Analisis Kebutuhan Air Irigasi Efisiensi Pemakaian Irigasi Kinerja Teknis Jaringan Irigasi Pompa Analisis Kelayakan Penggunaan Pompa sebagai Sistem Irigasi

12

III. METODE PENELITIAN

3.1 WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol. Waktu pengambilan data dimulai pada Bulan Maret sampai Mei 2010, sedangkan pengolahan data dilakukan pada Bulan Mei sampai Oktober 2010. Responden dalam penelitian ini adalah petani yang menggunakan pompa untuk memenuhi kebutuhan air irigasi.

3.2 ALAT DAN BAHAN

3.2.1 Alat

Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: a. Seperangkat computer b. Program CROPWAT 8.0 c. Daftar pertanyaan untuk mencari data primer maupun sekunder d. Emberwadah e. Stopwatch f. Meteran

3.2.2 Bahan

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data yang dibutuhkan dari suatu sistem pengelolaan sistem irigasi menggunakan pompa di Desa Singasari baik data primer maupun data sekunder.

3.3 METODE PENGAMBILAN DATA

Penelitian yang akan dilakukan merupakan studi kasus terhadap suatu sistem pemenuhan kebutuhan air tanaman dengan menggunakan pompa yang telah ada di kelompok Tani Mekartani II Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Data yang diperoleh berasal dari data sekunder dan data primer. Data sekunder meliputi data yang diperoleh dari instansi yang terkait seperti kantor Desa Singasari, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Bogor, Badan Pusat Statistik BPS serta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika BMKG Kota Bogor. Sedangkan data primer diperoleh dari pengukuran atau pengambilan data secara langsung di lapangan seperti pengukuran debit aktual pemompaan serta melakukan wawancara dengan kelompok tani yang bersangkutan.

3.4 METODE ANALISIS DATA

3.4.1 Analisis Kebutuhan Air Irigasi

Perhitungan kebutuhan air irigasi dapat ditentukan dengan mengetahui curah hujan efektif di daerah sekitar penelitian dan kebutuhan air tanaman ETc yang ditanam di lokasi penelitian. Kebutuhan air tanaman dapat ditentukan dengan mengetahui evapotranspirasi tanaman acuan ETo dan koefisien tanaman Kc. Nilai koefisien tanaman tergantung pada tanaman yang ditanamam di daerah lokasi penelitian. Sedangkan nilai ETo diperoleh dari program CROPWAT 8.0 dengan metode 13 Penman-Monteith. Analisis dengan program CROPWAT 8.0 membutuhkan data curah hujan sepuluh tahun terakhir, penyinaran matahari jam penyinaran, kelembapan , temperatur maksimum dan minimum o C, dan kecepatan angin kmhari.

3.4.2 Efisiensi Pemakaian Irigasi

Mengetahui efisiensi irigasi meliputi efisiensi penyaluran, efisiensi penyaluran di lapang, efisiensi pemberian air, dan efisiensi proyek. Efisiensi irigasi dapat diketahui juga pada program CROPWAT 8.0.

3.4.3 Kinerja Teknis Jaringan Irigasi Pompa

Mengevaluasi penggunaan jaringan irigasi dalam pemenuhan air pada tanaman. Kriteria evaluasi yang diperlukan untuk mengetahui kinerja teknis sistem irigasi yaitu besarnya nilai kebutuhan air tanaman yang dibutuhkan.

3.4.4 Analisis Kelayakan Penggunaan Pompa sebagai Sistem Irigasi

Analisis kelayakan penggunaan pompa dapat diketahui dengan menentukan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam penggunaan pompa sebagai irigasi. Biaya-biaya pompanisasi meliputi biaya tetap maupun biaya tidak tetap yang dihitung untuk mengetahui nilai ekonomi air. Biaya penyusutan dapat dihitung dengan persamaan 8 atau 9. Bunga modal dihitung dengan persamaan 10. Jika biaya penyusutan dihitung dengan persamaan 9, maka tidak perlu menghitung bungan modal karena telah memasukkan unsur bunga modal. Biaya pemeliharaan dan dan perbaikan dapat dihitung dengan persamaan 11. Untuk mendapatkan nilai sebenarnya, maka perlu dimasukkan unsur inflasi dan tingkat bunga bank yang sedang berlaku. Jika bunga modal dipengaruhi oleh tingkat inflasi, maka dapat dihitung dengan menggunakan persamaan 14. 14

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PEELITIAN

4.1 KONDISI GEOGRAFIS

4.1.1 Lokasi

Desa Singasari merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang memiliki luas wilayah 1,625,313 ha. Berdasarkan kondisi geografisnya, Desa Singasari terletak dalam 106 o 56’-107 o LS dan 6 o 23’-6 o 33’ BT. Sedangkan berdasarkan topografinya, Desa Singasari termasuk pada daerah dataran rendah dan perbukitan dengan ketinggian tempat 115- 170 meter di atas permukaan laut. Peta wilayah Jonggol dan Desa Singasari dapat dilihat pada Lampiran 1 dan Lampiran 2. Desa Singasari terbagi dalam lima Dusun, 13 Rukun Warga, dan 41 Rukun Tetangga yang dibatasi oleh Desa Sukamaju di sebelah Utara, Desa singajaya di sebelah Timur, Desa Cibodas di sebelah Selatan, serta di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Bojong atau Ligar Mukti Kecamatan Nunggal. Jarak antara kantor desa dengan ibu kota kecamatan berjarak 7 km, dengan ibu kota Kabupaten Bogor berjarak 53 km, dengan ibu kota Provinsi Jawa Barat berjarak 127 km, dan dengan ibu kota Negara berjarak 47 km. Jarak yang cukup dekat dengan ibu kota Negara, menyebabkan kondisi pedesaan sedikit terpengaruh dengan kondisi perkotaan. Hal ini dikarenakan banyaknya perumahan- perumahan yang penduduknya berasal dari Jakarta. Disatu sisi, akan memberikan dampak positif tersendiri bagi Desa Singasari. Akses informasi tidak menjadi kendala bagi desa tersebut ditambah akses jalan menuju desa lainnya sangat mudah dijangkau termasuk akses jalan ke ibu kota Negara. Hal ini sangat baik untuk kemajuan Desa Singasari, terutama kemajuan dibidang ekonomi.

4.1.2 Curah Hujan

Berdasarkan data curah hujan dari Stasiun Dayeuh Kecamatan Jonggol tahun 2000-2009 Lampiran 3, hujan maksimum terjadi pada Bulan November 2004 dengan curah hujan 1,212 mm dan hujan minimum terjadi pada Bulan Mei 2008 dengan curah hujan 5 mm. Kecamatan Jonggol memiliki curah hujan rata-rata bulanan sebesar 263 mm. Kondisi ini cukup mendukung bagi kegiatan usaha tani baik sub sektor tanaman pangan dan perkebunan atau kehutanan dengan menitik beratkan pada intensifikasi pertanian tanaman pangan. Gambar 2. Grafik curah hujan rata-rata tahun 2000-2009