Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

SKRIPSI
PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN
LABA PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

OLEH :
ROSELINA PAKPAHAN
070503121

PROGRAM STUDI STRATA SATU AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan skripsi yang berjudul: “Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap
Perubahan Laba pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”,
adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah dimuat,
dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks skripsi Program Strata-1
Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Semua sumber data dan
informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas, benar apa adanya. Apabila di kemudian
hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas.

Medan,
Agustus 2011
Yang membuat pernyataan

Roselina Pakpahan
NIM: 070503121

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya yang begitu besar sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini
dengan baik. Skripsi ini berjudul “ Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Perubahan Laba
pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”, disusun dalam rangka
memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi
Departemen Akuntansi Universitas Sumatera Utara.
Selama proses penyusunan skripsi ini, penulis banyak memperoleh bimbingan, dorongan
semangat, nasehat, dan bantuan lain baik secara moril maupun materiil dari berbagai pihak. Pada
kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1.

Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara.

2.

Bapak Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak selaku Ketua Program Studi S1 Akuntansi Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara dan Ibu Dra. Mutia Ismail, MM, Ak, selaku
Sekretaris Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

3.

Ibu Drs. Syahrul Rambe, MM, Ak, selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak
memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

4.

Bapak Drs. Idhar Yahya, MBA, Ak, selaku Dosen Pembanding I dan Bapak Drs. Syahelmi,
MSi, Ak, selaku Dosen Pembanding II, yang telah memberikan arahan bagi penulis untuk
menyelesaikan skripsi ini.

Universitas Sumatera Utara

5.

Orangtua penulis yang terkasih, Ayahanda P. Pakpahan dan Ibunda R.Silalahi yang telah
memberikan kasih sayang, doa dan dukungan yang tulus baik moril maupun materiil
selama perkuliahan hingga penyelesaian skripsi ini.

6.

Abangku Berman Pakpahan, Adik-adikku Raesita Pakpahan, Ondang Pakpahan, Rut
Pakpahan dan Miranda Pakpahan atas setiap dukungan dan dorongan semangat, nasihat,
canda, serta kasih sayang yang telah diberikan kepada penulis.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaankarena keterbatasan

kemampuan penulis, sehingga penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk
perbaikan penulisan karya ilmiah kedepan.
Akhir kata semoga skripsi ini berguna bagi pembaca dan dapat dipergunakan untuk
menambah pengetahuan dan bahan masukan bagi penelitian selanjutnya.
Medan,
Penulis,

Agustus 2011

Roselina Pakpahan
NIM: 070503121

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh current ratio, debt to equity ratio, total
assets turnover, inventory turnover dan gross profit margin baik secara parsial maupun secara
simultan terhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal dan bersifat replikasi terhadap penelitian
sebelumnya dengan populasi penelitian adalah perusahaan-perusahaan otomotif yang terdaftar di
BEI selama periode 2006-2009.
Data yang digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing perusahaan sampel, yang
dipublikasikan melalui website www.idx.co.id, dan ringkasan kinerja perusahaan yang diperoleh
melalui ICMD (Indonesian Capital Market Directory). Metode analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pengujian asumsi klasik, serta analisis
statistik yaitu analisis regresi linear berganda. Sampel penelitian ini berjumlah 13 perusahaan
dengan menggunakan metode purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah current ratio
sebagai variabel X1, debt to equity ratio sebagai variabel X2, total assets turnover sebagai
variabel X3, , inventory turnover sebagai variabel X4 dan gross profit margin sebagai variabel
X5, serta perubahan laba sebagai variabel Y.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel CR, DER, TATO, ITO, dan GPM baik
secara simultan dan parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan laba pada
tingkat signifikansi 95%.
Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Purnawati yang
menyatakan bahwa secara parsial TATO dan ITO berpengaruh terhadap perubahan laba tetapi
sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Eko yang menyatakan bahwa CR, TATO dan GPM
tidak berpengaruh secara parsial terhadap perubahan laba.
Kata Kunci: Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Assets Turnover, Inventoy Turnover,
Gross Profit Margin dan Perubahan Laba

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The objective of this research is to know the CR (Current Ratio), DER (Debt to Equity
Ratio), TATO (Total Assets Turnover), ITO (Inventory Turnover) and GPM (Gross Profit
Margin) either partially or simultaneously to profit changes at automotive company listed on
Indonesia Stock Exchange.
This research is classified as causal research and replication of former researches which the
population of this research are automotive company in Indonesia Stock Exchange during the
period of 2006 to 2009.
Data that used in this research are financial statements from each company, published
through website www.idx.co.id and financial company data that get from ICMD (Indonesian
Capital Market Directory). Analysis method that used in this research is quantitative method with
multiple regressions. The research sample are 13 automotive company, it was done by purposive
sampling method. Variables that used in this research are current ratio as X1 variable, debt to
equity ratio as X2 variable, total assets turnover as X3 variable, inventory turnover as X4 variable
and gross profit margin as X5 variable and also that change of net income as Y variable.
The result of this research showed that CR, DER, TATO, ITO and GPM both partially and
simultaneously have no significant effect to profit changes rate in 95% confidence interval.
This research isn’t the same with Purnawati’s research that says TATO and ITO have
significant effect partially to profit changes but the same with Eko’s research that says CR,
TATO and GPM have no significant effect partially to profit changes.
Keyword: Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Assets Turnover, Inventoy Turnover,
Gross Profit Margin, Profit changes

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

PERNYATAAN..................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................................... ii
ABSTRAK ......................................................................................................................... .. iv
ABSTRACT........................................................................................................................ .. v
DAFTAR ISI ...................................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL .............................................................................................................. ix
DAFTAR GAMBAR ..........................................................................................................

x

DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................................... xi
BAB I

PENDAHULUAN………………………………………………………….......... 1
A. Latar Belakang Masalah .......................................................................... 1
B. Perumusan Masalah................................................................................. 9
C. Batasan Penelitian ...................................................................................

9

D. Tujuan Penelitian .................................................................................... 10
E. Manfaat Penelitian .................................................................................. 10
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA…………………………………………………………. 11
A. Tinjauan Teoritis
1. Pengertian Rasio Keuangan ............................................................... 11
2. Jenis-Jenis Rasio Keuangan ............................................................... 12
a. Rasio Likuiditas ........................................................................... 12
b. Rasio Solvabilitas ........................................................................ 14
c. Rasio Aktivitas ............................................................................ 15

Universitas Sumatera Utara

d. Rasio Profitabilitas ...................................................................... 17
3. Laba .................................................................................................. 18
a. Pengertian Laba .......................................................................... 18
b. Hubungan Rasio Keuangan dengan Perubahan Laba ...................... 20
B. Tinjauan Penelitian Terdahulu ................................................................... 23
C. Kerangka Konseptual dan Hipotesis
1. Kerangka Konseptual ........................................................................ 26
2. Hipotesis Penelitian ........................................................................... 30
BAB III

METODE PENELITIAN……………………………………………………….. 32
A. Desain Penelitian..................................................................................... 32
B. Populasi dan Sampel Penelitian ............................................................... 32
C. Jenis dan Sumber Data ............................................................................ 34
D. Metode Pengumpulan Data...................................................................... 34
E. Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel ...................................... 35
F. Metode Analisis Data .............................................................................. 37
1.Pengujian Asumsi Klasik ...................................................................... 37
2. Pengujian Hipotesis ............................................................................. 40
G. Jadwal Penelitian..................................................................................... 42

BAB IV

ANALISIS HASIL PENELITIAN……………………………………………... 43
A. Deskripsi Data Penelitian ........................................................................ 43
B. Statistik Deskriptif .................................................................................. 43
C. Pengujian Asumsi Klasik......................................................................... 45
1. Uji Normalitas ................................................................................... 45

Universitas Sumatera Utara

2. Uji multikolinearitas .......................................................................... 49
3. Uji Heterokedasitas ........................................................................... 51
4. Uji Autokorelasi ................................................................................ 53
D. Pengujian Hipotesis ................................................................................. 54
E. Pembahasan Hasil Analisis Penelitian ..................................................... 62
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN………………………………………………….. 67
A. Kesimpulan ............................................................................................. 67
B. Keterbatasan Penelitian ........................................................................... 69
C. Saran ....................................................................................................... 70

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................

71

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul

Halaman

Tabel 1.1

Laba Rugi Perusahaan Otomotif tahun2005-2009...................................... 5

Tabel 2.1

Tinjauan Penelitian Terdahulu ................................................................. 25

Tabel 3.1

Populasi dan Sampel Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di BEI ............ 33

Tabel 3.2

Variabel Penelitian ................................................................................... 36

Tabel 3.4

Jadwal Penelitian ...............................................................................

Tabel 4.1

Statistik Deskriptif ................................................................................... 43

Tabel 4.2

Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Sebelum Transformasi ........................... 46

Tabel 4.3

Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Sesudah Transformasi ............................ 47

Tabel 4.4

Hasil Uji Multikolinearitas ....................................................................... 50

Tabel 4.5

Uji Autokorelasi....................................................................................... 53

Tabel 4.6

Model Summary ....................................................................................... 54

Tabel 4.7

Uji Statistik t ............................................................................................ 55

Tabel 4.8

Uji Statistik F ........................................................................................... 60

Tabel 4.9

Uji Koefisien Determinasi ........................................................................ 60

42

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

Gambar 2.1

Kerangka Konseptual ............................................................................... 27

Gambar 4.1

Uji Normalitas 1....................................................................................... 48

Gambar 4.2

Uji Normalitas 2....................................................................................... 49

Gambar 4.3

Grafik Scatterplot..................................................................................... 52

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul

Halaman

Lampiran I

Data Penelitian Sebelum dan Sesudah Transformasi……….………… .. 73

Lampiran II.1 Statistik Deskriptif Data…………………………………………………..... 84
Lampiran II.2 Hasil Uji Normalitas Data.………………………………………………….. 85
Lampiran II.5 Hasil Uji Multikolinearitas dan Uji t...………………………………….…. 88
Lampiran II.6 Hasil Uji Heterokedasitas..…………………………………………….….... 89
Lampiran II.7 Hasil Uji Autokorelasi dan Model Regresi………………………………… 90
Lampiran II.7 Hasil Uji F………...………………………………………………………… 90

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh current ratio, debt to equity ratio, total
assets turnover, inventory turnover dan gross profit margin baik secara parsial maupun secara
simultan terhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal dan bersifat replikasi terhadap penelitian
sebelumnya dengan populasi penelitian adalah perusahaan-perusahaan otomotif yang terdaftar di
BEI selama periode 2006-2009.
Data yang digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing perusahaan sampel, yang
dipublikasikan melalui website www.idx.co.id, dan ringkasan kinerja perusahaan yang diperoleh
melalui ICMD (Indonesian Capital Market Directory). Metode analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pengujian asumsi klasik, serta analisis
statistik yaitu analisis regresi linear berganda. Sampel penelitian ini berjumlah 13 perusahaan
dengan menggunakan metode purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah current ratio
sebagai variabel X1, debt to equity ratio sebagai variabel X2, total assets turnover sebagai
variabel X3, , inventory turnover sebagai variabel X4 dan gross profit margin sebagai variabel
X5, serta perubahan laba sebagai variabel Y.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel CR, DER, TATO, ITO, dan GPM baik
secara simultan dan parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan laba pada
tingkat signifikansi 95%.
Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Purnawati yang
menyatakan bahwa secara parsial TATO dan ITO berpengaruh terhadap perubahan laba tetapi
sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Eko yang menyatakan bahwa CR, TATO dan GPM
tidak berpengaruh secara parsial terhadap perubahan laba.
Kata Kunci: Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Assets Turnover, Inventoy Turnover,
Gross Profit Margin dan Perubahan Laba

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The objective of this research is to know the CR (Current Ratio), DER (Debt to Equity
Ratio), TATO (Total Assets Turnover), ITO (Inventory Turnover) and GPM (Gross Profit
Margin) either partially or simultaneously to profit changes at automotive company listed on
Indonesia Stock Exchange.
This research is classified as causal research and replication of former researches which the
population of this research are automotive company in Indonesia Stock Exchange during the
period of 2006 to 2009.
Data that used in this research are financial statements from each company, published
through website www.idx.co.id and financial company data that get from ICMD (Indonesian
Capital Market Directory). Analysis method that used in this research is quantitative method with
multiple regressions. The research sample are 13 automotive company, it was done by purposive
sampling method. Variables that used in this research are current ratio as X1 variable, debt to
equity ratio as X2 variable, total assets turnover as X3 variable, inventory turnover as X4 variable
and gross profit margin as X5 variable and also that change of net income as Y variable.
The result of this research showed that CR, DER, TATO, ITO and GPM both partially and
simultaneously have no significant effect to profit changes rate in 95% confidence interval.
This research isn’t the same with Purnawati’s research that says TATO and ITO have
significant effect partially to profit changes but the same with Eko’s research that says CR,
TATO and GPM have no significant effect partially to profit changes.
Keyword: Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Assets Turnover, Inventoy Turnover,
Gross Profit Margin, Profit changes

Universitas Sumatera Utara

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan yang merupakan organisasi bisnis umumnya memiliki tiga tujuan utama
yaitu mencapai atau memperoleh laba maksimal untuk kemakmuran pemilik perusahaan,
menjaga kelangsungan hidup perusahaan (going concern), mencapai kesejahteraan masyarakat
sebagai tanggung jawab sosial perusahaan (Martono, 2005:3).. Ketiga tujuan perusahaan saling
berkaitan satu sama lainnya. Tujuan perusahaan untuk memperoleh laba maksimal dimaksudkan
agar perusahaan dapat hidup terus. Didirikannya perusahaan tidak dibatasi untuk waktu tertentu,
tetapi diharapkan hidup terus tanpa batas waktu. Meskipun dikenal konsep corporate life cycle
(siklus hidup perusahaan) dimana suatu perusahaan akan mati, namun kematian itu tidak
dikehendaki oleh perusahaan, oleh karena itu, kelangsungan hidup perusahaan akan terus dijaga
dengan berusaha memperoleh laba sebesar-besarnya. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut,
perusahaan tentunya harus dapat meningkatkan kinerjanya dalam menjalankan usahanya
Bidang keuangan merupakan bidang yang sangat penting dalam suatu perusahaan.
Banyak perusahaan yang berskala besar
bidang keuangan, terutama dalam
persaingan

satu

atau kecil akan mempunyai perhatian besar di

perkembangan

dunia

usaha

yang

semakin

maju,

perusahaan dengan perusahaan lainnya yang semakin ketat, belum lagi

kondisi perekonomian yang tidak menentu menyebabkan banyaknya perusahaan yang tiba-tiba
mengalami

kebangkrutan.

Perusahaan

dapat bertahan atau bahkan bisa tumbuh dan

berkembang harus mencermati kondisi dan kinerja perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

Setiap

entitas usaha

baik badan

maupun

perseorangan

tidak dapat terlepas dari

kebutuhan informasi. Informasi yang dibutuhkan berupa informasi akuntansi
laporan keuangan.
perubahan

Laporan

ekuitas,

keuangan

laporan

arus

dalam bentuk

terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan

kas

dan catatan atas laporan keuangan serta materi

penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Akuntansi dapat dipahami sebagai penghubung antara kegiatan ekonomi
perusahaan

dengan

pemrosesan

dan

banyak

dalam

ke

pengambilan

komunikasi
bentuk

yang
yang

keputusan

dengan

meringkaskan

informasi

lebih

mudah

dipahami.

jalan

suatu

dibuatnya sistem

perusahaan yang

sangat

Informasi akuntansi dapat

mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan oleh para pemakai. Pemakai data
akuntansi secara umum dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu pemakai internal
dan pemakai eksternal. Pemakai

eksternal

adalah

investor atau calon

investor yang

meliputi pembeli saham atau obligasi, kreditor atau peminjam dana bank, supplier, dan pemakai–
pemakai lain, seperti karyawan, analis keuangan,

pialang

saham, pemerintah (berkait

dengan pajak), BAPEPAM (berkaitan dengan perusahaan go public ). Sedangkan pemakai
internal mempunyai akses ke informasi akuntansi yang lebih besar. Faktor pembatas di sini
adalah kemampuan sistem akuntansi untuk memberikan informasi yang diperlukan. Semakin
baik informasi yang disusun, berarti semakin banyak informasi yang relevan yang dapat
dihasilkan.
Untuk

memperoleh

informasi

keuangan

yang

relevan

dengan

tujuan

dan

kepentingan pemakai, maka informasi keuangan yang disajikan harus terlebih dahulu dianalisis
sehingga
adalah

dihasilkan

keputusan

analisis keuangan.

bisnis yang

Analisis

keuangan

tepat. Analisis yang
mencoba

biasanya dilakukan

menghubungkan perkiraan-

Universitas Sumatera Utara

perkiraan yang terdapat dalam laporan untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan. Dalam
melakukan analisis keuangan diperlukan suatu alat analisis.
Alat yang sering digunakan dalam melakukan analisis keuangan adalah rasio keuangan.
Rasio keuangan merupakan perbandingan angka-angka dari perkiraan-perkiraan yang terdapat di
neraca dan laporan laba rugi. Perbandingan antara satu perkiraan dengan perkiraan yang lain
harus saling berhubungan sehingga hasilnya dapat diinterpretasikan untuk mengetahui kondisi
keuangan atau kinerja perusahaan. Untuk mengetahui apakah kondisi keuangan dan
perusahaan

baik,

maka

hasil

perhitungan

rasio

keuangan

kinerja

harus dibandingkan

dengan tahun-tahun sebelumnya atau dengan rata-rata industri.
Laba sebagai suatu pengukuran kinerja dan bagian dari laporan keuangan perusahaan,
merefleksikan telah terjadinya proses peningkatan atau penurunan ekuitas dari berbagai sumber
transaksi kecuali transaksi dengan pemegang saham dalam suatu periode tertentu. Konsep laba
sama halnya dengan pendapatan bersih (net income), yaitu memasukkan hampir seluruh kejadian
yang tercakup dalam berbagai pendapatan bersih dengan penekanan pada periode sekarang
(Nurjanti dan Erni, 2003). Sehingga dapat dilakukan suatu penelitian dalam memprediksi
perubahan laba dengan menggunakan rasio keuangan.
Penelitian ini menggunakan perusahaan otomotif sebagai objek penelitian dikarenakan
persaingan dalam dunia usaha otomotif sangat ketat Untuk mengetahui keberhasilan suatu
perusahaan, maka perlu diadakan analisis terhadap laporan kuangan, dimana dalam menganalisis
laporan keuangan menggunakan rasio keuangan, yang menggunakan variabel dependen yaitu
perubahan laba dimaksudkan untuk menguji apakah Current Asset, Debt to equity ratio, Total
Assets Turnover, Inventory Turnover, Gross Profit Margin, berpengaruh terhadap perubahan
laba sehingga dapat diperoleh gambaran mengenai naik turunnya (fluktuasi) posisi keuangannya.

Universitas Sumatera Utara

Krisis global dan keuangan pada tahun 2008 cukup telak menurunkan angka penjualan
mobil dunia, tak terkecuali Indonesia. Perusahaan otomotif besar, yaitu General Motor (GM),
Ford, dan Chrysler atau yang lebih dikenal dengan The Big Three juga tidak dapat menghindari
kebangkrutan. The Big Three mengalami penurunan penjualan mobil (light vihicles) hampir 20
persen di pasar AS sejak tahun 2000 hingga 2008, pangsa penjualan The Big Three di AS untuk
pertama kalinya berada dibawah 50 persen. Penjualan domestik Indonesia terempas hingga 20
persen, dari 607.000 unit pada tahun 2008 menjadi 486.000 unit pada tahun 2009. Memasuki
2010, harapan membaiknya penjualan mobil kembali terbit.
Seiring dengan pulihnya ekonomi domestik dan global dan daya beli konsumen yang naik,
penjualan domestik Indonesia tahun 2010 kembali meroket. Untuk tahun 2010 sebanyak
764.710 unit mobil terjual. Angka ini naik 58,1 persen dibanding tahun 2009 dan merupakan
penjualan mobil terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Sedangkan untuk motor di tahun 2010
terjual sebanyak 7.398.644 unit motor, ini mengalami peningkatan drastis. Indonesia juga
merupakan salah satu negara yang menjadi basis produksi sejumlah pabrikan mobil. Tingginya
permintaan domestik dan prospek ekspor yang berkembang menjadi daya tarik utama invesyasi
di Indonesia. Laba perusahaan akan semakin meningkat dan Industri otomotif Indonesia semakin
membaik dengan peningkatan penjualan mobil
Tabel 1.1
Laba Rugi Perusahaan Otomotif pada Laporan Keuangan Tahun 2006-2009 (Dinyatakan
dalam Jutaan Rupiah)
No

1

Nama Perusahaan

PT Astra Otoparts Tbk

Tahun

2005
2006
2007
2008
2009

Laba/Rugi

279.027
282.058
454.907
566.025
768.265

Perubahan
Laba
(%)
0.01
0.61
0.24
0.36

Universitas Sumatera Utara

2

PT Indo Kordsa Tbk

3

PT Goodyear Indonesia Tbk

4

PT Gajah Tunggal Tbk

5

PT Indospring Tbk

6

PT Intraco Penta Tbk

7

PT Multi Prima Sejahtera

8

PT Multistrada Arah Sarana
Tbk

9

PT Nipress Tbk

10

PT Prima Alloy Steel Tbk

2005
2006
2007
2008
2009
2005
2006
2007
2008
2009
2005
2006
2007
2008
2009
2005
2006
2007
2008
2009
2005
2006
2007
2008
2009
2005
2006
2007
2008
2009
2005
2006
2007
2008
2009
2005
2006
2007
2008
2009
2005
2006
2007
2008

119.496
18.314
39.149
94.775
72.105
-6.690
25.397
42.399
812
121.085
346.835
118.401
90.841
-624.788
905.330
-5.837
2.172
9.888
31.827
58.765
-11.305
-939
18.035
4.763
10.210
57.068
170.007
29.204
2.974
174.860
57.068
170.007
29.204
2.974
174.860
3.069
7.650
6.394
1.550
3.685
4.600
-2.761
2.774
-14.813

-0.85
1.14
1.42
-2.24
-4.80
0.67
-0.98
148.12
-0.66
-0.23
-7.88
-2.45
-1.37
3.55
2.22
0.85
-0.61
0.35
1.41
0.63
-0.92
-20.21
-0.74
1.14
1.98
-0.83
-0.90
57.80
1.49
-0.16
-0.76
1.38
-1.60
-2.00
-6.34

Universitas Sumatera Utara

11

PT Selamat Sempurna Tbk

12

PT Tunas Ridean Tbk

13

PT United Tractor Tbk

2009
2005
2006
2007
2008
2009
2005
2006
2007
2008
2009
2005
2006
2007
2008
2009

-36.216
65.737
66.175
80.325
91.471
132.850
142.732
22.211
189.816
245.079
310.387
1.050.729
930.372
1.493.037
2.660.742
3.817.541

1.44
0.01
0.21
0.14
0.45
-0.84
7.55
0.29
0.27
-0.11
0.60
0.78
0.43

Sumber : www.idx.co.id
Kenyataan dari ketigabelas perusahaan otomotif hanya dua perusahaan otomotif yang
mampu menghasilkan laba yang stabil tiap tahunnya walaupun tidak selalu meningkat pada
periode 2006-2009 yaitu PT. Astra Otoparts Tbk, dan PT. Selamat Sempurna Tbk. Selain dua
perusahaan tersebut masing-masing perusahaan otomotif mempunyai permasalahan yang
berbeda-beda.

Grafik Perubahan Laba
160
AUTO

140

BRAM
120

Perubahan Laba
(%)

GDYR
100

GJTL

80

INDS
INTA

60
LPIN
40

MASA

20

NIPS
PRAS

0
2006
-20
-40

2007

2008

2009

SMSM
TURI
Universitas Sumatera Utara

Dari grafik diatas dapat dikemukakan bahwa perusahaan otomotif tersebut telah mengalami
fluktuasi laba, sehingga dapat digunakan investor sebagai pertimbangan dalam melakukan
investasi.
Penelitian mengenai

rasio-rasio

keuangan

telah banyak

dilakukan. Purnawati

(2005) meneliti kemampuan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba. Obyek
penelitian ini adalah perusahaan Agriculture, Forestry and Fishing; Animal Feed and
Husbandry; Mining and Mining Services; Construction dan Manufactur yang terdaftar di Bursa
Efek Jakarta (BEJ) dengan variabel independen Current Ratio (CR), Gross Profit Margin
(GPM), Operating Profit Margin (OPM), Net Income to Sales (NIS), Return On Equity (ROE),
Inventory Turnover (ITO), Total Assets Turnover (TATO), dan Sales to Current Liabilities
(SCL). Penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel independen mampu
memprediksi perubahan laba namun secara parsial rasio ITO, TATO, NIS, SCL dapat digunakan
untuk memprediksi perubahan laba satu tahun yang akan datang.
Penelitian lainnya dilakukan oleh Eko Bastian (2010) yang menganalisis pengaruh current
ratio, debt ratio, total assets turnover, return on equity, dan gross profit margin terhadap
perubahan laba pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumen yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel independen yang
diteliti memiliki

pengaruh

terhadap perubahan

laba. Secara parsial hanya debt ratio

yang berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba.

Universitas Sumatera Utara

Peneliti juga melihat adanya ketidakkonsistenan hasil penelitian yang dilakukan oleh
peneliti terdahulu. Efendi (2006) menyatakan bahwa return on equity dan gross profit margin
berpengaruh secara parsial terhadap perubahan laba. Sedangkan Eko Bastian (2010) menyatakan
bahwa return on equity dan gross profit margin tidak berpengaruh secara parsial.
Ketidakkonsistenan ini dapat disebabkan oleh perbedaan tahun penelitian dan perbedaan
perusahaan yang diteliti.
Dengan melihat pentingnya manfaat informasi analisis rasio keuangan dalam memprediksi
perubahan laba dan adanya ketidakkonsistenan hasil penelitian, maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul : Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Perubahan Laba
Pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka peneliti merumuskan
masalah dalam penelitian ini, yaitu apakah apakah current ratio, debt to equity ratio, total
assets turnover, inventory turnover, dan gross profit margin berpengaruh baik secara parsial
maupun simultan terhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia?

C. Batasan Penelitian
Penulis memberi batasan penelitian agar penelitian ini dapat tercapai,

antara lain

:
1. Objek penelitian ini adalah perusahaan Otomotif

yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia selama kurun waktu 2006-2009

Universitas Sumatera Utara

2. Laporan Keuangan perusahaan telah diaudit tahun 2006 – 2009
3. Periode prediksi penelitian ini meliputi perubahan laba tahun 2006-2009
4. Rasio keuangan yang digunakan terbatas pada Current Ratio, Debt to Equity
Ratio, Total Assets Turnover, Inventory Turnover dan Gross Profit Margin.

D. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah current ratio, debt to equity ratio,
total assets turnover, inventory turnover, dan gross profit margin berpengaruh baik secara parsial
maupun simultan terhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia.

E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi beberapa
pihak, yaitu bagi peneliti, bagi perusahaan otomotif, bagi investor dan bagi peneliti selanjutnya.
1. Bagi peneliti, memberikan wawasan yang luas bagi peneliti dalam memahami dan
menganalisis permasalahan yang ada
2. Bagi pihak-pihak lain khususnya almamater Fakultas Ekonomi, penelitian ini dapat
digunakan sebagai bahan referensi dan pendukung dalam melakukan penelitiannya.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjuaan Teoritis
1.

Pengertian Rasio Keuangan
Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam

laporan

keuangan

dengan

cara

membagi

satu

angka

dengan

angka

lainnya

(Kasmir,2009).Rasio keuangan dapat digunakan untuk mengetahui apakah telah terjadi
penyimpangan dalam melaksanakan aktivitas operasional perusahaan.
Menurut Wild et.al (2005) “Rasio merupakan alat untuk menyediakan pandangan
terhadap kondisi yang mendasari. Rasio merupakan salah satu titik awal, bukan titik akhir.
Rasio yang diinterpretasikan dengan tepat mengindikasikan area yang memerlukan
investigasi lebih lanjut.”

Dari defenisi rasio ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan
dengan cara membandingkan rasio keuangan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada beberapa
hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan rasio keuangan sebagai alat analisis. Halhal tersebut akan membantu analis dalam menginterpretasikan hasil perhitungan rasio
keuangan sehingga dihasilkan kesimpulan yang lebih tepat. Syamsuddin (2000)
mengemukakan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan rasio keuangan
sebagai alat analisis, yaitu :
a. Sebuah rasio saja tidak dapat digunakan untuk menilai keseluruhan operasi yang
telah dilaksanakan. Untuk menilai keadaan perusahaan secara keseluruhan sejumlah
rasio haruslah dinilai secara bersama-sama. Kalau sekiranya hanya satu aspek saja
yang ingin dinilai, maka satu atau dua rasio saja sudah cukup digunakan.

Universitas Sumatera Utara

b. Pembandingan yang dilakukan haruslah dari perusahaan yang sejenis dan pada saat
yang sama.
c. Sebaiknya perhitungan rasio finansial didasarkan pada data laporan keuangan yang
telah diperiksa (diaudit). Laporan keuangan yang belum diaudit masih diragukan
kebenarannya, sehingga rasio-rasio yang dihitung juga kurang akurat.
d. Adalah sangat penting untuk diperhatikan bahwa pelaporan atau akuntansi yang
digunakan haruslah sama.

2.

Jenis-Jenis Rasio Keuangan
Ada banyak jenis-jenis rasio keuangan yang biasa digunakan dalam melakukan analisis

keuangan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Horne (2005)
Rasio-rasio keuangan yang pada umumnya digunakan terdiri atas dua jenis, jenis
pertama meringkas beberapa aspek dari “kondisi keuangan” perusahaan untuk suatu periode
dengan neraca yang telah dibuat(balance sheet ratio), karena baik pembilang maupun
penyebut dalam setiap rasio berasal langsung dari neraca. Jenis kedua dari rasio meringkas
beberapa aspek kinerja perusahaan selama periode waktu tertentu, biasanya dalam setahun.
Rasio-rasio ini disebut sebagai rasio laporan laba rugi (income statement ratio).

Secara umum rasio-rasio keuangan dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis kelompok
rasio keuangan antara lain :
a. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas biasa digunakan dalam melakukan analisis kredit karena likuiditas
berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya. Pihak – pihak yang berkepentingan dalam menilai tingkat likuiditas
perusahaan adalah kreditor-kreditor jangka pendek seperti pemasok dan bankir. Rasio
likuiditas menurut Horne (2005) adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan
untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Rasio likuiditas dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Masing-masing rasio
likuiditas mencerminkan perspektif yang berbeda dalam mengukur kemampuan

Universitas Sumatera Utara

perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rasio likuiditas tersebut
menurut Kasmir (2009) antara lain rasio lancar (current ratio), rasio sangat lancar (quick
ratio atau acid test ratio),rasio kas (cash ratio), rasio perputaran kas, inventory to
networking capital.
Rasio likuiditas yang menjadi fokus penelitian ini adalah rasio lancar (current
ratio). Rumus untuk menghitung current ratio (Darsono, 2005)
CR =

x 100%
Rumus tersebut menunjukkan hubungan antara aktiva lancar dengan kewajiban

lancar. Semakin besar aktiva lancar, maka semakin besar rasio lancarnya. Apabila
dinyatakan bahwa rasio lancar suatu perusahaan adalah sebesar 2, artinya setiap satu
Rupiah kewajiban lancar akan dijamin oleh dua aktiva lancar.
Rasio lancar yang tinggi belum tentu menunjukkan bahwa kemampuan
perusahaan untuk membayar kewajiban lancarnya juga tinggi. Dalam menganalisis rasio
lancar perlu diperhatikan apakah yang menyebabkan rasio lancar tersebut tinggi. Jika
yang menyebabkan rasio lancar tersebut tinggi adalah piutang atau persediaan, maka
untuk memenuhi kewajiban lancarnya perusahaan harus terlebih dahulu melakukan
penagihan atas piutang atau menjual persediaan agar diperoleh kas untuk membayar
kewajiban lancar tersebut. Kreditor harus menanggung risiko bahwa kemungkinan
perusahaan tidak dapat membayar kewajiban lancarnya karena perusahaan tidak mampu
menagih piutangnya atau tidak dapat menjual persediaannya.
b. Rasio Solvabilitas
Perusahaan memiliki berbagai kebutuhan dalam menjalankan operasinya, terutama
yang berkaitan dengan dana agar perusahaan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Universitas Sumatera Utara

Dalam praktiknya untuk menutupi kekurangan akan kebutuhan dana, perusahaan
memiliki beberapa pilihan sumber dana yang dapat digunakan. Pemilihan sumber dana
ini tergantung dari tujuan, syarat-syarat, keuntungan dan kemampuan perusahaan.
Sumber-sumber dana secara garis besar dapat diperoleh dari modal sendiri dan
pinjaman (bank atau lembaga keuangan lainnya). Perusahaan dapat memilih salah satu
sumber tersebut atau kombinasi dari keduanya. Setiap sumber dana memiliki kelebihan
dan kekurangannya masing-masing.
Mengingat penggunaan salah satu dari dana tersebut memiliki kelebihan dan
kekurangan, perlu disiasati agar dapat saling menunjang. Dengan kata lain, penggunaan
dana yang bersumber dari pinjaman harus dibatasi. Kombinasi dari penggunaan dana
dikenal dengan nama rasio solvabilitas atau rasio leverage. Rasio solvabilitas atau
leverage ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva
perusahaan dibiayai oleh utang (Kasmir, 2009), artinya berapa besar beban utang yang
ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya.
Rasio solvabilitas yang menjadi fokus penelitian ini adalah debt to equity ratio
(DER). Rumus untuk menghitung debt to equity ratio (Darsono,2005):
DER =

x 100%

Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukan persentase penyediaan dana
oleh pemegang saham terhadap pemberi pinjaman (Darsono,2005). Nilai DER yang
tinggi menunjukkan bahwa struktur modal lebih banyak memanfaatkan utang
dibandingkan dengan ekuitas, semakin besar DER mencerminkan solvabilitas
perusahaan semakin rendah sehingga kemampuan perusahaan

untuk membayar

utangnya rendah.

Universitas Sumatera Utara

c.

Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas

perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Rasio aktivitas juga
digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas seharihari. Dari hasil pengukuran dengan rasio aktivitas akan terlihat apakah perusahaan lebih
efisien dan efektif dalam mengelola asset yang dimilikinya atau mungkin justru
sebaliknya.
Rasio aktivitas yang menjadi fokus penelitian ini adalah total assets turn over dan
inventory turnover. Rumus untuk menghitung total assets turn over (Kasmir, 2009):
1. Total Assets Turnover
Total assets turn over =

x 100%

Rasio perputaran total aktiva (total assets turn over ratio), digunakan untuk
mengukur perputaran dari seluruh aktiva perusahaan . rasio ini juga dapat dipergunakan
untuk mengukur seberapa efisien aktiva tersebut telah dimanfaatkan untuk memperoleh
penghasilan sehingga rasio ini dapat digunakan untuk memprediksi laba yang akan
datang dan dapat digunakan untuk memprediksi laba karena total aktiva dan penjualan
merupakan komponen dalam menghasilkan laba.
Pengaruh rasio total assets turnover terhadap perubahan laba bersih perusahaan
adalah semakin cepat tingkat perputaran aktivanya maka laba bersih yang dihasilkan
akan semakin meningkatkan penjualan yang berpengaruh terhadap pendapatan. Rasio
yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan tidak beroperasi pada volume yang
memadai bagi kapasitas investasinya.
2. Inventory Turnover (ITO)

Universitas Sumatera Utara

ITO =

x 100%

Rasio perputaran persediaan (Inventory Turnover) dapat digunakan untuk
mengukur berapa kali rata-rata persediaan terjual selama satu periode tertentu. Rasio ini
menunjukkan seberapa efektif perusahaan dalam kegiatan usahanya, jumlah investasi
yang ada dalam persediannya dan siklus operasi untuk mengisi kasnya kembali.
d.

Rasio Profitabilitas
Profitabilitas adalah hasil akhir dari sejumlah kebijakan dan keputusan yang

dilakukan perusahaan. Rasio profitabilitas menurut Horne (2005) adalah rasio yang
menghubungkan laba dari penjualan dan investasi. Dari rasio ini dapat diketahui
bagaimana tingkat profitabiltas perusahaan. Setiap perusahaan menginginkan tingkat
profitabilitas yang tinggi. Untuk dapat melangsungkan hidupnya, perusahaan harus
berada dalam keadaan yang menguntungkan (profitable). Apabila perusahaan dalam
kondisi yang tidak menguntungkan, maka akan sulit bagi perusahaan untuk memperoleh
pinjaman dari kreditor maupun investasi dari luar.
Rasio profitabilitas merupakan sekelompok rasio yang menunjukkan kombinasi
efek dari likuiditas, manajemen aktiva, dan utang pada hasil-hasil operasi ( Brigham,
2009). Rasio profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah gross profit
margin.
Gross profit margin (GPM) dapat digunakan

untuk

mengetahui keuntungan

kotor dari setiap barang yang dijual perusahaan. Gross profit margin menurut
Horne (2005) “memberitahu kita laba
dengan

penjualan,

dari perusahaan

yang

berhubungan

setelah kita mengurangi biaya untuk memproduksi barang yang

dijual”.

Universitas Sumatera Utara

Rumus

untuk

menghitung

gross

profit margin

menurut

Wild et.al

(2005)
Gross Profit Margin =
3.

x 100%

Laba
a.

Pengertian Laba
Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan laba. Wild, et al (2005)

mendefenisikan laba sebagai berikut:
Laba (earnings) atau laba bersih (net income) mengindikasikan profitabilitas
perusahaan. Laba mencerminkan pengembalian
kepada pemegang ekuitas untuk
periode bersangkutan, sementara pos-pos dalam laporan merinci bagaimana laba
didapat. Laba merupakan perkiraan atas kenaikan
(atau penurunan) ekuitas
sebelum distribusi kepada dan kontribusi dari pemegang ekuitas.

Laba

terdiri dari empat

elemen utama

yaitu

penghasilan,

beban,

keuntungan, dan kerugian. Defenisi dari elemen-elemen laba tersebut telah dikemukakan
oleh Ikatan Akuntan Indonesia (2009 ).
1) Penghasilan
(income)
adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu
periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan asset atau
penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal
dari kontribusi penanam modal.
2) Beban (expense) adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode
akuntansi dalam bentuk arus kas keluar atau berkurangnya asset atau terjadinya
kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut
pembagian kepada penanam modal.
3) Keuntungan (gain) mencerminkan kenaikan manfaat ekonomi yang memenuhi
defenisi penghasilan yang mungkin timbul atau mungkin tidak timbul dari
aktivitas perusahaan yang biasa dan dengan demikian pada hakikatnya tidak
berbeda dengan pendapatan.
4) Kerugian (loss) mencerminkan pos lain yang memenuhi defenisi beban yang
mungkin timbul atau mungkin tidak timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa.
Kerugian tersebut mencerminkan berkurangnya manfaat ekonomi dan pada
hakikatnya tidak berbeda dengan beban lain

Universitas Sumatera Utara

Menurut Harahap (2006) laba adalah
Angka yang penting dalam laporan keuangan
karena berbagai alasan
antara lain: laba merupakan
dasar dalam perhitungan pajak, pedoman dalam
menentukan kebijakan investasi dan pengambilan keputusan, dasar dalam
peramalan laba maupun kejadian ekonomi perusahaan lainnya di masa yang akan
datang, dasar
dalam perhitungan dan penilaian efisiensi dalam menjalankan
perusahaan, serta sebagai dasar dalam penilaian prestasi atau kinerja perusahaan.

Chariri (2003) menyebutkan bahwa laba memiliki beberapa karakteristik antara
lain sebagai berikut:
1)
2)
3)

4)

5)

Laba didasarkan pada transaksi yang benar-benar terjadi,
Laba
didasarkan
pada postulat periodisasi, artinya merupakan
prestasi perusahaan pada periode tertentu,
Laba
didasarkan
pada
prinsip pendapatan
yang
memerlukan
pemahaman khusus tentang definisi, pengukuran dan pengakuan
pendapatan,
Laba memerlukan pengukuran tentang biaya dalam bentuk biaya
historis
yang
dikeluarkan
perusahaan
untuk
mendapatkan
pendapatan tertentu,
Laba
didasarkan
pada prinsip penandingan
(matching)
antara
pendapatan
dan
biaya yang
relevan
dan
berkaitan
dengan
pendapatan tersebut.

Perbandingan

yang

tepat

atas

pendapatan

dan

biaya

tergambar

dalam

laporan rugi laba. Penyajian laba melalui laporan tersebut merupakan fokus
kinerja perusahaan yang penting.

Kinerja perusahaan merupakan hasil dari

serangkaian proses dengan mengorbankan berbagai sumber daya. Adapun salah satu
parameter penilaian kinerja perusahaan tersebut adalah perubahan laba.
Perubahan laba perusahaan

yang

baik mencerminkan

bahwa

kinerja

perusahaan juga baik, oleh karena laba merupakan ukuran kinerja dari suatu
perusahaan,

maka

semakin

tinggi

laba

yang

dicapai

perusahaan,

Universitas Sumatera Utara

mengindikasikan semakin baik kinerja perusahaan. Dengan demikian apabila
rasio keuangan perusahaan baik, maka perubahan laba perusahaan juga baik.
Perubahan laba dapat dihitung dengan cara :
Perubahan laba =
=
b.

Hubungan Rasio Keuangan dengan Perubahan Laba
Current Ratio menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban

jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya. Current ratio diperoleh
dengan jalan membagi aktiva lancar dengan kewajiban jangka pendeknya. Ada banyak
faktor yang mempengaruhi ukuran current ratio. Perlu dianalisis lebih lanjut misalnya
apakah surat-surat berharga yang dimiliki dapat segera diuangkan, bagaimana tingkat
pengumpulan piutang, bagaimana tingkat perputaran persediaan (Djarwanto, 2004).
Current ratio yang tinggi mungkin menunjukkan adanya uang kas yang berlebihan
dibanding

dengan tingkat kebutuhan atau adanya unsur aktiva lancar yang rendah

likuiditasnya seperti persediaan yang berlebihan. Current ratio yang tinggi memang baik
menurut pandangan kreditor, tetapi dari sudut pandangan pemegang saham kurang
menguntungkan karena aktiva lancar tidak didayagunakan dengan efektif. Dengan
adanya hubungan negatif antara current ratio dengan perubahan laba diasumsikan
bahwa current ratio mampu memprediksi perubahan laba yang akan datang.
Nilai debt to equity ratio yang semakin tinggi menunjukkan komposisi total hutang
(jangka pendek dan jangka panjang) semakin besar dibanding dengan total modal
sendiri, sehingga berdampak semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar
(kreditur). Meningkatnya beban terhadap kreditur menunjukkan sumber modal

Universitas Sumatera Utara

perusahaan sangat tergantung dengan pihak luar.. Debt to equity ratio berpengaruh
negatif terhadap perubahan laba. Perusahaan yang pertumbuhan labanya rendah akan
berusaha menarik dana dari luar, untuk mendapatkan investasi dengan mengorbankan
sebagian besar labanya. Sehingga perusahaan dengan pertumbuhan laba rendah akan
semakin memperkuat hubungan antara DER yang berpengaruh negatif dengan
profitabiltas. Dimana peningkatan utang akan mempengaruhi besar kecilnya laba
perusahaan, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi semua
kewajibannya, yang ditunjukkan oleh beberapa bagian modal sendiri yang digunakan
untuk membayar seluruh kewajibannya, karena semakin besar penggunaan utang maka
semakin besar kewajibannya. Semakin tinggi nilai DER menunjukkan semakin besar
beban perusahaan terhadap pihak luar, hal ini sangat memungkinkan menurunkan
kinerja perusahaan, karena tingkat ketergantungan dengan pihak luar semakin tinggi.
Rasio total assets turnover dapat digunakan untuk memprediksi laba karena total
aktiva dan penjualan merupakan komponen dalam menghasilkan laba. Pengaruh rasio
total assets turnover terhadap perubahan laba bersih perusahaan adalah adalah semakin
cepat perputaran aktivanya, maka laba bersih yang dihasilkan semakin meningkat karena
perusahaan sudah dapat memanfaatkan aktiva tersebut untuk meningkatkan penjualan
yang berpengaruh terhadap pendapatan. Rasio yang rendah menunjukkan bahwa
perusahaan tidak beroperasi pada volume yang memadai pada kapasitas investasinya.
Inventory turnover atau perputaran persediaan merupakan ukuran tentang seberapa
cepat perputaran persediaan dalam siklus produksi normal (Harahap, 2006). Tingginya
perputaran persediaan berarti kegiatan penjualan berjalan cepat sehingga laba juga akan

Universitas Sumatera Utara

mengalami kenaikan dengan adanya kenaikan penjualan. Dengan demikian ITO
berpengaruh terhadap perubahan laba.
Gross profit margin merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
kotor pada tingkat penjualan tertentu. Tingginya GPM akan menghasilkan laba yang
tinggi, sebaliknya GPM yang rendah akan menghasilkan laba yang rendah pula. Dengan
demikian tinggi rendahnya GPM akan mempengaruhi pertum

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia