Motivasi Belajar KAJIAN TEORI

17 Adapun ciri-ciri emosi pada masa kanak-kanak menurut Hiryanto, dkk 2008:112-113 adalah sebagai berikut : 1 Emosi anak berlangsung relatif lebih singkat sebentar 2 Emosi anak kuat atau hebat 3 Emosi anak mudah berubah 4 Emosi anak nampak berulang-ulang 5 Respon emosi anak berbeda-beda 6 Emosi anak dapat diketahui atau dideteksi dari gejala tingkah lakunya 7 Emosi anak mengalami perubahan dalam kekuatannya 8 Perubahan dalam ungkapan-ungkapan emosional 3. Perkembangan Sosial Perkembangan sosial dapat dipengaruhui oleh perkembangan emosi hal tersebut sering disebut sebagai perkembangan tingkahlaku sosial. Ciri yang membedapakan antara manusia dengan makhluk lainnya adalah ciri sosialnya. Sejak lahir anak dipengaruhi oleh lingkungan sosial dimana mereka. Dunia sosio-emosional anak menjadi semakin kompleks dan berbeda pada masa ini. Interaksi dengan keluarga dan teman sebaya memiliki peran yang penting. Sekolah dan hubungan dengan guru menjadi hal penting dalam hidup anak. Pemahaman tentang diri dan perbuahan dalam perkembangan gender dan moral menandai perkembangan anak selama masa kanak-kanak akhir.

C. Motivasi Belajar

Motivasi belajar memegang peran yang sangat penting dalam pencapaian prestasi belajar. Motivasi menurut wlodknowsky dalam Prasetya dkk,1985 18 merupakan suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu dan memberi arah dan ketahanan pada tingkah laku tersebut. Menurut Sadirman 2007, motivasi adalah perubahan energi seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Jika seseorang memiliki motivasi berprestasi maka iaakan berusaha untuk mengungguli orang lain, berprestasi seseuai dengan standar, dan berjuang untuk sekses. Mereka juga mempunyai hasrat untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik atau efisien dari pada yang dilakukan sebelumnya, menurut Mc.Clelland Astaqauliyah, 2006. Hakikat motivasi belajar adalah dorongan eksternal dan internal pada pelajar yang sedang belajar dan mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberap indikator atau unsur yang mendukung. Hal itu mempunyai peran besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan : adanya hasrat keingin berhasil, adanya dorongan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan cita-cita masa depan, adanya penghargaan dalam belajar, adanya kegitan yang menarik, dan adanya lingkungan belajar yang kondusif, Uno,2006. Biggs dan Telfer dalam Dimayati dkk,1994 menyatakan bahwa pada dasarnya siswa memiliki bermacam –macam motivasi tersebut dapat dibedakan menjadi 4 golongan,yaitu : 1 motivasi instrumental, 2 motivasi sosial, 3 motivasi berprestasi,dan 4 motivasi intrinsik. Motivasi instrumental berarti bahwa siswa belajar karena didorong oleh adanya hadiah atau menghindari hukuman. Motivasi sosial berarti bahwa siswa belajar untuk penyelenggaraan tugas, dalam hal ini keterlibatan siswa pada tugas menonjol. Motivasi berprestasi berarti bahwa siswa belajar untuk meraih prestasi atau keberhasilan yang telah 19 ditetapkannya. Motivasi intrinsik berarti bahwa siswa belajar karena keinginannya sendiri. Motivasi tinggi dapat ditemukan dalam sifat perilaku siswa antara lain : a. Adanya kualitas keterlibatan siswa dalam belajar yang sangat tinggi. b. Adanya perasaan dan keterlibatan afektif siswa yang tinggi dalam belaja. c. Adanya upaya siswa untuk senantiasa memelihara atau menjaga agar senantiasa memiliki motivasi belajar tinggi. Dari berbagai teori motivasi yang berkembang , Keller dalam presetya, 1997 menyusun seperangkat prinsip-prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar yang disebut sebagai model ARCS. Dalam model tersebut ada 4 kategori kondisi motivasional yang harus diperhatikan guru agar proses pembelajaran yang dilakukannya menarik,bermakna,dan memberi tantangan pada siswa. Keempat kondisi tersebut adalah : 1. Attentional perhatian Perhatian siswa muncul didorong rasa ingin tahu. Oleh karena itu rasa ingin tahu ini perlu mendapat rangsangan sehingga siswa selalu memberikan perhatian terhadap materi pelajaran yang diberikan. Agar siswa berminat dan memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan guru dapat menyampaikan materi dan metode secara bervariasi, senantiasa mendorong keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar, dan banyak mengunakan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari untuk memperjelas konsep. 20 2. Relevance relevansi Relevansi menunjukkan adanya hubungan dan kondisi siswa. Motivasi siswa akan terpelihara apabila siswa menganggap apa yang dipelajari memenuhi kebutuhan pribadi atau bermanfaat dan sesuai dengan nilai yang dipegang. 3. Confidence kepercayaan diri Merasa diri kompeten atau mampu merupakan potensi untuk dapat berinteraksi secara positif dengan lingkungan. Bandura 1977 mengembangkan konsep tersebut dengan tersebut dengan mengajukan konsep self efficacy. Konsep tersebut berhubungan dengan keyakinan pribadi bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk melakukan suatu tugas yang menjadi syarat keberhasilan. Self efficacy tinggi akan semakin mendorong dan memotivasi siswa untuk belajar tekun dalan mencapai prestasi belajar maksimal. Agar kepercayaan diri siswa meningkat grur perlu memperbanyak pengalaman berhasil siswa misalnya dengan menyusun aktivitas pembelajaran sehingga mudah dipahami, menyusun kegiatan pembelajaran ke dalam bagian- bagian yang lebih kecil, meningkatkan harapan untuk berhasil dengan masyarakat persyaratan untuk berhasil, dan memberikan umpan balik yang konstruktif selama proses pembelajaran. 4. Satisfaction kepuasan Keberhasilan dalam mencapai tujuan akan menghasilkan kepuasan, dan siswa akan semakin termotivasi untuk mencapai tujuan yang serupa. Kepuasan dalam pencapaian tujuan dipengaruhi oleh konsekwensi yang diterima, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar. 21 Untuk meningkatkan dan memelihara motivasi siswa, guru dapat memberi penguatan reinforcement berupa pujian, pemberian kesempatan dan sebagainya.

D. Metode Kunjung Karya

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

94 2599 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 673 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 571 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 370 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 503 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

42 846 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 750 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 474 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 697 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

29 830 23