Pengaruh Pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap prestasi belajar siswa: studi kasus di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan

PENGARUH PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA
(Studi Kasus Di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan)

Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan
Untuk Memenuhi Syarat-syarat mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd. I)

Oleh:
M. HABIB MASTURI
NIM. 206011000056

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1432 H / 2011 M

PENGARUH PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA
(Studi Kasus Di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan)

Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan
Untuk Memenuhi Syarat-syarat mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd. I)

Oleh:
M. HABIB MASTURI
NIM. 206011000056

Di Bawah Bimbingan

Dr. Muhammad Zuhdi, M.Ed.
NIP. 19720704 199703 1 002

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
1432 H / 2011 M

LEMBAR PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama

: M. Habib Masturi

NIM

: 206011000056

Jurusan

: Pendidikan Agama Islam

Alamat

: Jl. Cikabon Rt.16/04 desa cibunar kecamatan parungpanjang
Bogor 16360.

Judul Skripsi : PENGARUH PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA.
Studi kasus di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan.
Dengan ini saya menyatakan bahwa:
1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya, yang diajukan untuk
memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar strata satu (S.1) di
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya
cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Fakultas Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya saya atau
menerima sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, 17 Maret 2011

M. Habib Masturi

ABSTRAK
Nama
NIM
Fak/Jur
Judul

: M. Habib Masturi
: 206011000056
: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
: Pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap prestasi belajar
siswa. Studi kasus di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan.

Penelitian ini diadakan dengan latar belakang bahwa perpustakaan sekolah
mempunyai peranan yang penting dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar
dan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan dari bulan
Juli sampai dengan Desember 2010, yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah
siswa SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan kelas VIII dengan jumlah 31 orang. Ini
merupakan sebagian dari populasi yang berjumlah 313 siswa.
Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui tingkat pemanfaatan perpustakaan
terhadap prestasi belajar oleh siswa SMP Negeri 9 Kota Tangerang selatan, ingin
mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan perpustakaan sebagai
sumber belajar dan ingin mengetahui pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah
terhadap prestasi belajar siswa. Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam
penelitian digunakan dengan teknik pengumpul data angket, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemanfaatan perpustakaan
sekolah terhadap prestasi belajar siswa diperoleh berdasarkan angket yang diisi oleh
siswa SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan analis
korelasional dengan pendekatan survey, perhitungan dengan menggunakan rumus
korelasi produc moment diperoleh r hitung sebesar 0,82. Berkisar antara 0,7 sampai 0,9
berarti korelasi positif termasuk dalam katagori kuat atau tinggi. Dengan memeriksa
tabel ‘r’ produc moment bahwa dengan Df sebesar 29 pada taraf signifikan 5%
diperoleh dari ‘r’ tabel=0,355 dan pada taraf 1% diperoleh “r” tabel adalah=0,456
karena pada rxy atau r hitung pada taraf signifikansi 5% lebih besar dari pada r tabel
(rxy>r tabel) 0,829>0,355 Hipotesis Ho. Ditolak dan alternative Ha diterima. Dengan
demikian terdapat hubungan yang nyata antara pengaruh pemanfaatan perpustakaan
sekolah terdapat prestasi belajar siswa diterima.
Maka dari itu, dapat di simpulkan bahwa pengaruh pemanfaatan perpustakaan
sekolah terhadap prestasi belajar siswa. SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan. Hal ini
menunjukan bahwa persepsi siswa tentang pemanfaatan perpustakaan sekolah di SMP
Negeri 9 Kota Tangerang Selatan mempunyai pengaruhnya terhadap prestasi belajar
siswa di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan. Adapun kendala yang dihadapi dalam
pemanfaatan perpustakaan yaitu: belum tersedianya tenaga khusus perpustakaan,
belum tersedianya ruangan yang memadai untuk perpustakaan, kurangnya koleksi
buku pelajaran, dan penataan koleksi kurang sistematis sehingga menyulitkan dalam
pencarian buku.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa SMP Negeri 9 Kota
Tangerang Selatan, telah memanfaatkan perpustakaan dengan baik, pemanfaatan
perpustakaan masih mengalami kendala-kendala dan pemanfaatan perpustakaan
mempunyai hubungan yang signifikan dengan prestasi belajar siswa.

ii

KATA PENGANTAR

akhirnya dapat teratasi dengan sebaik-baiknya sehingga skripsi ini dapat
terselesaikan.
Selanjutnya teristimewa penulis persembahkan ”segalanya” kepada
Mamah (Sri Mulyati) dan Bapak (Sutarno, S.Pd.I) tercinta, yang tiada pernah akan
terputus kasih sayangnya, tiada pernah letih mengangkat kedua tangannya,
meneteskan air matanya, dalam setiap lantunan do’a-do’anya, untuk kebaikan
putra pertama ini. Penulis sampaikan pula kepada saudara-saudariku tercinta,
Muhammad Taufiq Hidayah, Siti Latifah Tri Utami, dan Laila Nurkarimah.
Atas dorongan dan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak dalam
menyelesaikan skripsi ini, penulis secara khusus mempersembahkan ungkapan
terima kasih kepada:
1. Bapak, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bapak Bahrissalim, M. Ag. Selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam
(PAI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3.

Bapak Drs. Sapiudin Shiddiq, M. Ag. Selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan
Agama Islam (PAI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

4. Bapak Dr. Muhammad Zuhdi, M.Ed dosen pembimbing yang telah
meluangkan waktu, tenaga dan pikiran selama membimbing penulis.
5. Ibu Dra. Hj. Siti Nurhayati, M.Pd dan segenap jajaran Dewan Guru dan
Karyawan SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan. Yang telah banyak
membantu dalam pengadaan referensi-referensi sebagai bahan rujukan skripsi.
6. Segenap Bapak/Ibu dosen dan staf pengajar di lingkungan Program Studi
Pendidikan Agama Islam (PAI). Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah
menjadi jalan ilmu bagi penulis selama duduk di bangku kuliah.
7. Segenap jajaran staf dan karyawan Perpustakaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan dan Perpustakaan Utama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta yang telah banyak membantu dalam pengadaan referensireferensi sebagai bahan rujukan skripsi.

iv

8. May Jumrotul Hasanah, Adeku Tersayang. Terima kasih telah menjadi jalan
terbukanya pikiran, meluapnya semangat, sehingga langkah penulis lebih
cepat dari sebelumnya dalam menyelesaiakan skripsi ini, demi kelulusan ini.
Terima kasih telah menjadi jalan ilmu, jalan ma’rifat, jalan sabar, jalan tabah,
jalan ikhlas, jalan rido penulis kepada dia yang Maha Kasih, kepada Dia yang
Maha Sayang, kepada dia yang Maha Mengatur cerita hidup semua
hambaNya, sebagai bekal penulis menjalani cerita hidup selanjutnya.
9. Sahabat-sahabat penulis angkatan 2006/2007 yang tidak dapat penulis
sebutkan satu persatu. Terima kasih atas semua bantuan dan dukungan serta
do’anya.
Mudah-mudahan skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi
pembaca pada umumnya, serta menjadi amal baik kita semua di sisi Allah SWT.
Penulis menyadari bahwa segala bantuan dan dukungan serta doa yang penulis
terima tidak akan dapat terbayar oleh apa pun. Hanya do’a yang dapat penulis
panjatkan, semoga balasan kebaikan berlipat ganda di limpahkan oleh Allah SWT
kepada kita semua. Âmîn

Jakarta, 22 Desember 2010

M. Habib Masturi

v

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN
LEMBAR PERNYATAAN ............................................................................ i
ABSTRAK ...................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR .................................................................................... iii
DAFTAR ISI ................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ........................................................................................... viii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah ............................................................................. 1
B. Pembatasan dan rumusan masalah ............................................................. 5
C. Tujuan dan manfaat penelitian .................................................................. 5

BAB II KAJIAN TEORI
A. Perpustakaan Sekolah
1. Pengertian Perpustakaan Sekolah ........................................................... 8
2. Tujuan dan Fungsi Perpustakaan Sekolah .............................................. 10
3. Standar Perpustakaan Sekolah ................................................................ 13
4. Manfaat Perpustakaan Sekolah ............................................................... 14
5. Peran Perpustakaan Sekolah ................................................................... 16
B. Prestasi Belajar
1. Pengertian Prestasi Belajar ..................................................................... 17
2. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar .......................................... 19
3. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar .................................................... 23
C. Kerangka Berfikir dan Hipotesis
1. Kerangka Berfikir ................................................................................ 25
2. Hipotesis .............................................................................................. 26

vi

2
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................................... 27
B. Metodologi Penelitian ............................................................................... 27
C. Populasi dan Sample .................................................................................. 28
D. Teknik Pengumpulan Data ........................................................................ 28
E. Instrumen Penelitian ................................................................................. 29
F. Teknik Pengolahan Data dan Uji Korelasi ................................................. 30

BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian .......................................................... 33
B. Gambaran umum perpustakaan SMPN 9 Kota Tangsel ............................. 45
1. Peran Kepala Sekolah terhadap perpustakaan sekolah ........................... 47
2. Kerja sama antara guru dengan pegawai perpustakaan .......................... 47
3. Evaluasi ................................................................................................ 48
4. Dorongan orang tua .............................................................................. 48
5. Fasilitas Perpustakaan Sekolah ............................................................. 48
C. Deskripsi Data Hasil Penelitian ................................................................. 49
D. Tabulasi data, dan Analisis ........................................................................ 53
E. Memberikan Interprestasi terhadap angka korelasi product moment .......... 69
F. Analisis Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah terdapat Prestasi Belajar ....... 70

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
A. Kesimpulan ............................................................................................... 73
B. Implikasi ................................................................................................... 73
C. Saran-saran ................................................................................................ 77

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kisi-kisi instrument Penelitian …………………………………………………... 29
Tabel 3.2 Skor item alterative jawaban responden …………………………………………. 31
Tabel 3.3 Indeks Korelasi Product Moment ………............................................................... 32
Tabel 4.1 Struktur Organisasi ………………………………………………………………. 34
Tabel 4.2 Struktur Perpustakaan …………………………………………………………… 35
Tabel 4.3 Daftar Karyawan SMPN 9 Kota Tangsel ………………………………………..

37

Tabel 4.4 Daftar Tata Usaha dan Karyawan SMPN 9 Kota Tangsel ………………………

39

Tabel 4.5 Jumlah siswa dalam 3 tahun terakhir ……………………………………............

39

Tabel 4.6 Data Jumlah Ruangan SMPN 9 Kota Tangsel …………………………………..

41

Tabel 4.7 Jumlah koleksi perpustakaan SMPN 9 Kota Tangerang Selatan ………………..

42

Tabel 4.8 Data Fasilitas Perpustakaan SMP Negeri 9 Kota Tangsel ………………………

48

Tabel 4.9 Skoring hasil angket variabel X …………………………………………………

50

Tabel 4.10 Nilai Rata-rata raport variabel Y ……………………………………………….

51

Tabel 4.11 siswa yang suka berkunjung ke perpustakaan ………………………………….. 53
Tabel 4.12 Motivasi siswa berkunjung ke Perpustakaan Sekolah karena dorongan orang 54
lain bukan karena diri sendiri
Tabel 4.13 Guru suka memperingatkan siswa untuk berkunjung ke Perpustakaan Sekolah

54

Tabel 4.14 Dalam pembelajaran di Sekolah Guru memanfaatkan Perpustakaan …………..

55

Tabel 4.15 Siswa tidak suka meminjam buku di Perpustakaan Sekolah …………………… 56
Tabel 4.16 Siswa gemar membaca buku-buku pelajaran di Perpustakaan Sekolah ………... 56
Tabel 4.17 Dalam pembelajaran di Sekolah Guru suka mendampingi ke Perpustakaan …... 57
Tabel 4.18 Buku-buku yang ada di Perpustakaan tidak siswa manfaatkan untuk belajar ….

58

Tabel 4.19 Sarana dan prasarana yang ada di perpustakaan sekolah sudah dimanfaatkan 58
oleh siswa

viii

Tabel 4.20 Ketika berkunjung ke Perpustakaan Sekolah, siswa gunakan untuk
membaca dan mengerjakan tugas ……………………………………………… 59
Tabel 4.21 Perpustakaan yang ada di Sekolah dijadikan tempat belajar bersama …………. 60
Tabel 4.22 Siswa berkunjung ke Perpustakaan Sekolah tidak berpengaruh dalam
membantu proses belajar siswa di Sekolah …………………………………… 60
Tabel 4.23 Teman membantu kamu dalam belajar di Perpustakaan Sekolah ……………... 61
Tabel 4.24 Siswa belajar dirumah menunggu diperintah oleh orang tua ………………….. 62
Tabel 4.25 Siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru di Sekolah …………………….. 62
Tabel 4.26 Siswa memanfaatkan Perpustakaan untuk meningkatkan prestasi belajar
di Sekolah ………………………………………………………………………. 63
Tabel 4.27 Untuk mendapat nilai tugas dan nilai raport yang baik siswa mencari sumber
informasi di Perpustakaan ……………………………………………………... 64
Tabel 4.28 Siswa berkunjung ke Perpustakaan Sekolah untuk menambah wawasan dan
Pengetahuan …………………………………………………………………….. 65
Tabel 4.29 Siswa tidak memanfaatkan buku-buku di Perpustakaan dalam Proses belajar
di Sekolah ………………………………………………………………………. 64
Tabel 4.30 Buku-buku di Perpustakaan membantu siswa dalam persiapan mengadapi
ulangan harian dan ujian sekolah ………………………………………………. 66
Tabel 4.31 Tabel Perhitungan variabel X dan variabel Y ………………………………….. 67

ix

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu bentuk perwujudan kebudayaan
manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Hal tersebut terjadi sejalan
dengan perubahan kebudayaan kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan
pendidikan telah lama diupayakan di Indonesia. Dalam setiap GBHN (garis
besar haluan Negara), selalu tercantum bahwa peningkatan mutu pendidikan
merupakan salah satu prioritas pembangunan di bidang pendidikan yang
dilakukan secara berkelanjutan, berlandaskan kemampuan nasional dengan
memanfaatkan

kemajuan

ilmu

pengetahuan

dan

teknologi,

serta

memperhatikan tantangan perkembangan jaman yang mengarah pada
persaingan dunia yang tajam.
Salah satu prioritas pembangunan dibidang pendidikan dengan
Pemanfaatan perpustakaan oleh siswa secara berkelanjutan sangat erat
kaitannya dengan proses pembelajaraan yang diselenggarakan oleh instansi
pendidikan sekolah. Upaya penyelengaraan perpustakaan sekolah merupakan
upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses
belajar proses belajar mengajar 1. Hal ini karena pola pengajaran yang disebut

1

Dian Sinaga, Mengelola Perpustakaan Sekolah, (Bandung: Bejana, 2009), Cet IV, h. 15.

1

2

sebagai keterbukaan informasi untuk memperoleh sebanyak-sebanyaknya ilmu
pengetahuan hanya akan terlaksana jika siswa dapat memanfaatkan
perpustakaan, guru memberikan pelajaran-pelajaran hanya secara garis
besarnya saja, sedangkan untuk mendetailnya siswa diminta untuk mengolah
buku-buku yang ada di perpustakaan dan kemudian mata pelajaran

itu

didiskusikan. Dengan sistem seperti ini, siswa harus memanfaatkan
perpustakaan untuk mencari dan menelaah buku-buku yang ada di
perpustakaan dalam proses belajarnya. Namun, ada juga dikalangan siswa
yang tidak memanfaatkan perpustakaan dalam proses belajarnya karena
merasa bahwa bahan pelajaran yang diberikan oleh guru sudah mencukupi.
Selain itu, kurangnya tugas pengembangan bahan pelajaraan dan tugas
mandiri dari guru menyebabkan siswa tidak termotivasi untuk pergi menelaah
dan mencari bahan ke perpustakaan.
Perpustakaan merupakan pusat interaksi siswa dengan buku, sehingga
perpustakaan sangat penting dalam proses belajar. Kenyamanan dan
kelengkapan koleksi buku adalah syarat mutlak untuk meningkatkan kemauan
dan kemampuan belajar siswa. Sehingga, diperlukan pengelolaan perpustakaan
yang serius mengenai penataan perpustakaan. Karena hal ini mempengaruhi
minat siswa untuk belajar. Berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia di
perpustakaan termasuk bahan literatur, jurnal, dan majalah, hasil-hasil
penelitian serta ada juga aktifitas kebudayaan. Pendidikan pada dasarnya usaha
sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia peserta
didik dengan cara mendorong dan menfasilitasi kegiatan belajar mereka.
Dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor, 20 Tahun 2003
tentang sistem Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 dinyatakan bahwa:
“Pendidikan didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaraan agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,

3

kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, Bangsa dan Negara.”2
Penyelenggaraan

perpustakaan

sekolah

bukan

hanya

untuk

mengumpulkan dan menyimpan bahan pustaka, tetapi dengan adanya
perpustakaan sekolah diharapkan siswa secara lambat laun memiliki
kesenangan membaca yang merupakan alat fundamental untuk belajar baik di
sekolah maupun diluar sekolah.

3

Perpustakaan sekolah sebagai salah satu

sarana pendidikan penunjang kegiatan belajar siswa memegang peran yang
sangat penting dalam memacu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. 4
Menurut Abdul hakim Sudarnoto untuk memanfaatan perpustakaan
dalam kegiatan belajar mengajar akan mendapatkan prestasi akademik yang
baik atau dengan kata lain keberhasilan prestasi akademiknya sangat
dipengaruhi oleh pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber primer yang dapat
memenuhi kebutuhan informasi belajarnya.5
Maka dari itu proses belajar mengajar guru harus dapat mengarahkan
keterampilan siswa dalam hal pembinaan minat baca siswa agar siswa dapat
menjadi mandiri dalam mencari ilmu pengetahuan, pembinaan minat baca
merupakan salah satu aspek pembinaan perpustakaan, karena tujuan
perpustakaan adalah ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan
menunjang pembangunan Nasional.
Keberhasilan pendidikan dilembaga pendidikan dasar dan menengah
tergantung pada sistem pembelajaran yang di motori oleh empat
komponen utamanya, yaitu: siswa, guru, sistem kurikulum dan sarana
serta prasarana, termasuk perpustakaan. Tiga komponen pertamanya
sudah berjalan relatif lebih baik, akan tapi komponen keempatnya, dalam

2

Undang-undang Republik Indonesia nomor, 20 tahun 2003 tentang, Sistem pendidikan
Nasional, (Jakarta: CV. Eka Jaya, 2003), Cet 1, h. 4.
3
Ibrahim Bafadal, Pengolahan Perpustakaan Sekolah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006),
Cet V, h. 189.
4
Darmono, Perpustakaan Sekolah Pendekatan Aspek Manajemen dan Tata Kerja,
(Jakarta: PT.Grasindo, 2007), Cet 1, h. 1.
5
Abdul Hakim Sudarnoto, Perpustakaan dan Pendidikan Pemetaan Peran Serta
Perpustakaan dalam Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Fakultas Adab dan Humaniora UIN
Jakarta, 2007), h. 3.

4

hal ini perpustakaan, selalu terabaikan dan tidak pernah diperhatikan
secara serius.6
Perpustakaan merupakan tempatnya buku-buku dan harus dimanfaatkan
untuk dibaca. Bagaimanapun baiknya suatu buku akan tidak berguna apabila
tidak membaca. Untuk itu penulis berusaha

mencoba menganalisis peran

pemanfaatan perpustakan sekolah terhadap prestasi belajar siswa.
Banyak jalan yang ditempuh untuk mecerdasakan bangsa, antara lain
cara yang paling ampuh adalah dengan memperkenalkan akal manusia kepada
ilmu pengetahuan. Salah satu cara untuk menggali sumber ilmu pengetahuan
adalah melalui buku bacaan, seharusnya, siswa-siswa harus lebih gemar dalam
hal membaca, untuk itu maka pembaca haruslah memilih buku-buku yang
bermutu yang terdapat di perpustakaan. Jadi jelas, bahwa buku dan bacaan
lainnya adalah sumber pengetahuan yang merupakan alat untuk mencerdaskan
bangsa yang sangat efensial. Akan tetapi, kenyataan yang ada minat membaca
siswa pada masa sekarang ini, kurang mengoptimalisasikan pemanfaatan
perpustakaan yang disediakan di sekolah.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis merasa sangat perlu
untuk mencoba meneliti memecahkan permasalahan tersebut. Hal ini, yang
penulis ingin telusuri, untuk itu disinilah pentingnya masalah ini di angkat
menjadi judul. Dalam karya ilmiah ini penulis mengemasnya dalam judul.
“Pengaruh Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Terhadap Prestasi
Belajar Siswa. “Studi Kasus di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan”.

6
Abdul Hakim Sudarnoto, Perpustakaan dan Pendidikan Pemetaan Peran Serta
Perpustakaan dalam Proses Belajar Mengajar, h. 4-5.

5

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah
1. Pembatasan
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, skripsi ini akan dibatasi
dari segi objek pembahasannya yaitu, Prestasi belajar siswa kelas VIII
SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan tahun pelajaran 2009-2010.
Adapun yang dimaksud dengan penelitian ini adalah prestasi belajar,
semester 2 yang diambil dari nilai rata-rata raport yang kriterianya siswa
mendapat prestasi belajar sepuluh besar.

2. Perumusan Masalah
Agar pembahasannya teratur dan sistematis maka perlu dirumuskan
beberapa permasalahan. Permasalahan besar yang menjadi fokus penulis
adalah Bagaimana Pengaruh Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah terhadap
Prestasi Belajar Siswa di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan ?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
a. Mengetahui Sejauh mana siswa memanfaatkan perpustakaan sekolah
dalam kegiatan belajar mengajar.
b. Meningkatkan mutu kualitas prestasi siswa melalui pemanfaatan
perpustakaan Sekolah.
c. Mengetahui kendala-kendala dalam meningkatkan prestasi di sekolah.

2. Manfaat Penelitian
a. Menambah

kontribusi

keilmuan

dalam

rangka

menganalisis

pemanfaatan perpustakaan dalam meningkatkan prestasi siswa di
sekolah.
b. Mengetahui apakah ada pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah
terhadap prestasi belajar siswa di SMP Negeri 9 Kota Tangerang
Selatan.

6

c. Memberikan motivasi kepada siswa agar lebih sering memanfaatkan
koleksi bahan pustaka yang tersedia di perpustakaan sekolah sehingga
siswa dapat menambah wawasan dan pengetahuan baru.
d. Menumbuhkan minat gemar membaca dikalangan siswa-siswi di
sekolah.
e. Memberikan pemahaman tentang pentingnya fungsi perpustakaan
sekolah dalam menunjang proses belajar.
f. Agar menumbuhkan motivasi untuk lebih rajin membaca.
g. Untuk mengetahui pentingnya perpustakaan sekolah dalam proses
belajar mengajar.
h. Meningkatkan kualitas pendidikan siswa-siswi di Indonesia.

7

BAB II
KAJIAN TEORI

A. PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap manusia dengan berbagai
cara dan tindakan yang dilakukan demi memperoleh ilmu pengetahuan, Salahsatunya dengan cara mengikuti lembaga pendidikan (sekolah) dimana sekolah
merupakan wadah seseorang memperoleh ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan
dapat diperoleh jika seseorang gemar belajar dan menuntut ilmu. Sebagaimana
firman Allah SWT dalam surat Az-Zumar:

ِ‫ﺴﺘَﻮِي اﻟﱠﺬِﯾﻦَ ﯾَ ْﻌﻠَﻤُﻮنَ وَاﻟﱠﺬِﯾﻦَ ﻻَ ﯾَﻌْﻠَﻤُﻮنَ إِﻧﱠﻤَﺎ ﯾَﺘَﺬَﻛﱠﺮُ أُوﻟُﻮ اﻷَﻟْﺒَﺎب‬
ْ َ‫ﻞ ﯾ‬
ْ َ‫ﻗُﻞْ ھ‬
"Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang
yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat
menerima pelajaran." (Az-Zumar: 9).1
Dan hadits Nabi Muhammad SAW yang membicarakan tentang
keutamaan menuntut ilmu dan kedudukannya:

ُ‫ أَوْ وَﻟَﺪٍ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﯾَﺪْﻋُﻮْ ﻟَﮫ‬،ِ‫ أَوْ ﻋِﻠْﻢٍ ﯾُﻨْﺘَﻔَﻊُ ﺑِﮫ‬،ٍ‫ ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺟَﺎرِﯾَﺔ‬:ٍ‫إِذَا ﻣَﺎتَ ا ْﺑﻦُ آدَمَ ا ْﻧﻘَﻄَﻊَ ﻋَﻤَﻠُﮫُ إِﻻﱠ ﻣِﻦْ ﺛَﻼَث‬

1

Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahannya, (Jakarta: PT. Listakwarta Putra,
2003) h. 747.

7

8

"Apabila seorang keturunan Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya
kecuali dari tiga hal: shadaqah jariyyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau seorang
anak shalih yang mendo'akannya." (HR. Muslim no.1631).
Betapa besarnya kebaikan yang akan didapatkan oleh orang yang berilmu
berupa pahala dan kebaikan-kebaikan yang banyak. Dan pahala tadi akan terus
mengalir kepadanya tanpa terputus selama ilmunya disampaikan oleh muridmuridnya dari generasi ke generasi berikutnya, dan selama kitab-kitabnya dan
tulisan-tulisannya

dimanfaatkan

oleh

para

hamba

diberbagai

negeri.

Dan seperti inilah pahala dan ganjaran orang yang berilmu akan tetap sampai
kepadanya setelah kematiannya dengan sebab ilmu yang telah dia tinggalkan
untuk manusia, dimana mereka mengambil manfaat terhadap ilmunya tersebut.

1. Pengertian Perpustakaan Sekolah
Sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam pendidikan.
Sekolah memerlukan berbagai fasilitas untuk penunjang proses belajar
mengajar, salah satunya diantaranya adalah perpustakaan sekolah. Sebelum
kita definisikan perpustakaan sekolah, sebaiknya terlebih dahulu kita
memahami arti atau definisi perpustakaan sekolah dalam bahasa Indonesia,
istilah “perpustakaan” dibentuk dari kata dasar pustaka ditambah awalan “per”
dan akhiran ”an”.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia perpustakaan di artikan
sebagai kumpulan buku-buku (bahan bacaan, dsb). Secara bahasa,
“perpustakaan” berasal dari kata “Pustaka” yang berarti buku. Pustaka ialah
buku atau kitab, perpustakaan, kemudian beberapa buku dari berbagai bentuk
dan macam.2 Pada istilah “Perpustakaan sekolah” merupakan kata yang
menerangkan kata “Perpustakaan”. Memahami perpustakaan secara umum
merupakan dasar memahami perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah
merupakan bagian dari perpustakaan secara umum.

2

Daryanto, Kamus Bahasa Indonesia Lengkap, (Surabaya: Apollo, 1997 ), h. 491.

9

Banyak batasan atau pengertian tentang perpustakaan yang disampaikan
oleh para pakar di bidang perpustakaan. Beberapa pengertian perpustakaan
tersebut sebagai berikut:
a. Menurut Sutarno NS, M. Si
“Perpustakaan adalah suatu ruangan, bagian dari gedung/bangunan, atau
gedung itu sendiri, yang berisi buku-buku koleksi, yang disusun dan diatur
sedemikian rupa sehingga mudah dicari dan dipergunakan apabila
sewaktu-waktu diperlukan untuk pembaca.”3
b. C. Larasati Milburga, dkk
“Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan
koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dengan cara tertentu
untuk digunakan secara berkesinambungan oleh pemakainya sebagai
sumber informasi.” 4
c. Dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor, 43 tahun 2007 tentang
perpustakaan pada pasal 1 yang disebutkan bahwa:
“Perpustakaan adalah institusi pengelolaan koleksi karya tulis, karya cetak,
atau karya rekam secara professional dengan sistem yang baku guna
memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan
rekreasi para pemustaka”. 5
Dari beberapa pengertian di atas dapat dipahami bahwa pengertian
perpustakaan secara umum adalah suatu unit kerja yang berupa tempat
mengumpulkan, menyimpan dan memelihara koleksi pustaka baik bukubuku

ataupun bacaan lainnya

yang diatur, diorganisasikan dan

diadministrasikan dengan cara tertentu untuk memberi kemudahan dan
digunakan secara kontinu oleh pemakainya sebagai informasi.

3

Sutarno NS, Perpustakaan dan Masyarakat, edisi 1, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia,
2003), h. 7.
4
C.Larasati Milburga, Membina Perpustakaan Sekolah, (Yogyakarta: Kanisius 2001),
Cet. 10, h. 17.
5
Undang-undang Republik Indonesia nomor, 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan,
(Jakarta:Perpustakaan Nasional), h. 75.

10

Untuk lebih dapat memahami pengertian perpustakaan sekolah maka
beberapa para ahli yang mengemukakan pengertian perpustakaan sekolah
dengan berbagai sudut pandang mereka masing.
C.Larasati Milburga menyatakan bahwa “Perpustakaan sekolah
ialah suatu unit kerja dari sebuah lembaga persekolahan yang berupa
tepat penyimpanan koleksi bahan pustaka penunjang proses
pendidikan, yang diatur secara sistematis, untuk digunakan secara
berkesinambungan sebagai sumber informasi untuk perkembangan
dan memperdalam pengetahuan, baik oleh pendidik maupun yang
dididik di sekolah tersebut.”6
Menurut Soeatminah “Perpustakaan sekolah, adalah Perpustakaan
yang ada di sekolah sebagai sarana pendidikan untuk menunjang
pencapaian tujuan pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, dan
pendidikan menengah.” 7
Dari definsi tersebut dapat penulis simpulkan, bahwa perpustakaan
sekolah adalah perpustakaan yang didirikan oleh sekolah, dan berada
dilingkungan sekolah yang merupakan sarana penunjang sekolah, dengan
tujuan utamanya untuk membantu tercapainya tujuan pendidikan yang
diselengarakan oleh sekolah, dimana perpustakaan sekolah tersebut
bernaung.
2. Tujuan Dan Fungsi Perpustakaan Sekolah
a. Tujuan Perpustakaan Sekolah
Tujuan didirikanya perpustakaan sekolah tidak terlepas dari tujuan
diselenggarakannya pendidikan sekolah secara keseluruhanya, yaitu untuk
memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik (siswa atau
murid), serta mempersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan
menengah, oleh karena itu segala bahan pustaka yang dimiliki
perpustakaan sekolah harus dapat menunjang proses belajar mengajar,
maka dalam pengadaan bahan pustaka hendaknya mempertimbangkan

6

C.Larasati Milburga, Membina Perpustakaan Sekolah, h. 54.
Soeatminah, Perpustakaan Kepustakawanan dan Pustakawan, (Yogyakarta: Kanisius
1992), h. 37.
7

11

kurikulum sekolah, serta selera para pembaca yang dalam hal ini adalah
murid-murid, dengan pengadaan bahan pustaka yang menunjang
kurikulum,

diharapkan

para

siswa

mendapat

kesempatan

untuk

mempertinggi daya serap dan penalaran dalam proses pendidikan.
Menurut

Pawit

M.Yusuf

tujuan

dengan

diselengarakanya

perpustakaan sekolah ialah untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi
masyarakat dilingkungan sekolah yang bersangkutan, khusunya para guru
dan murid dan sebagai media dan sarana untuk menunjang kegiatan proses
belajar mengajar ditingkat sekolah.8 Untuk itu guru, diharapkan dapat
memperluas cakrawala pengetahuannya dalam kegiatan belajar-mengajar.
Akhirnya secara singkat dapat dikatakan bahwa perpustakaan
sekolah bertujuan untuk mempertinggi kualitas dan kemampuan keilmuan
para siswa dalam proses belajar-mengajar serta membantu memperluas
cakrawala berfikir para guru dalam lingkungan sekolah tersebut.
Menurut C.Larasati Milburga Perpustakaan sekolah bertujuan untuk
mempertinggi daya serap dan kemampuan siswa dalam proses pendidikan
serta bantuan memperluas cakrawala pengetahuan guru atau karyawan dan
lingkungan pendidikan.9
Ibrahim Bafadal menyatakan bahwa tujuan dengan adanya
perpustakaan sekolah diharapkan dapat membantu murid-murid dan guru
menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar. 10
Jadi secara singkat penulis simpulan bahwa, perpustakaan sekolah
bertujuan untuk mempertinggi kualitas dan kemampuan keilmuan para
siswa dalam proses belajar mengajar serta membantu memperluas
cakrawala berfikir para guru dalam lingkungan sekolah.

8
Pawit M. Yusuf, Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah, edisi 1, (Jakarta:
Kencana, 2007), Cet II, h. 2.
9
C.Larasati Milburga, Membina Perpustakaan Sekola, h. 57.
10
Ibrahim Bafadal, Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, h. 5.

12

b. Fungsi Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan sekolah berfungsi sebagai pusat sumber belajarmengajar, perpustakaan juga berfungsi membantu program pendidikan
pada umumnya, yang sesuai dengan tujuan kurikulum masing-masing
instansi sekolah masing-masing, untuk mengembangkan kemampuan anak
menggunakan sumber informasi, untuk kebutuhan para siswa dan pemakai
perpustakaan sekolah.
Perpustakaan sekolah berfungsi sebagai sarana yang menyediakan
bahan-bahan pustaka yang mengandung unsur hiburan yang sehat dan
bermanfaat.11
Fungsi serta manfaat perpustakaan sekolah pada umumnya dan
perpustakaan sekolah

pendidikan guru pada khususnya kiranya dapat

dirumuskan sebagai berikut:
1. Perpustakaan sebagai sarana penunjang pendidikan.
2. Perpustakaan merupakan sumber pembinaan kurikulum.
3. Perpustakaan sebagai sarana proses mengajar atau belajar.
4. Perpustakaan sebagai sarana penanaman dan pembinaan minat baca.
5. Perpustakaan dan penanaman disiplin.12
Dari beberapa fungsi yang disebutkan oleh para ahli diatas, dapat
disimpulkan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai pusat kegiatan
pembelajaran, untuk menunjang proses pebelajaran dilingkungan sekolah
baik untuk guru dan siswa.
Untuk itu para siswa atau guru diharapkan memiliki rasa ingin dalam
memanfaatkan perpustakaannya, dalam hubungan ini bisa dikemukakan
bahwa jika para siswa diharapkan mempergunkan perpustakaan, maka
pimpinan sekolah dan para guru harus terlebih dulu memberi contoh
dalam menggunakan perpustakaan itu, dengan kata lain kalau para siswa

11

Dian Sinaga, Mengelola Perpustakan Sekolah, h. 26.
Noerhayati Soedibyo, Pengelolaan Perpustakaan, jilid I, (Bandung: P.T Alumni,
1987), Cet I, h. 86.
12

13

diharapkan suka membaca, maka pertama-tama para siswa harus tahu
bahwa

para

gurunya

senang

membaca,

senang

memanfaatkaan

perpustakaan. Agar fungsi-fungsi dalam perpustakaan sekolah dapat
berfungsi sebagaimana mestinya untuk menciptakan tujuan pembelajaran
disekolah tercapai.

3. Standar Perpustakaan Sekolah
Pemerintah Indonesia melalui Undang-undang nomor, 43 Tahun 2007
tentang perpustakaan yang kemudian secara eksplisit diatur melalui peraturan
Pemerintahan bab III pasal 11 tahun 2007 tentang Standar Nasional
Perpustakaan, di sebutkan bahwa:
Standar Nasional Perpustakaan terdiri atas:
a. Standar koleksi
b. Standar sarana dan prasarana
c. Standar pelayanan perpustakaan
d. Standar tenaga perpustakaan
e. Standar penyelenggaraan dan
f. Standar pengelolaan.13
Menurut Noerhayati Soedibyo, standar perpustakaan sekolah itu
umumnya memberikan ketentuan-ketentuan tentang hal-hal sebagai berikut:
a. Personil,

yaitu

kualifikasi staf perpustakaan; pendidikannya dan

pengalaman-pengalamanya jumlah personal yang diperlukan dibandingkan
dengan jumlah unit bahan pustaka yang ada.
b. Bahan Pustaka, yaitu ketentuan-ketentuan tentang jumlah buku-buku dan
bahan-bahan lain.
c. Pembiayaan, yaitu biaya minimal yang harus ada untuk pemeliharaan dan
pertumbuhan perpustakaan itu. Biasanya biaya itu ditentukan per jiwa
misalnya : Permurid Rp.10.000,- setahun.

13

Undang-undang Republik Indonesia No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, h. 8-9.

14

d. Ruang perpustakaan dan inventaris (alat dan perabotan), biasanya
ditentukan menurut jumlah murid.
e. Organisasi, guna menentukan agar perpustakaan sekolah mengklasifikasi
dan mengkatalog bahan-bahan pustaka.
f. Program dan tujuan, untuk menentukan agar sekolah-sekolah memakai
bahan pustaka sebagai alat dalam pelajaran.
g. Standar pelayanan untuk menentukan jumlah jam pelajaran yang diberikan
dan aspek-aspek lain mengenai pelayanan itu.14
Jadi, untuk menjalankan agar perpustakaan sekolah sebagaimana mestinya
atau dengan kata lain dapat bermanfaat dalam mencapai tujuan

haruslah

mengacu kepada standar perpustakaan sekolah, agar perpustakaan di sekolah
dapat menunjang prioritas pendidikan bagi guru dan siswa dalam proses
belajar-pembelajaran dilingkungan sekolah.

4. Manfaat Perpustakaan Sekolah
Penyelenggaraan

perpustakaan

sekolah

bukan

hanya

untuk

mengumpulkan dan menyimpan bahan-bahan pustaka, tetapi dengan adanya
penyelenggaraan perpustakaan sekolah diharapkan dapat membantu muridmurid dan guru menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar.
Sesuai dengan namanya, perpustakaan sekolah tentu berada disekolah,
dikelola oleh sekolah, dan berfungsi untuk sarana kegiatan belajar-mengajar,
penelitian sederhana, menyediakan bahan bacaan guna menambah ilmu
pengetahuan,

sekaligus

rekreasi

sehat

disela-sela

kegiatan

belajar.

Perpustakaan sekolah sangat bermanfaat dalam menunjang penyelenggaraan
dan proses belajar mengajar. Oleh karena itu pada prinsipnya setiap sekolah
diwajibkan menyediakan perpustakaan,dan perpustakaan merupakan bagian
dari kegiatan sekolah.

14

Noerhayati Soedibyo, Pengelolaan Perpustakaan, h. 128-129.

15

Keberadaan perpustakaan di suatu lembaga pendidikan adalah tepat
sekali karena dapat membantu dan meningkatkan tugas para pendidik dan juga
membantu siswa dalam studinya. Bahan koleksi yang bermacam-macam yang
disusun secara sistematis ditambah lagi lengkapnya fasilitas yang tersedia
serta mendapat pelayanan yang baik, maka akan membangkitkan minat siswa
yang tinggi untuk memanfaatkan perpustakaan sehingga ia tidak akan
menyianyiakan waktu kosong mereka untuk melakukan hal-hal yang tidak
bermanfaat, misalnya minat siswa-siswa yang cerdas yang pada gilirannya
akan tercapai tujuan pendidikan yang dikehendaki.
Sedangkan mengenai manfaat perpustakaan sekolah secara terinci yang
dikemukakan oleh Ibrahim Bafadal adalah sebagai berikut:
a. Perpustakaan sekolah dapat menimbulkan kecintaan murid-murid terhadap
membaca.
b. Dapat memperkaya pengalaman belajar murid
c. Dapat menentukan kebiasaan belajar sendiri.
d. Dapat mempercepat penguasaan teknik membaca.
e. Dapat membantu perkembangan kecakapan membaca.
f. Dapat melatih murid-murid ke arah tanggung jawab.
g. Dapat memperlancar murid-murid dalam menyelesaikan tugas-tugas
sekolah.15
Perpustakaan

sekolah

tampak

bermanfaat

apabila

benar-benar

memperlancar pencapaian tujuan proses belajar mengajar di sekolah, indikasi
manfaat tersebut berupa tingginya prestasi murid-murid, terbiasa belajar
mandiri, dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Jadi dapat disimpulkan, perpustakaan dapat bermanfaat dengan baik jika
bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan sekolah harus dapat menunjang
proses belajar mengajar, agar dapat menunjang proses belajar mengajar, maka

15

Ibrahim Bafadal, Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, h. 5-6.

16

dalam pengadaan bahan pustaka hendaknya mempertimbangkan kurikulum
sekolah, serta selera para pembaca dalam hal ini adalah murid-murid.

5. Peran Perpustakaan Sekolah
Peran sebuah perpustakaan adalah bagian dari tugas pokok yang harus
dijalankan didalam perpustakaan, oleh karena itu peran yang harus dijalankan
itu ikut menentukan dan mempengaruhi tercapainya misi dan tujuan
perpustakaan.
Noerhayati Soedibyo menyebutkan peran perpustakaan ada tujuh yaitu:
a. Peran perpustakaan sebagai sarana penunjang pendidikan, dalam hal ini
perpustakaan jelas berperan sebagai pencatat, penglestarian pengetahuan
dan kebudayaan manusia. Di pihak lain, pendidikan pada dasarnya
merupakan proses pemindahan dan pewarisan kebudayaan dan
pengetahuan.
b. Perpustakaan merupakan sumber pembinaan kurikulum, Perpustakaan
sekolah yang baik merupakan sumber memberikan bahan pelengkap dalam
penyusunan dan pembinaan kurikulum.
c. Perpustakaan sebagai sarana proses mengajar atau belajar, para siswa yang
ingin lebih mendalam suatu topik, mengerjakan tugas, membuat laporan
dan sebagainya bisa dibantu dengan fasilitas-fasilitas yang ada di
perpustakaan.
d. Perpustakaan sebagai sarana penanaman dan pengembangan minat baca
perpustakaan harus pula menyediakan buku-buku bacaan yang menarik
yang akan menggugah kesenangan membaca, dan mendorong siswa untuk
terus gemar membaca.
e. Perpustakaan dan peran disiplin.
f. Perpustakaan dan rekreasi, perpustakaan hanya menyediakan bahan-bahan
bacaan yang bersifat menghibur sehat seperti roman, puisi, cerpen.
g. Untuk memenuhi kebutuhan penelitian para siswa, perpustakaan harus
menyediakan bahan-bahan yang diperlukan seperti, laporan, kamus
esiklopedi.16
Jadi dapat disimpulkan peran Perpusakaan sekolah adalah sebuah pusat
pendidikan di sekolah yang dapat menunjang pengajaran dan pembelajaran
bagi guru dan siswa agar tercapai tujuan pendidikan di sekolah.

16

Soedibyo Noerhayati, Pengelolaan Perpustakaan, h. 87-89.

17

B. PRESTASI BELAJAR
1. Pengertian Prestasi Belajar
Dalam pengertian yang umum atau lebih

popular, belajar adalah

mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari
seseorang yang lebih tahu atau sekarang ini dikenal dengan guru, dalam
belajar pengetahuan tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga
akhirnya menjadi banyak. Orang yang banyak pengetahuannya diidentifikasi
sebagai orang yang banyak belajar, sementara orang yang sedikit
pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang sedikit belajar, dan orang
yang tidak berpengetahuan dipandang sebagai orang yang tidak belajar.
Adapun tujuan inti dalam proses belajar mengajar adalah untuk
mengetahui sejauh mana kemajuan peserta didik. Oleh karena itu, evaluasi
sangat penting. Evaluasi dapat diartikan “penilaian terhadap tingkat
keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah
program”.17 Jadi fungsi dari evaluasi adalah agar guru dapat mengetahui
sampai sejauh mana kemampuan para siswa dan siswi dalam menerima ilmu
pengetahuan yang disampaikan oleh guru.
Dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah, proses kegiatan belajar dan
mengajar merupakan suatu kegiatan yang paling pokok, karena berhasil
tidaknya pencapaian tujuan pendidikan tergantung pada proses belajar
mengajar yang dialami oleh siswa. Oleh karena itu, prestasi erat kaitanya
dengan belajar.
Pada dasarnya

belajar

merupakan proses yang

mengakibatkan

perubahan-perubahan. Proses tersebut dilakukan baik secara formal maupun
informal. Secara formal, berarti seseorang melalui tahapan belajar pada suatu
lembaga tertentu yang secara resmi dikelola oleh manusia tertentu dan
mengikuti suatu model pembelajaran tertentu pula.

17

Muhibbin Syam, Pisikologi Pendidikan dengan Pendekataan Baru, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 2010), Cet 15, h. 139.

18

Menurut S. Nasution prestasi belajar adalah suatu perubahan individu
yang belajar, perubahan tidak hanya mengenai pengetahuan juga membentuk
kecakapan, kebiasaan diri pribadi individu yang belajar. 18
Dari beberapa pengertian diatas dapatlah disimpulkan bahwa prestasi
belajar adalah suatu hasil yang diperoleh setelah proses belajar berlangsung,
yaitu dengan cara penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang dibuktikan
dalam tes belajar dan hasil akhirnya dalam bentuk nilai.
Adapun pengertian belajar adalah yang berproses dan merupakan unsur
yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang
pendidikan. sebagian orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata
mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk
informasi atau materi pelajaran. Menurut beberapa ahli mendefinisikan belajar
ialah:
Alisuf Sabri mengemukakan bahwa, belajar adalah “Proses perubahan
tingkah laku sebagai akibat pengalaman atau latihan”. 19
M. Dalyono, berpendapat belajar adalah “perubahan-perubahan lahir dan
batin, tidak hanya perubahan-perubahan yang tidak dapat diamati, perubahan
yang positif, yaitu perubahan yang menuju ke arah kemajuan atau kearah
perbaikan.”20
Menurut Syaiful Bahri Djamarah belajar adalah serangkaian kegiatan
jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari
pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut
kongnitif, afektif, dan pisikomotorik. 21
Menurut Ngalimi Purwanto belajar merupakan suatu perubahan dalam
tingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang

18
19

55.

20
21

13.

S. Nasution, Didaktik Dasar-dasar Mengajar, (Bandung: Jemmars, 1995), h. 25.
M. Alisuf Sabri, Pisikologi Pendidikan, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1996), Cet II, h.
M. Dalyono, Pisikologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), Cet IV, h. 210.
Syaiful Bahri Djamarah, Pisikologi Belajar, edisi II, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h.

19

lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang
lebih buruk. 22
Menurut Chalidjah Hasan belajar ialah suatu aktivitas mental/psikis yang
berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan yang menghasilkan
perubahan dalam pengetahuan, sikap dan keterampilan. 23
Sedangkan menurut Zikri Neni Iska belajar adalah proses perubahan dari
belum mampu menjadi sudah mampu, terjadi dalam jangka waktu tertentu.24
Jadi dapat disimpulkan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan
seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baik secara
keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri maupun dalam interaksi
dengan lingkungan.

2. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Prestasi belajar yang dicapai seorang individu merupakan hasil interaksi
antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam diri (faktor
internal) maupun dari luar individu (faktor eksternal). Pengenalan terhadap
faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar penting sekali artinya dalam
rangka membantu murid dalam mencapai prestasi belajar yang sebaikbaiknya.
Prestasi belajar merupakan suatu hasil dari proses belajar mengajar,
dimana didalamnya terdapat beberapa faktor yang saling mempengaruhi.
selajutnya tinggi rendahnya, besar kecilnya prestasi belajar dipengaruhi oleh
faktor-faktor tersebut.
Faktor

yang

mempengaruhi belajar

menurut H.M.Alisuf Sabri

mengatakan “bahwa ada berbagai faktor yang mempengaruhi hasil belajar

22
Ngalimi Purwanto, Pisikologi Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007),
Cet 23, h. 85.
23
Chalidjah Hasan, Pisikologi Pendidikan, (Surabaya: Al-Ikhlas, 1994), Cet 1, h. 84.
24
Zikri Neni Iska, Pisikologi:Pengantar Pemahaman Diri dan Lingkungan, (Jakarta: Kizi
Brother’s, 2008), Cet II, h. 82.

20

siswa yang secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan
eksternal”.
a. Faktor Internal Siswa (yang berasal dari dalam diri)
1) Faktor fisikologis siswa, seperti kondisi kesehatan dan kebugaran fisik,
serta kondisi panca indranya terutama penglihataan dan pendengaran.
2) Faktor pisikologis siswa, seperti minat, bakat, intelegensi, motivasi, dan
kemampuan-kemapuan

kognitif

seperti

kemampuan-kemampuan

kognitif seperti kemampuan pengetahuan (bahan apersepasi) yang
dimiliki siswa.
b. Faktor Eksternal Siswa (yang berasal dari luar diri)
1) Faktor lingkungan siswa, Faktor ini terbagi dua, yaitu pertama faktor
lingkungan alam atau non sosial seperti keadaan suhu, kelembaban
udara, waktu, letak sekolah, dan sebagainya. kedua faktor lingkungan
sosial seperti, manusia dan budayanya.25
Untuk melengkapi rumusan di atas tentang faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi prestasi belajar siswa, disini penulis mengutip rumusan dari
Sumandi Suryabrata dalam bukunya “Psikologi Pendidikan”, dan Muhibbin
Syam dalam bukunya “Pisikologi Pendidikan dengan pendekatan baru”.
1. Faktor Internal (yang berasal dari dalam diri siswa)
Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang
sedang belajar mencakup faktor fisiologis dan pisikologis.
a. Faktor fisiologis yang terdiri dari kondisi jasmani pada umumnya
terutama fungsi-fungsi panca indra.
1) Jasmani pada umumnya ini dapat dikatakan melatar belakangi
aktifitas belajar;

keadaan jasmani

yang

segar

akan

lain

pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar. jika

25

M. Alisuf Sabri, Pisikologi Pendidikan, h. 59-60.

21

fisiknya tidak sehat maka belajarnyapun akan terganggu karena
tidak konsentrasi.
2) Panca indra adalah bagian-bagian tubuh yang berfungsi untuk
menerima rangsangan sesuai dengan modalitas masing-masing.
Jika panca indranya terdapat kekurangan maka itu akan
mempengaruhi dirinya dalam belajar karena akan mengalami
kesulitan.26
b. Faktor psikologis menurut muhibbin syam, yang terdiri dari
kecerdasan siswa, sikap siswa, bakat siswa, minat s

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23