PENGGUNAAN MEDIA REALIA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 2 METRO SELATAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012

(1)

PENGGUNAAN MEDIA REALIA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS

DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN

MATEMATIKA KELAS IV SDN 2 METRO SELATAN

TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Skripsi

Oleh

DEWI LESTARI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

2012


(2)

ABSTRAK

PENGGUNAAN MEDIA REALIA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS

DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN

MATEMATIKA KELAS IV SDN 2 METRO SELATAN

TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Oleh

DEWI LESTARI

Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya aktivitas dan hasil belajar

siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV SDN 2 Metro Selatan. Tujuan

penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa

menggunakan media realia

.

Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan

Kelas (PTK) dengan daur yang setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan,

pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data kegiatan dikumpulkan melalui observasi dan

soal tes. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif

.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media realia pada

mata pelajaran matematika kelas IV SDN 2 Metro Selatan dapat meningkatkan

aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari temuan siklus I, siklus II

dan siklus III yaitu aktivitas belajar siswa seperti dalam aspek partisipasi, sikap,

perhatian dan prestasi mengalami peningkatan disetiap siklusnya yaitu persentase

rata-rata aktivitas belajar siswa siklus I (36,62%), siklus II (56,83%), dan siklus III

(71,58%). Begitu juga hasil belajar siswa pada siklus I terdapat 17 siswa (53,12%)

mencapai ketuntasan belajar, pada siklus II terdapat 23 siswa (71,87%), dan untuk

siklus III meningkat menjadi 27 siswa (84,40%). Apabila hasil belajar siswa dianalisis

dengan uji t-tes berdasarkan taraf kepercayaan 5%, (dk): n-1dan n=32 ditemukan

sebesar 2,042. Berdasarkan ketentuan tersebut, pada uji t-tes siklus I dengan siklus II

didapatkan hasil

thitung

2,56 > ttabel

2,042 dan

pada uji t-tes siklus II dengan siklus III

didapatkan hasil

thitung

3,22 > ttabel

2,042. Dengan demikian H0

ditolak dan Ha

diterima.

Artinya hipotesis penelitian ini diterima serta adanya peningkatan nilai dari tiap siklus

nya setelah pembelajaran mengunakan media realia.

Berdasarkan pengembangan proses pembelajaran, peneliti merekomendasikan

agar guru kelas IV SDN 2 Metro Selatan dapat menggunakan media realia dalam

pembelajaran matematika khususnya pada materi pembelajaran geometri agar

aktivitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat.


(3)

PENGGUNAAN MEDIA REALIA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS

DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN

MATEMATIKA KELAS IV SDN 2 METRO SELATAN

TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Oleh

DEWI LESTARI

Skripsi

Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar

Sarjana Pendidikan

Pada

Jurusan Ilmu Pendidikan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Lampung

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

2012


(4)

HALAMAN PERSETUJUAN

Judul

: PENGGUNAAN

MEDIA

REALIA

UNTUK

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL

BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN

MATEMATIKA KELAS IV SDN 2 METRO

SELATAN TAHUN PELAJARAN 2011/ 2012.

Nama Mahasiswa

: DEWI LESTARI

Nomor Pokok Mahasiswa

: 0813053005

Program Studi

: S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)

Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan (KIP)

MENYETUJUI,

1. Komisi Pembimbing

Drs. Muncarno, M. Pd.

Dr. Hj. Sowiyah, M. Pd.

NIP 19581213198503 1 003

NIP 19600725198403 2 001

2. Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan

Drs. Baharuddin Risyak, M. Pd.

NIP 19541016 198103 1 003


(5)

1. Tim Penguji

Ketua

:

Drs. Muncarno, M.Pd.

Sekretaris

:

Dr. Hj. Sowiyah, M.Pd.

Penguji

Bukan Pembimbing

:

Dra. Hj. Nelly Astuti, M.Pd.

2. Dekan FKIP

Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si

NIP 19600315 198503 1 003

Tanggal Lulus Ujian Skripsi: 25 Juli 2012


(6)

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama mahasiswa

: Dewi Lestari

NPM

: 0813053005

Program studi

: S-1 PGSD

Jurusan

: Ilmu Pendidikan

Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi

Penggunaan Media

Realia untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran

Matematika Kelas IV SDN 2 Metro Selatan Tahun Pelajaran 2011/2012

hasil penelitian saya dan tidak plagiat, kecuali bagian-bagian tertentu yang dirujuk

dari sumbernya dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Demikian pernyataan ini saya buat untuk dapat digunakan seperlunya. Apabila

dikemudian hari ternyata pernyataan ini tidak benar, maka saya sanggup dituntut

berdasarkan Undang-Undang dan peraturan yang berlaku.

Metro, 25 Juli 2012

Yang membuat pernyataan,

Dewi Lestari

NPM 0813053005


(7)

RIWAYAT HIDUP

Peneliti dilahirkan di Pekalongan, Lampung Timur pada

tanggal 26 Agustus 1990, sebagai anak kedua dari tiga

bersaudara, dari pasangan Bapak Miswandi dan Ibu Susti

Ningsih.

Peneliti mengenyam pendidikan pertama kali di Sekolah

Dasar (SD) diselesaikan di SDN 3 Pekalongan, Lampung

Timur

yang diselesaikan pada tahun 2002. Peneliti

melanjutkan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di MTs Negeri 1

Batanghari, Lampung Timur yang diselesaikan pada tahun 2005, dan Sekolah

Menengah Atas (SMA) di SMA Kartikatama Metro yang diselesaikan pada tahun

2008.

Pada tahun 2008, peneliti terdaftar sebagai mahasiswa pada Program Studi S-1

PGSD Universitas Lampung melalui jalur Penelusuran Kemampuan Akademik dan

Bakat (PKAB) Universitas Lampung. Pada tahun 2011 Peneliti pernah menjuarai

lomba Pidato Bahasa Inggris dalam rangka Jumpa Tanding, Latihan, dan Gembira

(Jutalara) yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pendidikan

(HIMAJIP) Universitas Lampung.


(8)

MOTTO

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman

diantaramu dan orang-orang yang diberi

ilmu pengetahuan beberapa derajat".

(QS. Al Mujadalah : 11)

Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu

maka Allah akan memudahkan baginya

jalan menuju syurga .

(Pepatah Arab)

Menjadi SDM yang berkualitas agar berguna

bagi bangsa dan Negara .


(9)

i

PERSEMBAHAN

Dengan rasa syukur kepada Allah S.W.T dan kerendahan hati, skripsi ini

kupersembahkan kepada:

Ibuku Susti Ningsih dan Ayahku Miswandi yang telah memberikan doa,

semangat, cinta dan kasih sayang tiada batas serta perjuangan ayah dan ibu

bekerja demi biaya pendidikanku hingga aku bisa menyelesaikan studi

sarjanaku.

Kakakku Dedi Darmawan, S.Kom. dan adikku Dino Santosa yang selalu

berbagi kasih sayang dan semangat disetiap langkahku.

Seseorang yang semoga kelak menjadi pendamping hidupku dan

menjadi imamku dunia dan akhirat


(10)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah

memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan

Media Realia untuk

Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika

Kelas IV SD

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di

Universitas Lampung.

Penyusunan skripsi ini dapat terwujud berkat adanya bantuan dari berbagai

pihak, untuk itu peneliti mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada:

1.

Bapak Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S., selaku rektor Universitas

Lampung yang telah memberikan kemudahan kepada peneliti dalam

mengikuti pendidikan hingga terselesaikannya skripsi ini.

2.

Bapak Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si., selaku Dekan FKIP Universitas

Lampung beserta stafnya yang telah memberikan kesempatan dan kemudahan

kepada peneliti hingga terselesaikannya skripsi ini.

3.

Bapak Drs. Baharuddin Risyak, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan

Universitas Lampung beserta stafnya yang telah memberikan kesempatan dan

kemudahan

kepada

peneliti

dalam

mengikuti

pendidikan

hingga

terselesaikannya penyusunan skripsi ini.


(11)

iii

4.

Bapak Dr. Hi. Darsono, M.Pd., selaku Ketua Program Studi S1 PGSD

Universitas Lampung yang telah memberikan kesempatan dan kemudahan

kepada peneliti dalam mengikuti pendidikan hingga terselesaikannya

penulisan skripsi ini.

5.

Ibu Dra. Asmaul Khair, M.Pd., selaku Ketua S1 PGSD Metro yang telah

memberi kemudahan dan arahan kepada peneliti hingga terselesaikannya

skripsi ini.

6.

Bapak Drs. Muncarno, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Utama atas

kesediannya untuk memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran, kritik

dan saran yang sangat bermanfaat dalam proses penyelesaian skripsi ini.

7.

Ibu Dr. Hj. Sowiyah, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing kedua atas

kesediannya untuk memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran, kritik

dan saran yang sangat bermanfaat dalam proses penyelesaian skripsi ini.

8.

Ibu Dra. Hj. Nelly Astuti, M.Pd., selaku Dosen Pembahas atas kesediaannya

untuk membahas, memberikan kritik dan saran yang sangat bermanfaat

dalam proses penyempurnaan skripsi ini.

9.

Bapak Dr. Hi. Suwarjo, M.Pd., selaku Pembimbing Akademik yang telah

memberikan arahan dan membantu dalam penyelesaian tugas yang ada di

dalam kampus.

10. Bapak dan Ibu dosen serta staf S1 PGSD Universitas Lampung yang turut

andil dalam kelancaran penyusunan skripsi ini.

11. Ibu Surtiati, S.Pd. Kepala SDN 2 Metro Selatan yang telah memberikan izin

untuk melaksanakan penelitian di SDN 2 Metro Selatan.


(12)

iv

12. Ibu Muryati S.Pd selaku guru pamong dan teman kolaborasi dalam

melaksanakan penelitian ini yang telah banyak membantu peneliti dalam

kelancaran penyusunan skripsi ini.

13. Seluruh guru, staf administrasi, dan seluruh karyawan di SDN 2 Metro

Selatan yang yang telah memberikan kemudahan dan motivasi yang

membangun kepada peneliti.

14. Siswa-siswi kelas IV SDN 2 Metro Selatan yang menjadi subjek dalam

penelitian ini.

15. Teristimewa untuk kedua orangtuaku tercinta, Ibunda Ibu Susti Ningsih dan

Ayahanda Bapak Miswandi, Kakakku Dedi Darmawan, S.Kom, kakak iparku

Heny Mutiara, S.Pd dan adikku Dino Santosa beserta keluarga besar tercinta

yang telah banyak memberikan dukungan moril maupun materil, doa, serta

kasih sayang demi keberhasilan studi peneliti.

16. Sahabat-sahabat terdekat peneliti: Fitka, Icha, Wira, Devi, Ayu, Agil, Manda,

Rebecca, Veni, Annisa, Anggun, Renshi, Novi, Reni, Edo, Maiko,

terimakasih atas semangat dan doa kalian.

17. Brigpol. Hary, S.IP yang telah memberikan doa, semangat, motivasi dan

banyak membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

18. Rekan-rekan S1 PGSD angkatan 2008, yang tidak bisa peneliti sebutkan satu

persatu, yang telah berjuang bersama demi masa depan yang cerah dan

terimakasih atas kebersamaan serta dukungan yang diberikan selama ini.

19. Seluruh dosen, staf administrasi dan karyawan FKIP Unila, seluruh

teman-teman PGSD, kakak-kakak, adik-adik angkatan, 2006, 2007, 2009, 2010,

2011 terimakasih atas kerja samanya.


(13)

v

20. Semua pihak yang telah banyak memberikan motivasi dan informasi serta

pendapat yang sangat bermanfaat dalam menyelesaikan skripsi ini.

Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, akan tetapi

peneliti berharap skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan dan

perkembangan mutu pendidikan khususnya pendidikan dasar ke SD-an. Semoga

Allah SWT melimpahkan balasan atas kebaikan dan perhatian yang diberikan

kepada peneliti, serta semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat. Amin.

Metro, 25 Juli 2012

Peneliti


(14)

vi

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR TABEL... viii

DAFTAR GAMBAR ...

ix

DAFTAR LAMPIRAN ...

x

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah ...

1

1.2 Identifikasi Masalah ...

4

1.3 Rumusan Masalah ...

5

1.4 Tujuan Penelitian ...

5

1.5 Manfaat Penelitian ...

6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Media ...

7

2.2 Pengertian Media Realia ...

14

2.3 Pengertian Belajar ...

16

2.4 Pengertian Matematika...

19

2.5 Hipotesis Tindakan...

22

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan Penelitian ...

23

3.2 Setting Penelitian ...

23

3.3 Teknik Pengumpulan Data ...

24

3.4 Alat Pengumpulan Data ...

24

3.5 Teknik Analisis Data ...

25

3.6

Indikator Keberhasilan ...

28

3.7

Prosedur Penelitian...

28

3.8

Urutan Penelitian Tindakan Kelas ...

29

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

37

4.1.1 Profil Sekolah...

37

4.1.2 Deskripsi Awal...

38

4.1.3 Refleksi Awal...

39

4.2.4 Persiapan Pembelajaran ...

40

4.1.5 Temuan pada Siklus I...

40

4.1.6 Temuan pada Siklus II ...

53


(15)

vii

4.2 Pembahasan ...

78

4.2.1 Aktivitas Siswa Dalam Proses Pembelajaran ...

78

4.2.2 Kinerja Guru Dalam Proses Pembelajaran ...

80

4.2.3 Hasil Belajar Siswa Dalam Proses Pembelajaran ...

82

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan ...

84

5.2 Saran ...

87


(16)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

1. Sepuluh pengelompokan golongan media...

8

2. Kualifikasi persentase skor hasil observasi keaktifan belajar siswa

dan kinerja guru... 26

3. Kriteria tingkat keberhasilan belajar siswa dalam%... 27

4. Struktur guru dan pegawai SD Negeri 2 Metro Selatan... 38

5. Aktivitas belajar siswa siklus I... ... 44

6. Kinerja guru siklus I... ... 47

7. Hasil belajar siswa siklus I... ... 50

8. Aktivitas belajar siswa siklus II... 58

9. Kinerja guru siklus II... 60

10. Hasil belajar siswa siklus II... 63

11. Aktivitas belajar siswa siklus III... ... 70

12. Kinerja guru siklus III... ... 73

13. Hasil belajar siswa siklus III... ... 75

14. Rekapitulasi persentase aktivitas siswa siklus I, II, III... 78

15. Rekapitulasi persentase kinerja guru siklus I, II, III... 80


(17)

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

1. Prosedur penelitian tindakan kelas... 29

2. Grafik rekapitulasi persentase aktivitas belajar siswasiklus I, II, III... 78

3. Grafik rekapitulasi persentase kinerja guru siklus I, II, III... 81

4. Grafik rekapitulasi persentase ketuntasan hasil belajar siswa


(18)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

1. Surat Keterangan Penelitian dari Fakultas ... 90

2. Surat Izin Penelitian dari Fakultas ... 91

3. Surat Penelitian Pendahuluan dari Fakultas ... 92

4. Surat Izin Penelitian dari Sekolah... 93

5. Surat Pernyataan Teman Sejawat ... 94

6. Surat Keterangan Penelitian dari Sekolah ... 95

7. Pemetaan/Analisis SK-KD ... 96

8. Silabus Pembelajaran... 100

9. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus I ... 105

10. Lembar Kerja Siswa Siklus I ... 114

11. Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa

Siklus I Pertemuan I ... 118

12. Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa

Siklus I Pertemuan II ... 119

13. Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus I Pertemuan I ... 121

14. Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus I Pertemuan II... 122

15. Hasil Belajar Siswa Siklus I ... 127

16. Nilai

Post Test

Tertinggi Siklus I ... 128

17. Nilai

Post Test

Terendah Siklus I ... 129

18. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus II ... 130

19. Lembar Kerja Siswa Siklus II ... 139

20. Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa

Siklus II Pertemuan I ... 143

21. Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa

Siklus II Pertemuan II ... 144

22. Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus II Pertemuan I. ... 146

23. Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus II Pertemuan II ... 147

24. Hasil Belajar Siswa Siklus II ... 152

25. Nilai

Post Test

Tertinggi Siklus II ... 153

26. Nilai

Post Test

Terendah Siklus II... 154

27. Perhitungan Uji t Tes Siklus I dengan Siklus II ... 155

28. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus III ... 156

29. Lembar Kerja Siswa Siklus III ... 166

30. Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa

Siklus III Pertemuan I ... 173

31. Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa

Siklus III Pertemuan II... 174


(19)

xi

33. Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus III Pertemuan II ... 177

34. Hasil Belajar Siswa Siklus III ... 182

35. Nilai

Post Test

Tertinggi Siklus III... 183

36. Nilai

Post Test

Terendah Siklus III ... 184

37. Perhitungan Uji t Tes Siklus II dengan Siklus III ... 185

38. Tabel Nilai-Nilai dalam Distribusi t ... 186


(20)

88

DAFTAR PUSTAKA

Aisyah, Nyimas dkk. 2007.

Pengembangan Pembelajaran Matematika SD

. Dirjen

Dikti Depdiknas. Jakarta.

Aqib, Zainal dkk. 2009.

Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru SD, SLB, & TK

.

Yrama Widya. Bandung.

Arikunto, Suharsimi dkk. 2006.

Penelitian Tindakan Kelas

. Bumi Aksara. Jakarta.

Asra, dkk. 2007.

Komputer dan Media Pembelajaran SD

. Depdiknas. Jakarta.

Depdiknas. 2008.

Kriteria dan Indikator Keberhasilan Pembelajaran

. Dikti. Jakarta.

Dimyati & Mudjiono. 2002.

Belajar dan Pembelajaran

. Rineka Cipta. Jakarta.

Diyah. 2007.

Keefektifan Pembelajaran Matematika Realistik pada Kemampuan

Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VII SMP.

Universitas Negeri

Semarang.

Djamarah & Zain. 2006.

Strategi Belajar Mengajar

. Rineka Cipta. Jakarta.

Fathurohman & Sutikno. 2007.

Strategi Belajar Mengajar

. PT. Refika Aditama.

Bandung.

Hamalik, oemar. 2001.

Proses belajar mengajar. Bumi aksara

. Bandung.

Heruman. 2007.

Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar

. PT Remaja

Rosdakarya. Bandung.

Ibrahim, R. & S. Nana Syaodih. 2003.

Perencanaan Pengajaran

. Rineka Cipta,

Jakarta.

Komalasari, kokom. 2010.

Pembelajaran Konstektual

. PT. Refika Aditama. Bandung.

Kunandar. 2010.

Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan

Profesi Guru.

PT Rajawali Pers. Jakarta.

Mulyono, Abdurrahman. 2001.

Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar

. Rineka

Cipta. Jakarta.


(21)

89

Muncarno, 2009.

Bahan Ajar Statistik Pendidikan

. FKIP PGSD. Bandar Lampung.

---. 2008.

Bahan Ajar Mata Kuliah Statistik 2.

PGSD. Metro.

Sabda, Syaifuddin. 2010. Karakteristik Guru Profesional.

Http://tarbiyah-iainantasari.ac.id. (diakses tanggal, 9 Februari 2012, pukul 13.50 WIB).

Sadiman, Raharjo, dkk. 2006.

Media Pendidikan

. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Sanaky, Hujair AH. 2011.

Media Pembelajaran

. Kaukaba Bentang Aksara Galang

Wacana. Yogyakarta.

Sardiman. 2010.

Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar

. Rajawali Pers. Jakarta.

Solihatin & Raharjo. 2007.

Cooperative Learning analisis model pembelajaran IPS

.

Bumi aksara. Jakarta.

Sowiyah. 2010.

Pengembangan Kompetensi Guru SD

. Universitas Lampung.

Bandar Lampung.

Suharjo. 2006.

Mengenal Pendidikan Sekolah Dasar Teori dan Praktek

. Departemen

Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Direktorat

Ketenagaan. Jakarta.

Sumarno, Alim. 2011.

Langkah-langkah Penggunaan Media Pembelajaran

.

http://elearning.unesa.ac.id/myblog/alim-sumarno/langkah-langkah-penggunaan-media-pembelajaran. (tanggal akses data, 16 Desember 2011,

pukul 10.18 WIB).

Suwangsih, Erna dan Tiurlina. 2006. Model Pembelajaran Matematika.

UPI PRESS. Bandung.

Syah, Muhibbin. . 2008.

Psikologi Belajar.

Rajagrafindo Persada. Jakarta.

Tim MKPBM UPI. 2001.

Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.

Bandung.

Triyana, Arifah Nur. 2009.

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe

Teams-Games-Tournament (TGT) sebagai Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar

Matematika Siswa pada Pokok Bahasan Peluang dan Statistika di SMP Negeri

4 Depok Yogyakarta Kelas IX C.

http://www.scribd.com/doc/51704402/16/G-Teknik-Analisis-Data. Diakses 20/11/2011. Pukul 17.00 WIB.

Wardhani, IGAK, dkk. 2007.

Penelitian Tindakan Kelas

. Universitas Terbuka.

Jakarta.

Winataputra, Udin. 2008.

Teori Belajar dan Pembelajaran

. Universitas Terbuka

Depdiknas. Jakarta.


(22)

ABSTRAK

PENGGUNAAN MEDIA REALIA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN

MATEMATIKA KELAS IV SDN 2 METRO SELATAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Oleh

DEWI LESTARI

Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV SDN 2 Metro Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa menggunakan media realia. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan daur yang setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data kegiatan dikumpulkan melalui observasi dan soal tes. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media realia pada mata pelajaran matematika kelas IV SDN 2 Metro Selatan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari temuan siklus I, siklus II dan siklus III yaitu aktivitas belajar siswa seperti dalam aspek partisipasi, sikap, perhatian dan prestasi mengalami peningkatan disetiap siklusnya yaitu persentase rata-rata aktivitas belajar siswa siklus I (36,62%), siklus II (56,83%), dan siklus III (71,58%). Begitu juga hasil belajar siswa pada siklus I terdapat 17 siswa (53,12%) mencapai ketuntasan belajar, pada siklus II terdapat 23 siswa (71,87%), dan untuk siklus III meningkat menjadi 27 siswa (84,40%). Apabila hasil belajar siswa dianalisis dengan uji t-tes berdasarkan taraf kepercayaan 5%, (dk): n-1dan n=32 ditemukan sebesar 2,042. Berdasarkan ketentuan tersebut, pada uji t-tes siklus I dengan siklus II didapatkan hasil thitung 2,56 > ttabel 2,042 dan pada uji t-tes siklus II dengan siklus III

didapatkan hasil thitung 3,22 > ttabel 2,042. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima.

Artinya hipotesis penelitian ini diterima serta adanya peningkatan nilai dari tiap siklus nya setelah pembelajaran mengunakan media realia.

Berdasarkan pengembangan proses pembelajaran, peneliti merekomendasikan agar guru kelas IV SDN 2 Metro Selatan dapat menggunakan media realia dalam pembelajaran matematika khususnya pada materi pembelajaran geometri agar aktivitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat.


(23)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan merupakan peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Setiap individu yang terlibat dalam pendidikan dituntut berperan secara maksimal dan penuh tanggung jawab untuk meningkatkan mutu pendidikan. Tujuan pendidikan untuk memajukan tumbuhnya pikiran (intelek) anak. Pikiran (intelek) anak dapat dikembangkan melalui proses pendidikan dilembaga sekolah. Di sekolah, anak belajar berbagai macam mata pelajaran, salah satunya adalah matematika.

Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari Sekolah Dasar (SD) untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama (Aisyah, dkk., 2007: 1.3). Pembelajaran matematika lebih menekankan kegiatan dalam dunia rasio (penalaran), bukan menekankan dari hasil eksperimen atau hasil observasi matematika sehingga peserta didik memiliki kemampuan dalam berfikir logis dan memiliki penalaran yang sistematis. Diharapkan pembelajaran matematika dapat membekali peserta didik dan menjadikan pikiran atau intelektual anak berkembang dengan menggunakan penalaran, ide dan proses.

Ditinjau dari profil sekolah SDN 2 Metro Selatan, sekolah ini letaknya cukup strategis, yaitu berada di depan jalan utama dan berada di tengah dari jumlah seluruh SD yang berada di kota Metro yang berjumlah 8 SDN dan 2 SD swasta. SDN 2 Metro Selatan pun memiliki banyak piala karena prestasi yang pernah diraih seperti


(24)

2 prestasi dalam bidang akademik dan non akademik seperti pada tahun 2012 juara 1 dan 2 senam, olahraga tali temali dan sepak bola. Keunggulan lain yang dimiliki SDN 2 Metro Selatan adalah Sekolahan ini menjadi ketua gugus dan ketua K3S se kecamatan Metro Selatan. Berdasarkan fakta di sekolah, meskipun sekolahan ini memiliki banyak keunggulan, namun dalam hal pembelajaran masih ditemui berbagai masalah dalam proses belajar-mengajar khususnya pada mata pelajaran matematika.

Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru dan siswa kelas IV SDN 2 Metro Selatan dalam pembelajaran matematika, terlihat bahwa dalam proses belajar-mengajar terdapat beberapa masalah yang timbul dalam proses pembelajaran yang dihadapi guru, yaitu: (1) dalam mengelola pembelajaran guru kelas IV SDN 2 Metro Selatan belum menggunakan media yang bervariasi yang dapat menunjang proses pembelajaran; (2) guru hanya menggunakan media seadanya dalam pembelajaran di kelas seperti buku cetak matematika kelas IV sehingga guru lebih sering terpaku pada buku; (3) kurangnya stimulus (rangsangan) yang diberikan guru dalam upaya meningkatkan aktivitas mengelola informasi dan berfikir kritis dalam proses belajar; (4) guru mengungkapkan bahwa bila siswa diberikan pertanyaan maka sebagian besar jawaban siswa tidak benar dan; (5) siswa pasif ketika diberi kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang belum mereka pahami. Timbulnya permasalahan di atas menyebabkan aktivitas dan hasil belajar siswa rendah. Kurang lebih 28% siswa yang aktif dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran matematika kelas IV SDN 2 Metro Selatan, atau sekitar 9 orang dari 32 orang siswa. Hal ini terlihat pada nilai hasil rata-rata ujian akhir semester matematika disemester ganjil Tahun Pelajaran 2010/2011 yaitu 48,00 sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh guru di SDN 2 Metro Selatan adalah 60,0.


(25)

3 Sehubungan dengan permasalahan di atas, diperlukan suatu perubahan pembelajaran yang dapat membuat peserta didik menjadi termotivasi dan membangkitkan minat peserta didik sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Mata pelajaran matematika dalam pendidikan di SD, tidak terlepas dari sistem pembelajaran dan penggunaan media pembelajaran yang merupakan alat perantara guru untuk menyampaikan materi pelajaran yang bersifat abstrak agar menjadi konkret sehingga mempermudah pemahaman siswa terhadap matematika. Hal ini dikuatkan oleh Diyah (2007: 2) salah satu karakteristik matematika adalah mempunyai objek yang bersifat abstrak. Sifat abstrak menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan dalam mata pelajaran matematika, terlebih lagi pada siswa SD. Untuk memanipulasi objek-objek dalam materi pembelajaran yang akan diajarkan dalam mata pelajaran matematika diperlukan alat perantara yaitu dengan penggunaan suatu media dalam pembelajaran. Peserta didik akan lebih mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru dan akan menjadi lebih aktif dari pada tanpa menggunakan bantuan media pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran matematika dapat dipilih menggunakan benda yang nyata dan dekat dengan siswa. Benda-benda nyata yang akrab dengan kehidupan keseharian siswa dapat dijadikan sebagai alat peraga dalam pembelajaran matematika.

Kehadiran alat peraga atau media dalam proses belajar-mengajar khususnya pembelajaran mata pelajaran matematika dapat mewakili dan membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran melalui kata-kata atau kalimat tertentu yang tidak bisa diungkapkan guru kepada siswa. Penggunaan media pembelajaran memiliki manfaat seperti media dapat digunakan untuk menghindari terjadinya verbalisme, membangkitkan minat/motivasi, menarik perhatian peserta didik, mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan ukuran, mengaktifkan peserta didik, dan mengefektifkan pemberian rangsangan untuk belajar.


(26)

4 Ibrahim dan Syaodih (2003: 118) mengemukakan bahwa untuk mencapai hasil yang optimum dari proses belajar mengajar, salah satu hal yang sangat disarankan adalah digunakannya media yang bersifat langsung dalam bentuk obyek nyata atau realia. Dari pernyataan tersebut, peneliti tertarik untuk menggunakan media realia, yaitu media nyata atau termasuk dalam jenis benda sebenarnya atau obyek (object), yaitu semua benda yang masih dalam keadaan asli, alami seperti dimana ia hidup dan berada. Media realia dapat digunakan pada kegiatan belajar dalam bentuk sebagaimana adanya, tidak perlu dimodifikasi, tidak ada pengubahan kecuali dipindahkan dari kondisi lingkungan aslinya. Peneliti memilih media realia karena media tersebut merupakan media yang dekat dengan kehidupan nyata siswa, sederhana dan mudah didapat dilingkungan sekitar.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti merasa perlu melakukan perbaikan kualitas pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan media realia untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada mata pelajaran matematika siswa kelas IV SDN 2 Metro Selatan Tahun Pelajaran 2011/2012.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut:

1.2.1 Rendahnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran matematika kelas IV SDN 2 Metro Selatan.

1.2.2 Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV SDN 2 Metro Selatan.

1.2.3 Sebagian guru SDN 2 Metro Selatan belum memanfaatkan media pembelajaran yang real untuk menunjang proses pembelajaran.


(27)

5 1.2.4 Pembelajaran matematika di SDN 2 Metro Selatan masih kurang bervariasi

dalam menggunakan media pembelajaran sebagai alat bantu dalam menyampaikan materi pembelajaran.

1.2.5 Ketuntasan hasil belajar masih di bawah KKM yang ditetapkan di SDN 2 Metro Selatan yaitu 60,0.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui:

1.3.1 Bagaimanakah penggunaan media realia dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV SDN 2 Metro Selatan Tahun Pelajaran 2011/2012?

1.3.2 Bagaimanakah penggunaan media realia dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV SDN 2 Metro Selatan Tahun Pelajaran 2011/2012?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendiskripsikan:

1.4.1 Peningkatan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV SDN 2 Metro Selatan Tahun Pelajaran 2011/2012.

1.4.2 Peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV SDN 2 Metro Selatan Tahun Pelajaran 2011/2012.


(28)

6 1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian tentang penggunaan media realia untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV SDN 2 Metro Selatan Tahun Pelajaran 2011/2012 adalah sebagai berikut:

1.5.1 Bagi siswa; melalui penerapan penggunaan media realia diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika.

1.5.2 Bagi guru; penerapan penggunaan media realia dapat dijadikan salah satu wawasan guru dalam memlilih dan menggunakan media pembelajaran secara fungsional sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna.

1.5.3 Bagi sekolah; penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran dan memberikan masukan bagi sekolah dalam usaha penyediaan dan pengelolaan media pembelajaran khususnya untuk mata pelajaran matematika agar dapat meningkatkan efektifitas proses pembelajaran.

1.5.4 Bagi keilmuan ke SD an; penelitian ini dapat memberikan referensi untuk kemajuan pengadaan media pembelajaran khusus lingkup ke SD an dan dapat meningkatkan hasil belajar bidang studi matematika sebagai kompetensi keprofesionalan.

1.5.5 Bagi peneliti; penelitian ini dapat menambah wawasan tentang penelitian tindakan kelas dengan menggunakan media realia sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna, sekaligus penelitian ini dapat meningkatkan kompetensi pedagogik pada diri peneliti.


(29)

7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Media

2.1.1 Pengertian Media Secara Umum

Media dalam pembelajaran merupakan alat perantara untuk menyampaikan pesan dari guru kesiswa agar siswa dapat dengan mudah memahami materi pembelajaran. Gagne (dalam Solihatin dan Raharjo, 2007: 23) mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Senada dengan itu, Djamarah dan Zain (2006: 120) menyatakan bahwa media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran.

Ibrahim dan Syaodih (2003: 112) mengartikan bahwa media pembelajaran adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan perhatian dan kemampuan siswa. Sedangkan Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association of Education and Communication Technology/AECT) di Amerika, menyatakan bahwa media pembelajaran adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi (Sadiman, dkk., 2006: 6).

Senada dengan hal tersebut Sadiman, dkk., (2006: 7) menyatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepenerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan,


(30)

8 perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.

Dari beberapa definisi para ahli tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa media merupakan alat berupa benda apa saja yang dapat digunakan sebagai perantara dan penyalur pesan/informasi untuk membantu seseorang dalam tujuan tertentu.

2.1.2 Jenis-Jenis Media

Dewasa ini banyak jenis dan bentuk media yang digunakan dalam pembelajaran mulai dari yang bersifat sederhana sampai media yang rumit, mulai dari media yang murah sampai media yang mahal.

Tabel 1. Sepuluh pengelompokan golongan media.

No Golongan Media Contoh dalam pembelajaran 1 Audio Kaset audio, siaran radio, CD

2 Cetak Buku pelajaran, modul, gambar

3 Audio cetak Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis

4 Proyeksi Visual Diam OHT, film bingkai (slide) 5 Proyeksi Audiovisual Diam Film bingkai (slide) bersuara

6 Visual Gerak Film bisu

7 Audiovisual Gerak Film gerak bersuara, video, TV 8 Objek Fisik Benda nyata, model, spesimen 9 Manusia dan Lingkungan Guru, pustakawan, laboran 10 Komputer CAI (pembelajaran berbantuan

komputer), CBI (pembelajaran berbasis komputer)

Sumber: Anderson (dalam Solihatin dan Raharjo, 2007: 26)

Menurut Suharjo (2006: 109) Jenis-jenis media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran adalah:

1. Benda sebenarnya

Benda sebenarnya dapat digolongkan menjadi dua, yaitu obyek (object) dan benda/barang contoh (speciment). Benda asli (object) adalah semua benda yang masih dalam keadaan asli, alami seperti dimana ia hidup dan berada. Sedangkan benda/barang contoh (speciment) adalah benda-benda asli yang digunakan sebagai contoh. 2. Presentasi grafis


(31)

9 Presentasi grafis adalah suatu media yang disajikan dalam bentuk grafis, misalnya grafik, chart, peta, diagram, lukisan, gambar.

3. Gambar diam (potret)

Media gambar dapat digunakan untuk mengungkapkan bentuk nyata maupun kreasi khayalan belaka sesuai dengan bentuk yang pernah dilihat orang yang menggambarkannya.

4. Gambar gerak

Media gambar gerak seperti Video Tape Recorder, VCD, film dan televisi.

5. Media Audio

Media Audio adalah media pembelajaran yang hanya memberikan rangsangan suara atau isi pesan yang hanya dapat diterima oleh indra pendengaran.

6. Pengajaran terprogram

Pengajaran terprogram adalah salah satu sistem penyampaian pengajaran dengan media cetak yang memungkinkan siswa belajar secar individual sesuai dengan kemampuan dan kesempatan belajarnya.

7. Simulasi (peniruan situasi)

Simulasi adalah tiruan atau perbuatan yang hanya pura-pura saja. 8. Komputer

Komputer merupakan suatu alat yang dapat membantu kelancaran tugas-tugas dalam berbagai bidang kehidupan umat manusia.

Sedangkan menurut Sanaky (2011: 50) beberapa jenis media yang sering digunakan yaitu:

1. Media cetak

Media cetak adalah jenis media yang paling banyak digunakan dalam proses belajar. Jenis media ini memiliki bentuk yang sangat bervariasi, mulai dari buku, brosur, leaflet, studi guide, jurnal dan majalah ilmiah. 2. Media pameran

Jenis media yang memiliki bentuk dua atau tiga dimensi. Informasi yang dapat dipamerkan dalam media ini, berupa benda-benda sesungguhnya (realia) atau benda reproduksi atau tiruan dari benda-benda asli. Media yang dapat diklasifikasikan kedalam jenis media pameran yaitu poster, grafis, realia dan model.

a) Realia yaitu benda nyata yang dapat dihadirkan diruang kuliah untuk keperluan proses pembelajaran. Pengajar dapat

menggunakan realia untuk menjelaskan konsep bentuk dan mekanisme kerja suatu sistem misalnya peralatan laboratorium. b) Model yaitu benda tiruan yang digunakan untuk

mempresentasikan realitas. Model mesin atau benda tertentu dapat digunakan untuk menggantikan mesin riel.

3. Media yang diproyeksikan

Media yang diproyeksikan juga memiliki bentuk fisik yang bervariasi, yaitu overhead transparasi, slide suara dan dan film strip.


(32)

10 4. Rekaman audio

Rekaman audio adalah jenis medium yang sangat tepat untuk digunakan dalam pembelajaran bahasa asing, al-quran dan latihan – latihan yang bersifat verbal.

5. Video dan VCD

Video dan vcd dapat digunakan sebagai media untuk mempelajari obyek dan mekanisme kerja dalam mata kuliah tertentu. Gambar bergerak yang disertai dengan unsur suara dapat ditayangkan melalui media video dan vcd.

6. Komputer

Sebagai media pembelajaran, komputer memiliki kemampuan yang sangat luar biasa dan komputer mampu membuat proses belajar mengajar menjadi interaktif.

Dari pendapat para ahli di atas, peneliti mengambil kesimpulan bahwa terdapat berbagai jenis media pembelajaran baik media yang sangat sederhana dan mudah didapat hingga media yang canggih dan mahal harganya. Dari berbagai macam jenis media pembelajaran dimaksudkan agar guru dapat memanfaatkan media yang diperlukan tersebut dalam kegiatan pembelajaran dikelas guna mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

2.1.3 Prinsip-Prinsip Pemilihan dan Penggunan Media

Proses belajar-mengajar dalam pembelajaran memerlukan ketelitian guru dalam memilih dan menggunakan media. Media yang digunakan harus tepat dan sesuai dengan materi yang akan diajarkan sehingga dapat tercapai tujuan pembelajaran.

Solihatin dan Raharjo (2007: 32) menyatakan bahwa ada beberapa prinsip umum yang perlu diperhatikan dalam prinsip penggunaan dan pemanfaatan media pembelajaran, sebagai berikut:

1. Setiap jenis media memiliki kelebihan dan kelemahan.

2. Penggunaan beberapa macam media secara bervariasi memang perlu. 3. Penggunaan media harus dapat memperlakukan siswa secara aktif. 4. Sebelum media digunakan harus direncanakan secara matang dalam


(33)

11 5. Hindari penggunaan media yang hanya dimaksudkan sebagai selingan

atau sekedar pengisi waktu kosong.

6. Harus senantiasa dilakukan persiapan yang cukup sebelum penggunaan media.

Dick dan Carey (dalam Suharjo, 2006: 120) menyebutkan bahwa disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada 4 faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu:

1. Ketersediaan sumber belajar setempat (jika tidak ada harus dibuat atau dibeli).

2. Ketersediaan dana untuk membuat atau membeli.

3. Keluwesan, kepraktisan, dan ketahanan media yang akan dipilih untuk waktu yang lama, dan;

4. Efektivitas biayanya dalam jangka waktu panjang, misalnya: pengadaan media terasa mahal tetapi kalau dapat dipakai berulang-ulang dalam waktu yang lama akan menjadi murah.

Sedangkan menurut Suharjo (2006: 121) kriteria pemilihan media dapat dilakukan dengan mempertimbangkan hal- hal sebagai berikut:

1. tiap jenis media tentu mempunyai kelebihan dan kelemahan. 2. pemilihan media harus dilakukan secara obyektif.

3. pemilihan media hendaknya memperhatikan juga: kesesuaian tujuan pembelajaran, kesesuaian materi, kesesuaian

kemampuan anak, kesesuaian kemampuan guru, ketersediaan bahan, ketersediaan dana, serta kualitas teknik (mutu media).

Menurut Aisyah, dkk., ( 2007: 8.14) ada beberapa prinsip yang digunakan dalam menyusun media pembelajaran matematika. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran. 2. Kesesuaian dengan materi pembelajaran. 3. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik.

Dari beberapa teori para ahli di atas, peneliti mengambil kesimpulan bahwa dalam pemilihan penggunaan media, guru harus memperhatikan prinsip-prinsip penggunan media seperti kelebihan dan kelemahan media, memperhatikan pemilihan media dengan tujuan pembelajaran yang akan


(34)

12 dicapai dan materi yang akan diajarkan, kesesuaian biaya, dan kepraktisan, sehingga proses pembelajaran berlangsung secara efektif.

2.1.4 Manfaat Media Pembelajaran

Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar-mengajar sangatlah penting karena media pembelajaran memiliki manfaat yang sangat besar untuk memperlancar interaksi guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajran akan lebih efektif dan efisien.

Manfaat media pembelajaran menurut Fathurrohman dan Sutikno (2010: 67) diantaranya yaitu:

1. Menarik perhatian siswa.

2. Membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran.

3. Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalitas (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan).

4. Mengatasi keterbatasan ruang.

5. Pembelajaran lebih komunikatif dan produktif. 6. Waktu pembelajran bisa dikondisikan.

7. Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar.

8. Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu/menimbulkan gairah belajar.

9. Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam, serta;

10.Meningkatkan kadar keaktifan/keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Dari manfaat media yang telah dijelaskan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa manfaat media pembelajaran yaitu untuk mengaktifkan siswa dalam kegiatan pembelajaran sehingga menciptkan suasana belajar yang kondusif dan efektif, serta mempercepat pemahaman siswa mengenai materi yang sedang dijelaskan oleh guru

2.1.5 Langkah-langkah Penggunaan Media

Penggunaan media realia dalam pembelajaran dapat dilakukan didalam kelas ataupun diluar kelas sesuai dengan situasi pembelajaran yang akan


(35)

13 dilaksanakan. Menurut Sumarno (dalam Sumarno, http: //elearning.unesa.ac.id) media pembelajaran yang telah dipilih dapat digunakan secara efektif dan efisien harus menempuh langkah-langkah secara sistematis. Ada tiga langkah pokok yang dapat dilakukan dalam penggunaan media termasuk media realia yaitu:

1. Persiapan

Persiapan maksudnya kegiatan dari seorang tenaga pengajar yang akan mengajar dengan menggunakan media. Kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan tenaga pengajar pada langkah persiapan diantaranya: a. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagaimana

bila akan mengajar seperti biasa. Dalam RPP cantumkan media yang akan digunakan.

b. Menyiapkan dan mengatur peralatan yang akan digunakan agar dalam pelaksanaannya nanti tidak terburu-buru dan peserta didik dapat melihat dan mendengar dengan baik.

2. Pelaksanaan/Penyajian

Tenaga pengajar pada saat melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan media perlu mempertimbangkan seperti:

a. Yakinkan bahwa semua media dan peralatan telah lengkap dan siap digunakan.

b. Jelaskan tujuan yang akan dicapai.

c. Jelaskan lebih dahulu apa yang harus dilakukan oleh peserta didik selama proses pembelajaran.

d. Hindari kejadian-kejadian yang bisa mengganggu perhatian /konsentrasi, dan ketenangan peserta didik.

3. Tindak lanjut

Aktivitas ini perlu dilakukan untuk memantapkan pemahaman peserta didik tentang materi yang dibahas dengan menggunakan media. Disamping itu aktivitas ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pembelajaran yang telah dilakukannya. Kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan diantaranya diskusi, eksperimen, observasi, latihan dan tes. Berdasarkan penjelasan tersebut peneliti menyimpulkan bahwa dalam penggunaan media, termasuk media realia terdapat tiga langkah pokok yang harus diperhatikan yaitu langkah persiapan seperti membuat RPP dan menyiapkan peralatan yang akan digunakan; langkah pelaksanaan seperti menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh peserta didik selama proses pembelajaran; dan langkah tindak lanjut seperti kegiatan diskusi, eksperimen, observasi, latihan dan tes.


(36)

14 2.2 Pengertian Media Realia

Media realia adalah benda nyata yang digunakan sebagai bahan atau sumber belajar. Asra, dkk., (2007: 5.9) menyatakan bahwa media realia adalah semua media nyata yang ada dilingkungan alam, baik digunakan dalam keadaan hidup maupun sudah diawetkan, seperti tumbuhan, batuan, binatang, inspektrum, herbarium, air, sawah, dan sebagainya.

Menurut Sanaky (2011: 50) media realia yaitu benda nyata yang dapat dihadirkan diruang kuliah untuk keperluan proses pembelajaran. Pengajar dapat menggunakan realia untuk menjelaskan konsep bentuk dan mekanisme kerja suatu sistem misalnya peralatan laboratorium. Lebih lanjut, Sanaky (2011: 113) juga menjelaskan beberapa benda yang digolongkan kedalam media tiga dimensi antara lain:

1. Kelompok pertama yaitu kelompok benda asli, model atau tiruan sederhana, mock-up, dan barang contoh atau specimen.

a) Benda asli

Benda asli merupakan alat yang paling efektif untuk mengikutsertakan berbagai indera dalam belajar. Hal ini disebabkan benda asli memiliki sifat keasliannya, mempunyai ukuran besar dan kecil, berat, warna dan adakalanya disertai dengan gerak dan bunyi, sehingga memiliki daya tarik sendiri bagi pebelajar. Jadi benda asli adalah benda dalam keadaan sebenarnya dan seutuhnya.

b) Benda model

Benda model dapat diartikan sebagai sesuatu yang dibuat dengan ukuran tiga dimensi, sehingga menyerupai benda aslinya untuk menjelaskan hal-hal yang mungkin diperoleh dari benda sebenarnya. Benda asli kemudian dibuat modelnya dalam bentuk besar seperti aslinya, atau sangat kecil. Model atau benda tiruan tersebut bentuknya harus sama sesuai dengan aslinya, besarnya dapat sama atau lebih kecil atau lebih besar lagi dari aslinya, tetapi jangan lupa bentuknya harus selalu sama dengan bentuk aslinya.

c) Alat tiruan sederhana (mock-up)

Alat tiruan sederhana (mock-up) banyak digunakan dalam pendidikan teknik dan industri untuk menjelaskan kerjanya bagian-bagian dari sebuah alat atau mesin. Alat tiruan sederhana (mock-up) yang dimaksud adalah tiruan dari benda sebenarnya di mana sengaja dipilih


(37)

bagian-15 bagian yang memang penting dan yang diperlukan saja untuk dibuat sesederhana mungkin supaya mudah dipelajari.

2. Kelompok kedua yaitu kelompok diodrama dan pameran.

Diodrama yaitu sebuah pemandangan tiga dimensi mini yang bertujuan untuk menggambarkan pemandangan sebenarnya.

Menurut Solihatin dan Raharjo (2007: 27) menyatakan bahwa pemanfaatan media realia tidak harus dihadirkan secara nyata dalam ruang kelas, melainkan dapat juga dengan cara mengajak siswa melihat langsung (observasi) benda nyata tersebut ke lokasinya. Media realia dapat digunakan pada kegiatan belajar dalam bentuk sebagaimana adanya, tidak perlu dimodifikasi, tidak ada pengubahan kecuali dipindahkan dari kondisi lingkungan aslinya. Ciri media realia yang asli adalah benda yang masih dalam keadaan utuh, dapat dioperasikan, hidup, dalam ukuran yang sebenarnya dan dapat dikenali sebagai wujud aslinya.

Berdasarkan kajian teori di atas, peneliti menyimpulkan bahwa media realia adalah media yang bersifat langsung dalam bentuk objek nyata, dan sangat bermanfaat terutama terhadap siswa yang tidak memiliki pengalaman terhadap benda tertentu.

2.2.1 Kelebihan dan Kelemahan Media Realia

Penggunaan media realia dalam pembelajaran tentunya memiliki kelebihan dan kelemahan yang perlu diperhatikan ketika seorang guru memutuskan untuk menggunakan media realia dalam proses pembelajaran. Ibrahim dan Syaodih (2003: 119) mengidentifikasi bahwa ada beberapa kelebihan dan kelemahan dalam menggunakan objek nyata ini:

a. Kelebihan

1. Dapat memberikan kesempatan semaksimal mungkin pada siswa untuk mempelajari sesuatu ataupun melaksanakan tugas-tugas dalam situasi nyata.

2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami sendiri situasi yang sesungguhnya dan melatih keterampilan mereka dengan menggunakan sebanyak mungkin alat indra.

b. Kelemahan

1. Membawa murid-murid ke berbagai tempat di luar sekolah kadang-kadang mengandung risiko dalam bentuk kecelakaan dan sejenisnya.


(38)

16 2. Biaya yang diperlukan untuk mengadakan berbagai objek nyata

kadang-kadang tidak sedikit, apalagi ditambah dengan kemungkinan kerusakan dalam menggunakannya. Tidak selalu dapat memberikan semua gambaran dari objek yang sebenarnya, seperti pembesaran, pemotongan, dan gambar bagian demi bagian, sehingga pengajaran harus didukung pula dengan media lain. Berdasarkan penjelasan tersebut peneliti menyimpulkan bahwa media realia tidak hanya memiliki kelebihan seperti memberikan kesempatan semaksimal mungkin pada siswa untuk mempelajari sesuatu ataupun melaksanakan tugas-tugas dalam situasi nyata tetapi juga memiliki kelemahan yaitu biaya yang diperlukan untuk mengadakan berbagai objek nyata kadang-kadang tidak sedikit. Cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kelemahan dalam menggunakan media realia dapat dilakukan dengan membawa media realia kedalam kelas atau lingkungan sekitar sekolah sehingga murid tidak perlu keluar lingkungan sekolah. Oleh karena itu perlu adanya pemahaman yang mendalam mengenai media ini supaya dalam penerapannya dapat terlaksana dengan baik dan dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. dalam proses pembelajaran

2.3 Pengertian Belajar

Belajar adalah suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dengan belajar manusia dapat mengembangkan potensi-potensi yang dibawanya sejak lahir. Gagne (dalam Dimyati dan Mudjiono, 2002: 10) mengungkapkan bahwa belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi lingkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapasitas baru. Sedangkan menurut Bell-Gredler (dalam Winataputra, 2008: 1.5) belajar adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam kemampuan (competencies), keterampilan (skills), dan sikap (attitudes). Ketiga hal tersebut


(39)

17 diperoleh secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari masa bayi sampai masa tua melalui rangkaian proses belajar sepanjang hayat.

Menurut Biggs, belajar dapat didefinisikan dalam tiga macam rumusan, yaitu rumusan kuantitatif, rumusan institusional, rumusan kualitatif. Secara kuantitatif (ditinjau dari sudut jumlah), belajar berarti kegiatan pengisian atau pengembangan kemampuan kognitif dengan fakta sebanyak-banyaknya. Jadi, belajar dalam hal ini dipandang dari sudut materi yang dikuasai siswa. Sedangkan secara Institusional (tinjauan kelembagaan), belajar dipandang sebagai proses validasi terhadap penguasaan siswa atas materi-materi yang telah dipelajari. Adapun pengertian belajar secara kualitatif (tinjauan mutu) adalah proses memperoleh arti-arti dan pemahaman. Pengertian ini difokuskan pada tercapainya daya pikir dan tindakan yang berkualitas untuk memecahkan masalah-masalah yang kini dan nanti dihadapi siswa (Syah, 2008: 67).

Menurut Hamalik (2001: 29) belajar adalah suatu proses. Belajar bukan suatu tujuan tetapi merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan. Jadi merupakan langkah-langkah atau prosedur yang ditempuh.

Dari beberapa pendapat para ahli tersebut, peneliti mengambil kesimpulan bahwa belajar adalah suatu proses yang terjadi dalam kehidupan manusia melalui pengalaman dan lingkungan yang ada disekitarnya dan memberikan hasil perubahan yang positif dalam hal kognitif, afektif, dan psikomotor.

2.3.1 Pengertian Aktivitas Belajar

Aktivitas sangat berhubungan erat dengan kegiatan belajar mengajar, karena tanpa adanya aktivitas maka kegiatan belajar mengajarpun tidak dapat dilaksanakan. Menurut Mulyono (2001: 26), aktivitas artinya “kegiatan atau keaktifan”. Jadi segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun non fisik, merupakan suatu aktivitas. Sedangkan Sardiman (2010: 100) mengemukakan bahwa aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental. Dalam kegiatan belajar kedua aktivitas itu harus selalu berkait. Aktivitas siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar.


(40)

18 Hal yang hampir sama juga diungkapkan Kunandar (2010: 277) menyebutkan bahwa aktivitas belajar adalah keterlibatan siswa dalam bentuk sikap, pikiran, perhatian, dan aktivitas dalam kegiatan pembelajaran guna menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dan memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut. Seperti yang dikatakan Douglass (dalam Hamalik, 2001: 172) tentang The Principle of Activity, sebagai berikut: One learns only by some activities in the neural system: seeings, hearing, smelling, feeling, thinking, physical or motor activity. The learner must actively engage in the “learning”, whether it be of information a skill, an understanding, a habit, an ideal, an attitude, an interest, or the nature of a task. Hal ini menunjukkan bahwa dalam sebuah pembelajaran terdapat beberapa sistem aktivitas diantaranya yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, perasaan, pemikiran, dan psikis atau aktivitas motorik. Pebelajar harus secara aktif menggunakan hal tersebut dalam pembelajaran sehingga terjadi sebuah kemampuan memperoleh informasi, kebiasaan, ide, sikap, dan pemahaman terhadap sesuatu pekerjaan.

Dari beberapa pengertian tersebut, peneliti mengambil kesimpulan bahwa aktivitas belajar adalah segala bentuk kegiatan yang dilakukan peserta didik baik fisik maupun non fisik dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar. Tujuan belajar adalah adanya suatu perubahan tingkah laku yang positif. Tingkah laku yang positif membutuhkan proses aktivitas belajar yang positif. Semakin aktif peserta didik dalam melakukan aktivitas belajar yang positif maka akan menjadikan pembelajaran semakin menyenangkan dan diharapkan hasil belajar siswa akan meningkat.


(41)

19 2.3.2 Pengertian Hasil Belajar

Dalam kegiatan belajar, hasil belajar adalah suatu hal yang sangat penting untuk mengetahui keberhasilan belajar seseorang. Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh dari proses belajar yang telah dilakukan oleh seseorang dengan adanya perubahan-perubahan baik dari segi pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2002: 20) hasil belajar merupakan suatu puncak proses belajar. Hasil belajar dapat diketahui melalui evaluasi guru. Hasil belajar dapat berupa dampak pembelajaran dan dampak pengiring. Kedua dampak tersebut bermanfaat bagi guru dan siswa.

Hamalik (2001: 30) menyatakan bahwa hasil belajar ialah terjadinya perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Tingkah laku memiliki unsur subjektif dan unsur motoris. Unsur subjektif adalah unsur rohaniah sedangkan unsur motoris adalah unsur jasmaniah. Tingkah laku manusia terdiri dari sejumlah aspek. Hasil belajar akan tampak pada setiap perubahan pada aspek-aspek seperti pengetahuan, pengertian, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, budi pekerti dan sikap.

Dari kajian teori di atas, peneliti menyimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki seseorang setelah ia melakukan suatu proses pembelajaran dan menerima pengalaman belajarnya berupa pengetahuan, keterampilan, emosional, sikap, dan tingkah laku. Untuk mengetahui hasil belajar yang dilakukan peserta didik, guru perlu melakukan proses evaluasi. Proses evaluasi terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang sejauh mana kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya.

2.4 Pengertian Matematika

Matematika merupakan mata pelajaran yang erat kaitannya dengan kehidupan nyata seperti dalam kegiatan ekonomi, jual beli perdagangan, menghitung uang, dan


(42)

20 lain-lain. Mempelajari matematika sangat bermanfaat dan berguna dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dikuatkan oleh Suwangsih (2006: 9) menyebutkan kegunaan matematika yaitu sebagai berikut :

1. Matematika sebagai pelayan ilmu yang lain.

2. Matematika digunakan manusia untuk memecahkan masalahnya dalam kehidupan sehari-hari.

Istilah Matematika berasal dari bahasa Yunani “Mathematika” yang berarti mempelajari, atau “mathesis” yang berarti “relating to learning” (pengetahuan atau ilmu). Perkataan Mathematike berhubungan erat dengan sebuah kata lainnya yang serupa, yaitu “mathaein” yang mengandung arti ajaran atau belajar (berpikir) Ensiklopedia Indonesia dalam Tim MKPBM UPI (2001:17).

Hakikat matematika adalah memiliki objek tujuan abstrak, bertumpu pada kesepakatan, dan pola pikir yang deduktif (Soedjadi dalam Heruman, 2007: 1). Bruner (Aisyah, dkk., 2007: 1.6) melalui teorinya mengungkapkan bahwa dalam proses belajar, sebaiknya siswa diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda atau alat peraga yang dapat diotak-atik, sehingga siswa menemukan dan memahami konsep matematika dengan baik.

Dari uraian kajian pustaka di atas peneliti mengambil kesimpulan bahwa matematika adalah salah satu disiplin ilmu yang didapat dengan berfikir yang menghubungkan satu konsep dengan konsep yang lainnya, yang dikelompokan dalam tiga bidang, yaitu: aljabar, analisis, dan geometri. Mata pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang dekat dengan dunia nyata dalam kehidupan sehari-hari sehingga matematika merupakan ilmu pasti.


(43)

21 2.4.1 Tujuan Matematika

Dalam batasan pengertian pembelajaran yang dilakukan disekolah, pembelajaran matematika dimaksudkan sebagai proses yang sengaja dirancang dengan tujuan untuk menciptakan suasana lingkungan (kelas/sekolah) yang memungkinkan kegiatan siswa belajar matematika sekolah.

Adapun tujuan matematika sekolah, khusus di SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:

1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau logaritma, secara luwes, akurat, efisien dan tepat, dalam pemecahan masalah.

2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.

3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.

4. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.

5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

Tujuan umum dan khusus yang ada dikurikulum SD/MI, merupakan pelajaran matematika disekolah, jelas memberikan gambaran belajar tidak hanya dibidang kognitif saja, tetapi meluas pada bidang psikomotor dan efektif. Pembelajaran matematika diarahkan untuk pembentukan kepribadian dan pembentukan kemampuan berfikir yang bersandar pada hakikat matematika, ini berarti hakikat matematika merupakan unsur utama dalam pembelajaran matematika. Oleh karena nya hasil-hasil pembelajaran menampakkan kemampuan berfikir yang matematis dalam diri siswa, yang bermuara pada kemampuan menggunakan matematika sebagai bahasa dan alat dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. Hasil lain yang tidak dapat diabaikan adalah terbentuknya kepribadian yang baik dan kokoh (Aisyah, dkk., 2007: 1.4).

Berdasarkan kajian pustaka di atas peneliti mengambil kesimpulan bahwa tujuan matematika adalah memahami konsep matematika, menggunakan penalaran pada pola dan sifat, dan matematika jelas memberikan gambaran belajar tidak hanya dibidang kognitif saja, tetapi


(44)

22 meluas pada bidang psikomotor dan efektif. Tujuan mempelajari matematika juga dapat digunakan manusia untuk memecahkan masalahnya dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan perhitungan.

2.5 Hipotesis Tindakan

Berdasarkan tinjauan pustaka di atas dapat dirumuskan hipotesis PTK yaitu “Apabila dalam pembelajaran mata pelajaran matematika menggunakan media realia sesuai dengan langkah-langkah yang tepat, maka dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN 2 Metro Selatan tahun pelajaran 2011/2012.”


(45)

23

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal dengan Classroom Action Research. PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat (Wardhani, dkk., 2007: 1.3).

Setiap siklus yang ada dalam penelitian ini terdiri dari empat kegiatan pokok yang dirangkai menjadi satu kesatuan yaitu perencanaan (plan), pelaksanaan (act), pengamatan (observe), dan refleksi (reflect). Penelitian ini dipilih dan berkolaborasi dengan guru matematika kelas IV SDN 2 Metro Selatan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar melalui penggunaan media realia.

3.2 Setting Penelitian

3.2.1 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SDN 2 Metro Selatan. Peneliti mengambil lokasi penelitian di SDN 2 Metro Selatan karena di SD ini merupakan tempat peneliti melakukan kegiatan Program Pengenalan Proses Pembelajaran Kompetensi Akademik (P4KA).


(46)

24 3.2.2 Subjek Penelitian

PTK ini dilaksanakan secara kolaborasi partisipan antar peneliti dengan guru matematika kelas IV SDN 2 Metro Selatan. Adapun subjek penelitiannya adalah siswa dan guru kelas IV SDN 2 Metro Selatan dengan jumlah siswa 32 orang, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan.

3.2.3 Waktu Penelitian

Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada semester genap Tahun Pelajaran 2011/2012 dalam jangka waktu 5 bulan dimulai dari bulan desember hingga april.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data ini dilaksanakan selama pelaksanan tindakan.

3.3.1 Lembar panduan observasi, yaitu digunakan untuk mengamati apakah dengan menggunakan media realia, aktivitas belajar siswa dan kinerja guru selama proses pembelajaran berlangsung akan meningkat, dengan memberikan nilai pada lembar observasi.

3.3.2 Tes, digunakan untuk mengumpulkan data yang berupa nilai-nilai siswa dengan diberikan soal-soal latihan, guna mengetahui tingkat ketercapaian hasil belajar siswa terhadap materi yang telah diberikan guru setelah diterapkannya media realia di kelas IV SDN 2 Metro Selatan.

3.4 Alat Pengumpulan Data

3.4.1 Instrumen pengumpulan data berupa data kualitatif dalam penelitian ini diperoleh menggunakan data non tes yaitu lembar panduan observasi, digunakan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan media realia, aktivitas siswa dan kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran akan meningkat.


(47)

25 Observasi dilakukan oleh observer terhadap aktivitas siswa maupun guru selama proses pembelajaran berlangsung.

3.4.2 Instrumen pengumpulan data berupa data kuantitatif dalam penelitian ini diperoleh menggunakan tes. Pengumpulan data tes menggunakan butir soal/instrumen soal untuk mengukur hasil belajar dan ketuntasan belajar siswa setelah diterapkannya penggunaan media realia. Dari hasil analisis tes tersebut dapat diketahui peningkatan hasil belajar siswa. Teknik tes ini dilakukan pada saat siswa mengerjakan soal tes yang diberikan oleh guru, sementara penilaian hasil kerja setelah proses pembelajaran.

3.5 Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data secara kualitatif dan kuantitatif.

3.5.1 Data kualitatif

a Data aktivitas siswa dan kinerja guru selama proses pembelajaran

Data kualitatif ini, diperoleh dari data non tes yaitu lembar observasi. Data observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dan kinerja guru selama proses pembelajaran. Data tersebut dicatat berdasarkan perilaku yang sesuai dan relevan dengan kegiatan pembelajaraan.

Data kualitatif pada lembar observasi kegiatan siswa dan kinerja guru, dianalisis dengan menggunakan rumus:

NA =

100

%

Keterangan:

NA = Nilai aktivitas yang dicari atau diharapkan JS = Jumlah skor yang diperoleh


(48)

26 100 = Bilangan tetap.

(Sumber: adopsi Aqib, dkk., 2009: 41)

Tabel 2. Kualifikasi persentase skor hasil observasi keaktifan belajar siswa dan kinerja guru.

Rentang Skor Kualifikasi 80,01 % - 100 % Sangat Tinggi

60,01 % - 80 % Tinggi 40,01 % - 60,00 % Sedang 21,01 % - 40,00 % Rendah

0 – 20 % Sangat Rendah

(Triyana, Arifah Nur dalam http://www.scribd.com) 3.5.2 Data kuantitatif

Data kuantitatif merupakan data dari hasil tes. Data kuantitatif diperoleh dari nilai hasil belajar yang dikerjakan siswa dalam siklus yang dilaksanakan yaitu pada siklus I, II ,III dan siklus berikutnya. Data kuantitatif penelitian ini didapatkan dengan menghitung nilai rata-rata kelas, ketuntasan belajar siswa dan uji hipotesis dari post-tes siklus I dengan post-tes siklus II dan post-tes siklus II dengan post-tes siklus III.

1) Nilai rata-rata seluruh siswa didapat dengan menggunakan rumus: X =

n i x

Keterangan:

X : nilai rata-rata yang dicari

xi : jumlah nilai siswa

n

: banyaknya siswa


(49)

27 Tabel 3. Kriteria tingkat keberhasilan belajar siswa dalam %

Tingkat Keberhasilan

(%) Arti

> 80% Sangat tinggi 60-79% Tinggi 40-59% Sedang 20-39% Rendah

<20% Sangat rendah (Sumber: Aqib, dkk., 2009: 41)

2) Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal, digunakan rumus sebagai berikut:

P =

siswa

belajar tuntas yang siswa

x 100% (Sumber: adopsi Aqib, dkk., 2009: 41).

3) Uji hipotesis untuk menentukan peningkatan secara signifikan hasil post-tes siklus I dengan post-tes siklus II dan post-tes siklus II dengan post-tes siklus III, menggunakan rumus:

t =

Keterangan:

Md = mean dari perbedaan post-tes siklus II dengan post-tes siklus I dan post-tes siklus III dengan post-tes siklus II.

Xd = deviasi masing-masing subyek (d - Md) xd2 = jumlah kuadrat deviasi

d.b = ditentukan dengan N-1

Pengambilan keputusan menggunakan angka pembanding t tabel dengan kriteria sebagai berikut:


(50)

28 a. Jika t hitung > t table Ho ditolak; Ha diterima; dan

b. Jika t hitung < t table Ho diterima; Ha ditolak. (sumber: Muncarno, 2008: 26-32)

3.6 Indikator Keberhasilan

Penggunaan media realia dalam pembelajaran matematika pada penelitian ini dikatakan berhasil apabila terjadi peningkatan rata-rata nilai setiap siklusnya dan KKM untuk mata pelajaran matematika kelas IV di SDN 2 Metro Selatan adalah ≥ 60. Tingkat keberhasilan belajar siswa secara klasikal dianggap tuntas belajar apabila 75 % dari jumlah siswa memperoleh nilai sekurang-kurangnya 60 dan aktivitas belajar suatu kelas dianggap tuntas apabila sudah mencapai 75% dari jumlah siswanya (Depdiknas, 2008: 5).

3.7 Prosedur Penelitian

Prosedur yang digunakan berbentuk siklus (cycle). Dalam setiap siklus terdiri dari empat kegiatan pokok yaitu perencanaan (plan), pelaksanaan (act), pengamatan (observe), dan refleksi (reflect).

1. Perencanaan (planning) adalah merencanakan program tindakan yang akan dilakukan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

2. Tindakan (acting) adalah pembelajaran yang dilakukan peneliti sebagai upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

3. Pengamatan (observing) adalah pengamatan terhadap siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

4. Refleksi (reflection) adalah kegiatan mengkaji dan mempertimbangkan hasil yang diperoleh dari pengamatan sehingga dapat dilakukan revisi terhadap proses belajar selanjutnya.


(51)

29 Siklus tindakan dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas Sumber: Arikunto (2006: 16).

3.8 Urutan Penelitian Tindakan Kelas

PTK ini terdiri atas beberapa siklus, minimal dilaksanakan dengan tiga siklus yaitu: siklus I, siklus II dan siklus III dan seterusnya sampai penelitian ini berhasil. Masing-masing siklus memiliki empat tahapan kegiatan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Adapun siklus tersebut antara lain:

3.8.1 Siklus I

a. Tahap Perencanaan

1. Menetapkan materi pembelajaran yang akan diajarkan, yaitu ”Mengenal sifat-sifat bangun ruang”.

2. Peneliti bersama guru mengadakan diskusi untuk membuat kesepakatan tentang kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media realia yang sesuai dengan materi ajar dan tujuan pembelajaran.

Perencanaan 1 Refleksi 1 SIKLUS I

Pelaksanaan 1 Obsevasi 1

Refleksi II Pelaksanaan II

Obsevasi II

SIKLUS II

Perencanaan II


(52)

30 3. Membuat Pemetaan, Silabus dan Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP)

yang sesuai dengan kurikulum KTSP.

4. Menyiapkan media pembelajaran yang akan digunakan selama proses pembelajaran di kelas.

5. Menyiapkan lembar observasi untuk melihat aktivitas siswa dan instrumen penilaian kinerja guru selama pembelajaran berlangsung serta LKS berupa soal tes untuk memperoleh data hasil belajar siswa.

6. Menyusun alat evaluasi pembelajaran.

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pada siklus I diawali dengan Kegiatan mengelola proses pembelajaran matematika dengan menggunakan media realia dengan persiapan guru yang berkolaboratif dengan peneliti. Penerapan tindakan mengacu pada RPP yang dibuat. Dalam pelaksanan pembelajaran dengan menggunakan media realia meliputi beberapa tahap, yaitu:

1. Guru mengkondisikan siswa sebelum pembelajaran dimulai 2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.

3. Guru menyampaikan apersepsi untuk memancing dan membangkitkan pengetahuan yang telah dimiliki siswa.

4. Pada pertemuan pertama disetiap siklusnya siswa diberikan soal Pre test dengan waktu ± 15 menit untuk mengetahui pengetahuan awal yang dimiliki siswa.

5. Siswa membentuk kelompok dan menentukan jumlah kelompok.

6. Guru menjelaskan kepada siswa mengenai pokok bahasan “Mengenal sifat-sifat bangun ruang” dengan menggunakan media realia balok dan kubus yang telah dipersiapkan.

7. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum dipahami.


(1)

6. Menyiapkan media pembelajaran yang akan digunakan selama proses pembelajaran di kelas.

7. Menyiapkan lembar observasi untuk melihat aktivitas siswa dan instrumen penilaian kinerja guru selama pembelajaran berlangsung serta soal tes untuk memperoleh data hasil belajar siswa.

8. Menyusun alat evaluasi pembelajaran.

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan

1. Guru mengkondisikan siswa sebelum pembelajaran dimulai 2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.

3. Guru menyampaikan apersepsi untuk memancing dan membangkitkan pengetahuan yang telah dimiliki siswa.

4. Pada pertemuan pertama disetiap siklusnya siswa diberikan soal Pre test dengan waktu ± 15 menit untuk mengetahui pengetahuan awal yang dimiliki siswa.

5. Siswa membentuk kelompok dan menentukan jumlah kelompok.

6. Guru menjelaskan kepada siswa megenai pokok bahasan “Simetri” dengan menggunakan media realia bangun datar karton dan benda-benda simetris seperti buku, baju, kain, layangan dan daun yang telah dipersiapkan. 7. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai hal-hal

yang belum dipahami.

8. Membagikan soal lembar diskusi untuk diskusi kelompok dengan waktu diskusi ± 15 menit.

9. Meminta perwakilan kelompok untuk maju membacakan hasil diskusi dan meminta kelompok lain untuk memberikan tanggapan.

10. Pada pertemuan kedua siswa diberikan soal Post Test dengan waktu ± 15 menit untuk melihat tingkat penguasaan materi pelajaran yang sudah diajarkan.


(2)

11. Setelah selesai, lembar jawaban dikumpul dan akan dievaluasi bersama oleh siswa dan guru.

12. Siswa bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari. 13. Guru memberikan motivasi dan penguatan kepada siswa

c. Tahap Observasi

Seperti siklus sebelumnya, Pada tahap ini dilaksanakan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat. Kemudian melakukan diskusi dengan guru kolaborasi untuk membahas tentang kelemahan atau kekurangan apa saja yang terdapat pada proses pembelajaran.

d. Tahap Refleksi

Hasil yang dicapai dalam tahap observasi dikumpulkan serta dianalisis dalam tahap ini. Refleksi dilakukan dengan melihat data observasi apakah proses pembelajaran yang diterapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Data hasil pelaksanaan siklus I, II, dan III kemudian dikumpulkan untuk digunakan dalam penyusunan laporan hasil penelitian tindakan kelas.

Dari tahap kegiatan pada Siklus I, II, dan III hasil yang diharapkan yaitu:

1. Guru memiliki kemampuan dalam memanfaatkan media realia dengan optimal sehingga dapat merangsang, membimbing dan mengarahkan siswa ke dalam proses pembelajaran yang lebih aktif.

2. Terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran matematika kelas IV SDN 2 Metro Selatan.


(3)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian tindakan kelas yang dilakukan terhadap siswa kelas IV pada pembelajaran matematika di SDN 2 Metro Selatan dapat disimpulkan:

a. Penggunaan media realia pada mata pelajaran matematika dapat meningkatkan

aktivitas belajar siswa. Hal ini sesuai dengan pengamatan observer yang telah dilakukan terhadap siswa mulai dari siklus I sampai siklus III. Selama kegiatan pembelajaran dalam aspek partisipasi siswa seperti mengajukan pertanyaan, merespon aktif pertanyaan lisan guru, mengemukakan pendapat dan mengikuti semua tahapan pembelajaran sudah sangat baik. Dalam aspek sikap seperti antusias atau semangat dalam mengikuti pembelajaran, tertib terhadap instruksi yang diberikan, menampakkan keceriaan dan kegembiraan dalam belajar, dan tanggap terhadap instruksi yang diberikan juga sudah sangat baik. Dalam aspek perhatian seperti tidak mengganggu teman, tidak membuat kegaduhan, mendengarkan penjelasan guru dengan seksama dan melaksanakan perintah guru juga sudah sangat baik. Sedangkan dalam aspek prestasi seperti mengerjakan tugas yang diberikan (LKS dan diskusi), mengumpulkan semua tugas yang diberikan oleh guru dan mengerjakan tugas sesuai dengan perintah yang diberikan oleh guru juga sudah sangat baik. Berdasarkan pengamatan dari beberapa aspek diatas, aktivitas belajar siswa dari setiap siklus mengalami


(4)

peningkatan persentase rata-rata tiap siklusnya, yaitu siklus I sebesar 36,62% artinya kualifikasi tingkat keberhasilan rendah atau kurang aktif, pada siklus II sebesar 56,83% artinya kualifikasi tingkat keberhasilan sedang atau cukup aktif dan pada siklus III mencapai 71,58% artinya kualifikasi tingkat keberhasilan tinggi atau aktif.

b. Penggunaan media realia pada mata pelajaran matematika dapat meningkatkan

hasil belajar siswa. Hal ini sesuai dengan nilai hasil belajar yang telah diperoleh siswa dari siklus I sampai siklus III. Secara berurutan rata-rata persentase hasil belajar siswa tiap siklusnya mencapai 53,12% pada siklus I dengan ketuntasan belajar siswa sebanyak 17 siswa. Pada siklus I pertemuan I diketahui bahwa

hasil tes awal (pre test) menunjukkan belum ada satu siswapun yang

memperoleh nilai di atas KKM yaitu ≥ 60. Siklus I pertemuan II terjadi peningkatan hasil belajar siswa jika dibandingkan dengan nilai pada tes awal (pre test). Nilai akhir (post test) menunjukkan sebanyak 17 siswa dari 32 siswa atau sekitar 53,12% mendapatkan nilai di atas KKM yaitu ≥ 60 dan sebanyak 15 siswa atau sekitar 46,87% mendapat nilai di bawah KKM yaitu < 60. Hal

tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan nilai siswa pada tes akhir (post

test) dibandingkan dengan nilai tes awal (pre test) yaitu sebesar 53,12%. Siklus II rata-rata persentase hasil belajar siswa mencapai 56,25% dengan ketuntasan belajar siswa sebanyak 23 siswa. Pada siklus II pertemuan I diketahui bahwa hasil tes awal (pre test) menunjukkan 5 siswa atau sekitar 15,62% yang memperoleh nilai di atas KKM yaitu ≥ 60 dan sebanyak 27 siswa atau sekitar 84,37% memperoleh nilai di bawah KKM yaitu < 60 . Pada siklus II pertemuan II terjadi peningkatan hasil belajar siswa jika dibandingkan dengan nilai pada tes awal (pre test). Nilai akhir (post test) menunjukkan sebanyak 23 siswa dari 32 siswa atau sekitar 71,87% mendapatkan nilai di atas KKM yaitu ≥ 60 dan


(5)

sebanyak 9 siswa atau sekitar 28,12% mendapat nilai di bawah KKM yaitu < 60. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan nilai hasil belajar siswa pada tes akhir (post test) dibandingkan dengan nilai tes awal (pre test) yaitu sebesar 56,25%. Sedangkan pada siklus III rata-rata persentase hasil belajar siswa mencapai 65,65%. Siklus III pertemuan I diketahui bahwa hasil tes awal (pre test) menunjukkan 6 siswa atau sekitar 18,75% yang memperoleh nilai di atas KKM yaitu ≥ 60 dan sebanyak 26 siswa atau sekitar 81,25% memperoleh

nilai di bawah KKM yaitu < 60 dengan ketuntasan belajar siswa sebanyak 27

siswa. Pada siklus III pertemuan II terjadi peningkatan hasil belajar siswa jika dibandingkan dengan nilai pada tes awal (pre test). Nilai akhir (post test) menunjukkan sebanyak 27 siswa dari 32 siswa atau sekitar 84,40% mendapatkan nilai di atas KKM yaitu ≥ 60 dan sebanyak 5 siswa atau sekitar 15,60% mendapat nilai di bawah KKM yaitu < 60. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan nilai siswa pada tes akhir (post test) dibandingkan dengan nilai tes awal (pre test) yaitu sebesar 65,65%.

c. Berdasarkan perhitungan analisis uji korelasi dengan uji t-tes untuk testing signifkasnsi post-test siklus I terhadap post-test siklus II dan post-test siklus II terhadap post-test siklus III , didapatkan adanya peningkatan perhitunganthitung

> ttabel , dengan perolehan thitung pada siklus I terhadap siklus II mencapai 2,56 dan ttabel dengan ketentuan α = 0,05 (taraf kepercayaan 5%), degree of readem

(dk): n-1; 32-1 = 31, ditemukan sebesar: 2,042. Berdasarkan ketentuan tersebut, maka thitung 2,56 > ttabel 2,042. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima.

Artinya pada siklus II, hipotesis penelitian ini diterima serta adanya peningkatan dari nilai post-tes siklus I terhadap post-tes siklus II secara signifikan setelah pembelajaran mengunakan media realia. Sedangkan pada siklus II terhadap siklus III thitung sebesar 3,22 dengan ttabel sebesar 2,042 dengan


(6)

ketentuan α = 0,05. Berdasarkan ketentuan tersebut, maka thitung 3,22 > ttabel

2,042. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya pada siklus III,

hipotesis penelitian ini diterima serta adanya peningkatan dari nilai post-tes siklus II terhadap post-tes siklus III secara signifikan setelah pembelajaran mengunakan media realia. Maka kesimpulanya hipotesis dalam penelitian ini diterima yaitu adanya hubungan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas di kelas IV SDN 2 Metro Selatan.

5.2 Saran

a. Kepada guru, supaya mengoptimalkan sumber belajar yang tersedia dan lebih

memperhatikan penggunaan media pembelajaran yang akan digunakan dalam mengajar agar sesuai dengan materi yang akan disampaikan sehingga dapat membantu siswa memahami materi pembelajaran.

b. Kepada sekolah, perlu dilakukan pengembangan proses pembelajaran tentang

penggunaan media pembelajaran baik media realia ataupun selain media realia untuk menambah wawasan dan kemampuan guru dalam mengaplikasikan tentang media pembelajaran dan agar dapat memfasilitasi sarana pendukung untuk melaksanakan perbaikan pembelajaran demi meningkatnya mutu pendidikan di sekolah khususnya dalam penggunaan media pembelajaran.

c. Kepada peneliti selanjutnya, dapat melaksanakan perbaikan pembelajaran

dengan media realia pada materi bangun ruang dengan memperhatikan saran perbaikan yang ada sehingga dapat menghasilkan hasil yang maksimal, atau menerapkan penggunaan media dengan media pembelajaran sejenis pada materi lainnya.


Dokumen yang terkait

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INDUKTIF DENGAN MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SDN 08 METRO SELATAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 11 69

PENGGUNAAN MEDIA TIGA DIMENSI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS VA SD NEGERI 2 METRO PUSAT TAHUN PELAJARAN 2011/2012

1 18 58

PENGGUNAAN MEDIA VISUAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IVA SDN 2 BANJAR NEGERI TAHUN PELAJARAN 2011/2012

1 14 46

PENGGUNAAN MEDIA REALIA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 2 METRO SELATAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012

4 33 62

PENGGUNAAN MEDIA REALIA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 2 METRO SELATAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012

6 29 61

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA REALIA PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS IV SDN 08 METRO SELATAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012

37 320 55

PENGGUNAAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SDN 2 PURWODADI TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 12 44

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN 4 BRANTI RAYA

0 18 16

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK BAGI SISWA KELAS IV SDN 2 TANJUNG SARI TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 8 50

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MEDIA REALIA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VA SDN 3 KEBAGUSAN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013

1 18 49