Peran Tipe-Tipe Big Five Personality Terhadap Kecenderungan Perilaku Agresi pada Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan

PERAN TIPE-TIPE BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU AGRESI PADA
MAHASISWA UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN MEDAN SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Ujian Sarjana Psikologi Oleh :
ESTER H. TAMPUBOLON 081301054
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
GENAP 2012/2013
i
Universitas Sumatera Utara

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI
PERAN TIPE-TIPE BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU AGRESI PADA MAHASISWA
UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN MEDAN Dipersiapkan dan disusun oleh:
ESTER H. TAMPUBOLON 081301054
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada tanggal 7 Mei 2013
Mengesahkan, Dekan Fakultas Psikologi

Prof. Dr. Irmawati, psikolog NIP. 19530131 198003 2 001

Tim Penguji Departemen Psikologi Sosial

1. Ari Widiyanta, M.Si., psikolog NIP : 19741028 200012 1 001

Penguji I/ Dosen Pembimbing

2. Meutia Nauly, M.Si., psikolog NIP : 19671127 200003 2 001
3. Ridhoi Meilona Purba, M.Si NIP : 19820502 201012 2 001

Penguji II Penguji III

ii
Universitas Sumatera Utara

LEMBAR PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul : Peran Tipe-Tipe Big Five Personality Terhadap Kecenderungan Perilaku Agresi pada Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan adalah hasil karya saya sendiri dan belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi manapun.
Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan skripsi ini saya kutip dari hasil karya orang lain yang telah dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika penulisan ilmiah.
Apabila di kemudian hari ditemukan adanya kecurangan di dalam skripsi ini, saya bersedia menerima sanksi dari Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Medan, 22 April 2013
Ester Hotmauli Tampubolon NIM 081301054
i
Universitas Sumatera Utara

Peran Tipe-Tipe Big Five Personality Terhadap Kecenderungan Perilaku Agresi pada Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan
Ester H. Tampubolon ABSTRAK
Indonesia merupakan negara yang tiap elemen bangsanya sulit melepaskan dari belenggu anarkisme, kekerasan, dan perilaku-perilaku yang dapat mengancam ketenangan masyarakat. Meningkatnya kecenderungan kearah agresi ini ditunjukan oleh banyaknya aksi kekerasan yang terjadi, kekerasan dapat muncul dalam berbagai cara, dengan sebab yang berbeda, dan tindakan yang berbeda pula. Hal ini dikarenakan manusia merupakan individu yang unik dengan segala sifat-sifat, tingkah laku, dan bentuk fisik. Keunikan manusia itu disebabkan oleh perbedaan antara manusia itu sendiri yang tidak terlepas dari personality yang dimiliki oleh manusia.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara big five personality dengan kecenderungan perilaku agresif pada mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 244 partisipan mahasiswa fakultas teknik Universitas HKBP Nommensen Medan dengan menggunakan teknik accidental sampling.
Hasil analisis yang diperoleh mendukung hipotesa penelitian bahwa terdapat hubungan antara big five personality dengan kecenderungan perilaku agresif, namun hanya dimensi openness, conscientiousness dan agreeableness. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa berdasarkan hasil analisis peran faktor kepribadian tidak terlalu dapat menjelaskan perilaku agresif di kalangan mahasiswa. Kata kunci: big five personality, perilaku agresi, agresivitas
ii
Universitas Sumatera Utara

The Role of Big Five Personality Types to Tendency of Aggression Behavior on Students of University HKBP Nommensen Medan
Ester H. Tampubolon ABSTRACT
Indonesia is a country whose each element of the nation hard to go from anarchy, violations, and threatening behavior to the civil. The increasing of aggression tendency is shown by the existence of many violating behavior, violation may be evoked in some ways, different causes, and different actions as well. It is caused by uniqueness of characteristic, behavior, and physical appearance of human being. Those uniqueness come from differences among the people as a part of their personality.
This research is proposed to see the correlation between big five personality and tendency of aggressive behavior on students of University HKBP Nommensen Medan. This research used quantitative approach with 244 participant and using accidental sampling technique.
Analysis from the research support the hypothesis that there is correlation between big five personality and tendency of aggressive behavior but only in openness, conscientiousness, and agreeableness factors. But it is important to see that based on analysis, the role of personality factor can not give significant explanation of aggressive behavior among the students. Keyword: big five personality, aggressive behavior, aggressions
iii
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpah karunia dan kemudahan dalam penyelesaian skripsi ini. Penyusunan skripsi dengan judul “Peran Tipe-Tipe Big Five Personality dengan Kecenderungan Perilaku Agresi pada Mahasiswa Universitas HKBP Medan” ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Psikologi Fakultas Psikologi USU Medan.
Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, baik dari masa perkuliahan sampai pada penyusunan skripsi, akan sulit bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Prof. Dr. Irmawati, psikolog, selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara.
2. Pak Ari Widyanta, M.Si, selaku Dosen Pembimbing Skripsi. Terima kasih atas segala bimbingan, arahan, kritik dan saran, kesabaran, dan kesediaan waktu yang beliau berikan mulai dari seminar hingga penyelesaian skripsi ini.
3. Kak Ridhoi Meilona Purba, M.Si, selaku Dosen Pembimbing Akademik dan juga sebagai Dosen Penguji Seminar dan Skripsi yang telah
iv
Universitas Sumatera Utara

meluangkan waktu untuk membimbing dan memberi dorongan selama masa perkuliahan di Fakultas Psikologi USU.
4. Ibu Meutia Nauly, M.Si, selaku Dosen Penguji Seminar dan Skripsi. Terimakasih atas bimbingan, kritikan, dan saran yang membuat penelitian ini menjadi lebih baik.
5. Seluruh staf pengajar dan pegawai Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara. Terima kasih atas ilmu, pengetahuan, dan bantuan yang diberikan selama masa pekuliahan di Fakultas Psikologi USU.
6. Untuk orang tua tercinta, Ayahanda Supardi Tampubolon, SE dan Ida Patricia S, terima kasih atas segala kasih sayang, pendidikan, dukungan moral maupun material serta do’a kepada penulis hingga saat ini.
7. Untuk abang dan kakak, dr. Roger P Tampubolon, Yan Apul Tampubolon, ST dan Lenni Charoline, yang selalu memberi dukungan serta telah dengan senang hati mengingatkan penulis untuk serius mengerjakan skripsi ini.
8. Untuk teman terdekat saya Basofi Simanjuntak, yang selalu memberi dukungan dari awal hingga akhir serta selalu mengingatkan untuk selalu mengerjakan skripsi ini.
9. Untuk teman-teman saya kak Leli, Suri, Della, Sani, Ayu, Septi, Astri serta seluruh angkatan 08 Fakultas Psikologi USU, terima kasih atas
v
Universitas Sumatera Utara

dukungan, semangat, saran, bantuan dan keceriaan selama masa perkuliahan hingga penyelesaian skripsi ini. 10. Untuk Dekan dan seluruh staf dan pengajar Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen Medan, yang telah menyediakan waktu dan tempat dalam pelaksanaan penelitian ini. 11. Untuk seluruh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen atas waktu dan kesediaan menjadi obyek dalam penelitian ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Meskipun penyusunan skripsi ini telah diupayakan seoptimal mungkin, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi penyempurnaan skripsi ini. Semoga penelitian ini membawa manfaat bagi reka rekan semua.
Medan, 20 April 2013
Ester Hotmauli Tampubolon
vi
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
LEMBAR PERNYATAAN ................................................................................... i ABSTRAK ............................................................................................................. ii ABSTRACT............................................................................................................. iii KATA PENGANTAR ........................................................................................... iv DAFTAR ISI.......................................................................................................... vii DAFTAR TABEL.................................................................................................. x DAFTAR LAMPIRAN......................................................................................... xii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...................................................................................... 1 B. Pertanyaan Penelitian ............................................................................ 5 C. Tujuan Penelitian................................................................................... 6 D. Manfaat Penelitian................................................................................. 7 E. Sistematika Penulisan ............................................................................ 8
BAB II LANDASAN TEORI A.Perilaku Agresi....................................................................................... 9 1. Definisi Perilaku Agresi .................................................................... 9 2. Tipe-tipe Perilaku Agresi................................................................... 10 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku agresi ........................... 11 B. Big Five Personality .............................................................................. 14 1. Definisi Big Five Personality ............................................................ 14 2. Tipe-tipe Big Five Personality .......................................................... 15 3. Dimensi-dimensi dari Big Five Personality ..................................... 19 C. Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen Medan .. 20
vii
Universitas Sumatera Utara

D. Hubungan Big Five Personality dengan Kecenderungan Perilaku Agresi ................................................................................................. 22
E. Hipotesis .............................................................................................. 24
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian.......................................................... 26 B. Definisi Operasional........................................................................... 27 1. Big Five Personality...................................................................... 27 1. Perilaku Agresi.............................................................................. 28 C. Populasi, Sampel dan Metode Pengambilan Sampel ......................... 28 D. Metode Pengumpulan Data ................................................................ 29 1. Skala Big Five Personality............................................................ 30 2. Skala Perilaku Agresi.................................................................... 33 E. Validitas dan Reliabilitas.................................................................... 34 1. Uji Validitas Alat Ukur ................................................................. 34 2. Uji Reliabilitas Alat Ukur ............................................................. 35 3. Uji Beda Aitem ............................................................................. 35 4. Hasil Coba Alat Ukur.................................................................... 36 F. Prosedur Penelitian ............................................................................. 41 1. Tahap Persiapan Penelitian.......................................................... 41 2. Tahap Pelaksanaan Penelitian ..................................................... 41 3. Tahap Pengolahan Data Penelitian dan Pelaporan ...................... 41 G. Metode Analisa Data.......................................................................... 41
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Subjek Penelitian .................................................. 43 1. Gambaran Subjek Berdasarkan Suku............................................ 43 2. Gambaran Subjek Berdasarkan Usia............................................. 44
viii
Universitas Sumatera Utara

3. Gambaran Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin ............................. 45 B.Hasil Penelitian.................................................................................... 45
1. Hasil Uji Asumsi ........................................................................... 45 2. Hasil Utama Penelitian.................................................................. 48 C. Hasil Analisa Tambahan..................................................................... 49 D. Pembahasan........................................................................................ 54 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.Kesimpulan ........................................................................................... 58 B. Saran .................................................................................................... 60 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 62
ix
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Blue Print Skala Big Five Personality Sebelum Uji Coba ................ 31 Tabel 2. Blue Print Skala Perilaku Agresi Sebelum Uji Coba ........................ 33 Tabel 3. Reliabilitas Alat Ukur Penelitian ...................................................... 35 Tabel 4. Blue Print Skala Big Five Inventory Sesudah Uji Coba ................... 37 Tabel 5. Blue Print Skala Big Five Inventory Setelah Uji Coba
Dengan Penomoran Baru .................................................................. 39 Tabel 6. Blue Print Skala Perilaku Agresi Sesudah Uji Coba......................... 40 Tabel 7. Blue Print Perilaku Agresi Setelah Uji Coba Dengan Penomoran
Baru ................................................................................................... 40 Tabel 8. Gambaran Subjek Berdasarkan Suku................................................ 43 Tabel 9. Gambaran Subjek Berdasarkan Usia................................................. 44 Tabel 10. Gambaran Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin ................................. 45 Tabel 11. Uji Normalitas Big Five Personality dan Perilaku Agresi ................ 46 Tabel 12. Uji Lineriaritas .................................................................................. 47 Tabel 13. Hasil Analisisis Hubungan Big Five Personality dengan
Perilaku Agresi.................................................................................. 48 Tabel 14. Gambaran Skor Dimensi Big Five Personality dan Perilaku Agresif 49 Tabel 15. Kategorisasi Data Pada Variabel Openness ...................................... 50 Tabel 16. Kategorisasi Data Pada Variabel Conscientiousness ........................ 50 Tabel 17. Kategorisasi Data Pada Variabel Extraversion ................................. 51
x
Universitas Sumatera Utara

Tabel 18. Kategorisasi Data Pada Variabel Agreeableness .............................. 51 Tabel 19. Kategorisasi Data Pada Variabel Neuroticism.................................. 51 Tabel 20. Kategorisasi Data Pada Variabel Perilaku Agresi............................. 52 Tabel 21. Perilaku Agresi pada Mahasiswa ditinjau dari Suku......................... 52 Tabel 22. Perilaku Agresi pada Mahasiswa ditinjau dari Usia ......................... 53 Tabel 23. Perilaku Agresi pada Mahasiswa ditinjau dari Jenis Kelamin .......... 53
xi
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Skala Big Five Personality ................................................................ 69 Lampiran 2 Skala Perilaku Agresi ....................................................................... 71 Lampiran 2 Data Mentah Skala Penelitian ........................................................... 74 Lampiran 3 Reliabilitas Skala Big Five Personality............................................. 132 Lampiran 4 Reliabilitas Skala Perilaku Agresi..................................................... 140 Lampiran 5 Analisa Data Hasil Utama Penelitian................................................ 142 Lampiran 6 Analisa Data Hasil Penelitian Tambahan.......................................... 147 Lampiran 7 Surat-Surat ........................................................................................ 151
xii
Universitas Sumatera Utara

Peran Tipe-Tipe Big Five Personality Terhadap Kecenderungan Perilaku Agresi pada Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan
Ester H. Tampubolon ABSTRAK
Indonesia merupakan negara yang tiap elemen bangsanya sulit melepaskan dari belenggu anarkisme, kekerasan, dan perilaku-perilaku yang dapat mengancam ketenangan masyarakat. Meningkatnya kecenderungan kearah agresi ini ditunjukan oleh banyaknya aksi kekerasan yang terjadi, kekerasan dapat muncul dalam berbagai cara, dengan sebab yang berbeda, dan tindakan yang berbeda pula. Hal ini dikarenakan manusia merupakan individu yang unik dengan segala sifat-sifat, tingkah laku, dan bentuk fisik. Keunikan manusia itu disebabkan oleh perbedaan antara manusia itu sendiri yang tidak terlepas dari personality yang dimiliki oleh manusia.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara big five personality dengan kecenderungan perilaku agresif pada mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 244 partisipan mahasiswa fakultas teknik Universitas HKBP Nommensen Medan dengan menggunakan teknik accidental sampling.
Hasil analisis yang diperoleh mendukung hipotesa penelitian bahwa terdapat hubungan antara big five personality dengan kecenderungan perilaku agresif, namun hanya dimensi openness, conscientiousness dan agreeableness. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa berdasarkan hasil analisis peran faktor kepribadian tidak terlalu dapat menjelaskan perilaku agresif di kalangan mahasiswa. Kata kunci: big five personality, perilaku agresi, agresivitas
ii
Universitas Sumatera Utara

The Role of Big Five Personality Types to Tendency of Aggression Behavior on Students of University HKBP Nommensen Medan
Ester H. Tampubolon ABSTRACT
Indonesia is a country whose each element of the nation hard to go from anarchy, violations, and threatening behavior to the civil. The increasing of aggression tendency is shown by the existence of many violating behavior, violation may be evoked in some ways, different causes, and different actions as well. It is caused by uniqueness of characteristic, behavior, and physical appearance of human being. Those uniqueness come from differences among the people as a part of their personality.
This research is proposed to see the correlation between big five personality and tendency of aggressive behavior on students of University HKBP Nommensen Medan. This research used quantitative approach with 244 participant and using accidental sampling technique.
Analysis from the research support the hypothesis that there is correlation between big five personality and tendency of aggressive behavior but only in openness, conscientiousness, and agreeableness factors. But it is important to see that based on analysis, the role of personality factor can not give significant explanation of aggressive behavior among the students. Keyword: big five personality, aggressive behavior, aggressions
iii
Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang tiap elemen bangsanya sulit
lepas dari belenggu anarkisme, kekerasan, dan perilaku-perilaku yang dapat mengancam ketenangan masyarakat. Bahkan hampir tiap kelompok masyarakat telah membuktikan dirinya mampu menjaga diri dengan melakukan tindakan kekerasan atas nama hak mereka sendiri. Kelompokkelompok yang melakukan kekerasan seperti pelajar sekolah, mahasiswa, supporter bola, geng motor, komunitas agama dan suku, dan rumah tangga tidak lepas dari perilaku kekerasan (Syarifudin, 2012).
Banyaknya aksi kekerasan yang terjadi dalam cara, sebab dan tindakan yang berbeda. Meningkatnya kecenderungan ke arah agresi ini bisa juga disebabkan karena kekecewaan atau semakin banyak orang yang merasa berhak untuk membalas dendam kepada orang tua atau orang lain yang mereka anggap telah berbuat salah atau menghalangi keinginan mereka (Myers, 2002). Agresi adalah segala bentuk perilaku yang dimaksud untuk menyakiti seseorang baik fisik maupun mental (Berkowitz,2003).
Salah satu bentuk kekerasan adalah tawuran. Tawuran adalah suatu tindakan anarkis yang dilakukan oleh orang-orang yang terlibat dalam perkelahian masal di tempat umum sehingga menimbulkan keributan dan
1
Universitas Sumatera Utara

rasa ketakutan. Tawuran adalah hal yang tidak asing lagi terjadi di negara Indonesia. Salah satu contoh pelaku tawuran ini adalah para mahasiswa (Syarifudin, 2012).
Rudi (2011) menyatakan bahwa mahasiswa yang berbekal pengalaman tawuran menjadikan mahasiswa yang memiliki bibit-bibit kekerasan. Sejalan dengan perkembangan aktivitas kampus, maka mereka kerap menggunakan nama reformasi untuk bisa berbuat tindak kekerasan dan memicu terjadinya konflik.
Seperti yang terjadi akhir-akhir ini, mahasiswa tawuran bukan saja antar kampus tetapi terjadi juga di dalam satu kampus. Salah satu contoh tawuran antar mahasiswa yang terjadi dalam satu kampus adalah mahasiswa di Universitas HKBP Nommensen Medan, kejadian tawuran itu terjadi pada hari Selasa, 6 April 2010 yang lalu. Ratusan mahasiswa dari Fakultas Teknik Sipil dan Fakultas Teknik jurusan Teknik Elektro terlibat baku lempar di sekitar kampus. Akibat peristiwa itu, tiga mahasiswa mengalami luka-luka, sebuah kantin yang berada di depan kampus juga rusak. Dua unit mobil ikut menjadi korban tawuran (Sumarno, 2010).
Tidak hanya sampai disitu, tawuran pun kembali terulang kembali kali ini tawuran terjadi di universitas yang sama namun berbeda fakultas. Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan mahasiswa Fakultas Hukum tawuran di luar areal kampus mereka, Universitas HKBP Nommensen, di Jl Perintis Kemerdekaan dan Jl Sutomo, Medan, Senin 30 Mei 2011 lalu.
2
Universitas Sumatera Utara

Dengan banyaknya aksi tawuran yang terjadi, tawuran dapat muncul dalam berbagai cara, dengan sebab yang berbeda, dan tindakan yang berbeda pula (Waspada, 2011).
Tawuran merupakan bentuk perilaku agresi. Menurut Baron (1998) menyatakan bahwa agresi adalah suatu bentuk perilaku yang ditujukan untuk melukai atau mencelakakan orang lain. Perilaku agresi terbentuk dari dua faktor dasar yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal itu berupa kepribadian dan hubungan interpersonal dan faktor eksternal seperti lingkungan atau sosial budaya. Kedua faktor dasar tersebut, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama, menentukan bentuk atau pola tingkah laku, termasuk dalam bertingkah laku agresi atau dalam melakukan agresi.
Salah satu faktor di atas yang memperngaruhi perilaku agresi adalah faktor insternal yaitu kepriadian. Menurut Hall dan Lindzey (1993) hal ini dikarenakan manusia merupakan individu yang unik dengan segala sifat-sifat, tingkah laku, dan bentuk fisik. Keunikan manusia itu disebabkan oleh perbedaan antara manusia itu sendiri yang tidak terlepas dari personality yang dimiliki oleh manusia. Kepribadian merupakan sesuatu yang memberi tata tertib dan keharmonisan terhadap segala macam tingkah laku berbeda-beda yang dilakukan individu termasuk didalamnya usaha-usaha menyesuaikan diri yang beraneka ragam namun khas yang dilakukan oleh tiap individu.
3
Universitas Sumatera Utara

Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. Salah satu teori yang menjelaskan tipe-tipe kepribadian adalah Big Five Personality (Costa & McCrae, 1997). Big Five disusun bukan untuk menggolongkan individu ke dalam satu kepribadian tertentu, melainkan untuk menggambarkan sifat-sifat kepribadian yang disadari oleh individu itu sendiri dalam kehidupannya sehari-hari berdasarkan dari tipe openness, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism. Goldberg (1981) menambahkan bahwa tipe-tipe ini juga berhubungan dengan sifat individu yang berbeda-beda dalam menimbulkan perilaku agresi.
Costa dan McCrae (1997) mengatakan bahwa tipe openness mendeskripsikan individu yang bertoleransi, mudah beradaptasi dengan dunia baru, maka dengan demikian mungkin hal ini dapat memprediksi rendahnya perilaku agresi. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Djuwariyah (2002) mengatakan bahwa individu yang memiliki karakteristik yang bertoleransi menunjukkan agresivitas yang rendah, semakin seseorang mudah bertoleransi dan mudah memaafkan maka kecenderungan agresi semakin rendah.
Tipe agreeableness mendeskripsikan individu yang memiliki kecenderungan untuk mengikuti orang lain (comformity), ini dapat memprediksi individu untuk melakukan perilaku agresi Costa dan McCrae (1997). Sejalan dengan hasil penelitian Darmawan (2007) bahwa adanya
4
Universitas Sumatera Utara

hubungan positif antara konformitas terhadap teman sebaya dengan perilaku agresif pada anak yaitu semakin tinggi konformitas anak terhadap teman sebaya maka semakin tinggi perilaku agresif pada anak.
Tipe neuroticism mendeskripsikan individu yang memiliki masalah dengan emosi yang negatif seperti rasa khawatir dan rasa tidak aman, secara emosional mereka labil. Costa dan McCrae (1997) mengungkapkan bahwa Individu yang memiliki nilai atau skor yang tinggi di neuroticism adalah kepribadian yang mudah mengalami kecemasan, rasa marah, depresi, dan memiliki kecenderungan emotionally reactive, ini mungkin dapat memprediksi individu untuk melakukan perilaku agresi.
Berdasarkan fenomena-fenomena di atas, peneliti tertarik untuk melihat lebih jelas lagi apakah ada peran tipe-tipe big five personality terhadap kecenderungan perilaku agresi pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen Medan.
B. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka yang menjadi
permasalahan utama dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah ada peran tipe-tipe big five personality terhadap kecenderungan perilaku agresi pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen Medan : 1.1 Apakah ada peran tipe Openness terhadap Kecenderungan Perilaku Agresi
5
Universitas Sumatera Utara

1.2 Apakah ada peran tipe Conscientiousness terhadap Kecenderungan Perilaku Agresi
1.3 Apakah ada peran tipe Extraversion terhadap Kecenderungan Perilaku Agresi
1.4 Apakah ada peran tipe Agreeableness terhadap Kecenderungan Perilaku Agresi
1.5 Apakah ada peran tipe Neuroticism terhadap Kecenderungan Perilaku Agresi
Sedangkan yang menjadi penelitian tambahan dalam penelitian ini adalah: 1. Gambaran bentuk kepribadian pada mahasiswa Fakutas Teknik
Universitas HKBP Nommensen ditinjau dari kelima tipe dari Big Five Personality. 2. Gambaran bentuk Perilaku Agresi pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen Medan, di tinjau dari Usia, Suku, dan Jenis Kelamin.
C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah terdapat peran tipe-tipe
big five personality terhadap kecenderungan perilaku agresi pada mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan.
6
Universitas Sumatera Utara

D. Manfaat Penelitian Dari tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini, maka dapat dilihat
manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Manfaat Teoritis
a. Mengembangkan kajian ilmu di bidang psikologi, khususnya psikologi sosial yang menyangkut permasalahan mengenai big five personality dengan perilaku agresi.
b. Memperkaya literatur dan menambah daftar temuan penelitian yang berkaitan dengan big five personality dan perilaku agresif. Selain itu, untuk berbagi dasar pengetahuan bagi peneliti-peneliti lain yang ingin melakukan penelitian lanjutan mengenai big five personality dan perilaku agresif.
2. Manfaat Praktis a. Dapat bermanfaat bagi orangtua, pendidik dan terutama mahasiswa sendiri, sehingga dapat lebih memahami bentuk kepribadian yang dimiliknya dan dengan pengetahuan tersebut mereka dapat lebih mengembangkan diri mereka lagi. b. Sebagai bahan pertimbangan bagi para pihak-pihak yang ingin melakukan intervensi ataupun tindakan preventif untuk mengurangi tindakan agresi, khususnya pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen Medan.
7
Universitas Sumatera Utara

E. Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan yang terdapat dalam penelitian ini antara
lain: BAB I : Pendahuluan Bab ini berisi uraian singkat mengenai latar belakang dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika penulisan. BAB II : Landasan Teori Bab ini berisi teori-teori yang berkaitan dengan variabel yang diteliti yaitu teori agresivitas, teori mahasiswa. BAB III : Metode Penelitian Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai identifikasi variabel penelitian, definisi operasional variabel penelitian, populasi dan metode pengambilan sampel, alat ukur penelitian, validitas dan reliabilitas, uji daya beda aitem, prosedur pelaksanaan penelitian, serta metode analisis data. BAB IV : Analisa Data dan Pembahasan Bab ini berisi uraian tentang gambaran subjek penelitian, hasil penelitian yang meliputi hasil uji asumsi, hasil utama penelitian, dan hasil tambahan penelitian, serta pembahasan. BAB V : Kesimpulan dan Saran Bab ini memuat mengenai kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang diperoleh.
8
Universitas Sumatera Utara

BAB II LANDASAN TEORI
A. Perilaku Agresi 1. Definisi Perilaku Agresi
Perilaku agresi adalah merupakan salah satu bentuk perilaku yang dimiliki oleh setiap manusia. Seperti yang dikemukakan Freud, Mc Dougall, dan Lorenz (dalam Ekawati,2001) bahwa manusia mempunyai dorongan bawaan atau naluri untuk berkelahi.
Adapun dalam bab ini dijelaskan beberapa definisi tentang perilaku agresi yang dikemukakan oleh banyak ahli. Berkowitz (1995) mendefinisikan agresi sebagai segala bentuk perilaku yang dimaksudkan untuk menyakita orang lain yang dimana baik secara fisik maupun psikologis.
Baron dan Byrne (1984) mengemukakan, bahwa perilaku agresi adalah dorongan dasar yang dimiliki oleh manusia dan hewan, dengan tujuan menyakiti badan atau melukai perasaan orang lain. Lebih lanjut Baron dan Byrne (1984) mengatakan bahwa perilaku agresif adalah suatu bentuk perilaku yang ditujukan untuk melukai atau mencelakakan orang lain. Ini juga dikemukakan oleh Brigham (1991) mendefinisikan agresi sebagai perilaku yang ditujukan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun psikis.
Myers (2002), mengatakan bahwa perilaku agresi adalah perilaku fisik atau verbal yang disengaja dengan maksud untuk menyakiti atau merugikan orang lain. Ahli lain Moore dan Fibe, Aronson (Koeswara, 1988) juga mendefinisikan
9
Universitas Sumatera Utara

agresi sebagai segala bentuk perilaku kekerasan baik itu secara fisik ataupun verbal yang dilakukan seseorang dengan maksud untuk melukai atau mencelakakan orang lain baik dengan ataupun tanpa tujuan.
Medinus dan Johnson (1997) mengemukakan bahwa agresi adalah serangakaian tindakan atau tingkah laku yang bermaksud merugikan atau melukai. Selanjutnya dijelaskan juga oleh Krahe (2005), perilaku agresi terjadi dengan bentuk yang berbeda-beda dan dengan tingkat yang berbeda pula, khususnya dalam hal gender pria dan wanita.
Jadi dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkanan, bahwa perilaku agresi itu adalah suatu perilaku yang dimaksudkan untuk melukai atau menyakiti yang mengandung unsur kekerasan, serangan atau gangguan baik secara fisik ataupun verbal, dan merusak atau mengambil hak milik orang lain dengan atau tanpa tujuan dan korban tidak menghendaki perilaku tersebut.
2. Tipe-tipe Perilaku Agresi Ada beberapa tipe perilaku agresi yang dikemukakan oleh Medinnus dan
Johnson (1977), perilaku agresi dibagi kedalam beberapa tipe, yaitu : a. Agresi menyerang secara fisik, misalnya memukul, mendorong, melukai, menendang, menggigit dan merampas. b. Agresi menyerang suatu objek ( benda mati atau binatang ) c. Agresi menyerang secara verbal, yaitu memburuk-burukkan orang lain, memarahi, mengancam dan menuntut. d. Pelanggaran terhadap hak milik atau menyerang daerah orang lain.
10
Universitas Sumatera Utara

Sedangkan menurut Atkinson (1999), mengungkapkan beberapa tipe perilaku agresi, yaitu : a. Agresi Instrumental, yaitu agresi yang ditujukan untuk membuat
penderitaan kepada korbannya dengan menggunakan alat-alat baik benda ataupun orang atau ide yang dapat menjadi alat untuk mewujudkan rasa agresinya. b. Agresi Verbal, yaitu agresi yang dilakukan terhadap sumber agresi secara verbal. c. Agresi Fisik, yaitu agresi yang dilakukan dengan fisik sebagai pelampiasan marah oleh individu yang mengalami agresi tersebut. d. Agresi Emosional,yaittu agresi yang dilakukan semata-mata sebagai pelampiasanmarah dan agresi ini sering dialami orang yang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan agresi secara terbuka. e. Agresi Konseptual, yaitu agresi yang juga bersifat penyaluran agresi yang disebabkan oleh ketidakberdayaan untuk melawan baik verbal maupun fisik.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku agresi Menurut Baron dan Byrne (1984), faktor penyebab seseorang berperilaku
agresi bermacam-macam, sehingga dapat dikelompokkan menjadi faktor sosial, faktor lingkungan, faktor situasional, faktor hormon, alcohol dan obat-obatan (faktor yang berasal dari luar individu ) dan sifat kepribadian (faktor-faktor yang berasal dari dalam individu), yaitu :
11
Universitas Sumatera Utara

a. Penyebab sosial 1. Frustasi Yakni suatu situasi yang menghambat individu dalam usaha mencapai tujuan tertentu yang diinginkannya, dari frustasi maka kan timbul perasaan-perasaan agresi. 2. Profokasi Yaitu oleh pelaku agresi profokasi dilihat sebagai ancaman yang harus dihadapi dengan respon agersif untuk meniadakan bahaya yang diisaratkan oleh ancaman tersebut. 3. Melihat model-model agresif Film dan TV dengan kekerasan dapat menimbulkjan agresi pada seorang anak, makin banyak menonton kekerasandalam acara TV makin besar tingkat agresif merekka terhadap orang lain, makin lama mereka menonton,makin kuat hubungannya tersebut.
b. Penyebab dari lingkungan 1. Polusi Udara, bau busuk dan kebisingan dilaporkan dapat menimbulkan perilaku agresi tetapi tiodak selalu demikian tergantung dari berbagai faktor lain. 2. Kesesakan (crowding), meningkatkan kemungkinan untuk perilaku agresif terutama bila sering timbul kejengkelan, iritasi, dan frustasi karenanya.
12
Universitas Sumatera Utara

c. Penyebab situasional Rasa nyeri dapat menimbulkan dorongan agresi yaitu untuk
melukai atau mencelakakan orang lain. Dorongan itu kemudian dapat tertuju kepada sasaran apa saja yang ada.
d. Alkohol dan obat-obatan Ada petunjuk bahwa agresi berhubungan dengan kadar alkhohol
dan obat-obatan. Subyek yang menerima alkohol dalam takara-takaran yang tinggi menunjukkan taraf agresifitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan subjek yang tidak menerima alkhohol atau menerima alkhohol dalam taraf yang rendah. Alkhohol dapat melemahkan kendali diri peminumnya, sehingga taraf agresifitas juga tinggi.
e. Sifat kepribadian Menurut Baron setiap individu akan berbeda dalam cara
menentukan dirinya untuk mendekati atau menjauhi perilaku agresif. Ada beberapa yang memiliki sifat karakteristik yang berorientasi untuk menjauhkan diri dari pelanggaran-pelanggaran, tetapi ada juga yang memiliki sifat karakteristik yang tidak perduli terhadap pelanggaranpelanggaran.
Menurut Sears, Taylor dan Peplau (1997), perilaku agresi seseorang disebabkab oleh dua faktor utama yaitu adanya serangan serta frustasi. Serangan
13
Universitas Sumatera Utara

merupakan salah satu faktor yang paling sering menjadi penyebab agresif dan muncul dalam bentuk serangan verbal atau serangan fisik. Faktor penyebab agresi selanjutnya adalah frustasi. Frustasi terjadi bila seseorang terhalang oleh suatu hal dalam mencapai suatu tujuan, kebutuhan, keinginan, penghargaan atau tindakan tertentu.
B. Big Five Personality 1. Definisi Big Five Personality
Kepribadian telah dikonsepkan dari bermacam-macam perspektif teoritis yang masing-masing berbeda tingkat keluasannya (McAdams dalam John & Srivastava, 1999). Masing-masing tingkatan ini memiliki keunikan dalam memahami perbedaan individu dalam perilaku dan pengalamannya. Namun, jumlah sifat kepribadian dan skala kepribadian tetap dirancang tanpa hentihentinya (Goldberg dalam John & Srivastava, 1999).
Psikologi kepribadian memerlukan model deskriptif atau taksonomi mengenai kepribadian itu sendiri. Salah satu tujuan utama taksonomi dalam ilmu pengetahuan adalah untuk menyederhanakan defenisi yang saling tumpang-tindih. Oleh karena itu, dalam psikologi kepribadian, suatu taksonomi akan mempermudah para peneliti untuk meneliti sumber utama karakteristik kepribadian daripada hanya memeriksa ribuan atribut yang berbeda-beda yang membuat setiap individu berbeda dan unik (John & Srivastava, 1999).
Setelah beberapa dekade, cabang psikologi kepribadian memperoleh suatu pendekatan taksonomi kepribadian yang dapat diterima secara umum yaitu
14
Universitas Sumatera Utara

dimensi “Big Five Personality”. Dimensi Big Five pertama kali diperkenalkan oleh Goldberg pada tahun 1981. Dimensi ini tidak mencerminkan perspektif teoritis tertentu, tetapi merupakan hasil dari analisis bahasa alami manusia dalam menjelaskan dirinya sendiri dan orang lain. Big Five disusun bukan untuk menggolongkan individu ke dalam satu kepribadian tertentu, melainkan untuk menggambarkan sifat-sifat kepribadian yang disadari oleh individu itu sendiri dalam kehidupannya sehari-hari. Pendekatan ini disebut Goldberg sebagai Fundamental Lexical (Language) Hypothesis; perbedaan individu yang paling mendasar digambarkan hanya dengan satu istilah yang terdapat pada setiap bahasa (dalam Pervin, 2005). Big Five Personality atau yang juga disebut dengan Five Factor Model oleh Costa & McRae dibuat berdasarkan pendekatan yang lebih sederhana.
2 .Tipe-Tipe Kepribadian Big Five Personality Tipe-tipe dalam domain-domain dari Big Five Personality Costa &
McCrae (1997) adalah sebagai berikut : a. Neuroticism (N)
Neuroticism menggambarkan seseorang yang memiliki masalah dengan emosi yang negatif seperti rasa khawatir dan rasa tidak aman. Secara emosional mereka labil, seperti juga teman-temannya yang lain, mereka juga mengubah perhatian menjadi sesuatu yang berlawanan. Seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang rendah cenderung akan lebih gembira dan puas terhadap hidup dibandingkan dengan seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang tinggi.
15
Universitas Sumatera Utara

Selain memiliki kesulitan dalam menjalin hubungan dan berkomitmen, mereka juga memiliki tingkat self esteem yang rendah. Individu yang memiliki nilai atau skor yang tinggi di neuroticism adalah kepribadian yang mudah mengalami kecemasan, rasa marah, depresi, dan memiliki kecenderungan emotionally reactive.
b. Extraversion (E) Faktor Extraversion, atau bisa juga disebut faktor dominan-patuh
(dominance-submissiveness). Faktor ini merupakan dimensi yang penting dalam kepribadian, dimana extraversion ini dapat memprediksi banyak tingkah laku sosial. Menurut penelitian, seseorang yang memiliki faktor extraversion yang tinggi, akan mengingat semua interaksi sosial, berinteraksi dengan lebih banyak orang dibandingkan dengan seseorang dengan tingkat extraversion yang rendah. Dalam berinteraksi, mereka juga akan lebih banyak memegang kontrol dan keintiman. Peergroup mereka juga dianggap sebagai orang-orang yang ramah, fun-loving, affectionate, dan talkative.
Extraversion dicirikan dengan afek positif seperti memiliki antusiasme yang tinggi, senang bergaul, memiliki emosi yang positif, energik, tertarik dengan banyak hal, ambisius, workaholic juga ramah terhadap orang lain. Extraversion memiliki tingkat motivasi yang tinggi dalam bergaul, menjalin hubungan dengan sesama dan juga dominan dalam lingkungannya Extraversion dapat memprediksi perkembangan dari hubungan sosial. Seseorang yang memiliki tingkat extraversion yang tinggi dapat lebih cepat berteman daripada seseorang yang
16
Universitas Sumatera Utara

memiliki tingkat extraversion yang rendah. Extraversion mudah termotivasi oleh perubahan, variasi dalam hidup, tantangan dan mudah bosan. Sedangkan orangorang dengan tingkat ekstraversion rendah cenderung bersikap tenang dan menarik diri dari lingkungannya.
c. Openness to experience (O) Faktor openness terhadap pengalaman merupakan faktor yang paling sulit
untuk dideskripsikan, karena faktor ini tidak sejalan dengan bahasa yang digunakan tidak seperti halnya faktor-faktor yang lain. Openness mengacu pada bagaimana seseorang bersedia melakukan penyesuaian pada suatu ide atau situasi yang baru.
Openness mempunyai ciri mudah bertoleransi, kapasitas untuk menyerap informasi, menjadi sangat fokus dan mampu untuk waspada pada berbagai perasaan, pemikiran dan impulsivitas. Seseorang dengan tingkat openness yang tinggi digambarkan sebagai seseorang yang memiliki nilai imajinasi, broadmindedness, dan a world of beauty. Sedangkan seseorang yang memiliki tingkat openness yang rendah menggambarkan pribadi yang mempunyai pemikiran yang sempit, konservatif dan tidak menyukai adanya perubahan.
Openness dapat membangun pertumbuhan pribadi. Pencapaian kreatifitas lebih banyak pada orang yang memiliki tingkat openness yang tinggi dan tingkat agreeableness yang rendah. Seseorang yang kreatif, memiliki rasa ingin tahu, atau terbuka terhadap pengalaman lebih mudah untuk mendapatkan solusi untuk suatu masalah.
17
Universitas Sumatera Utara

d. Agreeableness (A) Agreebleness dapat disebut juga social adaptibility atau likability yang
mengindikasikan seseorang yang ramah, memiliki kepribadian yang selalu mengalah, menghindari konflik dan memiliki kecenderungan untuk mengikuti orang lain. Berdasarkan nilai survei, seseorang yang memiliki skor agreeableness yang tinggi digambarkan sebagai seseorang yang memiliki nilai suka membantu, forgiving, dan penyayang. Sedangkan orang-orang dengan tingkat agreeableness yang rendah cenderung untuk lebih agresif dan kurang kooperatif. Pelajar yang memiliki tingkat agreeableness yang tinggi memiliki tingkat interaksi yang lebih tinggi dengan keluarga dan jarang memiliki konflik dengan teman yang berjenis kelamin berlawanan. e. Conscientiousness (C)
Conscientiousness dapat disebut juga dependability, impulse control, dan will to achieve, yang menggambarkan perbedaan keteraturan dan self discipline seseorang. Seseorang yang conscientious memiliki nilai kebersihan dan ambisi. Orang-orang tersebut biasanya digambarkan oleh teman-teman mereka sebagai seseorang yang well-organize, tepat waktu, dan ambisius.
Conscientiousness mendeskripsikan kontrol terhadap lingkungan sosial, berpikir sebelum bertindak, menunda kepuasan, mengikuti peraturan dan norma, terencana, terorganisir, dan memprioritaskan tugas. Di sisi negatifnya trait kepribadian ini menjadi sangat perfeksionis, kompulsif, workaholic, membosankan. Tingkat conscientiousness yang rendah menunjukan sikap ceroboh, tidak terarah serta mudah teralih perhatiannya.
18
Universitas Sumatera Utara

3. Dimensi-Dimensi dari Big Five Personality Menurut Costa & McRae (dalam Pervin, 2005), setiap dimensi dari Big
Five terdiri dari 6 (enam) faset atau subfaktor. Faset-faset tersebut adalah: a. Neuroticism terdiri dari: 1. Anxiety (kecemasan). 2. Self-consciousness (kesadaran diri). 3. Depression (depresi). 4. Vulnerability (mudah tersinggung). 5. Impulsiveness (menuruti kata hati). 6. Angry hostility (amarah). b. Extraversion terdiri dari: 1. Gregariousness (suka berkumpul). 2. Activity level (level aktivitas). 3. Assertiveness (asertif). 4. Excitement Seeking (mencari kesenangan). 5. Positive Emotions (emosi yang positif). 6. Warmth (kehangatan). c. Openness to experience terdiri dari: 1. Fantasy (khayalan). 2. Aesthetics (keindahan). 3. Feelings (perasaan). 4. Ideas (ide). 5. Actions (tindakan).
19
Universitas Sumatera Utara

6. Values (nilai-nilai). d. Agreeableness terdiri dari:
1. Straightforwardness (berterusterang). 2. Trust (kepercayaan). 3. Altruism (mendahulukan kepentingan orang lain). 4. Modesty (rendah hati). 5. Tendermindedness (berhati lembut). 6. Compliance (kerelaan). e. Conscientiousness terdiri dari: 1. Self-discipline (disiplin). 2. Dutifulness (patuh). 3. Competence (kompetensi). 4. Order (teratur). 5. Deliberation (pertimbangan). 6. Achievement striving (pencapaian prestasi).
C. Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen Mahasiswa adalah sebagian kecil dari generasi muda Indonesia yang
mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuannya di Perguruan Tinggi. Tentunya sangat diharapkan mendapat manfaat yang sebesar-besarnya dalam pendidikan agar kelak mampu menyumbangkan kemampuannya untuk memperbaiki kualitas hidup bangsa Indonesia yang saat ini belum pulih
20
Universitas Sumatera Utara

sepenuhnya dari krisis yang dialami pada akhir abad ke20 (Salim dan Sukadji, 2006).
Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen terdiri dari 3 Program Studi, yaitu Program Studi Teknik Sipil, Program Studi Teknik Mesin dan Program Studi Teknik Elektro. Program Studi Teknik Sipil berdiri tahun 1975, Program Studi Teni Mesin berdiri tahun 1976 dan Program Studi Teknik Elektro berdiri tahun 1978. Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen menjadi Fakultas Teknik terbaik dan terkemuka dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat di Sumatera Utara pada tahun 2012. VISI Fakultas Teknik diatas menunjukkan suatu keadaan atau tingkat prestasi yang diinginkan Fakultas Teknik agar terwujud pada suatu titik waktu tertentu di masa yang akan datang.Mengembangkan sumber daya manusia melalui proses pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kegiatan ekstra kurikuler yang bermutu dalam bidang teknologi sesuai dengan tuntutan iptek dan pasar, yang bermoral dan beriman.Menyelenggarakan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat, dalam bidang Teknologi serta kegiatan ekstra kurikuler secara terencana, terkendali dan bermutu serta berdisiplin dan bermoral, atas dasar tuntutan masyarakat, bangsa, negara dan perkembangan IPTEK.
Sama halnya dengan mahasiswa yang lain, mahasiswa fakultas teknik Universitas HKBP Nommensen tujuan mereka adalah menuntut ilmu dan untuk mencapai tingkat pendidikan yang lebih baik. Mereka juga mengikuti banyak kegiatan-kegiatan yang tersedia di Universitas tersebut. Dengan begitu mereka
21
Universitas Sumatera Utara

dapat mengembangkan minat dan bakat mereka dengan memfaatkan fasilitasfasilitas serta program-program yang telah disediakan oleh Universitas.
Bermacam-macam kegiatan yang mereka lakukan selama berada dikampus, mereka, mengisi waktu mereka dengan berbagai kegiatan seperti kegiatan agama, music, olahraga,BEM dan lain-lain.
D. Hubungan Big Five Personality dengan Kecenderungan Perilaku Agresi Perilaku agresi merupakan salah satu bentuk perilaku yang dimiliki oleh
setiap manusia. Seperti yang dikemukakan Freud, Mc Dougall, dan Lorenz (dalam Ekawati,2001) bahwa manusia mempunyai dorongan bawaan atau naluri untuk berkelahi.
Menurut Baron dan Byrne (1984) mengemukakan, bahwa agresi adalah dorongan dasar yang dimiliki oleh manusia dan hewan, dengan tujuan menyakiti badan atau melukai perasaan orang lain. Lebih lanjut Baron dan Byrne (1984) mengatakan bahwa perilaku agresi adalah suatu bentuk perilaku yang ditujukan untuk melukai atau mencelakakan orang lain. Salah satu faktor yang menyebabkan prilaku agresi adalah faktor psikologis. Dimana salah satu aspek dalam psikologis adalah kepribadian. Karakteristik kepribadian yang berbedabeda menjadikan seseorang mempunyai perbedaan emosi dalam suatu peristiwa.
Kepribadian merupakan sesuatu yang memberi tata tertib dan keharmonisan terhadap segala macam tingkah laku berbeda-beda yang dilakukan individu termasuk didalamnya usaha-usaha menyesuaikan diri yang beraneka ragam namun khas yang dilakukan oleh tiap individu. (Hall & Lindzey, 1993).
22
Universitas Sumatera Utara

Sedangkan Lersen & Bus (2002), menyebutkan bahwa kepribadian merupakan sekumpulan trait psikologis dan mekanisme dalam diri individu yang diorganisasikan, relatif bertahan dan mempengaruhi interaksi juga adaptasi individu dengan lingkungnnya, baik lingkungan fisik maupun sosial. Jadi dapat disimpulkan bahwa kepribadian seseorang juga dapat berhubungan dengan penyebab munculnya perilaku agresif.
Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. Salah satu teori yang menjelaskan tipe-tipe kepribadian adalah Big Five Personality. Big Five disusun bukan untuk menggolongkan individu ke dalam satu kepribadian tertentu, melainkan untuk menggambarkan sifat-sifat kepribadian yang disadari oleh individu itu sendiri dalam menunjukkan perilakunya di kehidupannya sehari-hari. Big Five Personality terdiri dari lima faktor, yaitu openness, conscientiousness, extraversion, agreeableness dan neuroticism.
Tipe openness, adalah faktor yang mempunyai ciri imajinatif, intelektual, mudah bertoleransi, fokus, dan mampu untuk waspada pada berbagai perasaan, pemikiran dan impulsivitas, mungkin pada tipe ini individu cenderung lebih memiliki emosi yang positif sehingga cenderung tidak berperilaku agresif. Fak

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3864 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1026 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 924 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 616 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 772 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1320 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1213 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 802 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1084 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1315 23