merupakan pendapatan rata-rata penduduk disuatu negara. Apabila semakin kecil, maka akan menunjukan adanya penurunan tingkat kemakmuran.
Menurut Sukirno 2002:417 pengertian pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata penduduk, oleh sebab itu untuk memperoleh pendapatan perkapita pada suatu tahun,
yang harus dilakukan adalah membagi pendapatan nasional pada tahun itu dengan jumlah penduduk pada tahun yang sama.
Jadi dapat disimpulkan dari pengertian pendapatan perkapita adalah rata-rata penduduk yaitu menyangkut semua penduduk, baik anak-anak maupun dewasa. Apabila
jumlah penduduk suatu negara selalu bertambah melebihi kenaikan pendapatan nasional maka pendapatan perkapitanya menjadi rendah, demikian sebaliknya apabila jumlah
penduduk suatu negara lebih kecil dari kenaikan pendapatannasional, maka pendapatan perkapitanya menjadi tinggi.
Dengan adanya pendapatan perkapita dapat diketahui bahwa makin tinggi pendapatan perkapita suatu negara, maka makin kecil peranan sektor pertanian dalam menyediakan
kesempatan kerja, akan tetapi sebaliknya sektor industri makin pentinf peranannya dalam menampung tenaga kerja Sukirno, 2002:21.
Dalam hal ini pendapatan perkapita dihasilkan dari produk domestik bruto dibagi jumlah penduduk. Apabila jumlah yang pasti pesat akan mengakibatkan jumlah
pengangguran yang tinggi sehingga pendapatan perkapita menjadi rendah dan apabila laju pertumbuhan penduduk dapat ditekan, maka diharapkan juga akan meningkat, sehingga dapat
mendudung pembangunan dan terciptanya tujuan negara.
2.2.4.1 Perhitungan Pendapatan Perkapita
Dalam menghitung pendapatan perkapita ada dua macam penghitungan dapat dilakukan yaitu berdasarkan : Sukirno, 2002:417
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
1. Harga yang berlaku
Perhitungan menurut harga yang berlaku penting untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan rata-rata dari penduduk negara itu membeli barang-barang.
Data ini juga penting sebagai bahan perbandingan dalam menunjukan perbedaan tingkat kemakmuran disuatu negara dengan negara-negara lain.
2. Harga tetap.
Data pendapatan perkapita menurut harga tetap perlu dihitung untuk menunjukan perkembangan tingkat kemakmuran pada suatu negara.
Menurut Sukirno 2002:417 perhitungan pendapatan perkapita adalah membagi pendapatan nasional pada tahun itu dengan jumlah penduduk pada tahun
yang sama.
Perkapita PDB = 2.2.5.
Inflasi
Definisi inflasi menurut Rahardja dan Manurung 2004 : 319, adalah gejala kenaikan harga barang-barang yang bersifat umum dan terus-menerus, dari definisi
ini ada tiga komponen yang dipenuhi agar dapat dikatakan inflasi yaitu kenaikan harga, bersifat umum, berlangsung terus-menerus.
Yang dimaksud dengan inflasi adalah kenaikan tahunan dalam tingkat harga umum yang diukur berdasarkan indek harga konsumen atau indek harga lainnya.
Samuelson dan Nordhaus, 2004 : 485. Kesimpulan dari pengertian diatas adalah kenaikan yang terjadi hanya sekali
saja meskipun dengan presentase yang cukup besar bukanlah merupakan inflasi. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi, kecuali bila
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
kenaikan tersebut meluas kepada atau mengakibatkan kenaikan sebagian besar dari harga barang-barang lain.
Menurut Sukirno 2004 : 333, teori kuantitas membedakan sumber terjadinya inflasi dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Inflasi tekanan permintaan demand pull inflation
Inflasi yang timbul karena permintaan masyarakat akan berbagai barang bertambah terlalu kuat yang mengakibatkan tingkat harga umum naik.
Gambar 5
: Proses Demand Pull Inflation
Sumber : Sukirno. 2004, Teori Pengantar Ekonomi Makro, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, hal. : 334
Sebagaimana dalam gambar perekonomian dimulai pada P
1
dan tingkat output riil dimana P
1,
Q
1
berada pada perpotongan antara kurva permintaan D
1
dan kurva penawaran S. Kurva permintaan bergeser keluar D
2
penggeseran seperti itu dapat berasal dari faktor kelebihan pengeluaran permintaan.
Pergeseran kurva permintaan menaikkan output riil dari Q
1
ke Q
2
dan tingkat harga dari P
1
ke P
2
maka inilah yang disebut demand pull inflation inflasi
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
tarikan permintaan yang disebabkan penggeseran kurva permintaan menarik keatas tingkat harga dan menyebabkan inflasi.
2. Inflasi dorongan penawaran cost push inflation
Inflasi yang timbul karena kenaikan biaya produksi, biasanya ditandai dengan kenaikan harga barang serta turunnya produksi. Misalnya kenaikan harga
barang baku yang didatangkan dari luar negeri dan kenaikan harga BBM.
Gambar 6 : Proses Cost Push Inflation
Sumber : Sukirno. 2004, Teori Pengantar Ekonomi Makro, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, hal. : 335
Pada gambar diatas telah disajikan kurva penawaran bergeser dari S
1
ke S
2
, harga tertentu naik dan menyebabkan inflasi dorongan biaya. Naiknya harga dan
turunnya output sering kali diberi nama “stagnasi inflasi”. Dampak yang ditimbulkan dari inflasi diantaranya :
1. Kenaikan harga-harga menimbulkan dampak terhadap perdagangan. Kenaikan
harga barang tersebut menyebabkan barang-barang Negara itu tidak dapat
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
bersaing di pasar internasional. Menyebabkan ekspor menjadi menurun dan diikuti pula oleh impor yang bertambah, menyebabkan ketidakseimbangan
dalam aliran mata uang asing. 2.
Biaya yang terus-menerus naik akan menyebabkan kegiatan produksi menjadi tidak menguntungkan.
3. Inflasi akan menurunkan pendapatan riil orang-orang yang berpendapatan
tetap. 4.
Inflasi akan mengurangi nilai kekayaan yang berbentuk uang. Sukirno, 2004 : 339
Menurut Sukirno 2000 : 340, cara mengatasi inflasi dapat dilakukan melalui beberapa kebijaksanaan antara lain :
a. Kebijakan Moneter
Sasaran kebijakan moneter dicapai melalui jumlah uang yang beredar. Uang diatur oleh bank sentral melalui cadangan minimum yang dinaikkan agar
jumlah uang menjadi lebih kecil sehingga dapat menekan laju inflasi. b.
Kebijakan Fiskal Menyangkut pengaturan tentang pemerintah serta perpajakan yang secara
langsung dapat mempengaruhi harga kebijaksanaan fiskal yang berupa pengurangan, pengeluaran pemerintah serta kenaikan pajak akan dapat
mengurangi permintaan total sehingga inflasi dapat ditekan. c.
Kebijakan segi penawaran Pemerintah melakukan langkah-langkah yang menurunkan biaya produksi
perusahaan-perusahaan. Misalnya dengan mengurangi pajak ke atas bahan mentah atau menetapkan harga barang mentah.
Hak Cipta © milik UPN Veteran Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
Inflasi mempunyai pengaruh yang besar terhadap perekonomian suatu Negara. Agar inflasi dapat digunakan sebagai satu tolak ukur perekonomian secara umum,
karena angka inflasi ini mencerminkan kondisi stabilitas perekonomian suatu Negara. Angka laju inflasi yang tinggi menunjukkan bahwa suatu perekonomian
mengalami gangguan, baik berupa ekspor yang menurun karena turunnya daya saing, menurunnya tabungan dan investasi maupun gangguan-gangguan lainnya.
Pada saat tingkat inflasi tinggi, maka kondisi perekonomian menjadi lesu. Hal ini secara otomatis akan berpengaruh terhadap kegairahan usaha diberbagai bidang.
Pelaksanaan investasi menjadi terlambat, sehingga produksi nasional akan menurun. Menurunnya produksi secara nasional dapat mengakibatkan penurunan pendapatan
nasional. Turunnya pendapatan nasional suatu negara menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi suatu Negara tersebut mengalami penurunan. Oleh karena
itu, pada saat tingkat inflasi tinggi, maka pemerintah harus cepat tanggap dalam menentukan kebijakan dalam pengendalian tingkat inflasi. Sukirno, 2004 : 345-
352
2.2.6. Jumlah Penduduk