Pengaruh Dimensi Big Five Personality Terhadap Kecenderungan Pembelian Impulsif

PENGARUH DIMENSI BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP
KECENDERUNGAN PEMBELIAN IMPULSIF

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan
Ujian Sarjana Psikologi

Oleh:

HANAN SHOFWAN
051301096
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
GANJIL, 2009/2010

Universitas Sumatera Utara

Pengaruh Dimensi Big Five Personality
Terhadap Kecenderungan Pembelian impulsif

Hanan Shofwan dan Siti Zahreni

ABSTRAK
Manusia sebagai Homo economicus, tidak akan pernah lepas dari pemenuhan
kebutuhan. Salah satu cara yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan adalah dengan
membeli suatu barang atau jasa. Perilaku membeli dikenal juga dengan berbelanja.
Belanja tidak hanya merupakan suatu konsep yang menunjukkan suatu sikap untuk
mendapatkan barang yang menjadi keperluan sehari-hari, namun sekarang ini orang
berbelanja dilakukan untuk memenuhi dorongan emosional dari dalam dirinya yang
terjadi dengan tiba-tiba, spontan dan tanpa adanya perencanaan atau pemikiran
terlebih dahulu. Kecenderungan ini disebut dengan kecenderungan pembelian
impulsif.
Aspek psikologis yang terkait dengan pembelian impulsif salah satunya
adalah trait atau kepribadian manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh dimensi big five personality terhadap kecenderungan pembelian impulsif.
Penelitian ini melibatkan 104 mahasiswa S1 Fakultas Kedokteran USU angkatan
2009. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling dan diolah
dengan uji analisa regresi berganda. Alat ukur yang digunakan adalah skala dimensi
big five personality (kepribadian big five) dan skala kecenderungan pembelian
impulsif yang disusun oleh peneliti.
Hasil analisa data menunjukkan terdapat pengaruh dimensi big five
personality terhadap kecenderungan pembelian impulsif dengan persamaan regresi
Y= 135,45 + 0.705(X1) – 4,004(X2). Implikasi dari hasil penelitian ini berguna bagi
produsen untuk mengetahui bagaimana pengaruh dimensi big five personality
terhadap kecenderungan pembelian impulsif terhadap kecenderungan pembelian
impulsif pada konsumen.
Kata kunci: dimensi big five personality dan kecenderungan pembelian impulsif.

Universitas Sumatera Utara

The Influece of Big Five Personality Dimension
To Impulse buying tendencies
Hanan Shofwan dan Siti Zahreni, Msi
Faculty of Psychology University of Sumatera Utara
ABSTRACK
As homo economicus, human will never satisfy to fullfill their needs. One way
to fullfill their needs is buying some thing or get any services which known as
purchase/shopping. Nowadays, shopping/purrchasing is not merely to acquire
necessary goods or to fullfill their daily needs, instead it has become an activity to
satisfy their emotional tensions suddenly, spontaneously and also unplanned. This
tendency is wll known as impulse buying tendency.
One of psychological aspects of impulse buying tendencies is trait in the
individual. This research objected to know the influence of big five personality
dimensions to impulse buying tendencies. This research involved 104 S1 student at
the first grade(2009) in Faculty of Medical Science University of Sumatera Utara.
Sample was taken by the random sampling method and processed with multiple
regression analysis. The instrument used are Big Five Personality Scale, and Impulse
Buying Tendency Scale arranged by the researcher.
Analysis outcome shows there is influence of big five personality dimensions
to impulse buying tendency with regression formula Y= 135,45 + 0.705(X1) –
4,004(X2). The implication of this research is useful for the producen to know how the
influence of trait to impulse buying tendency by the consumer.
Keyword : big five personality dimensions, impulse buying tendency

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Terima kasih yang tidak terkira peneliti ucapkan kepada Allah SWT atas
semua karunia dan keindahan yang telah diberikan-Nya, umur yang panjang,
kesehatan, waktu dan kesempatan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi
untuk memenuhi persyaratan dalam memperoleh gelar sarjana jenjang strata satu (S1) di Fakultas Psikologi Sumatera Utara dengan judul : Pengaruh dimensi Big Five
Personality terhadap kecenderungan pembelian impulsif.
Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak,
sangatlah sulit bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Untuk itu penulis
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Chairul Yoel, Sp.A(K) selaku Dekan Fakultas Psikologi.
2. Kak Siti Zahreni, M.Si yang telah sangat membantu dan membimbing saya
dalam merampungkan penelitian ini hingga selesai.
3. Bapak Zulkarnaen S. Psi, Psikolog selaku dosen pembimbing akademik yang
bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing saya.
4. Seluruh staf pengajar Fakultas Psikologi USU atas segala ilmu dan
bantuannya selama perkuliahan dan seluruh staf pegawai Fakultas Psikologi
USU yang telah membantu penulis baik selama masa perkuliahan maupun
dalam penyelesaian skripsi.
5. Umi dan Buya tercinta yang telah memberikan do’a dan kasih sayangnya yang
luas demi keberhasilan anaknya.

Universitas Sumatera Utara

6. Nenek, Bunde, Kakanda Nafisah dan Adinda Ulwan yang telah memberikan
dukungan dan semangat dalam mengerjakan skripsi ini.
7. Pak Lobe Darwis, Ibu, Dani dan Putri atas Doa yang selalu diberikan dari
kejauhan.
8. Keluarga tercinta Abna’ Adnan, Hamdi, Kupeng, Syawqi. Terima kasih atas
doa dan semangat yang memberikan inspirasi baru buat saya.
9. Desi iriani lubis Amd dan mama. Terima kasih atas doa, kasih sayang dan
semangat yang diberikan hingga detik akhir selesainya penelitian ini.
10. Yenni Merdeka Sakti S. Psi. Terima kasih atas doa, bantuan yang sangat
berharga dan semangat yang diberikan hingga detik akhir selesainya
penelitian ini.
11. Teman-teman Seven Star; Abud, Jefri, Geo, Andri, Furqon, Toni, Fitrah, Bg
Ari, Bg Endang, dan Bang Hendra. Terima kasih atas kebersamaan kita, dan
mohon maaf apabila ada khilaf dan salah penulis selama berinteraksi.
12. Buat Fawi, Beby, Iin, Jannah, Mimi dan Zira. Kalian sebagai semangat ketika
lelah.
13. Buat kak Inur dan kak Ijah. Terima kasih ya kak atas bimbingan dan ilmu
yang sangat berharga.
14. Kepada Bang Ir dan rekan gubernur Psikologi Usu Paidi. Terima kasih atas
bantuan yang diberikan.
15. Teman-teman mahasiswa seperjuangan, bang Hendra, bang Joko, Bang Boy,
kak Farah, Hario, Megawati, Maria dan rekan-rekan seperjuangan sekalian.

Universitas Sumatera Utara

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam
penelitian ini. Oleh karenanya penulis mengharapkan adanya masukan dan saran yang
sifatnya membangun dari semua pihak, guna menyempurnakan penelitian ini agar
menjadi lebih baik lagi. Akhirnya kepada Allah jua penulis berserah diri. Semoga
penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Amin.

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .............................................................................................
Daftar Isi

i

................................................................................................... iv

Daftar Tabel ................................................................................................. viii
BAB I

BAB II

PENDAHULUAN ....................................................................

1

A. Latar Belakang Penelitian .....................................................

1

B. Rumusan Masalah .................................................................

8

C. Tujuan Penelitian ..................................................................

9

D. Manfaat Penelitian ................................................................

9

E. Sistematika Penulisan ............................................................

9

LANDASAN TEORI ............................................................... 11
A.pembelian impulsif.................................................................. 11
1. Pengertian Pembelian Impulsif .......................................... 11
2. Elemen pembelian impulsif ............................................... 13
3. Tipe-tipe pembelian impulsif ............................................. 13
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian impulsif....... 14
B. Big Five Personality ............................................................... 15
1. Pengertian Big Five Personaltyt ........................................ 15
2. Dimensi-Dimensi big five personality ................................ 17
C. Pengaruh Dimensi Big Five Personality Terhadap Kecenderungan

Universitas Sumatera Utara

Pembelian Impulsif ..................................................................... 20
G. Hipotesa Penelitian ............................................................... 24
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN .............................................. 26
A. Identifikasi Variabel Penelitian ............................................. 26
B. Definisi Operasional Variabel Penelitian ............................... 26
1. Kecenderungan Pembelian Impulsif ................................... 26
2. Dimensi Big Five Personality ............................................ 27
C. Populasi, Sampel, dan Metode Pengambilan Sampel ............. 28
1. Populasi dan sampel .......................................................... 28
2. Teknik pengambilan sampel .............................................. 29
D. Instrumen atau Alat ukur ........................................................ 30
1. Skala kecenderungan pembelian impulsif ........................... 30
2. Skala Dimensi Big Five Personality ................................. 32
E. Uji Coba Alat Ukur ............................................................... 33
1. Validitas alat ukur ............................................................. 33
2. Uji daya beda aitem .......................................................... 34
3. Reliabilitas alat ukur ......................................................... 35
4. Hasil uji coba alat ukur ...................................................... 36
F. Prosedur Penelitian ................................................................. 39
1. Persiapan penelitian .......................................................... 39
2. Pelaksanaan penelitian ...................................................... 40
3. Pengolahan data ................................................................ 40

Universitas Sumatera Utara

G. Metode Analisis Data ............................................................. 40
1. Uji Normalitas .................................................................. 41
2. Uji Linieritas ..................................................................... 42
3. Autokorelasi ..................................................................... 42
BAB IV

ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN ............................... 43
A. Gambaran Subjek Penelitian ................................................. 43
1. Jenis kelamin subjek penelitian ......................................... 43
2. Usia subjek penelitian ....................................................... 43
B. Hasil Penelitian ..................................................................... 44
1. Hasil Uji Asumsi Penelitian ............................................... 44
2. Hasil Utama Penelitian....................................................... 46
C. Kategorisasi Skor Penelitian .................................................. 51
1. Kategorisasi Skor Kecenderungan pembelian impulsif pada
mahasiswa S1 angkatan 2009 fakultas kedokteran USU ......... 51
2. Kategorisasi Skor dimensi big five personality pada mahasiswa
S1 angkatan 2009 fakultas kedokteran USU .......................... 53
D. Pembahasan .......................................................................... 58

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN ................................................. 62
A. Kesimpulan ........................................................................... 62
B. Saran ..................................................................................... 63
1. Saran metodologis .................................................................. 64
2. Saran praktis .......................................................................... 64

Universitas Sumatera Utara

Daftar Pustaka .............................................................................................. 65

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Gambaran Persentasekecenderungan Pembelian Impulsif .............
Mahasiswa S1 Fakultas Kedokteran USU Angkatan 2009 .............

5

Tabel 2. Karakteristik Sifat-Sifat Big Five Model dengan Skor Tinggi dan ..
Skor Rendah ................................................................................. 18
Tabel 3. Blue Print Skala Kecenderungan Pembelian Impulsif Sebelum Uji
Coba .............................................................................................. 31
Tabel 4. Blue Print Skala Dimensi Big Five Personality Sebelum Uji Coba

33

Tabel 5. Blue Print Skala Kecenderungan Pembelian Impulsif Sebelum Uji
Coba ............................................................................................... 37
Tabel 6. Blue Print Skala Kecenderungan Pembelian Impulsif Setelah Uji ...
Coba ............................................................................................... 37
Tabel 7. Blue Print Skala Dimensi Big Five Personality Sebelum Uji Coba 38
Tabel 8. Blue Print Skala Dimensi Big Five Personality Setelah Uji Coba .. 38
Tabel 9. Gambaran Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin ............... 43
Tabel 10. Gambaran Subjek Penelitian Berdasarkan Usia ............................ 43
Tabel 11. Hasil Uji Normalitas .................................................................... 44
Tabel 12. Hasil Uji Linieritas Big Five Personality dengan...........................
Kecenderungan Pembelian Impulsif.............................................. 45
Tabel 13. Hasil Uji Regression ..................................................................... 48

Universitas Sumatera Utara

Tabel 14. Hasil Uji Multiple Regression ....................................................... 48
Tabel 14.1.a. Hasil Uji Multiple Regression ................................................. 48
Tabel 14.1.b. Koefisien Regresi Dimensi Big Five Personality dan .............
Kecenderungan Pembelian Impulsif ........................................ 48
Tabel 14.1.c. Kontribusi Setiap Dimensi Big Five Personality Terhadap ......
Kecenderungan Pembelian Impulsif ......................................... 48
Tabel 15. Perbandingan Mean Hipotetik dan Mean Empirik ........................
Kecenderungan Pembelian Impulsif.............................................. 52
Tabel 16. Kategorisasi Skor Kecenderungan Pembelian Impulsif ................. 53
Tabel 17. Perbandingan Mean Hipotetik dan Mean Empirik Skala Dimensi ..
Big Five Personality .................................................................... 54
Tabel 18. Kategorisasi Skor Neuroticism .................................................. 55
Tabel 19. Kategorisasi Skor Extraversion ..................................................... 56
Tabel 20. Kategorisasi Skor Openness .......................................................... 56
Tabel 21. Kategorisasi Skor Agreeableness .................................................. 57
Tabel 22. Kategorisasi Skor Conscientiousness ........................................... 57

Universitas Sumatera Utara

Pengaruh Dimensi Big Five Personality
Terhadap Kecenderungan Pembelian impulsif

Hanan Shofwan dan Siti Zahreni

ABSTRAK
Manusia sebagai Homo economicus, tidak akan pernah lepas dari pemenuhan
kebutuhan. Salah satu cara yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan adalah dengan
membeli suatu barang atau jasa. Perilaku membeli dikenal juga dengan berbelanja.
Belanja tidak hanya merupakan suatu konsep yang menunjukkan suatu sikap untuk
mendapatkan barang yang menjadi keperluan sehari-hari, namun sekarang ini orang
berbelanja dilakukan untuk memenuhi dorongan emosional dari dalam dirinya yang
terjadi dengan tiba-tiba, spontan dan tanpa adanya perencanaan atau pemikiran
terlebih dahulu. Kecenderungan ini disebut dengan kecenderungan pembelian
impulsif.
Aspek psikologis yang terkait dengan pembelian impulsif salah satunya
adalah trait atau kepribadian manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh dimensi big five personality terhadap kecenderungan pembelian impulsif.
Penelitian ini melibatkan 104 mahasiswa S1 Fakultas Kedokteran USU angkatan
2009. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling dan diolah
dengan uji analisa regresi berganda. Alat ukur yang digunakan adalah skala dimensi
big five personality (kepribadian big five) dan skala kecenderungan pembelian
impulsif yang disusun oleh peneliti.
Hasil analisa data menunjukkan terdapat pengaruh dimensi big five
personality terhadap kecenderungan pembelian impulsif dengan persamaan regresi
Y= 135,45 + 0.705(X1) – 4,004(X2). Implikasi dari hasil penelitian ini berguna bagi
produsen untuk mengetahui bagaimana pengaruh dimensi big five personality
terhadap kecenderungan pembelian impulsif terhadap kecenderungan pembelian
impulsif pada konsumen.
Kata kunci: dimensi big five personality dan kecenderungan pembelian impulsif.

Universitas Sumatera Utara

The Influece of Big Five Personality Dimension
To Impulse buying tendencies
Hanan Shofwan dan Siti Zahreni, Msi
Faculty of Psychology University of Sumatera Utara
ABSTRACK
As homo economicus, human will never satisfy to fullfill their needs. One way
to fullfill their needs is buying some thing or get any services which known as
purchase/shopping. Nowadays, shopping/purrchasing is not merely to acquire
necessary goods or to fullfill their daily needs, instead it has become an activity to
satisfy their emotional tensions suddenly, spontaneously and also unplanned. This
tendency is wll known as impulse buying tendency.
One of psychological aspects of impulse buying tendencies is trait in the
individual. This research objected to know the influence of big five personality
dimensions to impulse buying tendencies. This research involved 104 S1 student at
the first grade(2009) in Faculty of Medical Science University of Sumatera Utara.
Sample was taken by the random sampling method and processed with multiple
regression analysis. The instrument used are Big Five Personality Scale, and Impulse
Buying Tendency Scale arranged by the researcher.
Analysis outcome shows there is influence of big five personality dimensions
to impulse buying tendency with regression formula Y= 135,45 + 0.705(X1) –
4,004(X2). The implication of this research is useful for the producen to know how the
influence of trait to impulse buying tendency by the consumer.
Keyword : big five personality dimensions, impulse buying tendency

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Manusia sebagai Homo economicus, tidak akan pernah lepas dari pemenuhan
kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan tersebut akan terus-menerus mendorong manusia
untuk melakukan pemenuhan (Verplanken, 2001). Salah satu cara yang dilakukan
untuk memenuhi kebutuhan adalah dengan membeli suatu barang atau jasa. Perilaku
membeli dikenal juga dengan berbelanja. Belanja didefinisikan sebagai suatu
aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan suatu barang dengan jalan menukarkan
sejumlah uang sebagai pengganti barang tersebut (Tambunan, 2005). Belanja
merupakan aktivitas yang menyenangkan bagi banyak orang dan terkadang sebagian
orang tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan belanja. Banyak motif-motif yang
mendasari perilaku berbelanja, diantaranya ingin menjalankan peran yang diharapkan
misalnya berperan sebagai ibu rumah tangga, sebagai peralihan dari rutinitas
kehidupan sehari-hari, memuaskan dorongan yang ada dalam diri, mempelajari trend
baru yang berkembang, dan sebagai aktivitas fisik yang menstimulasi indera
(Schiffman, 1994).
Manusia ketika berbelanja disebut sebagai konsumen, yaitu seseorang yang
melakukan beberapa aktivitas seperti pembelian, penggunaan barang dan jasa dan
mengevaluasinya (Schiffman, 1994). Pada mulanya belanja hanya merupakan suatu
konsep untuk menunjukkan suatu sikap untuk mendapatkan barang yang menjadi
keperluan sehari-hari, namun tak jarang pula orang berbelanja hanya untuk memenuhi

Universitas Sumatera Utara

hasrat atau dorongan dari dalam dirinya (Verplanken & Herabadi, 2001). Coob &
Hoyer, 1972 (dalam Buendicho, 2003) mengatakan konsumen seperti ini disebut
dengan impulse puschaser. Impulse puschaser adalah konsumen yang melakukan
pembelian untuk memenuhi hasrat atau dorongan dari dalam diri. Pembelian tipe
inilah yang disebut sebagai impulse purchase atau pembelian impulsif.
Pembelian impulsif adalah kecenderungan perilaku membeli yang terjadi
tanpa adanya perencanaan atau pemikiran terlebih dahulu (American Marketing
Association/AMA, dalam Buendicho, 2003). Pembelian impulsif ini dikaitkan dengan
aspek reaksi emosi dari objek pembelian misalnya produk, kemasan, harga, dan lainlain. Rook (dalam Verplanken, 2001) mengatakan pembelian impulsif adalah
pembelian yang tidak terencana yang dikarakteristikkan dengan pembelian yang
mendadak, yang diikuti dengan perasaan menyenangkan dan memuaskan. Dengan
kata lain, pembelian impulsif adalah tindakan yang tidak sengaja dan diikuti oleh
respon emosional yang sangat kuat. Pembelian impulsif juga dikaitkan dengan
pembelian yang tidak memikirkan konsekuensi terhadap barang yang telah dibeli,
misalnya uang yang dihabiskan untuk barang yang tidak perlu (Rook & Gardner,
1987 dalam Verplanken (2001)).
Pembelian impulsif dikatakan juga sebagai pembelian yang tidak rasional dan
diasosiasikan dengan pembelian yang cepat dan tidak direncanakan (Verplanken &
Herabadi, 2001). Fokus perhatian individu hanya terletak pada kepuasan yang
spontan terhadap pembelian suatu barang. Keputusan untuk membeli dibuat dengan
spontan. Waktu yang dibutuhkan dalam proses pembelian juga sangat singkat. Oleh

Universitas Sumatera Utara

karena itu, orang-orang dengan kecenderungan pembelian impulsif ini hampir tidak
mungkin untuk menunda pembelian dengan melakukan pertimbangan, berdiskusi
dengan orang lain, atau membandingkan produk yang satu dengan produk yang lain
(Rook & Fisher, 1995).
Orang-orang dengan kecenderungan pembelian impulsif yang tinggi akan
lebih peka terhadap ide-ide pembelian yang tidak diharapkan dan lebih siap untuk
merespon pembelian barang secara spontan Konsumen dengan kecenderungan
pembelian impulsif yang tinggi juga akan lebih menerima ide-ide yang timbul secara
spontan untuk melakukan pembelian. Perilaku seperti ini berbeda dengan pembelian
yang direncanakan. Konsumen dengan tipe pembelian yang terencana, akan
melakukan serangkaian langkah-langkah perencanaan untuk memutuskan apakah
akan melakukan pembelian atau tidak (Bearden & Netemeyer dalam Verplanken,
2001).
Pembelian impulsif memiliki 2 elemen inti yaitu elemen kognitif dan elemen
afektif. Elemen kognitif meliputi kegiatan pembelian yang diikuti dengan kurangnya
perencanaan dan ketidaksabaran untuk mendapatkan suatu barang. Elemen afektif
meliputi pembelian yang disertai dengan respon emosi (Verplanken & Aarts, 1999).
Respon emosi ini meliputi perasaan senang dan puas setelah pembelian dilakukan,
namun pembelian dilakukan atas timbulnya perasaan yang mendorong untuk segera
melakukan pembelian (Dittmar & Drury, dalam Verplanken, 2001). Membeli dengan
impulsif dapat menghilangkan dorongan emosi negatif yang terdapat dalam diri
individu.

Universitas Sumatera Utara

Pembelian impulsif telah menjadi gaya hidup yang menyebar ke setiap
segmen populasi dan terjadi diberbagai situasi dan budaya yang berbeda (Kacen &
Lee, 2002). Lembaga survey Myvesta (dalam Citacinta, 2009) tahun 2009
mengungkapkan, 64.8% konsumen yang berusia18-24 tahun mengalami perubahan
emosi sesaat sebelum dan setelah belanja. Pada usia tersebut rata-rata konsumen
berstatus sebagai mahasiswa. Konsumen merasa ada dorongan emosional dalam
dirinya yang menyebabkan mereka berbelanja. Pembeli tipe ini disebut sebagai
pembeli impulsif karena mereka merasakan adanya dorongan emosi negatif yang
dapat dihilangkan dengan melakukan aktivitas seperti berbelanja dengan impulsif
(Verplanken & Herabadi, 2001). Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh
mahasiswi USU pada wawancara tanggal 7 dan 8 september 2009 berikut ini :
“Kalau saya melihat barang unik yaa langsung saya beli. Karena kalau
gakdibeli ntar jadi merasa gak nyamanlah. Apalagi kalau lagi stress, belanja
bisa jadi obatlah” (Elka, 18 tahun; mahasiswi Psikologi angkatan 2009)
“Biasanya merasa gak nyaman kalau liat barang cantik, terus gak dibeli”
(Myesa, 22 tahun; mahasiswi Psikologi angkatan 2005.
Hasil survey yang dilakukan pada tanggal 16 september kepada 53 mahasiswa
USU Fakultas Kedokteran juga menunjukkan adanya kecenderungan pembelian
impulsif pada mahasiswa. Berdasarkan survey tersebut, sebanyak 71.6 % atau 38
mahasiswa, memiliki kecenderungan pembelian impulsif yang tinggi, dan 28.4 %
atau 15 mahasiswa, memiliki kecenderungan pembelian impulsif yang rendah. Data
diatas dapat dilihat melalui tabel berikut :

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1.
Gambaran persentase kecenderungan pembelian impulsif mahasiswa S1
Fakultas Kedokteran USU angkatan 2009
Kecenderungan Pembelian Impulsif
Frekuensi
Persentase
Tinggi
38 orang
71,6
Rendah
15 orang
28.4

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan pembelian impulsif yaitu :
kondisi mood dan emosi konsumen, normative influence (pengaruh lingkungan),
kategori produk dan pengaruh toko, variabel demografis dan variabel perbedaan
individu (Thai, 2003). Variabel perbedaan individu meliputi karakteristikkarakteristik khas individu yang salah satunya adalah trait (karakter) individu
(Verplanken & Herabadi, 2001).
Penelitian-penelitian telah dilakukan untuk melihat pembelian impulsif ini
terkait dengan karakteristik perbedaan individu. Salah satunya adalah penelitian yang
dilakukan oleh Verplanken & Herabadi (2001) yang ingin melihat hubungan
pembelian impulsif ini dengan trait-trait individu. Hasilnya menunjukkan adanya
hubungan antara trait-trait individu dengan pembelian impulsif (Verplanken &
Herabadi, 2001). Penelitian ini juga diperkuat oleh Rook (1995) yang mengatakan
bahwa salah satu aspek psikologis terkait dengan pembelian impulsif adalah trait di
dalam diri individu. Trait merupakan prediktor yang signifikan terhadap
kecenderungan pembelian impulsif. Trait adalah karakter khas yang bersifat jangka
panjang yang membedakan individu satu dengan yang lain (Lahey, 2004). Ketika

Universitas Sumatera Utara

seseorang dikatakan ramah, pemarah, agresif maka mereka disebut memiliki trait
ramah, trait pemarah, trait agresif. Trait-trait tersebut menyusun kepribadian manusia.
Kepribadian didefinisikan sebagai respon yang konsisten terhadap stimulus
lingkungan (Engel & Blackwell, 1995). Kepribadian merupakan suatu pola yang
relatif permanen dari sifat, watak atau karakteristik yang memberikan konsistensi
pada perilaku seseorang Feist & Feist (2002). Eysenck (dalam Suryabrata, 2000)
menambahkan kepribadian sebagai jumlah keseluruhan dari pola perilaku yang aktual
dari organisme yang ditentukan oleh hereditas dan lingkungan.
Kepribadian memainkan peran penting dalam berbelanja. Dalam berbelanja
konsumen mendasarkan keputusan pembelian mereka berdasarkan kepribadian
mereka. Bagaimana konsumen memandang diri mereka, begitu pulalah mereka akan
memilih produk mana yang akan mereka konsumsi. Seperti yang terlihat di banyak
peristiwa, konsumen memiliki selera tersendiri ketika ditawarkan jenis produk yang
sama namun memiliki merek dan kemasan berbeda. Misalnya produk mobil yang
ditawarkan kepada beberapa konsumen. Mobil-mobil yang ditawarkan memiliki
merek dan warna berbeda. Masing-masing konsumen akan memilih mobil yang
memiliki warna serta merek yang sesuai dan dianggap dapat mewakilii karakter
dirinya. Konsumen akan menampakkan karakter yang mampu merespon berbagai
situasi yang dihadapkan padanya. Secara alamiah konsumen akan membangun
seperangkat karakteristik yang relatif tetap yang mampu memberikan jawaban
bagaimana seharusnya mereka merespon setiap situasi. Artinya, kepribadian

Universitas Sumatera Utara

merupakan panduan konsumen dalam memilih cara untuk memenuhi tujuannya
dalam berbagai situasi yang berbeda (Ferrina, 2008).
Psikologi kepribadian membutuhkan suatu model deskriptif atau taksonomi
untuk mencoba menggambarkan kepribadian individu. Adanya taksonomi dapat
membantu peneliti melihat gambaran kepribadian individu yang berbeda-beda yang
membuat individu menjadi makhluk yang unik (John & Srivasta, 1999). Psikologi
kepribadian kemudian memperoleh suatu pendekatan taksonomi kepribadian yang
dapat diterima secara umum yaitu The Big Five Personality (John & Srivastava,
1999). Kerangka berpikir Big Five merupakan suatu model hirarki kepribadian
dengan lima faktor yang setiap faktornya menjelaskan kepribadian dengan jelas dan
sangat luas. Pandangan Big Five menyatakan bahwa setiap perbedaan individu dalam
kepribadiannya dapat dikelompokkan ke dalam 5 (lima) bagian secara empiris
(Gosling, Rentfrow, & Swann Jr, 2003). Istilah Big Five pertama kali dicetuskan oleh
Lew Goldberg (dalam Pervin 2005).
Srivastava (2008) mengatakan Big Five merupakan lima dimensi sifat
kepribadian yang meluas. Faktor-faktor tersebut adalah: Extraversion (Surgency),
Agreeableness, Conscientiousness, Neuroticism (terkadang terbalik dan disebut
dengan Emotional Stability), Openness to Experience (terkadang disebut dengan
Intelect atau Intelect/ Imagination). Dimensi extraversion terdiri dari sifat-sifat
seperti: suka berbicara, berenergi, dan asertif. Dimensi agreeableness ini mencakup
sifat-sifat, seperti simpati, baik hati, dan berperasaan. Dimensi Conscientiousness
cenderung teratur, teliti, dan terencana. Openness to Experience dikarakteristikkan

Universitas Sumatera Utara

dengan sifat tegang, dan cemas. Dimensi neuroticism ini mencakup sifat-sifat seperti
rasa ketertarikan yang luas, imaginatif, dan berwawasan luas.
Dimensi Big Five Personality merupakan salah satu pendekatan yang lebih
sederhana dan deskriptif dalam menggambarkan kepribadian manusia (Pervin, 2005).
Hasil yang konsisten mengenai teori ini juga telah diperoleh dari berbagai teknik
pengukuran. Kelima dimensi ini telah ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa.
Berdasarkan studi longitudinal selama 6 (enam) tahun diperoleh kestabilan sifat pada
subjek yang sama (dalam Schultz & Schultz, 1994).
Kerangka berpikir Big Five mencoba menggambarkan trait-trait individu yang
diwakili oleh lima dimensi. Kelima dimensi inilah yang akan digunakan dalam
penelitian untuk melihat apakah kelima dimensi Big Five Personality memiliki
pengaruh

terhadap

pembelian

impulsif.

Berdasarkan

penjelasan-penjelasan

sebelumnya, maka peneliti ingin melihat apakah ada pengaruh antara dimensi Big
Five Personality dengan pembelian impulsif.

B. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang masalah yang telah diuraikan sebelumnya,
peneliti merumuskan permasalahan yang ingin diketahui dari penelitian ini yaitu,
apakah ada pengaruh antara dimensi Big Five Personality terhadap kecenderungan
pembelian impulsif?

Universitas Sumatera Utara

C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dimensi Big
Five Personality terhadap kecenderungan pembelian impulsif.

D. MANFAAT PENELITIAN
a. Manfaat Teoritis
1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memperkaya temuan di
dalam bidang Psikologi Industri dan Organisasi mengenai pembelian impulsif dan
kepribadian individu dalam kajian perilaku konsumen.
2. Hasil penelitian ini bisa bermanfaat untuk dijadikan bahan perbandingan bagi
penelitian-penelitian selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan pembelian
impulsif yang terkait dengan keribadian individu
b. Manfaat Praktis
Melalui penelitian ini produsen dapat mengetahui konsumen dengan
karakteristik kepribadian tertentu yang memiliki pengaruh terhadap kecenderungan
pembelian impulsif. Temuan ini dapat menjadi bahan pertimbangan produsen untuk
lebih mengetahui jenis konsumen mana yang dapat menjadi target pasar.

E.SISTEMATIKA PENULISAN
Penelitian ini dibagi atas tiga bab dengan sistematika sebagai berikut :
Bab I : Pendahuluan

Universitas Sumatera Utara

Bab ini terdiri dari latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan
penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II : Landasan Teori
Bab ini menguraikan kepustakaan yang menjadi landasan teori yang
mendasari masalah yang menjadi objek penelitian
Bab III : Metode Penelitian
Bab ini menceritakan tentang metode kuantitatif yang digunakan dalam
penelitian yang meliputi identifikasi variabel penelitian, definisi operasional, populasi
dan metode pengambilan sampel, instrumen/alat ukur yang digunakan, prosedur
penelitian, dan metode analisis data.
Bab IV : Analisa Data dan Pembahasan
Bab ini akan memapaparkan mengenai hasil deskripsi data penelitian, uji
hipotesa utama dan pembahasan mengenai hasil penelitian.
Bab V : Kesimpulan dan Saran
Bab ini berisi jawaban atas masalah yang diajukan. Kesimpulan dibuat
berdasarkan analisa dan interpretasi data. Saran dibuat dengan mepertimbangkan
hasil penelitian yang diperoleh.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
LANDASAN TEORI
A. PEMBELIAN IMPULSIF
Pembelian Impulsif adalah salah satu jenis dari perilaku membeli, dimana
perilaku pembelian ini berhubungan dengan adanya dorongan yang menyebabkan
konsumen melakukan pembelian dengan segera tanpa adanya perencanaan terlebih
dahulu. Berikut akan dijelaskan secara mendalam mengenai pengertian dari
pembelian impulsif
1. Pengertian Pembelian impulsif
AMA

(American

Marketing

Association

dalam

Buendicho,

2003)

mendefinisikan pembelian impulsif sebagai kecenderungan perilaku membeli yang
terjadi tanpa adanya perencanaan atau pemikiran terlebih dahulu. Pembelian impulsif
ini terjadi secara mendadak terhadap suatu produk dan merek yang sebelumnya
belum diputuskan (Cobb & Hoyer, 1972 dalam Buendicho, (2003)).
Pembelian impulsif juga merupakan pembelian yang terjadi secara spontan,
yaitu ketika individu melihat suatu produk baik langsung dari toko maupun dari
katalog produk. Individu langsung melakukan pembelian ketika ia merasa produk
tersebut cocok maka ia akan langsung melakukan pembelian tanpa melakukan
pertimbangan terlebih dahulu (Beatty & Ferrel, 1998 dalam Buendicho, (2003)).
Perilaku pembelian ini dikaitkan dengan pembelian yang tidak memikirkan
konsekuensi terhadap barang yang telah dibeli, misalnya uang yang dihabiskan untuk
barang yang tidak perlu (Rook & Gardner, 1987 dalam Verplanken, 2001)).

Universitas Sumatera Utara

Engel & Blackwell (1995) menambahkan pembelian impulsif sebagai suatu
tindakan pembelian yang dibuat tanpa direncanakan sebelumnya atau keputusan
pembelian dilakukan pada saat berada didalam toko.
Beberapa pengertian di atas menjelaskan pembelian impulsif terkait dengan
pembelian yang dilakukan secara mendadak dan tanpa adanya perencanaan. Selain
itu, ada beberapa tokoh yang mendefinisikan pembelian impulsif tidak hanya terkait
dengan pembelian yang mendadak, tetapi juga menggambarkan adanya dorongan
yang mendasari pembelian impulsif.
Verplanken & Herabadi (2001) mendefinisikan pembelian impulsif sebagai
pembelian yang tidak rasional dan diasosiasikan dengan pembelian yang cepat dan
tidak direncanakan, diikuti oleh adanya konflik fikiran dan dorongan emosional.
Dorongan emosional tersebut terkait dengan adanya perasaan yang intens yang
ditunjukkan dengan melakukan pembelian karena adanya dorongan untuk membeli
suatu produk dengan segera, mengabaikan konsukensi negatif, merasakan kepuasan
dan mengalami konflik di dalam pemikiran (Rook dalam Verplanken, 2001)
Pembelian impulsif juga disebut sebagai pembelian yang tidak terencana yang
memenuhi karakteristik sebagai berikut : terjadinya pengambilan keputusan membeli
yang relatif cepat, menjadi lebih emosional daripada rasional dan tidak termasuk
pembelian untuk barang yang mudah diingat, dan memerlukan perencanaan dalam
pembeliannya (Thai, 2003).
Pengertian pembelian impulsif yang digunakan pada penelitian ini adalah
pembelian yang tidak direncanakan secara khusus dan didasari oleh perasaan yang

Universitas Sumatera Utara

mendorong untuk melakukan pembelian suatu produk untuk mendapatkan kepuasan
dan kesenangan (Rook (1987); Verplanken & Herabadi (2001); Thai (2003)).
2. Elemen Pembelian Impulsif
Verplanken & Herabadi (2001) mengatakan terdapat dua elemen penting dalam
pembelian impulsif yaitu:
a. Kognitif
Elemen ini fokus pada konflik yang terjadi pada kognitif individu yang
meliputi:
1. Tidak mempertimbangan harga dan kegunaan suatu produk
2. Tidak melakukan evaluasi terhadap suatu pembelian produk
3. Tidak melakukan perbandingan produk yang akan dibeli dengan produk yang
mungkin lebih berguna.
b. Emosional
Elemen ini fokus pada kondisi emosional konsumen yang meliputi :
1. Timbulnya dorongan perasaan untuk segera melakukan pembelian.
2. Timbul perasaan senang dan puas setelah melakukan pembelian.
3. Tipe-tipe pembelian impulsif
Loudon dan Bitta (1993) mengemukakan empat tipe dari pembelian impulsif.
Keempat tipe pembelian impulsif tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pure impulse buying adalah pembelian impulsif yang benar-benar tidak
direncanakan karena ada barang yang baru.

Universitas Sumatera Utara

2. Reminder impulse buying adalah pembelian yang didasarkan pada pengalaman
sebelumnya.
3. Suggestion impulse buying adalah pembelian yang dilakukan ketika pertama kali
melihat suatu produk dan mengevaluasi kegunaannya.
4. Planned impulse buying adalah pembelian yang dilakukan karena faktor harga.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian impulsif
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian impulsif menurut Thai (2003)
adalah :
1. Kondisi mood dan emosi konsumen. Keadaan mood konsumen dapat
mempengaruhi perilaku konsumen, misalnya kondisi mood konsumen yang
sedang senang atau sedih. Pada konsumen yang memiliki mood negatif,
pembelian impulsif lebih tinggi dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi
kondisi mood yang negatif (Verplanken & Herabadi, 2002)
2. Pengaruh lingkungan. Orang-orang yang berada dalam kelompok yang memiliki
kecenderungan pembelian impulsif yang tinggi akan cenderung terpengaruh untuk
melakukan pembelian impulsif juga (Thai, 2003).
3. Kategori produk dan pengaruh toko. Produk-produk yang cenderung dibeli secara
impulsif

adalah

poduk

yang

memiliki

tampilan

menarik

(bau

yang

menyenangkan, warna yang menarik), cara memasarkannya, tempat dimana
produk itu dijual. Tampilan toko yang menarik akan lebih menimbulkan dorongan
pembelian impulsif (Verplanken & Herabadi, 2001). Produk-produk yang
cenderung di beli secara impulsif diantaranya: pakaian, majalah, barang

Universitas Sumatera Utara

elektronik, barang-barang kebutuhan mandi dan alat musik (Dittmar & Drury,
1996 dalam Buendicho, (2003)).
4. Variabel demografis seperti kondisi tempat tinggal dan status sosial. Konsumen
yang tinggal di kota memiliki kecenderungan pembelian impulsif yang lebih
tinggi daripada konsumen yang tinggal di daerah pinggiran kota (Thai, 2003).
5. Variabel perbedaan individu. Kepribadian individu memiliki pengaruh terhadap
kecenderungan pembelian impulsif (Verplanken & Herabadi, 2001). Trait yang
menyusun kepribadian individu merupakan aspek psikologis yang terkait dengan
kecenderungan pembelian impulsif. Selanjutnya akan dibahas mengenai
kepribadian yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pembelian
impulsif.

B. BIG FIVE PERSONALITY
Big Five Personality adalah salah satu teori yang menggambarkan kepribadian
individu yang terdiri dari lima dimensi. Ke lima dimensi ini mewakili karakteristikkarakteristik yang khas yang terdapat dalam diri individu (Pervin, 2005).
1. Definisi Big Five Personality
Gordon Allport mendefiniskan kepribadian sebagai suatu organisasi yang
dinamis di dalam individu, sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang
khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan (dalam Suryabrata, 2002).
Siagian (1986) mengatakan bahwa kepribadian seseorang menampakkan dirinya
dalam berbagai bentuk sikap, cara berfikir dan cara bertindak. Sikap, cara berfikir,

Universitas Sumatera Utara

dan cara bertindak itu dapat dipastikan tidak terlalu sama antar individu yang satu
dengan yang lain.
Setelah beberapa dekade, cabang psikologi kepribadian memperoleh suatu
pendekatan taksonomi kepribadian yang dapat diterima secara umum yaitu dimensi
“Big Five Personality”. Dimensi Big Five pertama kali diperkenalkan oleh Goldberg
pada tahun 1981. Dimensi ini tidak mencerminkan perspektif teoritis tertentu, tetapi
merupakan hasil dari analisis bahasa alami manusia dalam menjelaskan dirinya
sendiri dan orang lain. Taksonomi Big Five bukan bertujuan untuk mengganti sistem
yang terdahulu, melainkan sebagai penyatu karena dapat memberikan penjelasan
sistem kepribadian secara umum (John & Srivastava, 1999).
Big Five disusun bukan untuk menggolongkan individu ke dalam satu
kepribadian tertentu, melainkan untuk menggambarkan sifat-sifat kepribadian yang
disadari oleh individu itu sendiri dalam kehidupannya sehari-hari. Pendekatan ini
disebut Goldberg sebagai Fundamental Lexical (Language) Hypothesis; perbedaan
individu yang paling mendasar digambarkan hanya dengan satu istilah yang terdapat
pada setiap bahasa (dalam Pervin, 2005).
Big Five Personality oleh Costa & McRae dibuat berdasarkan pendekatan
yang lebih sederhana. Di sini, peneliti berusaha menemukan unit dasar kepribadian
dengan menganalisa bahasa yang digunakan orang sehari-hari, yang tidak hanya
dimengerti oleh para psikolog, namun juga orang biasa (dalam Pervin, 2005).

Universitas Sumatera Utara

2. Tipe-Tipe Big Five Personality
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Big Five Personality terdiri
dari lima tipe atau faktor. Terdapat beberapa istilah untuk menjelaskan kelima faktor
tersebut. Pada sub bab ini, kelima dimensi tersebut akan dijelaskan dengan istilahistilah berikut:
a. Neuroticism (N)
b. Extraversion (E)
c. Openness to New Experience (O):
d. Agreeableness (A)
e. Conscientiousness (C)
Costa & McRae (1985;1992) menggambarkan kelima dimensi di atas sebagai
berikut: Neuroticism berlawanan dengan Emotional stability yang mencakup
perasaan-perasaan negatif, seperti kecemasan, kesedihan, mudah marah, dan tegang.
Openness to Experience menjelaskan keluasan, kedalaman, dan kompleksitas dari
aspek mental dan pengalaman hidup. Extraversion dan Agreeableness merangkum
sifat-sifat interpersonal, yaitu apa yang dilakukan seseorang dengan dan kepada orang
lain. Dimensi yang terakhir, yaitu Conscientiousness menjelaskan perilaku
pencapaian tujuan dan kemampuan mengendalikan dorogan yang diperlukan dalam
kehidupan sosial (Pervin, 2005).
Untuk lebih jelasnya, kelima dimensi di atas akan dipaparkan pada Tabel 1.
yang didapat dari hasil penelitian Costa & McRae (1985;1992).

Universitas Sumatera Utara

Tabel 2.
Karakteristik Sifat-Sifat Big Five Model Dengan Skor Tinggi Dan Rendah
Karakteristik dengan skor
tinggi
Kuatir, cemas, emosional,
merasa tidak nyaman,
kurang
penyesuaian,
kesedihan
yang
tak
beralasan.

Sifat

Neuroticism (N)
Mengukur penyesuaian Vs
ketidakstabilan emosi.
Mengidentifikasi
kecendrungan individu akan
distress psikologi, ide-ide
yang
tidak
realistis,
kebutuhan/keinginan yang
berlebihan, dan respon
coping yang tidak sesuai.
Mudah bergaul, aktif, Extraversion (E)
banyak bicara, person- Mengukur kuantitas dan
oriented,
optimis, intensitas
interaksi
menyenangkan,
kasih intrapersonal,
level
sayang, bersahabat.
aktivitas, kebutuhan akan
stimulasi,
kapasitas
kesenangan.
Rasa ingin tahu tinggi, Openness (O)
ketertarikan luas, kreatif, Mengukur keinginan untuk
original, imajinatif, tidak mencari dan menghargai
pengalaman baru, Senang
ketinggalan jaman.
mengetahui sesuatu yang
tidak familiar.
Berhati lembut, baik, suka Agreeableness (A)
menolong, mudah percaya, Mengukur kualitas orientasi
mudah memaafkan, mudah interpersonal
seseorang,
untuk dimanfaatkan, terus mulai dari perasaan kasihan
terang.
sampai
pada
sikap
permusuhan dalam hal
pikiran, perasaaan, dan
tindakan.
Teratur, dapat dipercaya, Conscientiousness (C)
pekerja keras, disiplin, Mengukur
tingkat
tepat waktu, teliti, rapi, keteraturan
seseorang,
ambisius, tekun.
ketahanan dan motivasi
dalam mencapai tujuan.
Berlawanan
dengan
ketergantungan,
dan
kecendrungan
untuk
menjadi malas dan lemah.

Karakteristik dengan skor
rendah
Tenang , santai, tidak
emosional, tabah, nyaman,
puas terhadap diri sendiri.

Tidak ramah, tenang, tidak
periang, menyendiri, task
–oriented,
pemalu,
pendiam.

Mengikuti apa yang sudah
ada, down to earth, tertarik
hanya pada satu hal, tidak
memiliki jiwa seni, kurang
analitis.
Sinis, kasar, rasa curiga,
tidak mau bekerjasama,
pendendam, kejam, mudah
marah, manipulatif.

Tidak bertujuan, tidak
dapat dipercaya, malas,
kurang perhatian, lalai,
sembrono, tidak disiplin,
keinginan lemah, suka
bersenang-senang.

Universitas Sumatera Utara

Costa & McRae (dalam Pervin, 2005) membagi setiap dimensi dari Big Five
yang terdiri dari 6 (enam) faset atau subfaktor. Faset-faset tersebut adalah:
a. Neuroticism terdiri dari:
1. Anxiety yaitu : memiliki kecemasan.
2. Self-consciousness yaitu : kesadaran diri.
3. Depression yaitu merasa rendah diri dan tidak berharga.
4. Vulnerability yaitu : mudah tersinggung.
5. Impulsifness yaitu : menuruti kata hati.
6. Angry hostility yaitu : memiliki amarah.
b. Extraversion terdiri dari:
1. Gregariousness yaitu : suka berkumpul.
2. Activity level yaitu : memiliki level aktivitas.
3. Assertiveness yaitu : memiliki ketegasan.
4. Excitement Seeking yaitu : mencari kesenangan.
5. Positive Emotions yaitu : memiliki emosi yang positif.
6. Warmth yaitu : memiliki kehangatan.
c. Openness to new experience terdiri dari:
1. Fantasy yaitu : memiliki khayalan yang berlebihan.
2. Aesthetics yaitu : keindahan.
3. Feelings yaitu : memiliki perasaan yang sensitif.
4. Ideas yaitu : memiliki ide-ide yang kreatif.
5. Actions yaitu : melakukan tindakan.

Universitas Sumatera Utara

6. Values yaitu : memiliki nilai-nilai.
d. Agreeableness terdiri dari:
1. Straightforwardness yaitu : suka berterusterang.
2. Trust yaitu : memiliki kepercayaan.
3. Altruism yaitu :mendahulukan kepentingan orang lain.
4. Modesty yaitu : memiliki sifat rendah hati.
5. Tendermindedness yaitu : berhati lembut.
6. Compliance yaitu : memiliki kepatuhan.
e. Conscientiousness terdiri dari:
1. Self-discipline yaitu : memiliki disiplin diri.
2. Dutifulness yaitu : patuh kepada peraturan.
3. Competence yaitu : memiliki kompetensi.
4. Order yaitu : hidup teratur.
5. Deliberation yaitu : melakukan pertimbangan.
6. Achievement striving yaitu : mencapai prestasi.

C.

PENGARUH

DIMENSI

BIG

FIVE

PERSONALITY

TERHADAP

KECENDERUNGAN PEMBELIAN IMPULSIF
Pembelian impulsif adalah perasaan yang intens yang ditunjukkan dengan
melakukan pembelian karena adanya dorongan untuk membeli suatu produk dengan
segera, mengabaikan konsekuensi negatif, merasakan kepuasan dan mengalami
konflik di dalam pemikiran (Rook, 1987 dalam Verplanken, (2001)). Ketika

Universitas Sumatera Utara

pembelian impulsif ini dilakukan, timbul konflik dalam diri konsumen yang disebut
konflik heart vs mind (konflik antara fikiran dan perasaan), misalnya antara harga
produk yang tinggi dan dorongan emosional untuk memiliki produk tersebut. Konflik
ini pada akhirnya akan dimenangkan oleh dorongan emosional dimana konsumen
merasakan kepuasan secara emosional karena telah memiliki barang yang diinginkan
(Verplanken & Herabadi, (2001))
Thai (2003) mengatakan kepribadian individu merupakan salah satu faktor
yang mempengaruhi kecenderungan pembelian impulsif. Trait-trait yang menyusun
kepribadian individu merupakan aspek psikologis yang terkait dengan kecenderungan
pembelian impulsif (Rook, 1995). Trait-trait tersebut merupakan prediktor yang
signifikan terhadap pembelian impulsif (Rook & Fisher,1995). Verplanken &
Herabadi (2001) menemukan hubungan antara trait-trait yang dimiliki individu
terhadap kecenderungan pembelian impulsif, misalnya orang-orang yang

bertipe

extraversion memiliki hubungan positif dengan pembelian impulsif. artinya orangorang pada tipe ini akan lebih menunjukkan kecenderungan pembelian impulsif yang
tinggi juga.
Salah satu pendekatan dalam psikologi kepribadian yang dapat melihat traittrait yang terdapat dalam diri individu adalah teori big five personality. Big Five
Personality merupakan suatu model hirarki kepribadian yang membagi kepribadian
menjadi lima faktor yang setiap faktornya menjelaskan kepribadian dengan jelas dan
sangat luas (Gosling, Rentfrow, & Swann Jr, 2003). Kelima tipe kepribadian tersebut

Universitas Sumatera Utara

adalah neuroticism, extraversion, openness to new experience, agreeableness, dan
conscientiousness.
Dimensi pertama yaitu Neuroticism mencakup perasaan-perasaan negatif,
seperti kecemasan, kesedihan, mudah marah, dan tegang. Dimensi ini memiliki
hubungan positif dengan pembelian impulsif. Sifat-sifat yang terdapat pada dimensi
ini antara lain : kecendrungan individu akan distress psikologi, ide-ide yang tidak
realistis, kebutuhan/keinginan yang berlebihan, dan respon coping yang tidak sesuai
(Costa & McRae ;dalam Pervin, 2005). Lazarus, Folkman, (1986) mengatakan respon
coping berkaitan dengan kognitif dan emosional individu. Orang-orang Neuroticism
memiliki respon coping yang tidak sesuai. Hal ini berhubungan dengan
kecenderungan pembelian impulsif. Pembelian impulsif ditandai dengan adanya
konflik yang terjadi antara pertimbangan kognitif dan emosional (Verplanken &
Herabadi, 2001). Konflik ini dimenangkan oleh emosional yang menyebabkan
individu melakukan pembelian yang tidak rasional. Untuk itu, orang-orang yang
mempunyai kecenderungan tipe ini memiliki kecenderungan pembelian impulsif yang
tinggi pula.
Dimensi yang kedua yaitu Extraversion meliputi perilaku mudah bergaul,
aktif, banyak bicara, optimis, menyenangkan, kasih

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3884 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1034 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 927 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 623 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 777 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1323 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1222 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 808 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1093 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1322 23