Radio USUKOM 107,7 FM Sebagai Radio Berbasis Kampus (Studi Kualitatif Opini Peserta Audisi Penyiar Tentang Radio USUKOM 107,7 FM Sebagai Radio Berbasis Kampus)

RADIO USUKOM 107,7 FM SEBAGAI RADIO BERBASIS KAMPUS
(Studi Kualitatif Opini Peserta Audisi Penyiar Tentang Radio USUKOM 107,7
FM Sebagai Radio Berbasis Kampus)

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S-1)
Pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Departemen Ilmu Komunikasi

Disusun Oleh:
FAKHRIZA
090922034

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI

HALAMAN PERSETUJUAN

Skripsi ini disetujui untuk dipertahankan oleh:
Nama

: Fakhriza

NIM

: 090922034

Departemen

: Ilmu Komunikasi

Judul

: RADIO

USUKOM

107,7

FM

SEBAGAI

RADIO

BERBASIS KAMPUS (Studi Kualitatif Opini Peserta
Audisi Penyiar Tentang Radio USUKOM 107,7 FM
Sebagai Radio Berbasis Kampus)

Medan, Agustus 2011
Pembimbing

Ketua Departemen

DR. Nurbani, M.Si
NIP.

Dra. Fatma Wardy Lubis, M.A
NIP. 196208281987012001

Dekan

Prof. Dr. Badaruddin, M.Si
NIP. 196805251992031002

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAKSI

Skripsi ini berjudul: Radio USUKOM 107,7 FM Sebagai Radio Berbasis Kampus
(Studi Kualitatif Opini Peserta Audisi Penyiar Radio USUKOM 107,7 FM
Sebagai Radio Berbasis Kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran opini para Peserta Audisi Penyiar tentang Radio USUKOM 107,7 FM
sebagai radio berbasis kampus. Berkaitan dengan hal tersebut peneliti
menggunakan Teori Komunikasi, Komunikasi Massa, Pola Penyiaran Radio,
Opini Publik dan Teori Uses and Gratifications. Dalam penelitian ini, metode
yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode yang berusaha
memaparkan situasi atau peristiwa, tidak mencari atau menjelaskan hubungan,
tidak menguji hipotesa atau membuat prediksi menggambarkan suatu fenomena.
Responden dalam penelitian ini adalah Mahasiswa USU yang menjadi peserta
Audisi Penyiar Radio USUKOM FM dengan jumlah 9 orang. Teknik penarikan
sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data
yang dilakukan adalah melalui observasi, penelitian lapangan atau interview, dan
studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini Peserta Audisi Penyiar
terhadap Radio USUKOM FM sangat beragam, namun banyak dititikberatkan
kepada kelemahan atau kekurangan Radio USUKOM FM yang menyatakan
bahwa sulitnya memperoleh jaringan frekwensi radio, minimnya program acara,
dan singkatnya waktu siaran perharinya. Walaupun demikian, harapan untuk
pembenahan sarana dan prasarana serta manajemen siaran Radio USUKOM 107,7
FM sangat dinantikan oleh Mahasiswa USU secara umum dan para peserta audisi
penyiar secara khusus untuk kemajuan radio kebanggaan kampus USU.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati, Penulis mengucapkan puji dan syukur
kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah, dan inayahNYA kepada Penulis, sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
Radio USUKOM 107,7 FM Sebagai Radio Berbasis Kampus (Studi Kualitatif
Opini Peserta Audisi Penyiar Tentang Radio USUKOM 107,7 FM Sebagai Radio
Berbasis Kampus), untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan
pendidikan Sarjana (S-1) pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Departemen
Ilmu Komunikasi. Tak lupa shalawat berangkaikan salam penulis haturkan kepada
Junjungan Alam Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa manusia dari
alam kebodohan ke alam yang penuh ilmu pengetahuan.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat dalam
penulisan skripsi ini mengingat terbatasnya waktu, pengetahuan, dan kemampuan
Penulis. Oleh karena itu, dengan hati yang tulus dan ikhlas Penulis menerima
kritik dan saran yang membangun dari pembaca yang nantinya berguna di hari
yang akan datang. Dalam menyelesaikan skripsi ini Penulis banyak mendapat
bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak.
Ucapan terimakasih dari dasar hati yang terdalam, Penulis persembahkan
kepada Ayahanda Hasbi Harun dan Ibunda Mayta yang selalu memberikan do’a,
dukungan moril dan materil, serta kasih sayang yang selalu dicurahkan kepada
Penulis. Tidak lupa pula ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada
Kakanda Fidia, Faisal, serta Adinda Fira Nita dan Yuraida atas do’a, nasehat, dan

Universitas Sumatera Utara

masukan yang diberikan kepada Penulis. Terimakasih yang setulus-tulusnya juga
penulis sampaikan kepada :
1.

Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

2.

Ibu Dra. Fatma Wardi Lubis, M.A selaku Ketua Departemen Ilmu
Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera
Utara.

3.

Ibu Dra. Dayana, M.Si selaku Sekretaris Departemen Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

4.

Ibu Dr. Nurbani, M.Si, selaku dosen pembimbing yang banyak memberikan
masukan, bimbingan dan dorongan kepada penulis. Terima kasih atas
pengetahuan dan wawasan baru yang diberikan kepada penulis, semua itu
sangat berarti bagi penulis.

5.

Ibu Dra. Mazdalifah, M.Si selaku dosen wali yang telah membantu dan
memotivasi Penulis.

6.

Kak Icut, Kak Maya, dan kak Ros yang selalu ada di departemen yang setia
membantu penulis dalam menyelesaikan urusan administrasi.

7.

Seluruh Dosen/Staf Pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Sumatera Utara, khususnya para dosen Departemen Ilmu
Komunikasi. Terimakasih yang tulus penulis sampaikan atas jasa-jasa yang
telah diberikan selama masa perkuliahan.

8.

Seluruh perangkat yang berada di dalam manajemen Radio USUKOM 107,7
FM, terima kasih banyak atas segala bantuan yang telah diberikan.

Universitas Sumatera Utara

9.

Sahabat-sahabat penulis: Alm. Arroyyan, Ari One, Rozi, Andika, Furqan,
Rizki Wijaya, Sony, Iqbal Tinggi, Iqbal Lebar, Akmal, Khowasi, Depo.

10. Teman-teman kampus: Bang Ridha, Bang Arif, Bang Olo, Bang Wan Mohd,
Bang Accun, Bang Raynaldi, Bang Janwardi, Bang Sihar, Mila, Sama, Dwi,
Endah Aceh, Endah Jawa, Desnien, Tetty, Si Pal, Topik, Wahyu, dan semua
yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.
11. Para sahabat KOMPAS-USU: Wanol, Yudha, Tanjung, Roganda, Iyat, Tia,
Ana, Ivay, Adel, Arif, Bang Sardi, Bang Remon, Bang Dony, Bang Ipol, Kak
Sarah, Kak Ibid.
12. Angkatan Jemari Rimba 16: Deddy, Gibran, Ardi, Wanol, Yudha, Tanjung,
Ripa, Depo, Yuraida, Tika, Putri, Oshin, Devi, Sherni, dan Imel.
13. Semua pihak yang secara sadar atau tidak, telah ikut serta membantu penulis
dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis mengucapkan rasa terimakasih yang
tulus.
Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah
diberikan oleh semua pihak, semoga ALLAH SWT akan membalasnya dengan
limpahan rahmat kepada kita semua. Harapan penulis semoga skripsi ini kelak
dapat berguna dan jika terdapat kesalahan penulis memohon maaf serta menerima
kritik dan saran yang bersifat membangun.
Medan, Agustus 2011
Penulis,

Fakhriza

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
ABSTRAKSI ................................................................................................
i
KATA PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR ISI ................................................................................................ v
DAFTAR TABEL ........................................................................................ viii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................... ix
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ x
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................
I.2 Perumusan Masalah ..............................................................................
I.3 Pembatasan Masalah .............................................................................
I.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian ..............................................................
I.4.1 Tujuan Penelitian .......................................................................
I.4.2 Manfaat Penelitian......................................................................
I.5 Kerangka Teori ......................................................................................
I.5.1 Komunikasi ...............................................................................
I.5.2 Komunikasi Massa ....................................................................
I.5.3 Radio .........................................................................................
I.5.4 Opini Publik ..............................................................................
I.5.5 Teori Uses And Gratifications ...................................................
I.6 Kerangka Konsep ..................................................................................
I.7 Model Teoritis .......................................................................................
I.8 Konsep Operasional ..............................................................................
I.9 Definisi Operasional ..............................................................................

1
5
6
6
6
7
7
8
9
13
14
17
21
22
22
23

BAB II URAIAN TEORITIS
II.1 Komunikasi ..........................................................................................
II.2 Komunikasi Massa ................................................................................
II.3 Perkembangan Radio .............................................................................
II.3.1 Pola Penyiaran Radio .................................................................
II.3.2 Manajemen Siaran .....................................................................
II.4 Opini Publik .........................................................................................
II.4.1 Pengertian Opini ........................................................................
II.4.2 Pengertian Publik ......................................................................
II.4.3 Pengertian Opini Publik .............................................................
II.4.4 Kekuatan Opini Publik ..............................................................
II.5 Teori Uses and Gratifications ...............................................................

25
29
34
36
42
47
47
48
49
51
52

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
III.1 Deskripsi Lokasi Penelitian ...................................................................
III.1.1 Sejarah Singkat Berdirinya Universitas Sumatera Utara .............
III.1.2 Sejarah Perkembangan Universitas Sumatera Utara ...................
III.2 Sejarah Singkat Radio USUKOM 107,7 FM .........................................
III.2.1 Struktur Organisasi ....................................................................
III.2.2 Visi dan Misi Radio USUKOM 107,7 FM .................................

57
57
58
60
63
63

Universitas Sumatera Utara

III.2.3 Maksud dan Tujuan Pendirian Radio USUKOM 107,7 FM .......
III.2.4 Karakteristik Radio USUKOM 107,7 FM ..................................
III.3 Metode Penelitian .................................................................................
III.4 Teknik Pengumpulan Data ....................................................................
III.5 Teknik Analisis Data .............................................................................

64
64
68
69
73

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Pelaksanaan Pengumpulan Data .............................................................
IV.2 Teknik Pengolahan Data .......................................................................
IV.3 Uraian Karakteristik Responden ............................................................
IV.3 Uraian Hasil Wawancara Responden ....................................................

76
78
78
92

BAB V PENUTUP
V.1 Kesimpulan............................................................................................ 103
V.2 Saran ..................................................................................................... 105
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAKSI

Skripsi ini berjudul: Radio USUKOM 107,7 FM Sebagai Radio Berbasis Kampus
(Studi Kualitatif Opini Peserta Audisi Penyiar Radio USUKOM 107,7 FM
Sebagai Radio Berbasis Kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran opini para Peserta Audisi Penyiar tentang Radio USUKOM 107,7 FM
sebagai radio berbasis kampus. Berkaitan dengan hal tersebut peneliti
menggunakan Teori Komunikasi, Komunikasi Massa, Pola Penyiaran Radio,
Opini Publik dan Teori Uses and Gratifications. Dalam penelitian ini, metode
yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode yang berusaha
memaparkan situasi atau peristiwa, tidak mencari atau menjelaskan hubungan,
tidak menguji hipotesa atau membuat prediksi menggambarkan suatu fenomena.
Responden dalam penelitian ini adalah Mahasiswa USU yang menjadi peserta
Audisi Penyiar Radio USUKOM FM dengan jumlah 9 orang. Teknik penarikan
sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data
yang dilakukan adalah melalui observasi, penelitian lapangan atau interview, dan
studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini Peserta Audisi Penyiar
terhadap Radio USUKOM FM sangat beragam, namun banyak dititikberatkan
kepada kelemahan atau kekurangan Radio USUKOM FM yang menyatakan
bahwa sulitnya memperoleh jaringan frekwensi radio, minimnya program acara,
dan singkatnya waktu siaran perharinya. Walaupun demikian, harapan untuk
pembenahan sarana dan prasarana serta manajemen siaran Radio USUKOM 107,7
FM sangat dinantikan oleh Mahasiswa USU secara umum dan para peserta audisi
penyiar secara khusus untuk kemajuan radio kebanggaan kampus USU.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah
Sejalan dengan perubahan dan perkembangan zaman yang bergerak
semakin cepat, masyarakat membutuhkan informasi secara cepat akurat tentang
perkembangan terakhir situasi segala aspek kehidupan. Salah satu media yang
cukup efektif dalam rangka penyebaran informasi yang dapat menyentuh segenap
lapisan masyarakat adalah radio. Banyak stasiun radio yang mengudara, mereka
muncul dengan segmentasi khusus di bidang tertentu. Ada yang membidik
pendengar dari sisi usia, jenis kelamin, jenis musik, dan ragam acara. Dari semua
acara yang di hadirkan, lagu menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.
Radio merupakan salah satu media komunikasi massa. Semua media
massa mempunyai fungsi yang sama sebagai alat untuk memberi informasi. Yang
artinya, melalui isinya orang dapat mengetahui dan memahami sesuatu. Sebagai
alat yang mendidik artinya melalui isinya dapat meningkatkan pengetahuan dan
moral seseorang. Sebagai alat penghibur artinya melalui isinya seseorang dapat
terhibur, menyenangkan hati, memenuhi hobbi, dan mengisi waktu luang
(Munthe, 1996: 11).
Radio menjadi media yang abadi. Kehadirannya menjadi pionir alat
komunikasi masyarakat. Sempat diragukan dengan kehadiran televisi dan internet,
radio justru tidak terusik. Fleksibilitas yang dimilikinya menjadi kunci dan tidak
bisa disaingi oleh media dalam bentuk yang berbeda. Televisi harus ditonton
dalam suasana tertentu karena ada gambar yang disajikan. Koran hanya bisa
dinikmati dengan duduk diam. Internet lebih lagi, butuh konsentrasi yang lebih

Universitas Sumatera Utara

banyak lagi dari menonton televisi. Radio memiliki kelebihan yang tidak mungkin
disaingi. Bisa dinikmati sambil tiduran, menyetir mobil, dan bahkan sambil
berlalu. Itu mungkin yang menjadi resep radio dapat bertahan di semua zaman.
Radio menjadi sangat fleksibel bagi penikmatnya. Karena itulah media
ini menjadi pilihan utama dalam berbagai kesempatan. Sebagai sarana hiburan,
lantunan suara penyiar dan kombinasi lagu pilihan adalah pengisi waktu yang
tepat. Jika membutuhkan berita, radio berita juga memiliki kecepatan berita yang
tidak bisa ditandingi. Radio dapat menyiarkan peristiwa bersamaan dengan
kejadiannya, karena mereka hanya memerlukan line telepon. Bandingkan dengan
televisi yang membutuhkan peralatan yang lebih banyak termasuk satelit untuk
melakukan siaran langsung. Maka dengan berbagai keunggulan itu pula yang
menjadikan radio sebagai pilihan utama masyarakat.
Seiring dengan itu bisnis radio pun menggeliat, terutama setelah kran
frekuensi terbuka lebar. Segmentasi pun kemudian di patok dengan ketat. Kita
bisa memilih radio menurut usia, mulai dari radio anak-anak, radio anak SMP,
radio anak SMA, radio mahasiswa, radio pekerja muda atau eksekutif muda
(walaupun para pengangguran juga termasuk di dalam kelompok usia ini), radio
dewasa, dan radio paruh baya. Segmentasi itu masih dipilih lagi dengan
spesifikasi seperti anak muda yang suka hura-hura, dan anak muda yang lebih
senang diskusi, atau radio perempuan paruh baya yang aktif dan enerjik seperti
karyawan kantor, pengusaha perempuan atau aktivis, atau radio paruh baya yang
kalem seperti para ibu rumah tangga.
Yang dimaksud dengan istilah radio adalah keseluruhan sistem
gelombang suara yang dipancarkan dari sebuah stasiun dan kemudian diterima

Universitas Sumatera Utara

oleh berbagai pesawat penerima (Sunarjo, 1995: 277). Dengan demikian yang
dimaksud dengan istilah radio bukan hanya bentuk fisiknya saja, tetapi antara
bentuk fisik dengan kegiatan radio adalah saling berhubungan dan tidak dapat
dipisahkan satu sama lain. Karena itu apabila pengertian radio tersebut dipisahkan
satu persatu ataupun diperinci secara fisik, maka yang dimaksud dengan radio
adalah keseluruhan daripada pemancar, studio, dan pesawat penerima sekaligus.
Penyampaian pesan melalui radio siaran dilakukan dengan menggunakan bahasa
lisan; kalaupun ada lambang-lambang non verbal, yang dipergunakan jumlahnya
sangat minim, umpamanya tanda pada saat akan memulai acara warta berita
dalam bentuk bunyi telegrafi atau bunyi salah satu alat musik. Keuntungan radio
siaran bagi komunikan ialah sifatnya yang santai dan flexibel (Sendjaja, 1993:
18).
Dengan demikian karena sifatnya yang auditif ini mendorong masyarakat
lebih menyukainya sebagai salah satu media massa yang cepat digemari dengan
kemudahan penerimaan tanpa memerlukan keahlian khusus. Radio sebagai salah
satu penyebar informasi merupakan industri yang selalu berkembang, yang
mampu menciptakan lapangan serta kesempatan kerja lain, serta menghidupkan
industri lain yang terkait. Radio juga merupakan industri tersendiri yang memiliki
peraturan dan norma-norma yang menghubungkan institusi tersebut dengan
masyarakat dan institusi sosial lainnya.
Radio USUKOM 107,7 FM adalah radio komunitas kampus yang sudah
on air sejak tanggal 25 Agustus 2007. Di usianya yang masih tergolong muda,
Radio USUKOM 107,7 FM telah memberikan sumbangsihnya di dalam
penyebaran informasi serta menjadi media hiburan bagi masyarakat kampus yang

Universitas Sumatera Utara

tinggal di sekitar kampus USU Medan. Dengan beragam program acara menarik
yang di tawarkan, Radio USUKOM 107,7 FM mulai menjadi sebuah stasiun radio
yang diperhitungkan dan di gemari oleh komunitas mahasiswa.
Radio USUKOM 107,7 FM sebagai radio komunitas memiliki perbedaan
dengan radio swasta, yaitu tata cara pengelolaan dan tujuan pendiriannya.
Pengelolaan radio komunitas memperhatikan aspek keterlibatan masyarakat
kampus atau komunitas. Tujuan kegiatan penyiaran di radio komunitas melayani
kebutuhan informasi masyarakatnya sehingga keterlibatan mereka dalam
merumuskan program sangat penting.
Radio swasta berdiri untuk meraih pendengar sebanyak-banyaknya
sehingga aspek rating sangat diperhitungkan sebagai ukuran gengsi radio. Hidup
dan matinya radio swasta terletak pada pemasukan iklan sehingga seluruh
kreativitas diukur dari segmen pasar yang disasar. Secara garis besar radio
komunitas mengutamakan kepentingan dan kebutuhan masyarakat di wilayah
tempat radio tersebut, sementara radio swasta diarahkan kepada segmen pasar.
Radio USUKOM 107,7 FM menyajikan tema-tema yang dibutuhkan oleh
komunitasnya, tidak jarang bahasa yang digunakan oleh penyiar mengikuti dialek
lokal dan kebiasaan berbicara daerah setempat. Hal berbeda yang banyak dijumpai
di radio swasta cenderung mengikuti gaya bicara orang kota (Jakarta) supaya
terlihat modern dan gaul (http://id.wikipedia.org/wiki/Radio).
Radio sebagai salah satu media massa tetap berkembang dan tidak
ditinggalkan oleh peminatnya walaupun sekarang sudah banyak alternatif media
lain. Jika dibandingkan dengan media cetak terbitan mahasiswa (pers mahasiswa),
eksistensi radio kampus dirasakan kurang maksimal dan jarang dibahas. Bahkan

Universitas Sumatera Utara

kurang mendapat perhatian baik dari birokrat kampus maupun mahasiswanya
sendiri. Meski demikian para pegiat radio kampus tetap berusaha menjalankan
kegiatan mereka meski dengan dana, alat dan waktu yang terbatas. Bahkan banyak
di antara radio-radio kampus di Indonesia yang telah lama vakum namun ada yang
masih tetap bertahan meski banyak mengalami kendala.
Dalam melihat permintaan pasar, radio mahasiswa akan mementingkan
keberadaan dirinya di antara media radio lainnya disamping media cetak dan
televisi, seperti halnya Radio USUKOM 107,7 FM yang beralamat di Jln. Dr.
Sofyan, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara (FISIP
USU.
Dengan dilatarbelakangi oleh beragam uraian di atas, peneliti tertarik
untuk meneliti Radio USUKOM 107,7 FM sebagai stasiun radio berbasis kampus
dengan meneliti opini para peserta Audisi Penyiar Radio USUKOM 107,7 FM
yang merupakan mahasiswa Universitas Sumatera Utara.

I.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka dapat
dikemukakan perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:
"Bagaimanakah Opini Peserta Audisi Penyiar Tentang Radio USUKOM 107,7
FM Sebagai Radio Berbasis Kampus?”

I.3 Pembatasan Masalah
Untuk menghindari ruang lingkup penelitian yang terlalu luas sehingga
dapat mengaburkan penelitian, maka peneliti melakukan pembatasan masalah.
Adapun pembatasan masalah yang diteliti adalah:

Universitas Sumatera Utara

1. Penelitian ini bersifat kualitatif, yang hanya memaparkan suatu situasi atau
peristiwa secara sistematis, tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak
menguji hipotesis atau membuat prediksi.
2. Penelitian ini dilakukan terbatas pada opini Peserta Audisi Penyiar terhadap
Radio USUKOM 107,7 FM sebagai radio kampus.
3. Objek penelitian ini adalah Peserta Audisi Penyiar Radio USUKOM FM yang
merupakan Mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
4. Penelitian mulai dilakukan pada bulan Maret sampai selesai.

I.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian
Setiap penelitian yang dilakukan terhadap suatu masalah sudah pasti
mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Dengan adanya tujuan akan mendorong
seseorang untuk melakukan usaha sedapat mungkin agar tujuan tersebut dapat
dicapai.

I.4.1 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui opini Peserta Audisi Penyiar Radio tentang siaran Radio
USUKOM 107,7 FM sebagai stasiun radio berbasis kampus.
2. Untuk mengetahui alasan Peserta Audisi Penyiar Radio dalam mendengar
siaran-siaran Radio USUKOM 107,7 FM.
3. Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang diterima oleh Peserta Audisi Penyiar
Radio setelah mendengar siaran-siaran Radio USUKOM 107,7 FM.

Universitas Sumatera Utara

I.4.2 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian adalah sebagai berikut:
1. Secara teoritis, untuk menerapkan ilmu yang diterima peneliti selama menjadi
mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU, serta menambah cakrawala
pengetahuan dan wawasan peneliti terhadap dunia penyiaran radio.
2. Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah
penelitian di bidang Ilmu Komunikasi, khususnya Komunikasi Massa.
3. Secara praktis, data yang diperoleh dari penelitian ini dapat menjadi masukan
bagi manajemen Radio USUKOM 107,7 FM dan perangkatnya yang
berkompeten dalam merumuskan kebijaksanaan siarannya.

I.5 Kerangka Teori
Setiap penelitian memerlukan kejelasan titik tolak atau landasan berpikir
dalam memecahkan atau menyoroti permasalahannya. Untuk itu perlu disusun
kerangka teori yang memuat pokok-pokok pikiran yang menggambarkan dari
sudut mana akan disoroti (Nawawi, 1995: 39-40).
Kerlinger menyebutkan teori merupakan himpunan konstruk (konsep),
definisi, dan preposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejalagejala dengan menjabarkan relasi di antara variabel, untuk menjelaskan dan
meramalkan gejala tersebut (Rakhmat, 2004: 6). Dalam penelitian ini, teori yang
dianggap relevan adalah Teori Komunikasi, Teori Komunikasi Massa, Pola
Penyiaran Radio, Opini Publik, dan Teori Uses and Gratifications.

Universitas Sumatera Utara

I.5.1 Komunikasi
Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris Communication berasal
dari kata latin Communicatio, dan bersumber dari kata Communis yang berarti
sama. Sama disini maksudnya adalah sama makna. Akan tetapi, pengertian
komunikasi yang dipaparkan diatas sifatnya dasariah, dalam arti kata bahwa
komunikasi itu minimal harus mengandung kesamaan makna antara dua pihak
yang terlibat.
Untuk memahami pengertian komunikasi sehingga dapat dilangsungkan
secara efektif, para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang
dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The structure And Function
Of Communication In Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk
menjelaskan komunikasi adalah menjawab pertanyaan sebagai berikut:
“Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect “.
Paradigma Lasswell diatas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi 5 unsur
sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yakni (Effendi, 2004: 10):
a. Komunikator (Communicator, Source, Sender).
b. Pesan (Message)
c. Media (Channel)
d. Komunikan (Communicant, Communicate)
e. Efek (Impact, Influence)
Wibur

Schramm,

seorang

ahli

komunikasi,

dalam

karyanya,

“Communication Research in the United States”, menyatakn bahwa komunikasi
akan berhasil apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan
kerangka acuan (frame of reference), yakni paduan pengalaman dan pengertian

Universitas Sumatera Utara

(collection of experiences and meanings) yang pernah diperoleh komunikan
(Effendy, 2000: 13).
Proses komunikasi pada hakekatnya adalah proses penyampaian pikiran
atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan).
Pikiran bisa berupa gagasan, informasi, atau opini yang muncul dari benaknya.
Perasaan bisa merupakan keyakinan, kepastian, keragu-raguan, kekhawatiran,
kemarahan, kegairahan dan sebagainnya yang timbul dari lubuk hati.
Jadi komunikasi akan berhasil apabila pesan yang disampaikan oleh
komunikator menimbulkan dampak atau efek tertentu pada komunikan dengan
tujuan unuk memberitahu atau mengubah sikap atau pendapat dari si komunikan.

I.5.2 Komunikasi Massa
Komunikasi Massa sebagai bagian dari komunikasi memiliki definisi
sederhana yang dikemukakan oleh Brittner, yakni; komunikasi massa adalah
pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang
(Ardianto, 2004: 3). Definisi komunikasi massa yang lebih rinci dikemukakan
oleh Gerbner. Komunikasi massa adalah

produksi dan distribusi yang

berdasarkan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling
luas dimiliki orang dalam masyarakat industri (Dalam Ardianto, 2004: 4).
Joseph A. Devito dalam bukunya, Communicology: An Introduction To
The Study Of Communication, menampilkan definisinya mengenai komunikasi
massa dengan lebih tegas, yakni sebagai berikut (Dalam Ardianto, 2004: 3):
Pertama, komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada
massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti bahwa

Universitas Sumatera Utara

khalayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang mebaca atau semua
orang yang menonton TV, agaknya ini berarti bahwa khalayak itu besar dan pada
umumnya agak sukar untuk didefinisikan.
Kedua, komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh
pemancar-pemancar yang audio atau visual. Komunikasi massa barangkali akan
lebih mudah dan lebih logis bila didefinisikan menurut bentuknya: TV, radio,
surat kabar, majalah, film, buku, dan pita.
Seperti yang dikatakan oleh Severin dan Tankard, komunikasi massa
adalah keterampilan, seni, dan ilmu, dikaitkan dengan pendapat Devito bahwa
komunikasi massa itu ditujukan kepada massa dengan melalui media massa
dibandingkan dengan jenis komunikasi lainnya, maka komunikasi massa
mempunyai ciri-ciri khusus yang disebabkan oleh sifat-sifat komponennya. Ciricirinya adalah sebagai berikut (Dalam Effendi, 2004: 22-25):
- Komunikasi Massa Berlangsung Satu Arah
- Komunikator Melembaga
- Pesan Yang Bersifat Umum
- Media Komunikasi Massa Menimbulkan Keserempakan.
- Komunikan Komunikasi Massa Bersifat Heterogen
Media massa atau pers adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan
pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media massa yang secara khusus
didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas.dalam pembicaraan seharihari istilah ini sering disingkat menjadi media.
Masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah memiliki ketergantungan dan
kebutuhan terhadap media massa yang lebih tinggi daripada masyarakat dengan

Universitas Sumatera Utara

tingkat ekonomi tinggi karena pilihan mereka yang terbatas. Masyarakat dengan
tingkat ekonomi lebih tinggi memiliki lebih banyak pilihan dan akses banyak
media massa, termasuk bertanya langsung pada sumber/ahli dibandingkan
mengandalkan informasi yang mereka dapat dari media massa tertentu
(www.wikipedia.com/wiki/media_massa)
Media massa terdiri dari media massa cetak, elektronik, dan media online
seperti dibawah ini (Ardianto, 2004: 104-144):
a.

Surat Kabar

b.

Majalah

c.

Radio siaran

d.

Televisi

e.

Film

f.

Komputer dan Internet
Selain memiliki ciri-ciri, komunikasi massa juga memiliki fungsi. Fungsi

komunikasi massa bagi masyarakat terdiri dari surveillance (pengawasan),
interpretation (penafsiran), linkage (ketertarikan), transmission of values
(penyebaran nilai), dan entertainment (hiburan) (Ardianto, 2004: 16 – 20).
Gejala umum yang dapat dilihat dari suatu proses adalah bahwa proses
merupakan suatu peristiwa yang berlangsung secara kontinyu, tidak diketahui
kapan mulainya dan kapan akan berakhirnya. Dalam operasionalnya, proses
memerlukan berbagai komponen (elemen) penunjang. Demikian pula dengan
komunikasi yang pada hakikatnya merupakan suatu proses, berlangsungnya
komunikasi sudah pasti memerlukan berbagai komponen (elemen). Pengertian

Universitas Sumatera Utara

komponen di sini adalah bagian-bagian yang terpenting dan mutlak harus ada
pada suatu keseluruhan atau kesatuan (Ardianto, 2004: 32).
Willbur Schramm mengatakan bahwa untuk berlangsungnya suatu
kegiatan komunikasi, minimal diperlukan tiga komponen yaitu source, message,
destination atau komunikator, pesan, komunikan. Apabila salah satu dari ketiga
komponen tersebut tidak ada, maka komunikasi tidak dapat berlangsung. Namun
demikian, selain ketiga komponen tersebut masih terdapat komponen lainnya
yang berfungsi sebagai pelengkap. Artinya, jika komponen tersebut tidak ada,
maka tidak berpengaruh terhadap komponen lainnya. Oleh karena itu, komponenkomponen utama (komunikator – pesan – komunikan) mutlak harus ada pada
proses komunikasi.
Pengertian proses komunikasi massa pada hakikatnya merupakan proses
pengoperan lambang-lambang yang berarti, yang dilakukan melalui saluran
(channel), biasanya dikenal dengan media printed (press), media auditif (radio),
media visual (gambar, lukisan) atau media audio visual (televisi dan film). Yang
dimaksud dengan media di sini adalah alat yang digunakan untuk mencapai massa
(sejumlah orang yang tidak terbatas). Dari uraian tersebut dapat dijelaskan bahwa
komunikasi massa merupakan suatu proses yang melukiskan bagaimana
komunikator menggunakan teknologi media massa secara proporsional guna
menyebarluaskan pesannya melampaui jarak untuk mempengaruhi khalayak
dalam jumlah yang banyak.
Harold D.

Lasswell seorang ahli politik

di Amerika Serikat

mengemukakan suatu ungkapan yang sangat terkenal dalam teori dan penelitian
komunikasi massa. Ungkapan tersebut merupakan suatu formula dalam

Universitas Sumatera Utara

menentukan scientific study dari suatu proses komunikasi massa dengan
menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: who (siapa), says what (berkata
apa), in which channel (melalui saluran apa), to whom (kepada siapa), with what
effect (dengan efek apa)?

I.5.3 Radio
Radio merupakan media komunikasi massa periodik yang memiliki
kemampuan menjangkau khalayak yang luas dalam waktu bersamaan. Disamping
itu, harga pesawatnya yang relatif murah sehingga khalayak banyak yang
memilikinya. Berdasarkan data pemilikan radio, selama dua dasawarsa terakhir ini
terus berkembang.
Dengan jumlah yang cukup besar itu radio akan memiliki potensi yang
besar dalam menyebarluaskan informasi. Persoalannya adalah bagaimana
memanfaatkan semaksimal mungkin kemampuan yang dimiliki radio, agar setiap
program yang disajikan memberikan manfaat.
Salah satu aspek yang dapat menentukan keberhasilan radio adalah
berkaitan dengan program-program acara yang disiarkan. Rangkaian acara yang
menarik diformulasikan kedalam program yang meliputi waktu pagi, siang dan
malam. Program tersebut merupakan suatu rangkaian yang dikemas dalam satu
format. Setiap stasiun pada pada dasarnya harus mempunyai format yang jelas.
Format setiap stasiun dapat menjadi ciri khas dari stasiun yang bersangkutan.
Dengan demikian format menjadi penting bagi suatu stasiun pemancar radio,
karena akan berkaitan juga dengan segmentasi khalayak. Dalam hal ini radio

Universitas Sumatera Utara

Bahana Kusuma mengkhususkan target pendengarnya pada anak muda, namun
pada prakteknya radio ini juga dikonsumsi oleh khalayak yang heterogen, yaitu:
a. Kalangan dunia usaha
b. Ibu rumah tangga
c. Mahasiswa/Pelajar
d. Petani/Buruh

I.5.4 Opini Publik
Opini adalah suatu ekspresi tentang sikap mengenai suatu masalah yang
bersifat kontroversial. Opini tersebut timbul sebagai hasil pembicaraan tentang
masalah

yang

kontroversial

yang

menimbulkan

pendapat

berbeda-beda

(Sastropoetro, 1990: 41).
Opini timbul sebagai suatu jawaban terbuka terhadap suatu persoalan
atau isu. Subyek dari suatu opini biasanya adalah masalah baru. Opini berupa
reaksi pertama dimana orang mempunyai perasaan ragu-ragu dengan sesuatu yang
lain dari kebiasaan, ketidakcocokan dan adanya perubahan penilaian. Unsur-unsur
ini mendorong orang untuk saling mempertahankannya (Djoenarsih, 1984: 31).
Sedangkan perkataan publik melukiskan sekelompok manusia yang
berkumpul secara spontan yang memiliki syarat-syarat:
a.

Dihadapi oleh suatu persoalan (issue)

b. Berbeda pendapatnya

mengenai persoalan ini dan berusaha untuk

menanggulangi persoalannya.
c.

Sebagai akibat keinginan mengadakan diskusi dengan mencari jalan keluar
(Susanto, 1985: 47).

Universitas Sumatera Utara

Disini publik masih merupakan bentuk spontan yang tidak berbentuk,
yang tidak diorganisasikan. Pokok persoalan dari pembentukan publik demikian
ini adalah bahwa mereka menghadapi persoalan, diikat (sementara) oleh persoalan
yang minta pemecahan (Susanto, 1985: 48).
Maka dapat disimpulkan bahwa opini publik atau dikenal dengan
pendapat umum adalah kesatuan pendapat yang muncul dari sekelompok orang
yang berkumpul secara spontan, membicarakan issue yang kontroversial,
mendiskusikannya dan berusaha untuk mengatasinya. Ketika isu atau opini itu
keluar maka jelas sekali bahwa komunikasi yang dilakukan oleh komunikator
melalui media menghasilkan efek dan efek komunikasi massa inilah yang dikenal
dengan sebutan opini publik. Dan proses munculnya opini ini harus melalui
beberapa tahap, yaitu; efek kognitif, efek afektif, dan efek konatif.
Efek kognitf berhubungan dengan pikiran atau penalaran, sehingga
khalayak yang semula tidak tahu, yang tadinya tidak mengerti menjadi mengerti,
yang tadinya bingung menjadi merasa jelas. Contoh pesan komunikasi melalui
media massa yang menimbulkan efek kognitif antara lain berita, tajuk rencana,
artikel dan sebagainya. Efek afektif berkaitan dengan perasaan. Akibat dari
pemberitaan di media itu yang akhirnya menimbulkan perasaan tertentu pada
khalayak, dan perasaan ini hanya bergejolak didalam hati saja. Dan yang terakhir
adalah efek konatif, dimana efek ini berkaitan dengan niat, tekad, upaya, usaha
yang memiliki kecenderungan memunculkan sebuah tindakan atau kegiatan. Efek
konatif tidak langsung muncul sebagai akibat terpaan media massa, melainkan
harus melalui efek kognitf dan efek afektif terlebih dulu. Dan opini publik

Universitas Sumatera Utara

merupakan hasil akhir dari proses tersebut dan masuk pada efek konatif (Effendy,
2003: 318-319).
Jika kita lihat lebih dalam lagi yang namanya opini publik itu sangat
berkaitan erat dengan sikap dari individu, baik secara pribadi maupun kelompok.
Dan pada dasarnya yang membentuk opini publik itu adalah sikap pribadi
seseorang maupun sikap kelompoknya, karena itu sikap akan ditentukan oleh
pengalaman individu dan kelompoknya.
Leonard W. Doob merumuskan opini publik yang kompeten atau
memenuhi syarat adalah:
1.

Fakta yang dipakai sebagai titik tolak dari perumusan opini publik, diberi
nilai baik oleh masyarakat luas.

2.

Dalam penggunaan fakta (atau keadaan dimana suatu sikap justru diambil
karena tidak adanya fakta), orang sampai pada kesimpulan dan kesepakatan
akan tindakan yang harus diambil untuk memecahkan masalah (Susanto,
1985: 101).
Doob menyebut pendapat harus dinyatakan sebagai actual publik

opinion. Pendapat harus dinyatakan sebelum dinilai karena segala sesuatu yang
belum melalui proses komunikasi masih merupakan proses yang ada pada diri
seseorang. Dalam hubungannya dengan hal ini perlu diperhatikan pendapat Irish
dan Protho mengenai pendapat yaitu, bahwa pernyataan yang telah mengalami
proses komunikasi disebut opinion sedangkan bila perasaan tadi belum
dinyatakan, maka ia masih merupakan attitude (sikap). Selanjutnya sebagai unsur
ketiga disebutkan bahwa diperluksn adanya issue atau masalah agar sesuatu dapat

Universitas Sumatera Utara

dinilai sebagai pendapat umum. Issue bahkan harus merupakan issue sosial
(Susanto, 1985).
Suatu pendapat akan menjadi issue apabila ia mengandung unsur
memungkinkan pro dan kontra suatu pendapat tentang suatu kejadian yang telah
dinyatakan. Dengan sendirinya, pendapat memiliki obyek dan tujuan tertentu dan
karena menggandung unsur pro dan kontra maka dengan demikian ia akan
menimbulkan adanya pendapat baru yang menyenangkan atau tidak baginya
(Susanto, 1985).

I.5.5 Teori Uses And Gratification
Herbert Blumer dan Elihu Katz adalah orang pertama yang mengenalkan
teori ini. Teori kegunaan dan kepuasan ini dikenal pada tahun 1974 dalam
bukunya The Uses of Mass Comunications: Current Perspectives on Gratification
Research. Teori uses and gratifications milik Blumer dan katz ini mengatakan
bahwa pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan
media tersebut. Dengan kata lain, pengguna media adalah pihak yang aktif dalam
proses komunikasi. Pengguna media berusaha untuk mencari sumber media yang
paling baik dalam usaha memenuhi kebutuhannya, artinya teori uses and
gratifications mengasumsikan bahwa pengguna mempunyai pilihan alternatif
untuk memuaskan kebutuhannya (Nurudin, 2003: 181).
Pada awal kemunculan media massa, khalayak dianggap sebagai korban
dari kekuatan media. Dengan kata lain, khalayak akan menerima setiap informasi
yang disajikan oleh media massa, tanpa ada selektivitas. Teori ini dikenal dengan
Teori Magic Bullet. Pandangan ini kemudian digantikan oleh Teori Limited

Universitas Sumatera Utara

Effect, yang menyebutkan efek perorangan anggota individu berbeda dan
kehidupan sosial meminimalkan efek media. Di dalam pandangan individu yang
berbeda, kekuatan media dibentuk oleh faktor perorangan seperti tingkat
inteligensia dan penghargaan diri, dimana kekuatan media dibatasi oleh organisasi
khalayak dan keanggotaan dalam kelompok. Namun demikian, teori ini tetap
memandang bahwa khalayak bersifat pasif.
(http://www.mhhe.com/mayfiledpub.westturner/instructor).
Di tahun 1942, teori ini dikritik oleh Herta Herzoa dan Paul Lazasfield.
Ketika itu mereka mempelajari bahwa pendengar radio memiliki kebutuhan yang
berbeda dan mempunyai selektivitas dalam penggunaan radio. Penilitian inilah
merupakan reaksi terhadap Teori Magic Bullet, yang kemudian digunakan sebagai
dasar Teori Uses and Gratification. Penelitian ini menegaskan khalayak media
aktif, meghancurkan ketentuan paradigma efek media yang dominant pada tahun
1950-an. Tidak ada lagi yang berkata “apa yang dilakukan media kepada khalayak
(what media do it the people)”, tertapi “apa yang dilakukan khalayak kepada
media (what people do to the media)”. Teori ini sendiri diperkenalkan oleh Ellihu
Katz akhir tahun 1950.
(http://www.ascusc.org/jcmc/vo16/issue1/eberseld/html).
Uses and Gratifications Model merupakan pengembangan dari jarum
hipodermik. Model ini tidak tertarik pada apa yang dilakukan media pada diri
seseorang, tetapi ia tertarik pada apa yang dilakukan orang terhadap media.
khalayak dianggap aktif menggunakan media untuk memenuhi kebutuhannya.
Studi ini memusatkan perhatian pada penggunaan (uses) media untuk
mendapatka kepuasaan (gratifications) atas kebutuhan seseorang. Sebagian besar

Universitas Sumatera Utara

perilaku khalayak akan dijelaskan melalui berbagai kebutuhan dan kepentingan
individu. Model ini meneliti asal mula kebutuhan manusia secara psikologis dan
sosial, yang menimbulkan harapan tertentu dari media massa atau sumber-sumber
lain dan menimbulkan pemenuhan kebutuhan. Penelitian yang menggunakan uses
dan gratification memusatkan pehatian pada kegunaan isi media untuk
memperoleh gratifikasi atau pemenuhan kebutuhan (Ardianto dkk, 2004: 70).
Model Uses and Gratifications membahas juga motif-motif dan alternatif
fungsional untuk memenuhi kebutuhan. Sebagaian besar individu mempunyai
kebutuhan dasar untuk mengadakan interaksi sosial, yang kemudian berharap
bahwa konsumsi dan penggunaan media massa tertentu akan memenuhi sebagian
kebutuhannya. Hal ini menuntun pada kegiatan menonton program televisi,
membaca majalah atau surat kabar dan juga mendengarkan radio. Kegiatan ini
menghasilkan

gratifikasi

kebutuhan,

tetapi

dapat

pula

menimbulkan

ketergantungan dan perubahan kebiasaan pada individu. Dalam hal ini
penggunaan media dapat dikatakan merupakan alternative fungsional bagi
interaksi yang sesungguhnya.
Teori uses dan Gratifications lebih menekankan pada pendekatan
manusiawi di dalam melihat media. Artinya manusia mempunyai otonomi,
wewenang untuk memperlakukan media. Teori ini mempertimbangkan apa yang
dilakukan orang pada media, yaitu menggunakan media untuk pemuas
kebutuhannya. Penganut teori ini meyakini bahwa individu sebagai mahluk suprarasional dan sangat selektif. Menurut para pendirinya, Elihu Katz; Jay G. Blumler;
dan Michael Gurevitch (dalam Jalaluddin Rakhmat, 1984), uses and gratifications
meneliti asal mula kebutuhan secara psikologis dan sosial, yang menimbulkan

Universitas Sumatera Utara

harapan tertentu dari media massa atau sumber-sumber lain, yang membawa pada
pola terpaan media yang berlainan (atau keterlibatan pada kegiatan lain), dan
menimbulkan pemenuhan kebutuhan.
Katz, Blumer dan Gurevitch (dalam Ardianto, 2004: 71) menjelaskan
mengenai asumsi dasar dari pendekatan Uses and Gratifications:
1. Khalayak dianggap aktif, artinya sebahagian penting dari penggunaan media
massa diasumsikan mempunyai tujuan.
2. Dalam proses komunikasi massa, inisiatif untuk mengaitkan pemuasan
kebutuhan dengan pemilihan media terletak pada khalayak.
3. Media massa harus saling bersaing dengan sumber-sumber lain untuk
memuaskan kebutuhannya. Kebutuhannya yang dipenuhi media lebih luas.
Bagaimana kebutuhan ini terpenuhi melalui konsumsi media amat bergantung
kepada perilaku khalayak yang bersangkutan.
4. Tujuan pemilih media massa disimpulkan dari data yang diberikan anggota
khalayak artinya, orang dianggap cukup mengerti untuk melaporkan
kepentingan dan motif pada situasi-situasi tertentu.
5. Penilaian tentang arti kultural dari media massa harus ditangguhkan sebelum
diteliti lebih dahulu orientasi khalayak.
Sementara Schramm dan Porter dalam bukunya Men, Women, Message
and Media (1982) pernah memberikan formula untuk menjelaskan bekerjanya
teori uses and gratifications.

Janji Imbalan
------------------------------------ = Probabilitas Seleksi
Upaya yang Diperlukan

Universitas Sumatera Utara

Imbalan disini bisa berarti imbalan yang saat itu juga diterima (segera)
atau imbalan yang tertunda. Imbalan itu memenuhi kebutuhan khayalak. Upaya
yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut sangat bergantung pada
tersedia tidaknya media dan kemudahan memanfaatkannya. Bila membagi janji
imbalan dengan upaya yang diperlukan, maka akan memperoleh probabilitas
seleksi dari media massa tertentu (Nurudin, 2003: 182).

I.6 Kerangka Konsep
Kerangka sebagai hasil pemikiran yang rasional merupakan uraian yang
bersifat kritis dalam memperkirakan kemungkinan hasil penelitian yang dicapai.
Untuk itu kerangka konsep dapat berupa teori-teori baru yang akan diuji atau
pengembangan teori-teori yang sudah ada dan bahkan berupa kemungkinankemungkinan implementasi hasil penelitian bagi kehidupan nyata. Perumusan
kerangka konsep itu merupakan bahan yang akan menuntun dalam merumuskan
hipotesis penelitian (Nawawi, 2001: 40).
Kerangka konsep disusun sebagai perkiraan teoritis dan hasil yang akan
dicapai, secara dianalisa secara kritis berdasarkan bahan persepsi (pengamatan)
yang dimiliki dan kerangka konsep disusun sebagai perkiraan teoritis dan hasil
yang dicapai. Agar konsep-konsep dapat diteliti secara empiris, maka harus
dioperasionalkan dengan mengubahnya menjadi variabel, yaitu opini Peserta
Audisi Penyiar Radio terhadap siaran Radio USUKOM 107,7 FM sebagai radio
berbasis kampus.
Berdasarkan kerangka teori yang telah dipaparkan sebelumnya maka ada
beberapa konsep yang harus dioperasionalisasikan:

Universitas Sumatera Utara

1.

Siaran Radio USUKOM 107,7 FM sebagai radio berbasis kampus

2.

Opini Peserta Audisi Penyiar Radio.

I.7 Model Teoritis

Siaran Radio USUKOM 107,7 FM

Opini Peserta Audisi Penyiar

sebagai radio Berbasis Kampus

Radio

I.8 Konsep Operasional
Konsep Operasional berfungsi untuk memudahkan kerangka konsep
dalam penelitian. Maka berdasarkan kerangka konsep, dibuatlah operasionalisasi
variabel-variabel untuk membentuk kesamaan dan kesesuaian dalam penelitian.
Variabel Teoritis

Variabel Operasional
a.

Program Siaran

b. Jadwal Acara
Siaran Radio USUKOM 107,7 FM
c.

Strategi Siaran

Sebagai Radio Berbasis Kampus
d. Kekuatan Siaran
e.

Kelemahan Siaran

a.

Manfaat Bagi Pendengar

b. Kepuasan yang Diperoleh
c.

Frekwensi Mendengarkan Radio

Opini Peserta Audisi Penyiar Radio
d. Waktu Mendengarkan
e.

Durasi/Hari

f.

Program yang Didengarkan

Universitas Sumatera Utara

g. Acara Favorit
h. Penyiar Favorit
i.

Materi yang Disukai

I.9 Definisi Konsep Operasional
Berdasarkan kerangka teori dan kerangka konsep di atas maka dibuat
operasional variabel yang berfungsi untuk kesamaan dan kesesuaian dalam
penelitian, yaitu sebagai berikut:
1.

Variabel Siaran Radio USUKOM 107,7 FM Sebagai Radio Berbasis
Kampus
a. Program Siaran

: Acara yang disiarkan radio, meliputi
musik, berita, atau informasi.

b. Jadwal Siaran

: Waktu siaran suatu acara.

c. Strategi Siaran

: Pemilihan acara, jadwal acara, dan
penyiarnya.

2.

d. Kekuatan Siaran

: Nilai lebih atau keistimewaan radio.

e. Kelemahan Siaran

: Kekurangan dari radio.

Variabel Opini Mahasiswa
a. Manfaat Bagi Pendengar

: Manfaat yang diperoleh responden
dari mendengarkan siaran radio.

b. Kepuasan yang Diperoleh

: Kepuasan yang diperoleh responden
setelah mendengarkan radio.

Universitas Sumatera Utara

c. Frekuensi Mendengarkan Radio : Berapa sering mendengarkan radio
dalam sehari.
d. Waktu Mendengarkan

: Waktu mendengarkan radio, apakah
pagi, siang atau sore.

e. Durasi/Hari

: Lamanya mendengarkan siaran radio
dalam sehari.

f. Program yang Didengarkan

: Acara yang biasanya didengarkan
oleh responden.

g. Acara Favorit

: Acara yang paling disukai responden.

h. Penyiar Favorit

: Penyiar

yang

paling

disukai

banyak

diminati

responden.
i. Materi yang Disukai

: Materi

yang

responden.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
URAIAN TEORITIS

Teori merupakan proposisi yang menggambarkan satu gejala terjadi.
Proposisi-proposisi yang dikandung dan yang membentuk teori terdiri atas
beberapa konsep yang terjalin dalam bentuk hubungan sebab-akibat. Teori
menyajikan kerangka sehingga konsep dan variabel mendapatkan arti penting,
dalam teori juga terkandung konsep teoritis yang berfungsi menggambarkan
realitas dunia yang dapat diobservasi (Suyanto dkk, 2005 : 34).
Adapun beberapa teori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut.

II.1 Komunikasi
Kata komunikasi berasal dari bahasa Latin, communis yang berarti
“sama” atau dalam bahasa Inggris: common. Komunikasi merupakan suatu proses
sosial yang sangat mendasar dan vital dalam kehidupan manusia. Dikatakan
mendasar karena setiap masyarakat manusia, baik yang primitif maupun yang
modern, berkeinginan mempertahankan suatu persetujuan mengenai berbagai
aturan sosial melalui komunikasi. Dikatakan vital karena setiap individu memiliki
kemampuan untuk berkomunikasi dengan individu-individu lainnya sehingga
meningkatkan kesempatan individu itu untuk tetap hidup (Rakhmat, 1985: 1).
Komunikasi merupakan unsur penting bagi kehidupan manusia. Sebagai
konsekuensi makhluk sosial, setiap manusia akan melaksanakan kegiatan
komunikasi bila ingin mengadakan relasi dengan pihak lain. Oleh sebab itu

Universitas Sumatera Utara

terjadinya komunikasi adalah sebagai konsekuensi. Kata lain yang mirip dengan
komunikasi adalah komunitas (community) yang juga menekankan kesamaan atau
kebersamaan. Komunitas merujuk pada sekelompok orang yang berkumpul atau
hidup bersama un

Dokumen yang terkait

Pola Penyiaran Radio Bahana Kusuma FM (99,5 MHz) Dan Minat Dengar (Studi Deskriptif Tentang Pola Penyiaran Radio Bahana Kusuma FM Dalam Menarik Minat Dengar Anak Muda Kota Kabanjahe)

4 88 132

Radio Er-Dammah 107,7 FM sebagai media dakwah Islam

0 14 62

PROFESIONALISME PENYIAR PADA RADIO JARINGAN SWASTA(Studi Deskriptif Kualitatif tentang Profesionalisme Penyiar di Trijaya FM PROFESIONALISME PENYIAR PADA RADIO JARINGAN SWASTA (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF TENTANG PROFESIONALISME PENYIAR DI TRIJAYA FM YOGY

0 3 12

Peran Rapma FM sebagai Radio Komunitas Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta.

0 10 20

MOTIF DAN KEPUASAN PENDENGAR RADIO GAPURA KLEWER 107,7 FM Motif Dan Kepuasan Pendengar Radio Gapura Klewer 107,7 FM (Studi Komparatif Kesenjangan antara Motif dan Kepuasan Pendengar Radio Gapura Klewer 107,7 FM Surakarta).

0 2 14

MOTIF DAN KEPUASAN PENDENGAR RADIO GAPURA KLEWER 107,7 FM Motif Dan Kepuasan Pendengar Radio Gapura Klewer 107,7 FM (Studi Komparatif Kesenjangan antara Motif dan Kepuasan Pendengar Radio Gapura Klewer 107,7 FM Surakarta).

0 1 14

PENDAHULUAN Motif Dan Kepuasan Pendengar Radio Gapura Klewer 107,7 FM (Studi Komparatif Kesenjangan antara Motif dan Kepuasan Pendengar Radio Gapura Klewer 107,7 FM Surakarta).

1 9 46

RADIO KOMUNITAS SEBAGAI RADIO DAKWAH Radio Komunitas Sebagai Radio Dakwah (Analisis Deskriptif Kualitatif Radio Bani Adam FM sebagai Radio Komunitas Dakwah di Boyolali).

0 1 14

PENDAHULUAN Radio Komunitas Sebagai Radio Dakwah (Analisis Deskriptif Kualitatif Radio Bani Adam FM sebagai Radio Komunitas Dakwah di Boyolali).

0 2 25

STRATEGI KOMUNIKASI RADIO KOMUNITAS USUKOM FM DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSINYA

0 0 16

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23