Jenis Tekanan darah Penyebab Peningkatan Tekanan Darah

pembuluh darah. Peningkatan tahanan perifer dapat terjadi bila ada penyempitan arteriole yang merupakan ciri-ciri dari hipertensi. Dilatasi dan penyempitan arteriole perifer dikontrol oleh beberapa mekanisme khususnya sistem saraf simpatik dan sistem renin angiotensin. Pusat vasomotor di medula dapat dirangsang oleh baroreceptor atau oleh stress psikogenik. Impuls diteruskan melalui saraf simpatik yang mengakibatkan pelepasan katekolamin. Pelepasan norephinephrin oleh serabut-serabut saraf postganglion menyebabkan vasokonstriksi. Ephinephrin juga berefek meningkatkan kekuatan kontraksi ventrikel sehingga cardiak output pun meningkat. Hipertensi dapat ditimbulkan oleh berbagai faktor penyebab. Salah satu faktor lingkungan yang menimbulkan terjadinya risiko penyakit hipertensi adalah kebisingan. Tingkat kebisingan mencapai 60 dB dapat meningkatkan kadar hormon stress, seperti ephinephrin, non-epinephrin dan kortisol tubuh yang mengakibatkan terjadinya perubahan irama jantung dan tekanan darah. Bising yang terus –menerus sejak sesorang mulai terpapr dengan intensitas 85 dB selama 8 jam akan menimbulkan gangguan proses fisiologis jaringan otot dalam tubuh dan memicu emosi yang tidak stabil. Ketidakstabilan emosi tersebut dapat memacu jantung untuk bekerja lebih keras memompa darah ke seluruh tubuh dalam waktu yang lama tekanan darah akan naik sehingga menyebabkan hipertensi Tambunan, 2005. Lama pajanan bising 15 menit cenderung mengalami peningkatan tekanan darah lebih tinggi dibandingkan yang memiliki lama pajanan bising ≤ 15 menit. Lama pajanan yang dimaksud disini adalah lama pajanan yang melebihi NAB Sinaga, 2013.

2.4.5 Prosedur Pemeriksaan Tekanan Darah

Mengukur tekanan darah, hasil curah jantung dan tahanan pembuluh perifer mengunakan spigmomanometer. Tujuannya untuk mgkaji hemodinamik dan keadaan umum pasien Kusyanti, dkk. 2013. Prosedur pemeriksaan tekanan darah terlampir pada halaman sembilan.

2.5. Perseroan Terbatas Sarana Agra Gemilang PT. SAG Kupang

PT. Semen Kupang merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri processing antara lain industri semen. Di bangun pada tanggal 1 Maret 1982 dengan alamat di Jln. Yosudarso Teno Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 1997 dilakukan ekspansi dengan pembangunan satu unit pabrik baru Semen Kupang II dengan menggunakan teknologi system pembakaran Tungku Putar Rotary Klin dengan kapasitas 300.000 ton semen per tahun, dengan memakai teknologi dari RRC China dan Eropa FLSmithd. Pada bulan Juni tahun 2008 PT. Semen Kupang berhenti beroperasi. Selanjutnya sejak 1 September 2009 melalui upaya Kementerian BUMN dan PT. Perusahaan Pengelola Aset mengadakan Kerja Sama Operasi KSO dengan PT. Sarana Agra Gemilang. PT. SAG memiliki beberapa depertemen yang terdiri dari: Departemen Sefty Security Health Environment SSHE, Departemen Human Resource Development HRD, Departemen Mekanik, Departemen Elektro, Departemen Produksi, Departemen Meaning dan Labolaterium. Pada Departemen Produksi terdiri dari beberapa bagian seperti Crusher, Raw Will, Kiln, Cement Mill, dan Peker yang mengatur tahap pengelolaan selama proses produksi semen.

2.5.1 Mesin-Mesin Produksi Pada PT. SAG Kupang

a. Crusher Crusher merupakan peralatan yang digunakan untuk menghancurkan material menjadi ukuran yang lebih kecil. Di Industri Semen, Crusher berfungsi sebagai pregrinding raw material sebelum masuk ke area produksi. Untuk Jenis Crusher yang digunakan di Pabrik Semen PT. SAG Kupang ada dua macam yaitu Hammer Crusher dan Double Roller Crusher. Hammer Crusher digunakan untuk menggiling Limestone sedangkan Double Roller Crusher digunakan untuk menggiling Clay. . Gambar 2.3 Mesin Hammer Crusher Gambar 2.4 Mesin Double Roller Crusher

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ASUPAN KAFEIN DENGAN TEKANAN DARAH PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PT TIGA SERANGKAI SURAKARTA Hubungan Asupan Kafein dengan Tekanan Darah pada Pekerja Bagian Produksi PT Tiga Serangkai Surakarta.

0 4 15

HUBUNGAN ASUPAN KAFEIN DENGAN TEKANAN DARAH PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PT TIGA SERANGKAI Hubungan Asupan Kafein dengan Tekanan Darah pada Pekerja Bagian Produksi PT Tiga Serangkai Surakarta.

0 4 18

HUBUNGAN INTENSITAS KEBISINGAN TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH PEKERJA DI BAGIAN PROSES GRINDA DAN PERMESINAN DI PT. BAJA Hubungan Intensitas Kebisingan terhadap Peningkatan Tekanan Darah Pekerja di Bagian Proses Grinda dan Permesinan Ceper, Klaten J

0 2 16

HUBUNGAN INTENSITAS KEBISINGAN TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH PEKERJA BAGIAN PROSES GRINDA DAN Hubungan Intensitas Kebisingan terhadap Peningkatan Tekanan Darah Pekerja di Bagian Proses Grinda dan Permesinan Ceper, Klaten Jawa Tengah.

0 4 17

PENGARUH INTENSITAS KEBISINGAN TERHADAP PENURUNAN DAYA DENGAR PADA PEKERJA Pengaruh Intensitas Kebisingan Terhadap Penurunan Daya Dengar Pada Pekerja Di PG. Poerwodadie Magetan.

0 1 17

PENGARUH INTENSITAS KEBISINGAN TERHADAP KENAIKAN TEKANAN DARAH PADA PEKERJA DI PT PERTANI (PERSERO) Pengaruh Intensitas Kebisingan Terhadap Kenaikan Tekanan Darah Pada Pekerja Di PT Pertani (Persero) Cabang Surakarta.

0 0 16

PENGARUH INTENSITAS KEBISINGAN TERHADAP KENAIKAN TEKANAN DARAH PADA PEKERJA Pengaruh Intensitas Kebisingan Terhadap Kenaikan Tekanan Darah Pada Pekerja Di PT Pertani (Persero) Cabang Surakarta.

0 1 17

HUBUNGAN KEBISINGAN DENGAN KELELAHAN DAN TEKANAN DARAH PADA PEKERJA KERAJINAN TEMBAGA CEPOGO BOYOLALI.

0 0 11

Hubungan kebisingan dan tekanan panas dengan tekanan darah pekerja weaving pt. iskandar indah printing Surakarta COVER

0 2 11

Hubungan Intensitas Kebisingan dan Masa Kerja Terhadap Nilai Ambang Dengar Pada Pekerja di Bagian Produksi PT. WIKA Beton Boyolali - UNS Institutional Repository

0 0 12