Pengaruh Internet Financial Reporting Dan Tingkat Pengungkapan Informasi Website Terhadap Frekuensi Perdagangan Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei

SKRIPSI
PENGARUH INTERNET FINANCIAL REPORTING DAN TINGKAT PENGUNGKAPAN INFORMASI WEBSITE TERHADAP FREKUENSI PERDAGANGAN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI OLEH DEBBY P SITUMORANG 110502089
PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2015
Universitas Sumatera utara

ABSTRAK
PENGARUH INTERNET FINANCIAL REPORTING DAN TINGKAT PENGUNGKAPAN INFORMASI WEBSITE TERHADAP FREKUENSI PERDAGANGAN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG
TERDAFTAR DI BEI
Perkembangan internet yang semakin pesat menjadi alat yang penting bagi perusahaan untuk memberikan informasi yang aktual mengenai kondisi perusahaan. Kemajuan teknologi internet ini mempengaruhi cara perusahaan dalam menyajikan informasi baik keuangan maupun non keuangan, sehingga muncullah media baru yang disebut Internet Financial Reporting (IFR). Perusahaan juga meningkatkan usaha untuk mengurangi asimetri informasi dengan cara memanfaatkan website perusahaan guna mengungkapan informasi seputar perusahaan, seperti informasi operasional, keuangan, atau saham.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh praktek IFR dan tingkat pengungkapan informasi website terhadap frekuensi perdagangan saham perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data time series. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 116 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2010-2013. Untuk mengetahui pengaruh IFR dan tingkat pengungkapan website terhadap frekuensi perdagangan saham perusahaan digunakan regresi linear berganda.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa IFR tidak berpengaruh terhadap frekuensi perdagangan saham, namun tingkat pengungkapan website berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap frekuensi perdagangan saham perusahaan. Kata Kunci : Internet Financial Reporting, tingkat pengungkapan informasi, frekuensi perdagangan saham
i
Universitas Sumatera utara

ABSTRACT
THE EFFECT OF INTERNET FINANCIAL REPORTING AND DEGREE OF INFORMATION DISCLOSURE TO TRADING STOCK FREQUENCY OF MANUFACTURE BUSINESS THAT LISTING IN BEI
The rapidly growth of internet has become an important instrument for business to share actual information about condition of business. Progress of this internet technology influence business method in purpose to share financial information or non financial information, because of that, appear a new media called Internet Financial Reporting (IFR). Business also increase their effort to diminish asymmetry information by utilize business website to reveal information about the business, such as operating, financial, and stock information.
This research has a purpose to know the influence of IFR practice and degree of information disclosure in website to trading stock frequency of company. This research use time series data. Total of sample is 116 manufacture company that listing in BEI from 2010 until 2013. To know the influence of IFR and degree of information disclosure to trading stock frequency used multiple linear regression.
The results of this research is IFR has no effect to trading stock frequency, however degree of information disclosure has a positive and significant effect to trading stock frequency. Keywords : Internet Financial Reporting, degree of information disclosure, trading stock frequency
ii
Universitas Sumatera utara

KATA PENGANTAR Puji dan Syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yesus Kristus karena berkat dan kasih-Nya penulis dapat menyelesaikan pembuatan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Departemen Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Skripsi ini berjudul “Pengaruh Internet Financial Reporting dan Tingkat Pengungkapan Informasi Website Terhadap Frekuensi Perdagangan Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI”. Penulis telah banyak menerima bimbingan, saran, motivasi, dan doa dari berbagai pihak selama penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan bimbingan, yaitu : 1. Orangtua penulis, Drs. Jumian Situmorang dan Rismawati br. Simbolon. Terima kasih buat papa mama karena selalu mendoakan, memberi semangat, dan mengusahakan segala yang terbaik buat penulis. Skripsi ini khusus penulis persembahkan untuk orangtua teercinta. 2. Bapak selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. 3. Ibu Dr. Isfenti Sadalia, SE, ME selaku Ketua Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. 4. Ibu Dr. Endang Sulistya Rini, SE, M.Si selaku Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. 5. Bapak Dr. Muslich Lufti, MBA selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak memberi pengarahan, bimbingan, dan saran agar skripsi penulis lebih baik lagi.
iii
Universitas Sumatera utara

6. Ibu Dra. Nisrul Irawaty, MBA selaku Dosen Pembaca Penilai yang telah banyak memberikan saran dalam penulisan dan perbaikan skripsi ini. 7. Seluruh Dosen dan Pegawai Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara untuk segala jasa-jasanya selama masa perkuliahan. 8. Adik-adik penulis, Clara Anggi, Samuel, dan Graceo, yang selalu mendoakan kelancaran skripsi penulis dan menyemangati penulis. 9. Partner dan teman-teman penulis, Lawrencius Simanjuntak, yang banyak membantu baik saat kuliah dan penulisan skripsi, memberi semangat dan mendoakan yang terbaik bagi penulis. Friska Siburian dan Jessi Panjaitan yang setia bersama penulis selama masa perkuliahan, menampung penulis di kosnya, membantu penulis dalam pengerjaan skripsi dan senantiasa mendoakan kelancaran skripsi ini. Grace Ginting, yang walaupun berbeda kampus, tetap mendoakan dan memberi semangat bagi penulis. Dan teman-teman lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca.
Medan, Maret 2015 Penulis
Debby Permata Situmorang
iv
Universitas Sumatera utara

DAFTAR ISI
ABSTRAK ............................................................................................................. ii ABSTRACT ............................................................................................................ i KATA PENGANTAR.......................................................................................... iii DAFTAR ISI.......................................................................................................... v DAFTAR TABEL ............................................................................................... vii DAFTAR GAMBAR.......................................................................................... viii DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... ix
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................... 9 1.3 Tujuan Penelitian........................................................................................... 9 1.4 Manfaat Penelitian......................................................................................... 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA......................................................................... 11 2.1 Teori Pasar Efisien ...................................................................................... 11 2.2 Teori Keagenan ........................................................................................... 13 2.3 Teori Sinyal ................................................................................................. 15 2.4 IFR (Internet Financial Reporting)............................................................. 16 2.5 Pengungkapan Laporan Keuangan .............................................................. 18 2.5.1 Pengertian Laporan Keuangan.............................................................. 18 2.5.2 Kegunaan dan Tujuan Laporan Keuangan............................................ 19 2.5.3 Jenis Pengungkapan Laporan Keuangan .............................................. 21 2.5.3.1 Pengungkapan Sukarela ................................................................ 11 2.5.3.2 Pengungkapan Wajib .................................................................... 13 2.6 Penelitian Terdahulu.................................................................................... 23 2.7. Kerangka Konseptual ................................................................................. 27 2.8 Hipotesis ...................................................................................................... 29
BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 31 3.1 Jenis Penelitian ............................................................................................ 31 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ..................................................................... 31 3.3 Batasan Operasional .................................................................................... 31 3.4 Definisi Operasional.................................................................................... 32 3.4.1 Frekuensi Perdagangan Saham ............................................................. 32 3.4.2 Internet Financial Reporting (IFR) ...................................................... 32 3.4.3 Tingkat Pengungkapan Informasi ......................................................... 33 3.5 Populasi dan Sampel Penelitian .................................................................. 35 3.5.1 Populasi Penelitian................................................................................ 35
v
Universitas Sumatera utara

3.5.2 Sampel Penelitian ................................................................................. 35 3.6 Jenis Data .................................................................................................... 35 3.7 Metode Pengumpulan Data ......................................................................... 36 3.8 Teknik Analisis............................................................................................ 37
3.8.1 Analisis Statistik Deskriptif .................................................................. 37 3.8.2 Uji Asumsi Klasik................................................................................. 37
3.8.2.1 Uji Normalitas............................................................................... 36 3.8.2.2 Uji Heteroskedastisitas.................................................................. 37 3.8.2.3 Uji Autokorelasi ............................................................................ 37 3.8.2.4 Uji Multikolinearitas ..................................................................... 37 3.8.3 Analisis Regresi .................................................................................... 38 3.8.4 Pengujian Hipotesis .............................................................................. 38 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................... 39 4.1 Deskripsi Objek Penelitian.......................................................................... 39 4.2 Analisis Data ............................................................................................... 40 4.2.1 Statistik Deskriptif.................................................................................... 40 4.2.2 Uji Asumsi Klasik................................................................................. 42 4.2.2.1 Uji Normalitas............................................................................... 41 4.2.2.2 Uji Heteroskedastisitas.................................................................. 42 4.2.2.3 Uji Autokorelasi ............................................................................ 43 4.2.2.4 Uji Multikolinearitas ..................................................................... 44 4.2.3 Analisis Regresi .................................................................................... 46 4.2.4 Pengujian Hipotesis .............................................................................. 46 4.3 Pembahasan ................................................................................................. 49 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 52 5.1 Kesimpulan.................................................................................................. 52 5.2 Saran ............................................................................................................ 52 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 54 LAMPIRAN......................................................................................................... 56
vi
Universitas Sumatera utara

DAFTAR TABEL

No. Tabel

Judul

Halaman

1.1 Statistik Pengguna Internet Dunia....................................................... 1

1.2 Perusahaan Manufaktur Dengan Frekuensi Perdagangan Tertinggi . 39

2.1 Penelitian Terdahulu ......................................................................... 25 3.1 Pengukuran Tingkat Pengungkapan Informasi Website ................... 32 3.2 Definisi Operasional ......................................................................... 33

4.1 Rekapitulasi Objek Penelitian ........................................................... 39

4.2 Statistik Deskriptif ............................................................................ 39 4.3 Statistik Deskriptif Perusahaan IFR ................................................. 40 4.4 Hasil Uji Normalitas ........................................................................ 41 4.5 Hasil Uji Heteroskedastisitas Spearman’s rho ................................. 42 4.6 Hasil Uji Autokorelasi ...................................................................... 43

4.7 Hasil Uji Multikolinearitas ............................................................... 44 4.8 Analisis Regresi ................................................................................ 45

vii
Universitas Sumatera utara

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar

Judul

Halaman

2.1 Kerangka Konseptual ........................................................................ 29

4.1 Grafik d Durbin-Watson 43

viii
Universitas Sumatera utara

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran

Judul

Halaman

1 Data Frekuensi Perdagangan Saham Perusahaan Sampel.............. 56

2 Data Sampel Penelitian .................................................................. 61

3 Hasil Transformasi Data Variabel Frek. Perdagangan Saham....... 65 4 Hasil Pengolahan SPSS ................................................................. 67

ix
Universitas Sumatera utara

ABSTRAK
PENGARUH INTERNET FINANCIAL REPORTING DAN TINGKAT PENGUNGKAPAN INFORMASI WEBSITE TERHADAP FREKUENSI PERDAGANGAN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG
TERDAFTAR DI BEI
Perkembangan internet yang semakin pesat menjadi alat yang penting bagi perusahaan untuk memberikan informasi yang aktual mengenai kondisi perusahaan. Kemajuan teknologi internet ini mempengaruhi cara perusahaan dalam menyajikan informasi baik keuangan maupun non keuangan, sehingga muncullah media baru yang disebut Internet Financial Reporting (IFR). Perusahaan juga meningkatkan usaha untuk mengurangi asimetri informasi dengan cara memanfaatkan website perusahaan guna mengungkapan informasi seputar perusahaan, seperti informasi operasional, keuangan, atau saham.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh praktek IFR dan tingkat pengungkapan informasi website terhadap frekuensi perdagangan saham perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data time series. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 116 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2010-2013. Untuk mengetahui pengaruh IFR dan tingkat pengungkapan website terhadap frekuensi perdagangan saham perusahaan digunakan regresi linear berganda.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa IFR tidak berpengaruh terhadap frekuensi perdagangan saham, namun tingkat pengungkapan website berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap frekuensi perdagangan saham perusahaan. Kata Kunci : Internet Financial Reporting, tingkat pengungkapan informasi, frekuensi perdagangan saham
i
Universitas Sumatera utara

ABSTRACT
THE EFFECT OF INTERNET FINANCIAL REPORTING AND DEGREE OF INFORMATION DISCLOSURE TO TRADING STOCK FREQUENCY OF MANUFACTURE BUSINESS THAT LISTING IN BEI
The rapidly growth of internet has become an important instrument for business to share actual information about condition of business. Progress of this internet technology influence business method in purpose to share financial information or non financial information, because of that, appear a new media called Internet Financial Reporting (IFR). Business also increase their effort to diminish asymmetry information by utilize business website to reveal information about the business, such as operating, financial, and stock information.
This research has a purpose to know the influence of IFR practice and degree of information disclosure in website to trading stock frequency of company. This research use time series data. Total of sample is 116 manufacture company that listing in BEI from 2010 until 2013. To know the influence of IFR and degree of information disclosure to trading stock frequency used multiple linear regression.
The results of this research is IFR has no effect to trading stock frequency, however degree of information disclosure has a positive and significant effect to trading stock frequency. Keywords : Internet Financial Reporting, degree of information disclosure, trading stock frequency
ii
Universitas Sumatera utara

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penggunaan media internet oleh penduduk dunia mengalami peningkatan

yang tajam dari waktu ke waktu. Menurut Internet World Stats, pada tahun 2014

pengguna internet (netter) berjumlah 3,035 milyar pengguna atau 42,3 % dari

populasi penduduk dunia. Di Indonesia sendiri, pengguna internet pada tahun

2000 berjumlah 2 juta pengguna, dan dalam kurun waktu 13 tahun, meningkat

menjadi 55 juta pengguna atau sekitar 21,7% dari populasi penduduk Indonesia.

Tabel 1.1 Statistik Pengguna Internet Dunia

Regional

Pengguna Internet tahun 2000

Estimasi Populasi tahun 2014

Data Terbaru Pengguna Internet

Afrika

4.514.400

1.125.721.038

Asia

114.304.000

3.996.408.007

Eropa

105.096.093

825.802.657

Timur Tengah 3.284.800

231.062.860

Amerika Utara 108.096.800

353.860.227

Amerika

18.068.919

612.279.181

Latin/Karibia

Oceania/

7.620.480

36.724.649

Australia

World Total 360.985.492

7.181.858.619

Sumber : www.internetworldstats.com, Maret 2015

297.885.898 1.386.188.112 582.441.059 111.809.510 310.322.257 320.312.562
26.789.942
3.035.749.340

Tidak ada keraguan bahwa internet memiliki efek yang sangat besar pada setiap aspek dalam hidup manusia. Satu dari aspek paling berguna dari internet adalah banyak dari sumber publikasi atau pengungkapan dan informasi yang tercantum dalam akses secara online. Dalam banyak hal, akses elektronik seperti

1
Universitas Sumatera utara

internet lebih sesuai dibandingkan dengan publikasi atau pengungkapan dengan lembaran kertas kopian (Dunn, 2010:72). Ashbaugh et al. (1999) dalam Akhiruddin (2012) mengungkapkan bahwa internet mempunyai beberapa karakteristik dan keunggulan seperti mudah menyebar (pervasiveness), tidak mengenal batas (borderless-ness), real-time, berbiaya rendah (low cost), dan mempunyai interaksi yang tinggi (high interaction). Dengan keunggulan yang sedemikian rupa, internet mudah diterima oleh masyarakat dan pertumbuhan jumlah pengguna internet pun semakin meningkat.
Perkembangan teknologi internet ini dimanfaatkan dalam berbagai bidang ilmu atau pekerjaan, salah satunya dalam bidang bisnis. Banyak perusahaan domestik, internasional, dan global yang mempercayakan media internet sebagai salah satu sarana untuk mempromosikan ataupun menjual produk unggulan perusahaan. Selain itu internet juga dipercayakan sebagai media untuk menampilkan dan melaporkan berbagai informasi tentang kinerja manajemen dan keuangan perusahaan yang berguna bagi stakeholder (pemangku kepentingan).
Internet dipandang sebagai salah satu media pelaporan yang penting, sehingga informasi tentang kinerja perusahaan dapat dijangkau oleh seluruh investor secara global, dengan lebih baik dan lebih cepat (Ashbaugh et al.,1999 dalam Akhiruddin, 2012). Internet menawarkan suatu bentuk unik pengungkapan yang menjadi media bagi perusahaan dalam menyediakan informasi kepada masyarakat luas sesegera mungkin (Abdelsalam et al. 2007). Investor secara meningkat dan terus-menerus mengakses berbagai informasi keuangan perusahaan, seperti laporan keuangan bulanan dan laporan sementara, dan
2
Universitas Sumatera utara

mendapatkan informasi secara berkala seperti penyiaran pers, penilaian analis, dan harga saham tiap harinya dari website perusahaan (Abdelsalam dan Masry, 2008).
Website perusahaan yang terdiri dari halaman hubungan investor penting bagi perusahaan untuk membentuk dan memelihara hubungan internasional atau akses untuk modal internasional (Ettredge and Gerdes, 2005 dalam Abdelsalam dan Masry, 2008). Atas dasar itulah muncul suatu media baru, yaitu media internet untuk menyajikan laporan keuangan perusahaan dan profil perusahaan yang lazim disebut dengan Internet Financial Reporting (IFR). Pengungkapan informasi keuangan dalam website perusahaan (Internet Financial Reporting - IFR) merupakan suatu bentuk pengungkapan sukarela yang dipraktekkan oleh berbagai perusahaan. Pengungkapan ini dilakukan perusahan di luar dari pengungkapan yang telah diwajibkan oleh badan pengawas keuangan.
Meek et al. dalam Murtanto dan Elvina (2005) menegaskan bahwa pengungkapan sukarela merupakan pilihan bebas manajemen perusahaan dalam memberikan informasi akuntansi dan informasi lainnya yang dipandang relevan untuk pembuatan keputusan oleh pemakai laporan tahunannya.
United States Securities and Exchange Commission (SEC US) atau Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat adalah suatu badan independen dari pemerintah Amerika yang memiliki tanggung jawab utama untuk mengawasi pelaksanaan dari peraturan-peraturan dibidang perdagangan efek dan mengatur pasar perdagangan pada bursa efek. Tujuan utama dari pembentukan SEC ini adalah untuk mengatur bursa efek dan mencegah penyalahgunaan oleh perseroan
3
Universitas Sumatera utara

sehubungan dengan penawaran saham dan penjualan efek serta pelaporan keuangan perseroan.
Pertengahan tahun 2000, SEC US membuat pernyataan bahwa semua perusahaan publik direkomendasikan untuk membuat dan memberikan semua informasi legal yang dimandatkan tentang kinerja perusahaan untuk diberikan kepada semua pihak yang berkepentingan di waktu yang sama. Dengan kata lain, kreditor, pemegang saham, analis dan investor harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses informasi di internet. Pernyataan dari SEC ini mendorong lebih banyak perusahaan untuk menggunakan IFR untuk menghindari diskriminasi informasi. Namun, perusahaan telah diberi kebebasan dalam menentukan bagaimana dan apa yang harus diungkap.
Di Indonesia Bapepam mengeluarkan peraturan melalui Keputusan Ketua Bapepam No.86 Tahun 1996 mengenai keterbukaan informasi yang harus diumumkan kepada publik yang berbunyi : “Setiap Perusahaan Publik atau Emiten yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif, harus menyampaikan kepada Bapepam dan mengumumkan kepada masyarakat secepat mungkin, paling lambat akhir hari kerja ke-2 (kedua) setelah keputusan atau terdapatnya Informasi atau Fakta Material yang mungkin dapat mempengaruhi nilai Efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal”.
Bapepam berharap dengan adanya peraturan tersebut dapat mendorong upaya-upaya perusahaan untuk secepatnya mengumumkan kepada masyarakat mengenai informasi atau hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan yang mungkin dapat mempengaruhi suatu efek. Beberapa tahun belakangan ini, IFR muncul dan
4
Universitas Sumatera utara

berkembang sebagai media yang paling cepat untuk menginformasikan hal- hal yang terkait dengan perusahaan.
Manfaat yang didapatkan dengan mempublikasikan informasi kinerja keuangan melalui IFR antara lain memiliki cakupan luas karena dapat diakses siapa pun dengan menggunakan media internet. Manfaat lainnya adalah IFR mampu menimbulkan biaya yang lebih hemat dibandingkan laporan keuangan yang menggunakan kertas. IFR mampu mengurangi biaya pencetakan dan distribusi terkait dengan laporan keuangan tahunan dan triwulanan (Ashbaugh et al., 1999). Manfaat tersebut semakin didukung dengan fakta bahwa calon investor dan investor memiliki minat yang tinggi untuk memanfaatkan IFR sebagai sumber informasi yang akan dipakai dalam pengambilan keputusan mereka. Dengan adanya IFR, investor dapat lebih cepat mengakses informasi keuangan perusahaan sebagai dasar pembuatan keputusan.
Lebih lanjut tindakan investor akan tercermin pada pergerakan saham di bursa. Semakin banyak informasi yang tersedia dan semakin cepat informasi itu tersedia akan mempemudah investor dalam mengevaluasi portofolio saham yang dimiliki. Informasi tersebut akan menciptakan penawaran dan permintaan oleh para investor yang berujung pada transaksi perdagangan saham (Sukanto, 2011).
Para pelaku pasar modal akan mengevaluasi setiap pengumuman yang diterbitkan oleh emiten, sehingga hal tersebut akan menyebabkan beberapa perubahan pada transaksi perdagangan saham, misalnya adanya perubahan pada volume dan frekuensi perdagangan saham, perubahan pada harga saham, bid/ask spread, proporsi kepemilikan, dan lain-lain. Hal ini mengindikasikan bahwa
5
Universitas Sumatera utara

pengumuman yang masuk ke pasar memiliki kandungan informasi, sehingga memicu reaksi oleh para pelaku di pasar modal.
IFR dan pengungkapan informasi pada website juga menjadi satu cara agar investor mengetahui berbagai informasi yang benar adanya mengenai kondisi keuangan perusahaan agar tidak terjadi asimetri informasi antara pihak investor dan perusahaan. Dengan begitu investor mampu mengestimasi kondisi perusahaan di masa yang akan datang, dan membantu investor mengambil keputusan apakah menanamkan atau tidak modalnya pada perusahaan bersangkutan. IFR telah membuka sebuah domain penelitian baru pada bidang akuntansi dan keuangan. Ukuran perusahaan (firm size) merupakan variabel yang paling sering muncul sebagai faktor yang mempengaruhi Internet Corporate Disclosure khususnya Internet Financial Reporting (IFR).
Menggunakan perusahaan publik yang terdaftar dalam Austria Stock Exchange sebagai sampel, Pichegger dan Wagenhofer (1999) dalam Lai et al. (2009) meneliti kualitas IFR dan menyimpulkan bahwa kualitas berhubungan positif dengan ukuran perusahaan yang dinyatakan dalam bentuk kepemilikan saham atau nilai kapitalisasi perusahaan.
Laswad (2005) mempelajari praktek IFR di Selandia Baru. Enam variabel dihubungkan dengan praktek IFR, yaitu ukuran, leverage, municipal wealth, press visibility dan tipe dari kota tempat perusahaan berada. Hasilnya, leverage, municipal wealth, press visibility dan tipe kota berhubungan dengan praktek IFR.
Lai et al., (2009) mencoba meneliti mengenai hubungan IFR dengan hargasaham. Lai menemukan bahwa perusahaan yang menerapkan IFR dan
6
Universitas Sumatera utara

perusahaan dengan tingkat pengungkapan informasi yang tinggi cenderung mempunyai abnormal return yang lebih besar dan harga saham yang bergerak lebih cepat. Lai menyimpulkan bahwa semakin baik pengungkapan informasi yang dilakukan oleh perusahaan, semakin tinggi pengaruhnya terhadap harga saham perusahaan tersebut. Pada penelitian ini, Lai menggunakan Autoregresi dan Final Prediction Error untuk mengetahui kecepatan perubahan saham atas informasi baru dalam IFR.
Di Indonesia, penelitian IFR juga semakin bekembang. Kebanyakan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi internet financial reporting. Lestari (2007) meneliti faktor yang mempengaruhi IFR dengan sampel perusahaan yang terdaftar di BEJ tahun 2005 dan menemukan bahwa dari tujuh faktor yang diteliti (ukuran perusahaan, profitabilitas, likuiditas, jenis industri, leverage, reputasi auditor dan umur listing perusahaan), terbukti bahwa ukuran perusahaan, likuiditas, leverage, reputasi auditor dan umur listing perusahaan berpengaruh positif terhadap IFR. Sedangkan Widyastuti (2012) meneliti pengaruh karakteristik perusahaan terhadap kualitas IFR. Hasilnya adalah ukuran, profitabilitas, dan leverage perusahaan berpengaruh terhadap kualitas internet financial reporting.
Hargyantoro (2010) dan Sukanto (2011) melakukan penelitian mengenai pengaruh IFR dan hubungannya dengan saham perusahaan. Dalam penelitian ini, frekuensi perdagangan saham digunakan untuk mengetahui hubungan antara informasi dan saham. Logikanya, semakin banyak informasi yang beredar,
7
Universitas Sumatera utara

semakin banyak permintaan dan penawaran yang berujung pada transaksi oleh investor yang akan memicu kenaikan frekuensi perdagangan saham.
Peneliti ingin menindaklanjuti temuan peneliti sebelumnya mengenai pengaruh internet financial reporting dan pengungkapan website terhadap frekuensi perdagangan perusahaan, namun mengambil sampel yang berbeda, yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Tabel 1.2 Perusahaan Manufaktur Dengan Frekuensi Perdagangan Tertinggi

2010 Astra International Indofood Sukses Makmur
Keramika Indonesia Asosiasi Kalbe Farma
Pelat Timah Nusantara

2011 Astra International
Charoen Pokphand Indonesia Indofood Sukses Makmur
Kalbe Farma
Semen Gresik

2012 Astra International
Kalbe Farma
Semen Indonesia
Indofood Sukses Makmur Suparma

Gajah Tunggal

Indocement

Charoen

Tunggal Prakarsa

Pokpahand

Indonesia

Tirta Mahakam

Pelat Timah

Gudang Garam

Resources

Nusantara

Pyridam Farma Pyridam Farma

Unilever

Indonesia

Indocement

Gudang Garam

Indocement

Tunggal Prakarsa

Tunggal Prakarsa

Unilever

Langgeng

Indonesia

Makmur Industri

Sumber : www.idx.co.id, Desember 2014

2013 Kalbe Farma
Astra International
Semen Indonesia
Polychem Indonesia Charoen Pokphand Indonesia Indofood Sukses Makmur
Indocement Tunggal Prakarsa
Unilever Indonesia Langgeng Makmur Industri Gudang Garam

Dari tabel di atas, sejak tahun 2010 hingga 2013, terdapat beberapa

perusahaan manufaktur yang masuk dalam 50 perusahaan dengan frekuensi

8
Universitas Sumatera utara

tertinggi. Hal inilah yang mendasari peneliti untuk menganalisa apakah ada pengaruh internet financial reporting terhadap frekuensi perdagangan saham.
Berdasarkan uraian diatas maka penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Internet Financial Reporting dan Tingkat Pengungkapan Informasi Website Terhadap Frekuensi Perdagangan Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI.”
1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya,
maka dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. Apakah Internet Financial Reporting (IFR) berpengaruh positif terhadap frekuensi perdagangan saham perusahaan? 2. Apakah tingkat pengungkapan informasi website berpengaruh positif terhadap frekuensi perdagangan saham perusahaan?
1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan masalah di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengetahui pengaruh penerapan Internet Financial Reporting pada frekuensi perdagangan saham perusahaan. 2. Mengetahui pengaruh tingkat pengungkapan informasi website perusahaan pada frekuensi perdagangan saham.
1.4 Manfaat Penelitian i. Bagi literatur teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur dan referensi yang dapat
dijadikan acuan dalam memahami pengaruh IFR dan pengungkapan website terhadap frekuensi perdagangan saham dan sekaligus memahami seberapa penting
9
Universitas Sumatera utara

implementasi pelaporan keuangan melalui internet ini bagi perkembangan kinerja perusahaan manufaktur.
ii. Bagi kalangan praktisi a. Bagi perusahaan agar dapat menerapkan dan memanfaatkan IFR dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan komunikasi dengan berbagai pihak, khususnya investor. b. Bagi peneliti selanjutnya sebagai sumber referensi dan informasi untuk memungkinkan penelitian selanjutnya mengenai topik ini.
10
Universitas Sumatera utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Teori Pasar Efisien Teori Pasar Efisien merupakan salah satu teori keuangan yang penting. Teori
ini dikemukakan oleh Eugene F. Fama pada tahun 1970. Fama mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan pasar efisien adalah apabila harga saham perusahaan mencerminkan keseluruhan informasi yang tersedia.
Konsep pasar yang efisien lebih ditekankan pada aspek informasi, artinya pasar yang efisien adalah pasar dimana harga semua sekuritas yang diperdagangkan telah mencerminkan semua informasi yang tersedia. Konsep tersebut menyiratkan adanya suatu proses penyesuaian harga sekuritas menuju harga keseimbangan yang baru, sebagai respons atas informasi baru yang masuk ke pasar (Tandelilin, 2001:112).
Sejumlah besar penelitian empiris (induktif) memperlihatkan bahwa harga-harga sekuritas yang diperdagangkan secara publik bereaksi secara cepat dan tidak bias (rapidly and unbiased) terhadap informasi baru. Oleh karena itu, harga pasar sekuritas diasumsikan mencerminkan sepenuhnya semua informasi yang tersedia bagi publik (Bastian, 2006 : 212). Yang perlu diperhatikan bahwa harga terbentuk melalui proses transaksi atau bertemunya penawaran dan permintaan yang secara otomatis akan meningkatkan frekuensi perdagangan saham atau bisa dikatakan bahwa perubahan harga saham akan diikuti dengan peningkatan frekuensi perdagangan.
Empat kondisi yang diperlukan agar suatu pasar efisien secara informasional menurut Tandelilin (2001:113) adalah (1) ada banyak investor yang rasional dan
11
Universitas Sumatera utara

berusaha untuk memaksimalkan profit, (2) semua pelaku pasar dapat memperoleh informasi pada saat yang sama dengan cara yang murah dan mudah, (3) informasi yang terjadi bersifat random, (4) investor bereaksi secara cepat terhadap informasi baru, sehingga harga sekuritas akan berubah sesuai dengan perubahan nilai sebenarnya akibat informasi tersebut. Jelas sekali keempat kondisi tersebut tidak terdapat pada dunia nyata.
Oleh karena itu perlu dibedakan antara pasar yang perfectly informationally efficient dan economically informationally efficient. Pasar yang perfectly efficient, yakni yang memenuhi keempat kondisi di atas, harga selalu merefleksikan semua informasi yang diketahui, harga akan menyesuaikan diri dengan informasi baru secara cepat dan excess return hanya dapat diperoleh karena keberuntungan. Pada pasar yang economically efficient, harga tidak menyesuaikan diri dengan informasi baru secara cepat namun excess return tetap tidak dapat diperoleh setelah keuntungan dikurangi dengan biaya informasi dan transaksi.
Menurut Fama (1970) bentuk pasar dapat dikelompokkan menjadi tiga, yang dikenal sebagai hipotesis pasar efisien. Ketiga bentuk pasar tersebut adalah : 1. Hipotesis Pasar Efisien Bentuk Lemah (Weak Form)
Dalam hipotesis ini, harga saham diasumsikan mencerminkan semua informasi yang terkandung dalam sejarah masa lalu tentang harga sekuritas yang bersangkutan. Artinya, harga yang terbentuk atas suatu saham, misalnya merupakan cerminan dari pergerakan saham yang bersangkutan di masa lalu. 2. Hipotesis Pasar Efisien Bentuk Setengah Kuat (Semi Strong Form)
12
Universitas Sumatera utara

Menurut hipotesis ini, harga mencerminkan semua informasi public yang relevan. Di samping merupakan cerminan harga saham historis, harga yang tercipta juga terjadi karena informasi yang ada di pasar, termasuk di dalamnya adalah laporan keuangan dan informasi tambahan sebagaimana diwajibkan oleh peraturan akuntansi. Menurut konsep ini, investor tidak akan mampu untuk memperoleh abnormal return dengan menggunakan strategi yang dibangun berdasarkan informasi yang tersedia di publik. 3. Hipotesis Pasar Efisien Bentuk Kuat (Strong Form)
Pasar efisien bentuk kuat menyatakan bahwa harga yang terjadi mencerminkan semua informasi yang ada, baik informasi publik maupun informasi pribadi (private information). Dalam konteks pasar efisien bentuk kuat tidak ada seorangpun baik individu maupun institusi dapat memperoleh abnormal return, untuk suatu periode tertentu, dengan menggunakan informasi yang tersedia di publik dalam konteks kelebihan informasi, termasuk di dalamnya informasi yang hanya dapat diakses oleh orang-orang tertentu.
Hipotesis pasar efisien secara potensial memiliki implikasi penting terhadap akuntansi dan keuangan, sebagai contoh, informasi dengan cepat tercermin dalam harga sekuritas sehingga mendorong pengungkapan (disclosure) informasi keuangan (Bastian, 2006:212).
2.2 Teori Keagenan Teori keagenan merupakan cabang dari ilmu ekonomi yang akrab dengan
implikasi perilaku dari mempercayakan pengambilan keputusan kepada pihak ketiga (Dunn, 2010:7). Jensen dan Meckling (1976) mendefinisikan teori
13
Universitas Sumatera utara

keagenan sebagai kontrak antara satu orang atau lebih (principal) yang menggunakan orang lain (agent) untuk melakukan beberapa jasa atas nama mereka termasuk mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan kepada agen. Teori keagenan mengasumsikan bahwa prinsipal menginginkan pengembalian yang sebesar-besarnya dan secepatnya atas investasi yang mereka tanamkan, salah satunya dicerminkan dengan kenaikan porsi deviden dari tiap saham yang mereka miliki.
Masalah keagenan sering terjadi prinsipal dan agen. Masalah ini dapat diatasi dengan beberapa cara, dengan mendesain suatu penghargaan (reward) yang memotivasi agen agar bertindak sesuai dengan kepentingan prinsipal. Cara lain adalah dengan mengawasi tindakan dari agen, dan itu adalah ketika informasi keuangan ditampilkan. Jika prinsipal memiliki akses kepada laporan keuangan yang informatif, mereka dapat menilai prestasi dari agen (Dunn, 2010:8).
Prinsipal menilai prestasi agen berdasarkan kemampuannya memperbesar laba untuk dialokasikan pada pembagian deviden. Semakin tinggi laba, harga saham dan semakin besar deviden, maka agen dianggap berhasil dan memiliki kinerja yang baik sehingga layak mendapat insentif yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa ada kecenderungan bagi manajer untuk melaporkan kondisi keuangan dengan cara-cara tertentu dalam rangka memaksimalkan utilitas mereka, dalam hal ini hubungannya dengan pemilik, kreditur, maupun pemerintah.
Praktik IFR bisa dijadikan alat bagi agen untuk menyampaikan informasi sebagaimana yang dikehendaki dalam kontrak keagenan. Alasan yang mendasari perlunya praktek pengungkapan laporan keuangan oleh manajemen perusahaan
14
Universitas Sumatera utara

kepada shareholder dijamin dalam hubungan antara prinsipal dan agen. Laporan keuangan merupakan sarana akuntabilitas manajemen kepada pemilik. Sehingga sebagai wujud pertanggungjawaban, agen akan berusaha memenuhi seluruh keinginan prinsipal, dalam hal ini adalah pengungkapan sukarela yang lebih luas (Dunn, 2010:8).
2.3 Teori Sinyal Teori Sinyal menjelaskan mengapa perusahaan mempunyai dorongan untuk
memberikan informasi laporan keuangan pada pihak eksternal. Jika manajer mempunyai keyakinan bahwa prospek perusahaan baik, dan karenanya ingin agar harga saham meningkat, ia ingin mengkomunikasikan hal tersebut ke investor. Manajer bisa melakukan pengungkapan informasi lebih, sebagai sinyal yang lebih credible (Hanafi, 2005:316).
Pengaruh pemberian sinyal berasumsi bahwa terdapat asimetri (ketidakseimbangan) informasi antara pihak manajemen dan para pemegang saham. Oleh karena itu, perusahaan dapat mengungkapkan informasi keuangan yang berhubungan dengan profitabilitas dan risiko perusahaan yang terkandung didalamnya, sehingga memudahkan pemegang saham dalam menilai prospek perusahaan kedepannya (Horne dan Machowicz, 2007 : 253).
Laporan keuangan seharusnya memberikan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor terutama sekali karena kelompok ini berada dalam kondisi yang paling besar ketidakpastiannya, yang akan digunakan untuk membuat keputusan investasi, kredit dan keputusan sejenis, termasuk laporan arus kas karena laporan arus kas merupakan bagian dari laporan keuangan.
15
Universitas Sumatera utara

2.4 IFR (Internet Financial Reporting) Internet Financial Reporting adalah pencantuman informasi keuangan
perusahaan melalui internet atau website (Lai et al., 2009). Fitriana (2009) mengungkapkan bahwa Internet Financial Reporting dinilai memberikan berbagai keuntungan, yakni : 1. Menawarkan solusi biaya rendah (bagi kedua belah pihak). Bagi investor,
memberikan kemudahan dalam mengakses informasi perusahaan. Sedangkan bagi perusahaan, dapat mengurangi biaya untuk mencetak serta mengirim informasi perusahaan kepada investor Menawarkan ketepatan waktu dalam penyebaran serta akses informasi sehingga informasi lebih relevan karena tepat waktu. 2. Sebagai media komunikasi massa untuk laporan perusahaan. Informasi dapat diakses oleh pengguna yang lebih luas daripada media komunikasi yang lama. Tidak ada batasan wilayah sehingga dapat mengembangkan jumlah investor potensial. 3. Menawarkan informasi keuangan dalam berbagi format yang memudahkan dan bisa diunduh (Hanifa dan Rashid; 2005 dalam Fitriana, 2009). Adobe Acrobat format dalam portable document format (PDF) biasanya merupakan format yang paling umum digunakan . Selain itu format yang digunakan adalah HTML (Hypertext Markup Language), Excel, XBRL. 4. Memungkinkan pemakai berinteraksi dengan perusahaan untuk bertanya atau memesan informasi tertentu dengan cara yang jauh lebih mudah dan murah dibanding mengirim surat atau telepon ke perusahaan.
16
Universitas Sumatera utara

Berbagai format yang dapat digunakan dalam mempresentasikan laporan keuangan melalui internet antara lain : 1. Portable Document Format (PDF)
Merupakan sebuah format file yang dikembangkan oleh Adobe Corporation untuk membuat dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mewakili dokumen yang asli. Semua elemen dalam dokumen asli disimpan sebagai gambaran elektronik. 2. Hypertext Markup Language
HTML merupakan standar yang biasa digunakan untuk mempresentasikan informasi melalui internet. 3. Graphics Interchange Format (GIF)
GIF adalah sebuah format file berbentuk grafik, dengan meringkas mengenai gambaran informasi tanpa mengurangi informasi tersebut, yang dapat dibaca oleh kebanyakan pengguna. 4. Joint Photographic Expert Group (JPEG)
Sebuah format grafik yang digunakan untuk meringkas foto agar mempunyai ukuran yang dapat digunakan dalam website. 5. Microsoft Excel Spreadsheet
Sebuah aplikasi komputer yang berupa spreadsheet dengan menyimpan, memperlihatkan dan memanipulasi data yang disusun dalam kolom dan lajur. 6. Microsoft Word
Ms. Word merupakan aplikasi program computer yang paling banyak digunakan dalam IFR.
17
Universitas Sumatera utara

7. Zip Files WinZip adalah program windows yang mengizinkan para pengguna untuk
menyimpan dan meringkas dokumen informasi sehingga mereka dapat menyimpan dan mendistribusikan informasi tersebut dengan lebih efisien.
The Steering Committee of the Business Reporting Research Project (FASB, 2000), menyediakan beberapa motif perusahaan dalam meyajikan informasi melalui internet : 1. Mengurangi biaya cetak dan posting laporan tahunan (annual report). 2. Akses yang lebih luas daripada praktek tradisional. 3. Memberikan informasi yang terkini. 4. Mempercepat waktu dalam distribusi informasi. 5. Menjalin komunikasi dengan konsumen yang tidak teridentifikasi sebelumnya. 6. Menambah praktek pengungkapan tradisional. 7. Meningkatkan jumlah dan data yang diungkapkan. 8. Memperbaiki akses pada investor potensial untuk perusahaan kecil. 2.5 Pengungkapan Laporan Keuangan 2.5.1 Pengertian Laporan Keuangan
Menurut Bastian (2006 : 57) laporan keuangan adalah hasil akhir dari suatu proses akuntansi, yaitu aktivitas pengumpulan dan pengolahan data keuangan untuk disajikan dalam bentuk laporan laporan keuangan atau ikhtisar-ikhtisar lainnya yang dapat digunakan untuk membantu pemakainya dalam membuat atau mengambil suatu keputusan.
Stickney (1996) dalam Fitriana (2009) menyatakan bahwa :
18
Universitas Sumatera utara

“Financial statement attempt to portray the operating performance and financial health of a business firm during a recent period of time. Financial analysis study these financial statements both to evaluate a firm’s success in the past conducting its activities and to project its likely future performance.” Laporan keuangan suatu organisasi secara umum terdiri atas neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan catatan atas laporan keuangan, dan laporan arus kas (Kasmir, 2013 : 67). 2.5.2 Kegunaan dan Tujuan Laporan Keuangan Adapun kegunaan dari laporan keuangan adalah : 1. Informasi akuntansi sebagai alat komunikasi antara manajemen dengan pemegang saham atau dengan para pemangku kepentingan. 2. Sebagai alat pertanggungjawaban para pengelola (manajemen)sebagai agent yang ditunjuk oleh pemilik perusahaan (principals) atas usahanya atau tindakannya dalam suatu periode tertentu. 3. Laporan keuangan sebagai data untuk melakukan perencanaan 4. Laporan keuangan mencerminkan kinerja usaha suatu organisasi dalam periode tertentu. 5. Mencerminkan posisi keuangan suatu perusahaan. 6. Sebagai dasar atau rujukan dalam pengambilan keputusan keuangan dan non-keuangan.
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) melalui Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dalam Mursyidi (2010) menguraikan karakteristik kualitatif laporan keuangan
19
Universitas Sumatera utara

merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok :
1. Dapat dipahami. Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai.
2. Relevan. Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas relevan jika dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, atau masa depan, menegaskan atau mengoreksi, hasil evaluasi mereka di masa lalu.
3. Keandalan. Agar bermanfaat, infornasi harus andal (reliable). Informasi memiliki kualitas andal, jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.
4. Dapat dibandingkan. Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan. Pemakai juga harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antar perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan secara relatif.
FASB menetapkan tujuan pelaporan keuangan yang dapat diringkas sebagai berikut :
20
Universitas Sumatera utara

1. Menyediakan informasi yang bermanfaat bagi investor dan kreditor (sekarang maupun potensial) dan pemakai lain dalam membuat keputusan investasi, kredit dan lainnya secara rasional.
2. Menyediakan informasi untuk membantu investor dan kreditor (sekarang maupun potensial) dan pemakai lain dalam mengevaluasi jumlah, saat, dan ketidakpastian penerimaan kas di masa datang yang berasal dari dividen atau bunga dan penerimaan dari penjualan, penebusan, atau pelunasan surat berharga atau pinjaman (loans). Karena aliran kas bagi investor dan kreditor berkaitan dengan aliran kas perusahaan, pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yang dapat membantu investor, kreditor, dan lainnya dalam mengevaluasi jumlah, saat, dan ketidakpastian aliran kas perusahaan yang bersangkutan di masa datang.
3. Menyediakan informasi mengenai sumber-sumber ekonomik suatu perusahaan (badan usaha), klaim terhadap sumber ekonomik (kewajiban perusahaan untuk mentransfer sumber ekonomik kepada pihak lain yang berhak dan pemilik ekuitas), dan pengaruh transaksi-transaksi, kejadiankejadia, dan kondisi-kondisi yang mempengaruhi komposisi dan jumlah sumber-sumber ekonomik perusahaan tersebut serta klaim atas sumbersumber ekonomik tersebut.
2.5.3 Jenis Pengungkapan Laporan Keuangan 2.5.3.1 Pengungkapan Sukarela
Perusahaan berhak untuk memberikan informasi tambahan yang bersifat sukarela untuk mempermudah para pemakai laporan keuangan dalam mengambil
21
Universitas Sumatera utara

keputusan. Pengungkapan sukarela adalah pengungkapan yang dilakukan oleh perusahaan diluar apa yang telah diwajibkan oleh standar akuntansi atau peraturan badan pengawas (Suwardjono, 2005). Luas pengungkapan sukarela tergantung pada kebijakan perusahaan. Kebijakan perusahaan yang satu akan berbeda dengan kebijakan perusahaan lain. Pengungkapan sukarela diperbolehkan asalkan tidak bertentangan dengan item- item dalam mandatory disclosure.
Manajemen selalu berusaha untuk mengungkapkan informasi privat yang menurut pertimbangannya sangat diminati oleh investor dan pemegang saham, khususnya apabila informasi tersebut merupakan berita gembira (good news). Manajemen juga akan menyampaikan informasi yang dapat meningkatkan kredibilitas dan kemajuan perusahaan meskipun informasi tersebut tidak diwajibkan (Suwardjono, 2005). Terdapat banyak perkembangan penelitian empiris terkait dengan Internet Financial Reporting (IFR) y

Dokumen yang terkait

Pengaruh Sebelum Dan Sesudah Internet Financial ReportingTerhadap Volume Perdagangan Saham, Harga Saham, Dan Abnormal Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Di Bei

0 107 94

Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility, Nilai Perusahaan, Dan Kualitas Audit, Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei

3 97 116

Pengaruh Internet Financial Reporting Dan Tingkat Pengungkapan Informasi Website Terhadap Frekuensi Perdagangan Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei

6 56 84

Pengaruh Internet Financial Reporting dan Tingkat Pengungkapan Informasi Website terhadap Frekuensi Perdagangan Saham Perusahaan Property dan Real Estate yang terdapat di Bursa Efek Indonesia

12 111 95

Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Pada Internet Financial Reporting (IFR) Di Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Dalam Bursa Efek Surabaya (BES)

0 0 11

Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility, Nilai Perusahaan, Dan Kualitas Audit, Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei

0 0 15

1. DATA FREKUENSI PERDAGANGAN SAHAM PERUSAHAAN SAMPEL - Pengaruh Internet Financial Reporting Dan Tingkat Pengungkapan Informasi Website Terhadap Frekuensi Perdagangan Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei

0 0 16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Pasar Efisien - Pengaruh Internet Financial Reporting Dan Tingkat Pengungkapan Informasi Website Terhadap Frekuensi Perdagangan Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei

0 0 20

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh Internet Financial Reporting Dan Tingkat Pengungkapan Informasi Website Terhadap Frekuensi Perdagangan Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei

0 0 10

Pengaruh Internet Financial Reporting Dan Tingkat Pengungkapan Informasi Website Terhadap Frekuensi Perdagangan Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei

0 0 10

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

76 1891 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 497 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 438 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 265 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 381 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 582 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 511 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 323 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 502 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 594 23