Komponen Keterampilan Memberikan Variasi Variasi Cara Mengajar Guru

4 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh cara menerima pelajaran yang disenanginya

c. Prinsip Penggunaan

1 Penggunaan variasi hendaknya sesuai atau relevan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai 2 Variasi hendaknya digunakan secara lancar dan berkesinambungan agar tidak merusak perhatian dan mengganggu proses interaksi pembelajaran 3 Penggunaan variasi hendaknya direncanakan secara baik, dan secara eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran atau program satuan pelajaran PSP.

d. Komponen Keterampilan Memberikan Variasi Variasi Cara Mengajar Guru

1 Teacher Voice. Variasi suara adalah perubahan suara: keras-lembut, tinggi- rendah, cepat-lambat, gembira-sedih, atau pada suatu saat memberikan tekanan pada kata-kata tertentu. 2 Focusing. Memusatkan perhatian siswa pada hal-hal yang dinggap penting. Misalnya, dengan perkataan: “Perhatikan ini baik-baik”, atau “Nah, ini penting sekali”, atau “Perhatikan dengan baik, ini agak sukar dimengerti”, dan sebagainya. 3 Teacher Silence. Kesenyapan atau kebisuan atau selingan diam yang tiba-tiba dan disengaja selagi guru menerangkan sesuatu merupakan alat yang baik untuk menarik perhatian siswa. 4 Eye Contact and Movement. Kontak pandang hendaknya dilakukan guru ketika berinterkasi dengan siswa. Pandangan guru menjela-jahi seluruh kelas dan melihat ke mata siswa untuk menunjukkan ada hubungan yang intim dengan siswa. Kontak pandang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dan mengetahui perhatian atau pemahaman siswa. 5 Teacher Movement. Pergantian posisi guru dalam kelas digunakan untuk mempertahankan perhatian siswa. Terutama bagi calon guru, biasakan bergerak bebas, tidak kikuk atau kaku, dan hindari tingkah laku negatif. Perhatikan beberapa saran berikut ini. Keterampilan Guru dalam Berprofesi - 80 a. Biasakan bergerak bebas dalam kelas untuk menanamkan rasa dekat kepada siswa sambil mengontrol tingkah laku siswa. b. Jangan membiasakan menerangkan sambil menulis menghadap ke papan tulis. c. Jangan membiasakan menerangkan dengan arah pandangan ke langit- langit, ke arah lantai, atau ke luar, tetapi arahkan pandangan menjelajah seluruh kelas. d. Bila ingin mengobservasi seluruh kelas, bergeraklah perlahan-lahan dari belakang ke arah depan untuk mengetahui tingkah laku siswa. 6 Gerak Badan dan Mimik. Variasi dengan ekspresi wajah guru, gerakan kepala dan gerakan badan adalah aspek sangat penting dalam berkuminikasi, terutama menyampaikan arti dari pesan lisan yang dimaksudkan. Ekspresi wajah misalnya, tersenyum, mengerut-kan dahi, cemberut, menaikkan alis mata, dan sebagainya. 7 Variasi Penggunaan Media dan Alat Bantu Mengajar a. Visual aids. Variasi alat atau bahan yang dapat dilihat, misalnya: grafik, bagan, poster, gambar, film, slide, dan sebagainya. b. Audio auditif aids. Variasi alat atau bahan yang dapat didengar, misalnya: suara radio, rekaman suara, deklamasi puisi, sosiodrama, telepon, dan sebagainya. c. Motorik. Variasi alat atau bahan yang dapat diraba, dimanipulasi, dan digerakkan, misalnya: topeng, patung, boneka, dan lain-lain yang dapat diperagakan atau dimanipulasikan. d. Audio-visual aids AVA. Variasi alat atau bahan yang dapat dilihat, didengar, dan diraba, misalnya: film, televisi, radio, slide projector yang diiringi penjelasan guru. 8. Variasi Pola Interaksi dan Kegiatan Siswa 1 Pola guru-siswa: komunikasi sebagai aksi satu arah. 2 Pola guru-siswa-guru: Ada balikan feedback bagi guru, tidak ada interaksi antarsiswa komunikasi sebagai interaksi. 3 Pola guru-siswa-siswa: ada balikan bagi guru, siswa saling belajar satu sama lain Keterampilan Guru dalam Berprofesi - 81 4 Pola guru-siswa, siswa-guru, siswa-siswa: interaksi optimal antara guru dan siswa, siswa dengan siswa komunikasi sebagai transaksi, multiarah. 5 Pola melingkar: setiap siswa mendapat giliran untuk mengemukakan sambutan atau jawaban, tidak diperkenankan berbicara dua kali jika ada siswa yang belum mendapat giliran.

e. Penerapan dalam Microteaching