5 Fluctuating exchange rate
adalah kurs yang berlaku bebas menurut kekuatan pasar Boediono, 1991:99-101.
2.2.3. Pendapatan Nasional
Pendapatan Nasional sampai saat ini masih tetap sebagai pilar penyanggah polemik ekonomi, artinya kearah peningkatan pendapatan nasional itulah hampir semua kebijaksanaan
dibidang perekonomian difokuskan. Rosyidi, 1996 : 98. Pengertian pendapatan nasional bermacam-macam, antara lain :
b. Pendapatan nasional adalah pendapatan agregate dari pada tenaga kerja dan
hak milik yang timbul dari pada produksi yang berlangsung current Producent barang-barang dan jasa-jasa perekonomian yang bersangkutan Winardi, 1993:74.
c. Pendapatan nasional merupakan nilai produksi barang dan jasa yang
diciptakan dalam suatu perekonomian di dalam masa satu tahun Sukirno, 1995:17 d.
Konsumsi bukanlah satu-satunya unsur di dalam pendapatan nasional. Para ahli ekonomi menyukai produk nasional bruto Gross National Product sebagai
alat pengukur pokok kegiatan perekonomian. Sedangkan definisi dari produk nasional broto adalah nilai semua barang dan jasa yang tiap tahun dihasilkan oleh
bangsa yang bersangkutan, diukur menurut harga pasar Rosyidi, 1996:102. Berdasarkan beberapa pengertian pendapatan nasional di atas maka dapat diambil
kesimpulan bahwa pendapatan nasional adalah nilai semua barang dan jasa yang tiap tahun dihasilkan oleh bangsa yang bersangkutan, di ukur menurut harga pasar.
2.2.4. Pengertian Pendapatan Perkapita
Pendapatan perkapita adalah pendapatan nasional pada tahun tertentu dibagi dengan jumlah penduduk pada tahun ini, jadi kesimpulannya bahwa pendapatan perkapita disini
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
merupakan pendapatan rata-rata penduduk disuatu negara. Apabila semakin kecil, maka akan menunjukan adanya penurunan tingkat kemakmuran.
Menurut Sukirno 2002:417 pengertian pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata penduduk, oleh sebab itu untuk memperoleh pendapatan perkapita pada suatu tahun,
yang harus dilakukan adalah membagi pendapatan nasional pada tahun itu dengan jumlah penduduk pada tahun yang sama.
Jadi dapat disimpulkan dari pengertian pendapatan perkapita adalah rata-rata penduduk yaitu menyangkut semua penduduk, baik anak-anak maupun dewasa. Apabila
jumlah penduduk suatu negara selalu bertambah melebihi kenaikan pendapatan nasional maka pendapatan perkapitanya menjadi rendah, demikian sebaliknya apabila jumlah
penduduk suatu negara lebih kecil dari kenaikan pendapatannasional, maka pendapatan perkapitanya menjadi tinggi.
Dengan adanya pendapatan perkapita dapat diketahui bahwa makin tinggi pendapatan perkapita suatu negara, maka makin kecil peranan sektor pertanian dalam menyediakan
kesempatan kerja, akan tetapi sebaliknya sektor industri makin pentinf peranannya dalam menampung tenaga kerja Sukirno, 2002:21.
Dalam hal ini pendapatan perkapita dihasilkan dari produk domestik bruto dibagi jumlah penduduk. Apabila jumlah yang pasti pesat akan mengakibatkan jumlah
pengangguran yang tinggi sehingga pendapatan perkapita menjadi rendah dan apabila laju pertumbuhan penduduk dapat ditekan, maka diharapkan juga akan meningkat, sehingga dapat
mendudung pembangunan dan terciptanya tujuan negara.
2.2.4.1 Perhitungan Pendapatan Perkapita
Dalam menghitung pendapatan perkapita ada dua macam penghitungan dapat dilakukan yaitu berdasarkan : Sukirno, 2002:417
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
1. Harga yang berlaku
Perhitungan menurut harga yang berlaku penting untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan rata-rata dari penduduk negara itu membeli barang-barang.
Data ini juga penting sebagai bahan perbandingan dalam menunjukan perbedaan tingkat kemakmuran disuatu negara dengan negara-negara lain.
2. Harga tetap.
Data pendapatan perkapita menurut harga tetap perlu dihitung untuk menunjukan perkembangan tingkat kemakmuran pada suatu negara.
Menurut Sukirno 2002:417 perhitungan pendapatan perkapita adalah membagi pendapatan nasional pada tahun itu dengan jumlah penduduk pada tahun
yang sama.
Perkapita PDB = 2.2.5.
Inflasi
Definisi inflasi menurut Rahardja dan Manurung 2004 : 319, adalah gejala kenaikan harga barang-barang yang bersifat umum dan terus-menerus, dari definisi
ini ada tiga komponen yang dipenuhi agar dapat dikatakan inflasi yaitu kenaikan harga, bersifat umum, berlangsung terus-menerus.
Yang dimaksud dengan inflasi adalah kenaikan tahunan dalam tingkat harga umum yang diukur berdasarkan indek harga konsumen atau indek harga lainnya.
Samuelson dan Nordhaus, 2004 : 485. Kesimpulan dari pengertian diatas adalah kenaikan yang terjadi hanya sekali
saja meskipun dengan presentase yang cukup besar bukanlah merupakan inflasi. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi, kecuali bila
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
kenaikan tersebut meluas kepada atau mengakibatkan kenaikan sebagian besar dari harga barang-barang lain.
Menurut Sukirno 2004 : 333, teori kuantitas membedakan sumber terjadinya inflasi dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Inflasi tekanan permintaan demand pull inflation
Inflasi yang timbul karena permintaan masyarakat akan berbagai barang bertambah terlalu kuat yang mengakibatkan tingkat harga umum naik.
Gambar 5
: Proses Demand Pull Inflation
Sumber : Sukirno. 2004, Teori Pengantar Ekonomi Makro, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, hal. : 334
Sebagaimana dalam gambar perekonomian dimulai pada P
1
dan tingkat output riil dimana P
1,
Q
1
berada pada perpotongan antara kurva permintaan D
1
dan kurva penawaran S. Kurva permintaan bergeser keluar D
2
penggeseran seperti itu dapat berasal dari faktor kelebihan pengeluaran permintaan.
Pergeseran kurva permintaan menaikkan output riil dari Q
1
ke Q
2
dan tingkat harga dari P
1
ke P
2
maka inilah yang disebut demand pull inflation inflasi
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
tarikan permintaan yang disebabkan penggeseran kurva permintaan menarik keatas tingkat harga dan menyebabkan inflasi.
2. Inflasi dorongan penawaran cost push inflation
Inflasi yang timbul karena kenaikan biaya produksi, biasanya ditandai dengan kenaikan harga barang serta turunnya produksi. Misalnya kenaikan harga
barang baku yang didatangkan dari luar negeri dan kenaikan harga BBM.
Gambar 6 : Proses Cost Push Inflation
Sumber : Sukirno. 2004, Teori Pengantar Ekonomi Makro, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, hal. : 335
Pada gambar diatas telah disajikan kurva penawaran bergeser dari S
1
ke S
2
, harga tertentu naik dan menyebabkan inflasi dorongan biaya. Naiknya harga dan
turunnya output sering kali diberi nama “stagnasi inflasi”. Dampak yang ditimbulkan dari inflasi diantaranya :
1. Kenaikan harga-harga menimbulkan dampak terhadap perdagangan. Kenaikan
harga barang tersebut menyebabkan barang-barang Negara itu tidak dapat
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
bersaing di pasar internasional. Menyebabkan ekspor menjadi menurun dan diikuti pula oleh impor yang bertambah, menyebabkan ketidakseimbangan
dalam aliran mata uang asing. 2.
Biaya yang terus-menerus naik akan menyebabkan kegiatan produksi menjadi tidak menguntungkan.
3. Inflasi akan menurunkan pendapatan riil orang-orang yang berpendapatan
tetap. 4.
Inflasi akan mengurangi nilai kekayaan yang berbentuk uang. Sukirno, 2004 : 339
Menurut Sukirno 2000 : 340, cara mengatasi inflasi dapat dilakukan melalui beberapa kebijaksanaan antara lain :
a. Kebijakan Moneter
Sasaran kebijakan moneter dicapai melalui jumlah uang yang beredar. Uang diatur oleh bank sentral melalui cadangan minimum yang dinaikkan agar
jumlah uang menjadi lebih kecil sehingga dapat menekan laju inflasi. b.
Kebijakan Fiskal Menyangkut pengaturan tentang pemerintah serta perpajakan yang secara
langsung dapat mempengaruhi harga kebijaksanaan fiskal yang berupa pengurangan, pengeluaran pemerintah serta kenaikan pajak akan dapat
mengurangi permintaan total sehingga inflasi dapat ditekan. c.
Kebijakan segi penawaran Pemerintah melakukan langkah-langkah yang menurunkan biaya produksi
perusahaan-perusahaan. Misalnya dengan mengurangi pajak ke atas bahan mentah atau menetapkan harga barang mentah.
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
Inflasi mempunyai pengaruh yang besar terhadap perekonomian suatu Negara. Agar inflasi dapat digunakan sebagai satu tolak ukur perekonomian secara umum,
karena angka inflasi ini mencerminkan kondisi stabilitas perekonomian suatu Negara. Angka laju inflasi yang tinggi menunjukkan bahwa suatu perekonomian
mengalami gangguan, baik berupa ekspor yang menurun karena turunnya daya saing, menurunnya tabungan dan investasi maupun gangguan-gangguan lainnya.
Pada saat tingkat inflasi tinggi, maka kondisi perekonomian menjadi lesu. Hal ini secara otomatis akan berpengaruh terhadap kegairahan usaha diberbagai bidang.
Pelaksanaan investasi menjadi terlambat, sehingga produksi nasional akan menurun. Menurunnya produksi secara nasional dapat mengakibatkan penurunan pendapatan
nasional. Turunnya pendapatan nasional suatu negara menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi suatu Negara tersebut mengalami penurunan. Oleh karena
itu, pada saat tingkat inflasi tinggi, maka pemerintah harus cepat tanggap dalam menentukan kebijakan dalam pengendalian tingkat inflasi. Sukirno, 2004 : 345-
352
2.2.6. Jumlah Penduduk
Diluar ilmu ekonomi , maka cabang ilmu pengetahuan yang paling banyak menarik perhatian ahli ekonomi adalah ilmu tentang kependudukan. Ketertarikan para
ahli ilmu ekonomi terhadap masalah kependudukan karena penduduk itulah yang melakukan produksi maupun konsumsi. Penduduk itulah subyek ekonomi, jumlah serta
mutu kuantitas serta kualitas penduduk suatu negeri merupakan unsure penentu yang paling penting bagi kemampuan memproduksi serta standar hidup living standart
suatu Negara.Namun demikian ,sebab yang paling utama mengapa penduduk ini merupakan sumber tenaga kerja, human resources, disamping itu juga factor produksi
skill.
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
Hal ini juga dikarenakan penduduk itulah yang menjadi subjek ekonomi ,maka penduduklah yang akan dapat menentukan perkembangan perekonomian suatu negara
atau daerah menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk,serta mutu penduduk suatu negara atau merupakan unsur penentu, yang paling penting bagi kemampuan
memproduksi serta standar hidup suatu negara atau daerah. Rosyidi,2004:87 - 88 Teori Penduduk Menurut Malthus dan Teori Upah :
Apabila para pekerja menerima upah yang baik,sehingga mereka merasa bahwa upah mereka lebih dari
sekedar cukup untuk hidup, maka mereka tidak akan ragu untuk menambah jumlah anak – anak mereka. Jumlah ini, secara keseluruhan akan meningkat terus sehingga
akhirnya kemampuan untuk memberi kecukupan kepada anak –anak sampai kepada batasnya, dan tidak kurang, yang tidak sampai lagi mencukupi nafkah keluargannya
sekalipun untuk kebutuhan minimal saja.Rosyidi,2004:88. Pertumbuhan penduduk adalah merupakan ke seimbangan yang di namis
antara kekuatan yang menambah dan kekutan yang mengurangi jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk di akibatkan oleh empat komponen yaitu: kelahiran, kematian,
migrasi masuk dan migrasi keluar.Apabila suatu daerah di huni oleh sejumlah penduduk maka segera timbulah masalah – masalah kependudukan di dalamnya.sebab karena
penduduk ingin mengambil makanan dari daerah yang di tepatinya, sedangkan daerah itu tergantung pada sumber–sumber yang dikandungnnya dan harus memenuhi
kebutuhan pendududuknya. Dan sebaliknya, apabila suatu daerah menderita over population,
maka penduduk dapat memanfaatkan tanah ataupun modalnya seefisien mungkin, namun dengan demikian karena penduduk terlalu banyak maka hasil yang
diterima setiap orang pun akan menjadi sangat kecil.yang dimaksud dengan maximum population
adalah jumlah penduduk maksimum yang dapat di hidupi oleh suatu daerah tertentu, menurut tingkat hidup yang berlaku di daerah tersebut serta kebutuhan akan
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
barang – barang primer secara minimal.Keadaan optimum population adalah batas antara overpopulation: jumlah penduduk yang kurang dari optimum adalah under
population, sedangkan jumlah penduduk yang melebihinya adalah over population.Dari pengertian tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa apabila jumlah penduduk
bertambah hingga melewati atau melebihi kapasitas penduduk, maka itu berati tingkat maxsimum sudah terlewati, dan daerah itu tidah dapat lagi menjamin atau mencukupi
kebutuhan pendudunya sekalipun hanya kebutuhan minimalnya, 2004: 87-91. Penduduk merupakan unsur penting dalam kegiatan ekonomi dan usaha untuk
membangun suatu perekonomian, dalam usaha untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan kegiatan ekonomi, penduduk memegang peranan yang penting
karena penduduk merupakan tenaga kerja, tenaga ahli, pimpinan perusahaan dan tenaga usahawan yang diperlukan untuk menciptakan kegiatan ekonomi.Penduduk
yang bertambah dari waktu ke waktu akan memperbesar jumlah tenaga kerja dan pertambahan tersebut kemungkinan untuk menambah produksi. Di samping itu
sebagai akibat pendidikan, latihan dan pengalaman kerja yang menyebabkan kemahiran penduduk akan bertambah lagi, maka produktifitas akan bertambah ini
selanjutnya menimbulkan pertambahan produksi yang lebih cepat daripada pertambahan tenaga kerja, apabila penduduk bertambah dengan sendirinya luas pasar
akan bertambah pula,karena peranannya ini muka perkembangan penduduk akan menimbulkan dorongan kepada pertambahan produksi dan tingkat kegiatan ekonomi.
Rosyidi, 1994 :85- 90.
2.3. Kerangka Pikir
Mengingat bahwa impor sangat tergantung oleh kondisi perekonomian dan kualitas daripada komoditi yang dihasilkan, maka perlu diketahui faktor-faktor yang berpengaruh
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.