Karakteristik anak usia SD Kelas Tinggi

13 6 Ikut serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam. Menghargai berbagai macam bentuk ciptaan Tuhan di alam semesta ini untuk dipelajari

B. Karakteristik anak usia SD Kelas Tinggi

Karakteristik peserta didik pada masa sekolah di kelas 5 Sekolah Dasar termasuk kedalam perkembangan peserta didik masa kanak-kanak akhir yaitu pada anak yang berusia mulai usia 6 tahun sampai dengan anak-anak masuk ke masa pubertas dan masa remaja awal yang berkisar pada usia 11-13 tahun. Pada masa ini anak-anak sudah mulai matang untuk mulai meluaskan lingkungan pergaulannya. Siswa siswi mulai dapat bergaul dengan lingkungan sekitar baik di lingkungan rumah, lingkungan masyarakat, ataupun di lingkungan sekolah. Adapun tugas-tugas perkembangan pada masa kanak-kanak akhir menurut Hiryanto, dkk 2008:103-104 adalah : 1. Belajar keterampilan fisik yang diperlukan untukk bermain 2. Sebagai mahkluk hidup yang sedang tumbuh, mengembangkan sikap yang sehat mengenai diri sendiri 3. Belajar bergaul dengan teman sebaya 4. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita 5. Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar untuk membaca, menulis, menghitung 6. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 7. Mengembangkan kata batin, moral, dan skala nilai 8. Mengembangkan sikap terhadap kelompok sosial dan lembaga 14 9. Mencapai kebebesan pribadi Guru atau pendidik perlu untuk memahami karakteristik peserta didik bahwa semua peserta didik memiliki kebutuhan meskipun intensitas kebutuhan bervariasi antara siswa yang satu dengan yang lain atau dengan kata lain setiap peserta didik memiliki perbedaan karakteristik. Kebutuhan siswa juga berbeda dan bervariasi yang didasarkan pada tahapan perkembangannya, meski pada umumnya meliputi kebutuhan fisik, kognitif, emosi, sosial dan intelektual. Hal tersebut menentukan bagaimana siswa dalam masing-masing tahapan akan belajar dan berkembang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Adapun perkembangan yang dialami oleh siswa menurut Hiryanto, dkk 2008 dapat diidntifikasi menjadi 6 perkembangan, yaitu : 1. Perkembangan Kognitif Menurut Piaget Hiryanto dkk, 2008:105, masa kanak-kanak akhir berada dalam tahap operasi konkret dalam berfikir usia 7-12 tahun, dimana konsep yang pada awal masa kanak-kanak merupakan konsep yang samar- samar dan tidak jelas sekarang lebih konkret. Anak menggunakan operasi mental untuk memecahkan masalah-masalah yang aktual, anak mampu menggunakan kemampuan mentalnya untuk memecahkan masalah yang bersifat konkret. Kini anak mampu berfikir logis meski masih terbatas pada situasi sekarang. Massa kanak-kanak akhir menurut Piaget Hiryanto dkk,2008:106 tergolong pada masa operasi konkret dimana anak berfikir logis terhadap objek yang konkret. Berkurang rasa egonya dan mulai mau memelihara alat permainannya. Mereka mulai banyak memperhatikan dan menerima 15 pandangan orang lain. Materi yang dibicarakan lebih ditujukan kepada lingkungan sosial, tidak pada dirinya sendiri. Berkembang pengertian tentang jumlah, panjang, luas dan besar. Pada masa operasi konkret anak dapat melakukan banyak pekerjaan pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang dapat mereka lakukan pada masa sebelumnya. Pemahaman tentang konsep ruangan, kausalitas, kategorisasi, konversi dan penjumlahan lebih baik. Mereka mempunyai ide yang lebih baik tentang jarak dari suatu tempat ke tempat lain, lama waktu tempuhnya, dan dapat mengingat rute dan tanda-tanda jalan. Keputusan akan sebab akibat akan meningkat. Perkembangan kognitif menggambarkan bagaimana kemampuan berfikir anak berkembang dan berfungsi. Kemampuan berfikir anak berkembang dari tingkat yang sederhana dan konkret ketingkat yang lebih rumit dan abstrak. Pada masa ini anak sudah dapat memecahkan masalah-masalah yang bersifat konkret. Anak mulai memahami jarak dari satu tempat ke tempat lain, memahami hubungan antara sebab akibat yang ditimbulkan, kemampuan mengelompokan benda berdasar kriteria tertentu, dan menghitung. Guru diharapkan dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan kognitifnya. Kemampuan berfikir ditandai dengan adanya aktifitas-aktifitas mental seperti mengingat, memahami dan memecahkan masalah. Pengalaman hidupnya memberikan andil dalam mempertajam konsep. Anak sudah lebih mampu berfikir, belajar, mengingat, dan berkomunikasi, karena proses kognitifnya tidak ada lagi egosentrisme, dan lebih logis. Anak mampu 16 mengklasifikasikan dan mengurutkan suatu benda berdasarkan ciri-ciri suatu objek. Mengelompokkan benda-benda yang sama kedalam dua atau lebih kelompok yang berbeda. Misalnya mengelompokkan berdasarkan warna maupun ukuran buku. 2. Perkembangan Bahasa Kemampuan bahasa terus tumbuh pada masa ini. Anak lebih baik kemampuannya dalam memahami dan menginterpretasikan komunikasi lisan dan tulisan. Pada masa ini perkembangan bahasa tampak pada perubahan perbedaharaan kata dan tata bahasa. Bersamaan dengan pertumbuhan perbendaharaan kata selama masa sekolah, anak-anak semakin banyak menggunakan kata kerja yang tepat untuk menjelaskan satu tindakan seperti memukul, melempar, menendang, atau menampar. Mereka belajar tidak hanya untuk menggunakan banyak kata lagi, tetapi juga memilih kata yang tepat untuk penggunaan tertentu. Area utama dalam pertumbuhan bahasa adalah pragmatis, yaitu penggunaan praktis dari bahasa untuk komunikasi. Anak kelas satu merespon pertanyaan orang dewasa dengan jawaban yang lebih sederhana, jawaban pendek. Sebagian besar anak usia 6 tahun sudah dapat menceritakan kembali satu bagian pendek dari buku, film, atau pertunjukan televisi. Belajar membaca dan menulis membebaskan anak-anak dari keterbatasan untuk berkomunikasi langsung. Menulis merupakan tugas yang dirasa lebih sulit daripada membaca bagi anak. Cara belajar menulis dilakukan setahap demi setahap dengan latihan dan seiring dengan perkembangan membaca. 17 Adapun ciri-ciri emosi pada masa kanak-kanak menurut Hiryanto, dkk 2008:112-113 adalah sebagai berikut : 1 Emosi anak berlangsung relatif lebih singkat sebentar 2 Emosi anak kuat atau hebat 3 Emosi anak mudah berubah 4 Emosi anak nampak berulang-ulang 5 Respon emosi anak berbeda-beda 6 Emosi anak dapat diketahui atau dideteksi dari gejala tingkah lakunya 7 Emosi anak mengalami perubahan dalam kekuatannya 8 Perubahan dalam ungkapan-ungkapan emosional 3. Perkembangan Sosial Perkembangan sosial dapat dipengaruhui oleh perkembangan emosi hal tersebut sering disebut sebagai perkembangan tingkahlaku sosial. Ciri yang membedapakan antara manusia dengan makhluk lainnya adalah ciri sosialnya. Sejak lahir anak dipengaruhi oleh lingkungan sosial dimana mereka. Dunia sosio-emosional anak menjadi semakin kompleks dan berbeda pada masa ini. Interaksi dengan keluarga dan teman sebaya memiliki peran yang penting. Sekolah dan hubungan dengan guru menjadi hal penting dalam hidup anak. Pemahaman tentang diri dan perbuahan dalam perkembangan gender dan moral menandai perkembangan anak selama masa kanak-kanak akhir.

C. Motivasi Belajar


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

69 1655 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 429 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 393 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 241 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 351 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 502 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 444 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 284 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 453 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 524 23