c. Kemampuan produksi maupun selera konsumen berbeda
Bila kemampuan produksi berbeda,maka supply akan berbeda,akhirnya harga barang sejenis akan berbeda pula di dua negara atau perusahaan. Misalnya, supply
barang A di negara I banyak dan barang B di negara II banyak sedangkan selera atau permintaan konsumen berbeda di dua negara. Misalnya, barang A lebih disukai
di negara II dan barang B lebih di sukai di negara I. Hal ini menyebabkan harga barang A akan lebih mahal di negara II dan sebaliknya harga barang B akan lebih
mahal di negara I. Keadaan seperti ini akan menyebabkan terjadinya perdagangan internasional.Hamdy,2004:45.
2.2.2 Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika
Sebelum masuk pada teori nilai tukar terlebih daulu perlu diketahui pengertian mengenai apa yang dimaksud dengan nilai tukar. Pada dasarnya yang dimaksud nilai tukar
adalah nilai suatu barang jika dipandang dari sudut barang-barang lain yang dapat ditukar dengannya, oleh karena pada pembahasan masalah ini titik beratnya adalah nilai tukar uang.
Pengertian barang pada definisi nilai tukar diatas dapat disubtitusikan dengan uang, jadi dengan kata lain nilai tukar mata uang atau exchange rate adalah mata uang nasional tertentu
dibandingkan dengan mata uang lain. Menurut Salvatore 1992:116 menyatakan bahwa kurs mata uang asing foreign
exchange rate adalah harga dalam negri dari mata uang luar negri asing. Dengan adanya
valuta asing dapat dihubungkan dengan 3 sistem dan kebijaksanaan tentang kurs mata uang asing yaitu :
a. Sistem nilai tukar tetap fixed value system
Dalam sistem dan kebijaksanaan nilai tukar tetap, pemerintah atau otoritas moneter negara yang bersangkutan turut campur tangan secara aktif dalam bursa
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
valuta asing dengan membeli atau menjual mata uang dalam negri atau valuta asing bilamana kurs mata uangnya menyimpang dari nilai tertentu yang talah ditetapkan,
misalnya jika relatif terdapat kelebihan penawaran rupiah pada tingkat kurs tetap itu, maka Bank Indonesia harus membeli mata uang rupiah. Hal ini dilakukan dengan
menawarkan valuta asing tersebut dengan kurs tetap tersebut. Sebaliknya jika terjadi kelebihan permintaan rupiah tersebut dengan membeli valuta asing pada kurs yang
telah ditetapkan, oleh karena itu pergeseran dalam permintaan dan penawaran valuta asing atau mata uang dalam negeri dapat menyebabkan fluktuasi dalam besarnya dana
yang tersedia, bukan fluktuasi kursnya. b.
Sistem nilai tukar mengambang bebas. Apabila suatu negara memakai sistem nilai tukar mengambang bebas, bank
sentral tidaklah campur tangan secara aktif didalam bursa valuta asing. Disini nilai tukar suatu mata uang relatif terhadap mata uang negara lain ditentukan sepenuhnya
oleh permintaan dan penawaran yang berlangsung didalam bursa valuta asing, contohnya jika terjadi kenaikan penawaran mata uang rupiah secara relatif sehingga
timbulnya pertambahan permintaan terhadap mata uang asing. Hal ini cenderung terjadi penurunan nilai, depresiasi mata uang rupiah, sebaliknya jika permintaan
terhadap mata uang rupiah relatif tinggi maka cenderung terjadi kenaikan nilai apresiasi mata uang rupiah, akibatnya kurs kurs valuta asing cenderung bergerak
kearah nilai keseimbangan tertentu. Dengan demikian kurs valuta asing merupakan refleksi dari perkembangan aktivitas perorangan atau subyek ekonomi atau bank
sentral luar negeri, tetapi bukan akibat tindakan langsung yang diatur oleh bank sentral di dalam negri.
c. Sistem nilai tukar mengambang terkendali
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
Bila suatu negara memakai sistem nilai tukar mengambang terkendali, maka disamping dipengaruhi oleh pasar terdapat juga campur tangan bank sentral didalam
bursa valuta asing. Bila antar bank menganggap gerakan dari kurs valuta asing tidak sesuai dengan yang diinginkan atas dasarperhitungan dan pertimbangan, misalnya bila
BI tidak perlu mengambil tindakan dan kurs mata uang dibiarkan bergerak kearah nilai keseimbangan baru. Demikian pula bila Bank Indonesia ingin memakai gerakan
kurs secara perlahan kearah nilai keseimbangan baru, sebaliknya bila BI tidak menghendaki perubahan maka langsung ikut campur tangan dalam bursa valuta asing
untuk mempertahankan kurs tertentu yang telah ditetapkan. Kurs didefinisikan sebagai jumlah atau harga mata uang domestik dari mata
uang asingluar negeri. Dari definisi ini betapa pentingnya kurs dalam melakukan transaksi impor Salvatore, 1994:141. Harga yang berlaku adalah sesuai negara yang
mengadakan transaksi. Masing-masing negara menggunakan nilai kurs yang berbeda namun kebanyakan yang digunakan sebagai acuan adalah kurs USD dan YEN,
dimana kedua negara tersebut yang aktif mengadakan perdagangan dan mata uang tersebut adalah sebagai mata uang yang diakui internasional.
d. Keseimbangan kurs
Pada umunya kurs ditentukan oleh perpotongan kurva permintaan pasar dan penawaran dari mata uang asing tersebut. Permintaan valuta asing terutama timbul
bila kita mengimpor barang-barang dan jasa dari luar negeri atau melakukan transaksi investasi dengan pinjaman mata uang asing. Sedangkan penawaran valuta asing
timbul bila kita mengimpor barang dan jasa atau menerima investasi dengan menggunakan mata uang asing.
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
e. Dinamika kurs
Selama dua dasawarsa terakhir berlangsung gejolak kurs yang sangat tajam dan terciptanya nilai mata uang yang tidak sesuai dengan yang diharuskan.
Kecenderungan kurs mengalami overshooting mengacu kepada kecenderungan kurs mengalami depresiasi dan apresiasi seketikamendadak melampaui tingkat
ekuilibrium jangka panjangnya dan selanjutnya sebagian selebihnya berangsur-angsur normal.
f. bebrapa faktor yang mempengaruhi kurs mata uang asing
faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan nilai tukar mata uang asing begitu bervariasi, namun yang perlu dikaji adalah faktor-faktor utama yang cukup
besar pengaruhnya atas tingginya kurs valas terhadap mata uang domestik. Beberapa faktor yang mempengaruhi adalah : tingkat relatif terhadap negara lain, laju
pertumbuhan riil relatif terhadap negara lain, tingkat bunga trelatif terhadap negara lain, faktor spekulasi, kestabilan politik ekonomi dan moneter.
g. Macam-macam kurs valuta asing.
Macam-macam kurs valuta asing antara lain sebagai berikut : 1
Fixed exchange rate adalah kurs yang berlaku tetap untuk jangka waktu yang
panjang.
Gambar 2 : Fixed exchange rate
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
2 Stable exchange rate
adalah kurs yang berlaku tetap untuk suatu periode neraca pembayaran biasanya 1 tahun.
3 Flexible exchange rate
adalah kurs yang sewaktu-waktu dapat berubah baik kepentingan pemerintah maupun kekuatan pasar.
Gambar 3 : Flexible exchange rate
4 Floating exchange rate
adalah kurs yang mengambang dimana kurs yang lama dihapus, sedangkan yang baru belum ditentukan.
Gambar 4 : Floating exchange rate
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
5 Fluctuating exchange rate
adalah kurs yang berlaku bebas menurut kekuatan pasar Boediono, 1991:99-101.
2.2.3. Pendapatan Nasional