PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KESIAPAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA SWADHIPA BUMISARI NATAR TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KESIAPAN BELAJAR
TERHADAP PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA
KELAS XI SMA SWADHIPA BUMISARI NATAR
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

(Skripsi)

Oleh
Afrizal Putra Bujuri

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2015

ABSTRAK
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KESIAPAN BELAJAR
TERHADAP PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA
KELAS XI SMA SWADHIPA BUMISARI NATAR
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh
Afrizal Putra Bujuri

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh motivasi belajar
terhadap prestasi belajar geografi siswa, (2) Pengaruh kesiapan belajar terhadap
prestasi belajar geografi siswa, (3) Pengaruh motivasi belajar dan kesiapan belajar
terhadap prestasi belajar geografi siswa di SMA Swadhipa Bumisari Natar tahun
pelajaran 2014/2015.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data
penelitian dengan teknik dokumentasi dan penyebaran angket. Objek dalam
penelitian ini adalah sampel yang diambil dari populasi kelas XI yaitu siswa kelas
XI IPS SMA Swahipa Bumisari Natar Tahun Pelajaran 2014/2015 pada mata
pelajaran Geografi. Analisis data data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
korelasi regresi linier ganda dan regresi linier ganda.
Berdasarkan analisis data yang dilakukan, hasil penelitian ini dapat disimpulkan
bahwa: (1) ada pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar
geografi siswa kelas XI SMA Swadhipa Bumisari Natar tahun pelajaran
2014/2015 dengan kontribusi pengaruh sebesar 36,5 %, (2) ada pengaruh yang
signifikan kesiapan belajar terhadap prestasi belajar geografi siswa kelas XI SMA
Swadhipa Bumisari Natar tahun pelajaran 2014/2015 dengan kontribusi pengaruh
sebesar 33,2 %, (3) ada pengaruh yang signifikan motivasi belajar dan kesiapan
belajar terhadap prestasi belajar geografi siswa kelas XI SMA Swadhipa Bumisari
Natar tahun pelajaran 2014/2015, dengan kontribusi pengaruh sebesar 71,8%.

Kata Kunci: Kesiapan Belajar, Motivasi belajar, dan Prestasi Belajar Geografi.

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KESIAPAN BELAJAR
TERHADAP PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA
KELAS XI SMA SWADHIPA BUMISARI NATAR
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh
AFRIZAL PUTRA BUJURI

Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar
SARJANA PENDIDIKAN
Pada
Program Studi Pendidikan Geografi
Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2015

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Wonosobo, Kabupaten Tanggamus pada tanggal 07
September 1989. Penulis merupakan anak pertama dari empat bersaudara dari
pasangan Bapak Buhman dan Ibu Maryati.

Jenjang pendidikan yang pernah ditempuh penulis yaitu: Pendidikan Taman
Kanak-kanak (TK) diselesaikan di TK Aisyah Bustanul Athfal Wonosobo pada
tahun 1995, Sekolah Dasar (SD) di SDN 1 Soponyono diselesaikan pada tahun
2001, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMPN 1 Kota Agung pada tahun
2004, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMAN 1 Kota Agung pada tahun
2007.

Selanjutnya pada tahun 2007 penulis terdaftar sebagai mahasiswa di Program
Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung melalui jalur non Seleksi
Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Pada kegiatan akademik, penulis
mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) terpadu di Jawa Timur, DI Yogyakarta,
dan Bali pada tanggal 11-18 juni 2010. Kemudian pada tanggal 31 januari sampai
4 april 2011 penulis melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA
Budaya Bandar Lampung.

MOTO

Dan DIA telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui.
Dan karunia Allah itu sangat besar.
(QS. An-Nisâ: 113)

Jika Persoalan telah sangat sulit, tunggulah jalan keluarnya
Sebab ia akan segera menemukan jalan keluarnya.
(DR. Aidh Al-Qarni)

Kesempatan itu bukan cuma sekali
Kesempatan itu datang berkali-kali
Tetapi manusia melakukan kesalahan Berkali-kali
(Hitam Putih)

Jangan kau angkat Langit di Bahu besarmu,
Karena meski engkau kerahkan seluruh kemampuanmu, Engkau takkan
pernah

mampu,

Cukup

Tunjuk

satu

bintang

dan

berusahalah

menggapainya meski harus bermandi peluh dan air mata.
(Penulis)

Bosan adalah sebuah kelalaian Dan kelalaian akan menghanyutkanmu di
muara kehancuran.
(Penulis)

PERSEMBAHAN

✁✂✄✁☎☎✆✝✁✞✞✆✝✄✆✟✁✞✞✠✝✁✄
✡☎✝✆✄☛☞☎✁☎☎✆✝✁✞✠✌✌✁☎✆☎✆✄✁✟✍ ✎☞ ☞✏✆✑✎✆✟✎✆✟ ✞✆✂✆ ✂✒☞✎☞✞ ✒✆✟✓ ✔✆✎
✔✕✞✝✁✟✓✓✆ ✎✕✑✆☛✆ ✡☎☎✆✝ ✖WT yang telah melimpahkan karunia dan
rahmat-Nya dan sholawat serta salam kepada Baginda Rosululloh Nabi
Muhammad SAW, kupersembahkan karya sederhana ini kepada:
Teristimewa untuk Bak dan Makku tersayang yang selalu berdo a
disetiap sujud, menyandarkan harapan disetiap tetes keringat demi
keberhasilan anak-anakmu. Terima kasih yang tiada tara, sujud baktiku
atas segala kasih sayang dan pengorbananmu. Semoga engkau senantiasa
dalam lindungan, kasih sayang dan ridho Allah SWT.
Adik-adikku tersayang, Dian andesta Bujuri, Tri Angga Bujuri dan gadis
kecil Dina Putri Bujuri yang selalu menjadi motivasiku, keberhasilan ini
tidak akan tercapai tanpa kalian.
Seluruh keluarga besarku yang telah memberikan banyak doa dan
dukungan untuk keberhasilanku.
Seseorang yang kelak menjadi pendamping hidupku.
Sahabat-sahabat seperjuangan yang telah menggoreskan tinta di
lembaran kisah kehidupanku.
Para pendidik atas keikhlasan dan kesabarannya dalam mendidikku.
Almamater tercinta Universitas Lampung.

SANWACANA

Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahirrabbil’aalamin, Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang
berjudul “Pengaruh Motivasi Belajar dan Kesiapan Belajar Terhadap Prestasi
Belajar Geografi Siswa Kelas XI SMA Swadhipa Bumisari Natar Tahun Pelajaran
2014/2015.

Skripsi ini disusun dalam rangka melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh
gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Lampung.

Penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan Berkat bimbingan, arahan, pemikiran,
saran, nasihat dan kesabaran dari Bapak Dr. Hi. Pargito, M.Pd. selaku
pembimbing utama, Bapak Drs. Hi. Sudarmi, M.Si. Selaku pembimbing
pembantu dan Bapak Drs. Zulkarnain, M.Si. Selaku Penguji yang telah banyak
memberikan

bimbingan,

petunjuk

dan

saran

untuk

perbaikan

demi

terselesaikannya skripsi ini. Tiada yang dapat penulis berikan selain do’a yang
tulus dan ikhlas, semoga ilmu yang diberikan selama proses bimbingan menjadi
ilmu yang bermanfaat dan menjadi amal ibadah disisi Allah swt.

Penulisan dan penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, dorongan,
semangat, bimbingan dan do’a dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis
mengucapkan terima kasih kepada:
1.

Bapak Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung yang telah memberikan izin bagi
penulis untuk mengadakan penelitian.

2.

Bapak Dr. Abdurrahman, M.Si. selaku Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Lampung yang mengurusi bidang akademik di
fakultas.

3.

Bapak Drs. Hi. Buchori Asyik, M.Si. selaku Wakil Dekan II Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung yang mengurusi bidang
sarana dan prasarana di fakultas.

4.

Bapak Dr. Hi. Muhammad Fuad, M.Hum. selaku Wakil Dekan III Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung yang mengurusi bidang
kemahasiswaan di fakultas.

5.

Bapak Drs. Zulkarnain, M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Lampung atas bimbingan dan arahannya dalam kegiatan akademik di
program studi pendidikan geografi.

6.

Bapak Drs. I Gede Sugiyanta, M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan
Geografi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung yang telah memberikan
kemudahan dan kelancaran kepada penulis selama perkuliahan.

7.

Bapak dan Ibu Dosen di Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Lampung yang telah membekali penulis dengan ilmu yang
bermanfaat.

8.

Kepala Sekolah SMA Swadhipa Bumisari Natar Lampung Selatan, Ibu Dra.
Hj. Nurpuri S. yang telah memberikan izin untuk melaksanakan penelitian.

9.

Ibu Frida Magdalena, S.Pd. selaku guru mata pelajaran geografi kelas XI di
SMA Swadhipa Bumisari Natar yang telah membantu dalam penyelesaian
pelaksanaan penelitian.

10. Teristimewa untuk Bak dan Makku tersayang. Terimakasih atas kasih sayang
yang tidak ternilai mengiringi setiap perjalanan hidupku. Adik-adikku tercinta
Dian Andesta Bujuri, Tri Angga Bujuri dan Dina Putri Bujuri yang selalu
membawa senyuman dan motivasi dalam hidupku. Serta Keluarga besarku
yang telah memberi dorongan dan dukungannya untuk keberhasilanku.
11. Sahabat-sahabat terbaikku, Rio Ristayudi, S.Pd., Rio Randi, Fitra Jaya
Agung, Panca Satria, Fegi Irvan Adithia, S.T, Acil, Usi, malis, Irfan Prima
Aldi, S.Pd. serta seluruh sahabatku yang tidak dapat disebutkan satu persatu,
terima kasih atas persahabatan, kebersamaan, nasihat, dan kebersamaannya
selama ini.
12. Kepada keluarga besar Asrama Antika, Juanda Ali, Deki Saputra, S.Pd, Ade
Cafesa, Roma Aprizon, S.Pd. Sanjaya, Mustakim, terimakasih atas
kebersamaan dan bantuannya selama ini.

13. Sahabat-sahabat seperjuanganku geografi angkatan 2007, terimakasih telah
memberi

warna

sebagian

episode

hidupku,

atas

dukungan

dan

kebersamaannya selama ini, terimakasih atas kisahnya sahabatku.
14. Kakak-kakak tingkat Pendidikan Geografi yang tidak dapat disebutkan satu
persatu terimakasih atas motivasi dan bantuannya.
15. Adik-adik tingkat Pendidikan Geografi, Andi, gita, ipul, nuri, jefri, angga,
mulyasari dan semuanya yang tidak dapat disebutkan satu persatu terimakasih
atas motivasi dan bantuannya.
16. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesikan skripsi ini.

Semoga segala ketulusan bantuan dan bimbingan yang telah diberikan mendapat
ridho dari Allah swt. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari
kesempurnaan. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita
semua. Aamiin.

Bandarlampung,
Penulis

April 2015

Afrizal Putra Bujuri

DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR TABEL ...................................................................................
DAFTAR GAMBAR ...............................................................................
I.

xii
xiii

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..............................................................................

1

B. Identifikasi Masalah ......................................................................

10

C. Batasan Masalah ............................................................................

11

D. Rumusan Masalah .........................................................................

11

E. Tujuan Penelitian ...........................................................................

11

F. Kegunaan Penelitian .....................................................................

12

G. Ruang Lingkup Penelitian ..............................................................

12

II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS
A. Tinjauan Pustaka ........................................................................

14

1. Belajar ......................................................................................

14

2. Pembelajaran Geografi .............................................................

17

3. Motivasi Belajar .......................................................................

21

3.1 Pengertian Motivasi ............................................................

21

3.2 Pengertian Motivasi Belajar ...............................................

23

3.3 Prinsip-prinsip Motivasi .....................................................

26

3.4 Fungsi Motivasi Dalam Belajar ..........................................

26

3.5 Macam-Macam Motivasi ....................................................

27

3.6 Ciri-ciri Motivasi Belajar....................................................

28

4. Kesiapan Belajar ....................................................................

29

4.1 Pengertian Kesiapan ...........................................................

29

4.2 Prinsip-prinsip Kesiapan.....................................................

30

4.3 Faktor-faktor Kesiapan .......................................................

31

5. Prestasi Belajar .........................................................................

34

6. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar .............

38

7. Pengaruh Kesiapan Belajar Terhadap Prestasi Belajar ............

39

8. Pengaruh Motivasi Belajar Dan Kesiapan Belajar Sisw
Terhadap Prestasi Belajar .........................................................

39

B. Hasil Penelitian Yang Relevan ...................................................

41

C. Kerangka Pikir ............................................................................

42

D. Hipotesis .......................................................................................

43

III. METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian ........................................................................

44

B. Populasi dan Sampel Penelitian .................................................

44

1. Populasi ....................................................................................

44

2. Sampel ......................................................................................

45

C. Variabel Penelitian ......................................................................

46

a. Variabel Bebas .........................................................................

46

b. Variabel Terikat .......................................................................

46

D. Definisi Operasional Variabel ....................................................

47

E. Teknik Pengumpulan Data ..........................................................

52

1. Teknik Dokumentasi ................................................................

53

2. Angket ......................................................................................

53

F. Uji Persyaratan Instrumen .........................................................

54

1. Uji Validitas ..............................................................................

54

2. Uji Reliabilitas ..........................................................................

56

G. Teknik Analisis Data...................................................................

58

1. Uji Prasyarat Analisis Statistik Parametrik ...............................

58

2. Uji Asumsi Klasik Analisis Regresi..........................................

59

H. Pengujian Hipotesis ....................................................................

60

1. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Sendiri-Sendiri) ...............

60

2. Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Serentak/
Bersama-sama) .........................................................................

63

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Tinjauan Umum SMA Swadhipa Bumisari Natar ...................

66

1. Lokasi Geografis Daerah Penelitian .........................................

66

2. Sejarah Berdirinya SMA Swadhipa Bumisari Natar .................

69

3. Visi, Misi dan Tujuan SMA Swadhipa Bumisari Natar
Lampung Selatan .......................................................................

71

4. Keadaan Gedung SMA Swadhipa Bumisari Natar
Lampung Selatan .......................................................................

75

5. Keadaan Guru SMA Swadhipa Bumisari Natar
Lampung Selatan .......................................................................

73

6. Keadaan Siswa SMA Swadhipa Bumisari Natar
Lampung Selatan .......................................................................

76

B. Deskripsi Data..............................................................................

77

1. Pengumpulan Data ...................................................................

77

2. Motivasi Belajar (X1) ..............................................................

78

3. Kesiapan Belajar (X2) ..............................................................

79

4. Prestasi Belajar Geografi (Y) ...................................................

79

C. Pengujian Prasyarat Analisis Data .............................................

81

1. Uji Persyaratan Analisis Parametrik ........................................

81

2. Uji Asumsi Klasik Analisis Regresi .........................................

82

D. Pengujian Hipotesis .....................................................................

83

1. Pengujian Hipotesis Secara Sendiri Sendiri (Parsial) ..............

83

a. Pengujian Hipotesis Pertama ...............................................

83

b. Pengujian Hipotesis Kedua .................................................

84

2. Pengujian Hipotesis Secara Simultan
(Serentak Bersama-sama).........................................................

86

E. Pembahasan .................................................................................

87

1. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa ..

88

2. Pengaruh Kesiapan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa .

96

3. Pengaruh Motivasi Belajar Dan Kesiapan Belajar Siswa
Terhadap Prestasi Belajar .........................................................

100

V. SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan ......................................................................................

106

B. Saran .............................................................................................

107

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................

108

LAMPIRAN ............................................................................................

111

DAFTAR TABEL
Tabel

Halaman

1. Nilai Ujian Semester Ganjil Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas XI
SMA Swadhipa Bumisari Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun
Pelajaran 2014/2015 ...............................................................................

9

2. Jumlah Populasi Siswa Kelas XI SMA Swadhipa Bumisari Natar
Tahun Pelajaran 2014/2015....................................................................

45

3. Variabel, Definisi Variabel, Indikator dan Skala ...................................

50

4. Rentang Koefisien Reliabilitas ...............................................................

56

5. Daftar Jumlah Ruang di SMA Swadhipa Bumisari Natar Lampung
Selatan Tahun Pelajaran 2014/2015 .......................................................

72

6. Daftar Nama Guru SMA Swadhipa Bumisari Natar Menurut Jenjang
Pendidikan dan Bidang Studi yang Diajarkan Tahun Pelajaran
2014/2015...............................................................................................

75

7. Keadaan Siswa SMA Swadhipa Bumisari Natar Berdasarkan Kelas
dan Jenis Kelamin Tahun Pelajaran 2014/2015 .....................................

77

8. Nilai Ujian Semester Ganjil Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas XI
SMA Swadhipa Bumisari Natar Tahun Pelajaran 2014/2015................

80

9. Hasil Uji Normalitas Variabel Motivasi Belajar (X ), Kesiapan
Belajar ( ) dan Prestasi Belajar (Y) .....................................................

81

10. Hasil Uji Linieritas Variabel Motivasi Belajar (X ) dengan Prestasi
Belajar (Y) dan Kesiapan Belajar ( ) dengan Prestasi Belajar (Y) ....

82

DAFTAR GAMBAR
Gambar

Halaman

1. Paradigma Pengaruh Motivasi Belajar Siswa (X1) dan Kesiapan
Belajar Siswa (X2) Terhadap Prestasi Belajar Geografi Siswa (Y) .......

43

2. Peta Lokasi SMA Swadhipa Bumisari Desa Bumisari, Kecamatan
Natar Kabupaten Lampung Selatan........................................................

68

3. Denah Ruang SMA Swadhipa Bumisari Natar ......................................

74

1

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusia pada propinsi-propinsi di Indonesia termasuk propinsi
Lampung. Pada era globalisasi persaingan antar bangsa tidak lagi mengandalkan
kekuatan fisik melainkan otaklah yang menjadi senjata mereka dalam menguasai
dunia, dari kemampuan otak, manusia dapat berfikir dan timbul kreativitas serta
inovasi sehingga terciptalah ilmu pengetahuan dan teknologi. kehidupan sosial,
ekonomi, politik, kebudayaan, pertahanan dan keamanan dapat dikuasai dengan
adanya ilmu pengetahuan dan teknologi. Negara yang tidak siap untuk
menghadapi arus globalisasi akan menjadi bangsa terbelakang, terpuruk dan
terperangkap dalam lingkaran kemiskinan, ketidakadilan serta ketidakpastian
dalam menghadapi masa depan.

fenomena ini mengakibatkan munculnya persaingan dalam berbagai bidang
kehidupan diantaranya bidang pendidikan. Starategi yang dibutuhkan untuk
menghadapi fenomena ini dibutuhkan sumberdaya manusia yang berkualitas,
salah satu cara yang ditempuh adalah melalui peningkatan mutu pendidikan.

Pendidikan merupakan usaha sadar dalam rangka meningkatkan kecerdasan
bangsa, hal ini seperti yang dituangkan dalam Undang-undang Republik Indonesia

2

No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 4:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.

Pendidikan adalah proses panjang dan berkelanjutan untuk mentransformasikan
peserta didik menjadi manusia yang sesuai dengan tujuan penciptaannya yaitu
bermanfaat bagi dirinya, bagi sesama, bagi alam semesta beserta segenap isi dan
peradabannya.

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai kewajiban mendidik
anak-anak agar menjadi penerus generasi bangsa dan mewujudkan pendidikan
nasional. Siswa wajib mengikuti kegiatan belajar dan pembelajaran dalam
pelaksanaan pendidikan. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Slameto (2003: 1)
dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan
kegiatan yang paling pokok, dengan demikian keberhasilan pencapaian tujuan
pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses pembelajaran yang
dialami oleh siswa sebagai anak didik.

Untuk mewujudkan tujuan pendidikan diperlukan adanya kurikulum dalam proses
pembelajaran di sekolah. Kurikulum adalah konten dan proses formal maupun non
formal dimana siswa memperoleh pengetahuan dan pemahaman, perkembangan
skil, perubahan tingkah laku, apresiasi dan nilai-nilai di bawah bantuan sekolah
(Ronald C. Doll dalam Oliva, 1991: 7).

3

Saat ini kurikulum yang digunakan di Indonesia adalah kurikulum 2013. Menurut
dyki (2013) kurikulum 2013 adalah kurikulum yang melakukan penyederhanaan
dan tematik-integratif, menambah jam pelajaran dan bertujuan untuk mendorong
peserta didik atau siswa untuk mampu melakukan observasi, bertanya, bernalar
dan mengkomunikasikan (mempresentasikan) apa yang diperoleh siswa setelah
menerima materi pembelajaran dan diharapkan siswa kita memiliki kompetensi
sikap, keterampilan dan pengetahuan jauh lebih baik. Hal ini dapat membuat
siswa akan lebih kreatif, inovatif dan lebih produktif, sehingga siswa bisa sukses
dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki
masa depan yang lebih baik.

Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya, setiap
kurikulum

pasti

memiliki

kelebihan

dan

kekurangan

masing-masing.

Penyempurnaan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperbaiki
kualitas pendidikan di Indonesia demi menciptakan peserta didik yang beriman,
bertakwa, berakhlak mulia dan sesuai dengan pancasila demi memenuhi
perkembagan zaman.

Menurut Molle (2013) ada beberapa aspek yang terkandung dalam kurikulum 2013

yang terbagi menjadi tiga aspek diantaranya:
1. Pengetahuan
Untuk aspek pengetahuan pada kurikulum 2013 masih serupa dengan aspek di
kurikulum yang sebelumnya, yakni masih pada penekanan pada tingkat
pemahaman siswa dalam hal pelajaran. Nilai dari aspek pengetahuan bisa
diperoleh juga dari ulangan harian, ujian mid semester, ujian akhir semester
dan ujian kenaikan kelas. Pada kurikulum 2013 , pengetahuan bukanlah aspek
utama seperti pada kurikulum-kurikulum yang dilaksanakan sebelumnya.

4

2. Keterampilan
Keterampilan merupakan aspek baru yang dimasukkan dalam kurikulum di
Indonesia. Keterampilan merupakan upaya penekanan pada bidang skil atau
kemampuan, misalnya kemampuan untuk mengemukakan opini atau pendapat,
berdiksusi, bermusyawarah, membuat berkas laporan, serta melakukan
presentasi. Aspek keterampilan sendiri merupakan salah satu aspek yang
cukup penting karena jika hanya dengan pengetahuan, maka siswa tidak akan
dapat menyalurkan pengetahuan yang dimiliki sehingga hanya menjadi teori
semata.
3. Sikap
Aspek sikap merupakan aspek tersulit dalam penilaian. Sikap meliputi
perangai sopan santun, adab dalam belajar, sosial, absensi dan agama.
Kesulitan penilaian dalam aspek ini banyak disebabkan karena guru tidak
setiap saat mampu mengawasi siswa-siswinya. Sehingga penilaian yang
dilakukan tidak begitu efektif.

Sementara untuk buku Laporan Belajar (RAPOR) pada kurikulum 2013 ditulis
berdasarkan pada interval serta dihapuskannya sistem ranking yang sebelumnya
ada pada kurikulum. Hal ini dilakukan untuk meredam persaingan antar peserta
didik. Upaya penilaian pada rapor di kurikulum 2013 tersebut dibagi ke dalam
tiga kolom yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap.

Pendidikan menengah di Indonesia secara umum digolongkan menjadi lima
kelompok yaitu: Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Sekolah
Menengah Keagamaan, Sekolah Menengah Kedinasan dan Sekolah Menengah
Luar Biasa.

SMA Swadhipa Bumisari Natar merupakan salah satu sekolah swasta yang ikut
menyelenggarakan pendidikan dengan jumlah siswa 243 siswa yang terdiri dari
kelas X sebanyak 77 siswa yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas X 1
sebanyak 40 siswa dan kelas X 2 sebanyak 37 siswa. Kelas XI sebanyak 69 siswa,

5

yang terbagi menjadi dua yaitu 34 siswa kelas XI IPA dan 35 siswa kelas XI IPS.
Sementara untuk siswa kelas XII berjumlah 96 siswa yang terbagi menjadi tiga
kelas yaitu: kelas XII IPA sebanyak 33 siswa, kelas XII IPS 1 sebanyak 31 siswa
dan sebanyak 32 siswa kelas XII IPS 2. Seluruh siswa yang sekolah di SMA
Swadhipa Bumisari merupakan tanggung jawab semua pihak sekolah untuk
mencerdaskan dan menciptakan peserta didik yang lebih kreatif dan terampil.

Pelajaran Geografi merupakan mata pelajaran yang masuk dalam kelompok
peminatan ilmi-ilmu sosial. Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan
dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan
kewilayahan dalam konteks keruangan (Sumaatmadja, 2001: 11). Tingkat
penguasaan pembelajaran dan tingkat keterampilan yang telah dimiliki siswa
dalam pelajaran geografi biasanya diukur dari tingkat pencapaian prestasi
belajarnya.

Dalam proses pembelajaran yang berlangsung tidak semua materi pelajaran dapat
tercapai oleh siswa. Hal ini dapat dilihat dari prestasi belajar yang diraih oleh
siswa. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa yang dinyatakan
dalam bentuk angka pada suatu mata pelajaran. Tidak semua siswa mendapat
prestasi yang sama dalam setiap pelajaran, ada siswa yang telah tuntas KKM dan
tidak tuntas KKM, tergantung dari kemampuan belajar siswa dalam mengikuti
proses pembelajaran itu sendiri.

Penetapan KKM merupakan salah satu komponen administrasi yang harus dibuat
oleh seorang guru. KKM merupakan pegangan minimal dalam menentukan
apakah seorang siswa sudah dapat dikatakan tuntas atau tidak dalam belajar baik

6

dari segi Indikator, Kompetensi Dasar (KD) maupun Standar Kompetensi (SK)
yang harus diketahui. KKM yang ditetapkan SMA Swadhipa Bumisari Natar
untuk mata pelajaran geografi adalah 80.

Penetapan KKM ini ditetapkan awal tahun pelajaran oleh MGMP (Musayawarah
Guru Mata Pelajaran) yang diketahui dan disetujui Kepala Sekolah. Penetapan
KKM di SMA Swadhipa dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa kriteria
penetapan KKM yaitu:
1. Kompleksitas SK, KD dan Indikator (tingkat kesulitan dan kerumitan materi
yang akan dipelajari)
2. Daya dukung (sarana dan prasarana yang ada, kemampuan guru, lingkungan
dan biaya yang sesuai dengan materi yang akan dipelajari)
3. Intake siswa (tingkat kemampuan rata-rata siswa)
Penentuan nilai tingkat kemampuan siswa dilihat dari hasil raport kelas
terakhir dari tahun sebelumnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar diantaranya adalah faktor
motivasi belajar. Motivasi belajar merupakan kekuatan atau dorongan seseorang
dalam mencapai sebuah tujuan. Siswa yang memiliki keinginan yang kuat dalam
mempelajari dan memahami sesuatu akan terdorong untuk belajar dengan
sungguh-sungguh baik di rumah maupun di sekolah. Hal ini sesuai dengan
pendapat Hamzah B. uno (2007: 28) seorang anak yang telah termotivasi untuk
belajar sesuatu akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun, dengan
harapan akan memperoleh hasil yang baik.

7

Faktor motivasi memegang peranan penting dalam proses pembelajaran karena
motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak diri siswa dalam
memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang ingin dikehendaki
dapat tercapai.

Dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, guru telah memberikan semangat
kepada siswa dengan terlebih dahulu menjelaskan kompetensi inti, standar
kompetensi dan kompetensi dasar agar siswa terdorong untuk belajar sesuai
dengan tujuan tersebut. Pada kenyataannya, motivasi belajar siswa kelas XI SMA
Swadhipa Bumisari Natar masih ada yang rendah. Hal ini terbukti dengan
kurangnya semangat siswa dalam belajar, kurangnya interaksi siswa dengan guru
pada saat proses pembelajaran seperti bertanya ataupun diskusi, sikap enggan
berkonsultasi kepada guru apabila mengalami kesulitan terhadap pelajaran, tidak
menunjukkan minat terhadap bermacam masalah dan kurang tekun menghadapi
tugas seperti seringnya siswa terlambat mengumpulkan tugas.

Selain motivasi belajar siswa, faktor lain yang mempengaruhi dalam prestasi
belajar adalah kesiapan belajar siswa. Kesiapan belajar mempengaruhi aspek
kognitif. Kondisi siswa yang siap melakukan proses pembelajaran, akan berusaha
merespon pertanyaan yang diberikan oleh guru. Untuk memberikan jawaban yang
benar tentunya siswa harus mempunyai pengetahuan dengan cara membaca dan
mempelajari materi yang akan diajarkan oleh guru. Dalam mempelajari materi
tentunya siswa harus mempunyai buku pelajaran sebagai acuan untuk belajar.

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa kelas XI di SMA
Swhadhipa Bumisari Natar Lampung Selatan, diketahui beberapa indikasi siswa

8

memiliki kurang adanya kesiapan dalam belajar. Hal ini terlihat dari siswa sering
keluar ruangan ketika mengikuti pelajaran, siswa juga kurang begitu
memperhatikan alat-alat atau perlengkapan belajar, tidak mempunyai alat tulis dan
buku-buku pelajaran, padahal kesiapan belajar siswa memegang peranan yang
sangat penting bagi pencapaian prestasi belajar.

Faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar adalah kegiatan belajar. Kegiatan
belajar yang dilakukan siswa baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah juga
mempengaruhi prestasi belajar siswa. Kegiatan belajar yang dilakukan siswa
tidak hanya cukup dengan mendengar dan mencatat saja tetapi siswa juga harus
melakukan kegiatan belajar lainnya seperti latihan mengerjakan soal-soal,
melakukan diskusi, merangkum pelajaran dan lain-lain. Cara tersebut dapat
membuat siswa memiliki pengetahuan yang lebih luas. Belajar merupakan
rangkaian kegiatan yang terencana dan bertujuan, dalam belajar siswa dituntut
untuk melakukan kegiatan seperti mengatur waktu untuk belajar, aktif mengikuti
pelajaran, membuat catatan dari hasil penjelasan guru, membuat literatur serta
memahami materi pelajaran.

Selain motivasi belajar, kesiapan belajar dan kegiatan belajar siswa yang
mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah sikap siswa terhadap penampilan
guru mengajar atau kemampuan harus dikuasai oleh guru dalam menyampaikan
ilmu pengetahuan kepada siswa sehingga siswa dapat dengan mudah menerima
materi pelajaran yang disampaikan oleh guru.

Berdasarkan uraian di atas rendahnya prestasi belajar siswa diperkirakan karena
dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya motivasi belajar siswa, kesiapan

9

belajar siswa, kegiatan belajar siswa dan sikap siswa terhadap penampilan guru
dalam mengajar.

Salah satu indikator untuk mengetahui mutu pembelajaran di sekolah yaitu dengan
mengukur tinggi rendahnya prestasi yang dicapai oleh siswa dari hasil proses
pembelajaran di kelas. Pada kenyataannya tidak setiap siswa memiliki prestasi
yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari pra riset yang dilakukan di SMA Swadhipa
Bumisari Natar Kabupaten Lampung Selatan dalam mata pelajaran geografi siswa
kelas XI semester ganjil seperti terlihat pada tabel 1 berikut ini:

Tabel 1. Nilai Ujian Semester Ganjil Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas
XI SMA Swadhipa Bumisari Natar Tahun Pelajaran 2014/2015

1.

Tuntas ≥ 80

Jumlah
Siswa
Kelas XI
IPA
16

2.

Tidak Tuntas < 80

19

No

Kriteria
Ketuntasan
Belajar

Jumlah
Siswa
Kelas XI
IPS
23

Total Siswa
Kelas XI

Persent
ase (%)

39

56,52

11

30

47,48

Total
35
34
69
100
Sumber: Dokumentasi Guru Mata Pelajaran Geografi Kelas XI Semester
Ganjil SMA Swadhipa Bumisari Natar Tahun Pelajaran 2014/2015.

Dalam standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang diterapkan SMA
Swadhipa Bumisari Natar untuk mata pelajaran geografi adalah 80. Dari tabel 1 di
atas menunjukkan bahwa prestasi belajar yang diperoleh seluruh siswa kelas XI
SMA Swadhipa Bumisari Natar Kabupaten Lampung Selatan masih tergolong
rendah karena sebanyak 39 siswa atau sebanyak 56,52% tuntas belajar dan
sebanyak 30 siswa atau 47,48% tidak tuntas belajar yaitu berada di bawah nilai 80
atau di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan SMA

10

Swadhipa Bumisari Natar. Untuk nilai tertinggi dari seluruh kelas yaitu 85, nilai
terendah yaitu 57,5.

Menurut Djamarah dan Aswan Zein (1996: 128) apabila bahan pelajaran yang
diajarkan kurang dari 65% dikuasai siswa maka persentasi keberhasilan pada mata
pelajaran tersebut tergolong rendah. Berdasarkan rata-rata nilai mata pelajaran
geografi dapat diambil suatu kesimpulan bahwa prestasi belajar geografi siswa
kelas XI IPS SMA Swadhipa Bumisari Natar Kabupaten Lampung Selatan masih
tergolong rendah.

Berdasarkan prestasi belajar geografi siswa kelas XI SMA Swadhipa Bumisari
Natar Kabupaten Lampung Selatan, maka penulis tertarik untuk meneliti dan
mengkaji mengenai “Pengaruh Motivasi Belajar dan Kesiapan Belajar Terhadap
Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas XI SMA Swadhipa Bumisari Natar Tahun
Pelajaran 2014/2015”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dalam penelitian ini maka penulis
mengidentifikasikan masalah sebagai berikut:
1. Motivasi belajar Geografi siswa kelas XI SMA Swadhipa Bumisari Natar
2. Kesiapan belajar Geografi siswa kelas XI SMA Swadhipa Bumisari Natar
3. Kegiatan belajar Geografi siswa kelas XI SMA Swadhipa Bumisari Natar
4. Sikap siswa dalam pembelajaran Geografi siswa kelas XI SMA Swadhipa
Bumisari Natar
5. Prestasi belajar Geografi siswa kelas XI SMA Swadhipa Bumisari Natar

11

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka penelitian ini dimaksudkan
membahas masalah tentang motivasi belajar (X1), kesiapan belajar (X2) dan
prestasi belajar geografi siswa (Y), yaitu apakah ada pengaruh motivasi dan
kesiapan belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

D. Rumusan Masalah dan Permasalahan

Berdasarkan batasan masalah di atas maka masalahnya adalah “ rendahnya
prestasi belajar siswa kelas XI dalam mata pelajaran Geografi”, dengan demikian
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah ada pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar Geografi
siswa kelas XI di SMA Swadhipa Bumisari Natar tahun pelajaran 2014/2015?
2. Apakah ada pengaruh kesiapan belajar terhadap prestasi belajar Geografi
siswa kelas XI di SMA Swadhipa Bumisari Natar tahun pelajaran 2014/2015?
3. Apakah ada pengaruh motivasi belajar dan kesiapan belajar terhadap prestasi
belajar Geografi siswa kelas XI di SMA Swadhipa Bumisari Natar tahun
pelajaran 2014/2015?

E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar
geografi kelas XI di SMA Swadhipa Bumisari Natar tahun pelajaran
2014/2015.

12

2. Untuk mengetahui pengaruh kesiapan belajar terhadap prestasi belajar
geografi siswa kelas XI di SMA Swadhipa Bumisari Natar tahun pelajaran
2014/2015.
3. Untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dan kesiapan belajar terhadap
prestasi belajar Geografi siswa kelas XI di SMA Swadhipa Bumisari Natar
tahun pelajaran 2014/2015.

F. Kegunaan Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Sebagai aplikasi ilmu pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi yang
berhubungan dengan dunia pendidikan.
2. Dapat disumbangkan sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan
prestasi belajar Geografi siswa kelas XI di SMA Swadhipa Bumisari Natar.
3. Dapat dijadikan informasi bagi peneliti lain yang ingin mengkaji lebih dalam
lagi tentang masalah ini.

G. Ruang Lingkup Penelitian

1. Ruang lingkup objek penelitian adalah pengaruh motivasi dan Kesiapan
belajar siswa mata pelajaran Geografi SMA Swadhipa Bumisari Natar.
2. Ruang lingkup subyek penelitian adalah Siswa kelas XI SMA Swadhipa
Bumisari Natar Kabupaten Lampung Selatan.
3. Ruang lingkup tempat penelitian adalah SMA Swadhipa Bumisari Natar
Kabupaten Lampung Selatan.

13

4. Ruang lingkup waktu penelitian adalah tahun pelajaran 2014/2015
5. Ruang lingkup ilmu adalah pembelajaran geografi.
Pembelajaran geografi adalah pembelajaran yang memberikan pengetahuan
tentang aspek-aspek keruangan permukaan bumi yang merupakan keseluruhan
gejala alam dan kehidupan umat manusia dengan variasi kewilayahannya,
yang diajarkan di sekolah dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan
mental anak pada jenjang pendidikan masing-masing.

14

II.

TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

A. Tinjauan Pustaka

1. Belajar

Belajar merupakan sebuah kewajiban bagi siswa karena dengan belajar siswa
menjadi tahu yang sebelumnya tidak tahu dan menjadi bisa dari tadinya yang
tidak bisa. Melalui belajar siswa mendapat ilmu pengetahuan dan keterampilan
yang baru.

Menurut B. Uno (2007: 21) Belajar ialah proses perubahan tingkahlaku yang
dapat dinyatakan dalam bentuk pengkiasan, penggunaan dan penilaian atau
mengenai sikap dan nilai-nilai pengetahuan serta kecakapan dasar yang terdapat
dalam berbagai aspek kehidupan. Menurut Slameto (2003: 2) belajar adalah suatu
proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan
tingkahlaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu
sendiri dalam interaksi lingkungannya.

Menurut Djamarah (2008: 13) belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk
memperoleh suatu perubahan tingkahlaku sebagai hasil dari pengalaman individu
dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan

15

psikomotor. Menurut Hamalik (1989: 27) belajar menurut pandangan modern
adalah proses perubahan tingkahku berkat interaksi dengan lingkungan.

Menurut Nana Sudjana (dalam Siraj, 2011) belajar merupakan suatu proses yang
ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang yang dapat ditunjukan
dalam berbagai bentuk seperti adanya perubahan dalam pengetahuan, sikap,
pemahaman, tingkah laku, keterampilan, kecakapan, dan kemampuan serta
perubahan-perubahan aspek lainnya pada individu belajar.

Dari pengertian berdasarkan pendapat yang disampaikan para ahli di atas dapat
disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses dalam perubahan tingkahlaku
dalam bentuk pengetahuan, keterampilan maupun sikap seseorang dengan
serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan,
meniru dan lain sebagainya.

Melalui

belajar,

manusia

mengalami

perubahan

tingkahlaku

sehingga

tingkahlakunya berkembang. Seperti yang dikutip sebelumnya bahwa belajar
merupakan sebuah proses bukan hasil sehingga belajar berlangsung secara aktif
dengan menggunakan berbagai perbuatan untuk mencapai tujuan. Pengalaman
belajar oleh seseorang akan diikuti, meresap dalam jiwanya, mengubah
tingkahlakunya kearah yang lebih baik dan merupakan realisasi dari pengetahuan
yang diperolehnya. Perubahan tingkahlaku meliputi aspek kognitif, afektif dan
psikomotorik yang didapat dari pengalaman belajarnya.

16

Ciri-ciri perubahan tingkahlaku dalam belajar menurut (Slameto, 2003: 3-5)
antara lain adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Perubahan terjadi secara sadar.
Perubahan dalam belajar bersifat kontinyu dan fungsional.
Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif.
Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara.
Perubahan dalam belajar bertujuan atau berarah.
Perubahan mencakup seluruh aspek tingkahlaku.

Untuk melengkapi pengertian mengenai belajar, perlu dikemukakan prinsipprinsip yang berkaitan dengan belajar. Dalam hal ini Sardiman A.M (2007: 24)
membagi beberapa prinsip yang penting untuk diketahui, antara lain:
1. Belajar pada hakikatnya menyangkut potensi manusiawi dan kelakuannya.
2. Belajar memerlukan proses dan penahapan serta kematangan diri pada
siswa.
3. Belajar akan lebih mantap dan efektif apabila didorong dengan motivasi
dari dalam atau kesadaran individu.
4. Belajar merupakan proses pencobaan (dengan kemungkinan berbuat
keliru) dan sesuai dengan keadaan atau pembiasaan.
5. Kemampuan pelajaran siswa harus diperhitungkan dalam rangka
menentukan isi pelajaran.
6. Belajar dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:
1) Diajar secara langsung.
2) Kontrol, kontak, penghayatan, pengalaman langsung (seperti anak
belajar bicara, sopan santun dan lain-lain).
3) Pengenalan dan peniruan.
7. Belajar melalui praktik atau mengalami secara langsung akan lebih efektif
mampu membina sikap, keterampilan, cara berpikir kritis dan lain-lain,
bila dibandingkan dengan belajar hafalan saja.
8. Perkembangan pengalaman anak didik akan banyak mempengaruhi
kemampuan belajar yang bersangkutan.
9. Bahan pelajaran yang bermakna atau berarti, lebih mudah dan menarik
untuk dipelajari daripada bahan yang kurang bermakna.
10. Informasi tentang kelakuan baik, pengetahuan, kesalahan serta
keberhasilan siswa, banyak membantu kelancaran dan gairah belajar.
11. Belajar sedapat mungkin diubah kedalam bentuk aneka raga tugas,
sehingga siswa melakukan dialog dalam dirinya atau mengalaminya
sendiri.

17

2. Pembelajaran Geografi

Menurut Erastothenes (dalam Waluyo, 2009: 4) Geografi adalah penulisan
tentang bumi. Definisi ini sesuai dengan perkembangan geografi pada masa itu
yang membicarakan keadaan daerah-daerah lain (geo = bumi; graphein =
penulisan atau uraian). Menurut Strabo (dalam Waluyo, 2009: 4) menyebutkan
bahwa geografi erat kaitannya dengan karakteristik tertentu mengenai suatu
tempat dengan memperhatikan juga hubungan antara berbagai tempat secara
keseluruhan. Geografi sejak perkembangannya, dimulai dari menceritakan tentang
daerah lain, sudah lebih dikhususkan lagi dan sudah adanya konsep region yaitu
daerah yang sudah mempunyai cirri khas tersendiri dan adanya hubungan
antardaerah (tempat).

Menurut Seminar Lokakarya (SEMLOK) mengenai kualitas pembelajaran
geografi di Semarang tahun 1988: Geografi adalah ilmu yang mempelajari
persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan
atau kewilayahan dalam konteks keruangan (Sumaatmadja 2001: 11).

Berdasarkan pendapat di atas bahwa objek kajian geografi meliputi atmosfer
(lapisan udara), biosfer (lapisan kehidupan), hidrosfer (lapisan air, perairan) dan
litosfer (lapisan batuan, kulit bumi) yang ditinjau dari sudut pandang kewilayahan
atau kelingkungan yang menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan sebagai
akibat adanya relasi keruangan unsur-unsur geografi yang membentuknya.

Pembelajaran geografi adalah pembelajaran yang memberikan pengetahuan
tentang aspek-aspek keruangan permukaan bumi yang merupakan keseluruhan

18

gejala alam dan kehidupan umat manusia dengan variasi kewilayahannya, yang
diajarkan di sekolah dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan mental anak
pada jenjang pendidikan masing-masing.

Menurut

Fairgrieve

pembelajaran

geografi

(dalam

Sumaatmadja,

berfungsi

untuk

2001:

membina

16)
dan

mengemukakan
mengembangkan

kemampuan warga negara untuk berpikir kritis terhadap masalah kehidupan
disekitarnya dan melatih mereka untuk cepat tanggap terhadap kondisi lingkungan
serta kehidupan di permukaan bumi pada umumnya.

Menurut Seminar dan Lokakarya (SEMLOK) tahun 1998 (dalam Sumaatmadja,
2001) ada 10 konsep esensial geografi yaitu sebagai berikut:
1. Konsep lokasi
Suatu tempat di permukaan bumi memiliki nilai ekonomi apabila dihubungkan
dengan harga.
2. Konsep jarak
Jarak dihubungkan dengan keuntungan yang diperoleh, sehingga manusia
cenderung akan memperhitungkan jarak.
3. Konsep keterjangkauan
Hubungan atau interaksi antartempat dapat dicapai, baik dengan menggunakan
sarana transportasi umum, tradisional, atau jalan kaki.
4. Konsep pola
Bentuk interaksi manusia dengan lingkungan atau interaksi alam dengan alam,
hubungannya dengan pola persebaran, seperti sebagai berikut.
5. Konsep morfologi
Bentuk permukaan bumi sebagai hasil proses alam dan hubungannya dengan
aktivitas manusia.
6. Konsep aglomerasi
Pengelompokan penduduk dan aktivitasnya di suatu daerah.
7. Konsep nilai kegunaan
Manfaat suatu wilayah atau daerah mempuyai nilai tersendiri bagi orang yang
menggunakannya.

19

8. Konsep interaksi dan interdependensi
Setiap wilayah tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi
memerlukan hubungan dengan wilayah lain, sehingga memunculkan adanya
hubungan timbal balik dalam bentuk arus barang dan jasa, komunikasi,
persebaran ide, dan lain-lain.
9. Konsep differensiasi area (struktur keruangan atau distribusi keruangan)
Suatu wilayah kaitannya dengan wilayah lain. Wilayah di permukaan bumi
memiliki perbedaan nilai yang terdapat di dalamnya.
10. Konsep keterkaitan keruangan (proses keruangan)
Suatu wilayah dapat berkembang karena adanya hubungan dengan wilayah
lain, atau adanya saling keterkaitan antarwilayah dalam memenuhi kebutuhan
dan sosial penduduknya.

Tujuan pembelajaran geografi meliputi tiga aspek, yaitu:

1. Pengetahuan
Tujuan pembelajaran geografi dalam aspek pengetahuan antara lain:
a. Mengembangkan konsep dasar geografi yang berkaitan dengan pola
keruangan dan proses-prosesnya.
b. Mengembangkan

pengetahuan

sumber

daya

alam,

peluang

dan

keterbatasannya untuk dimanfaatkan.
c. Mengembangkan konsep dasar geografi yang berhubungan dengan
lingkungan sekitar dan wilayah Negara atau dunia.

2. Keterampilan
Tujuan pembelajaran geografi dalam aspek keterampilan antara lain:
a. Mengembangkan keterampilan, mengamati lingkungan fisik, lingkungan
sosial dan lingkungan binaan.
b. Mengembangkan keterampilan, mengumpulkan, mencatat data dan
informasi yang berkaitan dengan aspek-aspek keruangan.

20

c. Mengembangkan keterampilan analisis, sintesis, kecenderungan dan hasilhasil dari interaksi berbagai gejala geografis.

3. Sikap
Tujuan pembelajaran geografi dalam aspek sikap antara lain:
a. Menumbuhkan kesadaran terhadap perubahan fenomena geografi yang
terjadi di lingkungan sekitar.
b. Mengembangkan sikap melindungi dan tanggungjawab terhadap kualitas
lingkungan hidup.
c. Mengembangkan kepekaan terhadap permasalahan dalam pemanfaatan
sumberdaya.
d. Mewujudkan rasa cinta tanah air dan persatuan bangsa.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pembelajaran geografi
sangat luas yang mencakup pengetahuan yaitu mengembangkan konsep dasar
geografi baik pola keruangan, sumberdaya alam maupun lingkungan sekitar,
keterampilan

yang

mencakup

kemampuan

mengamati,

mengumpulkan

menganalisis fenomena-fenomena geografi dan sikap pada diri siswa seperti
kesadaran, toleransi serta kepekaan terhadap perubahan fenomena geografi yang
terjadi.

21

3. Motivasi belajar

3.1 Pengertian Motivasi

Seorang guru dapat berperan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa karena
walaupun pada hakikatnya motivasi itu tumbuh dalam diri siswa tetapi motivasi
itu dapat dirangsang oleh faktor dari luar, salah satu yang berperan penting dalam
hal ini adalah guru. Seorang guru yang baik harus dapat meningkatkan motivasi
siswanya dalam belajar.

Motivasi adalah suatu pernyataan yang kompleks didalam suatu organisme yang
mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan atau perangsang yang
membatasi/mengatasi tingkah laku organisme itu (Ngalim Purwanto 2007: 61).

Menurut Djamarah (2008: 152) motivasi adalah gejala psikologis dalam bentuk
dorongan yang timbul pada diri seseorang sadar atau tidak sadar untuk melakukan
suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi bisa juga dalam bentuk usahausaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak
melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau
mendapat kepuasan dengan perbuatannya.

Menurut Donald dalam Sardiman A.M (2007: 74), motivasi adalah perubahan
energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan
didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang di
kemukakan Donald ini mengandung tiga elemen penting, yaitu:
1. Motivasi mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu.
Perkembangan motivasi akan memb

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN KESIAPAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KOTABUMI LAMPUNG UTARA TAHUN PELAJARAN 2011-2012

0 14 72

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN DISIPLIN DI SEKOLAH PADA SISWA KELAS XI SMA SWADHIPA BUMISARI NATAR LAMPUNG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

1 11 71

HUBUNGAN KONSEP DIRI SISWA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA SWADHIPA BUMISARI NATAR LAMPUNG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

0 6 67

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI GURU, MOTIVASI BELAJAR DAN CARA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI KELAS XI IPS SMA NEGERI 5 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

0 8 76

PENGARUH MEDIA KOMIK TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IPS 1 DI SMA SWADHIPA NATAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014

5 31 68

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KESIAPAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA SWADHIPA BUMISARI NATAR TAHUN PELAJARAN 2014/2015

1 7 89

HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN SARANA BELAJAR DI SEKOLAH DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR PENGANTAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS 2 SEMESTER GANJIL SMA NEGERI 1 NATAR TAHUN PELAJARAN 2014/2015

2 11 83

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN PERSEPSI SISWA TENTANG SARANA BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BANDAR SRIBHAWONO TAHUN PELAJARAN 2014/2015

0 4 54

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA KELAS XI SMA NUSANTARA BANDARLAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2015/2016

0 3 69

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 NATAR TAHUN AJARAN 2013/2014

2 15 92

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

98 2945 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 751 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 650 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 421 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 577 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 968 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 881 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 536 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 792 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 954 23