Pemasangan Perletakan

5.7.19 Pemasangan Perletakan

5.7.19.1 Pengukuran dan penempatan

Pekerjaan Pengukuran dan Penempatan pada Pekerjaan Pemasangan Perletakan mempunyai potensi bahaya terhadap tenaga kerja yaitu :

1) Bahaya tertabrak pada saat pengukuran jika pengukuran dilakukan di jalan raya,

2) Bahaya pada saat penempatan bahan-bahan/material. Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan Pengukuran dan

Penempatan pada Pekerjaan Pemasangan Perletakan yaitu :

1) Memasang rambu-rambu pada lokasi pekerjaan untuk melindungi personil yang bekerja dari kendaraan yang melintasi proyek dan menempatkan petugas bendera di semua tempat kegiatan pelaksanaan,

2) Perletakan harus disimpan pada tempat yang aman dan tidak mengganggu.

5.7.19.2 Pengelasan dan pemasangan

Pekerjaan Pengelasan dan Pemasangan pada Pekerjaan Pemasangan Perletakan mempunyai potensi bahaya terhadap tenaga kerja yaitu :

1) Potensi kecelakaan terhadap mata dari mesin las,

2) Luka bakar,

3) Kebakaran,

4) Kecelakaan akibat alat pemotong/mesin las,

5) Kecelakaan akibat sesama pekerja,

6) Percikan bunga api pada pekerja lain,

7) Arus pendek,

8) Bahaya akibat baut pengunci dan dowel pelengkap pada perletakannya tidak sempurna,

9) Bahaya terlepasnya penggunaan penjepit sementara,

10) Robohnya perletakan akaibat menahan beban pada saat pemasangan,

11) Bahaya robohya penyangga. Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan Pengelasan dan

Pemasangan pada Pekerjaan Pemasangan Perletakan yaitu :

1) Pekerja-pekerja las harus memakai pakaian pelindung tahan api dan perlengkapan seperti kaos tangan tahan api dan baju las/apron, topi baja dan kaca mata pelindung dengan lensa penyaring yang cocok,

2) Pekerja las harus memakai pakaian yang bebas dari lemak/ semir, minyak dan bahan- bahan lain yang mudah terbakar,

3) Pengerjaan pengelasan dan pemotongan tidak boleh dilakukan di dekat tempat penyimpanan bahan yang mudah terbakar, atau di dekat bahan yang mudah meledak atau serbuk yang mudah terbakar, gas atau penguapan yang mungkin terjadi, kecuali apabila telah diarnbil tindakan keamanan yang memadai. Alat pemadam api yang cocok harus disiapkan untuk penggunaan sewaktu-waktu di tempat di mana pengelasan sedang dilakukan,

4) Untuk menghindari resiko bahaya kecelakaan sebelum melakukan pengelasan di periksa dengan seksama alat-alat yang digunakan untuk pengelasan, tabung gas, selang-selang dll. Pengelasan dilakukan oleh orang yang ahli dibidangnya. Jika pengelasan atau pemotongan sedang dilakukan pada bahan yang mengandung racun atau bahan yang berbahaya maka tindakan pencegahan yang cukup keras dilakukan untuk melindungi pekerja dari asap/uap :

 Yang keluar dari lubang angin pembuang, (exhaust ventilation) atau,  Dengan alat pelindung pernafasan.

Tindakan pencegahan harus dilakukan, agar uap yang dapat menyala tidak memasuki daerah kerja,

5) Pekerja yang membersihkan sisa-sisa logam dan kerak yang melekat di badan dan sebagainya harus :

 Memakai sarung tangan dan kaca mata pelindung atau penutup muka,  Membersihkan potongan - potongan / pecahan-pecahan dari badan.  Menjamin bahwa orang lain tidak tersentuh oleh pecahan-pecahan,

6) Tindakan pencegahan harus dilaksanakan untuk melindungi agar orang yang melewati dekat pengelasan, tidak terkena bahaya bunga api dan radiasi,

7) Mesin las harus dilengkapi dengan saklar pada rangka mesin. atau dipasang di dekatnya, yang apabila dibuka langsung memutus semua arus listrik dari sumber tenaga dengan ketentuan sebagai berikut :

 Arus las listrik harus dirancang sedemikian rupa untuk mencegah transmisi tegangan tinggi dari sumber tenaga ke elektroda las.  Penghantar elektroda atau kabel-kabel tidak bocor terlalu panjang atau terlalu pendek dari yang diperlukan untuk bekerja.  Penghantar balik arus listrik harus langsung dihubungkan dengan benda kerjanya, dan secara mekanik dihubungkan dengan aman kepadanya atau kepada bangku

kerja dan sebagainya dan kepada benda-benda logam yang berdekatan.  Kabel-kabel harus disangga agar tidak menimbulkan bahaya atau halangan.

 Pada mesin las busur (arc-welding machine) yang dioperasikan dengan tangan, kabel dan penghubung kabel yang digunakan dalam jaringan listrik pada bagian

Supplynya harus diisolasi secara efektif.  Permukaan luar penegang elektroda las busur yang dioperasi kan denga tangga temasuk penjepitnya (jaw) haras uiberi isolasi yang efektif.  Hanya kabel untuk pekerjaan berat (heavy duty) dengan isolasi yang tidak pecah dapat digunakan.  Penghubung arus listrik harus tahan air.

 Pekerjaan las busur dan las potong yang dilaksanakan di tempat dimana selain tukang las juga ada orang yang bekerja atau berjalan melewatinya harus ditutup dengan tabir pelindung tetap atau tabir pelindung yang dapat dipindah.

 Dinding atau tabir pelindung permanen atau sementara harus dapat menyerap sinar yang berbahaya dari alat pengelas dan mencegah.  Pantulan cahaya, jika perlu dicat atau dengan cara lain yang serupa.

8) Perletakan, baut pengunci dan dowel pelengkap harus diletakkan sedemikian rupa hingga sumbunya ada pada rentang +3 mm dari posisi yang seharusnya,

9) Menjaga orientasi bagian-bagian dengan tepat digunakan alat-alat penjepit sementara,

10) Pemasangan penyangga sementara harus ditanam dengan kokoh pada struktur dengan baut jangkar,

11) Bila digunakan steger, perancah atau alat penyangga lainnya harus mempunyai tingkat keamanan yang cukup dan memenuhi ketentuan.