Perlindungan Hukum Kreditur Pemegang Jaminan Berupa Hak Tanggungan Yang Mengalami Force Majeure Dalam Perjanjian Kredit

REPRESENTASI PESAN BUDAYA KARO DALAM
FILM 3 NAFAS LIKAS
SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
sarjana Program Strata 1 (S1) pada Departemen Ilmu
Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Sumatera Utara
GITA FIOLANDA GRESIA
110904104

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2015

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati, puji dan syukur peneliti panjatkan
kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya peneliti ini dapat
menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
Penulisan skripsi yang berjudul “Representasi Pesan Tradisi Budaya Karo
Dalam Film 3 Nafas Likas” ini bertujuan untuk memenuhi salah satu persyaratan
yang harus dilengkapi dalam memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi pada
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
Dalam menyelesaikan skripsi ini, tentunya merupkan hasil pembelajaran
yang peneliti terima selama mengikuti perkuliahan di Departemen Ilmu
Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sumatera Utara. Dalam
penyusunan skripsi ini, peneliti banyak mendapat saran, bimbingan dan arahan
baik dari segi moril maupun materi serta dorongan semangan dari berbagai pihak
yang sangan berguna bagi saya.
Secara khusus saya ingin mengucapkan terimakasih kepada kedua
orangtua peneliti, Ayahanda Drs. Grensi Kembaren dan Ibunda Dra. Pesta Ria
Barus serta kedua saudara Feba Kembaren dan Gerika Kembaren yang senantiasa
mendoakan, memberikan dukungan dan nasehat yang bijaksana bagi peneliti.
Ucapan terimakasih lainnya saya ingin sampaikan kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, Msi selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara
2. Ibu Dra. Fatma Wardi Lubis, MA selaku ketua Departemen Ilmu
Komunikasi
3. Ibu Dra. Dayana, Msi selaku Sekretaris Departemen Ilmu Komunikasi atas
segala bantuan serta dukungannya yang sangat berguna dan bermanfaat
bagi peneliti.
4. Bapak Syafruddin Pohan, M.Si, Ph.D selaku dosen pembimbing yang
telah memberikan bimbingan, nasehat dan saran luar biasa bagi peneliti
selama pengerjaan skripsi ini.

2
Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

5. Kepada Ketua Penguji dan Penguji Utama yang telah memberikan
masukan untuk perbaikan skripsi ini hingga akhirnya bisa menjadi lebih
baik lagi.
6. Seluruh Dosen dan Staf pengajar yang telah mendidik dan membimbing
mulai dari semester awal hingga saya menyelesaikan perkuliahan
dikampus dengan ilmu ilmu yang luar biasa
7. Sahabat-sahabat spesial peneliti Sebrina, Putri M, Mira, Deasy, Juwita,
Putri, Henny, Retika, Sera, Febe, Fey, Nika, Anke, Redno, Tommy dan
yang lainnya yang tidak bisa peneliti sebutkan satu-persatu disini.
Terimakasih telah memberikan banyak dukungan dan bantuan kepada
peneliti.
8. Kepada David Barus yang tidak pernah jenuh memberi semangat dan
motivasi kepada peneliti.
9. Teman-teman Ilmu Komunikasi berbagai stambuk terutama teman
seperjuangan stambuk 2011 yang senantiasa menjadi teman terbaik bagi
saya dan member motivasi sehingga peneliti terus semangat mengerjakan
skripsi ini hingga selesai.
Menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dalam skripsi ini,
peneliti memohon maaf sebesar-besarnya. Dan peneliti sangat menerima kritik
dan saran yang bersifat konstruktif untuk perbaikan dan pendorong peneliti untuk
dapat semakin maju. Semoga skripsi ini dapat menambah khasanah pengetahuan
kita semua. Amin.

Medan, April 2015
Peneliti

Gita Fiolanda Gresia

3
Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI
TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai civitas akademik Universitas Sumatera Utara, saya yang bertanda tangan
dibawah ini :
Nama

: Gita Fiolanda Gresia

NIM

: 110904104

Departemen

: Ilmu Komunikasi

Fakultas

: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas

: Sumatera Utara

Jenis Karya

: Skripsi

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada
Universitas Sumatera Utara Hak Bebas Royalti Non Eksklusif (Non-eksklusive
Royalty- Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul: Representasi Pesan
Budaya Karo Dalam Film 3 Nafas Likas. Beserta perangkat yang ada (jika
diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti Noneksklusif ini Universitas Sumatera
Utara berhak menyimpan, mengalihmedia/formatkan, untuk mengelola dalam
bentuk pangkalan data (database), merawat dan memp[ublikasikan tugas akhir
saya tanpa meminta izin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai
penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Medan, April 2015

Gita Fiolanda Gresia

4
Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

REPRESENTASI PESAN BUDAYA KARO DALAM
FILM 3 NAFAS LIKAS

Oleh:
Gita Fiolanda Gresia
Ilmu Komunikasi

ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Representasi Pesan Budaya Karo Dalam Film 3 Nafas
Likas”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui representasi dan makna pesan tradisi
budaya karo yang terkandung dalm film 3 Nafas Likas berdasarkan tanda-tanda yang
muncul pada film tersebut. Film sebagai representasi budaya, film tidak hanya
mengkonstruksi nilai-nilai budaya tertentu didalam dirinya sendiri, tapi juga tentang
bagaimana nilai-nilai diproduksi dan bagaimana nilai itu dikonsumsi oleh masyarakat
yang menyaksikan film tersebut. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa
teori yang relevan, yaitu : Paradigma Konstruktivis, Komunikasi Massa, Semiotika
Roland Barthes, Representasi, serta Komunikasi Antar Budaya. Penelitian ini
menggunakan analisis semiotika Roland Barthes berupa signikasi dua tahap (two order of
signification); denotasi dan konotasi, yang kemudian dibagi dalam penanda, petanda,
level donotasi dan level konotasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa film 3 nafas
likas merupakan film yang mengangkat budaya karo sebagai latar budayanya. Sekitar 10
persen adegan di film 3 Nafas Likas ini menggunakan dialog dalam bahasa karo.
Segmentasi film ini adalah masyarakat yang menggemari film tokoh perjuangan dan
masyarakat karo itu sendiri. Pesan yang ingin disampaikan agar penonton bisa kembali
mengingat dan mengenang setiap jasa pahlawan untuk dijadikan motivasi, cerminan
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan tidak melupakan budaya yang
berkembang dilingkungan kita.

Kata kunci :
Film 3 Nafas Likas, Budaya Karo, Semiotika Roland Barthes

5
Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

REPRESENTASI PESAN BUDAYA KARO DALAM
FILM 3 NAFAS LIKAS

by:
Gita Fiolanda Gresia
Communication Science

ABSTRACK

This research titled “Representasi Pesan Budaya Karo Dalam Film 3 Nafas
Likas”. The purpose of this research was to determine the representation and
meaning of cultural messages contained in the 3 Nafas Likas movie by signs
that appear in that movie. The movie as a cultural representation not only
construct a particular cultural values within itself, but also about how the values
are produced and how that value is consumed by people who watch the movie. In
this research , researchers used some relevant theory : Constructivist Paradigm,
Mass Communication, Semiotics Roland Barthes, Representation, and
Intercultural Communication. This research uses a semiotic analysis of the
significance of Roland Barthes form two stages (two orders of signification);;
denotation and connotation, which is then divided into markers, markers, donotasi
level and the level of connotation. denotation and connotation, which is then
divided into markers, markers, donotasi level and the level of connotation. The
results of this study found that 3 Nafas Likas movie is a movie that raised karo
culture as cultural background. Approximately 10 % t of the scenes in the 3 Nafas
Likas movie uses Karo language dialogue. Segmentation of this movie is the
public who enjoyed the movie about leaders and karonese community. The
message that the audience can remember every heroes sacrifice for our country
to be used as motivation, reflection in the life of the nation by not forgetting our
culture that flourished in the environment

Keywords : 3 Nafas Likas Movie, Karo Culture, The Semiotics of Roland Barthes

6
Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................
i
LEMBAR PENGESAHAN .....................................................................
ii
KATA PENGANTAR ............................................................................... iii
LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ..............
v
ABSTRAK ................................................................................................. vi
DAFTAR ISI.............................................................................................. viii
DAFTAR TABEL .....................................................................................
x
DAFTAR GAMBAR ................................................................................. xi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Konteks Masalah ...................................................................................
1.2 Fokus Masalah ......................................................................................
1.3 Tujuan Penelitian ..................................................................................
1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................

1
4
4
4

BAB II PARADIGMA & TEORI KOMUNIKASI
2.1 Kajian Penelitian Terdahulu .................................................................
2.2 Paradigma Kajian ..................................................................................
2.3 Teori Film .............................................................................................
2.3.1 Perkembangan Teori Film............................................................
2.3.2 Pengertian Film ............................................................................
2.3.3 Jenis-jenis Film ............................................................................
2.3.4 Unsur-unsur Film .........................................................................
2.3.5 Tujuan dan Pengaruh Film ...........................................................
2.3.6 Film Sebagai Representasi Budaya ..............................................
2.4 Semiotika ..............................................................................................
2.5.1 Semiotikan Roland Barthes..........................................................
2.5.2 Semiotika Dalam Film .................................................................
2.5.3 Semiotika komunikasi Visual ......................................................
2.5 Komunikasi Antar Budaya ....................................................................
2.5.1 Unsur-Unsur Budaya ...................................................................
2.5.2 Pesan Tradisi Budaya Dalam Suatu Film ....................................
2.7 Representasi Dalam Sebuah Film .........................................................

6
9
12
12
14
17
18
22
23
25
30
33
38
46
46
48
49

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian .................................................................................
3.2 Subjek dan Objek Penelitian .................................................................
3.3 Unit Analisis .........................................................................................
3.4 Teknik Pengumpulan Data ....................................................................
3.5 Keabsahan Data.....................................................................................
3.6 Teknik Analisis Data .............................................................................

53
53
53
54
54
55

7
Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Film 3 Nafas Likas ..................................................
4.2 Penyajian Data ......................................................................................
4.3 Analisis Data .........................................................................................
4.3.1 Analisis Scene Pertama ................................................................
4.3.2 Analisis Scene Kedua ...................................................................
4.3.3 Analisi Scene Ketiga ....................................................................
4.3.4 Analisis Scene Keempat ...............................................................
4.3.5 Analisis Scene Kelima .................................................................
4.3.6 Analisis Scene Keenam ................................................................
4.3.7 Analisis Scene Ketujuh ................................................................
4.4 Mitos Dan Temuan Analisis Data .........................................................

56
57
60
60
66
71
76
81
86
90
95

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ........................................................................................... 100
5.2 Saran ..................................................................................................... 101
DAFTAR REFERENSI ............................................................................ 103
LAMPIRAN
- Biodata Peneliti
- Daftar Bimbingan skripsi

8
Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Teknik Dalam Pengambilan Gambar ...........................................
Tabel 2 Tabel Proses Representasi fiske ...................................................
Tabel 3 Teknik Dalam Menyunting Gambar ............................................
Tabel 4 Ikon Scene Pertama ......................................................................
Tabel 5 Ikon Scene Kedua.........................................................................
Tabel 6 Ikon Scene Ketiga ........................................................................
Tabel 7 Ikon Scene Keempat.....................................................................
Tabel 8 Ikon Scene Kelima .......................................................................
Tabel 9 Ikon Scene Keenam ......................................................................
Tabel 10 Ikon Scene Ketujuh ......................................................................

45
51
58
62
67
72
77
83
87
92

9
Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3
Gambar 4
Gambar 5
Gambar 6
Gambar 7
Gambar 8
Gambar 9

Kategori Tipe Tanda dari Pierce ............................................
Peta Tanda Roland Barthes ....................................................
Scene Pertama ........................................................................
Scene Kedua ...........................................................................
Scene Ketiga...........................................................................
Scene Keempat .......................................................................
Scene Kelima .........................................................................
Scene Keenam ........................................................................
Scene Ketujuh ........................................................................

28
32
60
67
70
76
81
87
90

10
Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

ST]RAT PERFiYATAAN BEBAS PLAGIAT

Saya yang bertalda tangan di bawah ini:

lrlAlv'lA

: HItu\,{ AWATI FAI{N Y TAN,IPUBOLOI{

NIX,{

: i 10200242

jiiul;L Siiiiipsi : FEF.Lil-iDLilliGA}li iiliKUivi
.TAN{i}iA}.i BERI,]PA

KREDiTUR FEir{EGAiriC

HAK TANGGI-iNGAN YA}{G

fuTEI'iGALAh,{I T;OIIC{J

A,(,4.T}-;I

iR{:

DALAM

PER-iAiiii;ri''i i{R.EDi I iSTUi}i FADn FT. tsaiiK
MAidDrRr (PERSERO). TBK CABANG MEDAIi)
Dengan ini rnenyatakan:

i.

iiafuwa

isi skripsi yang

saya tuiis tersebui

iii

atas adaiair benar tidak

merupakan ciplakan dari skripsi atai.r karya ilmiah orang laitr.

2.

Apabila terbukti dikemudian hari skripsi tersebut adalah ciplakan rnaka
segaia akibat hukurn yar.lg iiulbui nrenjacii tanggung jarvab

sa5.'a.

Dernikian pemvataan ini sa.va buat dengan setrenam-_va tanpa ada paksaan atau
tekanan dari pihak marlapun.

\{edarr. 4 lt,{aret 20I

5

rtrR\.{&\li l\T1 I_AN},iY T
ir,ii\,I: 114240242

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Hirmawati Fanny Tampubolon
Muhammad Hayat 
Muhammad Husni 
Di dalam pelaksanaan kredit dengan jaminan berupa hak tanggungan bisa
saja terjadi force majeure sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum bagi
kreditur karena obyek jaminan yang diperjanjikan telah musnah. Di dalam skripsi
permasalahan yang dibahas adalah akibat musnahnya obyek jaminan yang
mengalami force majeure dalam hak tanggungan, perlindungan hukum bagi
kreditur terhadap jaminan berupa hak tanggungan yang mengalami force majeure,
upaya penyelesaian kredit terhadap jaminan berupa hak tanggungan yang
mengalami force majeure.
Metode penelitian dalam skripsi ini adalah yuridis normatif yang bersifat
deskriptif. Dilakukan dengan meneliti bahan pustaka atau data sekunder, yaitu
melakukan penelusuran terhadap norma-norma hukum serta berbagai literatur
yang berkaitan dengan perlindungan hukum kreditur pemegang jaminan berupa
hak tanggungan yang mengalami force majeure dalam perjanjian kredit kemudian
didukung dengan penelitian lapangan (field research) dilaksanakan dengan
wawancara di PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Medan dan wawancara
dengan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Alat pengumpul data yang
digunakan di dalam penulisan skripsi ini adalah melalui studi dokumen, bukti
empiris tidak mendalam dengan melakukan wawancara, dan metode studi pustaka
(library research). Metode analisis data menggunakan metode kualitatif, yaitu
data yang didapat disusun secara sistematis dan selanjutnya dianalisis secara
kualitatif untuk mencapai kejelasan masalah yang akan dibahas.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa musnahnya obyek jaminan
berupa Hak Tanggungan yang disebabkan force majeure tidak menyebabkan
hapusnya utang debitur. Selanjutnya perlindungan hukum bagi kreditur pemegang
jaminan berupa hak tanggungan adanya pencantuman klausula di dalam Akta
Pemberian Hak Tanggungan (APHT) yang menyebutkan bahwa debitur wajib
untuk mengasuransikan obyek jaminan hak tanggungan tersebut sebagai uang
ganti kerugian bagi kreditur apabila obyek jaminan itu musnah disebabkan karena
force majeure. Upaya penyelesaian kredit yang dilakukan oleh kreditur adalah
melakukan upaya damai (pendekatan personal), yaitu kreditur meminta kepada
debitur untuk mengganti obyek jaminan yang telah musnah dengan obyek jaminan
yang baru dan debitur tetap membayar utangnya, namun apabila tidak berhasil
dapat melalui somasi lewat pengadilan.
Kata Kunci: Hak Tanggungan, Force Majeure, Jaminan




Mahasiswa Departemen Hukum Keperdataan Fakultas Hukum USU.
Dosen Pembimbing I, Departemen Hukum Keperdataan Fakultas Hukum USU.
Dosen Pembimbing II, Departemen Hukum Keperdataan Fakultas Hukum USU.

vi

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Dengan segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang
Maha Esa atas segala kemurahan dan rahmat-Nya yang diberikan kepada penulis,
sehingga penulis dapat mengikuti perkuliahan dan dapat menyelesaiakan
penulisan skripsi ini tepat pada waktunya.
Skripsi ini disusun guna melengkapi dan memenuhi tugas dan syarat untuk
meraih gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, di
mana hal tersebut merupakana kewajiban bagi setiap mahasiswa/i yang ingin
menyelesaikan perkuliahannya.
Adapun judul skripsi yang penulis kemukakan “PERLINDUNGAN
HUKUM

KREDITUR

TANGGUNGAN

PEMEGANG

JAMINAN

BERUPA

YANG MENGALAMI FORCE MAJEURE

HAK

DALAM

PERJANJIAN KREDIT”. Skripsi ini membahas tentang obyek jaminan hak
tanggungan yang mengalami force majeure.
Penulisan skripsi ini tidak terlepas dari kekurangan sehingga penulis
berharap agar semua pihak dapat memeberikan masukan berupa kritik dan saran
yang membangun demi menghasilkan sebuah karya ilmiah yang lebih baik dan
lebih sempurna lagi ke depannya.
Dalam penulisan skripsi ini penulis telah banyak mendapat bantuan dari
berbagai pihak yang dengan ikhlas memberikan bimbingan, arahan, motivasi, dan
doa sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan. Pada kesempatan ini,
penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

i
Universitas Sumatera Utara

1. Bapak Prof. Dr. Runtung Sitepu, S.H., M.Hum, sebagai Dekan Fakultas
Hukum Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Prof. Dr. Budiman Ginting, S.H., M.Hum, sebagai Pembantu
Dekan I Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Syafruddin Hasibuan, S.H., M.Hum, DFM, sebagai Pembantu
Dekan II Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
4. Bapak Dr. O.K. Saidin, S.H., M.H., sebagai Pembantu Dekan III Fakultas
Hukum Universitas Sumatera Utara.
5. Bapak Dr. H. Hasyim Purba, S.H., M.Hum selaku Ketua Departemen
Hukum Keperdataan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
6. Ibu Rabiatul Syahriah, S.H., M.Hum selaku Sekretaris Departemen
Hukum Keperdataan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
7. Bapak Muhammad Hayat, S.H.,, selaku Dosen Pembimbing I yang telah
banyak membantu penulis dalam memberi masukan, arahan, serta
bimbingan di dalam pelaksanaan penulisan skripsi ini.
8. Bapak Muhammad Husni, S.H., M.Hum., selaku Dosen Pembimbing II
banyak membantu penulis dalam memberi masukan, arahan, serta
bimbingan di dalam pelaksanaan penulisan skripsi ini.
9. Ibu Dra. Zakiah, M.Pd. sebagai Dosen Penasehat Akademik penulis
selama masa perkuliahan.
10. Seluruh Saf Dosen Pengajar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara
yang telah memberikan ilmu khususnya dalam bidang hukum.

ii
Universitas Sumatera Utara

11. PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk cabang Medan khususnya untuk Bapak
Arif Budi Agustanto selaku Team Leader dan Ibu Elvianna Khairi selaku
Proffesional Staff yang telah banyak membantu penulis dengan memberikan

data yang diperlukan dalam penyelesaian skripsi ini.
12. Keluarga Tercinta yang telah memberikan doa, semangat, dan dukungan
yang begitu besar yang tiada hentinya kepada penulis.
13. Teman-teman penulis khususnya angkatan 2011 yang telah memberikan
semangat dan motivasi selama penulis mengerjakan skripsi ini.

Medan, 4 Maret 2015

Penulis

iii
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................. ...i
DAFTAR ISI ................................................................................................. ...iv
ABSTRAK .................................................................................................... ...vi

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................................................................ ...1
B. Permasalahan............................................................................ ...5
C. Tujuan Penelitian .................................................................... ...6
D. Manfaat Penelitian ................................................................... ...6
E. Metode Penelitian..................................................................... ...7
F. Keaslian Penulisan ................................................................... ...12
G. Sistematika Penulisan .............................................................. ...13

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERJANJIAN KREDIT
PERBANKAN
A. Tinjauan Umum Tentang Perjanjian ........................................ ...15
1. Pengertian Umum Perjanjian ............................................... ...15
2. Syarat Sahnya Suatu Perjanjian ........................................... ...17
3. Asas-Asas Perjanjian ............................................................ ...20
4. Prestasi dan Wanprestasi ...................................................... ...23
B. Pengaturan Perjanjian Kredit Perbankan Pada Umumnya ....... ...26
C. Perjanjian Kredit sebagai Perjanjian Baku Antara
Debitur dan Kreditur .................................................................33

iv

Universitas Sumatera Utara

BAB III PERJANJIAN KREDIT PERBANKAN DENGAN JAMINAN HAK
TANGGUNGAN
A. Pengertian dan Konsep Teoritis Hukum Jaminan .................... ...40
B. Hak Tanggungan atas Hak atas Tanah ..................................... ...54
C. Force Majeure dan Akibat-Akibat Hukumnya ....................... ...83

BAB IV PERLINDUNGAN HUKUM KREDITUR PEMEGANG JAMINAN
BERUPA HAK TANGGUNGAN YANG MENGALAMI FORCE
MAJEURE (STUDI PADA PT. BANK MANDIRI (PERSERO),
TBK CABANG MEDAN)
A. Akibat Musnahnya Obyek Jaminan yang Mengalami Force Majeure
dalam Hak Tanggungan pada PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk
Cabang Medan .............................................................................89
B. Perlindungan Hukum Bagi Kreditur terhadap Jaminan Berupa Hak
Tanggungan yang Mengalam Force Majeure pada PT. Bank Mandiri
(Persero), Tbk Cabang Medan ......................................................93
C. Upaya

Penyelesaian

Kredit

terhadap

Jaminan

Berupa

Hak

Tanggungan yang Mengalami Force Majeure pada PT. Bank
Mandiri (Persero), Tbk Cabang Medan ........................................94

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan .............................................................................. ...98
B. Saran ......................................................................................... ...100

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... ...101
LAMPIRAN
v

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan

Nasional

berdasarkan

demokrasi

ekonomi

yang

dilaksanakan bangsa Indonesia tujuannya untuk mewujudkan masyarakat adil dan
makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Guna mencapai
tujuan tersebut, pelaksanaan pembangunan harus senantiasa memperhatikan
keserasian, keselarasan, dan keseimbangan berbagai unsur pembangunan,
termasuk di bidang ekonomi dan keuangan.
Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya terkadang mengalami
kesulitan baik karena keterbatasan dana ataupun sebab yang lain. Namun, dalam
hal keterbatasan dana, sekarang dapat diatasi dengan kredit sehingga dapat
dikatakan bahwa terdapat hubungan yang erat antara pertumbuhan kegiatan
ekonomi ataupun pertumbuhan kegiatan usaha suatu perusahaan dengan
perkreditan. Hal ini disebabkan karena dunia perbankan ataupun lembaga
keuangan bukan bank merupakan mitra usaha bagi perusahaan ataupun orang
pribadi.1
Dewasa ini kegiatan kredit sangat erat hubungannya dengan para pelaku
bisnis, dimana masing-masing pihak memiliki alasan dan tujuan tersendiri dalam

1

http://library.usu.ac.id/download/fh/perdata-maria4.pdf
tanggal 21 Oktober 2014.

(oleh Maria Kaban) diunduh pada

1

Universitas Sumatera Utara

2

memberikan kredit dengan tujuan untuk memperoleh bunga dari pokok
pinjamannya. Sedangkan bagi pihak debitur atau pihak yang meminjam uang,
alasannya

karena

tidak

memilki

dana

yang

cukup

untuk

memenuhi

kebutuhannya.2
Di dalam pelaksanaan kredit pada umumnya dilakukan dengan
mengadakan suatu perjanjian. Perjanjian yang dibuat tersebut terdiri dari
perjanjian pokok yaitu perjanjian utang piutang dan dengan perjanjian tambahan
berupa perjanjian pemberian jaminan oleh pihak debitur. Pada dasarnya,
pemberian kredit oleh bank diberikan kepada siapa saja yang memilki
kemampuan untuk membayar kembali dengan syarat melalui suatu perjanjian
utang piutang di antara kreditur dan debitur.3
Bagi perbankan, setiap pemberian kredit yang disalurkan kepada
pengusaha selalu mengandung risiko. Oleh karena itu, perlu unsur pengamanan
dalam pengembaliannya. Unsur pengamanan (safety) adalah suatu prinsip dasar
dalam peminjaman kredit selain unsur keserasian (suitability) dan keuntungan
(profitability). Bentuk pengamanan kredit dalam praktik perbankan dilakukan
dengan pengikatan jaminan.4
Secara garis besar, dikenal dua macam bentuk jaminan yaitu jaminan
perorangan dan jaminan kebendaan. Salah satu jenis jaminan kebendaan yang
dikenal dalam hukum positif adalah Jaminan Hak Tanggungan.
2

http://silapcity.blogspot.com/2009/03/pengertian-kredit.html diunduh pada tanggal 21
Oktober 2014.
3
Gunawan Widjaja dan Ahmad Yani, Jaminan Fidusia, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta,
2000, hlm. 1.
4
Tan Kamello, Hukum Jaminan Fidusia Suatu Kebutuhan yang Didambakan, PT. Alumni,
Bandung, 2014, hlm. 2.

Universitas Sumatera Utara

3

Hak tanggungan merupakan lembaga jaminan dengan tanah sebagai
obyeknya, sehingga sudah bisa kita duga, bahwa ia merupakan hak jaminan
kebendaan yang merupakan bagian daripada Hukum Jaminan pada umumnya.
Karena obyeknya adalah benda, khususnya benda yang berupa tanah.5
Dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak
Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah,
yang dimaksud dengan Hak Tanggungan adalah hak jaminan yang dibebankan
pada hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5
Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, berikut atau tidak
berikut benda-benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah itu, untuk
pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada
kreditur tertentu terhadap kreditur-kreditur yang lain atau yang lazim disebut
sebagai Kreditur Preferent.
Perlindungan dan pemberian kepastian hukum yang seimbang dalam
Undang-Undang Hak Tanggungan diberikan kepada Kreditur, Debitur, maupun
Pemberi Hak Tanggungan dan pihak ketiga yang terkait. Hal ini dapat dilihat dari
pernyataan bahwa Hak Tanggungan mempunyai ciri sebagai “Hak Kebendaan”
(sebagaimana dalam ketentuan sebelumnya dipunyai oleh lembaga hipotik) yaitu
dapat dipertahankan terhadap pihak ketiga, selalu mengikuti bendanya di tangan
siapa pun benda itu berada (“droit de suit”), mudah dan pasti pelaksanaan

5

J. Satrio, Hukum Jaminan, Hak Jaminan Kebendaan, Hak Tanggungan Buku 1, PT. Citra
Aditya Bakti, Bandung, 1997, hlm. 1.

Universitas Sumatera Utara

4

eksekusinya serta memberikan kedudukan yang diutamakan (preferent) kepada
krediturnya.6
Dalam Pasal 20 ayat 1 UUHT menyebutkan bahwa apabila debitur cidera
janji, kreditur pemegang hak tanggungan berhak untuk menjual obyek yang
dijadikan jaminan melalui pelelangan umum menurut peraturan yang berlaku dan
mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan tersebut, dengan hak
mendahulu daripada kreditur-kreditur lain yang bukan pemegang hak tanggungan
atau kreditur pemegang hak tanggungan dengan peringkat yang lebih rendah.

Peristiwa cidera janji atau wanprestasi yang dilakukan oleh debitur
menyebabkab obyek jaminan hak tanggungan dapat dilelang untuk melunasi
utangnya kepada debitur, akan tetapi bagaimana jika obyek jaminannya tersebut
musnah disebabkan oleh peristiwa force majeure yang dapat mengganggu
jalannya pelunasan utang debitur.
Force Majeure sebagai “keadaan memaksa” merupakan keadaan dimana
seorang debitur terhalang untuk melaksanakan prestasinya karena keadaan atau
peristiwa yang tak terduga pada saat dibuatnya kontrak, keadaan atau peristiwa
tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kepada debitur, sementara si debitur
tersebut tidak dalam keadaan beritikad buruk.7
Dalam Pasal 1244 KUHPerdata menyebutkan bahwa dalam hal ini,
kejadian-kejadian yang merupakan force majeure tersebut tidak pernah terduga
6

Eugenia Liliawati Muljono, Tinjauan Yuridis UU No. 4 Tahun 1996 Tentang Hak
Tanggungan dalam Kaitannya dengan Pemberian Kredit oleh Perbankan, Harvarindo, Jakarta,
2003, hlm. 2.
7
Munir Fuady, Hukum Kontrak (Dari Sudut Pandang Hukum Bisnis), PT. Citra Aditya Bakti,
Bandung, 2007, hlm. 113.

Universitas Sumatera Utara

5

oleh para pihak sebelumnya. Sebab, jika para pihak dapat menduga sebelumnya
akan adanya peristiwa tersebut, maka seyogianya hal tersebut harus sudah
dinegoisasikan diantara para pihak.
Dengan perkataan lain, bahwa peristiwa yang merupakan force majeure
tersebut tidak termasuk ke dalam asumsi dasar (basic assumption) dari para pihak
ketika perjanjian tersebut dibuat. Dengan demikian, berdasarkan kemungkinan
adanya force majeure tersebut haruslah diberikan perlindungan hukum yang jelas
terhadap kreditur pemegang jaminan hak tanggungan atas kredit yang telah
diberikannya kepada debitur tersebut.
Dengan uraian di atas tersebut, penulis memilih skripsi dengan judul
“Perlindungan

Hukum

Kreditur

Pemegang

Jaminan

Berupa

Hak

Tanggungan yang Mengalami Force Majeure dalam Perjanjian Kredit (Studi
Pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Medan)”.

A. Permasalahan
Berdasarkan uraian di atas maka dapat dirumuskan permasalahan dalam
penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :
1.

Apa akibat musnahnya obyek jaminan yang mengalami force majeure
dalam hak tanggungan pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang
Medan?

2. Bagaimana perlindungan hukum bagi kreditur terhadap jaminan
berupa hak tanggungan yang mengalami force majeure pada PT. Bank
Mandiri (Persero) Tbk Cabang Medan?

Universitas Sumatera Utara

6

3. Bagaimana upaya penyelesaian kredit terhadap jaminan berupa hak
tanggungan yang mengalami force majeure pada PT. Bank Mandiri
(Persero) Tbk Cabang Medan?
B. Tujuan Penelitian
Yang menjadi tujuan penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah:
a. Untuk mengetahui akibat yang timbul dari musnahnya suatu obyek
jaminan hak tanggungan yang disebabkan karena force majeure dalam
sebuah perjanjian kredit pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang
Medan.
b. Untuk mengetahui perlindungan hukum bagi kreditur pemegang
jaminan hak tanggungan yang disebabkan karena force majeure pada
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Medan.
c. Untuk mengetahui upaya penyelesaian kredit yang dilakukan oleh bank
sebagai kreditur terhadap obyek jaminan hak tanggungan yang
mengalami force majeure pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
Cabang Medan.

C. Manfaat Penelitian
Kegiatan penulisan ini diharapkan dapat memberi kegunaan baik secara
teoritis maupun secara praktis.
1. Secara Teoritis

Universitas Sumatera Utara

7

Secara teoritis, penulisan skripsi ini diharapkan dapat menjadi bahan
pengembangan pengetahuan dan wawasan serta kajian lebih lanjut bagi
pembaca yang ingin mengetahui dan memperdalam tentang masalah
hukum jaminan khususnya mengenai jaminan hak tanggungan.
2. Secara Praktis
Secara praktis, penulisan skripsi ini dapat memberikan sumbangan
pemikiran untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi lembaga
jaminan hak atas tanah yaitu hak tanggungan.
D. Metode Penelitian
Untuk

menghasilkan

karya

tulis

ilmiah

yang

baik

dan

dapat

dipertanggungjawabkan kebenarannya, maka harus didukung dengan faktafakta/dalil-dalil yang akurat yang diperoleh dari suatu penelitian. Penelitian pada
dasarnya merupakan suatu upaya pencarian dan bukannya sekedar mengamati
dengan teliti terhadap sesuatu obyek yang mudah terpegang di tangan.8
Penelitian merupakan sarana yang dipergunakan oleh manusia untuk
memperkuat,

membina,

serta

mengembangkan

ilmu

pengetahuan.

Ilmu

pengetahuan yang merupakan kekuatan pemikiran, pengetahuan manusia
senantiasa dapat diperiksa dan ditelaah secara kritis, akan berkembang terus atas
dasar penelitian-penelitian yang dilakukan oleh pengasuh-pengasuhnya. Hal itu

8

Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2003,
hlm. 27.

Universitas Sumatera Utara

8

terutama disebabkan oleh karena penggunaan ilmu pengetahuan bertujuan agar
manusia lebih mengetahui dan mendalami.9
Metode merupakan suatu penelitian yang dilakukan oleh manusia,
merupakan logika dari penelitian ilmiah, studi terhadap prosedur dan teknik
penelitian, maupun sistem dari prosedur dan teknik penelitian.10. Adapun metode
yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari :
1. Jenis Penelitian
Jenis Penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah yuridis
normatif. Penelitian yuridis normatif yang bersifat deskriptif dilakukan dengan
meneliti bahan pustaka atau data sekunder dahulu dengan melakukan penelusuran
terhadap norma-norma hukum serta berbagai literatur yang berkaitan dengan
perlindungan hukum kreditur pemegang jaminan berupa hak tanggungan yang
mengalami force majeure dalam perjanjian kredit kemudian dilanjutkan dengan
mengadakan penelitian terhadap data primer dengan penelitian lapangan (field
research) dilaksanakan di PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, Medan dengan
melakukan wawancara dengan pihak bank dan juga dengan melakukan
wawancara kepada PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) selaku pejabat yang
berwenang di dalam membuat Akta Pemberian Hak Tanggungan, dengan cara
mengajukan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan permasalahan yang
dibahas pada skripsi ini.
2. Sumber Data

9

Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Universitas Indonesia, Jakarta, 1984,
hlm.30.
10
Bambang Waluyo, Penelitian Hukum dalam Praktek, Sinar Grafika, Jakarta, 1991, hlm. 27.

Universitas Sumatera Utara

9

Materi dalam skripsi ini diambil dari data sekunder dan didukung dengan
data primer penelitian lapangan (field research) yang dilaksanakan
dengan wawancara kepada pihak PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk,
Medan, yaitu Bapak Arif Budi Agustanto selaku Team Leader dan Ibu
Elvianna Khairi selaku Proffesional Staff, serta melakukan wawancara
dengan Bapak Nofril, S.H. selaku Notaris/PPAT di Medan.
Adapun data sekunder yang dimaksud terdiri dari:
a.

Bahan Hukum Primer
Bahan hukum primer adalah dokumen-dokumen hukum yang
mengikat dan diterapkan oleh pihak yang berwenang seperti
peraturan perundang-undangan. Dalam penulisan skripsi ini antara
lain menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata,
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan
atas Tanah beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah,
serta bahan hukum primer lainnya yang terkait dengan pembahasan
skripsi ini.

b.

Bahan Hukum Sekunder
Bahan hukum sekunder yang digunakan dalam penulisan skripsi ini
adalah semua dokumen yang merupakan informasi atau hasil kajian
terkait jaminan hak tanggungan, seperti hasil kajian seminarseminar, jurnal-jurnal, buku-buku, makalah-makalah, serta karya
tulis ilmiah lainnya maupun tulisan-tulisan yang terdapat pada
website yang terpercaya yang mengulas tentang pelaksanaan

Universitas Sumatera Utara

10

jaminan hak tanggungan dan hal lainnya yang ada kaitnya dengan
pembahasan pada skripsi ini sebagai bahan acuan didalam
penulisan skripsi ini.
c.

Bahan Hukum Tersier
Bahan hukum tersier yang digunakan didalam penulisan skripsi ini
adalah bahan-bahan yang memberikan petunjuk dan penjelasan dari
bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, kamus bahasa
umum, kamus hukum, ensiklopedia hukum serta bahan-bahan lain
diluar bidang hukum yang relevan dan dapat digunakan untuk
melengkapi data di dalam penulisan skripsi ini.

3. Alat Pengumpulan Data
Alat pengumpul data yang digunakan di dalam penulisan skripsi ini
adalah melalui studi dokumen, bahan pustaka, serta penelitian lapangan
(field research). Bahan pustaka yang dimaksud terdiri dari bahan
hukum primer yaitu peraturan perundang-undangan, dokumen-dokumen
dan teori yang berkaitan dengan penelitian ini serta bukti empiris tidak
mendalam dengan melakukan wawancara.
Penelitian lapangan (field research) dilaksanakan di PT. Bank Mandiri
(Persero) Tbk, Medan dengan melakukan wawancara dengan pihak
bank dan juga dengan melakukan wawancara kepada PPAT (Pejabat
Pembuat Akta Tanah) selaku pejabat yang berwenang di dalam
membuat Akta Pemberian Hak Tanggungan dengan cara mengajukan

Universitas Sumatera Utara

11

sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas
pada skripsi ini.
4. Analisis Data
Di dalam penulisan skripsi ini menggunakan analisis kualitatif. Metode
analisis data menggunakan metode kualitatif, yaitu data yang didapat
disusun secara sistematis dan selanjutnya dianalisis secara kualitatif
untuk mencapai kejelasan masalah yang akan dibahas dengan cara
mencatat, mengorganisasikan, mengelompokkan dan mensintesiskan
data selanjutnya memaknai setiap kategori data, mencari dan
menemukan pola, hubungan-hubungan, dan memaparkan temuantemuan mengenai perlindungan hukum kreditur pemegang jaminan
berupa hak tanggungan yang mengalami force majeure dalam
perjanjian kredit dalam bentuk deskripsi naratif yang bisa dimengerti
dan dipahami oleh orang lain.
Dalam penulisan skripsi, metode pendekatan yang digunakan
yaitu secara deskriptif, dimulai dengan analisis terhadap perjanjian
kredit perbankan sesuai dengan masalah yang diteliti. Spesifikasi suatu
penelitian bisa dicapai sampai tahap deskriptif atau inferensial.
Penelitian deskriptif apabila hanya menggambarkan keadaan obyek,
sebaliknya penelitian inferensial tidak hanya melukiskan, tetapi dengan
keyakinan tertentu mengambil kesimpulan-kesimpulan. Selanjutnya,
berdasarkan kesimpulan itu nantinya dijadikan dasar deduksi untuk

Universitas Sumatera Utara

12

menghadapi persoalan khusus atau tindakan praktis dengan kejadian
tertentu.11
Dengan spesifikasi demikian, diharapkan penulisan skripsi ini
dapat mendeskripsikan mengenai perlindungan hukum kreditur
pemegang jaminan berupa hak tanggungan yang mengalami force
majeure dalam perjanjian kredit berdasarkan permasalahan yang diteliti.

E. Keaslian Penulisan
Skripsi ini merupakan karya asli dari penulis. Menelusuri kepustakaan
telah banyak karya ilmiah dan hasil penelitian tentang jaminan hak tanggungan,
namun berdasarkan uji bersih yang dilakukan, penelitian dengan judul
“Perlindungan Hukum Kreditur Pemegang Jaminan berupa Hak Tanggungan yang
Mengalami Force Majeure dalam Perjanjian Kredit (Studi Pada PT. Bank
Mandiri, Tbk Cabang Medan)” hingga saat ini belum ada. Dengan demikian,
keaslian judul penulis dapat dipertanggungjawabkan oleh penulis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan judul di Perpustakaan Fakultas Hukum
USU terdapat 4 (empat) judul yang mirip dengan judul penulis, yaitu :
1. Tinjauan yuridis terhadap penyelesaian wanprestasi debitur atas perjanjian
kredit Bank dengan jaminan Hak Tanggungan Studi pada PT. Bank
Negara Indonesia, Tbk SKC Polonia Medan (Alexander Johannes M.
Simanjuntak 080200278).

11

Sujitno Hadi, Metodologi Research, Yogyakarta, Penerbit Fakultas Psikologi Universitas
Gajah Mada,, 1982, hlm. 3

Universitas Sumatera Utara

13

2. Pelaksanaan pemberian kredit dengan jaminan hak tanggungan pada PT.
Bank Perkreditan Rakyat Solider Badan Kredit Kecamatan Pancur Batu
Kabupaten Deli Serdang (E. Daylon Sitanggang 070200347).
3. Perjanjian kredit serta kaitannya dengan hak tanggungan UU No. 4 Tahun
1996 (Albert Pangaribuan 920200009).
4. Segi-segi hukum perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan
(Helinda Y. Lubis 920200707).

F. Sistematika Penulisan
Agar materi dalam skripsi ini dapat diikuti dan dimengerti dengan baik,
maka skripsi ini tersusun secara sistematis yakni di mana masing-masing
bab dibagi atas beberapa bagian sub bab dan berkaitan satu dengan yang
lainnya.
Adapun sistematika penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:

BAB I

PENDAHULUAN
Dalam bab ini akan membahas mengenai Latar Belakang,
Permasalahan, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Metode
Penelitian, Keaslian Penulisan, dan Sistematika Penulisan.

BAB II

TINJAUAN UMUM TENTANG PERJANJIAN KREDIT
PERBANKAN
Dalam bab ini akan membahas mengenai Tinjauan Umum tentang
Perjanjian,

Pengaturan

Perjanjian

Kredit

Perbankan

pada

Universitas Sumatera Utara

14

Umumnya, dan Perjanjian Kredit sebagai Perjanjian Baku Antara
Debitur dan Kreditur. Tinjauan Umum tentang Perjanjian meliputi
Pengertian Umum Perjanjian, Asas-Asas Perjanjian, Syarat
Syahnya suatu Perjanjian, Prestasi dan Wanprestasi.
BAB III

PERJANJIAN KREDIT PERBANKAN DENGAN JAMINAN
HAK TANGGUNGAN
Dalam bab ini akan membahas mengenai Pengertian dan Konsep
Teoritis Hukum Jaminan, Hak Tanggungan atas Hak atas Tanah,
dan Force Majeure dan Akibat-Akibat Hukumnya.

BAB IV

PERLINDUNGAN
JAMINAN

HUKUM

BERUPA

HAK

KREDITUR

PEMEGANG

TANGGUNGAN

YANG

MENGALAMI FORCE MAJEURE DALAM PERJANJIAN
KREDIT (STUDI PADA PT. MANDIRI, TBK MEDAN)
Dalam bab ini akan membahas mengenai Akibat Musnahnya
Obyek Jaminan yang Mengalami Force Majeure dalam Hak
Tanggungan, Perlindungan Hukum Bagi Kreditur terhadap Jaminan
Berupa Hak Tanggungan yang Mengalami Force Majeure, dan
Upaya Penyelesaian Kredit terhadap Jaminan Berupa Hak
Tanggungan yang Mengalami Force Majeure.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab ini akan membahas mengenai Kesimpulan dan Saran
yang diperoleh dari penulisan skripsi ini.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN UMUM TENTANG PERJANJIAN KREDIT PERBANKAN

A. Tinjauan Umum tentang Perjanjian
1. Pengertian Umum Perjanjian
Perjanjian diatur dalam Buku III KUH Perdata, dimana didalamnya juga
mengatur tentang perikatan. Buku III KUH Perdata menganut sistem terbuka,
artinya memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk mengadakan perjanjian
yang berisi apa saja, asalkan tidak melanggar ketertiban umum dan kesusilaan.
Istilah “perjanjian” dalam hukum perjanjian merupakan kesepadanan dari
kata “overeenkomst” dalam bahasa Belanda atau istilah ”agreement” dalam
bahasa Inggris. Di dalam Pasal 1313 KUH Perdata menyebutkan bahwa suatu
persetujuan adalah perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan
dirinya terhadap satu orang lain atau lebih.
Menurut Prof. Subekti, S.H., yang dimaksud dengan “Perjanjian” adalah
suatu peristiwa di mana seorang berjanji kepada seorang yang lain atau di mana
dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal. Dari peristiwa ini,
timbullah suatu hubungan antara dua orang tersebut yang dinamakan perikatan.
Menurut Prof. Subekti, S.H., yang dimaksud dengan “Perikatan” adalah
suatu perhubungan hukum antara dua orang atau dua pihak, berdasarkan mana
pihak yang satu berhak menuntut sesuatu hal dari pihak yang lain, dan pihak yang

15
Universitas Sumatera Utara

16

lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan itu.12 Pihak-Pihak yang ada dalam
suatu perjanjian disebut sebagai subyek perjanjian yang terdiri dari manusia dan
badan hukum.
Jadi, istilah “hukum perjanjian” berbeda dengan istilah “hukum perikatan”.
Karena dengan istilah “perikatan” dimaksudkan sebagai semua ikatan yang diatur
dalam KUH Perdata, jadi termasuk juga baik perikatan yang terbit karena undangundang maupun perikatan yang terbit dari perjanjian. Dalam hal ini jika dengan
hukum perikatan, termasuk baik perikatan yang terbit dari undang-undang
maupun perikatan yang terbit karena undang-undang, maka dengan hukum
perjanjian, yang dimaksudkan hanya terhadap perikatan-perikatan yang terbit dari
perjanjian saja. Sedangkan hukum yang berlaku terhadap perjanjian pada
prinsipnya adalah KUH Perdata.13
Perjanjian itu menerbitkan suatu perikatan antara dua orang yang
membuatnya. Dalam bentuknya, perjanjian itu berupa suatu rangkaian perkataan
yang mengandung janji-janji atau kesanggupan yang diucapkan atau ditulis.
Dengan demikian, hubungan antara perikatan dan perjanjian adalah bahwa
perjanjian itu menerbitkan perikatan. Perjanjian adalah sumber perikatan,
disampingnya

sumber-sumber

lain.

Suatu

perjanjian

juga

dinamakan

persetujuan, karena dua pihak itu setuju untuk melakukan sesuatu. Dapat

12

13

Subekti, Hukum Perjanjian, Intermasa, Jakarta, 2001, hlm. 1.
Munir Fuady, Konsep Hukum Perdata, Rajawali Pers, Jakarta, 2014, hlm. 179.

Universitas Sumatera Utara

17

dikatakan bahwa dua perkataan (perjanjian dan persetujuan) itu adalah sama
artinya.14
Pihak-pihak yang ada dalam suatu perjanjian disebut sebagai subyek
perjanjian yang terdiri dari manusia dan badan hukum.
2. Syarat Sahnya Suatu Perjanjian
Untuk sahnya suatu perjanjian diperlukan 4 (empat) syarat15 :
1. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya;
2. Cakap untuk membuat suatu perjanjian;
3. Mengenai suatu hal tertentu;
4. Suatu sebab yang halal.
Keempat syarat sahnya perjanjian di atas, dapat dibagi dalam 2 (dua)
kelompok, yaitu16 :
1. Syarat Subyektif
Adalah suatu syarat yang menyangkut pada subyek perjanjian apabila
yang menyangkut pada subyek ini tidak dipenuhi, maka salah satu pihak
dapat meminta supaya perjanjian tersebut dibatalkan. Pihak yang dapat
meminta pembatalan itu adalah pihak yang tidak cakap atau pihak yang
memberiksan sepakatnya (perizinannya) secara tidak bebas. Syarat
subyektif terdiri dari :

14

Subekti, Op.Cit.
Ibid., hlm. 17.
16
Ibid.
15

Universitas Sumatera Utara

18

a. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya
Maksud dari kata sepakat adalah tercapainya persetujuan kehendak
antara para pihak mengenai pokok-pokok perjanjian yang dibuat itu.
Kata sepakat itu dinamakan juga perizinan, artinya bahwa kedua
belah pihak yang mengadakan suatu perjanjian harus bersepakat.
b. Kecakapan untuk membuat suatu perjanjian
Pasal 1329 KUH Perdata menyebutkan bahwa setiap orang adalah
cakap untuk membuat perikatan-perikatan jika ia oleh undangundang tidak dinyatakan tidak cakap.
Berkaitan dengan hal ini, Pasal 1330 KUH Perdata menemukan tentang
orang-orang yang tidak cakap membuat suatu perjanjian, yaitu :
-

Orang-orang yang belum dewasa;

-

Mereka yang ditaruh di bawah pengampuan;

-

Orang perempuan dalam hal-hal yang ditetapkan oleh undang-undang
dan semua orang kepada siapa undang-undang telah melarang
membuat

perjanjian-perjanjian

tertentu.

Tetapi

hal

ini

sudah

dihapuskan berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung No. 3/1963
tanggal 4 Agustus 1963 kepada Ketua Pengadilan

Negeri dan

Pengadilan Tinggi di seluruh Indonesia. Bahwa Mahkamah Agung
menganggap Pasal 108 dan Pasal 110 KUH Perdata tentang wewenang
suatu isteri untuk melakukan suatu perbuatan hukum dan untuk
menghadap di depan pengadilan tanpa izin atau bantuan dari suaminya
sudah tidak berlaku lagi.

Universitas Sumatera Utara

19

2. Syarat Obyektif
Adalah syarat yang menyangkut pada obyek perjanjian, yang meliputi
suatu hal tertentu dan suatu sebab yang halal. Apabila syarat ini tidak
dipenuhi, maka perjanjian itu batal demi hukum. Artinya dari semula
tidak pernah dilahirkan suatu perjanjian dan tidak pern