Strategi Pengembangan Bisnis CUTE Butik di Pasar Petisah Medan

(1)

STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS CUTE BUTIK

DI PASAR PETISAH MEDAN

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat

Untuk Menyelesaikan Program Sarjana (S1)

Pada Program Sarjana Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

Disusun oleh :

Ade Soraya Lubis

110907122

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NIAGA/BISNIS

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN


(2)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NIAGA/BISNIS

HALAMAN PERSETUJUAN

Hasil skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan dan diperbanyak oleh : Nama : Ade Soraya Lubis

NIM : 110907122

Program Studi : Ilmu AdministrasiNiaga/Bisnis

Judul : Strategi Pengembangan Bisnis CUTE Butik di Pasar Petisah Medan

Medan, Agustus 2015 Dosen Pembimbing Ketua Program Studi

Onan M. Siregar, S.Sos, M.Si Prof. Dr. Marlon Sihombing, M.A. NIP : 197401162014041001 NIP : 195908161986011001

Dekan FISIP USU

Prof. Dr. Badaruddin, M.Si NIP : 196805251992031002


(3)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NIAGA/BISNIS

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Skripsi Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, disetujui untuk dipertahankan dan diperbanyak oleh :

Nama : Ade Soraya Lubis

NIM : 110907122

Program Studi : Ilmu AdministrasiNiaga/Bisnis

Judul : Startegi Pengembangan Bisnis CUTE Butik di Pasar Petisah Medan

Yang dilaksanakan pada :

Hari :

Tanggal :

Waktu :

Panitia Penguji:

Ketua : Prof. Dr. Marlon Sihombing, M.A. (...) NIP : 195908161986111001

Penguji I : Muhammad ArifinNasution, S.Sos, M.SP (...) NIP : 197910052005011002

Penguji II : Onan M. Siregar, S.Sos, M.Si (...) NIP : 197401162014041001


(4)

i ABSTRACT

BOUTIQUE CUTE BUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY PETISAH MARKET IN MEDAN

(Study On The Market Boutique CUTE Petisah Phase II, 1st Floor Block C Terrain No106)

Name : Ade Soraya Lubis NIM : 110907122

Department : AdministrasiNiaga / Business Faculty : Social Science and Political Science Supervisor : Onan M. Siregar, S. Sos, M.Si

This study was motivated by the development of a rapidly growing business that creates competition is also getting tougher as happened in Petisah Medan Pasar. This is an issue faced by businesses in markets including CUTE Petisah Boutique located in Phase II Petisah Market No. 106, 1st Floor Block C Terrain founded by Mr. Zulkifli, so CUTE Boutique should be able to create a strategy in developing its business to survive in the middle being surrounded high level of competition.

The research goal is to determine the husband development business development strategy right for CUTE boutique through SWOT analysis. Through SWOT analysis will then alternate tin development business development strategies are applied funny for boutique hearts run their business, so Boutique Can Increasingly Evolving And Able face of competition, especially competition in the market boutique business Petisah.

Forms of research used in this research is descriptive qualitative approach. Informants involved in this study consisted of key informants (owner of Boutique CUTE), Key Informant (Consumer Boutique CUTE ) and an additional informant (Employees CUTE Boutique).

The results showed that a combination of strategies based on the analysis of external environmental factors and internal environment then maped the SWOT diagram Boutique CUTE, CUTE Butik then obtained that is in quadrant I, which supports the strategy for the first quadrant is an aggressive strategy. Based on the SWOT matrix, Then we obtain the recommended strategies to be applied CUTE Boutique namely : Improving Services maintain price imported products cheaper, more vigorous promotion again by using utilizing social media , Hiring employees who are able to provide good service to customers, Maintaining the advantages of designed the store to look attractive, making bookkeeping professionals, as well as provide a special price to the consumer at the time of the level of demand decreases.


(5)

ABSTRACT

BOUTIQUE CUTE BUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY PETISAH MARKET IN MEDAN

(Study On The Market Boutique CUTE Petisah Phase II, 1st Floor Block C Terrain No106)

Name : Ade Soraya Lubis NIM : 110907122

Department : Administrasi Niaga / Business Faculty : Social Science and Political Science Supervisor : Onan M. Siregar, S. Sos, M.Si

This study was motivated by the development of a rapidly growing business that creates competition is also getting tougher as happened in Petisah Medan Pasar. This is an issue faced by businesses in markets including CUTE Petisah Boutique located in Phase II Petisah Market No. 106, 1st Floor Block C Terrain founded by Mr. Zulkifli, so CUTE Boutique should be able to create a strategy in developing its business to survive in the middle being surrounded high level of competition.

The research goal is to determine the husband development business development strategy right for CUTE boutique through SWOT analysis. Through SWOT analysis will then alternate tin development business development strategies are applied funny for boutique hearts run their business, so Boutique Can Increasingly Evolving And Able face of competition, especially competition in the market boutique business Petisah.

Forms of research used in this research is descriptive qualitative approach. Informants involved in this study consisted of key informants (owner of Boutique CUTE), Key Informant (Consumer Boutique CUTE ) and an additional informant (Employees CUTE Boutique).

The results showed that a combination of strategies based on the analysis of external environmental factors and internal environment then maped the SWOT diagram Boutique CUTE, CUTE Butik then obtained that is in quadrant I, which supports the strategy for the first quadrant is an aggressive strategy. Based on the SWOT matrix, Then we obtain the recommended strategies to be applied CUTE Boutique namely : Improving Services maintain price imported products cheaper, more vigorous promotion again by using utilizing social media , Hiring employees who are able to provide good service to customers, Maintaining the advantages of designed the store to look attractive, making bookkeeping professionals, as well as provide a special price to the consumer at the time of the level of demand decreases.


(6)

iii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi robbil „ alamin, Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW karena atas rahmat dan anugerah-Nya penulis dapat menyeslesaikan penyusunan skripsi ini yang berjudul Strategi Pengembangan Bisnis CUTE Butik di Pasar Petisah Medan yang disusun sebagai syarat akademis dalam menyelesaikan studi program Sarjana (S1) Jurusan Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Teristimewa penulis ingin ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada ayahanda H. Zulkifli Lubis dan kepada Almarhumah ibunda Hj. Irhamna Harahap, serta keluarga yang telah memberikan dukungan, nasehat dan dorongan baik secara moril maupun materi. Pada kesempatan ini penulis juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka yang telah memberikan bantuan dan dukungan selama proses penyusunan skripsi berlangsung. Dengan segala kerendahan hati saya ingin menyatakan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Dr. Badaruddin, M. Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Prof. Dr. Marlon Sihombing, MA selaku ketua departemen Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Muhammad Arifin Nasution, S.Sos, MSP selaku Sekretaris Departemen Ilmu Administrasi Bisnis/ Niaga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.


(7)

4. Bapak Onan M. Siregar, S.Sos, M.Si selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu atas segala arahan dan bimbingan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.

5. Kak Siswati Saragih, S.Sos, MSP dan Bang Farid yang telah banyak membantu dalam urusan administrasi serta seluruh dosen-dosen Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis yang telah memberikan ilmunya kepada penulis. 6. Bapak Zulkifli selaku pemilik CUTE Butik beserta karyawannya.

7. Kepada teman-teman seperjuangan kuliah dari semester awal, seperjuangan

pada praktek kerja lapangan “DAYANG-DAYANG dan CREW” yaitu Nadhia Adriany, Risa Mutiara, Suci Annisa, Nindi Anggraini, Marta Lestari, Faisal Afif, Kevin, Hafis dan semua kelas B stambuk 2011 kalian luar biasa. Teman-teman diluar perkuliahan yang turut membantu dan memberikan motivasi kepada penulis Muhammad Qaedimas Akbar. Dan teman-teman yang lain nya yang tidak penulis sebutkan satu persatu. Terima kasih atas semuanya semoga kita semua sukses dimasa yang akan datang.

8. Kepada semua mahasiswa/mahasiswi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

9. Dan seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu yang sudah banyak membantu penulis selama proses penyusunan skripsi ini dari awal hingga akhir.


(8)

v

Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangan dalam penyajiannya karena kemampuan yang masih terbatas. Untuk itu dengan segala kerendahan hati peneliti menerima kritik dan saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan skripsi ini. Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya.

Medan, Agustus 2015


(9)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Strategi ... 6

2.1.1 Pengertian Strategi ... 6

2.1.2 Tahapan Penyusunan Strategi ... 6

2.2 PengembanganBisnis ... 7

2.2.1 Definisi Bisnis ... 7

2.2.2 Definisi Pengembangan Bisnis ... 8

2.2.3 Cara Pengembangan Bisnis ... 10

2.2.4 Tipe Pengembangan Bisnis ... 10

2.3 Analisis SWOT ... 11

2.3.1 Matriks SWOT ... 12

2.3.2 Matriks EFAS ... 14

2.3.3 Matriks IFAS ... 16

2.4 Penelitian Terdahulu ... 17

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Bentuk Penelitian ... 22

3.2 Lokasi Penelitiandan Waktu Penelitian ... 22

3.3 Informan Penelitian ... 22

3.4 Definisi Konsep ... 23

3.5 Definisi Operasional ... 23


(10)

vii

3.7 Teknik Analisis Data ... 24

BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian ... 26

4.1.1 Sejarah Singkat CUTE Butik ... 26

4.1.2 Visi dan Misi CUTE Butik ... 29

4.1.3 Struktur Organisasi CUTE Butik ... 29

4.1.4 Deskripsi Tugas ... 30

4.2 Penyajian Data ... 31

4.2.1 Hasil Wawancara ... 31

4.2.2 Analisis Data ... 34

4.2.2.1 Analisis SWOT ... 35

4.2.2.1.1 Matriks EFAS ... 36

4.2.2.1.2 Matriks IFAS ... 39

4.2.2.1.3 Matriks Posisi Usaha dan Pilihan Strategi Umum ... 40

4.2.2.1.4 Matriks SWOT ... 42

4.3 Pembahasan ... 48

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 50

5.2 Saran ... 51 DAFTAR PUSTAKA


(11)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Data Penjualan CUTE Butik ... 3

Tabel 2.1 Matriks SWOT ... 14

Tabel 2.2 Tabel EFAS ... 16

Tabel 2.3 Tabel IFAS ... 17

Tabel 4.1 Jenis-JenisProduk ... 28

Tabel 4.2 IdentitasResponden ... 31

Tabel 4.3 Matriks EFAS CUTE Butik ... 38

Tabel 4.4 Matriks IFAS CUTE Butik ... 39


(12)

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Logo CUTE Butik ... 27 Gambar 4.2 Struktur Organisasi CUTE Butik... 30 Gambar 4.3 Diagram Analisis SWOT CUTE Butik ... 41


(13)

DAFTAR LAMPIRAN

L-1 Tabel Jawaban Pemilik CUTE Butik ... 55

L-2 Tabel Jawaban Karyawan CUTE Butik ... 57

L-3 Tabel Jawaban Konsumen CUTE Butik ... 58

L-4 Tabel Lembar Kerja EFAS ... 62


(14)

xi

LAMPIRAN GAMBAR


(15)

ABSTRACT

BOUTIQUE CUTE BUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY PETISAH MARKET IN MEDAN

(Study On The Market Boutique CUTE Petisah Phase II, 1st Floor Block C Terrain No106)

Name : Ade Soraya Lubis NIM : 110907122

Department : AdministrasiNiaga / Business Faculty : Social Science and Political Science Supervisor : Onan M. Siregar, S. Sos, M.Si

This study was motivated by the development of a rapidly growing business that creates competition is also getting tougher as happened in Petisah Medan Pasar. This is an issue faced by businesses in markets including CUTE Petisah Boutique located in Phase II Petisah Market No. 106, 1st Floor Block C Terrain founded by Mr. Zulkifli, so CUTE Boutique should be able to create a strategy in developing its business to survive in the middle being surrounded high level of competition.

The research goal is to determine the husband development business development strategy right for CUTE boutique through SWOT analysis. Through SWOT analysis will then alternate tin development business development strategies are applied funny for boutique hearts run their business, so Boutique Can Increasingly Evolving And Able face of competition, especially competition in the market boutique business Petisah.

Forms of research used in this research is descriptive qualitative approach. Informants involved in this study consisted of key informants (owner of Boutique CUTE), Key Informant (Consumer Boutique CUTE ) and an additional informant (Employees CUTE Boutique).

The results showed that a combination of strategies based on the analysis of external environmental factors and internal environment then maped the SWOT diagram Boutique CUTE, CUTE Butik then obtained that is in quadrant I, which supports the strategy for the first quadrant is an aggressive strategy. Based on the SWOT matrix, Then we obtain the recommended strategies to be applied CUTE Boutique namely : Improving Services maintain price imported products cheaper, more vigorous promotion again by using utilizing social media , Hiring employees who are able to provide good service to customers, Maintaining the advantages of designed the store to look attractive, making bookkeeping professionals, as well as provide a special price to the consumer at the time of the level of demand decreases.


(16)

ii ABSTRACT

BOUTIQUE CUTE BUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY PETISAH MARKET IN MEDAN

(Study On The Market Boutique CUTE Petisah Phase II, 1st Floor Block C Terrain No106)

Name : Ade Soraya Lubis NIM : 110907122

Department : Administrasi Niaga / Business Faculty : Social Science and Political Science Supervisor : Onan M. Siregar, S. Sos, M.Si

This study was motivated by the development of a rapidly growing business that creates competition is also getting tougher as happened in Petisah Medan Pasar. This is an issue faced by businesses in markets including CUTE Petisah Boutique located in Phase II Petisah Market No. 106, 1st Floor Block C Terrain founded by Mr. Zulkifli, so CUTE Boutique should be able to create a strategy in developing its business to survive in the middle being surrounded high level of competition.

The research goal is to determine the husband development business development strategy right for CUTE boutique through SWOT analysis. Through SWOT analysis will then alternate tin development business development strategies are applied funny for boutique hearts run their business, so Boutique Can Increasingly Evolving And Able face of competition, especially competition in the market boutique business Petisah.

Forms of research used in this research is descriptive qualitative approach. Informants involved in this study consisted of key informants (owner of Boutique CUTE), Key Informant (Consumer Boutique CUTE ) and an additional informant (Employees CUTE Boutique).

The results showed that a combination of strategies based on the analysis of external environmental factors and internal environment then maped the SWOT diagram Boutique CUTE, CUTE Butik then obtained that is in quadrant I, which supports the strategy for the first quadrant is an aggressive strategy. Based on the SWOT matrix, Then we obtain the recommended strategies to be applied CUTE Boutique namely : Improving Services maintain price imported products cheaper, more vigorous promotion again by using utilizing social media , Hiring employees who are able to provide good service to customers, Maintaining the advantages of designed the store to look attractive, making bookkeeping professionals, as well as provide a special price to the consumer at the time of the level of demand decreases.


(17)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Pada era globalisasi saat ini, tingkat persaingan antar bisnis sangat tinggi dan diikuti dengan tingkat perkembangan bisnis yang sangat cepat. Perkembangan bisnis yang tumbuh dengan pesat tersebut menciptakan persaingan yang juga semakin ketat. Hal ini menjadi masalah yang paling sering dihadapi para pebisnis, sehingga sebuah bisnis harus mampu menciptakan sebuah strategi dalam mengembangkan bisnisnya sehingga mampu bertahan di tengah-tengah tingkat persaingan yang tinggi.

Strategi pengembangan bisnis penting dalam menjalankan suatu bisnis sehingga tujuan bisnis dapat tercapai dan mampu berkembang dari tahun ke tahun. Persaingan bisnis yang semakin ketat membuat para pengusaha harus mampu membentuk strategi pemasaran yang baik dengan cara memperlihatkan kebutuhan dan keinginan konsumen yang selalu berubah-ubah dan memberikan nilai tambah terhadap barang atau jasa yang diperdagangkan. Strategi tersebut dapat ditunjukkan melalui kualitas produk, kualitas pelayanan, fasilitas dan harga. Target suatu bisnis dapat dicapai jika didukung dengan adanya suatu strategi yang tepat untuk diterapkan pada usaha tersebut. Strategi yang efektif harus disesuaikan dengan lingkungan bisnis dan bentuk bisnis yang dijalankan, apakah bisnis makanan, bisnis fashion, bisnis jasa transportasi, dan lain-lain.

Pada saat ini, banyak masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap

fashion. Masyarakat mulai memperhatikan segala sesuatu yang berkaitan dengan


(18)

2 sepadan dengan pakaian, dan lain-lain. Hal tersebut membuat semakin banyaknya para pebisnis yang membuka bisnis butik yang berdampak pada tingkat persaingan yang semakin tinggi.

Butik merupakan salah satu bagian dari bisnis fashion. Menurut Goenawan (2008: 32), usaha butik merupakan salah satu lahan bisnis yang menjanjikan di tengah arus tren aksesoris dan busana yang senantiasa menjalar di Indonesia. Butik dituntut memberikan suatu sentuhan yang berbeda dibanding toko pakaian biasa.

CUTE Butik merupakan butik yang terletak di Pasar Petisah tahap II Lantai 1 blok C Medan yang berdiri sejak tahun 2010. CUTE Butik menjual berbagai produk baik produk dari luar negeri maupun produk dalam negeri seperti pakaian wanita, aksesoris, tas, dan lain-lain dengan berbagai model. Dalam menjalankan bisnisnya, CUTE Butik memiliki berbagai kekuatan dan kelemahan, juga peluang dan ancaman. Salah satu ancaman yang dihadapi CUTE Butik adalah banyaknya usaha yang sejenis yang terdapat di Pasar Petisah Medan. Hal tersebut berarti tingkat persaingan antar butik di Pasar Petisah Medan sangat tinggi. Kondisi persaingan yang tinggi disebabkan karena lokasi CUTE Butik berada di Pasar Petisah Medan dimana 80% bisnis di Pasar Petisah Medan adalah bisnis fashion. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan penulis, berikut merupakan perbandingan penjualan yang dilakukan CUTE Butik dengan 3 pesaing dilihat dari jumlah penjualan dalam 3 bulan terakhir.


(19)

Tabel 1.1

Data Penjualan Cute Butik dan Pesaing dalam 3 Bulan Terakhir

Nama Butik Bulan Jumlah

Penjualan (Item)

Total

VIOLET COLLECTION

FEBRUARI 80 291

MARET 116

APRIL 95

CHRISTIN COLLECTION

FEBRUARI 70 287

MARET 127

APRIL 90

KAYLA BUTIK

FEBRUARI 102 306

MARET 115

APRIL 89

CUTE BUTIK

FEBRUARI 84 286

MARET 104

APRIL 98

Sumber : Data primer yang telah diolah, 2015

Berdasarkan data di atas, dapat diketahui bahwa CUTE butik memiliki jumlah penjualan yang lebih sedikit dibandingkan pesaing yang menunjukkan bahwa CUTE Butik belum bisa memenangkan persaingan antar bisnis butik di Pasar Petisah Medan. CUTE Butik akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya jika dihadapkan pada tingkat persaingan yang tinggi. Oleh karena itu CUTE butik membutuhkan strategi pengembangan bisnis yang tepat untuk diterapkan sehingga butik ini mampu bersaing dan berkembang ditengah persaingan bisnis fashion yang ketat di Pasar Petisah Medan. Jika tidak, penjualan CUTE Butik dari tahun ke tahun akan semakin menurun. Jika penjualan terus menerus menurun, CUTE Butik akan memperoleh sedikit laba bahkan rugi. Dalam kondisi demikian, CUTE Butik akan kesulitan untuk membayar gaji karyawan, biaya operasional dan biaya lainnya, serta para pesaing akan semakin berkembang dengan melihat peluang yang ada serta melihat kelemahan para pesaingnya. Hal tersebut akan berujung pada bangkrut atau tutupnya bisnis CUTE


(20)

4 (kekuatan dan kelemahan) dan kondisi internal (peluang dan ancaman) yang terdapat pada CUTE Butik. CUTE Butik mampu memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk menutupi kelemahan yang dimiliki sehingga kelemahan tidak lebih menonjol daripada kekuatan yang dimiliki. Sementara dengan sisi eksternal, CUTE Butik bisa lebih dulu mengetahui peluang yang ada dari pada pesaing, sehingga peluang ini bisa digunakan untuk membentuk strategi serta meminimalkan ancaman yang dihadapi CUTE Butik dalam menjalankan bisnisnya.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Strategi Pengembangan Bisnis Pada CUTE Butik di Pasar Petisah Medan”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah “ Bagaimana strategi pengembangan bisnis yang tepat bagi CUTE Butik melalui analisis SWOT ? ”

1.3Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui strategi pengembangan bisnis yang tepat bagi CUTE Butik melalui analisis SWOT.

1.4 Manfaat penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Penulis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan serta wawasan penulis mengenai strategi pengembangan bisnis.


(21)

2 Perusahaan

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dan masukan pada CUTE Butik dalam memecahkan masalah atau persoalan butiknya.

3 Bagi Program Administrasi Bisnis

Penelitian ini bermanfaat bagi program administrasi bisnis yang hendak melakukan penelitian lebih mendalam mengenai strategi pengembangan bisnis.


(22)

6 BAB II

KERANGKA TEORI 2.1 Strategi

2.1.1 Pengertian Strategi

Strategi merupakan sebagai kosa kata yang pada mulanya berasal dari

bahasa yunani, yaitu “startegos”ini berasal dari kata “stratus” yang berarti militer

dan „ag‟ yang berarti memimpin (2005: 8). Menurut Kotler dan Amstrong (2003: 37) Strategi adalah penempatan tujuan dasar jangka panjang dan sasaran perusahaan, dan penempatan serangkaian tindakan, serta alokasi sumber daya yang penting untuk melaksanakan sasaran ini.

Menurut Faulkner dan Jhonson dalam Kotler dan Amstrong (2003: 15) Strategi adalah arah dan cakupan organisasi yang secara ideal untuk jangka yang lebih panjang, yang menyesuaikan sumber dayanya dengan lingkungan yang berubah, dan secara khusus, dan dengan pasarnya, dengan pelangan untuk memenuhi harapan stakeholder.

2.1.2 Tahapan Penyusunan Strategi

Menurut Triton PB (2000: 17) Penyusunan strategi memerlukan tahapan-tahapan tertentu untuk di penuhi. Berdasarkan rumusan pengertian terakhir dari definisi strategi pada beberapa buku, maka sedikitnya ada enam tahapan umum yang perlu diperhatikan dalam merumuskan suatu strategi, yaitu :

1. Seleksi yang mendasar dan kritis terhadap permasalahan. 2. Menetapkan tujuan dasar dan sasaran strategi.


(23)

3. Menyusun perencanaan tindakan (action plan). 4. Menyusun rencana penyumberdayaan.

5. Mempertimbangkan keunggulan. 6. Mempertimbangkan keberlanjutan.

Untuk menghindari kerancuan, perlu di perhatikan bahwa sampai bagian ini pembahasan masih terbatas mengenai strategi dan belum mencapai wilayah pembahasan manjemen strategis. Dengan memahami tahapan umum yang ada dalam menyusun suatu stratgi, maka akan lebih mudah di dalam melakukan manajemen atas strategi itu sendiri.

2.2. Pengembangan Bisnis 2.2.1 Definisi Bisnis

Menurut Suryatama (2008: 1) Bisnis dalam ilmu ekonomi merupakan suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen untuk mendapatkan keuntungan atau laba. Istilah bisnis berasal dari bahasa inggris yaitu

business, yang berasal dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks

individu, komunitas, ataupun masyarakat.

Menurut Huat dalam Suryatama (2008: 3) kata bisnis didalam artian yang luas istilah yang bersifat umum yang menunjukkan semua institusi dan kegiatan yang memproduksi jasa dan barang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Bisnis menjadi sebuah sistem yang memproduksi jasa dan barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas.


(24)

23 2.2.2 Definisi Pengembangan Bisnis

Menurut Solihin (2006: 26) pengembangan bisnis (business development) yang seorang wirausaha pada umumnya akan melakukan kegiatan usaha melalui tahap-tahap pengembangan bisnis sebagai berikut :

1. Memiliki ide bisnis

Usaha apapun yang akan dikembangkan oleh seorang wirausahawan, pada mulanya berasal dari ide bisnis. Ide usaha yang dimiliki seorang wirausahawan dapat berasal dari berbagai sumber. Ide tersebut dapat muncul setelah melihat keberhasilan orang lain atau karena adanya sense

of business yang kuat dari wirausahawan.

2. Penyaringan ide/konsep usaha

Ide usaha masih merupakan gambaran yang kasar mengenai bisnis yang akan dikembangkan oleh seorang wirausahawan. Pada tahap selanjutnya, wirausahawan akan menterjemahkan ide tersebut dalam konsep usaha yang lebih spesifik. Dengan memperjelas ide usaha menjadi konsep usaha, maka hal tersebut akan semakin memudahkan wirausahawan dalam melakukan seleksi ide-ide usaha karena ide usaha tersebut akan semakin jelas wujud bisnisnya.

3. Pengembangan rencana usaha

Wirausahawan adalah orang yang melakukan penggunaan sumber daya untuk memperoleh keuntungan. Dengan demikian, komponen utama yang harus dikembangkan oleh seorang wirausahawan adalah perhitungan laba rugi dari bisnis tersebut. Selain itu, yang juga harus diperhatikan adalah


(25)

kecenderungan pasar saat ini maupun yang akan datang. Rencana usaha tersebut akan menjadi panduan bagi pelaksanaan usaha.

4. Implementasi rencana usaha pada pengendalian usaha

Rencana usaha yang telah dibuat kemudian diimplementasikan dalam pelaksanaan usaha. Dalam kegiatan implementasi rencana usaha, seorang wirausahawan akan mengerahkan berbagai sumber daya yang dibutuhkan seperti modal, material dan tenaga kerja untuk menjalani kegiatan usaha. Setelah itu dilakukan proses evaluasi dengan membandingkan hasil pelaksanaan usaha dengan target usaha yang telah dibuat dalam perencanaan usaha. Melalui pelaksanaan kegiatan usaha, seorang pengusaha juga akan memperoleh umpan balik yang dapat digunakan untuk melakukan perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan usaha, penetapan tujuan dan strategi baru atau melakukan tindakan koreksi.

Menurut Subagyo (2008: 29), pengembangan usaha berarti usaha yang akan dibangun merupakan bagian dari identitas usaha yang ada sebelumnya. Sedangkan Menurut Anoraga (2007: 66) Pengembangan usaha pada dasarnya adalah tanggung jawab dari setiap pengusaha/wirausaha. Dalam pengembangan usaha termasuk bagi industri rumah tangga saat ini sangat membutuhkan pandangan kedepan (akan dijadikan seperti apa usaha tersebut), motivasi dan tentu saja kreativitas. Jika ini dapat dilakukan oleh setiap wirausaha, maka besarlah harapan untuk dapat menjadikan usaha yang semula kecil menjadi skala menengah atau bahkan menjadi sebuah usaha besar.


(26)

25 2.2.3 Cara Pengembangan Bisnis

Menurut Humaizar (2010: 19), disebutkan bahwa ada tiga cara pengembangan bisnis yaitu:

1. Perluasan ke hulu atau ke hilir pengembangan usaha disesuaikan dengan posisi usaha anda saat ini, jika usaha tersebut berada di hilir, maka pengembangannya kearah hulu. Kelebihan: pengembangan pada posisi ini lebih muda, karena telah mengetahui pasar, sumber material, dan teknologi, kekurangan jika terjadi permintaan produk pada bisnis ini melemah, maka tingkat penjualan akan menurun.

2. Diversifikasi Usaha

Diversifikasi usaha adalah mengembangkan usaha keberbagai jenis usaha. Kelebihan: jika salah satu jenis usaha mengalami penurunan permintaan pasar (rugi), maka usaha yang lain masih dapat menutupi kerugiannya. Kekurangan: pengembangan cara ini cukup sulit dilakukan karena harus mempelajari dari awal baik pasar, sumber material, ataupun teknologinya dan sebagainya.

3. Menjual bisnis (Franchise)

Arti dari menjual bisnis disini adalah menjual hak patennya. Ini dilakukan ketika usaha tersebut sudah memiliki hak paten atas produk atau jasa dan konsep pemasarannya.

2.2.4 Tipe Pengembangan Bisnis

Menurut Subagyo (2008: 23), disebutkan bahwa ada dua tipe pengembangan bisnis yaitu:


(27)

1. Pengembangan Vertikal

Pengembangan vertikal adalah perluasan usaha dengan cara membangun bisnis baru yang masih memiliki hubungan langsung dengan bisnis utamanya.

2. Pengembangan Horizontal

Pengembangan horizontal adalah pembangunan usaha baru yang bertujuan memperkuat bisnis utama untuk mendapatkan keunggulan komparatif, yang secara lineproduk tidak memiliki hubungan dengan bisnisnya.

2.3 Analisis SWOT

Menurut Hunger dan Wheelen (2003: 193) Analisis SWOT merupakan akronim untuk Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats dari organisasi, yang semuanya merupakan faktor-faktor strategis. Analisis SWOT harus mengidentifikasi kompetisi langkah perusahaan yaitu keahlian tertentu dari sumber-sumber yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dan cara unggul yang mereka gunakan.

Dalam Rohman (2012: 13) dikatakan bahwa analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang dilakukan untuk mengevaluasi kekuatan (strenghts) dan kelemahan (Weaknesses) Internal organisasi, serta peluang organisasi atau proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats).

Menurut Suryatama (2008: 84) analisis SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi, bukan sebagai suatu acuan pemecahan masalah, hal ini dapat dilihat dari Strenght, Weakness, Opportunity, dan Threats.


(28)

27

1. Strenght (Kekuatan)

Strenght merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi,

proyek atau konsep bisnis yang ada.

2. Weakness (Kelemahan)

Weakness adalah kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi,

proyek atau konsep bisnis yang ada.

3. Opportunity (Kesempatan)

Opportunity adalah kondisi peluang yang berkembang dimasa yang akan

datang yang kemungkian terjadi.

4. Threats (Ancaman)

Threats merupakan kondisi atau keadaan yang mengancam dari luar.

2.3.1 Matriks SWOT

Menurut David (2010: 327) Matriks SWOT terdiri atas sembilan sel. Terdapat empat sel faktor utama, empat sel strategi, dan satu sel yang dibiarkan kosong (sel kiri atas). Keempat sel strategi, yang diberi nama SO, WO, ST, dan WT dikembangkan setelah melengkapi keempat sel faktor utama, yang diberi nama S, W, O, dan T. Terdapat delapan langkah dalam membentuk sebuah Matriks SWOT, yaitu buat daftar peluang-peluang eksternal utama perusahaan, buat daftar ancaman-ancaman eksternal utama perusahaan, buat daftar kekuatan-kekuatan internal utama perusahaan, buat daftar kelemahan-kelemahan internal utama perusahaan, cocokan kekuatan internal dengan peluang eksternal, dan catat hasilnya pada sel strategis SO, cocokkan kelemahan internal dengan peluang eksternal, dan catat hasilnya pada sel strategi WO, cocokkan kekuatan internal dengan ancaman eksternal, dan catat hasilnya pada sel strategi ST, dan cocokkan


(29)

kelemahan internal dengan ancaman eksternal, dan catat hasilnya pada sel strategi WT.

Strategi SO (SO Strategies) memanfaatkan kekuatan internal perusahaan untuk menarik keuntungan dari peluang eksternal. Secara umum, organisasi akan menjalankan strategi WO, ST, atau WT untuk mencapai situasi di mana mereka dapat melaksanakan strategi SO. Jika sebuah perusahaan memiliki kelemahan besar, maka perusahaan akan berjuang untuk mengatasinya dan mengubahnya menjadi kekuatan.

Strategi WO (WO Strategies) bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan cara mengambil keuntungan dari peluang eksternal. Terkadang peluang peluang besar muncul, tetapi perusahaan memiliki kelemahan internal yang menghalanginya memanfaatkan peluang tersebut.

Strategi ST (ST Strategies) menggunakan kekuatan sebuah perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal. Hal ini bukan berarti bahwa suatu organisasi yang kuat harus selalu menghadapi ancaman secara langsung di dalam lingkungan eksternal.

Strategi WT (WT Strategies) merupakan taktik defensive yang diarahkan untuk mengurangi kelemahan internal serta menghindari ancaman eksternal. Sebuah organisasi yang menghadapi berbagai ancaman eksternal dan kelemahan internal benar-benar dalam posisi yang membahayakan.

Matriks kekuatan-kelemahan-peluang-ancaman (strenghts-weakness,

opportunities-threats-SWOT) adalah sebuah alat pencocokan yang penting, yang


(30)

29 (kekuatan-peluang), Strategi WO (kelemahan-peluang), Strategi ST (Kekuatan ancaman, dan Strategi WT (kelemahan-ancaman).

Berikut merupakan matriks SWOT untuk perumusan strategi: Tabel 2.1

Matriks SWOT

Sumber: Pardede (2011: 243) 2.3.2 Matriks EFAS

Menurut Rangkuti (2014: 25) dikatakan bahwa matriks EFAS digunakan untuk merumuskan faktor-faktor strategi eksternal ke dalam kerangka strength and weakness perusahaan. Mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang dan ancaman eksternal memampukan organisasi untuk mengembangkan misi yang jelas. Merancang strategi guna mencapai tujuan jangka panjang, dan mengembangkan berbagai kebijakan untuk meraih tujuan organisasi. Sebelum strategi diterapkan, perencanaan strategi harus

Unsur-unsur dari dalam perusahaan (Internal) Unsur-unsur

dari luar perusahaan (External)

Kekuatan-kekuatan (S)

Kelemahan-Kelemahan (W)

Peluang-peluang (O)

A

SIASAT SO B

SIASAT WO

Ancaman-Ancaman (T)

C

SIASAT ST D


(31)

menganalisis lingkungan eksternal untuk mengetahui berbagai kemungkinan peluang dan ancaman. Setelah itu dapat dibuat tabel EFAS ( ekternal strategi

factors analisis summary). Adapun cara penentu faktor strategi ekternal

(EFAS) adalah:

1. Pada kolom 1, identifikasi dan tulisan item-item EFAS yang paling penting dalam strategi ekternal, tunjukkan mana yang merupakan peluang (O) dan ancaman (T) untuk analisis eksternal 2. Pada kolom 2, tentukan bobot untuk setiap faktor mulai 1,0

(sangat penting), sampai dengan 0,0 (tidak penting). Faktor-faktor tersebut kemungkinan dapat memberikan dampak terhadap posisi strategi perusahaan. Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00.

3. Hitung rating untuk masing-masing faktor peluang, ancaman, kekuatan, kelemahan dengan memberikan skala mulai dari 4

(outstanding) sampai dengan 1 (poor). Pemberian nilai rating

untuk faktor peluang yang semakin besar diberikan rating +4, tetapi jika peluang kecil diberikan +1. Pemberian nilai rating ancaman kebalikannya, jika nilai ancaman sangat besar ratingnya adalah nilai ancamannya sedikit rating nya 4.

Rating pada matriks EFAS :

1 = memiliki peluang yang sangat sedikit atau ancaman yang sangat besar.

2 = memiliki peluang yang sedikit atau ancaman yang besar. 3 = memiliki peluang yang besar atau ancaman yang kecil.


(32)

31 4 = memiliki peluang yang sangat besar atau ancaman yang sangat kecil.

Jadi, Rating mengacu pada kondisi perusahaan, sedangkan bobot mengacu pada industri dimana perusahaan tersebut berada.

Tabel 2.2 TABEL EFAS

FAKTOR-FAKTOR STRATEGI EKSTERNAL

BOBOT RATING BOBOT X

RATING

KOMENTAR

PELUANG : Jumlah

X X X X

ANCAMAN : Jumlah

X X X X

TOTAL 1,00

Sumber : Rangkuti (2014: 26) 2.3.3 Matriks IFAS

Matriks IFAS digunakan untuk merumuskan faktor-faktor strategi internal ke dalam kerangkan strength and weakness perusahaan. Setelah faktor-faktor strategi internal suatu perusahaan diidentifikasi, tabel IFAS (Internal strategi

factors analysis summary) disusun untuk merumuskan faktor-faktor strategi

internal tersebut, adapun cara penentuan faktor strategi internal :

a. Pada kolom 1, identifikasi dan tulisan item-item IFAS yang paling penting dalam kolom faktor strategi, tunjukkan mana yang merupakan kekuatan (S) dan kelemahan (W) untuk analisis internal.

b. Pada kolom 2, tentukan bobot untuk setiap faktor mulai 1,0 (sangat penting), sampai dengan 0,0 (tidak penting). Faktor-faktor tersebut kemungkinan dapat memberikan dampak terhadap posisi strategi


(33)

perusahaan. Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00.

c. Pemberian nilai rating untuk faktor kekuatan yang semakin besar diberi rating +4, tetapi jika kekuatannya kecil diberi nilai +1. Pemberian nilai rating kelemahan kebalikannya, jika nilai kelemahan sangat besar rating nya adalah 1, sebalikknya jika nilai kelemahannya kecil ratingnya 4.

Rating pada Matriks IFAS : 1 = merupakan kelemahan utama. 2 = merupakan kelemahan yang kecil. 3 = merupakan kekuatan yang kecil. 4 = merupakan kekuatan utama.

Tabel 2.3 Tabel IFAS

FAKTOR-FAKTOR STRATEGI INTERNAL

BOBOT RATING BOBOT X RATING

KOMENTAR

KEKUATAN: Jumlah

X X X X

KELEMAHAN: Jumlah

X X X X

TOTAL 1,00

Sumber: Rangkuti (2014: 27) 2.4 Penelitian Terdahulu

1. Vivi Angeline Chatarine (2012), meneliti tentang “Strategi Pengembangan Bisnis Buah Semangka Pada CV Salim Abadi, Kabupaten

Lampung Tengah, Provinsi Lampung”. Hasil analisis lingkungan internal dengan


(34)

33 skor yang berjumlah 3,1234. Nilai tersebut di atas nilai rata-rata sebesar 2,5 yang menunjukkan bahwa pengembangan bisnis buah semangka CV SA berada di atas rata-rata, yaitu perusahaan mampu memanfaatkan kekuatannya dengan cukup baik, antara lain: 1) mencakup pasar Jawa dan Sumatera, 2) memiliki petani mitra dan musiman, 3) memiliki sistem pembukuan dan alat pengambilan keputusan, 4) input produksi terjamin ketersediaannya, 5) memiliki SOP buah semangka sendiri, 6) pembagian kerja karyawan yang jelas, dan 7) fasilitas informasi manajemen yang lengkap. Selain itu, perusahaan dapat meminimalkan kelemahan dengan cukup baik, yaitu: 1) masih menggunakan sistem sewa lahan, 2) kontrak jual beli belum kuat, 3) belum mampu memenuhi kebutuhan ekspor semangka, 4) visi dan misi perusahaan belum tertulis dan jelas, 5) SDM lapangan yang kurang profesional, dan 6) kegiatan promosi belum gencar. Hasil analisis matriks IE menunjukkan bisnis buah semangka CV SA berada pada kuadran IV, yaitu berada pada posisi kemampuan internal kuat dan eksternal yang sedang.Perusahaan dapat dikelola dengan strategi tumbuh dan membangun (grow and build) yang dapat dilakukan dengan melakukan strategi intensif seperti penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk, serta dapat dilakukan dengan strategi integratif seperti integrasi kedepan, integrasi ke belakang dan integrasi horizontal. Hasil strategi dengan matriks SWOT menghasilkan tujuh alternatif strategi, yaitu: 1) mengembangkan kinerja SDM untuk meningkatkan produksi dan sasaran pasar yang lebih luas, 2) memberikan pelatihan dan pendidikan bagi karyawan, 3) melakukan kerjasama dengan petani semangka lainnya, 4) membeli lahan sendiri, 5) memanfaatkan potensi daerah serta dukungan pemerintah dan


(35)

teknologi yang ada, 6) menetapkan kontrak perjanjian kepada pemasok dan pembeli dengan jelas, dan 7) menetapkan visi dan misi perusahaan.

2. Nia Yamesa (2010) meneliti tentang “Strategi Pengembangan Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur Pada Perusahaan AAPS Kecamatan Guguak, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat”. Data yang dikumpulkan mencakup data primer dan data sekunder, baik kualitatif maupun kuantitatif.Data primer diperoleh dengan melakukan pengamatan dilapang, wawancara dan kuisioner kepada pihak perusahaan.Data sekunder diperoleh dari hasil riset atau penelitian terdahulu, makalah-makalah seminar, artikel-artikel dan literature yang relevan dengan perkmasalahan yang dianalisis.Sebagai data penunjang dikumpulkan informasi dari instansi-instansi yang terkait seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Pertanian RI.Metode pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan konsep manajemen strategis. Analisis yang dilakukan terdiri dari analisis kualitatif (faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan) dan analisis kuantitatif untuk perumusan strategi terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap pemasukan digunakan matriks IFE (Internal Factor Evaluation) dan matriks EFE (Eksternal Factor Evaluation), tahap pemaduan dilakukan dengan matriks IE (Internal-Eksternal) dan matriks SWOT (Strength, Weakness,

Opportunities, Threats), dan tahap pengambilan keputusan menggunakan QSPM

(Quantitative Strategy Position Matrix)

3. Rara Tama Puteri (2014) meneliti tentang “Strategi Pengembangan

Bisnis Rumah Tempe Indonesia di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat”.Penelitian

ini bertujuan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal yang memengaruhi usaha Rumah Tempe Indonesia serta merumuskan dan


(36)

35 memprioritaskan alternatif strategi berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan eksternal Rumah Tempe Indonesia.Pengambilan data dilakukan terhadap enam responden pada bulan April 2014 hingga Mei 2014 di Rumah Tempe Indonesia di Bogor, Jawa Barat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode perumusan strategi. Hasil analisis matriks IE menunjukkan posisi RTI berada di kuadran dua yaitu tumbuh dan membangun.Strategi yang paling tepat digunakan adalah strategi intensif dan integratif. Terdapat 5 alternatif strategi yang dapat diterapkan RTI berdasarkan analisis matriks SWOT. Hasil analisis matriks QSP menunjukkan strategi yang sebaiknya menjadi prioritas dalam pengembangan bisnis RTI yaitu melakukan pengembangan pasar baru secara intensif.

4. Devi Umi Puspasafitri (2014) meneliti tentang “Strategi Pengembangan Bisnis Produk Gel Handsanitizer”. Tujuan dari kajian ini adalah mempersiapkan strategi peluncuran produk ini ke pasar.Terdapat dua tahap dalam kajian ini yakni desain produk dan perencanaan strategi.Desain produk mencakup identifikasi pasar, desain prototipe penentua harga pokok dan penerimaan pelanggan.Perancangan strategi dikembangkan dengan menggunakan evaluasi internal faktor dan eksternal faktor (matriks IFE-EFE) yang diikuti dengan matriks perencanaan strategi kuantitatif (QSP). Hasil yang diperoleh menunjukan bauran pasar produk sebesar 1.23 juta dan desain produk yang dipilih adalah kemasan sekali pakai.Harga pokok produk adalah Rp 4 032. Hasil juga menunjukkan penerimaan pelanggan yang tinggi terhadap produk. Terdapat 20 faktor yang mempengaruhi peluncuran produk (secara internal dan eksternal). Total skor bobot pada faktor internal adalah 2.568 dan 2.620 untuk faktor


(37)

eksternal. Dengan analisis kartesius, dapat dilihat bahwa posisi bisnis terdapat pada kuadran kelima. Berdasarkan posisi tersebut, strategi-strategi yang disarankan adalah strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk.

5. Ibrahim Chalid (2013) meneliti tentang “Kajian Strategi Pengembangan

Usaha Persemaian Jabon Pada CV. Karya Barokah Bogor Jawa Barat” Melalui

analisis matriks SWOT dihasilkan delapan alternatif strategi yang akan diolah menggunakan metode AHP untuk memudahkan dalam tahap pengambilan keputusan. Berdasarkan hasil analisis AHP alternatif strategi berdasarkan nilai prioritas tertinggi adalah 1) Memperluas lahan usaha operasional produksi dan tenaga kerja; 2) Meningkatkan jalinan kerjasama dengan petani mitra; 3) Memperbaiki struktur dan kebijakan manajemen; 4) Mengembangkan kemitraan besar; 5) Mengembangkan pola pemasaran agresif dan pelayanan yang lebih baik; 6) Mengembangkan Sistem Informasi Manajemen (SIM), 7) Meningkatkan mutu bahan olahan, dan 8) Membuat produk kreatif dan inovatif.


(38)

37 BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Bentuk Penelitian

Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Hal ini disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Selain itu, semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti (Moleong, 2005: 32) .

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di CUTE Butik di Pasar Petisah Lantai 1 No 106 Blok C Dekat Foodcoart Medan. Penelitian dilakukan dari bulan Maret sampai dengan April 2015

3.3 Informan Penelitian

Penelitian kualitatif tidak dikenal adanya populasi dan sampel, sehingga peneliti menggunakan informan. Informan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Informan kunci: pemilik CUTE Butik yaitu Bapak Zulkifli (1 orang) b. Informan utama: Konsumen CUTE Butik (6 orang)

c. Informan tambahan: Karyawan CUTE Butik (1 orang).

Dengan demikian jumlah responden pada penelitian ini berjumlah 8 orang.


(39)

3.4 Definisi Konsep

Definisi konsep dalam penelitian ini adalah :

1. Menurut Rangkuti (2014: 3) strategi adalah alat untuk mencapai tujuan. Dalam perkembangannya, konsep mengenai strategi terus berkembang. Hal ini dapat ditunjukkan oleh adanya perbedaan konsep mengenai strategi selama 30 tahun terakhir.

2. Menurut Subagyo (2008: 29) pengembangan usaha berarti usaha yang akan dibangun merupakan bagian dari entitas usaha yang sudah ada. Pengembangan usaha berarti mencari konsep terbaru untuk memperluas usaha atau memperkuat usaha agar lebih baik lagi .

3.5 Definisi Operasional

Definisi operasional adalah suatu petunjuk pelaksanaan mengenai cara-cara untuk mengukur variabel-variabel. Adapun penelitian ini memiliki satu variabel yaitu strategi pengembangan bisnis , maka untuk mengukur strategi pengembangan bisnis di CUTE Butik penulis menggunakan Matriks SWOT, Matriks EFAS dan Matriks IFAS.

1. Matriks SWOT

Matriks SWOT yaitu faktor-faktor internal dan eksternal pada CUTE Butik yang meliputi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.

2. Matriks EFAS dan IFAS a. Matriks EFAS

Matriks EFAS digunakan untuk merumuskan faktor-faktor strategi eksternal yang dimiliki CUTE Butik yang meliputi peluang dan ancaman CUTE Butik.kedalam kerangka strength and weakness


(40)

39 CUTE Butik. Mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang dan ancaman eksternal memampukan organisasi untuk mengembangkan misi yang jelas. Merancang strategi guna mencapai tujuan jangka panjang, dan mengembangkan berbagai kebijakan untuk meraih tujuan CUTE Butik. Sebelum strategi diterapkan, perencanaan strategi harus menganalisis lingkungan eksternal untuk mengetahui berbagai kemungkinan peluang dan ancaman. Setelah itu dapat dibuat tabel EFAS ( external strategi factors analisis summary ).

b. Matriks IFAS

Matriks IFAS digunakan untuk merumuskan faktor-faktor strategi internal yang dimiliki CUTE Butik ke dalam kerangka strength and

weakness CUTE Butik. Setelah faktor-faktor strategi internal CUTE

Butik diidentifikasi, tabel IFAS (Internal strategi factors analysis

summary) disusun untuk merumuskan faktor-faktor strategis internal

tersebut.

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan yang diterapkan adalah data primer, merupakan data yang dikumpulkan berdasarkan interaksi langsung antara peneliti dan informan. Data primer didapat melalui hasil wawancara.

3.7 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dengan pendekatan SWOT. Hasil analisis SWOT akan diperoleh strategi alternatif yang akan membantu dalam mengembangkan usaha. Data analisis SWOT dengan penentuan Matriks SWOT, Matriks Internal Factor


(41)

Analysis Summary (IFAS) dan Matriks External Factor Analysis Summary (EFAS).

a. Matriks SWOT digunakan untuk memperoleh alternatif strategi yang tepat bagi perusahaan sesuai dengan posisi perusahan yang telah digambarkan pada matriks SWOT. Matriks SWOT merupakan matriks yang memberikan pilihan strategi bagi perusahaan. Matriks ini memberikan empat pilihan strategi yang muncul karena peluang atau ancaman dari lingkungan eksternal dan kekuatan atau kelemahan dari lingkungan internal perusahaan.

b. Matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS)

Setelah terkumpulnya data, tahap selanjutnya adalah pembobotan dan peringkat sehingga ditemukan nilai dari masing-masing faktor internal, yakni kekuatan dan kelemahan dengan menggunakan matriks Internal

Factor Analysis Summary (IFAS)

c. Matriks External Factor Analysis Summary (EFAS)

Setelah terkumpulnya data, tahap selanjutnya adalah melakukan pembobotan dan peringkat sehingga ditemukan total dari masing-masing faktor eksternal. Yakni peluang dan ancaman dengan menggunakan matriks Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS). Tahap selanjutnya adalah menggabungkan IFAS+EFAS yang bertujuan untuk melihat hasil sub total IFAS dan sub total EFAS. Bila dijumlahkan dan dibandingkan akan memberikan suatu alternatif bahwa analisis atau diagnosa ini benar-benar terkait dengan permasalahan yang terjadi.


(42)

41 BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian 4.1.1 Sejarah Singkat CUTE Butik

CUTE Butik adalah Salah satu jenis usaha yang bergerak di bidang fashion, yang menjual produk-produk kebutuhan sandang wanita. CUTE Butik awalnya berdiri dengan menggunakan namatoko baju Bu Haji pada tahun 2005 yang terletak di Pasar Petisah Tahap II Lantai 2 Medan. Pada tahun 2010 toko baju Bu Haji berganti nama menjadi CUTE Butik yang terletak di Pasar Petisah Tahap II Lantai 1 No 106 blok C Medan. Lokasi CUTE Butik berada di dalam Pasar Petisah, Salah satu keistimewaan pasar ini terletak pada lokasinya yang berada di pusat kota Medan, sehingga memudahkan bagi pelancong untuk menjangkaunya.

Pemilik CUTE Butik adalah seorang wirausahawan yang bernama bapak Zulkifli.Alasan bapak Zulkifli tertarik untuk membuka bisnis CUTE Butik ini adalah karena menurut bapak Zulkifli, trend fashion menjadi salah satu kebutuhan pokok selain makanan yang sampai kapanpun masih dibutuhkan oleh masyarakat.Banyak remaja khususnya kaum wanita dan ibu-ibu mempunyai hobi

berbelanja atau yang sering dikenal dengan sebutan “shopping”. Alasan lain yang juga mendasari bapak Zulkifli membuka butik ini adalah kegemaran istri dari bapak Zulkifli dalam mendesign pakaian wanita.

Keputusan untuk mendirikan CUTE Butik ini adalah bapak Zulkifli sebagai pemilik ingin memasuki dunia fashion yang dianggap tidak akan pernah mati karena fashion sangat diminati masyarakat khususnya kaum wanita. Selain itu, keputusan membangun butik ini didukung oleh ketertarikan pemilik pada usaha


(43)

fashion. Arti fashion menurut bapak Zulkifli adalah ekspresi atau ciri khas setiap individu bagaimana individu tersebut ingin dinilai oleh orang lain dengan apa yang mereka pakai.

Gambar 4.1 Logo CUTE Butik

Sumber : CUTE Butik (2015)

Produk yang dijual oleh CUTE Butik memiliki kualitas yang baik. Jenis pakaian di CUTE Butik adalah produk impor dan ada juga beberapa di desain khusus oleh istri bapak Zulkifli. Jenis pakaian yang sering di beli ataupun di desain oleh bapak Zulkifli adalah blouse dan dress tetapi hanya sebagian. Produk-produk yang dijual di CUTE Butik dibeli langsung oleh bapak Zulkifli dari Bangkok, Hongkong dan Guangzhou.

Untuk jenis pakaian yang didesain oleh istri bapak Zulkifli diberi label dan

merk “CUTE” pada bagian kerah baju. Bapak Zulkifli memberikan label “CUTE”

pada semua produk untuk meletakkan bandrol harga. Harga yang diberikan bapak Zulkifli untuk semua produknya adalah harga pas dan tidak bisa melakukan tawar-menawar. Jika pembeli butik adalah orang-orang terdekat dan keluarga dari bapak Zulkifli maka bapak Zulkifli memberikan diskon khusus kepada mereka, dan diskon tersebut juga berlaku untuk pelanggan butik yang sering berbelanja di CUTE Butik.


(44)

43 Adapun jenis-jenis produk beserta harga yang dijual oleh CUTE Butik antara lain :

Tabel 4.1

Jenis-Jenis Produk dan Harga di CUTE Butik

NO Jenis Produk Harga

1. Blouse dan blazer Rp 150.000,00 s/d Rp 250.000,00 2. Dress Rp 180.000,00 s/d Rp 300.000,00 3. Kalung, cincin dan gelang Rp 100.000,00 s/d Rp 150.000,00 4. Rok dan Celana Rp 200.000,00 s/d Rp 300.000,00 5. Tas Tangan Rp 250.000,00 s/d Rp 350.000,00 Sumber : CUTE Butik (2015)

Target pasar CUTE Butik adalah masyarakat menengah keatas dengan penghasilan rata-rata lima sampai sepuluh juta perbulan. Bapak Zulkifli selalu up

to date dalam menawarkan produk-produknya kepada konsumen.Untuk dapat

menarik minat konsumennya, bapak Zulkfli terlebih dahulu mencari tahu bagaimana pakaian yang sedang in dan banyak diminati konsumen. Produk-produk yang dijual di butik ini juga memiliki kualitas yang baik agar dapat memuaskan konsumen.

CUTE Butik yang terletak di Pasar Petisah Tahap II Lantai 1 No 106 blok C Medan buka setiap hari senin sampai minggu. Butik ini di buka pada pukul 09:00 WIB – 18:00 WIB. Butik ini tetap bertahan dan menjalankan usahanya. Namun setelah mengalami masa sulit pada awal berdiri, akhirnya pada tahun pertama butik ini merasakan keuntungan usaha.

Pendapatan yang diperoleh CUTE Butik perbulannya sekitar Rp 10.000.000 sampai dengan Rp 30.000.000 pendapatan perbulan. CUTE Butik tidak hanya berdasarkan konsumen yang langsung datang ke CUTE Butik untuk membeli


(45)

produk secara langsung, tetapi juga berdasarkan pesanan dari online yaitu melalui

Line, Blackberry Massager dan Instagram. Konsumen yang tertarik saat melihat

produk yang ditawarkan di media social tersebut akan berkomunikasi langsung dengan bapak Zulkifli selaku pemilik butik. Pendapatan yang lain juga berasal dari event Bazar yang sering diikuti oleh bapak Zulkifli untuk menawarkan produknya yang mempengaruhi jumlah pendapatan dari CUTE Butik.

4.1.2 Visi dan Misi CUTE Butik

Visi dan Misi dari suatu bisnis, dapat membantu bisnis tersebut dalam mencapai tujuan bisnisnya.Visi dan misi dirumuskan sebagai pedoman di dalam mencapai tujan bisnis. Visi dan misi CUTE Butik adalah sebagai berikut :

a. Visi

Visi CUTE Butik yaitu untuk menjadikan CUTE Butik sebagai Local

Brand yang mampu memasuki Fashion Icon khususnya di Sumatera

Utara. b. Misi

Meningkatkan volume penjualan dengan menawarkan produk-produk yang berkualitas serta standar pelayanan yang terbaik.

4.1.3 Struktur Organisasi CUTE Butik

Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.Pada struktur organisasi CUTE Butik dibutuhkan koordinasi yang baik antara satu bagian lain agar tujuan dari CUTE Butik dapat tercapai.


(46)

45 Gambar 4.2

Struktur Organisasi CUTE Butik

Sumber: Data Primer yang diolah, 2015 4.1.4 Deskripsi Tugas

Berikut ini merupakan deskripsi kerja masing-masing bagian yang ada di

CUTE Butik Pasar Petisah Tahap II Lantai 1 No 106 blok C Medan antara lain

sebagai berikut :

1. Pemilik CUTE Butik

Pemilik usaha memiliki peran yang sangat penting dan menjadi posisi yang menentukan apakah usaha akan tetap bertahan dan berkembang atau bahkan mengalami kemunduran bahkan kebangkrutan. Dalam menjalankan usaha CUTE Butik, pemilik memiliki tugas untuk memimpin dan mengelola usaha, mengatur dan menentukan kebijakan, melakukan pembelanjaan produk baik keluar negeri maupun di dalam negeri, menghimpun segala pemasukan dan pengeluaran, dan memberikan gaji karyawan.

PEMILIK


(47)

2. Karyawan

Karyawan memiliki tugas pokok untuk melayani konsumen yang datang ke Butik dengan baik, merapikan dan menata produk-produk yang akan di jual, menjaga kebersihan toko, membuka dan menutup butik setiap hari. 4.2 Penyajian Data

Pada bagian penyajian data, penulis akan menyajikan data-data yang penulis peroleh dari hasil wawancara dengan informan penelitian. Adapun informan penelitian ini adalah informan kunci yaitu pemilik usaha (Bapak Zulkifli), informan utama yaitu karyawan (Siah), informan pelengkap yaitu konsumen (Suci Apriani, Duti Marcola, Khaira Annisa) . Hal ini bertujuan untuk mendapatkan data yang penulis butuhkan untuk penelitian ini. Berikut merupakan data dari informan penelitian ini.

Tabel 4.2 Indentitas Responden

Nama Jabatan Tingkat

Pendidikan

Umur (tahun)

Status

Zukifli Pemilik S1 68 Informan Kunci

Siah Karyawan SMK 19 Informan Utama

Rizky Khairiah Konsumen S1 24 Informan Pelengkap Duti Marcola Konsumen S1 27 Informan Pelengkap Suci Aprilyani Konsumen DIII 21 Informan Pelengkap

Sumber: CUTE Butik, 2015 4.2.1 Hasil Wawancara

CUTE Butik merupakan usaha yang bergerak di bidang produk yang menjual berbagai jenis produk fashion baik produk luar negeri maupun dalam negeri.Butik ini terletak di Pasar Petisah Tahap II Lantai I No 106 Blok C Medan.Usaha ini berdiri pada tahun 2010 yang didirikan oleh Bapak


(48)

47 Zulkifli.Usaha ini dijalankan dengan modal sendiri tanpa melakukan pinjaman usaha.

Berdasarkan hasil wawancara yang ditanyakan kepada pemilik CUTE Butik, bahwa CUTE Butik memiliki beberapa kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman dalam menjalankan usahanya. Adapun yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman CUTE Butik menurut Bapak Zulkifli adalah sebagai berikut:

a. Kekuatan: Harga produk yang ditawarkan lebih murah jika dibandingkan dengan harga yang ditawarkan pesaing.

b. Kelemahan: Ukuran toko yang masih tergolong kecil, dan kami belum memiliki toko sendiri (masih sewa) di pasar Petisah.

c. Peluang: Adanya peluang untuk membuka cabang di kota Medan serta menambah jenis produk yang lebih bervariasi, seperti sepatu, tas, dan aksesoris lainnya.

d. Banyak pesaing dalam usaha butik yang sejenis

Produk yang dijual di CUTE Butik lebih bervariasi daripada produk pesaing, karena produk yang dijual CUTE Butik tidak hanya barang import saja namun juga menjual produk hand made. Serta CUTE Butik menyediakan berbagai warna untuk masing-masing produk.Harga produk yang ditawarkan CUTE Butik sangat terjangkau untuk kalangan menengah ke atas.Serta harga yang tawarkan sesuai dengan kualitas produk yang ada.

Menurut konsumen CUTE Butik, bahwa kualitas produk yang dijual CUTE Butik sangat bagus, nyaman dipakai dan merasa puas jika berbelanja di CUTE Butik. Dalam pengembangan bisnis CUTE Butik, Bapak Zulkifli melakukan strategi pengembangan bisnis seperti melakukan promosi melalui


(49)

sosial media, memberikan kartu nama kepada pelanggan, dan memberikan logo pada kemasan plastik CUTE Butik.

Bapak Zulkifli selalu mengarahkan karyawan untuk melayani konsumen dengan ramah serta setiap pelanggan yang datang dan melakukan pembelian memberikan aqua gelas. Pelanggan yang loyal akan mendapatkan harga khusus. Dalam menjalankan usahanya, CUTE Butik mempekerjakan 1 orang karyawan. Bapak Zulkifli selalu memperhatikan kemampuan yang dimiliki karyawan serta melihat pengalaman karyawan terlebih dahulu sebelum mempekerjakan karyawan. Upah karyawan yang diberikan Bapak Zulkifli sudah sesuai dengan hasil kinerja karyawan dengan gaji pokok RP 800.000 dan jika karyawan memiliki kinerja yang bagus makaakan diberikan bonus.

Menurut Bapak Zulkifli, karyawan yang dipekerjakan saat ini memiliki kedisiplinan yang cukup baik, karena karyawan tersebut selalu datang tepat waktu. Menurut karyawan CUTE Butik, kendala yang dihadapi saat bekerja yaitu ketika pelanggan yang dilayani ramai sementara karyawan CUTE Butik hanya 1 orang saja. CUTE Butik menjalin kerja sama dengan pengusaha lain, terutama pada saat berbelanja ke luar negeri. CUTE Butik selalu melakukan pembukuan terhadap setiap transaksi.

Tingkat persaingan pada bisnis CUTE Butik sangat tinggi, dapat dilihat dengan banyaknya pesaing toko pakaian yang lain yang ada di sekitarnya. Keunggulan yang dimiliki pesaing CUTE Butik yaitu pesaing memiliki ukuran toko yang lebih besar serta telah memiliki toko sendiri. Untuk menghadapi persaingan, CUTE Butik melakukan memberikan pelayanan yang maksimal


(50)

49 kepada pelanggan serta menyediakan produk yang up to date serta memberikan harga yang terjangkau.

Tingkat permintaan pasar terhadap produk yang di jual CUTE Butik tidak menentu.Karena pada saat awal bulan, tingkat permintaan meningkat. Namun pada akhir bulan tingkat permintaan menurun. Pada saat tingat permintaan mengalami penurunan, maka CUTE Butik memberikan harga khusus yang lebih rendah dari harga biasa kepada pembeli.

Dalam kemudahan untuk mendapatkan produk, konsumen bisa datang langsung ke toko CUTE Butik, juga bisa melakukan pemesanan melalui online dengan meminta gambar kepada pemiliknya. Jika konsumen datang langsung ke toko, konsumen dipersilahkan untuk mencoba produk yang hendak dibeli sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian.

Perkembangan teknologi turut membantu CUTE Butik dalam menjalankan usahanya, seperti handphone yang bias terhubung ke Instagram, BBM, line, dan media sosial lainnya.

4.2.2 Analisis Data

Dalam menilai usaha maka perlu dilakukan analisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal perusahaan, sehingga diketahui apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan dan peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh suatu usaha. Dari analisis tersebut dapat ditentukan strategi yang tepat untuk digunakan dalam mengembangkan usaha. Sama halnya pada usaha CUTE Butik, untuk memperoleh strategi pengembangan usaha pada CUTE Butik, maka hal yang perlu dilakukan adalah dengan menganalisa lingkungan internal dan lingkungan eksternal CUTE Butik.


(51)

4.2.2.1 Analisis SWOT

Analisis SWOT bertujuan untuk merumuskan strategi perusahaan dengan mengidentifikasi yang menjadi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki suatu usaha melalui telaah terhadap kondisi internal perusahaan dan mengidentifikasi yang menjadi peluang dan ancaman yang akan dihadapi suatu usaha melalui telah terhadap kondisi eksternal perusahaan.

Analisis SWOT terdiri dari :

1. Strenght (Kekuatan)

Strenght merupakan kondisi kekuatan yang terdapat didalam CUTE

Butik yang tidak dimiliki oleh pesaing. Maka, hal-hal yang menjadi kekuatan CUTE Butik antara lain, yaitu :

a. Lokasi yang strategis.

b. Harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga yang ditawarkan pesaing.

2. Weakness (Kelemahan)

Weakness yaitu kondisi kelemahan yang terdapat didalam CUTE Butik

baik yang dimiliki maupun yang tidak dimiliki oleh pesaing. Maka yang menjadi kelemahan CUTE Butik antara lain:

a. Modal yang kurang.

b. Ukuran toko yang masih tergolong kecil.

3. Opportunity (Kesempatan)

Opportunity adalah kondisi peluang yang dimiliki CUTE butik yang


(52)

51 a. Peluang untuk membuka cabang di Kota Medan.

b. Menambahkan jenis produk yang lebih bervariasi seperti sepatu, aksesoris, tas dan lain-lain.

4. Threats (Ancaman)

Threats merupakan kondisi atau keadaan yang dapat mengancam

berjalannya usaha CUTE Butik. Maka, yang menjadi ancaman CUTE Butik adalah sebagai berikut:

a. Banyaknya pesaing dalam usaha butik yang sejenis. b. Adanya produk subsitusi (barang second).

4.2.2.1.1 Matriks Faktor-faktor Eksternal (EFAS)

Matriks EFAS digunakan untuk merumuskan faktor-faktor strategi eksternal ke dalam kerangka strength and weakness perusahaan.Sebelum strategi diterapkan, perencanaan strategi harus menganalisis lingkungan eksternal untuk mengetahui berbagai kemungkinan peluang dan ancaman. Setelah itu dapat dibuat tabel EFAS (external strategic factors analisis summary). Adapun cara penentu faktor strategi ekternal (EFAS) adalah:

1. Identifikasi faktor-faktor kunci eksternal mana saja yang merupakan peluang dan beri tanda “P” pada kolom “sifat” (kolom 2), dan faktor-faktor mana saja yang merupakan ancaman dan beri tanda “A” pada kolom tersebut.

2. Beri bobot untuk setiap faktor, yaitu faktor tidak penting diberi bobot 0,00

sampai dengan 1,00 untuk faktor penting, pada kolom “Bobot” (kolom 6).

Bobot menunjukkan kepentingan relatif dari faktor terhadap organisasi, agar organisasi bisa berhasil dalam industri organisasi. Jumlah seluruh


(53)

bobot maupun faktor yang merupakan peluang maupun faktor-faktor yang merupakan ancaman harus sama dengan 1,00. Utnuk memudahkan pembobotan, beri nilai 0 sampai dengan 4 pada kolom

“Nilai” (kolom 5): 0 = tidak penting; 2 = agak penting; 3 = penting; 4 =

sangat penting. Setelah semua faktor-faktor kunci eksternal diberi nilai, nilai tersebut dijumlahkan, dan bobot untuk suatu faktor kunci eksternal adalah nilai yang diberikan kepada faktor dibagi dengan jumlah nilai semua faktor. Dan apabila semua bobot faktor-faktor kunci eksternal dijumlahkan, akan diperoleh nilai sutu. Faktor-faktor yang diberi nilai lebih besae dari pada nol (>0) hendaknya faktor yang benar-benar mempunyai pengaruh yang signifikan. Kalau ada dua faktor atau lebih yang mirip yang sama-sama merupakan peluang atau sama-sama merupakan ancaman atau kedua faktor itu mempunyai hubungan sebab-akibat, yang diberikan nilai lebih besar dari pada nol hanya salah satu saja. 3. Berikan peringkat 1 dan 2 pada kolom (9) untuk faktor-faktor kunci

eksternal yang merupakan peluang dan peringkat 2 dan 1 pada kolom (12) untuk faktor-faktor kunci eksternal yang merupakan ancaman untuk menentukan seberapa jauh strategi organisasi waktu ini dapat merespon (memanfaatkan untuk faktor peluang dan menghindari untuk faktor-faktor yang merupakan ancaman). Untuk peluang: 1 = rendah (kurang efektif) dan 2 = tinggi (cukup efektif), sedangkan untuk ancaman 2 = rendah (kurang efektif) dan 1 = tinggi (cukup efektif).

Hasil identifikasi faktor kunci eksternal yang merupakan peluang dan ancaman,pembobotan dan rating pada tabel lembar kerja evaluasi faktor-faktor


(54)

53 eksternal yang dilampirkan dipindahkan ke tabel Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) untuk diberi skor: bobot x rating. Skor faktor-faktor kunci eksternal yang merupakan peluang dan yang merupakan ancaman masing-masing dijumlah dan kemudian diperbandingkan. Berikut Matriks Evaluasi Faktor Eksternal.

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara kepada beberapa responden dalam penelitian ini, maka faktor eksternal (kekuatan dan kelemahan) yang dimiliki CUTE Butik dapat dituangkan dalam Matriks EFAS dibawah ini.

Tabel 4.3

Matriks EFAS CUTE Butik

Faktor-faktor Kunci Eksternal Bobot Rating

Skor (Bobot x

Rating)

Komentar

PELUANG/ OPPORTUNITIES (O) 1. Masyarakat yang semakin

memperhatikan gaya berpakaian atau fashion.

2. Peluang untuk memperluas pangsa pasar yang masih terbuka luas.

3. Memanfaatkan perkembangan teknologi untuk melakukan promosi yang lebih gencar seperti media sosial.

0,19 0,143 0,19 2 2 2 0,38 0,286 0,38 Perhatikan Perhatikan Pergunakan

Total Skor Peluang 0,523 1,046

ANCAMAN/ THREATS (T) 1. Tingkat persaingan tinggi 2. Ukuran toko pesaing lebih besar 3. Tingkat permintaan pasar yang

tidak menentu 0,19 0,143 0,143 1 1 1 0,19 0,143 0,143 Perhatikan Perhatikan Hati-hati

Total Skor Ancaman 0,476 0,476

Total Bobot Peluang dan Ancaman 1,00 Selisih Skor Peluang dengan Skor

Ancaman 0,57

Sumber: Data Primer yang diolah, 2015

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa sub total peluang (0,523) lebih besar daripada sub total ancaman (0,476), memiliki selisih sebesar 0,57.


(55)

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa CUTE Butik memiliki peluang yang lebih besar daripada ancaman yang dimiliki.

4.2.2.1.2 Matriks Faktor-faktor Internal (IFAS)

Matriks IFAS digunakan untuk merumuskan faktor-faktor strategi internal ke dalam kerangkan strength and weakness perusahaan. Setelah faktor-faktor strategi internal suatu perusahaan diidentifikasi, tabel IFAS (Internal strategi

factors analysis summary) disusun untuk merumuskan faktor-faktor strategi

internal.

Hasil identifikasi faktor kunci internal yang merupakan peluang dan ancaman, pembobotan dan rating pada tabel lembar kerja evaluasi faktor-faktor internal yang dilampirkan dipindahkan ke tabel Matriks Evaluasi Faktor Internal (EFI) untuk diberi skor: bobot x rating. Skor faktor-faktor kunci internal yang merupakan peluang dan yang merupakan ancaman masing-masing dijumlahkan dan kemudian diperbandingkan.

Tabel 4.4

MATRIKS IFAS CUTE Butik Faktor-Faktor Kunci Internal Bobot Rating

Skor (Bobot x

Rating)

Komentar KEKUATAN/ STRENGTHS (S)

1. Harga produk yang ditawarkan lebih bervariasi serta lebih murah daripada pesaing di pasar Petisah 2. Menggunakan modal sendiri 3. Mengarahkan karyawan untuk

selalu memberikan pelayanan yang memuaskan pelanggan 4. Sebelum membeli pakaian, calon

pembeli dipersilahkan mencoba barang dimana pesaing tidak melakukan hal tersebut

5. Karyawan memiliki disiplin dan etos kerja yang baik.

0.1 0,06 0,14 0,14 0,06 2 1 2 2 1 0,2 0,06 0,28 0,28 0,06 Pertahankan Pertahankan Pertahankan Tingkatkan Pertahankan


(56)

55 KELEMAHAN/WEAKNESSES(W)

1. Ukuran toko yang masih kecil serta tidak milik sendiri

2. Lokasi yang kurang strategis di daerah Pasar Petisah

3. Hanya mempekerjakan 1 orang karyawan

4. Pembukuan yang masih sederhana

5. Belum memiliki sarana prasarana atau fasilitas dalam menjalankan usaha 0,14 0,14 0,06 0,1 0,06 1 1 2 1 2 0,14 0,14 0,12 0.1 0,12 Perhatikan Perhatikan Pertimbangkan Perbaiki Perbaiki

Total Skor Kelemahan 0,5 0,62

Total Bobot Kekuatan dengan Kelemahan

1,00 Selisih Skor Kekuatan dengan Skor

Kelemahan

0,26 Sumber: Data Primer yang diolah, 2015

Berdasarkan tabel matriks IFAS di atas, dapat diketahui bahwa sub total kekuatan (0,88) lebih besar daripada sub total kelemahan (0,62). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa CUTE Butik memiliki kekuatan yang lebih besar daripada kelemahan yang dimiliki. Untuk itu, CUTE Butik perlu memanfaatkan peluang yang dimilikinya sehingga mampu bersaing dengan para pesaing.

3.2.2.1.3 Matriks Posisi Usaha dan Pilihan Srategi Umum

Berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil analisis pada tabel Matriks Evaluasi Faktor Eksternal dan Matriks Evaluasi Faktor Internal. Langkah selanjutnya dalah memetakan hasil yang diperoleh pada Matriks Posisi Usaha dengan cara sebagai berikut :

1) Sumbu horizontal (x) menunjukkan kekuatan dan kelemahan, sedangkan sumbu vertikal (y) menunjukkan peluang dan ancaman.


(57)

3) Kalau peluang lebih besar daripada ancaman maka nilai y>0 dan sebaliknya ancaman lebih besar daripada peluang maka nilai y<0

4) Kalau kekuatan lebih besar daripada kelemahan maka nilai x>0 dan sebaliknya kelemahan lebih besar dari pada kekuatan maka nilai x<0. Berdasarkan tabel EFAS dan IFAS yang telah dijelaskan sebelumnya, maka diperoleh bahwa peluang lebih besar dari pada ancaman (1,046>0,476) dan kekuatan lebih besar pula dari kelemahan (0,88>0,62). Maka dengan demikian, dapat diperoleh posisi CUTE Butik dalam diagram SWOT sebagai berikut:

Gambar 4.3

Diagram Analisis SWOT CUTE Butik

Kuadran III Strategi Turn Around

Kuadran I Strategi Agresif

Kuadran IV Strategi Defensif

Kuadran II Strategi Diversifikasi

Sumber: Hasil penelitian (2015)

Berdasarkan diagram di atas yaitu, selisih dari faktor internal yaitu Strenght

Weakness bernilai positif (0,87-0,50 = 0,37), begitu juga dengan selisih faktor

Kekuatan 0,88 Kelemahan 0,62

Ancaman 0,476 Peluang 1,046


(58)

57 eksternal yaitu Opportunity– Treaths bernilai positif (1,04-0,47 = 0,57). Hal ini merupakan situasi yang menguntungkan, dimana Usaha CUTE Butik memiliki kekuatan dan dapat memanfaatkan peluang yang ada.Strategi yang harus diterapkan untuk pengembangan usaha CUTE Butik adalah dengan mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy), dimana CUTE Butik memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Langkah berikutnya adalah menyusun matriks analisis lingkungan strategi untuk menganalisis hubungan interaksi antara lingkungan eksternal dan lingkungan internal usaha.

4.2.2.1.4 Matriks SWOT

Setelah meihat faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (ancaman) yang dimiliki CUTE Butik yang kemudian posisi CUTE Butik dalam persaingan ditentukan, maka dari hasil yang diperoleh dapat disusun matriks SWOT untuk menghasilkan alternatif strategi yang disarankan kepada CUTE Butik. Matriks ini menghasilkan 4 alternatif strategi yang kemudian dapat dijabarkan lebih rinci. Adapun keempat strategi tersebut yaitu strategi SO, ST, WO dan WT. Berikut merupakan matriks SWOT berdasarkan internal dan eksterna CUTE Butik.


(59)

Tabel 4.5

MATRIKS SWOT CUTE Butik

EFAS

Kekuatan (Strengths = S) Kelemahan (Weaknesses = W)

1. Harga produk yang ditawarkan lebih bervariasi serta lebih murah daripada pesaing di pasar Petisah.

2. Menggunakan Modal sendiri.

3. Mengarahkan karyawan untuk selalu

memberikan pelayanan yang

memuaskan pelanggan.

4. Sebelum membeli pakaian, calon pembeli dipersilahkan mencoba barang dimana pesaing tidak melakukan hal tersebut.

5. Karyawan memiliki disiplin dan etos kerja yang baik.

1. Ukuran toko yang masih kecil serta tidak milik sendiri.

2. Lokasi yang kurang strategis di daerah Pasar Petisah. 3. Hanya mempekerjakan 1

orang karyawan.

4. pembukuan yang masih sederhana.

5. Belum memiliki sarana prasarana atau fasilitas dalam menjalankan usaha.

Peluang (Opportunities = O) Strategi Peluang + Kekuatan (O+S) Strategi Peluang +Kelemahan (O+W)

1. Masyarakat yang semakin

memperhatikan gaya

berpakaian atau fashion. 2. Peluang untuk memperluas

pangsa pasar yang masih terbuka luas.

3. Membuka cabang di Kota Medan.

1. Selalu menyediakan produk fashion yang terbaru atau ter update.

2. Mempertahankan harga produk import yang lebih murah, sehingga memicu konsumen untuk melakukan pembelian ulang.

3. Melakukan promosi yang lebih gencar lagi dengan memanfaatkan media sosial. 4. Memantau kinerja karyawan serta

mengarahkan karyawan untuk

memberikan pelayanan terbaik.

1. Mendesain toko, sehingga meskipun terlihat kecil

namun tetap menarik

perhatian pelanggan. 2. Menggunakan media sosial

untuk memberitahukan

pelanggan lokasi CUTE Butik sehingga pelanggan mudah untuk mengunjungi CUTE Butik.

3. Membuat pembukuan yang profesional.

Ancaman (Threats = T) Strategi Ancaman+Kekuatan (T+S) Strategi Ancaman+Kelemahan (T+W)

1. Tingkat persaingan tinggi. 2. Ukuran toko yang lebih

besar dan sudah milik sendiri.

3. Tingkat permintaan pasar yang tidak menentu.

1. Meningkatkan pelayanan yang berbeda daripada pelayanan yang dilakukan pesaing.

2. Mendesain toko, sehingga meskipun terlihat kecil namun tetap menarik perhatian pelanggan.

3. Memberikan harga khusus kepada konsumen pada saat tingkat permintaan menurun.

1. Memaksimalkan

penggunaan media sosial sehingga mampu merebut pelanggan potensial dan mampu bersaing dengan pesaing

2. Meningkatkan pelayanan yang berbeda daripada pelayanan yang diberikan pesaing.

3. Mendesain toko, sehingga meskipun terlihat kecil

namun tetap menarik

perhatian pelanggan. Sumber: Data Primer yang diolah, 2015


(1)

LAMPIRAN GAMBAR

Foto Bersama Karyawan CUTE Butik Foto Bersama Pemilik Usaha CUTE Butik


(2)

L - 4

Tabel Lembar Kerja Evaluasi Faktor-Faktor Eksternal

No. Faktor-Faktor Yang

Harus Dimonitor Hasil Monitor Sifat

Pengaruh Peringkat Efektifitas Strategi Organisasi Untuk Merespon

Nilai (0-4) Bobot

Peluang Ancaman

Rendah Tinggi Point Rendah Tinggi Point

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (1) (11) (12)

1. 1.1

1.2

1.3

Kekuatan Persaingan Tingkat persaingan yang dihadapi

Keunggulan pesaing

Strategi menghadapi pesaing

Tingkat persaingan tinggi.

Ukuran toko pesaing lebih besar.

Meningkatkan pelayanan yang lebih baik.

A

A

P

4

3

4

0,19

0,143

0,19 X 2

X

X

1


(3)

2.

2. 1

2.2

Kekuatan Peluang Pasar

Tingkat permintaan pasar terhadap produk.

Strategi untuk memperluas segmen Pasar atau cakupan pasar.

a. Tingkat permintaan

pasar yang tidak menentu.

a. Membuka Cabang

di Kota Medan.

A

P

3

3

0,143

0,143 X 2

X 1

3.

3.1

Aspek

Perkembangan Teknologi Teknologi yang semakin berkembang.

a. Memanfaatkan

perkembangan

teknoogi untuk

melakukan

promosi yang lebih

gencar seperti

media sosial.

P 4 0,19 X 2

21 1,00


(4)

Lembar Kerja Evaluasi Faktor-Faktor Internal

No.

Faktor-Faktor Kunci Yang

Dimonitor

Hasil Monitor Sifat

Pengaruh Peringkat Kekuatan Dan Kelemahan

Nilai (0-4) Bobot Kekuatan Kelemahan

Minor Mayor Point Minor Mayor Point

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)

1. 1.1 Perspektif Produk Dibandingkan dengan pesaing, apakah produk yang Bapak jual lebih bervariasi?

6. Harga produk

yang ditawarkan lebih bervariasi serta lebih murah daripada pesaing di pasar Petisah

K 3 0,1 X 2

2 2.1 Kekuatan Permodalan Sumber modal dalam menjalankan usaha.

1. Modal sendiri K 2 0,06 X 1

2. 2.1 Perspektif Pelayanan Pelanggan Bagaimana bentuk pelayanan yang Bapak lakukan terhadap pelanggan? 1. Mengarahkan

karyawan untuk selalu

memberikan pelayanan yang memuaskan pelanggan

2. Sebelum

membeli

pakaian, calon

K K 4 4 0,14 0,14 X X 2 2


(5)

pembeli dipersilahkan mencoba barang dimana pesaing tidak melakukan hal tersebut. 4.

4.1

Perspektif Kelemahan Apa yang menjadi Kelemahanyang dimiliki CUTE Butik dalam menjalankan usahanya?

6. Ukuran toko

yang masih

kecil serta tidak milik sendiri

7. Lokasi yang

kurang strategis di daerah Pasar Petisah L L 4 4 0,14 0,14 X X 1 1 5. 5.1 5.2 Perspektif Organisasi dan SDM Dalam menjalankan usaha Bapak berapa jumlah tenaga kerja atau karyawan Bapak?

Apakah disiplin dan etos kerja karyawan cukup baik ?

a. Hanya

mempekerjakan

1 orang

karyawan

b. Karyawan

memiliki disiplin dan etos kerja yang baik.

L

K

2

2

0,06

0,06 X X 1

X 2


(6)

6.1

6.2

Manajemen Apakah Bapak selalu melakukan pembukuan dalam setiap transaksi? Apakah sarana prasarana atau fasilitas dalam menjalankan usaha sudah memadai ?

a. pembukuan

yang masih

sederhana

b. Belum memiliki

sarana

prasarana atau fasilitas dalam menjalankan usaha

L

L

3

2

0,1

0,06 X

X 1

2

Total 30 1,00