Kemampuan membaca aL-Qur'an berdasarkan latar belakang pendidikan siswa : Studi kasus di SMP Islamiyah Ciputat Tangerang .

KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN BERDASARKAN
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN SISWA
(Studi Kasus di SMP Islamiyah Ciputat Tangerang)

Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S. Pd.I.)

Oleh:
AHMAD SAEFULMILLAH
NIM.: 103011026799

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1431 H./2010 M.

LEMBAR PERSETUJUAN
KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN BERDASARKAN
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN SISWA
(STUDI KASUS DI SMP ISLAMIYAH CIPUTAT TANGERANG)
Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S. Pd.I.)

Oleh:
AHMAD SAEFULMILLAH
NIM: 103011026799

Di Bawah Bimbingan
Pembimbing I,

Pembimbing II,

Abdul Ghofur, MA

Prof. Dr. H. Rif’at Syauqi Nawawi, MA
NIP: 19520520 198103 1 001

NIP: 19681208 199703 1 003

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1430 H./2009 M.

LEMBAR PENGESAHAN

Skripsi yang berjudul: “Kemampuan Membaca Al-Qur’an Berdasarkan
Latar Belakang Pendidikan Siswa (Studi Kasus di SMP Islamiyah Ciputat
Tangerang)” diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta, dan telah dinyatakan lulus dalam Ujian Munaqasyah
pada tanggal 26 Januari 2010 di hadapan dewan penguji. Karena itu, penulis
berhak memperoleh gelar Sarjana S1 (S. Pd.I) dalam bidang Pendidikan Agama.
Jakarta, 26 Januari 2010
Panitia Ujian Munaqasyah
Tanggal

Tanda tangan

.....................

..........................

.....................

..........................

.....................

...........................

.....................

...........................

Ketua Panitia (Ketua Jurusan PAI)
Dr. H. Abd. Fattah Wibisono, MA.
NIP.: 19580112 198803 1 002

Sekretaris Jurusan PAI
Drs. Sapiudin Shiddiq, MA.
NIP.: 19670328 200003 1 001

Penguji I
Prof. Dr. H. Salman Harun, MA.
NIP.:

Penguji II
Drs. Sapiudin Shiddiq, MA.
NIP.: 19670328 200003 1 001

Mengetahui,
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Prof. Dr. Dede Rosyada, MA.
NIP.: 19571005 198703 1 003

LEMBAR PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama

: Ahmad Saefulmillah

Tempat/tgl.Lahir

: Tangerang, 24 Februari 1985

Nim

: 103011026799

Fakultas/Jurusan

: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan/Pendidikan Agama Islam

Judul Skripsi

: Kemampuan Membaca Al-Qur’an Berdasarkan Latar
Belakang Pendidikan Siswa (Studi Kasus di SMP
Islamiyah Ciputat Tangerang).

Dosen Pembimbing

: 1. Prof. Dr. H. Rif’at Syauqi Nawawi, MA.
2. Abdul Ghofur, MA.

Dengan ini saya menyatakan bahwa:
1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli penulis yang diajukan untuk
memnuhi salah satu syarat memperoleh gelar Strata 1 di UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
2. Semua sumber yang penulis gunakan dalam penulisan ini telah saya
cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya penulis
atau hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima
sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 26 Januari 2010

Ahmad Saefulmillah

ABSTRAK
Ahmad Saefulmillah, Nomor Induk : 103011026799 “Kemampuan Membaca
al-Qur’an Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan Siswa (Studi Kasus di
SMP Islamiyah Ciputat Tangerang).”
Al-Qur’an merupakan firman Allah yang agung, yang dijadikan pedoman
oleh seluruh kaum Muslimin. Membacanya bernilai ibadah dan mengamalkannya
merupakan kewajiban yang diperintahkan dalam agama. Seorang muslim harus
mampu membaca ayat-ayat al-Qur’an dengan baik sesuai dengan yang diajarkan
oleh Rasulullah saw. Al-Qur’an juga adalah gudangnya ilmu dan gerbangnya
adalah membacanya. Mungkin tepat untuk mengilustrasikan betapa besarnya
peranan membaca bagi tumbuhnya kekuatan akal dan intelektual.
Berkenaan dengan latar pendidikan pendidikan siswa yang berbeda
sehingga kemampuan dalam membaca al-Qur’an pun akan berbeda pula, terutama
dalam penerapan kaidah ilmu Tajwid dan pengucapan Makharijul Huruf Hijaiyah.
Maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat kemampuan
membaca al-Qur’an siswa SMP Islamiyah yang berasal dari Madrasah Ibtidaiyah
(MI) dan bagaimana tingkat kemampuan membaca al-Qur’an siswa SMP
Islamiyah yang berasal dari Sekolah Dasar (SD), serta apakah ada perbedaaan
yang signifikan tingkat kemampuan membaca al-Qur’an siswa yang berasal dari
latar belakang pendidikan yang berbeda. Begitu juga dalam penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruhnya antara siswa yang berbeda
latar belakang pendidikan terhadap kemampuan (kompeten) siswa dalam
pembelajaran membaca al-Qur’an di SMP Islamiyah Ciputat.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yaitu lebih
menitik beratkan pada pengumpulan data empiris, kemudian diolah menggunakan
data statistik. Guna menjawab permasalahan ada atau tidaknya perbedaan kedua
variabel yang diteliti. Sedangkan jenis pendekatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Analisis Komparasional yaitu untuk mencari perbedaan
antara dua variabel. Teknik pengumpulan datanya yaitu dengan teknik observasi,
wawancara, tes lisan dan dokumentasi. Tekhnik pengolahan data menggunakan
teknik analisis komparasional tes “t” yang bersumber dari hasil tes lisan dan nilai
raport BTQ siswa kelas 1 SMP Islamiyah, kemudian diolah dan dijelaskan secara
deskriptif. Hal ini untuk mengetahui tingkat perbedaan kedua variabel tersebut.
Setelah penelitian ini dilakukan, maka penulis memperoleh hasil penelitian
dengan t tes yang diperoleh dari hasil ujian semeter BTQ sebesar 3,49, sedangkan
t tabel 2,03 dan 2,72, maka t tes adalah lebih besar dari t tabel, baik pada taraf
signifikansi 5% maupun pada taraf signifikansi 1 %. Begitu juga hasil penelitian
dengan t tes yang diperoleh dari hasil tes lisan sebesar 3,89, baik t tabel pada taraf
signifikansi 5% maupun pada taraf signifikansi 1% itu t tesnya lebih besar dari t
tabel. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan
membaca al-Qur’an siswa SMP Islamiyah Ciputat yang berasal dari latar belakang
pendidikan yang berbeda.

Penelitian ini juga menggunakan pendekatan tabel “r” product moment
ternyata dengan df sebesar 38 dan taraf signifikansi 5% diperoleh r tabel = 0,325;
sedangkan pada taraf signifikansi 1% diperoleh r tabel = 0,418; karena r xy atau ro
pada taraf signifikansi 5% dan 1% itu lebih besar dari r tabel (0,573 > 0,325 dan
0,573 > 0,418), maka pada taraf signifikansi 5% dan 1% Hipotesa Alternatif (Ha)
diterima, sedangkan hipotesa Nihil (Ho) ditolak, berarti bahwa pada taraf
signifikansi 5% dan 1% itu memang terdapat korelasi positif yang signifikan antar
variabel X dengan variabel Y korelasinya sedang atau cukup. Maka dari itu tinggi
rendahnya siswa yang berbeda latar belakang pendidikan itu ada hubungannya
(berpengaruh) terhadap tinggi rendahnya kemampuan (kompeten) siswa dalam
pembelajaran membaca al-Qur’an, dan korelasi positif itu adalah korelasi yang
sedang atau cukup.

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Pendidikan Islam sebagai suatu proses pengembangan segala potensi peserta didik, bertujuan untuk mewujudkan
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt., cerdas terampil, memiliki etos kerja yang tinggi, berbudi
pekerti luhur, mandiri dan bertanggung jawab terhadap dirinya, bangsa dan negara serta Agama. Proses itu sendiri
sudah berlangsung sepanjang sejarah kehidupan manusia.1
Begitu juga di dalam GBPP PAI, dijelaskan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan
siswa dalam meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan,
pangajaran, dan/atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan
kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.2
Dari pengertian di atas, ternyata Pendidikan Islam sangat memperhatikan penataan individu (peserta didik) dan sosial
yang membawa penganutnya pada pemelukan dan pengaplikasian Islam secara komprehensif. Agar penganutnya
mampu memikul amanat yang dikehendaki oleh Allah, pendidikan Islam harus kita maknai secara rinci. Karena itu,
keberadaan referensi atau sumber pendidikan Islam harus merupakan sumber utama Islam itu sendiri, yaitu al-Qur’an
dan as-Sunnah.
Dasar-dasar pendidikan Islam, secara prinsipal diletakkan pada dasar-dasar ajaran Islam dan seluruh perangkat
kebudayaannya. Dasar-dasar pembentukan dan pengembangan pendidikan Islam yang pertama dan utama tentu saja
adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. Al-Qur’an misalnya memberikan prinsip yang sangat penting bagi pendidikan, yaitu
penghormatan kepada akal manusia, bimbingan ilmiah, tidak menentang fitrah manusia, serta memelihara kebutuhan
sosial. Dasar pendidikan Islam selanjutnya adalah nilai-nilai sosial kemasyarakatan dan warisan pemikiran Islam yang
tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran al-Qur’an dan as-Sunnah atas prinsip mendatangkan kemanfaatan dan
menjauhkan kemudharatan bagi manusia.3
Al-Qur’an adalah sumber utama ajaran Islam dan merupakan pedoman hidup bagi setiap Muslim. Al-Qur’an bukan
sekedar memuat petunjuk tentang hubungan manusia dengan Tuhannya, tetapi juga mengatur hubungan manusia
dengan sesamanya (hablum min Allah wa hablum min an-nas), bahkan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
Untuk memahami ajaran Islam secara sempurna (kaffah), maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah
memahami kandungan isi al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari secara sungguh-sungguh dan
konsisten.4 Dalam surat Al-Isra’ ayat 9 Allah berfirman:

&'()* +, $ ! " #$%
1

Dr. Armai Arief, MA., Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Jakarta:
Ciputat Pers, 2002), cet. 1, h. 3.
2
Drs. Muhaimin, M.A. et.al. Paradigma Pendidikan Islam (Upaya Mengefektifkan
Pendidikan Agama Islam di Sekolah). (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004), cet. 3, h. 75-76.
3
Prof. Dr. Azyumardi Azra, Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, (Jakarta:
Logos Wacana Ilmu, 2002), Cet. 4, h. 9.
4
Said Agil Husin al-Munawar, Al-Qur’an Membangun Tradisi Kesalehan Hakiki,
(Jakarta: Ciputat Pers, 2002), h. 3.

-5
9

#67
-. / 024
2
:;
"8
48 ,
? @A$% +
$%
DEF
/'
B C

“Sesunguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira bagi
kaum mukminin yang banyak berbuat amal kebajikan, sesungguhnya bagi mereka pahala yang besar.” (AlIsra’: 9).

Al-Qur’an merupakan salah satu sumber dari pendidikan yang berbasis Islam. Maka dari itu, siswa yang berada pada
lembaga tersebut harus mempunyai kemampuan dalam membaca al-Qur’an dengan fasih, memahami isi kandungan
al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Membaca al-Qur’an merupakan bagian dari ibadah
misalnya shalat. Oleh karena itu kemampuan membaca al-Qur’an menjadi pra syarat syahnya ibadah shalat seseorang.

Dalam pengajaran agama di sekolah banyak sekali problem yang dihadapi
guru PAI, khususnya dalam membaca al-Qur’an. Siswa yang berasal dari Sekolah
Dasar memasuki sekolah yang berbasis Islam yakni SMP Islam atau Madrasah,
mungkin pengetahuan dan pengalaman belajar yang diperolehnya dalam membaca
al-Qur’an sangat sedikit. Maka dapat diduga minatnya dalam mempelajari alQur’an pun tidak terlalu besar. Sedangkan siswa yang berasal dari Madrasah
Ibtidaiyah kemudian masuk ke SMP Islam tidak akan terlalu kesulitan dalam
membaca al-Qur’an ini karena mereka mendapatkan pengalaman belajar yang
lebih daripada siswa yang berasal dari Sekolah Umum. Hal ini akan menyebabkan
perbedaan kemampuan membaca al-Qur’an yang diraih oleh siswa-siswa yang
berbeda latar belakang pendidikannya tersebut.
Salah satu faktor yang menghambat sampainya informasi yang
disampaikan oleh guru kepada murid-muridnya dalam proses pembelajaran adalah
latar belakang pendidikan siswa. Latar belakang pendidikan di sini adalah jenjang
pendidikan yang dilalui oleh siswa sebelum siswa tersebut masuk ke jenjang
pendidikan berikutnya, pada penelitian ini ditujukan pada pendidikan mereka
sebelum mereka memasuki Sekolah Menengah Pertama. Pendidikan yang
dimaksud adalah pendidikan formal yakni pendidikan yang terstruktur dan
berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan
pendidikan tinggi.

Bentuk lembaga pendidikan di Indonesia tidak hanya sekolah, melainkan
juga Madrasah. Dari masing-masing pengelola ini memiliki karakteristik dan
kekhususan tersendiri yang tercermin dalam tujuan intitusionalnya. Perbedaan ini
berimplikasi kepada perbedaan struktur program pengajarannya tertuang dalam
kurikulum yang digunakan oleh lembaga tersebut. Namun demikian, kesemuanya
mengarah satu tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kapada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.5
Begitu pentingnya keseimbangan antara keimanan dan pengetahuan
seseorang. Oleh karena itu disamping ilmu pengetahuan umum siswa mungkin
juga harus mempelajari ajaran-ajaran Allah yang terdapat di dalam al-Qur’an,
dengan cara membaca dan memahami isi kandungannya.
Berdasarkan uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih
dalam mengenai hal tersebut dan dituangkan dalam sebuah karya ilmiah yang
berjudul: “KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN BERDASARKAN
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN SISWA (Studi Kasus di SMP
Islamiyah Ciputat Tangerang)”.

5

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Naisonal (Bandung: Citra Umbara, 2008), h. 6.

Identifikasi, Pembatasan, dan Perumusan Masalah
a. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka timbullah beberapa pertanyaan yang diidentifikasikan antara lain
sebagai berikut:

a. Perbedaan kemampuan membaca al-Qur’an siswa yang berasal dari
Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di SMP Islamiyah Ciputat
Tangerang.
b. Praktek Pembelajaran Membaca al-Qur’an di SMP Islamiyah Ciputat
Tangerang.
c. Metode yang digunakan pada pembelajaran membaca al-Qur’an di SMP
Islamiyah Ciputat Tangerang.
d. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca al-Qur’an di
SMP Islamiyah Ciputat Tangerang.
e. Pengaruh antara siswa yang berbeda latar belakang pendidikan dengan
kemampuan

(kompeten)

siswa

SMP

Islamiyah

Ciputat

dalam

pembelajaran membaca al-Qur’an.

2. Pembatasan masalah
Untuk menghindari kesalahpahaman dalam pembahasan ini, penulis
membatasi permasalahan pada:
a. Perbedaan kemampuan memahami tajwid dalam membaca al-Qur’an SMP
Islamiyah Ciputat siswa yang berasal dari Sekolah Dasar dan siswa yang
berasal

dari

Madrasah

Ibtidaiyah

dengan

cara

membandingkan

kemampuan memahami tajwid dalam membaca al-Qur’an mereka.
b. Pengaruh antara siswa yang berbeda latar belakang pendidikan dengan
kemampuan (kompeten) siswa dalam pembelajaran membaca al-Qur’an.

3.

Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka rumusan permasalahannya

adalah:
Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan lisan dalam
membaca al-Qur’an siswa yang berasal dari Sekolah Dasar dengan
kemampuan membaca al-Qur’an siswa yang berasal dari Madsarah
Ibtidaiyah.
Apakah ada pengaruh yang signifikan antara siswa yang berbeda latar
belakang pendidikan dengan kemampuan (kompeten) siswa dalam
pembelajaran membaca al-Qur’an.

Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian pada skripsi ini adalah untuk:
Menemukan data terkait dengan realitas kemampuan membaca al-Qur’an siswa SMP Islamiyah Ciputat yang berasal
dari Sekolah Dasar.
Menemukan data terkait dengan realitas kemampuan membaca al-Qur’an siswa SMP Islamiyah Ciputat yang berasal
dari Madrasah Ibtidaiyah.
Menemukan data terkait dengan perbedaan kemampuan membaca al-Qur’an siswa SMP Islamiyah Ciputat yang
berasal dari Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah yang nanti akan dilihat dari nilai raport dan kemampuan
lisan dalam membaca al-Qur’an siswa.

BAB II
TINJAUAN TEORITIS TENTANG KEMAMPUAN MEMBACA
AL-QUR’AN BERDASARKAN LATAR BELAKANG
PENDIDIKAN SISWA
Al-Quran dan Keutamaan Membacanya
Pengertian al-Qur’an dari segi bahasa, terdapat berbagai macam pendapat
berbeda yang dikemukakan oleh para ahli. Sebagian berpendapat, penulisan lafal
al-Qur’an dibubuhi huruf hamzah. Pendapat lain mengatakan penulisannya tanpa
dibubuhi huruf hamzah. Asy-Syafi’i, al-Farra, dan al-Asy’ari termasuk di antara
ulama yang berpendapat bahwa lafal al-Qur’an ditulis tanpa huruf hamzah. Dan
pendapat ini jauh dari kaidah pemecahan kata (isytiqaq) dalam bahasa Arab. Di
antara para ulama yang berpendapat bahwa lafal al-Qur’an ditulis dengan
tambahan huruf hamzah di tengahnya adalah al-Zajjaj, dan al-Lihyani.
Pendapat yang terakhir bahwa al-Qur’an dengan tambahan huruf hamzah
di tengahnya itu lebih kuat dan lebih tepat, karena dalam bahasa Arab lafal alQur’an adalah bentuk masdar yang maknanya sinonim dengan qira’ah berarti
bacaan. Ia merupakan kata turunan (Masdar) dari kata Qara’a (fiil madhi) dengan
ism al-maf’ul, yaitu maqru’ yang artinya dibaca. Pengertian ini merujuk pada sifat
al-Qur’an yang difirmankan-Nya dalam al-Qur’an (Q.S. al-Qiyamah [75]: 17-18).
Dalam ayat tersebut Allah berfirman:

I&> 8J2
/ GH

2N O2P
DLMF
I&> K
@Q R S
2P
&>
DLF I&> K

8# $
KP%
2#
8#

“Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu)
dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila kami Telah selesai
membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu”. (QS. Al-Qiyamah: 1718).6

6

4-6.

Subhi As-Shalih, Membahas Ilmu-Ilmu al-Qur’an, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2008), h.

Menurut Rif’at Syauqi Nawawi dan M. Ali Hasan dalam bukunya
Pengantar Ilmu Tafsir bahwa Al-Qur’an itu Kalamullah, meliputi dua macam
Kalam yaitu Nafsi dan Lafdzi. Mereka yang cenderung pada kalam nafsi hanya
kalangan Mutakallimin. Mereka mungkin berkepentingan untuk membebaskan
Allah dari sifat-sifat yang hadits di satu pihak. Adapun yang lebih condong pada
kalam lafdzi adalah dari kalangan: Ushuliyyin, para Fuqaha dan ahli bahasa Arab.
Ulama Ushul dan Fuqaha cenderung pada kalam lafdzi karena mereka
berkepentingan dengan lafaz-lafaz al-Qur’an itu dalam rangka menentukan dalildalil hukum atau dalam rangka istinbath hukum, karena untuk itu semua, tidak
mungkin dilakukan tanpa ada lafaz.
Dengan pola pikir tersebut di atas, dari segi istilah ulama Ushul, Fuqaha
dan ahli bahasa Arab menyepakati definisi al-Qur’an sebagai berikut:

&‫'ﺕ‬

(

% ‫ﺕ‬

!

"‫ ﺡ‬$

“Al-Qur’an adalah kalamullah yang mengandung i’jaz yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad saw yang termaktub dalam mushaf-mushaf
(utsmani) yang dinukilkan kepada kita dengan jalan mutawatir yang
dianggap bernilai ibadah.”7
Menurut Manna’ al-Qaththan, al-Qur’an adalah firman Allah (kalamullah)
yang diturunkan kepada Muhammad saw. yang pembacaannya menjadi suatu
ibadah.8
Menurut Abu Syuhbah al-Qur’an adalah firman Allah swt. yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., yang memiliki kemu’jizatan lafal,
membacanya bernilai ibadah, diriwayatkan secara mutawatir, yang tertulis dalam
mushaf, dimulai dengan surah al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Nas. 9
Menurut Dr. Subhi as-Shalih merumuskan definisi al-Qur’an adalah
Kalam Ilahi yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. dan tertulis di dalam
7

Rif’at Syauqi Nawawi dan M. Ali Hasan, Pengantar Ilmu Tafsir, (Jakarta: Bulan
Binatang, 1992), h. 38-39.
8
Syaikh Manna’ al-Qaththan, H. Aunur Rafiq el-Mazni, Lc. (Penterjemah), Pengantar
Studi Ilmu al-Qur’an, (Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2009), cet. Ke-4, h. 18.
9
Said Agil Husin al-Munawar, Al-Qur’an Membangun Tradisi Kesalehan Hakiki, h. 5.

mushaf berdasarkan sumber-sumber mutawatir yang bersifat pasti kebenarannya,
dan yang dibaca umat Islam dalam rangka ibadah. Penamaan al-Qur’an yang
demikian itu telah disepakati bulat oleh semua ulama ahli ilmu kalam, ulama ahli
ilmu Fiqh dan ulama ahli ilmu bahasa Arab.10
Dari definisi-definisi di atas terdapat beberapa segi yang membedakan alQur’an dari kitab-kitab lainnya, yaitu:
1. Isi al-Qur’an
Dari segi isi, al-Qur’an adalah kalamullah atau firman Allah. Dengan jenis
ini, ucapan Rasulullah, Malaikat, Jin, dan sebagainya tidak dapat disebut
al-Qur’an. Kalamullah mempunyai keistimewaan yang tak mungkin dapat
ditandingi oleh perkataan lainnya.
2. Cara turunnya
Dari segi turunnya, al-Qur’an disampaikan melalui Malaikat Jibril yang
terpercaya (al-Ruh al-Amin). Dengan demikian, jika ada wahyu Allah
langsung disampaikan kepada Nabi Muhammad saw, tanpa perantaraan
Malaikat jibril, seperti hadis qudsi, tidaklah termasuk al-Qur’an.
3. Penerimanya
Dari segi penerimanya, al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad
saw, seorang Rasul yang dikenal bergelar al-Amin (terpercaya). Ini berarti
bahwa wahyu Tuhan yang disampaikan kepada Nabi lainnya tidak dapat
disebut al-Qur’an.

4. Fungsinya
Dalam definisi al-Qur’an tersebut di atas disebutkan bahwa al-Qur’an
antara lain berfungsi sebagai dalil atau petunjuk atas kerasulan
Muhammad saw, pedoman hidup bagi umat manusia, menjadi ibadah bagi
yang membacanya, serta pedoman dan sumber petunjuk dalam kehidupan.
5. Susunannya

10

Subhi As-Shalih, Membahas Ilmu-Ilmu al-Qur’an, h. 15.

Al-Qur’an terhimpun dalam suatu mushaf yang terdiri dari ayat-ayat dan
surah-surah. Ayat-ayat al-Qur’an disusun sesuai dengan petunjuk Nabi
Muhammad saw. Sedangkan urutan surah dimulai dengan al-Fatihah dan
diakhiri surah an-Nas disusun atas tauqifi, usaha, dan kerja keras para
sahabat di zaman pemerintahan khalifah Abu bakar dan Usman bin Affan.
Para sahabat yang menyusun urutan surah-surah tersebut terkenal jujur,
cerdas, pandai, sangat mencintai Allah dan Rasul, dan hidup serta
menyaksikan hal-hal yang berkaitan pada waktu ayat al-Qur’an turun.
6. Penyampaiannya
Al-Qur’an disampaikan kepada kita dengan cara mutawatir, dalam arti,
disampaikan oleh sejumlah orang yang semuanya sepakat bahwa ia benarbenar wahyu Allah swt, terpelihara dari perubahan atau pergantian.
Al-Qur’an merupakan Kitab suci yang diturunkan Allah kepada Nabi
Muhammad saw., sebagai salah satu rahmat yang tak ada taranya bagi orangorang yang taqwa. Di dalamnya terkumpul wahyu Ilahi yang menjadi petunjuk,
pedoman dan pelajaran bagi siapa saja yang mempercayai serta mengamalkannya.
Bukan itu saja, tetapi juga al-Qur’an itu adalah kitab suci yang paling penghabisan
diturunkan Allah, yang isinya mencakup segala pokok-pokok syari’at yang
terdapat dala kitab-kitab suci yang diturunkan sebelumnya. Karena itu, setiap
orang yang mempercayai al-Qur’an, akan bertambah cinta kepadanya, cinta untuk
membacanya,

untuk mempelajari dan

memahaminya

serta

pula untuk

mengamalkan dan mengajarkanya sampai merata rahmatnya dirasai dan dikecap
oleh penghuni alam semesta.
Selanjutnya, Setiap Mukmin yakin bahwa membaca al-Qur’an saja sudah
termasuk amal yang sangat mulia dan akan mendapat pahala yang berlipat ganda,
sebab yang dibacanya itu, sebab yang dibacanya itu adalah Kitab Suci Ilahi. AlQur’an adalah sebaik-baik bacaan bagi orang Mukmin, baik di kala senang
maupun di kala susah, di kala gembira ataupun di kala sedih. Malahan membaca

al-Qur’an itu bukan saja menjadi amal dan ibadah, tetapi juga menjadi obat
penawar bagi orang yang gelisah di jiwanya.11
Sungguh banyak ayat al-Qur’an dan hadis Rasulullah saw. yang
menunjukkan kelebihan dan keutamaan membaca dan mempelajari al-Qur’an.
Berikut ini beberapa keutamaan membaca al-Qur’an:
1. Orang yang membaca al-Qur’an akan bernilai pahala yang melimpah.
Firman Allah dalam QS. Faatir: 29-30:

U"8 V ,
-5 #67
Y "0 2#$% $
X7
W
V
Y "
\K$% $
HZ["H :;
'(a

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

84 2133 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 551 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 478 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 309 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 423 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 673 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 580 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 379 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 560 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 677 23