peran rumah cahaya sebagai media pengembangan minat baca anak

PERAN RUMAH CAHAYA SEBAGAI MEDIA
PENGEMBANGAN MINAT BACA ANAK
Skripsi
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai
Gelar Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi

Disusun Oleh
Dewi Handayani Riastuty
203025002078

JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI
FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2010

PERAN RUMAH CAHAYA
SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN MINAT BACA ANAK

Skripsi

Diajukan Kepada Fakultas Adab dan Humaniora
Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai
Gelar Sarjana Ilmu Perpustakaan (S.IP)

Oleh

Dewi Handayani Riastuty
NIM 203025002078

Dibawah Bimbingan

Ida Farida, M.LIS
NIP. 19700407 200003 2 003

JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI
FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1431 H / 2010

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa :
1.

Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi
salah satu persyaratan memperoleh gelar strata 1 di UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta.

2.

Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3.

Jika di kemudian hari berbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya
atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, saya bersedia menerima
sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 25 November 2010

Dewi Handayani Riastuty

PENGESAHAN PANITIA UJIAN

Skripsi

berjudul

PERAN

RUMAH

CAHAYA

SEBAGAI

MEDIA

PENGEMBANGAN MINAT BACA ANAK telah diujikan dalam siding
munaqasyah Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah jakarta pada
25 November 2010. skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat
memperoleh gelar Sarjana Ilmu Perpustakaan (S.IP) pada Program Studi Ilmu
Perpustakaan.

Jakarta, 25 November 2010

Sidang Munaqasyah
Ketua Sidang

Sekretaris

Pungki Purnomo, M.LIS
NIP. 19641215 199903 1 005

Drs. Rizal Saiful Haq, MA
NIP. 19530319 199504 1 001

Anggota
Penguji

Pungki Purnomo, M.LIS
NIP. 19641215 199903 1 005

Pembimbing

Ida Farida, M.LIS
NIP. 19700407 200003 2 003

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa :
1.

Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi
salah satu persyaratan memperoleh gelar strata 1 di UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta.

2.

Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3.

Jika di kemudian hari berbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya
atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, saya bersedia menerima
sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 25 November 2010

Dewi Handayani Riastuty

i

ABSTRAK

DEWI HANDAYANI RIASTUTY
PERAN RUMAH CAHAYA SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN
MINAT BACA ANAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana Rumah Cahaya
sebagai media pengembangan minat baca anak. Ada dua aspek yang diteliti pada
penelitian ini, yaitu : koleksi dan kegiatan Rumah Cahaya yang terletak di Jalan
Keadilan Raya No. 13 Blok XVI Depok Timur.. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode deskriptif, dimana data yang terkumpul disusun dan
dianalisis. Teknik yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah teknik
wawancara terbuka yang dilakukan kepada ketua pengurus Rumah Cahaya,
Petugas Rumah Cahaya, 5 orang anggota klub mendongeng dan 3 orang anggota
klub menulis.
Melalui wawancara yang dilakukan diketahui bahwa kegiatan klub mendongeng
dan klub menulis dapat dijadikan salah satu cara menumbuhkan minat baca pada
anak-anak.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan dari klub mendongeng dan klub
menulis yang dilakukan oleh Rumah Cahaya merupakan aspek yang sangat
mendukung Rumah Cahaya sebagai media pengembangan minat baca anak.

ii

KATA PENGANTAR

Bismillahirraahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha esa
karena berkat rahmatnya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir kuliah (skripsi)
ini. Untuk dapat menyelesaikan skirpsi ini, penulis mengambil judul tentang
“Rumah Cahaya Sebagai Media Pengembangan Minat Baca Anak”.
Dalam pelaksanaan penulisan skripsi ini penulis mendapat banyak bantuan
dari berbagai pihak yang mendukung. Pada kesempatan ini penulis ingin
mengucapkaan terima kasih kepada :
1. Allah SWT yang senantiasa memberikan kemudahan dan dalam
berbagai aktifitas yang penulis lakukan.
2. Ayah dan Ibu tercinta, yang tidak bosan-bosannya memberikan
semangat dan motivasi dalam penyelesaian skripsi ini.
3. Kepada Bapak Dr. H. Abd. Wahid Hasyim, M.Ag selaku Dekan
Fakultas Adab dan Humaniora.
4. Ibu Ida Farida, M.LIS selaku dosen pembimbing skripsi yang telah
bersedia mencurahkan waaktu dan membagi ilmu sehingga dapat
membimbing penulis dengan baik hingga terselesaikannya skripsi ini.
5. Bapak Drs. Rizal Saiful Haq, MA selaku Ketua Jurusan Ilmu
Perpustakaan.

iii

6. Bapak Pungki Purnomo, M.LIS selaku Sekretaris Jurusan Ilmu
Perpustakaan.
7. Seluruh Bapak dan Ibu dosen Jurusan Ilmu perpustakaan yang telah
memberikan ilmu yang berharga kepada penulis.
8. Seluruh pengurus Rumah Cahaya Depok khususnya kepada Bapak
Denny

Prabowo

yang

senantiasa

membantu

penulis

dalam

mendapatkan data dan melakukan penelitian sehingga penulis dapat
memberikan hasil yang seoptimal mungkin.
9. Teman-teman di Jurusan Ilmu Perpustakaan atas dukungan dan
bantuannya.
10. Semua pihak yang ikut terlibat yang tidak dapat penulis sebutkan satupersatu.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan skripsi ini masih
jauh dari sempurna dan masih ada kekurangan, hal ini karena adanya keterbatasan
dari diri penulis sendiri. Utnuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang
membangun demi menunjang kesempurnaan dari skirpsi ini.
Terima kasih. Wassaalamualaikum Wr. Wb.

Jakarta, 25 November 2010

Penulis

iv

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL
LEMBAR PERNYATAAN
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING
LEMBAR PENGESAHAN
ABSTRAK …………………………………………………………………

i

KATA PENGANTAR …..………………………………………………..

ii

DAFTAR ISI ..……………………………….……………………………

iv

Bab I

: PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang ..................................................................................

1

B.

Pembatasan dan Perumusan Masalah ...............................................

5

1. Pembatasan Masalah ....................................................................

5

2. Perumusan Masalah ......................................................................

5

Tujuan dan Manfaat Penelitian...........................................................

6

1. Tujuan Penelitian .........................................................................

6

2. Manfaat Penelitian ........................................................................

6

Metodologi Penelitian ......................................................................

6

1. Metode penelitian ........................................................................

6

2. Informan …………………………………………………………..

7

3. Sumber Data ................................................................................

8

4. Teknik Pengumpulan Data ...........................................................

8

C.

D.

v

5. Teknik Analisa Data
E.

.................................................................

10

Sistematika Penulisan ......................................................................

11

Bab II : TINJAUAN PUSTAKA
A.

Koleksi ............................................................................................

13

Jenis Bahan Pustaka .........................................................................

14

B. Kegiatan

........................................................................................

15

1. Kegiatan-kegiatan yang dapat menarik minat baca anak untuk
meluangkan waktu mereka di taman bacaan ……………………..

15

a. Storytelling .............................................. ……………………

15

b. Bimbingan Membaca ..............................................................

17

c.

Kegiatan Menulis ...................................................................

18

d. Tonton, Gambar dan Ceritakan Kembali ……………………. .

18

2. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Minat Baca Anak …………..

20

a.. Minat .....................................................................................

20

b.

Kebiasaan ..............................................................................

22

c.

Membaca .............................................................................

22

1. Tujuan Membaca …………………………………………

23

2. Manfaat Membaca ………………………………………..

25

Bab III : TINJAUAN UMUM RUMAH CAHAYA
A. Sejarah Forum Lingkar Pena (FLP) ...................................................

27

B. Sejarah Rumah Cahaya .....................................................................

28

C. Rumah Cahaya Depok ......................................................................

30

vi

1 Sejarah Rumah Cahaya Depok ...................................................

30

2 Koleksi ........................................................................................

31

a. Pengadaan Koleksi ……………………….. ..............................

31

b. Pengolahan Koleksi ................................................................

32

c. Jumlah Koleksi .......................................................................

32

d. Jenis Koleksi ...........................................................................

32

3 Layanan .......................................................................................

34

4 Pengurus ......................................................................................

34

5 Kegiatan .......................................................................................

35

6 Prosedur Keanggotaan Klub Baca ................................................

38

7 Profil Pengguna Rumah Cahaya ....................................................

39

8 Prosedur Peminjaman Koleksi ......................................................

41

9 Fasilitas ........................................................................................

43

Bab IV : PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
A. Koleksi Rumah Cahaya .....................................................................

44

B. Kegiatan Rumah Cahaya ...................................................................

49

1.

Storytelling

...............................................................................

49

a. Tema

..............................................................................

50

b. Cara penyampaikan cerita ........................................................

51

c. Usia anak-anak yang datang .....................................................

51

d. Tempat diadakan storytelling ...................................................

52

e. Pelaksanaan storytelling ...........................................................

52

vii

2.

f. Perubahan sikap responden ....................................................

53

g. Peningkatan jumlah anak ………………………………….. .....

55

Klub Menulis ..............................................................................

57

a. Tema

..............................................................................

58

b. Usia anak yang datang .............................................................

58

c. Perubahan sikap responden ......................................................

59

d. Peningkatan jumlah anak ……..................................................

60

e.
Bab V : PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................................

62

B.

63

Saran ................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………….

LAMPIRAN

viii

66

Perihal

: Surat Permohonan

Jakarta, 20 September 2009

Izin Penelitian Skripsi
Lamp

: 1 Lembar

Kepada Yth,
Ketua Pengurus
Taman Bacaan Rumah Cahaya
diTempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama
NIM
Jurusan
Fakultas
Dosen pembimbing

: Dewi Handayani Riastuty
: 203025002078
: Ilmu Perpustakaan
: Adab Dan Humaniora
: Ida Farida M.LIS

Bersama surat permohonan izin ini saya bermaksud mengadakan
penelitian skripsi di Taman Bacaan Rumah Cahaya, Jl. Keadilan Ujung Depok II
Timur, dengan judul “Peran Rumah Cahaya Sebagai Media Pengembangan
Minat Baca Anak“ yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober hingga bulan
November 2009.
Berhubungan dengan hal tersebut, maka saya mengajukan surat
permohonan izin ini agar dapat melaksanakan penelitian , serta mohon kiranya
kesediaan Bapak/Ibu selaku pengurus Taman Bacaan Rumah Cahaya untuk dapat
membantu saya memberikan informasi yang saya butuhkan dalam penelitian ini.
Demikianlah surat penelitian skripsi ini saya buat, atas perhatianya saya
ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Hormat Saya

Dewi Handayani Riastuty
NIM 203025002078

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam era globalisasi saat ini, penemuan-penemuan baru dalam dunia
ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang demikian pesat, sehingga setiap
individu yang ingin maju dituntut untuk belajar secara mandiri dengan
memperbaharui informasi dan pengetahuan yang dimilikinya. Salah satu cara
dalam mengingkatkan pengetahuan adalah dengan membaca. Peningkatan
apresiasi terhadap buku dan minat baca merupakan hal yang penting dalam upaya
mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya
manusia.
Upaya meningkatkan minat baca dan pemenuhan bahan bacaan sudah
seharusnya menjadi agenda utama dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa
selain usaha-usaha yang telah dilakukan pemerintah lewat dunia pendidikan.
Tanpa campur tangan yang serius dari pemerintah maka peningkatan minat baca
dan pemenuhan bahan bacaan akan berjalan tertatih-tatih. Apakah yang harus
didahulukan, penyediaan buku atau peningkatan minat baca? Harusnya hal itu
berjalan seiring. Peningkatan minat baca perlu diwujudkan dalam bentuk gerakan
nasional yang terstruktur dan terencana secara baik dan berkesinambungan.
Minat baca harus dikembangkan pada anak usia dini, agar kelak dapat
tercipta kebutuhan membaca. Namun saat ini minat baca anak Indonesia kian
menjadi masalah ditengah maraknya era multimedia. Ada kebiasaan yang lazim

2

terjadi di kalangan anak-anak, terutama di kota-kota besar. Mereka lebih senang
menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton tv atau bermain play station
daripada membaca. Kotak elektronik yang menawarkan gambar bergerak dan
menghibur itu lebih mampu menyita perhatian mereka daripada membaca deretan
huruf kecil yang diam. Buku dan kegiatan membaca menjadi kurang poluler di
kalangan anak-anak dibandingkan tv, play station atau permainan anak lainnya
yang kian menggoda karena semakin hidup tayangan dan kian interaktif saja.
Untuk meningkatkan kebiasaan membaca pada anak diperlukan
dukungan berbagai pihak. Salah satunya adalah lingkungan yang paling dekat
dengan anak-anak yaitu keluarga. Peran keluarga dalam menumbuhkan minat
baca pada anak sangat besar. Orangtua dapat menciptakan suasana agar anak suka
membaca, menyediakan berbagai bacaan yang menarik di rumah sekaligus
menyeleksi bacaan yang baik. Selain itu dengan memberikkan contoh kepada
anak, dengan kata lain orangtua harus menyediakan pula waktu untuk membaca.
Selain itu peran masyarakat tidak kalah penting. Beberapa tahun ini, ada
fenomena kebangkitan literasi yang sangat menggembirakan di masyarakat.
Semakin banyak toko buku yang menyediakan ruang baca dan diskusi bagi
pengunjung dengan mengundang penulis buku atau akademisi. Idealisme juga
telah membangkitkan beberapa kelompok intelektual yang peduli untuk membuka
perpustakaan pribadi atau rumah baca untuk masyarakat di sekitarnya. Gagasan
ini sangat membantu mereka yang gemar membaca tetapi tidak memiliki buku.
Banyak penerbit buku juga berusaha mendukung peningkatan literasi melalui
pameran buku murah, lomba karya tulis ilmiah, bahkan memberikan kesempatan

3

bagi para penulis buku anak untuk lebih bebas berkreasi. Selain itu juga banyak
bermunculan lembaga- lembaga yang secara aktif melakukan kampanye
membaca.
Menjamurnya taman bacaan belakangan ini merupakan fenomena yang
menarik untuk diperhatikan. Hal tersebut membuktikan bahwa kesadaran akan
pentingnya budaya membaca saat ini mulai mendapat perhatian serius. Salah satu
pendorong tumbuhnya perpustakaan/taman bacaan masyarakat berbasis komunitas
merupakan sebuah upaya menyelamatkan bangsa dengan meningkatkan budaya
membaca dan menulis untuk anak-anak yang dilakukan oleh orang-orang yang
peduli akan masa depan bangsa ini.
Salah satunya adalah organisasi kader penulis terbesar di Indonesia,
yaitu Forum Lingkar Pena (disingkat FLP), FLP telah memiliki < 5.000 anggota
dengan kepengurusan cabang di lebih dari 100 kota di Indonesia dan manca
negara. Semula bertujuan untuk menambah jumlah penulis di Indonesia. Selama
keberadaannya FLP juga sudah menerbitkan ratusan buku bekerja sama dengan
belasan penulis di Indonesia.
Salah satu program FLP adalah pendirian Rumah Baca dan Hasilkan
Karya (yang selanjutnya akan disebut rumah cahaya). Rumah Cahaya merupakan
program FLP yang bekerjasama dengan lembaga / organisasi lain. Rumah Cahaya
direncanakan bukan hanya sebagai rumah baca semata, melainkan sebagai rumah
baca yang mampu pula membidani lahirnya para penulis baru yang berasal dari
pembaca di pondok tersebut.

4

Rumah Cahaya diresmikan 22 Februari 2004 bertepatan dengan ulang
tahun FLP yang ke-7. Rumah Cahaya yang terletak di Jl. Keadilan Raya No. 13
Depok Timur merupakan kerjasama antara FLP dan Dompet Duafa Republika
serta merupakan Rumah Cahaya pertama yang didirikan seperti halnya rumah
baca lain, target utama Rumah Cahaya ini masyarakat sekitar, terutama anak-anak
dan remaja.
Kebanyakan anak-anak dan remaja di lingkungan masyarakat sekitar itu
berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah yang
orangtuanya tidak menyediakan bahan bacaan bagi anak-anaknya.
Keanggotaan Rumah Cahaya sendiri dibuka untuk anak-anak umum
serta tidak dipungut biaya atau gratis. Hal ini menunjukkan keseriusan Rumah
Cahaya dalam mengembangkan minat baca pada anak-anak sesuai dengan
tujuannya.
Keberadaan taman bacaan dapat menjadi stimulus bagi anak-anak untuk
menyukai kegiatan membaca. Koleksi merupakan daya tarik utama sebuah taman
bacaan. Koleksi yang lengkap, beragam dan mutakhir akan dapat memberikan
kesempatan yang makin besar kepada anak-anak untuk mendapatkan informasi
dan pengetahuan yang mereka butuhkan. Koleksi yang disediakan Rumah Cahaya
pada umumnya beruka buku bacaan yang bersifat edukasi/pengetahuan serta
bahan bacaan yang bersifat hiburan / rekreatif, sehingga diharapkan dapa
mendorong masyarakat khususnya anak-anak untuk lebih tertarik lagi dengan
kegiatan membaca.

5

Berdasarkan dari uraian diatas, bahwa begitu rendahnya minat baca
anak Indonesia, yang kemudian muncul suatu wadah yang dapat dijadikan sebagai
media pengembangan minat baca anak, maka penulis memutuskan untuk
mengangkat masalah tersebut dalam penelitian yang berjudul Peran Rumah
Cahaya Sebagai Media Pengembangan Minat Baca Anak.

B. Pembatasan Masalah dan Perumusan Masalah
1. Pembatasan Masalah
Untuk lebih memfokuskan penulisan skripsi ini, maka masalah yang
diteliti hanya mengenai koleksi dan kegiatan Klub Menulis dan Klub
Mendongeng sebagai media pengembangan minat baca anak pada Taman Baca
Masyarakat Rumah Cahaya yang terletak di Jl. Keadilan Raya, Depok II Timur.

2. Perumusan Masalah
Berpijak dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas,
maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana koleksi pustaka Rumah Cahaya sebagai media pengembangan
minat baca anak.
2. Apa saja kegiatan yang dilakukan Rumah Cahaya sebagai media
pengembangan minat baca anak.

6

C.

Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan :
a. Untuk mengetahui koleksi pustaka yang dilakukan Rumah Cahaya
sebagai media pengembangan minat baca anak.
b. Untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan Rumah Cahaya sebagai
media pengembangan minat baca anak.

2. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan berguna untuk :
a.

Memberikan masukan bagi penulis sendiri serta bagi ilmu
perpustakaan dan informasi mengenai Rumah Cahaya sebagai media
untuk mengembangkan minat baca.

b. Sebagai masukan serta bahan evaluasi bagi rumah baca yang ada di
Indonesia, khususnya Rumah Cahaya
c. Sebagai masukan bagi pemerintah serta pihak-pihak terkait lainnya
dalam menyikapi perkembangan minat baca di Indonesia.

D. Metodologi Penelitian
1. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
Moh. Natsir dalam buku Metode Penelitian mengatakan metode
deskriptif yaitu kegiatan yang dilakukan untuk menggambarkan kondisi yang

7

dilihat dalam lapangan secara apa adanya, data-data mengenai hal-hal yang
diselidiki/diteliti kemudian dianalisa. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk
membuat deskripsi, gambaran.lukisan secara sistematis, faktual dan akurat
mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.1

Lexy J. Moeloeng dalam buku Metodologi Penelitian Kualitatif
mengatakan salah satu karakteristik penelitian kualitatif deskriptif yaitu data-data
yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka.2
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk memahami
fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku,
persepsi, motivasi, tindakan

dan lain-lain secara holistik dan dengan cara

deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang
alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.3

2. Informan
Menurut Lexy J. Moeloeng dalam buku Metode penelitian informan
adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan
kondisi latar penelitian.4Pemanfaatan informan bagi peneliti adalah agar dalam
waktu yang relatif singkat banyak informasi yang terjaring, jadi sebagai sampling

1

Moh. Natsir, Metode Penelitian (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2003) Cet. 5, hal. 54
Lexy J. Moeloeng, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007),
hal.11
3
Ibid, hal. 6
4
Ibid, hal. 132
2

8

internal, karena informan dimanfaatkan untuk berbicara / bertukar pikiran /
membandingkan suatu kejadian yang ditemukan dari subjek lainnya5.

Dalam penelitian ini yang menjadi informan adalah pengurus dan
pengunjung rumah baca. Alasan peneliti memilih pengurus rumah baca karena
mereka mengetahui secara pasti semua kegiatan yang dilakukan di rumah baca
maupun aktivitas para pengunjung rumah baca tersebut. Sedangkan alasan peneliti
memilih pengunjung rumah cahaya sebagai informan karena mereka mengikuti
kegiatan dan melakukan aktivitas di rumah baca. Mereka semua diyakini dapat
memberikan informasi yang lebih akurat.
3. Sumber Data
a. Data Primer, data yang diperoleh dari lapangan seperti dari pengurus
rumah baca dan pengunjung.
b. Data Sekunder, yaitu proses pengumpulan dan pengolahan data
informasi selama penelitian dan dokumen-dokumen yang berkaitan
dengan minat baca anak.

4. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut :
a.

Observasi

: melakukan pengamatan secara langsung ke Rumah

Cahaya sebagai objek penelitian sebagai media pengembangan minat
baca anak, diantaranya :
5

Ibid, hal. 132

9

1. Melihat ruang penyimpanan koleksi serta tatanannya.
2. Melihat dan mengkaji suasana Rumah Cahaya ketika sedang
dikunjungi pengguna.
3. Kegiatan atau program yang sedang diadakan oleh Rumah Cahaya
b.

Wawancara : suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk
memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Penulis hanya
mengambil beberapa anggota yang sering penulis jumpai sewaktu
mengikuti kegiatan ketika penulis berkunjung ke Rumah Cahaya
tersebut. Namun karena keterbatasan waktu, biaya dan efisiensi maka
penulis hanya meneliti sebagian anggota. penelitian ini terletak di Jl.
Keadilan Raya No. 13 Depok Timur. Alasan mengapa penulis tertarik
pada Rumah Cahaya yaitu Rumah Cahaya dijadikan sebagai salah satu
contoh pembentukan taman bacaan bagi masyarakat yang ada di kota
Depok.
Adapun sumber-sumber yang dimaksud antara lain :
1. Pengelola Rumah Cahaya, untuk mendapatkan informasi mendalah
sebagai dasar dan latar belakang penelitian penulis.
2. Pengguna, untuk mendapatkan sekilas gambaran terhadap efek
yang dihasilkan oleh Rumah Cahaya.

c.

Studi literatur atau kepustakaan : dalam penenlitian ini penulis
menggunakan beberapa referensi sebagai acuan dalam penulisan
skripsi serta untuk mengkaji hasil obervasi dan wawancara yang
didapatkan. Adapun referensi yang penulis gunakan antara lain :

10

1. Buku-buku yang berhubungan dengan tema skripsi yang penulis
susun.
2. Surat kabar yang berhubungan dengan tema skripsi yang penulis
susun.
3. Bahan seminar yang berhubungan dengan tema skripsi yang
penulis susun.
4. Artikel-artikel yang penulis dapatkan dari internet.

5. Teknik Analisa Data
Analisa data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang
lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan. Dalam analisa data, penulis akan
menganalisa

langsung

data-data

hasil

perbincangan

dan

tanya

jawab

menggunakan teknik penalaran penyimpulan. Data-data yang telah diteliti
kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk deskriptif yang bertujuan untuk
menjelaskan permasalah sampai menemukan jawaban yang diharapkan dengan
disertai alasan-alasan. Hasil analisa data akan berupa pemaparan fakta-fakta
mengenai objek penelitian.
Analisa data yang dilakukan yaitu :
a. Reduksi data
Data yang diperoleh penulis melalui observasi, wawancara dan kajian pustaka
dicatat dengan rinci, mengelompokan atau memilah-milah dan memfokuskan

11

pada hal penting dengan demikian data yang didapat memberi gambaran yang
jelas.
b. Penyajian data
Setelah data direduksi penulis melakukan penyajian dalam bentuk teks bersifat
naratif.
c. Penarikan kesimpulan
Data-data yang terangkum dan dijabarkan dalam bentuk naratif penulis buatkan
kesimpulan. Kesimpulan digunakan untuk menjawab rumusan masalah.

E. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan pada penelitian ini adalah :
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini berisi Latar Belakang Masalah, Pembatasan dan Perumusan
Masalah, Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian, Metode Penelitian,
Pengumpulan Data, Teknik dan Analisa Data, dan Sistematika Penulisan.
BAB II : TINJAUAN LITERATUR
Memuat teori kajian pustaka yang berkaitan dengan penelitian yaitu :
koleksi dan kegiatan pada taman bacaan masyarakat.

12

BAB III : GAMBARAN UMUM RUMAH CAHAYA
Memuat tentang sejarah Forum Lingkar Pena, Sejarah Rumah Cahaya,
Sejarah Rumah Cahaya Depok.
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA
Memuat tentang pelaksanaan penelitian, hasil penelitian dan
analisis data
BAB V : PENUTUP
Memuat tentang kesimpulan dan saran.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

13

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Koleksi
Koleksi merupakan bagian yang utama dari setiap perpustakaan.
Keberhasilan suatu perpustakaan adalah apabila koleksi yang disediakan telah
dimanfaatkan oleh masyarakat penggunanya.
Menurut

Sutarno

N.S

dalam

buku

Manajemen

Perpustakaan

menjelaskan bahwa koleksi perpustakaan merupakan salah satu faktor utama yang
menentukan criteria dan jenis sebuah perpustaaan.1 Artinya koleksi perpustakaan
selalu dikaitkan dengan tugas dan fungsi yang harus dilaksanakan dalam rangka
mencapai misi dan mewujudkan visi perpustakan yang sesungguhnya.
Bahan pustaka masa kini tidak hanya berupa buku, majalah, atau bahan
tercetak lainnya, tetapi dapat juga berupa bahan terekam pada piringan hitam,
pada pita magnetik, seperti kaset, pita video, compact disk (CD), CD-ROM,
diskette, film semacam mikrofilm, mikrofiche. Kualitas koleksi sering dijadikan
acuan untuk menilai seberapa jauh keberhasilan suatu perpustakaan dalam
memenuhi kebutuhan informasi pemakainya.

1

Sutarno N.S, Manajemen Perpustakaan : Suatu pendekatan Praktek (Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama, 2004), hal. 66

14

Jenis Koleksi
Menurut Yuyu Yulia dalam buku Pengadaan Bahan Pustaka
pengelompokkan bahan pustaka di perpustakaan secara umum terdiri atas :
a. Karya Cetak
1. Monograf (antara lain : buku fiksi, buku teks, buku rujukan)
2. Terbitan Berseri (antara lain : surat kabar, majalah, bulletin, jurnal)
b. Karya Non Cetak
1. Rekaman suara (antara lain : pita kaset piringan hitam)
2. Gambar hidup dan rekaman video
3. Bahan grafika (antara lain : lukisan, foto)
4. Bahan kartografi (antara lain : peta, atlas, bola dunia)
c. Bentuk Mikro
1. Mikrofis
2. Mikrofilm
d. Karya dalam bentuk elektronik
1. CD-ROM

15

2. Pangkalan data2

B. Kegiatan
Banyak cara dan usaha yang dilakukan oleh perpustakaan untuk
menarik pengunjung khususnya anak-anak untuk dapat menghabiskan sebagian
waktu mereka untuk membaca di taman bacaan. Tetapi hal tersebut sangat tidak
mudah karena budaya baca kurang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Selain itu,
membaca bukan merupkan faktor keturunan tetapi harus dididik dan dilatih sejak
dini. Disinilah sebetulnya peran keluarga yang sangat besar yaitu membiasakan
anak-anak untuk membaca dengan bimbingan orang tua.
Kegiatan membaca merupakan suatu ketrampilan yang perlu dimiliki
oleh setiap orang, kebiasaan membaca bukan didasarkan pada faktor keturunan,
untuk itu ketrampilan membaca perlu dilatih, dibiasakan, dan di pupuk sejak dini
sehingga menjadi kebiasaan hidup sehari-hari seperti kebiasaan makan dan
minum.
1. Kegiatan – kegiatan yang dapat menarik minat anak untuk meluangkan
waktu mereka di taman bacaan adalah :
a. Storytelling
Muhammad Fakhrudin dalam Pelatihan Teknik Mendongeng bagi Guru
Taman

Kanak-Kanak

se-Kabupaten

Purworejo

mengatakan

Storytelling

merupakan keterampilan berbahasa lisan yang bersifat produktif. Dengan

2

Yuyu Yulia, et.all, Pengadaan Bahan Pustaka (Jakarta: UT, 1999), hal. 3-4

16

demikian, mendongeng menjadi bagian dari keterampilan berbicara. Keterampilan
mendongeng

sangat

penting dalam

menumbuhkembangkan

keterampilan

berbicara bukan hanya sebagai keterampilan berkomunikasi, melainkan juga
sebagai seni. Dikatakan demikiankarena mendongeng memerlukan kedua
keterampilan berbicara tersebut.3

Andi Yudha Asfandiyar
mengatakan

dalam buku Cara Pintar Mendongeng

Storytelling dapat pula dikatakan sebagai sebuah seni yang

menggambarkan

peristiwa

yang

sebenarnya

maupun berupa

fiksi dan

dapatdisampaikan menggunakan gambar ataupun suara.4

Dari kedua pendapat diatas secara umum Storytelling dapat
didefinisikan sebagai suatu seni dan kreasi berkomunikasi atau menyampaikan
informasi atau cerita kepada orang lain dimana ada suatu teknik bercerita yang
digunakan oleh storyteller dalam penyampaian storytelling. Seni dari storytelling
itu

sendiri

tergantung

pada

storyteller

dalam

menggambarkan

cerita,

mengimajinasikannya, membentuk dan mengembangkan cerita.
Storytelling bisa menjadi sarana untuk menarik minat anak pada buku.
Dengan mendengarkan cerita, anak dapat lebih mudah untuk mengembangkan
imajinasinya. Lewat cerita yang disampaikan anak dapat meluaskan dunia dan
pengalaman hidupnya.
3

Muhammad Fakhrudin, “Cara Mendongeng, Pelatihan Teknik Mendongeng bagi Guru Taman
Kanak-Kanak se-Kabupaten Purworejo”, tanggal 16 Desember 2003. Universitas Muhammadiyah
Purworejo.
4
Andi Yudha Asfandiyar, “Cara Pintar Mendongeng” (Jakarta: Mizan, 2007), hal. 9

17

Dalam konteks perpustakaan, storytelling dapat dilakukan oleh siapa saja dalam
rangka memperkenalkan dan menanamkan minat baca pada anak. Kegiatan ini
dapat menumbuhkan minat baca pada anak karena anak akan terdorong untuk
mengetahui lebih jauh isi cerita yang didongengkan tersebut.
b. Bimbingan Membaca
Menurut Sigit sinau dalam artikel pembinaan minat baca fungsi utama
bimbingan membaca adalah menolong pemakai untuk menafsirkan apa yang
dibacanya dan bagaimana reaksinya terhadap bacaan tersebut. Pengguna harus
didorong dan dibimbing dalam mengekspresikan reaksi mereka terhadap apa yang
dibacanya dan diberi kebebasan untuk memilih pengertian dari ekspresinya
sendiri. Dasar dari bimbingan membaca adalah pengetahuan pemakai secara
individual, minat, kebutuhan, kemampuan, dan pengetahuannya terhadap materi
bacaan itu sendiri.5

Menurut Ayomipale dalam artikel bimbingan bagi anak kesulitan
belajar Kemampuan membaca merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidang
studi. Jika anak pada usia sekolah permulaan tidak segera memiliki kemampuan
membaca, maka ia akan mengalami banyak kesulitan dalam mempelajari berbagai
bidang studi pada kelas-kelas berikutnya. Oleh karena itu, anak harus belajar
membaca agar ia dapat membaca untuk belajar.6

5

http://sigitsinau.wordpress.com/2010/11/28/pembinaan-minat-baca/
Ayomipale, “Bimbingang Bagi Anak Kesulitan Belajar,” artikel diakses pada 8 Januari
2011dari http://Ayomipale.blogspot.com/2010/07/bimbingan-bagi-anak-kesulitan-belajar.html
6

18

c. Kegiatan Menulis
Kegiatan ini melatih mereka untuk mengekspresikan apa yang mereka
ingin sampaikan dan rasakan melalui kata-kata.

Dalam artikel mari budayakan kegiatan menulis sejak dini Menulis
adalah pekerjaan yang sangat mudah dan menyenangkan asal ada niat dan
kemauan bisa dilakukan tanpa banyak syarat dan ikatan. Beda dengan kegiatan
lain yang membutuhkan sarana dan prasarana yg terikat oleh aturan-aturan.
Kegiatan menulis mengajarkan anak-anak mengeluarkan ide-ide kreatif, lewat
tulisan segala hal yang ada di dalam benak dan pikiran bisa mendapat penyaluran.
Banyak Inspirasi dan ide-ide segar yang mungkin tidak bisa di aktualisasikan
lewat media lain tetapi bisa disalurkan lewat kegiatan menulis dan menjadi sebuah
karya tulis.7

d. Tonton, gambar dan ceritakan kembali.

Miji Lestari dalam buku Bikin Kamu Tergila-gila Membaca
mengatakan dalam dunia anak-anak, kemampuan berimajinasi sangatlah penting,
karena dengan kemampuan berimajinasi anak memiliki kesempatan untuk
menciptakan suatu objek tanpa didukung oleh data yang nyata. Dengan imajinasi,

7

http://lomba.kompasiana.com/ib-1000-tulisan/2010/07/29/mari-budayakan-kegiatan-menulissejak-dini/

19

anak bebas memikirkan sesuatu tanpa dibatasi oleh aturan yang baku, yang
mungkin tidak sesuai dengan keinginannya dan cenderung membosankan. 8
Anak-anak yang diberi kesempatan untuk berimajinasi lewat bermain
atau aktivitas lain, akan mendapat peluang yang besar untuk memunculkan
potensi-potensi kreatifnya di kemudian hari. Secara umum, kemampuan imajinasi
ini diperlukan bagi anak untuk dapat menjadi lebih ceria dan bersikap positif
dalam menikmati hidup.

Adriani Purbo dalam artikel Mengasah Imajinasi Anak mengatakan
dengan adanya kemampuan berimajinasi anak akan dapat mengembangkan
berbagai kemampuan positif yang lain. Misalnya ia dapat mengembangkan
kemampuan bereksperimen, sehingga timbul keinginan untuk mencipta dan
membuat program sendiri. Anak-anak yang memiliki kemampuan imajinasi yang
baik akan dapat mengisi waktunya sendiri tanpa banyak bantuan dari orang lain.
Ia tidak mudah bosan, karena selalu ada ide-ide yang memotivasinya untuk
berkreasi. Selain itu dengan kemampuan imajinasi yang baik, anak juga akan
memiliki rasa humor yang membantunya dalam merelease ketegangan-ketegangan
yang dialaminya. Kemampuan lain yang juga dapat dikembangkan adalah
ketrampilan dalam mengenal dan memahami tingkah laku orang lain, ketrampilan
berbahasa dan mengarang cerita.9

8

Miji Lestari, “Bikin Kamu Tergila-gila Membaca ( Yogyakarta: Book Magz, 2003), hal. 8
Adriani Purbo, “Mengasah Imajinasi Anak,” artikel diakses pada 8 Januari 2011dari
http://alvero.multiply.com/reviews/items/8
9

20

2. Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Minat Baca Anak
a. Minat
Kompas dalam artikel Peduli Minat Baca mengatakan minat adalah
suatu kecenderungan yang menyebabkan seseorang berusaha untuk mencari
ataupun mencoba aktivitas-aktifitas didalam bidang tertentu.”10

Henny Handayani dalam artikel Dekatkan Buku Sejak Usia Dini
mengatakan minat membaca adalah bentuk-bentuk perilaku yang terarah guna
melakukan kegiatan sebagai tingkat kesenangan yang kuat dalam melakukan
kegiatan membaca karena menyenangkan dan memberikan nilai. 11

Elizabeth B. Hurlock dalam buku Perkembangan Anak mengatakan
minat adalah sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa
yang ingin dilakukan ketika bebas memilih. Ketika seseorang menilai bahwa
sesuatu akan bermanfaat, maka akan menjadi berminat, kemudian hal tersebut
akan mendatangkan kepuasan. Ketika kepuasan menurun maka minatnya juga
akan menurun sehingga minat tidak bersifat permanen tetapi minat bersifat
sementara atau dapat berubah-ubah.12

10

”Peduli Minat Baca,” Kompas, 26 Agustus 2004
Henny Handayani, Dekatkan Buku Sejak Usia Dini, artikel diakses pada 26 Februari 2011
dari www.pikiranrakyat.com
12
Elizabeth B Hurlock, Perkembangan Anak (Jakarta: Erlangga, 1989), hal. 115
11

21

Kesimpulan dari beberapa definisi diatas adalah minat merupakan suatu
perhatian khusus terhadap suatu hal tertentu yang tercipta dengan penuh kemauan
dan tergantung dari bakat dan lingkungannya. Minat dapat dikatakan sebagai
dorongan kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu dalam
mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi keinginannya.
Aspek – Aspek Minat
Anak tidak dilahirkan lengkap dengan minat. Minat merupakan hasil
dari pengalaman belajar. Untuk mengerti bagaimana minat berkembang, perlu
diketahui berbagai aspek minat.
Selanjutnya Elizabeth B. Hurlock mengatakan semua minat mempunyai
dua aspek, yaitu aspek kognitif dan aspek afektif. Aspek kognitif didasarkan atas
konsep yang dikembangkan anak mengenai bidang yang berkaitan dengan
minatnya. Karena minat anak-anak cenderung egosentris, aspek kognitif minat ini
berkisar disekitar pertanyaan apa saja keuntungan dan kepuasan pribadi yang
dapat diperoleh dari minat tersebut. Aspek afektif atau bobot emosional konsep
yang membangun aspek kognitif minat dinyatakan dalam sikap terhadap kegiatan
yang ditimbulkan minat.
Konsep yang membangun aspek kognitif dan afektif minat didasarkan
atas pengalaman pribadi dan apa yang dipelajari di rumah, di sekolah, dan di
masyarakat, serta dari berbagai media massa. Dari sumber tersebut anak belajar
apa saja yang akan memuaskan kebutuhan mereka dan yang tidak. Misalnya,
anak-anak melihat bahwa rasa ingin tahu mereka tentang apa yang terjadi di

22

dalam tubuh mereka dapat dipuaskan dengan pertanyaan dan dengan membaca.
Selama kegiatan ini memberikan mereka kepuasan, minat mereka akan menetap. 13
b.

Kebiasaan
Jalaluddin Rakhmat dalam buku Metode Penelitian Komunikasi

mengatakan kebiasaan adalah aspek perilaku manusia yang menetap, berlangsung
secara otomatif tidak direncanakan. Kebiasaan mungkin merupakan hasil
pelaziman yang berlangsung pada waktu yang lama atau sebagai reaksi khas yang
diulangi seseorang berkali-kali.14

c.

Membaca
E. Koswara dalam buku Dinamka Informasi Dalam Era Global

mengatakan membaca merupakan suatu proses penafsiran dan pemberian makna
tentang lambing-lambang oleh seorang pembaca dalam usahanya untuk
memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui kata-kata atau bahasa
tulis.15

Joko D. Muktiono dalam buku Aku Cinta Buku mengatakan membaca
adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk
menerima pesan, suatu metode yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan

13

Ibid, hal 116-117
Jalaluddin Rakhmat, Metode Penelitian Komunikasi(Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995),
hal.43
15
E. Koswara, Dinamka Informasi Dalam Era Global (Bandung: RemajaRosdakarya, 1998),
hal. 226
14

23

diri sendiri kadang-kadang orang lain, yaitu mengkomunikasikan makna yang
terkandung atau tersirat pada lambang-lambang tertulis. 16

H. G. Tarigan dalam buku Membaca Dalam Kehidupan mengatakan
membaca merupakansuatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang
merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam pandangan sekilas dan agar makna
kata-kata secara individual akan dalap diketahui, kalau hal ini tidak terpenuhi,
maka pesan yang tersurat tidak akan tertangkap dengan baik. 17

Dari berbagai definisi membaca dapat disimpulkan bahwa membaca
adalah

kegiatan

fisik

dan

mental,

yang

menurut

seseorang

untuk

menginterpretasikan simbol-simbol tulisan dengan aktif sebagai pola komunikasi
dengan diri sendiri agar membaca dapat menemukan makna tulisan dan
memperoleh informasi untuk mengembangkan intelektualitas dan pembelajaran
sepanjang hayat.
1. Tujuan Membaca
Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh
informasi, mencakup isi dan memahami makna bacaan. Makna atau arti erat sekali
berhubungan dengan tujuan seseorang dalam membaca.

16

Joko D Muktiono, Aku Cinta Buku: Menumbukan Minat Baca pada Anak (Jakarta: Elex
Media Komputindo, 2003) , hal.16
17
H. G. Tarigan, Membaca Dalam Kehidupan (Bandung: Angkasa, 1989), hal. 7

24

Nurhadi dalam buku Meningkatkan Kemampuan Membaca membagi
beberapa tujuan membaca, yaitu :
Secara umum, tujuan membaca adalah :
1. Mendapatkan informasi
2. Memperoleh pemahaman
3. memperoleh kesenangan.

Secara khusus, tujuan membaca adalah :
1. Memperoleh informasi faktual
2. Memperoleh keterangan tentang sesuatu yang khusus dan problematis
3. Memberikan penilaian kritis terhadap karya tulis seseorang
4. Memperoleh kenikmatan emosi
5. Mengisi waktu luang. 18
Masing-masing tujuan mempunyai pola baca yang berbeda. Membaca
novel atau komik yang bertujuan untuk hiburan, akan berbeda dengan membaca
buku ilmiah yang bertujuan untuk memahami lebih dalam. Dengan mengetahui
tujuan membaca, seseorang dapat mengarahkan diri dalam membaca, sehingga
waktu, pikiran serta tenaga yang terbatas dapat dimanfaatkan secara efektif dan
efisien.

18

Nurhadi, Meningkatkan Kemampuan Membaca (Bandung: CV Sinar Baru,1989), hal. 13

25

2. Manfaat Membaca
Menurut Joko D Muktiono dalam buku Aku Cinta Buku mengatakan
bahwa manfaat membaca adalah :
1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan
2. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan.
3. Kebiasaan membaca membuat orang semangat bekerja dan jauh dari
kemalasan
4. Dengan sering membaca, orang bisa mengembangkan keluwesan dan
kefasihan dalam bertutur kata
5. Membaca membantu mengembangkan pemikiran
6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori
dan pemahaman
7. Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain.”19

Menurut Sani B Hermawan dalam artikel Merangsang Minat Baca anak
Pra sekolah mengatakan manfaat membaca adalah :
1. Meningkatkan daya tangkap, kreativitas dan logika berpikir
2. Meningkatkan wawasan pengetahuan
3. Menanamkan nilai positif, seperti empati, solidaritas, toleransi, dan tolong
menolong.20

19

Joko D Muktiono, 2003. Aku Cinta Buku: Menumbukan Minat Baca pada Anak, (Jakarta:
Elex Media Komputindo, 2003), hal. 19
20
SaniHermawan, Merangsang Minat Baca Anak Prasekolah, artikel diakses pada 26 Februari 2011
dari http://female.kompas.com/read/2011/01/31/12415545/merangsang.minat.baca.anak.prasekolah

26

Dari dua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa manfaat membaca
adalah :
1. Menambah informasi yang dimiliki.
2. Memperluas wawasan pengetahuan dan keterampilan serta membentuk
nilai kepribadian.
3. Dapat

meningkatkan

pengembangan

diri

serta

kemampuan

intelektualnya.
Melalui budaya gemar membaca, seseorang akan merasa memperoleh
sesuatu dari buku yang dibacanya hal ini akan mendorong seseorang untuk
membaca lebih banyak lagi, karena ia merasa bertambah ilmu dan pengetahuan
serta dapat menikmatinya.

27

BAB III
TINJAUAN UMUM RUMAH CAHAYA
A. Sejarah Forum Lingkar Pena (FLP)
Bermula dari sebuah acara temu kangen alumnus Fasultas Sastra
Universitas Indonesia pada tahun 1997. Forum Lingkar Pena (FLP) adalah wujud
dari asa yang terangkai dari obrolan di pelataran masjid kampus UI. Kala itu
bukannya tidak ada organisasi penulis di tanah air. Kalau dihitung jumlahnya
mungkin seperti limpahan air yang membajiri sungai-sungai di Jakarta pada
musim hujan. FLP yang resmi berdiri pada 22 Februari 1997 memilih bentuk
organisasi kader bagi penulis-penulis muda. Secara aklamasi memilih Helvy
Tiana Rosa, penulis yang sangat berbakat, sebagai ketua umum. Dengan
mengambil lambang pena yang melingkari bumi FLP memiliki semboyan :
berbakti, berkarya dan berarti.
Sesuai dengan bentuknya FLP banyak menyelenggarakan pelatihan
penulisan untuk penulis-penulis muda FLP seperti menyiram kompos pada benihbenih kepenulisan yang tertanam pada diri anggotanya. Dalam perkembangannya
organisasi kaderisasi penulis muda ini cukup membanggakan. Saat berdiri anggota
FLP tidak lebih dari 50 orang. Itupun dari teman-teman dekat Helvy Tiana Rosa
yang terpilih sebagai ketua umum dan salah satu penggagas forum ini.
Anggota FLP kini yang mencapai lebih dari 5000 orang tampaknya
mendapat lahan dalam menuangkan ekspresi mereka. kerja sama yang digalang

28

April 2000 bersama Ummi Group (penerbit majalah Ummi, Annida, Saksi)
membuahkan hasil positif. Majalah Annida bahkan menyediakan ruang khusus
seputar FLP dan membuka pendaftaran. Kerjasama dijalin pula dengan penerbit
Mizan, Asy Syamil, Era, Intermedia, Gunung Agung, FBA Press, Lingkar Pena
Publishing House, DAR!, Beranda Hikmah, Gramedia, Zikrul Hakim, Majalah
Muslimah, Wisata Hati.

B. Sejarah Rumah Cahaya
Salah satu sumber ilmu adalah buku. Darinya diperoleh berbagai
pengetahuan. Jadi tidaklah salah jika buku dapat dijadikan sebagai jendela dunia.
Dan satu-satunya cara mengetahui isi buku hanya dengan membacanya. Akan
tetapi ternyata, menjadikan kegiatan ini sebagai kebutuhan hanyalah dimiliki oleh
beberapa orang saja. Bukan dikarenakan tidak adanya minat. Melainkan,
seringkali infrastruktur yang kurang lengkap menyebabkan aktifitas tersebut
terhambat. Salah satunya adalah penyediaan sarana perpustakaan atau taman
bacaan yang akan menstimulus kebiasaan membaca.
Selama ini banyak taman bacaaan didirikan. Namun taman bacaan itu
hanya dijadikan tempat membaca. belum ada taman bacaan yang sekaligus
menjadi tempat membaca dan menulis. Yang juga diharapkan menjadi ruang
pendidikan serta kreatifitas. Karena itulah Forum Lingkar Pena (FLP)
menawarkan konsep baru berupa Rumah Baca dan Hasilkan Karya (Rumah

29

Cahaya). Rumah Cahaya adalah badan otonom FLP yang mewadahi kegiatan
sosial kemasyarakatan di seluruh Indonesia dan manca negara.
Rumah Cahaya merupakan salah satu program FLP yang bekerja sama
dengan lembaga atau organisasi lain. Program ini merupakan wujud dari visi FLP
yaitu Membangun Indonesia Cinta Membaca dan Menulis. Rumah Cahaya
adalah kegiatan sosial nonprofit. Anak-anak, remaja dan dewasa bisa datang ke
Rumah Cahaya untuk membaca secara gratis.
Lebih dari itu, Rumah Cahaya

direncanakan bukan hanya sebagai

rumah baca semata, melainkan sebagai rumah yang mampu membidani lahirnya
para penulis baru yang yang berasal dari pembaca di pondok tersebut. Rumah
Cahaya juga men-support kalangan dhuafa yang berminat dalam bidang tulismenulis, sehingga diharapkan kualitas kehidupan mereka kelak bisa lebih baik.
Saat ini terdapat Rumah Cahaya di beberapa wilayah di Indonesia. Di
Jakarta dan sekitarnya ada tiga Rumah Cahaya, yaitu di Penjaringan Jakarta Utara
yang merupakan kerjasama FLP dan FOJIS (Forum Pengajian Subuh), di Depok
Timur yang merupakan kerjasama FLP dan Dompet Dhuafa Republika, dan
Rumah Cahaya

di Kelurahan Jati Padang, Tanjung Barat. Latar belakang

didirikannya Rumah Cahaya adalah sebagai bentuk kampanye gemar membaca,
mengingat FLP merupakan komunitas menulis yang pastinya tidak bisa terlepas
dari kegiatan membaca.

30

C. Rumah Cahaya Depok
1. Sejarah Rumah Cahaya Depok
Rumah Cahaya Depok diresmikan pada tanggal 22 Februari 2004 yang
bertepatan dengan ulang tahun FLP yang ke-7. Rumah Cahaya Depok merupakan
kerjasama antara FLP dan Dompet Dhuafa Republika, serta merupakan Rumah
Cahaya pertama yang didirikan.
Rumah Cahaya Depok terletak di Jalan Keadilan Raya No. 13 Blok
XVI Depok Timur. Bangunan berupa rumah dua lantai tersebut diwakafkan oleh
Dompet Dhuafa Republika. Awalnya, rumah tersebut adalah tempat menginap
untuk mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Dompet Dhuafa Republika,
karena sudah tidak digunakan lagi, maka Helvy Tiana Rosa mengusulkan kepada
Dompet

Dhuafa

Republika

untuk

menjadikan

rumah tersebut

sebagai

perpustakaan.
Saat ini, lantai dasar rumah tersebut dijadikan sebagai ruangan
perpustakaan, sedangkan lantai dua disewakan ke penerbit Lingkar Pena
Publishing House. Rumah Cahaya Depok juga dijadikan sebagai kesekretariatan
Rumah Cahaya Pusat dan sekaligus FLP Pusat. Luas seluruh ruangan di Rumah
cahaya kurang lebih 120 m2.

31

2. Koleksi
a. Pengadaan Koleksi
Koleksi merupakan salah satu pilar utama sebuah perpustakaan atau
taman bacaan. Koleksi merupakan daya tarik dan perhatian bagi pengunjung,
artinya koleksi yang makin lengkap dan dengan terbitan yang relatif baru, akan
dapat memberikan kesempatan yang makin besar kepada pengunjung untuk
memilih dan memperoleh informasi terkini.
Dari semenjak berdiri hingga saat ini, koleksi yang tersedia di Rumah
Cahaya Depok merupakan hasil dari hadiah/sumbangan. Sumbangan koleksi
diperoleh dari anggota FLP dan juga dari lembaga-lembaga swasta. Untuk
sementara koleksi yang berasal dari pembelian belum ada, karena belum ada
alokasi dana untuk itu. Karena berasal dari hadiah, maka kegiatan pengadaan
koleksi tidak memiliki waktu khusus atau tidak dijadwal, tetapi dilakukan secara
spontanitas saja.
Rumah

Cahaya

juga

memperoleh

penggalangan buku pada saat Bookfair.

koleksi

melalui

kegiatan

Dari kegiatan penggalangan