KEMITRAAN PENDID IKAN AUSTRALIA INDONESIA

K EMITRAAN P ENDIDIKAN A USTRALIA I NDONESIA K ONTRIBUSI BAGI P ROGRAM P ENDUKUNG S EKTOR P ENDIDIKAN (ESSP) P EMERINTAH I NDONESIA

M ANUAL P ROSEDUR untuk S ISTEM N ASIONAL P ENGEMBANGAN K EPROFESIAN T ENAGA K EPENDIDIKAN E DISI P ERTAMA V ERSI 2.0

J UNI 2014

Manual Procedure ini adalah dokumen aktif, yang dapat diperbarui dan direvisi sebagaimana diperlukan

dengan persetujuan dari Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia.

CATATAN MANUAL PROSEDUR VERSI 2.0

Dalam Manual Prosedur yang diperbaharui ini (Versi 2.0):  Terdapat perubahan kecil mengenai perubahan istilah/terminologi yaitu perubahan

istilah AusAID menjadi DFAT di bagina-bagian yang relevan  Membenarkan kesalahan-kesalahan kecil pada teks dan lampiran  Menambahkan P4TK BOE Malang sebagai Instansi Pelaksana  Memperbaharui informasi kontak Umpan Balik dan Pengaduan ProDEP  Memperbaharui Kerangka Penilaian Kinerja atau Performance Assessment

Framework (PAF) (lampiran 4)  Versi yang diperbaharui ini memuat Rencana Manajemen Risiko ProDEP (Lampiran 5)  Memperbaharui format pelaporan dan perencanaan ProDEP untuk mengakomodasi kebutuhan informasi PAF yang telah diperbaharui

_________________________________________________________________________________________

10. PROTOKOL KOMUNIKASI ................................................................................................................ 103

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Perjanjian Hibah Lampiran 2

Daftar Kabupaten/Kota yang disepakati Lampiran 3

Daftar Instansi Pelaksana Lampiran 4

Konsep Dasar Kerangka Penilaian Kinerja untuk Inisiatif (ProDEP) Lampiran 5

Konsep Dasar Rencana Manajemen Resiko Lampiran 6

Formulir Pelaporan Keuangan Lampiran 7

Formulir Pelaporan Tindak Kecurangan Lampiran 8

Daftar Isian Penyelidikan Tindak Kecurangan Lampiran 9

Kerangka Acuan Kerja bagi Pejabat Penanganan Keluhan Lampiran 10

Formulir Pengajuan Keluhan Lampiran 11

Ringkasan Laporan dari Status Keluhan Lampiran 12

Formulir Pelaporan per Kuartal Lampiran 13

Formulir Pelaporan Tahunan untuk Inisiatif (ProDEP) Lampiran 14

Format Rencana Kerja Tahunan Lamoiran 15

ESSP Joint Results Framework

AKRONIM DAN SINGKATAN

AEPI Australia’s Education Partnership with Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia Indonesia

APBD District Budget (Local Government Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Budget)

APBN National Budget Anggaran Pendapatandan Belanja Negara AUD

Australian Dollar

Dolar Australia

AusAID Australian Agency for International Badan Australia untuk Pembangunan Development

Internasional

Badan The Board of Education and Culture Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia PSDMPK&

Human Resources Development and Pendidikandan Kebudayaan dan Penjaminan PMP

Education Quality Assurance MutuPendidikan (Badan PSDMPK&PMP) Bappenas

Board of National Planning and Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Development

BDK MoRA Training Centres

Balai Diklat Keagamaan

BEAP Basic Education Access Planning Perencanaan Akses Layanan Pendidikan Dasar (PALDIKDAS)

BOS School Operational Fund

Biaya Operasional Sekolah

BPR Micro Finance Bank

Bank Perkreditan Rakyat

CPD

Continuing Professional Development PengembanganKeprofesianBerkelanjutan

DFAT Department of Foreign Affairs and Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Trade (Government of Australia)

Pemerintah Australia

DPH Sub Direktorat Loan and Grant Direktorat Pinjaman dan Hibah ECDLG

Education Capacity Development for Pengembangan Kapasitas Pendidikan bagi Local Government

Pemerintah Daerah

EE Eligible Entity

Instansi Pelaksana

EP Education Partnership

Kemitraan Pendidikan

ESSP Education Sector Support Program Program Pendukung Sektor Pendidikan GER

Gross Enrolment Rate

Angka Partisipasi Kasar(APK)

GoA Government of Australia

Pemerintah Australia

GOG Governance Oversight Group Tim Pegendali dan Tata Kelola GoI

Government of Indonesia

Pemerintah Indonesia

IG Inspector General

Inspektur Jenderal

HRMD Human Resource Management Manajemen & Pengelolaan SumberDayaManusia Development (module)

(modul)

KKKM Madrasah Principal Working Group Kelompok Kerja Kepala Madrasah (for Primay and Early Childhood)

KKKS Principal Working Group (for Primary Kelompok Kerja Kepala Sekolah and Early Childhood)

KORWAS Supervisor Coordinator

Koordinator Pengawas

KPPN State Treasury Service Agency Kantor PelayananPerbendaharaan Negara LKPP

Government Institute Procurement Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Policy for Goods and Services

Pemerintah

LPMP Education Quality Assurance Lembaga PenjaminanMutuPendidikan Institutions

LPPKS Institute for the Development and Lembaga Pengembangandan dan Pemberdayaan Empowerment of School Principals

Kepala Sekolah

M&E Monitoring and Evaluation

Monitoring dan Evaluasi

MIS Management Information System

Sistem Informasi Manajemen

MKKM Madrasah Principal Working Group Musyawarah Kerja Kepala Madrasah (for Secondary)

MKKS Principal Working Group (for Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Secondary)

MoEC Ministry of Education and Culture Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan MoF

Ministry of Finance

Kementerian Keuangan

MoHA Ministry of Home Affairs

Kementerian Dalam Negeri

MoRA Ministry of Religious Affairs

Kementerian Agama

NES National Education Standards

Standar Nasional Pendidikan

PD Professional Development

Pengembangan Keprofesian

PDP Professional Development Program Program-program Pengembangan Keprofesian (PPK)

PDNA Professional Development Needs Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian Analysis

(AKPK)

PiC Person-in-Charge Penanggung-Jawab (PENJAB) PKN

Directorateof Cash Management Direktorat Pengelolaan Kas Negara POKJAWAS Supervisor Working Group (MoRA)

Kelompok Kerja Pengawas (Kemenag) PPP

Principal Preparation Program Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (PPCKS)

PPMP Centre for Education Quality Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan Assurance

P4TK Centre for Development and Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Empowerment of Teachers and

Pendidik danTenagaKependidikan Education Personnel

POM Performance Oversight and Monitoring Pengawasan dan Monitoring Kinerja ProDEP

Professional Development for Pengembangan Keprofesian untuk Tenaga Education Personnel

Kependidikan

Pusbang Centre for Development of Education Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Tendik

Personnel RKBI

Bank Statement Rekening Khusus Bank Indonesia RM

Reserve Money

Uang Persediaan (UP)

SA Special Account

Rekening Khusus

SPD Supervisor Professional Development Program Pendampingan Kepala

Sekolah oleh Pengawas Sekolah (PPKSPS)

SDTOG Staff Development Technical Tim Pengendali Teknis Pengembangan Oversight Group

Kompetensi Tenaga Kependidikan SP&FM

Strategic Planning & Financial Rencana Strategis dan Pengelolaan Keuangan Management (module)

(modul)

SP2D Fund Release Order Letter Surat Perintah Pencairan Dana TOG

Technical Oversight Group

Tim Pengendali Teknis

ToR Terms of Reference

Kerangka Acuan Kerja

ToT Training of Trainers

Pelatihan Bagi Pelatih

WA Withdrawal Application

Aplikasi Penarikan Dana

DAFTAR ISTILAH

Complaint Keluhan Sebuah ekspresi ketidakpuasan atau keluhan, yang diungkapkan dalam bentuk apa pun, tentang kualitas atau biaya pelayanan, tindakan atau tidak adanya tindakan, atau perilaku yang salah terkait dengan kegiatan atau proses Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan, dan yang dapat mempengaruhi individu, sekelompok orang atau institusi. Keluhan ini dapat menjadi indikator adanya penipuan, upaya penggelapan atau penipuan yang direncanakan.

Continuing Pengembangan Metode pembelajaran dan pengembangan yang terencana, Professional

Keprofesian Berkelanjutan berkelanjutan dan sistematis, yang dirancang untuk Development

(PKB) meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dari kepala sekolah dan madrasah dalam rangka meningkatkan manajemen dan kepemimpinan sekolah/madrasah.

Educational Tenaga Kependidikan Guru dalam naungan Kemdikbud (untuk PPCKS), kepala Personnel

sekolah/madrasah yang sudah menjabat, pengawas sekolah/madrasah yang sudah menjabat, personil kantor Dinas Pendidikan Kemdikbud dan Kanwil/Kantor Kemenag yang bertanggung-jawab atas dukungan pengembangan dan pengelolaan terhadap sekolah dan madrasah di provinsi dan kabupaten/kota.

Education Officials Pejabat Pendidikan Tenaga kependidikan di kabupaten dan provinsi yang bertanggung-jawab atas manajemen dan tata kelola sekolah/madrasah

Eligible Entities Instansi Pelaksana Institusi pemerintah di bawah naungan Kemdikbud yang disetujui oleh SDTOG untuk menerima dan mengelola dana Hibah yang diperuntukkan bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan Inisiatif (ProDEP).

Executing Agency Instansi Penanggungjawab Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (Badan PSDMPK&PMP) di Kemdikbud yang memiliki tanggung jawab utama atas pengelolaan dan pelaksanaan Inisiatif (ProDEP).

Eligible Expenses Pengeluaran yang Pengeluaran-pengeluaran yang dapat dibiayai dari dana Memenuhi Persyaratan

Hibah, sebagaimana didefinisikan dalam Perjanjian Hibah dan Pasal 4.3 dari Manual Prosedur ini.

Feedback Umpan balik Pemberian komentar atau informasi, baik positif atau negatif, tentang kegiatan atau proses yang dapat digunakan untuk tujuan peningkatan kualitas.

Initial Deposit Deposit Awal Dana awal yang ditempatkan pada Rekening Khusus oleh donor. Hal ini didasarkan pada permintaan yang dibuat oleh Bendahara Umum Negara atau Perwakilan Bendahara Umum Negara yang ditunjuk, untuk membayar biaya pada jangka waktu tertentu atau dalam jumlah sebagaimana ditetapkan dalam Perjanjian Hibah.

Initiative ProDEP/Initiative Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan (ProDEP), termasuk program-program pengembangan keprofesian dan serta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait yang telah disepakati.

Fraud or Kecurangan atau Tindak Secara tidak jujur mendapatkan manfaat, atau Fraudulent Activity Kecurangan

menyebabkan kerugian, dengan cara penipuan atau cara lain dan termasuk dugaan penipuan, tuduhan tindak kecurangan maupun percobaan penipuan.

Learning Activities Kegiatan-Kegiatan Pelatihan atau pengalaman pengembangan keprofesian Pembelajaran

yang telah direncanakan, melalui sebuah Program Pengembangan Keprofesian yang didanai berdasarkan Perjanjian Hibah.

Per Diem Per diem Uang Harian yang dibayarkan, berdasarkan regulasi Pemerintah Indonesia, selama perjalanan dinas ke luar kota.

Professional Program Pengembangan Serangkaian kegiatan-kegiatan pembelajaran terintegrasi Development

Keprofesian yang dirancang dan dilaksanakan dengan sasaran sebuah Program

kelompok tenaga kependidikan -- PPCKS, PKB-KS/M, PPKSPS, PKPPD.

Quality Assurance Penjaminan Mutu Serangkaian system dan proses yang terkait untuk mengumpulkan, menganalisis dan melaporkan data tentang relevansi, validitas, realibilitas, efisiensi, efektifitas dan dampak dari berbagai kegiatan, proses dan sistem.

Penjaminan mutu:

 menyediakan data dan informasi untuk perencanaan dan pengambilan keputusan berbasiskan bukti

 mengindentifikasi bidang-bidang pencapaian dan prioritas untuk ditingkatkan  membantu membangun budaya perbaikan terus-

menerus

Penjaminan Mutu berkontribusi terhadap Peningkatan Mutu Risk

Risiko Kemungkinan suatu peristiwa atau kegiatan akan berdampak pada sebuah organisasi, yang mempengaruhi

(secara negatif atau positif) pencapaian tujuan bisnis dan hasil organisasi itu.

Satker or Satker (Satuan Kerja) Sebuah satuan kerja yang bertanggungjawab atas Work Unit

penganggaran

Social Inclusion Inklusi Sosial Sebuah masyarakat inklusi secara sosial didefinisikan sebagai masyarakat dimana semua orang merasa dihargai, perbedaan mereka dihormati, dan kebutuhan dasar mereka dipenuhi sehingga mereka dapat berpartisipasi aktif dan hidup secara terhormat.

Special Account Rekening Khusus Satu rekening yang dibuka oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia semata-mata untuk tujuan menerima dana Hibah untuk Inisiatif -- Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan, dan tidak diperbolehkan menampung pendanaan dari sumber lain atau untuk peruntukan yang lain.

Value for Money Nilai manfaat Prinsip nilai manfaat uang sesuai dengan yang ada di dalam PERPRES 54/2010 dan penentuan nilai manfaat uang perlu mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

a. harga yang dibayarkan;

b. kesesuaian barang atau jasa;

c. mutu barang dan jasa;

d. biaya yang dikeluarkan selama masa penggunaan termasuk biaya perbaikan, pemeliharaan dan layanan;

e. sumber daya yang digunakan, kesesuaian dengan tujuan, ketepatan waktu penghantaran dan layanannya;

f. kemudahan dan kapasitas teknis dari penyedia.

KATA PENGANTAR

Manual Prosedur ini telah dipersiapkan oleh Pemerintah Indonesia, dengan bantuan teknis dari pihak kontraktor yang dipekerjakan oleh AusAID. Manual Prosedur ini akan digunakan oleh para pejabat di tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk melaksanakan sistem Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan (disebut juga sebagai ProDEP atau Inisiatif) serta kegiatan-kegiatan pengembangan keprofesian terkait. Pengembangan keprofesian bagi para calon kepala sekolah, kepala sekolah/madrasah, pengawas, pejabat pendidikan kabupaten/kota dan provinsi ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pengelolaan pendidikan di sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah di seluruh Indonesia. Pengembangan sistem nasional bagi Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan berikut perancangan dan pelaksanaan masing-masing program pengembangan keprofesian beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait akan didanai oleh Pemerintah Australia melalui DFAT, berdasarkan Perjanjian Hibah yang telah ditandatangani oleh kedua negara pada tanggal 4 Juli 2013.

Program pengembangan keprofesian, yang akan dilaksanakan dari tahun 2014 hingga tahun 2016 diperuntukkan kurang lebih 105.000 tenaga kependidikan di seluruh provinsi di Indonesia yang mencakup 250 kabupaten/kota. Program tersebut telah dirancang untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah/madrasah yang telah ada dan mempersiapkan para calon kepala sekolah untuk menempati posisi kepala sekolah. Selain itu, program tersebut juga akan mengembangkan keahlian dan pengetahuan para pengawas, serta pejabat pendidikan kabupaten/kota dan provinsi, untuk memungkinkan mereka mampu mendukung kepala sekolah/madrasah dan sekolah/madrasah secara lebih efektif. Program pengembangan keprofesian ini telah dikembangkan dengan mengacu kepada beberapa peraturan pemerintah Indonesia yang terkait, termasuk Standar Nasional Pendidikan.

Manual Prosedur ini memberikan gambaran umum tentang Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia (Kemitraan Pendidikan) dan Program Pendukung Sektor Pendidikan atau Education Sector Support Program (ESSP). Di sini dijabarkan program-program pengembangan keprofesian dan ditetapkan prosedur-prosedure operasional yang berkaitan dengan persiapan dan pelaksanaan Inisiatif (ProDEP). Manual ini juga mencakup informasi tentang tata cara monitoring dan evaluasi, prosedur penanganan keluhan, dan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan masyarakat serta visibilitas.

Manual Prosedur ini akan menjadi acuan penting dalam pelaksanaan program ProDEP yang efisien dan efektif berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Manual ini akan membantu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) di dalam melaksanakan program pengembangan keprofesian yang bermutu tinggi secara nasional dan akan berkontribusi pada pengembangan system yang akan memungkikan sekitar 293.000 kepala sekolah/madrasah, pengawas sekolah/madrasah, dan pejabat pendidikan kabupaten/kota untuk mengakses program pengembangan keprofesian.

Manual prosedur ini adalah sebuah dokumen yang dapat diperbarui, dikaji ulang dan dapat diperbaiki. Manual Prosedur Versi 2.0 ini isinya telah diperbaharui terkait dokumen Kerangka Penilaian Kinerja atau PAF, Rencana Manajemen Risiko (RMP), dan format _________________________________________________________________________________________ Manual prosedur ini adalah sebuah dokumen yang dapat diperbarui, dikaji ulang dan dapat diperbaiki. Manual Prosedur Versi 2.0 ini isinya telah diperbaharui terkait dokumen Kerangka Penilaian Kinerja atau PAF, Rencana Manajemen Risiko (RMP), dan format _________________________________________________________________________________________

Jakarta, 20 Juni 2014

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

1. UMUM

1.1 Pendahuluan

1.1.1 Dokumen ini merupakan edisi pertama dari Manual Prosedur yang berkaitan dengan Perjanjian Hibah (dilampirkan sebagai Lampiran 1) untuk mendukung Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan (Professional Development for Education Personnel/ProDEP) di bawah program Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia (Kemitraan Pendidikan), sebagai kontribusi terhadap Program Pendukung Sektor Pendidikan (ESSP).

1.1.2 Manual Prosedur ini adalah dokumen aktif yang bisa diharapkan akan terus disempurnakan dan berkembang untuk memasukkan pembelajaran yang didapatkan dan prioritas-prioritas baru yang disepakati antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia. Setiap perubahan dalam dokumen tersebut harus disahkan dan disetujui oleh Tim Pengendali Teknis Pengembangan Kompetensi Tenaga Kependidikan (Staff Development Technical Oversight Group/SDTOG) sebelum bisa diberlakukan.

1.1.3 Jika ada konflik penafsiran antara Manual Prosedur ini dengan Perjanjian Hibah untuk Pengembangan Keprofesian Tenaga Pendidikan (yang disebut sebagai Inisiatif atau ProDEP) atau dengan Perjanjian Subsidi Kemitraan Pendidikan, maka ketentuan pada Perjanjian Hibah tersebut (atau pada Perjanjian Subsidi, apabila demikian yang terjadi) akan dianggap sebagai yang berlaku.

1.1.4 Manual Prosedur ini ditulis dalam bahasa Inggris dan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Jika ada konflik penafsiran antara versi Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, maka versi Bahasa Inggris akan dianggap sebagai yang berlaku.

1.1.5 Informasi yang disajikan di dalam Manual Prosedur ini dilengkapi dengan Manual Pengadaan, dan rincian selanjutnya terdapat pada petunjuk-petunjuk pelaksanaan, rencana dan anggaran kegiatan yang dikembangkan oleh Kemdikbud untuk mengarahkan pelaksanaan kegiatan-kegiatan ProDEP

1.2 Kemitraan Pendidikan dan Prioritas RENSTRA

1.2.1 Dana hibah sebesar lima ratus dua puluh empat juta dollar Australia (Aus $ 524.000.000) untuk Kemitraan Pendidikan bertujuan untuk membantu Pemerintah Indonesia mencapai beberapa prioritas-prioritas Rencana Strategis Pendidikan (RENSTRA) periode 2010-2014.

1.2.2 Kemitraan Pendidikan terdiri dari empat komponen: Komponen 1: Pembangunan dan/atau perluasan sekolah menengah pertama Komponen 2: Pengelolaan sekolah dan kabupaten/kota – Mutu Pendidikan Komponen 3: Akreditasi Madrasah Komponen 4: Kemitraan Pengembangan Analisa dan Kapasitas

1.2.3 Prioritas RENSTRA utama yang akan ditargetkan dan didukung dalam ProDEP adalah sebagai berikut:

a. Peningkatan keprofesian dan kompetensi tenaga kependidikan

b. Peningkatan sistem dan proses manajemen pendidikan

1.3 Gambaran Umum tentang ProDEP

1.3.1 ProDEP akan dilaksanakan dari tahun 2013 hingga 2016 dan memiliki anggaran hingga sebesar Seratus Sepuluh Juta Dolar Australia (Aus $ 110.000.000).

1.3.2 Tujuan dari ProDEP adalah untuk membantu Pemerintah Indonesia mengembangkan sebuah sistem nasional Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan (ProDEP)

1.3.3 Sistem nasional pengembangan keprofesian ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja kepala sekolah/madrasah, pengawas, dan pejabat pendidikan tingkat kabupaten/kota dan provinsi yang bertanggung-jawab atas manajemen dan tata kelola sekolah/madrasah.

1.3.4 Hasil yang diharapkan dari ProDEP ini adalah:

Pengelolaan sekolah dan madrasah yang lebih baik

1.3.5 Hasil dari ProDEP akan bisa dicapai dengan mewujudkan keluaran-keluaran sebagai berikut ini:

a. Sistem nasional untuk Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan dapat dioperasionalkan dan dapat diakses dari seluruh provinsi oleh para kepala sekolah/madrasah, pengawas, serta pejabat pendidikan setempat.

b. Kepala sekolah/madrasah, pengawas, serta pejabat pendidikan kabupaten/kota (sampai dengan 250 Kabupaten/Kota lihat Lampiran 2) sudah mendaftarkan diri dan berpartisipasi dalam program pengembangan keprofesian tenaga kependidikan ini.

c. Lima belas persen (15%) peserta (tidak termasuk untuk PPCKS) berasal dari Sektor Pendidikan Madrasah

d. Kompetensi profesional kepala sekolah/madrasah, pengawas serta pejabat pendidikan telah meningkat sebagai hasil dari program pengembangan keprofesian di bawah ProDEP ini.

1.3.6 ProDEP mendukung perancangan, pengembangan, pelaksanaan dan pengevaluasian program-program pengembangan keprofesian (PPK) yang telah disepakati beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait yang melibatkan sampai dengan 250 Kabupaten/Kota di seluruh provinsi di Indonesia. Program-program pengembangan keprofesian yang dinaungi oleh ProDEP adalah sebagai berikut:

b. Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (PPCKS).

c. Program Pendampingan Kepala Sekolah oleh Pengawas Sekolah (PPKSPS).

d. Pengembangan Keprofesian Berkelanjuta Kepala Sekolah/Madrasah (PKB KS/M).

1.3.7 Untuk memenuhi tujuan dari program-program pengembangan keprofesian yang didanai dalam lingkup ProDEP ini, maka yang dimaksudkan dengan Tenaga Kependidikan adalah sebagai berikut.

a. Calon kepala sekolah pada PPCKS.

b. Kepala Sekolah/Madrasah

c. Pengawas Sekolah/Madrasah

d. Pejabat pendidikan kabupaten / kota dan provinsi yang mendukung sekolah dan madrasah.

1.4 Cakupan dan Batasan

1.4.1 Program-program pengembangan keprofesian (PPK) beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait yang didanai dalam lingkup ProDEP ini akan dilaksanakan di kabupaten/kota terpilih sampai dengan 250 Kabupaten/Kota (lihat Lampiran 2 untuk daftar yang sudah disetujui) dari seluruh provinsi di Indonesia.

1.4.2 Selain untuk Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah, lima belas persen (15%) dari total jumlah peserta untuk kegiatan pada Pasal 1.2.5, bagian b, c, dan d di atas adalah dari unsur Pendidikan Madrasah di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

1.4.3 Pemilihan peserta untuk masing-masing program pengembangan keprofesian beserta berbagai kegiatan pembelajaran terkait akan memperhatikan prioritas- prioritas RENSTRA tentang keseimbangan gender dan inklusi sosial.

1.4.4 Alokasi dana untuk program-program pengembangan keprofesian yang dinaungi ProDEP akan dilakukan berdasarkan Alokasi Persentase Indikatif sebagaimana disajikan pada Tabel 1 dan berdasarkan alokasi-alokasi indikatif yang dimuat dalam Perjanjian Hibah.

1.4.5 Alokasi-alokasi Indikatif dapat disesuaikan atas dasar kesepakatan bersama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia.

Table 1: Alokasi Indikatif Pendanaan untuk Program Pengembangan Keprofesian, Manajemen dan Pengadaan Program

% Alokasi dari Kategori

Total Tahun

1 Pengeluaran yang Disetujui

hibah Pendanaan

62.3% Biaya manajemen dan operasional bagi tim manajemen

Peserta baru PKB

Kategori3 Pengadaanmateri pelatihan and paket sumberdayauntuk 1.5%

kegiatan-kegiatan pengembangan keprofesian yang menjadi bagian dari Program ini

Kategori 4

Pengadaanjasa untuk mendukung pembelajaran

1.0% berbasiskan jaringan, SIM dan sistem-sistem Monitoring dan Evaluasi PPCKS

PKB untuk peserta yang telah mendaftar sebelumnya

Peserta Baru PKB

58.9% Biaya manajemen dan operasional bagi tim manajemen

Kategori3 Pengadaanmateri pelatihan and paket sumberdayauntuk 1.3%

kegiatan-kegiatan pengembangan keprofesian yang menjadi bagian dari Program ini

Kategori4

Pengadaanjasa untuk mendukung pembelajaran

0.6% berbasiskan jaringan, SIM dan sistem-sistem Monitoring dan Evaluasi PPKSPS

18.2% Kategori1

PKB untuk peserta yang telah mendaftar sebelumnya

Peserta Baru PKB

49% Biaya manajemen dan operasional bagi tim manajemen

Kategori3 Pengadaanmateri pelatihan and paket sumberdayauntuk 0.5%

kegiatan-kegiatan pengembangan keprofesian yang menjadi bagian dari Program ini

Kategori4

Pengadaanjasa untuk mendukung pembelajaran

0.1% berbasiskan jaringan, SIM dan sistem-sistem Monitoring dan Evaluasi

% Alokasi dari Kategori

Total Tahun

1 Pengeluaran yang Disetujui

hibah Pendanaan

PKB untuk peserta yang telah mendaftar sebelumnya

Penyelesaian PKB tambahan

19% Biaya manajemen dan operasional bagi tim manajemen

Kategori 3 Pengadaanmateri pelatihan and paket sumberdayauntuk NIL

kegiatan-kegiatan pengembangan keprofesian yang menjadi bagian dari Program ini

Kategori 4

Pengadaanjasa untuk mendukung pembelajaran

0.5% berbasiskan jaringan, SIM dan sistem-sistem Monitoring dan Evaluasi

Catatan 1: Lihat Jadwal 2 Pelaksanaan Program untuk rincian pencairan dana AUD indikatif per tahun.

1.5 Kerangka Hukum

1.5.1 Ada dua perjanjian hukum tingkat tinggi terkait dengan Kemitraan Pendidikan untuk Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan ini:

a. Perjanjian Hibah, yang mengatur dana yang akan dikucurkan langsung ke dan melalui Pemerintah Indonesia untuk Pengembangan Keprofesian Tenaga Pendidikan.

b. Perjanjian Subsidi, yang mengatur dana yang akan digunakan oleh DFAT untuk pengadaan kontraktor yang akan memberikan bantuan dalam bentuk natura kepada Pemerintah RI dan Kemitraan Pendidikan.

1.5.2 Perjanjian Hibah ini ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Persemakmuran Australia pada 4 Juli 2013. Sesuai perjanjian tersebut, dana hibah hingga sebesar AUD 110 juta akan disediakan untuk mendanai program Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan. Salinan dari Perjanjian Hibah ini yang terkait dengan Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan disertakan dalam Lampiran 1.

1.5.3 Perjanjian Hibah untuk Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan ini dilaksanakan dalam kerangka hukum dan regulasi yang relevan dari Pemerintah Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, secara khusus:

a. Permendiknas No. 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas

a. Permendiknas No. 13 tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah

b. Permendiknas No. 28 tahun2010 tentangPenugasan Guru sebagai Kepala Sekolah

c. Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 2013 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

1.6 Tata Kelola

1.6.1 Tim Pengendali dan Tata Kelola (Governance and Oversight Group/GOG) akan memonitor dan menetapkan arah strategis untuk ESSP secara lebih luas (termasuk Kemitraan Pendidikan), menilai kinerja program berdasarkan RENSTRA dan Kerangka Kerja Hasil Bersama ESSP (Joint Results Framework), dan menyetujui rencana-rencana kerja yang akan didanai dari donor, dan melakukan tinjauan atas Laporan ProDEP.

1.6.2 Tim Pengendali dan Tata Kelola (GoG) akan bertemu setiap enam bulan dan terdiri dari pejabat Eselon 1 Kemdikbud, Kemenag, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kementerian lain terkait, DFAT dan Uni Eropa. Tim ini didukung oleh Sekretariat GoG tersendiri yang berada di Biro Perencanaan dan Kerjasama Internasional di Kemdikbud.

1.6.3 Empat Tim Pengendali Teknis (Technical Oversight Groups- TOG), setiap tim dibentuk untuk satu dari empat komponen program Kemitraan Pendidikan ini, bertugas mengawasi terlaksananya keluaran di seluruh Program Pendukung Sektor Pendidikan atau ESSP. Semua TOG akan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa keluaran yang dihasilkan sudah sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang diharapkan, dengan cara yang efisien dan efektif. TOG bertemu sekali setiap tiga bulan (atau lebih sering, jika diperlukan) dan terdiri dari pejabat dari Kemdikbud, Kemenag, BAPPENAS dan kementerian terkait lainnya. Setiap TOG didukung oleh satu Sekretariat.

1.6.4 SDTOG bertanggungjawab untuk mengawasi pelaksanaan ProDEP. SDTOG akan diketuai oleh Kepala Badan PSDMPK dan PMP (sebagai Instansi Penanggungjawab).

1.6.5 Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Pusbang Tendik), yang bertindak berdasarkan wewenang dari Kepala Badan PSDMPK dan PMP selaku Instansi Penanggungjawab, akan menjadi Sekretariat SDTOG.

1.6.6 Penjelasan lebih mendetil mengenai pengaturan tata kelola ProDEP disajikan di Bab

2 Prosedur Manual ini.

1.7 Pengelolaan

1.7.1 ProDEP akan dikelola oleh Instansi Penanggungjawab dengan mendapatkan dukungan di dalam pelaksanaannya dari:

a. Pusbang Tendik

b. LPMP

c. P4TK _________________________________________________________________________________________ c. P4TK _________________________________________________________________________________________

1.7.2 Penjelasan lebih mendetil mengenai pengaturan pengelolaan ProDEP disajikan pada Bab 2 dan Bab 3 Manual Prosedur ini.

1.8 Pengelolaan Keuangan dan Audit

1.8.1 Pemerintah Indonesia (melalui Kemdikbud dan Kemenkeu) bertanggungjawab untuk menerapkan sebuah sistem pengelolaan keuangan.

1.8.2 Pemerintah Indonesia bertanggungjawab mempersiapkan laporan keuangan yang sesuai dengan prosedur akuntansi keuangan yang telah disepakati oleh Pemerkintah Australia dan Pemerintah Indonesia (mengacu kepada Bab 4 Manual Prosedur ini).

1.8.3 Pemerintah Indonesia akan menyerahkan kepada SDTOG, sebagai bagian dari Laporan Perkembangan Triwulan dan Laporan Tahunan ProDEP, laporan keuangan ProDEP yang belum diaudit untuk periode yang tercakup di dalam laporan tersebut.

1.8.4 GoA bertanggung jawab untuk mengambil inisiatif audit keuangan tahunan dan tinjauan kepatuhan secara independen. GoI dapat juga melaksanakn audit sesuai dengan peraturan perundangan Republik Indonesia.

1.8.5 Rincian lebih lanjut untuk prosedur Pengelolaan dan Audit Keuangan dijelaskan dalam Bab 4 dan Bab 6 dari Manual Prosedur ini

1.9 Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

1.9.1 Pemerintah Indonesia, melalui Instansi Penanggungjawab dan dengan bantuan teknis yang disediakan oleh Pemerintah Australia, akan mengembangkan dan menerapkan prosedur-prosedur untuk memantau pelaksanaan ProDEP (Inisiatif) berdasarkan berbagai indikator dan kriteria yang tercantum pada Perjanjian Hibah, pada Bab 6 dari Manual Prosedur ini dan di Kerangka Penilaian Kinerja atau PAF (lihat Lampiran 4).

1.9.2 Evaluasi ProDEP akan dilakukan oleh kontraktor-kontraktor independen yang dipekerjakan oleh Pemerintah Australia.

1.9.3 Pemerintah Indonesia melalui Instansi Penanggungjawab, wajib menyusun dan menyampaikan Laporan Kemajuan Triwulan dan Laporan Tahunan Program kepada SDTOG yang memberikan informasi tentang keikutsertaan dalam sistem nasional pengembangan keprofesian dan dampak serta efektivitas pengembangan keprofesian bagi peserta.

1.9.4 Instansi Penanggungjawab akan dibantu oleh Pusbang Tendik, LPMP, P4TK dan LPPKS didalam melaksanakan monitoring ProDEP dan penyusunan laporan ProDEP.

1.9.5 Rincian lebih lanjut mengenai monitoring dan evaluasi serta persyaratan pelaporan disajikan pada Bab 6 dari Manual Prosedur ini.

2. PENGELOLAAN & TATA KELOLA

2.1 Tata ProDEP

2.1.1 SDTOG dibentuk sebagai struktur tata kelola dibawah GOG untuk mengawasi pelaksanaan ProDEP ini.

2.1.2 SDTOG memegang tanggungjawab utama untuk:

a. Menyetujui dan mengesahkan rencana, termasuk rencana kerja dan pengadaan, dan kebijakan yang diusulkan oleh Instansi Penanggungjawab.

b. Menyetujui laporan ProDEP yang disiapkan oleh Instansi Penanggungjawab.

c. Mengawasi dan melakukan tinjauan ulang pengelolaan ProDEP.

d. Mengawasi pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan dalam ProDEP.

e. Mengawasi pencapaian keluaran dan dampak (output & outcome).

f. Memantau pelaksanaan Perjanjian Hibah.

2.1.3 Keanggotaan SDTOG terdiri dari staf teknis terkait dari Kemdikbud, Kemenag, Bappenas, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Uni Eropa dan AusAID.

2.1.4 Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Pusbang Tendik) yang bertindak berdasarkan wewenang dari Kepala Instansi Penanggungjawab, akan menjadi Sekretariat SDTOG. Sebagai Sekretariat, Pusbang Tendik bertanggungjawab untuk hal berikut ini.

a. Menyusun dan mendistribusikan agenda dan makalah kerja serta laporan kepada para anggota SDTOG

b. Mengumpulkan, menganalisa dan melaporkan data Indikator Kinerja

c. Mengkoordinir dan mendistribusikan laporan-laporan keuangan

d. Mengembangkan rancangan Rencana Kerja Tahunan dan memfinalisasi Rencana Kerja tersebut menyusul pengesahan oleh SDTOG

e. Mempersiapkan makalah dan laporan untuk Pertemuan Tinjauan Tahunan

f. Mengembangkan Rencana Manajemen Risiko dan Kerangka Kerja Penilaian Kinerja ProDEP

g. Memperbarui Rencana Manajemen Risiko berdasarkan permintaan SDTOG

h. Mempersiapkan permohonan bantuan teknis untuk disajikan kepada SDTOG

i. Melaksanakan tanggung jawab / tugas khusus lainnya yang terkait / sesuai dengan ProDEP.

2.1.5 SDTOG melakukan pertemuan setiap tiga bulan sekali setiap tahunnya pada saat bersamaan dengan disajikannya Laporan Perkembangan Triwulan dan/atau Laporan Tahunan ProDEP seperti yang dijelaskan pada Bab 8 Prosedur Manual ini.

2.2 Manajemen

2.2.1 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Instansi Penanggungjawab, memegang tanggung jawab secara keseluruhan atas manajemen yang efektif terhadap ProDEP (Inisiatif) dan program-program pengembangan keprofesian (PPK) beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait yang dilaksanakan dalam naungan ProDEP.

2.2.2 Instansi Penanggungjawab akan menetapkan sistem dan proses, sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada dalam Perjanjian Hibah dan Manual Prosedur, agar dapat:

a. Mengidentifikasi prioritas-prioritas pelaksanaan ProDEP

b. Mengembangkan kebijakan ProDEP untuk dipertimbangkan oleh SDTOG

c. Mengembangkan rencana kerja-program pelaksanaan ProDEP untuk dipertimbangkan oleh SDTOG

d. Mengelola proses pengadaan ProDEP

e. Mengajukan jumlah peserta untuk masing-masing Kabupaten/kota yang terlibat dalam ProDEP.

f. Mengawasi dan menjamin kualitas pelaksanaan dan pengelolaan ProDEP.

g. Mengelola, memantau dan melaporkan anggaran dan pengeluaran biaya dalam lingkup ProDEP.

h. Memantau dan mengevaluasi semua program pengembangan keprofesian (PPK) dengan menggunakan Kerangka Penilaian Kinerja yang disepakati

i. Memberikan laporan mengenai ProDEP kepada SDTOG.

2.2.3 Pengelolaan dan pelaksanaan ProDEP dilakukan oleh Instansi-Instansi Pelaksana berikut ini, dibawah pendelegasian, petunjuk dan pengawasan Instansi Penanggungjawab.

a. Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Pusbang Tendik)

b. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (ada 12)

c. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP)

d. Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS).

2.2.4 Pusbang Tendik, bertindak dengan wewenang dari dan atas nama Instansi Penanggungjawab, adalah Instansi Pelaksana yang memegang tanggung jawab utama untuk:

a. Mengembangkan perencanaan untuk program-program pengembangan keprofesian (PPK) beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait yang telah disepakati.

b. Mendukung pengembangan dan koordinasi pelaksanaan rencana yang dikembangkan oleh Instansi-Instansi Pelaksana.

d. Melakukan sertifikasi pelatih dan menyimpan dan menjaga daftar pelatih yang telah disetujui.

e. Memantau dan menjamin mutu dari program-program pengembangan keprofesian beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait.

f. Memantau pengeluaran biaya.

g. Mempersiapkan laporan untuk SDTOG sebagaimana dipersyaratkan.

2.2.5 Untuk melaksanakan tanggung jawabnya dalam ProDEP ini, Pusbang Tendik akan menunjuk pejabat atau staf yang memiliki kualifikasi untuk bertindak sebagai orang yang memegang tanggungjawab tingkat nasional (PIC Nasional) untuk masing- masing program pengembangan keprofesian yang dinaungi ProDEP ini:

a. Program Pengembangan Kapasitas Pendidikan bagi Pemerintah Daerah (PPKPPD)

b. Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (PPCKS)

c. Program Pendampingan Kepala Sekolah oleh Pengawas Sekolah (PPKSPS)

d. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Kepala Sekolah dan Madrasah (PKB KS/M)

2.2.6 PiC Nasional yang berkantor di Pusbang Tendik akan melapor ke pimpinan Pusbang Tendik dan bertanggungjawab berikut ini.

a. Memimpin pengembangan rencana pelaksanaan program-program pengembangan keprofesian (PPK).

b. Mengkoordinasikan strategi-strategi pelaksanaan dan pengalokasian sumber daya.

c. Melaksanakan dan mengelola program-program pengembangan keprofesian di tingkat nasional.

d. Berkomunikasi dan bekerjasama dengan Instansi-Instansi Pelaksana yang bertanggungjawab atas pelaksanaan program-program pengembangan keprofesian.

e. Melakukan koordinasi penjaminan mutu program-program pengembangan keprofesian.

f. Memantau perkembangan dan keluaran.

g. Mengkoordinasikan penyusunan laporan tentang kemajuan dari program- program pengembangan keprofesian.

2.2.7 Instansi Penanggungjawab, jika diperlukan, dapat membentuk kelompok atau tim kerja untuk membantu PIC menjalankan tanggung jawabnya.

2.2.8 Instansi-Instansi Pelaksana berikut ini, di bawah arahan Instansi Penanggungjawab dan dengan bekerja sama dengan Pusbang Tendik, memegang tanggung jawab

a. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).

b. Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS).

c. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK).

2.2.9 Instansi-Instansi Pelaksana yang disebutkan pada 2.2.8 bertanggung jawab untuk hal berikut ini.

a. Merencanakan pelaksanaan pada tingkat lokal dari program-program pengembangan keprofesian (PPK) beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait yang disetujui.

b. Menentukan modalitas pelaksanaan program yang paling tepat.

c. Melaksanakan PPK

d. Melakukan koordinasi, pengelolaan dan penjaminan mutu dari program- program pengembangan keprofesian dan kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait.

e. Menjalin hubungan kerjasamadengan Instansi Penanggungjawab untuk memastikan keefektifan koordinasi dan pelaksanaan dari program-program pengembangan keprofesian beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait.

f. Melaksanakan pengelolaan keuangan dari program-program pengembangan keprofesian beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait yang menjadi tanggungjawabnya.

g. Menjalin hubungan kerjasama dengan Kelompok/Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (KKKS / MKKS) dan kabupaten/kota.

h. Memantau kemajuan dan keluaran.

i. Memasukkan, menyimpan, mengelola dan menganalisa data tentang input, administrasi, efektifitas dan keluaran kegiatan.

j. Melakukan pelaporan kepada Instansi Penanggungjawab.

2.2.10 Untuk memastikan koordinasi dan pelaksanaan yang efektif, maka Instansi Pelaksana akan menunjuk staf yang memiliki kualifikasi untuk bertanggungjawab atas pengelolaan program-program pengembangan keprofesian beserta kegiatan- kegiatan pembelajaran terkait.

2.2.11 Para petugas dari LPMP, P4TK dan LPPKS seperti yang disebutkan pada 2.2.10 bertanggungjawab untuk hal berikut ini:

a. Melakukan koordinasi dan pengelolaan kegiatan pada tingkat lokal dari masing-masing program pengembangan keprofesian.

b. Menjalin komunikasi dan bekerjasama dengan PIC nasional.

d. Memantau kemajuan dan keluaran.

e. Melaporkan perkembangan kepada Instansi Penanggungjawab melalui PIC Nasional.

2.2.12 PIC Nasional yang berkantor di Instansi Penanggungjawab dan Pejabat Pelaksana dari LPMP, P4TK dan LPPKS akan mengadakan pertemuan setidaknya setiap kuartal untuk meninjau, mengkoordinasikan dan melaporkan pelaksanaan dari program- program pengembangan keprofesian dan membantu dalam penyusunan laporan dan rencana. Jadwal rapat akan dikembangkan untuk memastikan bahwa laporan triwulanan dihasilkan sesuai dengan penjadwalan yang telah dijabarkan dalam Perjanjian Hibah dan Bab 8 Manual Prosedur ini.

2.2.13 Pemerintah Australia, melalui pihak kontraktornya, akan menyediakan bantuan teknis untuk mendukung tugas Instansi Penanggungjawab dan PIC dalam menjalankan tanggung jawab mereka.

2.2.14 Diagram 1 menyajikan gambaran umum tentang tata kelola dan pengaturan pengelolaan ProDEP.

2.3 Pengelolaan ProDEP di Kementerian Agama (Kemenag)

2.3.1 Kemenag akan menunjuk Penanggung-Jawab (PENJAB) di tingkat nasional dan provinsi untuk mengelola dan mengkoordinasikan peran serta keikutsertaan pegawai Kemenag dalam program-program pengembangan keprofesian (PPK) beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait.

2.3.2 PENJAB di lingkup Kementerian Agama yang ditunjuk untuk mendukung ProDEP akan bertanggungjawab untuk:

a. Bekerja sama dengan PIC Kemdikbud untuk mengembangkan rencana di tingkat nasional dan lokal.

b. Menjalin hubungan kerjasama dengan pejabat pada Instansi-instansi Pelaksana yang telah ditunjuk untuk memilih peserta dari Kemenag dan mendukung pelaksanaan dari program-program pengembangan keprofesian.

c. Menjalin komunikasi dan bekerjasama dengan pihak Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota dan Kanwil Kemenag terkait untuk mendukung pelaksanaan kegiatan bagi para peserta yang berasal dari Kemenag.

d. Memantau pelaksanaan dari program-program pengembangan keprofesian, dengan bekerja-sama dengan para pejabat Kemdikbud.

e. Menjalin hubungan kerjasama dengan para PENJAB Kemdikbud untuk mempersiapkan laporan-laporan perkembangan.

Diagram 1: Pengaturan Pengelolaan Sistem Nasional Pengembangan KeprofesianTenaga Kependidikan

SDTOG

Badan PSDMPK & PMP

Kemdikbud sebagai

Instansi

Penanggungjawab

SecretarisBadan PSDMPK & PMP

Kemdikbud

Pelaksanaan & Pengelolaan Nasional Pengelolaan Lokal

LPMP

 PKB KS/M

Pusat

 PPKSPS /M  PPCKS

Pengembangan

 PPKPPD

Tenaga Kependidikan

P4TK

 PKB KS/M  PPKSPS /M

LPPKS

 PKB KS/M  PPCKS  PPKSPS /M

Key:

Line management

Coordination & management

3. PELAKSANAAN PRODEP - PENGEMBANGAN KEPROFESIAN TENAGA KEPENDIDIKAN

3.1 Pendahuluan

3.1.1 Terdapat empat (4) program pengembangan keprofesian yang dinaungi ProDEP (Inisiatif), yaitu:

a. Program Pengembangan Kapasitas Pendidikan Pemerintah Daerah.

b. Program Pendampingan Kepala Sekolah/Madrasah oleh Pengawas Sekolah/Madrasah.

c. Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah.

d. PKB untuk Kepala Sekolah/Madrasah.

3.1.2 Setiap program pengembangan keprofesian memiliki komponen-komponent tertentu dari program tersebut. Diagram 2, 3, 4 dan 5 memberikan gambaran umum dari berbagai komponen per program pengembangan keprofesian disertai identifikasi dari masing-masing komponen yang layak didanai (eligible) di bawah Perjanjian Hibah.

3.1.3 Program-program pengembangan keprofesian (PPK) beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait yang layak didanai dalam naungan ProDEP ini akan dilaksanakan atas nama Instansi Penanggung-jawab oleh Instansi-instansi Pelaksana sebagaimana tercantum dalam daftar di Bab 2.

3.1.4 Program-program pengembangan keprofesian beserta kegiatan-kegiatan pembelajaran terkait akan dilaksanakan dengan menggunakan sejumlah modalitas berbeda seperti di bawah ini.

a. Pelaksanaan langsung (direct delivery) oleh Instansi Pelaksana, selanjutnya disebut Modalitas Langsung.

b. Pelaksanaan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, setempat selanjutnya disebut Modalitas Disdik.

c. Pelaksanaan melalui Kelompok Kerja atau Musyawarah Kerja Kepala Sekolah, selanjutnya disebut Modalitas KK-MK.

3.1.5 Modalitas Langsung – Tiga puluh tiga LPMP, dua belas P4TK dan LPPKS akan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program-program pengembangan keprofesian beserta kegiatan-kegiatan terkait, termasuk urusan administrasi, pencairan dan pengelolaan dana, penjaminan mutu, monitoring dan pelaporannya.

3.1.6 Modalitas Disdik – Jika pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Disdik kabupaten/kota, maka LPMP, P4TK dan LPPKS sebagai Instansi-instansi Pelaksana harus berkerja sama dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota untuk membentuk kelompok koordinasi atau kelompok kerja yang akan membantu Instansi Pelaksana terkait memenuhi tanggung-jawabanya dalam hal pengelolaan, koordinasi, monitoring dan pelaporan dari masing-masing program pengembangan keprofesian.

3.1.7 Modalitas KK-MK – KKKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) atau MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) dapat didanai oleh Instansi-instansi Pelaksana untuk melaksanakan program-program pengembangan keprofesian beserta kegiatan- kegiatan pembelajarannya dalam naungan ProDEP ini.

3.1.8 Dalam Modalitas KK-MK ini, Instansi-instansi Pelaksana yang ditunjuk akan tetap bertanggung jawab atas pengelolaan, pengawasan, pencairan dan pengelolaan dana, penjaminan mutu, monitoring dan pelaporan program-program pengembangan keprofesian yang menggunakan modalitas ini.

3.1.9 Kegiatan-kegiatan pembelajaran atau modalitas penyampaian yang baru, termasuk metode pembelajaran on-line dan pembelajaran mandiri yang kecepatannya ditentukan sendiri, dapat dikembangkan selama masa Perjanjian Hibah. Kegiatan atau modalitas baru ini harus mendapatkan persetujuan dari Instansi Penanggung- jawab serta disahkan oleh SDTOG.

3.2 Program Pengembangan Kapasitas Pendidikan Pemerintah Daerah (PPKPPD) Gambaran Umum Kegiatan

3.2.1 Program Pengembangan Kapasitas Pendidikan bagi Pemerintah Daerah (PPKPPD) telah dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan para pejabat di lingkup Dinas Pendidikan Kemdikbud dan Kanwil/Kantor Kemenag tingkat kabupaten/kota dan provinsi untuk memungkinkan mereka berkontribusi pada perbaikan mutu pengelolaan dan pembelajaran di sekolah dan madrasah. Diagram

2 memberikan gambaran umum tentang kegiatan PPKPPD ini.

3.2.2 PPKPPD memberikan kontribusi pada perbaikan sistem, proses dan kapasitas di kabupaten/kota dan provinsi melalui pelaksanaan tiga modul:

a. Manajemen dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (MPSDM).

b. Perencanaan Strategis & Pengelolaan Keuangan (Renstra & Pengelolaan Keuangan).

c. Perencanaan Akses Layanan Pendidikan Dasar (PALDIKDAS).

Diagram 3: Kegiatan PPKPPD

Modul MPSDM

Modul Renstra &

Modul PALDIKDAS

Pengelolaan

45 Jam Pelajaran

Keuangan

45 Jam Pelajaran

35 Jam Pelajaran

Pegawai Pendidikan Pegawai Pendidikan

Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota

Pegawai Pendidikan

Kabupaten/Kota dan

Dilaksanakan setelah Modul MPSDM

Provinsi

Modul MPSDM dan dilaksanakan sebelum

Dilaksanakan setelah

mentargetkan PPCKS, PPKSPS dan PKB

modul MPSDM, bila

Kabupaten/Kota yang dilaksanakan

dimungkinkan, juga

setelah modul

memiliki APK yang

PALDIKDAS

rendah

Semua modul di atas memenuhi persyaratan mendapatkan pendanaan Perjanjian Hibah

3.2.3 Semua modul harus disahkan terlebih dahulu oleh Instansi Penanggung-jawab sebelum dilaksanakan.

3.2.4 Semua modul disampaikan melalui metode lokakarya partisipatif oleh para pelatih yang disahkan oleh Instansi Penanggung-jawab.

3.2.5 Semua pelatih MPSDM akan diikutsertakan dalam lokakarya pelatihan untuk memperbarui ketrampilan dan pengetahuan serta untuk menetapkan satus mereka sebagai para pelatih yang sah sebelum melaksanakan penyampaian modul-modul MPSDM dalam lingkup ProDEP.

3.2.6 Modul MPSDM telah dirancang untuk dilaksanakan selama lima hari dan empat malam dengan total waktu belajar45 jam pelajaran.

3.2.7 Modul Renstra dan Pengelolaan Keuangan telah dirancang untuk dilaksanakan selama empat hari dan tiga malam dengan total waktu belajar 35 jam pelajaran.

3.2.8 Modul PALDIKDAS telah dirancang untuk dilaksanakan selama lima hari empat malam dengan total waktu belajar 45 jam pelajaran.

3.2.9 Tidak boleh mengurangi jumlah hari atau jumlah jam pelajaran di tingkat Instansi Pelaksana. Permintaan perubahan rancangan kegiatan hanya dapat dilakukan oleh Pusbangtendik dan mendapat persetujuan dari SDTOG.

3.2.10 Modul MPSDM harus diselesaikan oleh kabupaten/kota sebelum berpartisipasi dalam modul Renstra dan Pengelolaan Keuangan dan modul PALDIKDAS, serta dalam pelaksanaan PKB Kepala Sekolah/Madrasah, PPKSPS atau PPCKS/M.

3.2.11 Jika mendapatkan persetujuan dari SDTOG, tambahan modul atau kegiatan

pembelajaran dapat dikembangkan untuk dimasukkan dalam program ini.

3.2.12 Modul-modul ini digunakan oleh LPMP, bekerja sama dengan Instansi Penanggung- jawab, kabupaten/kota dan provinsi.

3.2.13 Dasar hukum bagi kegiatan PPKPPD adalah sebagai berikut.

a. UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

b. UU No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional

c. UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen

d. PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

e. PP No. 8/2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah

f. Perpres No.59/2012 tentang Kerangka Nasional Pengembangan Kapasitas Pemerintah Daerah

g. Permendagri No. 54/2010 tentang Pelaksanaan PP No.8/2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah

h. Permendiknas No.28/2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

Lanjutkan membaca

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 1014 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

17 283 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 226 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

2 160 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 222 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 294 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 279 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

5 161 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

7 290 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 323 23