Potensi Tari Saman Sebagai Atraksi Wisata Budaya Di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

POTENSI TARI SAMAN
SEBAGAI ATRAKSI WISATA BUDAYA
DI NANGROE ACEH DARUSSALAM

KERTAS KARYA

OLEH :
KATMY TAWAR RANI
NIM : 072204019

PROGRAM STUDI D-III PARIWISATA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011
  1
 
Universitas Sumatera Utara

LEMBAR PERSETUJUAN

POTENSI TARI SAMAN
SEBAGAI ATRAKSI WISATA BUDAYA
DI NANGROE ACEH DARUSSALAM

OLEH :
KATMY TAWAR RANI
NIM : 072204019

 

Dosen Pembimbing

Dosen Pembaca

Drs. Haris Sutan Lubis, MSP
Nip. 19590907 198702 1 002

Arwina Sufika, SE.,M.Si
Nip. 19640821 199802 2 001

 i
Universitas Sumatera Utara

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Kertas Karya

: POTENSI TARI SAMAN SEBAGAI ATRASI
WISATA BUDAYA DI PROVINSI NANGROE
ACEH DARUSSALAM

Oleh

: KATMY TAWAR RANI

Nim

: 072204019

FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Dekan,

Dr. Syahron Lubis, M.A
Nip. 19511013 197603 1 001

PROGRAM STUDI D-III PARIWISATA

Ketua,

Arwina Sufika, SE.,M.Si
Nip. 19640821 199802 2 001

  ii
 
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim,
Dengan Asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Penulis
menyampaikan rasa syukur kehadirat-Nya, karena Keridhoan – Nyalah Kertas
Karya yang berjudul “POTENSI TARI SAMAN SEBAGAI ATRAKSI
WISATA BUDAYA DI PROVINSI NANGROE ACEH DARUSSALAM”,
sebagaimana mestinya.
Kertas Karya ini dibuat untuk melengkapi tugas akhir semester dan
memenuhi syarat untuk mencapai gelar Ahli Madya Pariwisata Diplona III,
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Penulis menyadari
bahwasanya dalam penulisan kertas karya ini masih banyak kekurangan, baik
informasi, teknik penyusunan, maupun penggunaan kalimat, karena ilmu
pengetahuan dan pengalaman penulis yang masih kurang, buku bacaan dan bahasa
yang dikuasai juga sangat terbatas.
Oleh karena itu penulis dengan rendah hati menerima kritikan dan saran
yang membangun dari semua pihak. Kertas karya ini juga dapat terselesaikan
karena dipacu

dorongan, bantuan nasehat dan bimbingan dari semua pihak.

Sehubungan dengan itu. Penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam kertas karya ini.

1
 
Universitas Sumatera Utara

Akhir kata, semoga kertas karya ini dapat berguna baik bagi penulis
sendiri maupun masyarakat banyak untuk kemajuan kepariwisataan dan
Kebudayaan Indonesia di masa yang akan datang.
Wassalam

Medan, 23 Juni 2011

Katmy Tawar Rani
NIM : 072204019

2
 
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................

i

Daftar Isi ..........................................................................................................

iii

Abstrak ............................................................................................................

vi

BAB I

PENDAHULUAN ...................................................................

1

1.1 Alasan Pemilihan Judul .....................................................

1

1.2 Pembahasan Masalah ........................................................

2

1.3 Tujuan penulis ...................................................................

2

1.4 Metode penelitian ..............................................................

3

1.5 Sistematika Penulisan ........................................................

4

URAIAN TEORITIS ..............................................................

5

BAB II

2.1 Pengertian Pariwisata, Kepariwisataan, Objek Dan Daya
Tarik Wisata .....................................................................

5

2.1.1 Pengertian Pariwisata ............................................

5

2.1.2 Kepariwisataan ......................................................

6

2.1.3 Objek dan Daya Tarik Wisata ...............................

6

2.2 Motivasi Perjalanan Wisata dan Bentuk Pariwisata ..........

7

2.3 Pengertian Industri Pariwisata ...........................................

8

2.4 Produk Industri Pariwisata ................................................ 11
2.5 Pengertian Kebudayaan ..................................................... 12
2.6 Hubungan Kebudayaan dengan Kepariwisataan ............... 13

3
 
Universitas Sumatera Utara

BAB III

GAMBARAN UMUM TENTANG TARI SAMAN ............ 17
3.1 Pengertian, Sejarah Serta Makna dan Fungsi Tari
Saman ................................................................................ 17
3.1.1 Pengertian Tari Saman........................................... 17
3.1.2 Sejarah Tari Saman ................................................ 17
3.1.3 Makna Dan Fungsi Tari Saman ............................. 19
3.2 Lagu dan Syair serta Nyanyian Tari Saman ...................... 19
3.2.1 Lagu dan Syair Tari Saman .................................. 19
3.2.2 Nyanyian Tari Saman ............................................ 20
3.3 Jenis – Jenis Tari Saman ................................................... 20
3.4 Cara Persembahan Tari Saman.......................................... 22
3.5 Bahasa dan Pakaian Yang Dipakai Dalam Tari Saman .... 25
3.5.1 Bahasa Yang Digunakan Dalam Tari Saman ........ 25
3.5.2 Pakaian Yang Digunakan Dalam Tari Saman ....... 25
3.6 Beberapa Istilah Dalam Tari Saman .................................. 27
3.7 Tahapan Main Saman ........................................................ 29
3.8 Nama – Nama Pemain Dalam Tari Saman ........................ 33
3.9 Komposisi Pemain Saman ................................................. 34

BAB IV

KEKUATAN MAGIS DALAM TARI SAMAN.................. 35
4.1 Rengum ............................................................................. 35
4.2 Persalaman ........................................................................ 35
4.3 Uluni Lagu ......................................................................... 36
4.4 Babakni Lagu .................................................................... 36
4.5 Penutup Lagu ..................................................................... 37

4
 
Universitas Sumatera Utara

BAB V

PENUTUP ............................................................................... 38
5.1 Kesimpulan ........................................................................ 38

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 39

5
 
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Nangroe Aceh Darussalam sebagai salah satu Daerah Tujuan Wisata
(DTW) di Indonesia, memiliki potensi dan peluang besar dalam pengembangan
kepariwisataannya, dengan keindahan alam yang sangat mempesona, tarian-tarian
yang unik yang dapat diandalkan untuk menarik arus kunjungan wisatawan.
Suatu objek wisata dalam mendatangkan wisatawan apabila memiliki 3
faktor utama yang menjadi keterikan bagi wisatawan untuk datang ke objek dan
daya tarik wisata tersebut. Faktor tersebut yaitu adanya something to do,
something to see, dan something to buy di objek dan daya tarik wisata yang
dikunjungi. Selain itu juga dibutuhkan sebuah pengemasan produk wisata yang
profesional sehingga laku dijual kepada wisatawan.
Oleh karena itu peranan dari berbagai pihak pariwisata Nangroe Aceh
Darussalam dituntut untuk memberikan sumbangan, saran, serta masukanmasukan demi tercapainya tujuan nasional di bidang pariwisata dalam
peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Key words : Tari Saman, Nangroe Aceh Darussalam, Wisata Budaya
 

6
 
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Nangroe Aceh Darussalam sebagai salah satu Daerah Tujuan Wisata
(DTW) di Indonesia, memiliki potensi dan peluang besar dalam pengembangan
kepariwisataannya, dengan keindahan alam yang sangat mempesona, tarian-tarian
yang unik yang dapat diandalkan untuk menarik arus kunjungan wisatawan.
Suatu objek wisata dalam mendatangkan wisatawan apabila memiliki 3
faktor utama yang menjadi keterikan bagi wisatawan untuk datang ke objek dan
daya tarik wisata tersebut. Faktor tersebut yaitu adanya something to do,
something to see, dan something to buy di objek dan daya tarik wisata yang
dikunjungi. Selain itu juga dibutuhkan sebuah pengemasan produk wisata yang
profesional sehingga laku dijual kepada wisatawan.
Oleh karena itu peranan dari berbagai pihak pariwisata Nangroe Aceh
Darussalam dituntut untuk memberikan sumbangan, saran, serta masukanmasukan demi tercapainya tujuan nasional di bidang pariwisata dalam
peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Key words : Tari Saman, Nangroe Aceh Darussalam, Wisata Budaya
 

6
 
Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Alasan Pemilihan Judul
Kebudayaan merupakan faktor pendukung suatu objek dan daya tarik
wisata. Apabila objek dan daya tarik wisata tidak memiliki kebudayaan yang
dapat diperkenalkan maka objek dan daya tarik wisata tersebut tidak memiliki
nilai tambahan untuk dijual, sebab di Indonesia sudah dikenal dengan budaya dan
adat istiadat yang mendukung suatu objek dan daya tarik wisata. Untuk
mengenalkan suatu budaya disuatu tempat, harus dilakukan suatu pengenalan –
pengenalan kepada wisatawan. Pengenalan tersebut dapat berupa suatu
pertunjukan seni di negara ataupun daerah asal wisatawan, sehingga wisatawan
tersebut berminat untuk datang langsung ketempat asal kesenian tersebut.
Pengertian lainnya adalah dengan dilakukannya promosi melalui media
elektronika maupun media cetak.
Untuk meningkatkan pembangunan di bidang pariwisata sangat terkait
oleh berbagai aspek kehidupan dan juga sangat terkait dengan SDA dan SDM
yang dimulai. Salah satu modal yang dimiliki bangsa Indonesia dalam hal
kepariwisataan adalah kebudayaan. Dengan perkembangan dan kemajuan zaman
saat ini, sebagai bangsa yang memiliki keanekaragaman budaya, maka harus
memiliki beraneka ragam budaya yang ada, agar tetap dilestarikan keberadaannya.

1
Universitas Sumatera Utara

 

2

Kunjungan wisata di suatu tempat tidak terlepas dari kerjasama berbagai
pihak yang mengatur kegiatan di bidang pariwisata. Salah satu kawasan wisata
yang dapat ditawarkan adalah Kabupaten Aceh Tenggara karena selain memiliki
pemandangan yang indah, kesenian Tari Saman juga sebagai daya tarik wisatawan
untuk datang ke daerah ini.
Dalam hal ini perencanaan daya tarik wisata budaya hanya sebatas
menawarkan komponennya saja. Tidak termasuk dalam hal promosi dan juga
pemasaran.

1.2 Pembatasan Masalah
Mengingat terbatasnya pengetahuan, pengalaman serta data yang
diperlukan dalam penulisan kertas karya ini, penulis hanya membatasi ruang
lingkup permasalahan hanya pada gerakan-gerakan yang unik sebagai bagian daya
tarik atraksi budaya dalam menarik wisatawan. Namun demikian penulis akan
berusaha semaksimal mungkin untuk membahas dan mengganti lebih dalam lagi
setiap masalah yang berhubungan dengan kertas karya ini.

1.3 Tujuan Penulisan
Di dalam pembahasan yang telah dibuat harus mempunyai arah dan tujuan
yang jelas dengan maksud memberi pertimbangan kepada masyarakat wisata.

Universitas Sumatera Utara

 

3

a.

Memperkenalkan arti dan makna kebudayaan

b.

Menghimbau agar Pemprov NAD dapat memberikan perhatian yang
lebih, dalam pengembangan kebudayaan daerah Aceh Tenggara
khususnya Gayo.

c.

Untuk menumbuhkan kembangkan kesadaran rasa cinta tanah air dan
budaya bangsa.

d.

Sebagai salah satu syarat dalam mencapai gelar Ahli Madya program
D-3 Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.

1.4 Metode Penelitian
Dalam pengumpulan data yang diperlukan untuk menyelesaikan kertas
karya ini, penulis menggunakan metode penelitian yang terdiri dari dua jenis
yaitu:
a. Library Research,
yaitu suatu metode pengumpulan data yang berdasarkan pada literatur,
tulisan-tulisan ilmiah, brosur-brosur maupun sumber data lainnya baik
dari

perpustakaan

maupun

dari

tempat-tempat

lainnya

yang

berhubungan dengan objek yang akan diteliti di kertas karya ini.
b. Field Research
Metode penelitian, pengumpulan data yang didasarkan pada penelitian
langsung ke lapangan, melakukan pengamatan di objek dan melakukan
wawancara langsung dengan orang-orang terkait.

Universitas Sumatera Utara

 

4

1.5 Sistematika Penulisan
Agar memudahkan pemahaman atas isi kertas karya ini, maka penulis
membuat tahapan-tahapan penulisan secara sistematis agar penguraian yang
dilakukan terarah sedemikian rupa. Adapun sistematika penulisan tersebut adalah:
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menguraikan alasan pemilihan judul,
pembatasan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, serta
sistematika penulisan.
BAB II : URAIAN TEORITIS KEPARIWISTAAN
Dalam bab ini penulis akan menguraikan tentang pengertian
kepariwisataan, wisatawan, pengertian kebudayaan dengan
periwisata, sarana dan prasarana pariwisata.
BAB III : GAMBARAN UMUM TENTANG TARI SAMAN
Dalam bab ini penulis akan menguraikan tentang pengertian
Tari Saman, makna dan fungsi Tari Saman syair yang ada di
dalam Tari Saman, nyanyian, gerakan dalam Tari Saman,
penari.
BAB IV : KUATAN MAGIS DALAM TARI SAMAN
Dalam bab ini penulis akan mengurakan tentang kekuatankekuatan magis yang ada di dalam Tari Saman. Ragam,
persalaman ulu ni lagu, penutup.
BAB V : PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA

Universitas Sumatera Utara

BAB II
URAIAN TEORITIS

2.1 Pengertian Pariwisata, Kepariwisataan, Objek dan Daya Tarik Wisata
2.1.1 Pengertian Pariwisata


Menurut Hunziker dan Kraft (dalam Yoeti, 1966 : 115 ) pariwisata
adalah keseluruhan hubungan dan gejala-gejala pariwisata yang timbul
dari

adanya

perjalanan

dan

tinggalnya

orang

asing

dimana

perjalanannya tidak untuk menetap dan tidak ada hubungannya dengan
kegiatan mencari nafkah.


Menurut Oka A Yoeti, (dalam Yoeti, 1996 : 114) Pariwisata adalah
suatu perjalanan yang dilaksanakan untuk sementara waktu, yang
diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain dengan maksud
bukan mencari nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata
untuk menikmati perjalanan tersebut guna bertamasya dan rekreasi
atau untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.



Menurut UU NO. 9 / 1990, Pariwisata adalah segala sesuatu yang
berhubungan dengan wisata termasuk pengusaha objek dan daya tarik
wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut.

5
Universitas Sumatera Utara

 

6

2.1.2 Kepariwisataan
Menurut UU No.9 / 1990 bahwa kepariwisataan adalah sesuatu yang
berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. Menurut ketetapan MPR No. III tahun 1960 bahwa dalam dunia modern pada hakikatnya adalah suatu cara
untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam memberi hiburan jasmani dan rohani
setelah beberapa waktu bekerja dan serta mempunyai modal untuk melihat-lihat
daerah lain (pariwisata dalam negeri) atau negara lain (pariwisata manca Negara).
Dengan demikian pengertian kepariwisataan ini jauh lebih luas dari pada
pengertian pariwisata, Karena kepariwisataan mencakup segala kegiatan atau
penyelenggaraan usaha perjalanan wisata, usaha jasa pramuwisata, konvensi dan
lain-lain yang kesemuannya harus dapat memberikan kepuasan wisatawan baik
rohani maupun jasmani.

2.1.3 Objek dan Daya Tarik Wisata
Dalam UU No. 9/1990 tentang kepariwisataan yang dimaksud dengan
objek dan daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran wisata.
Dalam bahasa Inggris istilah objek dan daya tarik wisata ini disebut “attraction”
yang berarti segala sesuatu yang memiliki daya tarik, baik benda yang berbentuk
fisik maupun nonfisik.

Universitas Sumatera Utara

 

7

2.2 Motivasi Perjalanan Wisata dan Bentuk Pariwisata
2.2.1 Motivasi Perjalanan Wisata
Pada hakikatnya mobilitasi manusia merupakan salah satu sifat utama
kehidupan manusia itu sendiri yang tidak pernah puas terkaku pada suatu tempat
untuk memenuhi tuntutan kelangsungan hidupnya.
Dengan bertambahnya jumlah produk dan meningkatnya keadaan sosial
ekomomi, yang ditunjang oleh kemajuan teknologi, mendorong manusia untuk
membuat permintaan jauh lebih banyak dari pada sebelumnya. Mobilitas manusia
timbul karena berbagai macam dorongan kebutuhan atau kepentingan yang
disebut dengan motivasi yang dapat digolongkan sebagai berikut :
1. Dorongan kebutuhan dengan atau ekonomi
2. Dorongan kebutuhan kepentingan politik
3. Dorongan kebutuhan keamanan
4. Dorongan kebutuhan kesehatan dan pemukiman
5. Dorongan kebutuhan kepentingan keagamaan, pendidikan
6. Dorongan kebutuhan minat kebudayaaan, hubugan keluarga dan untuk
rekasi
Semua dorongan tersebut di atas adalah merupakan faktor mendasar bagi
kebanyakan masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata (dalam Yoeti, 1996 :
176).

Universitas Sumatera Utara

 

8

2.2.2 Bentuk Pariwisata
Secara umum pengertian pariwisata adalah segala sesuatu yang
berhubungan dengan objek wisata yang dapat disaksikan oleh pengunjung
menurut situasi tertentu dan waktu yang tepat, serta kemauan untuk mendatangi
mengunjungi dengan menggunakan alat pengangkutan yang dapat menjangkau
objek yang dimaksud. Bentuk pariwisata dibagi atas :
1. Menurut letak geografisnya
2. Menurut alasan / tujuan perjalanan
3. Menurut objeknya
4. Menurut jumlah yang melakukan perjalanan
5. Menurut jenis kelamin
6. Menurut alat pengangkutan
7. Menurut umur wisatawan (dalam Yoeti, 1996 : 183)

2.3 Pengertian Industri Pariwisata
Industry pariwisata dapat didefinisikan sebagai berikut :
R.S. Darmaji (dalam Yoeti, 1996 : 153) mengatakan “Industri pariwisata
merupakan rangkuman dari pada berbagai macam bidang usaha, yang secara
bersama – sama menghasilkan produk – produk maupun jasa / pelayanan atau
service yang nantinya baik secara langsung ataupun tidak langsung akan
dibutuhkan oleh wisatawan selama perjalanannya”.
Hunziker (dalam Yoeti, 1996 : 154) dari Bern University memberikan
rumusan tentang industri pariwisata sebagai berikut : “Tourism enterprises are all

Universitas Sumatera Utara

 

9

business entites whiech, by combining various various means of production,
provide goods and service of a specially tourist nature“ yang berarti : industri
pariwisata adalah seluruh kegiatan bisnis hasil produksi, keuntungan dari barang
dan jasa pembawaan yang khusus pada wisatawan.
Hampir bersamaan dengan batasan yang dikemukakan oleh Hunzieker,
Berneker (dalam Yoeti, 1996 : 154) memberikan rumusan atau batasan tentang
industri pariwisata sebagai berikut : (tourism industry are economic entities for
the provision of service to satisfy the need for trabel or other beed related to it
and further make a destination between (mainlu tose involved int the promotion
and advertising for tourism) and enterprises estabilishing relation between tourist
object, i.e travel agent, tour operator and other intermedieteries) yang berarti :
(industri pariwisata merupakan dalam suatu perjalanan atau kebutuhan lainnya
yang berhubungan dengan perjalanan tersebut dan selanjutnya memberikan
batasan antara “ subject oriented” (bidang usaha yang terlibat dalam promosi dan
iklan tentang kepariwisataan) dan perusahaan lain yang berhubungan antara
wisatawan dan objek wisata travel agen, tour operator, dan perantara lainnya).
G.A Schmool dalam bukunya tourism promotion (dalam Yoeti, 1996 :
1954) member batasan industri pariwisata sebagai berikut :
“Tourism is a highly decentralized industry consisiting of enterprises
different in size, location, function, type organition, range of service provide, and
method use to market and sell them”,(Industri

pariwisata

adalah

pemusatan

industri yang terdiri dari perusahaan–perusahaan yang berbeda, baik dalam

Universitas Sumatera Utara

 

10

ukuran, lokasi, jenis organisasi, pemberian pelayanan, dan cara yang digunakan
dalam memasarkannya).
Batasan lain diberikan oleh L.J. Lickorish dan A.C, Kershaw (dalam
Yoeti, 1996 : 156) dari British travel Assosiation

(BTA) yang merumuskan

industri pariwisata dengan agak terperinci sebagai berikut :
Industri pariwisata adalah keseluruhan para penjual produk wisata yang mana
bersama-sama memberikan kepuasan kepada wisatawan
o Industry pokok, melayani dalam hal transpotasi, penginapan dan
makanan serta persiapan perjalanan (travel Agen, Tour Operator dan
lainnya )
o Industry tambahan, industri pariwisata yang menyediakan souvenir
serta kebutuhan lainnya, hiburan, asuransi, pelayanan bank dan lainnya.
o Juga termasuk dalam kelompok penyedia pada industri pokok
pariwisata, keperluan masyarakat, dan industri yang menangani
promosi pariwisata lainnya.
Batasan terakhir yang kita kemukakan disini adalah batasan yang
dirumuskan oleh Krippendorf (dalam Yoeti, 1996 : 156) sebagai berikut:
Industri pariwisata merupakan wujud dari seluruh kegiatan bisnis yang
mana menyediakan barang-barang dan pelayanan berbagai macam jenis
kebutuhan yang tepat bagi kepuasan wisatawan dan melakukan hubungan dalam
perjalanan biasa dari ke semua kegiatan mereka. Itu tidak berhubungan apapun
dengan industri yang menyediakan pelayanan yang berlebihan, lebih banyak atau
hanya sesekali saja kepada wisatawan.

Universitas Sumatera Utara

 

11

2.4 Produk Industri Pariwisata
Pada umumnya yang dimaksud dengan “produk” dalam ilmu ekonomi
adalah sesuatu yang dihasilkan melalui proses produksi. Dalam pengetian ini
ditekankan bahwa dari tujuan akhir proses adalah tidak lain suatu barang (produk)
yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan guna memenuhi kebutuhan manusia.
Medlik dan Middleton (dalam Yoeti, 1996 : 165) mengemukakan bahwa
produk pariwisata adalah semua jasa-jasa atau servis yang dibutuhkan wisatawan
sejak ia berangkat meninggalkan rumah sampai ia kembali ke tempat tinggalnya.
Adapun produk-produk ataupun jasa-jasa tersebut adalah adalah sebagai berikut :
1. Biro Perjalanan Umum
Memberikan informasi tentang objek wisatayang berada di suatu
daerah, mengurus dokumen-dokumen perjalanan, maupun mengatur
rencana perjalanan kegiatan-kegiatan dari perjalanan lainnya.
2. Transportasi darat, laut, udara
Memberikan pelayanan kepada wisatawan berupa alat transportasi
yang membawa ke daerah-daerah yang telah dipilihnya.
3. Jasa-jasa pelayanan dari perhotelan, akomodasi, bar, restoran, dan
fasilitas-fasilitas lainnya.
4. Jasa-jasa transportasi lokal (bus, taksi, coach) dalam melakukan city
seigh seeing, pada objek wisata dan atraksi wisata lainnya,
5. Objek wisata atau atraksi wisata yang terdapat di daerah tujuan wisata
yang terdapat di daerah tujuan wisata sebagai daya tarik agar orang
berkenan berkunjungan.

Universitas Sumatera Utara

 

12

6. Jasa-jasa souvenir shop dan shooping center, tempat wisatawan
berbelanja atau membeli buah tangan yang akan dibawa pulang.
7. Perusahaan pendukung, seperti penjual money charger, bank, penjual
post card, perangko dan lainnya.
Produk industri pariwisata terdiri dari bagian macam produk antara lain :
1. Produk nyata (Tangible Product) yang terdiri dari :
o Prasarana pariwisata atau (infrastructure) seperti jalan, pelabuhan
udara dan laut, telekomunikasi, dll.
o Sarana pariwisata (superstructure) seperti hotel, restoran. alat
transportasi, dan lain-lain.
o Objek dan daya tarik wisata seperti sumber daya alam, budaya,
sejarah beserta atraksi-atraksinya.
2.

Produk tidak nyata (Intangible Product) terdiri dari :
o Service (pelayanan) yaitu sumber daya manusia yang memiliki
keahlian dalam teknik pelayanan
o Sapta Pesona

2.5 Pengertian Kebudayaan
Dalam masyarakat ramai kebudayaan sering diartikan sebagai “the
general body of art” yang meliputi seni sastra, seni musik, seni pahat, seni rupa,
ilmu pengetahuan dan filsafat atau bagian yang indah dari kehidupan manusia.
(Koentjaraningrat, 1996 : 7)

Universitas Sumatera Utara

 

13

Oleh para ahli Abtropologi telah banyak dikemukakan defenisi mengenai
kebudayaan, dan mendapatkan 160 macam defenisi. Dari ke 160 defenisi tersebut
telah dikutip beberapa diantaranya yang mewakili keseluruhan defenisi tersebut.
Satu pendapat yang sampai sekarang masih amat berguna dan merupakan defenisi
yang sistematis dan ilmiah adalah yang dikemukakan oleh E.B.Tyalor dalam
bukunya Primitive Culture 1817 (dalam Mahjunis, 1967 : 53) yang mengatakan
bahwa kebudayaan adalah : Keseluruhan yang kompleks yang di dalamnya
terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian moral, hukum, adat istiadat
dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan lain yang didapat oleh manusia
sebagai anggota masyarakat.
Menurut Koentjaraningrat (1962: 77) Kebudayaan adalah : Seluruh
kelakuan dan hasil kelakukan manusia yang teratur oleh tata kelakuan, yang harus
didapatnya dengan belajar dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan
masyarakat.

2.6 Hubungan Kebudayaan dengan Kepariwisataan
Seperti yang tertera pada pengertian kebudayaan, bahwa kebudayaan itu
adalah hasil karya manusia yang berupa benda maupun kesenian baik seni suara,
seni musik, seni tari dan seni lainnya. Dan hasil karya manusia ini merupakan
salah satu potensi pariwisata yang mendukung perkembangan kepariwisataan.
Dari pengertian ini saja dapat disimpulkan bahwa kebudayaan itu sangat erat
hubungannya dengan kepariwisataan.

Universitas Sumatera Utara

 

14

Hal ini diperkuat dalam UUD 1945 pasal 32 yang berbunyi : “Perintah
memajukan

kebudayaan

nasional

Indonesia”,

yang

pada

penjelasannya

menyatakan bahwa kebudayaan bangsa adalah kebudayaan yang timbul sebagai
buah usaha rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan di daerah-daerah
di seluruh provinsi. Dalam penjalasan UUD 45 itu juga dikatakan bahwa usaha
memajukan kebudayaan bangsa harus menuju ke arah kemajuan adat, budaya dan
persatuan dengan tidak menolak bahan-bahan dari kebudayaan asing yang dapat
memperkembangkan dan memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta
mempertimbangkan derajat kemanusiaan bangsa Indobesia tidak dapat terlaksana
tanpa peran serta masyarakat Indonesia dimanapun mereka berada.
Berdasarkan kenyataan itu maka sektor pariwisata sebagai salah satu
kegiatan masyarakat di dalam pembangunan bangsa harus dapat pula menjaga
tantangan tersebut. Sejalan dengan itu, wajarlah jika dalam Garis Besar Haluan
Negara (GBHN) sektor pariwisata diberi misi untuk turut mengembangkan
kebudayaan nasional.
Ada 3 poin dalam Ketetapan MPR No. 11/MPR/1993 mengenai GBHN
Bab I sektor pariwisata, yang mengemukakan eratnya hubungan kebudayaan
dengan pariwisata.
1. Dalam pembangunan kepariwisataan dijaga ketat terpeliharanya
kepribadian bangsa serta kelestarian fungsi atau mutu lingkungan
hidup. Kepariwisataan perlu ditata secara menyeluruh serta terpadu
dengan melibatkan sektor lain yang terkait dalam suatu keutuhan usaha

Universitas Sumatera Utara

 

15

kepariwisataan yang saling menunjang dan menguntungkan, baik yang
berskala kecil, menengah maupun besar.
2. Pengembangan pariwisata nusantara dilaksanakan sejalan dengan upaya
memupuk rasa cinta tanah air dan bangsa serta menanamkan jiwa,
semangat, dan nilai-nilai luhur bangsa dalam bentuk penggalakan
pariwisataan. Daya tarik wisata sebagai Negara tujuan wisata manca
negara perlu ditingkatkan melalui upaya pemeliharaan benda dan
khasanah bersejarah yang menggambarkan ketinggian budaya dan
kesabaran bangsa serta didukung dengan promosi yang memikat.
3. Kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam kegiatan kepariwisataan
perlu makin ditingkatkan melalui penyuluhan dan pembinaan kelompok
seni budaya, industri kerajinan serta upaya lain untuk meningkatkan
kualitas kebudayaan dan daya tarik pariwisata Indobesia, industri
kerajinan serta upaya lain untuk meningkatkan kualitas kebudayaan dan
daya tarik pariwisata Indonesia dengan tetap menjaga nilai-nilai agama,
citra kepribadian bangsa, serta harkat dan martabat bangsa. Dalam
upaya mengembangkan usaha pariwisata harus dicegah hal-hal yang
dapat merugikan kehidupan masyarakat dan kelestarian kehidupan
budaya bangsa. Dalam pembangunan kawasan pariwisata, keikutsertaan
masyarakat setempat terus ditingkatkan.
Dari ketiga poin tersebut diatas, dapat disimpulkan peranan masyarakat
sangat besar dalam mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang
telah dimiliki, salah satu cara pengembangan kebudayaan adalah melalui kegiatan

Universitas Sumatera Utara

 

16

kepariwisataan. Karena dengan kepariwisataan, kebudayaan yang dimiliki oleh
suatu bangsa dapat diketahui dan dapat dinikmati wisatawan yang datang ke
negara atau daerah tujuan wisata adalah memenuhi rasa ingin tahu, mengagumi
atau melayani seni budaya dari daerah atau negara wisata yang dikunjungi.
Dan perkembangan kepariwisataan yang dilakukan, diharapkan tidak
memudarkan nulai-nilai budaya yang telah ada sehingga kebudayaan dan
kepariwisataan tetap menjadi satu kesatuan yang utuh dan saling mendukung.

Universitas Sumatera Utara

BAB III
GAMBARAN UMUM TENTANG TARI SAMAN

3.1 Pengertian, Sejarah serta Nama dan Fungsi Tari Saman
3.1.1 Pengertian Tari Saman
Tari Saman adalah tarian suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk
merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman
mempergunakan Bahasa Arab dan Bahasa Gayo.
Tari Saman merupakan kolaborasi antara seni dan seni suara yang dijuluki
dengan tari Tangan Seribu. Tari Saman biasanya ditampilkan untuk Merayakan
kelahiran Nabi Muhammad SAW, merontok padi, Hari Ulang Tahun
Kemerdekaan Republik Indonesia dll.

3.1.2 Sejarah Tari Saman
Kata Saman menjadi nama kesenian tradisional di Gayo Lues karena orang
yang pertama mengajarkan dan mengembangkan agama Islam di Dataran Tinggi
Gayo bernama Syeh Gayo yang berasal dari negeri Arab. Pada saat mengajarkan
agama Islam Syeh Saman menggerakkan tangan ke kiri, ke kanan, ke atas dan ke
bawah atau sambil betepuk tangan dan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim
waasyhaduanna Muhammaddar rasullah). Oleh karena itu, tari tersebut diberi
nama Saman.
Gerakan Tari Saman, didong, dan bines berasal dari satu peristiwa atau
sejarah yang sama. Seperti yang yang tergambar dalam cerita rakyat (foklore);

17
Universitas Sumatera Utara

 

18

yaitu, Asal usul Gajah putih yang dikumpulkan oleh Sulaiman Hanfiah dkk (1984:
140-149). Gajah putih merupakan penjelmaan dari seorang sahabat yang sudah
meninggal dunia. Ketika Gajah putuh ini akan dibawa ke Istana Raja Aceh oleh
orang-orang yang diperintah oleh raja. Gajah Putih tidak mau berajalan dan
melawan, Gajah Putih menghentak-hentakkan kakinya ke tanah, sehingga bunyi
dik-dik-dik.
Orang-orang yang melihat Gajah Putih melawan, ikut membantu mengusir
supaya Gajah Putih mau berjalan. Kaum lelaki berusaha mengusir sambil
menggerakkan atau mengayunkan tangan supaya Gajah Putih mau berjalan. Kaum
wanita juga ikut mengusir dengan cara mengipas-ngipaskan kain panjang, tapi
Gajah Putih tetap saja tudak mau berjalan. Namun, ketika sahabatnya yang
membawa, Gajah Putih pun berjalan dan sampailah ke Istana Raja Aceh.
Gerakan tangan para lelaki yang ikut mengusir Gajah Putih selalu diulangulangi sehingga menjadi tradisi dan menjadi kebiasaan (kesenian) para pemuda
pada waktu itu dan gerakan Gajah Putih yang menghentak-hentakkan kakinya ke
tanah dan menimbulkan bunyi dik – dik – dik selalu ditirukan orang-orang yang
melihat kehadian itu. Begitu juga gerakan kaum wanita yang mengipas-ngipaskan
kain panjang sering diulang-ulangi sambil menceritakan kejadian itu kepada orang
lain. Akhirnya kebiasaan tersebut dilaksanakan dan digunakan pada saat merasa
gembira atau pada saaat menyampaikan pesan dan nasihat kepada anak, teman,
masyarakat atau kepada saja yang dianggap perlu untuk disampaikan. Karena
kebiasaan tersebut berlangsung secara terus menerus, akhirnya gerakan itu disebut
sebagai Tari Saman.

Universitas Sumatera Utara

 

19

3.1.3 Makna dan Fungsi
Tari Saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan
(dakwah). Tarian ini menceritakan pendidikan, keagamaan, sopan santun,
kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan. Sebelum Saman dimulai yaitu
sebagai muqaddinmah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau
pemuka adat mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang
berguna kepada para pemain dan penonton.

3.2 Lagu dan Syair Serat Nyayian Tari Saman.
3.2.1. Lagu dan Syair Tari Saman
Pengungkapannya secara bersama dan kontiniu, pemainnya terdiri dari
pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian adat. Penyajian Tarian
tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara grup tamu dengan grup
sepangkalan (dua grup). Tarian Saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan
alat musik, akan tetapi menggunakan iringan musik, akan tetapi menggunakan
suara dari para penari dan tepuk mereka yang biasanya dikombinasikan dengan
memukul

dada

dan

pangkal

paha

mereka

sebagai

sinkronisasi

dan

menghempaskan badan ke berbagai arah. Tarian ini dipandu oleh seorang
pemimpin yang lazimnya disebut syech. Karena keseragaman farmasi dan
ketetapan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para
penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius
agar dapat tampil dengan sempurna. Tarian ini khususnya ditarikan oleh para pria.

Universitas Sumatera Utara

 

20

Pada zaman dahulu, dipertunjukkan dalam acara adat tertentu. Selain itu,
khususnya dalam konteks masa kini, tarian ini dipertunjukkan pula pada acaraacara yang bersifat resmi, seperti kunjungan tamu-tamu antar kabupaten dan
negara atau dalam pembukaan sebuah vestifal dan acara lainnya.

3.2.2 Nyanyian
Nyanyian para penari menambah kedinamisan dari Tari Saman. Cara
menyanyikan lagu dalam Tari Saman dibagi dalam 5 macam :
1. Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat
2. Dering, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari
3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh
seorang penari pada bagian tengah tari.
4. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang dengan suara panjang
tinggi melengking, biasanya digunakan sebagai tanda perubahan gerak.

3.3 Jenis-Jenis Tari Saman
Menurut cara dan tempat persembahan dari Tari Saman, maka Tari Saman
itu dapat dibagi 6 macam yaitu :
1. Saman Jejunten dilakukan pemuda pada malam hari. Saman Jejunten
dianggap sebagai latihan dan susunan atau posisi dilakukan secara
sembarangan. Saman Jejunten ini merupakan salah satu kesempatan
untuk mengarang atau untuk membuat lagu baru oleh pemain saman
dan gerakan selalu didiskusikan, sehingga lahir lagu (gerak) baru.

Universitas Sumatera Utara

 

21

2. Saman Jalu
Saman Jalu atau festival biasanya dilakukan pada hari ulang tahun
Kemerdekaan Republik Indonesia. Saman Jalu dipersembahkan satu
per satu di atas panggung dan dinilai oleh dewan juri. Penilaian
dilakukan terhadap keseragaman gerak, Kesopanan syair (redet),
ketetapan waktu, tertib, inovasi, dan penguasaan panggung. Pemenang
Tari Saman festival diberikan hadiah sesuai dengan perinkatnya
masing-masing.
3.

Saman Hiburan
Saman Hiburan ialah Tari Saman yang dipersembahlan untuk
menghibur para tamu pada acara-acara tertentu. Saman hiburan ini,
syairnya biasanya berisi sanjungan dan pujian terhadap tamu yang
hadir.

4. Saman Njik
Saman Njik yaitu saman yang dilakukan pada saat merontok (jamu
njik) padi. Saman Njik ini dilakukan pada saat istirahat merontok padi.
Tarian Saman dilakukan pada posisi duduk diatas pematang (patal)
sawah. Pada saat inilah kesempatan para pemuda (sebujang)
menyampaikan isi hatinya kepada pemudi-pemudi (seberu) yang
menonton Tari Saman
5. Saman Kumah Sara
Pesta perkawinan pada suku Gayo selalu dilakukan pada malam hari
(Kumah Sara). Pada malam itu biasanya diundang beberapa kampong

Universitas Sumatera Utara

 

22

melalui famili (kaum biak, kuluh rege) yang ada di kampung lain.
Famili itu membawa tamu (mah atur) terutama pemuda dan pemudi.
Begitu sampai tamu (amu) ini ketempat pesta, langsung memainkan
Tari Saman yang dilakukan secara duduk melingkar dan kaki menjulur
(genyur) ke depan. Setelah semua tamu datang.
6. Jamu Saman
Jamu Saman dilakukan dengan mengundang pemuda kampung lain
untuk menari Saman semalam suntuk. Jamu saman ini juga dapat
dibagi dua macam, yaitu jamu saman sara Ingi dan Jamu saman Roa
Ingi. Pada jamu saman sara Ingi, menari saman dilakukan hanya satu
malam saja sedangkan jamu saman Roa ingi menari saman dilakukan
selama dua hari dua malam. Pada saat berlangsung Tari Saman ini,
masing-masing mencari sahabat (serinen). Kalau mau berlanjut
hubungan persahabatan ini, biasa menjadi hubungan persaudaraan.
Jamu Saman ini dilakukan secara bergantian.

3.4 Cara Persembahan Jamu Saman
Adapun cara persembahan menjamu Saman adalah sebagai berikut :
3.4.1 Mango
Mango dilakukan dengan mengundang pemuda-pemuda kampung lain,
biasanya dipilih beberapa orang untuk utusan. Utusan ini membawa tepak (batil)
yang lengkap dengan isinya sambil menyerahkan batil ini dinyatakan maksud.
Jika ada persetujuan, maka pembicaraan dilanjutkan untuk menentukan hari

Universitas Sumatera Utara

 

23

pelaksaanaan dan segala hal-hal yang diperlukan. Saman sara Ingi biasanya
mengundang kampung yang masih berada dalam satu kecamatan sedangkan
saman Roa Ingi mengundang tamu dari kampung lintas kecamatan atau dari
kecamatan lain.

3.4.2 Persiapan Tempat
Tempat persembahan Tari Saman dibuat teratak (rerampen), luasnya
tergantung kepada jumlah penduduk kampung. Pada begian dinding atau pinggir
digantung tebu dan kelapa muda sebagai minuman tamu yang beru datang.
kemudian setiap keluarga dikampung yang melaksanakan Jamu Saman
mengundang semua famili yang ada dikampung dan menyediakan makanan sesuai
dengan kemampuan.

3.4.3 Penyambutan Jamu Saman
Peyambutan tamu (jamu) dilakukan di luar kampung berjarak lebih kurang
1 km atau disesuaikan dengan keadaan tempat atau lapangan. Penyambutan
dilakukan dengan Didong Belang (didong Ala). Pemain Didong Alo sudah
dipersiapkan, baik dari tuan rumah (sukut) maupun dari pihak tamu.

3.4.4 Persiapan Makanan
Cara mempersiapkan makanan tamu yang diundang ada 2 macam.
Pertama, menyiapkan dapur umum dan memberikan makanan secara serentak.

Universitas Sumatera Utara

 

24

Kedua, dengan cara membawa serinen ke rumah masing-masing. Hal ini
dilakukan sesuai kesepakatan kedua belah pihak pada saat mango.

3.4.5 Persiapan Persembahan
Persiapan persembahan pada saat jamu saman dilakukan pada malam hari
sekitar pukul 22.00 WIB setelah selesai Solat Isya sampai pukul 04.30 sebelum
solbuh dan pada saat siang hari mulai pukul 10.00 – 12.00 WIB dan dilanjutkan
pukul 14.00 WIB. Persembahan diawali dengan pidato adat (melengkan) atau
pidato (keketar) yang dilakukan secara bergantian. Mengkan atau keketar berisi
ucapan selamat datang kepada para tamu, permohonan maaf bila ada kekurangan
dan harapan kepada semua tamu penonton untuk dapat menjaga sopan santun
yang berlaku.

3.4.6 Main Tari Saman
Main tri saman yang pertama dilakukan oleh tuan rumah (sukut) selama 30
menit tanpa diundi kemudian dilanjutkan oleh pihak tamu (jamu). Demikian
seterusnya secara bergantian selama dua hari dua malam, hanya berhenti pada saat
waktu salat dan makan saja.

3.4.7 Niro Ijin
Niro Ijin dilakukan pada pagi hari (hari yang terakhir) pada bagian ini
masing-masing penari saman menyatakan permohonan maaf melalui syair (redet)
Saman. Setelah selesai dilanjutkan dengan tari Bisnes, juga syair (jangin)

Universitas Sumatera Utara

 

25

menyatakan mohon maaf serta sanjungan terhadap Tari Saman yang sudah
dipersembahkan. Kemudian dilanjutkan dengan melengkan untuk melepas
kepulangan tamu yang diantar kepinggiran kampung setelah diberi nasi (Kero
Selpah) untuk makan padi saat berhenti di tengah jalan menuju kampung halaman.

3.4.8 Memangka dan Mengging
Memangka adalah group yang memimpin permainan Tari Saman
sedangkan yang mengikuti Tari Saman disebut Mengging. Apabila Tari Saman
yang dimainkan tidak dapat diikuti, maka pihak tersebut dinyatakan kalah. Selama
dalam pertandingan antara Jamu Saman yang memangka dan mengging dilakukan
secara bergantian atau diberi waktu bagi masing-masing grup lebih kurang
setengah jam sampai waktu dua hari dua malam. Waktu istirahat hanya pada
waktu solat lima waktu dan makan saja.

3.5 Bahasa dan Pakian Tari Saman
3.5.1 Bahasa yang Digunakan dalam Tari Saman
Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi untuk menyampaikan
pikiran, perasaan, dam kemauan dari seseorang kepada orang lain, dengan
menggunakan bunyi ujaran yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Karena Tari
Saman adalah Tarian masyarakat Gayo. Jadi bahasa yang digunakan adalah
bahasa Gayo.
Bahasa Gayo merupakan salah satu bahasa daerah di nusantara ini
termasuk ke dalam rumpun bahasa melayu. Terbukti kosa kata Bahasa Gayo

Universitas Sumatera Utara

 

26

banyak mempunyai persamaan dengan berbagai bahasa suku di Indonesia
disamping mempunyai kekayaan kosa kata, juga bahasa Gayo memiliki ciri-ciri
khas yang membedakannya dengan bahasa suku lainnya di nusantara ini.

3.5.2 Pakaian Yang Digunakan Dalam Tari Saman
Pakaian yang digunakan dalam Tari Saman disebut pakaian Medekala.
Pakaian Medekala (pakaian yang dipakai pada waktu tertentu saja ini hanya
dipakai untuk acara-acara resmi saja seperti acara perkawinan, sunat rasul, pesta
tahunan (jamu saman), tari bisnes dan pakaian ini lazim disebut sebagai baju
tabor) baju seragam. Baju Medekala ini juga disebut sebagai baju tabur (baju
seragam). Baju Medekala ini juga dibedakan menurut jenis kelamin, seperti
dibawah ini :
3.5.2.1 Pakaian Jema Banen
Pakaian Jema Banen ini juga dibedakan menurut tingkat usia seperti
berikut ini :
1) Pakaian Seberu (anak gadis) menggunakan baju merawang dengan
nama tampuk manis (sederino). Memakai sarung kain panjang (upung
kerawang) bermotif tiang 17 atau 21.
2) Pakaian Jema Tue (orangtua), menggunakan baju kerawang lengan
panjang kain sarung dan upung kerawang.
3.5.2.2 Pakaian Jema Rawan
Pakaian Jema Rawan juga dibedakan menurut tingkat usia seperti dibawah
ini :

Universitas Sumatera Utara

 

27

1. Pakaian Sebujang (lajang), mengenakan baju kantong (baju pokok)
dengan motif kerawang dilengkapi dengan bulang taleng, celana
panjang, (balik seruje) dan kain sarung setengah tiang.
2. Pakaian Jema Tue (orang tua), memakai jenis baju dan celana warna
hitam bermotif kerawang.

3.6 Beberapa Istilah Dalam Tari Saman
Ada beberapa Istilah dalam Tari Saman seperti berikut ini :
3.6.1 Keketar
Keketar adalah sambutan yang disampaikan oleh penghulu (Gecik)
sebelum permainan Tari Saman dimulai. Keketar berisi petunjuk, saran harapan
kepada semua penonton, agar mengikuti aturan yang berlaku.
Contoh :
Kaum biakni ama si nge tenes ku gergel tete ini. Kuluh regeni ine
si nge sawah ku batang ruang ini. Sekerna ara angan kasat, cinteni
ate. Sengappe male kita senguren, reriahe male kite reramen. Si
cemak enti amat-amat, si kemali enti peperi. Gelep bersuluh, takut
berpong. Buge ara we kahe cemak nge salah amat, kemali nge
salah peri. Lat batat, rumput ranting, kayu atu, muserah ku bagi
we. Assalamualaikum Warahmatullahirabara Katuh.
3.6.2

Salam
Salam merupakan bagian awal dari Tari Saman. Salam bertujuan untuk

menyampaikan salam kepada semua yang hadir. Salam disampaikan oleh
pengangkat atau peserta lain secara bergantian. Salam disampaikan dengan cara
melantunkan atau sek.

Universitas Sumatera Utara

 

28

Contoh :
Peratma salam, kedue salam, ketige salam, salam alaikum.
Salam pertama ku Bapak gecik, we simudidik rakyat jelata.
Salam kedue ku jamuni kami, singe sawahku batang ruang ini.
Salam ketige ku para penonton, si gaib irai, dekat iengon.
Salam keopat kadang ara gere kona, salam merdeka buh penutupe.

3.6.3

Sek
Sek adalah penangkat atau peserta yang lain atau Guro Didong

melantunkan, cerita atau kadang-kadang berisi tentang petunjuk atau penjelasan
Contoh :
Uren rintik-rintik,
Taruk Pengalangan nge mucengkere.
Ari ruesku nge tali sidik,
Ari tubuhmu nge tali kune.
(Idris Cike, Blangkejeren)
Atau
Kadang males peh we tubuhmu berkaum biak,
Berkuluh rege urum senini ruesku.
Enti mulo emas pirak kupang busuk,
Urum penan silemak lungi
Ulungi kayu si mabuk pait peh,
Gere terjuhan naku
(Ramli Penggalangan, Blangkejeren)
3.6.4

Saur
Saur adalah redet diikuti oleh seluruh peserta Tari Saman secara serentak

setelah penangkat atau salah satu peserta melantunkan redet. Saur ini berfungsi
untuk menyemarakkan Tari Saman.
Contoh :
Ginah sanah peh ningko kemah,
Geh muah kayu i toa.
(Saman Ampakolak, Rikit Gaib)

Universitas Sumatera Utara

 

3.6.5

29

Redet
Redet adalah syair Tari Saman yang biasanya berbentuk puisi dan sering

juga diikuti dengan cerita tertentu.
Contoh :
Pien...ne ipon emasmu,
Tulu....atas-tuyuh roa.
(Saman Mangang, Rikit Gaib)

3.7 Tahapan Main Saman
Tari Saman dilakukan pada posisi berbasis yang berjumlah ganjil sekitar II
sanpai dengan 31 Orang. Tari Saman mempunyai tahapan-tahapan penyajian
mulai dari awal sampai selesai persembahan. Tahapan-tahapan itu adalah sebagai
berikut :

3.7.1 Rengum
Rengum merupakan permulaan dalam permainan tari Saman. Bagian ini
disebutsebagi regnum karena memang bagian ini dominan menggunakan bunyi m.
Rengum ini berfungsi untuk konsentrasi dan menyatukan rasa dan gerak untuk
bebrmain saman sehingga dilakukan pada bagian awal Tari Saman. Perangkat
menyampaikan salam (sek) kepada para penonton. Contoh Rengum seperti berikut
ini :
Em…..Lem…laho
Em….Lem….laho
lahoya sare…..l allah
lem an hala
la hoya hele
lem an hala
le enyan – enyanho
lem an laho

Universitas Sumatera Utara

 

30

artinya :
Em…Tiada Tuhan
Selain Allah
Em…. Tiada Tuhan
Selain Allah
Begitulah – begitulah semua
Kaum bapak begitu
pula kaum ibu
nah
Itulah – itulah
Tiada Tuhan
Selain Allah
3.7.2 Uluni Lagu
Setelah habis regnum masuk ke bagian ulu ni lagu. Ulu ni lagu biasanya
memakai tepuk dua (tepok Roa) sambil melantunkan redet-redet tertentu.
Contoh redet ulu ni lagu adalah sebagai berikut :
Asalni kededes
Asalni kededes
Kedie
Asalni kededes
keramil
sentan rerempil
he kemenjadi
Jadi Bola
Ari ulung kele
Keramil
sentan rerempil
kedie
sentan rerempil
he kemenjadi
Jadi Bola
Ari ulung kele
Keramil
sentan rerempil
he – menjadi – jadi
Bola
Inget – inget bes
Yah ku ine e
Asal Bola
Daun Kelapa

Universitas Sumatera Utara

 

31

artinya :
asal bola
daun kelapa
Kiranya
asal bola
kelapa
Dari daun
kelapa
Begitu
menjadi – jadi
bola
Asal bola
Daun
kelapa
asal bola
daun kelapa
begitu dijalin
jalin kiranya
menjadi – jadi
bola
asal bola
daun kelapa
dari daun
kelapa begitu
dijalin – jalin
menjadi
jadi bola
ingat – ingat
awas
sayangku
aduh ibu
lagu – lagu

3.7.3 Lagu pertama
Setelah habis ulu ni lagu langsung masuk kepada lagu atau gerakan
pertama. Lagu pertama biasanya masih gerak yang ringan-ringan atau sering
disebut dengan lagu semelah. Lagu semelah sering dijuluki dengan lagu wajib,
karena dikuasai dan dimainkan oleh semua kampung. Habis redet ulu ni lagu
masuk terus ke redet lagu pertama yang dilantunkan oleh penangkat (yang

Universitas Sumatera Utara

 

32

memimpin Tari Saman yang berada pada tengah-tengah barisan) sambil
menggerakkan badan dan meliukkan kepala sesuai dengan lagu yang sedang
dimainkan. Setelah penangkat setelah selesai melantunkan redet kemudian diikuti
(saur) oleh para peserta Tari Saman. Contoh redet lagu pertama seperti berikut ini:
Ado gure –e
Pemulen demu
( Majid, Aman Isah, Ketukah)
atau
Saree, salamalaikum
saree ratah bewenne
( Asip Usman, porang)
Setelah habis masuk lagu pertama masuki kelagu-lagu berikutnya dengan
gerak yang lain dan redet yang berbeda pula. Setelah beberapa lagu maka
masuklah ke bagian anak ni lagu.

3.7.4 Anakni Lagu
Anakni Lagu memiliki gerak dan redet tersendiri. Pada saat melantunkan
redet badan naik turun, ke muka ke belakang atau bersilang sambil bertepuk
tangan. Contoh redet anakni lagu adalah seperti dibawah ini :
Simu pusing, dibawah arun.
Gemulang tujoh, saboh neraca.
Sadeal leha hala hum hala.
Sadeal lehe hele hum hele
Sigenyan yan e, yan e ala ehu
Sigeyan yan e, yan e ala ehu.
(Sinonim)
Atau
Dak we kene jingki,
Ta kunehmi we kene niu,
Payah kejang ne alakmu mamur,
Ijangkatan jemur imai kujingki.
(Saman Seneren, Rikit Gaib)

Universitas Sumatera Utara

 

33

Setelah habis anakni lagu dilanjutkan ke lagu berikutnya dengan gerakan
dan redet yang berbeda (misalnya lagu Tepok Sara, Tepok Roa, Tepok Dele, Lagu
Kertek, Lagi Kirep, Lagu Cerkop dan lain-lain) dan ditutup dengan anakni lagu
dan Tari Saman pun selesai kemudian dilanjutkan oleh pihak lawan.

3.8 Nama-Nama Pemain Tari Saman
Setiap pemain Tari Saman memiliki nama sesuai dengan posisi yang
ditempati di dalam pasukan (barisan). Nama-nama itu adalah sebagai berikut :
3.8.1

Penangkat
Penangkat adalah orang yang mengatur gerak, perpindahan lagu, memulai

gerak, menghentikan gerak, sek untuk penganturan dan memilih redet yang akan
dilantunkan. Penangkat terletak pada posisi ditengah-tengah. Penangkat
menggunakan baju pokok atau baju keraben bertiang silang seperti tanda kali.

3.8.2

Pengapit
Pengapit berada pada kiri dan kanan Penangkat. Pengapit ini bertugas

untuk membantu bila penangkat ada kekeliruan. Pengapit menggunakan baju
pokok tiga tiang.

3.8.3

Penupang Lah
Penupang Lah berada disamping kiri Pengapit (baris kiri) dan disamping

kanan Pengapit (baris kanan). Memakai baju dua tiang, Penupang sebelah kiri
tiang baju miring kanan dan Penupang sebelah kanan tiang baju miring kiri.

Universitas Sumatera Utara

 

34

3.8.4

Penyepit
Penyepit adalah penari biasa yang berada atau mendukung gerak tari yang

dikomandoi pengangkat. Memakai baju sama dengan Penupang Lah.

3.8.5

Anggota
Peserta Tari Saman yang berada diantara penyepit dengan penupang iwih.

3.8.6

Penupang Iwih
Penupang iwih berfungsi untuk menahan gerak dari tengah supaya tampak

kompak dan bersatu.

3.9 Komposisi Pemain Saman
Setiap posisi pemain Saman memiliki nama yang berbeda. Setiap posisi
memiliki tugas dan fungsi masing-masing sehingga satu gruf Saman itu disebut
sebagai pasuken. Posisi pemain Saman tergantung kepada keahlian bermain
saman dan ditentukan oleh pelatih Saman.
Skema Pasukan untuk 11 Orang
01

02

03

04

05

06

07

08

09

10

11

Keterangan :
1) Nomor 06 sebagi penangkat,
2) Nomor 05 dan 07 sebagi pengapit,
3) Nomor 04 dan 08 sebagi penupang lah,
4) Nomor 03 dan 09 sebagi penyepit,
5) Nomor 02 dan 10 sebagi onggota dan
6) Nomor 01 dan 11 sebagi penupang iwih (pinggir)

Universitas Sumatera Utara

BAB IV
KEKUATAN MAGIS DALAM TARI SAMAN

4.1 Rengum
Zaman sekarang bisa saja dikatakan tidak ada orang yang tidak mengenal
Tari Saman. Hampir semua orang mengenalnya baik yang berada di dalam
maupun di luar negeri. Dalam ser

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23