Penggunaan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa (studi kasus: sekolah an-nisaa Pondok Aren-Bintaro)

PENGGUNAAN PERPUSTAKAAN DALAM
MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA
(Studi Kasus: SEKOLAH AN-NISAA
PONDOK AREN – BINTARO)

SKRIPSI
Diajukan pada Fakultas Adab dan Humaniora
Untuk memenuhi Persyaratan memperoleh Gelar Sarjana
Ilmu Perpustakaan (S.IP)

Disusun oleh:
PARIDAH AINI
106025001056
Jurusan Ilmu Perpustakaan & Informasi
Fakultas Adab & Humaniora
Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah
Jakarta
2011

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN

Skripsi yang berjudul “PENGGUNAAN DALAM MENINGKATKAN
MINAT BACA SISWA, STUDI KASUS: SEKOLAH AN-NISAA PONDOK
AREN – BINTARO” telah diujikan dalam sidang munaqosyah Fakultas Adab
dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 15 Desember 2010
Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Strata Satu (SI) pada Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Jakarta, 15 Desember 2010

Sidang Munaqasyah
Ketua

Drs. Rizal Saiful Haq, MA
NIP. 19530319 199504 1 001

Penguji

Pungki Purnomo, MLIS
NIP. 19641215 199903 1 005

Sekretaris

Pungki Purnomo, MLIS
NIP. 19641215 199903 1 005

Pembimbing

Kosam Rimbarawa, MLS
NIP. 320 000 689

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa :
1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi
salah satu persyaratan memperoleh gelar strata I di UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta.
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Jika di kemudian hari bahwa

saya ini bukan hasil karya asli saya atau

merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima
sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ciputat, 17 Maret 2011
Paridah Aini

ABSTRAK

Judul Skripsi : Penggunaan Perpustakaan dalam Meningkatkan Minat Baca
(Studi Kasus: Sekolah An-Nisaa Pondok Aren – Bintaro)

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui Penggunaan
perpustakaan dalam meningkatkan minat baca kemudian faktor-faktor apa yang
dapat meningkatkan minat baca serta apa kendala-kendala dalam meningkatkan
minat baca siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah
pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk melakukan
pengukuran sehingga dapat menggunakan data statistik dalam pengujiannya.
Metode yang digunakan penulis untuk mendapatkan data-data atau informasi
dalam penelitian ini ialah penelitian lapangan. Penelitian lapangan dimaksudkan
untuk mendapatkan data-data secara langsung dari objek penelitian, yaitu dengan
menggunakan instrument (alat ukur) dalam penelitian, alat ukur yang digunakan
yaitu: Observasi, kuesioner. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh data:
dari 40 responden, penggunaan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca,
dilihat manfaat dari membaca; kelas V (100%) menyatakan untuk memperoleh
informasi, sedangkan untuk kelas IV (75%) menjawab untuk memperoleh
informasi. Faktor-faktor apa yang dapat meningkatkan minat baca yaitu; dilihat
dari tingkat minat baca teman-teman; untuk kelas IV mencapai (80%) sangat
memiliki minat baca, sedangkan kelas V (50%) memiliki minat baca. Apa
kendala-kendala dalam meningkatkan minat baca siswa sebagai berikut; dengan
keterbatasan waktu di sekolah terhadap membaca di perpustakaan untuk kelas IV
(75%) menyatakan sangat menghambat meningkatkan minat baca, sedangkan
kelas V (50%) menyatakan sangat menghambat meningkatkan minat baca.
Kondisi ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas sebagian besar siswa/i untuk
meningkatkan minat baca dilihat manfaat dari membaca kelas V (100%)
menyatakan untuk memperoleh informasi lebih tinggi dari pada kelas IV (75%)
mmenyatakan untuk memperoleh informasi.

i

Kata Pengantar

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada ilahi robbi yang telah
menganugrahkan rahmatnya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan
penulisan skripsi ini. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda
Rosululloh SAW beserta keluarga, para sahabat dan seluruh pengikutnya hingga
akhir zaman.
Penulis menyadari bahwa terselesaikannya skripsi ini tidak terlepas dari
bantuan berbagai pihak, oleh karena itu penulis ucapkan rasa terima kasih tidak
terhingga kepada :
1. Bapak Dr. H. Abd. Wahid Hasyim, MA.g, selaku dekan Fakultas Adab
dan Humaniora beserta jajarannya yang telah banyak memberikan
pengarahan dan perhatiannya selama menjalani proses perkuliahan.
2. Bapak Drs. Rizal Saiful Haq, MA, selaku Ketua Jurusan Ilmu
Perpustakaan dan Bapak Pungki Purnomo, MLIS, selaku Sekretaris
Jurusan Ilmu Perpustakaan.
3. Bapak Kosam Rimbarawa, MLS, sebagai pembimbing yang senantiasa
memberikan

perhatian,

dukungan

dan

bimbingan

serta

selalu

meluangkan waktunya untuk membimbing penulis.
4. Ibu. Vera Yunindra S.Sos, selaku Kepala Perpustakaan An-Nisaa
beserta jajarannya, selaku sekretaris Perpustakaan An-Nisaa yang telah
banyak membantu penulis dalam memperoleh data yang penulis
butuhkan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

iv

5. Yang tercinta dan teristimewa untuk ayah, mama dan nenek, penulis
yang tidak lelah berjuang, memberikan do’a, dukungan dan kasih
sayang kepada penulis. Harapan mereka untuk melihat penulis
menyelesaikan studinya dan menjadi orang yang berhasil menjadi
motivasi terbesar bagi penulis.
6. Untuk Ibu dan bapak di pondok Aren beserta keluarga Unden May, Pak.
Ali Akbar Nasution, Pak Fahmi Nasution, terima kasih untuk do’a
dukungan dan bantuan yang telah kalian persembahkan untukku.
7. Untuk abang Helpian Nasution, Satia Budi Nasution, Nurlaila Nasution,
Muhammad Titnan Nasution, k’Faridah Hanum Hasibuan, k’ Faridah
Aryani. Yang memberikan inspirasi dan motivasi yang sangat luar biasa
kepada penulis.
8. Sahabat-sahabatku seperjuangan JIP - UIN angkatan 2006 khususnya
Eva,Tya, Era, Sigit, Rizki, Ramdhani, Abidin, Arul, Sudin, saat aku
sedang ada masalah kalianlah yang selalu menghiburku terimakasih
banyak buat kalian semua. Semoga persahabatan ini selalu kukuh dalam
dalam naungan Allah SWT. Meta, Ayu, Winda, Nurva, Sonia, Ana,Ika,
Opie, Aniqo, Adit, Ade, Tb, Citra, Heri, Nawawi, Semangat berjuang
menyelesaikan skripsi. Untuk adik-adik generasi penerus bangsa JIP –
UIN angkatan 2007 (Diah, Syifa, Mala, Vina, dll).
9. Teman-temanku khususnya di kosan Izza Lantai 2 (Shinta, Santi, Syah,
Mano, Pipit, Diah, Mutia, Tanti, Rini, Hesti) terima kasih selalu
memberikan motivasi dalam menyelesaikan skripsi.

iv

10. Terima kasih kepada Muhammad Ilyas, Saiful Bahri, sudah menemani
untuk mencari bahan-bahan skripsi serta doanya.
11. Pengelola perpustakaan Utama UIN, UT, UI, PDII LIPI, Perpustakaan
Gandaria, Perpustakaan Nasional.Yang banyak memberikan kemudahan
bagi penulis dalam mencari referensi. Serta semua pihak yang tidak
dapat

penulis

sebutkan

satu

persatu

yang

turut

membantu

terealisasikannya skripsi ini. Semoga Allah SWT membalas segala
kebaikan kalian.
Penulis menyatakan bahwa skripsi ini adalah murni hasil karya penulis
sendiri. Oleh karena itu, penulis menyadari masih terdapat kekurangan dalam
penyusunan skripsi ini. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun
untuk perbaikan pelaksanaan penelitian mendatang.

Jakarta, Maret 2011
Penulis

Paridah Aini

iv

DAFTAR ISI

ABSTRAK .............................................................................................................. i
KATA PENGANTAR........................................................................................... ii
DAFTAR ISI...........................................................................................................v
DAFTAR TABEL ............................................................................................... vii
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .......................................................................................1
B. Pembatasan Masalah ..............................................................................5
C. Perumusan Masalah................................................................................5
D. Tujuan Penelitian....................................................................................5
E. Manfaat Penelitian .................................................................................6
F. Metode Penelitian ..................................................................................6
G. Sistematika Penulisan............................................................................9
BAB II. TINJAUAN LITERATUR
A. Perpustakaan Sekolah...........................................................................11
1. Pengertian........................................................................................11
2. Tujuan dan fungsi............................................................................12
B. Minat Baca............................................................................................15
1. Pengertian Membaca.......................................................................15
2. Tujuan Membaca.............................................................................19
3. Manfaat Membaca...........................................................................20
4. Minat dan Kebiasaan Membaca ......................................................23
5. Faktor yang Mempengaruhi Minat Baca.........................................25

v

BAB III. GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN SEKOLAH AN-NSAA
PONDOK AREN – BINTARO
A. Sejarah Singkat Perpustakaan Sekolah An-Nisaa ................................36
B. Visi dan misi Perpustakaan Sekolah An-Nisaa ....................................38
C. Waktu kunjungan perpustakaan ...........................................................38
D. Persyaratan Menjadi anggota ...............................................................38
E. Kedudukan Perpustakaan Sekolah An-Nisaa .......................................39
F. Koleksi Perpustakaan An-Nisaa ...........................................................40
G. Anggaran ..............................................................................................42
H. Jaringan dan Kerjasama .......................................................................43
I. Layanan Perpustakaan Sekolah An-Nisaa ............................................43
J. Pengadaan Bahan Pustaka ....................................................................45
K. Kegiatan penunjang Perpustakaan SekolahAn-Nisaa ..........................47
L. Tata tertib Perpustakaan Sekolah An-Nisaa .........................................47
BAB IV. HASIL PENELITIAN
A. Data Responden....................................................................................48
B. Penggunaan Perpustakaan dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa
Sekolah An-Nisaa.................................................................................49
C. Faktor yang Mempengaruhi Minat Baca Siswa Sekolah An-Nisaa .....58
D. Kendala yang dihadapi Perpustakaan Sekolah An-Nisaa ....................64
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ..........................................................................................68
B. Saran-saran ...........................................................................................71
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................72
LAMPIRAN-LAMPIRAN
vi

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan informasi di segala bidang
telah mengubah kebudayaan manusia dan tak dapat dipungkiri itu ada
kaitannya dengan peranan perpustakaan. Perpustakaan adalah salah satu
sarana untuk menyimpan informasi, sedangkan secara harfiah perpustakaan
adalah kumpulan buku dan bahan pustaka tercetak dan terekam lainnya yang
disediakan untuk orang yang mau membaca.1 Perpustakaan bukanlah hal yang
baru

dikalangan

masyarakat,

dimana-mana

telah

diselenggarakan

perpustakaan seperti sekolah-sekolah, baik umum maupun kejuruan,
keberadaan perpustakaan di sekolah adalah untuk menunjang sarana belajar
mengajar.
Perhatian

pemerintah

terhadap

pendidikan

khususnya

dalam

hal

mengembangkan bakat dan minat dituangkan dalam penjelasan pasal 12 ayat
1b Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional
pemerintah dalam hal tersebut menaruh perhatian pada pengembangan minat,
termasuk tentu minat baca, melalui peranan guru atau pendidik, bunyi
penjelasan pasal 12 ayat 1b adalah” pendidikan atau guru yang mampu
mengembangkan bakat, minat dan kemampuan peserta didik, fasilitas dan

1

Sukarman Kartasedono, Meningkatkan Minat Baca Anak Menuju Masyarakat Gemar Membaca
Dalam E. Koswara (ed), Dinamika Informasi Dalam Era Global (Bandung : Remaja Rosda Karya,
1998), h.308

1

2

disediakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kebutuhan
satuan pendidik”2
Dalam pasal 12 ayat Ib tersebut terhadap kata “ difasilitasi dan disediakan”
hal tersebut menyiratkan makna bahwa pemerintah menyediakan sarana dan
prasarana pendidikan dalam meningkatkan bakat, minat dan kemampuan
siswa, salah satu sarana dan prasarana pendidikan itu adalah Perpustakaan.
Undang-undang No. 20 Tahun 2003 pasal 35 ayat 1 tentang sistem
pendidikan Nasional yang berbunyi sebagai berikut: “ Standar Nasional
Pendidikan mencakup ruang belajar, tempat olahraga, tempat ibadah,
perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat berkreasi dan berekreasi,
dan sumber belajar lain yang diperlukan untuk menunjangkan proses
pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.”3
Di sekolah siswa harus banyak membaca untuk mengikuti perkembangan
ilmu pengetahuan yang didapat dari guru, dengan membaca siswa terlatih
untuk berbagai secara mandiri. Tentu akan lebih banyak pengetahuannya dari
pada orang yang jarang membaca. Banyak sedikitnya pengetahuan seseorang,
salah satunya dapat diukur dengan melihat jumlah buku yang telah ia baca
tanpa memandang jenis bukunya. Oleh karena itu, tidak aneh jika ada
ungkapan yang menyatakan bahwa membaca membuka cakrawala dunia dan
terdapat salah satu kewajiban didalam agama islam untuk membaca yaitu Iqra.
Ada cara lain dimana seseorang tidak selalu harus membaca untuk
mendapatkan informasi, yaitu dengan memanfaatkan media elektronik seperti
2

Surayin, Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas (Bandung : Yrama Widya,
2004), h. 32
3
Ibid. h. 66

3

TV dan Radio. TV dan radio umumnya memberikan informasi sekilas tentang
sesuatu hal yang sifat-sifatnya mutakhir dan hal ini merupakan suatu
kelebihan dari kedua media tersebut namun hal ini tidak dapat dijadikan alasan
untuk meninggalkan sumber-sumber tercetak, karena bahan-bahan tercetak
seperti Koran selain mampu menyajikan informasi aktual, pemberitahuannya
juga mencakup wawasan yang lebih berkembang komprehensif dan lebih
mendalam karena bahan-bahan tercetak pada umumnya menyediakan latar
belakang informasi dari berita yang dibahasnya untuk pembaca. Jadi artinya
selain menonton televisi atau mendengarkan radio, membaca harus tetap
dilaksanakan agar warga dapat belajar mempunyai wawasan yang lebih luas,
komprehensif, dan mendalam tentang topik-topik aktual yang beredar di
masyarakat.
Kita ketahui dengan kemampuan membaca (Reading Literacy) anak
Indonesia sangat rendah bila dibandingkan dengan Negara-negara berkembang
lainnya, bahkan dalam kawasan ASEAN sekalipun. Internasional Association
for Evaluation and Education (IEA) pada tahun 1992 dalam studi kemampuan
membaca murid-murid sekolah Dasar kelas 4 pada 30 negara di dunia,
menyimpulkan bahwa Indonesia menempati urutan ke-29 setingkat diatas
Venezuela yang menempati peringkat terakhir pada urutan 30.4
Melalui pertimbangan yang panjang, penulis memutuskan untuk meneliti
serta mengkaji minat baca para siswa di perpustakaan An-Nisaa Pondok Aren
– Bintaro dengan memilih siswa kelas IV & V SD sebagai objek penelitian.
4

Athailla Baderi, Gerakan Nasional Membaca; Suatu Pemikiran kearah Akuntabilitis Pemerintah
(Jakarta: Perpustakaan Nasional, 2003).

4

Melalui penelitian tersebut, penulis juga akan mengetahui kualitas layanan
teknis perpustakaan berupa pengadaan, pengolahan, dan pelestarian bahan
pustaka. Selain itu, penulis juga akan mengetahui bagaimana layanan pembaca
yang meliputi sirkulasi, referensi, ruang baca, administrasi, OPAC dan
internet, juga sikap para pustakawan terhadap siswa.
Harapan penulis, dengan adanya penelitian tersebut, penulis dapat ikut
berpartisipasi dalam memperbaiki kekurangan yang ada di perpustakaan AnNisa serta ikut adil dalam mengembangkan perpustakaan An-Nisa sehingga
dapat memotivasi minat baca para siswa untuk membaca dan meminjam buku
di perpustakaan.
Selain itu, penulis juga dapat memberikan sumbangsih atau andil berupa
inovasi baru terhadap perpustakaan An-Nisaa dalam mengembangkan kwalitas
perpustakaan tersebut, sehingga minat baca siswa SD An-Nisaa di
perpustakaan diharapkan akan selalu meningkat seiring dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini. Tentunya, hal ini dapat penulis
lakukan dengan mengadopsi ilmu perpustakaan yang penulis dapatkan di
bangku kuliah, serta aplikasinya di lapangan atau di sekolah, terutama
aktivitas perpustakaan yang ada di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Berdasarkan paparan di atas, penulis ingin menuangkan penelitian tersebut
dalam

sebuah

karya

ilmiah

dengan

judul

”PENGGUNAAN

PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA
(Studi kasus: Sekolah An-Nisaa Pondok Aren-Bintaro)”.

5

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah
1. Pembatasan Masalah
Mengingat pentingnya kegiatan membaca dalam proses belajar, maka
dalam penelitian ini penulis akan membatasi masalah pada minat membaca
para siswa An-nisaa Pondok aren-Bintaro, sebagai tempat penelitian penulis
memilih kelas IV & V SD An-nisaa Pondok Aren – Bintaro.
Agar lebih fokus maka dibatasi pada 3 hal, sebagai berikut:
1. Penggunaan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca.
2. Faktor-faktor apa yang dapat meningkatkan minat baca siswa.
3. Apa kendala-kendala dalam meningkatkan minat baca siswa.
2. Perumusan Masalah
Berdasarkan ada latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka
penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut;
Perumusan masalah yang diteliti dalam skripsi ini menyangkut hal-hal
seperti:
a. Apakah penggunaan perpustakaan oleh siswa dapat meningkatkan
minat baca?
b. Faktor-faktor apa yang dapat meningkatkan minat baca siswa?
c. Apa kendala-kendala dalam meningkatkan minat baca siswa?
C. Tujuan Penelitian
Untuk memperjelas sasaran yang akan dicari melalui penelitian ini adalah
sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan
penelitian ini adalah:

6

a. Untuk memperoleh gambaran terhadap penggunaan perpustakaan oleh
para siswa/i SD An-Nisaa Pondok Aren – Bintaro dalam meningkatkan
minat baca mereka.
b. Faktor-faktor apa yang dapat meningkatkan minat baca siswa/i SD AnNisaa Pondok Aren – Bintaro dalam meningkatkan minat baca mereka.
c. Apa kendala-kendala dalam meningkatkan minat baca siswa/i SD AnNisaa Pondok Aren – Bintaro dalam meningkatkan minat baca mereka.
D. Manfaat Penelitian
Penelitian diharapkan dapat memberikan masukan yang berguna bagi
penyelenggaraan perpustakaan SD An-Nisaa Pondok Aren – Bintaro
khususnya, dan sekolah SD An-Nisaa lainnya pada umumnya dalam upaya
meningkatkan kualitas perpustakaan dan mengembangkan pola interaksi
antara perpustakaan dengan proses belajar mengajar di sekolah.
E. Metode Penelitian
Dalam penulisan skripsi ini, pendekatan

yang didasarkan pada

pengumpulan data menggunakan beberapa teknik diantaranya:
1. Metode Penelitian
Dalam hal ini, penulis menggunakan penelitian deskripsi dengan
menggunakan metode survei, artinya penulis melihat secara langsung
dan menggambarkan secara singkat tentang perpustakaan dalam ruang
lingkup yang lebih sempit.
2. Pendekatan penelitian

7

Pendekatan penelitian yang digunakan penulis adalah pendekatan
kuantitatif yang menggunakan data-data sebagai berikut:
a. Angket/ Kuesioner
Kuesioner ini berbentuk pertanyaan berstruktur, yaitu pertanyaan
yang dibatasi dalam memberikan jawaban terhadap beberapa
alternatif jawaban dan kuesioner ini diberikan kepada siswa.
b. Studi Pustaka
Penulis melakukan data/bahan-bahan atau materi-materi yang
relevan dengan pembahasan dan survei. Penelitian kepustakawanan
dilakukan dengan cara mencari dan mempelajari buku dan sumber
lain yang sesuai dengan topik skripsi. Selain itu, profil
perpustakaan SD An-Nisaa Pondok Aren – Bintaro.
c. Observasi
Observasi5 adalah dengan pengamatan secara langsung di
perpustakaan menurut objek yang diteliti yaitu penggunaan
perpustakaan SD An-Nisaa Pondok Aren – Bintaro.
3. Populasi dan Sampel
a. Populasi adalah “ Keseluruan unit dari semua individu yang
memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan
diteliti6. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa
SD An-Nisaa Pondok Aren – Bintaro, yang berjumlah 155 siswa.

5

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai
Pustaka, 1999), h. 699
6
Iqbal Hasan. Pokok-pokok materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya (Jakarta: Ghalia
Indonesia). h.58

8

b. Sampel adalah sebagian dari populasi yang ingin diteliti, yang ciriciri dan keberadaannya diharapkan mampu mewakili atau
menggambarkan ciri-ciri keberadaan populasi yang sebenarnya.7
Jumlah sampel yang penulis ambil dalam penulisan skripsi ini adalah 25 %
dengan perhitungan 25% x 155=38.75 siswa, kemudian penulis
membulatkan menjadi 40 siswa. Penulis menggunakan teknik sampel
random8 yaitu Proses pemilihan sampel dimana setiap unit populasi
memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih. Jumlah sampel tersebut
berdasarkan pada pendapat Arikunto Suharsini, yang menyatakan “ jika
populasi lebih dari 100 orang maka sampel dapat diambil 10%-15% atau
20%-25% atau lebih” tergantung kemampuan penelitian.9
4. Pengolahan Data
Dalam tahap ini bertujuan untuk menyederhanakan dan membuat
tabulasi data dalam arti data yang dikumpulkan disederhanakan
format-formatnya atau strukturnya, sehingga nantinya memudahkan
dan mempercepat analisa data pengolahan data ini menggunakan
rumus yaitu;
P= F x 100%
N
Keterangan :
P: Persentasi
7

Ibid. h. 2
Ronny kountur, Metode Penelitian: untuk Penulisan skripsi dan Tesis (Jakarta: PPM, 2003), h.
143
9
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek (Yogyakarta: Bina aksara,
1988), h. 107
8

9

F: Frekuensi
N: Jumlah Sampel
F. Sistematika Penulisan
Untuk menyusun skripsi ini penulis menguraikan ke dalam 5 (lima) bab,
dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menguraikan latar belakang masalah,
pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat
penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN LITERATUR
Tinajauan literatur mengenai pengertian, tujuan dan fungsi, serta
penggunaan perpustakaan sekolah SD An-nisaa. Dan pengertian
membaca, tujuan membaca, manfaat membaca, minat dan
kebiasaan membaca, faktor yang mempengaruhi minat baca.
BAB III GAMBARAN UMUM
Berisi

tentang

perpustakaan,

sejarah,

visi

persyaratan

dan

misi,

menjadi

waktu

anggota,

kunjungan
Kedudukan

Perpustakaan, koleksi perpustakaan, anggaran, jaringan dan
kerjasama,

layanan

perpustakaan,

pengadaan

perpustakaan,

kegiatan penunjang perpustakaan, tata tertib perpustakaan.
BAB IV HASIL PENELITIAN

10

Membahas tentang analisis data, keadaan umum responden,
perpustakaan dan minat baca siswa SD An-nisaa, penggunaan
perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa, faktor yang
mempengaruhi minat baca siswa, dan kendala yang dihadapi oleh
perpustakaan SD An-nisaa.
BAB V PENUTUP
Kesimpulan dan saran-saran
Lampiran

11

BAB II
TINJAUAN LITERATUR

A. Perpustakaan Sekolah
1. Pengertian Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana dan fasilitas
penyelenggaraan pendidikan, sehingga setiap sekolah semestinya memiliki
perpustakaan yang memadai. Tetapi karena berbagai alasan, kenyataannya
belum setiap sekolah mampu meyediakan perpustakaan sebagaimana
diharapkan.10
Banyak para ahli yang mengemukakan pengertian perpustakaan sekolah
dengan berbagai sudut pandang mereka masing-masing.
Soeatminah

menyatakan

bahwa,

perpustakaan

sekolah

adalah

perpustakaan yang ada di sekolah sebagai sarana pendidikan untuk menunjang
pencapaian tujuan pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah.11 Menurut Sulistyo Basuki, perpustakaan sekolah adalah
perpustakaan yang berada di sekolah dengan fungsi utama membantu
tercapainya tujuan sekolah serta dikelola oleh sekolah yang bersangkutan.12
Dan ada juga perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang tergabung pada
sebuah sekolah, dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan, dengan

10

Sutarno. Manajemen Perpustakaan: suatu pendekatan praktik (Jakarta: Samitra Media Utama,
2004), h. 31
11
Soeatminah. Perpustakaan, perpustakawanan, dan Pustakawan (Yogyakarta : Kanius, 1992), h.
37
12
Sulistyo Basuki. Periodisasi Perpustakaan Indonesia (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya,
1994). h. 56

11

12

tujuan utama membantu sekolah untuk mencapai tujuan khusus sekolah dan
tujuan pendidikan pada umumnya.13
Dari beberapa pengertian diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa
perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang didirikan oleh sekolah dan
berada dilingkungan sekolah yang merupakan sarana penunjang sekolah,
dengan tujuan utamanya untuk membantu tercapainya tujuan pendidikan yang
diselenggarakan oleh sekolah, dimana perpustakaan sekolah tersebut
bernaung.
2. Tujuan dan Fungsi

Menurut Sulistyo Basuki tujuan perpustakaan adalah membantu sekolah
mencapai tujuannya sesuai dengan kebijakan sekolah tempat perpustakaan
tersebut bernaung.14
Ada juga yang menyatakan bahwa perpustakaan sekolah bertujuan untuk
menyerap dan menghimpun informasi, mewujudkan suatu wadah pengetahuan
yang terorganisasi, menumbuhkan kemampuan menikmati pengalaman
imajinatif, membantu perkembangan kecakapan bahasa dan daya pikir,
mendidik murid agar dapat menggunakan dan pemeliharaan bahan pustaka
secara efisien serta memberikan dasar ke arah studi mandiri.15
Ada beberapa fungsi Perpustakaan Sekolah adalah:

13

Sulistyo Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan. (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. 1993), h.
50
14
Ibid, h. 51
15
Ibid, h. 56

13

a. Preservasi, yaitu menyimpan dan menjaga kelestarian produk ilmu dan

budaya di lingkungan sekolah/madrasah serta mengumpulkan dan
menyimpan bahan lain.
b. Informasi, yaitu menjamin lingkungannya terinformasi dengan baik,

terutama hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan, pembelajaran,
pelajaran, ilmu, agama dan kehidupan sehari-hari. Kebutuhan informasi
yang utama di lingkungan sekolah adalah kebutuhan informasi yang
berkenaan dengan kegiatan belajar-mengajar. Kebutuhan ini harus dapat
dipenuhi oleh perpustakaan Sekolah.
c. Pendidikan, yaitu ikut melaksanakan pendidikan baik untuk peserta didik

di sekolah, maupun untuk pihak lain di dalam dan di sekitar sekolah.
Perpustakaan menjalankan fungsi pendidikan dalam rangka mensukseskan
pendidikan

di

sekolah

pada

jenjang

pendidikan

tersebut,

dan

mensukseskan visi misi, fungsi, tujuan dan strategi pendidikan nasional.
d. Dakwah, yaitu menampilkan perpustakaan sekolah sebagai suatu unit kerja

yang berada di lingkungan sekolah yang mampu menarik lingkungannya,
baik peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua murid dan
masyarakat lingkungannya beramal sholeh dan menjauhkan diri dari
perbuatan mungkar dan tercela.
e. Penelitian, yaitu melaksanakan penelitian sesuai dengan tugas dan fungsi

perpustakaan sekolah, serta menyiapkan sarana penelitian, terutama
penelitian kepustakaan atau literatur.

14

f.

Budaya, yaitu memfasilitasi kreasi budaya dengan kekuatan koleksi dan
fasilitas yang dimilikinya.

g. Rekreasi, yaitu menyediakan bahan bacaan, bahan audio-visual yang dapat

dimanfaatkan

oleh

para

pengguna

untuk

memuaskan

kebutuhan

rekreasinya.16
Sedangkan menurut Darmono tentang tujuan perpustakaan sekolah adalah
untuk menyerap dan menghimpun informasi, mewujudkan suatu wadah
pengetahuan

yang

terorganisasi,

menumbuhkan

kemampuan

menikmati

pengalaman imajinasi, membantu perkembangan kecakapan bahasa dan daya
pikir, mendidik murid agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka
secara efisien, serta memberikan dasar ke arah studi mandiri.17
Dalam buku pengelolaan perpustakaan sekolah dijelaskan bahwa fungsi
perpustakaan sekolah dapat dirumuskan sebagai berikut :
a. Fungsi edukatif
Di dalam perpustakaan sekolah disediakan buku-buku fiksi maupun
nonfiksi yang sesuai dengan kurikulum sekolah. Adanya buku-buku tersebut
dapat membiasakan siswa belajar mandiri, baik individual maupun kelompok.
b. Fungsi informatif
Perpustakaan yang sudah maju tidak hannya menyediakan bahan-bahan
pustaka yang berupa buku-buku, tetapi juga menyediakan bahan-bahan yang
bukan berupa buku (non book material) seperti majalah, bulletin, surat kabar,
pamflet, guntingan artikel, peta.
16

Sudarnoto Abdul Hakim. Pengantar Manajemen Perpustakaan Madrasah (Jakarta: Fakultas
Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah, 2006). h. 35-38.
17
Darmano. Manajemen Tata Kerja Perpustakaan Sekolah (Jakarta: Grasindo, 2007). h. 6

15

c. Fungsi tanggung jawab administrasi
Fungsi ini tampak pada kegiatan sehari-hari di perpustakaan sekolah, di
mana setiap pada peminjaman dan pengembalian buku selalu dicatat oleh guru
pustakawan. Setiap murid yang akan masuk ke perpustakaan sekolah harus
menunjukkan kartu anggota atau kartu pelajar.
d. Fungsi riset
Perpustakaan tersedia banyak bahan pustaka. Adanya bahan pustaka yang
lengkap,

murid-murid

dan

guru-guru

dapat

mengumpulkan data atau keterangan-keterangan

melakukan

riset,

yaitu

yang diperlukan. Maka

mereka dapat melakukan riset literatur ”Library research” dengan cara
membaca buku-buku yang telah tersedia di dalam perpustakaan sekolah.
e. Fungsi rekreatif
Perpustakaan dapat dijadikan sebagai tempat mengisi waktu luang dengan
membaca buku-buku cerita, novel, majalah, surat kabar.18
B. Minat Baca
1. Pengertian Membaca

Listiawati mendefinisikan membaca itu sebagai berikut: membaca adalah
merupakan kecakapan dasar yang seharusnya dimiliki oleh setiap individu
agar dapat menyerap berbagai informasi sehingga dapat mengatasi
permasalahan hidup yang dihadapi dan menjadi manusia yang berbudaya baca
(reading society) dan berbasis ilmu pengetahuan (knowledge based society).19

18

Ibrahim Bafadal. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah (Jakarta: Bumi Aksara, 1992), h. 6-8
Nur Listiawati. Kondisi Lima Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Tangerang dan Bandung
dalam Upaya meningkatkan Minat baca masyarakat, dalam Jurnal Pendidikan & Kebudayaan. Vol
19

16

Sedangkan menurut Mortimer, ”membaca adalah sebuah aktivitas yang
kompleks, sama seperti menulis, ia terdiri dari banyak tindakan mental yang
terpisah, dan semuanya harus dilakukan agar bisa membaca dengan baik.20
Minat baca merupakan salah satu potensi yang dibutuhkan dalam
kecakapan membaca, karena dengan adanya minat baca pembaca akan
berusaha untuk menggali informasi yang ada pada sumber bacaan, namun
demikian minat baca juga erat kaitannya dengan ketersediaan informasi yang
dibutuhkan. Seseorang akan berminat membaca jika bacaan yang tersedia
dianggap bermanfaat bagi dirinya.
Menurut Asrorun Ni’am Sholeh, Membaca adalah syarat utama untuk
membangun peradaban. Karena pentingnya aktivitas membaca ini, Al-Quran
memerintahkan manusia untuk membaca, Iqra. Perintah ini yang merupakan
wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ini dapat dijadikan
spirit tentang pentingnya membaca.21
Ada juga membaca yang dipaparkan oleh Sainil Amral yaitu; membaca
adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk
memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui kata-kata.22
Dengan pemikiran Kartosedono bahwa membaca merupakan unsur yang
sangat menentukan dalam usaha meningkatkan pengetahuan dan pendidikan.

16 No. 1 Januari 2010. Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan Nasional. h.
14
20
Ibid. h. 15
21
Asrorun Ni’am Sholeh. Perpustakaan Jendela Peradaban: Teks, konteks dan dinamika
pembahasan Undang-undang Perpustakaan (Depok: elsas, 2008), h . 3
22
Sainil Amral. Analisis Hubungan kemampuan membaca dengan prestasi belajar bahasa
Indonesia: studi SLTP Kota Jambi (Forum Pendidikan, Volume 29, No. 01 April 2004), h. 65

17

sehubungan dengan itu maka diasumsikan bahwa membaca adalah kunci
untuk belajar. Berdasarkan hal tersebut Widyamartaya mengemukakan
beberapa konsep berikut.
1. Membaca adalah sumber belajar yang paling lengkap ”membaca
membuat seseorang lengkap” kata francis Bacon, seorang filsuf Inggris.
selanjutnya Carlyle, seorang sejarahwan dari Scotlandia berkata,
”segala sesuatu yang telah dilakukan, dipikirkan, dicapai atau dihayati
oleh umat manusia tersimpan dalam halaman-halaman buku seperti
dalam pelestarian yang magis”.
2. Membaca adalah sumber belajar yang paling mudah didapat. tiap hari
majalahn atau buku-buku dapat dikirim langsung kealamat. di samping
itu kita dapat membeli dan bahkan meminjam langsung ke
perpustakaan.
3. Membaca adalah sumber belajar yang paling murah.
4. Membaca adalah sumber belajar yang paling cepat, sebuah buku yang
disusun bertahun-tahun dapat kita baca dalam waktu singkat.
5. Membaca adalah sumber belajar yang paling modern, tidak pernah
ketinggalan zaman.
6. Dengan membaca buku, mempelajari banyak hal sekaligus. dari buku
yang kita baca dapat dimiliki berbagai manfaat: tambah pengetahuan,
hiburan, dialog dengan pengarang, peningkatan kemampuan berbahasa,
dan lain-lain.

18

7. Membaca adalah ikhtiar yang terus-menerus untuk mengembangankan
diri. daya pikir kita ditantang dan didorong untuk selalu berpikir secara
lurus dan terang. Alfred North Whitehead, seorang filsuf dan ahli
matematika dari Inggris mengatakan, ”makin banyak kalian tahu makin
mudah menambah pengetahuan kalian.”23
Dari beberapa paparan di atas, kita dapat menarik benang merah bahwa
membaca merupakan sebuah media yang akan melahirkan inspirasi-inspirasi
yang penting serta mendorong memperlancar daya pikir manusia. Sehingga,
manusia akan meraih kemajuan dalam bidang ekonomi, politik, sosial-budaya,
maupun agama.
Untuk membangkitkan minat baca dan menciptakan masyarakat gemar
belajar, salah satu kiatnya adalah bagaimana meningkatkan budaya bacanya.
kalau budaya baca tersebut sudah menjadi ”kebutuhan”, maka sasaran yang
diinginkan bisa terwujud.24
Minat adalah suatu keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi
terhadap sesuatu. Minat baca berarti suatu keinginan atau kecenderungan hati
yang tinggi terhadap bahan bacaan.25 Atau minat baca berarti dorongan atau
motivasi untuk membaca.26
Ada 2 (dua) macam minat yang dikenal secara umum:
1. Minat spontan: minat yang timbul dengan sendirinya. Disini minat
tidak perlu dibangkitkan. Misalnya seorang anak-laki-laki secara
23

Ibid. h. 68-69
Anwar. Perpustakaan dan Minat Baca.( Badan Litbang Penerangan Departemen Penerangan RI
Media Pustakawan Penerangan. No. 10 Tahun II-1997), h. 3
25
Ibid, h. 85
26
Mudjito. Pembinaan Minat Baca (Jakarta: Universitas Terbuka, 1999), h. 86.

24

19

spontan akan lebih berminat terhadap mainan mobil-mobilan dari pada
mainan boneka.
2. Minat yang disengaja: minat yang timbul karena dibangkitkan.
Misalnya: seorang anak tidak berminat untuk membaca, maka perlu
minatnya dibangkitkan dengan segala cara agar anak tersebut merasa
berminat untuk membaca. Jika minat baca telah ada dan berkembang
tanpa diperintah oleh siapa pun anak akan berusaha dan mencari
sendiri bacaan yang diperlukan, anak akan mengembangkan rasa suka
tersebut menjadi kebutuhan.27
2. Tujuan membaca

Menurut Sudarnoto Abdul Hakim, tujuan membaca merupakan usaha
untuk mengetahui sesuatu yang diketahui yang tersimpan (berada) dalam suatu
sarana bacaan. Sedangkan menurut Gray dan Rogers dikatakan bahwa dengan
membaca seseorang akan banyak mendapat keuntungan antara lain: untuk
mengisi waktu luang; mengetahui hal-hal yang aktual, up to date, mengetahui
lingkungan; dapat memuaskan pribadi-pribadi; memenuhi tuntutan praktis
dalam kehidupan sehari-hari; meningkatkan minat terhadap sesuatu lebih
lanjut; memuaskan tuntunan intelektual; memuaskan tuntunan spiritual.28
Tujuan umum menurut Darmono, membaca adalah untuk mendapatkan
informasi baru. Dalam kenyataannya terdapat tujuan yang lebih khusus dari
kegiatan membaca, yaitu:
27

Agustia Maryati, Peningkatan Minat Baca (Jurnal Pustaka Sriwijaya no. 2. Tahun II, juni 200),
h. 19
28

Ibid, h. 25

20

1. Membaca untuk tujuan kesenangan. Termasuk dalam kategori ini
adalah membaca novel, surat kabar, majalah, dan komik. Menurut
David Eskey tujuan membaca adalah reading for pleasure. Bacaan
yang dijadikan obyek kesenangan menurut David adalah sebagai
”bacaan ringan”.
2. Membaca untuk meningkatkan pengetahuan seperti pada membaca
buku-buku pelajaran buku ilmu pengetahuan. Kegiatan membaca
untuk meningkatkan pengetahuan disebut juga dengan reading for
intelectual profit.
3. Membaca untuk melakukan suatu pekerjaan, misalnya para mekanik
perlu membaca buku petunjuk, ibu-ibu membaca booklet tentang resep
makanan, membaca prosedur kerja dari pekerjaan tertentu. Kegiatan
membaca semacam ini dinamakan dengan reading for work.29
3. Manfaat membaca

Menurut

Soekarman

Kartosedono,

secara

singkat

manfaat

membaca bagi individu yang bersangkutan dapat diutarakan sbb.:
1. Dapat merupakan cara untuk mendalami sesuatu masalah dengan
mempelajari

sesuatu

persoalan

hingga

dapat

menambah

pengetahuan yang berhubungan dengan peningkatan kecakapan.
2. Untuk dapat menambah pengetahuan umum tentang sesuatu
persoalan.

29

Darmono. Perpustakaan Sekolah: Pendekatan Aspek Manajemen dan tata kerja (Jakarta: PT
Grasindo, 2007), h. 215

21

3. Untuk mencari nilai-nilai hidup untuk kepentingan pendidikan diri
sendiri
4. Untuk pengisi waktu yang luang dengan menikmati sastra ataupun
cerita-cerita fiksi yang bermutu.30
Manfaat membaca Menurut Mery Leonhardt, yaitu;
1. Anak yang gemar membaca akan menggunakan sebagian besar
waktunya untuk membaca.
2. Anak yang gemar membaca akan mempunyai rasa kebahasan yang
lebih tinggi. Mereka mampu berbicara, menulis, dan memahami
gagasan-gagasan yang rumit secara lebih baik.
3. Membaca dapat mengatasi rasa percaya diri anak terhadap kemampuan
akademik karena mereka mampu meyelesaikan pekerjaan sekolah
dengan hanya sedikit waktu.
4. Membantu anak melihat kehidupan yang digambarkan melalui
berbagai pandangan para penulis sehingga mereka mampu memahami
berbagai situasi dan masalah dengan berbagai cara pandang.
5. Andai mampu mengembangkan pola berpikir yang kreatif dalam diri
mereka sebab mereka bukan saja mendengarkan informasi, melainkan
juga belajar untuk mengikuti argumen-argumen dan mengingat
pemikiran yang beragam.

30

Soekarman Kartosedono, “Faedah Perpustakaan Sekolah untuk Meningkatkan Minat Baca dan
Kebiasaan Membaca”( Majalah IPI, vol 4, no. 1-2, 1987), h. 13

22

6. Membaca merupakan untuk memiliki rasa kasih sayang sehingga anak
mampu mempunyai kemampuan untuk memahami pandangan orang
lain.
7. Membaca dapat digunakan sebagai sarana memahami bahasa yang sulit
seperti bahasa asing dan bahasa ilmu.31
Sedangkan menurut Adwityani S. Subagio, membaca banyak manfaatnya.
Diantaranya:
1. Untuk mendapatkan informasi aktual yang terjadi di berbagai belahan
dunia, yaitu melalui internet, koran, majalah, dan jurnal.
2. Untuk meningkatkan dan memuaskan tuntunan intelektual seseorang, yaitu
melalui buku-buku ilmiah dan teknologi.
3. Untuk mengayakan dan memuaskan batin seseorang. Hal ini bisa
diperoleh dengan membaca buku-buku novel, fiksi, atau puisi.
4. Untuk mengayakan dan memuaskan tuntutan spiritual seseorang,
misalnya, dengan membaca buku-buku agama, etika, atau moral.
5. Untuk memenuhi kebutuhan praktis dalam kehidupan sehari-hari
seseorang. Yaitu dengan membaca buku-buku rujukan/referensi, ”know
how”, do it your self.
6. Untuk meningkatkan
dalam/lanjut;

dari

minat seseorang terhadap suatu hal lebih
kurang

tertarik,

karena

mendalami

dapat

mengembangkan sendiri, misalnya, dengan membaca buku-buku sarat ide,
gagasan dan pengetahuan dasar lainnya.
31

Mery Leonhardt. 99 Cara Membuat Anak anda “ Keranjingan” Membaca (Bandung : Kaifa,
1999), h 27-30.

23

7. Untuk meningkatkan pengembangan diri. Yaitu dengan mengikut
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat.32
Seorang anak yang cinta membaca akan dapat mengambil banyak manfaat
dari kegiatan tersebut, demikian pendapat Mery Leonhardt. Ia mengemukakan
manfaat yang dapat diambil oleh seorang anak, bila di dalam dirinya sudah
tumbuh perasaan cinta membaca.
Menurut Heilman bukunya Principles and Practices of Teaching Reading
Mengemukakan beberapa manfaat membaca yang dimaksud antara lain ialah:
(1) Menambah atau memperkaya diri dengan berbagai informasi tentang
topik-topik yang menari; (2) Memahami dan menyadari kemajuan pribadinya
sendiri;(3) Membenahi atau meningkatkan pemahamannya tentang masyarakat
dan dunia atau tempat yang dihuninya;(4)Memperluas wawasan atau
pandangan dengan jalan memahami orang-orang lain dan bagian atau tempattempat lain;(5) Memahami lebih cermat dan lebih mendalam tentang
kehidupan pribadi orang-orang besar, pemimpin yang terkenal dengan jalan
membaca biografinya; (6) Menikmati dan ikut merasakan liku-liku
pengalaman petualangan, dan kisah percintaan orang-orang lain.33
4. Minat dan Kebiasaan Membaca

Kebiasaan dan minat baca, Menurut Rajab Bahry adalah salah satu
masalah mendasar dalam kegiatan membaca yang sering diabaikan, padahal,
kebiasaan dan minat membaca merupakan faktor yang sangat menentukan

32

Asrorun Ni’am Sholeh. Perpustakaan Jendela peradaban: teks, konteks, dan dinamika
pembahasan undang-undang tentang perpustakaan (Jakarta: Elsas, 2008), h. 3-4
33
Heilman, Minat dan Kebiasaan Membaca Masyarakat Jawa Timur ( Jurnal FKP2T Forum
Komunikasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Negri. Thn 1, no 1, juli 2006), h 3.

24

keberhasilan membaca.34Faktor yang menjadi pendorong atas bangkitnya
minat baca ialah ketertarikan, kegemaran dan

hobi

membaca,

dan

pendorong tumbuhnya kebiasaan membaca adalah kemauan dan kemampuan
membaca. Berseminya

budaya

baca

adalah

kebiasaan membaca,

sedangkan kebiasan membaca terpelihara dengan tersedianya bahan

bacaan

yang baik, menarik, memadai, baik jenis jumlah maupun mutunya. Inilah
sebuah formula yang ringkas untuk mengembangkan minat dan budaya baca.
Dari rumusan konsepsi tersebut tersirat tentang perlunya minat baca itu
dibangkitkan sejak usia dini (kanak-kanak).Minat baca yang mulai
dikembangkan pada usia dini dan berlangsung secara teratur akan tumbuh
menjadi kebiasaan membaca.
Kebiasaan membaca semestinya memang harus dimulai pada usia dini,
pada masa balita ketika anak-anak belum memulai pendidikan formal.
pengenalan media bacaan dapat ditempuh dengan berbagai cara yang
disesuaikan dengan usia dan kemampuan sia anak. orang tua harus
memberikan contoh kepada anak-anaknya agar anak-anak mereka menyukai
kegiatan membaca.35
Ketika diamati dengan cermat ada beberapa faktor yang mampu
mendorong bangkitnya minat baca masyarakat. faktor-faktor tersebut adalah;

34

Rajab Bahry, The Reading Habit and Interest of Blangkejeren Elementary School Pupils (Jurnal
Ilmu-ilmu Sosial Bidang Pendidikan. Vol. 5, no. 1 Maret 2003), h. 57-58
35

Majelis. Pembinaan Perpustakaan dan Pembudayaan Kebiasaan Membaca.Badan Perpustakan
Provinsi Sumatra Selatan.Jurnal Pustaka Sriwijaya (Media Komunikasi antar Pustakawan no. 3
Tahun II, Desember 2008). h.45.

25

1. Rasa ingin tahu yang tinggi atas fakta, teori, prinsip, pengetahuan,,
dan informasi.
2. Keadaan lingkungan fisik yang memadai, dalam arti tersedianya bahan
bacaan yang menarik, berkualitas dan beragama.
3. Keadaan lingkungan sosial yang lebih kondusif, maksudnya adalah
iklim yang selalu dimanfaatkan dalam waktu tertentu dalam waktu
membaca.
4. Rasa haus informasi, rasa ingin tahu, terutama yang aktual.
5. Berprinsip hidup bahwa membaca merupakan kebutuhan rohani.36
5. Faktor yang Mempengaruhi Minat Baca

Secara umum, terdapat dua faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya
minat baca siswa yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal
adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa, seperti pembawaan,
kebiasaan dan ekspresi diri. Sementara faktor eksternal adalah faktor-faktor
yang berasal dari luar diri siswa atau faktor lingkungan, baik dari lingkungan
keluarga, tentangga maupun lingkungan sekolah. Faktor eksternal ini
mempengaruhi adanya motivasi, kemauan, dan kecenderungan untuk selalu
membaca.
Dalam rangka menumbuhkan minat membaca sebagai suatu kebiasaan
pada siswa, maka proses terbentuknya kebiasaan membaca memakan waktu
yang cukup lama, karena proses terbentuknya minat baca seseorang selain
36

Umie Kulsum. Peran Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca
Masyarakat artikel di akses pada l 7 juni 2010 dari
http://www.bapusda.com/index.php?menu=news&submenu=detil&id=89

26

dipengaruhi oleh faktor-faktor yang telah disebutkan diatas, juga secara
khusus dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
1). Faktor sosiologis
Lingkungan rumah tangga dapat menjadi faktor pendorong dan
penghambat timbulnya minat baca seseorang. Dengan tersedianya
beberapa bahan bacaan dan berbagai tulisan dalam lingkungan rumah
tangga akan merangsang daya visual dan motoris anak-anak untuk sekedar
mengenali buku, dan untuk taraf selanjutnya akan tertarik untuk
membacanya. Demikian halnya pada lingkungan sekolah dan suasana
lingkungan sekolah yang kondusif akan menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan dan akan mendorong timbulnya minat baca siswa.
Lingkungan masyarakat juga dapat mendorong terciptanya siswa gemar
membaca, apabila masyarakat tersebut sudah terbiasa memanfaatkan
kesempatan untuk membaca, misalnya pada saat menunggu di stasiun, bus
dan sebagainya. Jika siswa berada pada lingkungan sekelompok
masyarakat yang gemar membaca, maka siswa tersebut juga akan tertarik
dan terbiasa untuk selalu membaca.
2). Faktor psikologis
Siswa dapat menemukan kebutuhan dasarnya melalui bahan bacaan
jika topik, isi, pokok persoalan, tingkat kesulitan dan penyajiannya sesuai
dengan karakter individu mereka. Berdasarkan faktor psikologis ini, maka
setiap siswa memiliki kebutuhan dan kepentingan individual yang berbeda
dengan siswa lain. Perbedaan itu akan berpengaruhi pilihan dan minat

27

membaca individu, sehingga setiap individu memiliki bahan bacaan sesuai
dengan karakter, minat dan kepentingannya sendiri.
1. Tujuan yang hendak dicapai
Tujuan untuk membaca sangat diperlukan bagi siswa dalam rangka
meningkatkan minat baca. Salah satu tujuannya adalah untuk mendapatkan
informasi dan pengetahuan dari buku atau bahan-bahan yang tertulis
lainnya. Untuk memahami suatu mata pelajaran tertentu, maka siswa
dituntut untuk belajar. Informasi yang mendukung dalam belajar adalah
berupa bahan-bahan yang tertulis yang mengharuskan kegiatan membaca
sehingga apa yang dibutuhkan dapat tercapai.
2. Tersedianya sarana perpustakaan
Perpustakaan merupakan sarana yang mengantar siswa ke dunia yang
lebih luas, sebagai media yang dapat menghubungkan segala peristiwa
pada masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Keberadaan
perpustakaan sangat diperlukan karena perpustakaan dapat memberikan
segala kebutuhan minat siswa, khususnya minat siswa dalam membaca
koleksi-koleksi perpustakaan tersebut.
3. Bentuk pelayanan
Koleksi perpustakaan harus ditata rapi pada tempatnya agar lebih
mudah dimanfaatkan oleh pembaca. Pelayanan yang baik akan
berimplikasi pada meningkatnya minat baca siswa untuk melakukan
kegiatan membaca. Pelayanan yang dimaksudkan di sini adalah sikap staf
perpustakaan yang ramah, berpengetahuan luas dan mempunyai sikap

28

informasi dari setiap jenis pustaka. Pelayanan dapat dikatakan baik jika
apa yang ditargetkan dari sasaran pokok dari pelayanan tercapai yaitu
meningkatnya minat baca siswa.
4. Kualitas koleksi perpustakaan
Kualitas koleksi perpustakaan sangat mempengaruhi minat, kemauan
dan kebiasaan siswa untuk selalu masuk perpustakaan. Jika suatu
perpustakaan telah berhasil mengoleksi buku-buku bacaan berkualitas,
membangun opini dan mempengaruhi siswa untuk masuk perpustakaan
maka

kemungkinan

besar

siswa

akan

terbiasa

membaca

dan

pengetahuannya akan semakin bertambah.
Minat membaca merupakan salah satu karakter yang harus dibentuk dalam
diri siswa karena bagaimanapun kegiatan membaca merupakan bagian penting
dalam belajar. Berdasarkan hal tersebut maka guru harus memberikan
kesempatan yang seluas-luasnya kepada para siswa untuk mencari bahanbahan bacaan yang berkualitas guna mengembangkan penguasaan bahasa dan
meningkatkan pengetahuan mereka. Keaktifan membaca akan membantu anak
didik dalam cara dan metode belajar yang efektif dan efisien, baik dengan
berkelompok maupun secara individu.37
Sutarno mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca,
yaitu 1) rasa ingin tahu yang tinggi atau fakta, teori, prinsip, pengetahuan, dan
informasi. 2) keadaan lingkungan fisik yang memadai, dalam arti tersedianya
37

Makalah Pendidikan, “Hubungan Motivasi Belajar dengan Minat Baca Siswa
SMP,” artikel diakses pada 21 juni 2010 dari
http://makalah2009.wordpress.com/2009/02/19/hubungan-motivasi-belajardengan-minat-baca-siswa-smp/

29

bahan bacaan yang menarik, berkualitas, dan beragam. 3) keadaan lingkungan
sosial yang kondusif, maksudnya adanya iklim yang selalu dimanfaatkan
dalam waktu tertentu untuk membaca. 4) rasa haus informasi, rasa ingin tahu,
terutama yang aktual. 5) berprinsip hidup bahwa membaca merupakan
kebutuhan rohani.38
Menurut Mudjito, kita dapat membedakan motivasi membaca kedalam dua
golongan, yaitu motivasi internal dan motivasi eksternal. Yang dimaksud
dengan motivasi internal adalah motivasi yang berasal dari dalan diri
seseorang. Sedangkan eksternal adalah motivasi atau tenaga pendorong yang
berasal dari luar seseorang.Motivasi internal diantaranya adalah:
1. Adanya kebutuhan
Karena adanya kebutuhan, maka seseorang didorong untuk m

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

103 3194 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 803 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 714 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 465 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 618 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

53 1063 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

53 969 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 586 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 851 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 1056 23