitas Sumatera Utara

BAB IV.

TREN FACEBOOK DI KALANGAN MAHASISWA
SEBAGAI SUATU GAYA HIDUP
4.1. Faktor Pendorong Mahasiswa Menggunakan Facebook ... 70
4.1.1. Faktor Gengsi Terhadap Teman ........................... 70
4.1.2. Faktor Keinginan .................................................. 71
4.1.3. Faktor Hiburan Dalam Mengisi Rasa Jenuh.......... 72
4.2. Kegunaan Facebook Bagi Mahasiswa FISIP ..................... 73
4.2.1. Menjalin Pertemanan............................................ 74
4.2.2. Ajang Pencarian jodoh ......................................... 74
4.2.3. Bermain Games .................................................... 75
4.2.4. Media Informasi serta Diskusi .............................. 76
4.3. Gaya Hidup Yang Ditimbulkan Dengan Adanya Tren
Facebook Di Kalangan Mahasiswa................................... 76
4.4. Perubahan Nilai Dengan Adanya Tren Facebook di
Kalangan Mahasiswa FISIP USU..................................... 77
4.5. Aktivitas – Aktivitas Yang Dilakukan Mahasiswa Saat
Mengakses Facebook di FISIP USU ................................ 78
4.6. Pandangan Mahasiswa Terhadap Kehadiran Facebook
Sebagai Suatu Tren .......................................................... 82
4.6.1. Segi Kesehatan ..................................................... 83
4.6.2. Segi Pendidikan .................................................... 83
4.6.3 Segi Ekonomi ....................................................... 85

BAB V.

ANALISIS
5.1. Faktor Pendorong Mahasiswa Menggunakan Facebook ... 86
5.2. Kegunaan Facebook Bagi Mahasiswa FISIP ..................... 88
5.3. Gaya Hidup Yang Ditimbulkan Dengan Adanya Tren
Facebook di Kalangan Mahasiswa.................................... 88
5.4.

Perubahan Nilai Dengan Adanya Tren Facebook di
Kalangan Mahasiswa FISIP USU ..................................... 89

Universitas Sumatera Utara

5.5. Aktivitas – Aktivitas Yang Dilakukan Mahasiswa
Saat Mengakses Facebook di FISIP USU .......................... 91
5.6. Pandangan Mahasiswa Terhadap Kehadiran Facebook
sebagai Suatu Tren ............................................................ 91
BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan .............................................................................. 92
5.2. Saran ........................................................................................ 97
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 98
LAMPIRAN
1. Daftar Nama Informan
2. Interview Guide
3. Surat Izin Penelitian
4. Peta Lokasi Penelitian

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Tabel 1 : Departemen beserta jumlah staf pengajar FISIP USU ..........................48
Tabel 2: Himpunan Mahasiswa Jurusan FISIP USU ...........................................50
Tabel 3: Pengguna aktif total facebook...............................................................57

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Inggrid Indrawati 2010, Judul : Tren Facebook di Kalangan
Mahasiswa (Studi Deskriptif Tren Facebook di Kalangan Mahasiswa
di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara).
Skripsi ini terdiri dari 6 bab, 119 halaman, 3 tabel, 27 gambar, 38
daftar pustaka, 4 lampiran.

Penelitian ini mengkaji tentang : “Tren Facebook di Kalangan
Mahasiswa”. Penelitian ini bertempat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Sumatera Utara di Jl. Dr. Sofyan No. 1 Kampus USU, Medan.
Penelitian ini membahas permasalahan tentang Bagaimana Tren Facebook di
Kalangan Mahasiswa FISIP USU sehingga menimbulkan suatu gaya hidup, apa
alasan mahasiswa FISIP menggunakan facebook, bagaimana gaya hidup yang
ditimbulkan dengan adanya tren facebook terhadap mahasiswa FISIP, aktivitas
apa yang dilakukan mahasiswa saat mengakses facebook, bagaimana pandangan
mahasiswa FISIP terhadap kehadiran facebook yang dijadikan sebagai tren serta
apakah kegunaan facebook bagi mahasiswa FISIP.
Tujuan Penelitian adalah mendeskripsikan Tren Facebook di
Kalangan Mahasiswa FISIP dan melihat gaya hidup yang ditimbulkan oleh
facebook yang dijadikan sebagai suatu tren. Tren Facebook di Kalangan
Mahasiswa ini dikaji melalui pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian
deskriptif yakni melihat kehadiran facebook sebagai suatu tren bagi kalangan
mahasiswa FISIP USU. Dalam pengumpulan data menggunakan observasi
parisipasi dan wawancara kepada 12 informan. Observasi dilengkapi dengan
kamera foto. Wawancara yang digunakan adalah wawancara mendalam dan
sambil lalu. Instrumen yang digunakan selain peneliti dibantu dengan pedoman
wawancara yang dilengkapi dengan perekam serta catatan lapangan. Analisa data
dilakukan dari awal hingga penelitian berlangsung yang diurutkan ke dalam pola,
tema dan kategori-kategori serta dilakukan pemeriksaan keabsahan data yang
diperoleh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa facebook merupakan tren karena
hampir sebagian besar mahasiswa di FISIP memiliki facebook. Gaya hidup yang
ditimbulkan adalah gaya hidup hedonisme yang mengarah kepada budaya
konsumerisme. Nilai yang dianggap tinggi oleh manusia sudah mulai berubah,
seperti soal waktu, makna dari pekerjaan serta hubungan sesama manusia tidak
lagi dianggap penting karena dengan kehadiran facebook mahasiswa menjadi lupa
waktu dan tidak mengahargai waktu, melupakan tugasnya sebagai pelajar serta
sosialisasi terhadap lingkungan sekitarnya menjadi berkurang. Aktivitas yang
dilakukan adalah interaksi di dunia nyata dan maya. Pandangan mahasiswa
terhadap kehadiran facebook menimbulkan persoalan yaitu dari segi kesehatan,
pendidikan, dan ekonomi. Kegunaan facebook bagi mahasiswa FISIP adalah
menjalin pertemanan, ajang pencarian jodoh, bisnis online, bermain games dan
wadah diskusi.
Kata Kuncinya: Tren, gaya hidup, persoalan, dan menjalin pertemanan.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Inggrid Indrawati 2010, Judul : Tren Facebook di Kalangan
Mahasiswa (Studi Deskriptif Tren Facebook di Kalangan Mahasiswa
di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara).
Skripsi ini terdiri dari 6 bab, 119 halaman, 3 tabel, 27 gambar, 38
daftar pustaka, 4 lampiran.

Penelitian ini mengkaji tentang : “Tren Facebook di Kalangan
Mahasiswa”. Penelitian ini bertempat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Sumatera Utara di Jl. Dr. Sofyan No. 1 Kampus USU, Medan.
Penelitian ini membahas permasalahan tentang Bagaimana Tren Facebook di
Kalangan Mahasiswa FISIP USU sehingga menimbulkan suatu gaya hidup, apa
alasan mahasiswa FISIP menggunakan facebook, bagaimana gaya hidup yang
ditimbulkan dengan adanya tren facebook terhadap mahasiswa FISIP, aktivitas
apa yang dilakukan mahasiswa saat mengakses facebook, bagaimana pandangan
mahasiswa FISIP terhadap kehadiran facebook yang dijadikan sebagai tren serta
apakah kegunaan facebook bagi mahasiswa FISIP.
Tujuan Penelitian adalah mendeskripsikan Tren Facebook di
Kalangan Mahasiswa FISIP dan melihat gaya hidup yang ditimbulkan oleh
facebook yang dijadikan sebagai suatu tren. Tren Facebook di Kalangan
Mahasiswa ini dikaji melalui pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian
deskriptif yakni melihat kehadiran facebook sebagai suatu tren bagi kalangan
mahasiswa FISIP USU. Dalam pengumpulan data menggunakan observasi
parisipasi dan wawancara kepada 12 informan. Observasi dilengkapi dengan
kamera foto. Wawancara yang digunakan adalah wawancara mendalam dan
sambil lalu. Instrumen yang digunakan selain peneliti dibantu dengan pedoman
wawancara yang dilengkapi dengan perekam serta catatan lapangan. Analisa data
dilakukan dari awal hingga penelitian berlangsung yang diurutkan ke dalam pola,
tema dan kategori-kategori serta dilakukan pemeriksaan keabsahan data yang
diperoleh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa facebook merupakan tren karena
hampir sebagian besar mahasiswa di FISIP memiliki facebook. Gaya hidup yang
ditimbulkan adalah gaya hidup hedonisme yang mengarah kepada budaya
konsumerisme. Nilai yang dianggap tinggi oleh manusia sudah mulai berubah,
seperti soal waktu, makna dari pekerjaan serta hubungan sesama manusia tidak
lagi dianggap penting karena dengan kehadiran facebook mahasiswa menjadi lupa
waktu dan tidak mengahargai waktu, melupakan tugasnya sebagai pelajar serta
sosialisasi terhadap lingkungan sekitarnya menjadi berkurang. Aktivitas yang
dilakukan adalah interaksi di dunia nyata dan maya. Pandangan mahasiswa
terhadap kehadiran facebook menimbulkan persoalan yaitu dari segi kesehatan,
pendidikan, dan ekonomi. Kegunaan facebook bagi mahasiswa FISIP adalah
menjalin pertemanan, ajang pencarian jodoh, bisnis online, bermain games dan
wadah diskusi.
Kata Kuncinya: Tren, gaya hidup, persoalan, dan menjalin pertemanan.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah
Manusia merupakan makhluk sosial. Dalam kehidupannya, manusia tidak

dapat hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi
dengan sesamanya. Ini merupakan kodrat manusia yang selalu ingin berhubungan
dengan sesamanya.
Interaksi merupakan alasan mengapa manusia disebut sebagai makhluk
sosial. Interaksi dapat terjadi dengan saling berhadapan, bekerjasama, berbicara,
berjabat tangan atau bahkan terjadi dengan pertikaian dan persaingan. Interaksi
sosial dapat terjadi apabila memenuhi dua aspek, yaitu adanya kontak sosial dan
komunikasi. Komunikasi timbul setelah kontak sosial terjadi bahkan sering kali
seseorang tersebut salah mengartikan dan mengerti makna tersebut sehingga tidak
terjadi

komunikasi

antar

individu

(Koentjaraningrat,

1986:162).

Dalam

komunikasi, manusia saling tukar menukar informasi, juga tercakup saling
pengaruh - mempengaruhi serta adanya ekspresi emosi tertentu yang sifatnya non
– verbal.
Seiring dengan perkembangan waktu dan modernisasi 1, kini komunikasi
dapat dilakukan dengan jarak jauh kemudian

1

Modernisasi adalah proses pergeseran sikap dan mentalitas sebagai warga masyarakat untuk
dapat hidup sesuai dengan tuntutan masa kini (KBBI)

Universitas Sumatera Utara

dengan menggunakan alat - alat teknologi2 seperti salah satunya komputer. Hanya
dengan bermodal sebuah komputer dengan sambungan LAN 3, seseorang dapat
mengakses internet dengan mudah dan bebas selama 24 jam setiap harinya (nonstop) di sebagian besar penjuru dunia. Internet menjadi sebuah kebutuhan dan
aktivitas tetap manusia sebagai anggota masyarakat, selain menjadi cara alternatif
seeorang untuk bergaul sebagai makhluk sosial. Kehadiran internet memudahkan
mahasiswa untuk mendapatkan informasi yang belum tentu bisa ditemukan secara
langsung dalam media cetak yang dijumpai sehari – hari terutama karena
berhalangan cara dan biaya yang tak sedikit.
Di Indonesia dapat ditemukan warung internet (warnet) yang bersebaran
disepanjang pinggiran jalan. Selain itu, banyak tempat – tempat umum, lembaga
pendidikan, kafe, mal dan tempat – tempat rekreasi yang menawarkan jasa hotspot
atau wi-fi 4 untuk mereka yang memiliki laptop5 dan telepon-genggam 6.
Disamping itu, banyak tipe telepon genggam yang telah dilengkapi dengan
aplikasi web browser 7. Seiring dengan perkembangan pesat itu, banyak situs dan

2

Teknologi secara umum dilihat sebagai proses kegiatan manusia untuk tujuan-tujuan praktis agar
mempermudah kehidupan.
3
LAN (Local Area Network) adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup
wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang
lebih kecil.
4
Wifi (Wireless Fidelity) merupakan koneksi internet tanpa kabel yang memudahkan dalam
transfer data. Dimana wifi tersebut berada pada titik akses koneksi atau hotspot
(www.google.co.id/pengertian-wifi.html/
5
Laptop adalah Komputer pribadi yang agak kecil yang dapat dibawa – bawa dan dapat
ditempatkan dipangkuan pengguna, terdiri atas satu perangkat yang mencakupi papan tombol,
layer tampilan, mikroprosesor, biasanya dilengkapi dengan baterai yang dapat diisi ulang (Kamus
Besar Bahasa Indonesia)
6
Telepon-genggam adalah telepon dengan antena tanpa kabel yang dapat dibawa kemana – mana
(Kamus Besar Bahasa Indonesia)
7
Web browser adalah sehalaman web yang dapat dilihat atau dapat diakses melalui jaringan
komputer dan internet, perangkatnya bisa saja berupa komputer pribadi, laptop, PDA ataupun
telpon genggam (www.google.com/wikipedia/definisi-web.html/)

Universitas Sumatera Utara

aplikasi pertemanan, diantaranya adalah friendster, facebook dan lain - lain
(Harliati, 2008).
Situs pertemanan yang paling banyak diminati oleh sebagian besar
masyarakat adalah friendster dan facebook, tetapi pada saat sekarang ini facebook
lah yang paling diminati oleh masyarakat. Awalnya, friendster merupakan situs
jaringan sosial yang diminati sebelum facebook. Banyak pengguna friendster yang
berpindah ke facebook karena layanan yang diberikan lebih lengkap dan
mengikuti

selera

masyarakat.

facebook

memiliki

sederet

fitur

yang

memungkinkan penggunanya berinteraksi langsung (real time), seperti chatting,
tag foto, game, dan update status ”what are you doing now” yang dinilai lebih
keren dari friendster (http://grelovejogja.wordpress.com/2009/03/29/fenomena-facebook-diindonesia/).

Facebook (buku muka) merupakan salah satu situs jaringan sosial 8
dengan beberapa fasilitas yang awalnya dibuat seseorang untuk dapat menjalin
pertemanan dan komunikasi secara aktif dengan orang atau badan organisasi,
tanpa dibatasi dengan jarak, ruang dan waktu. Facebook merupakan situs jaringan
sosial yang ditemukan oleh Mark Elliot Zuckerberg pada tanggal 4 Februari 2004.
Kemudian facebook menyebar ke seluruh dunia pada akhir tahun 2007. Awalnya,
facebook dengan situs www.facebook.com yang sebelumnya bernama the
facebook dengan situs www.thefacebook.com digunakan untuk komunikasi antara
mahasiswa Universitas Harvard. Namun, setelah beberapa waktu, target pengguna

8

Jejaring sosial atau jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari individu dalam
jaringan (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe
relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll. (http://www.google.co.id/pengertianjejaring-sosial.html.

Universitas Sumatera Utara

adalah seluruh mahasiswa dan masyarakat umum, siapapun boleh mendaftar di
facebook dan berinteraksi dengan orang – orang yang mereka kenal atau belum
dikenal (Harliati, 2008).
Jaringan sosial di internet terfokus untuk membangun komunitas 9
(manusia) secara online untuk berbagai kesukaan, hobi, dan aktifitas. Facebook
merupakan situs jaringan sosial yang diminati oleh semua golongan masyarakat
yaitu salah satunya pelajar (mahasiswa). Facebook di kalangan mahasiswa
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara bukanlah hal
yang asing lagi. Bagi mereka facebook merupakan tren10. Facebook dijadikan
sebagai tren sehingga menimbulkan suatu gaya hidup bagi pemakai facebook
khususnya di kalangan mahasiswa. Dimana, mereka yang memiliki facebook tidak
ingin ketinggalan dari teman – temannya yang sudah menggunakan facebook,
serta gengsi bila mereka dinilai ketinggalan zaman dan “tidak up to date” atau
“gaptek (gagap teknologi)” oleh teman – teman di lingkungan sekitarnya.
Mahasiswa merupakan seseorang yang belajar di tingkat perguruan
tinggi, dimana mereka bukan hanya dituntut untuk lulus dengan mendapat
predikat IPK (Indeks Predikat Komulatif) yang baik tetapi juga dituntut untuk bisa
berkomunikatif, disiplin, mandiri, dan lain – lain. Sifat dari mahasiswa yang

9

Komunitas adalah sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang
seharusnya, dimana dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota
komunitas
tersebut
karena
adanya
ketertarikan
yang
sama
(http://airachma.wordpress.com/2009/10/11/pengertian-komunitas/)
10
Tren adalah suatu objek yang dijadikan sebagai suatu perhatian dan kemudia digunakan oleh
sebagian besar masyarakat pada masa – masa tertentu

Universitas Sumatera Utara

menjadi kebiasaan adalah sering berkumpul bersama teman – temannya disekitar
lingkungan kampus yaitu dengan bercerita – cerita hingga berjam - jam.
Di kampus FISIP sendiri memiliki fasilitas wi-fi yang dapat memberikan
kemudahan untuk mengakses situs facebook dan informasi yang dapat menambah
pengetahuan mahasiswa. Dengan membawa Laptop serta Telepon - Genggam ke
kampus yang didukung LAN, mahasiswa dapat menggunakan fasilitas wi-fi secara
gratis dan non – stop. Mahasiswa juga dapat menikmati situs facebook dengan
aplikasi web browser dari telepon genggam yang membutuhkan biaya untuk dapat
mengaksesnya.
Facebook

dijadikan

sebagai

suatu

tren

bagi

mahasiswa

yang

menimbulkan suatu gaya hidup bagi setiap penggunanya. Menurut Pulmer (1983)
gaya hidup adalah cara hidup individu yang diidentifikasikan oleh bagaimana
orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting
dalam hidupnya (ketertarikan) dan apa yang mereka pikirkan tentang dunia
sekitarnya

(Lihat

http://www.google.co.id/#hl=id&source=hp&biw=1280&bih=602&q=gaya+hidup+pulmer+&aq=f&aqi=&aql=&oq=&
gs_rfai=&fp=4ba4fd3435162061)

Berdasarkan uraian diatas, dengan facebook yang maraknya dipergunakan
oleh banyak orang terkhusus mahasiswa, maka pentinglah kiranya mengkaji
Kehadiran facebook di kalangan mahasiswa yang dijadikan sebagai tren karena
hampir sebagian besar mahasiswa telah menggunakan facebook.

Universitas Sumatera Utara

1.2. Ruang Lingkup Permasalahan dan Lokasi Penelitian
1.2.1. Ruang Lingkup Permasalahan
Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, maka rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah Bagaimana tren facebook di kalangan mahasiswa
FISIP USU sehingga menjadikannya sebagai suatu gaya hidup? Penelitian ini
berusaha mengungkapkan beberapa pertanyaan penelitian, yaitu:
1. Apa alasan mahasiswa FISIP menggunakan facebook ?
2. Apakah kegunaan facebook bagi mahasiswa FISIP?
3. Bagaimana gaya hidup yang ditimbulkan dengan adanya suatu tren
Facebook di kalangan mahasiswa FISIP ?
4. Bagaimana perubahan nilai yang ditimbulkan dengan adanya tren
facebook terhadap mahasiswa FISIP ?
5. Aktivitas apa yang dilakukan mahasiswa FISIP saat membuka facebook?
6. Bagaimanan pandangan mahasiswa FISIP terhadap kehadiran facebook
sebagai suatu tren?
1.2.2. Lokasi Penelitian
Lokasi Penelitian dilakukan di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Sumatera Utara yang berada di Jl. Dr. Sofyan No. 1, Padang
Bulan, Medan karena sehubungan dengan masalah yang telah diuraikan diatas.
Adapun alasan lain pemilihan lokasi ini, adalah :
a. Ingin terfokus kepada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

b. Lokasi menurut si peneliti dinilai sangat strategis karena merupakan lokasi
kampus si peneliti, sehingga peneliti dapat lebih mudah untuk mengatur
dan juga dapat meminimalisir biaya yang dikeluarkan selama penelitian
dilakukan.
c. Hampir sebagian besar mahasiswa FISIP menggunakan facebook
d. Tersedia jaringan wi-fi gratis di kampus FISIP, sehingga memudahkan
mahasiswa untuk mengakses situs facebook

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tren facebook di
kalangan mahasiswa FISIP dan melihat gaya hidup yang ditimbulkan oleh
facebook yang dijadikan sebagai tren.

1.3.2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini secara akademis yaitu dapat menambah
wawasan keilmuan dalam kaitannya dengan kehadiran facebook di kalangan
mahasiswa, khususnya di FISIP – USU. Kemudian secara praktis, dapat
memberikan masukan kepada pihak – pihak yang berkepentingan dalam hal
membuat berbagai kebijakan tentang masalah tersebut.

1.4. Tinjauan Pustaka
Manusia merupakan makhluk hidup yang didasarkan oleh dorongan
naluri untuk dapat mempertahankan hidup, yaitu dorongan karena adanya suatu
kekuatan biologi yang ada pada semua makhluk di dunia dan yang menyebabkan

Universitas Sumatera Utara

semua jenis makhluk mampu mempertahankan hidupnya di muka bumi ini
(Koentjaraningrat, 1986:109). Di dalam kehidupannya, untuk dapat bertahan
hidup, manusia juga perlu melakukan interaksi dengan sesamanya, karena adanya
keinginan manusia untuk mencari makan demi keberlangsungan hidup yaitu
dengan cara berkomunikasi.
Sejak permulaan, tujuan utama teknologi masyarakat adalah untuk
menggunakan prasarana, aplikasi, dan layanan informasi dan komunikasi untuk
memberdayakan dan melestarikan modal sosial masyarakat lokal (jaringan,
organisasi, kelompok, aktivitas, dan nilai yang mendasari kehidupan masyarakat).
Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi, jarak
yang jauh bukanlah suatu hambatan bagi seseorang untuk berkomunikasi, dan
juga menjalin komunikasi dengan orang – orang dari berbagai belahan dunia.
Perkembangan

teknologi

yang

canggih

semakin

mempermudah

dalam

memperoleh berbagai informasi. Dengan adanya media, baik cetak maupun
elektronik mempengaruhi kehidupan kita seperti internet dapat memberikan
sebuah gaya hidup masa kini khususnya mahasiswa.

Facebook merupakan suatu situs jaringan sosial yang sedang diminati
mahasiswa pada saat ini. Seseorang yang tidak memiliki facebook dianggap
ketinggalan zaman karena tidak mampu mengikuti tren. Facebook yang dimiliki
oleh hampir semua mahasiswa di FISIP – USU dijadikan sebagai suatu gaya
hidup. Abdullah (2006) mengatakan bahwa perkembangan televisi dan media
menjadi penting jika kita menyadari fakta bahwa melalui media memainkan

Universitas Sumatera Utara

peranan penting dalam menarik minat massa untuk mengkonsumsi produk global
yang secara langsung mempengaruhi gaya hidup.
Menurut Pulmer (1983) gaya hidup adalah cara hidup individu yang
diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas),
apa yang mereka anggap penting dalam hidupnya (ketertarikan) dan apa yang
mereka pikirkan tentang dunia sekitarnya. Gaya hidup bisa merupakan identitas
kelompok. Gaya hidup setiap kelompok akan mempunyai ciri – ciri unik
tersendiri. Gaya hidup secara luas diidentifikasikan oleh bagaimana orang
menghabiskan waktu (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam
lingkungannya (ketertarikan), dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka
sendiri dan juga dunia sekitarnya (pendapat). Gaya hidup pada prinsipnya adalah
bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya. Berdasarkan pernyataan
tersebut dapat dilihat bahwa uang serta waktu merupakan faktor penentu
timbulnya suatu gaya hidup. Selain itu, Amstrong (dalam Nugraheni, 2003)
mengatakan bahwa gaya hidup seseorang dapat dilihat dari perilaku yang
dilakukan oleh individu seperti kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan atau
mempergunakan

barang-barang

dan

jasa,

termasuk

didalamnya

proses

pengambilan keputusan pada penentuan kegiatan-kegiatan. Sedangkan dalam
pernyataan Amstrong dapat dilihat bahwa gaya hidup dapat dilihat dari kegiatan
individu.

Universitas Sumatera Utara

Adapun bentuk – bentuk gaya hidup, menurut Chaney (dalam Idi
Subandy,1997) ada beberapa bentuk gaya hidup, antara lain :
a. Industri Gaya Hidup
Pada bentuk gaya hidup seperti ini tubuh/diri dan kehidupan sehari-hari pun
menjadi sebuah proyek, benih penyemaian gaya hidup. “Kamu bergaya maka
kamu ada!” adalah ungkapan yang mungkin cocok untuk melukiskan
kegandrungan manusia modern akan gaya. Itulah sebabnya industri gaya hidup
untuk sebagian besar adalah industri penampilan.
b. Iklan Gaya Hidup
Dalam masyarakat mutakhir, berbagai perusahaan (korporasi), para politisi,
individu-individu semuanya terobsesi dengan citra. Di dalam era globalisasi
informasi seperti sekarang ini, yang berperan besar dalam membentuk budaya
citra (image culture) dan budaya cita rasa (taste culture) adalah gempuran iklan
yang

menawarkan

gaya

visual

yang

kadang-kadang

mempesona

dan

memabukkan. Iklan merepresentasikan gaya hidup dengan menanamkan secara
halus (subtle) arti pentingnya citra diri untuk tampil di muka publik. Iklan juga
perlahan tapi pasti mempengaruhi pilihan cita rasa yang kita buat.
c. Public Relations dan Journalisme Gaya Hidup
Pemikiran mutakhir dalam dunia promosi sampai pada kesimpulan bahwa
dalam budaya berbasis-selebriti (celebrity based-culture), para selebriti membantu
dalam pembentukan identitas dari para konsumen kontemporer. Dalam budaya
konsumen, identitas menjadi suatu sandaran “aksesori fashion”. Wajah generasi
baru yang dikenal sebagai anak-anak generasi selanjutnya, menjadi seperti

Universitas Sumatera Utara

sekarang ini dianggap terbentuk melalui identitas yang diilhami selebriti
(celebrity-inspired identity), cara mereka berselancar di dunia maya (Internet),
cara mereka gonta-ganti busana untuk jalan-jalan. Ini berarti bahwa selebriti dan
citra mereka digunakan demi momen untuk membantu konsumen dalam parade
identitas.
d. Gaya Hidup Mandiri
Kemandirian adalah mampu hidup tanpa bergantung mutlak kepada sesuatu
yang lain. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengenali kelebihan dan
kekurangan diri sendiri, serta berstrategi dengan kelebihan dan kekurangan
tersebut untuk mencapai tujuan. Nalar adalah alat untuk menyusun strategi.
Bertanggung jawab maksudnya melakukan perubahan secara sadar dan
memahami betuk setiap resiko yang akan terjadi serta siap menanggung resiko
dan dengan kedisiplinan akan terbentuk gaya hidup yang mandiri. Dengan gaya
hidup mandiri, budaya konsumerisme tidak lagi memenjarakan manusia. Manusia
akan bebas dan merdeka untuk menentukan pilihannya secara bertanggung jawab,
serta menimbulkan inovasi-inovasi yang kreatif untuk menunjang kemandirian
tersebut.
e. Gaya Hidup Hedonis
Gaya hidup hedonis adalah suatu pola hidup yang aktivitasnya untuk
mencari kesenangan hidup, seperti lebih banyak menghabiskan waktu diluar
rumah, lebih banyak bermain, senang pada keramaian kota, senang membeli
barang mahal yang disenanginya, serta selalu ingin menjadi pusat perhatian.

Universitas Sumatera Utara

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup menurut pendapat
Amstrong (dalam Nugraheni, 2003) gaya hidup seseorang dapat dilihat dari
perilaku

yang dilakukan oleh individu seperti kegiatan-kegiatan untuk

mendapatkan atau mempergunakan barang-barang dan jasa, termasuk didalamnya
proses pengambilan keputusan pada penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.
Lebih lanjut Amstrong (dalam Nugraheni, 2003) menyatakan bahwa faktor-faktor
yang mempengaruhi gaya hidup seseorang ada 2 (dua) faktor yaitu
1. Faktor internal (faktor dari dalam) yaitu sikap, pengalaman dan
pengamatan, kepribadian, konsep diri, motif, dan persepsi (Nugraheni, 2003)
dengan penjelasannya sebagai berikut:
a. Sikap
Sikap berarti suatu keadaan jiwa dan keadaan pikir yang dipersiapkan
untuk memberikan tanggapan terhadap suatu objek yang diorganisasi melalui
pengalaman dan mempengaruhi secara langsung pada perilaku. Keadaan jiwa
tersebut sangat dipengaruhi oleh tradisi, kebiasaan, kebudayaan dan lingkungan
sosialnya.
b. Pengalaman dan pengamatan
Pengalaman dapat mempengaruhi pengamatan sosial dalam tingkah laku,
pengalaman dapat diperoleh dari semua tindakannya dimasa lalu dan dapat
dipelajari, melalui belajar orang akan dapat memperoleh pengalaman. Hasil dari
pengalaman sosial akan dapat membentuk pandangan terhadap suatu objek.

Universitas Sumatera Utara

c. Kepribadian
Kepribadian adalah konfigurasi karakteristik

individu

dan cara

berperilaku yang menentukan perbedaan perilaku dari setiap individu.
d. Konsep diri
Faktor lain yang menentukan kepribadian individu adalah konsep diri.
Konsep diri sudah menjadi pendekatan yang dikenal amat luas untuk
menggambarkan hubungan antara konsep diri konsumen dengan image merek.
Bagaimana individu memandang dirinya akan mempengaruhi minat terhadap
suatu objek. Konsep diri sebagai inti dari pola kepribadian akan menentukan
perilaku individu dalam menghadapi permasalahan hidupnya, karena konsep diri
merupakan frame of reference yang menjadi awal perilaku.
e. Motif
Perilaku individu muncul karena adanya motif kebutuhan untuk merasa
aman dan kebutuhan terhadap prestise merupakan beberapa contoh tentang motif.
Jika motif seseorang terhadap kebutuhan akan prestise itu besar maka akan
membentuk gaya hidup yang cenderung mengarah kepada gaya hidup hedonis.
f. Persepsi
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengatur, dan
menginterpretasikan informasi untuk membentuk suatu gambar yang berarti
mengenai dunia.
2. Adapun faktor eksternal (faktor dari luar) Nugraheni (2003) sebagai
berikut:

Universitas Sumatera Utara

a. Kelompok referensi
Kelompok referensi adalah kelompok yang memberikan pengaruh langsung
atau tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang. Kelompok yang
memberikan pengaruh langsung adalah kelompok dimana individu tersebut
menjadi anggotanya dan saling berinteraksi, sedangkan kelompok yang memberi
pengaruh tidak langsung adalah kelompok dimana individu tidak menjadi anggota
didalam kelompok tersebut. Pengaruh-pengaruh tersebut akan menghadapkan
individu pada perilaku dan gaya hidup tertentu.
b. Keluarga
Keluarga memegang peranan terbesar dalam pembentukan sikap dan
perilaku individu.Hal ini karena pola asuh orang tua akan membentuk kebiasaan
anak yang secara tidak langsung mempengaruhi pola hidupnya.
c. Kelas sosial
Kelas sosial adalah sebuah kelompok yang relatif homogen dan bertahan
lama dalam sebuah masyarakat, yang tersusun dalam sebuah urutan jenjang, dan
para anggota dalam setiap jenjang itu memiliki nilai, minat, dan tingkah laku yang
sama. Ada dua unsur pokok dalam sistem sosial pembagian kelas dalam
masyarakat, yaitu kedudukan (status) dan peranan. Kedudukan sosial artinya
tempat seseorang dalam lingkungan pergaulan, prestise hak-haknya serta
kewajibannya. Kedudukan sosial ini dapat dicapai oleh seseorang dengan usaha
yang sengaja maupun diperoleh karena kelahiran. Peranan merupakan aspek yang
dinamis dari kedudukan. Apabila individu melaksanakan hak dan kewajibannya
sesuai dengan kedudukannya maka ia menjalankan suatu peranan.

Universitas Sumatera Utara

d. Kebudayaan
Kebudayaan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral,
hukum, adat istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh individu sebagai
anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari
pola-pola perilaku yang normatif, meliputi ciri-ciri pola pikir, merasakan dan
bertindak.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi gaya hidup berasal dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal).
Faktor internal meliputi sikap, pengalaman dan pengamatan, kepribadian, konsep
diri, motif , dan persepsi. Adapun faktor eksternal meliputi kelompok referensi,
keluarga, kelas sosial, dan kebudayaan.
Gaya hidup bisa merupakan identitas kelompok. Gaya hidup setiap
kelompok akan mempunyai ciri – ciri unik tersendiri. Gaya hidup secara luas
diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu (aktivitas), apa yang
mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan), dan apa yang mereka
pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia sekitarnya (pendapat). Gaya
hidup pada prinsipnya adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan
uangnya

(http://frommarketting.blogspot.com/2009/08/definisi-gayahidup.html).

Berdasarkan pernyataan

tersebut dapat dilihat bahwa uang serta waktu merupakan faktor penentu
timbulnya suatu gaya hidup. Selain itu, Amstrong (dalam Nugraheni, 2003)
mengatakan bahwa gaya hidup seseorang dapat dilihat dari perilaku yang
dilakukan oleh individu seperti kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan atau
mempergunakan

barang-barang

dan

jasa,

termasuk

didalamnya

proses

Universitas Sumatera Utara

pengambilan keputusan pada penentuan kegiatan-kegiatan. Sedangkan dalam
pernyataan Amstrong dapat dilihat bahwa gaya hidup dapat dilihat dari kegiatan
individu.
Menurut Suparlan (1996), setiap makhluk sosial memiliki kemampuan
untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan dan pengalamannya. Dan
itu dijadikan sebagai landasan untuk mewujudkan dan mendorong suatu perilaku.
Pernyataan tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk melihat perilaku tiap –
tiap individu ketika melakukan interaksi yang efektif. Semua itu ditujukan untuk
mewujudkan sikap, pikiran, dan perasaan sehingga dapat tergambarkan perilaku
yang khas pada masyarakat tersebut.

Facebook dapat diakses melalui media elektronik seperti laptop dan
telepon genggam. Apalagi dengan layanan wi-fi di kampus, mereka dapat lebih
mudah membuka facebook secara gratis. Bagi mereka yang tidak memiliki
perangkat LAN dalam telepon genggam dapat menggunakan layanan web browser
pada telepon genggam, tetapi dalam hal ini memerlukan biaya untuk dapat
mengaksesnya.
Seseorang yang mengikuti tren, tidak akan tanggung – tanggung
mengeluarkan banyak uang hanya untuk sebuah pengakuan supaya tidak
ketinggalan zaman. Dengan perilaku yang seperti tersebut, maka mereka akan
melakukan apa saja hanya untuk memenuhi kepentingan tersebut, tanpa
menyadari bahwa secara perlahan telah terjerat kepada budaya konsumtif apabila
dibiarkan secara terus – menerus. Featherstone (1993) mengatakan bahwa tanpa
terasa dan secara perlahan masyarakat menjadi terjerat pada suatu bentuk

Universitas Sumatera Utara

masyarakat dengan budaya konsumen (consumer culture) yang mengarah pada
perilaku konsumtif Baudrillard, yaitu bahwa konsumsi membutuhkan manipulasi
simbol-simbol secara aktif. Bahkan menurut Baudrillard, yang dikonsumsi bukan
lagi use atau exchange value, melainkan “symbolic value”, maksudnya orang
tidak lagi mengkonsumsi objek berdasarkan karena kegunaan atau nilai tukarnya,
melainkan karena nilai simbolis yang sifatnya abstrak dan terkonstruksi.
Konsumerisme juga terjadi seiring dengan meningkatnya ketertarikan masyarakat
terhadap perubahan dan inovasi, sebagai respon terhadap pengulangan yang
sangat cepat dari hal-hal yang lama atau pencarian terhadap hal yang baru: produk
baru,

pengalaman baru dan citra baru

(http://www.google.co.id/postmodernisme-budaya-

konsumen.html).

Marshall McLuhan, mengatakan bahwa perubahan yang terjadi pada
berbagai macam cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan manusia
itu sendiri. Teknologi membentuk individu bagaimana cara berpikir, berperilaku
dalam masyarakat dan teknologi tersebut akhirnya mengarahkan manusia untuk
bergerak dari satu abad teknologi lain. Sama halnya dengan yang diungkapkan
Poespowardojo (1989) kedatangan teknologi yang membawa serta struktur
tersendiri dan jaringan otomatisasi yang mampu memasuki seluruh bidang
kehidupan yang cukup jauh dalam kehidupan tradisional, seperti tercermin dalam
kecenderungan dan perubahan gaya ataupun cara hidup masyarakat.
Menurut Kluckhohn dan Strodtbeck (dalam Koentjaraningrat, 1990:78)
menyatakan bahwa soal – soal yang paling tinggi nilainya dalam hidup manusia
dan yang ada dalam tiap manusia dan yang dalam tiap kebudayaan di dunia,
menyangkut paling sedikit lima hal, yaitu (1) soal human nature atau makna

Universitas Sumatera Utara

hidup manusia; (2) soal man nature, atau soal makna dari hubungan manusia
dengan alam sekitarnya, (3) soal time, atau persepsi manusia mengenai waktu; (4)
soal activity, atau soal makna dari pekerjaan, karya dan amal perbuatan manusia;
(5) soal relational, atau hubungan manusia dengan sesama manusia. Secara
teknikal, kelima masalah tersebut sering disebut value orientations atau “orientasi
nilai budaya”.
Menurut Soerjono Soekanto faktor pendorong terjadinya perubahan
adalah adanya kontak dengan kebudayaan masyarakat lain, sistem pendidikan dan
ilmu pengetahuan yang maju, sistem lapisan masyarakat yang berbeda, penduduk
yang heterogen serta ketidakpuasan manusia, sikap menghargai hasil karya orang
dan keinginan untuk maju, toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang
menyimpang nilai bahwa manusia harus selalu berusaha untuk perbaikan hidup
(http://www.google.co.id/search?q=perubahan-sosial.pdf.)

Schwartz (1994) juga menjelaskan bahwa nilai adalah (1) suatu
keyakinan, (2) berkaitan dengan cara bertingkah laku atau tujuan akhir tertentu,
(3) melampaui situasi spesifik, (4) mengarahkan seleksi atau evaluasi terhadap
tingkah laku, individu, dan kejadian-kejadian, serta (5) tersusun berdasarkan
derajat kepentingannya. Pemahaman tentang nilai tidak terlepas dari pemahaman
tentang bagaimana nilai itu terbentuk. Schwartz berpandangan bahwa nilai
merupakan representasi kognitif dari tiga tipe persyaratan hidup manusia yang
universal, yaitu :
1. kebutuhan individu sebagai organisme biologis
2. persyaratan interaksi sosial yang membutuhkan koordinasi interpersonal

Universitas Sumatera Utara

3. tuntutan institusi sosial untuk mencapai kesejahteraan kelompok dan
kelangsungan hidup kelompok (Schwartz & Bilsky, 1987; Schwartz, 1992,
1994).
Nilai sebagai sesuatu yang lebih diin

Dokumen yang terkait

Fenomena Judi Sepakbola di Kalangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

7 62 94

Pola Penggunaan Facebook Di Kalangan Mahasiswa USU (Studi Deskriptif Mengenai Pola Penggunaan Facebook di Kalangan Mahasiswa USU)

2 76 123

FENOMENA JILBOOBS DI KALANGAN REMAJA (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung)

0 4 83

Pemanfaatan Teknologi Komunikasi oleh Mahasiswa (Studi Deskriptif Kuantitatif Pemanfaatan Line Today di Kalangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)

0 0 15

Pemanfaatan Teknologi Komunikasi oleh Mahasiswa (Studi Deskriptif Kuantitatif Pemanfaatan Line Today di Kalangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)

0 0 2

Pemanfaatan Teknologi Komunikasi oleh Mahasiswa (Studi Deskriptif Kuantitatif Pemanfaatan Line Today di Kalangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)

0 0 5

Pemanfaatan Teknologi Komunikasi oleh Mahasiswa (Studi Deskriptif Kuantitatif Pemanfaatan Line Today di Kalangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)

0 2 27

Pemanfaatan Teknologi Komunikasi oleh Mahasiswa (Studi Deskriptif Kuantitatif Pemanfaatan Line Today di Kalangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)

0 1 2

Pemanfaatan Teknologi Komunikasi oleh Mahasiswa (Studi Deskriptif Kuantitatif Pemanfaatan Line Today di Kalangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)

0 0 54

Demokrasi di Kalangan Mahasiswa (Studi Etnografi tentang Pemilihan Umum Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)

0 2 12

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3865 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1026 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 924 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 617 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 772 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1320 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1214 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 803 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1084 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1315 23