Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan Pertambangan dan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007-2009

SKRIPSI

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT
DELAY PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DAN
PERBANKAN YANG TERDAFTAR
DI BURSA EFEK INDONESIA
TAHUN 2007-2009

OLEH :

REISA JETIRA SUARDI
070503142

PROGRAM STUDI STRATA I AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

Dengan ini, saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ Analisis FaktorFaktor yang Mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan Pertambangan dan
Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007-2009” adalah
benar hasil karya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah dimuat,
dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan skripsi
Program Reguler S-1 Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara.

Semua sumber data dan informasi yang diperoleh telah

dinyatakan dengan jelas, benar adanya. Apabila di kemudian hari pernyataan ini
tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas
Sumatera Utara.

Medan,
Agustus 2011
Yang membuat pernyataan,

Reisa Jetira Suardi
NIM : 070503142

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya yang begitu besar sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini berjudul “ Analisis FaktorFaktor yang Mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan Pertambangan dan
Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007-2009”, disusun
dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana
Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Departemen Akuntansi Universitas Sumatera
Utara.
Selama proses penyusunan skripsi ini, penulis banyak memperoleh
bimbingan, dorongan semangat, nasehat, dan bantuan lain baik secara moril
maupun materiil dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1.

Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.

2.

Bapak Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak selaku Ketua Program Studi S1
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dan selaku dosen
pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan
petunjuk, pengarahan, bimbingan dan bantuan dari awal hingga selesainya
skripsi ini.

3.

Ibu Dra. Mutia Ismail, MM, Ak, selaku Sekretaris Program Studi S1
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

4.

Bapak Drs. Rasdianto, Msi, Ak, selaku Dosen Penguji I dan Bapak Drs.
Wahidin Yasin, Msi, Ak, selaku Dosen Penguji II, atas segala saran dan
masukan yang telah diberikan.

5.

Orang tua penulis, Ayahanda Suardi Kamal dan Ibunda Neneng Julie Hartati
dan Adik-adik Reidita, Revan, Rifky dan Ranti yang telah memberikan doa
dan dukungan yang tulus baik moril maupun materiil selama perkuliahan
hingga penyelesaian skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh

karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi
kesempurnaan skripsi ini
Akhir kata semoga skripsi ini berguna bagi pembaca dan dapat
dipergunakan untuk menambah pengetahuan dan bahan masukan bagi penelitian
selanjutnya.

Medan,
Penulis,

Agustus 2011

Reisa Jetira Suardi
NIM: 070503142

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor
yang mempengaruhi audit delay.
Apakah tingkat profitabilitas, tingkat
solvabilitas, ukuran perusahaan, kualitas KAP, dan jenis industri baik secara
parsial maupun simultan berpengaruh terhadap audit delay pada perusahaan
pertambangan dan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Data yang digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing
perusahaan sampel, yang dipublikasikan melalui website www.idx.co.id,
diperoleh 56 perusahaan pertambangan dan perbankan. Metode pengambilan
sampel yang digunakan adalah dengan metode purposive sampling diperoleh
sampel sebanyak 35 perusahaan sebagai objek penelitian selama tiga tahun mulai
tahun 2007 sampai 2009 sehingga diperoleh 105 unit analisis. Penelitian ini
merupakan jenis penelitian kausal dan bersifat replikasi terhadap penelitian
sebelumnya. Variabel independen dalam penelitian ini adalah ROA, DER, Total
asset, Kualitas KAP, dan Jenis industri. Variabel dependen nya adalah audit
delay. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kuantitatif, dengan pengujian asumsi klasik, serta analisis statistik yaitu analisis
regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini adalah kelima variabel independen berpengaruh
signifikan terhadap audit delay secara bersama-sama. Secara parsial Kualitas KAP
dan jenis industri berpengaruh negatif terhadap audit delay, sementara tiga
variabel independen lainnya ROA, DER dan total asset tidak berpengaruh
terhadap audit delay.

Kata kunci: Audit delay, ROA (Return On Asset), DER (Debt to Equity Ratio),
Total asset, Kualitas KAP, Jenis Industri

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The purpose of this research is to know and to analyze the factors that
influence audit delay. There are profitability, solvency, firm size, reputation of
audit firm and industry classification predicted partially or simultaneously
influence toward audit delay in mining and bank’s firm which listed in BEI.
Data that used in this research is financial statement from each company
published through website www.idx.co.id, the population are 56 mining and
bank’s firm. Sampling method that used is purposive sampling and there are 35
companies as a research object for 3 years observation since period 2007 to 2009
then there are 105 analysis units. This research is classified as causal research and
replication of former researches. The independent variables for this research are
ROA, DER, total asset, reputation of audit firm and industry classification. The
dependent variable is audit delay. Analysis method that used in this research is
quantitative method with multiple regressions.
This research concludes that all five of the independent variables have
positive significant influence towards audit delay in simultan, but in partial
reputation of audit firm and industry classification negatively influence towards
audit delay. While other 3 independent variables ROA, DER and firm size are not
influence towards audit delay.

Keywords: Audit delay, ROA (Return On Asset), DER (Debt to Equity
Ratio), Total Asset, reputation of audit firm, industry
classification

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

PERNYATAAN..................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .......................................................................................... ii
ABSTRAK ........................................................................................................... iv
ABSTRACT .......................................................................................................... v
DAFTAR ISI ........................................................................................................ vi
DAFTAR TABEL ............................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... x
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xi

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ............................................................... 1
B.

Batasan Masalah .......................................................................... 6

C.

Perumusan Masalah .................................................................... 7

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian ..................................................... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Laporan Keuangan ....................................................................... 9
B.

Audit dan Standar Pelaporan Audit
1. Pengertian Audit .................................................................. 10
2. Standard Auditing ................................................................ 11

C.

Audit Delay ................................................................................ 13

Universitas Sumatera Utara

D.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay
1. Profitabilitas .................................................................................. 14
2. Solvabilitas ................................................................................... 15
3. Ukuran Perusahaan ....................................................................... 16
4. Kualitas Kantor Akuntan Publik .................................................... 16
5. Jenis Industri ................................................................................. 17
6. Opini Auditor .............................................................................. 18
7. Extraordinary item ....................................................................... 20
8. Tahun Penutupan Buku ................................................................ 21

E. Peneliti Terdahulu ............................................................................... 21
F. Kerangka Konseptual dan Hipotesis
1. Kerangka Konseptual ................................................................... 29
2. Hipotesis Penelitian ...................................................................... 31

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A.

Desain Penelitian ……………………………………………… 32

B.

Populasi dan Sampel Penelitian ………………………………… 29

C.

Jenis dan Sumber Data .............................................................. 35

D. Teknik Pengumpulan Data ........................................................ 35
E.

Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel ......................... 36

F.

Metode dan Teknik Analisis Data .............................................. 40

G. Jadwal Penelitian ....................................................................... 47

Universitas Sumatera Utara

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Data Penelitian ......................................................................... 48
B. Analisis Hasil Penelitian
1. Analisis Statistik Deskriptif ................................................. 49
2. Uji Asumsi Klasik ............................................................... 51
a.

Uji Normalitas .............................................................. 51

b.

Uji Multikolinieritas ..................................................... 54

c.

Uji Autokorelasi ........................................................... 56

d.

Uji Heteroskedastisitas ................................................. 58

3. Analisis Regresi .................................................................. 59
a.

Persamaan Regresi ....................................................... 59

b.

Analisis Koefisien Determinasi .................................... 62

c.

Pengujian Hipotesis Penelitian ..................................... 64

C. Pembahasan Hasil Penelitian ..................................................... 68

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan .............................................................................. 72
B. Saran ....................................................................................... 74

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………76
LAMPIRAN …………………………………………………………………….78

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
Nomor

Judul

Halaman

Tabel 2.1

Penelitian Terdahulu .......................................................... 26

Tabel 3.1

Proses Seleksi Sampel ……………………………………..33

Tabel 3.2

Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel……………38

Tabel 3.3

Jadwal Penelitian …………………………………………. 47

Tabel 4.1

Daftar Sampel Perusahaan ………………………………... 48

Tabel 4.2

Descriptive statistic ............................................................ 50

Tabel 4.3

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ............................. 54

Tabel 4.4

Coefficients ........................................................................ 55

Tabel 4.5

Coefficient Correlations ………………………………….. 56

Tabel 4.6

Pengambilan keputusan Durbin Watson ............................. 57

Tabel 4.7

Hasil Uji Durbin Watson ......................................................57

Tabel 4.8

Analisis Hasil Regresi ........................................................ 59

Tabel 4.9

Hasil Análisis Koefisien Determinasi ................................ 63

Tabel 4.10

Hasil Uji t .......................................................................... 64

Tabel 4.11

Hasil Uji F ......................................................................... 67

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR
Nomor

Judul

Halaman

Gambar 2.1

Kerangka Konseptual Penelitian.................................................. 29

Gambar 4.1

Regression Standardized Residual............................................... 52

Gambar 4.2

Observed Cum Prob .................................................................... 53

Gambar 4.3

Regression Standardized Predicted Value ................................... 59

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran

Judul

Halaman

Lampiran i

Daftar Populasi dan Perusahaan Sampel ………. ...................... 78

Lampiran ii

Data Mentah Variabel Penelitian Tahun 2007-2009 ................... 80

Lampiran iii

Data Variabel-Variabel Penelitian Tahun 2007-2009 ................. 84

Lampiran iv

Descriptive Statistic...................................................................... 90

Lampiran v

Uji Asumsi Klasik ..................................................................... 91

Lampiran vi

Regression Analyze .................................................................... 95

Lampiran vii

Uji t .......................................................................................... 96

Lampiran viii Uji F ......................................................................................... 97

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor
yang mempengaruhi audit delay.
Apakah tingkat profitabilitas, tingkat
solvabilitas, ukuran perusahaan, kualitas KAP, dan jenis industri baik secara
parsial maupun simultan berpengaruh terhadap audit delay pada perusahaan
pertambangan dan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Data yang digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing
perusahaan sampel, yang dipublikasikan melalui website www.idx.co.id,
diperoleh 56 perusahaan pertambangan dan perbankan. Metode pengambilan
sampel yang digunakan adalah dengan metode purposive sampling diperoleh
sampel sebanyak 35 perusahaan sebagai objek penelitian selama tiga tahun mulai
tahun 2007 sampai 2009 sehingga diperoleh 105 unit analisis. Penelitian ini
merupakan jenis penelitian kausal dan bersifat replikasi terhadap penelitian
sebelumnya. Variabel independen dalam penelitian ini adalah ROA, DER, Total
asset, Kualitas KAP, dan Jenis industri. Variabel dependen nya adalah audit
delay. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kuantitatif, dengan pengujian asumsi klasik, serta analisis statistik yaitu analisis
regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini adalah kelima variabel independen berpengaruh
signifikan terhadap audit delay secara bersama-sama. Secara parsial Kualitas KAP
dan jenis industri berpengaruh negatif terhadap audit delay, sementara tiga
variabel independen lainnya ROA, DER dan total asset tidak berpengaruh
terhadap audit delay.

Kata kunci: Audit delay, ROA (Return On Asset), DER (Debt to Equity Ratio),
Total asset, Kualitas KAP, Jenis Industri

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The purpose of this research is to know and to analyze the factors that
influence audit delay. There are profitability, solvency, firm size, reputation of
audit firm and industry classification predicted partially or simultaneously
influence toward audit delay in mining and bank’s firm which listed in BEI.
Data that used in this research is financial statement from each company
published through website www.idx.co.id, the population are 56 mining and
bank’s firm. Sampling method that used is purposive sampling and there are 35
companies as a research object for 3 years observation since period 2007 to 2009
then there are 105 analysis units. This research is classified as causal research and
replication of former researches. The independent variables for this research are
ROA, DER, total asset, reputation of audit firm and industry classification. The
dependent variable is audit delay. Analysis method that used in this research is
quantitative method with multiple regressions.
This research concludes that all five of the independent variables have
positive significant influence towards audit delay in simultan, but in partial
reputation of audit firm and industry classification negatively influence towards
audit delay. While other 3 independent variables ROA, DER and firm size are not
influence towards audit delay.

Keywords: Audit delay, ROA (Return On Asset), DER (Debt to Equity
Ratio), Total Asset, reputation of audit firm, industry
classification

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah
Laporan Keuangan merupakan media komunikasi antara manajemen (intern

perusahaan) dengan pihak luar perusahaan. Laporan keuangan dirancang untuk
memberikan informasi-informasi dan pengukuran ekonomi mengenai sumber daya
dan kinerja yang dimiliki suatu perusahaan pada pihak ketiga yaitu investor dan
kreditor serta pihak manajemen untuk evaluasi kinerja guna pengambilan
kebijakan manajemen yang akan datang. Sekarang laporan keuangan merupakan
salah satu instrumen penting dalam mendukung keberlangsungan suatu
perusahaan, utamanya perusahaan yang telah go public.
Perkembangan pasar modal di Indonesia berdampak peningkatan permintaan
akan audit laporan keuangan. Setiap perusahaan yang go public diwajibkan untuk
menyampaikan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan dan telah diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Badan Pengawas
Pasar Modal. Perkembangan ini mengakibatkan permintaan akan audit laporan
keuangan yang semakin meningkat. Hasil audit atas perusahaan publik mempunyai
konsekuensi dan tanggung jawab yang besar. Adanya tanggung jawab yang besar
ini memacu auditor untuk bekerja secara lebih profesional. Standar Profesional
Akuntan Publik (SPAP) dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI, 2001) khususnya
tentang standar pekerjaan lapangan mengatur tentang prosedur dalam penyelesaian
pekerjaan lapangan seperti perlu adanya perencanaan atas aktivitas yang akan

Universitas Sumatera Utara

dilakukan, pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern dan
pengumpulan bukti-bukti kompeten yang diperoleh melalui inspeksi, pengamatan,
pengajuan pertanyaan dan konfirmasi sebagai dasar untuk menyatakan pendapat
atas laporan keuangan. Pemenuhan standar audit oleh auditor dapat berdampak
pada lamanya penyelesaian laporan audit, tetapi juga berdampak pada peningkatan
kualitas hasil auditnya. Kondisi ini dapat menimbulkan suatu dilema bagi auditor.
Yaitu antara menyediakan informasi tepat waktu, seringkali perlu melaporkan
sebelum seluruh aspek transaksi atau peristiwa lainnya diketahui, sehingga
mengurangi keandalan informasi. Atau sebaliknya, pelaporan ditunda sampai
seluruh aspek diketahui informasi yang dihasilkan mungkin sangat andal tetapi
kurang bermanfaat bagi pengambilan keputusan. Dalam usaha mencapai
keseimbangan antara relevan dan keandalan kebutuhan pengambilan keputusan
merupakan pertimbangan yang menentukan dan merupakan pertimbangan costbenefit (IAI, 2002).
Informasi diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dapat bermanfaat
bila disajikan secara akurat dan tepat pada saat dibutuhkan oleh pemakai laporan
keuangan, namun informasi tidak lagi bermanfaat bila tidak disajikan secara akurat
dan tepat waktu. Nilai dari ketepatan waktu pelaporan keuangan merupakan faktor
yang penting bagi kemanfaatan laporan keuangan tersebut (Givoly dan Palmon
(1982) dalam Aryati (2005)). Berdasarkan Kerangka Dasar Penyusunan dan
Penyajian Laporan Keuangan Standar Akuntansi Keuangan, laporan keuangan
harus memenuhi empat karakteristik kualitatif yang merupakan ciri khas yang
membuat informasi laporan keuangan berguna bagi para pemakainya. Keempat

Universitas Sumatera Utara

karakteristik

tersebut

yaitu

dapat

dipahami,

relevan,

andal,

dan dapat

diperbandingkan. Untuk mendapatkan informasi yang relevan tersebut, terdapat
beberapa kendala, salah satunya adalah kendala ketepatan waktu. Hal inilah yang
menimbulkan adanya keterlambatan penerbitan hasil audit atau yang disebut audit
delay.
Berangkat dari paparan di atas, penelitian ini bermaksud mengkaji lebih jauh
mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay. Faktor-faktor tersebut
merupakan hal yang turut pula mempengaruhi ketepatan pelaporan keuangan.
Audit Delay adalah lamanya waktu penyelesaian audit yang diukur dari tanggal
penutupan tahun buku hingga tanggal diselesaikan laporan auditor independen
(Ashton et al, 1987 ). Pada tahun 1996, BAPEPAM mengeluarkan lampiran
keputusan Ketua BAPEPAM Nomer Keputusan 80/PM/ 1996, yang mewajibkan
bagi setiap emiten dan perusahaan publik untuk menyampaikan laporan keuangan
tahunan perusahaan dan laporan auditor independennya kepada BAPEPAM
selambat-lambatnya 120 hari setelah tanggal laporan tahunan perusahaan. Namun
sejak tanggal 30 September 2003, BAPEPAM semakin memperketat peraturan
dengan dikeluarkannya lampiran surat Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor : Kep36/PM/2003 yang menyatakan bahwa laporan keuangan disertai dengan laporan
akuntan dengan pendapat yang lazim harus disampaikan kepada BAPEPAM
selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga (90 hari) setelah tanggal laporan
keuangan tahunan.
Berdasar pada beberapa pengkajian yang pernah dilakukan, penelitian kali ini
bermaksud menguji berbagai fenomena menarik terkait faktor-faktor yang

Universitas Sumatera Utara

berpengaruh pada audit delay, tingkat profitabilitas misalnya diperkirakan
berpengaruh adalah perusahaan yang mengumumkan rugi, dengan kata lain
memiliki tingkat profitabilitas rendah. Perusahaan yang mengalami kerugian
kemungkinan akan meminta auditornya agar menjadwalkan waktu audit lebih lama
dari biasanya (Carslaw dan Kaplan, 1991). Hal ini sejalan juga dengan penelitian
Kartika (2009), dan Lestari yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh
negatif signifikan terhadap audit delay. Sementara peneliti lain Rachmawati
(2008), Luciana dan Lucas (2006), Ahmad dan Kamarrudin (2000) menyebutkan
sebaliknya bahwa profitabilitas yang dinyatakan dalam ROA tidak berpengaruh
terhadap audit delay.
Faktor yang akan diuji kembali ialah pengaruh solvabilitas (total hutang
terhadap ekuitas) terhadap audit delay. Secara teori tingginya resiko ini
menunjukkan adanya kemungkinan bahwa perusahaan tersebut tidak bisa melunasi
kewajiban atau hutangnya baik berupa pokok maupun bunga. Resiko perusahaan
yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan mengalami kesulitan keuangan.
Pihak manajemen cenderung menunda penyampaian laporan keuangan berisi berita
buruk. Teori ini didukung oleh penelitian Lestari (2010) yang menyatakan
solvabilitas berpengaruh terhadap audit delay. Namun penelitian Kartika (2009),
Rachmawati (2008), Luciana dan Lucas (2006) menyatakan solvabilitas tidak
berpengaruh.
Faktor lain yang diperkirakan berpengaruh yang diuji dalam penelitian ini
adalah ukuran perusahaan (Total aktiva), Kualitas auditor dan Jenis industri. Faktor
tersebut juga pernah diuji sebelumnya dalam penelitian terdahulu dan tetap

Universitas Sumatera Utara

menunjukkan ketidakkonsistenan. Seperti ukuran perusahaan yang disimpulkan
berpengaruh dalam penelitan Carslaw dan Kaplan (1991) dan Luciana dan Lucas
(2006), namun penelitian Ahmad dan Kamaruddin (2000) dan Kartika (2009)
menyatakan sebaliknya. penelitian penulis merupakan replikasi dari penelitianpenelitian terdahulu, perbedaannya penulis hanya mengkaji pada perusahaan
pertambangan dan perbankan (tidak mengkaji seluruh perusahaan seperti pada
penelitian terdahulu) perusahaan ini dipilih penulis karena merupakan perusahaan
yang berkembang dewasa ini, perusahaan pertambangan telat meningkat menjadi
most active stock dan perusahaan perbankan masih merupakan most leading
company, disamping teori bahwa perusahaan sector pertambangan memiliki
banyak asset yang tidak diukur secara moneter yang mengakibatkan lamanya
penerbitan audit, apakah perusahaan pertambangan dan perbankan yang telah
berkembang sebagai most leading company tersebut sesuai atau tidak sesuai
dengan

teori

dalam

penerbitan

laporan

keuangan

auditannya.

Penelitian penulis menyertakan beberapa variable yang telah diuji pada tahuntahun lama, namun belum diuji pada tahun-tahun baru ini. Penulis ingin melihat
apakah variable yang disimpulkan berpengaruh/tidak berpengaruh pada tahuntahun yang lama itu masih sama pada tahun-tahun yang baru-baru ini.
Berdasarkan uraian sebelumnya penulis tertarik untuk melakukan penelitian
yang akan dilaporkan dalam skripsi dengan judul “Analisis Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan Pertambangan dan Perbankan
yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007-2009”.

Universitas Sumatera Utara

B.

Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dibahas sebelumnya maka peneliti

membatasi beberapa variabel independen dan objek penelitian sebagai berikut:
1.

Tingkat profitabilitas akan digunakan rasio Return On Asset (ROA). Rasio
ini merupakan rasio umum yang digunakan karena mampu menunjukkan
kemampuan dari modal yang diinvestasikan dari keseluruhan aktiva untuk
menghasilkan keuntungan.
2. Tingkat solvabilitas akan digunakan rasio Debt to Equity Ratio (DER).
Rasio ini mencerminkan tingginya resiko keuangan perusahaan yang
meningkatkan kecenderungan kerugian dan meningkatkan kehati-hatian
auditor dalam mengaudit laporan keuangan.
3. Ukuran perusahaan yang digunakan untuk mengukurnya adalah proksi Total
Asset. Total asset mencerminkan kekuatan internal control dan kemampuan
perusahaan untuk membuat auditor menyelesaikan auditnya tepat waktu.
4. Kualitas auditor yaitu reputasi akuntan publik yang akan digunakan adalah
variabel dummy yakni pemberian nilai 1 (satu) pada KAP yang termasuk
kategori Big Four dan 0 (nol) pada KAP yang tidak termasuk kategori Big
Four.
5. Jenis industri yaitu diklasifikasikan dalam sektor keuangan (financial) dan
non-keuangan (non-financial). Digunakan variabel dummy, yakni pemberian
nilai 1 (satu) pada sektor keuangan dan nilai 0 (nol) pada sektor nonkeuangan.

Universitas Sumatera Utara

6. Objek penelitian adalah perusahaan publik sektor pertambangan dan
perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 20072009.

C.

Perumusan Masalah
Perumusan masalah dalam penelitian ini berdasarkan latar belakang dan

pemfokusan batasan masalah adalah sebagai berikut:
1. apakah tingkat profitabilitas (ROA) berpengaruh terhadap audit delay?
2. apakah tingkat solvabilitas (DER) berpengaruh terhadap audit delay ?
3. apakah ukuran perusahaan (Total Asset) berpengaruh terhadap audit delay?
4. apakah kualitas auditor berpengaruh terhadap audit delay ?
5. apakah jenis industri berpengaruh terhadap audit delay ?
6. apakah tingkat profitabilitas (ROA), solvabilitas (DER), ukuran perusahaan
(Total Asset), kualitas auditor , jenis industri berpengaruh terhadap audit
delay ?

D.

Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.

Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah:

a. untuk mengetahui pengaruh tingkat profitabilitas (ROA) terhadap audit
delay.
b. untuk mengetahui pengaruh tingkat solvabilitas (DER) terhadap audit
delay.

Universitas Sumatera Utara

c. untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan (Total Asset) terhadap
audit delay.
d. untuk mengetahui pengaruh kualitas auditor terhadap audit delay.
e. untuk mengetahui pengaruh jenis industri terhadap audit delay.
f. untuk mengetahui pengaruh tingkat profitabilitas (ROA), tingkat
solvabilitas (DER), ukuran perusahaan (total asset), kualitas auditor, jenis
industri terhadap audit delay
2. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak,
diantaranya:
a. Bagi peneliti, untuk menambah wawasan dan pengetahuan khususnya
mengenai bidang penelitian yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi audit
delay.
b. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi
bahan referensi dalam melakukan penelitian sejenis serta menambah
pengetahuan dan deskripsi mengenai bukti empiris mengenai faktor-faktor
yang mempengaruhi audit delay.
c. Bagi praktisi manajemen, perusahaan publik, analis keuangan dan investor
hasil penelitian ini memberikan deskripsi tentang faktor-faktor yang
mempengaruhi audit delay pada perusahaan pertambangan dan keuangan
dalam kurun waktu tertentu.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan pertanggungjawaban pengelolaan perusahaan
oleh manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Perkembangan
perusahaan go public

di Indonesia menjadikan laporan keuangan sebagai

kebutuhan utama setiap perusahaan. Semakin berkembangnya pasar modal
menyebabkan semakin besarnya kebutuhan akan transparansi. Di dalam dunia
akuntansi, transparansi dapat dimaksudkan dengan seberapa jauh pembaca laporan
keuangan atau pihak-pihak lain yang mempunyai kepentingan terhadap laporan
keuangan suatu perusahaan untuk mengetahui dan menggali kandungan informasi
yang terdapat dalam laporan keuangan. Pada umumnya laporan keuangan terdiri
atas lima, yaitu laporan laba rugi, neraca, laporan perubahan ekuitas, laporan arus
kas daan catatan atas laporan keuangan. Tujuan laporan keuangan adalah
menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta
perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar
pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi (IAI, 2002).
Karakteristik kualitas laporan keuangan sebagaimana yang dinyatakan dalam
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.1 (IAI, 2002) adalah:
1.

Dapat dipahami
Kualitas penting informasi dalam laporan keuangan adalah kemudahannya
untuk segera dipahami oleh pemakai. Guna mencapai maksud ini,
diasumsikan pemakai memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas
ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi
dengan ketekunan yang wajar.

Universitas Sumatera Utara

2.

3.

4.

Relevan
Informasi disebut relevan ketika dapat mempengaruhi keputusan ekonomi
pemakai. Agar relevan, informasi harus dapat digunakan untuk mengevaluasi
masa lalu, masa sekarang, dan masa mendatang (predictive value),
menegaskan atau memperbaiki harapan yang dibuat sebelumnya (feedback
value), juga harus tersedia tepat waktu bagi pengambil keputusan sebelum
mereka kehilangan kesempatan atau untuk mempengaruhi keputusan yang
diambil (timeliness).
Keandalan
Informasi disebut andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan,
kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang
tulus dan jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau
yang dapat disajikan secara wajar.
Dapat dibandingkan
Identifikasi kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan laporan
keuangan perusahaan antar periode hendaknya dapat diperbandingkan oleh
pemakai. Dengan demikian pemakai dapat memperoleh informasi tentang
kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
dan perubahan kebijakan serta pengaruh perubahan tersebut. Ketaatan pada
standar akuntansi keuangan, termasuk pengungkapan kebijakan akuntansi
yang digunakan oleh perusahaan, membantu pencapaian karakteristik ini.

B. Audit dan Standar Pelaporan audit
1.

Pengertian Audit
Auditing menurut Arens, dkk (2008) didefinisikan sebagai “pengumpulan

serta pengevaluasian bukti-bukti atas informasi untuk menentukan dan
melaporkan tingkat kesesuaian informasi tersebut dengan kriteria-kriteria yang
telah ditetapkan”.
Sedangkan menurut Boynton, Johnson, dan Kell (2003) definisi audit sebagai
berikut:
Suatu proses yang sistematis untuk memperoleh serta mengevaluasi bukti
secara objektif mengenai asersi-asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi,
dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut
dengan criteria yang telah ditetapkan sebelumnya serta penyampaian hasilhasilnya terhadap pihak yang berkepentingan.

Universitas Sumatera Utara

Auditing merupakan suatu tindakan yang membandingkan antara fakta atau
keadaan yang sebenarnya (condition) dengan keadaan yang seharusnya (criteria).
Pada dasarnya tujuan audit bukanlah untuk memberikan informasi tambahan,
namun dimaksudkan untuk menilai apakah pelaksanaan yang dilakukan telah
sesuai dengan apa yang telah ditetapkan sehingga memungkinkan pemakai
laporan keuangan lebih bergantung pada informasi yang disusun oleh pihak lain.
Tujuan umum audit atas laporan keuangan adalah untuk memberikan
pernyataan pendapat apakah laporan keuangan yang diperiksa menyajikan secara
wajar, dalam segala hal yang bersifat materil, sesuai dengan prinsip akuntansi
yang lazim.

2.

Standar Auditing
Standar auditing merupakan ukuran pelaksanaan tindakan yang menjadi

pedoman umum bagi auditor dalam melaksanakan audit (Mulyadi, 2002). IAI
(2001) telah menetapkan standar auditing sebagai berikut:
a.

b.

Standar Umum,
• Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki
keahlian dan pelatihan teknis cukup sebagai auditor.
• Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi
dalam sikap mental harus diperhatikan oleh auditor.
• Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib
menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.
Standar Pekerjaan Lapangan
• Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan
asisten harus disupervisi dengan semestinya.

Universitas Sumatera Utara



c.

Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk
merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian
yang akan dilakukan.
• Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi,
pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar
memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang
diaudit.
Standar Pelaporan
• Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah
disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia.
• Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada,
ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan
laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan
prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.
• Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang
memadai kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.
• Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai
laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa
pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara
keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan.
Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka
laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat
pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat tanggungjawab
yang dipikul oleh auditor.

Dalam prakteknya, pelaksanaan audit yang makin sesuai dengan standar
akan membutuhkan waktu makin lama. Demikian pula sebaliknya, waktu yang
diperlukan akan makin pendek ketika pelaksanaan audit makin tidak sesuai
dengan standar. Pertimbangan bahwa laporan keuangan harus disampaikan tepat
waktu mengakibatkan auditor cenderung mengambil pilihan mengabaikan standar,
sementara di sisi lain adanya tuntutan relevansi informasi mengharuskan auditor
untuk melaksanakan audit sesuai standar.

Universitas Sumatera Utara

C. Audit Delay
Pelaporan keuangan akan lebih bermanfaat bila disampaikan secara tepat
waktu. Informasi nya akan relevan bagi pemakai bila tersedia tepat waktu sebelum
pemakai kehilangan kesempatan atau kemampuan untuk pengambilan keputusan.
Audit delay didefinisikan sebagai lamanya waktu penyelesaian audit yang diukur
dari tanggal penutupan tahun buku hingga tanggal diterbitkannya laporan audit
(Ashton, 1987).
Berdasarkan kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan
paragraph 24 (IAI, 2002) laporan keuangan harus memenuhi empat karakteristik
kualitatif yang merupakan ciri khas dalam membuat informasi laporan keuangan
berguna bagi para pengguna. Empat karakteristik itu adalah dapat dipahami,
relevan, keandalan dan dapat dibandingkan. Tepat waktu merupakan salah satu
kendala informasi yang relevan dan andal.
Dalam melaksanakan audit, auditor biasanya melakukan suatu perencanaan
dengan membuat anggaran waktu (time budget) yang menetapkan pedoman
mengenai jumlah waktu masing-masing kegiatan audit. Anggaran tersebut
merupakan suatu pedoman, namun tidak absolut. Apabila auditor menyimpang
dari program audit akibat suatu kondisi, auditor juga mungkin terpaksa
menyimpang dari anggaran waktu. Terdapat tekanan bagi auditor dalam hal ini,
antara memenuhi anggaran waktu untuk menunjukkan efisiensi dan evaluasi
kinerjanya

atau

tetap

pada

profesionalitasnya

sesuai

dengan

Standard

Pemerikasaan Akuntan Publik (SPAP) yang menyatakan bahwa audit harus
dilaksanakan dengan penuh kecermatan dan ketelitian serta alat-alat pengumpulan

Universitas Sumatera Utara

bukti yang cukup memadai. Bila tidak sesuai dengan tujuan pokok audit, maka
informasi yang disampaikan juga tidak baik dan dapat merugikan. Proses audit
sangat memerlukan waktu sehingga berakibat kepada audit delay yang nantinya
berpengaruh pada ketidaktepatan waktu pelaporan keuangan.

D. Faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay
1. Profitabilitas
Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan
pada tingkat penjualan, asset dan modal saham tertentu. Profitabilitas
menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba yang merupakan
informasi penting bagi investor. Semakin besar rasio profitabilitas, semakin baik
perusahaan dalam menghasilkan laba.

Perusahaan yang mengalami laba,

cenderung menyerahkan laporan keuangannya tepat waktu, lebih cepat daripada
yang tingkat profitabilitasnya rendah.
Indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat profitabilitas suatu
perusahaan dalam penelitian ini adalah return on asset (ROA), rasio yang
mengukur efektivitas pemakaian total sumber daya alam oleh perusahaan. Alasan
pemilihan ROA yaitu (Lestari, 2010):
a. Sifatnya yang menyeluruh, dapat digunakan untuk mengukur efisiensi
penggunaan modal, efisiensi produk, dan efisiensi penjualan.
b. Apabila perusahaan mempunyai data industri, ROA dapat digunakan
untuk mengukur rasio industri sehingga dapat dibandingkan dengan
perusahaan lain.
c. ROA dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas masing-masing
produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
d. ROA dapat digunakan untuk mengukur efisiensi kinerja masingmasing
divisi.
e. ROA dapat digunakan sebagai fungsi kontrol dan fungsi perencanaan.

Universitas Sumatera Utara

Return On Asset (ROA) dapat dirumuskan sebagai berikut:

2. Solvabilitas
Rasio solvabilitas disebut juga dengan rasio leverage. Solvabilitas perusahaan
dapat dihitung melalui beberapa rasio seperti debt to total asset, debt to equity
ratio, debt to total capitalization ratio. Dalam penelitian ini hanya berfokus pada
debt to equity ratio yang dirumuskan:

Debt to equity ratio menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar
hutang dengan equity yang dimilikinya. Rasio ini menunjukkan resiko suatu
perusahaan sehingga berdampak pada ketidakpastian harga saham. Untuk
keamanan pihak luar, rasio terbaik jika jumlah modal lebih besar dari jumlah
utang atau minimal sama (Harahap, 2008).
Tingginya resiko ini menunjukkan adanya kemungkinan bahwa perusahaan
tersebut tidak bisa melunasi kewajiban atau hutangnya baik berupa pokok maupun
bunga. Resiko perusahaan yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan
mengalami kesulitan keuangan. Kesulitan keuangan merupakan berita buruk yang
akan mempengaruhi kondisi perusahaan di mata masyarakat. Pihak manajemen
cenderung menunda penyampaian laporan keuangan berisi berita buruk. (Ukago,
2005 dalam Lestari, 2010).

Universitas Sumatera Utara

3.

Ukuran Perusahaan
Ukuran perusahaan biasanya diukur melalui total nilai aktiva atau Total

Asset. Total nilai aktiva terdiri dari jumlah current asset, fixed asset, intangible
asset dan investment. McHugh (1975) dalam Ahmad et al (2003) berargumen
bahwa manajemen perusahaan dengan sumber daya (asset) yang besar memiliki
insentif yang lebih besar untuk mengurangi audit delay dan mempercepat
pelaporan keuangan ke publik karena adanya pengawasan dari investor, regulator
dan masyarakat. Perusahaan besar lebih memiliki internal control yang kuat yang
dapat mengurangi kesalahan dalam laporan keuangan dan dapat diandalkan serta
dipercaya oleh auditor, sehingga tidak memerlukan pemeriksaan intensif (carslaw,
1991).
4.

Kualitas Kantor Akuntan Publik dan Auditor
Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah suatu bentuk organisasi akuntan

publik yang memperoleh izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berusaha dibidang pemberian jasa professional dalam praktek akuntan publik
(rachmawati , 2008).
Kualitas auditor dapat diketahui dari besarnya perusahaan audit yang
melaksanakan pengauditan laporan keuangan tahunan, bersandar pada apakah
Kantor Akuntan Publik (KAP) berafiliasi dengan the big four atau tidak. Carslaw
dan Kaplan (1991) menyebutkan tidak adanya hubungan positif yang signifikan
antara audit delay dan kualitas auditor, sementara Gilling (1977) dalam Hossain
dan Taylor (1998) menunjukkan adanya korelasi positif antara kedua hal tersebut.
Adapun kategori the big four di Indonesia yaitu:

Universitas Sumatera Utara

a. KAP Price Waterhouse Coopers (PWC), bekerjasama dengan KAP Drs.
Hadi Sutanto & Rekan, Haryanto Sahari & Rekan.
b. KAP Klynveld Peat Marwick Goerdeler (KPMG), bekerjasama dengan
KAP Sidharta-Sidharta & Widjaja.
c. KAP Ernest & Young (E & Y), bekerjasama dengan KAP Purwantono,
Sarwoko, & Sanjadja.
d. KAP Deloitte Touche Thomatsu (Deloitte), bekerjasama dengan KAP
Hans Tuanakotta & Mustofa, Osman Ramli Satrio &Rekan.
5. Jenis Industri
Jenis industri diklasifikasikan menjadi sektor keuangan dan non-keuangan.
Menurut penelitian sebelumnya Ashton et.al (1987) dan Carslaw (1991)
berpendapat perusahaan sektor keuangan memilki audit delay yang lebih pendek
atau berpengaruh negatif terhadap audit delay. Penelitian yang dilakukan oleh
Ashton, Willingham dan Elliot (1987) mengklasifikasikan jenis industri menjadi
dua kelompok yaitu perusahaan manufaktur, dagang, perusahaan minyak dan gas
sebagai sub sampel industri. Sedangkan bank komersial, simpan pinjam, bank
penyimpanan dan perusahaan asuransi sebagai sub sampel perusahaan finansial.
Hasil dan penelitiannya menunjukkan bahwa perusahaan industri mengalami audit
delay yang lebih panjang dibandingkan perusahaan finansial.
Penelitian yang dilakukan Carslaw dan Kaplan (1991) dengan sampel 245
perusahaan ditahun 1987 dan 206 perusahaan ditahun 1988 mengklasifikasikan
yang ada di New Zelland Stock Exchange menjadi dua kelompok: industri finasial
dengan industri lain selain industri finansial dimana klasifikasi ini dilakukan sama

Universitas Sumatera Utara

dengan penelitian Ashton (1987). Hasil yang diperoleh adalah pada tahun 198
perusahaan finansial mengalami audit delay yang lebih singkat. Sedangkan
ditahun 1987 tidak tercapai tingkat signifikan yang seharusnya.
Penelitian yang dilakukan oleh Halim (2000) dengan jumlah sampel 177
emiten tahun 1993, 1995, dan 1997 mengklasifikasikan perusahaan publik yang
terdaftar di Bursa Efek Jakarta menjadi dua sub sampel industri dan finansial.
Hasil yang diperoleh adalah rata-rata audit delay antara perusahaan finansial dan
non finansial tidak berbeda jauh. (Rachmawati, 2008)
Audit delay diharapkan untuk lebih singkat pada perusahaan finansial karena
perusahaan dengan jenis tersebut mempunyai sedikit persediaan atau bahkan tidak
sama sekali sehingga waktu audit yang dibutuhkan tidak lama. Selain itu
kebanyakan asset yang dimiliki berbentuk nilai moneter sehingga lebih mudah
diukur dibandingkan dengan perusahaan non finansial, kebanyakan asset yang
dimiliki berbentuk fisik seperti persediaan, aktiva tetap, dan aktiva tidak
berwujud.
6. Opini Auditor
Opini atau pendapat audit merupakan kesimpulan auditor berdasarkan hasil
audit. Auditor menyatakan pendapatnya berpijak pada audit yang dilaksanakan
berdasarkan standar auditing dan atas temuan-temuannya. Standar auditing antara
lain memuat empat standar pelaporan. Dalam hal pemberian opini, Standar
Pelaporan keempat dalam SPAP (IAI 2001) memaparkan:
Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan
keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian
tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan,
maka alasannya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan

Universitas Sumatera Utara

laporan keuangan, maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas
mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat
tanggung jawab yang dipikul oleh auditor.

Menurut IAI dalam Standar Profesional Akuntan Publik (PSA 29 SA Seksi
508), lima jenis pendapat akuntan yaitu:
a.

b.

c.

d.

Pendapat wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion).
Pendapat wajar tanpa pengecualian menyatakan bahwa laporan keuangan
menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi
keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berterima umum di Indonesia (IAI, 2001). Kesesuaian
dengan prinsip akuntansi berterima umum ini dipaparkan lebih lanjut oleh
Arens dkk (2008), jika memenuhi kondisi berikut:
• Prinsip akuntansi berterima umum digunakan untuk menyusun
laporan keuangan.
• Perubahan penerapan prinsip akuntansi berterima umum dari periode
ke periode telah cukup dijelaskan.
• Informasi dalam catatan-catatan yang mendukungnya telah
digambarkan dan dijelaskan dengan cukup dalam laporan keuangan,
sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum.
Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan
(Unqualified Opinion with Explanatory Language).
IAI (2001) memuat penjelasan, bahwa keadaan tertentu mungkin
mengharuskan auditor untuk menambahkan suatu paragraf penjelasan
(atau bahasa penjelasan yang lain) dalam laporan auditnya.
Pendapat wajar dengan pengecualian (Qualified Opinion)
Jika auditor menjumpai kondisi-kondisi berikut, ia akan memberikan
pendapat wajar dengan pengecualian dalam laporan audit:
• Lingkup audit dibatasi oleh klien.
• Auditor tidak dapat melaksanakan prosedur audit penting atau tidak
dapat memperoleh informasi penting karena kondisi-kondisi yang
berada di luar jangkauan kekuasaan klien maupun auditor.
• Laporan keuangan tidak disusun sesuai dengan prinsip akuntansi
berterima umum.
• Prinsip akuntansi berterima umum yang digunakan dalam penyususnan
laporan keuangan tidak diterapkan secara konsisten.
Dengan demikian pendapat wajar dengan pengecualian ini menyatakan
bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas sesuai dengan
prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia, kecuali untuk dampak
hal-hal yang berhubungan dengan yang dikecualikan.
Pendapat tidak wajar (Adverse Opinion)

Universitas Sumatera Utara

e.

Pendapat tidak wajar dimaknai laporan keuangan tidak menyajikan secara
wajar posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Keterangan
lebih lanjut dideskripsikan oleh Mulyadi (2000) bahwasanya laporan
keuangan yang diberi pendapat tidak wajar oleh auditor memuat
informasi yang sama sekali tidak dapat dipercaya, sehingga tidak dapat
dipakai oleh pemakai informasi keuangan untuk pengambilan keputusan.
Pernyataan tidak memberikan pendapat (Disclaimer of Opinion),
Auditor tidak melaksanakan audit yang berlingkup memadai untuk
memungkinkan auditor memberikan pendapat atas laporan keuangan.

Pernyataan Carslaw dan Kaplan (1991) menyatakan bahwa terdapat
hubungan positif antara opini auditor dengan audit delay. Perusahaan yang tidak
menerima jenis pendapat akuntan wajar tanpa pengecualian akan menunjukkan
audit delay lebih panjang dibanding perusahaan yang menerima opini wajar tanpa
pengecualian. Hal ini terjadi karena proses pemberian pendapat selain wajar tanpa
pengecualian melibatkan negosiasi dengan klien, konsultasi dengan partner audit
yang lebih senior atau staf teknis lainnya dan perluasan lingkup audit. Selain itu,
perusahaan yang menerima opini selain wajar tanpa pengecualian dianggap
sebagai bad news sehingga penyampaian laporan keuangan akan diperlambat.
7. Extraordinary Item
Beberapa penelitian sebelumnya memasukkan extraordinary item sebagai
faktor yang mempengaruhi audit delay (Ashton, 1989 ; Carslaw, 1991 ; Bamber,
1993). Carslaw (1991) menemukan bahwa extraordinary item secara positif
berpengaruh terhadap audit delay.
Item – item luar biasa adalah kejadian material yang jarang terjadi dan tidak
berasal dari kegiatan operasi normal perusahaan (Kieso, 2002). Item – item luar
biasa memiliki dua kategori yang harus dipenuhi yaitu :

Universitas Sumatera Utara

a. Bersifat tidak biasa, artinya memiliki tingkat abnormalitas yang tinggi dan
tidak berhubungan dengan aktivitas operasi normal perusahaan, dengan
memperhitungkan kondisi lingkungan.
b. Jarang terjadi, artinya diharapkan tidak akan terjadi kembali di masa yang
a

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan Pertambangan dan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007-2009