Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi perawatan diri Ibu pascasalin.

5.2.2 Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi perawatan diri Ibu pascasalin.

Hasil analisa statistik dalam penelitian ini adalah faktor petugas kesehatan merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi perawatan diri Ibu pascasalin. Tabel ANOVA seperti tabel 5.3 yang menunjukkan faktor akhir yang tesisa dari proses regresi adalah faktor petugas kesehatan dengan hasil F hitung 8,376 F tabel 4,00 dan p-value 0,005 0,05. Berdasarkan Nugroho 2005 variabel independen mempengaruhi variabel dependen. Seperti pendapat Riady 2006, perawat sebagai provider dan masyarakat sebagai konsumer pelayanan kesehatan, menjamin suatu hubungan yang saling mendukung dan mempengaruhi perubahan dalam kebijakan dan pelayanan kearah peningkatan status kesehatan, khususnya pada Ibu pascasalin. Hal ini juga didukung oleh pendapat Widodo 1999 bahwa perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang paling sering berinteraksi dengan pasien, mempunyai kewajiban membantu pasien mempersiapkan fisik dan mental, termasuk dalam pemberian pendidikan kesehatan, maka memerlukan keterampilan komunikasi yang baik. Sikap dan tingkah laku perawat membantu menumbuhkan rasa kepercayaan, sehingga Ibu pascasalin mampu dan mau melakukan perawatan diri pascasalin. Peran perawat yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan perhatian kepada pasien dalam segala situasi yang berhubungan dengan kesehatannya. Ada banyak hal yang tercakup dalam proses tersebut yang tidak hanya sekedar rutinitas perawatan seperti memeriksa tekanan darah, denyut nadi atau suhu pasien saja. Lebih dari itu para perawat merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Universitas Sumatera Utara keseluruhan proses pemulihan pasien. Menurut The American Medical Association Encyclopedia of Medicine, Perhatian perawat lebih tertuju pada reaksi keseluruhan pasien terhadap penyakitnya ketimbang pada penyakit itu sendiri. Perawat lebih memusatkan perhatiannya untuk mengatasi rasa sakit fisik pasien, melepaskan pasien dari penderitaan mental dan jika mungkin menghindari timbulnya komplikasi. Selain itu, perawat juga memberikan perhatian yang penuh pengertian yang mencakup mendengarkan dengan sabar semua kekhawatiran dan ketakutan pasien serta memberikan dorongan emosi dan motivasi Tiok, 2008. Seperti diungkapkan Wiyana 2008 bahwa pasien sangat responsiv terhadap layanan langsung terutama terhadap perawat dan dokter. Perawat lebih banyak berinterakis dengan pasien di banding tenaga yang lain dan ini merupakan variabel yang paling mudah bersentuhan dengan kepuasan pasien. Perilaku Caring perawat menjadi jaminan apakah layanan perawatan bermutu apa tidak. Perawatan merupakan bagian dari sistem pelayanan kesehatan dan salah satu faktor yang memenuhi tercapainya pembangunan nasional, oleh karena itu tenaga keperawatan berada ditatanan pelayanan kesehatan terdepan dengan kontak pertama dan terlama dengan pasien, yaitu selama 24 jam per hari dan 7 hari per minggu, maka perawat perlu mengetahui dan memahami tentang peran, fungsi dan tanggung jawab sebagai perawat profesional agar dapat memberikan pelayanan keperawatan yang optimal dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien Admin, 2008. Periode pascasalin sangat penting bagi ibu, bayi, dan keluarga karena dua alasan penting. Pertama, merupakan masa penyesuaian fisiologis bagi ibu dan Universitas Sumatera Utara bayi. Kedua, merupakan periode penyesuaian sosial dan emosional untuk Ibu. Dengan demikian, peran perawat selama periode pascasalin adalah untuk mempromosikan kesejahteraan fisik Ibu dan bayi, mendukung dan memperkuat pengetahuan Ibu untuk pemenuhan kesehatan dan kesejahteraan, dan juga rasa percaya diri sehingga memungkinkan Ibu untuk memenuhi perannya dalam keluarga, serta mendukung pengembangan keterampilan perawatan diri Public Health Agency of Canada, 2002. Universitas Sumatera Utara

BAB 6 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

6.1 Kesimpulan

a. Faktor masa lalu memberikan peran yang penting terhadap perawatan diri Ibu pascasalin dengan frekwensi. Melalui pengalaman seseorang dapat belajar cara merawat diri. Namun hal ini tidak sepenuhnya menjamin kemampuan Ibu, ada hal-hal lain yang ikut mempengaruhi diantaranya kebudayaan, keluarga, pendidikan, dan pekerjaan. b. Faktor lingkungan juga ikut mempengaruhi perawatan diri Ibu pascasalin