Analisis SWOT Sebagai Strategi Meningkatkan Daya Saing Pada Hotel Cherry Pink KH.Wahid Hasyim Medan

SKRIPSI

ANALISIS SWOT SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN
DAYA SAING PADA HOTEL CHERRY PINK KH.WAHID HASYIM
MEDAN

OLEH :
DEWI JAYANTI
070502231

PROGRAM STUDI STRATA-1 EKONOMI MANAJEMEN
DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis analisis
SWOT
yaitu kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), peluang
(Opportunities), ancaman (Threats) sebagai strategi meningkatkan daya saing
pada Hotel Cherry Pink. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2011 di Hotel
Cherry Pink. Hipotesis yang dikemukakan adalah strategi analisis SWOT dapat
meningkatkan daya saing Hotel Cherry Pink.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yaitu pengumpulan
data untuk di uji hipotesis dan menjawab pertanyaan dari subjek penelitian dengan
melalui pengumpulan melalui daftar pertanyaan dalam survei. Penelitian ini
menggunakan metode triangulasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Hotel
Cherry Pink. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan
observasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian analisis
deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini Hotel Cherry Pink belum
memanfaatkan peluang yang ada secara maksimal. Strategi yang diterapkan oleh
Hotel Cherry Pink belum sepenuhnya menggunakan strategi pemasaran yang baik,
untuk itu Hotel Cherry Pink harus mengimplementasikan strategi yang cocok
digunakan adalah dalam pengoptimalan daya saing dengan mengelola hotel
dengan mengevaluasi dan melakukan strategi yang harus di capai. Dengan
meningkatkan strategi pemasaran dan menambah sarana hotel agar dapat
memberikan kepuasan dan keinginan bagi para pelanggan Hotel Cherry Pink.
Kata Kunci : Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weakness), Peluang
(Opportunities), Ancaman (Threats) pada Hotel Cherry Pink

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

This study aims to identify and analyze the strength of the SWOT analysis
(strengths), weakness (weakness), opportunities (opportunity), threats (threats) as
a strategy to increase competitiveness in the Pink Cherry Hotel. This research was
carried out in May 2011 in Hotel Cherry Pink. The hypothesis that arises is the
SWOT analysis strategy to increase competitiveness Hotel cherry pink.
This research is a descriptive research which is the collection of data to test
hypotheses and answer the questions of the subjects of research through the collection
through a list of questions in the survey. The triangulation method has been used. The
population in this study is the Pink Cherry Hotel. The data used are primary and
secondary data. techniques of data collection in the study was carried out through
interviews and observation. The method used is the descriptive analysis of qualitative
research methods.
The results showed that this hotel Cherry Pink not has been taking advantage of
the opportunities that exist to the full. The strategy adopted by Pink Cherry Hotel is not
fully with good marketing strategy, so the Hotel Cherry Pink must implement strategies
that are appropriate for use in the optimization of competitiveness through the
management of hotels in evaluating and implementing a strategy which must be carried
out. To improve the marketing strategy and increase the facilities of the hotel in order to
provide the satisfaction and the wish of the customers of hotels pink cherry.

Keywords: Strength, Weakness, Opportunities, Threats in Hotel Cherry Pink

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat ALLAH
SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah diberikan kepada penulis,
sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini
merupakan persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar Sarjana
Ekonomi pada Departemen Manajemen Konsentrasi Manajemen Pemasaran pada
Program S-1 di Fakultas Ekonomi.
Teristimewa penulis ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kedua
orangtua tersayang Ayahanda Ir. H. Suprapto dan Hj. Ibunda Nurhayati atas
segala doa, dukungan, motivasi dan kasih sayang serta kesabaran yang luar biasa
dan tidak terhingga.
Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terima
kasih kepada :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Dr. Isfenti Sadalia S.E, M.E, selaku Ketua Departemen Manajemen
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Marhayanie, S.E, M.Si, selaku Sekretaris Departemen Manajemen
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
4. Ibu Dr. Endang Sulistya Rini, S.E, M.Si, selaku Ketua Program Studi
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
5. Ibu Dra. Marhaini, MS, selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak

Universitas Sumatera Utara

memberikan bimbingan dan saran dalam penulisan skripsi ini.
6. Ibu Dra. Friska Sipayung, MSi, selaku Dosen Penguji I penulis yang telah
banyak memberikan saran untuk perbaikan skripsi ini.
7. Ibu Dr. Yeni Absah, SE. MSi, selaku Dosen Penguji II penulis yang telah
banyak memberikan saran untuk perbaikan skripsi ini.
8. Ibu Frida Ramadini, SE, MM, selaku Dosen Wali yang mendidik dan
memotivasi penulis untuk meningkatkan prestasi belajar dalam perkulihan.
9. Seluruh Staf Pengajar dan seluruh Pegawai Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara.

10. Kepada Bapak Manajer dan karyawan Hotel Cherry Pink KH. Wahid
Hasyim Medan terima kasih telah memberikan izin kepada penulis untuk
melakukan penelitian dan membantu selama proses penelitian dan
wawancara.
11. Kepada abangku Eko Syahputra dan adekku Budi Handoko terima kasih
atas dukungan dan doanya.
12. Kepada Mas Reza terima kasih telah atas dukungan, waktu dan
perhatiannya.
13. Kepada teman-teman di manajemen stambuk 2007, Icha, Mini, Liza,
Mida, Ninda, Imla, Anaz, Vivi, Maliza.
14. Kepada Tika, Rini, Tia, Rahma dan Indah terima kasih atas doa, waktu,
dukungan dan motivasinya.
Medan, Juli 2011
Penulis
Dewi Jayanti

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ..............................................................................................
DAFTAR TABEL .......................................................................................
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................

i
ii
iii

BAB I PENDAHULUAN .........................................................................
1.1. Latar Belakang ......................................................................
1.2. Perumusan Masalah ..............................................................
1.3. Tujuan Penelitian ..................................................................
1.4. Manfaat Penelitian .................................................................

1
1
5
6
6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................
2.1. Uraian Teoritis .......................................................................
2.1.1. Perencanaan Strategis .................................................
2.1.2. Pengertian Daya Saing ...............................................
2.1.3. Pemasaran Jasa ...........................................................
2.1.4. Pemasaran ..................................................................
2.1.5. Analisis SWOT ..........................................................
2.2. Penelitian Terdahulu ..............................................................
2.3. Kerangka Konseptual.............................................................
2.4 Hipotesis ................................................................................

6
6
6
8
12
16
19
22
24
26

BAB III METODE PENELITIAN .............................................................
3.1. Jenis Penelitian ......................................................................
3.2. Tempat Dan Waktu Penelitian ...............................................
3.3. Batasan Operasional ..............................................................
3.4. Operasionalisasi Variabel.......................................................
3.5. Populasi dan Sampel ..............................................................
3.6. Jenis Data ..............................................................................
3.7. Teknik Pengumpulan Data .....................................................
3.8. Teknik Triangulasi .................................................................
3.9. Teknik Analisis Data .............................................................

27
27
27
27
28
28
29
29
30
30

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .....................................................
4.1. Gambaran Umum Hotel Cherry Pink .....................................
4.2. Jenis-jenis Kamar pada Hotel Cherry Pink .............................
4.3. Perlengkapan Kamar Tidur dan Kamar Mandi .......................
4.4. Visi dan Misi Hotel Cherry Pink ............................................
4.5. Struktur Organisasi Hotel Cherry Pink ...................................
4.6. Uraian Tugas dan Tanggungjawab .........................................
4.7. Hasil Penelitian ......................................................................
4.7.1. Analisis SWOT dalam Strategi Meningkatkan Daya
Saing pada Hotel Cherry Pink ....................................
4.7.2. Matriks SWOT ............................................................
4.7.3. Matriks Evaluasi Faktor Internal.................................

32
32
35
36
39
40
40
44
44
47
52

Universitas Sumatera Utara

4.7.4. Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE)....................
4.7.5. Diagram SWOT .........................................................

45
47

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .....................................................
5.1. Kesimpulan ............................................................................
5.2. Saran ......................................................................................

49
49
50

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................
LAMPIRAN…………………………………………………………………

51
52

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

No Tabel

Judul

Halaman

Tabel 2.1 Matriks SWOT .....................................................................

21

Tabel 3.1 Operasional Variabel ............................................................

28

Tabel 4.1 Matriks SWOT pada Hotel Cherry Pink................................

49

Tabel 4.2 Matriks Internal Factor Evaluation (IFE Matriks) ................

41

Tabel 4.3 Matriks Eksternal Factor Evaluation (EFE Matriks) ............

46

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

No Gambar

Judul

Halaman

Gambar 2.1. Kekuatan Dorongan Persaingan ................................................

11

Gambar 2.3. Kerangka Konseptual ................................................................

25

Gambar 4.1. Struktur Organisasi Hotel Cherry Pink ......................................

40

Gambar 4.2. Kuadran SWOT ........................................................................

47

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis analisis
SWOT
yaitu kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), peluang
(Opportunities), ancaman (Threats) sebagai strategi meningkatkan daya saing
pada Hotel Cherry Pink. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2011 di Hotel
Cherry Pink. Hipotesis yang dikemukakan adalah strategi analisis SWOT dapat
meningkatkan daya saing Hotel Cherry Pink.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yaitu pengumpulan
data untuk di uji hipotesis dan menjawab pertanyaan dari subjek penelitian dengan
melalui pengumpulan melalui daftar pertanyaan dalam survei. Penelitian ini
menggunakan metode triangulasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Hotel
Cherry Pink. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan
observasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian analisis
deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini Hotel Cherry Pink belum
memanfaatkan peluang yang ada secara maksimal. Strategi yang diterapkan oleh
Hotel Cherry Pink belum sepenuhnya menggunakan strategi pemasaran yang baik,
untuk itu Hotel Cherry Pink harus mengimplementasikan strategi yang cocok
digunakan adalah dalam pengoptimalan daya saing dengan mengelola hotel
dengan mengevaluasi dan melakukan strategi yang harus di capai. Dengan
meningkatkan strategi pemasaran dan menambah sarana hotel agar dapat
memberikan kepuasan dan keinginan bagi para pelanggan Hotel Cherry Pink.
Kata Kunci : Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weakness), Peluang
(Opportunities), Ancaman (Threats) pada Hotel Cherry Pink

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

This study aims to identify and analyze the strength of the SWOT analysis
(strengths), weakness (weakness), opportunities (opportunity), threats (threats) as
a strategy to increase competitiveness in the Pink Cherry Hotel. This research was
carried out in May 2011 in Hotel Cherry Pink. The hypothesis that arises is the
SWOT analysis strategy to increase competitiveness Hotel cherry pink.
This research is a descriptive research which is the collection of data to test
hypotheses and answer the questions of the subjects of research through the collection
through a list of questions in the survey. The triangulation method has been used. The
population in this study is the Pink Cherry Hotel. The data used are primary and
secondary data. techniques of data collection in the study was carried out through
interviews and observation. The method used is the descriptive analysis of qualitative
research methods.
The results showed that this hotel Cherry Pink not has been taking advantage of
the opportunities that exist to the full. The strategy adopted by Pink Cherry Hotel is not
fully with good marketing strategy, so the Hotel Cherry Pink must implement strategies
that are appropriate for use in the optimization of competitiveness through the
management of hotels in evaluating and implementing a strategy which must be carried
out. To improve the marketing strategy and increase the facilities of the hotel in order to
provide the satisfaction and the wish of the customers of hotels pink cherry.

Keywords: Strength, Weakness, Opportunities, Threats in Hotel Cherry Pink

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Hotel merupakan suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan
menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidur
kepada orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu membayar
dengan

jumlah

yang

wajar

sesuai

dengan

pelayanan

yang

diterima

(Sulastyono,2006:5). Berdasarkan SK. Menparpostel No. KM 37/PW 340/ MPPT86 hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau
seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman
serta jasa pengunjung lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah melahirkan era baru
dalam dunia bisnis perhotelan. Perusahaan perhotelan saling bersaing untuk
memenuhi pangsa pasar yang menuntut kualitas pelayanan yang semakin baik.
Oleh karena itu perusahaan perhotelan semakin banyak memperkuat strateginya
dalam bersaing agar menjadi perusahaan unggul. Berdasarkan SK Direktorat
Jenderal Pariwisata penggolongan hotel ditandai dengan bintang yang disusun
mulai dari hotel berbintang satu sampai dengan yang tertinggi adalah hotel dengan
bintang lima. Sedangkan penginapan dengan fasilitas di bawah hotel berbintang,
yang disebut hotel melati. Di samping hotel berbintang dan melati, terdapat jenis
penginapan lain dengan nama wisma, home stay, losmen, dan sebagainya.

Universitas Sumatera Utara

Hotel melati semakin berkembang, para pesaing hotel melati semakin
banyak melakukan strategi-strategi dalam meningkatkan daya saing hotel. Hotel
Cherry Pink merupakan hotel melati yang menjadi tempat penginapan yang
banyak dikunjungi para wisatawan. Dengan letak yang strategis, berada di pusat
kota dan tidak jauh dari bandara Internasional Polonia Medan. Di samping itu
harga sewa kamar yang terjangkau bagi para wisatawan kalangan menengah ke
bawah dan ke atas. Pelayanan yang diberikan juga memberikan kepuasan bagi
pelanggan dan dari segi fasilitas juga sangat memadai yaitu tersedianya peralatan
elektronik seperti televisi, dvd player, kulkas dan air conditioner di setiap kamar.
Hotel Cherry Pink juga mempunyai beberapa cabang seperti Cherry Red, Cherry
Green, dan Cherry Garden. Sehingga Hotel Cherry Pink termasuk hotel melati
yang berkembang dan banyak diminati para wisatawan domestik, yang tidak kalah
bersaing dengan hotel melati lainnya.
Hotel Cherry Pink mampu bertahan dan bersaing dengan hotel lainnya
karena Hotel Cherry Pink merupakan hotel keluarga yang bernuansa islami. Yang
sangat mengutamakan syariah islam yaitu hanya pasangan yang sudah menikah
yang boleh menginap satu kamar, juga mewajibkan karyawan memakai jilbab dan
peci, juga meningkatkan pelayanan kepada konsumen atau tamu hotel. Serta
menjalin kerja sama dengan perusahaan taksi (blue bird) dalam hal pelayanan
trasportasi hotel. Sehingga memiliki citra yang baik di masyarakat khususnya di
daerah medan baru dan menjadikan suatu perbedaan dengan hotel-hotel melati
sejenis lainnya. Berikut adalah harga sewa kamar di Hotel Cherry Pink

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1.1
Harga Sewa Kamar Hotel Cherry Pink
Tipe Kamar
Harga
Standard Room
Rp. 120.000
De Luxe Room
Rp. 150.000
Executive Room
Rp. 170.000
Cherry De Luxe
Rp. 200.000
Cherry Suite
Rp. 250.000
Sumber : Hotel Cherry Pink (2011)

Dalam persaingan Hotel Cherry Pink yang menjadi tantangan terbesar
Hotel Cherry Pink pada saat sekarang ini adalah banyak terdapat hotel melati baru
di sekitar daerah medan baru seperti: Aceh House, Darussalam House, Wahid Inn,
Jangga House. Adapun konsep yang diterapkan hotel melati yang ada di sekitar
daerah medan baru sama dengan yang diterapkan oleh konsep Hotel Cherry Pink
yaitu menerapkan hotel keluarga yang bernuansa islami dengan mengutamakan
syariah, juga mewajibkan karyawan memakai jilbab dan peci serta hanya
membolehkan menginap satu kamar bagi pasangan yang sudah menikah. Oleh
karena itu Hotel Cherry Pink berusaha menawarkan yang berbeda dari pesaing
seperti dari segi harga Hotel Cherry Pink lebih terjangkau dari pada pesaing,
pelayanan yang semakin memuaskan dan brand image yang baik di kalangan
konsumen.
Seiring berkembangnya Aceh House pada saat ini, Aceh House membuat strategi
dengan membuat cabang baru sehingga memudahkan pelanggan untuk menjangkau
keberadaan Aceh House. Yang menjadi ciri khas Aceh House adalah membuat simbol
bahwa Aceh House merupakan hotelnya orang Aceh. Sedangkan, Darussalam House
memiliki strategi dengan mengambil nama jalan darussalam sebagai nama hotel, Hal
inilah yang menarik pelanggan sehingga dapat memudahkan dalam mengingat nama hotel

Universitas Sumatera Utara

dan jalan hotel. Untuk itu Hotel Cherry Pink dituntut untuk bersikap lebih inovatif dan
kreatif lagi dalam menarik para pelanggan yakni dengan meningkatkan strategi
pemasaran. Karena dengan persaingan yang ketat dan tajam mengakibatkan perusahaan
membutuhkan antisipasi yang tepat dan akurat sehingga perusahaan dapat memasarkan
produknya di pasar, dan apabila memungkinkan akan menjadi pemimpin pasar.

Perusahaan harus menjalankan semua operasinya secara efektif dan
efesien tidak terkecuali di bidang pemasaran. Strategi perusahaan, khususnya
strategi pemasaran merupakan langkah yang tepat yang harus ditempuh dan
direalisasikan oleh setiap perusahaan yang ingin dapat bertahan di pasar. Strategi
pemasaran yang dilakukan Hotel Cherry Pink seperti memperindah ruangan
kamar , memberi diskon event serta desain iklan agar para wisatawan tertarik
untuk menginap di Hotel Cherry Pink.
Dalam mengembangkan Hotel Cherry Pink maka dilakukan analisis yang
berkaitan dengan peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan oleh hotel guna
memajukan usahanya. Strategi terhadap lingkungan eksternal dapat ditetapkan
dengan mengetahui apa yang menjadi ancaman (threats) dan apa yang menjadi
peluang (opportunities) bagi perusahaan. Setelah mengetahui lingkungan
eksternal yang dihadapi maka analisis lingkungan internal perlu dilakukan guna
mengetahui apa yang menjadi kekuatan (strengths) dan apa yang menjadi
kelemahan (weaknesses) dari perusahaan. Dengan demikian perusahaan selalu
dapat beradaptasi dengan lingkungannya sehingga upaya untuk mencapai tujuan
perusahaan senantiasa akan dapat dicapai.
Untuk mengetahui peluang-peluang maka diperlukan kecenderungan

Universitas Sumatera Utara

pasar, perubahan perilaku tamu yang mungkin dapat menghambat usaha di masa
depan. Mengantisipasi ancaman-ancaman yang mungkin terjadi di masa depan
yang dapat menghambat keberhasilan usaha, untuk mengantisipasinya maka
diperlukan strategi analisis SWOT yang merupakan alat yang dapat merumuskan
strategi perusahaan yang didasarkan pada kekuatan (Strengths) dan peluang
(Opportunities), namun secara bersama dapat meminimalkan kelemahan
(Weaknesses) dan ancaman (Threats).
Proses pengambilan keputusan strategis

selalu

berkaitan dengan

pengembangan misi, tujuan, strategi dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian
perencana strategis (strategic planner) harus menganalisis faktor-faktor strategis
perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada
saat ini (Rangkuti,1997:19). Di dalam skripsi ini akan dibahas mengenai “Analisis
SWOT Sebagai Strategi Meningkatkan Daya Saing Pada Hotel Cherry
Pink”.

1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka
perumusan masalah penelitian ini adalah: “Apakah strategi analisis SWOT dapat
meningkatkan daya saing Hotel Cherry Pink?”

1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut diatas, maka yang menjadi
tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi analisis SWOT dalam

Universitas Sumatera Utara

meningkatkan daya saing pada Hotel Cherry Pink.

1.4. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
a.

Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bahan masukan bagi perusahaan
Hotel Cherry Pink dalam meningkatkan daya saing dengan menggunakan
strategi analisis SWOT.

b.

Bagi Peneliti
Penelitian ini bermanfaat dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan
wawasan penulis tentang teori-teori analisis SWOT dalam bisnis perhotelan.

c.

Bagi pihak lain
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai bahan referensi
bagi penelitian selanjutnya dengan pembahasan terhadap masalah yang
sama.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Teoritis
2.1.1. Proses Perencanaan Strategis
Perencanaan merupakan sekelompok usaha yang di nilai efektif, dimana
seseorang harus mengetahui tentang pencapaian sesuatu sesuai dengan yang
diharapkan. Sehingga perencanaan strategi merupakan pekerjaan merencanakan
strategi untuk menuntun seluruh tindakan perusahaan, proses manajerial untuk
membangun dan menjaga kesesuaian antara sumber daya organisasi dan peluang
pasarnya. Menurut Stoner (1996:41) definisi perencanaan strategis sebagai
berikut: Perencanaan strategis merupakan proses pemilihan tujuan perusahaan,
penentuan kebijakan dan program yang perlu untuk mencapai sasaran tertentu
dalam rangka mencapai tujuan dan penetapan metode yang perlu untuk menjamin
agar kebijakan program strategis tersebut terlaksana.
Perencanaan strategis memiliki kerangka kerja bagi kegiatan perusahaan
yang dapat meningkatkan ketanggapan dan berfungsinya perusahaan. Perencanaan
strategis membantu manajer mengembangkan konsep yang jelas mengenai
perusahaan. Selain itu, perencanaan strategis memungkinkan perusahaan
mempersiapkan diri menghadapi lingkungan kegiatan yang cepat berubah.
Keunggulan penting lainnya dari perencanaan strategis adalah membantu para
manajer melihat adanya peluang yang mengandung resiko dan peluang yang aman
dan memilih salah satu diantara peluang-peluang yang ada. Perencanaan strategis
juga mengurangi kemungkinan kesalahan dan kejutan yang tidak menyenangkan,

Universitas Sumatera Utara

karena penelitian yang seksama telah dilakukan terhadap sasaran, tujuan dan
strategi.
Menurut Kotler (1997:44) proses perencanaan strategi bisnis adalah
sebagai berikut :
1. Penetapan misi bisnis (business mission)
2. Analisis lingkungan eksternal (analisis peluang atau gangguan)
3. Analisis lingkungan internal (analisis kekuatan dan kelemahan)
4. Perumusan tujuan
5. Formulasi atau perumusan strategi
6. Perumusan program mencakup program penguatan bagian riset dan
pengembangan, pengumpulan kehebatan teknologi, mengembangkan produk
yang sukses dan sebagainya.
7. Implementasi strategi yang telah dirumuskan dengan jelas disertai dengan
program yang telah dirumuskan dengan baik
8. Umpan balik dan pengawasan (feedback and control) dari implementasi
strategi terhadap perubahan dan perkembangan lingkungan internal dan
eksternal.
Menurut Stoner (1996:49) proses perencanaan strategis menyajikan
langkah-langkah sebagai berikut :
1. Perumusan tujuan (goal formulation)
2. Pengidentifikasian strategi dan tujuan berjalan (current objectives and
strategy)
3. Analisis lingkungan (environtmental analysis)

Universitas Sumatera Utara

4. Analisis sumber daya
5. Pengidentifikasian peluang dan anacaman strategis
6. Penentuan sejauh mana perubahan strategis dibutuhkan.
7. Pengambilan keputusan strategis
8. Pengukuran dan pengendalian program.

2.1.2. Pengertian Daya Saing
Menurut Sumihardjo (2008:8), pengertian daya saing adalah kata daya
dalam kalimat daya saing bermakna kekuatan, dan kata saing berarti mencapai
lebih dari yang lain atau beda dengan yang lain dari segi mutu, atau memiliki
keunggulan tertentu. Artinya daya saing dapat bermakna kekuatan untuk berusaha
menjadi unggul dalam hal tertentu yang dilakukan seseorang, kelompok atau
institusi tertentu.
Menurut Kotler (2008:324), perusahaan harus dapat mengidentifikasikan pesaing
dengan mengetahui persaingan dari sudut pandang industri dan pasar. Industri adalah
suatu kelompok perusahaan yang menawarkan produk atau kelas produk yang merupakan
pengganti erat satu sama lain. Pemasar mengklasifikasikan industri menurut jumlah
penjual, tingkat diffrensiasi produk, kehadiran atau ketiadaan penghalang untuk masuk,
mobilitas, dan penghalang untuk keluar, struktur biaya, tingkat integrasi vertikal, dan
tingkat globalisasi. Dengan menggunakan pendekatan pasar, maka kita dapat
mendefinisikan pesaing sebagai perusahaan yang memenuhi kebutuhan pelanggan yang
sama.

Konsep pasar untuk persaingan menunjukkan jumlah pesaing aktual dan
potensial yang lebih besar dibandingkan persaingan yang hanya didefinisikan

Universitas Sumatera Utara

dalam istilah kategori produk. Dengan menentukan profil pesaing langsung dan
tidak langsung perusahaan dengan memetakan tahap-tahap pembeli dalam
memperoleh dan menggunakan produk. Pada jenis analisis ini memberikan
penekanan pada peluang dan tantangan yang dihadapi perusahaan. “Gagasan
pemasaran:pertumbuhan yang tinggi melalui inovasi nilai” menggambarkan
bagaimana perusahaan dapat memasuki pasar baru yang meminimalkan
persaingan dari perusahaan lain.
Dalam bersaing setiap perusahaan perhotelan harus mempunyai kemampuan
bersaing yang diharapkan seperti persaingan sempurna dan persaingan tidak
sempurna sebagai berikut:
1. Persaingan sempurna
Suatu pasar dapat dikatakan berbentuk persaingan murni apabila memenuhi
kondisi sebagai berikut:
a. Terdapat konsumen dan produsen dalam jumlah yang banyak.
b. Mempunyai kesamaan dan homogen terhadap produk yang dijual.
c. Tidak terdapat campur tangan lembaga tertentu.
d. Konsumen dan produsen mengetahui dengan sempurna tentang keadaan
pasar.
e. Dalam jangka waktu yang lama, terdapat kebebasan bagi setiap
industri/hotel untuk masuk dan keluar dari kegiatan pasar.

Universitas Sumatera Utara

2. Persaingan tidak sempurna
Pada persaingan tidak sempurna, hotel melakukan penentuan harga diatas
biaya marjinal. Apabila terjadi perbedaan harga dengan biaya marjinal
tersebut tidak dapat dihindarkan, maka pemerintah atau asosiasi profesi harus
berusaha membantu agar hotel-hotel sejenis atau serupa lainnya, juga
mempunyai perbedaan harga yang relatif sama besarnya dari biaya marjinal.
Dalam suatu hotel seharusnya memiliki kekuatan dorongan untuk melakukan
persaingan, intensitas hotel untuk bersaing tergantung pada hubungan/keterkaitan
antara satu faktor dengan faktor yang lain, seperti:
a. Jumlah dan besar/luasnya cakupan distribusi
Jumlah dan besar/luasnya cakupan distribusi merupakan cara bagi usaha hotel,
seperti dapat dilihat dari banyaknya jaringan hotel yang tersebar dibeberapa
daerah, dan dimiliki oleh suatu badan usaha.
b. Perbedaan tingkat produksi atau variasi produksi
Perbedaan tingkat produksi atau variasi produksi merupakan tersedianya
fasilitas, perlengkapan dan peralatan serta sistem pelayanan yang digunakan
untuk menghasilkan produk barang/jasa pelayanan.
c. Struktur biaya
Struktur biaya merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam
menciptakan kehandalan bersaing. Karena dalam struktur biaya akan terkait
pula penyusunan strategi harga, dimana perubahan harga akan mempunyai
pengaruh terhadap volume penjualan dan penerimaan total.

Universitas Sumatera Utara

Usaha-usaha hotel
potensial yang
masuk kedalam
persaingan

Industri-industri
Perhotelan

Pembeli

Pemasok
Berkompetisi,
bersaing diantara
mereka

Usaha sejenis
sebagai subtitusi
yang masuk
dalam persaingan

Sumber: Sulastiyono (2008:350), diolah penulis
Gambar 2.1
Kekuatan Dorongan Persaingan

Dalam melihat kemampuan hotel untuk bersaing dengan hotel-hotel
lainnya, maka perlu dikaji usaha-usaha hotel dalam melakukan persaingan. Teori
yang mendasari kajian hotel untuk melakukan persaingan adalah teori tentang
strategi usaha dan strategi korporasi. Strategi usaha adalah strategi usaha untuk
satu unit usaha yang mengkhususkan tentang bagaimana seorang manajer unit
usaha bersaing antara hotel-hotel yang ada. Sedangkan strategi korporasi adalah

Universitas Sumatera Utara

suatu strategi untuk portofolio unit usaha yang mengkhususkan tentang bidang
usaha apa dan dimana suatu perusahaan multiusaha bersaing.

2.1.3 Pemasaran Jasa
Industri jasa memainkan peranan penting dalam perekonomian dunia. Jasa
merupakan salah satu sumber lapangan kerja, industri jasa sangat beragam dan
berkaitan dengan empat sektor utama yaitu sektor pemerintah seperti: sebagai
kantor pos, kantor pelayanan pajak, kantor polisi, rumah sakit, sekolah, bank
pemerintah dan lainnya. Sektor nirlaba swasta seperti sekolah, universitas, rumah
sakit, lembaga, yayasan dan sebagainya. Sektor bisnis seperti penerbangan,
perbankan, hotel, perusahaan asuransi, konsultan, real estate dan lainnya. Sektor
manufaktur seperti para akuntan, operator komputer, penasihat hukum, arsitek dan
sebagainya.
Menurut Kotler dalam Tjiptono (2005:16) Jasa merupakan setiap tindakan
atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak lain yang pada dasarnya
bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan
sesuatu. Walaupun demikian, produk jasa bisa berhubungan dengan produk fisik
maupun tidak. Maksudnya ada produk jasa murni (seperti child care, konsultasi
psikologi, dan konsultasi manajemen) ada pula jasa yang membutuhkan produk
fisik sebagai persyratan utama (misalnya kapal untuk angkutan laut, pesawat
dalam jasa penerbangan, dan makanan di restoran).
Menurut Hoekstra dalam Tjiptono (2005:5) Konsep pelanggan dapat
dijabarkan kedalam enam karakteristik pokok sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara

a.

Diarahkan pada realisasi nilai-nilai pelanggan individual dan redefinisi nilainilai tersebut.

b.

Mencakup intimasi antar mitra dalam sistem pemasaran dan konsekuensinya,
lebih berfokus pada relasi dibandingkan transaksi

c.

Menyelaraskan antara preferensi pelanggan dan kapabilitas perusahaan

d.

Mendorong kesesuaian, antara nilai pelanggan dan kapabilitas perusahaan
berdasarkan sistem balikan pasar yang mengukur secara berkesinambungan
perilaku, kepuasan, dan kebutuhan pelanggan individual yang belum
terpenuhi

e.

Mencerminkan gagasan bahwa pemasaran merupakan “a state of mind” yang
tidak hanya dibatasi pada satu bidang fungsional

f.

Menstimulasi organisasi internal untuk terus menerus dipantau dan
diadaptasikan dengan perubahan kebutuhan dan preferensi pelanggan, serta
selalu menempatkan pelanggan sebagai fokus utama
Dalam konteks pemasaran, kebutuhan (needs) dan keinginan (wants)

dibedakan. Kebutuhan merupakan suatu keadaan merasa tidak memiliki kepuasan
dasar. Kebutuhan melekat pada sifat dasar manusia sehingga tidak gampang
berubah. Menurut Maslow dalam Tjiptono (2005:10) kebutuhan dasar manusia
bersifat hierarki (sesuai urutan kepentingan). Kebutuhan dasar tersebut, dan
meliputi kebutuhan fisiologis (misalnya makan dan minum), kebutuhan akan rasa
aman dan keamanan (misalnya perlindungan fisik dan financial), kebutuhan sosial
(seperti cinta kasih, perasaan memiliki), kebutuhan akan pengakuan dan
penghargaan dari orang lain dan kebutuhan aktualisasi diri (pengembangan dan

Universitas Sumatera Utara

realisasi diri). Adapun perilaku konsumsi setiap individu dipengaruhi lima
kebutuhan utama yaitu:
a. Kebutuhan fungsional
Suatu barang/jasa bisa memuaskan kebutuhan ini melalui tujuan/keguanaan
fisik atau fungsional. Misalnya, sabun cuci untuk membersihkan kotoran, obat
untuk membasmi kuman penyakit atau mengurangi rasa sakit dan sepatu untuk
melindungi kaki sewaktu berjalan atau berlari
b. Kebutuhan sosial
Suatu barang/jasa dapat memuaskan kebutuhan sosial melalui asosiasinya
dengan segmen demografis, sosio ekonomis, atau etnik kultural masyarakat
tertentu. Contohnya, seorang eksekutif muda membeli sedan mewah untuk
menunjukkan bahawa dirinya adalah eksekutif sukses dan masuk dalam
kalangan berpenghasilan tinggi
c. Kebutuhan emosional
Barang/jasa tertentu dapat memuaskan kebutuhan ini melalui penciptaan
emosi dan perasaan yang tepat, misalnya rasa senang, bahagia, cinta kasih atau
respek yang dirasakan seseorang
d. Kebutuhan epistemik
Kebutuhan ini merupakan kebutuhan manusia untuk mengetahui atau
mempelajari sesuatu yang baru. Pemuasnya dapat direalisasikan dengan
berbagai cara, misalnya membeli dan membaca surat kabar atau majalah,
nonton tv, mengikuti kursus-kursus keterampilan, menjelajahi dunia cyber di
internet

Universitas Sumatera Utara

e. Kebutuhan situasional
Produk-produk tertentu dapat memuaskan kebutuhan yang bersifat situasional
tergantung kepada waktu dan tempat. Misalnya, kebutuhan akan reparasi
mobil darurat selama perjalanan ke luar kota

2.1.4. Pemasaran
Kegiatan pemasaran saat ini menjadi sangat penting bagi usaha perhotelan.
Semakin tingginya tingkat persaingan, meningkatnya kompleksitas pasar dan
tamu yang semakin kritis akan pasar, mengakibatkan kegiatan perlu dilakukan
secara professional dan agresif. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan
usaha hotel tergantung pada kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dan tujuantujuan tamu.
Adapun prinsip-prinsip kunci pemasaran dalam keberhasilan perhotelan
adalah sebagai berikut:
a. Memuaskan kebutuhan, keinginan dan tujuan-tujuan tamu yaitu dengan cara
memuaskan

kebutuhan,

keinginan

tujuan-tujuan

tamu

dengan

cara

menghilangkan atau memperkecil kesenjangan antara apa yang didapatkan
tamu dengan apa yang sebenarnya dikehendaki.
b. Pemasaran

yang

berkelanjutan

adalah

kegiatan

manajemen

yang

berkesinambungan dan bukan merupakan suatu keputusan yang bersifat
sesekali saja.
c. Langkah-langkah pemasaran yang berurutan merupakan suatu proses yang
memerlukan sejumlah langkah-langkah yang berurutan.

Universitas Sumatera Utara

d. Saling ketergantungan antara usaha-usaha yang ada didalam usaha pariwisata
seperti terdapat banyak kemungkinan untuk mengadakan kerja sama di bidang
pemasaran dengan organisasi-organisasi yang terdapat di lingkungan usaha
pariwisata.
e. Riset pemasaran merupakan peran kunci karena dengan menggunakan riset
pemasaran untuk mengantisipasi kebutuhan dan keinginan tamu agar kegiatan
pemasaran menjadi lebih efektif.
f. Usaha-usaha multi departement merupakan tanggung jawab dari satu
departemen atau divisi saja, melainkan merupakan usaha dari seluruh
departemen atau divisi yang terdapat di hotel
Menurut Sulastiyono (2008:260) Prinsip-prinsip awal pemasaran adalah
sebagai berikut:
a. Konsep pemasaran
b. Berorientasi pada pasar atau tamu
c. Memenuhi dan memuaskan kebutuhan, keinginan dan tujuan tamu
d. Adanya pangsa pasar yang pasti
e. Memiliki nilai dan proses pertukaran
f. Terdapat siklus hidup produk
g. Terdapat bauran pemasaran
Keberhasilan pemasaran hotel tergantung dari dua faktor, ialah sebagai
berikut:
1. Faktor yang dapat dikendalikan
Bauran pemasaran dapat diubah dengan berbagai cara, misalnya: hotel dapat
merubah atau mengganti media yang digunakan untuk mengiklankan
produknya dari menggunakan media majalah ke media televisi atau dari radio

Universitas Sumatera Utara

ke kupon promosi, sedangkan waktu dan uang merupakan faktor yang sifatnya
terbatas.
2. Faktor yang tidak dapat dikendalikan
Faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan adalah kejadian-kejadian yang
diluar jangkauan manajer pemasaran. Faktor ini kadang-kadang disebut faktor
eksternal, yang paling sedikit terdapat enam faktor eksternal seperti:
a. Kompetisi
b. Regulasi dan legalisasi
c. Lingkungan ekonomi
d. Teknologi
e. Lingkungan sosial-budaya
Konsep pemasaran dapat didefinisikan secara sederhana sebagai suatu
usaha untuk mempertemukan produk yang dihasilkan oleh hotel dengan calon
tamu yang akan mengkonsumsi produk tersebut. Oleh sebab itu, agar produk yang
dihasilkan oleh hotel (produk nyata ataupun produk tidak nyata) dibeli oleh tamu,
maka produk tersebut harus dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, serta
sesuai dengan keinginannya.
Dalam perusahaan jasa pelayanan, tamu akan melihat atau berhadapan
langsung dengan proses produksi barang dan pelayanan secara simultan. Oleh
karena itu, dalam usaha jasa pelayanan terjadi hubungan atau kontak langsung
antara proses produksi (operation) dengan tamu.

Universitas Sumatera Utara

2.1.5. Analisis SWOT
Analisis SWOT singkatan dari kata-kata strength (kekuatan perusahaan),
weaknesses (kelemahan perusahaan), opportunities (peluang bisnis) dan threats
(hambatan untuk mencapai tujuan). Analisis SWOT bertujuan untuk menentukan
usaha yang realistis, sesuai dengan kondisi perusahaan dan oleh sebab itu lebih
mudah tercapai setiap perusahaan dapat mempergunakan teknik analisis SWOT.
Proses pengambilan keputusan strategis

selalu

berkaitan dengan

pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian
perencana strategis (strategic planner) harus manganalisis faktor-faktor strategis
perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) dalam kondisi yang ada
pada saat ini.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dapat ditentukan
oleh kombinasi faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor tersebut harus
dipertimbangkan dalam analisis SWOT. Melalui analisis SWOT, perusahaan
dapat mengevaluasi keseluruhan strengths (kekuatan), weaknesses (kelemahan),
opportunities ( peluang) dan hambatan atau threats kinerja perusahaaan.
Tujuan mengadakan analisis SWOT pada perusahaan adalah untuk
menentukan aktivitas perusahaan berdasarkan kekuatan yang dimiliki, untuk
mengeksploitasi peluang dan kesempatan yang ada, dengan mengurangi atau
menghilangkan ancaman dan gangguan yang membahayakan posisi perusahaan
dipasar, dalam rangka meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan
dan memperoleh laba.

Universitas Sumatera Utara

Analisis SWOT dapat diterapkan dalam menentukan tujuan strategi
manajemen pemasaran, dapat diutarakan sebelum menentukan tujuan-tujuan
pemasaran yang ingin dicapai hendaknya perusahaan menganalisis:
1. Kekuatan dan kelemahan
Setiap perusahaan memiliki kekuatan dan kelemahan tertentu, kekuatan
perusahaan dapat menjadi pendukung tercapainya tujuan usaha. Sedangkan
kelemahan perusahaan dapat menjadi penghambat.
2. Peluang bisnis
Berbagai macam pertumbuhan atau perubahan kehidupan masyarakat di dalam
dan di luar negeri seringkali memberikan peluang bisnis (business
opportunities) yang menjanjikan kepada perusahaan-perusahaan yang jeli dan
dapat menangkap peluang tersebut.
3.

Berbagai macam hambatan
Perkembangan lingkungan bisnis yang kurang menguntungkan (misalnya
krisis ekonomi moneter, defisit anggaran belanja pemerintah) dapat menjadi
hambatan (threats)
Salah satu alat yang dipakai untuk menyusun faktor-faktor strategis

perusahaan (kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang) adalah matrik SWOT.
Matrik ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman
eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan
kelemahan yang dimilikinya. Matrik ini dapat menghasilkan empat set
kemungkinan alternatif strategis.

Universitas Sumatera Utara

IFAS

EFAS
OPPORTUNITIES (O)
Tentukan 5-10 faktor
peluang eksternal

THREATS (T)
Tentukan 5-10 faktor
ancaman eksternal

Tabel 2.1
Matriks SWOT
Strenghts (S)
Tentukan 5-10 faktor
kekuatan internal
STRATEGI SO
Ciptakan strategi yang
menggunakan kekuatan
untuk memanfaatkan
peluang
STRATEGI ST
Ciptakan strategi yang
menggunakan kekuatan
untuk mengatasi ancaman

WEAKNESSES (W)
Tentukan 5-10 faktor
kelemahan internal
STRATEGI WO
Ciptakan strategi yang
meminimalkan
kelemahan untuk
memanfaatkan peluang
STRATEGI WT
Ciptakan strategi yang
meminimalkan
kelemahan dan
menghindari ancaman.

Sumber : Rangkuti (2006:35)
1. Strategi SO
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu memanfaatkan
seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
2. Strategi ST
Strategi ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki
perusahaan untuk mengatasi ancaman.
3. Strategi WO
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan
cara meminimalkan kelemahan yang ada.
4. Strategi WT
Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensive dan berusaha
meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
Setelah melakukan analisis SWOT, langkah selanjutnya adalah membuat
keputusan strategis yang merupakan fungsi dan tanggung jawab dari semua

Universitas Sumatera Utara

manajer dalam setiap tingkatan, terutama manajer puncak. Keputusan ini akan di
pakai sebagai bahan untuk membangun filosofi organisasi dan pernyataan misi,
membangun sasaran baru dan memilih strategi yang tepat.

2.2. Penelitian Terdahulu
Ginting (2006) melakukan penelitian dengan judul “Analisis SWOT Pada
Hotel Danau Toba Internasional Medan”. Penelitian tersebut bertujuan untuk
megetahui upaya pemasaran yang perlu dilakukan oleh Hotel Danau Toba
Internasional untuk dapat meningkatkan volume penjualan kamar dengan
memanfaatkan analisis SWOT dan melalui pengidentifikasian, penganalisisan,
penerapan dan pengendalian SWOT (strengths, weaknesses, oppurtunities,
threats) secara cermat. Strategi pemasaran yang direncanakan dan dijalankan oleh
Hotel Danau Toba Internasional akan semakin efektif dan efisien, yang pada
akhirnya

akan

berdampak

pada

peningkatan

volume

penjualan

kamar

sebagaimana yang diharapkan oleh perusahaan. Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis
deskriptif, metode analisis dengan menggunakan pengumpulan data secara
sistematis, menganalisis serta menginterpretasikan data tersebut sehingga
memperoleh gambaran perusahaan secara umum. Dengan membandingkan data
primer dan data sekunder berdasarkan kesimpulan yang diperoleh kemudian akan
dirumuskan saran-saran perusahaan guna membantu pelaksanaan tugas-tugasnya
guna tercapainya tujuan perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

Erwan (2007) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Kualitas
Pelayanan Terhadap Kepuasan Tamu Menginap Pada Cherry Pink Hotel Medan”.
Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan yang meliputi
variabel tangibility (berwujud), dan variabel intangibility (tidak berwujud)
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan tamu yang menginap pada
Cherry Pink Hotel Medan dan variabel mana yang dominan berpengaruh terhadap
kepuasan tamu menginap di Cherry Pink Hotel Medan. Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis statistik dan
analisis linear berganda diperoleh dengan menggunakan variabel bebas dan
variabel terikat (X1 dan X2) terhadap variabel terikat yakni kepuasan tamu (Y)
maka berdasarkan koefisien korelasi dinyatakan dengan bilangan bergerak antara
0 sampai +1 atau 0 sampai -1.

2.3. Kerangka Konseptual
Menurut Zimmerer (2003:37) Perencanaan strategis bukan merupakan
hasil atau keluaran melainkan suatu proses yang terus berlangsung. Pemikiran
strategis tidak memiliki titik akhir, dan akibatnya proses perencanaan berlangsung
terus menerus. Salah satu dari proses perencanaan manajemen strategis adalah
mengenali lingkungan internal perusahaan (strength, weaknesses) dan lingkungan
eksternal perusahaan (opportunity, threat).
Analisis SWOT merupakan cara yang sistematis dalam mengidentifikasi
ancaman dan kesempatan agar dapat membedakan lingkungan yang akan datang
sehingga dapat ditemukan masalah yang ada. Analisis SWOT mengevaluasi
keunggulan strategis untuk mengetahui kekuatan serta kelemahan perusahaan

Universitas Sumatera Utara

pada saat ini serta merumuskan strategi yang cocok untuk digunakan dalam
pengoptimalan strategi daya saing.
Menurut Sumihardjo (2008:8) daya saing merupakan kemampuan suatu
perusahaan menguasai, meningkatkan dan mempertahankan posisi dalam pasar.
Suatu perusahaan dikatakan mempunyai keunggulan bersaing bila memiliki
kelebihan dari para pesaingnya dalam menarik konsumen, dan mempertahankan
diri atas kekuatan pesaing yang mencoba menekan perusahaan. Kelebihan tersebut
dapat berupa: produk yang mampu bersaing dan bertahan dipasar, memberikan
pelayanan paling baik, memberikan harga yang terjangkau, memiliki lokasi yang
strategis, teknologi yang memadai dan memasarkan produk dengan cepat .
Berdasarkan

pembahasan

diatas,

maka

penulis

secara

skematis

menetapkan kerangka konseptualnya sebagai berikut:
Strength
(Kekuatan)

Weakness
(Kelemahan)
Daya Saing
Perusahaan
Opportunity
(Peluang)

Threat
(Ancaman)
Sumber : Zimmerer (2002:37) dan Rangkuti (1997:18)
Gambar 2.2
Kerangka Konseptual, diolah penulis

Universitas Sumatera Utara

2.4 Hipotesis
Berdasarkan perumusan masalah yang telah diuraikan diatas, maka
hipotesis penelitian ini adalah: ”Strategi analisis SWOT dapat meningkatkan daya
saing Hotel Cherry Pink.”

Universitas Sumatera Utara

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif yaitu
pengumpulan data untuk diuji hipotesis atau menjawab pertanyaan dari subjek
penelitian dengan melalui pengumpulan melalui daftar pertanyaan dalam survei,
wawancara atau observasi. Berdasarkan penelitian deskriptif dapat disimpulkan
bahwa dalam melakukan penelitian analisis SWOT dalam meningkatkan strategi
daya saing Hotel Cherry Pink maka dilakukan dengan metode wawancara dan
observasi sehingga data dapat dikumpulkan dan disusun laporannya.

3.2 Tempat Dan Waktu Penelitian
3.2.1 Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Hotel Cherry Pink Jalan KH. Wahid Hasyim
No. 2 Medan
3.2.2 Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilakukan mulai dari bulan Mei 2011 sampai dengan
Juni 2011.
3.3. Batasan Operasional
Batasan

operasional

variabel

digunakan

untuk

menghindari

kesimpangsiuran dalam membahas dan menganalisis permasalahan dalam
penelitian ini. Batasan operasional variabel ini adalah analisis SWOT (Strengts,

Universitas Sumatera Utara

Weaknesses, Oppportunities, Threats) dalam strategi daya saing pada Hotel
Cherry Pink.

3.4 Defenisi Operasionalisasi Variabel
a) Strength (kekuatan) adalah kompetensi khusus yang terdapat dalam Hotel
Cherry Pink

yang berakibat pada kepemilikan keunggulan komparatif

oleh usaha di pasaran.
b) Weaknesses (kelemahan) adalah keterbatasan atau kekurangan dalam hal
sumber, keterampilan dan kemampuan yang menjadi penghalang serius
bagi kinerja Hotel Cherry Pink.
c) Opportunity (peluang) adalah peluang atau kesempatan yang biasanya
tidak datang berulang-ulang dan dalam waktu yang sangat singkat,
sehingga diperlukan antisipasi dan waktu yang tepat untuk melihat
berbagai peluang agar Hotel Cherry Pink.
d) Threat (ancaman) adalah suatu kecenderungan lingkungan yang tidak
menguntungkan yang dapat merugikan posisi Hotel Cherry Pink.
e) Daya Saing adalah keunggulan kompetitif perusahaan pada suatu industri
perhotelan yang ditentukan oleh jangkauan bersaingnya yaitu keluasaan
pasar sasaran.

Universitas Sumatera Utara

3.5 Populasi dan Sampel
3.5.1 Populasi
Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa
orang, objek, transaksi, atau kejadian dimana kita tertarik untuk mempelajarinya
atau menjadi objek penelitian (Kuncoro, 2003:103). Populasi dalam penelitian ini
adalah pemilik dan pelanggan Hotel Cherry Pink.
3.5.2 Sampel
Sampel adalah suatu himpunan bagian (subset) dari unit populasi (Kuncoro,
2003:103). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan teknik Snowball Sampling, yaitu prosedur dimana pengambilan
sampel pada responden pertama dipilih dengan metode probabilitas dan kemudian
responden selanjutnya diperoleh dari informasi yang diberikan oleh responden
pertama.

3.6. Jenis Data
Pada penelitian ini, penulis menggunakan data primer untuk membantu
memecahkan masalah yaitu:
1. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari pihak perusahaan
dengan melakukan observasi dan wawancara pada manajer Hotel Cherr

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Analisis SWOT Sebagai Strategi Meningkatkan Daya Saing Pada Hotel Cherry Pink KH.Wahid Hasyim Medan