Indepth Interview. Metode Penelitian a.

9 pengetahuan kita tentang sesuatu. Sering kita amati hal-hal yang aneh, yang menarik perhatian, seperti benda baru yang aneh, akan tetapi bukan gejala sosial yang berkenaan dengan interaksi sosial, pola kekuasaan, perbedaan satatus dan peranan dan sebagainya.

c. Indepth Interview.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif qualitative approach, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, penelitian ini mengunakan pendekatan studi kasus, yaitu suatu proses pengkajian dan pengumpulan data secara mendalam dan detail terhadap seputar kejadian kusus sebagai “kasus” 8 kasus yang ditelaah secara mendalam dalam penelitian ini adalah kekerasan dalam rumah tangga khususnya terhadap anak. Studi kasus adalah studi mikro menyoroti satu atau bebereapa kasus, juga merupakan strategi penelitian yang bersifat multi-metode. 9 Berkaitan dengan strategi multi-metode dalam menjaring data, studi kasus akan memadukan pengamatan, wawancara dan analisa dokumen. 10 Hal senada dipertegas oleh Merriam 1998 dan Yin 1989 dalam Creswell 1995. Studi kasus sebagai strategi untuk menggali entitas atau fenomena tunggal kasus yang dibatasi oleh waktu dan aktifitas suatu program, pristiwa, proses, kelembagaan atau kelompok sosial dan mendapatkan informasi yang detail dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data 8 S Misbeth, J. dan J. Watt, Studi Kasus Sebuah Panduan praktiis Jakarta: Gramedia: Widia Sarana Indonesia. 1994 .47 9 Sitorus, Penelitian Kualitatatif Suatu perkenalan; Bogor: Kelompok Dokumentasi Ilmu Sosial, Jurusan limu-Ilmu Sosial dan Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, 1998 h. 16 10 Sitorus, I’eneliiian Kualitatif Suatu Perkenalan; h.17 10 selama periode waktu yang berkelanjutan. 11 Kekerasan yang dialami oleh beberapa keluarga khususnya terhadap anak adalahpristiwa yang terjadi dalam masyarakat yang merupakan fakta sosial. Studi kasus penelitian ini hanya mengugkap dan menganalisis beberapa pristiwa kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak. Dalam memilih subjek penelitian harus benar-benar tertuju kepada yang pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau informan informasi dan masyarakat atau organisasi yang menangani kekerasan dalam rumah tangga tersebut, peneliti mula-mula mengumpulkan seluruh konsep yang digunakan dalam penelitian, kemudian menentukan subjek penelitian. Dalam menentukan jumlah subjek penelitian atau dalam istilah penelitian kuantitatif dikenal dengan sempel-sempel penelitian kualitalif berbeda dengan penelitian kuantitatif pengukuranjumlah. Penelitian kualitatif penjabaranpenguraian tidak bermaksud untuk mengambarkan karakteristik populasi, melainkan Iebih terfokus kepada representasi terhadap fenomena sosial. Maka dalam prosedur menentukan jumlah sampling atau informan yang terpenting adalah bagaimana menentukan informan kunci key informan atau situasi sosial tertentu yang sarat informasi sesuai dengan fokus penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang terjun Iangsung ke lapangan dan mencari subjek yang telah di ketahui Field Work yang mengunakan metode kualitatif, yaitu suatu penelitian yang ada hakikatnya mengamati orang dalam lingkungan hidupnya, berinteraksi dengan mereka, berusaha memahami bahasa dan 11 Cresswell. J.W, Research Desain Qua it at jf and Quantitative Apprpoachess. Thousand, oaks, London, New delhi: SAGE, Publications, 1995 h. 17 11 tafsir mereka tentang dunia sekitarnya. 12 pemilihan pendekatan ini dianggap tapat karena peneliti ingin meneliti permasalahan ini dalam seting alamiahnya dan berusaha untuk memaknai dan menafsirkan fenomena yang ada berdasarkan apa yang dirasakan oleh para informan. Dengan mengunakan pendekatan kualitatif, peneliti berharap bisa mendapatkan pemahaman yang mendalam dan murni tentang fenomena yang diteliti dan ini tidak mungkin diperoleh jika mengunakan pendekatan kuantitatif.

d. Wawancara

Lanjutkan membaca

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

48 1180 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 336 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

17 272 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

3 191 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 254 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

17 348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 318 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

5 180 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 327 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 368 23