Fatwa Mui Dan Opini Publik (Studi deskriptif Opini Mahasiswa Anggota HMI Komisariat Fakultas Hukum USU Terhadap Pemberitaan Fatwa Haram Bunga Bank oleh MUI Di Internet )

M U I DAN OPI N I PU BLI K
(Studi Deskriptif Opini Mahasiswa Anggota HMI KOMISARIAT
Fakultas Hukum USU Terhadap Pemberitaan Fatwa Haram
Bunga Bank Oleh MUI Di Internet)

Diajukan Oleh :

ADH AR KH AN SI AM BAT ON
040904094

DEPART EM EN I LM U K OM UN I K ASI
FAK U LT AS I LM U SOSI AL DAN I LM U POLI T I K
U N I V ERSI T AS SU M AT ERA U T ARA
M EDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

FATWA MUI DAN OPINI PUBLIK
(Studi deskriptif opini mahasiswa anggota HMI Komisariat Fakultas Hukum
USU Terhadap Pemberitaan Fatwa Haram Bunga Bank oleh MUI
Di Internet )

ABSTRAKSI
Skripsi ini meneliti tentang opini mahasiswa anggota HMI Komisariat
Fakultas Hukum USU, terhadap fatwa bunga bank haram yang ada di internet.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pandangan mahasiswa terhadap fatwa
bunga bank haram, kredibilitas dan kemampuan MUI dalam membina komunikasi
eksternal, khususnya yang diperantarai oleh media internet.
Dalam penelitian ini, peneliti mengunakan metode penelitian deskriptif,
yang hanya menggambarkan suatu peristiwa atau situasi penelitian, tanpa mencari
atau menjelaskan hubungan, serta tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi.
Selain melalui buku-buku dan internet, pengumpulan data juga dilakukan dengan
cara wawancara dan memberikan sejumlah pertanyaan dalam bentuk kuesioner
kepada responden. Setiap kuesioner berisi 27 pertanyaan tertutup dan 2
pertanyaan bebas. Penentuan jumlah sampel menggunakan metode yang
dipopulerkan oleh Arikunto (1998:120).
Di mana penentuan jumlah sampel penelitian adalah dengan ketentuan
apabila subjeknya kurang dari 100 orang, maka lebih baik diambil semua
sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah
subjeknya besar dapat diambil antara 10% atau 20% - 25% atau lebih. Dari
metode tersebut didapat jumlah sampel sebanyak 100 orang responden, dari
jumlah keseluruhan populasi sebanyak 500 orang. Sedangkan teknik penarikan
sampel yang digunakan adalah proportional random sampling, purposive
sampling dan accidental sampling. Analisis data sendiri dilakukan dengan
menggunakan analisis tabel tunggal.
Hasil penelitian menunjukkan, dalam menyikapi fatwa bunga bank haram,
umat Islam masih tetap terpecah belah. Sebagai komunikator, MUI memiliki
kredibilitas yang tinggi di mata para responden. Namun kemampuan persuasif
MUI sebagai komunikator, tergantung erat dengan tema pesan yang
disampaikannya. Hal ini dikarenakan MUI bukanlah satu-satunya rujukan
pengetahuan keagamaan bagi umat Islam, khususnya para responden. Popularitas
dan kredibilitas MUI sendiri bukan dibangun oleh media massa internal MUI,
media internal yang dimaksud adalah website MUI. Peranan website MUI sendiri
masih jauh dari harapan. Mengingat efiiensi dan efektifitas multi media sebagai
sarana komunikasi di masa depan, harusnya website yang dimiliki menjadi salah
satu perhatian utama kepengurusan MUI dari tingkat pusat sampai daerah.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Allhamdulillah, atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan
didorong oleh keinginan luhur supaya menjadi insan akademisi sejati, akhirnya
penulis berhasil menyelesaikan karya ilmiah ini. Tidak lupa pula shalawat dan
salam kepada Nabi Muhammad SAW, manusia tanpa dosa yang mengenalkan
penulis dengan Tuhannya.
Selama pengerjaan penelitian ilmiah ini begitu banyak halangan dan
rintangan saya hadapi. Yang terkadang begitu menguras tenaga serta emosi. Yang
seakan ingin memaksa penulis untuk menyerah di tengah jalan. Namun
sesungguhnya Allah SWT tidaklah memberi cobaan kepada seorang hamba,
melebihi kemampuan hamba yang bersangkutan. Di balik kesulitan pasti ada
kemudahan bagi insan yang mau mengambil pelajaran. Hal itu terbukti dari
banyaknya pihak yang sudi membantu penyelesaian skripsi ini. Mereka adalah
orang-orang yang tidak mungkin saya lupakan jasa-jasanya. Karena dorongan
moril maupun bantuan materil yang telah mereka berikan, memiliki andil sangat
besar bagi kesuksesan penelitian ilmiah ini. Begitu banyak pihak yang telah
terlibat ataupun dilibatkan dalam penelitian ilmiah ini. Namun karena
keterbatasan tempat dan waktu, hanya sebagian kecil diantara mereka yang bisa
penulis cantumkan namanya. Berikut sebait ucapan terima kasih tiada terhingga
dan lantunan doa “Semoga kiranya Allah SWT membalas kebaikan mereka semua
yang namanya tersebut di bawah ini dengan balasan yang lebih baik”
1. Bapak Prof. Dr, Badaruddin, Msi, selaku Dekan FISIP USU.
2. Bapak Drs. Zakaria, selaku Pudek I FISIP USU yang telah memberikan
arahan dan bimbingan kepada saya.

Universitas Sumatera Utara

3. Ibu Dra. Fatmawardy, Msi, selaku Ketua Departemen Ilmu Komunikasi FISIP
USU.
4. Ibu Dra. Dayana, Msi, selaku Sekretaris Departemen Ilmu Komunikasi FISIP
USU.
5. Ibu Dra. Mazdalifah, Msi, selaku Dosen Wali.
6. Kak Emilia Ramadhani, selaku Dosen Pembimbing Peneliti yang dengan
sabar membimbing, memotivasi

dan selalu menyediakan waktu untuk

berdiskusi mendengar keluh kesah peneliti.
7. Para Dosen Ilmu Komunikasi FISIP USU yang selalu memberikan
pengetahuan serta teladan dan patut ditiru oleh peneliti untuk terus belajar dan
meraih cita-cita.
8. Kak Ros, Kak Icut, Ibu Dewi, Maya, untuk semua bantuan yang dengan ikhlas
yang diberikan kepada peneliti.
9. Kepada Kedua Orangtua saya Bapak Nasrin Siambaton dan Ibu saya
Rosmawarni Simatupang

yang telah memberikan dukungan baik moril

maupun materil.
10. Kepada Saudara-saudara penulis, kakak, abang, dan adik yang telah
mendukung penulis dalam memberikan dukungan.
11. Teman-teman seperjuangan saya Budi, Tomi, Riko, Erik, Dimas, Adit,
Pampam, Wan, Ridho yang bersedia menemani dan memberikan

dukungan

yang sangat berarti bagi peneliti dan mengajarkan peneliti arti pertemanan.
12. Arif BSP yang telah membantu saya dalam penyelesaian skripsi ini hingga
selesai dan juga memberikan nasehat serta masukan kepada saya.

Universitas Sumatera Utara

13. Para responden yaitu anggota HMI Komisariat Fakultas Hukum USU yang
bersedia membagi pengalaman dan pelajaran berharga kepada saya tanpa
peran serta para responden penelitian ini tidak akan terwujud.
14. Kawan-kawanku di Gang Roma, Bulaw, Tito, Ari, Edo, Kurlep, dll.
Penulis menghaturkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada
mereka yang telah membantu namun namanya tidak tercantum dalam lembaran di
atas. Juga kepada pihak-pihak yang sengaja atau tidak pernah tersakiti oleh
penulis. Baik itu sebelum, selama maupun sesudah penelitian ini terselenggara.
Dan sebagai sebuah karya manusia biasa, pastilah karya ilmiah yang
penulis hasilkan memiliki banyak kekurangan. Baik itu ditinjau dari segi isi,
tekhnik penulisan, metodelogi dan hasil penelitian. Oleh karena itu, sebersit harap
timbul di hati penulis, kelak kiranya ada orang atupun pihak-pihak yang berkenan
menyempurnakan penelitian ini.

Medan,

Maret 2011

Peneliti

Adhar Khan Siambaton
NIM 040904094

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Hal
ABSTRAK ---------------------------------------------------------------------------

i

KATA PENGANTAR ---------------------------------------------------------------

ii

DAFTAR ISI -------------------------------------------------------------------------

v

DAFTAR TABEL ------------------------------------------------------------------- viii
BAB I

PENDAHULUAN ----------------------------------------------------

1

1.1. Latar belakang masalah ----------------------------------------

1

1.2. Perumusan Masalah --------------------------------------------

4

1.3. Batasan Masalah ------------------------------------------------

5

1.4. Tujuan dan Manfaat Penelitian --------------------------------

5

1.4.1. -------------------------------------------------------------- T
ujuan Penelitian -----------------------------------------

5

1.4.2. -------------------------------------------------------------- M
anfaat Penelitian ---------------------------------------

6

1.5. Kerangka Teori -------------------------------------------------

6

1.5.1. Komunikasi dan Komunikasi Massa ----------------

7

1.5.2. Model Komunikasi satu Tahap (One Step of
Communication) ---------------------------------------

7

1.5.3. Cyber Space --------------------------------------------

9

1.5.4. Opini Public -------------------------------------------- 11
1.5.5. Fatwa MUI Mengenai Bunga Bank ----------------- 12
1.6. Kerangka Konsep ----------------------------------------------- 18
1.7. Definisi Operasional -------------------------------------------- 19

Universitas Sumatera Utara

BAB II

URAIAN TEORITIS ------------------------------------------------- 21
2.1. Komunikasi ------------------------------------------------------ 21
2.1.1. Komunikasi Massa ------------------------------------- 24
2.1.2. Komunikasi Massa ini --------------------------------- 27
2.1.3. Media Massa ------------------------------------------- 28
2.1.4. Komunikasi Spiritual ---------------------------------- 30
2.2. One Step Flow -------------------------------------------------- 32
2.3. Opini Publik ----------------------------------------------------- 35
2.3.1. Pengertian Opini Publik ------------------------------- 35
2.3.2. Proses Pembentukan Opini Publik ------------------- 39
2.3.3. Kekuatan Opini Publik -------------------------------- 41
2.4. Internet ----------------------------------------------------------- 42
2.4.1. Sekilas Mengenai Internet ---------------------------- 43
2.4.2. Pemanfaat Internet ------------------------------------- 44
2.5. Kontroversi Bunga dari Sudut Pandang Agama Islam ---- 46
2.6. Riba

BAB III

------------------------------------------------------------ 47

METODOLOGI PENELITIAN ------------------------------------- 52
3.1. Deskripsi Lokasi Penelitian ----------------------------------- 52
3.1.1. Propil Kepengurusan HMI Komisari Hukum
USU periode 2009-2010. ----------------------------- 61
3.2. Sejarah Singkat Majelis Ulama ------------------------------ 68
3.3. Visi dan Misi Majelis Ulama Indonesia ---------------------- 71
3.3.1. Visi ------------------------------------------------------- 71
3.2.2. Misi ------------------------------------------------------ 72

Universitas Sumatera Utara

3.3.3. Orientasi MUI ------------------------------------------- 72
3.3.4. Peran MUI ----------------------------------------------- 74
3.4. Metodologi Penelitian ------------------------------------------ 76
3.4.1. Metode Penelitian ------------------------------------- 76
3.4.2. Lokasi Penelitian --------------------------------------- 76
3.5. Populasi dan Sampel ------------------------------------------- 77
3.5.1. Populasi -------------------------------------------------- 77
3.5.2. Sampel -------------------------------------------------- 77
3.6. Teknik Pengumpulan Data ------------------------------------ 78
3.7. Teknik Analisis Data ------------------------------------------- 79
BAB IV

PEMBAHASAN ------------------------------------------------------ 80
4.1. Pelaksanaan Pengumpulan Data ------------------------------ 80
4.1.1. Tahap Awal --------------------------------------------- 80
4.1.2. Pengumpulan Data ------------------------------------- 80
4.2. Proses Pengolahan Data ---------------------------------------- 81
4.2.1. Penomoran Kuesioner --------------------------------- 81
4.2.2. Editing --------------------------------------------------- 81
4.2.3. Coding --------------------------------------------------- 81
4.2.4. Inventarisasi Variabel --------------------------------- 81
4.2.5. Menyediakan Kerangka Tabel ------------------------ 82
4.2.6. Tabulasi Data ------------------------------------------- 82
4.3. Analisis Tabel Tunggal ---------------------------------------- 82
4.4. Pembahasan ----------------------------------------------------- 105

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN -------------------------------------- 108

Universitas Sumatera Utara

5.1. Kesimpulan ------------------------------------------------------ 108
5.2. Saran ------------------------------------------------------------ 109

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
Hal
Tabel 1

: Jenis Kelamin ------------------------------------------------------

82

Tabel 2

: Usia Responden ----------------------------------------------------

83

Tabel 3

: Semester Responden -----------------------------------------------

84

Tabel 4

: Lama bergabung ---------------------------------------------------

84

Tabel 5

: Jenjang training yang pernah diikuti -----------------------------

85

Tabel 6

: Posisi dalam struktural HMI Komisariat Fakultas Hukum
USU -----------------------------------------------------------------

Tabel 7

: Frekuensi membaca berita

86

/ artikel seputar fatwa-fatwa

MUI------------------------------------------------------------------

87

Tabel 8

: Frekuensi mengakses website MUI ------------------------------

88

Tabel 9

: Jenis media pemasok utama informasi mengenai MUI --------

89

Tabel 10 : Frekuensi membaca fatwa haram bunga bank oleh MUI ------

90

Tabel 11 : Opini responden mengenai fatwa-fatwa MUI ------------------

90

Tabel 12 : Opini responden mengenai fatwa haram bunga bank oleh
MUI------------------------------------------------------------------

91

Tabel 13 : Tingkat kepercayaan kepada tokoh dan lembaga MUI --------

92

Tabel 14

: Tingkat ketertarikan responden pada fatwa bunga bank
haram ---------------------------------------------------------------

92

Tabel 15 : Urgensi fatwa bunga bank haram bagi para responden. -------

93

Tabel 16 : Sikap mengenai fatwa MUI, bunga bank haram ---------------

94

Tabel 17 : Fatwa MUI sebagai rujukan persoalan keagamaan ------------

95

Tabel 18 : Frekuensi penggunaan website MUI-----------------------------

96

Tabel 19 : Penilaian terhadap isi website resmi MUI ----------------------

96

Tabel 20 : Pandangan terhadap bunga bank ---------------------------------

97

Tabel 21

: Pengaruh fatwa MUI terhadap perubahan sikap responden
pada bunga bank ---------------------------------------------------

Tabel 22

: Pengaruh fatwa MUI terhadap perubahan sikap responden
pada bank syariah --------------------------------------------------

Tabel 23

98

: Pengaruh

fatwa

bertransaksi

MUI

terhadap

tingkat

98

kenyamanan

di bank konvensional dan syariah ------------

99

Universitas Sumatera Utara

DAFT AR RI WAY AT H I DU P

Nama

:

Adhar Khan Siambaton

Jenis Kelamin

:

Laki-laki

Tempat/Tanggal Lahir

:

Medan, 6 September 1984

Agama

:

Islam

Anak

:

Ke – 4 dari 5 Saudara

Alamat

:

Jln. Harapan Pasti Gg. Mukmin.

Pendidikan

:

1. SD Negeri 0640929

Tahun 1991-1998

2. SMP Negeri 6 Tahun 1998-2001
3. SMA Swasta Nurhasanah Tahun 2001-2004
Nama Orang tua
Ayah

:

Nasrin Siambaton

Ibu

:

Rosmawarni Simatupang

Ayah

:

Pensiunan PNS

Ibu

:

Ibu Rumah Tangga

Pekerjaan Orangtua

Universitas Sumatera Utara

FATWA MUI DAN OPINI PUBLIK
(Studi deskriptif opini mahasiswa anggota HMI Komisariat Fakultas Hukum
USU Terhadap Pemberitaan Fatwa Haram Bunga Bank oleh MUI
Di Internet )

ABSTRAKSI
Skripsi ini meneliti tentang opini mahasiswa anggota HMI Komisariat
Fakultas Hukum USU, terhadap fatwa bunga bank haram yang ada di internet.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pandangan mahasiswa terhadap fatwa
bunga bank haram, kredibilitas dan kemampuan MUI dalam membina komunikasi
eksternal, khususnya yang diperantarai oleh media internet.
Dalam penelitian ini, peneliti mengunakan metode penelitian deskriptif,
yang hanya menggambarkan suatu peristiwa atau situasi penelitian, tanpa mencari
atau menjelaskan hubungan, serta tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi.
Selain melalui buku-buku dan internet, pengumpulan data juga dilakukan dengan
cara wawancara dan memberikan sejumlah pertanyaan dalam bentuk kuesioner
kepada responden. Setiap kuesioner berisi 27 pertanyaan tertutup dan 2
pertanyaan bebas. Penentuan jumlah sampel menggunakan metode yang
dipopulerkan oleh Arikunto (1998:120).
Di mana penentuan jumlah sampel penelitian adalah dengan ketentuan
apabila subjeknya kurang dari 100 orang, maka lebih baik diambil semua
sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah
subjeknya besar dapat diambil antara 10% atau 20% - 25% atau lebih. Dari
metode tersebut didapat jumlah sampel sebanyak 100 orang responden, dari
jumlah keseluruhan populasi sebanyak 500 orang. Sedangkan teknik penarikan
sampel yang digunakan adalah proportional random sampling, purposive
sampling dan accidental sampling. Analisis data sendiri dilakukan dengan
menggunakan analisis tabel tunggal.
Hasil penelitian menunjukkan, dalam menyikapi fatwa bunga bank haram,
umat Islam masih tetap terpecah belah. Sebagai komunikator, MUI memiliki
kredibilitas yang tinggi di mata para responden. Namun kemampuan persuasif
MUI sebagai komunikator, tergantung erat dengan tema pesan yang
disampaikannya. Hal ini dikarenakan MUI bukanlah satu-satunya rujukan
pengetahuan keagamaan bagi umat Islam, khususnya para responden. Popularitas
dan kredibilitas MUI sendiri bukan dibangun oleh media massa internal MUI,
media internal yang dimaksud adalah website MUI. Peranan website MUI sendiri
masih jauh dari harapan. Mengingat efiiensi dan efektifitas multi media sebagai
sarana komunikasi di masa depan, harusnya website yang dimiliki menjadi salah
satu perhatian utama kepengurusan MUI dari tingkat pusat sampai daerah.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

I.1.

Latar Belakang Masalah
Kemajuan teknologi di abad 21, menyebabkan pergeseran besar di

berbagai bidang kehidupan manusia dan alam sekitarnya. Pergeseran paling besar
dan paling mudah diamati adalah bagaimana cara manusia berkomunikasi. Dahulu
penemuan kertas dan alat tulis sempat dianggap sebagai pencapaian terbesar
manusia, namun kini peranan kertas dan alat tulis telah digeser oleh kemajuan
bidang multi media. Jika dahulu media cetak dan elektronik dianggap sebagai
media massa paling efektif, kini dunia multi medialah yang jadi primadona. Dunia
multi media atau lazimnya disebut sebagai internet, memang memiliki
kemampuan menyediakan informasi yang jauh lebih banyak dan lengkap daripada
media-media konvensional lainnya. Apalagi internet juga menyatukan semua
kemampuan yang merupakan andalan media massa sebelumnya, yakni
kemampuan visual, audio dan audio visual. Dari segi efisiensi dan efektifitas,
internet juga menempati posisi terdepan dibandingkan media lainnya. Internet
membuat kita tidak perlu repot-repot menebangi pohon, hanya untuk
menyampaikan beberapa informasi yang sehari kemudian mungkin akan basi dan
media penyampainya akan berakhir di tempat sampah.
Dengan semua sifat “ supernya ” tidak heran jika hampir semua perusahaan
media massa yang dahulu hanya fokus pada salah satu sistem media, entah itu
cetak maupun elektronik, kini mulai membangun divisi multi media juga.
Contohnya portal berita milik grup kompas, Waspada On line, Analisadaily,

Universitas Sumatera Utara

bahkan media audio visul juga merasa perlu mengukuhkan eksistensi mereka di
internet melalui situs-situs, Metro TV.com, RCTI. Com dan lain-lain. Peningkatan
pengetahuan dan semakin terjangkaunya sarana pendukung, membuat internet
lambat laun menjadi sumber informasi andalan bagi berbagai kalangan di
Indonesia, utamanya di kalangan pelajar dan mahasiswa di kota-kota besar. Dari
mulai mencari bahan tugas belajar sampai ajang bersosialisasi, mereka lakukan di
media berjuluk “dunia maya”
Dengan daya jangkaunya yang tidak mengenal batasan geografis dan
kemampuan up date informasi setiap saat, internet menjadi media yang sangat
kondusif dalam kampanye pembentukan opini publik. Terlebih lagi internet secara
harfiah tidak pernah melakukan proses seleksi, baik itu kepada para pengguna
maupun isi informasi yang di up load. Kuatnya pengaruh internet dalam
pembentukan opini publik di Indonesia, terbukti jelas pada kasus Ketua KPK (
Bibit-Chandra ) dan perseteruan Prita Mulyasari versus Rumah Sakit Omni
Internasional. Dalam kedua kasus tersebut, opini publik telah menjelma menjadi
hakim dan jaksa, yang menentukan akhir kedua kasus hukum di atas. Opini publik
dalam sebuah negara penganut mazhab demokrasi, sering kali menjelma bagai
Dewa. Dalam tatanan hukum fomal Indonesia sendiri, eksistensi opini publik juga
sangat diakui. Atas dasar kepentingan umum ( salah satu indikatornya adalah
desakan opini publik ), jaksa bisa melakukan proses penghentian sebuah perkara,
yang lazim disebut proses “ deponering ”
Salah satu isu menarik dalam proses pembentukan opini publik adalah fatwa
haram bunga bank yang dikeluarkan oleh MUI. MUI sebagai salah satu wadah
berkumpulnya para ulama dan cendekiawan Islam, merasa perlu memberikan

Universitas Sumatera Utara

arahan bagi umat mengenai hukum bunga bank dalam pandangan umat Islam.
Namun meskipun eksistensi MUI sebagai lembaga pemberi fatwa telah diakui
oleh pemerintah Republik Indonesia maupun dunia internasional, tetap saja opini
umat Islam Indonesia masih terbelah. Hal ini dikarenakan sistem perbankan
belum ada di zaman Nabi Muhammad SAW, sehingga tidak ada fatwa jelas dan
tegas dari Rasullah, yang bisa jadi patokan bagi umatnya.
Secara umum, pemberitaan mengenai fatwa bunga bank haram bisa
digolongkan dalam tiga kategori, yakni :
1. Setuju dengan fatwa MUI, bahwa bunga bank haram.
Pemberitaan yang nadanya bersikap setuju dengan fatwa MUI, bahwa
bunga bank adalah haram antara lain dimuat diwebsite : Viva News.com (
Senin, 14 Juni 2010 pukul 15.42 Wib )
2. Tidak setuju dengan fatwa MUI bahwa bank haram.
Pemberitaan yang nadanya bersikap tidak setuju dengan fatwa MUI,
bahwa bunga bank adalah haram antara lain dimuat oleh : Berita Suara
Media.com ( Selasa, 06 April 2010, Pukul 16.31 Wib)
3. Tidak berpihak pada salah satu dari dua pendapat diatas.
Pemberitaan yang bersikap tidak berpihak dengan salah satu dari kedua
pendapat di atas antara lain dimuat oleh : ANTARA News.com ( Senin, 5
April 2010, Pukul 22.07 wib )
Salah satu elemen masyarakat yang menarik untuk dikaji opininya mengenai
isu di atas adalah, dari kalangan mahasiswa, terutama yang mengambil jurusan
ilmu hukum dan aktif di organisasi kemahasiswaan. Para mahasiswa ini tentunya
leluasa melakukan berbagai kajian ilmiah mengenai legalitas fatwa tersebut.

Universitas Sumatera Utara

Karena dalam kurikulum pendidikan sarjana hukum di Indonesia, juga diwajibkan
mempelajari konsep-konsep dasar hukum Islam. Terlebih lagi para mahasiswa
yang aktif dalam organisasi bernafaskan Islam, seperti HMI. Sebagai wadah
kreatifitas mahasiswa muslim, HMI memberikan keleluasaan bagi setiap
komisariat di bawahnya untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bisa
mendukung kematangan akademis para anggota komisariat bersangkutan. Hal
yang umum dilakukan adalah, menyelenggarakan kegiatan-kegiatan diskusi
maupun seminar mengenai topik-topik terkait dengan program studi para
anggotanya. Dan mengingat isu seputar halal haramnya bunga bank dalam kajian
hukum Islam, telah lama menjadi isu kontroversial di kalangan umat, topik ini
pastilah jadi bahan kajian menarik bagi para anggota HMI Komisariat Hukum
USU. Apalagi selama ini HMI Komisariat Hukum USU cukup aktif dalam
melakukan pembinaan kepada para anggotanya.
Berdasarkan penjelasan di atas maka peneliti tertarik mengetahui opini
mahasiswa yang tergabung dalam HMI komisariat Fakultas Hukum USU terhadap
fatwa haram bunga bank oleh MUI.

1.2

Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dikemukakan

perumusan masalah sebagai berikut : “ bagaimana opini mahasiswa anggota HMI
Komisariat Fakultas Hukum USU terhadap pemberitaan fatwa haram bunga bank
oleh MUI di internet ”

Universitas Sumatera Utara

1.3

Pembatasan Masalah
Untuk menghindari ruang lingkup penelitian yang terlalu luas sehingga

dapat mengaburkan penelitian, maka peneliti melakukan pembatasan masalah.
Adapun pembatasan masalah yang diteliti adalah :
1. Penelitian ini bersifat deskriptif, yang hanya memaparkan suatu situasi atau
peristiwa secara sistematis, tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak
menguji hipotesis atau membuat prediksi.
2. Penelitian ini dilakukan terbatas pada opini publik terhadap pemberitaan fatwa
bunga bank haram oleh MUI di internet.
3. Objek penelitian ini adalah mahasiswa USU yang bergabung dengan HMI
Komisariat Hukum USU.
4. Penelitian dilakukan pada bulan Juli- Agustus 2010. Karena pada bulan Juni
masyarakat masih disibukkan oleh pemilihan Wali kota / Wakil wali Kota
Medan periode 2010-2015.

1.4.

Tujuan Dan Manfaat Penelitian
Setiap penelitian yang dilakukan terhadap suatu masalah sudah pasti

mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Dengan adanya tujuan akan mendorong
seseorang untuk melakukan usaha sedapat mungkin agar tujuan tersebut dapat
dicapai.
1.4.1. Tujuan Penelitian.
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara

1. Untuk mengetahui opini mahasiswa yang tergabung dalam HMI
Komisariat Hukum USU terhadap pemberitaan fatwa haram bunga
bank oleh MUI di
internet.
2. Untuk mengetahui tingkat kredibilitas dan pengetahuan mahasiswa
mengenai fatwa- fatwa dan organisasi MUI itu sendiri.
3. Untuk mengetahui opini mahasiswa muslim anggota HMI Komisariat
Hukum USU

mengenai pemberitaan fatwa bunga bank haram oleh

MUI di internet.

1.4.2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian adalah sebagai berikut:
1. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah
penelitian di bidang Ilmu Komunikasi, khususnya Komunikasi Massa.
2. Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat menambah bahan
bacaan di perpustakaan program studi Ilmu Komunikasi FISIP USU.
3. Secara praktis, data yang diperoleh dari penelitian ini dapat menjadi
masukan bagi MUI dalam mengambil keputusan / fatwa dan metode
sosialisasinya ke masyarakat.

1.5

Kerangka Teori
Setiap penelitian memerlukan kejelasan titik tolak atau landasan berpikir

dalam memecahkan atau menyoroti permasalahannya. Untuk itu perlu disusun

Universitas Sumatera Utara

kerangka teori yang memuat pokok-pokok pikiran yang menggambarkan dari
sudut mana akan disoroti (Nawawi, 1995 : 39-40).
Kerlinger menyebutkan teori merupakan himpunan konstruk (konsep),
definisi, dan preposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejalagejala dengan menjabarkan relasi di antara variabel, untuk menjelaskan dan
meramalkan gejala tersebut (Rakhmat, 2004 : 6).
Dalam penelitian ini, teori yang dianggap relevan antara lain :

1.5.1. Komunikasi dan Komunikasi Massa
Komunikasi merupakan unsur yang penting bagi kehidupan manusia.
Menurut Astrid S. Susanto, komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang
yang mengandung arti / makna ( Arifin, 1988 : 25 ).
Menurut Harold Lasswell, komunikasi adalah proses penyampaian pesan
oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek
tertentu. Dari defenisi tersebut menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima
unsur, yakni:
a. Komunikator ( communicator, source, sender )
b. Pesan ( messege )
c. Media ( channel, media )
d. Komunikan ( communicant, communicate, receiver, recipient )
e. Efek ( effect, impact, influence ) ( Effendy, 1992 : 10 )
Dari berbagai macam cara komunkasi yang dilakukan di dalam
masyarakat manusia, salah satu bentuknya adalah komunikasi massa. Komunikasi
massa dapat diartiakan dalam dua cara, yakni, pertama , komunikasi oleh media,

Universitas Sumatera Utara

dan kedua komunikasiuntuk massa. Namun ini tidak berarti komunikasi massa
adalah komunikasi untuk setiap orang. Media tetap cenderung memilih khlayak,
dan demikian pula sebaliknya khalayak pun memilih – milih media. ( Rivers,
2003 : 18 )
Seseorang yang akan menggunakan media massa sebagai alat untuk
melakukan kegiatan komunikasinya perlu mengetahui bahwa terdapat empat
karakteristik komunikasi massa,yakni ( Effendi, 1993 : 81 – 83 ):
a. Komunikasi massa bersifat umum
Pesan komunkasi yang disampaikan melalui media massa adalah terbuka
untuk semua orang.
b. Komunikan bersifat heterogen
Massa dalam komunikasi massa terjadi dari orang – orang yang heterogen
yang meliputi penduduk yang bertempat tinggal dalam kondisi yang sangat
berbeda, dengan kebudayaan yang beragam, berasal dari berbagai lapisan
masyarakat, mempunyai pekerjaan yang berjenis – jenis; maka oleh kerena itu
mereka berbeda pula dalam kepentingan, standart hidup dan derajat
kehormatan, kekuasaan dan pengaruh.
c. Media massa menimbulkan keserempakan.
Yang dimaksud dengan keserempakan adalah keserempakan kontak dengan
sejumlah besar penduduk dalam jarak jauh dari komunikator, dan penduduk
tersebut satu sama lainnya berada dalam keadaan terpisah.
d. Hubungan komunikator – komunikan bersifat non – pribadi
Dalam komunikasi massa, hubungan antara komunikator dan komunikan
bersifat non – pribadi, karena komunikan yang anonim dicapai oleh orang –

Universitas Sumatera Utara

orang yang dikenal hanya dalam perannya yang bersifat umum sebagai
komunikator.

1.5.2. Model komunikasi satu tahap ( one step flow of communication )
Model ini merupakan pengembangan dari model jarum Hipodermik.
Kerena itu, pesan yang disampaikan disalurkan melalui media massa langsung
ditujukan kepada komunikan tanpa melalui perantara. Namun pesan itu tidak
mencapai semua komunikan dan juga tidak menimbulkan efek yang sama pada
setiap komunikan.
Model satu tahap ini mengakui bahwa :
1). Media tidak mempunyai kekuatan yang hebat.
2). Aspek pilihan dari penampilan, penerimaan, pemahaman dalam ingatan yang
selektif mempengaruhi suatu pesan.
3) Untuk setiap komunikan, terjadi efek yang berbeda.
Selanjutnya model komunikasi satu tahap ini memberikan kebebasan
seluas-luasnya kepada saluran komunikasi massa untuk memancarkan efek
komunikasi secara langsung.

1.5.3. Cyber space
Cyberspace adalah tempat kita berada ketika mengarungi dunia informasi
global interaktif yang bernama internet. Secara fisik internet tidak lain adalah
sekumpulan komputer, tersebar di seluruh dunia yang dihubungkan satu sama lain
melalui jaringan telekomunikasi satelit global dan kabel telepon lokal. Menurut
Zaleski (1999:9) istilah cyberspace itu sendiri diciptakan oleh seorang penulis

Universitas Sumatera Utara

fiksi ilmiah, William Gibson yang membayangkan adanya dunia maya atau virtual
di dalam jaringan komputer yang mensimulasikan dunia nyata kita sehari-hari.
Jaringan komputer telah hadir di antara kita lebih dari 25 tahun, dan dalam
beberapa tahun terakhir kita menyaksikan percepatan yang amat dahsyat dengan
hadirnya jaringan internet tersebut. Dalam hal ini La Quey (1997:9) menyatakan
bahwa internet terus berubah tumbuh dan menjadi semakin baik dan menimbulkan
dampak hebat pada kehidupan kita. Internet tidak lagi sekedar jaringan komputer
yang nyata secara fisik, tetapi merupakan media penerbitan, saluran komunikasi
dan perpustakaan.
Misi awal internet adalah menyediakan sarana bagi para peneliti untuk
mengakses data dari sejumlah sumberdaya perangkat keras komputer yang mahal.
Namun sekarang internet telah berkembang menjadi ajang komunikasi yang tidak
dapat diabaikan. Internet adalah semacam jagat raya yang terus menerus
berkembang. Dalam bola dunia cyber ini, berbagai orang dari penjuru dunia
berkomunikasi melalui zona waktu yang berbeda tanpa saling bertatap muka dan
informasinya tersedia selama 24 jam sehari dari ribuan tempat. Yang
membedakan internet dari jaringan global lainnya adalah tingkat interaksi dan
kecepatan yang amat dinikmati pengguna untuk menyiarkan pesannya.
Internet memungkinkan orang berbicara, setiap orang mempunyai
pendapat dan semua pendapat itu tampaknya bermuara pada internet. Internet
adalah perkakas sempurna untuk menyiagakan dan mengumpulkan sejumlah besar
orang secara elektronis. Informasi mengenai suatu peristiwa tertentu dapat
membuatnya menjadi suatu piranti meriah yang sangat efektif.

Universitas Sumatera Utara

1.5.4. Opini Publik.
Definisi Opini Publik “Opini publik adalah unsur-unsur dari pandangan,
perspektif dan tanggapan masyarakat mengenai suatu kejadian, keadaan, dan
desas-desus tentang peristiwa-peristiwa tertentu”
Definisi publik oleh John Dewey . “ Publics are spontaneous groups of
citizens who share the indirect effects of a particular action” ( Publik adalah
kelompok spontan dari suatu penduduk yang berbagi tindakan khusus secara tidak
langsung )
Publik adalah tentang hal yang semestinya bagi orang orang : hubungan,
perasaan/emosi, bangsa, negara bagian atau suatu komunitas, dll. Publik juga
didefinisikan sebagai orang di suatu bangsa yang tidak menggabungkan diri
dengan pemerintahan di suatu bangsa.
Perbedaan Publik dengan Masyarakat : Masyarakat lebih luas ruang
lingkupnya daripada Publik. Publik lebih spontan, sedangkan masyarakat lebih
teratur.
Publik adalah masyarakat yang tertarik dengan suatu hal(tergantung dengan
masalah/hal yang dihadapi).
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang
yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana
sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam
kelompok tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan
hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas
yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah
masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama

Universitas Sumatera Utara

dalam satu komunitas yang teratur. Definisi masyarakat dari segi istilah menurut
Drs.Sidi Gazalba mengutamakan dua perkara, pertama, interaksi manusia dengan
manusia, hidup berkelompok dan dalam masyarakat yang teratur. Kedua,
pemelihara interaksi yang teratur dalam kelompok. Masyarakat merupakan
pergaulan hidup, pengaulan antara manusia dengan kelompok. Institut masyarakat
bertanggungjawab mempertahankan hubungan yang teratur antara individu
dengan individu.

1.5.5. Fatwa MUI mengenai bunga Bank.
KEPUTUSAN FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Nomor 1 Tahun 2004
Tentang
BUNGA (INTERSAT/FA’IDAH)
Majelias Ulama Indonesia,
MENIMBANG :
a. bahwa umat Islam Indonesia masih mempertanyakan status hukum bunga
(interst/fa’idah) yang dikenakan dalam transaksi pinjaman (al-qardh) atau
utang piutang (al-dayn), baik yang dilakukan oleh lembaga keuangan,individu
maupun lainnya;
b. bahwa Ijtima’Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia pada tanggal 22 Syawal 1424
H./16 Desember 2003 telah menfatwakan tentang status hukum bunga;
c. bahwa karena itu, Majelis Ulama Indonesia memnadang perlu menetapkan
fatwa tentang bunga dimaksud untuk di jadikan pedoman.

Universitas Sumatera Utara

MENGINGAT :
1. Firman Allah SWT, antara lain :
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan
seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit
gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata
(berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah
telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah
sampai kepadanya larangan dari Tuhannya,lalu terus berhenti (dari mengambil
riba), maka baginya maka yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang
larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi
(mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka
kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan
Allah tiadak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran,dan selalu
berbuat dosa. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal
shaleh,mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, mereka mendapat
pahala di sisi Tuhannya.Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak
(pula) mereka bersedih hati. Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah
kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum di pungut) jika kamu
orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan
sisa riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak
(pula) dianiaya.Dan jika (orang-orang berhutang itu) dalam kesukaran,mereka
berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian
atau semua utang) itu,lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Hai orangorang

yang

beriman,

janganlah

kamu

memakan

riba

dengan

Universitas Sumatera Utara

berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat
keberuntungan (Ali’Imran [3]: 130).
2. Hadis-hadis Nabi s.a.w., antara lain :
Dari Abdullah r.a., ia berkata : “Rasulullah s.a.w. melaknat orang yang
memakan orang yang memakan (mengambil) dan memberikan riba.” Rawi
berkata: saya bertanya:”(apakah Rasulullah melaknat juga) orang yang
menuliskan dan dua orang yang menajdi saksinya?” Ia (Abdullah) menjawab :
“Kami hanya menceritakan apa yang kami dengar.” (HR.Muslim).
Dari Jabir r.a.,ia berkata : “Rasulullah s.a.w. melaknat orang yang memakan
(mengambil)

riba,

memberikn,

menuliskan,

dan

dua

orang

yang

menyaksikan.” Ia berkata: “mereka berstatus hukum sama.” (HR. Muslim).
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah bersabda: “Akan datang kepada
umat manusia suatu masa dimana mereka (terbiasa) memakan riba. Barang
siapa tidak memakan (mengambilnya)-nya,ia akan terkena debunya.”(HR.alNasa’i).
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah bersabda: “Riba adalah tujuh
puluh dosa; dosanya yang paling ringan adalah (sama dengan) dosa orang
yang berzina dengan ibunya.” (HR. Ibn Majah). Dari Abdullah, dari Nabi
s.a.w., beliau bersabda:

“Riba mempunyai tujuh puluh tiga pintu

(cara,macam).” (HR. Ibn Majah). Dari Abdullah bin Mas’ud: “Rasulullah
s.a.w. melaknat orang yang memakan mengambil) riba, memberikan, dua
orang yang menyaksikannya.” (HR. Ibn Majah) Dari Abu Hurairah r.a., ia
berkata, Rasulullah bersabda: “Sungguh akan datang kepada umat manusia
suatu masa dimana tak ada seorang pun diantara mereka kecuali (terbias)

Universitas Sumatera Utara

memakan riba. Barang siapa tidak memakan (mengambil)-nya,ia akan terkena
debunya.”(HR. Ibn Majah).
3. Ijma’ ulama tentang keharaman riba dan bahwa riba adalah salah satu dosa
besar (kaba’ir) (lihat

antara lain: al-Nawawi, al-Majmu’Syarch al-

Muhadzdzab, [t.t.: Dar al-Fikr,t.th.],juz 9,h 391)
MEMPERHATIKAN :
1. Pendapat para Ulama ahli fiqh bahwa bunga yang dikenakan dalam transaksi
pinjaman (utang piutang, al-qardh wa al-iqtiradh) telah memenuhi kriteria riba
yang di haramkan Allah SWT., seperti dikemukakan,antara lain,oleh : AlNawawi berkata, al-Mawardi berkata: Sahabat-sahabat kami (ulama mazhab
Syafi’I) berbeda pendapat tentang pengharaman riba yang ditegaskan oleh alQur’an, atas dua pandangan.Pertama, pengharaman tersebut bersifat mujmal
(global) yang dijelaskan oleh sunnah. Setiap hukum tentang riba yang
dikemukakan oleh sunnah adalah merupakan penjelasan (bayan) terhadap
kemujmalan al Qur’an, baik riba naqad maupun riba nasi’ah. Kedua, bahwa
pengharaman riba dalam al-Qur’an sesungguhnya hanya mencakup riba
nasa’yang dikenal oleh masyarakat Jahiliah dan permintaan tambahan atas
harta (piutang) disebabkan penambahan masa (pelunasan). Salah seorang di
antara mereka apabila jatuh tempo pembayaran piutangnya dan pihang
berhutang

tidak

membayarnya,

ia

menambahkan

piutangnya

dan

menambahkan pula masa pembayarannya. Hal seperti itu dilakukan lagi pada
saat jatuh tempo berikutnya. Itulah maksud firman Allah : “… janganlah kamu
memakan riba dengan berlipat ganda… “ kemudian Sunnah menambahkan

Universitas Sumatera Utara

riba dalam pertukaran mata uang (naqad) terhadap bentuk riba yang terdapat
dalam al-Qur’an.
a. Ibn al-‘Araby dalam Ahkam al-Qur’an :
b. Al-Aini dalam ‘Umdah al-Qary :
c. Al-Sarakhsyi dalam Al-Mabsuth :
d. Ar-Raghib al-Isfani dalam Al-Mufradat Fi Gharib al-Qur;an :
e. Muhammad Ali al-Shabuni dalam Rawa-I’ al-Bayan :
f. Muhammad Abu Zahrah dalam Buhuts fi al-Riba :
g. Yusuf al-Qardhawy dalam fawa’id al-Bunuk :
h. Wahbah al-Zuhaily dalam Al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuh :
2. Bunga uang atas pinjaman (Qardh) yang berlaku di atas lebih buruk dari riba
yang di haramkan Allah SWT dalam Al-Quran,karena dalam riba tambahan
hanya dikenakan pada saat jatuh tempo. Sedangkan dalam system bunga
tambhan sudah langsung dikenakan sejak terjadi transaksi. Ketetapan akan
keharaman bunga Bank oleh berbagai forum Ulama Internasional, antara lain:
a. Majma’ul Buhuts al-Islamy di Al-Azhar Mesir pada Mei 1965
b. Majma’ al-Fiqh al-Islamy Negara-negara OKI Yang di selenggarakan di
Jeddah tgl 10-16 Rabi’ul Awal 1406 H/22 28 Desember 1985.
c. Majma’ Fiqh Rabithah al-Alam al-Islamy, keputusan 6 Sidang IX yang
diselenggarakan di makkah tanggal 12-19 Rajab 1406 H.
d. Keputusan Dar Al-Itfa, kerajaan Saudi Arabia,1979
e. Keputusan Supreme Shariah Court Pakistan 22 Desember 1999.
3. Fatwa Dewan Syari’ah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Tahun 2000 yang menyatakan bahwa bunga tidak sesuai dengan Syari’ah.

Universitas Sumatera Utara

4. Keputusan

Sidang

Lajnah

Tarjih

Muhammdiyah

tahun

1968

di

Sidoarjo yang menyarankan kepada PP Muhammadiyah untuk mengusahakan
terwujudnya konsepsi sistem perekonomian khususnya Lembaga Perbankan
yang sesuai dengan kaidah Islam.
5. Keputusan Munas Alim Ulama dan Konbes NU tahun 1992 di Bandar
Lampung yang mengamanatkan berdirinya Bank Islam dengan system tanpa
Bunga.
6. Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia tentang Fatwa Bunga
interest/fa’idah), tanggal 22 Syawal 1424/16 Desember 2003.
7. Keputusasn Rapat Komisi Fatwa MUI, tanggal 11 Dzulqa’idah 1424/03
Januari 2004;28 Dzulqa’idah 1424/17 Januari 2004;dan 05 Dzulhijah 1424/24
Januari 2004.
Dengan memohon ridha Allah SWT
MEMUTUSKAN
MEMUTUSKAN : FATWA TENTANG BUNGA (INTERST/FA`IDAH):
Pertama : Pengertian Bunga (Interest) dan Riba
1. Bunga (Interest/fa’idah) adalah tambahan yang dikenakan dalam transaksi
pinjaman uang (al-qardh) yang di per-hitungkan dari pokok pinjaman tanpa
mempertimbangkan pemanfaatan / hasil pokok tersebut,berdasarkan tempo
waktu,diperhitungkan secara pasti di muka,dan pada umumnya berdasarkan
persentase.
2. Riba adalah tambahan (ziyadah) tanpa imbalan yang terjadi karena
penagguhan dalam pembayaran yang di perjanjikan sebelumnya, dan inilah
yang disebut Riba Nasi’ah.

Universitas Sumatera Utara

Kedua : Hukum Bunga (interest)
3. Praktek pembungaan uang saat ini telah memenuhi kriteria riba yang terjadi
pada jaman Rasulullah SAW, Ya ini Riba Nasi’ah. Dengan demikian, praktek
pembungaan uang ini termasuk salah satu bentuk Riba, dan Riba Haram
Hukumnya.
4. Praktek Penggunaan tersebut hukumnya adalah haram,baik dilakukan oleh
Bank, Asuransi,Pasar Modal, Pegadian, Koperasi, Dan Lembaga Keuangan
lainnya maupun dilakukan oleh individu.
Ketiga : Bermu’amallah dengan lembaga keuangan konvensional
5. Untuk wilayah yang sudah ada kantor / jaringan lembaga keuangan Syari’ah
dan mudah di jangkau, tidak di bolehkan melakukan transaksi yang di
dasarkan kepada perhitungan bunga.
6. Untuk wilayah yang belum ada kantor / jaringan lembaga keuangan Syari’ah,
diperbolehkan

melakukan

kegiatan

transaksi

di

lembaga

keuangan

konvensional berdasarkan prinsip dharurat / hajat.

1.6.

Kerangka Konsep
Menurut Kerlinger ( 1971 ) konsep adalah abstraksi yang dibentuk dengan

menggeneralisasi hal – hal khusus ( Rakhmat 2004 :12 ). Sedangkan Nawawi
(1995 : 45) merumuskan kerangka konsep sebagai hasil pemikiran rasional yang
bersifat keritis dalam memperkirakan kemungkinan hasil penelitian yang akan
dicapai. Kerangka konsep dalam penelitian ini adalah :

Universitas Sumatera Utara

Variabel teoritis

Variabel operasional


Pemberitaan Fatwa haram bunga bank
oleh MUI di internet.





informatif
Edukatif
Persuasif

• Kognitif

Opini publik mahasiswa anggota HMI

• Afektif

Komisariat Fakultas Hukum USU.

• Konatif

Karakteristik responden



1.7.



Jenis kelamin



Smester



Training yang pernah diikuti.



Usia



Lama bergabung.

Posisi

Defenisi Operasional
Berdasarkan kerangka teori dan kerangka konsep di atas maka dibuat

operasional variabel yang berfungsi untuk kesamaan dan kesesuaian dalam
penelitian, yaitu sebagai berikut:
1. Variabel Pemberitaan Fatwa haram bunga bank oleh MUI di Internet


Informatif

: Berita Fatwa MUI sebagai sumber informasi bagi umat
Islam.





Edukatif

: Berita Fatwa MUI sebagai sumber ilmu bagi umat Islam.

Persuasif

: Kemampuan berita-berita Fatwa MUI mempengaruhi
pola fikir dan tindakan Umat Islam.

Universitas Sumatera Utara

2. Variabel opini publik
Kognitif

:

seseorang dari tidak tahu menjadi jadi tahu tentang sesuatu
sebagai efek dari komunikasi.

Afektif

:

sikap seseorang terbentuk, misalnya setuju atau tidak setuju
terhadapsesuatu Persahabatan, kegunaan sosial dan lain-lain,
sebagai efek dari komunikasi.

Konatif

:

Perubahan tingkah laku. Efek komunikasi yang mendorong /
membuat seseorang melakukan sesuatu perbuatan / kegiatan.

3. Karakteristik Responden
Jenis Kelamin

: Jenis kelamin dari responden (wanita atau pria).

Usia

: Umur responden saat mengisi kuesioner. Tingkatan umur
responden yang akan dijadikan sampel yaitu 17-30 tahun.

Smester

: Tingkat pendidikan terakhir di Fakultas Hukum USU, dari
responden yang akan dijadikan sampel.

Lama bergabung : Dihitung sejak responden tercatat bergabung di HMI
Komisariat Fakultas Hukum USU.
Training

: Kegiatan pengkaderan yang pernah diikuti responden di
HMI.

Posisi

: Kedudukan struktural responden di HMI Komisariat
Hukum USU.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
URAIAN TEORITIS

Teori memegang peranan amat penting dalam melakukan penelitian,
karena teori merupakan landasan berfikir untuk mendukung pemecahan masalah
dengan jelas dan sistematis. Hal ini sesuai dengan pengertian teori menurut
Kerlinger (dalam Singarimbun, 1989:37) yakni serangkaian asumsi, konsep,
konstrak, defenisi dan proporsi untuk menerangkan suatu fenomena social secara
sistematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep. Adapun teori-teori
yang dipakai dalam penelitian ini adalah :

II.1.

Komunikasi

a. Pengertian Komunikasi
Istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin, communis yang artinya
membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau
lebih. Komunikasi juga berasal dari akar kata dalam bahasa Latin yaitu
communico yang artinya membagi (Cangara,1998:17).
Komunikasi dibutuhkan seseorang untuk berhubungan dengan orang lain, karena komunikasi merupakan
pengaruh dan alat dalam aktifitas manusia. Dengan berkomunikasi manusia dapat bertanya mengenai suatu hal yang tidak
diketahuinya, menerima dan mengawasi. Komunikasi dapat menjadi saran-saran guna terciptanya ide bersama,
memperkuat perasaan kebersamaan melalui tukar menukar pesan (informasi), menggambarkan emosi dan kebutuhan mulai
dari yang paling sederhana sampai yang kompleks.

Sebuah defenisi singkat dibuat oleh Harold D. Lasswell, bahwa cara yang
tepat untuk menerangkan suatu tindakan komunikasi adalah dengan menjawab
pertanyaan : siapa yang menyampaikan (komunikator), apa yang disampaikan
(pesan), melalui saluran apa (media), kepada siapa (komunikas) dan apa
pengaruhnya (efek) (Effendy,1999:10).

Universitas Sumatera Utara

Komunikasi menurut Carl I. Hovland adalah upaya yang sistematis untuk
merumuskan secara tegas asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan
pendapat dan sikap. Dalam hal ini ada upaya dari komunikator selaku penyampai
pesan untuk mempengaruhi sikap dan pendapat dari komunikan atau sasaran
komunikasi (Effendy,1999:12).
H.A.W. Widjaja (2000:13), berpendapat bahwa komunikasi merupakan
suatu hubungan dimana terdapat tukar menukar pendapat atau informasi diantara
pihak-pihak yang berkomunikasi. Komunikasi juga dapat diartikan sebagai suatu
hubungan kontak antara manusia baik secara individu maupun kelompok.
Menurut Delozier, komunikasi melibatkan berbagai tanda-tanda informasi
baik yang berbentuk verbal, nonverbal dan paralinguistik. Tanda-tanda nonverbal
meliputi ekspresi fasial, gerak anggota tubuh, pakaian, warna, musik, rasa, ruang
dan waktu, sentuhan serta bau. Sedangkan tanda-tanda paralingustik adalah tandatanda yang terdapat diantara komunikasi verbal dan nonverbal yang meliputi
kualitas suara seperti kecepatan berbicara, tekanan suara dan vokalisasi yang
digunakan untuk menunjukkan makna dan emosi tertentu (Jahi,1993:3).
Defenisi-defenisi komunikasi di atas tentunya belum mewakili semua
defenisi komunikasi yang telah dibuat oleh banyak pakar. Namun, sedikit
banyaknya dapat memberi gambaran seperti apa yang diungkapkan oleh Shanon
dan Weaver (1949), bahwa komunikasi adalah bentuk interaksi yang saling
mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak disengaja serta tidak terbatas
pada bentuk komunikasi verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni
dan teknologi (Cangara,1998:19).

Universitas Sumatera Utara

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan / informasi. Di dalam
proses komunikasi terdapat tiga unsure yang sangat penting, yaitu komunikator,
pesan dan komunikan. Proses komunikasi dalam perspektif mekanistis dapat
diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu:
1. Proses komunikasi secara primer, yaitu : proses penyampaian pikiran oleh
komunikator kepada komunikan dengan menggunakan suatu lambang
(symbol) sebagai media atau saluran.
2. Proses komunikasi secara sekunder, yaitu : proses penyampaian pesan oleh
komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana
sebagai media kedua setelah memakai lambing sebagai media pertama.
Komunikator dalam hal ini menggunakan media kedua dalam melancarkan
komunikasinya karena komunikan sebagai sasarannya berada ditempat yang
relatif jauh dan berjumlah banyak (Effendy,1999:33).

b. Ciri Komunikasi
Komunikasi memiliki sifat atau ciri. Adapun sifat atau ciri dari
komunikasi, antara lain :
1. Komunikasi Verbal (Verbal Communication)
a) Komunikasi Lisan (Oral Communication)
b) Komunikasi Tulisan / Cetak (Written/Printed Communication)
2. Komunikasi Niverbal (Nonverbal Communication)
a) Komunikasi Kial / Isyarat Badaniah (Gestured Communication)
b) Komunikasi Gambar (Pictorial Communication)
3. Komunikasi Tatap Muka ( Face to Face Communication)

Universitas Sumatera U

Dokumen yang terkait

Dokumen baru