Pengaruh Alokasi Dana Kelurahan terhadap Perkembangan Kelurahan di Kecamatan Lubuk Pakam (Studi Kasus tentang Persepsi Masyarakat Kelurahan Paluh Kemiri)”

PENGARUH ALOKASI DANA KELURAHAN TERHADAP PERKEMBANGAN KELURAHAN DI KECAMATAN LUBUK PAKAM (STUDI KASUS TENTANG PERSEPSI MASYARAKAT KELURAHAN PALUH KEMIRI)
TESIS
Oleh MUHAMMAD IDRIS RITONGA
097003010/PWD
EK O LA
CASARJA
SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

S NA

H PAS

PENGARUH ALOKASI DANA KELURAHAN TERHADAP PERKEMBANGAN KELURAHAN DI KECAMATAN LUBUK PAKAM (STUDI KASUS TENTANG PERSEPSI MASYARAKAT KELURAHAN PALUH KEMIRI)
TESIS
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains dalam Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara
Oleh MUHAMMAD IDRIS RITONGA
097003010/PWD
SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis
Nama Mahasiswa Nomor Pokok Program Studi

: PENGARUH ALOKASI DANA KELURAHAN TERHADAP PERKEMBANGAN KELURAHAN DI KECAMATAN LUBUK PAKAM (STUDI KASUS TENTANG PERSEPSI MASYARAKAT KELURAHAN PALUH KEMIRI)
: Muhammad Idris Ritonga : 097003010 : Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan

Menyetujui Komisi Pembimbing

(Prof. Bachtiar Hasan Miraza, SE) Ketua

(Wahyu Ario Pratomo, SE. M. Ec) Anggota

(Drs. Rujiman, MA) Anggota

Ketua Program Studi

Direktur

(Prof. Dr. lic.rer.reg. Sirojuzilam, SE) (Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE)

Tanggal lulus:

Universitas Sumatera Utara

Telah diuji pada Tanggal :

PANITIA PENGUJI TESIS

Ketua

: Prof. Bachtiar Hassan Miraza, SE

Anggota : 1. Wahyu Ario Pratomo, SE, M.Ec

2. Drs. Rujiman, MA

3. Prof. Erlina, M.Si, Ph.D, Ak

4. Dr. Drs. H.B. Tarmizi, SU

Universitas Sumatera Utara

PENGARUH ALOKASI DANA KELURAHAN TERHADAP PERKEMBANGAN KELURAHAN DI KECAMATAN LUBUK PAKAM (STUDI KASUS TENTANG
PERSEPSI MASYARAKAT KELURAHAN PALUH KEMIRI)
ABSTRAK
Muhammad Idris Ritonga, Pengaruh Alokasi Dana Kelurahan terhadap Perkembangan Kelurahan di Kecamatan Lubuk Pakam (Studi Kasus tentang Persepsi Masyarakat Kelurahan Paluh Kemiri) di bawah bimbingan Bapak Prof. Bachtiar Hasan Miraza, Wahyu Ario Pratomo, SE. M.Ec dan Bapak Drs. Rujiman, MA.
Sejak tahun 2004 Kabupaten Deli Serdang telah menjalankan Alokasi dana kelurahan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Deli Serdang dimaksudkan untuk membiayai program Pemerintah Kelurahan dalam melaksanakan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Populasi penelitian ini meliputi seluruh masyarakat Kelurahan Paluh Kemiri yaitu sebanyak 2.983 orang dengan 793 kepala keluarga. Besar sampel yang diambil sebanyak 93 responden. Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk menganalisis persepsi pimpinan kelurahan dan masyarakat Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam terhadap manfaat Alokasi Dana Kelurahan, 2). Untuk mengetahui peran Alokasi Dana Kelurahan dalam pembiayaan pengeluaran di Kecamatan Lubuk Pakam, 3). Untuk menganalisis bagaimana kondisi kelurahan dan masyarakat di Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam setelah dilaksanakan Alokasi Dana Kelurahan.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa manfaat alokasi dana kelurahan bagi kegiatan operasional LKMD/PPMK, peningkatan pendidikan dan peningkatan kesehatan serta pembangunan infrastruktur kelurahan dan perekonomian masyarakat ialah bermanfaat di dalam pengembangan kelurahan baik bagi masyarakat kelurahan dan pimpinan kelurahan, akan tetapi bagi kegiatan bantuan operasional TP. PKK terdapat perbedaan manfaat. Pembiayaan pengeluaran kelurahan melalui alokasi dana kelurahan yaitu untuk penghasilan tetap Kepala Lingkungan, biaya operasional Pemerintah Kelurahan, bantuan operasional LKMD/LPMK, bantuan operasional TP. PKK, peningkatan pendidikan, peningkatan derajat kesehatan dan terkhir untuk pembangunan infrastruktur kelurahan dan perekonomian masyarakat. Kondisi kelurahan setelah adanya Alokasi Dana Kelurahan di Kelurahan Paluh Kemiri berdasarkan rata-rata skor nilai jawaban responden adalah berada pada kriteria baik, sedangkan untuk rata-rata skor nilai jawaban responden terhadap kondisi masyarakat kelurahan setelah adanya Alokasi Dana Kelurahan di Kelurahan Paluh Kemiri adalah berada pada kriteria cukup baik. Jumlah alokasi dana kelurahan di Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam setiap tahunnya tetap (stagna) sejak dijalankannya alokasi dana kelurahan ini, kepada Pemerintah Kabupaten diharapkan untuk meningkatkan jumlah alokasi dana kelurahan mengingat jumlah dan kepadatan penduduk yang semakin bertambah setiap tahunnya.
Kata Kunci : APBD, Alokasi Dana Kelurahan, Manfaat Alokasi Dana Kelurahan, Kondisi Kelurahan.
Universitas Sumatera Utara

THE INFLUENCE OF URBAN VILLAGE FUND ALLOCATION TO THE DEVELOPMENT OF URBAN VILLAGE AT SUB-DISTRICT OF LUBUK
PAKAM (CASE STUDY ON THE PERCEPTION OF LOCAL PEOPLE AT URBAN VILLAGE OF PALUH KEMIRI)
ABSTRACT
Muhammad Idris Ritonga, The Influence of Urban Village Fund Allocation to the Development of Urban village at sub-district of Lubuk Pakam (Case Study on the Perception of local people at Urban village of Paluh Kemiri) under supervision of Prof. Bachtiar Hasan Miraza, Wahyu Ario Pratomo, SE.M.Ec and Drs. Rujiman, MA Since 2004, regency of Deli Serdang distribute the urban village fund allocation from the Local Budget of regency of Deli Serdang to support the government program in urban village level either in government administration or to the strengthening of the society. The population in this research is all of local people at Urban Village of Paluh Kemiri for 2.983 persons and 793 household heads, while the sample is 93 respondents. This objective of this research are 1). To analyze the perception of urban village leadership and the local people of urban village of Paluh Kemiri sub-district of Lubuk Pakam to the benefit of the allocation of urban village fund. 2) To study the role of urban village fund allocation in expenditure at sub district of Lubuk Pakam, 3). To analyze the condition of urban village and the local people at the urban village of Paluh Kemiri, sub district of Lubuk Pakam post-allocation of urban village fund.
The results of research indicates that the benefit of the urban village fund allocation to the operational activity of LKMD/PPMK, the increasing of educational and health level and development of urban village infrastructure and society economic are useful for the development of urban village either for the local people or for the urban village leadership, but there is a different useful for the operational fund assistance for TP. PKK. The role of urban village fund allocation in support the urban village expenditure is the income for the Head of sub-urban village, urban village government operational cost, assistance fund for operational of LKMD/LPMK, TP.PKK, the assistance fund for educational and health operational and to for the development of urban village infrastructure and local people economic. The condition of urban village in post allocation of urban village fund at the urban village of Paluh Kemiri based on the average score of respond of respondent is in a good criteria while for average score of respond of the respondent to the condition of local people of urban village post allocation of urban village fund at urban village of Paluh Kemiri is in enough condition. The amount of urban village fund allocation at the urban village of Paluh Kemiri, sub-district of Lubuk Pakam is stagnant in each year since the implementation of this program, and it is suggested to the local government to increase the amount of fund allocation based on the growth rate of the population in each year.
Keywords : Budget, Urban Village Fund Allocation, Benefit of The Allocation of Urban Village Fund, Condition of Urban Village.
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis sanjungkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini yang berjudul “Pengaruh Alokasi Dana Kelurahan terhadap Perkembangan Kelurahan di Kecamatan Lubuk Pakam (Studi Kasus tentang Persepsi Masyarakat Kelurahan Paluh Kemiri)”. Tesis ini dibuat sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Magister Sains pada Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.
Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, penulisan tesis ini tidak terlepas dari bimbingan, bantuan serta dukungan dari berbagai pihak, baik dukungan moril maupun materil. Ucapan terima kasih secara khusus penulis haturkan kepada Ibunda Afridah Nasution, S.Pd dan Ayahanda Drs. Suhatta Ritonga, SH tercinta, sumber “mata air” semangat yang tak pernah kering, kasih sayang yang telah merawat, kucuran materi dalam membesarkan dan mendidik penulis dengan penuh ikhlas dan tawakkal serta doa yang selalu menyertai penulis, demi paripurnanya perjuangan penulis yang tidak akan pernah penulis dapat lunasi sampai kapanpun. Adik-adik penulis (Asmiyah Sari Ritonga dan Amysha Tri Rejeki Ritonga) yang selalu memberikan dukungan kepada penulis kepada penulis dalam menempuh pendidikan dan meniti karir serta Dinda Riszianti yang begitu spesial di hati penulis yang senantiasa memberikan warna dan semangat kepada penulis hingga tesis ini dapat terselesaikan.
Selain itu di dalam penulisan tesis ini, penulis banyak mendapat bantuan dan bimbingan dari semua pihak, maka dengan segala kerendahan dan ketulusan hati penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE selaku Direktur Sekolah
Pascasarjana USU yang banyak memberikan kemudahan dalam proses pendidikan di USU.
Universitas Sumatera Utara

2. Bapak Prof. Dr. lic.rer.reg. Sirojuzilam, SE selaku Ketua Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Universitas Sumatera Utara dan pengajar yang banyak memberikan wawasan tentang pembangunan wilayah dan pedesaan.
3. Bapak Prof. Bachtiar Hasan Miraza, SE selaku Ketua Komisi Pembimbing yang banyak meluangkan waktu memberikan bimbingan dan arahan dalam proses penyusunan tesis ini.
4. Bapak Wahyu Ario Pratomo, SE. M.Ec dan Bapak Drs. Rujiman, MA selaku Anggota Komisi Pembimbing yang yang tanpa rasa bosan dengan tulus, kearifan dan kesabaran telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam membimbing penulis pada saat penyusunan tesis.
5. Ibu Prof. Erlina, SE. M.Si, Ph.D, Ak dan Bapak Dr. Drs. H.B. Tarmizi, SU selaku Pembanding dan Penguji yang telah mendukung dan menyampaikan berbagai masukan untuk perbaikan tesis ini hingga selesai.
6. Seluruh Dosen Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Universitas Sumatera Utara yang telah banyak memberikan pengetahuannya kepada penulis selama penulis masih dalam bangku perkuliahan pada Sekolah Pascasarjana PWD Universitas Sumatera Utara.
7. Civitas Akademika Pascasarjana PWD Universitas Sumatera Utara yang telah banyak membantu proses administrasi dan kelancaran kegiatan akademik.
8. Rekan-rekan seangkatan PWD’09 Universitas Sumatera Utara, terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menjadi ketua kelas dan terimakasih juga atas kebersamaan yang telah terbina dengan baik selama ini semoga terus berlanjut untuk kedepannya.
9. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dimana penulis bertugas dan mengabdi sebagai PNS yang telah memberikan kesempatan dan izin belajar kepada penulis untuk dapat melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Sumatera Utara.
10. Bapak Khairil, ST selaku pimpinan di kantor Kelurahan Paluh Kemiri tempat penulis bertugas, dimana banyak memberikan masukan dan kelonggaran kepada penulis untuk menyelesaikan tesis ini.
Universitas Sumatera Utara

11. Bapak Safoan dan Bunda Rosmawati Purba serta Alfian Teguh Rianto yang sudah seperti keluarga bagi penulis, yang selalu mengingatkan dan memberi semangat kepada penulis dalam penyelesaian tesis ini hingga gelar Magister Sians ini dapat penulis peroleh. Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari
segi bahasa maupun isi, oleh karena itu penulis dengan senang hati akan menerima kritikan sehat, saran dan masukan dari semua pihak. Kepada pihak yang telah banyak membantu namun tidak tercantum dalam tulisan ini, semoga segala bentuk kebaikan yang telah diberikan mendapat ganjaran yang berlipat ganda dari Allah SWT. Akhir kata penulis berharap semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pihak yang memerlukannya.
Medan, 28 Juli 2011 Penulis,
Muhammad Idris Ritonga NIM. 097003010
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Halaman ABSTRAK ........................................................................................................ i ABSTRACT ....................................................................................................... ii KATA PENGANTAR ...................................................................................... iii RIWAYAT HIDUP .......................................................................................... vi DAFTAR ISI...................................................................................................... vii DAFTAR TABEL ............................................................................................. x DAFTAR GAMBAR......................................................................................... xii DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xiii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1
1.1. Latar Belakang .......................................................................... 1 1.2. Rumusan Masalah ..................................................................... 5 1.3. Tujuan Penelitian ...................................................................... 6 1.4. Manfaat Penelitian .................................................................... 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................... 8 2.1. Pembangunan ............................................................................ 8 2.2. Keswadayaan Masyarakat......................................................... 9 2.3. Pemberdayaan Masyarakat........................................................ 10 2.4. Pembangunan Daerah................................................................ 16
2.4.1. Perencanaan Pembangunan Daerah ................................ 16 2.4.2. Tujuan Pembangunan Daerah Kab. Deli Serdang........... 22 2.4.3. Sasaran Pembangunan Daerah Kab. Deli Serdang ......... 22 2.5. Alokasi Dana Kelurahan ........................................................... 23 2.5.1. Pengertian Alokasi Dana Kelurahan ............................... 23 2.5.2. Tujuan Alokasi Dana Kelurahan..................................... 23 2.5.3. Sasaran Alokasi Dana Kelurahan.................................... 24 2.5.4. Pengelolaan Alokasi Dana Kelurahan............................. 24 2.6. Persepsi Masyarakat.................................................................. 25
Universitas Sumatera Utara

2.7. Penelitian Terdahulu ................................................................. 2.8. Kerangka Berfikir .................................................................... 2.9. Hipotesis Penelitian...................................................................
BAB III METODOLOGI PENELITIAN...................................................... 3.1. Ruang Lingkup Penelitian......................................................... 3.2. Jenis dan Sumber Data .............................................................. 3.3. Pengambilan Sampel................................................................. 3.4. Teknik Pengumpulan Data........................................................ 3.5. Metode Analisis Data................................................................ 3.6. Defenisi Variabel Operasional Penelitian .................................
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................. 4.1. Gambaran Umum Kelurahan Paluh Kemiri........................................................
4.1.1 Kondisi Geografis ............................................................ 4.1.2 Kondisi Demografi........................................................... 4.1.3 Keadaan Sosial Ekonomi ................................................. 4.1.4 Sarana dan Prasarana........................................................ 4.1.5 Kelembagaan dan Hubungan Sosial Kemasyarakatan..... 4.2. Deskripsi Alokasi Dana Kelurahan..................................................................... 4.3. Persepsi Terhadap Manfaat Alokasi Dana Kelurahan ........................................ 4.3.1 Manfaat Alokasi Dana Kelurahan bagi
bantuan operasional terahadap LKMD/LPMK................ 4.3.2 Manfaat Alokasi Dana Kelurahan bagi
Peningkatan Pendidikan .................................................. 4.3.3 Manfaat Alokasi Dana Kelurahan bagi
Peningkatan Kesehatan kan ............................................. 4.3.4 Manfaat Alokasi Dana Kelurahan bagi
Pembangunan Infrastruktur Kelurahan dan Perekonomian Masyarakat...................................... 4.4. Peran Alokasi Dana Kelurahan dalam pembiayaan pengeluran............................................................. 4.5. Kondisi Kelurahan dan Masyarakat di Kelurahan Paluh Kemiri setelah dilaksanakan Alokasi Dana Kelurahan.............

26 28 30 31 31 31 32 35 37 41 42 42 42 44 47 48 49 50 54
54
56
58
60
63
67

Universitas Sumatera Utara

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................

5.1. Kesimpulan ...................................................................................................70

5.1. Saran

...................................................................................................71

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................

70 73

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul

Halaman

3.1 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk di Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam Tahun 2010 .............................................. 33

3.2 Jumlah Populasi dan Sampel.............................................................. 35

3.3 Kriteria Hasil Skor Jawaban Responden .......................................... 40

4.1 Penggunaan Tanah di Kelurahan Paluh Kemiri ................................. 43

4.2 Orbitasi/Jarak Kelurahan Paluh Kemiri dengan Pusat Pemerintahan Tahun 2010......................................................................................... 44

4.3 Klasifikasi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur di Kelurahan Paluh Kemiri................................................................. 45

4.4 Keadaan Penduduk Berdasarkan Suku Bangsa di Kelurahan Paluh Kemiri................................................................. 45

4.5 Keadaan Penduduk Berdasarkan Agama di Kelurahan Paluh Kemiri................................................................. 47

4.6 Keadaan Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian .......................... 47

4.7 Rekapitulasi Alokasi Dana Kelurahan Paluh Kemiri dari Tahun 2004-2010 ........................................................................ 53

4.8 Manfaat Alokasi Dana Kelurahan ditinjau dari kegiatan bantuan operasional terahadap LKMD/LPMK .................................. 55

4.9 Manfaat Alokasi Dana Kelurahan bagi Kegiatan Peningkatan Pendidikan ..................................................................... 57

4.10 Manfaat Alokasi Dana Kelurahan bagi Kegiatan Peningkatan Kesehatan ...................................................................... 59

4.11 Manfaat Alokasi Dana Kelurahan bagi Pembangunan Infrastruktur Kelurahan dan Perekonomian Masyarakat......................................... 61

4.12 Rekapitulasi Perbedaan Tanggapan antara Masyarakat Kelurahan dengan Pimpinan Kelurahan tentang Manfaat Alokasi Dana Kelurahan ........................................................................................... 62

4.13 Rincian Pembiayaan Pengeluaran Kelurahan Paluh Kemiri .............. 64

4.14 Rincian Alokasi Dana Kelurahan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2010......................................................................................... 66

Universitas Sumatera Utara

4.15 Tanggapan Masyarakat terhadap Kondisi Kelurahan setelah adanya Alokasi Dana Kelurahan............................................ 67
4.16 Tanggapan Masyarakat terhadap Kondisi Masyarakat di Kelurahan setelah adanya Alokasi Dana Kelurahan............................................ 68
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

2.1 Kerangka Pemikiran Penelitian............................................................ 29

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul

Halaman

1. Kuisioner Penelitian ............................................................................. 75 2. Perhitungan Chi-Square Bagi Bantuan Operasional LKMD/LPMK ... 78 3. Perhitungan Chi-Square Bagi Peningkatan Pendidikan ....................... 79 4. Perhitungan Chi-Square Bagi Peningkatan Kesehatan ........................ 80 5. Perhitungan Chi-Square Bagi Pembangunan Infrastruktur Kelurahan
dan Perekonomian Masyarakat .......................................................... 81 6. Foto Penelitian...................................................................................... 82

Universitas Sumatera Utara

PENGARUH ALOKASI DANA KELURAHAN TERHADAP PERKEMBANGAN KELURAHAN DI KECAMATAN LUBUK PAKAM (STUDI KASUS TENTANG
PERSEPSI MASYARAKAT KELURAHAN PALUH KEMIRI)
ABSTRAK
Muhammad Idris Ritonga, Pengaruh Alokasi Dana Kelurahan terhadap Perkembangan Kelurahan di Kecamatan Lubuk Pakam (Studi Kasus tentang Persepsi Masyarakat Kelurahan Paluh Kemiri) di bawah bimbingan Bapak Prof. Bachtiar Hasan Miraza, Wahyu Ario Pratomo, SE. M.Ec dan Bapak Drs. Rujiman, MA.
Sejak tahun 2004 Kabupaten Deli Serdang telah menjalankan Alokasi dana kelurahan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Deli Serdang dimaksudkan untuk membiayai program Pemerintah Kelurahan dalam melaksanakan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Populasi penelitian ini meliputi seluruh masyarakat Kelurahan Paluh Kemiri yaitu sebanyak 2.983 orang dengan 793 kepala keluarga. Besar sampel yang diambil sebanyak 93 responden. Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk menganalisis persepsi pimpinan kelurahan dan masyarakat Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam terhadap manfaat Alokasi Dana Kelurahan, 2). Untuk mengetahui peran Alokasi Dana Kelurahan dalam pembiayaan pengeluaran di Kecamatan Lubuk Pakam, 3). Untuk menganalisis bagaimana kondisi kelurahan dan masyarakat di Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam setelah dilaksanakan Alokasi Dana Kelurahan.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa manfaat alokasi dana kelurahan bagi kegiatan operasional LKMD/PPMK, peningkatan pendidikan dan peningkatan kesehatan serta pembangunan infrastruktur kelurahan dan perekonomian masyarakat ialah bermanfaat di dalam pengembangan kelurahan baik bagi masyarakat kelurahan dan pimpinan kelurahan, akan tetapi bagi kegiatan bantuan operasional TP. PKK terdapat perbedaan manfaat. Pembiayaan pengeluaran kelurahan melalui alokasi dana kelurahan yaitu untuk penghasilan tetap Kepala Lingkungan, biaya operasional Pemerintah Kelurahan, bantuan operasional LKMD/LPMK, bantuan operasional TP. PKK, peningkatan pendidikan, peningkatan derajat kesehatan dan terkhir untuk pembangunan infrastruktur kelurahan dan perekonomian masyarakat. Kondisi kelurahan setelah adanya Alokasi Dana Kelurahan di Kelurahan Paluh Kemiri berdasarkan rata-rata skor nilai jawaban responden adalah berada pada kriteria baik, sedangkan untuk rata-rata skor nilai jawaban responden terhadap kondisi masyarakat kelurahan setelah adanya Alokasi Dana Kelurahan di Kelurahan Paluh Kemiri adalah berada pada kriteria cukup baik. Jumlah alokasi dana kelurahan di Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam setiap tahunnya tetap (stagna) sejak dijalankannya alokasi dana kelurahan ini, kepada Pemerintah Kabupaten diharapkan untuk meningkatkan jumlah alokasi dana kelurahan mengingat jumlah dan kepadatan penduduk yang semakin bertambah setiap tahunnya.
Kata Kunci : APBD, Alokasi Dana Kelurahan, Manfaat Alokasi Dana Kelurahan, Kondisi Kelurahan.
Universitas Sumatera Utara

THE INFLUENCE OF URBAN VILLAGE FUND ALLOCATION TO THE DEVELOPMENT OF URBAN VILLAGE AT SUB-DISTRICT OF LUBUK
PAKAM (CASE STUDY ON THE PERCEPTION OF LOCAL PEOPLE AT URBAN VILLAGE OF PALUH KEMIRI)
ABSTRACT
Muhammad Idris Ritonga, The Influence of Urban Village Fund Allocation to the Development of Urban village at sub-district of Lubuk Pakam (Case Study on the Perception of local people at Urban village of Paluh Kemiri) under supervision of Prof. Bachtiar Hasan Miraza, Wahyu Ario Pratomo, SE.M.Ec and Drs. Rujiman, MA Since 2004, regency of Deli Serdang distribute the urban village fund allocation from the Local Budget of regency of Deli Serdang to support the government program in urban village level either in government administration or to the strengthening of the society. The population in this research is all of local people at Urban Village of Paluh Kemiri for 2.983 persons and 793 household heads, while the sample is 93 respondents. This objective of this research are 1). To analyze the perception of urban village leadership and the local people of urban village of Paluh Kemiri sub-district of Lubuk Pakam to the benefit of the allocation of urban village fund. 2) To study the role of urban village fund allocation in expenditure at sub district of Lubuk Pakam, 3). To analyze the condition of urban village and the local people at the urban village of Paluh Kemiri, sub district of Lubuk Pakam post-allocation of urban village fund.
The results of research indicates that the benefit of the urban village fund allocation to the operational activity of LKMD/PPMK, the increasing of educational and health level and development of urban village infrastructure and society economic are useful for the development of urban village either for the local people or for the urban village leadership, but there is a different useful for the operational fund assistance for TP. PKK. The role of urban village fund allocation in support the urban village expenditure is the income for the Head of sub-urban village, urban village government operational cost, assistance fund for operational of LKMD/LPMK, TP.PKK, the assistance fund for educational and health operational and to for the development of urban village infrastructure and local people economic. The condition of urban village in post allocation of urban village fund at the urban village of Paluh Kemiri based on the average score of respond of respondent is in a good criteria while for average score of respond of the respondent to the condition of local people of urban village post allocation of urban village fund at urban village of Paluh Kemiri is in enough condition. The amount of urban village fund allocation at the urban village of Paluh Kemiri, sub-district of Lubuk Pakam is stagnant in each year since the implementation of this program, and it is suggested to the local government to increase the amount of fund allocation based on the growth rate of the population in each year.
Keywords : Budget, Urban Village Fund Allocation, Benefit of The Allocation of Urban Village Fund, Condition of Urban Village.
Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Pembangunan Nasional merupakan pembangunan manusia seutuhnya dan
masyarakat seluruhnya. Pembukaan UUD 1945 telah mengamanatkan bahwa tujuan pembangunan adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang adil dan makmur, baik material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pemerintah Daerah merupakan yang mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Dalam kenyataan kebangsaan saat ini, perwujudan kesejahteraan masyarakat masih jauh dari yang diharapkan. Kondisi ini terlihat dengan masih terdapatnya masalah kesenjangan sosial yang belum terselesaikan dengan baik. Salah satu masalah sosial yang perlu mendapat perhatian besar dan penanganan serius oleh Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat adalah permasalahan kemiskinan.
Keberadaan kelurahan secara yuridis formal diakui di dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan. Berdasarkan ketentuan ini Kelurahan diberi pengertian sebagai wilayah kerja Lurah sebagai perangkat daerah Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja kecamatan. Pemahaman kelurahan di atas menempatkan kelurahan sebagai suatu organisasi pemerintahan yang secara politis memiliki kewenangan tertentu untuk mengurus dan mengatur warga atau komunitasnya. Dengan
Universitas Sumatera Utara

posisi tersebut kelurahan memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang kesuksesan Pemerintahan Nasional dan secara luas. Kelurahan menjadi garda terdepan dalam menggapai keberhasilan dari segala urusan dan program dari pemerintah. Hal ini juga sejalan apabila dikaitkan dengan komposisi penduduk Indonesia menurut sensus terakhir pada tahun 2010 bahwa sebagian besar penduduk Indonesia saat ini masih bertempat tinggal di kawasan permukiman kelurahanan. Maka menjadi sangat logis apabila pembangunan kelurahan menjadi prioritas utama bagi kesuksesan pembangunan nasional.
Sebagai konsekuensi logis adanya kewenangan dan tuntutan dari pelaksanaan otonomi adalah tersedianya dana yang cukup. Sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, antara lain disebutkan bahwa daerah memiliki kewenangan membuat kebijakan-kebijakan tentang kelurahan terutama dalam memberi pelayanan, peningkatan peran serta, peningkatan prakarsa dan pemberdayaan masyarakat kelurahan yang ditujukan bagi kesejahteraan masyarakat.
Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah menegaskan bahwa keseluruhan belanja daerah diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah. Sumber pendapatan kelurahan berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 73 Tahun 2005 tentang kelurahan, pasal 9 ayat (1) bahwa keuangan kelurahan bersumber dari:
Universitas Sumatera Utara

a. APBD Kabupaten/Kota yang dialokasikan sebagaimana perangkat daerah lainnya; b. Bantuan pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan bantuan
pihak ketiga; c. Sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat.
Sesuai dengan pasal 9 ayat (2) Peraturan Pemerintah nomor 73 Tahun 2005 tentang kelurahan menyatakan bahwa alokasi anggaran kelurahan yang berasal dari APBD Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada pasal 9 ayat (1) huruf a di atas, memperhatikan faktor-faktor sekurang-kurangnya yaitu jumlah penduduk, kepadatan penduduk, luas wilayah, kondisi geografis/karakteristik wilayah, jenis dan volume pelayanan serta besaran pelimpahan tugas yang diberikan.
Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005, Pasal 3 ayat (1) menyatakan Kelurahan merupakan Perangkat Daerah. Kelurahan-kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Deli Serdang, pada umumnya memerlukan bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten guna menunjang dan memperlancar penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan Kemasyarakatan di Kelurahan termasuk biaya Operasional Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKMK/LKMD) dan TP-PKK Kelurahan yang juga memerlukan anggaran tersendiri guna mendukung Operasional kegiatannya.
Ketentuan pasal tersebut mengamanatkan kepada Pemerintah Kabupaten untuk mengalokasikan dana perimbangan yang diterima kabupaten kepada kelurahan dengan memperhatikan prinsip keadilan dan menjamin adanya pemerataan. Sejak tahun 2004 Kabupaten Deli Serdang telah menjalankan Alokasi dana kelurahan yang
Universitas Sumatera Utara

mana dalam kaitannya dengan pemberian alokasi dana kelurahan di Kabupaten Deli Serdang, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang telah memberikan petunjuk teknis melalui Peraturan Bupati Deli Serdang Nomor 757 tahun 2010 perihal Petunjuk Pelaksanan Pengelolaan Alokasi Anggaran Kelurahan Kabupaten Deli Serdang. Dalam Peraturan Bupati Deli Serdang Nomor 757 tahun 2010 alokasi dana kelurahan merupakan bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kepada Pemerintah Kelurahan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Deli Serdang dimaksudkan untuk membiayai program Pemerintah Kelurahan dalam melaksanakan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat.
Pemenuhan hak atas kelurahan dalam menyelenggarakan otonominya agar berkembang dan tumbuh mengikuti pertumbuhan dari kelurahan itu sendiri berdasarkan keanekaragaman, partisipasi, otonomi asli, demokratisasi, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta menghela percepatan pembangunan dan pertumbuhan wilayah-wilayah strategis merupakan wujud dari pemberian alokasi dana kelurahan. Sehingga hal ini dapat mengembangkan wilayah tertinggal dalam suatu sistem wilayah pengembangan. Maksud pemberian langsung alokasi dana kelurahan adalah sebagai bantuan stimulan atau dana perangsang untuk mendorong dalam membiayai program Pemerintah Kelurahan yang ditunjang dengan partisipasi swadaya gotong royong masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Kemampuan dan keterampilan aparatur kelurahan merupakan dasar dari pelaksanaan pemerintah khususnya dibidang keuangan dalam mengelola alokasi dana kelurahan.
Universitas Sumatera Utara

Pelaksanaan alokasi dana kelurahan dilakukan melalui fisik dan non fisik yang berhubungan dengan indikator perkembangan kelurahan meliputi tingkat perhubungan, tingkat pendidikan, tingkat kesehatan serta peningkatan produksi. Perkembangan kelurahan merupakan wujud dari pembangunan fisik, akan tetapi pada saat ini sarana dan prasarana kelurahan masih kurang memadai dalam pencapaian pembangunan yang bekerlanjutan. Pelaksanaan pemerintah kelurahan akan terlaksana secara optimal apabila diikuti dengan pemberian sumber-sumber keuangan yang besarnya diselaraskan dengan pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan tuntutan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu dana merupakan faktor penunjang dalam pengembangan kelurahan. Pelaksanaan alokasi dana kelurahan membutuhkan persepsi dari pimpinan dan masyarakat kelurahan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan dari alokasi dana kelurahan tersebut mengingat maksud dari alokasi dan kelurahan tersebut oleh pemerintah kabupaten ialah untuk membiayai program Pemerintah Kelurahan dalam melaksanakan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Sehubungan dengan hal yang diuraikan di atas, maka penulis tertarik melaksanakan penelitian dengan judul “Pengaruh Alokasi Dana Kelurahan terhadap Perkembangan Kelurahan di Kecamatan Lubuk Pakam (Studi Kasus tentang Persepsi Masyarakat Kelurahan Paluh Kemiri)”.
1.2 Rumusan Masalah
Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan pada latar belakang masalah yang ada di atas, Penulis mengungkapkan permasalahan dalam penelitian ini ke dalam suatu perumusan masalah yaitu: 1. Bagaimana persepsi pimpinan kelurahan dan masyarakat Kelurahan Paluh Kemiri
Kecamatan Lubuk Pakam terhadap manfaat Alokasi Dana Kelurahan? 2. Bagaimana peranan Alokasi Dana Kelurahan dalam pembiayaan pengeluaran
kelurahan di Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam? 3. Bagaimana kondisi kelurahan dan masyarakat di Kelurahan Paluh Kemiri
Kecamatan Lubuk Pakam setelah dilaksanakan Alokasi Dana Kelurahan?
1.3 Tujuan Penelitian Secara spesifik, penelitian ini bertujuan:
1. Untuk menganalisis persepsi pimpinan kelurahan dan masyarakat Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam terhadap manfaat Alokasi Dana Kelurahan.
2. Untuk mengetahui peran Alokasi Dana Kelurahan dalam pembiayaan pengeluaran di Kecamatan Lubuk Pakam.
3. Untuk menganalisis bagaimana kondisi kelurahan dan masyarakat di Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam setelah dilaksanakan Alokasi Dana Kelurahan.
1.4 Manfaat Penelitian Sejalan dengan uraian di atas, maka diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat:
Universitas Sumatera Utara

1. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan dalam permasalahan Alokasi Dana Kelurahan serupa, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan Alokasi Dana Kelurahan.
2. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, maupun bagi pihak-pihak yang terkait dalam pembuatan kebijakan yang berhubungan dengan Alokasi Dana Kelurahan.
Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pembangunan
Menurut Todaro (1998) pembangunan bukan hanya fenomena semata, namun pada akhirnya pembangunan tersebut harus melampaui sisi materi dan keuangan dari kehidupan manusia. Dengan demikian pembangunan idealnya dipakai sebagai suatu proses yang berdimensi jamak, yang melibatkan masalah pengorganisasian dan peninjauan kembali seluruh sistem ekonomi dan sosial. Berdimensi jamak dalam hal ini artinya membahas komponen-komponen ekonomi dan non ekonomi.
Sukirno (1985) mengemukakan pendapatnya tentang konsep pembangunan mempunyai 3 (tiga) sifat penting yaitu proses terjadinya perubahan secara terus menerus, adanya usaha untuk menaikkan pendapatan masyarakat dan kenaikan pendapatan masyarakat yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang.
Todaro (1998) menambahkan bahwa pembangunan ekonomi telah digariskan kembali dengan dasar mengurangi atau menghapuskan kemisikinan, ketimpangan dan pengangguran dalam konteks pertumbuhan ekonomi negara yang sedang berkembang.
Menurut Hanafiah (1982) pengertian pembangunan mengalami perubahan karena pengalaman pada tahun 1950-an sampai 1960-an menunjukkan bahwa pembangunan yang berorientasi pada kenaikan pendapatan nasional tidak bisa memecahkan pemasalahan pembangunan. Hal ini terlihat dari taraf hidup sebahagian
8
Universitas Sumatera Utara

masyarakat tidak mengalami perbaikan kendatipun target kenaikan pendapatan nasional pertahun meningkat. Dengan kata lain ada tanda-tanda kesalahan besar dalam mengartikan istilah pembangunan seara sempit. Akhirnya disadari bahwa pengertian pembangunan itu sangat luas bukan sekedar hanya menaikkan pendapatan nasional saja. Pembangunan ekonomi itu tidak bisa hanya diartikan sebagi kegiatan-kegiatan yang dilakukan negara untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya. Pembangunan ekonomi pada umumnya didefenisikan sebagai suatu proses menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang.
2.2 Keswadayaan Masyarakat Raharjo (1992) keswadayaan berarti semangat untuk membebaskan diri dari
ketergantungan pada sumber daya yang dimiliki. Keswadayan juga dapat dipahami sebagai semangat yakni upaya yang didasarkan kepada kepercayaan kemampuan diri dan berdasarkan sumber daya yang dimiliki.
Swadaya masyarakat merupakan semangat untuk membebaskan diri dari ketergantungan dari pihak luar atau kekuatan diri dengan sumber daya yang mereka miliki. Swadaya masyarakat juga kemampuan untuk memanfaatkan dan mengembangkan fasilitas-fasilitas yang telah tersedia sebagai hasil pembangunan yang dilaksanakan pemerintah (Raharjo, 1992).
Tidak berkembangnya swadaya masyarakat mengakibatkan penduduk miskin tetap terperangkap di dalam kemiskinan. Menurut Chambers (1983), kemiskinan itu
Universitas Sumatera Utara

sendiri bukanlah hal yang sederhana. Kemiskinan berakar dari berbagai faktor internal dan eksternal yang melekat pada masyarakat miskin itu sendiri. Faktor inernal seperti ketidak berdayaan, kerawanan, isolasi, kelemahan fisik dan kemiskinan itu sendiri, sedangkan faktor eksternal seperti kebijaksanaan pembangunan yang lebih mementingkan perkembangan lapisan masyarakat ekonomi kuat ketimbang masyarakat yang ekonomi lemah.
2.3 Pemberdayaan Masyarakat Shardlow (1998:32) dalam Adi (2003:54) melihat bahwa pemberdayaan pada
intinya membahas bagaimana individu, kelompok ataupun komunitas berusaha mengontrol kehidupan mereka sendiri dan mengusahakan untuk membentuk masa depan sesuai dengan keinginan mereka.
Pemberdayaan tergantung pada kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, karena kemiskinan mencerminkan ketiadaan pilihan bagi seseorang. Dasar pandangannya adalah bahwa upaya yang dilakukan harus diarahkan langsung pada akar persoalannya, yaitu meningkatkan kemampuan rakyat. Bagian yang tertinggal dalam masyarakat harus ditingkatkan kemampuannya dengan mengembangkan dan mendinamisasikan potensinya, dengn kata lain memberdayakannya. Mas’oed (1993) menyatakan bahwa pemberdayan masyrakat didefenisikan sebagai upaya memberi daya atau kekuatan kepada rakyat (empowerment). Bentuk, jenis dan cara pemberdayaan masyarakat atau penguatan masyarakat sangat beragam.
Universitas Sumatera Utara

Menurut Adam Malik dalam Alfian (1980) upaya pemberdayaan itu adalah berwujud adanya kemauan untuk mengubah struktur masyarakat yang selama ini belaku. Oleh karena itu upaya mengentaskan orang miskin dari kemiskinannya secara hakiki (bersifat mendasar) sama sulitnya dengan usaha pemberdayaan masyarakat dan bukan merupakan pekerjaan yang mudah dan bersifat instant (segera ada hasilnya).
Oleh karena itu, pemberdayaan bertujuan dua arah. Pertama, melepaskan belenggu kemiskinan dan keterbelakangan. Kedua, memperkuat posisi lapisan masyarakat dalam struktur kekuasaan. Kedua-duanya harus ditempuh dan menjadi sasaran dari pada pemberdayaan.
Pendekatan utama dalam konsep pemberdayaan adalah bahwa masyarakat tidak dijadikan objek dari berbagai proyek pembangunan, tetapi merupakan subjek dari upaya pembangunannya sendiri.
Pemberdayaan masyarakat adalah sebuah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai-nilai sosial. Konsep ini mencerminkan paradigma baru pembangunan, yakni yang bersifat people centered, participatory, empowering dan sustainable (Chambers dalam Kartasasmita, 1997: 42). Konsep pemberdayaan dalam wacana pembangunan masyarakat selalu dihubungkan dengan konsep mandiri, partisipasi, jaringan kerja dan keadilan (Hikmat, 2001: 3). Partisipasi merupakan komponen penting dalam pembangkitan kemandirian dan proses pemberdayaan (Craig dan Mayo dalam Hikmat, 2001: 4).
Pemberdayaan masyarakat pada prinsipnya meletakkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan yang harus diberi kepercayaan untuk berperan dalam
Universitas Sumatera Utara

pembangunan. Kepercayaan diberikan dalam bentuk peran aktif dalam setiap tahap pembangunan. Untuk itu program-program pembangunan harus dapat memperkuat masyarakat dan kelembagaan masyarakat dalam tingkat komunitas agar mereka secara formal dapat melaksanakan pembangunan dengan baik.
Pemberdayaan masyarakat bukan membuat masyarakat menjadi makin tergantung pada berbagai program pemberian (charity), karena pada dasarnya setiap apa yang dinikmati harus dihasilkan atas usaha sendiri. Dengan demikian, tujuan akhirnya adalah memandirikan masyarakat, memampukan dan membangun kemampuan untuk memajukan diri kearah kehidupan yang lebih baik secara berkesinambungan.
Dalam pemberdayaan masyarakat ada beberapa aspek yang dapat dikembangkan sehingga menumbuhkan keberdayaan, aspek ini menurut Ndraha (2000: 80-81) adalah: 1. Pemberdayaan politik, bertujuan meningkatkan bargaining position yang
diperintah terhadap pemerintah. Melalui bargaining tersebut, yang diperintah mendapatkan apa yang merupakan haknya dalam bentuk barang, jasa, layanan dan kepedulian tanpa merugikan orang lain. 2. Pemberdayaan ekonomi, dimaksudkan sebagai upaya untuk mening-katkan kemampuan yang diperintah sebagai konsumer untuk berfungsi sebagai penanggung dampak negatif pertumbuhan, pembayar resiko salah urus, pemikul beban pembangunan, kambing hitam kegagalan program, dan penderitaan kerusakan lingkungan.
Universitas Sumatera Utara

3. Pemberdayaan sosial budaya, bertujuan meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia (human invesment), penggunaan (human utilization), dan perlakuan seadil-adilnya terhadap manusia.
4. Pemberdayaan lingkungan, dimaksudkan sebagai program perawatan dan pelestarian lingkungan, supaya antara yang diperintah dengan lingkungannya terdapat hubungan saling menguntungkan. Memberdayakan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan
martabat lapisan masyarakat yang dalam kondisi sekarang tidak mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Dengan kata lain memberdayakan adalah memampukan dan memandirikan masyarakat. Masyarakat miskin harus diberdayakan untuk dapat berpartisipasi lebih efektif dalam proyek dan program pembangunan yang dicanangkan pemerintah. Dasar pandangnya adalah bahwa upaya yang dilakukan harus diarahkan langsung pada akar persoalannya yaitu meningkatkan kemampuan rakyat. Bagian yang tertinggal dalam masyarakat harus ditingkatkan kemampuannya dengan mengembangkan dan mendinamisasikan potensinya.
Upaya memberdayakan masyarakat menurut Kartasasmita (1996: 159) harus dilakukan melalui 3 (tiga) cara, yakni: 1. Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat
berkembang (enabling). 2. Memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh masyarakat (empowering). 3. Melindungi dan membela kepentingan masyarakat lemah.
Universitas Sumatera Utara

Pemberdayaan dimaksudkan untuk menciptakan keberdayaan masyarakat. Keberdayaan dalam konteks masyarakat adalah kemampuan individu yang bersenyawa dalam masyarakat dan membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan. Suatu masyarakat yang sebagian besar anggotanya sehat fisik dan mental, terdidik dan kuat, akan memiliki keberdayaan yang tinggi. Namun selain nilai fisik seperti di atas, ada pula nilai-nilai intrinsik dalam masyarakat yang juga menjadi sumber keberdayaan seperti kekeluargaan, kegotongroyongan dan bagi bangsa Indonesia kebhinekaan.
Menurut Kartasasmita (1996: 144) keberdayaan masyarakat adalah: Unsur dasar yang memungkinkan suatu masyarakat bertahan dan dalam pengertian yang dinamis mengembangkan diri dan mencapai kemajuan. Keberdayaan masyarakat ini menjadi sumber dari apa yang didalam wawasan politik disebut sebagai ketahanan nasional.
Lebih lanjut Kartasasmita (1996: 159) mengemukakan bahwa: “yang akan membuat masyarakat menjadi makin berdaya adalah dengan perkuatan yang meliputi langkah-langkah nyata dan menyangkut berbagai masukan serta pembukaan akses kepada berbagai peluang. Dalam rangka pemberdayaan ini, upaya yang amat pokok adalah peningkatan taraf pendidikan dan derajat kesehatan, serta akses kepada sumbersumber kemajuan ekonomi seperti modal, teknologi, informasi, lapangan kerja dan pasar”.
Menurut Sumodiningrat (1997) strategi pemberdayaan dapat dilakukan dengan:
Universitas Sumatera Utara

1. Motivasi masyarakat yakni adanya suatu proses penciptaan kondisi yang membangkitkan kesadaran akan potensi yang diiliki masyarakat dan ada usaha untuk mengembangkannya.
2. Empowering yakni memperkuat potensi dan daya yang dimiliki masyarakat dengan memberikan input dan membuka peluang untuk berkembang.
3. Proteksi yakni memberikan perlindungan agar yang lemah tidak semakin lemah. Selanjutnya, Sumodiningrat (1997: 164) mengemukakan bahwa Masyarakat
dianggap berdaya bila ia mampu meningkatkan kesejahteraan sosial ekonominya melalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia, peningkatan kemampuan permodalan, pengembangan usaha dan pengembangan kelembagaan usaha bersama dengan menerapkan prinsip gotong royong, keswadayaan dan partisipasi.
Selain itu pemberdayaan kepada masyarakat harus diikuti pemberdayaan kepada pemerintah sebagai agen pembangunan yang memberikan arahan, bimbingan dan pembinaan kepada masyarakat dalam melaksanakan setiap program pembangunan. Hal-hal yang perlu diperkuat yaitu kemampuan aparat pemerintah sebagi pembimbing dan pembina masyarakat dan lembaga sosial masyarakat. Penguatan lembaga sosial masyarakat harus diarahkan untuk dapat menumbuhkan tanggung jawab masyarakat dalam penyelenggaran pembangunan. Peran serta masyarakat di satu daerah berkaitan erat dengan pemahaman tentang potensi daerah, kemampuan untuk menciptakan dan memanfaatkan peluang dalam pembangunan daerah.
Terdapat 2 (dua) hal yang dilakukan aparat dalam proses pemberdayaan masyarakat yaitu:
Universitas Sumatera Utara

1. Bahwa peran tidak seharusnya berupaya melakukan sendiri, tetapi mengarahkan. Artinya kalau dilakukan masyarakat jangan dilakukan oleh pemerintah.
2. Masyarakat hendaknya diikutsertakan mulai dari proyek survei, perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi pembangunan juga proses pengambilan keputusan (Sumodiningrat, 1997). Peningkatan peran serta masyarakat juga dapat dilakukan dengan cara
medayagunakan perencanaan masyarakat di tingkat kelurahan dengan menghidupkan musyawarah yang diperankan oleh masyarakat kelurahan yang dihimpun dalam wadah LKMD. Kartodirjo (1987) mengemukakan bahwa tokoh masyarakat memegang peran penting dalam mendukung pembangunan masyarakat pada umunya. Hal ini karena tokoh masyarakat dengan otoritas tradisionalnya mempunyai pengaruh yang efektif dalam pelaksanaan berbagai macam program pembangunan di kelurahan.
2.4 Pembangunan Daerah 2.4.1 Perencanaan Pembangunan Daerah
Perencanaan pembangunan daerah merupakan suatu sistem yang dibentuk dari unsur-unsur perencanaan, pembangunan dan daerah. Menurut Riyadi dan Deddy (2005) unsur-unsur perencanaan meliputi: 1. Adanya asumsi yang didasarkan pada fakta-fakta, ini berarti bahwa perencanaan
hendaknya disusun dengan berdasarkan asumsi yang didukung dengan fakta-fakt

Dokumen yang terkait

Analisis Komparasi Usahatani Padi Sawah Sistem Irigasi Dengan Padi Sawah Sistem Tadah Hujan (Studi Kasus : Desa Bakaran Batu Dan Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang)

1 53 152

Analisis Komparasi Usahatani Padi Sawah Sistem Irigasi Dengan Padi Sawah Sistem Tadah Hujan (Studi kasus : Desa Bakaran Batu dan Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang).

14 80 152

Persepsi Masyarakat Terhadap Kebijakan Penataan Pedagang Kaki Lima Pasar Sukaramai (Studi Kasus Pada Masyarakat Kelurahan Tegal Sari I Kecamatan Medan Area Kota Medan )

5 118 98

Persepsi Masyarakat Kelurahan Mangga Perumnas Simalingkar Terhadap Televisi Lokal DELI TV (DTV) Medan (Studi Deskriptif Tentang Persepsi Masyarakat Kelurahan Mangga Perumnas Simalingkar Terhadap Televisi Lokal Deli TV (DTV) Medan)

5 51 141

Respon Pasangan Usia Subur Terhadap Program Keluarga Berencana Gratis Di Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang

1 30 90

Evaluasi Pelaksanaan Program Penanggulangan Kemiskinan Di Perkotaan (P2KP) Dalam Pemberdayaan Masyarakat Miskin Di Kelurahan Lubuk Pakam I-II Kecamatan Lubuk Pakam

14 111 222

Pengaruh Pupuk Terhadap Optimasi Produksi Padi Sawah Di Kabupaten Deli Serdang (Studi Kasus : Kelurahan Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam)

15 106 86

PENGARUH KEGIATAN POS PELAYANAN TERPADU LANSIA TERHADAP KESEHATAN LANSIA DI KELURAHAN LUBUK PAKAM PEKAN KECAMATAN LUBUK PAKAM KABUPATEN DELI SERDANG.

0 5 29

PENGARUH PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TINGKAT KESADARAN MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (STUDI KASUS DI KELURAHAN SYAHMAD KECAMATAN LUBUK PAKAM).

0 1 21

Analisis Peran Stakeholder dalam Program Dana Pembangunan Kelurahan di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari IMG 20160520 0001

0 0 1