ekspor dan naiknya nilai tukar yang tidak dapat dimanfaatkan untuk dapat meningkatkan ekspornya. Ini menunjukan bahwa mutu teh Indonesia masih rendah
sehingga kurang dapat bersaing dengan negara lain serta elastisnya penawaran dan permintaan teh Indonesia yang merupakan ciri umum dari produksi pertanian.
4 Perubahan harga kopi domestik dan pendapatan penduduk menyebabkan penurunan
jumlah ekspor teh Indonesia. Hal ini terjadi karena naiknya harga kopi menyebabkan konsumen beralih untuk mengkonsumsi teh lebih banyak, demikian juga naiknya
pendapatan penduduk menyebabkan permintaan teh meningkat sehingga naiknya permintaan teh domestik akan menyebabkan turunnya ekspor teh. Sedangkan
meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan naiknya jumlah penduduk akan menurunkan permintaan teh domestik sehingga ekspor akan meningkat. Namun
perilaku ini sulit untuk dimengerti dan tidak sesuai dengan teori.
4. Suwarno dan Martha 2002 : 68 dengan judul “Usaha peningkatan ekspor udang di
kabupaten gresik”. Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian tersebut antara lain
adalah sebagai berikut :
1 Diperoleh nilai F-hitung sebesar 7,221 F-tabel sebesar 4,76 maka Ho ditolak dan H1
diterima, yang artinya bahwa secara keseluruhan variabel bebas yaitu luas lahan, harga udang, fasilitas kredit berpengaruh secara nyata terhadap variabel terikat yaitu
ekspor udang. 2
Nilai koefisien determinasi R
2
sebesar 0,78311 atau 78,311 yang berarti variabel bebas X1,X2 dan X3 dapat menjelaskan variabel terikat Y sebesar 78,31
3 Hasil Analisis untuk luas lahan diketahui t- hitung sebesar 6,875 t- tabel sebesar
2,449 maka Ho ditolak pada signifikan 5 sehingga dapat dikatakan bahwa secara parsial luas lahan berpengaruh terhadap ekspor udang.
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
4 Pengaruh harga udang terhadap ekspor udang dari analisis diperoleh nilai t-hitung
sebesar 4,401 t-tabel sebesar 2,449 maka Ho ditolak pada signifikan 5 sehingga dapat dikatakan bahwa secara parsial harga udang berpengaruh terhadap ekspor
udang. 5
Fasilitas kredit terhadap ekspor udang dari analisis diperoleh nilai t- hitung sebesar 2,240 t-tabel sebesar 2,449 maka Ho diterima pada signifikan 5 sehingga dapat
dikatakan bahwa secara parsial fasilitas kredit tidak berpengaruh terhadap ekspor udang. Hal ini mungkin disebabkan oleh karena petani tambak tidak mempergunakan
kredit tersebut untuk mengembangkan produksinya atau perluasan lahan tambaknya, namun digunakan untuk keperluan lain yang bersifat konsumtif.
5. Fahlevi 2003 : 86 dengan judul “Analisis Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi
Nilai Ekspor Kayu Lapis Jatim Ke”. Kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai
berikut :
1 Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan analisis uji F untuk koefisien
regresi secara simultan diperoleh nilai F hitung 37,216 Ftabel 4,76, maka Hi ditolak dan Ho diterima, berarti secara bersama-sama volume produksi X1. Kurs
dollar Amerika terhadap Rupiah X2 dan harga rata-rata X3 terhadap nilai ekspor kayu lapis Jawa Timur ke
2 Nilai t hitung volume produksi X1 sebesar 4,414 dan t-tabel 2,447 yang
menunjukan bahwa volume produksi X1 mempunyai pengaruh terhadap nilai ekspor kayu lapis Jawa Timur ke. Hal ini menunjukan bahwa variabel bebas
volume produksi tidak naik berarti nilai ekspor kayu lapis di Jawa Timur tidak naik.
3 Nilai t hitung kurs dollar Dollar Amerika terhadap Rupiah X2 sebesar -6,137
dan t-tabel 2,447 yang menunjukan bahwa kurs dollar Dollar Amerika terhadap
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
Rupiah X2 mempunyai pengaruh ngatif terhadap nilai ekspor kayu lapis Jawa Timur ke. Hal ini menunjukan bahwa kurs dollar Amerika terhadap rupah nai,
berarti nilai ekspor kayu lapis Jawa Timur juga naik. Sebaliknya jika nilai kurs dollar Amerika turun maka nilai ekspor kayu lapis di Jawa Timur juga turun.
4 Nilai t hitung harga rata-rata X3 sebesar 0,515 dan t-tabel 2,447 yang
menunjukan bahwa harga rata-rata X3 tidak mempunyai pengaruh terhadap nilai ekspor kayu lapis Jawa Timur ke. Hal ini menunjukan jika harga ekspor tidak naik
maka nilai ekspor kayu lapis di Jawa Timur juga tidak akan naik. 5
Berdasarkan hasil penelitian variabel bebas yang paling dominan berpengaruh terhadap nilai ekspor kayu lapis Jawa Timur ke yaitu variabel Dollar terhadap
Rupiah X2 sebesar 86,3. Dengan naiknya kurs Dollar akan meningkatkan penawaran pihak eksportir.
Persamaan penelitian penulis dengan beberapa dari penelitian terdahulu adalah sama- sama meneliti tentang perdagangan Internasional. Sedangkan perbedaannya adalah
variabel terikat yaitu impor sepeda motor dan mobil dari Jepang dan variabel bebas yang diteliti adalah nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika, pendapatan perkapita
dan inflasi.
2.2. Landasan Teori