Pengertian Atletik Deskripsi Teori

25 jalan cepat dapat dilaksanakan di jalan raya race walking; sedangkan nomor lari, lompat, dan lempar di dalam stadion. Jumlah perlombaan yang diperlombakan tergantung dari sifat dan tingkat perlombaaan, baik tingkat daerah maupun nasional.

8. Hakekat Estrakurikuler

Menurut Tri Ani Hastuti 2008: 63, ekstrakurikuler merupakan program sekolah berupa kegiatan siswa yang bertujuan memperdalam dan memperluas pengetahuan siswa, optimasi pelajaran yang terkait, menyalurkan bakat dan minat, kemampuan, dan keterampilan serta untuk lebih memantapkan kepribadian siswa. Tujuan ini mengandung makna bahwa kegiatan ekstrakurikuler berkaitan erat dengan proses belajar mengajar. Dalam berolahraga siswa dapat memulai beberapa macam kegiatan seperti mengikuti klub-klub olahraga atau lewat kegiatan di sekolah seperti ekstrakurikuer. Salah satu kegiatan yang diadakan di SMP Negeri 1 Tanjungsari adalah ekstrakurikuler atletik. Ekstrakurikuler atletik di SMP Negeri 1 Tanjungsari dilaksanakan setiap hari Senin dan Rabu. Ekstrakurikuler adalah olahraga yang dilakukan di luar jam tatap muka, dilaksanakan untuk memperluas wawasan atau kemampuan, meningkatkan dan menerapkan nilai pengetahuan dan kemampuan olahraga Depdikbud, 1994: 4. Progam ekstrakurikuler diperuntukan bagi siswa yang ingin bakat dan kegemaran dalam cabang olahraga sehingga 26 dapat meningkatkan kualitas dan prestasi serta lebih membiasakan hidup sehat. Dalam GBPP Pendidikan Jasmani Depdikbud,1994: 4 bahwa kegiatan ekstrakurikuler secara menyeluruh mempunyai tujuan pokok: 1 Memperdalam dan memperluas pengetahuan siswa; 2 Mengenal hubungan antara berbagai mata pelajaran; 3 Menyalurkan minat dan bakat; 4 Melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan tambahan, di luar struktur program yang merupakan kegiatan pilihan. Adapun definisi kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar pelajaran tatap muka, dilaksanakan di sekolah dan luar sekolah agar lebih memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan yang telah dipelajari dari berbagai mata pelajaran dalam kurikulum Depdikbud,1994: 6. Lebih lanjut menurut Depdikbud 1994: 7 tujuan ekstrakurikuler adalah 1 Meningkatkan dan memantapkan pengetahuan siswa; 2 Mengembangkan bakat; dan 3 Mengenal hubungan antara mata pelajaran dengan kehidupan bermasyarakat. Maka dapat disimpulkan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran guna memperluas wawasan serta peningkatan dan penerapan nilai-nilai pengetahuan dan kemampuan dalam berbagai hal, seperti olahraga dan seni 27

9. Karakteristik Siswa SMP

Menurut Sukintaka 1998: 45, anak yang berumur 13-15 mempunyai karakteristik sebagai berikut: a. Jasmani 1 Pertumbuhan memanjang ada pada laki-laki maupun perempuan 2 Dibutuhkan pengaturan istirahat yang baik 3 Hubungan dan koordinasi yang kurang baik sering terlihat 4 Merasa mempunyai ketahanan dan sumber energi tidak terbatas 5 Mudah lelah tidak dihiraukan 6 Kecepatan dan kekuatan otot lebih baik anak laki-laki dari pada putri 7 Keseimbangan dan kematangan untuk keterampilan bermain menjadi baik. b. Psikis atau Mental 1 Banyak yang dikeluarkan energi untuk fantasinya 2 Ingin menetapkan pandangan hidup 3 Mudah gelisah dikarena keadaan lemah c. Sosial 1 Ingin tetep diakui oleh kelompoknya 2 Mengetahui moral etik dari kehidupan 3 Berkembangnya persekawanan. Menurut Desminta 2009: 23 usia di bawah 15 tahun anak-anak menunjukkan tanda-tanda perubahan ke arah lebih dewasa. Mereka cenderung menjauhi hal-hal yang berlaku kekanak-kanakan dan mulai mengharap kebebasan serta lepas dari pengaruh orang tuanya. Menurut Syamsu Yusuf 2012: 35, memperinci karakteristik perilaku dan pribadi dan masa remaja yang terbagi ke dalam bagian dua kelompok yaitu remaja awal 11-13 s.d. 14-15 tahun dan remaja akhir 14-16 s.d. 18-20 tahun meliputi aspek: 1 fisik; 2 psikomotor; 3 bahasa kognitif; 4 sosial; 28 5 moralitas; 6 keagamaan; 7 konatif; 8 emosi efektif; dan 9 kepribadian. Berbagai pendapat tentang karakteristik anak SMP dipandang dari berbagai aspek, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1 Laju perkembangan secara umum berlangsung pesat; 2 masih memilih-milih dalam menentukan jenis olahraga yang akan mereka tekuni; 3 mulai berubah menuju ke masa dewasa; 4 mulai muncul ciri-ciri sekunder pada tubuh; 5 usia remaja awal anak mengharapkan kebebasan; dan 6 berharap lepas dari pengaruh orang tua, dan masa ini anak mencari jati diri.

B. Penelitian yang Relevan

Beberapa penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Penelitian yang dilakukan oleh Stephanus Ari. S 2012 dengan judul “Tingkat Kesegaran Jasmani Siswi Putri Peserta Esktrakurikuler Sepakbola Putri di SMP Negeri 2 Pengasih Kulon Progo Tahun Ajaran 20112012”. Metode penelitian ini adalah metode penelitian survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesegaran jasmani siswi peserta ekstrakurikuler sepakbola putri SMP Negeri 2 Pengasih sebagian besar dalam klasifikasi sedang S mencapai 66,67 sebanyak 16 siswi, serta yang lainnya dalam klasifikasi baik B 29,17 sebanyak 7 siswi, dan klasifikasi kurang 4,16 sebanyak 1 siswi. Sehingga dapat disimpulkan tingkat kesegaran jasmani siswi peserta ekstrakurikuler sepakbola putri