Pengkajian Dampak Sosial Ekonomi Masyarakat Penerima Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) Di Desa Durian Lingga Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat

PENGKAJIAN DAMPAK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PENERIMA
PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN ( PUAP )
DI DESA DURIAN LINGGA KECAMATAN SEI BINGEI
KABUPATEN LANGKAT

SKRIPSI

OLEH

RANI YUSTIKA SILALAHI
060309022

DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2010

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
RANI YUSTIKA SILALAHI (060309022) dengan judul skripsi
“PENGKAJIAN DAMPAK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT
PENERIMA PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS
PEDESAAN (PUAP) DI DESA DURIAN LINGGA KECAMATAN SEI
BINGEI KABUPATEN LANGKAT ” yang dilakukan pada tahun 2010.
Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Ir. Lily Fauzia,MSi dan Bapak Ir.Yusak
Maryunianta,MSi.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan Sosial Eknomi
yang terjadi sesudah adanya Program PUAP. Penelitian dilakukan pada bulan
Oktober 2010 di Desa Durian Lingga Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat.
Penentuan daerah dilakukan secara purposive, yaitu daerah yang sudah pernah
menjalankan program PUAP. Metode pengambilan sampel yaitu dengan
menggunakan metode proportional random sampling dengan jumlah sampel
sebanyak 30 Orang yang terdiri dari 6 Orang dari Kelompok Tani Mawar,Tani
Jaya dan Mbuah Page, 5 Orang dari Kelompok Tani Murni, dan 4 Orang dari
Kelompok Tani Sederhana dan Makmur.
Dari penelitian ini, diperolah kesimpulan :
1. Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan ( PUAP ) merupakan bantuan
modal usaha dalam menumbuhkembangkan usaha agribisnis sesuai dengan
potensi pertanian desa sasaran dan diberikan dengan terlebih dahulu
menyelesaikan Rencana Usaha Brsama ( RUB ) dan diserahakan secara
bertahap mulai dari Penyuluh Pendamping samapai Tingkat Pusat. Setelah
memenuhi semua persyaratan, maka akan dikirim ke rekening Gapoktan
sebesar Rp.100 juta dan dana tersebut dikelola oleh Gapoktan masing –
masing.
2. Dana BLM PUAP merupakan dana bergulir artinya pemakaiannya dapat
dilakukan berulang – ulang, setelah dikembalikan kepada Gapoktan kemudian
dapat dipinjam kembali dengan membuat proposal baru mengenai jenis usaha
yang akan diusahakan.
3. Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan ( PUAP ) dapat
memberikan peningkatan di bidang sosial terhadap Adopsi Teknologi,
Keterampilan Masyarakat, Partisipasi Masyarakat, Kemandirian Masyarakat
dan Dinamika Kelompok bagi masyarakat penerima program di desa Durian
Lingga Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat.
4. Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan ( PUAP ) dapat
memberikan peningkatan di bidang ekonomi terhadap Total Pendapatan,
Pengeluaran Usaha Tani, dan Penyerapan Tenaga Kerja bagi masyarakat
penerima program di desa Durian Lingga Kecamatan Sei Bingei Kabupaten
Langkat.
5. Masalah harga yang tidak stabil ( berfluktuasi ) di Desa Durian Lingga
merupakan masalah lain yang harus diatasi agar dapat lebih meningkatkan
produktivitas di Desa tersebut.
Kata Kunci : PUAP, Rencana Usaha Bersama, Bantuan Langsung Masyarakat.

Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP
RANI YUSTIKA SILALAHI, lahir pada tanggal 16 Mei 1988 di Sibolga,
Sumatera Utara, anak kedua dari tiga bersaudara, dari Ayahanda Asbeth Silalahi
dan Ibunda Sardelina Sinaga.
Pendidikan yang pernah ditempuh penulis :
1. SD Katolik Diski tamat tahun 2000
2. SLTP Negeri 1 Sunggal tamat tahun 2003
3. SMA Negeri 4 Medan tamat tahun 2006
4. Tahun 2006, diterima di Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi
Pertanian Departemen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera
Utara, Medan melalui jalur SPMB.
5. Tahun 2010, melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di desa Batu Gun
Gun Kecamatan Gunung Sitember Kabupaten Dairi.
6. Melakukan Penelitian pada Bulan Oktober 2010 di Desa Durian Lingga
Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat

Selama Perkuliahan, penulis aktif mengikuti organisasi Putera/i Pecinta Alam dan
Lingkungan ( PARINTAL ) dan Ikatan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian
( IMASEP ) Fakultas Pertanian,USU.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
segala rahmat dan berkat – Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Adapun judul dari skripsi ini adalah : ” Pengkajian Dampak Sosial
Ekonomi Masyarakat Penerima Program Pengembangan Usaha Agribisnis
Pedesaan (PUAP) di Desa Durian Lingga Kecamatan Sei Binge Kabupaten
Langkat ’’ yang merupakan salah satu syarat untuk dapat memperoleh gelar
sarjana di Departemen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara,
Medan.
Secara khusus penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sedalam –
dalamnya kepada Ayahanda Asbeth Silalahi dan Ibunda Sardelina Sinaga serta
kedua saudara penulis : Rini Juwita Silalahi,SFarm dan Reynaldo Silalahi yang
telah memberikan begitu banyak dukungan doa, nasehat dan semangat bagi
penulis.
Pada kesempatan ini, penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada
:Ibu Ir. Lily Fauzia,Msi dan Bapak Yusak Maryunianta,Msi selaku komisi
Pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam menyelesaikan
skripsi ini juga kepada para Dosen serta Staff Pegawai di Depatemen Agribisnis.
Selain itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Supriantono
selaku PPL dan kepada seluruh Anggota Kelompok Tani Desa Durian Lingga
yang membantu penulis selama melaksanakan penelitian. Teman – teman
Mahasiswa SEP’06 khusunya ” Tycha Matondang, Vicha Debby, Ester Silaban,
Friska Pardosi, Yenny Laura dan Pasty Mariana atas segala canda tawa yang kita

Universitas Sumatera Utara

lewati dari mulai perkuliahan sampai penyelesaian skripsi ini. Rekan – rekan
PARINTAL FP-USU khususnya Angkatan XVI : Nova, Eko, Apri, Babe, Juru,
Irene dan Berti atas seminggu yang luar biasa, Lestarii.....!!! serta sahabat –
sahabat tersayang penulis khususnya : B’Nando, Febri, Ticha, Joan dan Lia atas
motivasi dan dukungan yang diberikan.
Penulis juga menyadari bahwa skripsi ini masih belum sempurna. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik demi penyempurnaan skripsi
ini. Akhir kata, semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak

Medan,

Desember 2010

Penulis

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
ABSTRAK ............................................................................................................ i
RIWAYAT HIDUP ……………………………………………………………. ii
KATA PENGANTAR ........................................................................................ iii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... v
DAFTAR TABEL ...........................................................................................

vii

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... viii
BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah ..............................................................................
5
1.3 Tujuan Penelitian ...................................................................................... 5
1.4 Kegunaan Penelitian ................................................................................. 6
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA
PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS PENELITIAN .......................................... 7
2.1 Tinjauan Pustaka ..................................................................................... 7
2.2 Landasan Teori ....................................................................................... 18
2.3 Kerangka Pemikiran ................................................................................ 24
2.4 Hipotesis Penelitian .................................................................................. 27
BAB III. METODE PENELITIAN ................................................................. 28
3.1 Metode Penentuan Daerah ..................................................................... 28
3.2 Metode Pengambilan Sampel ................................................................. 28
3.3 Metode Pengumpulan Data ..................................................................... 29
3.4 Metode Analisis Data ............................................................................... 29
3.5 Definisi dan Batasan Operasional .......................................................... 32
3.5.1 Definisi .......................................................................................... 32
3.5.2 Batasan Operasional ..................................................................... 33
BAB IV. DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK
SAMPEL ............................................................................................................ 34
4.1 Deskripsi Daerah Penelitian.................................................................... 34
4.2 Karakteristik Sampel .............................................................................. 40
BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN ..........................................................
5.1 Dampak Sosial Sesudah Program PUAP……………………………….
5.2 Dampak Ekonomi Sesudah Program PUAP ..........................................
5.3 Masalah – masalah lain yang terjadi sesudah program PUAP ..............

41
44
50
54

Universitas Sumatera Utara

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN ................................................ 55
Kesimpulan ............................................................................................. 55
Saran ........................................................................................................ 56
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

No

Judul

Hal.

1. Jumlah Anggota Kelompok Tani yang mengikuti Program PUAP………..28
2. Jumlah Kecamatan Kabupaten Langkat menurut luas dan rasio .................34
3. Tata Guna Lahan Daerah Penelitian Tahun 2009 ....................................... 35
4. Karakteristik Penduduk Desa Durian Lingga berdasarkan jenis kelamin
tahun 2009 .................................................................................................. 36
5. Keadaan Penduduk menurut tingkat Pendidikan tahun 2008 ..................... 37
6. Karakteristik Penduduk Desa Durian Lingga Menurut Mata Pencaharian .38
7. Sarana dan Prasarana Desa Durian Lingga .................................................39
8. Karakteristik Petani Sampel di Desa Durian Lingga ……………………..40
9. Penyaluran Dana BLM PUAP ................................................................... 42
10. Hasil Uji Metode Wilcoxon terhadap dampak sosial masyarakat penerima
Program PUAP (dalam rataan) ...................................................................45
11. Hasil Uji beda dua rata-rata Sampel Berpasangan (T-test Berpasangan)
terhadap dampak ekonomi masyarakat penerima program PUAP (dalam
rataan) ........................................................................................................ 51

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

No

Judul

Hal.

1. Masyarakat dalam Kelompok Tani penerima Program PUAP .................... ....57
2. Perubahan Dampak Sosial masyarakat penerima program PUAP ...................58
3. Hasil Interpretasi Metode Uji Wilcoxon terhadap Adopsi Teknologi ..............59
4. Hasil Interpretasi Metode Uji Wilcoxon terhadap Keterampilan Masyarakat ..60
5. Hasil Interpretasi Metode Uji Wilcoxon terhadap Partisipasi Masyarakat........61
6. Hasil Interpretasi Metode Uji Wilcoxon terhadap Kemandirian Masyarakat....62
7. Hasil Interpretasi Metode Uji Wilcoxon terhadap Dinamika Kelompok...........63
8. Penyerapan Tenaga Kerja Sebelum dan Sesudah PUAP ..................................64
9. Total Biaya Masyarakat sebelum PUAP ...........................................................65
10. Total Biaya Masyarakat sesudah PUAP .........................................................66
11. Total Pendapatan Masyarakat sebelum PUAP ...............................................67
12. Total Pendapatan Masyarakat sesudah PUAP ................................................68
13. Selisih Pendapatan Masyarakat Sebelum dan Sesudah PUAP .......................69
14. Hasil Interpretasi Metode Uji Beda dua rata – rata (T-test Berpasangan)
terhadap Total Pendapatan ....................................................................................70
15. Hasil Interpretasi Metode Uji Beda dua rata – rata (T-test Berpasangan)
terhadap Pengeluaran Usahatani ...........................................................................71
16. Hasil Interpretasi Metode Uji Beda dua rata – rata (T-test Berpasangan)
terhadap Penyerapan Tenaga Kerja .......................................................................72
17. Contoh Formulir Rencana Usaha Anggota (RUA) ………………………….73

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
RANI YUSTIKA SILALAHI (060309022) dengan judul skripsi
“PENGKAJIAN DAMPAK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT
PENERIMA PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS
PEDESAAN (PUAP) DI DESA DURIAN LINGGA KECAMATAN SEI
BINGEI KABUPATEN LANGKAT ” yang dilakukan pada tahun 2010.
Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Ir. Lily Fauzia,MSi dan Bapak Ir.Yusak
Maryunianta,MSi.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan Sosial Eknomi
yang terjadi sesudah adanya Program PUAP. Penelitian dilakukan pada bulan
Oktober 2010 di Desa Durian Lingga Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat.
Penentuan daerah dilakukan secara purposive, yaitu daerah yang sudah pernah
menjalankan program PUAP. Metode pengambilan sampel yaitu dengan
menggunakan metode proportional random sampling dengan jumlah sampel
sebanyak 30 Orang yang terdiri dari 6 Orang dari Kelompok Tani Mawar,Tani
Jaya dan Mbuah Page, 5 Orang dari Kelompok Tani Murni, dan 4 Orang dari
Kelompok Tani Sederhana dan Makmur.
Dari penelitian ini, diperolah kesimpulan :
1. Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan ( PUAP ) merupakan bantuan
modal usaha dalam menumbuhkembangkan usaha agribisnis sesuai dengan
potensi pertanian desa sasaran dan diberikan dengan terlebih dahulu
menyelesaikan Rencana Usaha Brsama ( RUB ) dan diserahakan secara
bertahap mulai dari Penyuluh Pendamping samapai Tingkat Pusat. Setelah
memenuhi semua persyaratan, maka akan dikirim ke rekening Gapoktan
sebesar Rp.100 juta dan dana tersebut dikelola oleh Gapoktan masing –
masing.
2. Dana BLM PUAP merupakan dana bergulir artinya pemakaiannya dapat
dilakukan berulang – ulang, setelah dikembalikan kepada Gapoktan kemudian
dapat dipinjam kembali dengan membuat proposal baru mengenai jenis usaha
yang akan diusahakan.
3. Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan ( PUAP ) dapat
memberikan peningkatan di bidang sosial terhadap Adopsi Teknologi,
Keterampilan Masyarakat, Partisipasi Masyarakat, Kemandirian Masyarakat
dan Dinamika Kelompok bagi masyarakat penerima program di desa Durian
Lingga Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat.
4. Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan ( PUAP ) dapat
memberikan peningkatan di bidang ekonomi terhadap Total Pendapatan,
Pengeluaran Usaha Tani, dan Penyerapan Tenaga Kerja bagi masyarakat
penerima program di desa Durian Lingga Kecamatan Sei Bingei Kabupaten
Langkat.
5. Masalah harga yang tidak stabil ( berfluktuasi ) di Desa Durian Lingga
merupakan masalah lain yang harus diatasi agar dapat lebih meningkatkan
produktivitas di Desa tersebut.
Kata Kunci : PUAP, Rencana Usaha Bersama, Bantuan Langsung Masyarakat.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Permasalahan kemiskinan di pedesaan merupakan salah satu masalah pokok
pedesaan yang harus segera diselesaikan dan menjadi prioritas utama dalam
pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial. Berdasarkan data Badan Pusat
Statistik ( BPS ) pada tahun 2009 jumlah penduduk miskin tercatat 32,53 juta
jiwa. Sekitar 20,65 juta jiwa dari jumlah tersebut berada di pedesaan dengan mata
pencaharian utama di sektor pertanian. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi
nasional berbasis pertanian dan pedesaan secara langsung maupun tidak langsung
akan berdampak pada pengurangan penduduk miskin ( BPS, 2009 ).

Permasalahan mendasar yang dihadapi petani adalah kurangnya akses kepada
sumber permodalan, pasar dan teknologi serta organisasi tani yang masih lemah.
Untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan tersebut, Pemerintah
menetapkan Program Jangka Menengah yang fokus pada pembangunan Pertanian
pedesaan. Salah satunya ditempuh melalui pendekatan pengembangan usaha
agribisnis dan memperkuat kelembagaan pertanian di pedesaan ( Pasaribu, 2006 )

Untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan di pedesaan,
Pemerintah meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ( PNPM )
Mandiri mulai tahun 2007. Melalui PNPM Mandiri dirumuskan kembali
mekanisme upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat
mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan

evaluasi.

Universitas Sumatera Utara

Melalui proses pembangunan partisipatif, kesadaran kritis dan kemandirian
masyarakat, terutama masyarakat miskin, dapat ditumbuhkembangkan sehingga
mereka bukan lagi sebagai objek melainkan sebagai subjek dalam upaya
penanggulangan kemiskinan ( Elizabeth, 2007 ).

Tetapi dalam pelaksanaannya, sering sekali mengalami kendala baik dalam
permodalan maupun akses terhadap lembaga permodalan yang ada.

Untuk

mengatasi hal tersebut, Pemerintah melalui Departemen Pertanian memberikan
bantuan melalui dana APBN dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat
( BLM ) Kelompok Tani/ Gapoktan yang dimulai sejak tahun 2000 dan kemudian
BLM tersebut berlanjut sampai tahun 2008 namun mengalami pergantian nama
yaitu menjadi Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan ( PUAP ) yang
merupakan bagian dari PNPM Mandiri ( Anonimus a, 2009 ).

Program PUAP telah direncanakan mulai tahun 2007 dan dilaksanakan mulai
pada tahun anggaran 2008 dengan sasaran 11.000 desa/Gapoktan penerima BLM–
PUAP. Program PUAP tepat sasaran maka diharapkan program ini bisa membantu
pengembangan usaha agribisnis pada desa miskin/tertinggal sesuai dengan potensi
pertanian desa serta berkembangnya PUAP sebagai lembaga yang dimiliki dan
dikelola oleh petani. PUAP juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
rumah tangga petani miskin, petani/peternak (pemilik tanah atau penggarap) skala
kecil, buruh tani dan berkembangnya usaha pelaku agribisnis yang mempunyai
usaha harian, mingguan, maupun musiman ( Anonimous a, 2009 ).

Universitas Sumatera Utara

Adapun tujuan dari program PUAP adalah : (1) Mengurangi kemiskinan dan
pengangguran melalui penumbuhan dan pengembangan kegiatan usaha agribisnis
di pedesaan sesuai dengan potensi wilayah, (2) Meningkatkan kemampuan pelaku
usaha agribisnis, Pengurus Gapoktan, Penyuluh dan Penyelia Mitra Tani, (3)
Memberdayakan

kelembagaan

petani

dan

ekonomi

pedesaan

untuk

pengembangan kegiatan usaha agribisnis, dan (4) Meningkatkan fungsi
kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan
dalam rangka akses ke permodalan ( Petunjuk Teknis PUAP, 2009 ).

Sasaran yang hendak dicapai ialah : (1) Berkembangnya Usaha Agribisnis di
10.000 desa miskin/ tertinggal sesuai dengan potensi pertanian desa, (2)
Berkembangnya 10.000 Gapoktan/ Poktan yang dimiliki dan dikelola oleh petani,
(3) Meningkatnya kesejahteraan rumahtangga tani miskin, petani peternak
( pemilki atau penggarap ) skala kecil, buruh tani dan (4) Berkembangnya usaha
pelaku agribisnis yangg mempunyai usaha harian, mingguan, maupun musiman
( Pedoman Umum PUAP, 2009 )

Pola dasar PUAP dirancang untuk meningkatkan keberhasilan penyaluran dana
BLM PUAP kepada Gapoktan dalam mengembangkan usaha produktif petani
skala kecil, buruh tani dan rumah tangga tani miskin. Komponen utama dari pola
dasar pengembangan PUAP adalah keberadaan Gapoktan, Penyuluh dan Penyelia
Mitra Tani, Pelatihan bagi petani dan Penyaluran BLM kepada petani dan buruh
tani. Sedangkan strategi dasar dari pelaksanaan PUAP adalah :
1. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan PUAP

Universitas Sumatera Utara

2. Optimalisasi potensi agribisnis di desa miskin dan tertinggal
3. Penguatan modal petani kecil, buruh tani dan rumah tangga tani miskin kepada
sumber permodalan
4. Pendampingan bagi GAPOKTAN
( Anonimous b, 2009 ).

Dalam

penyelenggaraan

Program

PUAP,

Departemen

Pertanian

telah

mengalokasikan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dari APBN sebagai
dana stimulan untuk Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP). Dana
tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan produktif Budidaya (On farm)
seperti tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan, serta kegiatan
Off farm (non budidaya) yang terkait dengan komoditas pertanian yaitu industri
rumah tangga pertanian, pemasaran hasil pertanian (bakulan, dll) dan usaha lain
berbasis pertanian. Gabungan kelompok tani (Gapoktan) merupakan sasaran
kelembagaan tani pelaksana PUAP sebagai penyalur modal usaha agribisnis bagi
petani atau peternakan.

Desa Durian Lingga merupakan salah satu dari beberapa desa di kecamatan Sei
Bingei yang sudah melaksanakan program Pengembangan Usaha Agribisnis
Pedesaan ( PUAP ). Mata pencaharian utama penduduk desa berada pada sektor
pertanian dengan komoditas utama di desa ini adalah tanaman pangan dan
hortikultura yaitu padi dan jagung yang mereka tanam secara bergiliran, begitu
panen tanaman padi kemudian mereka ganti dengan jagung demikian seterusnya.
Di desa ini hanya terdapat satu Gapoktan yang diberi nama ”Mejuah - juah” yang

Universitas Sumatera Utara

terdiri dari 6 kelompok tani yaitu kelompok tani Mawar, Tani Jaya, Murni, Mbuah
Page, Sederhana dan Makmur. Kesemua kelompok tani yang tergabung dalam
Gapoktan Mejuah – juah ini di pimpin oleh seorang Penyuluh pendamping.

1. 2 Identifikasi Masalah
Masalah yang memerlukan penelitian adalah :
1. Apakah ada perubahan sosial ( Adopsi Teknologi, Keterampilan Masyarakat,
Partisipasi Masyarakat ,Kemandirian Masyarakat, dan Dinamika Kelompok )
sesudah mengikuti program pengembangan usaha agribisnis pedesaan ?
2. Apakah ada perubahan ekonomi ( Total Pendapatan, Pengeluaran Usahatani,
Penyerapan Tenaga Kerja ) sesudah mengikuti program pengembangan usaha
agribisnis pedesaan?
3. Apakah masalah – masalah yang dihadapi dapat diatasi sesudah adanya
program pengembangan usaha agribisnis pedeseaan ?

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui perubahan sosial ( Adopsi Teknologi, Keterampilan
Masyarakat, Partisipasi Masyarakat ,Kemandirian Masyarakat, dan Dinamika
Kelompok ) sesudah mengikuti program pengembangan usaha agribisnis
pedesaan sesudah mengikuti program pengembangan usaha agribisnis
pedesaan.

Universitas Sumatera Utara

2. Untuk mengetahui perubahan ekonomi ( Total Pendapatan, Pengeluaran
Usahatani, Penyerapan Tenaga Kerja ) sesudah mengikuti program
pengembangan usaha agribisnis pedesaan.
3. Untuk mengetahui apakah masalah – masalah yang dihadapi dapat diatasi
sesudah adanya program pengembangan usaha agribisnis pedesaan.

1.3 Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian adalah :
1. Sebagai bahan masukan bagi petani, kelompok tani dan Gabungan Kelompok
Tani ( Gapoktan ) sebagai pelaku dalam PUAP.
2. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah daerah, khususnya di lokasi
penelitian dalam pengambilan keputusan dalam pengembangan program
PUAP selanjutnya.
3. Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA,LANDASAN TEORI, KERANGKA
PEMIKIRAN, HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka
2.1.1 Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan ( PUAP )
Berdasarkan surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia (Kepmentan)
nomor 545/Kpts/OT.160/9/2007 tentang salah satu upaya Pemerintah dalam
mengurangi kemiskinan di pedesaan,dan merupakan pengembangan program
yang sudah dilaksanakan sebelumnya, yaitu PNPM- Mandiri maka dibentuklah
program lanjutan yaitu Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan
( PUAP ) yang diharap mampu menjadi solusi bagi masyarakat pedesaan. PUAP
dalam perkembangannya memerlukan suatu pengkajian baik dari segi sosial
maupun dari segi ekonomi. Mengkaji disini ialah membandingkan apakah ada
perkembangan antara sebelum dan sesudah adanya program PUAP. Dari sini,
akan dapat dilihat apakah dengan program ini akan mengalami kemajuan atau
tidak ( Pedoman Umum PUAP, 2009 ).

2.1.2 Kriteria Seleksi Desa dan GAPOKTAN Penerima PUAP
2.1.2.1 Kriteria Seleksi Desa
1. Tahapan Penetapan Kuota Desa
Penentuan kuota desa dilaksanakan di Pusat oleh Kelompok Kerja ( Pokja )
PUAP, Penetapan kuota desa dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria desa
miskin yang mempunyai potensi pertanian yang berasal dari : 1) Data Lokasi;
2) Data desa miskin dari BPS; 3) Data desa program Departemen Pertanian. Kuota

Universitas Sumatera Utara

desa yang menjadi sasaran penerima bantuan modal usaha PUAP juga
memperhatikan dan mempertimbangkan usulan Bupati / Walikota, usulan aspirasi
masyarakat dan usulan unit kerja lingkup Departemen Pertanian.

2. Tahapan Penetapan Gapoktan / Poktan
a. Kepala desa/ lurah lokasi desa PUAP yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian,
mengusulkan calon Gapktan penerima BLM PUAP kepada tim teknis
Kabupaten / Kota.
b. Tim Teknis Kabupaten / Kota melakukan verifikasi calon Gapoktan usulan
kepala desa / Lurah untuk ditetapkan oleh Bupati / Walikota.
c. Pengurus Gapoktan yang telah ditetapkan oleh Bupati / Walikota mengisi
formulir yang berisi data – data Gapoktan.
d. Bupati / Walikota mengusulkan Gapoktan penerima BLM PUAP kepada Tim
PUAP Pusat dengan tembusan Tim Pembina Provinsi.Berdasarkan usulan
Bupati / Walikota, Menteri Pertanian menetapkan Gapoktan penerima BLM
PUAP.

2.1.2.2 Kriteria Gapoktan Penerima BLM PUAP
Gapoktan penerima bantuan modal usaha PUAP dengan kriteria sebagai berikut :
a. Merupakan SDM yang mampu mengelola usaha Agribisnis.
b. Mempunyai struktur Kepengurusan yang aktif.
c. Dimilki dan dikelola oleh petani.
d. Dikukuhkan dan ditetapkan oleh Bupati/ Walikota.

Universitas Sumatera Utara

e. Apabila di desa tersebut tidak terdapat Gapktan dan baru ada POKTAN, maka
POKTAN tersebut dapat ditunjuk menjadi penerima BLM PUAP yang
selanjutnya akan ditumbuhkan menjadi GAPOKTAN.
( Pedoman Umum PUAP, 2009 ).

2.1.3 Penyusunan Rencana Usaha Bersama
Setelah semua persyaratan dipenuhi oleh GAPOKTAN, maka GAPOKTAN
harus menyusun terlebih dahulu Rencana Usaha Bersama ( RUB ) dengan kriteria:
a. RUB disusun oleh Gapoktan berdasarkan hasil identifikasi potensi usaha
agribisnis di desa.
b. Dalam penyusunan RUB tersebut pun harus memperhatikan kelayakan usaha
produktif petani, seperti : 1) budidaya di sub sektor tanaman pangan,
hortikultura, peternakan, perkebunan, 2) usaha non budidaya meliputi usaha
industri rumah tangga pertanian, pemasaran skala kecil dan usaha lain berbasis
pertanian.
c. Rencana Usaha Bersama ( RUB ) yang disusun oleh Gapoktan diverifikasi
awal oleh Penyelia Mitra Tani ( PMT ) untuk disetujui oleh tim Teknis
Kabupaten / Kota.
d. Rencan Usaha Bersama ( RUB ) yang sudah disetujui selanjutnya akan dikirim
bersama dengan dokumen administrasi pendukung lainnya, antara lain :
1) Perjanjian Kerjasama, 2) Nomor Rekening Gapoktan, 3) Kwitnasi yang
ditandatangani

oleh

Ketua

Gapoktan,

4)

Berita

Acara,

5) Surat Perintah Kerja (SPK) kepada Tim Pembina PUAP Provinsi
( Petunjuk Teknis PUAP, 2009 ).

Universitas Sumatera Utara

2.1.4 Organisasi Pelaksana PUAP
1. Tingkat Pusat
Tim PUAP Pusat
Untuk meningkatkan koordinasi antar instansi Menteri Pertanian membentuk Tim
Pengarah dan Tim Pelaksana PUAP.
Tim Pengarah diketuai oleh Menteri Pertanian dibantu oleh seluruh Eselon I
Lingkup Departemen Pertanian. Tugas utama dari Tim Pengarah adalah
merumuskan kebijakan umum dalam pengembangan PUAP baik dengan instansi
Pusat khususnya dalam koordinasi pelaksanaan PNPM Mandiri maupun dengan
instansi daerah ( tingkat Provinsi dan Kabupaten / Kota ).
Tim Pelaksana tingkat Pusat diketuai oleh Kepala Badan Pengembangan SDM
dan dibantu oleh Staf khusus Menteri Pertanian Bidang Peningkatan Efisiensi
Pembangunan Pertanian dan Kepala Pusat Pembiayaan Pertanian sebagai
Sekretaris. Anggota Tim Pelaksana PUAP Pusat terdiri dari kepala Biro
Perencana. Tugas utama Tim Pelaksana PUAP adalah melaksanakan seluruh
kegiatan PUAP mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, pengendalian,
monitoring, evaluasi dan pelaporan.

2. Tingkat Provinsi
Untuk meningkatkan koordinasi antar instansi di tingkat provinsi, Gubernur
membentuk Tim Pembina PUAP yang terdiri dari Tim Pengarah dan Tim
Pelaksana .
Tim Pengarah PUAP Provinsi juga merupakan Tim Pengarah PNPM Mandiri
Provinsi.

Universitas Sumatera Utara

Tim Pelaksana dipimpin oleh salah satu Kepala Dinas / Badan Lingkup Pertanian
atau pejabat yang ditunjuk oleh Gubernur dengan Sekretaris adalah Kepala Balai
Pengkajian Teknologi Pertanian ( BPTP ), sedangkan anggota berasal dari instansi
terkait lainnya. Tugas utama dari Tim Pembina adalah merumuskan petunjuk
pelaksanaan

pengembangan

mengkoordinasikan

usulan

PUAP
Gapoktan

sesuai
PUAP

dengan
dari

kondisi
Kabupaten/

wilayah,
Kota,

mengkoordinasikan serta melaksanakan verifikasi atas dokumen administrasi
Gapoktan PUAP.

3. Tingkat Kabupaten/ Kota
Untuk meningkatkan koordinasi antar instansi Bupati / Walikota membentuk Tim
Teknis PUAP yang terdiri dari Tim Pengarah dan Tim Pelaksana
Tim Pengarah PUAP Kabupaten / Kota juga merupakan Tim Pengarah PNPM
Mandiri Kabupaten / Kota.
Tim Pelaksana diketuai oleh salah satu Kepala Dinas / Badan Lingkup Pertanian.
Susunan organisasi Tim Teknis Kabupaten / Kota terdiri dari Ketua, Sekretaris
dan Anggota yang salah satunya adalah Penyelia Mitra Tani ( PMT ).
Tugas utama dari Tim Teknis Kabupaten / Kota adalah merumuskan kebijakan
umum Pusat dan petunjuk pelaksanaan dari Provinsi. Tim Teknis Kabupaten /
Kota mengkoordinasikan pelaksanaan PUAP, menyetujui RUB yang diusulkan
Gapoktan dan melakukan pembinaan, pengendalian, monitoring dan pelaporan
pelaksanaan PUAP di tingkat kecamatan dan Desa yang berkoordinasi dengan
Penyelia Mitra Tani ( PMT ).

Universitas Sumatera Utara

4. Tingkat Kecamatan
Untuk meningkatkan koordinasi antar instansi di Kecamatan, Bupati / Walikota
membentuk Tim Teknis yang diketuai Camat dan dibantu oleh Kepala Balai
Penyuluhan Pertanian ( BPP ) sebagai Sekretaris, Kantor Cabang Dinas Pertanian
( KCD ) dan Kepala Desa Lokasi PUAP sebagai angggota.
Tugas Utama dari Tim Teknis Kecamatan adalah melaksanakan pembianaan dan
pengawasan PUAP di tingkat kecamatan.

5. Tingkat Desa
Pelaksna PUAP di Tingkat Desa terdiri dari Gapoktan, Penyuluh Pendampng dan
Penyelia Mitra Tani ( PMT ). Kepala Desa / Lurah mengusulkan Gapoktan
sebagai calon penerima BLM PUAP kepada Tim Teknis PUAP Kabupaten/ Kota.


Penyuluh Pendamping

Tugas utama dari penyuluh pendamping adalah :
-

Melakukan identifikasi potensi ekonomi desa yang berbasis usaha
pertanian.

-

Memberikan bimbingan teknis usaha agribisnis pedesaan termasuk
pemasaran hasil usaha.

-

Membantu memecahkan masalah uasha petani/ kelompok tani serta
mendampingi Gapoktan selama proses penumbuhan kelembagaan.

-

Melaksanakan pelatihan usaha agribisnis dan usaha ekonomi produktif
sesuai potensi desa.

-

Membantu memfasilitasi kemudahan akses terhadap sarana produksi,
teknologi dan pasar.

Universitas Sumatera Utara

-

Memberikan bimbingan teknis dalam pemanfaatan dana BLM PUAP.

-

Membantu Gapoktan dalam membuat laporan perkembangan PUAP.



Penyelia Mitra Tani

Tugas utama Penyelia Mitra Tani adalah :
-

Melakukan supervisi dan advokasi kepada Penyuluh Pendamping dan
Gapoktan

-

Melaksanakan pertemuan reguler dengan penyuluh Pendamping dan
Gapoktan.

-

Melakukan verifikasi awal terhadap RUB dan dokumen admnistrasi
lainnya.

-

Melaksanakan pengawalan pemanfaatan dan BLM PUAP yang dikelola
oleh Gapoktan.

-

Membuat laporan tentang perkembangan pelaksanaan PUAP

(Petunjuk Teknis PUAP, 2009 ).

Program PUAP telah dilaksanakan sejak tahun 2008. Secara umum permasalahan
yang dihadapi dalam melaksanakan program PUAP dibagi dua, yaitu :
menentukan calon lokasi desa PUAP dan implementasi dari pengembangan usaha
agribisnis pedesaan. Dan masalah tersebut adalah dalam menentukan calon desa
yang sesuai sehingga program PUAP tepat sasaran dan menentukan agar
bagaimana agar target

/ lokasi sasaran dapat

diterima semua pihak

( stakeholders ). Untuk mengatasi masalah pertama dilakukan dengan
menghimpun data dan informasi tentang kelompok tani/ Gapoktan yang layak

Universitas Sumatera Utara

menerima bantuan dan kedua melakukan koordinasi dengan semua pihak yang
berkepentingan untuk menentukan calon lokasi yang tepat.

Di samping untuk mengatasi kedua masalah diatas, yaitu untuk mengarahkan
PUAP agar tepat sasaran dan efektif diperlukan evaluasi kinerja tentang
pelaksanaan kegiatan sebelumnya. Hasil evaluasi tersebut dapat dilakukan melalui
kajian dengan pelaksanaan kegiatan PUAP. Sesuai dengan sasaran PUAP yang
antara lain berkembangnya usaha agribisnis, berkembangnya Poktan/ Gapoktan
yang dimiliki dan dikelola petani, dan berkembangnya usaha pelaku agribiisnis
pedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan rumahtangga tani miskin, kinerja
pengembangan kelembagaan Gapoktan dan usaha agribisnis penerima PUAP
termasuk penyerapan tenaga

kerja pedesaan perlu dikaji secara mendalam

( Pedoman Umum PUAP, 2009 ).

2. 2 Landasan Teori

Menurut Sunyoto ( 2004 ) tujuan utama dari pembangunan masyarakat desa
adalah meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas hidup penduduk
pedesaan

serta

memperkuat

kemandirian

sehingga

harus

dilaksanakan

pembangunan pertanian dengan mengutamakan padat karya ( labour intensive ),
memperluas kesempatan kerja, intensifikasi tenaga kerja dan meningkatkan
partisipasi dalam pengambilan keputusan.

Universitas Sumatera Utara

Seiiring dengan berjalannya waktu, masyarakat makin menyadari bahwa
pertumbuhan ekonomi yang diupayakan melalui berbagai program tidak dengan
sendirinya dapat menyelesaikan permasalahan sosial ekonomi yang dihadapi. Kita
memerlukan suatu strategi atau arah baru dari kebijaksanaan pembangunan yang
memadukan pertumbuhan dan pemerataan. Strategi tersebut memiliki tiga arah.
Pertama,

pemberdayaan

masyarakat.

Kedua,

pemberian

otonomi dalam

pengelolaan pembangunan di daerah yang mengembangkan peran serta
masyarakat. Ketiga, modernisasi melalui pemantapan arah dari perubahan struktur
sosial ekonomi dan budaya yang bersumber pada peran serta masyarakat desa.

Dalam proses perubahan struktur diperlukan rencana dan langkah yang sistematis
melalui pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat yang masih
tertinggal tidak cukup hanya dengan meningkatkan produktivitas, memberikan
kesempatan berusaha yang sama, tetapi harus ada kerjasama dan kemitraan yang
erat. Dalam hubungan ini, pengembangan kegiatan sosial ekonomi perlu
diprioritaskan pada penduduk miskin antara lain melalui peningkatan kualitas
sumber daya manusia dan peningkatan permodalan yang didukung sepenuhnya
dengan kegiatan pelatihan sejak dari kegiatan penghimpunan modal, penguasaan
teknik produksi, pemasaran hasil. Pendekatan yang paling tetap dalam
pengembangan ekonomi rakyat adalah melalui pendekatan kelompok dalam
bentuk usaha bersama. Pengembangan kegiatan sosial ekonomi masyarakat
dilakukan secara bertahap, terus menerus dan terpadu yang didasrkan pada
kemndirian, yaitu meningkatkan kemampuan penduduk yang miskin untuk
menolong diri mereka sendiri ( Sumodiningrat, 1999 ).

Universitas Sumatera Utara

Kajian dampak merupakan langkah awal dalam menentukan komponen apa saja
yang terkena dampak serta menentukan komponen kegiatan apa saja dari suatu
usulan kegiatan / program yang menimbulkan dampak. Sedangkan dengan
prakiraan dampak kita sudah menentukan besarnya dampak yang akan terjadi,
baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Dari sisi ekonomi, program
pengembangan usaha agribisnis pedesaan akan memberikan lapangan pekerjaan
tambahan bagi masyarakat dan mempunyai modal usaha sendiri sedangkan dari
sisi sosial, program pengembangan usaha agribisnis pedesaan memberikan suatu
ilmu baru bagi masyarakat penerima karena masayrakat tentu akan memiliki cara
pandang baru dalam berusaha tani.

Kajian atau penilaian mengenai program PUAP yang dilakukan akan
menghasilkan parameter – parameter yang digunakan oleh Pemerintah sebagai
input dalam menyempurnakan kebijakan BLM PUAP di masa yang akan datang.
Pelaksanaan pengkajian itu pula yang akan dapat dijadikan sebagai tolak ukur
dalam keberhasilan ataupun kegagalan program PUAP.
Kajian Dampak Sosial Ekonomi tersebut meliputi :


Sosial : Adopsi Teknologi, Keterampilan Masyarakat, Partisipasi Masyarakat,
Kemandirian Masyarakat, dan Dinamika Kelompok.



Ekonomi : Total Pendapatan, Pengeluaran Usaha Tani dan Penyerapan Tenaga
Kerja

Universitas Sumatera Utara

Adopsi Teknologi
Adopsi Teknologi merupakan suatu penerapan ataupun penggunaan teknologi
yang mulai dilakukan. Adopsi teknologi memilki tahapan yaitu :
Sadar : Masyarakat mulai menyadari tentang adanya suatu teknologi
Minat : Masyarakat mulai meminati akan teknologi tersebut
Mencoba : Masyarakat mulai mencoba teknologi tersebut walau dalam hal kecil
Evaluasi : Masyarakat menilai penggunaan teknologi yang dalam hal kecil
tersebut apakah membawa dampak yang positif atau tidak,
Adopsi : Apabila hal tersebut membawa dampak yang baik, maka akan diadopsi
( diterapkan) dalam usahanya.

Keterampilan Masyarakat
Keterampilan merupakan usaha untuk memperoleh kompetensi cekat, cepat dan
tepat dalam menghadapi suatu permasalahan. Dalam hal ini, pembelajaran
Keterampilan dirancang sebagai proses komunikasi belajar untuk mengubah
perilaku menjadi cekat, cepat dan tepat melalui berbagai tahap. Perilaku terampil
ini dibutuhkan dalam keterampilan hidup manusia di masyarakat.

Partisipasi Masyarakat
Partisipasi adalah keikutsertaan, peran serta atau keterlibatan yang berkaitan
dengan keadaaan lahiriahnya.
Tahapan dalam Partisipasi :
-Tahap partisipasi dalam pengambilan keputusan
-Tahap partisipasi dalam perencanaan kegiatan

Universitas Sumatera Utara

-Tahap partisipasi dalam pelaksanaan kegiatan
-Tahap partisipasi dalam pemantauan dan evaluasi kegiatan.
-Tahap partisipasi dalam pemanfaatan hasil kegiatan
Syarat tumbuh partisipasi menurut Margono Slamet (1985) menyatakan bahwa
tumbuh dan berkembangnya partisipasi masyarakat dalam kagiatan, sangat
ditentukan oleh 3 (tiga) unsur pokok, yaitu:
1). Adanya kemauan yang diberikan kepada masyarakat, untuk berpartisipasi
2). Adanya kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi
3). Adanya kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi

Kemandirian Masyarakat
Kemandirian merupakan salah satu aspek kepribadian yang sangat penting bagi
individu atau kemandirian adalah kemampuan seseorang dalam mewujudkan
kehendak atau keinginannya secara nyata dengan tidak bergantung dan
dipengaruhi oleh orang lain.

Dinamika Kelompok
Dinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih
individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu
dengan yang lain yang dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara
bersama.

Universitas Sumatera Utara

Total Pendapatan
Pendapatan yaitu selisih antara penerimaan dengan total biaya per usahatani. Total
Pendapatan ialah pendapatan bersih yang diperoleh petani dalam usaha tani nya
yaitu mulai dari hulu sampai hilir. Total pendapatan diperoleh dari hasil
pengurangan Pengeluaran (output) dengan Pemasukan (input).

Penyerapan Tenaga Kerja
Tenaga kerja (manpower) adalah seluruh penduduk dalam usia kerja (berusia 15
tahun atau lebih) yang potensial dapat memproduksi barang dan jasa atau Tenaga
Kerja adalah seluruh jumlah penduduk yang dianggap dapat bekerja dan sanggup
bekerja jika ada permintaan kerja.
Penggolongan tenaga kerja menurut kualitasnya dibedakan menjadi:
1. Tenaga kerja terdidik yaitu tenaga kerja yang memerlukan pendidikan
secara teratur
2. Tenaga kerja telatih yaitu tenaga kerja yang memerlukan pendidikan
terlebih dahulu
3. Tenaga kerja tidak terlatih dan tidak terdidik
Sedangkan Penyerapan Tenaga Kerja adalah kemampuan atau daya dalam
mempergunakan Tenaga Kerja itu sendiri.

Pengeluaran Usaha Tani
Pengeluaran ialah segala macam biaya yang dikeluarkan dalam suatu proses atau
kegiatan. Usaha Tani ialah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana seseorang
mengusahakan dan mengkoordinirkan faktor-faktor produksi berupa lahan dan
alam sekitarnya sebagai modal sehingga memberikan manfaat yang sebaik-

Universitas Sumatera Utara

baiknya. Jadi, pengeluaran Usaha Tani ialah segala biaya yang dikeluarkan
dengan mengusahakan dan mengkoordinir fakitor produksi yang ada sehingga
dengan biaya yang dikeluarkan dapat memberikan manfaat yang sebaik – baiknya.

2. 3 Kerangka Pemikiran
Kemiskinan di pedesaan merupakan masalah yang sangat kompleks dan
dibutuhkan keseriusan dalam penanggulangannya. Sarana dan prasarana yang
kurang memadai, SDA dan penguasaan teknologi, SDM yang kurang terdidik dan
terampil serta kelembagaan dan organisasi yang kurang memadai yang dapat
menyebabkan kemiskinan. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam
menyelesaikan permasalahan tersebut baik dengan penyuluhan pertanian maupun
dengan pemberian modal bagi petani. Ternyata hal tersebut juga tidak terlalu
berpengaruh pada peningkatan taraf kehidupan di pedesaan.

Pemerintah melalui Menteri Pertanian membuat suatu kebijakan dengan
mengadakan program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ( PNPM ) Mandiri
dengan tujuan memberdayakan masyarakat khususnya masyarakat pedesaan
dalam

pengembangan

usaha

tani

secara

mandiri.

Namun

seiiring

perkembangannya, program ini kurang berhasil sehingga mulai dicanangkan
program pemberian Bantuan Langsung Masyarakat ( BLM ) yang kemudian lebih
dikenal dengan PUAP.

Penyaluran dana BLM PUAP juga tidak terbilang mudah, kelompok yang ingin
menerima hanya perlu membentuk sebuah Gapoktan kemudian menyusun RUB

Universitas Sumatera Utara

yang apabila disetujui akan disampaikan ke Tim PUAP Pusat untuk ditinjau dan
kemudian disalurkan melalui rekening Gapoktan.

Apabila dana BLM sudah ada, maka Gapoktan tersebut tidak akan mengalami
kendala lagi dalam masalah dana. Yang perlu diusahakan ialah bagaimana cara
mengelolanya agar mendapatkan hasil yang maksimal. Tim PUAP akan tetap
melakukan kendali mulai dari tahap perencanaan sampai hasil dari dana BLM
tersebut dan Gapoktan pun harus memberikan laporan pertanggung jawaban
terhada penggunaannya.

Melalui program PUAP ini, kehidupan sosial (adopsi teknogi, Keterampilan
Masyarakat, Partisipasi Masyarakat, Kemandirian Masyarakat dan Dinamika
Kelompok ) dan ekonomi ( Total pendapatan, Pengeluaran Usaha Tani dan
Penyerapan Tenaga Kerja ) dapat mengalami peningkatan sehingga terjadi
peningkatan taraf kehidupan di daerah pedesaan pada umumnya dan desa
penerima BLM PUAP pada khususnya.

Universitas Sumatera Utara

Organisasi Pelaksana PUAP

GAPOKTAN

Pengembangan Usaha Agribisnis
Pedesaan ( PUAP )

Sebelum PUAP

Sesudah PUAP

Perubahan Sosial
Ekonomi

Sosial

Ekonomi

- Adopsi
Teknologi
-Keterampilan
Masyarakat
- Partisipasi
Masyarakat
- Kemandirian
Masyarakat
- Dinamika
Kelompok

- Total
Pendapatan
- Pengeluaran
Usaha tani
- Penyerapan
Tenaga Kerja

Skema Kerangka Pemikiran
Keterangan :
Menyatakan Proses

Universitas Sumatera Utara

2.4 Hipotesis Penelitian
1. Ada perubahan dalam Adopsi Teknologi, Keterampilan Masyarakat,
Partisipasi Masyarakat ,Kemandirian Masyarakat, dan Dinamika Kelompok
sesudah mengikuti program pengembangan usaha agribisnis pedesaan.
2. Ada perubahan Total Pendapatan, Pengeluaran Usahatani, Penyerapan Tenaga
Kerja sesudah mengikuti program pengembangan usaha agribisnis pedesaan.
3. Masalah – masalah yang dihadapi daapt diatasi sesudah adanya program
Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan.

Universitas Sumatera Utara

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Penentuan Daerah Penelitian
Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive atau secara
sengaja yaitu berdasarkan pra survey yang dilakukan serta pertimbangan –
pertimbangan tertentu yang disesuaikan dengan tujuan – tujuan penelitian.
Adapun daerah penelitian adalah Desa Durian Lingga Kecamatan Sei Bingei
Kabupaten Langkat. Pemilihan daerah tersebut dikarenakan daerah tersebut
merupakan daerah yang sudah menjalankan program PUAP dalam berusaha tani.

3.2 Metode Penentuan Sampel
Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah proportional random
sampling dengan mengambil sebanyak 30 sampel secara proporsi dan dapat
mewakili populasi yaitu kelompok tani yang mengikuti program pengembangan
usaha agribisnis pedesaan ( Suryabrata, 2008 ).
Tabel 1. Jumlah Anggota Kelompok Tani yang mengikuti program PUAP
No

Kelompok Tani

Jumlah

Komoditi

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mawar
Tani Jaya
Murni
Mbuah Page
Sederhana
Makmur

18 Orang
16 Orang
16 Orang
20 Orang
15 Orang
15 Orang

Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung
Jagung

Total

100 Orang

Penentuan Sampel

6 Orang
6 Orang
5 Orang
6 Orang
4 Orang
4 Orang
30 Orang

Universitas Sumatera Utara

3.3 Metode Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
Data primer yaitu data yang dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan
anggota GAPOKTAN/ POKTAN, Penyuluh Pertanian, Penyelia Mitra Tani, dan
Dinas Terkait. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari Dinas Pertanian
Sumatera Utara dan Langkat.

3.4 Metode Analisis Data
Hipotesis (1) dianalisis dengan menggunakan analisis statistik model Uji
Peringkat Bertanda Wilcoxon dengan alat bantu SPSS 17 untuk melihat
perubahan kondisi sosial masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pengembangan
usaha agribisnis pedesaan dan dengan mengubah data kualitatif menjadi
kuantitatif ( Supangat, 2008 ).
1 = Rendah
2 = Sedang
3 = Tinggi
Jika :
H0 : Me1 = Me2

H1 : Me1 ≠ Me2
Z=

∑ SR
∑ SR

i
2

→ SRi

i

Kriteria analisis

:

Zhitung > Ztabel → Hipotesis H1 diterima

Zthitungl ≤ Ztabel → Hipotesis H0 diterima

Universitas Sumatera Utara

Dimana :
H0

:

Tidak terdapat perbedaan (Adopsi Teknologi, Keterampilan Masyarakat,

Partisipasi

Masyarakat

,Kemandirian

Masyarakat,

dan

Dinamika

Kelompok) sesudah mengikuti program usaha pengembangan agribisnis.
H1

:

Terdapat perbedaan (Adopsi Teknologi, Keterampilan Masyarakat,

Partisipasi

Masyarakat

,Kemandirian

Masyarakat,

dan

Dinamika

Kelompok) sesudah mengikuti program usaha pengembangan agribisnis

Keterangan :
Me1

= Nilai Median Variabel I ( Sebelum program PUAP )

Me2

= Nilai median Variabel II ( Sesudah program PUAP )

SRi

= rentang yang ditandai untuk data ke-i

Hipotesis (2) diuji dengan metode analisis statistik uji beda dua rata – rata Sampel
Berpasangan (t-test berpasangan). Uji beda dua rata - rata digunakan untuk
pengamatan – pengamatan yang berasal dari dua populasi yang berpasangan
( Sarwoko, 2007 ).
Jika :
H0 : µ A = µ B atau µ 1 - µ 2 = 0
H1 : µ A > µ B atau µ 1 - µ 2 ≠ 0
Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah tingkat 95 % dengan selang
kepercayaan 0,05.

Universitas Sumatera Utara

Rumus :
t=

d
sd

; df = N - 1
n

dimana :
t

: Nilai Hitung

d

: Rata – rata selisih sebelum dan sesudah

sd

: Standar deviasi selisih Sebelum dan sesudah

n

: Jumlah Sampel

Kriteria Analisis :
t hitung > t tabel
t hitung < t tabel

→ Hipotesis H1 diterima

→ Hipotesis H0 diterima

Dimana :
H0

:

Tidak terdapat perbedaan ( total pendapatan, pengeluaran usaha tani,

Penyerapan

Tenaga

Kerja)

sesudah

mengikuti

program

usaha

pengembangan agribisnis.
H1

:

Terdapat perbedaan ( total pendapatan, pengeluaran usaha tani dan

Penyerapan Tenaga

Kerja )

sesudah

mengikuti program usaha

pengembangan agribisnis.

Hipotesis (3) mengenai masalah – masalah yang dihadapi apakah dapat diatasi
sesudah adanya program pengembangan usaha agribisnis pedesaan di daerah

Universitas Sumatera Utara

penelitian dianalisis secara deskriptif yaitu dengan menjabarkan masalah –
masalah yang dihadapi dan pemecahan masalah sesudah adanya program.

3.5 Definisi dan Batasan Operasional
3.5.1 Definisi
6. Pengkajian adalah suatu kegiatan dalam mempelajari sesuatu hal baik itu hal
yang baru maupun yang sudah ada sebelumnya untuk kemudian dilakukan
penilaian.
7. Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan adalah bagian dari pelaksanaan
program

PNPM-Mandiri

melalui

bantuan

modal

usaha

dalam

menumbuhkembangkan usaha agribisnis sesuai dengan potensi pertanian desa
sasaran.
8. Pedesaan adalahh kawasan yang secara komparatif memilki keunggulan
sumber daya alam dan kearifan lokal ( endogeneus knowledge ) khususnya
pertanian dan keanekaragaman hayati.
9. Kelompok Tani ( POKTAN ) adalah kumpulan petani/ peternak yang dibentuk
atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan

( sosial,

ekonomi, sumber daya ) dan keakraban untuk meningkatkan dan
mengembangkan usaha anggota.
10. Gabungan Kelompok Tani ( GAPOKTAN ) adalah kumpulan beberapa
kelompok Tani yang bergabung dan bekerja sama untuk meningkatkan skala
ekonomi dan efisiensi usaha.
11. Penyelia Mitra Tani adalah individu yang memilki keahlian di bidang
keuangan yang direkrut oleh Departemen Pertanian untuk melakukan

Universitas Sumatera Utara

supervisi dan advokasi kepada penyuluh

dan

GAPOKTAN

dalam

pengembangan PUAP.
12. Penyuluh Pendamping ialah penyuluh yang bertugas mendampingi para petani
dalam berusaha tani dan memberikan laporan dalam perkembangan program
tersebut.
13. Bantuan Langsung Masyarakat adalah bantuan dana kepada petani/ kelompok
tani untuk pengembangan usaha agribisnis di pedesaan yang disalurkan
melalui GAPOKTAN dalam bentuk modal usaha.
14. Rencana Usaha Bersama ( RUB ) adalah rencana usaha untuk pengembangan
agribisnis yang disusun oleh GAPOKTAN berdasarkan kelayakan usaha dan
potensi desa.

3.5.2 Batasan Operasional
1. Daerah penelitian adalah Desa Durian Lingga Kecamatan Sei Bingei
Kabupaten Langkat.
2. Waktu penelitian dilaksanakan pada tahun 2010
3. Sampel penelitian adalah kelo

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3879 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1032 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 926 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 776 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1322 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1219 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 807 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1089 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1321 23