Analisis Framing Pemberitaan Perjalanan Koalisi Gerindra Dengan Ppp Pada Pilpres 2014 Di Harian Kompas

ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN PERJALANAN KOALISI
GERINDRA DENGAN PPP PADA PILPRES 2014 DI HARIAN KOMPAS
Skripsi
Diajukan Ke Fakultas Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi
Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)

Oleh:
MUHAMMAD FARUQ AWALUDIN
NIM : 109051100034

KONSENTRASI JURNALISTIK
JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1437 H/2016 M

ABSTRAK
Muhammad Faruq Awaludin (109051100034)
Analisis Framing Pemberitaan Perjalanan Koalisi Gerindra Dengan Ppp
Pada Pilpres 2014 Di Harian Kompas
Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 merupakan pesta demokrasi politik 4
tahunan di Indonesia. Setiap partai politik berlomba-lomba untuk menyiapkan
kekuatan koalisi nya masing-masing. Salah satunya koalisi yang dibangun
Prabowo Subianto dengan Suryadharma Ali yang sama-sama menjadi ketua
umum salah satu partai politik. Dalam Pilpres 2014 inilah peran media massa
sangat penting dan berpengaruh terhadap pencitraan koalisi mereka. Harian
Kompas merupakan salah satu media massa di Indonesia. Kompas turut serta
mengambil peran dalam pemberitaan koalisi mereka dalam Pilpres 2014 dengan
membangun pandangan dan opini publik lewat media tentunya sebuah peristiwa
dapat dibingkai.
Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui bagaimana Harian Kompas
dalam membingkai pemberitaan perjalanan koalisi Prabowo Subianto dengan
Suryadharma Ali pada Pemilihan Presiden 2014. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data yaitu wawancara, analisis
teks, dan dokumentasi.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori konstruksi sosial atas
realitas yang dperkenalkan oleh peter L. Berger dan Thomas Luckman.
Bahwasanya realitas tidak muncul begitu saja, melainkan dibangun atau
dikonstruksi. Untuk mengetahui bagaimana Harian Kompas membingkai
pemberitaan perjalanan koalisi Prabowo dengan Suryadharma Ali dalam Pilpres
2014. Penulis menggunakan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald
M. Kosicki. Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki menggunakan empat dimensi
struktural teks berita sebagai perangkat framing, keempat struktur tersebut adalah
1). Sintaksis 2). Skrip 3). Tematik 4). Retoris .
Hasil penelitian terhadap pemberitaan tentang koalisi keduanya disurat
kabar Harian Kompas, terdapat banyak isu konflik dan perbedaan yang muncul
dalam pemberitaannya. Kompas membingkai suatu pemberitaan dengan
mendudukan persoalan dan memasukan banyak tema pembahasan dalam satu
judul untuk lebih memudahkan pembaca. Salah satunya pemberitaan mengenai
kehadiran Suryadharma Ali dengan beberapa tokoh PPP lainnya ke kampanye
Gerindra yang menunjukan sinyal kuat rencana koalisi diantar keduanya, kejadian
ini sangat bertolak belakang dengan hasil mukernas yang sebelumnya di adakan.
Konflik yang terus muncul dikubu PPP juga menyebabkan pemecatan wakil
sekjen dan beberapa pimpinan PPP oleh Suryadharma Ali yang di pertanyakan
keabsahannya.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Harian kompas
mempunya prespektif tersendiri dalam melihat peristiwa dan memaknai nya.
Harisan Kompas menyatakan netral terhadap koalisi yang ada pada Pilpres 2014,
namun pada kenyatannya pemberitaan yang disajikan tidak berimbang.
Kata Kunci : Suryadharma Ali, Prabowo Subianto, Koalisi, Pemilihan Presiden
2014, Harian Kompas, Berita Framing
i

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim, segala puji dan ungkapan syukur kita
panjatkan ke Hadirat Allah SWT, karena atas limpahan karunia serta perkenanNya, penulis dapat menempuh jenjang pendidikan hingga saat ini dan dapat
menyelesaikan karya ilmiah sebagai syarat mencapai gelar Sarjana Komunikasi
Islam (S.Kom.I)
Shalawat beserta salam senantiasa tertuju kepada Nabi Muhammad
Rasulullah SAW, insan teladan sepanjang zaman yang senantiasa memberikan
inspirasi hebat untuk umatnya. Atas pengorbanannya, umat manusia dapat
membedakan antara yang hak dan batil.
Skripsi ini merupakan tugas akhir yang penulis susun demi memenuhi
salah satu syarat dalam memperoleh gelar Strata 1 (S1) pada Program Studi
Konsentrasi Jurnalistik di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Penyelesaian skripsi ini tentunya tidak lepas dari bantuan berbagai pihak.
Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada:
1.

Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta, Dr. H. Arief Subhan, M.A, yang senantiasa
meluangkan waktunya, serta telah memberikan semangat dan saran yang
bermanfaat kepada penulis dalam proses penyelesaian skripsi ini.

ii

2.

Wakil Dekan 1 Bidang Akademik, Suparto Ph.D, Wakil Dekan 2 Bidang
Administrasi Umum, Dr.Roudhonah ,MA, dan Wakil Dekan 3 Bidang
Kemahasiswaan, Dr Suhaimi M. Si

3.

Ketua Konsentrasi Jurnalistik, Bapak Kholis Ridho M. Si, beserta Sekretaris
Konsentrasi Jurnalistik, Dra. Hj. Musfirah Nurlaily, M. A, yang telah
membantu dan mengarahkan penulis dalam pengerjaan skripsi ini.

4.

Dosen pembimbing Bapak Dr. Rulli Nasrullah, M.Si, yang telah bersedia
meluangkan waktunya dan tidak letih-letihnya membimbing penulis dalam
menulis skripsi, sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini.

5.

Seluruh dosen dan staf akademik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu
Komunikasi atas ilmu berharga yang telah diberikan kepada penulis selama
perkuliahan.

6.

Segenap staf Perpustakaan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
dan Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

7.

Kedua orang tua tercinta, Ibu Nihaya dan Bapak Bapak Bahtiar Imanudin
atas kasih sayang, doa, motivasi, dan materi yang telah mereka berikan,
sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini.

8.

Dhebby Olivia atas doa dan tidak bosan-bosannya untuk menyemangati,
sehingga penulis bisa selalu semangat untuk menyelesaikan skripsi ini.

9.

Ibu Istianah Wachid yang telah memberikan banyak bantuan, dukungan
moral ataupun materi sehingga penulis bisa terus semangat tanpa kenal rasa
lelah.

iii

10.

Jajaran Redaksi Surat Kabar Harian Kompas khususnya Bapak M. Hernowo
selaku Kepala deks bidang politik, hukum, dan keamanan, atas bantuan yang
telah diberikan kepada penulis dalam proses penelitian ini.

11.

Teman-teman seperjuangan di Jurnalistik

yaitu, Muhammad Aulia,

Andrianto, Eko Ramanudin, Jefri Kharsyah, Gardika kay rizka, dan temanteman Jurnalistik A lainnya yang telah meluangkan waktu bersama sehingga
penulis tidak merasa jenuh dalam menyelesaikan skripsi ini.
12.

Reynaldi Edward Adam, Rina Anggraini, Bintang Panca Aditya, Bonita,
Yusheri Yuhara, dan teman-teman lainnya yang tidak bisa disebutkan satu
persatu yang terlibat dalam membantu menyemangati penulis untuk
menyelesaikan skripsi ini.

13.

Semua pihak yang telah berjasa dalam proses penelitian yang tidak bisa
penulis sebutkan satu persatu. Semoga Allah SWT membalas kebaikan dan
ketulusan semua pihak yang telah banyak membantu.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini memiliki banyak kekurangan dan masih

jauh dari kesempurnaan, Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, peneliti
mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk skripsi ini. Semoga
skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak demi kemaslahatan
bersama. Atas segala perhatian, penulis ucapkan terima kasih.
Ciputat, 1 April 2016

Penulis

iv

DAFTAR ISI

ABSTRAK ......................................................................................................

i

KATA PENGANTAR ....................................................................................

ii

DAFTAR ISI ..................................................................................................

v

DAFTAR TABEL ..........................................................................................

viii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ................................................................

1

B. Pembatasan Masalah ......................................................................

5

C. Rumusan Masalah ..........................................................................

6

D. Tujuan Penelitian ..........................................................................

6

E. Manfaat Penelitian .........................................................................

6

F. Tinjuan Pustaka .............................................................................

7

G. Metodologi Penelitian ...................................................................

8

H. Sistematika Penulisan ...................................................................

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori Konstruksi Sosial .................................................................

18

B. Konseptualisasi Berita ...................................................................

25

1. Pengertian Berita .....................................................................

25

2. Nilai Berita ..............................................................................

28

3. Katagori Dan Nilai Berita .......................................................

30

C. Pengertian, efek dan fungsi media massa ......................................

33

D. Analisis Framing ............................................................................

35

v

1. Konsep Framing ....................................................................

35

2. Efek Framing .........................................................................

37

3. Framing Zhongdang Pan Gerald M.Kosicki...........................

38

BAB III GAMBARAN UMUM HARIAN KOMPAS
A. Sejarah dan Perkembangan Harian Kompas .................................

48

B. Visi dan Misi Harian Kompas .......................................................

52

C. Nilai-Nilai Dasar Harian Kompas .................................................

54

D. Struktur Organisasi Harian Kompas .............................................

55

E. Tugas dan Wewenang Struktur Organisasi Harian Kompas ..........

59

BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS DATA
A. Frame Pemberitaan Surat Kabar Harian KOMPAS tentang
Pemberitaan Perjalanan Koalisi Gerindra dengan PPP : ................

67

1. Analisis Framing “PPP Merapat ke Partai Gerindra” Senin,
24 Maret 2014 .........................................................................
2.

67

Analisis Framing “PPP Dukung Prabowo” Sabtu,
19 April 2014 ..........................................................................

79

3. Analisis Framing “Konflik Makin Runyam” Minggu, 20
April 2014 ...............................................................................

93

4. Analisis Framing “Prabowo Sambut baik Dukungan PPP”
Selasa, 13 Mei 2014 ................................................................
B. Konstruksi Pemberitaan Perjalanan Koalisi Gerindra dengan PPP
Pada Pilpres 2014

vi

103

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ...................................................................................

115

B. Saran ..............................................................................................

117

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................

119

LAMPIRAN

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Model Framing Pan dan Koncisky ..................................................

10

Tabel 2.1 Nilai-nilai Berita .............................................................................

29

Tabel 2.2 Jenis-jenis Berita ..............................................................................

32

Tabel 2.3 Model Framing Pan dan Koncisky ..................................................

46

Tabel 4.1 Analisis Sintaksis Berita 1 ...............................................................

70

Tabel 4.2 Analisis Skrip Berita 1 ....................................................................

74

Tabel 4.3 Analisis Tematik Berita 1 ...............................................................

75

Tabel 4.4 Analisis Retoris Berita 1 .................................................................

77

Tabel 4.5 Analisis Sintaksis Berita 2 ...............................................................

80

Tabel 4.6 Analisis Skrip Berita 2 ....................................................................

85

Tabel 4.7 Analisis Tematik Berita 2 ................................................................

87

Tabel 4.8 Analisis Retoris Berita 2 ..................................................................

90

Tabel 4.9 Analisis Sintaksis Berita 3 ...............................................................

94

Tabel 4.10 Analisis Skrip Berita 3 ...................................................................

98

Tabel 4.11 Analisis Tematik Berita 3 ............................................................

99

Tabel 4.12 Analisis Retoris Berita 3 ................................................................

101

Tabel 4.13 Analisis Sintaksis Berita 4 .............................................................

105

Tabel 4.13 Analisis Skrip Berita 4 ...................................................................

109

Tabel 4.14 Analisis Tematik Berita 4 ..............................................................

111

Tabel 4.15 Analisis Retoris Berita 4 ...............................................................

112

viii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Media massa merupakan alat yang digunakan masyarakat untuk
memenuhi kebutuhan akan informasi. Berbagai peristiwa politik, sosisal,
ekonomi, budaya, hankam dan internasional disajikan setiap harinya. Berita
adalah laporan tercepat mengennai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik
dan penting bagi sebagian besar khalayak, melalui media berkala seperti surat
kabar.1
Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang
kepada orang lain untuk memberitahu atau merubah sikap, pendapat atau
prilaku, baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui
media.2Membaca tulisan dalam sebuah surat kabar berarti kita menangkap
pesan yang dikomunikasikan oleh media tersebut. Pesan yang disampaikan
terlepas dari baik atau buruk di mata khalayak. Hal ini dapat mengubah
mental, sikap, prilaku dan gaya hidup mereka.
Peran media pada pemilu 2014 sangat berpengaruh besar pada idiologi
atau cara berfikir masyarakat terhadap sosok atau sebuah partai yang menjadi
pilihannya nanti. Begitu halnya para partai politik yang bersiap mencari partai
koalisi untuk memperkuat suara calon yang akan diusungnya nanti. Koalisi

1

Haris Samandaria, Jurnalistik Indonesia, Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis
Jurnalis Profesional (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2005), h. 65.
2
Onong Uchjana Effendi, Dinamika Komunikasi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
1986), h. 15.

1

2

adalah persekutuan, gabungan atau aliansi beberapa unsur, di mana dalam
kerjasamanya, masing-masing memiliki kepentingan sendiri-sendiri. Aliansi
seperti ini mungkin bersifat sementara atau berasas manfaat. Dalam
pembentukan kekuatan pemerintahan koalisi pertama kali dikenalkan oleh
ilmuan muda Indonesia Dian Fernando Sihite, berdasarkan teori yang ia buat
sebuah kabinet akan sangat kuat jika tidak ada koalisi.Tidak adanya koalisi
membuat kekuatan kabinet tersebuat tidak akan terpecah pecah.3
Partai politik adalah instuisi yang dianggap penting dalam sistem
demorasi modern. Partai politik memainkan peran sentral dalam menjaga
pluralismme ekspresi politik dan menjamin adanya partisipasi politik,
sekaligus juga persaingan politik.4 Partai politik adalah organisasi yang
bertujuan untuk membentuk opini publik.5
Bermula dari Keprihatinan, Partai Gerindra lahir untuk mengangkat
rakyat dari jerat kemelaratan, akibat permainan orang-orang yang tidak peduli
pada kesejahteraan. Pembentukan Partai Gerindra terbilang mendesak. Sebab
dideklarasikan berdekatan dengan waktu pendaftaran dan masa kampanye
pemilihan umum, yakni pada 6 Februari 2008. Dalam deklarasi itu, termaksuk
visi, misi dan manifesto perjuangan partai, yakni terwujudnya tatanan
masyarakat indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil dan
makmur serta beradab dan berketuhanan yang berlandaskan Pancasila

3

Http://Id.Wikipedia.Org/Wiki/Koalisi
Firmanzah Ph.D., Mengelola Partai Politik: Komunikasi dan Positioning Ideologi
Politik di Era Demokrasi (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008), h. 43.
5
Ibid . h.66.
4

3

sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD NRI tahun 1945.

6

Partai

yang diketuai Prabowo Subianto ini mengusung calon presiden dan wakil
presiden pada pemilu 2014 kali ini. Gerindra sudah bulat akan mengusung
Prabowo Subianto. Bermodal logistik yang mumpuni, Gerindra yakin bisa
meraup suara signifikan pada pemilu legislatif sehingga memenuhi syarat
mengusung capres sendiri. Dengan mesin partai yang memadai, Gerindra pun
sangat optimistis Prabowo akan mengalahkan capres-capres lainnya. Ini yang
menjadikan nilai tambah untuk partai lain merapatkan barisan untuk
berkoalisi.
Terlihat dari bagaimana dua pasangan capres (calon presiden) dan
cawapres (calon wakil presiden) mempersiapkan diri. Bergabungnya beberapa
partai politik karena mereka memiliki tujuan visi dan misi yang kurang lebih
sama. Ingin bergerak beriringan dan membangun negara ini bersama-sama.
Tetapi banyak juga koalisi politik yang berasaskan kepentingan beberapa
pihak. Dilihat dari koalisi antara partai Gerindra yang diketuai Prabowo
Subianto dengan partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang diketuai oleh
Suryadharma Ali.
”Kami (PPP) jatuh cinta dengan visi dan misi partai (Gerindra) yang
jelas. Gerindra mengusung calon yang tepat. Prabowo bukanlah calon presiden
sebuah golongan saja, melainkan Indonesia Raya. Ia adalah presiden kaum
cilik serta para kiai dan ulama,” ujar Suryadharma dipodium.7 Munculnya
banyak kasus didalam elit partai PPP karena keputusan berkoalisi
6
7

http://partaigerindra.or.id/sejarah-partai-gerindra
PPP Merapat Ke Partai Gerindra,Harian Umum KOMPAS, Senin 24 Maret 2014, h. 1.

4

Suryadharma Ali dengan Prabowo Subianto seakan menjadikan banyak
polemik yang ditimbulkan. Dari mulai kasus Suryadharma Ali secara diamdiam berkampanye untuk Prabowo Hatta tanpa persetujuan dari elite partai
PPP hingga sanksi yang harus diberikan kepada Suryadharma Ali. Semua ini
yang menjadikan perjalanan koalisi Gerindra dengan PPP sangat menarik.
Partai Persatuan Pembagunan (PPP) didirikan tanggal 5 Januari 1973,
sebagai hasil fusi politik empat partai Islam, yaitu Partai Nadhlatul Ulama,
Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII),
dan Partai Islam Perti. Fusi ini menjadi simbol kekuatan PPP, yaitu partai
yang mampu mempersatukan berbagai faksi dan kelompok dalam Islam.
Untuk itulah wajar jika PPP kini memproklamirkan diri sebagai “Rumah
Besar Umat Islam.” Suryadharma Ali yang terpilih dalam Muktamar VI tahun
2007 dengan Sekretaris Jenderal H. Irgan Chairul Mahfiz sedangkan Wakil
Ketua Umum dipercayakan oleh muktamar kepada Drs. HA. Chozin
Chumaidy.8
Dilihat dari pemberitaan Harian Umum Kompas per-tanggal 13 Mei
2014 Sambutan baik ketua umum Partai Gerindra menjadi kabar resmi
merapatnya Partai Persatuan Pembangunan ke dalam kubu Koalisi Merah
Putih (sebutan untuk koalisi Partai Gerindra). Dilain Pihak mantan ketua
umum PPP Hamzah Haz menginginkan untuk merapat ke dalam kubu PDIP
(Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Setelah pada Senin, 24 april 2014
menemui ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri di kediamannya dan

8

Http://Ppp.Or.Id/Page/Ppp-Dalam-Lintasan-Sejarah/Index/

5

membicarakan koalisi partai mereka, karena dulu pernah mendampingi
Megawati pada 2001 sampai 2004. ”PPP sudah pernah (bekerja sama dengan
PDI-P). Apa salahnya,” kata Hamzah seusai bertemu Megawati.9 Pemberitaan
ini mengisyaratkan ada perbedaan pemikiran para petinggi PPP.
Aspek-aspek pemberitaan yang tidak disajikan secara menonjol,
bahkan tidak diberitakan, menjadi terlupakan dan sama sekali tidak
diperhatikan oleh khalayak. Framing adalah sebuah cara bagaimana peristiwa
disajikan oleh media.10 Pembahasan wacana pada segi lain adalah membahas
bahasa dan tuturan itu harus didalam rangkaian kesatuan situasi. 11 Terlihat
dalam perjalanan koalisi Prabowo dengan Suryadharma Ali.
Melihat pemberitaan Harian Umum Kompas pada edisi Bulan Februari
hingga Mei kemarin tentang perjalanan koalisi Prabowo Suryadharma Ali,
maka timbul ketertarikan untuk meneliti lebih jauh. Oleh karena itu, penelitian
ini diberi judul “ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN PERJALANAN
KOALISI GERINDRA DENGAN PPP PADA PILPRES 2014 DI
HARIAN KOMPAS”.
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah
Berdasarkan judul dan latar belakang masalah yang sudah dipaparkan
sebelumnya dan untuk membatasi serta mempermudah penyusunan, penelitian
ini difokuskan pada kajian mengenai perjalanan koalisi Prabowo Subianto

9

Hamzah Haz Inginkan PPP PDIP, Harian Umum KOMPAS , Selasa,29 April 2014, h. 1

dan 15.
10

Eriyanto, ANALISIS FRAMING: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media(Yogyakarta:
LKIS, 2002), h. 66.
11
Drs. Alex Sobur, M.Si.: Analisis Teks Media (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2004), h. 10.

6

(GERINDRA) dengan Suryadharma Ali (PPP) Pada Harian Umum KOMPAS
edisi 1. Senin 24 Maret 2014, 2. Sabtu 19 April 2014, 3. Minggu 20 April
2014, dan edisi 4. Selasa 13 Mei 2014. Terdiri dari 4 judul berita.
C. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka dirumuskan masalah
penelitian:
1. Bagaimana frame pemberitaan Surat Kabar Harian Kompas tentang
Pemberitaan Perjalanan Koalisi Gerindra Dengan PPP Pada Pilpres 2014?
2. Bagaimana Surat Kabar Harian Kompas mengkontruksi pemberitaan
Pemberitaan Perjalanan Koalisi Gerindra Dengan PPP Pada Pilpres 2014?
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan pemikiran dan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari
penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui bagaimana frame pemberitaan Surat Kabar Harian
Kompas tentang Pemberitaan Perjalanan Koalisi Gerindra Dengan PPP
Pada Pilpres 2014
2. Untuk

mengetahui

Bagaimana

Surat

Kabar

Harian

Kompas

mengkontruksi pemberitaan Pemberitaan Perjalanan Koalisi Gerindra
Dengan PPP Pada Pilpres 2014?
E. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Akademis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang baik
dan positif pada pengembangan keilmuan komunikasi dalam bidang

7

komunikasi massa melalui media cetak, khususnya bagi penelitian yang
bersifat analisis wacana framing model Zhongdang Pan dan Gerald M.
Kosicki.
2. Segi Praktis
Adapun manfaat praktis penelitian ini adalah diharapkan penelitian
ini dapat digunakan oleh praktisi di bidang jurnalistik, seperti wartawan
dalam mewacanakan berita dan juga diharapkan memberikan masukkan
pada mahasiswa khususnya Jurnalistik sebagai referensi tambahan terkait
dengan analisis data yang sama.
F. Tinjauan Pustaka
Setelah melakukan penelusuran koleksi skripsi pada perpustakaan
umum dan perpustakaan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi,
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, terdapat satu skripsi
yang sama tentang framing tetapi berbeda surat kabar dan fokus penelitiannya.
Adapun beberapa tinjauan pustaka tersebut ialah :
Skripsi karya Desy Mauliza, mahasiswi Konsentrasi Jurnalistik, UIN
Jakarta, lulus tahun 2013 dengan judul “Analisis Framing Pemberitaan
Kampanye Terbuka Pemilukada DKI 2012 Pada Harian Seputar Indonesia dan
Republika. Skripsi ini berisikan mengenai pemberitaan-pemberitaan tentang
kampanye terbuka Pemilukada DKI 2012. Penelitian ini dilakuakan untuk
mengetahui lebih jauh perbedaan teks per edisi berita Pemilukada DKI 2012,
serta teknik analisis model Pan dan konciski dengan empat konsep framing,
yaitu struktur sintaksis, struktur skrip, struktur tematik dan struktur retoris.

8

G. Metode Penelitian
1. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif.
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami
fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, prilaku,
presepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistik dan dengan cara
deskriptif dalam bentuk kata-kata dalam bahasa, pada suatu konteks
khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.12
Dalam penerapannya, pendekatan kualitatif menggunakan metode
pengumpulan data dan metode analisis yang bersifat non-kuantitatif,
seperti penggunaan wawancara mendalam dan pengamatan.13
2. Teknik Pengumpulan Data
Dalam melakukan penelitian, penelitian mengumpulkan beberapa
data yang nantinya membantu dalam penulisan skripsi ini. Adapun tekhnik
pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu:
a. Observasi
Observasi merupakan kegiatan dengan menggunakan panca
indera mata sebagai alat bantu utama selain panca indera lainnya.
Observasi yang dilakukan peneliti adalah dengan melakukan observasi
teks melalui data primer dan sekunder. Data primer, yaitu teks berita
harian KOMPAS edisi Ferbuari hingga Mei 2014. Data sekunder, yaitu

12

Lexy J Moaleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2006), hlm 6.
13
Antonius Birowo, Metode Penelitian Komunikasi, (Yogyakarta: Gintanyali, 2004), hlm
2.

9

berupa buku-buku, koran maupun tulisan lain yang berkaitan dengan
objek studi ini.
b. Wawancara Mendalam
Wawancara adalah metode pengumpulan data atau fakta
dilapangan. Wawancaea secara mendalam dengan melakukan tanyajawab secara langsung dengan pihak redaksi harian KOMPAS untuk
mendapatkan data yang lengkap terkait dengan semua pemberitaan
tentang perjalanan koalisis GERINDRA dengan PPP.
c. Internet searching
Internet searching merupakan salah satu tekhnik pengambilan
data yang digunakan peneliti. Pada internet terdapat berbagai
pembahasan dan sumber data yang melengkapi penelitian ini.
Diantaranya terdapat website dan artikel-artikel yang dapat digunakan
peneliti.
3. Tekhnik Analisis Data
Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode analisis framing
model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang merupakan hasil
pengembangan dari teori Van Dijk sebagai analisa data. Perangkat framing
yang mereka sajikan dalam meneliti suatu media melalui struktur bahasa
yang digunakan dalam mengkonstruksi suatu realitas. Framing dapat
diartikan sebagai cara untuk mengetahui bagaimana media membingkai
atau mengemas isu atau peristiwa melalui teks yang terdapat dalam isi
media.

10

Pan dan Kosicki membagi perangkat Framing kedalam 4 struktur
golongan besar yaitu, Sintaksis, skrip, tematik, retoris. Keempat struktur
tersebut merupakan rangkaian yang menunjukan Framing dari suatu
media. Keempat pendekatan tersebut dapat digambarkan kedalam bentuk
skema sebagai berikut:
Tabel 1.1
Model Framing Zhongdang Pan dan Konciski14
Struktur
SINTAKSI :

Perangkat Framing
1. Skema berita

Unit yang diamati
Headline, Lead, Latar

Cara wartawan

Informasi, Kutipan Sumber,

menyusun fakta

Pernyataan, Penutup.

SKRIP :

2. Kelengkapan berita

5W+1H

TEMATIK :

3. Detail

Paragraph,Proposisi

Cara wartawan

4. Maksud kalimat

menulis fakta

berhubungan

Cara wartawan
mengisahkan fakta

5. Nominalisasi antar
kalimat
6. Koherensi
7. Bentuk kalimat
8. Kata Ganti

14

Eriyanto, Analisis Framing, Konstruksi, ideologi, dan Politik Media, (Yogyakarta;
LkiS, 2005), h. 22

11

RETORIS :

9. Leksigon

Cara wartawan

10. Grafis

Kata,Idiom,Gambar/Foto,Grafik

menekankan fakta 11. Metafora
12. Pengadaian
Sumber: Eriyanto, Analisis Framing (yogyakarta: PT Lkis Plangi Aksara, 2005)

a. Sintaksis
Pengertian dari susunan bagian

berita head line, latar

informasi, sumber, penutup dalam satu kesatuan teks berita secara
keseluruhan. Memberi petunjuk yang berguna tentang bagaimana
wartawan memakai peristiwa dan hendak kemana berita tersebut akan
dibawa.
1) Headline mempengaruhi pengertian wartawan terhadap kisah yang
kemudian digunakan dalam membuat peristiwa seperti yang
dibeberkan. Sering kali dengan menekan makna tertentu lewat
pemakainan tanda tanya menuju sebuah perubahan dan tanda
kutip untuk menunjukan jarak perbedaan
2) Lead, adalah perangkat sintaksis lain yang sering digunakan. Lead
umunya memberikan sudut pandang dari berita, menunjukan
persepektif tertentu dari peristiwa yang diberitakan.
3) Latar informasi, bagian dari berita yang dapat mempengaruhi
semantik (arti kata) yang ingin disampaikan atau bisa dikatakan
latar mampu mempengaruhi makna yang ingin ditampilkan
wartawan

12

4) Sumber, segi lain yang diperhatikan dari sintaksis adalah pengutip
sumber berita pengulingan, sumber ini menjadi perangkat Framing.
Maksudnya adalah karena kemampuan sebagai wartawan yang
berkuasa dalam pemilihan sumber untuk membangun objektivitas,
maka tidak terlihat sebenarnya pemilihan sumber ini tidak untuk
mendukung pendapatnya.
b. Skrip
Bentuk umum dari struktur skrip 5W+1H meskipun pola ini
tidak selalu dapat dijumpai dalam setiap berita yang ditampilkan
kategori informasi ini yang diharapkan diambil noleh wartawan.
Unsur kelengkapan berita ini dapat menjadi penanda Framing yang
penting.
c. Tematik
Dalam menulis berita, seorang wartawan mempunyai tema
tertentu atas suatu peristiwa. Tema itulah yang akan dibuktikan dengan
susunan atau bentuk kalimat, proposisi atau hubungan antar proposisi.
Dalam suatu peristiwa tertentu, pembuat teks dapat memanipulasi
penafsiran pembaca atau khalayak tentang suatu peristiwa. Elemen
yang bisa digunakan adalah :15
1) Detail
Elemen wacana

detail berhubungan dengan control

informasi-informasi yang ditampilkan seseorang (Komunikator).
15

Eriyanto, ANALISIS FRAMING: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media, Yogyakarta:
LKIS, 2002

13

Komunikasi akan menampilkan secara berlebihan informasi yang
menguntungkan dirinya atau citra yang baik. Sebaliknya ia akan
menampilkan

jumlah

sedikit

(Bahan

kalau

perlu

tidak

disampaikan) Bila hal itu merugikan kedudukannya.
2) Maksud
Elemen maksud melihat informasi yang menguntungkan
komunikator akan diuraikan secara ekspilit dan jelas tersamar,
implicit dan tersembunyi. Tujuan akhir adalah publiki hanya
disajikan informasi yang menguntungklan komunikator, informasi
yang menguntungkan disajikan secara jelas, dengan kata-kata yang
tegas dan menunjuk langsung kepada fakta.
3) Nominalisasi
Elemen nominalisasi berhubungan dengan pertayaaan atau
anggapan komunikator dalam memandang suatu objek dapat
dianggap sebagai sesuatu yang tinggal sendiri atau sebagai suatu
kelompok (Komunitas). Nominalisasi dapat memberi sugesti pada
khalayak adanya generalisasi.
4) Koherensi
Koherensi adalah pertalian atau jalinan antar kata, proposisi
atau kalimat. 2 buah kalimat atau proposisi yang menggambarkan
fakta yang berbeda dapat dihubungkan dengan menggunakan
koherensi. Sehingga, fakta tidak dapat dihubungkan sekalipun
berhubungan ketika seseorang menghubungkannya.

14

5) Bentuk kalimat
Bentuk kalimat adalah segi sintaksis yang berhubungan
dengan cara berfikir logis, yaitu prinsip kasualita. Dimana ia
menanyakan apakah A yang menjelaskan B, ataukah B yang
menjelaskan A. Logika kasualita ini jika diterangkan dalam bahasa
menjadi susunan objek (yang diterangkan) dan oredikat (yang
diterangkan). Bentuk kalimat ini menentukan makna yang dibentuk
oleh susunan kalimat. Dalam kalimat yang berstruktur aktif,
seseorang menjadi subjek dari pernyataan. Sedangkan dalam
kalimat pasif seseorang menjadi objek dalam peryataan.
6) Kata Ganti
Elemen kata ganti merupakan elemen untuk memanipulasi
bahasa dengan menciptakan imajinasi. Kata ganti merupakan alat
yang dipakai oleh komunikator untuk menunjukan

posisi

seseorang yang dapat menggunakan kata ganti”Saya” atau “Kami”
menggambarkan

sikap

tersebut

merupakan

sikap

resmi

komunikator semata-mata. Tetapi ketika memakai kata ganti
“Kita” menjadikan sikap tersebut sebagai referensi dari sikap
bersama dalam suatu komunikasi tertentu.
d. Retoris
Struktur retoris dari wacana berita menggambarkan pilihan
gaya atau kata ganti yang dipilih oleh wartawan untuk menekankan
arti yang ingin ditonjolkan. Dari wacana berita suatu kebenaran ada

15

beberapa elemen struktur retoris yang dipakai oleh wartawan sebagai
berikut:
1) Leksikon
Elemen ini menandakan pilihan wartawan terhadap berbagi
kemungkinan yang tersedia. Pilihan kata-kata yang dipakai
menunjukan

sikap dan ideology tertentu. Peristiwa dapat

digambarkan dengan pilihan kata yang berbeda.
2) Gaya
Elemen gaya berhubungan dengan pengemasan pesan yang
disampaikan dengan bahasa tertentu untuk menimbulkan efek
tertentu kepada khalayak. Sebuah tulisan yang banyak berisi bahan
hukum ketika melaporkan suatu peristiwa kemungkinan dimaksud
agar pandangan yang dipandang yang dituliskan oleh wartawan
diterima baik oleh khalayak, dan untuk menekankan bahwa
pandangan yang diungkapkan tidak benar berdasarkan hukum.
3) Grafis
Elemen ini untuk memeriksa penekanan atau penonjolan
oleh wartawan, dalam wacana berita, grafis ini biasanya muncul
lewat

bagian

tulisan

lain.

Pemakainan

huruf

tebal,huruf

miring,pemakaian garis bawah,huruf besar,pemberian warna foto,
termaksud didalamnya adalah pemakaian caption, raster, grafik,
gambar, table untuk mendukung arti penting dari suatu pesan.
Elemen grafis memberikan efek kognitif, dalam arti informasi

16

dianggap penting dan menarik sehingga harus dipusatkan atau
difokuskan.
4) Pengandaian
Elemen wacana pengandaian merupakan pertanyaan yang
digunakan untuk mendukung makna suatu teks. Pengandaian
adalah upaya untuk mendukung pendapat dengan meberikan
premis yang dipercaya kebenaranya.
5) Metafora
Dalam suatu wacana,seseorang wartawan tidak hanya
menyampaikan pesan pokok

lewat teks tetapi juga kiasan,

ungkapan metafora yang dimaksudkan sebagai bumbu suatu
berita, tetapi pemakaian metafora tertentu bisa menjadi petunjuk
utama untuk mengenai makna tertentu.
H. Sistematika penulisan
Bab 1

: Pendahuluan
Pada bab ini peneliti akan menjabarkan latar belakang,
pembatasan juga perumusan masalah, tujuan dan manfaat
penelitian, metodelogi penelitian, tinjauan pustaka dan
sistematika penelitian.

BAB II

: Tinjauan Teoritis
Sebagai bab tinjauan teori, maka bab ini akan menjelaskan
secara rinci teori konstruksi sosial, teori Framing model

17

pemberitaan dan Framing model Zhongdang Pan dan
Gerald M. Kosicki.
BAB III

: Gambaran Umum
Bab ini akan membahas tentang sejarah dan perkembangan,
visi dan misi, serta struktur redaksional surat kabar
KOMPAS.

BAB IV

: Analisis dan temuan data
Bagian ini memaparkan berita-berita dan Analisis Framing
Surat Kabar Kompas Edisi Senin 24 Maret 2014, Sabtu 19
April 2014, Minggu 20 April 2014, dan edisi Selasa 13 Mei
2014

BAB V

: Penutup
Bagian ini berisi kesimpulan dan saran dari penulis atas
penelitian yang telah dilakukan.

BAB IV
HASIL TEMUAN DAN ANALISIS DATA

A. Analisis pemberitaan koalisi suryadharma ali dengan Prabowo subianto
dalam pemilu 2014 Di harian Umum KOMPAS
Dalam menganalisis pemberitaan suryadharma ali dengan Prabowo
subianto penulis akan menggunakan analisis Framing model Zhongdang Pan
dan Gerald M Kosicki. Menurut Eriyanto (2008:254), analisis framing dengan
menggunakan model yang diperkenalkan oleh Zhongdang Pan dan Gerald M
Kosicki lebih menekankan pada wacana publik tentang suatu isu atau
kebijakan yang dikonstruksikan dan dinegosiasikan. Analisis dilakukan ketika
penulisan berita dilakukan wartawan secara strategis dari sisi kata, kalimat,
lead, hubungan antar kalimat, foto, grafik dan perangkat lain untuk
memperjelas sebuah berita. Dalam proses analisis framing terdapat empat
perangkat framing yaitu struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris.
Sintaksis berhubungan dengan bagaimana peristiwa, pernyataan, opini,
kutipan, pengamatan atas peristiwa disusun kedalam bentuk berita oleh
wartawan. Struktur skrip berhubungan dengan bagaimana wartawan
mengisahkan atau menceritakan peristiwa kedalam bentuk berita. Struktur
tematik

berhubungan

dengan

bagaimana

wartawan

mengungkapkan

pandangannya atas peristiwa ke dalam proposisi, kalimat atau hubungan
antarkalimat yang membentuk teks secara keseluruhan. Struktur retoris
berhubungan dengan bagaimana wartawan menekankan arti tertentu ke dalam

67

68

berita. Keempat struktur ini akan penulis gunakan dalam menganalisa berita
dari Harian Umum KOMPAS.
1. Harian Kompas Edisi Senin, 24 Maret 2014
Judul

: PPP Merapat ke Partai Gerindra

Tanggal

: Senin, 24 Maret 2014.

Penempatan

: Halaman 1

Rubrik

: Manuver Politik

a. Struktur Sintaksis Berita edisi Senin, 24 Maret 2014
Dapat
menurunkan

dilihat

dari

struktur

berita

mengenai

sintaksis,

merapatnya

Harian
Partai

Kompas
Persatuan

Pembangunan (PPP) kedalam kubu Prabowo Subianto yang diberi
judul “ PPP Merapat Kepartai GERINDRA” Kompas menekankan
kehadiran PPP ini menujukan sinyal kuat adanya rencana koalisi
diantara kedua partai itu. Pada leadnya Kompas menuliskan: Jajaran
Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan
Pembangunan hadir dalam kampanye Partai Gerakan Indonesia
Raya di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (23/3).
Kehadiran PPP ini menunjukkan sinyal kuat adanya rencana koalisi di
antara kedua partai itu.
Dalam teks berita ini Kompas

mewawancarai tokoh-tokoh

terkemuka seperti Ketua Umum PPP Suryadharma ali, Prabowo
Subianto, Wakil Sekjen GOLKAR Musfihin. Mereka berpandangan

69

bahwasanya PPP akan merapat kedalam kubu koalisi yang akan di
bentuk oleh Prabowo Subianto. Ini dapat dilihat dari kutipan berikut :
”Kami (PPP) jatuh cinta dengan visi dan misi partai (Gerindra)
yang jelas. Gerindra mengusung calon yang tepat. Prabowo bukanlah
calon presiden sebuah golongan saja, melainkan Indonesia Raya. Ia
adalah presiden kaum cilik serta para kiai dan ulama,”1
”Meski bersaing, kami adalah kawan seperjuangan. Partai
Gerindra menghargai kedatangan PPP hari ini,” ”Nanti pada saat
kampanye PPP saya juga mau datang,” ungkap Prabowo.2
Pada penutup, Harian Kompas memasukan pernyataan Wakil
Sekjen GOLKAR Musfihin dahlan, walaupun terlihat memasukan
pembahasan yang berbeda, pernyataan ini tetap menjadi tema yang
sama dan benang merah nya tetap pada judul ppemberitaan yang
dibuat. Bagaimana seperti yang dikatakan M. Hernowo selaku Kepala
deks politik, hukum dan keamanan Harian Kompas :
“Pertama kami Di media cetak itu mempunyai permasalahan di
space, kedua kami dituntut itu menjadi berita yang konsensus, yang
langsung isinya aja, dan to the point dan kalau bisa konsensus. Kalau
pun ada penggabungan kami ingin itu tetap menjadi tema yang sama.
Kalau kita bicara ppp dan golkar itukan masih bahasan yang sama.
Dengan penggabungan itu kami juga ingin pembaca berita dia punya
frame. Dan mencari benang merahnya disini.”
1
2

“PPP Merapat Ke Gerindra,” Harian Kompas Senin, 24 Maret 2014, h. 1
“PPP Merapat Ke Gerindra,” Harian Kompas Senin, 24 Maret 2014, h. 1

70

Tabel 4.1
Analisis Sintaksis Berita edisi Senin, 24 Maret 2014
Struktur Unit

Teks

Keterangan

Sintaksis

Headline

PPP Merapat ke Partai Gerindra

Judul

Lead

Jajaran Dewan Pimpinan Pusat Partai Lead
Persatuan Pembangunan hadir dalam
kampanye Partai Gerakan Indonesia
Raya di Stadion Gelora Bung Karno,
Jakarta, Minggu (23/3). Kehadiran
PPP ini

menunjukkan sinyal kuat

adanya rencana koalisi di antara kedua
partai itu.
Latar

Jajaran Dewan Pimpinan Pusat Partai Paragraf 1 dan 2
Persatuan Pembangunan hadir dalam
kampanye Partai Gerakan Indonesia
Raya di Stadion Gelora Bung Karno,
Jakarta, Minggu (23/3). Kehadiran
PPP ini

menunjukkan sinyal kuat

adanya rencana koalisi di antara kedua
partai itu. Di hadapan puluhan ribu
simpatisan Partai Gerindra, Ketua
Umum PPP Suryadharma Ali bahkan
terang-terangan

memuji

Prabowo

Subianto, calon presiden yang diusung
partai berlambang burung garuda
tersebut
Sumber

1. Suryadharma ali

1. Ketua

2. Prabowo Subianto

Umum

3. Musfihin Dahlan

PPP
2. Ketua

71

Umum
GERINDR
A
3. Wakil
Sekjen
GOLKAR
Kutipan

1. ”Kami

(PPP)

jatuh

cinta Paragraf 3

dengan visi dan misi partai
(Gerindra)

yang

Gerindra

jelas.

mengusung

calon

yang tepat. Prabowo bukanlah
calon

presiden

golongan

saja,

sebuah
melainkan

Indonesia Raya. Ia adalah
presiden kaum cilik serta para
kiai

dan

ulama,”

ujar

Suryadharma di podium.
2. ”Meski bersaing, kami adalah Paragraf 5
kawan

seperjuangan.

Gerindra

Partai

menghargai

kedatangan PPP hari ini,”
3. ”Nanti pada saat kampanye Paragraf 6
PPP saya juga mau datang,”
ungkap Prabowo
4. .” Saya datang kemari atas Paragraf 7
undangan

Pak

Prabowo.

“Beliau juga menyatakan mau
datang ke acara kampanye
PPP,” kata Suryadharma.
5. ”Kalau tidak bisa mengirimkan Paragraf 10
calon

presiden,

ya,

kami

72

mengirimkan

calon

wakil

presiden.

Stok

kami,

kan,

banyak,

mulai

dari

Jusuf

Kalla, Akbar Tandjung, Agung
Laksono, sampai Priyo Budi
Santoso,” katanya.
6. ”Dapat dengan Hanura karena Paragraf 11
ada Pak Wiranto atau Nasdem
karena ada Pak Surya Paloh.
Golkar juga pernah bekerja
sama dengan PDI-P,” ujarnya
Pernyataan

1. Kehadiran

PPP

menunjukkan
adanya

ini Paragraf 1

sinyal

rencana

kuat

koalisi

di

antara kedua partai itu.
2. Di

hadapan

puluhan

simpatisan

Partai

Ketua

Umum

Suryadharma

Gerindra,

Ali

terang-terangan
Prabowo

ribu Paragraf 2

PPP
bahkan
memuji

Subianto,

calon

presiden yang diusung partai
berlambang

burung

garuda

tersebut.
3. Prabowo

bukanlah

calon Paragraf 3

presiden sebuah golongan saja,
melainkan Indonesia Raya. Ia
adalah

presiden kaum cilik

serta para kiai dan ulama.
4. koalisi

parpol

dapat Paragraf 4

menyelesaikan masalah yang

73

mendera Indonesia.
5. Prabowo

mengaku

sempat Paragraf 7

kaget dengan kehadiran tokoh
PPP itu.
6. Suryadharma

juga

berterus

enggan Paragraf 8

terang

kehadirannya

di

soal
kampanye

Gerindra.
7. Kampanye Gerindra di GBK Paragraf 9
dihadiri

puluhan

simpatisan.

ribu

Kursi

tribune

bagian bawah terlihat penuh,
sementara kursi tribune atas
terisi sebagian.
8. setelah
berbagai

pemilu

legislatif, Paragraf 9

kemungkinan

bisa

terjadi.
mengatakan, Paragraf 11

9. Musfihin
idealnya

dengan

partai

nasionalis.

”Dapat

dengan

Hanura

karena

ada

Pak

Wiranto atau Nasdem karena
ada Pak Surya Paloh. Golkar
juga

pernah

bekerja

sama

dengan PDI-P.

Penutup

Kampanye Gerindra di GBK dihadiri Paragraf 8
puluhan simpatisan. Kursi tribune
bagian

bawah

terlihat

penuh,

sementara kursi tribune atas terisi
sebagian

74

b. Struktur Skrip Berita edisi Senin, 24 Maret 2014
Dari struktur skrip, kelengkapan 5W + 1H dijelaskan oleh
Harian Kompas dengan mengisahkan berita ini

sebagai berita

Kampanye Partai Gerindra yang berlangsung pada Minggu 23 maret
2014 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Kampanye tersebut juga
dihadiri Ketua umum PPP Suryadharma Ali yang menjadi sinyal kuat
Adanya rencana koalisi di antara partai tersebut. PPP juga mengatakan
jatuh cinta dengan visi dan misi Partai Gerindra. Prabowo adalah
Presiden kaum cilik, ujar Suryadharma ali. Namun Prabowo sempat
merasa kaget dengan kehadiran para petinggi PPP itu.
Tabel 4.2
Analisis Skrip Berita edisi Senin, 24 Maret 2014
Struktur

Unit

Teks

Skrip

What

Kampanye juga dihadiri Ketua umum PPP Suryadharma
Ali yang menjadi sinyal kuat Adanya rencana koalisi di
antara partai tersebut.

Who

Prabowo dan Suryadharma Ali

When

Minggu 23 maret 2014

Where

Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Why

PPP juga mengatakan jatuh cinta dengan visi dan misi
Partai Gerindra. Prabowo adalah Presiden kaum cilik,
ujar Suryadharma ali

How

Prabowo sempat mengaku kaget dengan kehadiran para
petinggi PPP.

75

c. Struktur Tematik Berita edisi Senin, 24 Maret 2014
Dilihat dari struktur tematik, Harian Kompas menyusun berita
ini ke dalam 11 paragraf. Ada dua tema dalam teks berita, pertama,
kehadiran Jajaran Dewan Pimpinan Pusat PPP dalam kampanye partai
Gerindra menunjukan rencana koalisi di antara kedua partai tersebut.
Harian Kompas meletakan tema ini pada lead berita. Tema kedua,
pernyataan Suryadharma Ali didepan simpatisan partai Gerindra yang
memuji sosok Prabowo Subianto dan menyatakan ia adalah presiden
kaum cilik serta para kiai dan ulama. Tema ini dapat dilihat dari
kutipan Suryadharma Ali. Harian Kompas menempatkan tema ini pada
paragraf 2 dan paragraf 3.
Sementara itu , Harian Kompas meletakkan koherensi penjelas
pada paragraf ke-3 yang ditandai dengan adanya penggunaan kata dan,
yang. Untuk koherensi sebab-akibat Kompas menggunakan kata
karena yang diletakan pada paragraf 11 atau pada penutup berita.
Sementara koherensi pembeda tidak terlihat.
Tabel 4.3
Analisis Tematik Berita edisi Senin, 24 Maret 2014
Struktur

Unit

Teks

Tematik

Detail

Ketua Dewan Pembina Partai Paragraf 5
Gerindra

Keterangan

Prabowo

Subianto

mengapresiasi kedatangan tiga
tokoh PPP, yakni Suryadharma
Ali, Ketua Majelis Syariah PPP
Nur Muhammad Iskandar, dan

76

Menteri Perumahan Rakyat Djan
Faridz.

Namun,

Prabowo

mengaku sempat kaget dengan
kehadiran tokoh PPP itu.
sejauh ini Golkar belum Paragraf 9
memikirkan

koalisi.

Menurut

dia, setelah pemilu legislatif,
berbagai

kemungkinan

bisa

terjadi.

Koherensi

”Kami (PPP) jatuh cinta dengan Paragraf 3

Penjelas

visi dan misi partai (Gerindra)
yang jelas. Gerindra mengusung
calon

yang

tepat.

Prabowo

bukanlah calon presiden sebuah
golongan

saja,

Indonesia

Raya.

melainkan
Ia

adalah

presiden kaum cilik serta para
kiai dan ulama,”
Koherensi

Terkait

koalisi,

Musfihin Paragraf 11

sebab-

mengatakan, idealnya

akibat

partai nasionalis. ”Dapat dengan

dengan

Hanura karena ada Pak Wiranto
atau Nasdem karena ada Pak
Surya Paloh. Golkar juga pernah
bekerja sama dengan PDI-P,”
ujarnya.
Kohersi
pembeda

77

d. Struktur Retoris Berita edisi Senin, 24 Maret 2014
Pada berita ini kalima yang hurufnya dicetak tebal (bold), yaitu
PPP Merapat ke Partai Gerindra dan Golkar tidak paksakan
capres. Kalimat tersebut sengaja dicetak tebal karena merupakan judul
berita dan anak judul berita yang ditaruh sebagai penutup. Untuk unsur
italic (dicetak miring) dan underline (garis bawah) tidak terlihat dalam
teks berita ini. Sementara itu, penggunaan huruf kapital terdapat pada
kata-kata JAKARTA dan PPP. Berita ini tidak dilengkapi foto maupun
grafik.
Tabel 4.4
Analisis Retoris Berita edisi Senin, 24 Maret 2014
Struktur

Unit

Teks

Retoris

Leksikon

Jajaran Dewan Pimpinan, sinyal kuat, puluhan ribu
simpatisan, terang-terangan memuji, mengusung
calon, menjawab gamblang, setali tiga uang, stok
kami.

Bold

PPP Merapat ke Partai Gerindra dan Golkar tidak
paksakan capres.

Italic

_________

Underline

_________

Kapital

JAKARTA, PPP

Grafis

________

78

e. Penjelasan Paragraf Berita edisi Senin, 24 Maret 2014

Manuver Politik
PPP Merapat ke Partai Gerindra
JAKARTA; KOMPAS - Jajaran Dewan
Pimpinan Pusat Partai
PersatuanPembangunan
hadir
dalam
kampanye Partai Gerakan
1 Indonesia Raya di Stadion Gelora Bung
Karno, Jakarta, Minggu
(23/3). Kehadiran PPP ini menunjukkan
sinyal kuat adanya
rencana koalisi di antara kedua partai itu.
Di hadapan puluhan ribu simpatisan
Partai Gerindra, Ketua
Umum PPP Suryadharma Ali bahkan terang2 terangan memuji
Prabowo Subianto, calon presiden yang
diusung partai berlambang burung garuda tersebut.
”Kami (PPP) jatuh cinta dengan
visi dan misi partai (Gerindra)
yang jelas. Gerindra mengusung calon yang
tepat. Prabowo
3 bukanlah calon presiden sebuah golongan
saja, melainkan Indonesia Raya. Ia adalah presiden kaum cilik
serta para kiai dan
ulama,”ujar Suryadharma di podium.
Menteri Agama Kabinet Indonesia
Bersatu II itu juga menya4 takan, koalisi parpol dapat menyelesaikan
masalah yang mendera Indonesia.
Ketua Dewan Pembina Partai 10
Gerindra Prabowo Subianto
mengapresiasi kedatangan tiga tokoh PPP,
yakni Suryadharma
Ali, Ketua Majelis Syariah PPP Nur
5 Muhammad Iskandar, dan
Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz.
Namun, Prabowo
11
mengaku sempat kaget dengan kehadiran
tokoh PPP itu. ”Meski
bersaing, kami adalah kawan seperjuangan.
Partai Gerindra

6

7

8

9

menghargai kedatangan PPP hari ini,” kata
Prabowo.
Saat ditanya kemungkinan koalisi,
Prabowo tidak menjawab
gamblang. ”Nanti pada saat kampanye PPP
saya juga mau
datang,” ungkap Prabowo.
Setali tiga uang, Suryadharma juga
enggan berterus terang soal
kehadirannya di kampanye Gerindra. ”Saya
datang kemari atas
undangan Pak Prabowo. Beliau juga
menyatakan mau datang ke
acara kampanye PPP,” kata Suryadharma.
Kampanye Gerindra di GBK
dihadiri puluhan ribu simpatisan.
Kursi tribune bagian bawah terlihat penuh,
sementara kursi tribune
atas terisi sebagian.
Golkar tidak paksakan capres
Wakil Sekjen Partai Golkar
Musfihin Dahlan mengatakan,
sejauh ini Golkar belum memikirkan koalisi.
Menurut dia, setelah
pemilu legislatif, berbagai kemungkinan bisa
terjadi.
”Kalau tidak bisa mengirimkan
calon presiden, ya, kami
mengirimkan calon wakil presiden. Stok
kami, kan, banyak, mulai
dari Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, Agung
Laksono, sampai Priyo
Budi Santoso,” katanya.
Terkait
koalisi,
Musfihin
mengatakan, idealnya dengan partai
nasionalis. ”Dapat dengan Hanura karena
ada Pak Wiranto atau
Nasdem karena ada Pak Surya Paloh. Golkar
juga pernah bekerja
sama dengan PDI-P,” ujarnya. (RYO/A13)

79

2. Harian Kompas edisi Sabtu, 19 April 2014
Judul

: PPP Dukung Prabowo
Romahurmuziy: Pencopotan sebagai Sekjen PPP adalah
Ilegal

Tanggal

: Sabtu, 19 April 2014.

Penempatan

: Halaman 1 dan 15

Rubrik

: Politik dan Hukum

a. Struktur Sintaksis Berita edisi Sabtu, 19 April 2014
Dilihat struktur sintaksis, Harian Kompas menurunkan berita
mengenai dukungan PPP kepada Prabowo dengan judul “PPP dukung
Prabowo”. Pada lead berita, Harian Kompas menjelaskan bahwasanya
PPP sudah mendeklarasikan berkoalisis dengan partai Gerindra. Dia
juga menegaskan mendukung pencalonan Prabowo sebagai presiden.
Dalam teks berita, Harian Kompas mewawancarai tokoh-tokoh
seperti Prabowo subianto, Budi tjahjono Prawiro, Romahurmuziy,
Amir Uskara dan Emron Pangkapi. Semuanya berpendapat Prabowo
adalah sosok yang tepat untuk memimpin Indonesia menjadi yang
lebih baik. Ini dapat dilihat dari kutipan berikut :
“PPP menilai sosok prabowo subianto adalah sosok yang tepat
yang dapat memimpin ke depan menuju indonesia yang

Dokumen yang terkait

Politisasi media televisi di Indonesia: studi pemberitaan tvOne terhadap Pilpres 2014)

4 19 113

Analisis framing pemberitaan konflik internal partai persatuan pembangunan dalam menentukan koalisi pada pemilu 2014 oleh harian online republika.com

1 4 132

Analisis Framing Pemberitaan Konflik Tolikara Pada Harian Kompas Dan Republika

4 29 207

ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN FILM INNOCENCE OF MUSLIMS PADA SURAT KABAR HARIAN REPUBLIKA DAN KOMPAS

0 3 234

ISU KOALISI PARTAI DI MEDIA INDONESIA ISU KOALISI PARTAI DI MEDIA INDONESIA (Analisis Framing Pemberitaan tentang Koalisi Partai Menjelang PILPRES pada PEMILU 2009 dalam surat kabar Harian Media Indonesia Edisi 9 April 2009- 16 Mei 2009).

0 3 12

PENDAHULUAN ISU KOALISI PARTAI DI MEDIA INDONESIA (Analisis Framing Pemberitaan tentang Koalisi Partai Menjelang PILPRES pada PEMILU 2009 dalam surat kabar Harian Media Indonesia Edisi 9 April 2009- 16 Mei 2009).

0 3 28

DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN ISU KOALISI PARTAI DI MEDIA INDONESIA (Analisis Framing Pemberitaan tentang Koalisi Partai Menjelang PILPRES pada PEMILU 2009 dalam surat kabar Harian Media Indonesia Edisi 9 April 2009- 16 Mei 2009).

0 2 11

KESIMPULAN DAN SARAN ISU KOALISI PARTAI DI MEDIA INDONESIA (Analisis Framing Pemberitaan tentang Koalisi Partai Menjelang PILPRES pada PEMILU 2009 dalam surat kabar Harian Media Indonesia Edisi 9 April 2009- 16 Mei 2009).

0 5 129

Analisis Framing Pemberitaan Konflik Israel - Palestina dalam Harian Kompas dan Radar Sulteng

0 0 15

Framing Pemberitaan Citra Politik Capres 2014 Di Harian Solopos

0 0 9

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3866 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1027 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 924 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 617 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 772 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1320 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1214 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 803 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1084 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1316 23