Pola Penggunaan Facebook Di Kalangan Mahasiswa USU (Studi Deskriptif Mengenai Pola Penggunaan Facebook di Kalangan Mahasiswa USU)

1

SKRIPSI

Pola Penggunaan Facebook di Kalangan Mahasiswa USU
(Studi Deskriptif Mengenai Pola Penggunaan Facebook di
Kalangan Mahasiswa USU)

Disusun oleh :
ABDU RAHMAN LUMBAN TOBING

060904105

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

2
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
LEMBAR PERSETUJUAN

Skripsi ini disetujui untuk dipertahankan oleh :
Nama

: Abdu Rahman Lumban Tobing

NIM

: 060904105

Departemen

: Ilmu Komunikasi

Judul

: POLA PENGGUNAAN FACEBOOK DI
KALANGAN MAHASISWA USU
(Studi Deskriptif Mengenai Pola Penggunaan
Facebook di Kalangan Mahasiswa USU)

Dosen Pembimbing

Medan, 07 Juni 2010
Ketua Departemen

Dra. Fatma Wardy Lubis, M.A
NIP.
196208281986012001

Drs. Amir Purba, M.A
NIP. 19510219 198701 1 001

Dekan

Prof. Dr. M. Arif Nasution, M.A
NIP. 19 620703 198711 001

Universitas Sumatera Utara

3

ABSTRAKSI
Penelitian ini berjudul, Pola Penggunaan Facebook di Kalangan Mahasiswa
Universitas Sumatera Utara (Sebuah Studi Deskriptif Untuk Mengetahui Pola Penggunaan
Facebook di Kalangan Mahasiswa USU). Secara spesifik tujuannya adalah untuk mengetahui
intensitas, motif, serta manfaat Facebook di kalangan mahasiswa USU. Penelitian ini
menggunakan studi deskriptif, yaitu hanya memaparkan situasi atau peristiwa tidak
menjelaskan hubungan dan tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi.
Objek penelitian adalah mahasiswa Universitas Sumatera Utara stambuk 2008-2009
yang masih aktif kuliah. Dengan menggunakan teknik penarikan sampel acak stratifikasi
proporsional dan simple random sampling, maka diperoleh populasi yang berasal dari enam
Fakultas yaitu: ISIP, Ekonomi, Kedokteran, Psikologi, Pertanian, dan MIPA. Sedangkan
sampel nya sebanyak 99 orang yang ditetapkan berdasarkan rumus Taro Yamane dengan
presisi 10% dan tingkat kepercayaan 90%. Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini
adalah: Komunikasi Massa, Teknologi Komunikasi, Media Massa, Internet, Facebook, dan
Teori Uses & Gratification.
Data diperoleh melalui penelitian kepustakaan (Library Research) dan penelitian
lapangan (Field Research) dengan instrumen kuesioner yang berisi 28 pertanyaan tertulis,
yang harus dijawab oleh para responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisa tabel tunggal, dengan menggunakan aplikasi Statistical Product
and System Solution (SPSS) 15.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada umumnya
mahasiswa USU memiliki intensitas yang standart yaitu, pemakaian yang masih berada pada
level rata-rata, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Mereka bisa menyesuaikan,
mengatur penggunaan Facebook dengan kebutuhan serta waktu luang yang mereka miliki.
Dengan motif, medapatkan informasi antar sesama pengguna dan memiliki account di
Facebook, menjalin hubungan dengan orang lain dan sebagai sarana untuk pelepasan emosi
(relaksasi tubuh). Serta manfaat, untuk menjalin komunikasi, mendapatkan informasi antar
sesama pengguna dan dunia kampus, juga berita-berita terbaru yang lebih up to date. Selain
itu Facebook dapat memenuhi kebutuhan komunikasi, serta terjalin nya lingkungan sosial
yang baik antar sesama pengguna melalui media jejaring sosial Facebook.

Universitas Sumatera Utara

4

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan
karunia-Nya, penulis dapat memulai, menjalankan dan menyelesaikan skripsi ini tepat waktu.
Adapun judul skripsi ini adalah “Pola Penggunaan Facebook dikalangan Mahasiswa
Universitas Sumatera Utara” (Studi Deskriptif Mengenai Pola Penggunaan Facebook di
Kalangan Mahasiswa Universitas Sumatera Utara) guna memenuhi syarat untuk
memperoleh gelar sarjana dari Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik, Universitas Sumatera Utara.
Penulis juga ingin menyampaikan terima kasih yang mendalam dan penghargaan yang
setinggi-tinggi nya kepada kedua orang tua penulis, untuk Ayahanda dan Ibunda Tercinta H.
J. L. Tobing, SP dan Hj. H. M. Br. Hutagalung yang telah mencurahkan segala kasih sayang
nya, mendidik, mendoakan, menjaga, memberikan nasehat, memberikan semangat serta
dukungan moril dan materiil. “Kalian berdua adalah karunia terbesar dalam hidup ku.”
Dalam kesempatan ini penulis juga ingin menyampaikan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. DR. M. Arif Nasution, MA, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik, Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Amir Purba, MA, selaku Ketua Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Dra. Dewi Kurniawati, M.Si, selaku Sekretaris Departemen Ilmu Komunikasi,
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara.
4. Ibu Dra. Fatma Wardy Lubis, MA, selaku dosen pembimbing skripsi penulis, dengan
sabar memberikan masukan yang sangat berguna dan telah banyak meluangkan waktu
nya dalam penyusunan skripsi ini.
5. Bang Haris Wijaya S. Sos, selaku dosen wali penulis.

Universitas Sumatera Utara

5
6. Skripsi ini penulis persembahkan kepada Opung Boru dan Tulang penulis yang telah
berpulang, Chloria Br. Silitonga dan Tulang penulis Goldfried Hutagalung.
7. Kakak ku tercinta Maya Sari Lumban Tobing, SP yang selama ini telah memberikan
semangat serta dukungan nya kepada penulis.
8. Keluarga besar penulis, Tante Anda sekaligus Ibu ke dua bagi penulis “Vera Anda”
yang telah mengasuh penulis sedari kecil, Tante Aya “Raya Kesuma” yang telah
merawat dan menjaga penulis ketika tinggal di Medan, Tante Icik “Marisi Daemeria”,
Pak Tengah “Liston Perangin-angin”, Om Toleng “Ruslan Abdul Gani”, Tante Nora
“Nora Godiva”, dan Om Bangun “Budiman Bangun”.
9. Adik-adik ku Putri Pratama dan Anggita Dewi Afuliza Perangin-angin.
10. Kepada para dosen Departemen Ilmu Komunikasi yang selama ini telah memberikan
ilmu yang sangat berguna kepada penulis.
11. Kak Icut, Kak Maya, dan Kak Ros yang telah membantu dalam segala hal yang
berkaitan dengan proses administrasi.
12. Teman dan sahabat ku yang selama ini memberikan warna, canda, tawa, serta semangat
di hari-hari penulis, Ruth Caroline Meliala, Mawaddah Adlan, Sari Yovika, Kak Tapi
Tenera Sari Siregar, Kak Adinda Juwita sari, Astrid Indy Dwisty Anwar serta adik-adik
saya Kartika Sari Anggraini dan Irfan Maulana.
13. Teman-teman dan manajemen di Radio 107,7 USUKOM FM dari angkatan pertama
hingga akhir, Kak Windi Adwina Siregar, Kak Erika, Bang Rudi, Ezzy, Nenda dan
lainnya yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Terima kasih atas keceriaaan,
dan support nya selama ini.
14. Orang-orang LDIK (Laboraturium Departemen Ilmu Komunikasi) FISIP USU, Ibu
Mazdalifah, Kak Emil, Kak Puan, Kak Anim, dan yang lainnya.

Universitas Sumatera Utara

6
15. Teman-teman UKM FOTOGRAFI USU dari angkatan pertama hingga akhir, Windy
Febrina Hasibuan, Apri, Bang Willy, Dewi dan lainnya yang tidak dapat penulis
sebutkan satu persatu.
16. Kak Rotua Nuraini yang menjadi tempat bertanya penulis mengenai penyusunan skripsi
dan sudah banyak membantu penulis dalam proses pengolahan data. Kak Kibo “Dania
Gustyra” semoga selalu ceria dan berbahagia, serta teman seperjuangan satu bimbingan
saya Kak Irena Fanny Saragih.
17. Teman-teman PKL di Jakarta: Febrina Meliala, Imaniuri Silaban, Erin Stella Butarbutar, Maydop Tiur Elfrina serta para Crew Program “Hitam Putih Presiden” Trans TV,
Kak Iki, Mas Dodi, Mas Rony, Mbak Maw-Maw, Mas Taufan, dan semua pihak yang
terkait.
18. Teman-teman Departemen Ilmu Komunikasi stambuk 2006, semoga cepat menyusul.
Terima kasih atas kebersamaan kalian selama ini.
19. Para senior dan junior saya di Ilmu komunikasi FISIP USU.
20. Teman-teman yang telah membantu saya dalam proses penyebaran dan pengolahan data
kuesioner: Shanti Levanita Tahmasebian - Kedokteran, Rico Pranata Tarigan - MIPA,
Enok - Psikologi, Aji dan Rizky - Ekonomi, kak Menak, El, Kem-Kem - Pertanian serta
Kak Titin.
21. Semua pihak yang telah membantu penulis selama ini, yang tidak dapat disebutkan satu
persatu, terima kasih semua nya.

Universitas Sumatera Utara

7
Saya menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan
skripsi ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Penulis,

Juni 2010

Abdu Rahman Lumban Tobing

Universitas Sumatera Utara

8

DAFTAR ISI
ABSTRAKSI .................................................................................................
i
KATA PENGANTAR ................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................. vi
DAFTAR TABEL ......................................................................................... viii
DAFTAR BAGAN......................................................................................... x
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xi

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................
I.1. Latar Belakang ..............................................................................
I.2. Perumusan Masalah .......................................................................
I.3. Pembatasan Masalah .....................................................................
I.4. Tujuan dan Manfaat Penelitian .......................................................
I.4.1) Tujuan Penelitian .................................................................
I.4.2) Manfaat Penelitian ................................................................
I.5. Kerangka Teori...............................................................................
I.5.1) Komunikasi Massa ..............................................................
I.5.2) Teknologi Komunikasi .........................................................
I.5.3) Media Massa ........................................................................
I.5.4) Internet .................................................................................
I.5.5) Facebook ..............................................................................
I.5.6) Teori Uses and Gratification ................................................
I.6. Model teoritis .................................................................................
I.7. Kerangka Konsep ...........................................................................
I.7.1) Pola Penggunaan ..................................................................
I.7.2) Situs Facebook ....................................................................
I.7.3) Karakteristik Responden .......................................................
I.8. Variabel Operasional ......................................................................
I.9. Defenisi Variabel Operasional ........................................................

1
1
7
7
8
8
8
9
9
11
11
12
14
15
17
17
18
18
19
19
20

BAB II URAIAN TEORITIS ......................................................................
II.1. Komunikasi Massa .........................................................................
II.1.1) Karakteristik, Fungsi dan Efek Komunikasi Massa .............
II.2. Teknologi Komunikasi ...................................................................
II.3. Media Massa ..................................................................................
II.4. Internet ..........................................................................................
II.4.1) Manfaat Internet .................................................................
II.4.2) Dampak Internet ..................................................................
II.5. Facebook .......................................................................................
II.5.1) Perkembangan Facebook ....................................................
II.5.2) Situasi Situs ........................................................................
II.5.3) Fitur ....................................................................................
II.5.4) Platform ..............................................................................
II.5.5) Sekilas Data ........................................................................
II.6. Teori Uses and Gratification ..........................................................

23
23
25
27
30
34
38
39
40
42
44
44
45
46
47

Universitas Sumatera Utara

9
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ....................................................
III.1. Metode Penelitian ........................................................................
III.2. Deskripsi Penelitian .....................................................................
III.2.1) Keunggulan Kompetitif ....................................................
III.2.2) Visi dan Misi ...................................................................
III.2.3) Tujuan .............................................................................
III.3. Populasi ........................................................................................
III.4. Sampel .........................................................................................
III.5. Teknik Penarikan Sampel .............................................................
III.5.1) Sampel Acak Stratifikasi Proporsional (ProportionalStratifie Random Sampling) ..............................................
III.5.2) Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling)........
III.6. Teknik Pengumpulan Data ...........................................................
III.6.1) Penelitian kepustakaan (Library Research).......................
III.6.2) Penelitian Lapangan (Search Research) ...........................
III.7. Teknik Analisis Data ....................................................................
III.7.1) Analisis Tabel Tunggal ....................................................

51
51
51
52
53
53
54
55
56

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .......................................................
IV.1. Pelaksanaan Pengumpulan Data ...................................................
IV.1.1) Tahap Awal .....................................................................
IV.1.2) Pengumpulan Data ...........................................................
IV.2. Pembahasan .................................................................................

59
59
59
59
93

56
57
57
57
58
58
58

BAB V PENUTUP ........................................................................................ 96
V.1. Kesimpulan .................................................................................. 96
V.2. Saran ............................................................................................ 97
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

10
DAFTAR TABEL

No. Tabel

Halaman

1. Variabel Operasional ..................................................................................
2. Populasi .....................................................................................................
3. Populasi Dan Sampel..................................................................................
4. Usia ..........................................................................................................
5 Jenis Kelamin ............................................................................................
6. Fakultas .....................................................................................................
7. Pekerjaan Orang Tua ..................................................................................
8. Status Tempat Tinggal................................................................................
9. Mengenal Situs Facebook ..........................................................................
10. Tempat Mengakses Facebook....................................................................
11. Alasan Mengakses Facebook .....................................................................
12. Ketertarikan Akan Fasilitas Wall ...............................................................
13. Ketertarikan Akan Fasilitas Message ........................................................
14. Ketertarikan Akan Fasilitas Status Up-date ...............................................
15. Ketertarikan Akan Fasilitas Profile ............................................................
16. Ketertarikan Akan Fasilitas Foto ..............................................................
17. Ketertarikan Akan Fasilitas Chat ..............................................................
18. Frekuensi Mengakses Facebook ................................................................
19. Motif Untuk Mendapat Status....................................................................
20. Motif Menggunakan Untuk Menjalin Hubungan........................................
21. Motif Menggunakan Untuk Pelepasan Emosi ............................................
22. Kebutuhan Informasi Dari Kegiatan Para Pengguna ..................................
23. Kebutuhan Informasi Dari Calendar Event ...............................................
24. Kebutuhann Informasi Dari Berita Terbaru ...............................................
25. Seberapa Memiliki Account Facebook .......................................................
26. Seberapa Lama Waktu Yang Digunakan Untuk Mengakses Facebook .......
27. Waktu Yang Digunakan Untuk Mengakses Facebook ...............................
28. Frekuensi Meng Up-date Status Facebook.................................................
29. Membuka Situs Jejaring Sosial Lain ..........................................................
30. Chatting Ketika Membuka Facebook .......................................................
31. Meng Up-load Foto Ketika Membuka Facebook .......................................
32. Melihat Page User Lain Ketika Membuka Facebook ................................
33. Memberikan Komentar di Page User Lain Ketika Membuka Facebook ....
34. Up-date Status Ketika Membuka Facebook ...............................................
35. Dampak Negatif Yang di Timbulkan Facebook .........................................
36. Bahaya Facebook Bagi Kehidupan ............................................................
37. Kerugian Yang Ditimbulkan Facebook Apabila Data nya di
Palsukan ....................................................................................................
38. Akibat Dari Pembohongan Data Pribadi ...................................................
39. Penyesalan Setelah Menggunakan Facebook .............................................
40. Keinginan Untuk Tetap Mengakses Facebook ...........................................
41. Kepuasan Mengetahui Informasi Mengenai Pengguna Lain .......................
42. Kepuasan Terhadap Tampilan Design Facebook .......................................
43. Kepuasan Dalam Pemberian Tanda Likes Pada Aktifitas Facebook ..........
44. Kepuasan Dalam Proses Up-date Status ...................................................

19
54
56
60
61
62
63
63
64
65
66
67
67
68
69
69
70
71
73
73
74
75
75
76
77
78
79
81
82
82
83
83
84
85
85
86
87
88
88
89
90
90
91
91

Universitas Sumatera Utara

11
45. Kepuasan Dalam Peng Up-load an Foto ................................................... 92
46. Kepuasan Informasi di Facebook............................................................... 93

Universitas Sumatera Utara

12
DAFTAR GAMBAR
No. Gambar

Halaman

1. Model “Uses and Gratifications” ................................................................ 16
2. Model Teoritis ............................................................................................. 17
3. Model Teori Uses and Gratifications........................................................... 49

Universitas Sumatera Utara

13
DAFTAR LAMPIRAN

1. Surat Permohonan Izin Pra Penelitian
2. Surat Izin Pra Penelitian
3. Data Jumlah Mahasiswa USU T. A 2008/2009
4. Data Jumlah Mahasiswa USU T. A 2009/2010
5. Kuesioner Penelitian
6. Tabel Forton Cobol
7. Lembar Catatan Bimbingan Skripsi
8. Biodata Peneliti

Universitas Sumatera Utara

3

ABSTRAKSI
Penelitian ini berjudul, Pola Penggunaan Facebook di Kalangan Mahasiswa
Universitas Sumatera Utara (Sebuah Studi Deskriptif Untuk Mengetahui Pola Penggunaan
Facebook di Kalangan Mahasiswa USU). Secara spesifik tujuannya adalah untuk mengetahui
intensitas, motif, serta manfaat Facebook di kalangan mahasiswa USU. Penelitian ini
menggunakan studi deskriptif, yaitu hanya memaparkan situasi atau peristiwa tidak
menjelaskan hubungan dan tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi.
Objek penelitian adalah mahasiswa Universitas Sumatera Utara stambuk 2008-2009
yang masih aktif kuliah. Dengan menggunakan teknik penarikan sampel acak stratifikasi
proporsional dan simple random sampling, maka diperoleh populasi yang berasal dari enam
Fakultas yaitu: ISIP, Ekonomi, Kedokteran, Psikologi, Pertanian, dan MIPA. Sedangkan
sampel nya sebanyak 99 orang yang ditetapkan berdasarkan rumus Taro Yamane dengan
presisi 10% dan tingkat kepercayaan 90%. Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini
adalah: Komunikasi Massa, Teknologi Komunikasi, Media Massa, Internet, Facebook, dan
Teori Uses & Gratification.
Data diperoleh melalui penelitian kepustakaan (Library Research) dan penelitian
lapangan (Field Research) dengan instrumen kuesioner yang berisi 28 pertanyaan tertulis,
yang harus dijawab oleh para responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisa tabel tunggal, dengan menggunakan aplikasi Statistical Product
and System Solution (SPSS) 15.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada umumnya
mahasiswa USU memiliki intensitas yang standart yaitu, pemakaian yang masih berada pada
level rata-rata, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Mereka bisa menyesuaikan,
mengatur penggunaan Facebook dengan kebutuhan serta waktu luang yang mereka miliki.
Dengan motif, medapatkan informasi antar sesama pengguna dan memiliki account di
Facebook, menjalin hubungan dengan orang lain dan sebagai sarana untuk pelepasan emosi
(relaksasi tubuh). Serta manfaat, untuk menjalin komunikasi, mendapatkan informasi antar
sesama pengguna dan dunia kampus, juga berita-berita terbaru yang lebih up to date. Selain
itu Facebook dapat memenuhi kebutuhan komunikasi, serta terjalin nya lingkungan sosial
yang baik antar sesama pengguna melalui media jejaring sosial Facebook.

Universitas Sumatera Utara

14

BAB I
PENDAHULUAN

I. 1.

Latar Belakang Masalah
Perubahan terbesar dalam bidang komunikasi terjadi sejak 40 tahun terakhir. Dalam

sejarah perkembangannya, media massa mengalami kemajuan yang begitu cepat. Hal ini
sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi massa. Penyebaran informasi yang
awalnya hanya dimonopoli oleh media cetak, kini sudah bertambah dengan hadir nya media
elektronik seperti televisi dan radio. Bahkan, sekarang sudah ditemukan media yang baru
yang kita kenal dengan nama media internet (Nurudin, 2004:13).
Internet adalah rangkaian komputer yang berhubung menerusi beberapa rangkaian.
Jadi, apabila media-media lain, seperti surat kabar, majalah, radio, dan televisi, bentuk fisik
medianya tampak jelas, Internet disebut juga sebagai dunia maya karena bentuk fisiknya
tidak terlihat langsung melainkan diakses melalui komputer. Internet disebut juga media
massa kontemporer karena memenuhi syarat-syarat sebagai sebuah media massa, antara lain
ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan serta melewati media
cetak atau elektronik sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan
sesaat oleh khalayaknya.
Internet mempunyai kelebihan dibandingkan media lainnya karena selain berfungsi
sebagai media massa, Internet juga bisa berfungsi sebagai media komunikasi antarpersonal
melalui chatting dan e-mail. Internet telah menjadi saluran perubahan, percepatan, perluasan,
sekaligus perputaran gagasan. Internet merupakan sebuah alat komunikasi yang digunakan
untuk menjadi sebuah media massa. Internet sudah menjadi media massa juga karena faktor
kemajuan teknologi. Beberapa tahun yang lalu, orang-orang masih ragu menyebut apakah
internet masuk ke dalam jenis media massa atau tidak, tetapi kini semakin sedikit orang yang

Universitas Sumatera Utara

15
berpendapat seperti itu. Jika diamati dari segi konten, internet tidak hanya berisi informasi,
tetapi juga hiburan. Isi informasi yang disampaikan oleh internet tidak terbatas oleh ruang
dan waktu seperti halnya pada koran atau televisi.
Internet merupakan jaringan komputer dunia yang mengembangkan ARPANET.
Sebuah sistem komunikasi yang terkait dengan pertahanan keamanan yang dikembangkan
pada tahun 1960-an. Manfaat sistem komunikasi yang berjaringan ini dengan cepat ditangkap
oleh para peneliti dan pendidik secara umum.Kemudian, melalui komputer di rumah, modem,
dan warnet, serta melalui layanan-layanan seperti Web-TV, Internet hadir untuk publik.
Tidak dapat dipungkiri lagi kalau Internet merupakan sebuah media baru dalam
bidang Ilmu Komunikasi.Internet telah berkembang secara fenomenal, baik dari segi jumlah
host computer (komputer induk) maupun dari segi jumlah penggunanya. Salah satu
pengukuran terbaik mengenai besarnya Internet adalah jumlah host-computer. Host-computer
adalah sebuah komputer yang menyimpan informasi yang dapat diakses melalui jaringan.
Dari tahun 1995-1999 jumlah host computer meningkat dari 5,9 juta menjadi 43,2 juta
(Supardi, 2009:5). Internet memungkinkan hampir semua orang dibelahan dunia mana pun
dapat saling berkomunikasi dengan cepat dan mudah. Fitur Internet paling populer adalah email, sebuah fitur yang dipakai oleh para pengguna internet untuk bertukar pesan dengan
orang lain yang memiliki alamat e-mail. World wide web (www) adalah sebuah sistem situs
komputer yang sangat luas dan dapat dikunjungi oleh siapa saja dengan program browser dan
dengan menyambungkan komputer pada internet. Word wide web atau www mulai tumbuh
pesat setelah browser-browser baru tercipta seperti Mosaic, Netscape, dan Explorer hal ini
menjadikan www dapat diakses oleh siapa saja. Selain itu, internet mengubah komunikasi
dengan beberapa cara fundamental. Media massa tradisional pada dasarnya menawarkan
model komunikasi “satu untuk banyak”. Sedangkan Internet memberikam model-model
tambahan yaitu “banyak untuk satu” dan “banyak untuk banyak”. Internet menawarkan

Universitas Sumatera Utara

16
potensi komunikasi yang lebih terdesentralisasi dan lebih demokratis dibandingkan dengan
yang ditawarkan oleh media massa sebelumnya. Internet memberikan perangkat praktis untuk
menjadi penerbit tingkat dunia, yang dengan sendirinya merupakan sebuah perkembangan
revolusioner. Ia juga memberikan kekuatan besar bagi anggota audien perorangan, yang
dapat menemukan informasi-informasi yang sebelumnya tidak tersedia dan melakukan
kontrol terhadap pesan-pesan yang akan terekspos padanya.
Perkembangan baru dalam teknologi komunikasi seperti internet juga meyebabkan
perbedaan antara media massa semakin tipis dibandingkan sebelumnya. Banyak koran dan
sumber siaran berita sekarang ini memiliki website untuk menyalurkan berita. Rangkainan
komputer dan televisi juga mulai berpadu, contohnya Web-TV, sebuah sistem yang di
dalamnya bisa melengkapi TV dengan keyboard lalu dapat digunakan untuk Web/Internet.
Seiring dengan berkembangnya media internet, semakin banyak pula situs maupun website
yang dibuat sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan para penggunanya, mulai dari
mempromosikan suatu produk, mengirimkan pesan, memberikan informasi, sampai pada
fungsi lainnya yaitu jejaring sosial. Salah satu fungsi media internet yang sangat menonjol di
era informasi sekarang ini adalah fungsi jejaring sosial. Banyak website jejaraing sosial yang
kita ketahui bisa diakses di internet secara cuma-cuma seperti; Friendster, Myspace, Flickr,
Twitter dan yang paling fenomenal saat ini adalah Facebook.
Facebook merupakan jejaring sosial yang sangat populer beberapa tahun belakangan
ini. Facebook sangat diminati semua kalangan dan hampir setiap orang diseluruh belahan
dunia termasuk Indonesia seperti terjangkit virus Facebook. Mulai dari anak muda, orang tua,
bahkan anak-anak sudah mengetahui menggunakan dan keranjingan situs jejaring sosial ini.
Semua dapat menikmati serta mengaksesnya, kapan pun, dimanapun melalui internet dan bisa
juga menggunakan handphone. Demam Facebook sepertinya tengah melanda masyarakat kita
belakangan ini. Tidak hanya terbatas pada masyarakat kota besar, tetapi Facebook juga

Universitas Sumatera Utara

17
digunakan oleh masyarakat di kota kecil. Kemudahan akses internet yang disediakan oleh
berbagai provider seluler membuat Facebook menjadi lebih populer dibandingkan situs
jejaring sosial lainnya. Di tahun 2008, Indonesia merupakan negara negara Asia Tengara
yang paling cepat perkembangan pengguna Facebook nya, yakni 645 persen menjadi 831.000
pengguna Facebook, dan tertinggi kelima di dunia setelah Amerika, Inggris, Prancis dan
Italia, dan berpotensi meningkat dalam skala besar. Sekarang, pada tahun 2010 Indonesia
merupakan negara ke dua terbanyak pengguna Facebook setelah Amerika Serikat (Kapang,
2009:14). Hal ini mungkin karena Facebook termasuk situs yang “bersih dan tertutup”,
artinya kita bisa menyeleksi siapa saja yang kita ijinkan masuk dalam daftar friend list atau
daftar teman kita. Facebook biasa disingkat FB merupakan situs web jejaring sosial yang
diluncurkan pada 4 Februari 2004, FB ini didirikan oleh Mark Zuckerberg yang waktu itu
berusia 21 tahun, seorang lulusan dari Universitas Harvard dan mantan murid Ardsley High
School. Anggota FB pada awalnya dibatasi hanya untuk siswa dari Harvard College. Dalam
dua bulanberikutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston
College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, New York University,
Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League (Gunadhie, 2009:18).
Banyak perguruan tinggi lain selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu
tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat di suatu
universitas dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs ini.
Kemudian dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan
beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan membubuhkan alamat
surat e-mail apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung
dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, berdasarkan sekolah tingkat atas, tempat kerja,
atau wilayah geografis. Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna paling besar di
antara situs-situs yang berfokus pada sekolah, terdaftar lebih dari 34 juta anggota aktif yang

Universitas Sumatera Utara

18
dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya
naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs yang paling banyak dikunjungi. Facebook ini
merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lainnya
seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.
Facebook merupakan salah satu layanan jaringan sosial internet yang gratis dimana
kita dapat membentuk jaringan dengan mengundang teman kita. Dari jaringan yang kita
bentuk, kita dapat memperhatikan aktifitas mereka, mengikuti permainan/join game yang
direkomendasikan, menambahkan teman atau membentuk jaringan kita berdasarkan
organisasi sekolah, daerah domisili, dan seterusnya, atau Facebook dapat dijadikan media
komunikasi dalam membina kehidupan sosial. dan membina kehidupan sosial. Mark
Zurkerberg tidak pernah menduga Facebook begitu popular bagi pengguna internet (user) dan
mampu menggeser Frindster, Twitter, juga My Space yang terlebih dahulu populer. Dalam
membentuk jejaring sosial di dunia maya Facebook memiliki kelebihan dari segi desainya,
yakni ebih cerah dan bisa meng-upload video serta memiliki fitur Chatting membuat
penggunanya betah berlama-lama berkomunikasi melalui media tersebut. Saat ini tidak ada
satu pun situs jejaring sosial lainnya yang mampu menandingi daya tarik Facebook terhadap
user. Setiap harinya terjadi penambahan user sekitar 2000 account baru dan lebih dari 25 juta
user aktif menggunakan Facebook. Sedangkan, rata-rata waktu yang digunakan oleh user
sekitar 19 menit untuk melakukan berbagai aktifitas di Facebook (Supardi, 2009:12).
Facebook berfungsi sebagai alat untuk berkomunikasi dalam memperluas jaringan
sosial, jika pengguna tidak mempergunakannya secara bijaksana, sesuai dengan kebutuhan
nya maka hal ini akan menggangu aktivitas lainnya. Facebook digemari kaum muda
terpelajar begitu popular setelah Barrack Obama sukses menggunakannya sebagai sarana
kampanye dalam mengalang dana dan suara. Kondisi ini menginspirasi para calon legislatif
untuk mendulang suara dikalangan kaum muda pada Pemilihan Umum tahun 2009. Facebook

Universitas Sumatera Utara

19
semakin populer dalam peranan nya pada proses pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun
2008. Kehebatan internet amat penting bagi kampanye Obama yang dimulai dari nol, dengan
dana minimal dan pengetahuan masyarakat yang minim akan dirinya. Melalui internet.
Kelincahan kubu Obama memanfaatkan internet dalam hal ini menggunakan Facebook pada
awal masa kampanye yang memungkinkan dirinya mengejar ketinggalan sangat jauh dari
pesaingnya dari partai Republik yaitu Hillary Clinton. Teknologi informasi (ET) bukan lagi
suatu kemewahan tapi beralih pada konteks kebutuhan. Akibatnya, semua termotivasi untuk
memiliki pengetahuan yang memadai dibidang IT tersebut.
Namun demikian, tidak dapat dipungkiri ada pihak dengan kapabilitas yang lebih dari
yang lainnya melakukan tindakan ilegal. Fenomena ini membuka peluang bagi pihak-pihak
yang kurang bertanggung jawab untuk melakukan apa yang kemudian dikenal dengan nama
Cyber crime (Kejahatan dunia Internet). Seperti beberapa kejadian yang belakangan ini
sedang marak terjadi di Indonesia, yaitu penculikan serta peluang prostitusi lewat Facebook.
Pemberitaan yang cukup menyita perhatian adalah, kasus dari Merieta Nova Triani, gadis
muda yang sejak 6 Februari lalu dikabarkan hilang dan diduga diculik kenalannya via
Facebook, telah ditemukan petugas Polda Metro Jaya di kawasan Jatiuwung - Tangerang,
Selasa (9/2) dini hari. Nova ditemukan tengah bersama seorang pemuda bernama Ari yang
diduga membujuknya untuk kabur. Nova mengenal Ari dari situs jejaring sosial Facebook.
Kemudian ada lagi penculikan lewat Facebook juga menimpa seorang mahasiswi kedokteran
di Semarang, Sejak dua minggu lalu Sylfia Russa Rina, 23 tahun, mahasiswi kedokteran di
Universitas Dipenogoro Semarang, menghilang tanpa kabar. Pihak keluarga menduga
hilangnya Sylfia setelah ia berkenalan dengan seorang pria di situs jejaring sosial Facebook.
Ada juga kejadian yang menimpa 3 siswa di SMUN 4 Tanjung Pinang yang
mengeluarkan empat siswanya karena status yang mereka buat di Facebook menyakiti dan
melecehkan seorang guru wanita dengan kata-kata kotor. Kemudian masalah ini dibawa ke

Universitas Sumatera Utara

20
rapat majelis guru, kepala sekolah sudah meminta kepada guru yang bersangkutan untuk
memberikan maaf pada murid-muridnya. Tapi guru tersebut tidak bisa memberikan
permintaan maaf nya. Dan hampir sepekan guru tersebut tidak berani mengajar ke sekolah.
Jiwa nya sangat terpukul akan hal ini, maka atas dasar itulah majelis guru memutuskan empat
siswa dikeluarkan dari sekolah tersebut.
Semakin banyak juga orang yang memanfaatkan Facebook untuk kepentingan negatif
lainnya seperti penipuan dan prostitusi yang baru-baru ini terbongkar di Surabaya. Padahal
Facebook adalah situs di internet dan internet merupakan salah satu media komunikasi massa
yang memiliki fungsi sama dengan media massa yang lain nya yaitu, menginformasikan (to
inform), mendidik (to educated), menghibur (to entertaint), dan mempengaruhi (to influence)
Atas dasar itulah, maka penulis tertarik untuk meneliti pola penggunaan Facebook
dan memilih mahasiswa Universitas Sumatera Utara sebagai objek penelitian karena
berdasarkan hasil pengamatan penulis, banyak mahasiswa di USU memiliki ketergantungan
terhadap Facebook dan khususnya media internet. Mulai dari sekedar bersosialisasi melalui
situs-situs jejaring sosial, tugas-tugas yang diberikan melalui e-mail, referensi, bahkan lewat
media internet dosen dan mahasiswa dapat berinteraksi melalui jarak jauh.

I. 2.

Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan, maka permasalahan dapat dirumuskan

sebagai berikut :
“Bagaimanakah Pola Penggunaan Facebook di Kalangan Mahasiswa USU ?”

I. 3.

Pembatasan Masalah

Untuk menghindari lingkup penelitian yang terlalu luas, maka penulis membuat
pembatasan pada masalah yang akan diteliti sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

21
a. Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu hanya memaparkan situasi atau peristiwa.
Tidak menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi.
b. Objek penelitian adalah mahasiswa USU yang memiliki account di Facebook.
c. Penelitian ini dilakukan sejak bulan Maret – Juni 2010.

I. 4.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

I. 4. 1.Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan Facebook dikalangan
mahasiswa USU. Secara spesifik ingin diketahui sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui intensitas penggunaan Facebook di kalangan mahasiswa USU.
2. Untuk mengetahui motif mahasiswa USU menggunakan Facebook.
3. Untuk mengetahui manfaat yang diperoleh mahasiswa USU setelah menggunakan
Facebook.

I. 4. 2. Manfaat Penelitian
1. Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi penulis untuk
menerapkan ilmu yang diperoleh selama masa kuliah dan untuk memperluas
cakrawala pengetahuan khususnya di bidang komunikasi massa.
2. Secara akademis penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah penelitian
khusus nya bagi Departemen Ilmu Komunikasi.
3. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan yang berguna bagi
mahasiswa, pengelola media massa, atau pihak-pihak yang memberikan perhatian
terhadap pengetahuan yang berhubungan dengan media massa khususnya internet.

Universitas Sumatera Utara

22
I. 5.

Kerangka Teori
Kerlinger menyebutkan, teori adalah himpunan konstruk (konsep), defenisi, dan

proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan menjabarkan
relasi di antara variabel, untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut (Rakhmat,
2004:6). Kerangka teori merupakan landasan berpikir untuk menggambarkan dari sudut mana
peneliti dapat melihat masalah yang akan diteliti. Teori merupakan generalisasi yang
menjelaskan pola-pola tetap, seperti prilaku komunikasi. Teori juga merupakan perangkat
pernyataan yang menjelaskan suatu hubungan antara dua atau lebih fenomena komunikasi
(Bulaeng, 2004:29).
Setiap penelitian memerlukan kejelasan titik tolak atau landasan berpikir dalam
memecahkan atau menyoroti masalahnya. Untuk itu perlu disusun kerangka teori yang
memuat pikiran yang menggambarkan dari sudut mana masalah penelitian akan disoroti
(Nawawi, 2004:39). Fungsi dari teori itu sendiri adalah membantu peneliti menerangkan
fenomena sosial atau fenomena alami yang menjadi pusat perhatiannya (Kriyantono,
2006:43), serta memberikan ketajaman analisis peneliti akan masalah yang diteliti. Dalam
penelitian ini, teori-teori yang dianggap relevan dalam penelitian ini adalah, komunikasi
massa, teknologi komunikasi, media massa, internet, Facebook, serta Uses and gratification.
5. 1. Komunikasi Massa
Secara etimologis, istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin ”Communicatio”.
Istilah ini bersumber dari dari perkataan ”Communis” yang berarti sama. Sama yang
dimaksud berarti sama makna atau sama arti. Jadi komunikasi terjadi apabila terdapat
kesamaan makna mengenai suatu pesan yang disampaikan oleh komunikator dan diterima
oleh komunikan (Effendy, 2004:30). Dari hal tersebut dapatlah diartikan jika tidak terjadi
kesamaan makna antara komunikator dan komunikan, maka komunikasi tidak akan terjadi.

Universitas Sumatera Utara

23
Menurut Harold Lasswell (Mulyana, 2005:62) cara yang baik untuk menggambarkan
komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Who Says What In
Which Channel To Whom With What Effect? (Siapa Mengatakan Apa Dengan Saluran Apa
Kepada Siapa Dengan Efek Apa?). Jawaban bagi pertanyaan paradigmatik Lasswell
merupakan unsur-unsur proses komunikasi yang meliputi komunikator, pesan, media,
komunikan dan efek (Effendy, 2004:253).
Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang menggunakan
media massa, baik cetak (surat kabar, majalah) atau elektronik (radio, televisi) yang dikelola
oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan, yang ditujukan kepada sejumlah besar
orang yang tersebar di banyak tempat, anonim, dan heterogen. Pesan-pesannya bersifat
umum, disampaikan secara cepat, serentak dan selintas (khususnya media elektronik)
(Mulyana, 2005:75).
Komunikasi massa mempunyai efek tertentu menurut Liliweri, (2004:39), secara
umum terdapat tiga efek komunikasi massa, yaitu: (a) efek kognitif, dimana pesan
komunikasi massa mengakibatkan khalayak berubah dalam hal pengetahuan, pandangan dan
pendapat terhadap sesuatu yang diperolehnya. Efek ini berkaitan dengan transmisi
pengetahuan, keterampilan, kepercayaan, atau informasi (b) efek afektif, dimana pesan
komunikasi massa mengakibatkan berubahnya perasaan tertentu dari khalayak. Orang dapat
menjadi lebih marah dan berkurang rasa tidak senangnya terhadap sesuatu akibat membaca
surat kabar, menengarkan radio, atau menonton televisi. Efek ini ada hubungannya dengan
emosi, sikap, atau nilai (c) efek konatif, dimana pesan komunikasi massan mengakibatkan
orang mengambil keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Efek ini
merujuk pada perilaku nyata yang dapat diamati, yang meliputi pola-pola tindakan, kegiatan,
atau kebiasaan berperilaku.

Universitas Sumatera Utara

24
I. 5. 2. Teknologi Komunikasi
Penemuan teknologi komunikasi telah memberikan banyak kemudahan bagi
manusia.Misalnya, dalam melakukan informasi transaksi maupun transportasi. Perkembangan
teknologi ini juga meningkatkan standard hidup manusia.
“Teknologi” antara lain dapat diartikan sebagai penerapan ilmu pengetahuan dalam
suatu bidang. ”Teknologi komunikasi” adalah suatu penerapan ilmu pengetahuan untuk
memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan komunikasi. ”komunikasi” adalah
upaya untuk menciptakan ”kebersamaan dalam makna” (commoness in meaning). Dengan
demikian, teknologi komunikasi merupakan penerapan ilmu pengetahuan guna melancarkan
upaya untuk mencapai kebersamaan dalam makna antar orang dalam masyarakat (Lubis,
2005:42).
Perkembangan teknologi komunikasi dewasa ini berlangsung demikian pesatnya
sehingga para ahli menyebut gejala ini sebagai suatu revolusi. Sekalipun kemajuan tersebut
masih dalam perjalanannya, sejak sekarang sudah dapat diperkirakan terjadinya berbagai
perubahan di bidang komunikasi maupun bidang-bidang kehidupan lain yang berhubungan,
sebagai implikasi dari perkembangan keadaan yang dimaksud. Perubahan-perubahan yang
kelak terjadi, terutama disebabkan berbagai kemampuan dan potensi teknologi komunikasi
tersebut, yang memungkinkan manusia untuk saling berhubungan dan memenuhi kebutuhan
komunikasi mereka secara hampir tanpa batas (Nasution, 1990:6).
Teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah
struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu
mengumpulkan, memproses, dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu
lainnya. Yang mendasari suatu hal dapat digolongkan ke dalam teknologi komunikasi adalah:
1. Teknologi komunikasi dapat di implementasikan dalam suatu alat.
2. Teknologi komunikasi dilahirkan oleh sebuah struktur sosial,ekonomi dan politik

Universitas Sumatera Utara

25
3. Teknologi komunikasi meningkatkan kemampuan indera manusia terutama kemampuan
mendengar dan melihat.
I. 5. 3. Media Massa
Pada dasarnya pengertian media atau saluran adalah merupakan perangkat yang digunakan
untuk menyampaikan pesan kepada komunikator. Sedangkan media massa adalah untuk
umum yang terbit atau terjadwal berisi berita aktual dan menarik. Media massa terbagi atas :
a. Media cetak, terdiri dari surat kabar dan majalah
b. Media elektronik, meliput i televisi, radio dan internet.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan defenisi media massa secara keseluruhan, yaitu
alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak (penerima)
dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, radio, televisi dan
internet (on-line). Media massa juga memiliki karakteristik yang hampir sama dengan
komunikasi massa, antara lain:
1. Bersifat melembaga, artinya pihak yang mengelola media terdiri dari banyak
Orang. Mulai dari pengumpulan, pengelolaan, sampai pada penyajian informasi.
Bersifat satu arah, artinya komunikasi yang dilakukan kurang memungkinkan
terjadinya dialog antara pengirim dan penerima. Kalaupun terjadi reaksi ataupun
umpan balik, biasanya memerlukan waktu dan tertunda.
2. Meluas dan serempak, artinya dapat mengatasi rintangan waktu dan jarak karena
media massa memiliki kecepatan. Bergerak secara luas dan simultan, dimana
informasi yang disampaikan diterima oleh banyak orang pada saat yang sama.
3. Memakai peralatan teknis atau mekanis, seperti radio, televisi, surtakabar, dan
sebagainya.
4. Bersifat terbuka, artinya pesan dapat diterima oleh siapa saja dan dimana saja tanpa
mengenal usia, jenis kelamin, dan suku bangsa.Media massa digunakan dalam proses
komunikasi apabila komunikan berjumlah banyak dan bertempat tinggal jauh.
(Cangara, 2004:134-135).

I. 5. 4. Internet
Internet mengubah komunikasi dengan beberapa cara fundamental. Media massa
tradisional pada dasarnya menawarkan model komunikasi “satu-untuk-banyak”. Sedangkan
internet memberikan model-model tambahan yaitu “banyak untuk satu” (e-mail ke satu

Universitas Sumatera Utara

26
alamat-alamat sentral, banyaknya pengguna yang berinteraksi dengan satu website) dan
“banyak untuk banyak” (e-mail, milis dan kelompok-kelompok baru). Internet menawarkan
potensi komunikasi yang lebih terdesentralisasi dan lebih demokratis dibandingkan yang
ditawarkan oleh media massa sebelumnya.
Menurut Laquey (dalam Ardianto dkk, 2004:141), internet merupakan jaringan
longgar dari ribuan komputer yang menjangkau jutaan orang diseluruh dunia. Menurut
Laquey pula, asal mula internet adalah tercipta oleh suatu ledakan tak terduga di tahun 1969,
yaitu dengan lahirnya Arpanet, suatu proyek eksperimen Kementerian Pertahanan Amerika
Serikat bernama DARPA (Departement of Defense Advanced Research Projects Agency).
Internet unggul dalam menghimpun berbagai orang, karena geografis tak lagi menjadi
pembatas. Berbagai orang dari Negara dan latar belakang yang berbeda dapat saling
bergabung berdasarkan kesamaan minat dan proyeknya. Internet menyebabkan terbentuknya
begitu banyak perkumpulan antara berbagai orang dan kelompok; jenis interaksi pada skala
besar ini merupakan hal yang tidak mungkin terwujud tanpa jaringan komputer.
Menurut (Sidharta, 2004:54), internet adalah lebih dari sekedar jaringan komputer
atau pelayanan informasi. Internet adalah gambaran dinamis bahwa manusia yang mampu
berkomunikasi secara bebas akan memilih untuk bersikap sosial dan tidak mementingkan diri
sendiri. (Tharom Dinata & Xerandy, 2004:61), mengatakan bahwa pada awalnya, internet
memiliki empat aplikasi untama, yaitu e-mail, news, remote log-in dan file transfer. Salah
satu aplikasi baru yang muncul yaitu World Wide Web (WWW), yang merupakan arsitektur
kerja dalam mengakses dokumen-dokumen yang tersebar pada ribuan mesin di internet. Web
mulai dimunculkan pada tahun 1989 oleh CERN, Pusat Penelitian Nuklir Eropa. WWW
diusulkan oleh Tim Berners-Lee pada bulan Maret 1989 dan 18 bulan kemudian berhasil
dibuat proyipe pertama berbasis teks. Pengembangan terus dilakukan sampai didapatkan
inferface grafis pada bulan Februari 1993.

Universitas Sumatera Utara

27
Tukle (1995) dalam (Severin & Tankard, 2005:446), menyebutkan istilah
komprehensif untuk World Wide Web, internet, milis elektronik, kelompok-kelompok dan
forum diskusi, ruang ngobrol (chatting), permainan interaktif multi-player dan bahkan email
adalah dunia maya. Komunitas-komunitas yang lebih banyak muncul didunia komunikasi
elektronik (dunia maya) dari pada dunia nyata disebut dengan komunitas maya. (Severin &
Tankard, 2005:447), menjelaskan bahwa komunitas maya saling berkomunikasi dengan
menggunakan ruang chatting, e-mail, milis dan kelompok-kelompok diskusi via elektronik.
Dunia maya memungkinkan semua orang yang tinggal di berbagai penjuru dunia yang
memiliki ketertarikan yang sama, dapat berkumpul untuk membicarakannya.
I. 5. 5. Facebook
Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 oleh seorang
mahasiswa Harvard University bernama Mark Zuckerberg. Nama Facebook sendiri
diinspirasi oleh Zuckerberg dari sebuah istilah di kalangan kampus seantero AS untuk saling
mengenal antar sesama mahasiwa di kampus Awalnya para penggunanya hanya dikhususkan
bagi para mahasiswa di kampus Harvard University. Lalu kemudian diperluas ke sejumlah
kampus di wilayah Boston (Boston College, Boston University, Northeastern University,
Tufts University) dan kampus-kampus lainnya seperti Rochester, Stanford, NYU,
Northwestern, and Ivy League. Menyusul kemudian sejumlah kampus lain di AS. Akhirnya,
penggunanya lebih diperluas lagi ke sejumlah kampus lain di seluruh dunia. Tanggal 11
September 2006, Facebook membuat satu langkah penting dengan mengizinkan aksesnya ke
seluruh netter yang mempunyai alamat e-mail valid. Facebook juga mempunyai beberapa
fasilitas pendukung yang tidak dapat dipisahkan seperti: Wall, message, status up-date,
profile, foto, serta chat

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3865 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1026 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 924 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 617 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 772 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1320 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1214 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 803 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1084 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1315 23