Sumber Air Utama dan Status Kesehatan Keluarga di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia

Sumber Air Utama dan Status Kesehatan Keluarga di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia
SKRIPSI Oleh:
Adelia Utari Arsa 091101033
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2013
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Sumber Air Utama dan Status Kesehatan Keluarga di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia” sebagai tugas akhir untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar sarjana di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Medan.
Pada saat penyelesaian skripsi ini peneliti mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan serta dorongan semangat kepada peneliti. Ucapan terima kasih disampaikan kepada yang terhormat : 1. Bapak dr. Dedi Ardinata, M.Kes selaku Dekan Fakultas Keperawatan
Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Siti Zahara Nasution, S.Kp, MNS selaku dosen pembimbing yang telah
meluangkan waktunya untuk membimbing dan memberikan saran dalam penulisan skripsi ini. 3. Ibu Eryunita Lubis, S.Kep, Ns selaku dosen penguji I. 4. Ibu Lufthiani, S.Kep, Ns, M.Kes selaku dosen penguji II. 5. Bapak Iwan Rusdi S.Kp MNS selaku dosen pembimbing akademik. 6. Seluruh staf pengajar dan pegawai di Fakultas Keperawatan Sumatera Utara yang telah memberikan dukungan kepada penulis. 7. Kepada kedua orangtua, ayahanda Yusdwi Arsya dan ibunda Siti Hafsah yang senantiasa selalu mendoakan, memberikan semangat dan motivasi sampai
Universitas Sumatera Utara

sekarang kepada penulis. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada keluarga besar penulis, Kak Dini, Astri, Mbah Putri, Om Jatmiko Arsa, Bu’lek Neng, atas seluruh motivasi yang diberikan kepada penulis. 8. Kepada seluruh pihak yang tidak dapat saya sebutkan namanya satu persatu yang telah mendukung dalam penyelesaian skripsi ini.
Peneliti menyadari dalam pembuatan skripsi ini masih dirasakan kurang sempurna. Karena itu peneliti menerima segala kritik dan saran dari semua pihak guna penyempurnaan skripsi ini. Akhirnya, penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyelesaian skripsi ini.
Medan, Juli 2013 Penulis
Universitas Sumatera Utara

Title
Subdistrict Name Std.ID Number Study Program Academic Year

: Main Water Resources and Family Health Status at Kelurahan Helvetia Tengah, Medan Helvetia
: Adelia Utari Arsa : 091101033 : Nursing : 2013

Abstract
About 60% of the population in the developing countries lives in unhealthy environment, particularly due to the lack of clean water. World Health Organization (WHO) states that 1.1 million people consume insecure water. Clean water service in many towns in Indonesia until 2000 had only achieved 39% or 33 million people; in the country sides it had achieved 8% or nine million people so that all together it had achieved 47% or 42 million people in Indonesia. It indicates that it is likely that clean water service is not unequally distributed and beneficial for the majority of the people. The improvement of the quality and the quantity of water, sanitation, and personal hygiene will significantly reduce the dissemination of diseases related to water. The study used descriptive design which was aimed to know the main water source used by families and to see the quality and the quantity of the water source and the family health status at Kelurahan Helvetia Tengah, Medan Helvetia Subdistrict. The samples consisted of 95 families. The research was conducted at Kelurahan Helvetia Tengah, Medan Helvetia Subdistrict from April to May, 2013. The result of the research showed that the main source of water was PAM water which is used by 60 families (63.2%) and well water which was used by 35 families (36.8%). The quality and the quantity of water used by families at Kelurahan Helvetia Tengah, Medan Helvetia Subdistrict was in good criteria (64.2%). It can be concluded that the family health status at Kelurahan Helvetia Tengah, Medan Helvetia Subdistrict was not disturbed (65.3%). It is recommended that good water source used by families should meet the quality and the quantity standard so that family health family status will not be disturbed. The next research is expected to study the influence of the quality and the quantity of water source used by families on family health status.
Keywords: Main Water Source, Family Health Status

Universitas Sumatera Utara

Judul
Nama NIM Jurusan Tahun Akademik

: Sumber Air Utama dan Status Kesehatan Keluarga di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia : Adelia Utari Arsa : 091101033 : S1-Keperawatan : 2013

Abstrak
Sekitar 60% penduduk di negara yang sedang berkembang hidup dalam lingkungan yang tidak sehat terutama karena kurangnya persediaan air bersih. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sebanyak 1,1 juta orang mengkonsumsi air yang tidak aman. Pelayanan air bersih di perkotaan di Indonesia sampai tahun 2000 baru mencapai 39% atau 33 juta penduduk, dan di pedesaan baru menjangkau 8% atau 9 juta penduduk, sehingga keseluruhan baru mencapai 47% atau 42 juta penduduk Indonesia. Keadaan ini berarti menggambarkan bahwa pelayanan air bersih belum dirasakan merata dan dinikmati oleh sebagian besar masyarakat. Perbaikan kualitas dan kuantitas air, sanitasi serta kebersihan perorangan (personal hygiene) secara signifikan akan mengurangi penyebaran dari penyakit-penyakit lain yang berhubungan dengan air. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui sumber air utama yang digunakan keluarga dan melihat kualitas dan kuantitas sumber air tersebut dan status kesehatan keluarga di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia. Sampel yang diteliti yaitu 95 kepala keluarga. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2013 di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber air utama yang digunakan keluarga yaitu air PAM sebanyak 60 keluarga (63,2%) dan air sumur sebanyak 35 keluarga (36,8%). Kualitas dan kuantitas sumber air yang digunakan keluarga di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia termasuk dalam kriteria baik (64,2%). Dapat disimpulkan status kesehatan keluarga di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia tidak terganggu (65,3%). Sumber air utama yang baik digunakan keluarga harus dapat memenuhi syarat kualitas dan kuantitas air agar status kesehatan keluarga tidak terganggu. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti tentang pengaruh kualitas dan kuantitas sumber air yang digunakan keluarga terhadap status kesehatan keluarga.
Kata kunci: Sumber Air Utama, Status Kesehatan Keluarga

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Prakata.............................................................................................................. ….i Daftar Isi......................................................................................................... ….iii Daftar Tabel ......................................................................................................... v Daftar Skema....................................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar belakang..................................................................................... 1 2. Tujuan Penelitian ................................................................................ 4 3. Pertanyaan Penelitian .......................................................................... 4 4. Manfaat Penelitian .............................................................................. 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Konsep Keluarga................................................................................. 6 1.1 Pengertian Keluarga ...................................................................... 6 1.2 Struktur Keluarga .......................................................................... 6 1.3 Ciri-Ciri Struktur Keluarga............................................................ 7 1.4 Fungsi Keluarga............................................................................. 8 1.5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Keluarga ............. 9 1.6 Tugas Kesehatan Keluarga .......................................................... 12 1.7 Peran Keluarga ............................................................................ 14 2. Air ...................................................................................................... 17 2.1 Pengertian Air.............................................................................. 17 2.2 Sumber Air .................................................................................. 17 2.3 Pengaruh Air Terhadap Kesehatan .............................................. 21 2.4 Perlindungan Sumur Gali Terhadap Pencemaran........................ 26 2.5 Syarat Air Minum........................................................................ 28
BAB III KERANGKA PENELITIAN 1. Kerangka Konseptual ......................................................................... 32 2. Definisi Operasional........................................................................... 33
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 1. Desain Penelitian................................................................................ 34 2. Populasi dan Sampel Penelitian ......................................................... 34 3. Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................................. 35 4. Pertimbangan Etik.............................................................................. 35 5. Instrumen Penelitian........................................................................... 36 6. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen ............................................ 37 7. Pengumpulan Data ............................................................................. 38 8. Analisa Data ....................................................................................... 39
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Hasil Penelitian ………………………………...…………………... 40
Universitas Sumatera Utara

1.1 Data Demografi Responden ………….………………………… 40 1.2 Sumber Air Utama Keluarga…………………………………… .42 1.3 Kualitas dan Kuantitas Sumber Air Utama Keluarga…...……….42 1.4 Status Kesehatan Keluarga……………………………………… 43 2. Pembahasan…………………………………………………………. 44 KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan……………………………………………………..........50 2. Saran…………………………………………………………….........51 2.1 PendidikanKeperawatan…………….………..…………….........51 2.2 Praktek Keperawatan……………………………………….........51 2.3 Penelitian Selanjutnya…………………………………………....51 2.4 Instansi Terkait…………………………...………………………51 DAFTAR PUSTAKA……………………...……………………………………52 LAMPIRAN 1. Lembar Izin Penelitian 2. Lembar Persetujuan Reponden 3. Kuisioner Data Demografi 4. Kuisioner Sumber Air Utama dan Status Kesehatan Keluarga 5. Lembar Reliabilitas dan Validitas 6. Daftar Riwayat Hidup
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL Tabel 1 Definisi Operasional …………………………………………………..33 Tabel 2 Distribusi Frekuensi dan Persentase Karakteristik Kepala
Keluarga yang Menjadi Responden …………………………………...41 Tabel 3 Distribusi Frekuensi dan Persentase Sumber Air Utama yang
Digunakan Keluarga …………………….……………………………..42 Tabel 4 Distribusi Frekuensi Persentase Kualitas dan Kuantitas
Sumber Air di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia ………………………………………………………..42 Tabel 5 Distribusi Frekuensi Persentase Status Kesehatan Keluarga di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia …………..43
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR SKEMA Skema 1.1 Skema Kerangka Konseptual ......................................................... 32
Universitas Sumatera Utara

Title
Subdistrict Name Std.ID Number Study Program Academic Year

: Main Water Resources and Family Health Status at Kelurahan Helvetia Tengah, Medan Helvetia
: Adelia Utari Arsa : 091101033 : Nursing : 2013

Abstract
About 60% of the population in the developing countries lives in unhealthy environment, particularly due to the lack of clean water. World Health Organization (WHO) states that 1.1 million people consume insecure water. Clean water service in many towns in Indonesia until 2000 had only achieved 39% or 33 million people; in the country sides it had achieved 8% or nine million people so that all together it had achieved 47% or 42 million people in Indonesia. It indicates that it is likely that clean water service is not unequally distributed and beneficial for the majority of the people. The improvement of the quality and the quantity of water, sanitation, and personal hygiene will significantly reduce the dissemination of diseases related to water. The study used descriptive design which was aimed to know the main water source used by families and to see the quality and the quantity of the water source and the family health status at Kelurahan Helvetia Tengah, Medan Helvetia Subdistrict. The samples consisted of 95 families. The research was conducted at Kelurahan Helvetia Tengah, Medan Helvetia Subdistrict from April to May, 2013. The result of the research showed that the main source of water was PAM water which is used by 60 families (63.2%) and well water which was used by 35 families (36.8%). The quality and the quantity of water used by families at Kelurahan Helvetia Tengah, Medan Helvetia Subdistrict was in good criteria (64.2%). It can be concluded that the family health status at Kelurahan Helvetia Tengah, Medan Helvetia Subdistrict was not disturbed (65.3%). It is recommended that good water source used by families should meet the quality and the quantity standard so that family health family status will not be disturbed. The next research is expected to study the influence of the quality and the quantity of water source used by families on family health status.
Keywords: Main Water Source, Family Health Status

Universitas Sumatera Utara

Judul
Nama NIM Jurusan Tahun Akademik

: Sumber Air Utama dan Status Kesehatan Keluarga di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia : Adelia Utari Arsa : 091101033 : S1-Keperawatan : 2013

Abstrak
Sekitar 60% penduduk di negara yang sedang berkembang hidup dalam lingkungan yang tidak sehat terutama karena kurangnya persediaan air bersih. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sebanyak 1,1 juta orang mengkonsumsi air yang tidak aman. Pelayanan air bersih di perkotaan di Indonesia sampai tahun 2000 baru mencapai 39% atau 33 juta penduduk, dan di pedesaan baru menjangkau 8% atau 9 juta penduduk, sehingga keseluruhan baru mencapai 47% atau 42 juta penduduk Indonesia. Keadaan ini berarti menggambarkan bahwa pelayanan air bersih belum dirasakan merata dan dinikmati oleh sebagian besar masyarakat. Perbaikan kualitas dan kuantitas air, sanitasi serta kebersihan perorangan (personal hygiene) secara signifikan akan mengurangi penyebaran dari penyakit-penyakit lain yang berhubungan dengan air. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui sumber air utama yang digunakan keluarga dan melihat kualitas dan kuantitas sumber air tersebut dan status kesehatan keluarga di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia. Sampel yang diteliti yaitu 95 kepala keluarga. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2013 di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber air utama yang digunakan keluarga yaitu air PAM sebanyak 60 keluarga (63,2%) dan air sumur sebanyak 35 keluarga (36,8%). Kualitas dan kuantitas sumber air yang digunakan keluarga di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia termasuk dalam kriteria baik (64,2%). Dapat disimpulkan status kesehatan keluarga di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia tidak terganggu (65,3%). Sumber air utama yang baik digunakan keluarga harus dapat memenuhi syarat kualitas dan kuantitas air agar status kesehatan keluarga tidak terganggu. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti tentang pengaruh kualitas dan kuantitas sumber air yang digunakan keluarga terhadap status kesehatan keluarga.
Kata kunci: Sumber Air Utama, Status Kesehatan Keluarga

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Air merupakan zat paling penting dalam kehidupan setelah udara. sekitar
¾ bagian tubuh kita terdiri atas air, tidak seorang pun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Selain itu, air juga dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi, untuk keperluan industri, pertanian, transportasi, dan lain-lain. Penyakit-penyakit yang menyerang manusia dapat ditularkan dan disebarkan melalui air. Kondisi tersebut tentunya dapat menimbulkan wabah penyakit dimana-mana (Mubarak, 2009).
Air bersih adalah salah satu jenis sumber daya yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Air sebagai sumber daya dini lebih disadari merupakan salah satu unsur penentu di dalam ikut mencapai keberhasilan pembangunan, termasuk terhadap pembangunan kesehatan (Luo, 2010).
Ketersediaan sistem penyediaan air bersih merupakan bagian yang selayaknya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan. Hingga saat ini penyediaan air bersih oleh pemerintah menghadapi keterbatasan (Pardino, 2005).
Penyediaan sumber air bersih harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena persediaan air bersih yang terbatas memudahkan timbulnya
Universitas Sumatera Utara

penyakit di masyarakat. Volume rata-rata kebutuhan air setiap individu per hari berkisar antara 150-200 liter/35-40 galon. Kebutuhan air tersebut bervariasi dan bergantung pada keadaan iklim, standar kehidupan, dan kebiasaan masyarakat. Berdasarkan analisis WHO pada negara-negara maju, setiap orang memerlukan air antara 60-120 liter per hari (Mubarak, 2009).
Sekitar 60% penduduk di negara yang sedang berkembang hidup dalam lingkungan yang tidak sehat terutama karena kurangnya persediaan air bersih dan menyebabkan 1.000 sampai 2.500 anak balita meninggal tiap jam karena diare (Asmustawa 2003). Menurut “ water and sanitation news review, IRC, 2001 “ lebih dari 2 juta penduduk dunia (sebagian besar anak-anak) meninggal setiap tahun akibat terkena diare yang disebabkan karena kurangnya penyediaan air bersih. Sebagian lain meninggal akibat terkena malaria. Perbaikan kualitas dan kuantitas air, sanitasi serta kebersihan perorangan (personal hygiene) secara signifikan akan mengurangi penyebaran dari penyakit-penyakit lain yang berhubungan dengan air atau water related desease (Asmustawa 2003).
World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sebanyak 1,1 juta orang mengkonsumsi air yang tidak aman (Luo, 2010) dan konsumsi air yang terkontaminasi, sanitasi, dan higienik yang tidak optimal merupakan penyebab diare (80%) di dunia (Luo, 2010).
Pelayanan air bersih di perkotaan di Indonesia sampai tahun 2000 baru mencapai 39% atau 33 juta penduduk, dan di pedesaan baru menjangkau 8% atau 9 juta penduduk, sehingga keseluruhan baru mencapai 47% atau 42 juta penduduk Indonesia. Keadaan ini berarti menggambarkan bahwa pelayanan air bersih belum
Universitas Sumatera Utara

dirasakan merata dan dinikmati oleh sebagian besar masyarakat. Sebagian besar masyarakat masih menggunakan air sungai, danau, sumber-sumber air, atau hanya mengandalkan air hujan (Safii, 2012).
Medan merupakan kota nomor tiga terbesar di Indonesia dengan jumlah penduduk di atas 2 juta jiwa ditambah ± 566 ribu jiwa penduduk yang tidak tetap, dengan tingkat konsumsi air minum rata-rata 2,1 – 2,8 liter per orang per hari, maka dibutuhkan sebanyak 5,5 – 7,2 juta liter per hari. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk maka kebutuhan akan air khususnya air minum juga semakin meningkat. Sebagaimana diketahui, kualitas air sumur dan air sungai di Medan juga sudah tercemar. Air tanah di Kota Medan sudah tercemar, sementara pelayanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi belum menjangkau semua warga (Indirawati, 2009).
Penyediaan air bersih hendaknya juga memperhatikan sumber, kualitas dan kuantitasnya. Sumber air bersih merupakan pemasok air bersih, oleh karena itu perlu dan harus diupayakan menjaga keberadaan dan keberlanjutannya. Sedangkan kualitas merupakan hal yang penting bagi kesehatan dan kuantitas penting bagi pencukupan jumlah pasokan air bersih (Pardino, 2005).
Berdasarkan penjelasan di atas, maka perlu dilakukan penelitian mengenai sumber air utama yang digunakan keluarga yang bertujuan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas sumber air tersebut dan status kesehatan keluarga di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia.
Universitas Sumatera Utara

2. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber air utama yang
digunakan keluarga dan melihat kualitas dan kuantitas sumber air tersebut dan status kesehatan keluarga di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia.
3. Pertanyaan Penelitian 3.1 Darimana sumber air utama yang dimanfaatkan setiap keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia ? 3.2 Bagaimana kualitas dan kuantitas sumber air yang digunakan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia ? 3.3 Bagaimana status kesehatan keluarga di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia ?
4. Manfaat Penelitian 4.1 Pendidikan Keperawatan Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi tambahan yang berkaitan dengan sumber air utama dan status kesehatan keluarga di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia.
Universitas Sumatera Utara

4.2 Praktek Keperawatan Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai data dasar
bagi praktek keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga untuk meningkatkan status kesehatan keluarga terkait dengan kualitas dan kuantitas sumber air utama yang digunakan. 4.3 Penelitian Keperawatan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai data dasar untuk penelitian keperawatan berikutnya, terutama yang berhubungan dengan sumber air utama dan status kesehatan keluarga.
Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
1. Konsep Keluarga 1.1 Pengertian Keluarga
Menurut depkes RI (1988) keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul serta tinggal di suatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Friedman 1998, keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan ketertarikan aturan dan emosional dan individu mempunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga (Suprajitno, 2004). Sedangkan menurut Silvicion G Bailon dan Aracelis Maglaya (1989) keluarga adalah dua atau lebih individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan, atau pengangkatan dan mereka hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain di dalam peranannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan (Setiawati, 2008).
1.2 Struktur Keluarga Elemen struktur keluarga menurut Friedman (dalam Setiawati, 2008)
adalah sebagai berikut:
Universitas Sumatera Utara

a. Struktur peran keluarga Menggambarkan peran masing-masing anggota keluarga baik di dalam keluarganya sendiri maupun peran di lingkungan masyarakat.
b. Nilai atau norma keluarga
Menggambarkan nilai dan norma yang dipelajari dan diyakini dalam keluarga.
c. Pola komunikasi keluarga Menggambarkan bagaimana cara dan pola komunikasi diantara orang tua, orang tua dan anak, diantara anggota keluarga ataupun dalam keluarga besar.
d. Struktur kekuatan keluarga Menggambarkan kemampuan anggota keluarga untuk mengendalikan atau mempengaruhi orang lain dalam perubahan perilaku ke arah positif.
1.3 Ciri-Ciri Struktur Keluarga a. Terorganisasi Keluarga adalah cerminan organisasi, dimana masing-masing anggota keluarga memiliki peran dan fungsi masing-masing sehingga tujuan keluarga dapat tercapai yang ditandai dengan adanya hubungan yang kuat antara anggota keluarga sebagai bentuk saling ketergantungan dalam mencapai tujuan (Setiawati, 2008).
Universitas Sumatera Utara

b. Keterbatasan Dalam mencapai tujuan, setiap anggota keluarga memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing sehingga dalam berinteraksi setiap anggota tidak bias semena-mena, tetapi mempunyai keterbatasan yang dilandasi oleh tanggung jawab masing-masing anggota keluarga (Setiawati, 2008).
c. Perbedaan dan kekhususan Adanya peran yang beragam dalam keluarga menunjukkan masingmasing anggota keluarga mempunyai peran dan fungsi yang berbeda dan khas seperti halnya peran ayah sebagai pencari nafkah utama, peran ibu yang merawat anak-anak (Setiawati, 2008).
1.4 Fungsi Keluarga Fungsi keluarga menurut Friedman (dalam Setiawati, 2008) adalah: a. Fungsi afektif adalah fungsi internal keluarga sebagai dasar kekuatan keluarga. Didalamnya terkait dengan saling mengasihi, saling mendukung dan saling menghargai antar anggota keluarga. b. Fungsi sosialisasi adalah fungsi yang mengembangkan proses interaksi dalam keluarga. Sosialisasi dimulai sejak lahir dan keluarga merupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi. c. Fungsi reproduksi adalah fungsi keluarga untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia.
Universitas Sumatera Utara

d. Fungsi ekonomi adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarganya.
e. Fungsi perawatan kesehatan adalah fungsi keluarga untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan dan merawat anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.
1.5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Keluarga
Keluarga sebagai sistem sosial di dalamnya berlangsung interaksi secara terus-menerus antara anggota keluarga dan lingkungan. Sebagai dampak perubahan yang terjadi pada lingkungan internal dan eksternal, maka dengan sendirinya keluarga akan melakukan kompensasi sebagai upaya untuk menyesuaikan dengan perubahan tersebut sehingga fungsi kesehatannya dapat terjaga. Kesehatan keluarga dipengaruhi oleh anggota keluarga dalam menjalankan fungsinya dengan baik (Setiawati, 2008). Berikut ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan keluarga:
1) Faktor Fisik
Ross, Mirowsaky dan Goldstein (1990) memberikan gambaran bahwa ada hubungan positif antara perkawinan dengan kesehatan fisik. Contohnya: seorang suami sebelum menikah terlihat kurus maka beberapa bulan kemudian setelah menikah akan terlihat lebih gemuk, beberapa alasan dikemukakan bahwa dengan menikah suami ada yang memperhatikan dan pola makan lebih teratur, begitu sebaliknya yang terjadi pada istri.
Universitas Sumatera Utara

2) Faktor Psikis
Terbentuknya keluarga akan menimbulkan dampak psikologis yang besar, perasaan nyaman karena saling memperhatikan, saling memberikan penguatan atau dukungan. Suami akan merasa tenteram dan terarah setelah menikah, begitupun sebaliknya.
3) Faktor Sosial Status sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap fungsi
kesehatan sebuah keluarga. Dalam sebuah keluarga ada kecenderungan semakin tinggi tingkat pendapatan yang diterima semakin baik taraf kehidupannya. Tingginya pendapatan yang diterima akan berdampak pada pemahaman tentang pentingnya kesehatan, jenis pelayanan kesehatan yang dipilih, dan bagaimana berespon terhadap masalah kesehatan yang ditemukan dalam keluarga.
4) Faktor Budaya - Keyakinan dan praktek kesehatan
Setiap suku atau bahkan bangsa memiliki keyakinan dan penilaian yang berbeda-beda terhadap fungsi kesehatan. Keyakinan keluarga terhadap fungsi kesehatan sangat dipengaruhi oleh nilai dan keyakinan yang dibawa sebelumnya. Perbedaan generasi dalam sebuah keluarga akan mempengaruhi keyakinan keluarga bahhkan seringkali menimbulkan konflik tentang fungsi kesehatan yang akan digunakan dalam keluarga tersebut.
Universitas Sumatera Utara

- Nilai-nilai keluarga Nilai-nilai yang dimiliki oleh keluarga mempengaruhi kesehatan keluarga yang bersangkutan. Misalnya sebuah keluarga yang kurang memperhatikan kesehatan keluarganya terjaga, maka keluarga akan kuat meyakininya, tetapi keluarga tersebut akan mengalami kesulitan jika suatu waktu nilai yang diyakininya ternyata salah dan terbukti bahwa kesehatan keluarganya terganggu. - Peran dan pola komunikasi keluarga Dampak budaya terhadap peran, kekuatan dan komunikasi keluarga berbeda-beda pada tiap keluarga. Jika terjadi perubahan terhadap budaya dengan semestinya terjadinya pergeseran peran, aturan-aturan, kekuatan dan pola komunikasi. - Koping keluarga Koping keluarga dipengaruhi oleh budaya, keluarga akan berusaha beradaptasi dengan perubahan budaya. Koping diartikan sebagai respon positif baik kognitif, afektif, maupun psikomotor bagi kehidupan keluarga dalam menyelesaikan masalah yang terjadi pada keluarga.
Universitas Sumatera Utara

1.6 Tugas Kesehatan Keluarga Menurut Mubarak, dkk (2009) keluarga dapat melaksanakan perawatan
atau pemeliharaan kesehatan dapat dilihat dari tugas kesehatan keluarga, yaitu sebagai berikut :
1) Mengenal masalah kesehatan keluarga Kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang tidak boleh
diabaikan. Karena tanpa kesehatan segala sesuatu tidak akan berarti. Orang tua perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan-perubahan yang dialami oleh anggota keluarganya. Perubahan sekecil apa pun yang dialami anggota keluarga, secara tidak langsung akan menjadi perhatian keluarga atau orang tua. Apabila menyadari adanya perubahan, keluarga perlu mencatat kapan terjadinya, perubahan apa yang terjadi, dan seberapa besar perubahanya. 2) Membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat
Tugas ini merupakan upaya utama keluarga untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, dengan pertimbangan di antara anggota keluarga yang mempunyai kemampuan memutuskan sebuah tindakan. Tindakan kesehatan yang dilakukan oleh keluarga diharapkan tepat agar masalah kesehatan yang sedang terjadi dapat dikurangi atau teratasi. Jika keluarga mempunyai keterbatasan dalam mengambil keputusan, maka keluarga dapat meminta bantuan kepada orang lain di lingkungan tempat tinggalnya.
Universitas Sumatera Utara

3) Memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit Sering kali keluarga mengambil tindakan yang tepat, tetapi jika
keluarga masih merasa mengalami keterbatasan, maka anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan perlu memperoleh tindakan lanjutan atau perawatan agar masalah yang lebih parah tidak terjadi. Perawatan dapat dilakukan di institusi pelayanan kesehatan atau di rumah apabila keluarga telah memiliki kemampuan melakukan tindakan untuk pertolongan pertama. 4) Mempertahankan suasana rumah yang sehat
Rumah merupakan tempat berteduh, berlindung, dan bersosialisasi bagi anggota keluarga. Sehingga anggota keluarga akan memiliki waktu yang lebih banyak berhubungan dengan lingkungan tempat tinggal. Oleh karena itu, kondisi rumah harus dapat menunjang derajat kesehatan bagi anggota keluarga. 5) Menggunakan fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat
Apabila mengalami gangguan atau masalah yang berkaitan dengan kesehatan keluarga atau anggota keluarga harus dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada disekitarnya. Keluarga dapat berkonsultasi atau meminta bantuan tenaga keperawatan untuk memecahkan masalah yang dialami anggota keluarganya, sehingga keluarga dapat bebas dari segala macam penyakit.
Universitas Sumatera Utara

1.7 Peran Keluarga
Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai kedudukanya dalam suatu sistem (Mubarrak, dkk. 2009). Peran merujuk kepada beberapa set perilaku yang kurang lebih bersifat homogen, yang didefinisikan dan diharapkan secara normatif dari seseorang peran dalam situasi sosial tertentu (Mubarrak, dkk. 2009). Peran keluarga adalah tingkah laku spesifik yang diharapkan oleh seseorang dalam konteks keluarga. Jadi peran keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat (Setiadi, 2008).
Menurut Setiadi (2008) setiap anggota keluarga mempunyai peran masingmasing. Peran ayah yang sebagai pemimpin keluarga yang mempunyai peran sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung atau pengayom, pemberi rasa aman bagi setiap anggota keluarga dan juga sebagai anggota masyarakat kelompok sosial tertentu. Peran ibu sebagai pengurus rumah tangga, pengasuh dan pendidik anak-anak, pelindung keluarga dan juga sebagai anggota masyarakat kelompok sosial tertentu. Sedangkan peran anak sebagai pelaku psikososial sesuai dengan perkembangan fisik, mental, sosial dan spiritual.
Menurut Mubarrak, dkk (2009) terdapat dua peran yang mempengaruhi keluarga yaitu peran formal dan peran informal.
Universitas Sumatera Utara

a. Peran Formal Peran formal keluarga adalah peran-peran keluarga terkait sejumlah
perilaku yang kurang lebih bersifat homogen. Keluarga membagi peran secara merata kepada para anggotanya seperti cara masyarakat membagi peran-perannya menurut pentingnya pelaksanaan peran bagi berfungsinya suatu sistem. Peran dasar yang membentuk posisi sosial sebagai suami-ayah dan istri-ibu antara lain sebagai provider atau penyedia, pengatur rumah tangga perawat anak baik sehat maupun sakit, sosialisasi anak, rekreasi, memelihara hubungan keluarga paternal dan maternal, peran terpeutik (memenuhi kebutuhan afektif dari pasangan), dan peran sosial.
b. Peran Informal keluarga Peran-peran informal bersifat implisit, biasanya tidak tampak, hanya untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan emosional individu atau untuk menjaga keseimbangan dalam keluarga. Peran adaptif antara lain : - Pendorong memiliki arti bahwa dalam keluarga terjadi kegiatan mendorong, memuji, dan menerima kontribusi dari orang lain. Sehingga ia dapat merangkul orang lain dan membuat mereka merasa bahwa pemikiran mereka penting dan bernilai untuk di dengarkan.
- Pengharmonisan yaitu berperan menengahi perbedaan yang terdapat diantara para anggota, penghibur, dan menyatukan kembali perbedaan pendapat.
- Inisiator-kontributor yang mengemukakan dan mengajukan ide-ide baru atau cara-cara mengingat masalah-masalah atau tujuan-tujuan kelompok.
Universitas Sumatera Utara

- Pendamai berarti jika terjadi konflik dalam keluarga maka konflik dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah atau damai. - Pencari nafkah yaitu peran yang dijalankan oleh orang tua dalam memenuhi kebutuhan, baik material maupun non material anggota keluarganya. - Perawatan keluarga adalah peran yang dijalankan terkait merawat anggota keluarga jika ada yang sakit. - Penghubung keluarga adalah penghubung, biasanya ibu mengirim dan memonitori kemunikasi dalam keluarga. - Poinir keluarga adalah membawa keluarga pindah ke satu wilayah asing mendapat pengalaman baru.
- Sahabat, penghibur, dan koordinator yang berarti mengorganisasi dan merencanakan kegiatan-kegiatan keluarga yang berfungsi mengangkat keakraban dan memerangi kepedihan. - Pengikut dan sanksi, kecuali dalam beberapa hal, sanksi lebih pasif. Sanksi hanya mengamati dan tidak melibatkan dirinya.
Universitas Sumatera Utara

2. Air 2.1 Pengertian Air
Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan. Sekitar tiga per empat bagian dari tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air (Chandra, 2007). Dalam tubuh manusia itu sendiri sebagian besar terdiri dari air, tubuh orang dewasa sekitar 55-60% berat badan terdiri dari air, untuk anak-anak sekitar 65%, dan untuk bayi sekitar 80% (Notoatmojdo, 2007). Air adalah unsur yang penting bagi kehidupan, keberadaannya menutupi 70% permukaan bumi.
Air bersih menurut permenkes RI No.416/Menkes/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat-syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak.
Menurut EG. Wagner dan J.N Lanix air yang sehat adalah air yang tidak merugikan bagi kesehatan pemakainya. Sedangkan menurut Fair dan Geyer air yang sehat harus bebas dari pengotoran sehingga tidak sempat menyebabkan kerugian bagi pemakainya, bebas dari bahan-bahan yang beracun yang tidak mengandung mineral dan bahan-bahan organik yang berbahaya.
2.2 Sumber Air Menurut Chandra (2007) air yang berada di permukaan bumi ini dapat
berasal dari berbagai sumber. Berdasarkan letak sumbernya, air dapat dibagi menjadi 3, yaitu:
Universitas Sumatera Utara

1) Air hujan Air hujan merupakan sumber utama air di bumi. Walaupun pada
saat presipitasi merupakan air yang paling bersih, air tersebut cenderung mengalami pencemaran ketika berada di atmosfer. Pencemaran yang berlangsung di atmosfer itu dapat disebabkan oleh partikel debu, mikroorganisme, dan gas, misalnya karbondioksida, nitrogen, dan ammonia (Chandra, 2007). Pada dasarnya air hujan adalah air murni namun akibat adanya pengotoran udara akibat industri, gas buangan kendaraan bermotor, debu dan lain sebagainya telah menyebabkan air hujan terkontaminasi sehingga membutuhkan pengolahan khusus untuk dapat dipergunakan sebagai air minum (Faisal, 2010). 2) Air permukaan
Air permukaan adalah air yang mengalir di permukaan bumi. Karena mengalir di permukaan bumi maka pada umumnya air permukaan akan mengalami pencemaran yang diakibatkan oleh lumpur, batang–batang kayu, daun–daun limbah industri kota dan lain sebagainya. Pencemaran yang terjadi berbeda–beda tergantung pada daerah pengaliran air permukaan tersebut.
3) Air Tanah
Air tanah adalah air yang terdapat di dalam tanah. Air tanah berasal dari salju, hujan atau bentuk curahan lain yang meresap ke dalam tanah
Universitas Sumatera Utara

dan tertampung pada lapisan kedap air. Air tanah biasa disebut dengan air sumur.
Air tanah memiliki beberapa kelebihan disbanding sumber air lain. Pertama air tanah biasanya bebas dari kuman penyakit dan tidak perlu mengalami proses purifikasi atau penyernihan. Persediaan air tanah juga cukup tersedia sepanjang tahun, saat musim kemarau sekalipun. Sementara itu, air tanah juga memiliki beberapa kerugian atau kelemahan dibanding sumber air lainnya. Air tanah mengandung zat-zat mineral dalam konsentrasi yang tinggi. Konsentrasi yang tinggi dari zatzat mineral seperti magnesium, kalsium, dan logam berat seperti besi dapat menyebabkan kesadahan air (Chandra, 2007). Menurut Faisal (2010) air tanah dapat dibagi ke dalam 2 jenis yaitu: a. Air tanah dalam / air artesis.
Air tanah dalam / air artesis adalah air tanah yang terletak jauh di dalam tanah, di antara dua lapisan kedap air. Lapisan diantara dua lapisan kedap air tersebut disebut lapisan akuifer. Lapisan tersebut banyak menampung air. Jika lapisan kedap air retak, secara alami air akan keluar ke permukaan. Air yang memancar ke permukaan disebut mata air artesis. Air artesis dapat diperoleh melalui pengeboran. Sumur pengeborannya disebut sumur artesis. Terdapat setelah lapis rapat air yang pertama. Pengambilan air tanah dalam, tak semudah pada air tanah dangkal. Dalam hal ini harus digunakan bor dan memasukkan
Universitas Sumatera Utara

pipa ke dalamnya hingga mencapai suatu kedalaman tertentu (biasanya antara 100 - 300 m) akan didapatkan suatu lapis air. Pada umumnya air tanah dalam lebih baik dari air tanah dangkal, karena penyaringannya lebih sempurna dan bebas dari bakteri. Susunan unsur – unsur kimianya tergantung pada lapis – lapis tanah yang dilalui.
b. Air tanah dangkal / air freatis Air freatis adalah air tanah yang terletak di atas lapisan kedap air
tidak jauh dari permukaan tanah. Air freatis sangat dipengaruhi oleh resapan air di sekelilingnya. Pada musim kemarau jumlah air freatis berkurang. Sebaliknya pada musim hujan jumlah air freatis akan bertambah. Air freatis dapat diambil melalui sumur atau mata air.
Pada umumnya pada sumur air freatis, lumpur akan tertahan, demikian pula dengan sebagian bakteri, sehingga air tanah akan jernih tetapi lebih banyak mengandung zat kimia (garam-garam yang terlarut) karena melalui lapisan tanah yang mempunyai unsur-unsur kimia tertentu untuk masing – masing lapisan tanah. Lapis tanah di sini berfungsi sebagai saringan. Di samping penyaringan, pengotoran juga masih terus berlangsung, terutama pada muka air yang dekat dengan muka tanah.
Di Indonesia umumnya pada air tanah dangkal dan air tanah dalam dapat dijumpai kandungan Fe, Mn dan Sulfur (Belerang) yang tinggi sehingga menyebabkan air berbau busuk.
Universitas Sumatera Utara

Perbedaan sumber air minum akan menyebabkan perbedaan komposisi air yang dihasilkannya. Sebagai contoh, air tanah dapat melarutkan mineral-mineral bahan induk dari tanah yang dilewatinya. Disamping itu juga, pada air tanah terjadi penyaringan sebagian besar mikroorganisme sewaktu air meresap dalam tanah. Sedangkan pada air permukaan tidak terjadi penyaringan mikroorganisme yang terdapat didalamnya (Mulia, 2005).
2.3 Pengaruh Air Terhadap Kesehatan Masalah kesehatan adalah masalah yang sangat kompleks, yang saling
berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan itu sendiri. Demikian pula pemecahan masalah kesehatan masyarakat, tidak hanya dilihat dari segi kesehatan sendiri, tetapi harus dilihat dari segala segi yang ada pengaruhnya terhadap masalah sehat-sakit atau kesehatan tersebut. Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan, baik kesehatan individu maupun kesehatan masyarakat (Suherman, 2001).
Menurut terori Blum (1974) ada 4 faktor yang mempengaruhi kesehatan, yaitu lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan. Keempat faktor tersebut disamping berpengaruh langsung terhadap kesehatan juga saling mempengaruhi satu sama lainnya. Status kesehatan akan tercapai secara optimal bilamana keempat faktor tersebut secara bersama-sama mempunyai kondisi yang optimal pula. Apabila salah satu faktor terganggu (tidak optimal), maka status kesehatan akan tergeser dibawah optimal (Suherman, 2001).
Universitas Sumatera Utara

Faktor lingkungan adalah faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap kesehatan. Yang dimaksud dengan lingkungan yaitu lingkungan fisik, biologi, sosial budayam ekonomi, dan lain-lain. Salah satu upaya yang dilakukan untuk pengendalian lingkungan adalah upaya kesehatan lingkungan, yaitu suatu usaha untuk memperbaiki atau mengoptimalkan lingkungan hidup manusia agar menjadi media yang baik untuk terwujudnya kesehatan yang optimum bagi manusia yang hidup di dalamnya. Ruang lingkup kesehatan mencakup: perumahan, pembuangan kotoran manusia (tinja), penyediaan air bersih, pembuangan sampah, dan lain sebagainya (Suherman, 2001).
Penyediaan sumber air bersih harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena persediaan air bersih yang terbatas memudahkan timbulnya penyakit di masyarakat. Volume rata-rata kebutuhan air setiap individu per hari berkisar antara 150-200 liter atau 35-45 galon. Kebutuhan air tersebut bervariasi dan bergantung pada keadaan iklim, standar kehidupan, dan kebiasaan masyarakat (Chandra, 2007).
Penyediaan air bersih merupakan salah satu aspek yang diperhatikan dalam kesehatan lingkungan. Air adalah salah satu unsur lingkungan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Disamping air merupakan kebutuhan pokok manusia,air juga merupakan alat perpindahan sebagian besar jenis penyakit yang berasal dari mikroba, seperti penyakit demam thypoid, kolera dan disentri. Virus yang ditularkan melalui air seperti hepatitis A dan polio (Suherman, 2001).
Temperatur yang optimum sepamjang tahun di Indonesia ini menyebabkan air di alam terbuka selalu mengandung mikroorganisme yang beberapa
Universitas Sumatera Utara

diantaranya bersifat patogen pada manusia (Suherman, 2001). Menurut Suherman (2001) ada beberapa mikroorganisme patogen yang dapat dibawakan air yaitu: a. Shalmonella typhosa yang dapat menyebabkan penyakit typus perut selain itu
dikenal juga dengan S. Paratyphi (A, B, C) yang masing-masing dapat menimbulkan penyakit paratipus (A, B, C). b. Shalmonella dysenteriae yang dapat menyebabkan penyakit disentri. c. Entamoeba histolytica (termasuki protozoa) yang dapat menyebabkan penyakit disentri. d. Vibrio comma dapat menyebabkan penyakit kolera. e. Clostridium tetani dapat menyebabkan penyakit tetanus.
Penyakit menular dipindahkan melalui air yang digunakan untuk minum, mencuci, dan penyediaan makanan sudah terkontaminasi. Sarana atau sumber air terkontaminasi karena menerima kotoran manusia dan hewan. Sumur dangkal juga dapat terkontaminasi karena jarak tanah yang dilalui air tidak cukup untuk menyaring bakteri (Suherman, 2001).
Menurut Suherman (2001) alam memindahkan penyakit-penyakit pada manusia, air berperan dalam 4 cara:
a. Cara “water borne” Kuman patogen dapat berada di dalam air minum untuk manusia
dan hewan. Bila air yang mengandung kuman patogen ini terminum maka akan dapat terjadi penjangkitan penyakit pada yang bersangkutan. Penyakit-penyakit tersebut antara lain kolera, typhoid, hepatitis infeksiosa,
Universitas Sumatera Utara

disentri basiler. Bagi penyakit-penyakit ini perlu diketahui bahwa air bukan satu-satunya jalur yang dipakai dalam penularan. Segala jalur lain yang memungkinkan adanya kontak tinja dan mulut manusia merupakan jalur penularan penyakit. Oleh karena itu pengawasan penularan penyakit ini tidak cukup dengan penyediaan air bersih saja. Masih diperlukan pengawasan jalur-jalur yang dapat menularkan. b. Cara “water washed”
Cara penularan ini berkaitan erat dengan air bagi kebersihan umum alat-alat terutama alat-alat dapur dan kebersihan perorangan. Dengan terjaminnya kebersihan dengan tersedianya air yang cukup, maka penyakit-penyakit tertentu dapat dikurangi penularannya pada manusia. Kelompok penyakit-penyakit ini banyak terdapat di daerah tropis. Kelompok penyakit ini dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu:
1) Penyakit-penyakit infeksi saluran pencernaan Penyakit diare merupakan penyakit yang penularannya bersifat faecal-oral. Karena itu penyakit diare dapat ditularkan melalui beberapa jalur, diantaranya melalui jalur air (water borne) dan jalur yang melalui alat-alat dapur yang dicuci dengan air (water washed). Contoh penyyakit ini adalah sama dengan yyang terdapat pada jalur “water borne” yaitu kolera, typhoid, hepatitis infeksiosa, disentri basiler. Berjangkitnya penyakit-penyakit ini erat dengan kurangnya tersedia air untuk makan, minum dan memasak serta untuk kebersihan alat-alat makan.
Universitas Sumatera Utara

2) Penyakit infeksi kulit dan selaput lendir Kelompok ini sangat erat kaitannya dengan kebersihan perorangan yang buruk. Pada umumnya dapat diturunkan dengan angka penyakit dengan jalan menyediakan air yang cukup untuk kebersihan perorangan. Mutu mikrobiologis air tidak seketat mutu bagi air minum, namun perlu diperhatian syarat mutu air bersih sehingga air tidak mengandung mikroba-mikroba yang menimbulkan penyakit seperti : septis kulit bacterial, infeksi fungus pada kulit, penyakit konjungtivitis. Berjangkitnya penyakit-penyakit kelompok ini sangat erat dengan kurangnya penyediaan air bersih untuk kebersihan perorangan.
3) Penyakit-penyakit infeksi yang ditimbulkan oleh insekta parasit pada kulit dan selaput lendir Kelompok ini sangat ditentukan oleh tersedianya air bersih untuk kebersihan perorangan yang ditujukan untuk mencegah investigasi insekta parasit pada tubuh dan pakaian. Insekta parasit akan mudah berkembang biak dan menimbulkan penyakit bila kebersihan umum tidak terjamin.
c. Cara “water based” Penyakit ini dalam siklusnya memerlukan pejamu (host) perantara.
Pejamu perantara ini hidup di air, contoh penyakit ini adalah scistosomiasis. Larva scistomiasis hidup dalam keong-keong air. Setelah waktunya larva ini akan mengubah bentuk menjadi cercaria dan
Universitas Sumatera Utara

menembus kaki (kulit) manusia yang berada dalam air tersebut. Air yang mengandung cercaria ini sangat berbahaya bagi manusia. Air yang terdapat di alam sering berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari manusia seperti menangkap ikan, mencuci, mandi, dan sebagainya. d. Cara “water related deseases”
Air merupakan tempat beberapa insekta yang merupakan vector beberapa penyakit. Beberapa penyakit yang dapat disebabkan oleh insekta ini adalah : malaria, yellow fever, dengue. Nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vector penyakit dengue, berkembang biak di lingkungan seperti: gentong air, pot, barang-barang bekas, dan sebagainya.
Pengaruh air yang diuraikan di atas terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia baru sebagian, yang sebenarnya jauh lebih luas lagi. Bila diperhatikan peranan air dalam rantai makanan suatu ekosistem, maka nampak jelas pengaruh air secara tidak langsung terhadap kesehatan manusia (Suherman, 2001).
2.4 Perlindungan Sumur Gali Terhadap Pencemaran Menurut Suherman (2001) salah satu penyebab dari kurang baiknya
kualitas air sumur gali adalah karena sumur gali tidak terlindung dari pencemaran. Untuk melindungi ini maka sumur gali harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Universitas Sumatera Utara

a. Lokasi - Apabila letak sumber pencemar lebih tinggi dari sumur gali dan diperkirakan aliran air tanah mengalir ke sumur gali maka jarak minimal sumur ga

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

76 1887 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 496 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 438 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 263 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 381 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 579 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 508 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 322 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 499 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 590 23