Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Belanja Modal Sebagai Variabel Intervening Di Kabupaten Dan Kota Propinsi Riau

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM, DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN BELANJA MODAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI KABUPATEN DAN KOTA PROPINSI RIAU
TESIS
Oleh
KINDY KURNIAWAN 097017017/Akt
EK O LA
CASARJA
SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

S NA

H PAS

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM, DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN BELANJA MODAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI KABUPATEN DAN KOTA PROPINSI RIAU
TESIS
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains dalam Program Studi Ilmu Akuntansi Pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara
Oleh
KINDY KURNIAWAN 097017017/Akt
SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis

: PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM, DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN BELANJA MODAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI KABUPATEN DAN KOTA PROPINSI RIAU

Nama Mahasiswa : Kindy Kurniawan Nomor Pokok : 097017017 Program Studi : Ilmu Akuntansi

Menyetujui : Komisi Pembimbing,

(Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA) (Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si, Ak)

Ketua

Anggota

Ketua Program Studi

Direktur

(Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA) (Prof.Dr.Ir.A.Rahim Matondang,MSIE)

Universitas Sumatera Utara

Tanggal Lulus : 13 September 2011 Telah Diuji pada

Tanggal

: 13 September 2011

PANITIA PENGUJI TESIS

Ketua

: Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, Ak

Anggota

: 1. Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si, Ak

2. Drs Zainul Bahri Torong, M.Si, Ak

3. Drs. Idhar Yahya, MBA, Ak

4. Drs. Syamsul Bahri TRB, MM, Ak

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh PAD, DAU, DAK terhadap kinerja keuangan dengan belanja modal sebagai variable interveningnya di Kabupaten dan Kota Propinsi Riau.
Populasi dalam penelitian ini adalah Kabupaten dan Kota di Propinsi Riau yang berjumlah 12 kabupaten dan kota. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan kriteria setiap kabupaten dan kota memiliki laporan keuangan yang disajikan berturut-turut oleh Badan Pusat Statistik Propinsi Riau dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan dari tahun 2004 - 2009. Kabupaten dan kota yang sesuai dengan kriteria sampel berjumlah 11 kabupaten dan kota dengan jumlah total sampel sebesar 66 data. Data yang digunakan adalah data PDRB berdasarkan harga yang berlaku dan realisasi PAD, DAU, DAK, dan belanja modal dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2009. Analisis pengujian data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dan analisis jalur (path analysis).
Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam hubungan langsung, secara parsial variabel PAD dan DAU berpengaruh tehadap kinerja keuangan, tetapi variabel DAK tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Namun secara simultan variabel PAD, DAU dan DAK berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Dan dalam hubungan tidak langsung secara parsial variabel PAD dan DAU berpengaruh terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal, sedangkan variabel DAK tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal. Namun secara simultan variabel PAD, DAU, dan DAK berpengaruh terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal.
Kata Kunci : PAD, DAU, DAK, Belanja Modal, Kinerja Keuangan
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Intention of this research is to test and get empirical evidence of PAD, DAU and DAK to the financial performance with capital expenditure as a intervening variable in city and region in Riau Province.
The study population is in city and region in Riau Province which amounted to 12 districts and cities and Sample which used in this research is purposive sampling with creterion each every cities and districts have financial statement successively every year. Data the used is data of product domestic regional bruto whit nominal price and realization of PAD, DAU, DAK and capital expenditure of year 2004 up to year 2009. The districts and cities is sampling with cretarion amounted to 11 districts and cities wich amounted to 66 date. Analysis examination in this research with multiple regression and path analysis.
Result of analysis examination indicate that dirrect effect by partial variable of PAD and DAU have an effect on the financial performance while variable of DAK not have an effect on The financial performance. By simultan variable of PAD, DAU and DAK have an effect on the financial performance. And indirect effect that by partial variable of PAD and DAU have an effect on the financial performance pass capital expenditure, but variable of DAK not have an effect on the financial performance pass capital expenditure. While by simultan variable of PAD, DAU and DAK have an effect on to financial performance pass capital expenditure.
Keywords : PAD, DAU, DAK, capital expenditure, financial performance.
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Dengan segala kerendahan hati, tulus dan ikhlas, penulis menyampaikan puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT, oleh karena dorongan rahmat dan ridhoNya yang berkelimpahan sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini.
Dalam meneyelesaikan tesis ini tentu saja penulis banyak menemui kesulitankesulitan, kendala-kendala dan hambatan-hambatan, akan tetapi berkat bantuan, bimbingan, petunjuk dan masukan dari berbagai pihak lainnya penulis dapat menyelesaikannya. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, tulus dan ikhlas penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, M.Sc (CTM), SP.A(K), selaku Rektor Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas untuk mengikuti dan menyelesaikan Sekolah Pascasarjana.
2. Bapak Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE, selaku Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, yang senantiasa dengan sabar dan secara berkesinambungan meningkatkan layanan pendidikan di Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA, selaku Ketua Program Studi Ilmu Akuntansi Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Sekaligus sebagai Ketua Komisi Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan saran dan kritik yang konstruktif dalam membimbing penulis sejak awal hingga selesainya tesis ini.
4. Ibu Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si, Ak, selaku Anggota Komisi Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan saran dan kritik yang konstruktif dalam membimbing penulis sejak awal hingga selesainya tesis ini.
5. Bapak Drs. Zainul Bahri Torong, M.Si, Ak, selaku Ketua Komisi Dosen Pembanding yang telah banyak memberikan saran dan kritik yang konstruktif dalam membimbing penulis sejak awal hingga selesainya tesis ini.
6. Bapak Drs. Idhar Yahya, MBA, Ak, selaku Ketua Komisi Dosen Pembanding yang telah banyak memberikan saran dan kritik yang konstruktif dalam membimbing penulis sejak awal hingga selesainya tesis ini.
7. Bapak Drs. Syamsul Bahri TRB, MM, Ak, selaku Ketua Komisi Dosen Pembanding yang telah banyak memberikan saran dan kritik yang konstruktif dalam membimbing penulis sejak awal hingga selesainya tesis ini.
Universitas Sumatera Utara

8. Papa tercinta Nuriswan dan Mama tersayang Anizar yang senantiasa memberikan motivasi dan semangat kepada penulis sejak memulai perkuliahan hingga penyelesaian penulisan tesis ini.
9. Adik-adik tersayang : Dimas Dermawan, Dita Ayu Astria, dan Gebby Wandani Larasati yang senantiasa memberikan motivasi dan semangat kepada penulis sejak memulai perkuliahan hingga penyelesaian penulisan tesis ini.
10. Pacar tercinta dan tersayang Rika Andriyani yang senantiasa memberikan motivasi dan semangat kepada penulis sejak memulai perkuliahan hingga penyelesaian penulisan tesis ini.
11. Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai yang telah memberikan Ijin Belajar kepada Penulis.
12. Rekan-rekan Mahasiswa di Sekolah Pascasarjana Program Studi Ilmu Akuntansi Universitas Sumatera Utara. Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari sempurna baik dari segi
penyajian maupun dari segi penyusunannya. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca guna penyempurnaan tesis ini pada masa yang akan datang.
Akhir kata penulis mengucapkan semoga tesis ini bermanfaat bagi para pembaca, khususnya bagi rekan Mahasiswa/i
Medan, September 2011 Penulis
Kindy Kurniawan
Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP

Nama Tempat/Tgl Lahir Jenis Kelamin Agama Alamat Telepon Orang Tua (Ayah)
(Ibu)

: Kindy Kurniawan : Medan, 10 September 1987 : Laki-laki : Islam : Jalan Mangaan I nomor 55 A Lingkungan VI, Medan : 082167652334 : Nuriswan : Anizar

Riwayat Pendidikan

2009 – 2011
2005 – 2009
2002 – 2005 1999 – 2002 1993 – 1999

: Kuliah di Program Studi Ilmu Akuntansi Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara
: Universitas Islam Sumatera Utara, Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi
: SMA Negeri 7 Medan
: SMP Negeri 11 Medan
: SD Swasta Pertiwi

Riwayat Pekerjaan 2010 s/d sekarang

: Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK .............................................................................................................. i ABSTRACT ............................................................................................................ ii KATA PENGANTAR............................................................................................ iii RIWAYAT HIDUP ................................................................................................ v DAFTAR ISI........................................................................................................... iv DAFTAR TABEL .................................................................................................. x DAFTAR GAMBAR.............................................................................................. xi LAMPIRAN............................................................................................................ xii

BAB I PENDAHULUAN....................................................................................... 1.1. Latar Belakang...................................................................................... 1.2. Rumusan Masalah Penelitian ............................................................... 1.3. Tujuan Penelitian.................................................................................. 1.4. Manfaat Penelitian................................................................................ 1.5. Originalitas Penelitian ..........................................................................

1 1 6 6 7 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................... 9 2.1. Landasan Teori..................................................................................... 9 2.1.1. Pendapatan Asli Daerah.............................................................. 9 2.1.2. Dana Alokasi Umum .................................................................. 12 2.1.3. Dana Alokasi Khusus.................................................................. 14 2.1.4. Belanja Modal............................................................................. 16 2.1.5. Kinerja Keuangan ....................................................................... 17

Universitas Sumatera Utara

2.2. Review / Tinjauan Peneliti Terdahulu................................................... 20
BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS .............................. 24 3.1. Kerangka Konseptual............................................................................ 24 3.2. Hipotesis ............................................................................................... 27
BAB IV METODE PENELITIAN ....................................................................... 28 4.1. Jenis Penelitian...................................................................................... 28 4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian ................................................................ 28 4.3. Populasi dan Sampel Penelitian ............................................................ 28 4.4. Metode Pengumpulan Data ................................................................... 30 4.5. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel.................................... 30 4.5.1 Defenisi Operasional............................................................ 30 4.5.2 Pengukuran Variabel............................................................ 34 4.6. Metode Analisis Data.................................................................... 34 4.7. Teknik Analisis Data..................................................................... 38 4.7.1. Pengujian Asumsi Klasik ................................................... 38 4.7.1.1. Uji Normalitas ......................................................... 39 4.7.1.2. Uji Multikolineritas ................................................. 39 4.7.1.3. Uji Heteroskedestisitas ............................................ 39 4.7.1.4. Uji Autokorelasi ...................................................... 40 4.7.2. Pengujian Hipotesis............................................................ 40 4.7.2.1. Uji F......................................................................... 40 4.7.2.2. Uji t .......................................................................... 42
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..................................... 43 5.1. Hasil Penelitian .................................................................................. 43 5.1.1. Analisis Statistik Deskriptif ................................................ 43
Universitas Sumatera Utara

5.2. Analisis Data ...................................................................................... 45 5.2.1. Uji Asumsi Klasik ............................................................... 45 5.2.1.1. Uji Normalitas Persamaan Hipotesis 1.................... 45 5.2.2.2. Uji Multikolonieritas Persamaan Hipotesis 1.......... 46 5.2.1.3. Uji Heterokedastisitas Persamaan Hipotesis 1 ........ 47 5.2.1.4. Uji Autokorelasi Persamaan Hipotesis 1 ................. 48 5.2.1.5. Uji Normalitas Persamaan I Hipotesis 2.................. 49 5.2.1.6. Uji Multikolonieritas Persamaan I Hipotesis 2........ 51 5.2.1.7. Uji Heterokedastisitas Persamaan I Hipotesis 2 ...... 52 5.2.1.8. Uji Autokorelasi Persamaan I Hipotesis 2............... 53 5.2.1.9. Uji Normalitas Persamaan II Hipotesis 2 ................ 54 5.2.2.10. Uji Multikolonieritas Persamaan II Hipotesis 2 .... 56 5.2.1.11. Uji Heterokedastisitas Persamaan II Hipotesis 2... 57 5.2.1.12. Uji Autokorelasi Persamaan II Hipotesis 2 ........... 57
5.3. Pembahasan Hasil Hipotesis .............................................................. 59 5.3.1. Hipotesis Pertama (1).......................................................... 59 5.3.1.1. Uji F Hipotesis Pertama (1) ..................................... 60 5.3.1.2. Uji t Hipotesis Pertama (1) ...................................... 61 5.3.2. Hipotesis Kedua (2) ............................................................ 63 5.3.2.1. Hipotesis Kedua (2) Persamaan I............................ 63 5.3.2.1.1. Uji F Hipotesis kedua (2) Persamaan I ....... 64 5.3.2.1.2. Uji t Hipotesis kedua (2) Persamaan I ........ 65 5.3.2.2. Hipotesis Kedua (2) Persamaan II ................. 66
Universitas Sumatera Utara

5.3.2.2.1. Uji F Hipotesis kedua (2) Persamaan II ...... 67 5.3.2.2.2. Uji t Hipotesis kedua (2) Persamaan II ....... 68 5.4. Besarnya pengaruh PAD, DAU dan DAK terhadap kinerja keuangan dengan belanja modal sebagai variabel intervening .......... 71 5.5. Pembahasan Hasil Penelitian ............................................................. 74 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN................................................................ 84 6.1. Kesimpulan ........................................................................................ 84 6.2. Keterbatasan Penelitian...................................................................... 85 6.3. Saran Penelitian.................................................................................. 86 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 87
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul

Halaman

1.1 Anggaran dan Realisasi.................................................................................... 5 2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu.................................................... ..................... 23 4.1 Populasi dan Sampel................................................................... ..................... 29 4.2 Defenisi Opersional dan Pengukuran Variabel........................... ..................... 34 5.1 Deskriptif Statistik...................................................................... ..................... 43 5.2 Hasil Pengujian Kolmogorov-Smirnov test................................ ..................... 46 5.3 Hasil Uji Multikolinearitas Persamaan Hipotesis I.......................................... 47 5.4 Hasil Uji Autokorelasi Persamaan Hipotesisi I................................................ 49 5.5 Hasil Pengujian Kolmogorov-Smirnov test................................ ..................... 51 5.6 Hasil Uji Multikolinearitas Persamaan I Hipotesis II................. ..................... 52 5.7 Hasil Uji Autokorelasi Persamaan I Hipotesisi II....................... ..................... 54 5.8 Hasil Pengujian Kolmogorov-Smirnov test................................ ..................... 55 5.9 Hasil Uji Multikolinearitas Persamaan II Hipotesis II..................................... 56 5.10 Hasil Uji Autokorelasi Persamaan I Hipotesisi II...................... ..................... 58 5.11 Hasil Pengujian Goodness of Fit.................................................................... 59 5.12 Hasil Uji F Hipotesis I............................................................... .................... 60 5.13 Hasil Uji t Hipotesis I..................................................................................... 61 5.14 Hasil Pengujian Goodness of Fit.................................................................... 63 5.15 Hasil Uji F Hipotesis II Persamaan I ........................................ .................... 64 5.16 Hasil Uji t Hipotesis II Persamaan I .............................................................. 65 5.17 Hasil Pengujian Goodness of Fit.................................................................... 67 5.18 Hasil Uji F Hipotesis II Persamaan II ....................................... .................... 68 5.19 Hasil Uji t Hipotesis II Persamaan II ........................................ .................... 69

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

3.1 Pengaruh PAD, DAU dan DAK Terhadap Kinerja Keuangan.... .................... 24 3.2 Pengaruh PAD, DAU dan DAK terhadap Kinerja Keuangan
dengan Belanja Modal sebagai Variabel Intervening.... .................................. 25 5.1 Analisis Grafik P-P Plot Hipotesis I.................................................................. 45 5.2 Analisis Scatterplot Hipotesis I........................................................................ 48 5.3 Analisis Grafik P-P Plot Persamaan I Hipotesis II........................................... 50 5.4 Analisis Scatterplot Persamaan I Hipotesis II.................................................. 53 5.5 Analisis Grafik P-P Plot Persamaan II Hipotesis II..................... .................... 55 5.6 Analisis Scatterplot Persamaan II Hipotesis II............................ .................... 57

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul

Halaman

1 Populasi dan Sampel .................................................................... .................... 90 2 Pendapatan Asli Daerah ............................................................... .................... 91 3 Dana Alokasi Umum ........................................................................................ 92 4 Dana Alokasi Khusus ....................................................................................... 93 5 Belanja Modal ............................................................................... ................... 94 6 Kinerja Keuangan ......................................................................... ................... 95 7 Data sampel ..................................................................................................... 96 8 Deskriptif statistik ........................................................................ .................... 99 9 Uji Normalitas dan Kolmogorov Smirnov hipotesis 1....................................... 100 10 Uji multikolinearitas dan Autokorelasi hipotesis 1 .......................................... 101 11 Uji Heteroskedastisitas hipotesis 1 ……………………………… .................. 102 12 Uji Normalitas dan Kolmogorov Smirnov hipotesis 2 persamaan I ................. 103 13 Uji multikolinearitas dan Autokorelasi hipotesis 2 Persaman I…… ................ 104 14 Uji Heteroskedastisitas hipotesis 2 persamaan I………………... .................... 105 15 Uji Normalitas dan Kolmogorov Smirnov hipotesis 2 persamaan II................ 106 16 Uji multikolinearitas dan Autokorelasi hipotesis 2 Persaman II…................... 107 17 Uji Heteroskedastisitas hipotesis 2 persamaan II………………...................... 108 18 Uji F dan Uji t Hipotesis 1……………………………………….. .................. 109 19 Uji F dan Uji t Hipotesis 2 persamaan I………………………….................... 110 20 Uji F dan Uji t Hipotesis 2 persamaan II…………………………. ................. 111

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh PAD, DAU, DAK terhadap kinerja keuangan dengan belanja modal sebagai variable interveningnya di Kabupaten dan Kota Propinsi Riau.
Populasi dalam penelitian ini adalah Kabupaten dan Kota di Propinsi Riau yang berjumlah 12 kabupaten dan kota. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan kriteria setiap kabupaten dan kota memiliki laporan keuangan yang disajikan berturut-turut oleh Badan Pusat Statistik Propinsi Riau dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan dari tahun 2004 - 2009. Kabupaten dan kota yang sesuai dengan kriteria sampel berjumlah 11 kabupaten dan kota dengan jumlah total sampel sebesar 66 data. Data yang digunakan adalah data PDRB berdasarkan harga yang berlaku dan realisasi PAD, DAU, DAK, dan belanja modal dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2009. Analisis pengujian data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dan analisis jalur (path analysis).
Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam hubungan langsung, secara parsial variabel PAD dan DAU berpengaruh tehadap kinerja keuangan, tetapi variabel DAK tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Namun secara simultan variabel PAD, DAU dan DAK berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Dan dalam hubungan tidak langsung secara parsial variabel PAD dan DAU berpengaruh terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal, sedangkan variabel DAK tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal. Namun secara simultan variabel PAD, DAU, dan DAK berpengaruh terhadap kinerja keuangan melalui belanja modal.
Kata Kunci : PAD, DAU, DAK, Belanja Modal, Kinerja Keuangan
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Intention of this research is to test and get empirical evidence of PAD, DAU and DAK to the financial performance with capital expenditure as a intervening variable in city and region in Riau Province.
The study population is in city and region in Riau Province which amounted to 12 districts and cities and Sample which used in this research is purposive sampling with creterion each every cities and districts have financial statement successively every year. Data the used is data of product domestic regional bruto whit nominal price and realization of PAD, DAU, DAK and capital expenditure of year 2004 up to year 2009. The districts and cities is sampling with cretarion amounted to 11 districts and cities wich amounted to 66 date. Analysis examination in this research with multiple regression and path analysis.
Result of analysis examination indicate that dirrect effect by partial variable of PAD and DAU have an effect on the financial performance while variable of DAK not have an effect on The financial performance. By simultan variable of PAD, DAU and DAK have an effect on the financial performance. And indirect effect that by partial variable of PAD and DAU have an effect on the financial performance pass capital expenditure, but variable of DAK not have an effect on the financial performance pass capital expenditure. While by simultan variable of PAD, DAU and DAK have an effect on to financial performance pass capital expenditure.
Keywords : PAD, DAU, DAK, capital expenditure, financial performance.
Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah Selama ini dominasi Pusat terhadap Daerah menimbulkan besarnya
ketergantungan Daerah terhadap Pusat. Pemerintah Daerah tidak mempunyai keleluasaan dalam menetapkan program-program pembangunan di daerahnya. Demikian juga dengan sumber keuangan penyelenggaraan pemerintahan yang diatur oleh Pusat. Beranjak dari kondisi tersebut mendorong timbulnya tuntutan agar kewenangan pemerintahan dapat didesentralisasikan dari Pusat ke Daerah. Untuk mengatasi hal ini maka ditetapkanlah Undang-Undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yang menegaskan kembali pelaksanaan Otonomi Daerah.
Undang-Undang No.32 Tahun 2004 ini menitikberatkan otonomi pada daerah kabupaten dan kota, dengan tujuan untuk memungkinkan daerah yang bersangkutan mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Selain UU No.32 Tahun 2004 ditetapkan juga UU No.33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah yang menyebabkan perubahan mendasar mengenai pengaturan hubungan Pusat dan Daerah, khususnya dalam administrasi pemerintahan maupun dalam hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, yang dikenal sebagai era otonomi. Undang–undang ini menetapkan pemberian kewenangan otonomi dalam wujud otonomi yang luas, nyata, dan
Universitas Sumatera Utara

bertanggung jawab kepada daerah. Konsekuensi dari kewenangan otonomi yang luas ini adalah pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat secara demokratis, adil, merata, dan berkesinambungan. Kewajiban itu bisa dipenuhi apabila pemerintah daerah mampu mengelola potensi daerahnya yaitu potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan potensi sumber daya keuangan secara optimal. Pasal 4 Peraturan Pemerintah No.105 Tahun 2000 tentang pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus dilakukan secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, efisien, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan atas keadilan dan kepatuhan. Masyarakat selaku stakeholder keuangan pemerintah daerah dapat memantau aliran dana yang ada dipemerintahan sehingga kecurangan dapat dihilangkan.
Salah satu instrument untuk menilai kinerja Pemerintah Daerah dalam mengelola keuangan daerah adalah dengan melakukan analisa rasio keuangan terhadap APBD yang telah ditetapkan dan disahkan. Hasil rasio keuangan ini selanjutnya digunakan untuk tolak ukur dalam: 1. menilai kemandirian keuangan daerah dalam membangun penyelenggaraan otonomi
daerah. 2. mengukur efektifitas dan efisiensi dalam merealisasikan pendapatan daerah. 3. mengukur sejauh mana aktivitas pemerintah daerah dalam membelanjakan
pendapatan daerahnya.
Universitas Sumatera Utara

4. mengukur kontribusi masing-masing sumber pendapatan dalam pembentukan pendapatan daerah.
5. melihat pertumbuhan atau perkiraan perolehan pendapatan dan pengelolaan yang dilakukan selama periode waktu tertentu. Penggunaan analisis rasio sebagai alat analisis keuangan secara luas sudah
diterapkan pada lembaga perusahaan yang bersifat komersial sedangkan pada lembaga publik khususnya pemerintah daerah masih sangat terbatas. Hal ini disebabkan oleh: 1. keterbatasan penyajian laporan keuangan pada lembaga pemerintahan daerah yang
sifat dan cakupannya berbeda dengan penyajian laporan keuangan oleh lembaga perusahaan yang bersifat komersial, 2. selama ini penyusunan APBD masih dilakukan berdasarkan pertimbangan incremental budget yaitu besarnya masing-masing komponen pendapatan dan pengeluaran dihitung dengan meningkatkan sejumlah persentase tertentu (biasanya berdasarkan tingkat inflasi). Karena disusun dengan pendekatan incremental maka sering kali mengabaikan bagaimana rasio keuangan dalam APBD. Misalkan adanya prinsip “yang penting pendapatan naik meskipun untuk menaikkan itu diperlukan biaya yang tidak efisien”. Menurut Pasal 20 Peraturan Pemerintah No. 105 tahun 2000, APBD seharusnya disusun dengan pendekatan kinerja (performance budget), 3. penelitian keberhasilan APBD sebagai penilaian pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah lebih ditekankan pada pencapaian target, sehingga kurang
Universitas Sumatera Utara

Adapun pihak-pihak yang berkepentingan dengan rasio keuangan APBD ini adalah: 1. DPRD sebagai wakil dari pemilik daerah, 2. pihak eksekutif sebagai landasan dalam menyusun APBD berikutnya, 3. pemerintah pusat/propinsi sebagai bahan masukan dalam pembinaan pelaksanaan
pengelolan keuangan daerah, 4. masyarakat dan kreditor sebagai pihak yang akan turut memiliki saham pemerintah
daerah, bersedia memberikan pinjaman ataupun membeli obligasi. Otonomi bertujuan agar masyarakat dapat kembali merasakan pertumbuhan
ekonomi yang pesat di daerah tersebut. Namun ditengah perjalanan otonomi, kita selaku masyarakat harus mengetahui apakah otonomi di Propinsi Riau berjalan di jalur yang benar. Dengan otonomi maka daerah memperoleh banyak tambahan dana. Diharapkan dengan dana yang banyak ini maka kesejahteraan rakyat di Propinsi Riau dapat naik ataupun menjadi lebih baik dari sebelumnya, diiringi dengan meningkatnya kinerja pemerintah daerah.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan tulang punggung pembiayaan daerah. Karena itu, kemampuan suatu daerah menggali PAD akan mempengaruhi perkembangan dan pembangunan daerah tersebut. Di samping itu semakin besar kontribusi PAD terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka akan semakin kecil pula ketergantungan terhadap bantuan pemerintah pusat. Sumber
Universitas Sumatera Utara

keuangan yang berasal dari PAD lebih penting dibanding dengan sumber yang berasal

dari luar PAD. Hal ini karena PAD dapat dipergunakan sesuai dengan kehendak dan

inisiatif pemerintah daerah demi kelancaran penyelenggaraan urusan daerahnya.

Sementara sumber keuangan yang berasal dari bantuan pemerintah pusat, umumnya

sudah ditentukan untuk pembiayaan tertentu yang sifatnya mengikat. Oleh karena itu

sangat wajar jika pemerintah daerah berusaha bagaimana memperoleh PAD semaksimal

mungkin agar bisa memperoleh pendapatan yang sebesar-besarnya demi perkembangan

dan pembangunan daerahnya, khususnya di Propinsi Riau.

Sebagai gambaran kinerja keuangan di Propinsi Riau disajikan dalam tabel di

bawah ini:

Tabel 1.1 Anggaran dan Realisasi

No Tahun Laporan Keuangan

REALISASI

Kinerja Keuangan

1 2004

710,000,000,000

710,384,050,000

100%

2 2005

674,880,950,000

769,561,700,000

114%

3 2006

877,529,660,000

964,668,290,000

110%

4

2007

1,198,657,898,600

1,257,664,410,520

5

2008

1,089,591,000,000

1,521,892,847,623

105% 140%

Dari gambaran ini dapat kita lihat kinerja keuangan Pemerintah Daerah Propinsi

Riau dari tahun 2004-2008 terus meningkat. Hal ini menunjukkan kinerja keuangan

pemerintah daerah Propinsi Riau semakin maksimal untuk setiap tahunnya dalam

merealisasikan target Anggaran Pendapatan Asli Daerahnya. Berdasarkan hal-hal di

atas, maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh

pendapatan asli daerah (PAD), dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus

Universitas Sumatera Utara

(DAK) terhadap kinerja keuangan dengan belanja modal sebagai variabel intervening di kabupaten dan kota Propinsi Riau.
1.2. Rumusan Masalah Penelitian Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah pendapatan asli daerah, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap kinerja keuangan di Kabupaten dan Kota Propinsi Riau?”.
2. Apakah pendapatan asli daerah, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap kinerja keuangan dengan belanja modal sebagai variabel intervening di Kabupaten dan Kota Propinsi Riau?”.
1.3. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan permasalahan yang telah dikemukakan
sebelumnya, maka tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk menganalisis pengaruh pendapatan asli daerah, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus secara simultan dan parsial terhadap kinerja keuangan di Kabupaten dan Kota Propinsi Riau. 2. Untuk menganalisis pengaruh pendapatan asli daerah, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus secara simultan dan parsial terhadap kinerja keuangan
Universitas Sumatera Utara

1.4. Manfaat Penelitian Adapun manfaat hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi yang
berarti bagi daerah yang menjadi lokasi penelitian, yaitu: 1) Bagi peneliti dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam menganalisis kinerja keuangan di Kabupaten dan Kota Propinsi Riau sejak diberlakukannya otonomi daerah. 2) Bagi pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten dan Kota di Propinsi Riau yang menjadi lokasi penelitian, untuk dapat menganalisis kekuatan daerahnya, dilihat dari sisi pendapatan asli daerah, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus serta potensi pergerakan kinerja keuangan. 3) Bagi akademisi diharapkan dapat memberikan referensi bagi peneliti selanjutnya terutama pada bidang penelitian yang sejenis.
1.5. Originalitas Penelitian Sepanjang pengetahuan peneliti, penelitian seperti ini pernah dilakukan.
Penelitian yang peneliti lakukan ini, merupakan pengembangan ide dari penelitian yang dilakukan oleh Florida (2007).
Universitas Sumatera Utara

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Asha Florida yaitu:
1. Variabel independen penelitian terdahulu adalah pendapatan asli daerah, sedangkan dalam penelitian ini yang menjadi variabel independennya adalah pendapatan asli daerah, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus serta penambahan variabel intervening yaitu belanja modal.
2. Populasi penelitian terdahulu adalah seluruh Kabupaten dan Kota di Propinsi Sumatera Utara sedangkan populasi penelitian saat ini adalah seluruh Kabupaten dan Kota di Propinsi Riau. Namun dalam pengambilan sampel mengalami perbedaan dikarenakan perbedaan kriteria pengambilan sampel penelitian.
3. Penelitian terdahulu memiliki tahun amatan antara tahun 2001-2005, sedangkan dalam penelitian ini memiliki tahun amatan antara tahun 2004-2009
Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Landasan Teori Bab ini akan menguraikan pengertian PAD, DAU, DAK dan Belanja Modal
terhadap Kinerja Keuangan. Menjabarkan teori yang melandasi penelitian ini dan beberapa penelitian terdahulu yang telah diperluas dengan referensi atau keterangan tambahan yang dikumpulkan selama pelaksanaan penelitian. 2.1.1. Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pendapatan Daerah adalah hak dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pemerintah daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut (PP RI No. 58 Tahun 2005). Adapun sumber pendapatan daerah otonom menurut Halim (2004 : 67) adalah: 1. Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang terdiri dari:
a. Pajak daerah adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada kas negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk investasi publik. Adapun yang termasuk jenis pajak daerah yaitu: 1. Jenis pajak daerah Propinsi terdiri dari: pajak kenderaan bermotor, bea balik nama kenderaan bermotor, dan pajak bahan bakar kenderaan bermotor.
Universitas Sumatera Utara

2. Jenis pajak daerah Kabupaten / Kota terdiri dari: pajak hotel dan restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak pengambilan dan pengelolaan bahan galian golongan C dan pajak pemanfaatan air bawah tanah dan air permukaan.
b. Retribusi daerah adalah pembayaran kepada negara yang dilakukan kepada mereka yang menggunakan jasa-jasa negara, artinya retribusi daerah sebagai pembayaran atas pemakaian jasa atau kerena mendapat pekerjaan usaha atau milik daerah bagi yang berkepentingan atau jasa yang diberikan oleh daerah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu setiap pungutan yang dilakukan oleh pemerintah daerah senantiasa berdasarkan prestasi dan jasa yang diberikan kepada masyarakat, sehingga keluasan retribusi daerah terletak pada yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Jadi retribusi sangat berhubungan erat dengan jasa layanan yang diberikan pemerintah kepada yang membutuhkan. Adapun jenis-jenis retribusi terdiri dari: 1. Jenis retribusi daerah untuk Propinsi terdiri dari: retribusi pelayanan kesehatan, retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi penggantian biaya cetak peta, dan retribusi pengujian kapal perikanan. 2. Jenis retribusi daerah untuk Kabupaten / Kota terdiri dari: retribusi pelayanan kesehatan, retribusi pelayan persampahan / kebersihan, retribusi penggantian biaya cetak KTP, retribusi penggantian biaya cetak akta catatan sipil, retribusi pelayanan pemakaman, retribusi pelayanan pengabuan mayat, retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum, retribusi pelayanan pasar,
Universitas Sumatera Utara

c. Hasil perusahaan dan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Yaitu penerimaan dari laba badan usaha milik pemerintah daerah dimana pemerintah tersebut bertindak sebagai pemiliknya. Jenis pendapatan ini meliputi: bagian laba perusahaan milik daerah, bagian laba lembaga keuangan bank, bagian laba lembaga keuangan non bank dan bagian laba atas penyertaan modal atau investasi.
d. Lain-lain pendapatan daerah yang sah merupakan pendapatan daerah yang berasal bukan dari pajak daerah dan retribusi daerah. Jenis-jenisnya yaitu meliputi: hasil penjualan asset daerah yang tidak dipisahkan, penerimaan jasa giro, penerimaan bunga deposito, denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan
Universitas Sumatera Utara

2.1.2. Dana Alokasi Umum (DAU) DAU adalah dana yang berasal dari APBN yang dialokasikan dengan tujuan
pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk membiayai kebutuhan pembelanjaan. Sejak akhir dekade 1950-an, dalam literatur ekonomi dan keuangan daerah, hubungan pendapatan dan belanja daerah didiskusikan secara luas, serta berbagai hipotesis tentang hubungan ini diuji secara empiris. Seperti yang dinyatakan oleh Holtz-Eakin et al (1985), yang dikutip oleh Maemunah (2006), bahwa terdapat keterkaitan sangat erat antara transfer dari Pemerintah Pusat dengan belanja Pemerintah Daerah. Analisisnya menggunakan model maximing under uncertainty of intertemporal utility fuction dengan menggunakan data runtun waktu selama tahun 1934-1991 untuk mengetahui seberapa jauh pengeluaran daerah dapat dirasionalisasikan sebagai model.
Pemerintah Daerah diberi kewenangan yang lebih luas, nyata dan bertanggung jawab untuk mengatur dan mengelola daerahnya sendiri sejak diberlakukannya Undangundang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah.
Seiring pemberlakuan daerah otonom, Pemerintah Daerah sangat bergantung pada dana perimbangan dari Pemerintah Pusat seperti bagi hasil pajak, bagi hasil SDA, DAU dan DAK, dan lainnya. DAU yang merupakan dana utama pembiayaan APBD sebagian besar terserap untuk belanja pegawai, sehingga belanja untuk proyek-proyek pembangunan menjadi berkurang.
Universitas Sumatera Utara

Yang menjadi Kendala utama Pemerintah Daerah dalam melaksanakan otonomi daerah adalah sedikitnya pendapatan daerah yang bersumber dari PAD. Di lain pihak juga menyebabkan Pemerintah Daerah memiliki kewenangan dan kebebasan yang rendah dalam mengelola keuangan daerah. Karena sebagian besar pengeluaran, baik langsung maupun tidak langsung, bersumber dari dana perimbangan, terutama DAU.
Pungutan pajak dan retribusi daerah yang berlebihan dalam jangka panjang dapat menurunkan kegiatan perekonomian, yang pada akhirnya akan menyebabkan menurunnya PAD.Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 menyebutkan bahwa pelaksanaan kewenangan Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat akan mentransfer Dana Perimbangan yang terdiri dari DAU, DAK dan bagian dari Dana Bagi Hasil yang terdiri dari Pajak dan sumber daya alam. Disamping dana perimbangan tersebut, Pemerintah Daerah mempunyai sumber pendanaan sendiri berupa PAD , pembiayaan, dan lain-lain pendapatan. Kebijakan penggunaan semua dana tersebut diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Seharusnya dana transfer dari Pemerintah Pusat diharapkan digunakan secara efektif dan efisien oleh Pemerintah Daerah untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Kebijakan penggunaan dana tersebut sudah seharusnya pula secara transparan dan akuntabel.
2.1.3. Dana Alokasi Khusus (DAK) Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2005 tentang Dana
perimbangan bahwa DAK untuk mendanai kegiatan khusus yang menjadi urusan
Universitas Sumatera Utara

daerah dan merupakan prioritas nasional, sesuai dengan fungsi yang merupakan perwujudan tugas ke pemerintahan dibidang tertentu khususnya dalam upaya pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar masyarakat.
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2007 Penggunaan Dana perimbangan Khususnya DAK dialokasikan kepada daerah tertentu untuk mendanai kebutuhan fisik, sarana dan prasarana dasar yang menjadi urusan daerah antara lain program dan kegiatan pendidikan, kesehatan dan lain-lain sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan oleh menteri teknis terkait sesuai dengan peraturan peraturan perundang-undangan.
Selain Dana Bagi Hasil dan DAU kepada Daerah juga disediakan DAK yang di golongkan kedalam bantuan yang bersifat specific grant. Pada awalnya DAK yang disediakan bagi daerah seluruhnya bersumber dari dana reboisasi yang dialokasi sebesar 40% dari penerimaannya. Namun dari tahun 2003 selain untuk membiayai kegiatan reboisasi didaerah penghasil, DAK diberikan juga dalam DAK non DR yang disediakan bagi daerah tertentu untuk mendanai kebutuhan khusus seperti; (a) Kebutuhan yang tidak dapat diperkirakan secara umum dengan menggunakan rumus alokasi umum dan/atau (b) kebutuhan yang merupakan komitmen atau prioritas nasional. Dalam perkembangannya, realisasi DAK senantiasa menunjukkan kecenderungan yang meningkat dari tahun ke tahun.
DAK dialokasikan kepada daerah tertentu untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan bagian dari program yang menjadi prioritas nasional yang menjadi prioritas daerah. Besaran DAK ditetapkan setiap tahun dalam APBN. Kegiatan khusus yang
Universitas Sumatera Utara

ditetapkan oleh pemerintah mengutamakan kegiatan pembangunan, pengadaan peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana fisik pelayanan dasar masyarakat dengan umur ekonomis yang panjang, termasuk pengadaan sarana fisik penunjang.
Daerah tertentu sebagaimana dimaksud adalah daerah yang dapat memperoleh alokasi DAK berdasarkan :
a) Kriteria Umum Kriteria umum dirumuskan berdasarkan kemampuan keuangan daerah
yang dicerminkan dari penerimaan umum APBD setelah dikurangi belanja pegawai negeri sipil daerah (PNSD) . b) Kriteria Khusus
Kritria khusus dirumuskan berdasarkan (i) peraturan perundangundangan yang mengatur penyelenggaraaan otonomi khusus , misalnya UU nomor 21 Tahun 2001 tentang otonomi khusus papua dan UU nomor 18 tahun 2001 tentang otonomi khusus propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan (ii) Karateristik daerah. c) Kriteria Teknis
Kriteria teknis disusun berdasarkan indikator-indikator kegiatan khusus yang akan didanai DAK. Ktiteria teknis dirumuskan melalui indek teknis oleh menteri teknis terkait. Menteri teknis menyampaikan kriteria teknis kepada menteri keuangan. 2.1.4. Belanja Modal
Universitas Sumatera Utara

Belanja Modal sebagaimana dimaksud dalam pasal 50 huruf c Permendagri No 59 Tahun 2007 tentang perubahan Permendagri Nomor 13/2006 Tentang pengelolaan Keuangan Daerah digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pengadaan asset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan.
Sedangkan menurut PSAP Nomor 2, Belanja Modal adalah pengeluaran anggaran untuk perolehan asset tetap dan asset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Selanjutnya pada pasal 53 ayat 2 Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 ditentukan bahwa nilai asset tetap berwujud yang dianggarkan dalam belanja modal sebesar harga beli/bangun asset ditambah seluruh belanja yang terkait dengan pengadaan/ pembangunan asset sampai asset tersebut siap digunakan. Kemudian pada pasal 53 ayat 4 Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 disebutkan bahwa Kepala Daerah menetapkan batas minimal kapitalisasi sebagai dasar pembebanan belanja modal selain memenuhi batas minimal juga pengeluaran anggaran untuk belanja barang tersebut harus memberi manfaat lebih satu periode akuntansi bersifat tidak rutin. Ketentuan hal ini sejalan dengan PP 24 Tahun 2004 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan khususnya PSAP no 7, yang mengatur tentang akuntansi asset tetap.
Belanja modal merupakan pengeluaran anggaran yang digunakan dalam rangka memperoleh atau menambah asset tetap dan asset lainnya yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi serta melebihi batasan minimal kapitalisasi asset tetap atau asset lainnya yang ditetapkan pemerintah.
Universitas Sumatera Utara

Menurut Halim (2004:73), belanja modal merupakan belanja Pemerintah Daerah yang manfaatnya melebih satu tahun anggaran dan akan menambah asset atau kekayaan daerah dan selanjutnya akan menambah belanja yang bersifat rutin seperti biaya pemeliharaan pada kelompok belanja administrasi umum. Belanja modal dapat juga disimpulkan sebagai pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal yang sifatnya menambah asset tetap/inventaris yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi, termasuk didalamnya adalah pengeluaran untuk biaya pemeliharaan yang sifatnya mempertahankan atau menambah masa manfaat, rneningkatkan kapasitas dan kualitas asset. 2.1.5. Kinerja Keuangan
Republik Indonesia saat ini sedang memasuki masa pemulihan akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan. Seluruh pihak termasuk pemerintah sendiri mencoba mengatasi hal ini dengan melakukan reformasi di segala bidang. Salah satu usaha memulihkan kondisi ekonomi, sosial dan politik adalah dengan mengembalikan kepercayaan rakyat kepada pemerintah dengan mencoba mewujudkan suatu pemerintahan yang bersih dan berwibawa atau yang dikenal dengan istilah good governance. Upaya ini juga didukung oleh banyak pihak baik pemerintah sendiri sebagai lembaga eksekutif, DPR sebagai lembaga legislatif, pers dan juga oleh lembagalembaga swadaya masyarakat. Unsur-unsur pokok upaya perwujudan good governance ini adalah transparency, fairness, responsibility dan accountability.
Hal ini muncul sebenarnya sebagai akibat dari perkembangan proses demokratisasi di berbagai bidang serta kemajuan profesionalisme. Dengan demikian
Universitas Sumatera Utara

pemerintah sebagai pelaku utama pelaksanaan good governance ini dituntut untuk memberikan pertanggungjawaban yang lebih transparan dan lebih akurat. Hal ini semakin penting untuk dilakukan dalam era reformasi ini melalui pemberdayaan peran lembaga-lembaga kontrol sebagai pengimbang kekuasaan pemerintah. Ada beberapa perbedaan pertanggungjawaban keuangan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Pertanggungjawaban keuangan pemerintah daerah adalah diantaranya: 1. pertanggungjawaban pembiayaan pelaksanaan dekonsentrasi. 2. pertanggungjawaban pembiayaan pelaksanaan pembantuan 3. pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Sementara di tingkat pemerintah pusat, pertanggungjawaban keuangan tetap dalam bentuk pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Saat ini di Indonesia sedang dilakukan persiapan penyusunan suatu standar akuntansi pemerintahan yang lebih baik serta pembicaraan yang intensif mengenai peran akuntan publik dalam memeriksa keuangan negara maupun keuangan daerah. Namun tampak bahwa akuntabilitas pemerintahan di Indonesia masih berfokus pada sisi pengelolaan keuangan negara atau daerah.
Memasuki era reformasi, masyarakat di sebagian besar wilayah Indonesia, baik di propinsi, kota maupun kabupaten mulai membahas laporan pertanggungjawaban kepala daerah masing-masing dengan lebih seksama. Beberapa kali terjadi pernyataan ketidakpuasan atas kepemimpinan kepala daerah dalam melakukan manajemen pelayanan publik maupun penggunaan anggaran belanja daerah. Melihat pengalaman di negara-negara maju, ternyata dalam pelaksanaannya, keingintahuan masyarakat tentang
Universitas Sumatera

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Belanja Modal Sebagai Variabel Intervening Di Kabupaten Dan Kota Propinsi Riau