Strategi Pengembangan Pasar Tradisional Di Kota Medan (Kasus :Pasar tradisional Sei Kambing Kec. Medan Helvetia, Pajak Pagi Pasar Lima Padang Bulan Kec. Medan Baru Kota Medan)

STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR TRADISIONAL DI KOTA MEDAN
(Kasus :Pasar tradisional Sei Kambing Kec. Medan Helvetia, Pajak Pagi Pasar Lima Padang Bulan Kec. Medan Baru Kota Medan)
SKRIPSI
OLEH :
EKO ARISTON MANIK 040304051
DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010
Universitas Sumatera Utara

STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR TRADISIONAL DI KOTA MEDAN
(Kasus :Pasar tradisional Sei Kambing Kec. Medan Helvetia, Pajak Pagi Pasar Lima Padang Bulan Kec. Medan Baru Kota Medan) SKRIPSI Oleh :
Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian di Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan
EKO ARISTON MANIK 040304051
DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010
Universitas Sumatera Utara

RINGKASAN
EKO ARISTON MANIK (040304051) dengan judul skripsi ”Strategi Pengembangan Pasar Tradisional di Kota Medan (Studi Kasus: Pasar Tradisional Sei Sikambing Kecamatan Medan Helvetia dan Pasar Tradisional Pajak Pagi Padang Bulan Kecamatan Medan Baru)”. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu DR. Ir. Tavi Supriana, MS selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir. Diana Chalil M.Si PhD selaku anggota komisi pembimbing.
Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2009. Penentuan daerah penelitian menggunakan metode purposive dan penentuan responden berdasarkan survei yaitu penyelidikan lansung kelapangan untuk memperoleh data-data yang sebenarnya. Jumlah responden sebanyak 30 orang.
Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Alat uji yang digunakan adalah dengan menggunakan Matriks SWOT.
Adapun hasil dari penelitian yaitu: 1. a. Pasar Tradisional yang diteliti selama 3 (tiga) tahun yakni 2007-2009
tidak mengalami perkembangan dalam jumlah kios dan jumlah pedagang. Hal ini disebabkan karena jumlah pasar di kota Medan tetap. b. Jumlah kios dan jumlah pedagang di pasar tradisional Sei Kambing selama 3 (tiga) tahun terakhir yakni tahun 2007-2009 tidak mengalami perkembangan. c. Jumlah kios di pasar Pagi Padang Bulan selama 3 (tiga) tahun terakhir yakni tahun 2007-2009 mengalami perkembangan. Sedangkan jumlah pedagang di pasar Pagi Padang Bulan selama 3 (tiga) tahun terakhir yakni tahun 2007-2009 juga mengalami perkembangan 2. a. Pasar tradisional dalam usahanya untuk menjalankan strategi pengembangan pasar tradisional dalam memanfaatkan peluang atau menghindari ancaman masih di bawah rata-rata. Hal ini dilihat dari nilai total skoring sebesar 2,40. b. Pasar tradisional dalam usahanya untuk menjalankan strategi pengembangan pasar tradisional dalam memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan meminimilisasi kelemahan adalah masih di bawah rata-rata. Hal ini dilihat dari nilai skor pembobotan adalah 2,86. c. Jika dibandingkan faktor eksternal (peluang dan ancaman) dan faktor internal (kekuatan dan kelemahan), maka nilai skor faktor strategis eksternal lebih kecil dari nilai skor faktor strategis internal. Artinya strategi pengembangan pasar tradisional lebih memanfaatkan kekuatan dan meminimalisasi kelemahan daripada peluang dan ancaman yang terjadi
Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP
EKO ARISTON MANIK, lahir di Mariah Bandar Kabupaten
Simalungun pada tanggal 13 September 1985 anak dari Ayahanda Marjuang Manik dan Ibunda Medi Boru Situmorang. Penulis merupakan anak ke satu dari lima bersaudara.
Pendidikan formal yang pernah ditempuh penulis adalah sebagai berikut : 1. Tahun 1992 masuk Sekolah Dasar Negeri I Pematang Siantar, tamat tahun
1998. 2. Tahun 1998 masuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Swasta Sultan Agung
Pematang Siantar, tamat tahun 2001. 3. Tahun 2001 masuk Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Swasta Sultan Agung
Pematang Siantar, tamat tahun 2004. 4. Tahun 2004 diterima di Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas
Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan, melalui jalur SPMB. 5. Bulan Juni s/d Juli 2008 melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di
Desa Siporkas, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. 6. Bulan Oktober 2009 melaksanakan Penelitian Skripsi di Pasar Tradisional Sei
Sikambing Kecamatan Medan Helvetia dan Pasar Tradisional Pajak Pagi Padang Bulan Kecamatan Medan Baru Kota Medan
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Adapun judul dari skripsi ini adalah “ STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR TRADISIONAL DI KOTA MEDAN (Studi Kasus: Pasar Tradisional Sei Sikambing Kecamatan Medan Helvetia dan Pasar Tradisional Pajak Pagi Padang Bulan Kecamatan Medan Baru)”. Tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah sebagai salah satu syarat untuk dapat memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : • Ibu DR. Ir. Tavi Supriana, MS selaku Ketua Komisi Pembimbing yang telah
meluangkan waktunya untuk membimbing, memotivasi, dan membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini. • Ibu Ir. Diana Chalil, M.Si PhD selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktunya untuk membimbing, memotivasi dan membantu penulis dalam penyempurnaan skripsi ini. • Bapak Ir. Luhut Sihombing, MP selaku Ketua Departemen SEP, FP-USU dan Ibu Dr. Salmiah, MS selaku Sekretaris Departemen SEP, FP-USU yang telah memberikan kemudahan dalam hal kuliah.
Segala hormat dan terima kasih secara khusus penulis ucapkan kepada Ayahanda Marjuang Manik dan Ibunda Medi Situmorang atas motivasi, kasih sayang, dan dukungan baik secara materi maupun do’a yang diberikan kepada penulis selama menjalani kuliah, tak lupa kepada adinda Elman Mani, Elmon
Universitas Sumatera Utara

Manik, Eva Yanti Manik dan Evi Yanti Manik serta Keluarga Besar atas semangat yang diberikan serta tidak lupa buat seluruh teman-teman SEP 04,
Penghargaan dan ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada: seluruh pegawai Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tradisional Sei Sikambing dan Sikambing dan Suka Ramai serta seluruh responden dalam penelitian ini, yang telah banyak membantu penulis dalam memberikan data dan informasi dalam penulisan skripsi.
Akhirnya, penulis mengucapkan terimakasih dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua.
Medan, Desember 2008 Penulis
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Judul

Halaman

RINGKASAN................................................................................................... i
RIWAYAT HIDUP.......................................................................................... ii
KATA PENGANTAR...................................................................................... iii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... v
DAFTAR TABEL ....................................................................................... ... vii
DAFTAR GAMBAR...................................................................................... viii
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................ix
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ...................................................................................1 1.2 Identifikasi Masalah ...........................................................................4 1.3 Tujuan Penelitian................................................................................4 1.4 Kegunaan Penelitian...........................................................................5

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka ...............................................................................6 2.2 Landasan Teori...................................................................................10 2.3 Kerangka Pemikiran ...........................................................................19

III. METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penentuan Daerah Sampel Penelitian ......................................22 3.2 Metode Penentuan Sampel...................................................................22 3.3 Metode Pengumpulan Data..................................................................22 3.4 Metode Analisis Data ..........................................................................23 3.5 Defenisi dan Batasan Operasional........................................................28 Defenisi...............................................................................................28 Batasan Operasional ............................................................................29

IV. DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK PENGUSAHA SAMPEL
4.1 Deskripsi Daerah Penelitian.................................................................30 a. Luas Daerah dan Letak Geografis Kota Medan .............................30 b. Tata Guna Tanah/Lahan................................................................31
4.2 Keadaan Penduduk ...............................................................................31 4.3 Sarana dan Prasarana ............................................................................33 4.4 Karakteristik Sampel Penelitian............................................................36

Universitas Sumatera Utara

V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Perkembangan Pasar Tradisional di Kota Medan ..................................38 5.2 Strategi Perkembangan Pasar di Kota Medan.......................................42 5.3 Menentukan Rating dan Skoring faktor-faktor strategis .......................47 5.4 Penentuan Alternatif Strategi...............................................................52
VI. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan ..........................................................................................56 6.2 Saran ...................................................................................................57
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

No.

Judul

Hal

1. Contoh Pemakaian Metode SWOT ..........................................................21 2. Jumlah Penduduk Kota Medan Menurut Kelompok Umur dan Jenis
Kelamin Tahun 2008 ...............................................................................31 3. Jumlah Penduduk Kota Medan Menurut Jenis Pekerjaan Tahun 2008......32 4. Jumlah Penduduk Kota Medan Menurut Tingkat Pendidikan ..................33 5. Sarana dan Prasarana Kota Medan Tahun 2008. ......................................34 6. Karakteristik Pedagang Sampel di Pasar Sei Kambing Medan .................36 7. Perkembangan Jumlah Pasar Tradisional di Kota Medan Tahun
2007-2009 ...............................................................................................50 8. Perkembangan Jumlah Kios Pedagang di Pasar Sei Kambing Tahun
2007-2009 ...............................................................................................52 9. Perkembangan Jumlah Pedagang di Pasar Sei Kambing
Tahun 2007-2009 ....................................................................................53 10. Perkembangan Jumlah Kios Pedagang di Pasar Pagi Padang Bulan
Tahun 2007-2009 ..................................................................................... 56 11. Perkembangan Jumlah Pedagang di Pasar Pagi Padang Bulan
Tahun 2007-2009...................................................................................... 56 12. Pembobotan Faktor Strategis Eksternal..................................................... 57 13. Pembobotan Faktor Strategis Internal....................................................... 59 14. Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFAS) .............................................. 60 15. Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFAS)................................................... 61 16. Penentuan Strategi Pengembangan Pasar Tradisional di Kota Medan...... 62

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

No.

Judul

Hal

1. Matriks SWOT.................................................................................... 18 2. Skema Kerangka Pemikiran .............................................................. 21

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

No.

Judul

Hal

1. Daftar Pedagang Sampel di Pasar Sei Kambing .................................... 69 2. Daftar Pedagang Sampel di Pasar Pagi Padang Bulan ........................... 70 3. Karakteristik Pedagang Sampel Di Pasar Sei Kambing ...........................71 4. Karakteristik Pedagang Sampel Di Pasar Pagi Padang Bulan ............... 72 5. Karakteristik Pasar Tradisional di Kota Medan.......................................73 6. Jumlah Pasar Tradisional di Kota Medan Tahun 2007-2009 ...................74 7. Jumlah Kios dan Jumlah Pedagang di Pasar Sei Kambing Tahun
2007-2009 ..............................................................................................75 8. Jumlah Kios dan Jumlah Pedagang di Pasar Pagi Padang Bulan
Tahun2007-2009...................................................................................... 76 9. Parameter Penilaian SWOT Pasar Tradisional di Pasar Sei Kambing dan
Pasar Pagi Padang Bulan........................................................................78 10. Distribusi Pedagang Sampel Terhadap Parameter yang Terjadi di Pasar
Tradisional Pasar Sei Kambing dan Pasar Pagi Padang Bulan............... 79 11. Penentuan Faktor Internal (Kekuatan, Kelemahan) dan Faktor Eksternal
(Peluang, Ancaman) Pasar Tradisional di Pasar Sei Kambing dan Pasar Pagi Padang Bulan ............................................................................... 80 12. Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman Pasar Tradisional .......... 81 13. Pembobotan Faktor Strategis Internal ................................................... 82 14. Pembobotan Faktor Strategis Eksternal................................................. 83 15. Matriks Evaluasi Faktor Strategis Eksternal (EFAS)............................. 84 16. Matriks Evaluasi Faktor Strategis Internal (IFAS) ................................ 85 17. Hasil Penilaian Faktor Eksternal (EFAS) ............................................. 86 18. Hasil Penilaian Faktor Internal (IFAS)................................................. 92

Universitas Sumatera Utara

RINGKASAN
EKO ARISTON MANIK (040304051) dengan judul skripsi ”Strategi Pengembangan Pasar Tradisional di Kota Medan (Studi Kasus: Pasar Tradisional Sei Sikambing Kecamatan Medan Helvetia dan Pasar Tradisional Pajak Pagi Padang Bulan Kecamatan Medan Baru)”. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu DR. Ir. Tavi Supriana, MS selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir. Diana Chalil M.Si PhD selaku anggota komisi pembimbing.
Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2009. Penentuan daerah penelitian menggunakan metode purposive dan penentuan responden berdasarkan survei yaitu penyelidikan lansung kelapangan untuk memperoleh data-data yang sebenarnya. Jumlah responden sebanyak 30 orang.
Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Alat uji yang digunakan adalah dengan menggunakan Matriks SWOT.
Adapun hasil dari penelitian yaitu: 1. a. Pasar Tradisional yang diteliti selama 3 (tiga) tahun yakni 2007-2009
tidak mengalami perkembangan dalam jumlah kios dan jumlah pedagang. Hal ini disebabkan karena jumlah pasar di kota Medan tetap. b. Jumlah kios dan jumlah pedagang di pasar tradisional Sei Kambing selama 3 (tiga) tahun terakhir yakni tahun 2007-2009 tidak mengalami perkembangan. c. Jumlah kios di pasar Pagi Padang Bulan selama 3 (tiga) tahun terakhir yakni tahun 2007-2009 mengalami perkembangan. Sedangkan jumlah pedagang di pasar Pagi Padang Bulan selama 3 (tiga) tahun terakhir yakni tahun 2007-2009 juga mengalami perkembangan 2. a. Pasar tradisional dalam usahanya untuk menjalankan strategi pengembangan pasar tradisional dalam memanfaatkan peluang atau menghindari ancaman masih di bawah rata-rata. Hal ini dilihat dari nilai total skoring sebesar 2,40. b. Pasar tradisional dalam usahanya untuk menjalankan strategi pengembangan pasar tradisional dalam memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan meminimilisasi kelemahan adalah masih di bawah rata-rata. Hal ini dilihat dari nilai skor pembobotan adalah 2,86. c. Jika dibandingkan faktor eksternal (peluang dan ancaman) dan faktor internal (kekuatan dan kelemahan), maka nilai skor faktor strategis eksternal lebih kecil dari nilai skor faktor strategis internal. Artinya strategi pengembangan pasar tradisional lebih memanfaatkan kekuatan dan meminimalisasi kelemahan daripada peluang dan ancaman yang terjadi
Universitas Sumatera Utara

PENDAHULUAN
Latar Belakang Di Indonesia, pasar tradisional masih merupakan wadah utama masyarakat
dalam membeli suatu kebutuhan, karena dalam pasar inilah sesungguhnya perputaran ekonomi masyarakat terjadi. Pasar Tradisional juga merupakan wadah dalam penjualan produk-produk berskala ekonomi rakyat seperti : petani, nelayan, pengrajin dan Home Industry (industri rumah tangga). Interaksi sosial di dalam pasar tradisional sangat kelihatan, ini dapat dibuktikan dari tata cara penjualan (sistem tawar menawar) sampai dengan ragam latar belakang suku dan ras didalamnya (Bisnis Indonesia, 2004).
Namun kehadiran pasar modern seperti hyper market, super market, mall, department store, shopping centre, toko mini swalayan, pasar serba ada, toko serba ada dan sebagainya sudah menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup modern yang berkembang dimasyarakat kita. Maraknya perkembangan pasar modern telah menggeser peran pasar tradisional. Hasil studi menunjukkan bahwa pada tahun 2005-2006 jumlah pasar modern meningkat sampai 31,4%, sedangkan jumlah pasar tradisional turun sebesar 8,1%. Sementara itu keinginan berbelanja masyarakat di pasar modern juga meningkat dari 35% di tahun 1999 menjadi 47% di tahun 2004, sedangkan di pasar modern turun dari 65% menjadi 53% di tahun yang sama ( AC Nielsen tahun 2004-2006 dalam suyatna, 2008).
Selama ini kehadiran pasar modern selalu dipertentangkan dengan keberadaan pasar tradisional sebagai dua kutub yang berbeda. Berbelanja di pasar modern lebih mudah berbelanja dengan fasilitas yang serba lengkap dan dikelola
Universitas Sumatera Utara

dengan professional. Sedangkan di pasar tradisional masih dihadapkan dengan ketidaknyamanan berbelanja. Di samping itu dibadingkan pasar tradisional, pasar modern juga memiliki pelayanan yang lebih menarik daripada pasar tradisional, serba instan dengan kemasan yang lebih baik sehingga barang-barang yang bersifat mudah rusak (perishable) dan tahan lebih lama meski dengan harga yang sedikit lebih mahal (Kusdarjito, 2009).
Umumnya semua pasar tradisional di Indonesia menghadapi berbagai masalah seperti terbatasnya ruang pada tempat yang sempit, tidak teratur, tidak sehat, kotor, kurangnya tempat sampah, terlalu banyaknya pedagang pinggir jalan, lemahnya pengelolaan, dan fasilitas penyimpanan dengan infrastruktur pasar yang tidak memadai (Mahendra MS, 2008).
Namun demikian, pasar tradisional juga memiliki beberapa keunggulan dalam pelayanan bersaing secara alamiah seperti lokasi yang strategis, area penjualan yang luas, keragaman barang yang lengkap, harga yang rendah, sistem tawar-menawar yang menunjukkan keakraban antara penjual dan pembeli merupakan keunggulan yang dimiliki oleh pasar tradisional (Akadsolo, 2009).
Menurut Mahendra MS (2008), Meningkatnya aktivitas pasar menyebabkan penampilan pasar semrawut, kumuh, kurangnya sarana penerangan, tidak tersedianya fasilitas air bersih yang memadai sehingga tidak ada proses pembersihan komoditi, tidak higenis, tidak tersedianya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang memadai, sarana jalan sempit dan peredaran barang di dalam pasar juga sulit dan kurang nyaman (Mahendra MS, 2008).
Sumatera Utara, khususnya Medan memiliki banyak pasar tradisional yang memiliki peran yang besar terhadap masyatrakat. Namun keadaan pasar
Universitas Sumatera Utara

tradisional di kota Medan masih memprihatinkan dan terkesan kumuh, seperti pada Pasar tradisional Sei Kambing dan Pasar Pagi Padang Bulan. Minimnya renovasi tempat berjualan mengakibatkan sebagian besar pasar tradisional di Medan terkesan kumuh di Pasar Sei Kambing banyak pedagang kaki lima (PKL), dimana pedagang kaki lima yang secara bebas menjajakan dagangannya (Emiriana, 2008).
Demikian juga dengan Pasar Pagi Padang Bulan, tidak pernah direnovasi sejak dibangun, sejumlah fasilitas pasar yang rusak juga tidak mengalami perbaikan, seperti jalan dan areal parkir yang sempit dan masih digunakan pedagang kaki lima untuk tempat berjualan selama bertahun-tahun (Emiriana, 2008).
Pengamat sosial FISIP USU, Dr Asima Yanti Siahaan, dalam menyataan bahwa, pasar tradisional di Medan belum dapat menjadi tempat transaksi ekonomi yang layak dan terjamin keamanannya. Tanggung jawab atas ancaman penggusuran, pungutan liar, dan tindak kriminal lain dibebankan sepenuhnya kepada pedagang dan pembeli sendiri. Sangat berbeda sekali dengan situasi di pasar modern yang menyebabkan banyak konsumen beralih ke pasar modern untuk berbelanja. Oleh sebab itu, tidak jarang kehadiran pasar modern di sekitar lokasi pasar tradisional justru semakin mengurangi keberadaan pasar tradisional (Medan Bisnis, 2009).
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pasar tradisional memiliki peran yang besar terhadap masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Namun demikian pasar tradisional masih menghadapi berbagai persoalan dalam pengembangan. Untu menghindari persoalan tersebut, perlu di lakukan suatu studi
Universitas Sumatera Utara

empiris mengenai kondisi pasar tradisional. Hasil kajian tersebut kemudian akan dijadikan sebagai input dalam menetapkan strategi pengembangan pasar tradisional.
Identifikasi Masalah Untuk melihat bagaimana sebenarnya perkembangan pasar tradisional di
kota Medan saat ini maka dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Bagaimana perkembangan pasar tradisional di kota Medan? 2. Apa saja faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
perkembangan pasar tradisional tersebut? 3. Apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam
mengembangkan pasar tradisional tersebut? 4. Apa strategi yang sesuai untuk mengembangkan pasar tradisional di kota
Medan?
Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui perkembangan pasar tradisional di kota Medan. 2. Untuk mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
pasar tradisional. 3. untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam
mengembangkan pasar tradisional. 4. untuk menegtahui strategi yang sesuai dalam mengembangkan pasar
tradisional.
Universitas Sumatera Utara

Kegunaan Penelitian Adapun kegunaan penelitian ini sebagai berikut :
1. Sebagai bahan informasi bagi mahasiswa yang melakukan penelitian ini. 2. Sebagai bahan informasi bagi pedagang mengenai strategi pengembangan
pasar tradisional. 3. Sebagai bahan referensi dan studi untuk pengembangan ilmu bagi pihak-
pihak yang membutuhkan.
Universitas Sumatera Utara

TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Pustaka Pasar adalah suatu tempat bertemunya pembeli dan penjual dalam usaha
memenuhi kebutuhan pokok hidup sehari-hari. Namun dalam perkembangannya, kemudian pasar menjadi pusat pertemuan antar masyarakat dari beberapa wilayah yang lebih luas, misalnya beberapa kecamatan. Pasar sebagai pusat ekonomi, melancarkan kegiatan yang bersifat ekonomi. Dalam bidang konsumsi, pasar menyediakan kebutuhan primer dan sekunder. Sedangkan dalam bidang distribusi, pasar berperan besar terhadap penyebar luasan barang-barang kebutuhan masyarakat (Syarifuddin, 1990).
Pasar adalah suatu komponen utama pembentukan komunitas masyarakat baik di desa maupun di kota sebagai lembaga distribusi berbagai macam kebutuhan manusia seperti bahan makanan, sumber energi, dan sumber daya lainnya. Pasar berperan pula sebagai penghubung antara desa dan kota. Perkembangan penduduk dan kebudayaan selalu di ikuti oleh perkembangan pasar sebagai salah satu pendukung penting bagi kehidupan manusia sehari-hari terutama di kawasan perkotaan (Tjoek Soewarso, 1991/1992).
Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya pembeli dan penjual serta ditandai dengan adanya transaksi penjual dan pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar. Pasar tradisional secara unum memiliki bangunan yang terdiri dari kios-kios, atau gerai yang di buka oleh penjual yang umumnya menjual kebutuhan sehari-hari konsumen. Pasar tradisional adalah suatu wadah yang menampung orang-orang yang memiliki latar
Universitas Sumatera Utara

belakang yang berbeda, etnis dan agama namun dapat saling berinteraksi tanpa hambatan dan perbedaan tersebut. Melalui pasar tradisional, para petani kita masih bisa hidup dengan menjualkan hasil panennya dengan harga yang memuaskan (Arfie, 2009).
Pasar tradisional adalah pasar yang dikelola secara sederhana dengan bentuk fisiknya tradisional menerapkan sistem transaksi tawar menawar secara langsung dimana fungsi utamanya adalah untuk melayani kebutuhan masyarakat baik didesa, kecamatan dan lainnya. Yang berjualan di pasar ini terdiri dari UKM dan pedagang kaki lima. Harga di pasar tradisional ini mempunyai sifat yang tidak pasti, oleh karena itu bisa dilakukan tawar menawar (Sinaga P, 2008).
Namun, pada masa ini kondisi pasar tradisional mulai memprihatinkan. Dengan kondisi pasar tradisional yang becek, kotor, bau dengan sampah yang menggunung menjadikan pasar itu kian dijauhi. Ini tentu jauh berbeda dengan pasar modern yang tentu lebih dingin, bersih, dan nyaman sehingga konsumen yang dulunya berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar-pasar tradisional maka cenderung berbelanja di supermarket dan jenis pasar modern lainnya (Suara Merdeka, 2007).
Keberadaan supermarket dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan kontribusi dan kinerja pasar tradisional, namun penurunan tersebut lebih diakibatkan oleh faktor internal pasar tradisional itu sendiri yang mengakibat kurangnya daya saing yang dibanding pasar modern (Akadsolo, 2009).
Namun demikian ada sejumlah alasan konsumen tetap memilih pasar tradisional dengan alasan budaya, sejarah, mudah dijangkau, harga bisa di tawar
Universitas Sumatera Utara

atau di hutang lebih dahulu, rasa kekeluargaan yang cukup tinggi, tidak seboros berbelanja di pasar modern, bahkan menawarkan peluang usaha dan pekerjaan. Inilah sisi positif yang tidak lepas dari potensi sosial, budaya, dan ekonomi yang telah ada di pasar tradisional (Sucipto, 2009).
Pasar tradisional saat ini merupakan komunitas rentan. Pengkategorian pedagang pasar tradisional sebagai komunitas rentan karena jumlahnya yang besar, tempat usaha bukan milik sendiri, pengelolaan pasar tidak dilakukan oleh pedagang sendiri, latar belakang pendidikan yang rendah dan akses terhadap sumber-sumber sangat rendah (Bisnis Indonesia, 2004).
Strategi pengembangan pasar dalam penelitian ini dlakukan dengan menggunakan SWOT. Pemakaian SWOT terbagi dari 2 jenis yaitu : secara deskriptif dan Kuantitatif. Secara deskriptif yaitu : SWOT yang hanya menjalaskan bagaimana pengembangan suatu organisasi tanpa menjelaskan strategi faktor-faktor internal dan eksternalnya. Sedangkan secara kuantitatif yaitu menjelaskan dengan terperinci faktor-faktor internal dan eksternalnya dengan menggunakan bobot dan bagaimana strategi pengembangan tersebut bermamfaat bagi suatu usaha atau orgnisasi. Analisis SWOT ditujukan untuk mengidentifikasi berbagai faktor untuk merumuskan strategi (Nurmianto Eko dkk, 2004).
Universitas Sumatera Utara

Beberapa contoh pemakaian metode SWOT

NO

NAMA

Tahun Penelitian

Judul Skripsi

Metode

Terukur/ Tidak terukur

Penentuan variabel startegi SWOT

keterangan

1. Imelda Elfrida 2002

Prospek

Deskriptif

Tidak - Tidak didahului - Sangat Subjektif

Silalahi

pengembangan

terukur

penentuan

- Penentuan variabelnya

Usaha Ternak

variabel pangaruh

tidak tepat, tidak

Babi Skala Besar

- Penentuan

didasarkan oleh variabel

variabelnya tidak

internal dan eksternal

tepat

2. Ronald

A 2009

Prospek

Deskriptif

Tidak

- Tidak didahului - Sangat subjektif

Sitepu

pengembangan

terukur

variabel pengaruh - Penentuan tidak tepat

Usaha Ternak

- Penentuan

- Penentuan

strategi

Kambing

di

variabelnya tidak

pengembangan matrik

Kabupaten Karo

tepat

SWOT tidak sesuai

- Variabel internal

dengan factor yang di

dan eksternalnya

peroleh

tidak tepat

3. Dwie Vikha 2009

Strategi

Kuantitatif Tidak

- Tidak didahului - Sangat subjektif

Soraya

Pengembangan

tetapi tidak terukur

penentuan variabel - Tidak memiliki matriks

Usaha Tanaman memiliki

- Tidak

ada analisa SWOT

Obat Keluarga penjelasan

penentuan strategi

(TOGA)

terhadap

pengembangan

nlai factor

SWOT

variabel

yang

diperoleh

4. Muhammad

2008

Mustaqim Pane

5. Jevri Matondang Purba

2008

Strategi Pengembangan Program Kemitraan pada PTPN III

Kuantitatif tetapi tidak memiliki penjelasan terhadap nlai factor variabel yang diperoleh

Tidak terukur

Prospek

Pengembangan

Usaha

Tani

Wortel

Kuantitatif tetapi tidak memiliki penjelasan terhadap nlai factor variabel yang diperoleh

Tidak terukur

- Tidak

ada

penentuan variabel

pengaruh

- Penentuan variabel

internal

dan

eksternalnya tidak

tepat

- Strategi

pengembangan

yang diperoleh

tidak

sesuai

dengan factor yang

ada

- Penentuan

variabelnya

diketahui tetapi

kurang jelas

- Penentuan

variabelnya tidak

tepat

- Penentuan factor

internal

dan

eksternalnya tidak

tepat

- Sangat subjektif

- Bobot yang di dapat

subjektif

- Penentuan

strategi

SWOT tidak tepat karena

tidak sesuai dengan

factor-faktor yang di

peroleh

- Subjektif

- Penentuan

strategi

matriks SWOT tidak

didasarkan oleh variabel

internal dan eksternalnya

6. Novita Rahma 2008 Pulungan

7. Hervina Wardani

2008

Prospek

pengembangan

tanaman

hias

Aglaonema di

Kota Medan

Deskriptif

Tidak terukur

Prospek Agribisnis Bunga Mawar

Kuantitatif tetapi tidak memiliki penjelasan terhadap nlai factor variabel yang diperoleh

Tidak terukur

- Penentuan

variabelnya tidak

tepat

- Tidak

ad

penjelasan tentang

variael-variabel

pengaruh

- Di

dahului

penentuan variabel

tetapi

tidak

memiliki

penjelasan

- Penentuan

variabelnya tidak

tepat

- Sangat subjektif

- Penentuan matrik SWOT

tidak sesuai dengan

faktor-faktor internal dan

eksternalnya

- Strategi SWOT yag

diperoleh tidak jelas

- Tidak ada penjelasan

tentang

penentuan

variabel internal dan

eksternal

- Subjektif

- Penentuan

matriks

SWOT tidak sesuai

dengan variabel internal

dan eksternal yang

diperoleh

Universitas Sumatera Utara

Landasan Teori Pengertian pasar di masyarakat dapat bermacam-macam. Pasar dapat
diartikan sebagai tempat jual beli, pusat pengadaan barang kebutuhan, tempat perputaran modal uang, tempat berbelanja tempat tukar-menukar barang, tempat memberi lapangan kerja dan lapangan usaha, sarana pengembangan perekonomian dan kehidupan masyarakat, pusat informasi dan komunikasi, tuntunan standar harga barang dan jasa, sarana dan media pemberi kesejahteraan bagi masyarakat, pussat pengenalan metode dan lain sebagainya (Ikram dkk, 1990).
Pasar pada masyarakat adalah tempat dimana penjualan pembeli bertemu. Tetapi apabila pasar telah terselenggara dalam arti penjual dan pembeli telah bertemu, dan barang-barang kebutuhan telah disebarluaskan, maka pasar telah memperlihatkan peranannya bukan hanya sebagai pusat kegiatan ekonomi tetapi juga sebagai pusat kebudayaan (Tjoek Soewarso, 1991/1992).
Peranan pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi akan dapat dilihat dalam perubahan-perubahan yang terjadi atas produksi, konsumsi, maupun distribusi. Sedangkan sebagai pusat kebudayaan dapat dilihat dari perubahan-perubahan sosial budaya sebagai akibat adanya pembauran, pembaharuan dan rekreasi (Syarifuddin, 1990).
Peranan pasar sebagai pusat ekonomi mempunyai elemen-elemen sebagai berikut : - Sistem produksi merupakan suatu kegiatan untuk menghasilkan barang dan
jasa dengan jalan mengkombinasikan faktor-faktor produksi yang meliputi : a) Tanah (sumber daya alam),
Universitas Sumatera Utara

b) Tenaga kerja (sumber daya manusia), c) Modal, dan d) Manajemen. - Sistem Distribusi yaitu Proses penyebaran hasil produksi kepada konsumen yang meliputi : a) Distribusi langsung, b) Distribusi tidak langsung, dan c) Sarana distribusi. - Sistem Konsumsi yaitu sesuatu yang dibutuhkan manusia berupa benda dan jasa, baik untuk keperluan diri maupun keluarga (lingkungan) yang terdiri dari: a) Kebutuhan Primer, b) Kebutuhan Sekunder.
Fleksibilitas dalam pasar tradisional tidak hanya dalam masalah harga. Para pedagang pun relatif fleksibel dalam melakukan kegiatannya, baik pada sisi waktu, kegiatan, maupun tempat. Banyak pedagang, terutama yang tidak memiliki kios, berdagang hanya pada waktu-waktu tertentu saja (Listiani, 2009).
Menurut Soekartawi (1991) di dalam pasar, pedagang juga memiliki peranan penting, karena pedagang merupakan produsen kedua setelah petani. Perlu diketahui bahwa pedagang tidak hanya mempengaruhi naik turunnya harga yang terjadi dipasar, selain dari pedagang ada juga pihak lain yaitu pemerintah dan kekuatan lain tetapi mempengaruhi perubahan harga.
Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan
Universitas Sumatera Utara

keinginan pembeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba.penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan / pedagang, karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasilkan (Swastha dan Irawan, 1990).
Kegiatan penjualan dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut: a) Kondisi dan kemampuan penjual
Transaksi jual beli atau pemindahan hak milik secara komersil atas barang dan jasa itu pada prinsipnya melibatkan dua pihak, yaitu penjual dan pembeli. Disini penjual harus dapat menyakinkan pembeli agar dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan. Penjual harus dapat memahami beberapa masalah penting yang sangat berkaitan, yakni: - Jenis dan karakteristik barang yang ditawarkan. - Harga Produk - Syarat penjualan seperti: pembayaran, penghantaran, pelayanan sesudah penjualan, garansi dan sebagainya. b) Kondisi Pasar Pasar sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualan. Adapun kondisi pasar yang perlu diperhatikan adalah: - Jenis pasarnya - Kelompok pembeli atau segmen pasarnya - Daya belinya
Universitas Sumatera Utara

- Frekuensi pembelian - Keinginan dan kebutuhan
c) Faktor lain seperti: periklanan, peragaan, pemberian diskon sering mempengaruhi penjualan. Namun dalam melaksanakannya diperlukan sejumlah dana yang tidak sedikit. Bagi perusahaan yang bermodal kuat, kegiatan ini secara rutin dapat dilakukan. Sedangka bagi perusahaan kecil sangat jarang dilakukan bahkan mungkin tidak pernah sama sekali
(Swastha dan Irawan, 1990). Beberapa hal dapat digunakan sebagai panduan rancangan sebuah pasar
tradisional, antara lain: 1. Penyediaan ruang kegiatan jual beli berdasarkan kelompok pedagang masing-
masing, seperti ada area penjualan yang sama jenis barang dagangannya; 2. Penyediaan ruang sirkulasi (bergerak) yang efektif di dalam maupun di
lingkungan pasar; 3. Penyediaan tempat terlindung dari pengaruh cuaca, hujan, panas matahari,
bau; 4. Penyediaan ruang gawat darurat bagi publik bila mengalami situasi darurat,
seperti terjadi kebakaran, gempa bumi; 5. pemanfaatan pemasukan cahaya alami; 6. Sirkulasi(pertukaran) udara secara optimal; 7. Bentuk massa sederhana, struktur rangka ruang, bersifat fleksibel; 8. Sediakan ruang parkir yang cukup dan berpeluang untuk bisa dikembangkan; 9. Selesaikan secara teknis dan arsitektural sanitasi lingkungannya;
Universitas Sumatera Utara

10. Dengan mewujudkan rancangan yang dapat memberi rasa aman dan nyaman (Bali Post, 2006)
Analisis situasi membutuhkan keterlibatan manajemen puncak secara penuh untuk menentukan strategi yang sesuai dengan peluang eksternal dan kekuatan internal agar dapat menghasilkan corporation’s distinctive competence (perusahaan yang memiliki kekuatan yang tidak mudah ditiru oleh perusahaan pesaing) (Rangkuti, 2008 : 9).
Analisis SWOT harus mengidentifikasi kompetensi langka (distinctive competence) perusahaan yaitu keahlian tertentu dan sumber-sumber yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dan cara unggul yang mereka gunakan (Wheelen dan Hunger, 1994).
Kegiatan yang paling penting dalam proses analisis adalah memahami seluruh informasi yang terdapat suatu kasus, menganalisis situasi untuk mengetahui isu apa yang sedang terjadi, dan memutuskan tindakan apa yang harus segera dilakukan untuk memecahkan masalah (Rangkuti, 12008 : 14)
Proses penyusunan dilakukan dengan tiga tahap analisis yaitu tahap masukan, tahap analisis dan tahap keputusan (Rangkuti, 1997).
Tahap penyusunan perencanaan strategis melalui tiga tahap, yaitu: 1. Tahap Masukan 2. Tahap analisis 3. Tahap pengambilan keputusan.
Universitas Sumatera Utara

Tahap Masukan Tahap ini pada dasarnya tidak hanya sekedar kegiatan pengumpulan data,
tetapi juga merupakan suatu kegiatan pengklafikasian dan pra-analisis. Pada tahap ini data di bedakan menjadi dua, yaitu data eksternal dan data internal. A. Matrik Faktor Strategi Eksternal
Sebelum membuat matriks faktor strategi eksternal, kita perlu mengetahui terlebih dahulu faktor strategi eksternal (EFAS). Berikut adalah cara-cara penentuan faktor strategi eksternal (EFAS): a. Susunlah dalam kolom 1 (5 sampai dengan 10 peluang dan ancaman). b. Beri bobot masing-masing faktor dalam kolom 2, mulai dari 1,0 (sangat
penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting). Faktor-faktor tersebut kemungkinan dapat memberikan dampak terhadap faktor strategis. c. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor) berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Pemberian nilai rating untuk faktor peluang bersifat positif (peluang yang sangat besar diberi rating +4, tetapi jika peluangnya kecil diberi rating +1). Pemberian nilai rating ancaman adalah kebalikannya. Misalnya, jika nilai ancamannya sangat besar ratingnya adalah 1. sebaliknya, jika nilai ancamannya sedikit diberi rating 4. d. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (outstanding) sampai dengan 1,0 (poor).
Universitas Sumatera Utara

e. Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar atau catatan mengapa faktorfaktor tertentu dipilih dan bagaimana skor pembobotannya dihitung.
f. Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan bagi perusahaan bersangkutan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis eksternalnya. Total skor ini dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lainnya dalam kelompok industri yang sama (Rangkuti, 2008).
B. Matrik Faktor Strategi Internal Setelah faktor-faktor strategi internal suatu perusahaan diindentifikasikan,
suatu table IFAS (Internal Factors Analisys Summary) disusun untuk merumuskan faktor-faktor strategi Internal tersebut dalam kerangka Strength and Weakness perusahaan. Tahapnya adalah : a. Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan perusahaan
dalam kolom 1. b. Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 1,0 (paling
penting) sampai 0,0 (tidak penting), bedasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategis perusahaan. (Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00.) c. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Variabel yang bersifat positif (semua variabel yang termasuk kategori kekuatan) diberi nilai mulai dari +1 sampai dengan +4 (sangat baik)
Universitas Sumatera Utara

dengan membandingkannya dengan rata-rata industri atau dengan pesaing utama. Sedangkan variabel negatif, kebalikannya (Rangkuti F, 2008). Tahap Analisis
Setelah mengumpulkan semua informasi yang berpengaruh terhadap kelangsungan perusahaan, tahap selanjutnya adalah memamfaatkan semua informasi tersebut dalam model-model kuantitatif perumusan strategi. Dalam hal ini digunakan matrik SWOT (Rangkuti, 2008)
A. Analisis TOWS atau SWOT Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematika
untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis di dasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluan (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats) (Rangkuti, 2008).
Matrik ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapai perusahaan sesuai dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matrik ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategis seperti yang ditunjukkan pada gambar 1.
Universitas Sumatera Utara

IFAS EFAS

Strenght (S) (Kekuatan)
Strategi (SO)

Weakness (W) (Kelemahan)
Strategi WO

Opportunity (O) (Peluang)
Treathts (T) (Ancaman)

Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memamfaatkan peluang
Strategi ST
Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman

Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memamfaatkan peluang.
Strategi WT
Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman

Gambar 1. Matriks SWOT

o Strategi SO

Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan yaitu dengan

menggunakan seluruh kekuatan untuk memamfaatkan peluang

o Strategi ST

Ini adalah strategi untuk menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan

dengan cara menghindari ancaman.

o Strategi WO

Strategi ini diterapkan berdasarkan pemamfaatan peluang yang ada, dengan

cara mengatasi kelemahan-kelemahan yang dimiliki.

o Strategi WT

Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan ditujukan

untuk meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman

(Rangkuti, 2008).

Universitas Sumatera Utara

Kerangka Pemikiran Pasar tradisional dapat diartikan sebagai tempat bertemunya penjual dan
pembeli dimana orang-orang yang terdiri dari latar belakang yang berbeda, etnis dan agama namun dapat saling berinteraksi tanpa hambatan akan perbedaan tersebut. Sifat kegotong royongan di dalam masyarakat juga masih terlihat di pasar tradisional. Melalui pasar tradisional, para petani kita masih bisa hidup dengan menjualkan hasil produksi mereka dan mendapatkan laba yang memuaskan.
Tetapi, akibat kondisi fisik pasar tradisional yang sangat memprihatinkan dan belanja yang tidak nyaman, masyarakat mulai beralih ke pasar modern yang kemudian muncul menjadi saingan pasar tradisional. Masyarakat lebih memilih berbelanja di pasar modern (Hipermarket, Supermarket, Swalayan, dan lain-lain) karena lebih praktis dan bersih. Dengan berdirinya pasar modern seperti supermarket telah banyak mematikan pasar tradisional dan yang paling penting lebih mematikan peran pedagang pasar tradisional yang akhirnya menciptakan pengangguran dan angka kemiskinan yang cenderung meningkat.
Kemunculan pasar modern juga membuat dampak terhadap pasar tradisional semakin terlihat. Perekonomian pasar yang selama ini dikuasai pasar tradisional perlahan tetapi pasti mulai beralih menuju pasar modern, ditambah dengan dukungan manajemen dan sistem informasi yang tertata rapi. kemungkinan pasar-pasar modern tersebut akan memimpin pasar dalam sekejap.
Namun kesadaran masyarakatlah yang harus membuat pasar tradisional tetap berperan. Konsumen ibarat raja, gaya hidupnya terus didorong oleh perubahan dan dikendalikan pengelola pasar modern. Sejumlah kelebihan
Universitas Sumatera Utara

ditawarkan pasar modern, seperti harga lebih murah, diskon, hadiah, jaminan kualitas, tampilan menarik, dan kemudahan akses informasi produk. Ditunjang fasilitas lain sebagai alternatif hiburan bagi pembeli, seperti tempat bermain, tempat jajan, maka akan menarik konsumen. Di pasar tradisional hanya di dapat ketidaknyamanan, seperti lorong penuh dagangan, bau pengap, tempat kotor, bahkan harga lebih tinggi, sering dijumpai. Inilah sebagian akibat konsumen meninggalkan pasar tradisional.
Kekhawatiran itu tentu akan sirna, bila peran, makna dan fungsi pasar tradisional dikembalikan pada karakter pasar tradisional yang sebenarnya, dengan transformasi yang disesuaikan dengan kondisi saat ini, tegas dan konsisten melaksanakan aturan atau ketentuan dalam Perda dan konsep-konsep arsitektural pasar tradisional yang telah dijabarkan bisa dterapkan secara bijak.
Strategi di dalam pengembangan pasar tradisional ini juga di bahas dalam analisis SWOT yang menerangkan tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi pasar tradisional.
Universitas Sumatera Utara

Secara ringkas dapat dilihat pada gambar berikut.
Perkembangan Pasar Tradisional
VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN PASAR TRADISIONAL

SIGNIFIKAN

TIDAK SIGNIFIKAN

FAKTOR-FAKTOR STRATEGIS

INTERNAL

EKSTERNAL

STRENGTH (Kekuatan)

WEAKNESS (Kelemaan)

OPPORTUNITY (Peluang)

THREATS (Ancaman)

Ket :

Stratedi pengembangan Pasar Tradisional
= Ada Hubungan (Skema Koordinasi) Gambar 2. Skema Kerangka Pemikiran

Universitas Sumatera Utara

METODOLOGI PENELITIAN
Metode Penentuan Daerah Sampel Penelitian Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan di dua pasar tradisional di kota
Medan yaitu Pasar Pagi Padang Bulan dan Pasar Sei Kambing Kecamatan Medan Helvetia. Penentuan daerah sampel ditentukan secara purposive dengan pertimbangan perbedaan pengelolaan. Pasar tradisional Pajak Pagi Padang Bulan milik swasta sedangkan pasar tradisional Sei Kambing milik pemerintah. Pasar tradisional Pajak Pagi Padang Bulan dan Pajak Sei kambing relatif sudah lama dan cukup besar (lihat lampiran 5).
Metode Penentuan Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah pasar tradisional. Metode yang
dilakukan adalah metode deskriptif survei yaitu penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta yang ada dan mencari keterangan-keterangan tentang keadaan yang sebenarnya.
Metode Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan
data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan dipasar tradisional dan pasar modern serta wawancara kepada pedagang dengan menggunakan daftar pertanyaan/kuisioner yang telah dipersiapkan sebelumnya. Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait dengan penelitian ini, seperti Badan Pusat Statistik, Perusahaan Daerah Pasar Petisah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Medan dan buku-buku pendukung lainnya.
Universitas Sumatera Utara

Metode Analisis Data Untuk masalah (1) digunakan analisis deskriptif dengan mendiskripsikan
perkembangan pasar tradisional di Kota Medan dari data yang akan didapat dari instansi terkait.
Untuk masalah (2) digunakan analisis deskriptif, yaitu dengan matriks SWOT. Matrik ini menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi pasar tradisional disesuaikan dengan kelemahan yang dimilikinya. Analisis SWOT meyediakan pemahaman realistis tentang hubungan suatu organisasi dengan lingkungannya untuk mendapatkan terciptanya strategi yang dapat memaksimunkan kekuatan dan peluang serta meminimunkan kelemahan dan ancaman yang ada. Dengan gambaran tersebut kita akan dapat melihat bagaimana strategi pengembangan pasar tradisional di Medan. Langkah-langkah pembuatan SWOT 1. Menentukan penelitian tujuan untuk mengetahui seberapa besar
perkembangan pasar tradisional di kota Medan. 2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pasar. Dengan
itu kita akan menemukan beberapa variabel yang akan menentukan perkembangan suatu pasar tersebut. Data ini diperoleh dari data sekunder penelitian sebelumnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pasar antara lain : 1. Sistem tawar-menawar 2. Sebagai sarana pendukung ekonomi rakyat kecil 3. Adanya gotong-royong dalam pasar tradisional 4. Harga barang yang murah di pasar tradisional
Universitas Sumatera Utara

5. Adanya pedagang kaki lima 6. Fasilitas-fasilitas yang dibangun pemerintah dalam pasar tradisional 7. Adanya pasar modern di sekitar pasar tradisional 8. Kondisi dan keadaan pasar tradisional 9. Adanya konsumen tetap yang berbelanja di pasar tradisional 10. Kenyamanan pedagang berjualan di pasar tradisional 11. Jumlah modal yang dimiliki pedagang pasar tradisional 12. Pendapatan yang diperoleh pedagang pasar tradisional 13. Waktu buka pasar tradisional 14. Promosi yang dilakukan pedagang pasar tradisional terhadap barang
dagangan 15. Besarnya retribusi yang dikeluarkan pedagang 16. Kualitas barang yang rendah 17. Tempat strategis dekat dengan pemukiman penduduk 18. Kelalaian pemerintah dalam mengelola pasar tradisional 19. Keragaman barang yang lengkap 20. Jam operasional pasar yang terbatas 3. Setelah di peroleh faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pasar tradisional, kemudian dipilih faktor-faktor yang lebih strategis dalam mempengaruhi perkembangan pasar. Pemilihan variabel ini ditentukan setelah melakukan pra survei yaitu dengan mewawancarai 12 pedagan