14.55 Gambaran Umum Perusahaan Asuransi

yaitu sebesar 0.33, sedangkan emiten yang memiliki nilai Cash Ratio paling rendah adalah LPGI, MREI, dan PNLF yaitu sebesar 0.01. Pada tahun 2008, emiten yang memiliki nilai Cash Ratio paling tinggi adalah AHAP, yaitu sebesar 0.11, sedangkan emiten yang memiliki nilai Cash Ratio paling rendah adalah MREI, PNIN, PNLF, yaitu sebesar 0.01. Pada tahun 2009, emiten yang memiliki nilai Cash Ratio paling tinggi adalah ASDM, yaitu sebesar 0.13, sedangkan emiten yang memiliki nilai Cash Ratio paling rendah adalah LPGI, MREI, PNIN, dan PNLF yaitu sebesar 0.01. Jadi, dapat dilihat bahwa selama periode 2005-2009, emiten yang memiliki Cash Ratio paling tinggi adalah ASRM pada tahun 2005, yaitu dengan nilai 0.98, dan Cash Ratio paling rendah terjadi pada emiten MREI pada tahun 2005, yaitu dengan nilai sebesar 0.002. 2. Deskripsi Nilai Variabel Earning Per Share Tabel 4.2 Earning Per Share Perusahaan Asuransi Go Public Di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2009 Emiten Perusahaan Earning Per Share Rp 2005 2006 2007 2008 2009 ABDA -30.43 PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. 6.47 46.90 51.06 94.43 AHAP PT Ahap Tbk. 10.46 8.30 4.22

5.13 14.55

ASBI PT Asuransi Bintang Tbk. 39.83 7.4 -70.59 34.26 20.88 ASDM PT Asuransi Dayin Mitra Tbk. 44.41 16.15 15.83 26.15 40.08 ASJT PT Asuransi Jasa Tania Tbk. 23.60 18.94 -20 12.79 30.69 ASRM PT Asuransi Ramayana Tbk. 284.18 263.9 271.29 271.98 220.28 LPGI PT Lippo General Insurance Tbk. 139.68 13.19 102.66 80.63 154.18 MREI PT Maskapai Reasuransi Ind. Tbk. 11.16 30.31 39.90 67.05 81.72 PNIN PT Panin Insurance Tbk. 17.13 74.79 84.06 77.96 99.1 PNLF PT Panin Financial Tbk. 16.42 13.40 18.58 15.28 99.1 Sumber: www.idx.co.id data diolah Dari tabel 4.2 dapat dilihat perkembangan EPS pada perusahaan asuransi go public di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2009 . Dari 10 perusahaan yang dijadikan sampel penelitian, perusahaan yang memiliki EPS paling tinggi pada tahun 2005 adalah ASRM, yaitu dengan nilai 284.18, dan EPS paling rendah terjadi pada Universitas Sumatera Utara emiten ABDA, yaitu dengan nilai sebesar -30.43. Pada tahun 2006, emiten yang memiliki nilai EPS paling tinggi adalah ASRM, yaitu sebesar 263.9, sedangkan emiten yang memiliki nilai EPS paling rendah adalah ABDA, yaitu sebesar 6.47. Pada tahun 2007, emiten yang memiliki nilai EPS paling tinggi adalah ASRM, yaitu sebesar 271.29, sedangkan emiten yang memiliki nilai EPS paling rendah adalah ASBI yaitu sebesar -70.59. Pada tahun 2008, emiten yang memiliki nilai EPS paling tinggi adalah ASRM, yaitu sebesar 271.98, sedangkan emiten yang memiliki nilai EPS paling rendah adalah AHAP, yaitu sebesar 5.13. Pada tahun 2009, emiten yang memiliki nilai EPS paling tinggi adalah ASRM, yaitu sebesar 220.28, sedangkan emiten yang memiliki nilai EPS paling rendah adalah AHAP yaitu sebesar 14.55. Jadi, dapat dilihat bahwa selama periode 2005-2009, emiten yang memiliki EPS paling tinggi adalah ASRM pada tahun 2005, yaitu dengan nilai 284.18, dan EPS paling rendah terjadi pada emiten ASBI pada tahun 2007, yaitu dengan nilai sebesar - 70.59. 3. Deskripsi Nilai Variabel Price Earning Ratio Tabel 4.3 Price Earning Ratio Perusahaan Asuransi Go Public Di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2009 Emiten Perusahaan Price Earning Ratio x 2005 2006 2007 2008 2009 ABDA -9.20 PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. 33.99 10.74 3.72 1.37 AHAP PT Ahap Tbk. 12.90 10.85 234.59 16.77 6.50 ASBI PT Asuransi Bintang Tbk. 11.8

67.6 -15.22

Dokumen yang terkait

Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

1 35 140

Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

2 37 72

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia.

0 2 11

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia.

0 3 13

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TELAH GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Yang Telah Go Public Di Bursa Efek Indonesia.

0 1 13

PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA.

0 1 21

ANALISIS PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN GO-PUBLIC DI INDONESIA ANALISIS PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN GO-PUBLIC DI INDONESIA.

0 0 14

PENDAHULUAN PENGARUH INFORMASI PROFITABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN KEUANGAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA.

0 0 6

PENGARUH INFORMASI PROFITABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN KEUANGAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA PENGARUH INFORMASI PROFITABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN KEUANGAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA.

0 1 12

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA.

0 0 94