53
a. Uji Validitas
Menurut Imam Ghozali 2006:49 uji validitas digunakan untuk mengukur sah valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu
kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner
tersebut. Jadi validitas ingin mengukur apakah pertanyaan dalam kuesioner yang sudah betul-betul dapat mengukur apa yang hendak
kita ukur. Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan analisis, yang menghitung koefisiensi korelasi antara skor item dengan skor totalnya, dengan menggunanakan prosedur
statistik person’s product moment correlation. Biasanya syarat minimum yang dapat memenuhi syarat adalah jika r 0,3. Sehingga
apabila ada korelasi dengan skor total kurang dari 0,3 maka butir dalam instrument tersebut dinyatakan tidak valid Sugiyono, dalam
Ati Yulaifah, 2011:64.
b. Uji Reliabilitas
Menurut Imam Ghozali 2006:45 Uji Reliabilitas adalah alat ukur untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator
dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten dari waktu
ke waktu.
54
Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan cara pengukuran
sekali saja. Dimana nantinya, hasilnya
akan dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar
jawaban pertanyaan. SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpa. Nunnaly dalam Imam
Ghozali 2006:46 suatu variabel dikatakan reliable jika member nilai Crobach Alpa 0,60. Adapun rumus penghitungannya adalah
sebagai berikut : α =
dimana α = koefisien reliabilitas
k = jumlah item per-vriable x r = mean korelasi antar item
2.
Uji Asumsi Klasik
Untuk mendapatkan model regresi yang baik harus terbebas dari penyimpangan data yang terdiri dari multikolonieritas,
heteroskedassitas, autokorelasi dan normalitas. Cara yang digunakan untuk menguji penyimpangan asumsi klasik adalah sebagai berikut
Gozhali, 2001:57-74:
k . r
1 + r-1k
55
a. Uji Normalitas Uji normalitas dimaksudkan untuk menguji apakah
dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Metode yang
digunakan untuk
mendeteksi apakah
residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan melihat
normal probability plot P-Plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Distribusi
normal akan membentuk satu garis lurus diagonal, dan plot data residual akan dibandingkan dengan garis
diagonal. Jika distribusi data residual normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan
mengikuti garis
diagonalnya. Pada
prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran
data titik pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya. Dasar
pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut Ghozali, 2009:147-149:
1 Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik
histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi
normalitas.
56
2 Jika data menyebar jauh dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik
histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi
asumsi normalitas b. Uji Multikolinieritas
Uji Multikolinieritas ini dilakukan dengan melihat nilai variance inflaction factor VIF . Uji ini bertujuan
untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Pada model regresi
yang baik, sebaiknya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Untuk mendeteksi ada tidaknya dengan
melihat 1 Nilai tolerance dan lawannya, 2 variance inflaction factor. Kedua ukuran ini menunjukan setiap
variabel bebas manakah yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Tolerance mengukur variabilitas bebas
yang terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama
dengan nilai VIF karena VIF = 1 tolerance dan menunjukan adanya kolenieritas yang tinggi. Nilai cut
off yang dipakai oleh nilai tolerance 0,10 atau sama dengan nilai VIF diatas 10. Apabila terdapat variabel
bebas yang memiliki nili tolerance lebih 0,10 nilai VIF 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada