Pemikiran Anwar Ibrahim tentang Konsep Masyarakat Madani dan Relevansinya dengan Politik di Malaysia

PEMIKIRAN POLITIK ANWAR IBRAHIM
TENTANG KONSEP MASYARAKAT MADANI
DAN RELEVANSINYA DENGAN POLITIK DI MALAYSIA

SKRIPSI
Diajukan untuk melengkapi dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Sosial

ANISMA ZULFIANI
040906069

DEPARTEMEN ILMU POLITIK
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2008

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN
PEMIKIRAN POLITIK ANWAR IBRAHIM
TENTANG MASYARAKAT MADANI
DAN RELEVANSINYA DENGAN POLITIK DI MALAYSIA

SKRIPSI
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang
pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi.
Dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang
pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu
dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Medan, Maret 2008

Anisma Zulfiani
NIM. 040906069

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Halaman Persetujuan
Skripsi ini disetujui untuk diperbanyak dan dipertahankan oleh:
Nama

: Anisma Zulfiani

Nim

: 040906069

Departemen : Ilmu Politik
Judul

: PEMIKIRAN POLITIK ANWAR IBRAHIM
TENTANG MASYARAKAT MADANI DAN
RELEVANSINYA DENGAN POLITIK DI MALAYSIA

Medan, Maret 2008

Menyetujui
Ketua Departemen
Ilmu Politik

( Drs. Heri Kusmanto. MA)
NIP. 132 215 084

Dosen Pembimbing

Dosen Pembaca

(Warjio.SS. MA. Dipl)
NIP. 132 316 810

(Indra Kesuma Nst. SIP.MSi)
NIP. 132 313 749

Mengetahui
Dekan FISIP USU

(Prof. Dr. M. Arif Nasution. MA)
NIP. 131 757 010

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Halaman Pengesahan

Skripsi ini telah dipertahankan dihadapan panitia penguji skripsi Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Dilaksanakan pada
Hari/Tanggal :
Pukul

:

Tempat

: Ruang Sidang FISIP USU

Tim Penguji

Tanda Tangan

Ketua Penguji

Pembimbing I/Penguji

Penguji Tamu

Universitas Sumatera Utara

Lembar Persembahan
Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam
kesibukan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar-rahman : 29-30)
Jika kamu menghitung nikmat Allah,niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.
(Ibrahim: 34)
Sekelumit kata-kata ini takkan mungkin bisa menggantikan keinginan
hati yang sebenarnya untuk mengungkapkan terimakasih kepadamu
Ibu,kepadamu Ayah. Hanya saja ananda berharap ini bisa mewakili sedikit
perasaan Sekelumit ananda terhadapmu Ibu,terhadapmu Ayah.
Ibu, kaulah sumber Cinta,kasih sayang dan perlindungan. Kau ada di
saat ananda membutuhkanmu,disaat ananda butuh seorang untuk menjadi
penopang dalam kegalauan dan kerisauan hatiku. Ibu, kaulah yang
mengajarkan ananda memahami makna hidup,kaulah yang mengajarkan
ananda untuk dapat berdiri tegak menghadapi segala rintangan dalam
hidup ini. Ibu, kaulah yang mengenalkan pada ananda bahwa hidup ini
bukan hanya untuk kenikmatan dunia tapi ada akhirat yang kekal. Ibu,
kaulah yang menanamkan dalam hati ananda bahwa ”Setiap kita pasti akan
meninggalkan dunia ini, tapi yang ALLAH lihat adalah amalan kita selama
hidup di dunia”. Ibu, ntah kata apa yang bisa ananda kiaskan untuk
pengorbanan mu,untuk semua yang telah engkau lakukan untuk ananda.
Dan Ayah,engkaulah orang yang mengajarkan ketegaran pada
ananda. Engkaulah yang memberi ananda kekuatan untuk menjalani segala
ujian yang pernah kita lalui bersama. Ayah, setiap tetes keringatmu adalah
perjuanganmu menjadikan ananda seperti ini. Harapanmu yang besar
kepada ananda adalah bekal ananda menjalani masa depan yang lebih baik.
Dengan segala cinta dan sayang ananda padamu Ibu,padamu Ayah.
Ananda ucapkan TERIMAKASIH yang takkan pernah berakhir,dan inilah
persembahan ananda untukmu Ibu,untukmu Ayah. Sebuah karya tulis untuk
ibuku RISMAWATI dan ayahku ZULKIFLI. Semoga ridho ALLAH selalu
menyertai langkah dan segenap usahamu untuk menjadikan anak-anakmu
sebagai jundi-jundi dan jundiah ALLAH. Amin ya rabbal a’lamin........

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Segenap jiwa bersimpuh sujud dihadapan yang Maha Khalik pemilik alam
semesta,pencipta siang dan malam,pemilik udara yang selalu dihirup umat
manusia,DIAlah ALLAH SWT yang memberikan akal kepada umat manusia untuk
berpikir,memberi hati untuk bisa merasakan kesengsaraan dan kenikmatan di dunia.
Yang memberikan nikmat Iman,Islam dan Ihsan sehingga umat manusia dapat
menjalankan kehidupan di dunia dengan aturan yang jelas sehingga menjadikan umat
manusia sebagai manusia yang beradab dan bermoral. Dan yang memberikan waktu
yang terus berputar sehingga umat manusia dapat beribadah kepadaNya dan
melaksanakan aktivitas keduniawian. Dan karena rahmatNya penulis dapat
menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul Pemikiran Anwar Ibrahim tentang
Konsep Masyarakat Madani dan Relevansinya dengan Politik di Malaysia. Tidak lupa
juga sholawat dan salam dengan sejuta kerinduan ingin berjumpa dengan seorang
manusia sederhana yang Ummi dan menjadi penerima wahyu terakhir yang
mengajarkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar,Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri
tauladan umat manusia dan telah membumikan Al Qur’an sebagai solusi atas segala
permasalahan umat manusia.
Penulisan skripsi ini dilakukan sebagai syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana
Sosial

pada

Departemen

Politik,Universitas

Sumatera

Ilmu

Politik,Fakultas

Utara.

Butuh

Ilmu

jutaan

Sosial

detik

yang

dan

Ilmu

berganti

menit,jam,hari,minggu dan bulan untuk menyelesaikan skripsi ini. Yang dalam
pembuatannya tidak jarang kendala datang menerpa,baik kendala dari luar maupun
dari dalam diri sendiri. Menggugah keteguhan untuk berlari ke arah lain.

Universitas Sumatera Utara

Skripsi ini penulis susun berdasarkan literatur yang berkaitan dengan Anwar
Ibrahim dan Masyarakat Madani, tentang perjalanan hidupnya,karir politiknya,serta
pemikirannya. Ditamba dengan referensi lain yang membantu dalam penulisan skripsi
ini.
Tiada kata yang pertama kali penulis ucapkan, kepada ALLAH SWT yang
dengan campur tanganNya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Kepada
Rasullullah Muhammad SAW yang perjalanan hidupnya menjadi motivasi bagi
penulis untuk terus berjuang dalam penyelesaian skripsi ini sebagai bentuk sebuah
perjuangan kecil untuk agama ini (Islam rahmatan lil a’lamin). Kepada kedua
orangtua penulis Ibunda RISMAWATI dan Ayahanda ZULKIFLI (semoga kita semua
kuat melalui ujian yang Allah beri kepada keluarga kita sebagai tanda cinta dan
kasihNya kepada kita,amin). Terimakasih kepada adik-adik penulis yang selalu
mengirimkan doa’-doa’ nya dari jauh, BAYU ZULFANSYAH, ZUL FITRA JAYA
DAN MUHAMMAD ZUL ADLIANSYAH (terimakasih telah menjadi pandawapandawa kakak, i love u all).
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Warjio.
SS.MA. Dipl (terimakasih atas semua bimbingannya), Bapak Indra Kesuma Nst.
SIP,MSi (sebagai dosen pembaca) yang telah bersedia membimbing penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini, baik masukan,kritikan-kritikan atau koreksi atas
kekurangan dan kesalahan penulis. Selanjutnya penulis mengucapkan terimakasih
kepada :
1. Bapak Prof. DR. M. Arif Nasution,MA. Selaku Dekan FISIP USU
2. Bapak Drs. Heri Kusmanto. MA, selaku Ketua Departemen Ilmu Politik
3. Seluruh staff pengajar Departemen Ilmu Politik yang membukakan jendela
ilmu yang selama ini belum terkuak bagi jiwa yang haus ilmu. Terimakasih

Universitas Sumatera Utara

untuk semua pencerahan yang diberikan. Khususnya untuk Ibu Rosmery
Sabri yang menjadi dosen wali penulis selama menuntut ilmu di Departemen
Ilmu Politik.
4. Untuk kak Uci dan bang Rusdi yang bersedia diganggu waktunya untuk
membantu penulis dalam hal administrasi.
5. My Teddy Bear yang selalu memberikan semangat disaat anis mulai di
rasuki penyakit malas,yang tak pernah bosan mengingatkan anis untuk
segera menyelesaikan skripsi ini. Denganmu penulis bisa lebih tegar
menghadapi semua rintangan dan hambatan dalam hidup ini. Satu kalimat
yang akan selalu anis ingat darimu ”Orang yang ingin maju tidak akan
pernah putus asa dan selalu berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari”.
Thank’s for everything. Terimakasih atas kesabaranmu dalam menghadapi
tingkah polah anis yang terkadang sangat egois. Makasi juga atas semua
nasehatnya yang buat anis lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak. 
6. Untuk teman-temanku di IlPol’04 yang menghadirkan suasana persaudaraan
yang baru dalam hidupku. Terimakasih atas dukungan yang selalu kalian
beri untuk anis. Anis tidak akan melupakan kebersamaan kita yang penuh
canda tawa dan terkadang dibarengi dengan perselisihan-perselisihan kecil.
To:Aris, Hari, Andri, Agung, Fuad Lbs, Ilham yang entah dimana
sekarang,kemana aja sih am? (makasih dah jadi teman diskusi anis), The
Kincit yang selalu buat anis ketawa. Amel,Heni, Fera, Irna, Cut (tetap
istiqomah dengan jilbabnya ya....., untuk Lia (kapan neh bisa berhijab?). Dan
juga teman-teman yang lain,maaf ya gak disebutin disini,yang penting nama
kalian ada di hati anis.

Universitas Sumatera Utara

7. Untuk adik-adik ku di Ilmu Politik, Ika, Novi, Wulan, Vina dan yang
lainnya. Adik-adikku di Komunikasi, Arifah,Afifah,Dea,Wana. Adik-adikku
di Kessos, Dewi, Adel. Tetap istiqamah ya dek? Tetap semangat!!!!
8. Untuk teman-teman seperjuangan anis di UKMI As-Siyasah FISIP USU.
Astifa (afwan ya ukh,anis ambil start duluan wisudanya. Ayo cepetan
wisudanya), Saras mitha yang lucu,ayo neng lekas-lekas di selesaikan
skripsinya, Iffah maaf ya kalau anis sering mengecewakan Iffah (jangan
males ngerjain skripsinya dong Fah,ayo harus bisa bagi waktu). Yelmis
(kapan ni nyusul?), Siti,Fiqi,Widi,Indah,Nazlia,Eli,Siska. Tetap semangat
ya! Ingat ! ”Dakwah gak butuh kita tapi kita yang butuh dakwah”. Teruskan
perjuangan kita untuk menjadikan FISIP sebagai kampus Islami. Allahu
Akbar!!!!!!!!!!  afwan ya kalau ada nama yang gak disebut.
9. Untuk Kawan-kawan di CERIC FISIP USU, Siti, Fiqi, Iffah, Iqbal, Mulya,
Rasadi, Arif. Maaf ya belakangan ini kakak hilang ditelan bumi.
10. Untuk saudara-saudara anis di YP2M. Bu Teteh, Kak Anim, Kak Dijah, Kak
Nuri, Asti, Iffah, Yolanda. Terimakasih atas kebersamaannya. Dan juga
kepada mbak-mbak jamu di Halat dan Karya Tani,terimakasih karena anis
banyak belajar dari kalian 
11. Untuk kawan-kawan di FLP, kak Yuyun, Kak Ifa, Bang Fadli, Bang Sukma,
Robi, Asti dan yang lainnya. Maaf ya anis gak pernah muncul lagi ni di
Rumcay. Dah kangen ni sama kalian semua. 
12. Buat nenekku tersayang,makasi atas semua doa’ yang tak pernah berhenti
untuk cucumu yang bendel ini. Untuk Umi ku terkasih, anis Cuma mo bilang
”Umi Ndut”.

Universitas Sumatera Utara

13. Untuk keluarga besar ku di Medan, keluarga Pakde Lilik, Pakde Indun dan
semuanya yang gak bisa disebutin satu persatu disini.
14. Untuk keluarga Abah dan Uwak Utun , Kak Afni dan Bang Zen, Tari dan
Arif di Perawang. Anis kangen ni pengen kesana lagi  Oya untuk si kecil
Salsabila, gak pernah ketemu ni kakak pengen nyubit pipinya. Tunggu kakak
di perawang ya.
15. Untuk teman-teman yang tidak akan pernah anis lupakan, chayo buat temanteman di asrama. Buat Sari (bibik yang mentel,ayo cepetan dong seminar
biar cepet nyusul ni), Amah (si kiting yang baik hati,target harus dicapai
buk!), Amel (kurangi volume suara mel), K’ Riri (wisudanya barengan ni),
Siah (Ayo cepetan nyusul), K’Dina, Lili, Lia, Tika, K’ Umi (walaupun dah
gak sama-sama lagi,mudah2an ukhuwah kita tetap terjaga ya kak), Leni
(Kangen ni ), dan buat kakakku yang cerewet tapi selalu ngingetin anis
kalau anis salah,kak wirwir, walaupun dirimu nun jauh disana tapi terasa
dekat di hati,mudah2an ukhuwah kita terus terjalin ya kak. Bu dosen kapan
ni launching gaji pertama? 
16. Dan yang tidak bisa anis lupakan sahabat anis Ari dan Afni. I luv u all.
Amah, Mira, Heni, Lia dan semua temen-temen SMUNDA, kapan kita
reunian lagi?

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Halaman
Persetujuan……………………………………………………………….

i

Pernyataan………………………………………………………………..

ii

Persembahan...............................................................................................

iii

Kata Pengantar...........................................................................................

iv

Daftar Isi.....................................................................................................

vii

Lampiran..................................................................................................... ix
Abstrak.......................................................................................................

x

BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah……………………………………...

1

1.2 Perumusan Masalah…………………………………………... 8
1.3 Pembatasan Masalah………………………………………….. 9
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian……………………………….. 9
1.4.1

Tujuan Penelitian…………………………………. 9

1.4.2

Manfaat Penelitian………………………………... 10

1.5 Tinjauan Pustaka…………………………………………….... 10
1.5.1 Konsep Masyarakat Sipil……………………………… 10
1.5.2 Konsep Masyarakat Madani…………………………... 16
1.6 Metodologi Penelitian……………………………………….... 22
1.6.1

Jenis Penelitian…………….……………….….....

22

1.6.2

Teknik Pengumpulan Data….………………........

25

1.6.3

Teknik Analisa Data………………………...........

25

BAB II : BIOGRAFI POLITIK ANWAR IBRAHIM
2.1 Latar Belakang Pendidikan....................................................... 28
2.2 Pendirian ABIM........................................................................ 30
2.3 Karir Politik Anwar Ibrahim...................................................... 32
2.3.1 Karir Politik Anwar di Pemerintahan............................ 35
2.3.2 Karir Politik Anwar di UMNO...................................... 37
2.4 Pemecatan Anwar Ibrahim dan Suara Reformasi...................... 40
2.5 Karir Politik Anwar setelah Keluar dari Penjara........................ 51
2.5.1 Partai Keadilan Rakyat (PKR)....................................... 53

Universitas Sumatera Utara

2.5.1.1 Latar Belakang Partai Rakyat Malaysia (PRM)....... 54
2.5.1.2 Latar belakang Partai Keadilan Nasional
(KeADILan)................................................... ......... 56
2.5.1.3 Kerjasama KeADILan dan PRM............................. 57
2.5.2 Pemilihan Umum Malaysia............................................. 59

BAB III ANALISIS DATA
3.1 Pemikiran Politik Anwar Ibrahim tentang Konsep Masyarakat
Madani.....................................................................................

61

3.1.2 Perkembangan Masyarakat Madani.............................. 66
3.2 Masyarakat Madani dan Demokrasi.........................................

78

3.3 Relevansi Masyarakat Madani dengan Politik di Malaysia...... 90

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan...............................................................................

101

4.2 Saran.........................................................................................

104

DAFTAR PUSTAKA

Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN
Foto-foto Anwar Ibrahim
 Anwar Ibrahim
 Anwar Ibrahim digandeng masuk ke Mahkamah
 Anwar Ibrahim dalam tahanan Polisi ”Mesra”
 Anwar Ibrahim setelah bebas
 Wan Azizah Wan Ismail (Istri Anwar Ibrahim)
 Anwar bersama Istri di Munich setelah operasi tulang belakang (2004)
 Anwar di Perhimpunan BERSIH
 Anwar Ibrahim bersama Kofi Anan
 Anwar Ibrahim bersama anaknya di washington DC
 Anwar Ibrahim bersama anaknya di Afrika Selatan setelah bebas dari penjara
 Anwar Ibrahim di Stanford
 Anwar Ibrahim bersama masyarakat Islam Cape
 Anwar Ibrahim bersama komunitas India di Ijok
 Anwar Ibrahim bersama Partai Keadilan Rakyat merayakan tahun baru cina
 Dialog di London School of Economic
 Anwar Ibrahim dalam seminar tentang Demokrasi di Negara Muslim
 Anwar Ibrahim di Bangkok,Thailand
 Anwar Ibrahim di Manila, Filipina
 Bendera Barisan Alternatif (BA)
 Petikan Wawancara Anwar Ibrahim dengan Ahmad Muhajir yang diterbitkan di
Media Indonesia
 Tulisan Anwar Ibrahim yang berjudul ”Politik Perbandingan :Perbandingan
Masyarakat Sivil dan Masyarakat Madani

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAKSI
Judul : Pemikiran Politik Anwar Ibrahim Tentang Masyarakat Madani
dan Relevansinya dengan Politik di Malaysia

Nama

: Anisma Zulfiani

Nim

: 040906069

Departemen : Ilmu Politik
Fakultas

: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Pemikiran politik adalah bagian dari studi politik yang mengkaji pemikiran
seorang tokoh. Salah satu bentuk kajian dalam pemikiran tokoh adalah studi
tokoh.

Studi

tokoh

pemikiran/gagasan
Pengkajian

adalah

seorang

meliputi

latar

pengkajian

secara

pemikir,keseluruhannya
belakang

sistematis
atau

terhadap

sebahagiannya.

internal,eksternal,perkembangan

pemikiran,hal-hal yang diperhatikan dan kurang diperhatikan,kekuatan dan
kelemahan pemikiran tokoh,serta kontribusinya bagi zamannya,dan masa
sesudahnya.
Kajian mengenai studi tokoh menjadi demikian penting di setiap zaman.
Itulah sebabnya mengapa banyak sekali studi yang dilakukan para sarjana
mengenai tokoh-tokoh besar sepanjang sejarah. Salah satu tokoh yang hidup di
era sekarang yang mempunyai nama di dunia Internasional dan memberi
pengaruh yang luar biasa terhadap orang banyak dengan pemikirannya adalah
Anwar Ibrahim seorang tokoh muslim dari Malaysia.
Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemikiran Anwar Ibrahim tentang
konsep masyarakat Madani,perkembangan masyarakat madani serta relevansi
masyarakat madani dengan politik di Malaysia. Metode yang dipakai adalah
Library research dengan bentuk analisa deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Semoga tulisan ini dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan mengenai studi
tokoh khususnya ilmu politik.

Kata Kunci : Pemikiran Politik, Anwar Ibrahim, Masyarakat Madani,Malaysia.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAKSI
Judul : Pemikiran Politik Anwar Ibrahim Tentang Masyarakat Madani
dan Relevansinya dengan Politik di Malaysia

Nama

: Anisma Zulfiani

Nim

: 040906069

Departemen : Ilmu Politik
Fakultas

: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Pemikiran politik adalah bagian dari studi politik yang mengkaji pemikiran
seorang tokoh. Salah satu bentuk kajian dalam pemikiran tokoh adalah studi
tokoh.

Studi

tokoh

pemikiran/gagasan
Pengkajian

adalah

seorang

meliputi

latar

pengkajian

secara

pemikir,keseluruhannya
belakang

sistematis
atau

terhadap

sebahagiannya.

internal,eksternal,perkembangan

pemikiran,hal-hal yang diperhatikan dan kurang diperhatikan,kekuatan dan
kelemahan pemikiran tokoh,serta kontribusinya bagi zamannya,dan masa
sesudahnya.
Kajian mengenai studi tokoh menjadi demikian penting di setiap zaman.
Itulah sebabnya mengapa banyak sekali studi yang dilakukan para sarjana
mengenai tokoh-tokoh besar sepanjang sejarah. Salah satu tokoh yang hidup di
era sekarang yang mempunyai nama di dunia Internasional dan memberi
pengaruh yang luar biasa terhadap orang banyak dengan pemikirannya adalah
Anwar Ibrahim seorang tokoh muslim dari Malaysia.
Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemikiran Anwar Ibrahim tentang
konsep masyarakat Madani,perkembangan masyarakat madani serta relevansi
masyarakat madani dengan politik di Malaysia. Metode yang dipakai adalah
Library research dengan bentuk analisa deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Semoga tulisan ini dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan mengenai studi
tokoh khususnya ilmu politik.

Kata Kunci : Pemikiran Politik, Anwar Ibrahim, Masyarakat Madani,Malaysia.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Malaysia adalah satu diantara negara-negara di Asia yang memiliki
pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus. Di bawah kepemimpinan Mahathir
Mohammad, Malaysia menjadi sebuah negara yang cukup disegani di pentas politik
Internasional.

Banyak

kebijakan

pemerintahan

Mahathir

Mohammad

yang

memberikan perubahan terhadap kehidupan politik dan ekonomi masyarakat
Malaysia. Salah satunya adalah kebijakan ”melihat ke timur dan meninggalkan barat”.
Suatu kebijakan yang membuat Malaysia menjadi negara mandiri yang tidak
bergantung kepada negara-negara Barat.

1

Malaysia adalah sebuah negara yang sistem politiknya relatif stabil dan
didukung oleh keberhasilan pembangunan ekonomi. Dalam hal pelembagaan
kehidupan politik dan kenegaraan, Malaysia juga termasuk yang lebih berhasil di
kalangan negara-negara Asia Tenggara. Tetapi sistem politik ini menghadapi masalah
yang mengancam integrasi nasionalnya, yaitu potensi konflik antar etnik yang
jumlahnya hampir seimbang. Pada kenyataannya kehidupan politik Malaysia, bahkan
sejak masih bernama Persekutuan Tanah melayu, sering diwarnai oleh masalah etnik
ini.2
Di Malaysia, sepanjang tahun 1945-1960 perkara identitas kebangsaan yang
diasaskan pada Islam menjadi isu yang hangat dalam proses pembangunan politik.
1

Mahathir adalah tokoh yang tidak suka bergantung dengan Negara asing, beliau berusaha untuk
membuat kebijakan yang mengangkat martabat bangsa Melayu dan Malaysia di mata dunia. Dan
strategi Mahathir ini tergolong berhasil. Karena Malaysia dapat bangkit dari keterpurukan ekonomi.
Bersama dengan Anwar Ibrahim sebagai menteri keungan ketika itu,Mahathir membuat kebijakankebijakan ekonomi yang memajukan Malaysia. Ini dapat dilihat mislanya dalam Zulfan Heri. Suara
Reformasi dari Negeri Jiran. Pekanbaru : UNRI Press. 2001. Dan dapat juga dilihat pada Stanley S.
Bedlington. Proses Politik di Malaysia. Dalam Mochtar Mas’oed dan Colin Mac Andrews.
Perbandingan Sistem Politik. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. 2001.
2
Mochtar Mas’oed, dan Colin Mac Andrews. Perbandingan Sistem Politik. Yogyakarta: Gajah Mada
University Press. 2001. Hal. 233

Universitas Sumatera Utara

Sebagaimana diketahui konsep keMelayuan dan keIslaman telah menjadi ikatan
kehidupan masyarakat dalam perbagai bidang kehidupan. Dalam bidang politik,
politik orang Melayu tidak bisa dipisahkan dengan Islam, dan selama orang Melayu
beragama Islam, tuntutan-tuntutan politik Islam mempengaruhi perkembangan politik
Melayu. Islam sebagai suatu kepercayaan yang lengkap, semestinya menyentuh
kehidupan dan budaya politik serta berkembangnya nilai-nilai dalam masyarakat
Melayu.3
Islam pada dasarnya memainkan peranan yang besar dalam pembentukan iklim
politik di Malaysia. Ini dapat dibuktikan melalui penyertaan golongan ulama dalam
kebangkitan kesadaran bangsa dari era dahulu. Sebagai contoh, golongan ulama
seperti Syeikh Syed Al Hadi dan Sheikh Tahir Jalalluddin adalah golongan intelektual
pertama yang menggagaskan peranan Islam dalam politik. Penumbuhan partai politik
kebanggaan seperti UMNO juga pada dasarnya mendapat dukungan para ahli agama.
Karena ia berfungsi sebagai media politik bagi orang Melayu yang rata-rata beragama
Islam. 4
Kaitan antara etnik Melayu dan Islam begitu erat sehingga tidak mengherankan
jika dalam pelaksanaan sistem pemerintahan Malaysia tidak dapat dipisahkan dengan
Islam. Dan kaitan ini adalah suatu hal yang sangat menarik untuk dikaji lebih dalam. 5

3

Warjio. Perjuangan Ideologi Islam Dua Parti Politik: Kajian Kes Masyumi (Indonesia) dan Parti
Islam Semalaysia (PAS) 1945-1969. Universitas Sains Malaysia. 2005. Hal. 5-6
4
Mohd. Rizal Hamdan. Aplikasi Politik Islam di Malaysia : Halangan dan Cabaran. http://www.
Khairuummah. Com/index.php?option=com_content & task=view &id=197&itemid=iod. Rabu, 2 May
2007
5
Melayu identik dengan Islam,oleh karena Melayu adalah etnik terbesar di Malaysia maka system
pemerintahan Malaysia tidak dapat dipisahkan dari Islam,selama bangsa Melayu beragama Islam maka
selama itu pula Islam menjadi bagian dari system politik Malaysia. Hal ini ditandai dengan munculnya
partai Islam di Malaysia sebagai partai oposisi sebagai bentuk dari keinginan untuk melaksanakan
system Islam secara keseluruhan di Malaysia yaitu PAS (Partai Islam SeMalaysia). Mengenai PAS
dapat dilihat dalam Warjio. Hubungan Pemilu,Kerusuhan Etnik dan Partai Islam: Studi Kasus Partai
Islam SeMalaysia (PAS). Dalam Politea.Jurnal Ilmu Politik. Medan :Jurusan Ilmu Politik FISIP USU.
2005

Universitas Sumatera Utara

Kajian mengenai hubungan Melayu-Islam dan negara di Malaysia telah
dilakukan oleh R.I Winzeler (1970). Karya ini merupakan karya yang sangat dasar
dalam menelaah bagaimana hubungan etnik Melayu yang mengakar kuat dengan
keIslaman. Kajian ini juga menjelaskan proses pembentukan maupun perumusan
ideologi negara dalam masyarakat Malaysia yang terdiri dari perbagai etnik.
Walaupun kajian ini dilakukan di Kelantan, R.I Winzeler telah berhasil menjelaskan
bagaimana sebenarnya etnik Melayu yang dianggap telah mengakar kuat
keIslamannya dengan persoalan-persoalan kenegaraan. 6
Berangkat dari apa yang dinyatakan oleh Winzeler, walaupun Islam telah
mengakar kuat dalam tubuh masyarakat Malaysia khususnya etnik Melayu sebagai
etnik mayoritas di Malaysia, namun

kenyataannya aplikasi Islam dalam politik

Malaysia pada pelaksanaannya tidak menyeluruh dan hanya bersifat menjawab
polemik politik saja. Pelaksanaan Islam dalam politik Malaysia menghadapi berbagai
tekanan akibat dari pertentangan dengan ide-ide politik dan aplikasinya dalam iklim
politik Malaysia.
Hal ini terjadi karena pertentangan keras antara aliran politik Islam dan sekuler
di Malaysia. Kenyataannya, gerakan Islam dalam politik mulai memunculkan
kesadaran kepada semua pihak setelah pemikiran para revivalis Muslim seperti
Maududi, Hasan al-Banna, dan Sayyid Qutb mulai mempengaruhi pemikiran sarjana
muslim di negara ini. Kejayaaan revolusi Islam Iran, dimana semangatnya menjadi
inspirasi terhadap pertumbuhan politik juga menjadi faktor pendorong untuk memulai
perjuangan menegakkan prinsip Islam di Malaysia.

7

Yang tidak ketinggalan dalam menerapkan Islamisasi dalam iklim politik
Malaysia adalah kehadiran tokoh Islam ketika itu yaitu Anwar Ibrahim, telah
6
7

Warjio.Op. Cit, Hal. 20
Mohd. Rizal Hamdan. Op.Cit. http://www. Khairuummah. Com

Universitas Sumatera Utara

menyemarakkan kembali ide pelaksanaan Islam dalam politik Malaysia. Antara lain
yang diperkenalkan yaitu, prinsip masyarakat madani,yaitu penerapan prinsip Islam
dalam pembentukan masyarakat yang harmoni.
Masyarakat madani dapat didefinisikan sebagai sebuah masyarakat yang
mengamalkan budaya hidup berdasarkan keadilan, keihsanan dan kebenaran dalam
semua aspek kehidupan seperti sosio-budaya, ekonomi dan politik. Masyarakat
madani adalah masyarakat yang menghormati hak-hak asasi manusia dan pelaksanaan
demokrasi yang berdasarkan pada kehidupan beragama, berakhlak dan keutamaan
melaksanakan tanggung jawab individu dan masyarakat dalam memelihara serta
mempertahankan kesejahteraan dan keamanan berlandaskan UU.
Masyarakat madani juga sebuah masyarakat yang memberi keutamaan kepada
keperluan asas, dinamika budaya, kecerdasan dan perkembangan ekonomi,
masyarakat yang menjunjung tinggi perkembangan ilmu pengetahuan, pembentukan
pribadi mulia, kaya dengan daya cipta yang kreatif dan inovatif. Model masyarakat
madani dalam persfektif Islam meletakkan kedaulatan rakyat terbanyak sewajarnya
dihormati tetapi tidak bertentangan dengan kedaulatan Allah SWT menekankan
kepada hak asasi berlandaskan kemanusiaan, bentuk kerajaan yang berlandaskan
keadilan. Menurut Anwar, masyarakat madani menjadi penting dalam proses
transformasi menghadapi penjajahan barat. Dengan demikian, pribadi Asia yang akan
muncul hasil pertentangan dengan budaya barat akan mempertahankan pandangan
hidup, peradaban dan prinsip akhlaknya.

”Salah satu tanda transformasi tersebut adalah perdebatan yang rancak tentang
demokrasi dan masyarakat madani. Telah timbul kesadaran bahwa tidak memadai Asia
muncul sebagai negara ekonomi, ia juga perlu bergerak untuk membina kekuatan moral dalam
pembentukan desa sejagat. Perdebatan ini berlaku di kalangan generasi baru, cendekiawan,

Universitas Sumatera Utara

aktivis masyarakat, seniman dan ahli politik yang memiliki keyakinan diri dan mendukung
kesejagatan nilai demokrasi. Meskipun perkara ini sering di hubungkan dengan barat tetapi
bagi Asia pembahasan ini sebenarnya berakar umbi pada tradisi dan budayanya yang kaya”.
(Anwar, Gelombang Kebangkitan Asia,1997:43)8

Anwar memberikan pengertian bahwa masyarakat madani adalah satu konsep
masyarakat sivil yang bebas dari acuan dan pengalaman demokrasi barat dan
senantiasa mementingkan musyawarah. Ia didasarkan oleh prinsip akhlak dan
pemerintahan berlandaskan hukum agama bukannya tindakan yang lahir dari nafsu
manusia semata-mata. Masyarakat madani penuh dengan semangat kebebasan,
kemerdekaan diri dan mengembalikan nilai kemanusiaan. Dengan demikian, dapat
dikatakan masyarakat madani mempunyai perbedaan asas dengan gagasan yang
diungkapkan oleh pemikir barat. Penduduk Asia mempunyai pandangan berbeda
terutama melihat agama bukan sekedar persoalan pribadi tetapi mempunyai peranan
besar dalam masyarakat dan memberikan arah moral dalam dunia politik dan
ekonomi. Umumnya, menurut Anwar, masyarakat madani merujuk kepada sebuah
masyarakat bertamaddun, beradab, berilmu, memiliki kehidupan bermasyarakat yang
teratur dan tertib dalam peraturan hukum dan perundang-undangan.

9

Melihat kondisi sistem politik Malaysia yang sangat identik dengan Islam adalah
kondisi yang sangat wajar jika konsep masyarakat Madani ini diterapkan disana.
Namun pada kenyataannya pelaksanaan Islam di Malaysia tidak dilaksanakan secara
menyeluruh karena masih banyak pimpinan di negara ini yang tidak memahami
politik Islam dan lebih tertarik dengan politik Barat yang sudah jelas tidak tepat
dengan Islam dan tidak mementingkan aspek keagamaan dan moral dalam mengelola

8

Anwar Ibrahim. Masyarakat Madani vs masyarakat Sivil. http://syaitan.
Com/2007/05/21/anwar-ibrahim-masy-madani-vs-masy-sivil/. Selasa, 21 May 2007
9
Ibid.,

Wordpres.

Universitas Sumatera Utara

negara. Pelaksanaan Islam yang dilakukan di Malaysia adalah sekedar retorika politik
partai-partai politik saja tanpa usaha positif kearah memajukan Islam dalam politik
negara. Walaupun begitu, tetap ada beberapa pemikir politik di negara ini yang tetap
konsisten dan berusaha untuk terus memajukan politik Islam di Malaysia diantaranya
yaitu Anwar Ibrahim.
Menurut Anwar Ibrahim ajaran Islam tidaklah dipahami hanya sebagai ritual
melainkan ”sebuah jalan kehidupan”. Toleransi terhadap agama tidak bisa diyakini
sebagai toleransi terhadap korupsi, dekadensi moral, atau bahkan toleransi terhadap
sikap fanatik. Ketegasan sikap pemahaman keagamaan Anwar Ibrahim mendapat
penilaian beberapa tokoh politik Malaysia bahwa pandangan keIslaman Anwar
Ibrahim sangat membumi. Warna nasionalisme politik hampir tidak kentara,karena itu
Anwar Ibrahim menyatakan bahwa untuk mendapatkan inspirasi mengenai Islam,
Malaysia tidak perlu mencarinya di Timur Tengah. Islam di Malaysia sudah memiliki
akar di bumi sendiri.
Pemikiran Anwar Ibrahim dan juga karirnya dalam politik Malaysia yang cukup
cemerlang membawa Anwar kepada suatu keadaan dimana beliau mendapat
dukungan penuh dari rakyat Malaysia. Ambisi politiknya yang ingin menjadikan
Malaysia sebagai negara yang bisa menjalankan Islam secara keseluruhan dalam
berbagai aspek kehidupan seperti sosio budaya, ekonomi dan politik telah menarik
simpati rakyat Malaysia khususnya etnik Melayu. Berada di bawah kepemimpinan
Anwar Ibrahim sebagai wakil perdana menteri ketika itu, membuat masyarakat
melayu merasa dihargai setelah sekian lama berada dalam alienasi karena tidak
dianggap ada.
Di bawah kepemimpinan Mahathir dan juga Anwar lah masyarakat Melayu
Malaysia memperoleh tempatnya di ranah sendiri karena banyak kebijakan politik

Universitas Sumatera Utara

yang di cetuskan oleh ”dwi tunggal” ini yang mendukung kepada rakyat miskin etnis
Melayu.
Di samping dikenal sebagai seorang yang progresif dan mandiri, Anwar Ibrahim
dinilai mempunyai obsesi yang sama dengan Mahathir : ”Membangun Kejayaan
Malaysia dan membangkitkan kebesaran kaum Melayu dengan kesadaran barunya.”
Bentuk perwujudan Anwar terhadap penegakan Islam di Malaysia adalah
pendirian Bank Islam ketika beliau menduduki posisi menteri keuangan di
pemerintahan, kemudian membangun Universitas Islam pertama di Malaysia dan
mencetuskan konsep tentang masyarakat madani.
Pemikiran tentang masyarakat madani adalah salah satu bentuk sumbangan
pemikiran dari Anwar Ibrahim untuk Malaysia guna membangun suatu usaha untuk
memajukan dan mengembangkan prinsip Islam dalam perpolitikan di Malaysia. Ini
adalah salah satu bukti dari keinginan kuat Anwar Ibrahim untuk menciptakan politik
Malaysia yang seiring sejalan dengan Islam, karena menurutnya Malaysia mempunyai
akar sendiri yang bisa membawa Malaysia lebih baik di masa depan. Pemikiran
Anwar Ibrahim dan juga usaha-usaha yang dilakukannya untuk memajukan Islam dan
etnik melayu telah membawa Anwar sebagai sosok yang meraih dukungan besar dari
rakyat Malaysia. Dukungan yang diperolehnya bukan hanya dari para tokoh ulama
Islam ataupun dari masyarakat ekonomi melayu tetapi juga dari kalangan kaum muda
Malaysia.
Perjalanan politik Anwar Ibrahim yang cukup panjang dalam konstelasi politik
Malaysia telah menjadikan Anwar Ibrahim sebagai salah satu pemimpin Asia yang
cukup disegani baik di dalam negeri Malaysia maupun di dunia Internasional.
Berbagai macam gagasan yang dilahirkan Anwar Ibrahim memberikan sumbangan
pemikiran terhadap politik Malaysia, khususnya untuk perkembangan pemikiran

Universitas Sumatera Utara

politik Islam. Untuk itu penulis mencoba untuk menganalisa pemikiran politik Anwar
Ibrahim dan mengangkatnya dalam skripsi dengan judul ”Pemikiran Politik Anwar
Ibrahim tentang Konsep Masyarakat Madani dan Relevansinya dengan Politik di
Malaysia”.
1.2 Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan penjelasan mengenai alasan mengapa masalah
yang dikemukakan dalam penelitian itu dipandang menarik, penting dan perlu diteliti.
Perumusan masalah juga merupakan suatu usaha yang menyatakan secara tersurat
pertanyaan-pertanyaan penelitian apa saja yang perlu dijawab atau dicarikan jalan
pemecahannya. Perumusan masalah merupakan penjabaran dari identifikasi masalah
dan pembatasan. 10 Atau dengan kata lain perumusan masalah merupakan pertanyaan
yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti didasarkan
atas identifikasi masalah dan pembatasan masalah. Perumusan masalah yang baik
berarti telah menjawab setengah masalah dalam penelitian. 11
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan dalam latar belakang masalah diatas,
maka dalam penelitian ini, penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana pemikiran Anwar Ibrahim tentang konsep Masyarakat Madani
dan relevansinya dengan politik di Malaysia?

1.3 Pembatasan Masalah
Beragam pemikiran yang diungkapkan Anwar Ibrahim semasa karir politiknya
dalam konstelasi politik Malaysia telah memberikan warna tersendiri bagi jalannya
sistem politik Malaysia. Tidak banyak pemikir/tokoh di Malaysia yang memiliki
10
11

Husani Usman dan Purnomo. Metodologi Penelitian Sosial. Bandung : Bumi Aksara. 2004. Hal. 26
Ibid., Hal. 27

Universitas Sumatera Utara

komitmen

cukup

tinggi

untuk

menjalankan

Islam

dalam

sistem

politik

Malaysia,seperti yang diungkapkan dalam latar belakang masalah bahwa Islam hanya
dijadikan sebagai polemik saja, Islam tidak dijalankan sepenuhnya karena masih
banyak pemikir yang lebih tertarik dengan sistem politik barat.
Agar pembahasan tidak terlalu meluas sehingga tujuan penelitian tidak tercapai
dan pembahasan menjadi ambigu dan tidak orisinal, maka penulis membuat
pembatasan masalah dalam penelitian ini, yaitu :
” Gagasan –gagasan Anwar Ibrahim tentang Konsep Masyarakat Madani dan
Relevansinya dengan Politik di Malaysia”.
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4.1

Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah :
1.

Untuk menganalisa pemikiran Anwar Ibrahim mengenai
Konsep Masyarakat Madani dan bagaimana relevansinya
dengan politik di Malaysia.

2.

Untuk mengetahui latar belakang pemikiran Anwar Ibrahim

3.

Untuk mengetahui perjuangan Anwar Ibrahim dalam
konstelasi politik Malaysia.

4.

Untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi jatuhnya
Anwar

Ibrahim

dari

kursi

kekuasaan

Pemerintahan

Malaysia.
1.4.2 Manfaat Penelitian
Setiap Penelitian, diharapkan mampu memberikan manfaat, baik untuk diri
sendiri maupun untuk orang lain, terlebih lagi untuk perkembangan Ilmu
pengetahuan. Untuk itu, yang menjadi manfaat dari penelitian ini adalah :

Universitas Sumatera Utara

1.

Bagi penulis, penelitian ini dapat mengasah kemampuan
penulis dalam membuat karya tulis ilmiah dan melatih
penulis untuk membiasakan diri dalam membuat dan
mmebaca karya tulis. Melalui penelitian ini juga dapat
menambah pengetahuan penulis mengenai masalah yang
diteliti.

2.

Memberikan sumbangan pemikiran terhadap perkembangan
Ilmu Politik dalam hal pemikiran politik Islam mengenai
pemikiran Anwar Ibrahim tentang konsep masyarakat
Madani dan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi
Ilmu Sosial lainnya secara umum.

3.

Menambah rujukan bagi mahasiswa departemen Ilmu Politik
FISIP USU mengenai penelitian studi tokoh.

1.5 Tinjauan Pustaka
1.5.1 Konsep Masyarakat Sipil
Konsep masyarakat sipil digunakan dengan luas sebagai konsep deskriptif untuk
menilai keseimbangan antar kuasa negara dan persatuan atau badan privat. Bagi
tradisi liberal, masyarakat sipil dikaitkan dengan pilihan, kebebasan dan tanggung
jawab individu. Ini menjelaskan mengapa masyarakat sipil yang sehat dan kuat
merupakan ciri penting dari demokrasi liberal dan liberal klasik khususnya
mempunyai panduan moral dari masyarakat sipil terhadap negara yang diterjemahkan

Universitas Sumatera Utara

melalui keinginan untuk meminimalkan ruang kuasa negara dan memaksimalkan
ruang privat. Kelompok-kelompok relawan, pergerakan sosial, media massa, dan
institusi di luar kerajaan dapat berfungsi tanpa pengawasan negara.
Tradisi

Marxis

juga

menggunakan

istilah

masyarakat

sipil

untuk

menggambarkan keadaan tidak adil yang mengaitkan penguasa kelas memerintah
terhadap golongan pekerja serta bawahan dan mewujudkan ketidakadilan sosial.
Dengan itu, masyarakat sipil menjadi salah satu konsep di dalam politik modern yang
seringkali dibahas dan didebatkan di dalam masyarakat kontemporari sejajar dengan
tindakan demokrasi, peraturan UU, HAM, kewarganegaraan,keadilan dan pasar bebas.
Kemunculan masyarakat madani sebagai suatu konsep masyarakat sipil
berlandaskan Islam memberi harapan ke arah mewujudkan satu masyarakat sipil yang
sejalan dengan ajaran Islam berdasarkan hubungan manusia dengan pencipta (hablun
min Allah) dan hubungan manusia dengan masyarakat (hablun min nas). Yang
menjadi landasan dari masyarakat madani adalah ajaran Al-Qur’an dan sunnah
Rasulullah SAW melalui hadist-hadist yang menyeru umat Islam utnuk berinteraksi
secara positif dengan manusia lain dan menjalankan kerja-kerja sosial untuk
meningkatkan keadilan sosial yang memberi menfaat kepada semua.12
Konsep civil society berasal dari sejarah peradaban Barat. Di tempat asalnya,
Eropa Barat, konsep ini sudah tidak banyak dibicarakan. Civil Society kembali
mengemuka ketika gerakan solidaritas di Polandia pimpinan Lech Walesa
melancarkan perlawanan terhadap dominasi pemerintahan Jenderal Jeruzelski. Dalam
perlawanan tersebut, solidaritas memakai civil society sebagai dasar sekaligus arah
perjuangan dengan tekanan utama pada perlawanan terhadap otoritarianisme negara.
Pola yang dipakai solidaritas ini menjalar ke beberapa negara Eropa Timur lain,

12

Anwar Ibrahim.Op Cit. http://syaitan.wordpress.com/2007

Universitas Sumatera Utara

seperti bekas Chekoslovakia,seiring dengan runtuhnya rezim komunis di Uni Soviet.
Keberhasilan dari gerakan-gerakan tersebut kemudian menjadi pemicu ramainya
perbincangan civil society di berbagai belahan dunia/termasuk Amerika Utara dan
Eropa Barat sendiri. 13
Secara historis civil society berakar kuat dalam perjalanan intelektual dan sosial
Eropa Barat. Inti dari konsep ini adalah penolakan terhadap segala jenis
Otoritarianisme dan totalitarianisme. Wujud civil society dapat ditemukan pada
episode-episode tertentu dalam sejarah Eropa. Misalnya, pada masa kerajaan Romawi
pada saat kekuasaan dipegang oleh beberapa tangan, yakni raja, bangsawan dan
penduduk. Ketiganya memiliki kekuasaan relatif yang sanggup menangkal terjadinya
hegemoni atau dominasi antara satu kekuatan terhadap yang lain. Masing-masing
pihak mempunyai kekuatan tawar menawar, sehingga mekanisme kontrol kekuasaan
berjalan baik. 14
Untuk memahami makna dari civil society tersebut,maka ada beberapa
pengertian yang diberikan oleh para ahli,diantaranya Ferguson dalam bukunya An
Essay on The History of Civil Society (1767), memaknai civil society sebagai ”suatu
masyarakat yang terdiri dari lembaga-lembaga otonom yang cukup kuat mengimbangi
kekuasaan negara, sehingga terhindar dari dominasi dan despotisme negara”. Dalam
pengertian Ferguson,civil society adalah masyarakat yang ”polity”, fase akhir dari
”savage” ke ”barbarian” menuju ke ”commercial” dan ”polite”. 15
Pengertian lainnya dari masyarakat sipil adalah kemampuan untuk hidup
bersama secara umum dan kebiasaan berkumpul itu menggalakkan ketertiban
tindakan masyarakat di dalam sebuah kegiatan politik yang demokratik. Ini

13

Hendro Prasetyo,dkk. Islam dan Civil Society, pandangan muslim Indonesia. Jakarta : PT. Gramedia
Pustaka Utama. 2002. Hal. 1-2.
14
Ibid., Hal. 2
15
Munafrizal Manan. Gerakan Rakyat Melawan Elite. Yogyakarta: Resist Book.2005.Hal. 25

Universitas Sumatera Utara

dikemukakan oleh Adam Ferguson di pertengahan abad ke-18 dengan latar belakang
kemunculan masyarakat kapitalisme yang mengalami pengikisan dari segi tanggung
jawab sosial dan berkembangnya pengaruh individualisme. Dengan itu, Ferguson
mengibaratkan masyarakat sipil sebagai masyarakat yang hidup dengan ciri-ciri
solidaritas yang kuat, bermoral tinggi dan sebagainya. 16
Selain itu, Ernest Gellnerr memberi pengertian bahwa masyarakat sipil sebagai
masyarakat yang terdiri dari berbagai institusi non pemerintah yang cukup kuat untuk
mengimbangi negara. Walaupun tidak bertujuan menghalangi negara dalam
memenuhi dan melaksanakan perannya sebagai penjaga keamanan dan keselamatan
serta bertindak sebagai hakim antara negara dan rakyat. Masyarakat sipil tetap dapat
menghalangi usaha-usaha negara dalam mendominasi warganya. Model ini
dikembangkan oleh Alexis de Tocqueville berdasarkan pengalaman demokrasi di
Amerika Serikat yang merupakan perwujudan kelompok-kelompok relawan dalam
masyarakat yang membuat keputusan di tingkat bawah dan menghindari campur
tangan pemerintah. Gerakan masyarakat sipil dikenal sebagai wadah penyaluran
aspirasi rakyat dalam perbagai kegiatan seperti politik,sosial dan ekonomi disamping
mampu memberi kesan kepada hubungan negara dan rakyat. 17
Bagi tradisi Marxis,masyarakat sipil adalah ideologi kelas dominan yang
dikemukakan oleh Karl Marx setelah dicetuskan oleh Hegel. Masyarakat sipil
dipahami sebagai masyarakat borjuis yang menjadi produk kapitalis dan harus
dihapuskan untuk mewujudkan masyarakat tanpa kelas. 18
Sedangkan menurut Locke, civil society diibaratkan dengan masyarakat dalam
keadaan alamiah. Dalam karyanya Two Treaties of Government

mengemukakan

tentang asal muasal pemerintahan. Menurutnya, asal muasal pemerintahan adalah
16

Anwar Ibrahim.Op Cit. http:// syaitan.wordpress.com/2007
Ibid.,
18
Ibid.,
17

Universitas Sumatera Utara

suatu keadaan alamiah. Dalam keadaan alamiah itu terdapat hukum alam yang tidak
lain berisi hukum tuhan. Hukum alam itulah yang mengatur keadaan alamiah.
Keadaan alamiah menurut Locke merujuk pada keadaan dimana manusia hidup dalam
kedamaian, kebajikan, saling melindungi,penuh kebebasan, tidak ada rasa takut dan
penuh kesetaraan. Manusia dalam keadaan alamiah yang pada dasarnya baik, selalu
terobsesi untuk berdamai dan menciptakan perdamaian, saling tolong, dan memiliki
kemauan baik dan telah mengenal hubungan-hubungan sosial. Manusia dalam
keadaan alamiah juga tidak akan merusak kehidupan, kesehatan, kebebasan dan hakhak pemilikan manusia lainnya. 19
Dengan demikian civil society bukanlah entitas sosial yang terdiri dari
kumpulan manusia. Ia juga bukan manifestasi dari sistem komunal yang dikenal luas
dalam masyarakat tradisional. Civil society merupakan ruang publik yang berisikan
manusia sebagai individu-individu dengan segala atribut intrinsiknya. Oleh
karenanya, civil society memiliki karakteristik yang juga terdapat dalam konsep
manusia sebagai individu. Jika individu merupakan ruang pribadi, civil society
merupakan ruang publik. Karena itu, di dalam civil society juga harus terdapat
kebebasan, kesederajatan dan nilai-nilai lain yang terkait seperti otonomi,
kesukarelaan atau keseimbangan. Ciri-ciri tersebut harus terwujud dalam gerak
anggota yang ada di dalamnya maupun dalam relasi civil society dengan civil society
lain dan bahkan dalam hubungannya dengan negara. 20
Di Indonesia, masyarakat sipil mengalami penerjemahan yang berbeda-beda
dengan sudut pandang yang berbeda pula, diantaranya adalah masyarakat sipil,

19

Jhon Locke. Two Treaties of Government. New York dan Toronto: The New American Library.
1965. dalam Ahmad Suhelmi. Pemikiran Politik Barat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 2001.
Hal. 190
20
Hendro Prasetyo. Op Cit. Hal. 5

Universitas Sumatera Utara

masyarakat kewargaan, masyarakat warga, civil society (tanpa diterjemahkan),
masyarakat madani dan lain sebagainya.
Masyarakat sipil merupakan penurunan langsung dari term civil society, istilah
ini banyak diungkapkan oleh Mansour Fakih untuk menyebutkan prasyarat
masyarakat dan negara dalam rangka proses penciptaan dunia secara mendasar baru
dan lebih baik. 21
Masyarakat kewargaan,konsep ini pernah digulirkan dalam sebuah seminar
Nasional Asosiasi Ilmu Politik Indonesia XII di Kupang,NTT. Wacana ini digulirkan
oleh Muhammad Ryas Rasyid dengan tulisannya ” Perkembangan Pemikiran
Masyarakat Kewargaan”, Riswanda Immawan, dengan karyanya ”Rekruitmen
Kepemimpinan dalam Masyarakat Kewargaan dalam Politik Malaysia”. Konsep ini
merupakan respon dari keinginan untuk menciptakan warga negara sebagai bagian
integral negara yang mempunyai andil dalam setiap perkembangan dan kemajuan
negara (state).
Civil Society, term ini (dengan tidak menerjemahkannya) merupakan konsep
yang digulirkan oleh Muhammad AS Hikam. Menurutnya konsep civil society yang
merupakan warisan wacana yang berasal dari Eropa Barat, akan lebih mendekati
substansinya jika tetap disebutkan dengan istilah aslinya. 22 Menurutnya, pengertian
civil society (dengan memegang konsep de’ Tocquiville) adalah merupakan wilayahwilayah kehidupan sosial yang terorganisir dan bercirikan antara lain kesukarelaan
(voluntary), keswasembadaan (self-generating), dan keswadayaan (self-supporting),

21

Tim ICCE UIN Jakarta. Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Jakarta : Prenada
Media. 2003. Hal.241
22
Ibid.,

Universitas Sumatera Utara

kemandirian yang tinggi berhadapan dengan negara dan keterikatan dengan normanorma dan nilai-nilai hukum yang diikuti oleh warganya. 23
1.5.2 Konsep Masyarakat Madani
Masyarakat madani, konsep ini merupakan penerjemahan istilah dari konsep
civil society yang pertama kali digulirkan oleh Dato Seri Anwar Ibrahim dalam
ceramahnya pada Simposium Nasional dalam rangka Forum Ilmiah pada acara
Festival Istiqlal,26 September 1995 di Jakarta. Konsep yang diajukan oleh Anwar
Ibrahim ini hendak menunjukkan bahwa masyarakat yang ideal adalah kelompok
masyarakat yang memiliki peradaban maju.
Paradigma dengan pemilihan term masyarakat madani ini dilatarbelakangi oleh
konsep kota ilahi, kota peradaban atau masyarakat kota. Disisi lain, pemaknaan
masyarakat madani ini juga dilandasi oleh konsep tentang Al-Mujtama’ Al Madani
yang diperkenalkan oleh Prof. Naquib Al-Attas, seorang ahli sejarah dan peradaban
Islam dari Malaysia dan salah seorang pendiri Institute For Islamic Thought and
Civilization (ISTAC), yang secara definitif masyarakat madani merupakan konsep
masyarakat ideal yang mengandung dua komponen besar yakni masyarakat kota dan
masyarakat yang beradab. 24
Kemudian konsep masyarakat madani ini yang pertama kali dicetuskan oleh
Anwar Ibrahim dikembangkan di Indonesia oleh para tokoh indonesia seperti
Nurcholis Madjid, M. Dawam Rahardjo, Azyumardi Azra, dan sebagainya.
Penggunaan masyarakat madani sebagai penerjemahan civil society menurut
Muhammad AS Hikam adalah bukan sekedar soal pengalihbahasaan, ia adalah suatu
konsep yang bersifat khusus dan ada perbedaan soal cakupan.”Masyarakat madani”

23

Muhammad AS Hikam. Demokrasi dan Civil Society. Jakarta: LP3ES. 1997. Dalam Adi Suryadi
Culla. Masyarakat madani: Pemikiran, Teori dan Relevansinya dengan cita-cita Reformasi. Jakarta :
PT. Raja Grafindo Persada. 1999. Hal. 122
24
Tim ICCE UIN Jakarta. Op Cit. Hal. 240-241

Universitas Sumatera Utara

lebih merupakan penggunaan paradigma yang bersifat partikularistik,khususnya Islam
dengan menggunakan momentum dimana kajian civil society sudah dilupakan.

25

Menurut Anwar (Anwar Ibrahim,pen), masyarakat madani merujuk kepada
sebuah masyarakat bertamadun, beradab, berilmu, memiliki kehidupan bermasyarakat
yang teratur dan tertib dalam kawalan hukum serta undang-undang dan
penguatkuasaan keadilan. Ia juga dikaitkan dengan tamadun yang digambarkan
sebagai kehidupan insan yang bermasyarakat dan telah mencapai suatu kehalusan
tatasusila dan kebudayaan luhur bagi seluruh masyarakat. Ia juga mempunyai sistem
sosial yang subur dengan prinsip-prinsip moral yang dapat menjamin keseimbangan
antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat serta mendorong kepada
daya usaha dan inisiatif in

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3885 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1034 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 927 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 623 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 777 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1323 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1222 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 808 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1093 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1322 23