Pengaruh Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah per 1 Januari 2010 terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah

PENGARUH KENAIKAN HARGA PEMBELIAN PEMERINTAH
(HPP) GABAH PER 1 JANUARI 2010 TERHADAP
PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH
Studi Kasus

: Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin,
Kabupaten Deli Serdang

SKRIPSI

OLEH :

DAHLAN SIJABAT
070309013

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

PENGARUH KENAIKAN HARGA PEMBELIAN PEMERINTAH
(HPP) GABAH PER 1 JANUARI 2010 TERHADAP
PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH

Studi Kasus

: Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin,
Kabupaten Deli Serdang

SKRIPSI
OLEH :
DAHLAN SIJABAT
070309013
Diajukan Kepada Program Studi Agribisinis Fakultas Pertanian
Universitas Sumatera Utara Untuk Memenuhi Sebagian
Dari Syarat-Syarat Guna Memperoleh
Derajat Sarjana Pertanian

Disetujui Oleh :
Komisi Pembimbing,

Ketua,

Anggota,

(Ir. Asmi Tiurland Hutajulu, MS.)
NIP:194606181980032001

(Ir. Sinar Indra Kesuma Ginting, MSi.)
NIP: 196509261993031002

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Dahlan Sijabat (070309013), dengan judul skripsi “Pengaruh Kenaikan Harga
Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah per 1 Januari 2010 terhadap Pendapatan
Petani Padi Sawah”. Studi Kasus : Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan
Beringin, Kabupaten Deli Serdang, dengan dibimbing oleh Ibu Ir. Asmi Tiurland
Hutajulu M.S dan Bapak Ir. Sinar Indra Kesuma Ginting M.Si.
Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah adalah besaran harga terendah yang
ditetapkan oleh pemerintah terhadap gabah sesuai dengan kualitas gabah tersebut
yang tujuannya untuk melindungi petani dengan adanya jaminan harga yang
wajar. Kebijakan penetapan harga pembelian pemerintah ini diharapkan
disamping untuk menjaga stabilitas harga, juga diharapkan dapat mendorong
peningkatan produksi beras (padi) dan menjamin peningkatan pendapatan petani.
Metode penelitian dilakukan secara purposive, metode penarikan sampel
dilakukan dengan metode stratified random sampling. Metode analisis yang
digunakan adalah diuji dengan menggunakan analisis deskriptif dan metode uji
beda rata-rata menggunakan rumus t-hitung dengan uji 2 arah sebelum dan
sesudah kenaikan HPP gabah (Paired Sample T-test).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persentase kenaikan harga penjualan gabah
petani dengan kenaikan HPP gabah per 1 Januari 2010 di daerah penelitian
tergolong sedang yaitu sebesar 19,39 %. Ada perbedaan pendapatan usahatani
petani padi sawah sebelum dan sesudah kenaikan HPP gabah 1 Januari 2010.
Pendapatan sesudah kenaikan HPP gabah per 1 Januari 2010 meningkat sebesar
Rp 2.327.290 (18,73 %) dari pendapatan sebelum kenaikan HPP gabah per 1
Januari 2010. Ada beberapa masalah yang dihadapi petani padi sawah di daerah
penelitian dalam menjalankan kegiatan usahataninya yaitu Benih yang digunakan
petani kualitasnya rendah, Serangan hama ulat penggulung daun, keong mas dan
sundep menyebabkan produksi menurun. Harga jual gabah pada saat panen
rendah. Dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi maka upaya-upaya
yang dilakukan petani adalah Petani memilih benih sendiri walaupun benih yang
digunakan tersebut bukan yang bersertifikat dengan melakukan perendaman
sehingga benih yang kosong akan terapung. Upaya mengatasi serangan hama
sundep dilakukan dengan penyemprotan dengan menggunakan insektisida
Spontan secara teratur, keong mas diatasi dengan cara penyemprotan insektisida
Molluscic secara teratur dan ulat penggulung daun diatasi dengan penyemprotan
insektisida Match. Harga jual pada saat panen yang rendah maka upaya yang
dilakukan petani hanya menjual gabahnya dengan jumlah tertentu cukup untuk
membayar pengeluaran usahatani yang mendesak seperti membayar sewa lahan
atau iuran irigasi dan lain-lain.
Kata Kunci : Pengaruh, Kenaikan HPP, Produktivitas Gabah, Pendapatan.

Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Sibuntuon pada tanggal 15 Mei 1989 dari Ayah A.
Sijabat dan alm. Ibu K. Sihotang. Penulis merupakan anak kesembilan dari
sepuluh bersaudara.
Penulis mengikuti pendidikan sebagai berikut:
1. Sekolah Dasar di SD Negeri 177081 Sitaretareon, Samosir, masuk pada tahun
1995 dan lulus pada tahun 2001.
2. Sekolah Menengah Pertama di SMP Budi Mulia Pangururan, masuk tahun
2001 dan lulus pada tahun 2004.
3. Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 1 Pangururan, masuk pada tahun
2004 dan lulus pada tahun 2007.
4. Tahun 2007 masuk di Departemen Agribisnis, Program Studi Penyuluhan dan
Komunikasi Pertanian,

Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara,

melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).
Selama perkuliahan, Penulis aktif dalam kegiatan organisasi IMASEP
(Ikatan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian), POPMASEPI (Perhimpunan
Organisasi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia), dan IMK (Ikatan
Mahasiswa Katolik). Penulis juga aktif dalam mengikuti perlombaan karya ilmiah
seperti lomba menulis ilmiah pelajar dan mahasiswa Sumatera Utara dan Aceh
pada tanggal 7 Juni 2010. Penulis melakukan praktek kerja lapangan (PKL) di
Desa Mekar Mulio, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara dari tanggal 27
Juli sampai 27 Juli 2011. Pada bulan Oktober 2010, Penulis melaksanakan
penelitian di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli
Serdang.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
berkat dan kasihNya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah
(HPP) Gabah per 1 Januari 2010 terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah”.
Studi kasus: Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin Kabupaten Deli
Serdang. Adapun tujuan penulisan skripsi ini adalah Diajukan Kepada Program
Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Untuk Memenuhi
Sebagian Dari Syarat-Syarat Guna Memperoleh Derajat Sarjana Pertanian.
Pada kesempatan ini, Penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Ir. Asmi Tiurland Hutajulu, M.S selaku ketua komisi pembimbing yang
telah membimbing dan memberikan berbagai masukan berharga kepada
Penulis dari mulai menetapkan judul, melakukan penelitian, sampai ujian
akhir.
2. Bapak Ir. Sinar Indra Kesuma Ginting, M.Si selaku anggota komisi
pembimbing yang telah membimbing dan memberikan berbagai masukan
berharga kepada Penulis dari mulai menetapkan judul, melakukan penelitian,
sampai ujian akhir.
3. Ibu Dr. Ir. Salmiah, M.Si selaku ketua Program Studi Agribisnis FP USU
4. Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec selaku sekretaris Program Studi
Agribisnis FP USU.
5. Kepada para dosen, staff pegawai Program Studi Agribisnis FP USU.
6. Bapak Sitohang selaku kepala desa, Desa Sidoarjo II Ramunia.
7. Para petani sampel di daerah penelitian.
8. Seluruh instansi terkait dalam penelitian, yang telah membantu Penulis dalam
memperoleh data selama penulisan skripsi ini.
Dengan segala ketulusan dan kerendahan hati serta hormat, Penulis
mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua ayah A. Sijabat dan
alm K. Sihotang, atas kasih sayang, nasihat, motivasi serta dukungan moril dan

Universitas Sumatera Utara

materi yang diberikan kepada Penulis, sehingga Penulis dapat menyelesaikan
skripsi ini. Juga kepada saudara-saudaraku yang telah memberi semangat,
motivasi, doa dan harapan serta bantuannya selama ini serta kepada rekan
seperjuangan stambuk 2007 FP USU, terlebih seluruh mahasiswa program studi
Agribisnis yang tetap semangat dan berani untuk menghadapi tantangan.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk
itu Penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca demi tercapainya karya
terbaru kedepannya.
Akhir kata, tak ada gading yang tak retak dan memaafkan dari hati yang
tulus lebih berharga daripada sekotak emas. Semoga skripsi ini bermanfaat.
Terima Kasih.

Medan, Agustus 2011

Penulis

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Hal.
ABSTRAK............................................................................................................

i

RIWAYAT HIDUP ..............................................................................................

ii

KATA PENGANTAR ..........................................................................................

iii

DAFTAR ISI ........................................................................................................

iv

DAFTAR TABEL ................................................................................................

vii

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................

viii

DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................

ix

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .............................................................................................
1.2 Identifikasi Masalah .....................................................................................
1.3 Tujuan Penelitian .........................................................................................
1.4 Kegunaan Penelitian .....................................................................................

1
9
10
10

II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA
PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN
2.1 Tinjauan Pustaka ..........................................................................................
2.2 Landasan Teori.............................................................................................
2.3 Kerangka Pemikiran .....................................................................................
2.4 Hipotesis Penelitian ......................................................................................

11
15
21
25

III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penentuan Daerah Penelitian ...........................................................
3.2 Metode Penentuan Sampel ...........................................................................
3.3 Metode Pengumpulan Data...........................................................................
3.4 Metode Analisis Data ...................................................................................
3.5 Defenisi dan Batasan Operasional
3.5.1 Defenisi ............................................................................................
3.5.2 Batasan Operasional .........................................................................
IV. DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK
SAMPEL
4.1 Deskripsi Daerah Penelitian .........................................................................
4.2 Keadaan Penduduk .......................................................................................
4.3 Penggunaan Tanah .......................................................................................
4.4 sarana dan Prasarana ....................................................................................

Universitas Sumatera Utara

26
26
27
28
30
31

32
32
34
35

4.5 Karakteristik Sampel ....................................................................................

36

V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Usahatani Padi Sawah di Daerah Penelitian
5.1.1 Pengolahan Lahan ...............................................................................
5.1.2 Persemaian ..........................................................................................
5.1.3 Penanaman ..........................................................................................
5.1.4 Pengairan.............................................................................................
5.1.5 Pemupukan ..........................................................................................
5.1.6 Penyiangan ..........................................................................................
5.1.7 Pemberantasan Hama dan Penyakit ......................................................
5.1.8 Panen...................................................................................................
5.1.9 Pascapanen ..........................................................................................
5.2 Analisis Ekonomi Usahatani Padi Sawah Sebelum dan Sesudah Kenaikan
HPP
Gabah...................................................................................................
5.3 Analisis Persentase Kenaikan Harga Penjualan petani dibanding HPP
Gabah
per 1 Januari 2010 ...............................................................
5.4 Analisis Perbedaan Pendapatan Usahatani Padi sawah Sebelum dan
Sesudah
Kenaikan HPP Gabah ....................................................................
5.5 Masalah-masalah yang Dihadapi Petani Padi Sawah di Daerah Penelitian ....

51
53

VI. KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan ..................................................................................................
6.2 Saran ............................................................................................................

55
55

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

38
38
39
40
40
41
41
42
43
44
49

DAFTAR TABEL

Tabel
1.
2.
3.
4.
5.
6.

7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.

Judul

Hal.

Perkembangan Harga Pembelian Pemerintah Lima Tahun Terakhir ..............
Luas Panen, Produksi, Produktivitas Tanaman Padi Sawah di Kabupaten
Deli Serdang Tahun 2009 .............................................................................
Luas Panen, Produksi, Produktivitas Padi Sawah di Kecamatan
Beringin Tahun 2009 ....................................................................................
Jumlah Kepala Keluarga Menurut Komposisi Mata Pencaharian di Desa
Sidoarjo II Ramunia Tahun 2010 ..................................................................
Kriteria Kualitas Gabah ................................................................................
Distribusi Populasi dan Sampel Petani Padi Sawah berdasarkan Luas Lahan
di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang
Tahun 2010 ..................................................................................................
Spesifikasi Pengumpulan Data ......................................................................
Parameter untuk Mengukur Persentase Kenaikan Harga................................
Distribusi Penduduk Menurut Kelompok Umur di Desa Sidoarjo II
Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2010 ..........
Distribusi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Desa Sidoarjo II
Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2010 ..........
Luas dan Jenis Penggunaan Tanah di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan
Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2010 ............................................
Sarana dan Prasarana di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin,
Kabupaten Deli Serdang Tahun 2010 ...........................................................
Rekapitulasi Karakteristik Petani Sampel di Desa Sidoarjo II Ramunia,
Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang .............................................
Jumlah Benih yang Digunakan Sebelum dan Sesudah Kenaikan HPP 1
Januari 2010 .................................................................................................
Jumlah Pupuk yang Digunakan Sebelum dan Sesudah Kenaikan HPP di
Daerah Penelitia ...........................................................................................
Jumlah Obat-obatan yang Digunakan Sebelum dan Sesudah Kenaikan HPP
di Daerah Penelitian .....................................................................................
Analisis Ekonomi Usahatani Padi Sawah di Desa Sidoarjo II Ramunia,
Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang .............................................
Distribusi Biaya Pupuk dan Obat-obatan Sebelum dan Sesudah Kenaikan
HPP di Daerah Penelitian .............................................................................
Analisis Persentase Kenaikan Harga Penjualan Petani Gabah Kering Giling
dibanding HPP per 1 Januari 2010 ................................................................
Frekwensi Petani berdasarkan Persentase Kenaikan Harga Penjualan Gabah
dengan HPP Gabah per 1 Januari 2010 .........................................................
Analisis Perbedaan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Sebelum (April-Juli
2009) dan Sesudah (April-Juli 2010) Kenaikan HPP Gabah di Desa
Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang ............

Universitas Sumatera Utara

5
6
7
8
14

27
28
29
33
34
34
35
36
39
41
42
45
47
49
51

52

DAFTAR GAMBAR

Gambar
1.
2.

Judul

Hal.

Pola Tanam Padi Sawah di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan
Beringin, Kabupaten Deli Serdang ...............................................................
Kerangka Pemikiran .....................................................................................

Universitas Sumatera Utara

8
24

DAFTAR LAMPIRAN

Lamp.
Judul
Hal.
1
Karakteristik Sampel Petani Padi Sawah ........................................................
2

3

4a

4b

5a

5b

6

7

58

Distribusi Penggunaan Sarana Produksi Benih, Pupuk dan Pestisida per
Petani
per Musim Tanam pada Usahatani Padi Sawah di Desa Sidoarjo II Ramunia,
Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2009-2010 ...................

59

Distribusi Penggunaan Sarana Produksi Benih, Pupuk dan Pestisida per
Hektar
per Musim Tanam pada Usahatani Padi Sawah di Desa Sidoarjo II Ramunia,
Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2009-2010 ...................

60

Distribusi Biaya Penggunaan Sarana Produksi Benih, Pupuk dan Pestisida
per Petani per Musim Tanam Sebelum Kenaikan HPP Gabah (April-Juli
2009)
di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten
Deli Serdang (Rp.000)....................................................................................

61

Distribusi Biaya Penggunaan Sarana Produksi Benih, Pupuk dan Pestisida
per Hektar per Musim Tanam Sebelum Kenaikan HPP Gabah (April-Juli
2009)
di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten
Deli Serdang (Rp.000)....................................................................................

62

Distribusi Biaya Penggunaan Sarana Produksi Benih, Pupuk dan Pestisida
per Petani per Musim Tanam Sesudah Kenaikan HPP Gabah (April-Juli
2010)
di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten
Deli Serdang (Rp.000)....................................................................................

63

Distribusi Biaya Penggunaan Sarana Produksi Benih, Pupuk dan Pestisida
per Hektar per Musim Tanam Sesudah Kenaikan HPP Gabah (April-Juli
2010)
di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten
Deli Serdang (Rp.000)....................................................................................

64

Distribusi Curahan Tenaga Kerja Menurut Macam Kegiatan per Petani
per Musim Tanam pada Usahatani Padi Sawah di Desa Sidoarjo II
Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2009-2010 ...

65

Distribusi Curahan Tenaga Kerja Menurut Macam Kegiatan per Hektar
per Musim Tanam pada Usahatani Padi Sawah di Desa Sidoarjo II

Universitas Sumatera Utara

Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2009-2010 ...

66

Distribusi Biaya Tenaga Kerja Menurut Macam Kegiatan per Petani
per Musim Tanam Sebelum Kenaikan HPP (April-Juli 2009) pada
Usahatani Padi Sawah di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan
Beringin, Kabupaten Deli Serdang (Rp.000)...................................................

67

Distribusi Biaya Tenaga Kerja Menurut Macam Kegiatan per Petani
per Musim Tanam Sesudah Kenaikan HPP (April-Juli 2010) pada
Usahatani Padi Sawah di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan
Beringin, Kabupaten Deli Serdang (Rp.000)...................................................

68

Distribusi Biaya Tenaga Kerja Menurut Macam Kegiatan per Hektar
per Musim Tanam Sebelum Kenaikan HPP (April-Juli 2009) pada
Usahatani Padi Sawah di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan
Beringin, Kabupaten Deli Serdang (Rp.000)...................................................

69

Distribusi Biaya Tenaga Kerja Menurut Macam Kegiatan per Hektar
per Musim Tanam Sesudah Kenaikan HPP (April-Juli 2010) pada
Usahatani Padi Sawah di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan
Beringin, Kabupaten Deli Serdang (Rp.000)...................................................

70

10a Produksi dan Produktivitas Usahatani Padi Sawah per Musim Tanam
Sebelum Kenaikan HPP (April-Juli 2009) di Desa Sidoarjo II Ramunia,
Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang ...............................................

71

10b Produksi dan Produktivitas Usahatani Padi Sawah per Musim Tanam
Sesudah Kenaikan HPP (April-Juli 2010) di Desa Sidoarjo II Ramunia,
Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang ...............................................

72

11a Distribusi Penggunaan Alat dan Umur Ekonomis per Petani pada
Usahatani Padi Sawah di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan
Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2009-2010 .....................................

73

11b Distribusi Nilai Alat dan Nilai Sisa per Petani pada Usahatani Padi sawah
di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang
Tahun 2009-2010 (Rp.000) ............................................................................

74

11c Distribusi Nilai Alat dan Penyusutan per Petani per Musim Tanam pada
Usahatani Padi sawah di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan
Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2009-2010 (Rp.000) ......................

75

12a Biaya Produksi, Penerimaan, dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah
per Petani per Musim Tanam Sebelum Kenaikan HPP Gabah
(April-Juli 2009) di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin,
Kabupaten Deli Serdang (Rp.000) ..................................................................

76

8a

8b

9a

9b

12b Biaya Produksi, Penerimaan, dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah

Universitas Sumatera Utara

per Petani per Musim Tanam Sesudah Kenaikan HPP Gabah
(April-Juli 2010) di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin,
Kabupaten Deli Serdang (Rp.000) ..................................................................
13a Biaya Produksi, Penerimaan, dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah
per Hektar per Musim Tanam Sebelum Kenaikan HPP Gabah
(April-Juli 2009) di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin,
Kabupaten Deli Serdang (Rp.000) ..................................................................

78

13b Biaya Produksi, Penerimaan, dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah
per Hektar per Musim Tanam Sesudah Kenaikan HPP Gabah
(April-Juli 2010) di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin,
Kabupaten Deli Serdang (Rp.000) ..................................................................

79

14a Total Biaya Produksi dan Tingkat BEP per Hektar per Musim Tanam
Sebelum kenaikan HPP Gabah (April-Juli 2009) di Desa Sidoarjo II
Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang ...............................

80

14b Total Biaya Produksi dan Tingkat BEP per Hektar per Musim Tanam
Sesudah kenaikan HPP Gabah (April-Juli 2010) di Desa Sidoarjo II
Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang ...............................

81

15

16

77

Persentase Kenaikan Harga Penjualan Petani (Gabah Kering Giling)
dibanding HPP Gabah per 1 Januari 2010 .......................................................

82

Uji Beda Pendapatan Usahatani Padi Sawah per Petani per Musim Tanam
Sebelum dan Sesudah Kenaikan HPP Gabah di Desa Sidoarjo II
Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang (Rp.000).................

83

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Dahlan Sijabat (070309013), dengan judul skripsi “Pengaruh Kenaikan Harga
Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah per 1 Januari 2010 terhadap Pendapatan
Petani Padi Sawah”. Studi Kasus : Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan
Beringin, Kabupaten Deli Serdang, dengan dibimbing oleh Ibu Ir. Asmi Tiurland
Hutajulu M.S dan Bapak Ir. Sinar Indra Kesuma Ginting M.Si.
Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah adalah besaran harga terendah yang
ditetapkan oleh pemerintah terhadap gabah sesuai dengan kualitas gabah tersebut
yang tujuannya untuk melindungi petani dengan adanya jaminan harga yang
wajar. Kebijakan penetapan harga pembelian pemerintah ini diharapkan
disamping untuk menjaga stabilitas harga, juga diharapkan dapat mendorong
peningkatan produksi beras (padi) dan menjamin peningkatan pendapatan petani.
Metode penelitian dilakukan secara purposive, metode penarikan sampel
dilakukan dengan metode stratified random sampling. Metode analisis yang
digunakan adalah diuji dengan menggunakan analisis deskriptif dan metode uji
beda rata-rata menggunakan rumus t-hitung dengan uji 2 arah sebelum dan
sesudah kenaikan HPP gabah (Paired Sample T-test).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persentase kenaikan harga penjualan gabah
petani dengan kenaikan HPP gabah per 1 Januari 2010 di daerah penelitian
tergolong sedang yaitu sebesar 19,39 %. Ada perbedaan pendapatan usahatani
petani padi sawah sebelum dan sesudah kenaikan HPP gabah 1 Januari 2010.
Pendapatan sesudah kenaikan HPP gabah per 1 Januari 2010 meningkat sebesar
Rp 2.327.290 (18,73 %) dari pendapatan sebelum kenaikan HPP gabah per 1
Januari 2010. Ada beberapa masalah yang dihadapi petani padi sawah di daerah
penelitian dalam menjalankan kegiatan usahataninya yaitu Benih yang digunakan
petani kualitasnya rendah, Serangan hama ulat penggulung daun, keong mas dan
sundep menyebabkan produksi menurun. Harga jual gabah pada saat panen
rendah. Dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi maka upaya-upaya
yang dilakukan petani adalah Petani memilih benih sendiri walaupun benih yang
digunakan tersebut bukan yang bersertifikat dengan melakukan perendaman
sehingga benih yang kosong akan terapung. Upaya mengatasi serangan hama
sundep dilakukan dengan penyemprotan dengan menggunakan insektisida
Spontan secara teratur, keong mas diatasi dengan cara penyemprotan insektisida
Molluscic secara teratur dan ulat penggulung daun diatasi dengan penyemprotan
insektisida Match. Harga jual pada saat panen yang rendah maka upaya yang
dilakukan petani hanya menjual gabahnya dengan jumlah tertentu cukup untuk
membayar pengeluaran usahatani yang mendesak seperti membayar sewa lahan
atau iuran irigasi dan lain-lain.
Kata Kunci : Pengaruh, Kenaikan HPP, Produktivitas Gabah, Pendapatan.

Universitas Sumatera Utara

I.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dalam kerangka pembangunan nasional, mandat utama sektor pertanian adalah
sebagai penyedia pangan yang cukup bagi penduduknya dan pendukung
perkembangan sektor-sektor lainnya. Pada masa mendatang mandat tersebut
terasa semakin berat karena laju permintaan terhadap hasil-hasil pertanian terus
meningkat sejalan dengan laju pertambahan penduduk dan perbaikan pendapatan
perkapita. Permintaan terhadap hasil-hasil pertanian akan meningkat baik dalam
jumlah, keanekaragaman, maupun kualitasnya (Suryana, 2003).
Sektor pertanian dalam tatanan pembangunan nasional memegang peranan
penting karena selain bertujuan menyediakan pangan bagi seluruh penduduk, juga
merupakan sektor andalan penyumbang devisa negara dari sektor nonmigas.
Besarnya kesempatan kerja yang dapat diserap dan besarnya jumlah penduduk
yang masih bergantung pada sektor ini masih perlu terus ditumbuhkembangkan.
Dibalik peranan sektor pertanian yang semakin penting, keadaan sumber daya
manusia yang berada di sektor ini masih memprihatinkan karena sebagian besar
masih tergolong berkualitas rendah. Sekitar 69 % penduduk yang berada disektor
ini tergolong miskin, diantaranya 82 % berada di pedesaan (Noor, 1996).
Ketahanan pangan tidak hanya mencakup pengertian ketersediaan pangan yang
cukup, tetapi juga kemampuan untuk mengakses (termasuk membeli) pangan dan
tidak terjadinya ketergantungan pangan pada pihak manapun. Dalam hal inilah,
petani memiliki kedudukan strategis dalam ketahanan pangan. Petani adalah

Universitas Sumatera Utara

produsen pangan dan petani adalah juga sekaligus kelompok konsumen terbesar
yang sebagian masih miskin dan membutuhkan daya beli yang cukup untuk
membeli pangan. Petani harus memiliki kemampuan untuk memproduksi pangan
sekaligus juga harus memiliki pendapatan yang cukup untuk memenuhi
kebutuhan pangan mereka sendiri. Disinilah perlu sekali peranan pemerintah
dalam melakukan pemberdayaan petani (Hardiaputra, 2009).
Sejauh petani memproduksi untuk dijual, maka perangsang baginya untuk
menaikkan produksi tergantung kepada perbandingan antara harga yang akan
diterimanya untuk hasil dan biaya untuk memproduksikan hasil itu. Biaya
produksi ini dipengaruhi oleh harga barang-barang input yang harus dibelinya.
Harga hasil usahatani baik tingkat maupun stabilitas harga hasil usahatani
mempengaruhi sampai dimana harga itu dapat merangsang petani untuk
menaikkan produksinya. Adapun syarat lain bagi pembangunan pertanian sudah
tersedia, maka semakin tinggi harga yang ditawarkan kepada petani untuk suatu
hasil usahatani tertentu, semakin banyak pula hasil yang akan ia produksikan dan
dibawa ke pasar (Mosher, 1997).
Usaha-usaha pemerintah dalam meningkatkan pendapatan petani, seperti
meningkatkan harga dasar gabah (HDG) justru disambut pesimistis oleh petani
padi. Hal ini disebabkan oleh masalah klasik. Setiap kenaikan HDG pasti diikuti
lonjakan harga kebutuhan pokok petani, seperti pupuk dan dan sarana produksi
lainnya. Disinilah sesungguhya salah satu akar terus merosotnya nilai tukar
(terms of trade) manusia tani Indonesia selama ini. Sudah jamak diketahui
merosotnya pendapatan petani padi adalah karena kita menganut kebijakan

Universitas Sumatera Utara

pangan murah (cheap food policy) untuk mendukung industrialisasi tanpa akar
yang kukuh. Desakan dana moneter internasional untuk membebaskan impor
beras di tanah air yang semakin memperparah keadaan petani padi Indonesia,
sebenarnya mempunyai dua tujuan ganda. Pada satu sisi, hal ini memungkinkan
industrialis menekan upah riil, disisi lainnya kebijakan ini akan membuka pasar
ekspor biji-bijian bagi negara maju (Saragih, 2004).
Kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi kemampuan produksi padi oleh
petani. Pemerintah terus berupaya mengamankan dan menjaga stabilitas harga
gabah dan beras. Terhitung mulai tanggal 1 April 2007, melalui Instruksi Presiden
RI, Pemerintah memberlakukan penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP)
terhadap Gabah Kering Panen (GKP) dalam negeri sebesar Rp 2.000/Kg di
penggilingan dan gabah kering giling Rp 2.575/Kg di penyimpanan. Kebijakan
penetapan harga pembelian pemerintah ini diharapkan disamping untuk menjaga
stabilitas harga, juga diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi beras
(padi) dan menjamin peningkatan pendapatan petani (Syam, 2009).
Penetapan harga dasar gabah adalah salah satu upaya pemerintah untuk
meningkatkan pendapatan petani. Harga dasar gabah selalu dinaikkan pemerintah
dalam setiap keadaan. Maksudnya untuk mencapai terciptanya mesyarakat
Indonesia yang sejahtera dan juga ditujukan demi stabilitas nasional. Fakta yang
ditemukan

tentang

harga

dasar

adalah

kurangnya

usaha-usaha

untuk

memasyarakatkan naiknya harga dasar gabah kepada petani. Akibatnya banyak
petani yang tidak dapat memanfaatkan kenaikan harga dasar tersebut. Harga dasar

Universitas Sumatera Utara

yang semula diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, tetapi
kenyataannya justru menekan kehidupan petani (Sastraatmadja, 1991).
Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah adalah besaran harga terendah yang
ditetapkan oleh pemerintah terhadap gabah sesuai dengan kualitas gabah tersebut
yang tujuannya untuk melindungi petani dengan adanya jaminan harga yang
wajar. Apabila harga yang ditetapkan oleh para tengkulak dan penggilingan lebih
rendah daripada HPP gabah maka Bulog diharapkan bersedia untuk membeli
gabah petani. HPP gabah ini dibahas dalam konferensi Menteri Pertanian, Menteri
Perekonomian dan Dirut Bulog atas dasar indikator dinamika ekonomi nasional
seperti harga-harga kebutuhan pokok, harga sarana produksi pertanian.
Selanjutnya ditetapkan dalam instruksi presiden. Diharapkan HPP gabah yang
ditetapkan pemerintah telah dapat memberikan keuntungan bagi petani. Dalam
HPP gabah, harga di petani lebih rendah dipenggilingan dan bulog. Ini disebabkan
oleh perbedaan kualitas gabah disetiap lembaga. Tetapi dalam Gabah Kering
Panen HPP gabah lebih tinggi di penggilingan daripada di petani/tengkulak
disebabkan oleh tengkulak hanya sebagai pengumpul dan masih harus
mengeluarkan biaya untuk memasarkan gabah tersebut kembali meskipun
kadangkala ada juga tengkulak tersebut memiliki kilang padi sendiri. Dan HPP
GKG lebih tinggi di Bulog daripada di Penggilingan disebabkan oleh Bulog
berperan sebagai gudang penyimpanan untuk menampung gabah petani
sedangkan penggilingan menyerap gabah dan langsung mengolahnya menjadi
beras dan dipasarkan. Perubahan dan penyesuaian harga pembelian pemerintah
terhadap gabah pada empat tahun terakhir dapat dilihat pada tabel 1

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1. Perkembangan Harga Pembelian Pemerintah Lima Tahun
Terakhir
Harga
(Rp/Kg)
No. 13 Tahun 2005, Tgl
GKP
1.730
10 Oktober 2005,
GKG
2.250
2.280
berlaku mulai 1 Januari
2006
BERAS
3.550
No. 1 Tahun 2008, Tgl
GKP
2.200
22 April 2008, berlaku
2.240
mulai 22 April 2008
GKG
2.800
2.840
BERAS
4.300
No. 8 Tahun 2008, Tgl
GKP
2.400
24 Desember 2008,
2.440
GKG
3.000
berlaku mulai 1 Januari
3.040
2009
BERAS
4.600
No. 7 Tahun 2009, Tgl
GKP
2.640
29 Desember 2009
2.685
berlaku mulai 1 Januari
GKG
3.300
2010
3.345
BERAS
5.060
Sumber: Dinas Pertanian Sumatera Utara, 2010
Instruksi Presiden

Jenis

Keadaan
Di Penggilingan
Di Gudang Penyimpanan
Di Penggilingan
Di Gudang Penyimpanan
Di Petani
Di Penggilingan
Di Penggilingan
Di Gudang BULOG
Di Gudang BULOG
Di Petani
Di Penggilingan
Di Penggilingan
Di Gudang BULOG
Di Gudang BULOG
Di Petani
Di Penggilingan
Di Penggilingan
Di Gudang BULOG
Di Gudang BULOG

Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa berdasarkan Inpres No. 7 tahun 2009, pemerintah
menaikkan HPP untuk gabah dan beras untuk menjaga keuntungan usaha tani
padi. Adapun ketentuan penetapan perbedaan HPP gabah di petani, penggilingan
dan bulog diakibatkan oleh perbedaan kualitas gabah dimasing-masing lembaga
tersebut. Kenaikan tersebut sebesar 10 % mulai berlaku pada 1 Januari 2010.
Adapun rinciannya, yakni harga untuk Gabah Kering Panen (GKP) di petani
dengan kadar air maksimal 25 % dan kadar hampa/kotoran maksimal 10 %, harga
sebelumnya Rp 2.400/Kg menjadi Rp 2.640/Kg. Sedangkan GKP di penggilingan,
naik dari Rp 2.440/Kg menjadi Rp 2.685/Kg. Gabah Kering Giling (GKG) di
penggilingan dengan kadar air maksimal 14 % dan kadar hampa/kotoran

Universitas Sumatera Utara

maksimal 3 % naik dari Rp 3.000/Kg menjadi Rp 3.300/Kg. Sedangkan GKG di
Gudang Bulog naik dari Rp 3.040/ Kg menjadi Rp 3.345/Kg. Harga Pembelian
Beras dengan kadar air maksimum 14 %, butir patah maksimum 20 %, kadar
menir maksimum 2 %, dan derajat sosoh minimum 95 % adalah 5.060. Kenaikan
HPP padi ini diharapkan dapat merangsang petani untuk

lebih intensif

mengusahakan usahatani padi sawah sehingga produktivitas lebih tinggi dari
tahun-tahun sebelumnya. Keadaan produktivitas padi sawah per kecamatan di
Kabupaten Deli Serdang tahun 2008 dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Luas Panen, Produksi, Produktivitas Tanaman Padi Sawah di
Kabupaten Deli Serdang Tahun 2009
Luas lahan Luas Panen Produksi Produktivitas
NO
Kecamatan
(Ha)
(Ha)
(Ton)
(Ton/Ha)
1 Gunung Meriah
566
1.132
5.674
5,01
2 STM Hulu
666
1.332
6.651
4,99
3 Sibolangit
565
1.129
5.689
5,04
4 Kutalimbaru
960
1.919
9.772
5,09
5 Pancurbatu
383
766
3.873
5,06
6 Namorambe
772
1.543
7.951
5,15
7 Biru-biru
624
1.248
6.246
5,00
8 STM Hilir
720
1.440
7.291
5,06
9 Bangun Purba
183
365
1.825
5,00
10 Galang
1.001
2.002
10.130
5,06
11 T. Morawa
2.396
4.791
24.798
5,18
12 Patumbak
653
1.305
6.556
5,02
13 Deli Tua
21
42
211
5,02
14 Sunggal
2.495
4.989
26.041
5,22
15 H. Perak
5.376
10.751
56.021
5,21
16 Labuhan Deli
3.712
7.424
38.442
5,18
17 Percut Sei Tuan
4.844
9.688
51.170
5,28
18 Batang Kuis
800
1.600
7.986
4,99
19 Pantai Labu
3.765
7.529
39.146
5,20
20 Beringin
2.479
4.958
25.794
5,20
21 Lubuk Pakam
1.462
2.923
15.900
5,44
22 Pagar Merbau
2.349
4.698
25.101
5,34
Jumlah
36.685
73.369
381.955
5,21
Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang, 2010

Universitas Sumatera Utara

Tabel 2 menunjukkan produktivitas

padi sawah di Kabupaten Deli Serdang

adalah 5,21 Ton dan Kecamatan Beringin memiliki produktivitas yang tertinggi
urutan keenam sebagai daerah sentra produksi padi di Kabupaten Deli Serdang
sebagai daerah sentra produksi padi sawah di Kabupaten Deli Serdang.
Berdasarkan data produksi dan

produktivitas padi sawah di Kabupaten Deli

Serdang, Kecamatan Beringin merupakan salah satu Kecamatan yang cukup
berpotensi dengan luas lahan 2.479 Ha, produksi 25.794 Ton dan produktivitas
sebesar 5,20 Ton/Ha. Selanjutnya keadaan luas panen, produksi dan produktivitas
padi sawah di Kecamatan Beringin menurut desa dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 3. Luas Panen, Produksi, Produktivitas Padi Sawah di Kecamatan
Beringin Tahun 2009
Luas
Luas
Produksi Produktivitas
Desa/ Kelurahan
Lahan
Panen
(Ton)
(Ton/ Ha)
(Ha)
(Ha)
1 Tumpatan
116,13
232
1.118
4,81
2 Emplasman Kuala Namo
3 Sidodadi Ramunia
419,93
840
4.263
5,08
4 Pasar V Kebun Kelapa
66,15
132
631
4,77
5 Aras Kabu
263,62
527
2.526
4,79
6 Serdang
254,31
509
2.514
4,94
7 Sidourip
123,97
248
1.216
4,91
8 Pasar VI Kuala Namu
9 Karang Anyar
406,70
813
4.221
5,19
10 Beringin
304,78
610
3.382
5,55
11 Sidoarjo II Ramunia
523,28
1.047
5.924
5,66
Jumlah
2.478,87
4.958
25.794
5,20
Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang, 2010
NO

Tabel 3 menunjukkan bahwa Kecamatan Beringin sebagai daerah sentra produksi
padi sawah di Kabupaten Deli Serdang ternyata 82 % desa yang ada menghasilkan
padi sawah. Desa Sidoarjo II Ramunia merupakan desa yang potensial di
Kecamatan Beringin dengan luas areal 523,28 Ha, produksi 5.924 Ton dan

Universitas Sumatera Utara

produktivitas sebesar 5,66 Ton/Ha. Keadaan data produksi tersebut akan lebih
besar lagi dengan intensitas pertanaman ditingkatkan. Selanjutnya data tentang
jumlah kepala keluarga menurut komposisi mata pencaharian di Desa Sidoarjo II
Ramunia dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4. Jumlah Kepala Keluarga Menurut Komposisi Mata Pencaharian di
Desa Sidoarjo II Ramunia Tahun 2010
No

Mata Pencaharian

Jumlah (KK)

Persentase

1
2
3
4
5

Pertanian
567
Buruh/ Karyawan
15
Perdagangan
50
PNS
30
Industri
8
Jumlah
670
Sumber : Kantor Kepala Desa Sidoarjo II Ramunia, 2010

85 %
2%
7%
4%
1%
100 %

Tabel 4 menunjukkan bahwa 85 % kepala keluarga yang ada di Desa Sidoarjo II
Ramunia bermatapencaharian sebagai petani dan selanjutnya pola tanam di desa
tersebut dapat dilihat pada gambar 1.
Gbr 1. Pola Tanam Padi Sawah di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan
Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun
Musim Tanam I

Musim Tanam II
Bulan

Apr

Mei

Jun

Padi Sawah

Jul

Agust Sept
Bero

Okt

Nov

Des

Padi Sawah

Jan

Feb

Mar

Bero

Sumber: Kantor Kepala Desa Sidoarjo II Ramunia, 2010
Dari Gambar 1 dapat dilihat bahwa pola tanam padi sawah dalam setahun terdiri
dari dua kali musim tanam padi sawah yaitu musim tanam pertama dimulai dari
bulan April-Juli yang meliputi pembukaan lahan sampai panen. Setelah panen
pertama yaitu pada bulan Juli, maka dilakukan pengistirahatan lahan selama

Universitas Sumatera Utara

kurang lebih dua bulan. Setelah itu, musim tanam kedua dimulai bulan
Oktober- Januari yang meliputi pembukaan lahan sampai panen. Dan kurang
lebih dua bulan berikutnya yaitu setelah panen kedua pada bulan Januari, maka
petani menanami lahannya dengan tanaman palawija untuk menunggu musim
tanam berikutnya. Pola tanam dua kali setahun sudah lama dilakukan oleh petani
dengan produktivitas padi sawah rata-rata 5,66 Ton/Ha namun sudah berada diatas
produktivitas rata-rata Kabupaten Deli Serdang dengan asumsi pengunaan sarana
produksi belum optimal. Dengan naiknya HPP padi sawah serta didukung
penggunaan sarana produksi yang optimal diharapkan petani di Desa Sidoarjo II
Ramunia dapat meningkatkan produktivitas padi sawah lebih tinggi. Kenaikan
HPP berlaku mulai 1 Januari 2010, dimana telah berlangsung dua kali musim
tanam dan setiap musim tanam petani menjual sebagian atau seluruhnya produksi
padi sawah. Untuk itu perlu diteliti apakah kenaikan HPP berpengaruh terhadap
pendapatan petani padi sawah menjadi perhatian dari penelitian ini. Disisi lain
juga perlu diamati apakah kenaikan HPP padi yang ditetapkan oleh pemerintah
telah memasyarakat dilingkungan petani masih mengandung pertanyaan.
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang maka dirumuskan beberapa identifikasi
permasalahan yang akan diteliti sebagai berikut seberapa besar persentase
kenaikan harga penjualan gabah petani dibandingkan dengan persentase kenaikan
HPP gabah mulai tahun 2006-2010 di daerah penelitian, apakah ada perbedaan
pendapatan usahatani padi sawah petani sebelum dan sesudah kenaikan HPP
gabah di daerah penelitian.

Universitas Sumatera Utara

1.3. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan identifikasi masalah maka tujuan penelitian adalah untuk
mengetahui seberapa besar persentase kenaikan harga penjualan gabah petani
dibandingkan dengan persentase kenaikan HPP gabah mulai tahun 2006-2010 di
daerah penelitian, untuk mengetahui perbedaan pendapatan usahatani bagi petani
sebelum dan sesudah kenaikan HPP gabah di daerah penelitian.
1.4. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai bahan masukan bagi pemerintah
baik pusat maupun daerah dalam membuat suatu kebijakan tentang harga gabah
yang layak bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraan petani beserta
keluarganya, sebagai bahan masukan bagi para Petani yang mengusahakan
tanaman padi di daerah penelitian, sebagai bahan referensi atau sumber informasi
bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

Universitas Sumatera Utara

II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA
PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1. Tinjauan Pustaka
Tanaman padi merupakan jenis tumbuhan semusim (annual) dengan sistematika
atau taksonomi sebagai berikut:
Kingdom

: Plantae

Divisio

: Spermatophyta

Subdivisio

: Angiospermae

Class

: Monocotyledoneae

Ordo

: Graminales

Family

: Graminae

Genus

: Oryza

Spesies

: Oryza sativa L

(AAK, 1990).
Padi termasuk golongan tanaman semusim atau tanaman muda yaitu tanaman
yang biasanya berumur pendek, kurang dari satu tahun dan satu kali berproduksi;
setelah berproduksi akan mati atau dimatikan. Tanaman padi dapat dibedakan
kedalam dua tipe yaitu, padi kering yang tumbuh pada lahan kering dan padi
sawah yang memerlukan air menggenang.
Tanaman padi dapat dikelompokkan dalam dua bagian yaitu:
1. Bagian vegetatif
Akar
Akar adalah bagian tanaman yang berfungsi menyerap air dan zat makanan
dari dalam tanah, kemudian terus diangkut ke bagian atas tanaman. Akar
tanaman dapat dibagi lagi menjadi akar tunggang, serabut/ akar adventif,

Universitas Sumatera Utara

rambut, tajuk. Anakan pertama tumbuh setelah tanaman berumur 10 hari
setelah tanam, maksimum 50-60 hari setelah tanam, tergantung varietasnya.
Batang
Tanaman padi mempunyai batang yang beruas-ruas. Panjang batang
tergantung pada jenisnya. Padi jenis unggul biasanya berbatang pendek atau
lebih pendek daripada jenis lokal, sedangkan jenis padi yang tumbuh di tanah
rawa dapat lebih panjang lagi, yaitu antara 2-6 meter. Rangkaian ruas-ruas
pada batang padi mempunyai panjang yang berbeda-beda
Anakan
Tanaman padi membentuk rumpun dengan anakannya, biasanya anakan
tumbuh pada dasar batang. Pembentukan anakan terjadi secara bersusun yaitu
anakan pertama yang tumbuh pada batang pokok atau batang utama, anakan
kedua tumbuh pada batang bawah anakan pertama, anakan ketiga dan
seterusnya tumbuh pada buku pertama pada batang anakan kedua dengan
betuk yang serupa dengan anakan pertama dan kedua.
Daun
Tanaman yang termasuk jenis rumput-rumputan mempunyai daun yang
berbeda-beda, baik bentuk maupun susunan atau bagian-bagiannya.
2. Bagian Generatif
Malai
Malai adalah sekumpulan bunga padi yang keluar dari buku paling atas. Bulirbulir padi terletak pada cabang pertama dan cabang kedua, sedangkan sumbu
utama malai adalah ruas buku yang terakhir pada batang

Universitas Sumatera Utara

Buah Padi
Gabah adalah bulir padi. Biasanya mengacu pada bulir padi yang telah
dipisahkan dari tangkainya (jerami). Asal kata “gabah” dari bahasa Jawa
gabah. Dalam perdagangan komoditas, gabah merupakan tahap yang penting
dalam pengolahan padi sebelum dikonsumsi karena perdagangan padi dalam
partai besar dilakukan dalam bentuk gabah. Terdapat definisi teknis
perdagangan untuk gabah, yaitu hasil tanaman padi yang telah dipisahkan dari
tangkainya dengan cara perontokan.
(AAK, 1990).
Tanaman padi dapat tumbuh dengan baik di daerah yang berhawa panas dan
banyak mengandung uap air. Tanaman padi membutuhkan curah hujan yang baik,
rata-rata 2000 mm/ bulan dengan distribusi selama 4 bulan. Sedangkan curah
hujan yang dikehendaki pertahun adalah 1500-2000 mm. Suhu yang dikehendaki
untuk tanaman padi adalah 230 C keatas. Pengaruh suhu tidak terasa di Indonesia,
sebab suhunya hampir konstan sepanjang tahun. Ketinggian tempat yang cocok
untuk tanaman padi adalah 0-65 m diatas permukaan laut

(Suparyono, 1993).

Tanah yang baik untuk areal persawahan adalah tanah lumpur dengan kandungan
ketida fraksi yaitu pasir, lempung, liat dengan perbandingan tertentu. Padi dapat
tumbuh dengan baik pada pH antar 4-7 dengan kedalaman olah tanah 18 cm
(Suparyono, 1993).
Karena padi/gabah/beras merupakan komoditas vital bagi indonesia, pemerintah
memberlakukan regulasi harga dalam perdagangan gabah. Muncullah istilah-

Universitas Sumatera Utara

istilah khusus yang mengacu pada kualitas gabah sebagai referensi penentuan
harga.
Tabel 5. Kriteria Kualitas Gabah
Butir
Kualitas
Gabah

Kadar Air
(%)

GabahKering
Panen (GKP)
Gabah Kering
Simpan
(GKS)
Gabah Kering
Giling (GKG)

18

Dokumen yang terkait

Dokumen baru