Peran Rentenir dalam Meningkatkan Pendapatan Usaha Mikro di Kabupaten Simalungun ( Studi Kasus : Pedagang di Pasar Kecamatan Raya)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI
MEDAN

PERAN RENTENIR DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA
MIKRO DI KABUPATEN SIMALUNGUN
(STUDI KASUS : PEDAGANG DI PASAR KECAMATAN RAYA)

SKRIPSI
Diajukan Oleh:

HOTMA KRISTIANA SIPAYUNG
080523016
Ekonomi Pembangunan

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Medan
2011

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI
MEDAN

PENANGGUNG JAWAB SKRIPSI

Nama

: Hotma Kristiana Sipayung

Nim

: 080523016

Departemen

: Ekonomi Pembangunan

Judul Skripsi :Peran Rentenir dalam Meningkatkan Pendapatan Usaha Mikro di
Kabupaten Simalungun ( Studi Kasus : Pedagang di Pasar
Kecamatan Raya)

Tanggal, ______________

Pembimbing

( Wahyu Ario Pratomo, SE, M.Ec )
NIP. 19730408 199802 1 001

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI
MEDAN

BERITA ACARA UJIAN

Hari

:

Tanggal

:

Nama

: Hotma Kristiana Sipayung

Nim

: 080523016

Departemen

: Ekonomi Pembangunan

Judul Skripsi : Peran Rentenir dalam Meningkatkan Pendapatan Usaha Mikro di
Kabupaten Simalungun ( Studi Kasus : Pedagang di Pasar
Kecamatan Raya)

Ketua Program Studi

( Irsyad Lubis, SE, M. Soc. Sc, Ph.D )
NIP. 19710503 200312 1 003

Penguji I

(Drs. Sahat Silaen, M.Si)
NIP. 130251879

Pembimbing

( Wahyu Ario Pratomo, SE, M.Ec )
NIP. 19730408 199802 1 001

Penguji II

(Syarief Fauzi, SE, M.Acc, Ak)
NIP.19750909 200801 1 012

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI
MEDAN

PERSETUJUAN ADMINISTRASI AKADEMIK

Nama

: Hotma Kristiana Sipayung

Nim

: 080523016

Departemen

: Ekonomi Pembangunan

Judul Skripsi : Peran Rentenir dalam Meningkatkan Pendapatan Usaha Mikro di
Kabupaten Simalungun ( Studi Kasus : Pedagang di Pasar
Kecamatan Raya)

Tanggal, ______________

Ketua Program Studi

( Irsyad Lubis, SE, M. Soc. Sc, Ph.D )
NIP. 19710503 200312 1 003

Tanggal, ______________

Dekan Fakultas Ekonomi

( Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec )
NIP. 19550810 198303 1 004

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai
sumber segala kasih dan hikmat yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya
sehingga penulisan skripsi ini dapat selesai. Adapun judul skripsi ini adalah
“Peran Rentenir dalam Meningkatkan Pendapatan Usaha Mikro di
Kabupaten Simalungun ( Studi Kasus : Pedagang di Pasar Kecamatan
Raya)”.
Dalam penulisan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak, baik berupa dorongan semanagat maupun sumbangan pemikiran.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan
dan bimbingan, yaitu kepada:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara
2. Bapak Wahyu Ario Pratomo,SE,M.Ec selaku Ketua Jurusan Ekonomi
Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
3. Bapak Irsyad Lubis selaku Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan,
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
4. Bapak Wahyu Ario Pratomo,SE,M.Ec selaku Dosen Pembimbing yang telah
banyak meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan
dalam proses penulisan skrisi ini
5. Bapak Drs. Sahat Silaen, M.Si selaku Dosen Penguji I dan Bapak Syarief
Fauzi, SE, M.Acc, Ak selaku Dosen Penguji II yang telah meluangkan
waktunya, dan memberikan saran dan kritikan dalam skripsi ini

Universitas Sumatera Utara

6. Bapak Paidi Hidayat selaku Dosen Wali serta seluruh staf pengajar Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara yang selama ini telah mendidik dan
membimbing penulis dengan tulus
7. Seluruh Staf dan pegawai BPS Kabupaten Simalungun atas bantuan dalam
memberikan data sehingga skripsi ini dapat selesai
8. Buat orangtua tercinta Pdt. Jaminton Sipayung, S.Th dan Rolmendiana
Saragih, S.Pd atas kasih sayang dan seluruh dukungan baik dana maupun
semangat. Buat adik-adik saya Ruth Sipayung, Jansen Dapit Sipayung dan Tri
Besri Kroper Sipayung atas semangat yang terus diberikan
9. Buat Bang Tommi Juniarto Purba yang telah memberikan motivasi dan
dukungan doa dalam penyelesaian skripsi ini. Buat teman-teman satu jurusan
khususnya (Eprina, Lidia, Lestari, Hcristina dan Indra), adik-adik kelompokku
( Dien dan Lesrin ), seluruh Pemuda GKPS P.Bulan dan Sidorame atas setiap
dukungan doa dan semangat yang diberikan
Akhirnya penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna
baik dari segi bahan penulisan, kemampuan ilmiah dan cara penulisan, oleh
karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi sempurnanya tulisan ini dimasa yang akan datang.

Medan,

Juli 2011

Hotma Kristiana Sipayung

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Peran Rentenir dalam Meningkatkan Pendapatan
Usaha Mikro di Kabupaten Simalungun ( Studi Kasus : Pedagang di Pasar
Kecamatan Raya)”. Penelitian ini menggunakan responden sebanyak 30 orang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada peranan rentenir terhadap
pendapatan pedagang di Kecamatan Raya di Kabupaten Simalungun.
Data ini diperoleh dari penelitian di lapangan dan kepustakaan dan
pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner. Penelitian ini menggunakan
model analisa regresi linier dan diolah dengan menggunakan Eviews 5.0.
Hasil analisa menunjukkan bahwa variabel jumlah pinjaman dan hasil
produksi secara bersama-sama berpengaruh nyata (signifikan) terhadap
pendapatan pedagang di Kecamatan Raya di Kabupaten Simalungun.
Kata kunci : Pendapatan, jumlah pinjaman dan hasil produksi.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The study is titled "The Role of Moneylenders in Revenues Increase Micro in
Simalungun District (Case Study: District Market Traders in Britain)". This study
uses respondents as many as 30 people. The purpose of this study was to see if
there is the role of moneylenders to income trader in the district in District
SimalungunKingdom.
This data was obtained from field research and literature and data collection is
done by questionnaire. This study uses linear regression analysis model and
processedbyusingEviews5.0.
Results of analysis showed that the variable amount of borrowing and produced
jointly significant effect (significant) to income trader in the district in District
SimalungunKingdom.
Key words: income, loan amount and yield production.

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN
LEMBAR PERSETUJUAN
LEMBAR PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR................................................................................

iv

ABSTRACT ...............................................................................................

viii

ABSTRAK .................................................................................................

ix

DAFTAR ISI...............................................................................................

x

DAFTAR GAMBAR..............................................................................

xii

DAFTAR TABEL......................................................................................

xii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ......................................................................
1.2 Perumusan Masalah ..............................................................
1.3 Hipotesis ...............................................................................
1.4 Tujuan Penelitian ..................................................................
1.5 Manfaat Penelitian ................................................................
BAB II TINJAUAN TEORITIS

1
6
7
7
8

2.1 Pendapatan............ .............................................................
2.2 Peranan Perbankan dalam Kegiatan Ekonomi Masyarakat.
2.3 Profil Praktek Rentenir dalam Masyarakat..........................
2.4 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) ...................................
BAB III METODE PENELITIAN

9
8
20
26

3.1
3.2
3.3
3.4
3.5
3.6

Metode Pengumpulan Data ..................................................
Sumber dan Metode Pengumpulan Data .............................
Pengolahan Data ..................................................................
Metode Analisis Data .........................................................
Uji Validitas Dan Reliabilitas Kuisioner ............................
Uji Kesesuaian ....................................................................
3.6.1 Uji Koefisien Determinasi .........................................
3.6.2 Uji t-statistik ..............................................................
3.6.3 Uji Keseluruhan (Uji F-Statistik) ...............................

30
31
32
30
34
36
36
37
38

3.7 Penyimpangan Asumsi Klasik …………………………...
3.7.1 Multikolineritas ……………………………………..

39
39

3.7.2 Heteroskedastisitas…………………………………..

39

Universitas Sumatera Utara

3.7.3 Uji Linieritas…………………………………………

40

3.7.4 Uji Normalitas………………………………………..

40

3.8 Definisi Operasional ............................................................
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

40

4.1
4.2
4.3
4.4

Keadaan Umum Lokasi Penelitian........................................
Gambaran Umum Sampel Penelitian....................................
Analisis Model Regresi Berganda........................................
Instrumen Penelitian .............................................................
4.4.1 Uji Validitas ………………………………………….

41
54
59
60
60

4.4.2 Uji Reliabilitas………………………………………..

61

4.5 Uji Kesesuaian ......................................................................
4.5.1 Uji Koefisien Determinasi ..........................................
4.5.2 Uji t-statistik ...............................................................
4.6.3 Uji Keseluruhan (F-Statistik) ......................................

61
61
61
63

4.6 Uji Penyimpangan Asumsi Klasik ………………………….

64

4.6.1 Multikolineritas ………………………………………

64

4.6.2 Heteroskedastisitas …………………………………...

66

4.6.3 Linieritas ……………………………………………… 67
4.6.3 Normalitas ……………………………………………. 68
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ...........................................................................
5.2 Saran .....................................................................................
DAFTAR PUSTAKA

69
70

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1

Persentase Umur Responden...………………….…………….…54

Gambar 4.2

Persentase Jumlah Responden Menurut Jenis Kelamin……….…55

Gambar 4.3

Persentase Jumlah Responden Menurut Pendidikan….………….56

Gambar 4.4

Persentase Jumlah Responden Menurut Status…….…………….57

Gambar 4.10 Gambaran Perbandingan Alasan Responden Meminjam
dari Rentenir……………………………………………...……...60

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1

Luas Kabupaten Simalungun Berdasarkan Kecamatan………….42

Tabel 4.2

Luas Wilayah, Jumlah Desa, Penduduk dan Kepadatannya……. 45

Tabel 4.3

Jumlah Penduduk Menurut Umur Kelompok Umur dan Jenis
Kelamin………………………………………………………… 46

Tabel 4.4

Daftar Jumlah Sekolah, Guru dan Murid di Kabupaten
Simalungun………………………………………………………48

Tabel 4.5

Jumlah Pasar di Kecamatan Raya...………………………….….50

Tabel 4.6

Alasan Meminjam Kepada Rentenir………..……………………58

Tabel 4.7

Bunga yang Diberikan Rentenir………………………………….58

Tabel 4.8

Uji Validitas……………..……………………………………….60

Tabel 4.9

Uji Reliabilitas……………..…………………………………….61

Tabel 4.10

Uji Korelasi Parsial dengan Dependen Variabel X1………..……65

Tabel 4.11

Uji White Test……………………………………………….…..66

Tabel 4.12

Uji Linearitas……………………………………………..………67

Tabel 4.13

Uji Normalitas…………………………………………..………..68

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Peran Rentenir dalam Meningkatkan Pendapatan
Usaha Mikro di Kabupaten Simalungun ( Studi Kasus : Pedagang di Pasar
Kecamatan Raya)”. Penelitian ini menggunakan responden sebanyak 30 orang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada peranan rentenir terhadap
pendapatan pedagang di Kecamatan Raya di Kabupaten Simalungun.
Data ini diperoleh dari penelitian di lapangan dan kepustakaan dan
pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner. Penelitian ini menggunakan
model analisa regresi linier dan diolah dengan menggunakan Eviews 5.0.
Hasil analisa menunjukkan bahwa variabel jumlah pinjaman dan hasil
produksi secara bersama-sama berpengaruh nyata (signifikan) terhadap
pendapatan pedagang di Kecamatan Raya di Kabupaten Simalungun.
Kata kunci : Pendapatan, jumlah pinjaman dan hasil produksi.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The study is titled "The Role of Moneylenders in Revenues Increase Micro in
Simalungun District (Case Study: District Market Traders in Britain)". This study
uses respondents as many as 30 people. The purpose of this study was to see if
there is the role of moneylenders to income trader in the district in District
SimalungunKingdom.
This data was obtained from field research and literature and data collection is
done by questionnaire. This study uses linear regression analysis model and
processedbyusingEviews5.0.
Results of analysis showed that the variable amount of borrowing and produced
jointly significant effect (significant) to income trader in the district in District
SimalungunKingdom.
Key words: income, loan amount and yield production.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dengan melihat kondisi perekonomian yang tidak menentu sekarang ini,
maka semua orang berusaha untuk memperbaiki kondisi ekonominya. Dalam
kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan-perusahaan dan masyarakat
secara keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan-persoalan yang bersifat
ekonomi, yaitu persoalan yang menghendaki seseorang, suatu perusahaan atau
suatu masyarakat membuat keputusan tentang cara yang terbaik untuk melakukan
suatu kegiatan ekonomi.

Secara mendasar, kegiatan ekonomi meliputi usaha individu-individu,
perusahaan-perusahaan

dan

perekonomian

secara

keseluruhannya

untuk

memproduksikan barang dan jasa yang mereka butuhkan. Di lain pihak, kegiatan
ekonomi meliputi pula kegiatan untuk menggunakan barang dan jasa yang
diproduksikan dalam perekonomian. Dengan demikian kegiatan ekonomi dapat
didefenisikan sebagai kegiatan seseorang, suatu perusahaan atau suatu masyarakat
untuk memproduksikan barang dan jasa maupun mengkonsumsi (menggunakan)
barang dan jasa tersebut (Sukirno : 1996). Dalam melakukan berbagai kegiatan
ekonomi

seorang

individu,

suatu

perusahaan,

atau

masyarakat

secara

keseluruhannya akan mempunyai beberapa pilihan atau alternatif untuk
melakukannya. Berdasarkan kepada alternatif-alternatif yang tersedia tersebut,

Universitas Sumatera Utara

mereka perlu mengambil keputusan untuk memilih alternatif yang terbaik untuk
dilaksanakan.

Pada umumnya masyarakat selalu ingin mendapatkan penghidupan yang
layak setiap harinya. Dalam kehidupan sehari-hari mayarakat selalu berusaha
mengerjakan pekerjaan yang dapat memampukan mereka dalam mencukupi
kehidupan mereka. Kondisi ekonomi yang meningkat hari kehari sangat
diharapkan seluruh masyarakat, sebab dengan kondisi ekonomi yang baik maka
setiap kebutuhan keluarga dapat dipenuhi. Banyak pekerjaan yang sering
dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi seperti: bertani, berdagang,
dll. Dalam melakukan pekerjaan tersebut, tidak semua masyarakat memiliki
modal yang cukup dalam mengerjakannya. Namun tidak dapat dipungkiri
masyarakat membutuhkan sumber modal untuk dapat mengerjakannya usaha atau
pekerjaan tersebut.

Lembaga pemberian kredit jelas sangat dibutuhkan masyarakat. Banyak
jenis-jenis kredit yang sering datang menawarkan bantuan modal bagi masyarakat
mulai dari bank, lembaga non bank, bahkan sampai rentenir sekalipun. Tidak
jarang masyarakat lebih memilih jalan cepat untuk mendapatkan modal, dengan
merogoh kantong sendiri, pinjam dari keluarga dan juga dari rentenir.

Lembaga keuangan bank memiliki kriteria-kriteria dalam memberikan
kredit pada mayarakat. Secara umum persyaratan yang harus dipenuhi oleh
peminjam kredit antara lain sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara

1. Character, dalam prinsip ini bank memperhatikan dan meneliti tentang
kebiasaan-kebiasaan, sifat-sifat pribadi calon debiturnya. Ini akan dijadikan
ukuran tentang kemauan untuk membayar.
2. Capacity, penilaian terhadap capacity masyarakat dilakukan untuk mengetahui
sejauh mana kemampuan masyarakat mengembalikan pokok pinjaman serta
bunga pinjamannya.
3. Capital, untuk melihat penggunaan modal apakah efektif atau tidak dilihat dari
laporan keuangan yang dimiliki oleh si debitur.
4. Collateral, merupakan jaminan yang diberikan oleh calon nasabah baik yang
bersifat fisik maupun non fisik. Jaminan hendaknya nilainya melebihi jumlah
kredit yang diberikan dan diteliti keabsahannya serta kesempurnaannya.
5. Condition, pembiayaan yang diberikan juga perlu mempertimbangkan kondisi
ekonomi yang dikaitkan dengan prospek usaha calon nasabah. Ada suatu
usaha yang sangat tergantung dari kondisi perekonomian, oleh karena itu perlu
mengaitkan kondisi ekonomi dengan usaha calon debitur.

Semuanya merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat
untuk memperoleh pinjaman modal dari bank. Namun banyak juga masyarakat
yang tidak mengerti tentang persyaratan bank tersebut. Ini disebabkan oleh
kurangnya sosialisasi yang dilakukan bank. Tidak dapat dipungkiri, bank
menganggap masyarakat kecil kurang memberikan keuntungan dibandingkan
dengan memberikan kredit kepada usaha-usaha yang dapat memberikan
keuntungan yang banyak dan lebih terhindar dari kredit macet. Oleh karena itu,
bank kurang mensosialisasikan tentang pemberian kredit kepada masyarakat kecil.

Universitas Sumatera Utara

Hal inilah yang menyebabkan banyak masyarakat memilih lembaga-lembaga
lainnya yang memberikan kredit.

Masyarakat pun menganggap proses administrasi bank terlalu rumit, tidak
memadainya syarat-syarat yang diminta, membutuhkan waktu yang lama dan
lokasi bank terlalu jauh dari tempat tinggal mereka. Mereka tidak mempunyai
waktu yang cukup untuk mengajukan proposal kredit kepada bank karena harus
menjaga atau mengerjakan pekerjaannya. Masih banyak ketakutan lain yang
dirasakan masyarakat, seperti takut tidak sanggup mengembalikan pokok
pinjaman serta bungannya, sampai takut barang jaminan atau agunan akan disita
oleh pihak bank. Karena kekhawatiran itu masyarakat beranggapan kredit bank
bukan untuk mereka, melainkan untuk usaha-usaha yang lebih besar, yang lebih
mampu membayar pokok pinjaman beserta bungannya. Pandangan diatas
menyebabkan masyarakat kurang tertarik pada kredit bank.

Sulitnya pernyaratan yang diajukan lembaga bank bagi calon debitur,
menyurutkan semangat masyarakat untuk meminjam ke bank. Akhirnya
masyarakat mengambil alternatif lain yang tersedia seperti rentenir. Bagi
masyarakat, berhubungan dengan sumber pembiayaan informal seringkali
membuat terlena dan menjadi pilihan yang menarik karena faktor kemudahan
mendapatkan dana secara cepat tanpa birokrasi dengan asas saling percaya meski
berbunga tinggi. Bagi pemodal, situasi ini sebenarnya menjadi peluang baik untuk
memupuk keuntungan.

Pemerintah Indonesia telah menyelenggarakan kredit dengan bunga rendah
untuk masyarakat melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Pembangunan

Universitas Sumatera Utara

Daerah (BPD), Koperasi Unit Desa, dll. Namun demikian, kredit ini tidak selalu
mencapai target groupnya karena prosedur administrasinya sulit diakses oleh
masyarakat. Sementara kredit yang ditawarkan oleh rentenir lebih popular dan
mudah diakses oleh siapapun dan dari lapisan manapun (Heru : 2001).

Pada kenyataannya hal ini merupakan suatu paradoks, sebab kredit yang
ditawarkan oleh pemerintah dengan tingkat bunga rendah tidak mampu
menghilangkan kredit dengan bunga tinggi seperti yang disediakan oleh para
rentenir. Ada 2 argumen utama yang mendasari terjadinya realitas itu antara lain
sebagai berikut:

1. Lembaga-lembaga financial informal lebih atraktif dalam berpraktek mencari
nasabah daripada lembaga-lembaga formal. Rentenir lebih fleksibel dalam
menjalankan prakteknya bahkan mengembangkan hubungan personal dengan
para nasabah, sementara bank-bank resmi bersifat “rasional” di mata para
nasabah di pedesaan. Fleksibilitas merupakan hal penting dalam menjaga
hubungan rentenir dengan nasabah. Misalnya, adanya upaya-upaya rentenir
untuk memahami kondisi ekonomi nasabah sehingga tidak jarang memberikan
kesempatan menunda pembayaran kredit.
2. Rentenir dapat mengatasi “masalah kepercayaan” yang dihadapi oleh warga
masyarakat yang tidak familiar dengan prosedur sistem legal. Atas dasar itu
transaksi kredit dilakukan oleh kedua belah pihak atas dasar kepercayaan.
Sistem kepercayaan sepertu itu merupakan bagian dari budaya transaksi uang
dalam masyarakat pedesaan.

Universitas Sumatera Utara

Walaupun berbagai upaya telah dilakukan untuk membatasi ruang gerak
praktek-praktek rentenir dalam rangka menghindarkan lapisan masyarakat jatuh
pada “penghambaan bunga”, rentenir masih tetap saja beroperasi di desa-desa
khususnya di pasar.

Berdasarkan uraian-uraian di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti
apakah di Kabupaten Simalungun praktek rentenir tersebut sangat berpengaruh
terhadap usaha yang dilakukan masyarakat khususnya para pedagang melalui
penulisan skripsi yang berjudul “Peran Rentenir dalam Meningkatkan
Pendapatan Usaha Mikro di Kabupaten Simalungun ( Studi Kasus :
Pedagang di Pasar Kecamatan Raya)”.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka
permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Faktor apakah yang menyebabkan masyarakat menggunakan pinjaman dari
rentenir?
2. Bagaimanakah pengaruh pinjaman rentenir terhadap pendapatan pedagang di
Kecamatan Raya?
3. Bagaimanakah pengaruh hasil produksi terhadap pendapatan pedagang di
Kecamatan Raya?

Universitas Sumatera Utara

1.3 Hipotesis

Hipotesis adalah suatu jawaban sementara terhadap permasalahan
penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empris. Hal ini berarti hipotesa
yang ada bukan berarti jawaban akhir, namun menjadi kesimpulan sementara yang
harus diuji kebenarannya dengan data-data yang mempunyai hubungan, ataupun
dengan melihat fakta yang terjadi di lapangan.

Adapun yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah:
1. Terdapat pengaruh positif antara pinjaman rentenir terhadap peningkatan
pendapatan pedagang di Kecamatan Raya
2. Terdapat pengaruh positif antara hasil produksi terhadap peningkatan
pendapatan pedagang di Kecamatan Raya

1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penulis melakukan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pinjaman rentenir dalam
meningkatkan pendapatan pedagang di Kecamatan Raya.
2. Untuk

mengetahui

seberapa

besar

pengaruh

hasil

produksi

dalam

meningkatkan pendapatan pedagang di Kecamatan Raya.

Universitas Sumatera Utara

1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang diharapkan oleh si penulis setelah
melakukan penelitian adalah sebagai berikut:
1. Sebagai bahan masukan yang bermanfaat bagi pemerintah untuk mengambil
kebijakan sehubungan dengan meningkatkan pelayanan kepada pedagang.
2. Sebagai bahan masukan bagi bank negara dan bank swasta dalam
menyalurkan dana kepada pedagang.
3. Sebagai sarana informasi kepada pedagang untuk dapat mengetahui lembaga
yang lebih baik untuk mengambil pinjaman dalam usaha.
4. Menambah wawasan ilmiah dan ilmu pengetahuan penulis dalam disiplin ilmu
penulis tekuni.
5. Sebagai tambahan informasi dan bahan masukan bagi mahasiswa Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara khususnya mahasiswa Departemen
Ekonomi Pembangunan yang ingin melakukan penelitian selanjutnya.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TUNJAUAN TEORITIS

2.1

Pendapatan

2.1.1 Pengertian Pendapatan
Pendapatan adalah peningkatan jumlah aktiva atau penurunan jumlah
kewajiban suatu badan usaha yang timbul dari penyerahaan barang dan jasa atau
aktifitas usaha yang lainnya dalam suatu periode (IAI, 1991:17).

Pendapatan merupakan kenaikan kotor dalam asset atau penurunan dalam
liabilitas atau gabungan dari keduanya selama periode yang dipilih oleh
pernyataan pendapatan yang berakibat dari investasi, perdagangan, memberikan
jasa atau aktivitas lain yang bertujuan meraih keuntungan (Antonio Muhammad
Syafii ,2001:204).
Pendapatan adalah pendapatan uang yang diterima dan diberikan kepada
subjek ekonomi berdasarkan prestasi-prestasi yang diserahkan yaitu berupa
pendapatan dari profesi yang dilakukan sendiri atau usaha perorangan dan
pendapatan dari kekayaan (Mulyanto Sumardi, 1982:65).

Dari beberapa pendapat tentang definisi pendapatan di atas, yang
dimaksud pendapatan adalah pendapatan yang diperoleh atau didapat dari usaha
dagang.

Universitas Sumatera Utara

2.1.2 Macam-macam pendapatan
Menurut Mulyanto Sumardi dan Hans Dieter Evers, pendapatan dapat
digolongkan menjadi:
1. Pendapatan berupa uang, adalah semua penghasilan berupa uang yang sifatnya
reguler dan diterima sebagai balas jasa atau kontra prestasi.
2. Pendapatan berupa barang, adalah semua pendapatan yang sifatnya reguler
dan diterimakan dalam bentuk barang.
3. Lain-lain penerimaan uang dan barang. Penerimaan ini misalnya penjualan
barang-barang yang dipakai, pinjaman uang hasil undian, warisan, penagihan
piutang dan lain-lain. (Mulyanto Sumardi,1982:92).

Pendapatan dibedakan menjadi tiga yaitu:
1. Pendapatan pokok
Yaitu pendapatan yang tiap bulan diharapkan diterima, pendapatan ini
diperoleh dari pekerjaan utama yang bersifat rutin.
2. Pendapatan sampingan
Yaitu pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan di luar pekerjaan pokok,
maka tidak semua orang mempunyai pendapatan sampingan.
3.

Pendapatan lain-lain
Yaitu pendapatan yang berasal dari pemberian pihak lain, baik bentuk barang
maupun bentuk uang, pendapatan bukan dari usaha (Winardi, 1982:11).

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud
pendapatan adalah penghasilan yang diperoleh tiap-tiap individu dari bekerja atau
berusaha yang dapat berupa uang, barang dan lain-lain penerimaan.

Universitas Sumatera Utara

2.1.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan adalah sebagai
berikut:
1. Kesempatan kerja yang tersedia
Semakin banyak kesempatan kerja yang tersedia berarti semakin banyak
penghasilan yang bisa diperoleh dari hasil kerja tersebut.
2. Kecakapan dan keahlian
Dengan bekal kecakapan dan keahlian yang tinggi akan dapat
meningkatkan efisiensi dan efektifitas yang pada akhirnya berpengaruh
pula terhadap penghasilan.
3. Motivasi
Motivasi atau dorongan juga mempengaruhi jumlah penghasilan yang
diperoleh, semakin besar dorongan seseorang untuk melakukan pekerjaan,
semakin besar pula penghasilan yang diperoleh.
4.

Keuletan bekerja
Pengertian keuletan dapat disamakan dengan ketekunan, keberanian untuk
menghadapi segala macam tantangan. Bila saat menghadapi kegagalan
maka kegagalan tersebut dijadikan sebagai bekal untuk meniti ke arah
kesuksesan dan keberhasilan.

5. Banyak sedikitnya modal yang digunakan.
Besar kecilnya usaha yang dilakukan seseorang sangat dipengaruhi oleh
besar kecilnya modal yang dipergunakan. Suatu usaha yang besar akan
dapat memberikan peluang yang besar pula terhadap pendapatan yang
akan diperoleh (Bintari dan Suprihatin, 1984:35).

Universitas Sumatera Utara

Modal atau Capital dalam pengertian ekonomi umum mencakup bendabenda seperti tanah, gedung-gedung, mesin-mesin, alat perkakas, dan barang
produktif lainnya untuk suatu kegiatan usaha. Sehubungan dengan kegiatan
operasi badan usaha, modal dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Modal Tetap (Fixed Capital)
Modal tetap yaitu semua benda-benda modal yang dipergunakan terusmenerus dalam jangka lama pada kegiatan produksi seperti misalnya
tanah, gedung, mesin, alat perkakas, dan sebagainya.
2. Modal Bekerja (Working Capital)
Modal bekerja yaitu modal untuk membiayai operasi perusahaan seperti
pembelian bahan dasar dan bahan habis pakai,membiayai upah dan gaji,
membiayai persediaan, membiayai pengiriman dan transportasi, biaya
penjualan dan reklame, biaya pemeliharan, dan sebagainya ( Sriyadi,
1991:111).
3. Sumber-sumber Pemenuhan Modal Kerja
Modal yang dibutuhkan oleh perusahaan dapat dipenuhi dari dua sumber :
a. Sumber intern (internal sources) adalah modal yang dihasilkan oleh
perusahaan sendiri dari aktivitas operasional, terdiri dari :
1. Laba yang ditahan
2. Penjualan aktiva tetap
3. Keuntungan penjualan surat-surat berharga/efek di atasharga
normal
4. Cadangan penyusutan

Universitas Sumatera Utara

b. Sumber Ekstern (external sources) adalah modal yang berasal dari luar
aktivitas perusahaan yang merupakan utang atau modal sendiri bagi
perusahaan, pihak-pihak luar sebagai sumber pemenuhan modal
adalah:
1. Suplier
2. Bank-bank
3. Pasar modal

2.2

Peranan Perbankan dalam Kegiatan Ekonomi Masyarakat
Kegiatan perbankan yang utama adalah menghimpun dana dari masyarakat

luas. Menghimpun dana berarti mengumpulkan atau mencari dana dengan cara
membeli dari masyarakat. Pembelian dana dari masyarakat tersebut dilakukan
oleh bank dengan cara memasang berbagai strategi agar masyarakat mau
menanamkan dananya dalam bentuk simpanan. Jenis simpanan yang dipilih
masyarakat dapat berupa giro, tabungan, sertifikat dan deposito berjangka.

Bank dapat memberikan rangsangan terhadap masyarakat agar masyarakat
tertarik untuk menyimpan uangnya. Rangsangan tersebut berupa balas jasa untuk
masyarakat yang sudah mau menananmkan dananya pada bank. Balas jasa yang
dilakukan dapat berupa bunga, bagi hasil, hadiah, pelayanan atau balas jasa
lainnya. Semakin tinggi balas jasa yang diberikan maka ketertarikan masyarakat
untuk menanamkan modal akan semakin tinggi sehingga keuntungan yang
didapatkan oleh bank semakin tinggi.

Universitas Sumatera Utara

Setelah bank melakukan penghimpunan dana dari masyarakat, maka
kegiatan perbankan yang kedua adalah menyalurkan kembali dana tersebut kepada
masyarakat yang membutuhkannya. Kegiatan penyaluran dana ini dikenal juga
dengan istilah alokasi dana. Pengalikasian dana dapat diwujudkan dalam bentuk
pinjaman atau lebih dikenal dengan kredit. Pengalokasian dana dapat pula
dilakukan dengan memberikan berbagai asset yang dapat menguntungkan bank
(Kasmir : 2008). Dengan kata lain alokasi dana adalah menjual kembali dana yang
diperoleh dari penghimpunan dana dalam bentuk simpanan. Penjualan dana ini
dilakukan dengan tujuan agar perbankan dapat memperoleh keuntungan seoptimal
mungkin. Dalam pengalokasian dananya pihak perbankan harus dapat memilih
dari berbagai alternative yang ada.

Oleh karena itu, baik faktor-faktor sumber dana maupun alokasi dana
memegang peranan yang sama pentingnya dalam perbankan.

2.2.1 Pengertian Kredit
Istilah kredit berasal dari suatu kata dalam bahasa latin yang berbunyi
Credere yang berarti kepercayaan. Dalam pengertian seseorang memperoleh
kredit, maka berarti ia telah memperoleh kepercayaan. Jadi dapat diartikan, bahwa
dalam suatu pemberian kredit, di dalamnya terkandung adanya kepercayaan orang
atau badan yang memberikannya kepada orang lain atau badan yang diberinya,
dengan ikatan perjanjian harus memenuhi segala kewajiban yang dijanjikan untuk
dipenuhi pada waktu yang akan datang (Hadi Widjaja, 1991:4).

Universitas Sumatera Utara

Kredit adalah pemberian yang kontra prestasinya akan terjadi pada waktu
yang akan datang. Kredit adalah penyediaan yang ditulis antara lain disamakan
dengan itu berdasarkan persetujuan pinjaman antara pihak bank dengan pihak lain
dalam hal mana pihak peminjam berkewajiban utang setelah jangka waktu
tertentu dengan jumlah bunga yang telah ditetapkan (Hadi Widjaja, 1991:6).

Pengertian kredit secara yuridis dapat dilihat pada Undang-Undang No. 10
Tahun 1998 Pasal I Ayat 11 tentang perbankan, bahwa kredit adalah penyediaan
uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan
atau kesapakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang
mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu
tertentu dengan pemberian bunga.

Menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 Pasal 1 Ayat 12 tentang
perbankan, Pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah penyediaan uang atau
tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan
antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk
mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan
imbalan atau bagi hasil.

2.2.2 Unsur-unsur kredit
1. Unsur kepercayaan
Yaitu keyakinan dari si pemberi kredit bahwa prestasi yang diberikan baik
dalam bentuk uang, barang atau jasa akan benarbenar diterimanya kembali
dalam jangka waktu tertentu.

Universitas Sumatera Utara

2. Unsur Waktu
Yaitu Adanya jangka waktu pengembalian pinjaman, yakni suatu masa
yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontra prestasi yang
akan diterimanya pada masa yang akan datang.
3. Unsur Risiko
Yaitu suatu tingkat risiko yang mungkin dihadapi sebagai akibat dari
adanya jangka waktu yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan
kontra prestasi yang akan diterima dikemudian hari.
4. Prestasi
Yaitu obyek kredit tidak saja diberikan dalam bentuk uang tetapi juga
dalam bentuk barang atau jasa (Thomas Suyatno, 1991:15).

2.2.3 Tujuan kredit
Tujuan utama pemberian kredit antara lain :
1. Mencari keuntungan
Yaitu bertujuan untuk memperoleh hasil dari pemberian kredit
tersebut.
2. Membantu usaha nasabah
Yaitu membantu usaha nasabah yang memerlukan dana baik dana
untuk investasi maupun untuk modal kerja.
3. Membantu pemerintah
Keuntungan bagi pemerintah dengan menyebarkan pemberian kredit
adalah penerimaan pajak dari keuntungan yang diperoleh nasabah dan
bank.

Universitas Sumatera Utara

a. Membuka kesempatan kerja yaitu kredit pembangunan usaha baru
atau perluasan usaha.
b. Meningkatkan jumlah barang dan jasa.
c. Menghemat devisa Negara (Thomas Suyatno, 1991:16)

2.2.4 Fungsi Kredit
Fungsi kredit perbankan dalam kehidupan perekonomian dan perdagangan
antara lain:

1. Meningkatkan daya guna uang
a. Para pemilik uang dapat langsung meminjamkan kepada para pengusaha
yang memerlukan untuk meningkatkan usaha atau produksinya.
b.

Para pemilik uang dapat menyimpan uangnya pada lembaga keuangan,
uang tersebut dipinjamkan kepada perusahaan untuk meningkatkan
usahanya.

2. Meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang
Kredit perbankan yang ditarik secara tunai dapat pula meningkatkan
peredaran uang.
3. Meningkatkan daya guna uang dan peredaran uang
Kredit oleh para pengusaha dapat mengubah bahan baku menjadi barang jadi
sehingga daya guna uang meningkat.
4. Alat stabilitas perekonomian
Arus kredit diarahkan pada sektor-sektor produktif, tujuannya untuk
meningkatkan produksi dan memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Universitas Sumatera Utara

5. Meningkatkan kegairahan usaha
Pemberian kredit akan meningkatkan kegairahan berusaha apalagi bagi
nasabah yang usahanya pas-pasan.
6. Meningkatkan pendapatan
Semakin banyak kredit yang disalurkan maka akan semakin baik terutama
dalam hal pendapatan. (Thomas Suyatno, 1991:17)

2.2.5 Jenis- jenis Kredit

Jenis-jenis kredit dapat dibedakan menurut:
1. Kredit menurut jangka waktu
Kredit menurut jangka waktu adalah kredit yang diberikan kepada
peminjam dengan melihat lamanya waktu pengembalian.
Kredit menurut jangka waktu ada tiga macam :
a. Kredit jangka pendek
Yaitu kredit yang mempunyai jangka waktu sampai dengan satu
tahun. Yang termasuk dalam kredit jangka pendek diantaranya kredit
modal kerja untuk perdagangan, untuk industri serta kredit musiman.
b. Kredit jangka menengah
Yaitu kredit yang mempunyai jangka waktu satu sampai tiga tahun.
Yang termasuk dalam kredit jangka menengah diantaranya kredit
investasi dan kredit modal kerja permanen.
c. Kredit jangka panjang
Yaitu kredit yang mempunyai jangka waktu diatas tiga tahun. Yang
termasuk kredit jangka panjang diantaranya kredit investasi.

Universitas Sumatera Utara

2. Kredit menurut tujuan penggunaannya
Dilihat dari tujuannya penggunaan kredit dibagi tiga yaitu:
1. Kredit modal kerja
Yaitu kredit yang disediakan untuk membantu modal kerja dalam
usaha meningkatkan kelangsungan hidup perusahaan.
2. Kredit investasi
Yaitu Pemberian kredit jangka menengah atau jangka panjang
dengan tingkat bunga yang relatif rendah, bertujuan untuk
menambah modal perusahaan.
3. Kredit perdagangan
Sesuai dengan namanya kredit ini digunakan untuk keperluan
perdagangan pada umumnya yang berarti meningkatkan utility of
place dari suatu barang.

2.2.6 Jaminan Kredit
Menurut Kasmir : 2008 adapun jaminan yang dapat dijadikan jaminan
kredit oleh calon debitur adalah sebagai berikut:
1. Dengan jaminan
a. Jaminan benda berwujud (misalnya: tanah, bangunan, kendaraan
bermotor, dll)
b. Jaminan benda tidak berwujud (misalnya: sertifikat saham, sertifikat
tanah, sertifikat obligasi, dll)

Universitas Sumatera Utara

c. Jaminan orang, yaitu jaminan yang diberikan oleh seseorang dan
apabila kredit tersebut macet maka yang memberikan jaminan itulah
yang menanggung resikonya.
2. Tanpa Jaminan
Kredit tanpa jaminan mksudnya adalah bahwa kredit yang diberikan bukan
dengan jaminan barang tertentu. Biasanya diberikan kepada perusahaan
yang

memang

benar-benar

bonafid

dan

professional

sehingga

kemungkinan kredit macet sangat kecil.

1.1.7 Prosedur dalam pemberian kredit

Secara umum prosedur pemberian kredit menurut Kasmir adalah sebagai
berikut:
1. Pengajuan berkas-berkas
2. Penyelidikan berkas pinjaman
3. Wawancara I
4. On the spot
5. Wawancara II
6. Keputusan kredit
7. Penandatanganan akad kredit/perjanjian lainnya
8. Realisasi kredit
9. Penyaluran/penarikan dana

Universitas Sumatera Utara

2.3

Profil Praktek Rentenir dalam Masyarakat
Oleh karena sulitnya ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi untuk

mendapatkan pinjaman dari pebankan, maka tidak jarang masyarakat akhirnya
meminjam uang dari rentenir. Kegiatan rentenir saat ini masih sangat banyak
terjadi di daerah-daerah. Pemahaman tentang rentenir haruslah lebih diperbaiki
saat ini sebab pemahaman terdahulu cenderung memahaminya dengan negatif,
padahal pada prakteknya sekarang ini praktek kerja rentenir bahkan memiliki
fungsi yang sangat penting bagi masyarakat. Bahkan tidak jarang banyak daerah
yang melestarikan kegiatan rentenir tersebut.

Ada perbedaan istilah nama yang diberikan oleh masyarakat pada rentenir
antara lain: tengkulak, bank titil, pelepas uang, pengijon, dll. Namun perbedaan
nama tersebut tidak membedakan cara kerja peminjaman uang yang mereka
lakukan.

2.3.1 Pengertian Rentenir
Secara awam dapat didefenisikan bahwa rentenir adalah orang yang
meminjamkan uang kepada nasabahnya dalam rangka memperoleh profit melalui
penarikan bunga yang cukup tinggi.
Satu hal yang perlu diperhitungkan adalah bahwa rentenir adalah agen
kapitalis yang seluruh aktivitasny untuk mencari profit. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa rentenir memiliki dua wajah, yaitu rentenir sebagai “lintah darat”
karena menarik bunga yang tingi, tetapi sekaligus sebagai “agen perkembangan”

Universitas Sumatera Utara

pada sisi yang lain karena menopang dinamika perdagangan dan mencukupi
kelangkaan uang tunai masyarakat (Ridwan mohammad : 2006).
Jadi rentenir adalah sosok sumber daya yang sangat diperlukan bagi para
pedagang untuk mendukung aktivitasnya baik secara langsung ataupun tidak.
Secara langsung kredit dari rentenir itu untuk kegiatan produksi, sedangkan secara
tidak langsung kredit itu digunakan untuk konsumsi baik yang wajar hingga yang
konsumtif (Heru Nugroho , 2001 : 18).

2.3.2 Sejarah Kegiatan Rentenir

Data Biro Pusat Statistik 2000 menunjukkan data bahwa hanya sebagian
kecil usaha kecil dan rumah tangga yang memanfaatkan bank untuk menutupi
kekurangan modal usahanya. Hal ini disebabkan karena adanya kesenjangan
antara lembaga keuangan perbankan dengan usaha kecil. Salah satu sebab
kesenjangan tersebut adalah lembaga keuangan perbankan merupakan lembaga
keuangan yang dikelola secara modern, sedangkan usaha kecil khususnya
pedagang kecil sebagian besar dikelola secara tradisional tanpa memiliki
pembukuan yang baik.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga keuangan bank
atau non bank yang bersifat formal beroperasi di pedesaan, pada umumnya tidak
menjangkau golongan ekonomi lemah ke bawah. Ketidakmampuan tersebut
terutama dari sisi penanggulangan resiko dan biaya operasi, juga dalam
identifikasi usaha dan pemantauan penggunaan kredit yang layak usaha.

Universitas Sumatera Utara

Ketidakmampuan penanggulangan ini menjadi penyebab terjadinya
kekosongan pada segmen pasar keuangan di daerah pedesaan. Dampaknya sekitar
70 – 90 % kekosongan ini diisi oleh lembaga keuangan non formal, termasuk
yang ikut beroperasi adalah para rentenir dengan pembebanan tingkat suku bunga
yang sangat tinggi dan memberatkan dalam pengembaliannya (Muhammad,
2000:65).

2.3.3 Praktek Rentenir
Di Indonesia pemerintah secara langsung maupun tidak langsung sudah
sejak lama mencoba mendekatkan sumber daya uang kepada masyarakat
pedesaan. Adanya lembaga keuangan formal memperlihatkan adanya keinginan
untuk membantu kekurangan dana yang banyak dialami penduduk pedesaan
dalam rangka meningkatkan taraf hidupnya (Khudzaifah : 1997).
Akan tetapi mengingat banyaknya masalah yang dihadapi, maka sejak
lama pula berbagai program perbankan yang disponsori pemerintah itu belum
memberikan hasil seperti yang diharapkan. Sumber kredit tidak resmi, yang pelanpelan akan dihapuskan pemerintah, karena dianggap menjerat kehidupan
masyarakat dalam realitasnya tetap dapat bertahan bahkan terus mangalami
perkembangan seiring dengan perkembangan pasar. Sumber kredit informal ini
misalnya rentenir yang umumnya meminjamkan dananya dengan tingkat bunga
yang sangat tinggi. Situasi kekurangan uang menyebabkan penduduk pedesaan
memiliki beban hutang yang sangat berat. Meskipun para rentenir dicemooh
dengan berbagai caci maki atas profesinya oleh pihak luar yang terkait dengan

Universitas Sumatera Utara

kredit itu, tetapi rentenir tidak dianggap musuh oleh nasabahnya. Banyak orang
menganggap bahwa rentenir tersebut sebagai orang yang berjasa bukan hanya
dalam membantu kebutuhan dagangnya tetapi juga kebutuhan hidup lainnya
(Khudzaifah : 1997).
Dalam praktek rentenir ini kepercayaan sangat menentukan terjadinya
suatu transaksi. Jaminan dan prosedur peminjaman tidaklah dipentingkan. Oleh
karena itu masyarakat yang berpendapatan rendah lebih menyukai bertransaksi
dengan rentenir.

2.3.3.1 Praktek Rentenir
Pada umumnya praktek memberikan pinjaman ini bukan merupakan
pekerjaan pokok mereka. Munculnya praktek ini disebabkan karena lembaga
keuangan formal belum mampu menjangkau kebutuhan masyarakat bawah atau
para nasabahnya secara efektif. Di samping itu rentenir memiliki karakteristik
khusus yang pada umunya tidak dimiliki oleh lembaga kredit formal. Menurut
Ng. Beoy Kui karakteristik tersebut antara lain :
1. Dana modal diperoleh kapan saja dan dimana saja
2. Prosedur yang sederhana dan tidak diperlukan pengisisan formulir
permohonan
3. Terdapa kaitan yang erat antara kebutuhan nasabah dalam pemenuhan
kebutuhan input, kredit dan pemasaran hasil
4. Saling mempercayai, tanpa menekankan jaminan

Universitas Sumatera Utara

5. Biaya transaksi yang ditanggung peminjam relatif rendah
6. Pencairan dana dengan cepat sesuai dengan kebutuhan mendadak
7. Penggunaan dana leluasa, tidak terbatas untuk kegiatan ekonomi (produksi)
8. Merupakan sumber penghasilan dan infestasi yang menguntungkan bagi
pemilik uang yang enggan menitipkan uangnya di lembaga formal

2.3.3.2 Citra Universal Rentenir
Pada umumnya masyarakat beranggapan bahwa pekerjaan rentenir ibarat
menikmati kesusahan orang lain, lintah darat, tidak punya perasaan, kejam,
pemeras dan citra buruk lainnya. Akan tetapi, walaupun citra buruk dibangun oleh
berbagai kebudayaan, profesi ini tidak surut bahkan ada kecenderungan semakin
berkembang sejalan dengan berkembangnya perdagangan. Buktinya pemerintah
sampai saat ini sangat kewalahan mengatasi rentenir yang sudah berkembang.

2.3.4 Mekanisme Transaksi Kredit
Perbankan memiliki hubungan yang formal dengan para nasabahnya.
Apabila seseorang akan mengajukan kredit kepada perbankan, maka mereka harus
datang ke kantor perbankan dengan hari dan jam yang telah ditentukan. Dalam hal
ini tidak menjadi persoalan sejauh pengambilan kredit oleh para nasabahnya
memang akan digunakan untuk tujuan produktif sebagaiman diinginkan oleh
pemerintah. Akan tetapi bagi warga yang akan membutuhkan dana untuk
keperluan konsumtif, hal ini yang biasanya menimbulkan masalah. Pemenuhan
kebutuhan hidup adalah sesuatu yang pribadi, karena hal itu menyangkut

Universitas Sumatera Utara

kehormatan dan harga diri keluarga. Dengan demikian, dapatlah dipahami bahwa
akhirnya masyarakat yang tidak memiliki usaha pokok enggan berhubungan
dengan perbankan yang disponsori oleh pemerintah.

Rentenir banyak berhubungan dengan masyarakat yang secara sosial tidak
memiliki usaha pokok. Meskipun rentenir memiliki kantor yang tetap, akan tetapi
lembaga ini tidak menggunakan kantornya untuk menerima masyarakat yang
berhutang. Kantor yang ada hanya sebagai pos para pegawainya untuk melayani
nasabah-nasabah dari rumah ke rumah. Mereka akan langsung datang dari rumah
ke rumah dengan berbagai pendekatan kepada masyarakat. Hubungan antara
rentenir dengan nasabah dengan demikian akan menjadi intim. Rentenir yang
beroperasi sering pula memperhatikan lingkungan sosialnya, menunjukkan sikap
kedermawanannya, dan mengikuti kegiatan sosial lainnya.

Ikatan batin antara rentenir dan para nasabah di atas membuat urusan
perkreditan, khususnya persoalan pengembalian kredit menjadi sederhana dalam
arti bahwa proses mekanisme transaksi pengembalian kredit menjadi lancar.
Meskipun bunga yang dibebankan kepada nasabah relatif cukup tinggi, akan tetapi
para nasabah membayar kembali kredit itu sebagai kewajiban sosial mereka. Dari
sinilah letak mengapa tunggakan kredit pada rentenir menjadi sangat kecil.

Rentenir datang membawa uang yang dibutuhkan oleh nasabah ke rumah
nasabah masing-masing. Merekapun menagih angsuran ke rumah-rumah para
nasabah. Kunjungan untuk menagih ke rumah telah disetujui bersama antara
nasabah

dengan

rentenir.

Sementara

itu,

rentenir

akan

mengurungkan

Universitas Sumatera Utara

penagihannya bahkan akan menawarkan pinjaman baru manakala ia melihat
nasabah menghadapi kekurangan uang. Dengan demikian, nasabah yang sebagian
besar pedagang kecil merasa selalu dipercaya oleh rentenir. Karena merasa
dipercaya, merekapun selalu akan berusahan memenuhi kewajibannya dengan
mengangsur setiap hari. Bunga yang tinggi atau yang rendah, bukan menentukan
kemauan masyarakat menjalin hubungan dengan rentenir. Faktor yang paling
menentukan dalam hubungan ini adalah kejujuran dari rentenir, di samping
kemudahan dalam memperoleh pelayanan itu.

Walaupun telah banyak usaha yang telah dilakukan perbankan untuk
pengembangan usaha kecil, akan tetapi mereka belum mampu melayani sebagian
besar golongan miskin di pedesaan. Bahkan kehadiran rentenir semakin hari
semakin dibutuhkan oleh masyarakat.

2.4

Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
Ada dua defenisi usaha kecil yang di kenal di Indonesia. Pertama, menurut

UU No.9 tahun 1995 tentang usaka kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang
memiliki hasil penjualan tahunan maksimal Rp. 1 milyar dan memiliki kekayaan
bersih, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, paling banyak Rp. 200
juta. Kedua, menurut Biro Pusat Statiskit (BPS), usaha kecil identik dengan
industri kecil dan industri rumah tangga. BPS mengklasifikasikan industri
berdasarkan jumlah pekerjanya, yaitu:
1. Industri rumah tangga dengan pekerja 1- 4 orang
2. Industri kecil dengan pekerja 5 – 19 orang

Universitas Sumatera Utara

3. Industri menengah dengan pekerja 20 – 99 orang
4. Industri besar dengan pekerja 100 orang atau lebih
Kebijakan pemerintah untuk memberikan kesempatan yang sama kepada
kegiatan usaha kecil dan menengah (UKM) untuk dapat maju dan berkembang
sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya, merupakan sesuatu yang sangat
berharga bagi ketahanan dan keamanan perekonomian Indonesia di masa
mendatang. Ini artinya bahwa UKM harus dapat tumbuh dengan baik, sehingga
masalah mengenai pengangguran, rendahnya minat investasi dan ekonomi biaya
tinggi dapat berkurang secara nyata.

2.4.1 Analisis Usaha Kecil Menengah
Masalah ekonomi biaya tinggi hanya dapat diatasi dan diselesaikan dengan
baik, apabila keberadaan pemerintahan yang bersih dan jujur dan bertanggung
jawab

(good

governance)

diupayakan

secara

sunguh-sungguh

dan

berkesinambungan. Apabila ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka akan
berdampak secara langsung terhadap penurunan terhadap ekonomi biaya tinggi,
baik yang terjadi di pemerintahan maupun yang dilakukan oleh para pengusaha,
termasuk pengusaha dengan skala kecil dan menengah. Paling tidak biaya untuk
perijinan, restribusi dan pajak serta sejenisnya dapat mengurangi beban para
pengusaha

kecil

pengangguran,

dan

dapat

menengah.
dikurangi

Kemudian

secara

nyata

masalah

masih

tingginya

apabila

kemudahan

bagi

pengembangan UKM nyata-nyata terlaksana dengan baik. Semakin banyak

Universitas Sumatera Utara

jumlah UKM serta semakin berkualitas dan berkembang UKM, maka akan
berpeluang untuk menyer