Kerangka Konsep Model Teoritis Definisi Operasional

Berkaitan dengan niat, tekad, upaya, usaha, yang cenderung menjadi suatu kegiatan atau tindakan. Karana berbentuk perilaku maka menjadi efek behaviour. Efek konatif tidak langsung timbul sebagai akibat terpaan media massa melainkan didahului oleh efek kognitif dan afektif. Dengan perkataan lain timbulnya efek konatif setelah muncul efek sebelumnya. Ketiga efek komunikasi ini menjadi indikator atau tolak ukur keberhasilan komunikasi. Bila dihubungkan dengan penelitian ini maka perubahan sikap yang akan diteliti adalah perubahan afektif, yaitu minat atau sikap yang timbul dalam diri responden setelah mengikuti kegiatan beauty demo yang dilakukan oleh beauty consultant Oriflame sehingga responden menjadi lebih ingin tahu dan berhasrat untuk menggunakan produk Oriflame.

1.6. Kerangka Konsep

Berdasarkan kerangka teori yag telah disusun selanjutnya adalah kerangka konsep. Menurut Nawawi 1991 : 40 , kerangka konsep adalah sebagai hasil pemikiran rasional yang bersifat teoritis dalm memperkirakan memungkinkan Universitas Sumatera Utara hasil yang akan dicapai. Dengan adanya kerangka konsep ini merupakan bahan yang akan menuntun dan merumuskan hipotesa. Dalam penelitian ini ada tiga variabel yang akan diteliti yaitu: 1. Variabel bebas X Variabel bebas adalah segala gejala, faktor atau unsur yang menentukan atau mempengaruhi munculnya variabel kedua disebut variabel terikat. Tanpa variabel ini, maka variabel berubah sehingga akan muncul variabel terikat yang berbeda atau yang lain atau bahkan sama sekali tidak ada atau tidak muncul Nawawi, 1995:57. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Beauty Consultant dalam kegiatan External Public Relations. 2. Variabel Terikat Y Variabel terikat adalah sejumlah gejala atau faktor maupun unsur yang ada ataupun muncul dipengaruhi atau ditentukannya adanya variabel bebas dan bukan karena adanya variabel lain. Nawawi, 1995:57. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat pakai konsumen, yakni usaha membangkitkan minat konsumen agar terbentuk rasa ketertarikan dan keinginan untuk memakai produk Oriflame. 3. Variabel Antara Z Variabel antara adalah variabel yang berada di antara variabel bebas dan variabel terikat, yang berfungsi sebagai penguat atau pelemah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat tersebut. Variabel antara dalam penelitian ini adalah karakteristik responden yakni penerima pesan yaitu responden yang mengikuti Beauty Demo Universitas Sumatera Utara

1.7. Model Teoritis

Variabel-variabel yang telah dikelompokkan dalam kerangka konsep akan menjadi suatu model teoritis sebagai berikut:

1.8. Operasional Variabel

Berdasarkan kerangka teori dan kerangka konsep di atas maka dibuat operasional variabel yang berfungsi untuk kesamaan dan kesesuaian dalam penelitian,yaitu sebagai berikut: Variabel Bebas X Beauty Consultant dalam kegiatan External Pulic Relations Variabel Terikat Y Minat pakai konsumen Variable antara Z Karakteristik Responden Universitas Sumatera Utara Tabel 1. Operasional Variabel VARIABEL TEORITIS VARIABEL OPERASIONAL

1. Variabel Bebas X

Beauty Consultant dalam kegiatan External Public Relations - Pencarian - Penjualan - Pelayanan - Komunikasi - Pengelokasian

2. Variabel Terikat Y

Minat pakai konsumen - Perhatian - Minat - Hasrat - Keputusan - Tindakan

3. Variabel Antara Z Karakteristik Responden

- Usia - Tingkat pendidikan - Tahukenalnya produk Oriflame

1.9 Definisi Operasional

Menurut Singarimbun 1995:46. Definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya untuk mengukur suatu Universitas Sumatera Utara variabel. Dengan kata lain, definisi operasional adalah suatu informasi ilmiah yang sangat membantu peneliti lain yang ingin menggunakan variabel yang sama. Definisi operasional dari penelitian adalah : 1. Variabel bebas Beauty Consultant dalam kegiatan External Public Relations tugasnya terdiri dari: a. Pencarian yaitu mencari, memperoleh dan mempererat hubungan dengan langganan baru. b. Penjualan yaitu mereka harus tahu akan seni “kepandaian menjual”, pendekatan, penyajian, menjawab keluhan dan menutup penjualan c. Pelayanan yakni memberikan berbagai pelayanan kepada langganan, memberikan nasehat kecantikan dalam bentuk komunikasi dialogis d. Komunikasi yaitu menyampaika Informasi tentang produk perusahaan dengan komunikasi persuatif dan informative . e. Pengelokasian yaitu mengevaluasi kualitas konsumen dan pengelokasian produk yang langka selama masa-masa sulit. Kotler, 1985 :190 2. Variabel terikat minat pakai konsumen terdiri dari: a. Perhatian, yaitu atensi yang diberikan oleh responden pada saat kegiatan beauty demo berlangsung. Universitas Sumatera Utara b. Interest, yaitu suatu keinginan yang kuat atau ketertarikan terhadap produk oriflame setelah mengikuti kegiatan beauty demo. c. Hasrat, yaitu suatu keinginan yang amat sangat atau dorongan dalam diri responden untuk menggunakan produk oriflame. d. Keputusan, yaitu suatu keputusan yang telah diambil untuk menggunakan produk oriflame. 3. Variabel Antara karakteristik responden terdiri dari: a. Usia, yaitu tingkatan umur karyawan contact center infomedia yang dijadikan sampel. b. Tingkat pendidikan,yaitu tingkat pendidikan responden yang dijadikan sampel c. Tahukenalnya produk Oriflame

1.10 Hipotesa


Dokumen yang terkait

Pengaruh Stres Kerja dan Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT Infomedia Nusantara Contact Center Telkom Medan

16 95 142

Beauty Consultant Dalam Kegiatan External Public Relations Dan Minat Pakai (Studi Korelasional Tentang Peranan Beauty Consultant Oriflame dalam Menumbuhkan Minat Pakai Calon Konsumen Pada Karyawan Contact Center Infomedia Nusantara )

1 53 118

Iklan Pond’s White Beauty Dan Keputusan Membeli (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Tayangan Iklan Pond’s White Beauty di Televisi Terhadap Keputusan Membeli pada Mahasiswi FISIP USU)

0 65 131

Public Relations Dan Kepuasan Kerja (Studi Korelasional Tentang Peranan Kegiatan Internal Public Relations Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Grand Swiss Bell Hotel Medan)

20 184 127

Peranan Internal Public Relations Dan Motivasi Karyawan (Studi Korelasional Tentang Peranan Internal Public Relations dalam Meningkatkan Motivasi Karyawan PT. BTN Medan)

1 68 115

Internal Public Relations Dan Motivasi Kerja Karyawan (Studi Korelasional Tentang Peranan Kegiatan Internal Public Relations Dengan Motivasi Kerja Karyawan Pada HO PT. Wilmar Group Medan)

6 62 92

Peranan External Public Relations Dalam Meningkatkan Citra Perusahaan Pada PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan

0 22 66

Strategi Public Relations CBL Radio 91.7 Fm Bandung Dalam Menarik Minat Pendengar Melalui Kegiatan Off Air

0 2 1

Bandung Beauty Center

2 17 110

Pengaruh Stres Kerja dan Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT Infomedia Nusantara Contact Center Telkom Medan

0 1 11

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

64 1445 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 380 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 339 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 211 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 315 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 424 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 386 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 237 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 398 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 451 23