Perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Terhadap Karyawan pada PT. Sunindo Varia Motor Gemilang – SUZUKI

TUGAS AKHIR
PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN (PPh) PASAL 21
TERHADAP KARYAWAN PADA PT. SUNINDO VARIA
MOTOR GEMILANG – SUZUKI MEDAN

OLEH :
ERIKA FEBRINA BR SITEPU
082102035

PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini. Tugas Akhir
ini dibuat oleh penulis dengan tujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk
menyelesaikan pendidikan pada program Diploma III Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara. Dalam rangka memenuhi tujuan

tersebut, maka

penulis menyusun Tugas Akhir ini dengan judul: “Perhitungan Pajak
Penghasilan (PPh) Pasal 21 Terhadap Karyawan pada PT. Sunindo Varia
Motor Gemilang – SUZUKI”.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa Tugas Akhir ini dapat diselesaikan
hanya dengan bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak baik secara langsung
maupun tidak langsung. Maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Rustam, M.Si, Ak, selaku Ketua Program Studi Diploma
III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara,
sekaligus sebagai Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan
waktunya untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis
dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.
3. Bapak Drs. Chairul Nazwar, M.Si.Ak., selaku Sekretaris Program
Studi DIII Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

4. Bapak/ Ibu Dosen dan seluruh Pegawai yang ada di Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
5. Bapak Pimpinan PT. Sunindo Varia Motor Gemilang – SUZUKI,
Tanda Habeahan (ACC Departement) yang telah memberikan
kesempatan kepada penulis untuk melakukan riset dan telah banyak
membantu penulis dalam mengumpulkan data dari perusahaan..
6. Kepada kedua orang tua saya tercinta, Bapak J. Sitepu dan Ibu S br.
Sembiring, yang selalu memberikan dukungan baik moril maupun
materil serta kasih sayang yang berlimpah, semangat, doa dan segala galanya kepada Penulis, tanpa kalian aku bukan apa – apa, YOU ARE
THE BEST,, LUPH U PULL MOM & DAD !!!!
7. Kepada Adik – adikku tersayang Erin Eria, Erando, Erandi dan Ervi
Yana atas dukungan motivasi dan doanya, Tetap semangat untuk
meraih cita – cita, berikan yang terbaik buat masa depan dan buat
kedua orang tua kita.
8. My Some One Special Bg Uwaku Heriko S. Sembiring, buat segala
motivasi, doa, dukungan, kasih sayang, kebersamaan dan segala –
galanya yang telah diberikan kepada Penulis. Tetap semangat yahh
bey dalam menjalalani perkuliahannya,, U CAN BE THE BEST !!!
9. Sahabat – sahabat terbaik Penulis, May Susanti Situngkir (MayTung),
Elpida Sinaga (Pidong), Enteria Sagala (Rhya Salon), Hardina Surya
Silaban (atas kebaikannya yang telah membantu penulis) buat segala
kebersamaan dan motivasi yang telah diberikan kepada Penulis.

Universitas Sumatera Utara

10. Teman – teman magang kelompok 7 Ayuk Bengak, Manan Copasud,
Rizky, Yodi dan Tiara Bakti, atas dukungan semangat yang slalu
diberikan kepada Penulis, dan juga buat kebersamaan dan kegilaan
slama magang, walaupun sebentar tapi berkesan.
11. Teman – teman yang udah menjadi seperti keluargaku d kost- kostan
Puteri Design, mulai dari yang tertua ka vera, ka siska, ka vidi, ka
lisda, Maytung, Lia, Bertha & Beben, terimakasih buat kebersamaan
yang udah kalian beri, I WILL MISS U ALL !!!
12. Semua teman – teman seperjuangan, detak 08, tanpa terkecuali yang
telah banyak membantu Penulis selama mengikuti perkuliahan selama
tiga tahun di Fakultas Ekonomi ini. Kemanapun kita beranjak, semoga
kita sukses semua.
Penulis juga menyadari bahwa Tugas Akhir ini belum sempurna
dan masih banyak kekurangan. Untuk itu penulis memohon maaf atas
kesalahan dan kekurangan yang terdapat di dalamnya dan semoga Tugas
Akhir ini dapat memberikan manfaat kepada pembacanya.

Medan,

Juli 2011

Penulis

Erika Febrina Br Sitepu

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................. iv
DAFTAR TABEL ........................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR ...................................................................... viii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................. 1
A. Latar Belakang ............................................................... 1
B. Rumusan Masalah .......................................................... 3
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ....................................... 3
1. Tujuan Penelitian ....................................................... 3
2. Manfaat Penelitian ...................................................... 4
D. Metode Penelitian .......................................................... 5
E. Jadwal Survei dan Sistematika Penulisan ........................ 6
1. Jadwal Survei ............................................................. 6
2. Sistematika Penulisan ................................................. 7

BAB II PROFIL PERUSAHAAN ............................................... 9
A. Sejarah Ringkas .............................................................. 9
B. Jaringan Kegiatan Perusahaan ........................................ 10
C. Struktur Organisasi dan Personalia ................................. 11
D. Job Description .............................................................. 12

Universitas Sumatera Utara

E. Kinerja Perusahaan Terkini ............................................ 16
F. Rencana Kegiatan ........................................................... 17

BAB III PEMBAHASAN ............................................................. 19
A. Pengertian Pajak, Fungsi Pajak, dan Asas Pemungutan
Pajak .............................................................................. 19
1. Pengertian Pajak ......................................................... 19
2. Fungsi Pajak ............................................................... 20
3. Asas Pemungutan Pajak ............................................. 21
B. Pengelompokan Pajak .................................................... 21
C. Sistem Pemungutan Pajak .............................................. 22
D. Pajak Penghasilan, Subjek Pajak, Wajib Pajak dan
Objek Pajak .................................................................. 23
1. Pajak Penghasilan ...................................................... 23
2. Subjek Pajak .............................................................. 23
3. Wajib Pajak ................................................................ 26
4. Objek Pajak ................................................................. 26
E. Pajak Penghasilan, Objek, dan Tarif Pajak Penghasilan
Pasal 21 .......................................................................... 27
1. Pajak Penghasilan Pasal 21 ......................................... 27
2. Objek Pajak Penghasilan Pasal 21 .............................. 27
3. Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 ................................ 29
F. Tidak Termasuk Wajib Pajak dan Pengecualian Pemotongan

Universitas Sumatera Utara

Objek Pajak Pasal 21 ...................................................... 31
1. Tidak Termasuk Wajib Pajak Penghasilan Pasal 21 ..... 31
2. Pengecualian Pemotongan Objek Pajak Penghasilan.... 32
G. Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 .......................... 33
H. Dasar Hukum Pajak Penghasilan Pasal 21 ....................... 38
I. Hasil Evaluasi ................................................................ 38
1. Penentuan Pajak Penghasilan...................................... 39
2. Objek Pajak Penghasilan ............................................. 39
2. Perhitungan PPh Pasal 21 ........................................... 40

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ....................................... 45
A. Kesimpulan .................................................................... 45
B. Saran .............................................................................. 46

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................... 47

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 1.1 Jadwal Survei dan Penulisan Laporan Tugas Akhir...........................

6

Tabel 3.1 Daftar Tarif Pajak Orang Pribadi dalam Negeri…………………….. 30
Tabel 3.2 Daftar Tarif Wajib Pajak dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap
(BUT) .........................................................................................

30

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT. Sunuido Varia Motor Gemilang –
SUZUKI………………………………………………………….. 46

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Seperti

halnya

negara

lain

di

dunia,

Indonesia

disamping

menyelenggarakan pemerintahan umum juga melaksanakan pembangunan. Untuk
melaksanakan pembangunan tersebut diperlukan dana yang terus meningkat
sejalan dengan peningkatan volume dan dinamika pembangunan itu sendiri.
Dalam rangka pemenuhan pembiayaan negara baik untuk belanja rutin maupun
pembangunan, sumber penerimaan

dalam negeri diluar migas semakin

ditingkatkan pencapaiannya melalui penerimaan dari sektor pajak, sekaligus
menjaga kemantapan dan kestabilan pendapatan negara.

Pajak adalah sektor utama sumber penerimaan Negara yang cukup besar
dan memberikan peranan yang sangat penting untuk membiayai pengeluaran dan
belanja dari suatu Negara. Setiap warga Negara yang memiliki penghasilan wajib
membayar Pajak Penghasilan sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan yang
ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Dari segi ekonomi, pajak merupakan
perpindahan sumber daya dari sektor privat ke sektor publik. Bagi sektor publik,
pajak akan digunakan untuk membiayai pengeluaran Negara baik pengeluaran
rutin maupun pembangunan, sedangkan bagi sektor privat, pajak dipandang
sebagai beban.
Pajak Penghasilan Pasal 21 merupakan salah satu pajak langsung yang
dipungut pemerintah pusat atau merupakan pajak negara yang berasal dari
pendapatan rakyat. Dari berbagai jenis pajak penghasilan yang ada, Pajak

Universitas Sumatera Utara

Penghasilan (PPh) Pasal 21 merupakan salah satu pajak yang memberikan
masukan sangat besar bagi negara. Kebijakan pemeritah dalam mengatur Pajak
Penghasilan (PPh) Pasal 21 antara lain dengan dikeluarkannya Undang-undang
Nomor 7 tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor
10 tahun 1994, kemudian dirubah kembali dalam Undang-Undang Nomor 17
tahun 2000, dan terakhir kali diubah dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun
2008.
Pajak Penghasilan (PPh) merupakan pajak yang dikenakan atas
penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain
dengan apapun sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan yang dilakukan
oleh wajib pajak orang pribadi atau badan dalam negeri. Untuk itu, sebagai
perusahaan yang telah ditetapkan sebagai Pengusaha Kena Pajak, wajib menyetor
pajak penghasilan ke kantor Pajak yang telah ditetapkan. Di Indonesia system
pemungutan pajak yang digunakan adalah Self Assesment System, yaitu system
dimana Wajib Pajak menghitung dan melaporkan sendiri besarnya pajak yang
harus disetorkan. System ini diberlakukan untuk memberikan kepercayaan yang
sebesar-besarnya bagi masyarakat guna meningkatkan kesadaran dan peran serta
masyarakat dalam menyetorkan pajaknya.
Akan tetapi, wajib pajak sering melakukan kesalahan dalam perhitungan
pajak penghasilan yang menyebabkan terjadinya pajak yang disetor terlalu besar
atau terlalu kecil. Sehingga kantor pajak mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Kurang Bayar dan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar. Untuk itu penulis ingin

Universitas Sumatera Utara

mengetehui bagaimana sebenarnya perhitungan pajak yang dilakukan perusahaan
sehingga terjadi peyetoran pajak yang terlalu besar atau terlalu kecil.
Berdasarkan hal tersebut di atas, penulis tertarik untuk mengangkat
masalah tersebut dengan judul “Perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21
terhadap Karyawan pada PT. Sunindo Varia Motor Gemilang – SUZUKI
Medan” sebagai judul Tugas Akhir. Alasan penulis melakukan penelitian pada
PT. Sunindo Varia Motor Gemilang Medan, karena perusahaan tersebut
merupakan salah satu perusahaan yang sudah ditetapkan sebagai perusahaan kena
pajak.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam penjelasan latar belakang masalah, maka
penulis mencoba merumuskan masalah “apakah Perhitungan Pajak Penghasilan
(PPh) Pasal 21 terhadap Karyawan pada PT. Sunindo Varia Motor Gemilang –
SUZUKI, telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang
Pajak Penghasilan (PPh) yang berlaku di Indonesia? ”.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Dalam mengadakan suatu penelitian tentu ada tujuan yang ingin
dicapai. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah
Perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 terhadap Karyawan pada
PT. Sunindo Varia Motor Gemilang – SUZUKI, telah sesuai dengan

Universitas Sumatera Utara

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan yang
berlaku di Indonesia.

2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diperoleh dalam melakukan penelitian ini
adalah :
1. Bagi Penulis :
a. Penulis diharapkan mampu mengumpulkan, mengolah dan
menganalisa data secara sistematis sesuai dengan masalah yang
diangkat dalam penulisan Tugas Akhir ini.
b. Penulis dapat mengetahui sampai sejauh mana aplikasi ilmu
perpajakan

dan

akuntansi

sehingga

penulis

dapat

mempersiapkan diri dalam menghadapi dunia perekonomian
yang semakin berkembang dan memiliki tuntutan yang besar.
c. Penulis dapat mengetahui tentang tata-cara perhitungan dan
pemotongan PPh Pasal 21 atas karyawan pada PT. Sunindo
Varia Motor Gemilang – SUZUKI.
d. Sekaligus untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang
perpajakan

di

Indonesia

khususnya

mengenai

Pajak

Penghasilan (PPh) Pasal 21.

2. Bagi Perusahaan :

Universitas Sumatera Utara

Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan informasi
kepada pihak PT. Sunindo Varia Motor Gemilang – SUZUKI tentang tatacara perhitungan dan pemotongan PPh pasal 21 atas karyawannya,
sekaligus sebagai alat ukur atas pelaksanaan perhitungan dan pemotongan
PPh pasal 21 yang selama ini mereka lakukan.
3. Bagi Dunia Usaha :
Penelitian yang dilakukan oleh penulis ini diharapkan dapat
memberikan informasi bagi para pengusaha tentang tata-cara perhitungan
dan pemotongan PPh pasal 21 yang sesuai dengan peraturan yang ada
sehingga para pengusaha dapat menentukan besarnya PPh pasal 21 yang
harus disetor atas penghasilan dari kegiatan usaha mereka.

D. Metode Penelitian
Dalam memperoleh data sehubungan dengan penulisan tugas akhir
ini, penulis menggunakan metode penelitian sebagai berikut:
1. Data Primer
Data yang dikumpulkan khusus untuk penelitian yang diperoleh dari
PT. Sunindo Varia Motor Gemilang – SUZUKI yang behubungan
dengan objek penelitian.

2. Data Sekunder

Universitas Sumatera Utara

Data yang diperoleh penulis dengan membaca buku diperpustakaan
yang hasilnya membantu mengolah data yang telah dikumpulkan
dilapangan. Data sekunder dapat berbentuk buku, literature, brosur,
laporan catatan.

E. Jadwal Survei dan Sistematika Penulisan
1. Jadwal Survei
Dalam penulisan tugas akhir ini penulis membuat jadwal kegiatan
yang digunakan untuk menyusun waktu yang diperlukan agar penyelesaian
tugas akhir ini dapat berjalan dengan teratur dan selesai dengan tepat
waktu. Jadwal survei, penulisan sampai dengan tugas akhir ini selesai
mulai pada tanggal 24 Juni 2011 dan berakhir pada tanggal Juli 2011.
Survei dilakukan pada PT. Sunindo Varia Motor Gemilang – SUZUKI
yang beralamat di Jalan Hj. Adam Malik No. 101 Medan untuk
memperoleh data dan informasi yang berkenaan PPh pasal 21.
Tabel 1.1
Jadwal Survei Tugas Akhir
No

Kegiatan

Juni
I

1

Persiapan

2

Pengumpulan Data

3

Penulisan & Revisi

II

III

Juli
IV

I

II

III

IV

Universitas Sumatera Utara

2. Sistematika Penulisan
Laporan penelitian terdiri dari empat bab, dimana setiap bab saling
berkaitan. Hal ini sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan pembuatan tugas
akhir yang telah ditetapkan bahwa susunan tugas akhir harus praktis dan
sistematis. Oleh karena itu, laporan penelitian tugas akhir ini disususn
sebagai berikut:
BAB I

: PENDAHULUAN
Pada bab ini, penulis akan menguraikan mengenai latar
belakang pemilihan judul, rumusan masalah, tujuan dan
manfaat penelitian, metode penelitian, dan ditutup dengan
jadwal survei dan sistematika penulisan.

BAB II

: PROFIL PERUSAHAAN
Pada bab ini, penulis akan menguraikan mengenai sejarah
ringkas PT. Sunuido Varia Motor Gemilang – SUZUKI,
jaringan kegiatan

instansi,

struktur organisasi dan

personalia, job description, kinerja instansi terkini, serta
rencana kegiatan.

BAB III

: PEMBAHASAN
Pada bab ini, penulis akan meguraikan mengenai
pengertian,

fungsi,

dan

asas

pemungutan

pajak,

pengelompokan pajak, sistem pemungutan pajak, pajak

Universitas Sumatera Utara

penghasilan, subjek pajak, wajib pajak dan objek pajak,
pajak penghasilan pasal 21, objek pajak penghasilan pasal
21 dan tarif pajak penghasilan pasal 21, tidak termasuk
wajib pajak penghasilan penghasilan pasal 21 dan
pengecualian pemotongan objek pajak penghasilan pasal
21, dasar hukum pajak penghasilan pasal 21, perhitungan
pajak penghasilan pasal 21, dan hasil evaluasi.

BAB IV

: KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini, berisi kesimpulan yang diperoleh dari bab
topik penelitian setelah dibandingkan dengan hipotesis
dan

saran

yang

mungkin

dapat

diterapkan

pada

perusahaan agar permasalahan tidak sampai terjadi atau
setidaknya dapat dikurangi.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
PROFIL PERUSAHAAN

A. Sejarah Ringkas
PT. Sunindo Varia Motor Gemilang adalah perusahaan swasta nasional
yang bergerak dibidang otomotif sepeda motor bermerek dagang SUZUKI, yang
didirikan dan memulai aktivitasnya pada tanggal 1 Juli 2000 dengan lokasi kantor
awal di Jl. K.L. Yos Sudarso No. 1547-CDE, dan pindah pada awal tahun 2004
kejalan H. Adam Malik No.101 Medan. Perusahaan ini didirikan sebagai
perusahaan Main Dealer sepeda motor bermerek Suzuki untuk wilayah Sumatera
Utara yang mana Main Dealer terdahulunya adalah PT. Duta Putra Sumatera.
PT. Sunindo Varia Motor Gemilang adalah anak cabang langsung dari
PT. Indomobil Group Jakarta yang memegang wilayah penjualan merk Suzuki seAsia. Berdirinya PT. Sunindo Varia Motor Gemilang disebabkan kekurang
mampuan dari Main Dealer terdahulunya dalam meningkatkan penjualan Unit
Suzuki dibanding merek dagang lainnya seperti Honda,Yamaha, Mocin, dll.
Visi dan Misi PT. Sunindo Varia Motor Gemilang Medan
Setiap perusahaan baik swasta maupun milik negara memiliki visi dan
misi demikian juga dengan PT. Sunindo Varia Motor gemilang yang memiliki visi
dan misi sebagai berikut:
VISI

Suzuki menjadi yang terbaik dalam bisnis otomotif dengan produk
berteknologi tinggi dan terpercaya, serta layanan terbaik yang
berkesinambungan

Universitas Sumatera Utara

MISI

Suzuki mencapai market share 50% pada tahun 2012 dan rangking II
melalui layanan prima yang berkesinambungan

B. Jaringan Kegiatan Perusahaan
PT. Sunindo Varia Motor Gemilang Medan selalu memberikan pelayanan
prima yang berkesinambungan bagi para konsumennya, karena PT. Sunindo Varia
Motor Gemilang Medan memiliki fokus strategi, diantaranya: Penambahan
Network, Peningkatan produktivitas network dan kualitas SDM, Financial
Support, Iimage Up, dan Penerapan layanan prima yang berkesinambungan.
Hingga saat ini PT. Sunindo Varia Motor Gemilang Medan telah memiliki 6
cabang, yaitu :
1. Suzuki Medan (Jl. H. Adam Malik NO. 101 Medan)
2. Suzuki SM. Raja (Jl. Sisingamangaraja Medan)
3. Suzuki Diski (Jl. Medan – Binjai KM 12,5)
4. Suzuki Simpang Dolok (Jl. Jend. Sudirman No. 363 DE Tebing Tinggi)
5. Suzuki Tamora (Jl. Irian No. 83 DE Tanjung Morawa)
6. Suzuki Bakti (Jl. AR. Hakim No. 70 E-F)
Dan juga memiliki satu gudang yang cukup besar yang mampu menyimpan
ribuan unit sepeda motor Suzuki beserta dengan aksesorisny, yang terletak di
jalan Sisingamangaraja, tepatnya dibelakang kantor cabang Sisingamangaraja.

Universitas Sumatera Utara

C. Struktur Organisasi dan Personalia
Struktur Organisasi diperlukan perusahaan untuk membedakan batas-batas
wewenang dan tanggung jawab secara sistematis yang menunjukkan adanya
hubungan/keterkaitan antara setiap bagian untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Demi tercapainya tujuan umum suatu perusahaan diperlukan suatu wadah
untuk mengatur seluruh aktivitas maupun kegiatan perusahaan tersebut.
Pengaturan ini dihubungkan dengan pencapaian tujuan perusahaan yang telah
ditetapkan sebelumnya. Wadah tersebut disusun dalam suatu struktur organisasi
dalam perusahaan.
Mengingat besarnya peranan dari struktur organisasi ini dalam mencapai
tujuan perusahaan, maka PT. Sunindo Varia Motor Gemilang Medan memilih
bentuk struktur organisasi yang berbentuk organisasi garis dan staff seperti yang
terlihat pada gambar (terlampir)

D. Job Description
Setiap bagian tentu mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk
dipertanggungjawabkan keatasan masing-masing. Berikut ini adalah tugas dan
tanggung jawab masing-masing bagian yang ada pada PT. Sunindo Varia Motor
Gemilang Medan.
1)

Komisaris, bertugas untuk menentukan kebijaksanaan dan rencana strategi
perusahaan jangka panjang, menentukan rencana dan kerja perusahaan,
mengawasi kerja para pimpinan perusahaan dan meminta pertanggung

Universitas Sumatera Utara

jawabannya, mengadakan rapat semester secara berkala untuk koordinasi
total.
2)

Pimpinan Operasional, bertugas untuk menjalankan kegiatan perusahaan
sesuai dengan rencana kerja yang dicanangkan oleh komisaris, mengawasi
kerja bawahannya (After Sales, Area Sales, Sparepart, Warehouse) dan
merencanakan target kerja untuk masing-masing bagian, mengadakan rapat
bulanan secara berkala untuk koordinasi total, melakukan pendekatan keluar
dalam segi ini, langganan perusahaan, dan kunjungan rutin kemasingmasing daerah.

3)

Pimpinan FAD ( Finance & Accounting Department), bertugas untuk
mengurus masalah accounting dan finance perusahaan, menangani segala
permasalahan dari luar yang berkaitan dengan perusahaan. Contoh:
Perpajakan, menjadi asisten komisaris dalam penentuan gaji karyawan dan
mengurus segala masalah kepegawaian, mempelajari dan mengembangkan
sistem perusahaan baik dari segi peraturan kerja, kepegawaian dan akur
kerja masing-masing bagian.

4)

After Sales/Manager Layanan Purna Jual, bertanggung jawab dalam quality
control product yang dijual oleh perusahaan baik dalam perawatan/service
maupun dalam suku cadang, mengembangkan Net Work Service atau
bengkel kemitraan sesuai dengan target kerja, bertanggung jawab dalam
kualitas mekanik dalam melakukan service sepeda motor, mengadakan acara
umum baik service gratis maupun quality check up, bertanggung jawab atas
claim untuk part warranty dan service.

Universitas Sumatera Utara

5)

Area Supervisor I dan II, bertanggung jawab mengenai penjualan unit
sepeda motor kemasing-masing daerah agar sesuai dengan target yang
ditentukan, mengadakan rapat scara berkala dimasing-masing daerah untuk
koordinasi antar kantor cabang dengan kantor pusat dalam masalah target
atau hal lain, melakukan pengembangan dengan cara mencari investor lokal
untuk membuat kantor cabang didaerah tertentu, mengumpulkan dan
menganalisis serta memecahkan masalah mengenai marketing dalam halnya
penjualan unit sepeda motor Suzuki, membina hubungan baik dengan
distributor didaerah untuk meningkatkan penjualan, merencanakan serta
menganalisis penjualan dan bahan reklame yang dipromosikan, mengatur
tenaga marketing dan memotivasi dalam bekerja diarea masing-masing.

6)

Warehoese Unit Head, bertugas untuk mencatat semua unit yang masuk dan
memberi laporan kepada bagian administrasi mengenai barang masuk
melalui surat jalan, melakukan pengecekan unit masuk apakah yang diterima
dalam keadaan baik atau lecet, mengeluarkan unit kepada konsumen
berdasarkan Order Memo, mengeluarkan Surat Claim untuk unit rusak
kepada pengangkutan.

7)

Supervisor Sparepart, bertugas untuk mengawasi persediaan sparepart,
meningkatkan penjualan sparepart sesuai dengan target yang ditentukan,
mengadakan
meningkatkan

kunjungan

rutin

hubungan kerja,

ke

partshop/dealer

mengadakan

Stock

didaerah

untuk

Opname

untuk

mengurangi Lost Stock.

Universitas Sumatera Utara

8)

Accounting, bertugas untuk mencatat penerimaan stock unit, sparepart dan
membuat buku harian pembelian/jurnal pembelian, mencatat penjualan unit
sparepart dan membuat laporan mutasi stock unit dan buku harian penjualan,
membuat buku harian penerimaan dan pengeluaran Kas dan Bank dan
membuat jurnal atas transaksi tersebut, mencatat sluruh transaksi dalam
General Ledger dan Sub Ledger, membuat daftar aktiva tetap dan biaya
dibayar dimuka dan menghitung penyusutan/amortisasi setiap bulannya,
membuat Flash Report, membuat laporan keuangan, membuat laporan dan
setoran pajak PPh pasal 21, 23, 25 dan PPh Sewa serta PPN Masa.

9)

CCD, bertugas untuk memeriksa cover giro dari dealer dengan data Sub
Ledger sebelum diserahkan kekasir, memeriksa pembayaran sparepart dari
partshop sebelum diserahkan kekasir, mencatat penerimaan A/R pada Sub
Ledger dari Laporan Penerimaan Kas dan Bank (A/R Unit, Sparepart,dan
Others), membuat faktur pajak standar dan sederhana atas transaksi
penjualan yang datanya diterima dari bagian penjualan unit dan sparepart,
mencatat penambahan A/R dari data penjualan yang telah dibuat Faktur
Pajak, membuat kwitansi atas tagihan sparepart dan others yang akan jatuh
tempo, menyerahkan kwitansi yang akan jatuh tempo ke koordinator
sparepart untuk ditagih, mengirim tagihan Unit kepada dealer dan leasing,
membuat laporan bulanan mutasi A/R dan penjelasan over due, menerima
BPKB atas pengurusan STNK dari penjualan direct sales maupun titipan
dari dealer dan relasi, menyerahkan BPKB kepada konsumen, relasi dan
leasing atas BPKB yang sudah lunas A/R nya setelah disetujui oleh

Universitas Sumatera Utara

pimpinan FAD, dan membuat laporan mutasi BPKB, memeriksa laporan
harian penjualan unit,sparepart dan penjualan

jasa sparepart cabang,

melakukan cross chek mutasi A/R dengan bagian Accounting sebelum
closing dan pembuatan A/R movement, membuat C/N atas kompensasi
tagihan dan D/N atas tagihan others.
10) Mekanik, bertugas untuk memperbaiki sepeda motor sesuai dengan
permintaan konsumen, melakukan service garansi sesuai dengan kartu
garansi terhadap sepeda motor yang mengajukan claim part, meminta
perbaikan peralatan service atau pengganti bila tak layak pakai.
11) Administrasi Service, bertugas untuk memeriksa kupon service gratis dari
konsumen yang masuk per dealer, membuat laporan service dan rekapitulasi
part claim.
12) Staff Gudang, bertugas untuk mengirim pengiriman produk sampai serah
terima barang, mengirimkan produk yang diorder konsumen diluar kota ke
pengangkutan, melakukan check berkala tentang quantity stock unit,
mengawasi pengiriman/pengangkutan unit yang mau dikirim untuk
mengurangi claim unit bermasalah.
13) Administrasi sales, bertugas untuk menerima order dari daler yang telah
disetujui oleh sales area dan membuat Order Memo, mengirimkan data order
dealer yang telah disetujui oleh pimpinan operasional dan pimpinan FAD
kegudang unit untuk dilakukan pengiriman, menerima laporan stock dari
gudang dan cabang setiap hari dan dibuat rekapnya, membuat surat
pemberitahuan perubahan harga dan program penjualan kepada dealer dan

Universitas Sumatera Utara

leasing, membuat rekap data penjualan, stock dan aktivitas setiap bulanan
untuk meeting bulanan, membuat Surat Perintah Kerja untuk supplier atas
penawaran kerja yang tlah disetujui approvalnya, membuat rekap aktivitas
triwulan dan membuat surat pengajuan bantuan ke PT.IMNI, membuat
laporan stock dan penjualan mingguan dan bulanan ke PT.IMNI.
14) Kasir, bertugas untuk menerima pembayaran uang muka, penjualan tunai
unit, sparepart dan service, membuat laporan hasil penerimaan uang,
menengani kas kecil dan melakukan pembayaran rutin cabang dengan kas
kecil atas sepengtahuan kepala cabang.
.
E. Kinerja Perusahaan Terkini
Setiap perusahaan tentu mempunyai visi dan misi yang harus dijalankan
sesuai dengan tujuan perusahaan, butuh waktu untuk mencapai itu semua, begitu
juga pada PT. Sunindo Varia Motor Gemilang Medan, perusahaan terus berupaya
agar tujuan yang telah digariskan oleh perusahaan dapat tewujud. Tidak mudah
dalam mewujudkan itu semua karena membutuhkan kerja keras yang tinggi,
disiplin dan loyalitas dalam bekerja.
PT. Sunindo Varia Motor Gemilang Medan sebagai Main Dealer Suzuki
Sumatera Utara melakukan penyaluran sepeda motor Suzuki kepada dealer –
dealer Suzuki yang ada di Sumatera Utara. Dalam rangka meningkatkan volume
penjualan, selain sebagai penyalur, PT. Sunindo Varia Motor Gemilang Medan
juga melakukan penjualan unit sepeda motor bermerek Suzuki baik secara tunai
maupun kredit yang dilakukan oleh kantor cabang. Adapun produk dari sepeda

Universitas Sumatera Utara

motor Suzuki yang disalurkan maupun dijual oleh PT. Sunindo Varia Motor
Gemilang adalah :
1. Alexo
2. Spin
3. Smash Titan
4. Sky Wave
5. Sky Driver
6. Thunder
7. Shogun
8. Satria
9. Hayate

F. Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan dari PT. Sunindo Varia Motor Gemilang Medan adalah
sebagai berikut :
1. Melayani penjualan dan pembelian sepeda motor merek Suzuki baik
secara tunai maupun kredit.
2. Melayani tukar tambah sepeda motor merek Suzuki sesuai dengan
peraturan yang diterapkan di Perusahaan.
3. Melayani Service sepeda motor.

Universitas Sumatera Utara

BAB III
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pajak, Fungsi Pajak, dan Asas Pemungutan Pajak
1. Pengertian Pajak
Secara umum Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan
undang-undang sehingga dapat dipaksakan dengan tiada mendapat balas jasa
secara langsung. Pajak dipungut penguasa berdasarkan norma-norma hukum
untuk menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk mencapai
kesejahteraan umum.
Selain hal tersebut diatas, terdapat beragam defenisi pajak dikalangan para
sarjana ahli dibidang perpajakan. Beberapa diantara adalah sebagai berikut :
a. Menurut S. I. Djajadiningrat dalam Resmi (2009:1), mendefenisikan pajak
sebagai berikut: “pajak merupakan suatu kewajiban menyerahkan
sebagian dari kekayaan ke kas negara yang disebabkan suatu
keadaan, kejadian, dan perbuatan yang memberikan kedudukan
tertentu, tetapi bukan sebagai hukuman, menurut peraturan yang
telah ditetapkan pemerintah serta dapat dipaksakan, tetapi tidak ada
jasa timbal balik dari negara secara langsung untuk memelihara
kesejahteraan secara umum”.
b. Menurut NJ. Feldman dalam Waluyo (2008:2) mendefenisikan pajak
sebagai berikut :” pajak adalah prestasi yang dipaksakan sepihak oleh
dan terutang kepada penguasa (menurut norma – norma yang di
tetapkannya secara umum) tanpa adanya kontraprestasi dan semata –
mata digunakan untuk menutup pengeluaran – pengeluaran umum.”

Berdasarkan defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa pajak memiliki ciri
– ciri yang melekat pada definisi pajak sebagia berikut :

Universitas Sumatera Utara

a. Pajak dipungut berdasarkan atau dengan kekuatan undang – undang serta
aturan pelaksanaannya.
b. Dalam pembayaran pajak tidak dapat ditunjukan adanya kontraprestasi
individual oleh pemerintah.
c. Pajak dipungut oleh Negara baik pemerintah pusat maupun pemerintah
daerah.
d. Pajak diperuntukan bagi pengeluaran – pengeluaran pemerintah yang bila
dari pemasukannya masih terdapat surplus dipergunakan untuk membiayai
public investment.

2. Fungsi Pajak
Pajak memiliki kegunaan dan manfaat pokok dalam meningkatkan
kesejahteraan

umum.

Suatu

negara

berharap

kesejahteraan

ekonomi

masyarakatnya selalu meningkat. Dengan pajak sebagai salah satu sumber
penerimaan negara diharapkan banyak melakukan ekspansi terutama dalam
pembangunan sesuai dengan tujuan negara.
Menurut Resmi (2009:3), ada dua macam fungsi pajak, yaitu:
a. Fungsi Budgetair (Sumber Keuangan Negara)
Pajak mempunyai fungsi budgetair, artinya pajak merupakan salah
satu sumber penerimaan pemerintah untuk membiayai pengeluaran,
baik pengeluaran rutin maupun pengeluaran pembangunan.
b. Fungsi Regularend (Pengatur)
Pajak mempunyai fungsi pengatur, artinya pajak sebagai alat untuk
mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang
social dan ekonomi, serta mencapai tujuan – tujuan tertentu di luar
bidang keuangan.

Universitas Sumatera Utara

3. Asas Pemungutan Pajak
Menurut Waluyo (2008:13) ada tiga asas yang digunakan pemerintah
untuk memungut pajak, yaitu:
a. Equality
Pajak dikenakan kepada orang pribadi yang harus sebanding dengan
kemampuan membayar pajak atau ability to pay dan sesuai dengan
manfaat yang diterima.
b. Certainty
Penetapan pajak itu tidak ditentukan sewenang-wenang. Oleh karena
itu, wajib pajak harus mengetahui secara jelas dan pasti besarnya
pajak yang terutang, kapan harus dibayar, serta batas waktu
pembayaran.
c. Convenience
Kapan wajib pajak itu harus membayar pajak sebaiknya sesuai
dengan saat-saat yang tidak menyulitkan.
d. Economy
Secara ekonomi bahwa biaya pemungutan dan biaya pemenuhan
kewajiban pajak bagi wajib pajak diharapkan seminimum mungkin,
demikian pula beban yang dipikul wajib pajak.

B. Pengelompokan Pajak
Menurut Resmi (2009:7), pajak dapat dikelompokkan dalam beberapa
jenis yaitu :
1. Pengelompokan Pajak Menurut Golongannya
 Pajak Langsung
Adalah pajak yang pembebanannya tidak dapat dilimpahkan
kepada pihak lain, tetapi harus menjadi beban langsung Wajib Pajak
yang bersangkutan. Sebagai contoh Pajak Penghasilan (PPh).
 Pajak Tidak Langsung
Adalah pajak yang pembebanannya dapat dilimpahkan ke
pihak lain. Sebagai contoh Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
2. Pengelompokkan Pajak Menurut Sifatnya
 Pajak Subjektif
Yaitu pajak yang pengenaanya memerhatikan pada keadaan
pribadi wajib Pajak atau pengenaan pajak yang memerhatikan
keadaan subjeknya.
 Pajak Objektif

Universitas Sumatera Utara

Yaitu pajak yang pengenaanya memerhatikan pada objeknya
baik berupa benda, keadaan, perbuatan atau peristiwa yang
mengakibatkan timbulnya kewajiban membayar pajak tanpa
memerhatikan keadaan pribadi Subjek Pajak ( Wajib Pajak )
maupun tempat tinggal. Contoh : Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak
penjualan atas barang – barang mewah.
3. Pengelompokkan Pajak Menurut Pemungutannya
 Pajak Pusat
Adalah pajak yang dipungut oleh pemeritah pusat dan
digunakan untuk membiayai rimah tangga negara. Contoh: Pajak
Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas
Barang Mewah, Pajak Bumi dan Bangunan, dan Bea Materai.
 Pajak Daerah
Adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan
digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah. Contoh: Pajak
Reklame, dan Pajak Hiburan.

C. Sistem Pemungutan Pajak
Menurut Resmi (2009 : 11), dalam pemungutan pajak dikenal beberapa
sistem pemungutan, yaitu :
1. Offical Assessment System
Sistem pemungutan pajak yang member kewenangan kepada
aparatur perpajakan untuk menetukan sendiri jumlah pajak yang
terutang setiap tahunya sesuai dengan peraturan perundang –
undangan perpajakan yang berlaku. Dengan sistem ini, inisiatif serta
kegiatan menghitung dan memungut pajak sepenuhnya berada di
tangan para aparatur perpajakan. Dengan demikian, berhasil atau
tidaknya pelaksanaan pemungutan pajak banyak tergantung pada
aparatur perpajakan (peranan dominan ada pada aparatur
perpajakan).
2. Self Assessment System
Sistem pemungutan pajak yang member wewenang Wajib Pajak
dalam menentukan sendiri jumlah pajak yang terutang setiap
tahunnya sesuai dengan peraturan perundang – undangan
perpajakan yang berlaku. Dalam sistem ini, inisiatif serta kegiatan
menghitung dan memungut pajak sepenuhnya berada di tangan
Wajib Pajak. Wajib Pajak dianggap mampu mkenghitung pajak,
mampu memahami undang – undang perpajakan yang sedang

Universitas Sumatera Utara

berlaku, dan mempunyai kejujuran yang tinggi, serta menyadari
akan arti pentingnya membayar pajak. Oleh karena itu, wajib pajak
diberi kepercayaan untuk :
 Menghitung sendiri pajak yang terutang
 Memperhitungkan sendiri pajak yang terutang
 Membayar sendiri jumlah pajak yang terutang
 Melaporkan sendiri jumlah pajak yang terutang
 Mempertanggungjawabkan pajak yang terutang
Dengan demikian, berhasil atau tidaknya pelaksanaan pemungutan
pajak banyak bergantung pada Wajib Pajak Sendiri ( peranan
dominan ada pada Wajib Pajak )
3. With Holding System
Sistem pemungutan pajak yang memberikan wewenang kepada pihak
ke tiga yang ditunjuk untuk menentukan besarnya pajak yang
terutang oleh Wajib Pajak sesuai dengan peraturan perundang –
undangan perpajakan yang berlaku. Penunjukan pihak ketiga ini
dilakukan sesuai peraturan perundang – undangan perpajakan,
keputusan presiden, dan peraturan lainya untuk memotong dan
memungut pajak, menyetor dan mempertanggungjawabkan melalui
sarana perpajakan yang tersedia. Berhasil atau tidaknya pelaksanaan
pemungutan pajak bergantung pada pihak ketiga yang ditunjuk.

D. Pajak Penghasilan, Subjek Penghasilan, Wajib Pajak, dan Objek
Pajak
1. Pajak Penghasilan
Menurut UU No 36 Tahun 2008 , Pajak penghasilan adalah :
“Pajak penghasilan yang dikenakan terhadap orang pribadi atau
perseorangan dan badan atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya
dalam suatu tahun pajak.

2. Subjek Pajak
Menurut pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No 36 Tahun 2008 tentang
Perubahan Keempat Atas Undang-Undang No 7 Tahun 1983 tentang Pajak

Universitas Sumatera Utara

Penghasilan yang menyatakan bahwa yang menjadi subjek pajak adalah
sebagai berikut:
a. Orang Pribadi
b. Warisan yang belum terbagi sebagau satu kesatuan menggantikan
yang berhak.
c. Badan
d. Bentuk usaha tetap merupakan subjek pajak yang perlakuan
perpajakannya dipersamakan dengan subjek pajak badan.

Subjek pajak dibedakan menjadi subjek pajak dalam negeri dan subjek
pajak luar negeri.
a. Subjek Pajak Dalam Negeri.
1) Orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi
yang berada di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh
tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, atau orang
pribadi yang dalam satu tahun pajak berada di Indonesia dan
mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia.
2) Badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia,
kecuali unit tertentu dari badan pemerintah yang memenuhi kriteria
antara lain:
a) Pembentukannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.
b) Pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja.
c) Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Universitas Sumatera Utara

d) Penerimaannya dimasukkan dalam anggaran Pemerintah Pusat
atau Pemerintah Daerah.
e) Pembukuaannya diperiksa oleh aparat pengawasan fungsional
negara.
3) Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan
yang berhak.

b. Subjek Pajak Luar Negeri
1) Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia tidak lebih
dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12
(dua belas) bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak
bertempat kedudukan di Indoensia, yang menjalankan usaha atau
melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia.
2) Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, orang
pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus
delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan
dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di
Indoensia, yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari
Indonesia tidak dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan
melalui bentuk usaha tetap di Indonesia.

Universitas Sumatera Utara

3. Wajib Pajak
Menurut pasal 2 ayat (2) Undang-Undang No 36 Tahun 2008
tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang No 7 Tahun 1983
tentang Pajak Penghasilan yang menyatakan bahwa yang menjadi wajib
pajak adalah sebagai berikut:
a.

Wajib pajak dalam negeri dikenai pajak atas penghasilan baik yang
diterima atau diperoleh dari Indonesia maupun dari luar Indonesia,
sedangkan wajib pajak luar negeri dikenai pajak hanya atas
penghasilan yang berasal dari sumber penghasilan di Indonesia.

b.

Wajib pajak dalam negeri dikenai pajak berdasarkan penghasilan neto
dengan tarif umum, sedangkan wajib pajak luar negeri dikenai pajak
berdasarkan penghasilan bruto dengan tarif pajak sepadan.
Wajib pajak dalam negeri wajib menyampaikan surat pemberitahuan

tahunan pajak penghasilan sebagai sarana untuk menetapkan pajak yang
terutang dalam suatu tahun pajak, sedangkan wajib pajak luar negeri tidak
wajib menyampaikan surat pemberitahuan tahunan pajak penghasilan
karena kewajiban pajaknya dipenuhi melalui pemotongan pajak yang
bersifat final

4. Objek Pajak
Objek pajak penghasilan adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan
kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik
yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat

Universitas Sumatera Utara

dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang
bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun.

E. Pajak Penghasilan, Objek, dan Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21
1. Pajak Penghasilan Pasal 21
Berdasarkan UU No.36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan Pasal
21, Pajak penghasilan pasal 21 adalah :
“Pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau
kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diterima atau
diperoleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri sebagaimana diatur
dalam Pasal 21 Undang-Undang Pajak Penghasilan.
“Pajak penghasilan (PPh) pasal 21 merupakan pajak penghasilan
yang dikenakan atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium,
tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama apapun sehubungan
dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan yang dilakukan oleh wajib
pajak orang pribadi dalam negeri”. Waluyo (2008:191)

2. Objek Pajak Penghasilan Pasal 21
Menurut

pasal

2

Peraturan

Menteri

Keuangan

Nomor

252/PMK.03/2008 tentang petunjuk pelaksanaan pemotongan pajak atas
penghasilan pasal 21 sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan
orang pribadi yang menyatakan bahwa yang menjadi objek pajak adalah
sebagai berikut:
a.

Pemberi kerja yang terdiri dari orang pribadi dan badan, baik
merupakan pusat maupun cabang, perwakilan atau unit yang
membayar gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain

Universitas Sumatera Utara

dengan nama dan dalam bentuk apapun, sebagai imbalan sehubungan
dengan pekerjaan atau jasa yang dilakukan oleh pegawai atau bukan
pegawai.
b.

Bendahara atau pemegang kas pemerintah termasuk bendahara
pemerintah atau pemegang kas pada pemerintah pusat termasuk
institusi TNI/POLRI, pemerintah daerah, instansi atau lembaga
pemerinta, lembaga-lembaga negara lainnya, dan kedutaan besar
republik Indonesia di luar negeri, yang membayarkan gaji, upah,
honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam
bentuk apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan
kegiatan.

c.

Dana pensiun, badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja, dan
badan-badan lain yang membayar uang pensiun dan tunjangan hari tua
atau jaminan hari tua.

d.

Penyelenggara kegiatan, termasuk badan pemerintah, organisasi yang
bersifat nasional dan internasional, perkumpulan, orang pribadi serta
lembaga lainnya yang menyelenggarakan kegiatan, yang membayar
honorarium, hadiah, atau penghargaan dalam bentuk apapun kepada
wajib pajak orang pribadi dalam negeri berkenaan dengan suatu
kegiatan.

Berdasarkan

Peraturan Menteri

Keuangan

(PMK)

Nomor

250/PMK.03/2008 tentang besarnya biaya jabatan atau biaya pensiun

Universitas Sumatera Utara

yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto pegawai tetap atau
pensiunan adalah sebagai berikut:
a.

Besarnya biaya jabatan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto
sebesar 5% dari penghasilan bruto, setinggi-tingginya Rp 6.000.000
(enam juta rupiah) setahun atau Rp 500.000 (limaratus ribu) sebulan.
Sebelumnya sebesar 5% dari penghasilan bruto, setinggi-tingginya Rp
1.296.000 setahun atau Rp 108.000 sebulan.

b.

Besarnya biaya pensiun yang dapat dikurangkan dari penghasilan
bruto untuk pensiunan sebesar 5% dari penghasilan bruto, setinggitingginya Rp 2.400.000 (dua juta empar ratus ribu rupiah) setahun
atau Rp 200.000 (dua ratus ribu) sebulan. Sebelumnya sebesar 5% dari
penghasilan bruto, setinggi-tingginya Rp 432.000 setahun atau Rp
36.000 sebulan.

3. Tarif Pajak penghasilan Pasal 21
Sistem penerapan tarif pajak penghasilan sesuai dengan Pasal 17
Undang-Undang No 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas
Undang-Undang No 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan yang
menyatakan bahwa yang menjadi tarif wajib pajak orang pribadi dalam
negeri, dan wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap.
a. Wajib pajak orang pribadi dalam negeri

Universitas Sumatera Utara

Table 3.1
Wajib pajak orang pribadi dalam negeri

Lapisan penghasilan kena pajak (per tahun)

Tarif pajak

s.d Rp 50.000.000,00

5%

Rp 50.000.000,00 s.d Rp 250.000.000,00

15%

Rp 250.000.000,00 s.d Rp 500.000.000,00

25%

Di atas Rp 500.000.000,00

30%

b. Untuk wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap (BUT)
Tabel 3.2 Tarif Wajib Pajak Badan Dalam Negeri dan Bentuk Usaha
Tetap (BUT)
Lapisan Penghasilan Kena Pajak (per tahun) Tarif Pajak
s.d Rp. 50.000.000,-

10%

Diatas Rp. 50.000.000,- s.d Rp.100.000.000,-

15%

Diatas Rp. 100.000.000,-

30%

Menurut pasal 4 Undang-Undang No 36 Tahun 2008 tentang
Perubahan Keempat Atas Undang-Undang No 7 Tahun 1983 tentang
Pajak Penghasilan yang menyatakan bahwa yang menjadi ketentuan
besarnya penghasilan tidak kena pajak (PTKP) setahun yang berlaku
sejak 1 Januari 2009 adalah sebagai berikut:
a. Rp 15.840.000,00 untuk diri wajib pajak orang pribadi.
b. Rp 1.320.000,00 tambahan untuk wajib pajak yang kawin.

Universitas Sumatera Utara

c. Rp 15.840.000,00 tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya
digabung dengan penghasilan suami.
d. Rp 1.320.000,00 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan
keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anaka angkat,
yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 orang untuk
setiap keluarga.

F. Tidak Termasuk Wajib Pajak dan Pengecualian Pemotongan Objek
Pajak Penghasilan Pasal 21
1. Tidak Termasuk Wajib Pajak Penghasilan Pasal 21
Menurut Resmi (2009:173), adapun yang dikecualikan dari pemotongan
PPh pasal 21 ditentukan sebagai berikut:
1.Pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabat lain dari
negara asing, dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka
yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersama mereka dengan
syarat bukan Warga Negara Indonesia dan di Indonesia tidak
menerima atau memperoleh penghasilan lain diluar jabatan atau
pekrjaannya tersebut serta negara yang bersangkutan memeberikan
perlakuan timabal balik
2.Pejabat perwakilan Organisasi Internasional yang tidak termasuk
sebagai subjek pajak Penghasilan yang telah beberapa kali diubah,
terakhir
dengan
Keputusan
Menteri
Keuangan
Nomor
601/KMK.03/2005 dengan syarat bukan warga negara Indonesia dan
tidak menjalankan usaha atau kegiatan atau pekerjaan lain untuk
memperoleh pengahasilan dari Indonesia.
2. Pengecualian Pemotongan Objek Pajak Penghasilan Pasal 21
Menurut Resmi (2009:176), yang tidak termasuk dalam pengertian
penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 adalah :

Universitas Sumatera Utara

a. Pembayaran manfaat atau santunan asuransi dari
perusahaan asuransi sehubungan dengan asuransi
kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi
dwiguna, dan asuransi beasiswa.
b. Penerimaan dalam bentuk natura dan atau kenikmatan
dalam bentuk apapun yang diberikan oleh Wajib Pajak
atau Pemerintah, kecuali Penghasilan yang dipotong PPh
Pasal 21.
c. Iuran pensiun yang dibayarkan kepada dana pensuin yang
pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan, iuran
tunjangan hari tua, atau iuran jaminan hari tua kepada
badan penyelenggara tunjangan hari tua atau badan
penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja yang diberi oleh
pemberi kerja.
d. Zakat yang diterima oleh orang pribadi yang berhak dari
badan atau lembaga amal zakat yang dibentuk atau
disahkan oleh Pemerintah, atau sumbangan keagamaan
yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di
Indonesia yang diterima oleh orang pribadi yang berhak
dari lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh
Pemerintah.
e. Beasiswa sebagaimana dimaksud dalam Peraturan menteri
Keuangan Nomor 246/PMK.03/2008 sebagai berikut :
”Beasiswa yang dikecualikan dari pengenaan PPh Pasal 21
adalah penghasilan berupa beasiswa yang diterima atau
diperoleh Warga Negara Indonesia dari negeri pada
tingkat pendididkan dasar, pendididkan menengah dan
pendidikan tinggi, dikecualikan dari objek pajak
penghasilan”.

G. Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21
Berikut terdapat beberapa contoh soal untuk menghitung Pajak
Penghasilan Pasal 21 :
1.Bambang Yuliawan pegawai pada perusahaan PT Yasa Buana, menikah
dengan 2 anak, memperoleh gaji sebulan Rp 2.500.000,-. PT Yasa Buana

Universitas Sumatera Utara

mengikuti program jamsostek, premi jaminan kecelakan kerja dan premi
jaminan kematian dibayar oleh pemberi kerja dengan jumlah masingmasing 1% dan 3% dari gaji. PT Yana Buana menanggung iuran jaminan
hari tua setiap bulan sebesar 4% dari gaji, sedangkan Bambang Yuliawan
membayar iuaran jaminan hari tua sebesar 2% dari gaji setiap bulan.
Disamping itu PT Yasa Buana juga mengikuti program pensiun untuk
pegawainya. PT Yasa Buana membayar iuran pensiun untuk Bambang
Yuliawan ke dana pensiun, yang pendirinya telah disahkan oleh menteri
keuangan, setiap bulan sebesar Rp 50.000,-, sedangkan Bambang
Yuliawan membayar iuran pensiun sebesar Rp 40.000,Perhitungan PPh pasal 21
Gaji sebulan

Rp

2.500.000,-

Premi jaminan kecelakaan kerja

Rp

25.000,-

Premi jaminan kemat