Analisis Pengaruh Kecukupan Modal, Efisiensi, Likuiditas, Non Performing Loan, Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif, Dan Kualitas Aktiva Produktif Terhadap Return On Assets (Studi Empiris Pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kabupaten D

ANALISIS PENGARUH KECUKUPAN MODAL, EFISIENSI,
LIKUIDITAS, NON PERFORMING LOAN, PEMBENTUKAN
PENYISIHAN AKTIVA PRODUKTIF, DAN KUALITAS
AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP
RETURN ON ASSETS
(Studi Empiris Pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah
Kabupaten Deli Serdang Tahun 2007-2010)

TESIS

Oleh

Erna Susilawaty Sebayang
097017040/Akt

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

ANALISIS PENGARUH KECUKUPAN MODAL, EFISIENSI,
LIKUIDITAS, NON PERFORMING LOAN, PEMBENTUKAN
PENYISIHAN AKTIVA PRODUKTIF, DAN KUALITAS
AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP
RETURN ON ASSETS
(Studi Empiris Pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kabupaten
Deli Serdang Tahun 2007-2010)

TESIS
Diajukan Sebagai Salah Syarat untuk Memperoleh Gelar
Magister Sains dalam Program Studi Akuntansi pada
Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

THE ANALYSIS OF CAPITAL ADEQUACY RATIO, EFICIENCY,
LIQUIDITY, NON PERFORMING LOAN, ALLOWANCE FOR
LOANS AND LEASE LOSSES, AND QUALITY OF
PRODUCTIVE ASSETS TOWARD
RETURN ON ASSETS
(The Study Empiries on Bank Perkreditan Rakyat (BPR) listed in Deli Serdang
Region since 2007 to 2010)

THESIS

By
Erna Susilawaty Sebayang
097017040/Akt

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis

:

ANALISIS PENGARUH KECUKUPAN
MODAL, EFISIENSI, LIKUIDITAS, NON
PERFORMING
LOAN, PEMBENTUKAN
PENYISIHAN AKTIVA PRODUKTIF, DAN
KUALITAS
AKTIVA
PRODUKTIF
TERHADAP RETURN ON ASSETS
(Studi Empiris Pada Bank Perkreditan Rakyat
(BPR) di Wilayah Kabupaten Deli Serdang
Tahun 2007-2010)

Nama Mahasiswa

:

Erna Susilawaty Sebayang

Nomor Pokok

:

097019040

Program Studi

:

Akuntansi

Menyetujui
Komisi Pembimbing

(Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ec.Ac.)

Ketua Program Studi

(Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA)

Tanggal lulus

(Drs. Syahyunan, M.Si.)

Direktur

(Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE.)

: 10 Agustus 2011

Universitas Sumatera Utara

Telah diuji pada :
Tanggal

10 Agustus 2011

PANITIA PENGUJI TESIS

Ketua

:

Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ec.Ac.

Anggota

:

1. Drs. Syahyunan, M.Si.
2. Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA.
3. Dra. Tapi Anda Sari, Lubis, M.Si., Ak.
4. Drs. Idhar Yahya, MBA, Ak.

Universitas Sumatera Utara

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul : “ANALISIS
PENGARUH KECUKUPAN MODAL, EFISIENSI, LIKUIDITAS, NON
PERMORMING
PRODUKTIF,

LOAN,
DAN

PEMBENTUKAN

KUALITAS

AKTIVA

PENYISIHAN
PRODUKTIF

AKTIVA

TERHADAP

RETURN ON ASSETS” adalah benar hasil karya saya sendiri yang belum pernah
dipublikasikan oleh siapapun sebelumnya.
Sumber-sumber data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan secara
benar dan jelas.

Medan, 10 Agustus 2011
Yang membuat pernyataan

Erna Susilawaty Sebayang

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh kecukupan modal
diproksikan melalui Capital Adequacy Ratio (CAR), efisiensi diproksikan melalui
Biaya Operasi terhadap Pendapatan Operasi (BOPO), likuiditas diproksikan melalui
Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Penghapusan Penyisihan
Aktiva Produktif (PPAP), Kualitas Aktiva Produktif (KAP) terhadap Return on
Assets (ROA) pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kabupaten Deli
Serdang.
Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kabupaten Deli Serdang yang
menyajikan laporan keuangan triwulan yang dipublikasikan Bank Indonesia secara
kontinu mulai periode tahun 2007 sampai dengan 2010. Populasi dalam penelitian ini
sebanyak 19 Bank Perkreditan Rakyat. Dari jumlah populasi ini yang menjadi sampel
sebanyak 13 Bank Perkreditan Rakyat di Wilayah Kabupaten Deli Serdang periode
tahun 2007 sampai dengan 2010. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi
linear berganda (Multiple Linear Regression) dengan persamaan kuadrat terkecil dan
uji hipotesis menggunakan F-test untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen secara simultan serta t-test untuk menguji
besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial
dengan Level of Significance 5%. Selain itu juga dilakukan uji asumsi klasik yang
meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji
autokorelasi.
Selama periode pengamatan menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi
normal. Berdasarkan uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, uji
heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi tidak ditemukan variabel yang menyimpang
dari asumsi klasik, hal ini menunjukkan bahwa data yang tersedia telah memenuhi
syarat untuk menggunakan model persamaan regresi liniear berganda. Dari hasil
penelitian secara simultan keenam variabel berpengaruh signifikansi terhadap ROA.
Sedangkan secara parsial menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR), Non
Performing Loan (NPL) berpengaruh positif dan signifikansi terhadap ROA. Biaya
Operasi Pendapatan Operasi (BOPO), Penghapusan Penyisihan Aktiva Produktif
(PPAP) secara parsial berpengaruh negatif dan signifikansi terhadap ROA. Loan to
Deposit Ratio (LDR) dan Kualitas Aktiva Produktif (KAP) secara parsial tidak
berpengaruh signifikansi terhadap ROA. Kemampuan prediksi dari keenam variabel
tersebut terhadap ROA sebesar 78,1% sedangkan sisanya sebesar 21,9% dipengaruhi
oleh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian.

Kata Kunci : Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasi terhadap Pendapatan
Operasi (BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan
(NPL), Penghapusan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP), Kualitas
Aktiva Produktif (KAP), dan Return on Assets (ROA).

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The purpose of this study was to test the influence of the Capital Adequacy
forecasting on Capital Adequacy Ratio (CAR). Efencienci forecasting on Biaya
Operasi terhadap Pendapatan Operasi (BOPO), liquidity forecasting on Loan to
Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Penghapusan Penyisihan Aktiva
Produktif (PPAP), Kualitas Aktiva Produktif (KAP) toward Return on Asset (ROA) on
Bank Perkreditan Rakyat listed in Deli Serdang Region.
This study used purposive sampling method in criteria was Bank Perkreditan
Rakyat in Deli Serdang Region who provided financial quarterly report that
publicated by Indonesia Banking Directory continuously since 2007 to 2010. The
population in this study used 19 Bank Perkreditan Rakyat. And the total of samples
13 Bank Perkreditan Rakyat in Deli Serdang Region since 2007 to 2010. The
analysis technique used was Multiple Linear Regression with equation least squares
and hypothesis test use F-test to know to test the truth of influence of independence
variable towards dependent variable is simultant and also t-test to test the influence
of independence variable towards dependent variable as partial on level of
significant 5%. Also the other test was a classic assumption test covering normally
test, multicolinearity test, heteroskedasticity test, and autocorrelation test.
During the study period show the data research was normally distributed.
Based on the result of normally test, multicolinearity test, heteroskedasticity test, and
autocorrelation test variable digressing of classic assumption deviation has not
founded, its indicate that the available data has fulfill the condition to use multiple
linear regression model. From the result of the study the simultant of the six variable
influence significant towards ROA. While, CAR, NPL, in partial a positive and
significant toward ROA. BOPO and PPAP partially a negative and significant
toward ROA. LDR and KAP in partial significant not influence toward ROA.
Prediction capability from these seven variable toward ROA is 78,1,% where the
balance 21,9% is affected to other factors which was not to be entered to research
model.
Keyword :

Capital Adequacy Ratio (CAR), Operating Expenses to Operating
Income Ratio, Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan
(NPL), Allowance for Loans and Lease Losess, Quality of Productive
Assets, and Return on Assets (ROA).

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Penulis panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
karunia dan rahmat yang telah dilimpahkanNya. Khususnya dalam penulisan tesis ini.
Penulisan tesis ini dimaksudkan untuk memenuhi sebagian dari persyaratanpersyaratan guna memperoleh derajat sarjana S-2 Magister Ilmu Akuntansi pada
Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Penulis menyadari bahwa baik dalam pengungkapan, penyajian dan pemilihan
kata-kata maupun pembahasan materi tesis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena
itu dengan penuh kerendahan hati penulis mengharapkan saran, kritik dan segala
bentuk pengarahan dari semua pihak untuk perbaikan tesis ini.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih pada semua pihak
yang telah membantu dalam penyusunan tesis ini, khususnya kepada:
1. Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H., M.Sc (CTM), Sp.A(K), selaku Rektor
Universitas Sumatera Utara beserta seluruh stafnya.
2. Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE., selaku Direktur Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara beserta seluruh stafnya.
3. Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, Ak, selaku Ketua Program Studi Ilmu
Akuntansi Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
4. Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ec.Ac., selaku dosen pembimbing utama tesis, yang
telah banyak meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk mengarahkan dan

Universitas Sumatera Utara

membimbing serta memberikan saran-saran kepada penulis dalam menyelesaikan
tesis ini.
5. Drs. Syahyunan, M.Si., selaku dosen pembimbing pendukung tesis yang telah
bersedia

meluangkan

waktu,

tenaga

dan

pikiran

untuk

membimbing,

mengarahkan serta memberikan saran-saran kepada penulis sehingga tesis ini
dapat diselesaikan.
6. Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, Ak, selaku dosen pembanding yang
telah banyak memberikan saran-saran kepada penulis dalam penyelesaian tesis
ini.
7. Dra. Tapi Anda Sari, Lubis, M.Si, Ak, selaku dosen pembanding yang telah
banyak memberikan saran-saran kepada penulis dalam penyelesaian tesis ini.
8. Drs. Idhar Yahya, MBA, Ak, selaku dosen pembanding yang telah banyak
memberikan saran-saran kepada penulis dalam penyelesaiaan tesis ini.
9. Seluruh dosen dan staf administrasi Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera
Utara.
10. Suami tercinta Hamonangan Justinus Gultom dan anak tersayang Simon Ignasius
Gultom, serta seluruh keluarga yang telah memberikan dukungan dan motivasi
dengan penuh kasih sayang baik moril maupun materil kepada penulis.
11. Rekan-rekan mahasiswa Ilmu Akuntansi khususnya angkatan XVII dan temanteman lain, yang telah mendukung dan memberikan saran membangun kepada
penulis.
12. Pihak-pihak lain yang tidak disebutkan yang telah banyak memberikan dukungan
dan motivasi kepada penulis.

Universitas Sumatera Utara

Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari sempurna, sehingga masih
diperlukan masukan dan saran yang membangun guna perbaikan dan kesempurnaan,
dan akhirnya harapan penulis semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Medan,

Agustus 2011

Erna S. Sebayang

Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP

I. Pribadi :
Nama

: ERNA SUSILAWATY SEBAYANG

Tempat/Tanggal Lahir

: Kisaran/03 Desember 1975

Anak ke

: 3 (tiga) dari 6 (enam) bersaudara

Alamat

: Jl. Citra Anggrek No. 12 Simpang Selayang – Medan

II. Pendidikan Formal
a. SD Swasta Panti Budaya Kisaran Tamat Tahun 1998
b. SMP Negeri 2 Kisaran Tamat Tahun 1991
c. SMA Negeri 2 Kisaran Tamat Tahun 1994
d. Fakultas Ekonomi Program Strata 1 (S1) Jurusan Akuntansi Universitas
Katolik Santo Thomas Medan Tamat Tahun 1999

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK .............................................................................................

i

ABSTRACT...........................................................................................

ii

KATA PENGANTAR...........................................................................

iii

RIWAYAT HIDUP ..............................................................................

vi

DAFTAR ISI..........................................................................................

vii

DAFTAR TABEL .................................................................................

xi

DAFTAR GAMBAR.............................................................................

xii

DAFTAR LAMPIRAN .........................................................................

xiii

BAB I

BAB II

PENDAHULUAN...............................................................

1

1.1. Latar Belakang............................................................

1

1.2. Rumusan Masalah.......................................................

9

1.3. Tujuan Penelitian........................................................

10

1.4. Manfaat Penelitian......................................................

10

1.5. Originalitas ................................................................

11

TINJAUAN PUSTAKA .....................................................

12

2.1. Landasan Teori............................................................

12

2.1.1. Return on Assets (ROA) ...................................

12

2.1.2. Kecukupan Modal.............................................

13

2.1.3. Efisiensi ............................................................

14

2.1.4. Likuiditas ..........................................................

15

Universitas Sumatera Utara

2.1.5. Non Performing Loan (NPL)............................

16

2.1.6. Penghapusan Penyisihan Aktiva Produktif ......

18

2.1.7. Kualitas Aktiva Produktif.................................

19

2.1.8. Pengaruh Variabel Independen
Terhadap Return on Assets................................

20

2.1.8.1. Pengaruh Capital Adequacy Ratio Terhadap
Return on Assets ..................................

20

2.1.8.2. Pengaruh Biaya Operasi Pendapatan
Operasi Terhadap Return on Assets ....

21

2.1.8.3. Pengaruh Loan to Deposit Ratio Terhadap
Return on Assets..................................

21

2.1.8.4. Pengaruh Non Performing Loan Terhadap
Return on Assets..................................

22

2.1.8.5. Pengaruh Penghapusan Penyisihan
Aktiva Produktif Terhadap Return on
Assets .................................................

23

2.1.8.6. Pengaruh Kualitas Aktiva Produktif
Terhadap Return on Assets..................

24

Penelitian Terdahulu..............................................

24

KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS ...................

27

3.1. Kerangka Konsep ..........................................................

27

3.2. Hipotesis........................................................................

30

METODE PENELITIAN ..................................................

31

4.1. Jenis Penelitian..............................................................

31

2.2.
BAB III

BAB IV

Universitas Sumatera Utara

BAB V

BAB VI

4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian ........................................

31

4.3. Populasi dan Sampel .....................................................

31

4.4. Metode Pengumpulan Data ...........................................

34

4.5. Jenis Data ......................................................................

34

4.5. Definisi Operasional Variabel.......................................

34

4.6. Metode Analisis Data....................................................

39

4.7. Pengujian Hipotesis.......................................................

39

4.8. Uji Asumsi Klasik .........................................................

42

4.8.1. Uji Normalitas Data ............................................

42

4.8.2. Uji Multikolinearitas ...........................................

42

4.8.3. Uji Heteroskedastisitas........................................

43

4.8.4. Uji Autokorelasi..................................................

43

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN .............

45

5.1. Deskripsi Data Penelitian..............................................

45

5.2. Hasil Analisis ................................................................

47

5.2.1. Uji Normalitas Data ............................................

47

5.2.2. Uji Multikolinearitas ...........................................

50

5.2.3. Uji Heteroskedastisitas........................................

52

5.2.4. Uji Autokorelasi..................................................

53

5.3. Pengujian Hipotesis ......................................................

54

5.4. Pembahasan Hipotesis ..................................................

58

KESIMPULAN DAN SARAN ..........................................

64

6.1. Kesimpulan ...................................................................

64

6.2. Keterbatasan Penelitian.................................................

65

Universitas Sumatera Utara

6.3. Saran .............................................................................

66

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Nomor
1.1.

Judul

Halaman
Rata-rata dari CAR,

BOPO, LDR, NPL, PPAP, KAP
dan ROA pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di
Wilayah Kabupaten Deli Serdang Periode 2007 sampai
dengan 2010 .......................................................................

7

2.1.

Hasil-hasil Penelitian Terdahulu ..........................................

26

4.1.

Populasi Penelitian...............................................................

33

4.2.

Definisi Operasional ............................................................

38

5.1.

Deskriptif Data ....................................................................

45

5.2.

Uji Normalitas (Descriptive Statistics) ...............................

48

5.3.

Uji Normalitas (One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test) ...

49

5.4.

Matriks Korelasi Antara Variabel Independen ..................

50

5.5.

Variance Inflation Factor (VIF) Variabel Independen .......

51

5.6.

Autokorelasi .........................................................................

53

5.7.

Uji Autokorelasi ..................................................................

54

5.8.

Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F)........................

54

5.9.

Nilai Koefisien Determinasi (R2) ........................................

55

5.10.

Hasil Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)..................

56

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

3.1.

Kerangka Konsep ............................................................

27

5.1.

Normal P-P Plot Residual .................................................

47

5.2.

Scatterplot Uji Heteroskedastisitas ...................................

52

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
Nomor
1.

Judul
Rekapitulasi CAR, BOPO, LDR, NPL, PPAP, KAP dan ROA
Tahun 2007

2.

Rekapitulasi CAR, BOPO, LDR, NPL, PPAP, KAP dan ROA
Tahun 2008

3.

Rekapitulasi CAR, BOPO, LDR, NPL, PPAP, KAP dan ROA
Tahun 2009

4.

Rekapitulasi CAR, BOPO, LDR, NPL, PPAP, KAP dan ROA
Tahun 2010

5.

Deskriptif Data

6.

Hasil Pengujian Hipotesis

7.

Hasil Analisis Uji Asumsi Klasik (Uji Normalitas)

8.

Hasil Analisis Uji Asumsi Klasik (Uji Normalitas)

9.

Hasil Analisis Uji Asumsi Klasik (Uji Multikolinearitas)

10.

Hasil Analsis Uji Asumsi Klasik (Uji Heteroskedastisitas)

11.

Hasil Analisis Uji Asumsi Klasik (Uji Autokorelasi)

12.

Kredit MKM Menurut Sektor Ekonomi

13.

Kegiatan Usaha Bank Perkreditan Rakyat

14.

Kredit Bank Perkreditan Rakyat Berdasarkan Sektor Ekonomi

15.

Suku Bunga Rata-rata Kredit BPR Berdasarkan Sektor Ekonomi

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh kecukupan modal
diproksikan melalui Capital Adequacy Ratio (CAR), efisiensi diproksikan melalui
Biaya Operasi terhadap Pendapatan Operasi (BOPO), likuiditas diproksikan melalui
Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Penghapusan Penyisihan
Aktiva Produktif (PPAP), Kualitas Aktiva Produktif (KAP) terhadap Return on
Assets (ROA) pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kabupaten Deli
Serdang.
Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kabupaten Deli Serdang yang
menyajikan laporan keuangan triwulan yang dipublikasikan Bank Indonesia secara
kontinu mulai periode tahun 2007 sampai dengan 2010. Populasi dalam penelitian ini
sebanyak 19 Bank Perkreditan Rakyat. Dari jumlah populasi ini yang menjadi sampel
sebanyak 13 Bank Perkreditan Rakyat di Wilayah Kabupaten Deli Serdang periode
tahun 2007 sampai dengan 2010. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi
linear berganda (Multiple Linear Regression) dengan persamaan kuadrat terkecil dan
uji hipotesis menggunakan F-test untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen secara simultan serta t-test untuk menguji
besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial
dengan Level of Significance 5%. Selain itu juga dilakukan uji asumsi klasik yang
meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji
autokorelasi.
Selama periode pengamatan menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi
normal. Berdasarkan uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, uji
heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi tidak ditemukan variabel yang menyimpang
dari asumsi klasik, hal ini menunjukkan bahwa data yang tersedia telah memenuhi
syarat untuk menggunakan model persamaan regresi liniear berganda. Dari hasil
penelitian secara simultan keenam variabel berpengaruh signifikansi terhadap ROA.
Sedangkan secara parsial menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR), Non
Performing Loan (NPL) berpengaruh positif dan signifikansi terhadap ROA. Biaya
Operasi Pendapatan Operasi (BOPO), Penghapusan Penyisihan Aktiva Produktif
(PPAP) secara parsial berpengaruh negatif dan signifikansi terhadap ROA. Loan to
Deposit Ratio (LDR) dan Kualitas Aktiva Produktif (KAP) secara parsial tidak
berpengaruh signifikansi terhadap ROA. Kemampuan prediksi dari keenam variabel
tersebut terhadap ROA sebesar 78,1% sedangkan sisanya sebesar 21,9% dipengaruhi
oleh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian.

Kata Kunci : Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasi terhadap Pendapatan
Operasi (BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan
(NPL), Penghapusan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP), Kualitas
Aktiva Produktif (KAP), dan Return on Assets (ROA).

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The purpose of this study was to test the influence of the Capital Adequacy
forecasting on Capital Adequacy Ratio (CAR). Efencienci forecasting on Biaya
Operasi terhadap Pendapatan Operasi (BOPO), liquidity forecasting on Loan to
Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Penghapusan Penyisihan Aktiva
Produktif (PPAP), Kualitas Aktiva Produktif (KAP) toward Return on Asset (ROA) on
Bank Perkreditan Rakyat listed in Deli Serdang Region.
This study used purposive sampling method in criteria was Bank Perkreditan
Rakyat in Deli Serdang Region who provided financial quarterly report that
publicated by Indonesia Banking Directory continuously since 2007 to 2010. The
population in this study used 19 Bank Perkreditan Rakyat. And the total of samples
13 Bank Perkreditan Rakyat in Deli Serdang Region since 2007 to 2010. The
analysis technique used was Multiple Linear Regression with equation least squares
and hypothesis test use F-test to know to test the truth of influence of independence
variable towards dependent variable is simultant and also t-test to test the influence
of independence variable towards dependent variable as partial on level of
significant 5%. Also the other test was a classic assumption test covering normally
test, multicolinearity test, heteroskedasticity test, and autocorrelation test.
During the study period show the data research was normally distributed.
Based on the result of normally test, multicolinearity test, heteroskedasticity test, and
autocorrelation test variable digressing of classic assumption deviation has not
founded, its indicate that the available data has fulfill the condition to use multiple
linear regression model. From the result of the study the simultant of the six variable
influence significant towards ROA. While, CAR, NPL, in partial a positive and
significant toward ROA. BOPO and PPAP partially a negative and significant
toward ROA. LDR and KAP in partial significant not influence toward ROA.
Prediction capability from these seven variable toward ROA is 78,1,% where the
balance 21,9% is affected to other factors which was not to be entered to research
model.
Keyword :

Capital Adequacy Ratio (CAR), Operating Expenses to Operating
Income Ratio, Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan
(NPL), Allowance for Loans and Lease Losess, Quality of Productive
Assets, and Return on Assets (ROA).

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Krisis ekonomi tahun 1997 yang kemudian berkembang menjadi krisis multi
dimensi membawa dampak kehancuran usaha perbankan di Indonesia. Hal ini
meninggalkan kredit macet yang cukup besar, dan sampai saat ini belum terselesaikan
oleh badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) maupun oleh bank pemberi
kredit, sehingga membawa dampak terhadap kerugian negara dan rakyat yang cukup
besar. Rendahnya kemampuan manajemen risiko merupakan salah satu kelemahan
yang teridentifikasi dari krisis perbankan 1997/1998, selain masalah permodalan dan
good corporate governance. Jasa perkreditan sebagai produk usaha perbankan
merupakan salah satu penyumbang pendapatan terbesar Bank dibanding beberapa
produk jasa perbankan lainnya. (Wilopo, 2000).
Krisis yang terjadi dalam industri perbankan perlu diantisipasi serta
dipulihkan, terutama untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat baik terhadap
bank sebagai sebuah perusahaan atau sistem perbankan secara keseluruhan. Dengan
kata lain bagaimanapun proses nasionalisasi dilakukan dan berapapun dana yang
dikeluarkan untuk penyelamatan atau rekapitalisasi perbankan, hal tersebut tidak akan
ada manfaatnya tanpa adanya kepercayaan dan dukungan dari masyarakat. Dalam
situasi seperti itu, masyarakat akan menjadi lebih jeli untuk menilai kondisi suatu
bank bahkan sistem perbankan secara keseluruhan.

Universitas Sumatera Utara

Upaya untuk menghadapi kondisi seperti yang digambarkan di atas
mengharuskan setiap perusahaan perbankan mengambil langkah antisipatif.
Perusahaan perbankan dituntut menjadi lebih dinamis dalam berbagai hal termasuk
meningkatkan kemampuan pelayanan dalam meraih kembali kepercayaan masyarakat
yang selama ini menurun.
Dampak krisis tidak hanya dirasakan oleh bank-bank umum tetapi dirasakan
juga oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR). BPR sebagai salah satu dari dua jenis bank
yang ada di Indonesia seperti yang dimaksudkan dalam Undang-undang No.7 Tahun
1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 10
Tahun 1998 yang keberadaannya diharapkan mampu memberikan pelayanan bagi
masyarakat golongan ekonomi lemah dan pengusaha kecil baik di pedesaan ataupun
di perkotaan.
Melalui seminar restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan di Jakarta tahun
1998 disimpulkan beberapa penyebab menurunnya kinerja bank antara lain: (1)
semakin meningkatnya kredit bermasalah, (2) dampak likuidasi bank-bank 1
November 1997 yang mengakibatkan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap
perbankan dan pemerintah, sehingga memicu penarikan dana secara besar-besaran,
(3) semakin menurunnya permodalan bank-bank, (4) banyak bank-bank tidak mampu
melunasi kewajibannya karena menurunnya nilai tukar rupiah, serta (5) manajemen
tidak profesional (Almilia dan Herdiningtyas, 2005).
Langkah strategis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja bank
adalah dengan cara memperbaiki kinerja bank. Kinerja yang baik suatu bank
diharapkan mampu meraih kembali kepercayaan masyarakat terhadap bank itu sendiri

Universitas Sumatera Utara

atau sistem perbankan secara keseluruhan. Pada sisi lain kinerja bank dapat pula
dijadikan sebagai tolak ukur kesehatan bank tersebut. Secara intuituf dapat dikatakan
bahwa bank yang sehat akan mendapat dukungan dan kepercayaan dari masyarakat
serta akan terhindar dari kondisi bermasalah.
Menyadari pentingnya kesehatan suatu bank bagi nasabah, maka dirasa perlu
untuk melakukan pemeliharaan kesehatan bank yang antara lain mencakup
pemeliharaan likuiditas sehingga dapat memenuhi kewajiban pada nasabah yang
menarik simpanannya sewaktu-waktu. Arti penting itu ditunjukkan oleh berbagai
evaluasi pengukuran atau penelitian yang dilakukan oleh majalah khusus perbankan
maupun penelitian ilmiah akademis. Pada umumnya penelitian mengacu pada
variabel CAMEL yang diproksikan dalam berbagai rasio keuangan perbankan.
Hasil penilaian kinerja sebuah bank yang diukur dengan menggunakan alat
analisis CAMEL dapat dimanfaatkan secara langsung baik oleh pemilik modal,
pengelola ataupun masyarakat. Hasil penilaian tersebut dapat dijadikan sebagai bahan
pertimbangan bagi pemilik modal dalam menanamkan modalnya dan dapat dijadikan
informasi penting bagi pengelola dalam menyusun langkah-langkah operasional
pengembangan usahanya. Bagi masyarakat, informasi tentang kinerja bank dapat
menjadi acuan dalam memilih perusahaan perbankan untuk memenuhi kebutuhan
akan jasa keuangan.
Tingkat kesehatan bank dapat dinilai menggunakan beberapa indikator. Salah
satu indikator utama yang sering dijadikan dasar penilaian adalah laporan keuangan
bank yang bersangkutan. Berdasarkan laporan keuangan dapat dihitung sejumlah
rasio keuangan yang lazim dijadikan dasar penilaian tingkat kesehatan bank, seperti

Universitas Sumatera Utara

penelitian untuk evaluasi dan pemeringkatan kesehatan bank yang dilakukan oleh
Majalah Perbankan Investor (Edisi 101, 27 Mei – 7 Juni 2004) menggunakan
variabel, CAR, NPL, ROA, ROE, NIM, BOPO, LDR, Rasio Tabungan, Rasio
Pendapatan Bunga dan Pendapatan Non Bunga Bersih, Pertumbuhan Laba,
Pertumbuhan Kredit, dan Rasio Utilisasi Kredit. Analisis rasio keuangan
memungkinkan pihak manajemen untuk mengidentifikasikan perubahan-perubahan
pokok pada trend jumlah, dan hubungan serta alasan perubahan tersebut. Hasil
analisis laporan keuangan dapat membantu menginterpretasikan berbagai hubungan
kunci serta kecenderungan yang dapat memberikan dasar pertimbangan mengenai
potensi keberhasilan perusahaan di masa mendatang (Almilia dan Herdiningtyas,
2005).
Informasi tentang posisi keuangan perusahaan, kinerja perusahaan, aliran kas
perusahaan dan informasi lain yang berkaitan dengan laporan keuangan dapat
diperoleh dari laporan keuangan perusahaan. Untuk memahami informasi tentang
laporan keuangan, analisis laporan keuangan sangat dibutuhkan. Analisis laporan
keuangan meliputi perhitungan dan interpretasi rasio keuangan. Analisis rasio
keuangan dapat membantu para pelaku bisnis, pemerintah dan pemakai laporan
keuangan lain dalam menilai kondisi keuangan suatu perusahaan tidak terkecuali
perusahaan perbankan termasuk bank perkreditan rakyat (BPR). Penilaian kinerja
perusahaan umumnya menggunakan 5 (lima) aspek penilaian, yaitu Capital, Assets
Quality, Management, Earnings, dan Liquidity (CAMEL). Lima aspek CAMEL
tersebut dinilai dengan menggunakan rasio keuangan (Machfoedz, 1994).

Universitas Sumatera Utara

Segala kriteria penilaian kinerja keuangan bank yang berpegang pada prinsip
prudential banking, pada dasarnya dilakukan dengan menggunakan pendekatan
kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi dan perkembangan
bank.

Pendekatan kualitatif tersebut dilakukan dengan penilaian terhadap

perhitungan rasio keuangan. Oleh karena itu, rasio keuangan bermanfaat dalam
menilai kinerja keuangan bank yang bersangkutan (Nasser, 2003). Ukuran yang
digunakan untuk menilai kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dalam memperoleh
laba adalah Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE).
Menurut Surat Edaran Bank Indonesia (BI) No. 3/30DPNP tanggal 14
Desember 2001, rasio Return on Assets (ROA) dapat diukur dengan perbandingan
antara laba sebelum pajak terhadap total aset (total aktiva). Alasan dipilihnya Return
on Assets (ROA) karena selain merupakan ukuran kinerja keuangan (profitabilitas)
bank, ratio ini sekaligus merupakan indikator efisiensi manajerial bank yang
mengindikasikan kemampuan manajemen dalam mengelola aset untuk memperoleh
keuntungan (Kuncoro, 2002). Sedangkan Return on Equity hanya menggambarkan
kemampuan manajemen dalam mengelola modal untuk memperoleh keuntungan.
Sesuai dengan standar yang ditentukan Bank Indonesia (BI) bahwa unsur kecukupan
modal (CAR) minimum hanya 8% yang mengindikasikan bahwa unsur pendanaan
pada perbankan lebih banyak dari pihak lain (dana dari bank lain dan dana dari pihak
ketiga bukan bank). Dari uraian diatas jelas terlihat bahwa cakupan Return on Assets
(ROA) lebih luas cakupannya jika dibandingkan dengan Return on Equity (ROE).
Semakin besar Return on Assets (ROA) menunjukkan kinerja perbankan semakin
baik, karena tingkat kembalian (return) semakin besar. Menurut Ang (1997), Return

Universitas Sumatera Utara

on Assets (ROA) dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain laba bersih setelah pajak,
modal sendiri bank dan rasio-rasio perbankan.
Kinerja keuangan bank dapat dinilai dari rasio keuangan bank seperti rasio
Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional
(BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Pembentukan
Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP) dan Kualitas Aktiva Produktif (KAP).
Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) digunakan untuk mengukur kecukupan
modal yang dimiliki bank untuk menunjang aktiva yang mengandung atau
menghasilkan resiko, misalnya kredit yang diberikan. Rasio Biaya Operasional
terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) digunakan untuk mengukur tingkat
efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasinya. Rasio Loan to
Deposit Ratio (LDR) digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam membayar
kembali kewajiban deposan dengan mengandalkan kredit sebagai sumber
likuiditasnya.

Rasio Non Performing Loan (NPL) digunakan untuk mengukur

kemampuan manajemen bank dalam mengelola kredit bermasalah yang diberikan
oleh bank. Rasio Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP) adalah cadangan
yang dibentuk dengan cara membebankan laba/rugi tahun berjalan dengan maksud
untuk menampung kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat tidak diterimanya
seluruh atau sebagian aktiva produktif. Rasio Kualitas Aktiva Produktif adalah
penanaman bank dalam bentuk kredit, surat berharga, penyertaan dan penanaman
lainnya yang dimaksudkan untuk memperoleh penghasilan.
Besarnya rata-rata keenam variabel independen (CAR, BOPO, LDR, NPL,
PPAP dan KAP dan variabel dependen (ROA) pada Bank Perkreditan Rakyat di

Universitas Sumatera Utara

Wilayah Kabupaten Deli Serdang selama periode tahun 2007 – 2010 dapat dilihat
pada Tabel 1.1. berikut ini:
Tabel 1.1. Rata-rata dari CAR, BOPO, LDR, NPL, PPAP, KAP dan ROA Pada
Bank Perkreditan Rakyat di Wilayah Kabupaten Deli Serdang
Periode 2007 sampai 2010
Variabel Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010
Total
Rata-rata
CAR
22,84%
22,72%
21,32%
15,21%
20,52%
BOPO
103,12%
85,58%
80,91%
83,98%
88,39%
LDR
77,00%
73,67%
82,15%
82,21%
78,76%
NPL
5,03%
4,88%
9,73%
4,26%
5,98%
PPAP
5,24%
1,55%
1,71%
1,94%
2,61%
KAP
10,24%
4,41%
3,79%
6,18%
6,16%
ROA
1,93%
3,28%
3,29%
3,85%
3,09%
Sumber : Laporan Publikasi Bank Indonesia
Berdasarkan Tabel 1.1. dapat dilihat bahwa CAR, BOPO, PPAP, KAP pada
tahun 2007-2010 menunjukkan penurunan setiap tahunnya, sedangkan ROA
mengalami peningkatan selama tahun 2007-2010. Kondisi tersebut menunjukkan
adanya hubungan negatif antara CAR dan ROA, antara BOPO dan ROA, antara
PPAP dan ROA, antara KAP dan ROA sehingga fakta sementara ini perlu dilakukan
penelitian lanjutan.
Sedangkan LDR, NPL pada tahun 2007-2010 menunjukkan peningkatan
setiap tahunnya. Kondisi tersebut menunjukkan adanya hubungan positif antara LDR
dan ROA, begitu juga antara NPL dan ROA sehingga fakta sementara ini perlu
dilakukan penelitian lanjutan.
Penelitian tentang Kecukupan Modal, Efisiensi, Likuiditas, Non Performing
Loan (NPL), Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP), Kualitas Aktiva
Produktif (KAP) terhadap Return on Assets (ROA) telah dilakukan oleh Azwir
(2006).

Universitas Sumatera Utara

Memperhatikan adanya keterbatasan penelitian sebelumnya berkaitan dengan
variabel independen yang diteliti yaitu rasio kualitas aktiva produktif, maka perlu
dilakukan penambahan variabel independen dalam penelitian ini berupa rasio kualitas
aktiva produktif. Penelitian terdahulu belum pernah dilakukan pada Bank Perkreditan
Rakyat yang berada di Wilayah Kabupaten Deli Serdang. Data Empiris yang akan
diolah pada periode 2007 sampai dengan 2010 belum pernah dilakukan pada
penelitian terdahulu.
Alasan dipilihnya tempat penelitian Bank Perkreditan Rakyat di Wilayah
Kabupaten Deli Serdang bahwa BPR yang ada di Sumatera Utara yang terbesar
jumlahnya berada di Wilayah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 19 BPR. Data ini
diperoleh dari Laporan Publikasi Bank Indonesia per Desember 2010. Bank
Perkreditan Rakyat juga merupakan jenis bank yang diakui oleh Bank Indonesia dan
berfungsi sebagai lembaga keuangan bagi masyarakat golongan ekonomi lemah dan
pengusaha kecil baik di pedesaan ataupun di perkotaan. Jumlah penyaluran kredit
Mikro Kecil dan Menengah oleh Bank Umum per Desember 2010 adalah sebesar Rp
892.938 milyar dan jumlah kredit Mikro Kecil dan Menengah yang disalurkan oleh
BPR per Desember 2010 adalah sebesar Rp 33.844 milyar (data terlampir).
Berdasarkan sektor perekonomian, penyaluran kredit yang disalurkan oleh BPR di
dominasi oleh sektor bukan lapangan usaha – lainnya dan sektor perdagangan besar
dan eceran yaitu masing-masing sebesar Rp 11.341 milyar dan Rp 10.342 milyar
(data terlampir).
Tingkat suku bunga pada BPR berdasarkan sektor ekonomi rata-rata antara
25,28 % sampai dengan 38,29 % per tahun (data terlampir). Jika dibandingkan

Universitas Sumatera Utara

dengan suku bunga pada Bank Umum, suku bunga pada BPR relatif lebih tinggi.
Namun demikian masyarakat tetap tertarik pada BPR karena proses pemberian kredit
pada BPR lebih cepat dan persyaratan kredit yang lebih mudah jika dibandingan
dengan Bank Umum. Kinerja BPR dibandingkan dengan kinerja Bank Umum jika
dilihat dari sisi ROA lebih tinggi (data terlampir).

1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
Apakah terdapat pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasi
Terhadap Pendapatan Operasi (BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non
Performing Loan (NPL), Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP), dan
Kualitas Aktiva Produktif (KAP) terhadap Return on Assets (ROA) secara simultan
dan parsial pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kabupaten Deli Serdang
Tahun 2007 sampai dengan 2010?

1.3.

Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah maka tujuan penelitian sebagai berikut:
Untuk menganalisis dan memberikan bukti empiris tentang pengaruh Capital

Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasi Terhadap Pendapatan Operasi (BOPO), Loan
to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Pembentukan Penyisihan
Aktiva Produktif (PPAP), Kualitas Aktiva Produktif (KAP) terhadap Return on
Assets (ROA) baik secara simultan dan parsial pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
di Wilayah Kabupaten Deli Serdang Tahun 2007 sampai dengan 2010.

Universitas Sumatera Utara

1.4.

Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini antara lain :
1. Bagi pengambil keputusan atau pihak manajemen Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
dapat digunakan sebagai dasar untuk merencanakan pengelolaan/penempatan dana
dalam rangka meningkatkan Return on Assets (ROA).
2. Bagi Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, khususnya Program
Magister Ilmu Akuntansi untuk menambah hasil penelitian yang berkaitan dengan
Return on Assets (ROA) pada perbankan.
3. Bagi peneliti sendiri dapat digunakan sebagai pembanding hasil riset penelitian
yang berkaitan dengan Return on Assets (ROA) pada perbankan.
4. Bagi peneliti selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan prediksi
Return on Assets (ROA) melalui rasio keuangan.

1.5. Originalitas
Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Azwir
(2006) yang menganalisis pengaruh kecukupan modal, efisiensi, likuiditas, NPL, dan
PPAP terhadap ROA pada Lembaga Perbankan yang listed di BEJ periode 20012004. Dalam penelitian Azwir (2006), kecukupan modal diproksikan melalui Capital
Adequacy Ratio (CAR), efisiensi diproksikan melalui Biaya Operasi terhadap
Pendapatan Operasi (BOPO), likuiditas diproksikan melalui Loan to Deposit Ratio
(LDR).
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada
penambahan variabel independen, periode waktu penelitian, dan tempat penelitian.

Universitas Sumatera Utara

Variabel independen pada penelitian Azwir (2006) yaitu CAR, BOPO, LDR, NPL,
dan PPAP, sedangkan dalam penelitian ini ada penambahan variabel independen
yaitu Kualitas Aktiva Produktif (KAP). Penambahan variabel ini dilakukan
berdasarkan keterbatasan penelitian Azwir (2006). Periode waktu penelitian ini
dilakukan pada tahun 2007 sampai dengan 2010 dan tempat penelitian dilakukan
pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kabupaten Deli Serdang.
 

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Landasan Teori
2.1.1. Return on Assets (ROA)
Salah satu ukuran untuk melihat kinerja keuangan perbankan adalah melalui
Return on Assets (ROA). Return on Assets (ROA) digunakan sebagai ukuran kinerja
keuangan dan dijadikan sebagai variabel dependen karena ROA digunakan untuk
mengukur efektifitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan
memanfaatkan aktiva yang dimilikinya.
Menurut Surat Edaran Bank Indonesia No. 3/30DPNP tanggal 14 Desember
2001, rasio ROA dapat diukur dengan perbandingan antara laba sebelum pajak
terhadap total aset (total aktiva). Laba sebelum pajak adalah laba bersih dari kegiatan
operasional bank sebelum pajak. Total aset yang digunakan untuk mengukur ROA
adalah jumlah keseluruhan dari aset yang dimiliki oleh bank yang bersangkutan.
Semakin besar ROA menunjukkan kinerja keuangan yang semakin baik, karena
tingkat kembalian (return) semakin besar. Bank Indonesia selaku pembina dan
pengawas perbankan lebih mengutamakan nilai profitabilitas suatu bank yang diukur
dengan aset yang perolehan dananya sebagian besar berasal dari simpanan
masyarakat (Siamat, 2005).

Universitas Sumatera Utara

2.1.2. Kecukupan Modal
Kecukupan modal dalam penelitian ini diproksikan melalui capital adequacy
ratio (CAR). CAR diukur dari rasio antara modal sendiri terhadap Aktiva Tertimbang
Menurut Risiko (ATMR) (Masyhud, 2004). Sesuai dengan SE BI No. 26/5/BPPP
tanggal 29 Mei 1993 besarnya CAR yang harus dicapai oleh suatu bank minimal 8%
sejak akhir tahun 1995, dan sejak akhir tahun 1997 CAR yang harus dicapai minimal
9%. Tetapi karena kondisi perbankan nasional sejak akhir 1997 terpuruk yang
ditandai dengan banyaknya bank yang dilikuidasi, maka sejak Oktober tahun 1998
besarnya CAR diklasifikasikan ke dalam 3 kelompok. Klasifikasi bank sejak 1998
dikelompokkan dalam : (1) Bank sehat dengan klasifikasi A, jika memiliki CAR lebih
dari 4%, (2) Bank take over atau dalam penyehatan oleh BPPN (Badan Penyehatan
Perbankan Nasional) dengan klasifikasi B, jika bank tersebut memiliki CAR antara 25% sampai dengan < dari 4% (3) Bank Beku Operasi (BBO) dengan klasifikasi C,
jika memiliki CAR kurang dari -25%. Bank dengan klasifikasi C inilah yang
dilikuidasi.
Modal sendiri adalah total modal yang berasal dari bank yang terdiri dari
modal disetor, laba tak dibagi dan cadangan yang dibentuk bank. Sedangkan
perhitungan besaran Aktiva Tertimbang Menurut Resiko (ATMR) dilakukan dengan
menghitung jumlah nilai aktiva tertimbang dimana sebagai faktor penimbang
digunakan perkiraan besarnya risiko yang melekat pada masing-masing unsur aktiva
bank tersebut. Dengan demikian, diharapkan bahwa besarnya ATMR dapat dianggap
mewakili besarnya resiko yang dihadapi bank tersebut.

Universitas Sumatera Utara

Besarnya ATMR diperoleh dengan menjumlahkan aktiva neraca dan aktiva
administratif. Aktiva neraca diperoleh dengan cara mengalikan nilai nominal aktiva
dengan bobot resiko. Aktiva administratif diperoleh dengan cara mengalikan nilai
nominalnya dengan bobot resiko aktiva administratif. Semakin likuid, aktiva
resikonya nol dan semakin tidak likuid bobot resikonya 100, sehingga resiko berkisar
antara 0% - 100% (Masyhud, 2004).

2.1.3. Efisiensi
Efisiensi dalam penelitian ini diproksikan melalui Biaya Operasi terhadap
Pendapatan Operasi (BOPO). BOPO merupakan rasio antara biaya operasi terhadap
pendapatan operasi. BOPO juga menunjukkan efektivitas bank, semakin kecil BOPO
menunjukkan semakin efektif bank dalam menjalankan aktifitas usahanya. Muljono
(1999) menyatakan bahwa bank yang sehat rasio BOPO nya kurang dari 1 sebaliknya
bank yang kurang sehat (termasuk BBO dan Take Over) rasio BOPO nya lebih dari 1
(Muljono, 1999). Hal tersebut dikarenakan biaya operasi merupakan biaya yang
dikeluarkan oleh bank dalam rangka menjalankan aktivitas usaha pokok (seperti
biaya bunga, biaya tenaga kerja, biaya pemasaran dan biaya operasi lainnya).
Sedangkan pendapatan operasi merupakan pendapatan utama bank yaitu pendapatan
bunga yang diperoleh dari penempatan dana dalam bentuk kredit dan pendapatan
operasi lainnya.
Rasio BOPO menunjukkan efektifitas bank dalam menjalankan usaha
pokoknya terutama kredit berdasarkan jumlah dana yang berhasil dikumpulkan.
Dalam pengumpulan dana terutama dana masyarakat (dana pihak ketiga), diperlukan

Universitas Sumatera Utara

biaya selain biaya bunga (termasuk biaya iklan). Nasser (2003) dan Aryanti (2004)
dalam penelitiannya menunjukkan hasil bahwa tidak ada perbedaan rata-rata BOPO
yang signifikan antara kinerja perusahaan pada bank yang sehat dan bank yang gagal.
Hal ini bertentangan dengan penelitian Sugiyanto (2002) yang menunjukkan hasil
bahwa BOPO mampu memprediksi kebangkrutan bank, sehingga perlu dilakukan
penelitian lanjutan, rasio antara biaya operasi terhadap pendapatan operasi.

2.1.4. Likuiditas
Sebagaimana rasio likuiditas yang digunakan dalam perusahaan secara umum
juga berlaku bagi perbankan. Namun perbedaannya dalam likuiditas perbankan tidak
diukur dari Acid Test Ratio maupun Current Ratio, tetapi terdapat ukuran khusus
yang berlaku untuk menentukan likuiditas bank sesuai dengan peraturan Bank
Indonesia. Rasio likuiditas yang lazim digunakan dalam dunia perbankan yaitu Loan
to Deposit Ratio (LDR). Besarnya LDR mengikuti perkembangan kondisi ekonomi
Indonesia, sejak akhir tahun 2001 bank dianggap sehat apabila besarnya LDR antara
80% sampai dengan 110% (Masyhud, 2004).
Bank dengan tingkat agresivitas tinggi (tercermin dari angka LDR, diatas
110%) akan mengalami kesulitan likuiditas (Masyhud, 2004). Hal ini didasarkan pada
anggapan bahwa pinjaman (loan) dinilai sebagai earning asset bank yang kurang atau
bahkan sangat tidak likuid. Dengan LDR yang tinggi, dapat diduga cash inflow dari
pelunasan pinjaman dan pembayaran bunga dari debitur pada bank menjadi tidak
sebanding dengan kebutuhan untuk memenuhi cash outflow penarikan dana giro,
tabungan dan deposito yang jatuh tempo dari masyarakat. Dapat diduga dengan LDR

Universitas Sumatera Utara

yang tinggi, bank secara potensial dapat mengalami kesulitan likuiditas (Masyhud,
2004).

2.1.5. Non Performing Loan (NPL)
Sesuai dengan fungsi utama bank yaitu menerima simpanan dari masyarakat
(dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito berjangka) dan mengalokasikannya
kembali kepada masyarakat (dalam bentuk kredit/pinjaman yang diberikan), maka
aktiva produktif yang berupa kredit merupakan penempatan dana terbesar di sisi
aktiva bank dibandingkan dengan penempatan dana dalam bentuk lain (seperti: suratsurat berharga, penempatan pada bank lain dan penyertaan) (Muljono, 1999).
Lebih jauh Muljono (1999) menyatakan bahwa bank merupakan lembaga
pemberi kredit, maka dalam aktivitasnya sangat berkaitan dengan sifat kredit,
pengaturan tata cara dan prosedur pemberian kredit, analisis kredit, penetapan plafon
kredit dan pengamanan kredit. Tujuan utama pemberian kredit adalah untuk
mendapatkan hasil yang tinggi, dan tujuan yang lain adalah keamanan bank sehingga
bank tetap dipercaya oleh masyarakat.
Susilo (2000) membedakan jenis kredit ke dalam 5 (lima) hal, yaitu: (1) sifat
penggunaan, (2) keperluan, (3) jangka waktu, (4) cara pemakaian, dan (5)
jaminannya. Kredit menurut sifat penggunaannya dapat dibedakan menjadi kredit
konsumtif dan produktif; sedangkan kredit menurut keperluannya dibedakan dalam 3
jenis yaitu kredit produksi/eksploitasi, kredit perdagangan dan kredit investasi.
Sementara berdasar jangka waktunya, kredit dibedakan menjadi kredit jangka pendek
(kurang dari 1 tahun), kredit jangka pendek (berjangka waktu 1 – 3 tahun) dan kredit

Universitas Sumatera Utara

jangka panjang (lebih dari 3 tahun). Sedangkan menurut cara pemakaiannya
dibedakan dalam lima jenis: kredit rekening koran bebas, kredit rekening koran
terbatas, kredit rekening koran aflopend, revolving credit dan term loan. Dan kredit
menurut jaminannya dibedakan dalam dua hal yaitu kredit tanpa jaminan (unsecured
loan) dan kredit dengan jaminan (secured loan).
Sementara itu, kredit yang merupakan salah satu aktiva produktif perlu dinilai
kualitas

aktiva

produktifnya

berdasarkan

kelancaran

pembayaran

kredit

(kolektibilitasnya). Sesuai dengan SK Dir. BI No. 31/147/KEP/DIR tanggal 12
November 1999 tentang kualitas aktiva produktif, maka kualitas aktiva produktif
diklasifikasikan ke dalam kolektibilitas lancar, dalam perhatian khusus, kurang
lancar, diragukan dan macet menurut kriteria: prospek

Dokumen yang terkait

Dokumen baru